It just had to be You and Me (chapter 4)

by:Shmily

Chapter 4: Way Back into Love

Aku berjalan mengitari pertokoan ini,mencoba mencari pintu keluar,namun aku berhenti ketika melihat sekumpulan orang sedang makan jajangmyeon, mmm…sepertinya enak sekali.  Aku mengelus perutku

“Baby, kau ingin makan jajangmyeon juga yah..?”

“HanJi-ah..”sebuah suara memanggilku,rasanya aku pernah mendengarnya, hanya saja ..Aku menoleh ke arah sumber suara, terdiam membeku melihat siapa yang berdiri di sana, detik berikutnya aku melesat pergi.

Aku melihatnya, sosok yang terus kucari selama dua minggu ini,, dia berdiri di depan sebuah toko yang menjual jajangmyeon, dia hanya berdiri saja di sana, aku berjalan mendekatinya, tampak dia mengelus perutnya dan bergumam sesuatu, lalu aku memanggil namanya, dia terkejut sekali melihatku dan tanpa aku sangka dia malah berlari pergi

“Song HanJi !!”aku berteriak, tapi dia sudah membaur di tengah kerumunan orang, aku terus mengejar dan mencarinya, beruntung aku bisa menemukan dia, aku segera menarik lengannya.

“Kenapa kau lari?”

“Lepaskan aku!”

“Kenapa kau pergi?!kenapa kau lari dan meninggalkan aku?!apa kau tahu aku hampir gila mencarimu?!jawab aku HanJi!!” Aku membentaknya dan dia hanya merespon dingin bahkan tidak mau menatapku.

“Mau apa lagi kau ke sini?”

“Tentu saja mencarimu. Kau pergi begitu saja, hanya meninggalkan sebuah surat…kau…tidak bilang apa-apa..apartment kosong..aku tidak menemukanmu…”Emosi yang meluap membuatku tidak bisa merangkai kata-kata, akhirnya aku hanya melontarkan apapun yang ada di otakku saat itu. Hanji berusaha melepaskan cengkeramanku. Tapi aku bertahan, aku tidak akan melepasnya lagi kali ini.

“Auww!” tapi dia tiba-tiba menendang tulang keringku sehingga cengkeraman tanganku lepas dan dia berlari pergi. Terakhir aku melihatnya memasuki sebuah taksi, untungnya mobilku tidak terparkir jauh, aku mengejarnya, tidak HanJi, tidak kali ini, tidak lagi, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi dariku.

*******

Aku berjalan lagi, menyusuri  jalanan kecil yang tidak bisa dimasuki mobil di tengah guyuran hujan, Ya!bahkan langitpun tidak mau bekerjasama denganku, di tengah kesulitan mencari dimana tempat tinggal HanJi bahkan aku masih harus kehujanan. Aku kehilangan jejaknya di tengah jalan, setelah bertanya  kesana kemari  semua orang menunjuk pada jalan kecil ini. Sampai di sini pun aku masih bertanya lagi pada tetangganya apakah mereka mengenal Song HanJi, cukup lama hingga akhirnya aku menemukannya, sebuah flat kecil sederhana. aku bertanya pada penjaganya yang mengatakan HanJi tinggal di kamar 302.

“HanJi-ah..ini aku,kumohon buka pintunya.. HanJi-ah..HanJi-ah…” aku terus mengetuk dan memanggil namanya,aku tahu dia mendengarnya tapi dia tidak mau keluar

“HanJi-ah, aku tunggu di sini sampai kau keluar.” Setelah 30 menit aku terus memanggil dan tak ada jawaban aku menyerah. Aku pun terduduk di depan pintunya, mendekap diriku sendiri yang mulai kedinginan dan angin yang berhembus di koridor ini memperparah kondisiku.

“HanJi-ah, aku tunggu di sini sampai kau keluar.” Aku dengar sedari tadi suara ketukannya, dari awalpun aku tahu itu pasti dia. Aku tidak mau membukanya, aku tidak mau bertemu dengannya lagi. Biar saja, pasti sebentar lagi juga dia pergi,pikirku.  Benarkan?bahkan sekarang dia sudah berhenti mengetuk.

Aku kaget sekali tadi untunglah ada taksi yang langsung bisa kutumpangi , mengapa dia bisa menemukanku di sini? Donghae!pasti Donghae yang memberitahunya. Tapi semakin lama aku memikirkannya pada akhirnya aku malah menangis,Lagi. Aku sudah mampu bertahan tanpa dirinya selama dua minggu ini, tapi mengapa sekarang dia muncul lagi?apa maunya sekarang?dan rangkaian kejadian dua minggu lalu menyeruak lagi dalam pikiranku.

Aku masih terus menatap kertas dari dokter itu. Tertulis jelas di sana. “Positif” . Setelah selama satu minggu aku merasa kondisiku makin lemah, ternyata vonis dokter adalah aku hamil. Hae menepuk bahuku dan berkata sebaiknya aku memberitahu Sungmin, bagaimanapun dia appanya.

Akhirnya setelah merenung lama dan mengumpulkan keberanianku, aku menelepon Sungmin untuk memberitahunya, tapi dia tidak mengangkat, maka aku hanya meninggalkan pesan suara. Dia mengirimkan pesan lagi, hanya tertulis “Jinja?”. Maka aku mengirim foto sonogram padanya. Namun setelah itu tidak ada balasan apa-apa darinya. Aku terus menunggu dengan cemas semalaman. Sama sekali tidak ada kabar, dan aku memutuskan menyusulnya ke Ilsan. Aku mendapatkan alamat hotelnya. Namun yang menyambutku ternyata sungguh di luar dugaanku.

“Ada apa kau ke sini?menagih tanggung jawab Sungmin untuk anakmu itu?cih!cara kuno sekali! Kau berusaha menjebaknya dengan kehamilanmu?” aku hanya termangu, terkejut, pertama mendapati Park ShinYoung di kamar hotel Sungmin sepagi ini dan kedua adalah perkataannya yang akhirnya membuatku memutuskan untuk meninggalkan semuanya di Seoul.

“Apa dia belum memberitahumu?kami akan segera bertunangan, dan tentu saja kami tidak ingin ada penghalang, jadi dia memintamu menggugurkan kandunganmu itu…”Shinyoung memberikanku surat rekomendasi dokter. Aku merasa terjatuh dari tempat yang sangat tinggi, pikiranku kosong, yang aku ingat aku segera berlari pulang menuju apartment dan terduduk lama di kamarku, menangis seharian, dan keesokan harinya semua yang dikatakan Shinyoung ternyata benar,berita pertunangan putri Park Corp dengan Lee Sungmin menjadi headline. Detik berikutnya aku langsung membereskan semua barang-barangku dan pergi sejauh mungkin dari Seoul. Aku tidak tahu harus percaya pada siapa lagi, Donghae bertanya apakah aku percaya Sungmin akan benar akan berbuat seperti itu?aku menggeleng, aku tidak tahu Hae, kalau Sungmin yang dulu, aku yakin dia tidak akan mungkin melakukan semua ini, ,tapi Sungmin yang sekarang…. Aku sungguh tidak tahu..

Karena lelah menangis, tanpa sadar aku tertidur, begitu bangun aku melihat jam dinding menunjukkan pukul 1, huah…aku tertidur begitu lama. Dan aku mendengar suara orang  terbatuk  dan bersin terus menerus dari luar. Aku berjinjit ke arah pintu, membuka selot pintu dan mengintip ke arah koridor dan terkesiap melihat apa yang ada di hadapanku.

Aku masih memandangnya, dia tidur dengan lutut ditekuk dan kepalanya dibenamkan diantaranya, bajunya lembab, kuperhatikan wajah yang sangat kurindukan itu, bibirnya gemetar. Aku memberanikan diri menyentuh dahinya. Panas. Kusentuh lagi pipinya. Ya Tuhan dia demam.

“HanJi-ah..mianhae..”dan sekarang dia mengigau.

Aku untuk mengambil beberapa keperluan di dalam flat. Kuminumkan obat demam padanya dan menyelimutinya. Aku masih memandanginya namun buru-buru menggelengkan kepalaku dan masuk kembali ke dalam flat. “Dasar bodoh” gumamku.

Aku terbangun saat merasa seseorang terus-terusan menyenggol lenganku, aku mengerjapkan mataku, “HanJi-ah?”ternyata yang menyambutku adalah seorang ahjumma.

“Siapa kau dan kenapa kau tidur di koridor?kau bukan penghuni sini kan?”

“Ah..ani…”Aku bangun, mencoba meluruskan otot-ototku yang kaku dan menyadari ada selimut yang terjatuh dari tubuhku. Eh?selimut? “Aku mencari Song HanJi”

“HanJi?dia sudah pergi kerja pagi-pagi tadi. kau ini siapanya?”

“Aku?aku…aku calon suaminya. Apa anda tahu dia bekerja dimana?”

Akhirnya aku mendapat informasi baru, HanJi bekerja di sebuah supermarket untuk menghidupi dirinya di sini. Dan aku juga mendapatkan alamat tempat kerjanya. Gosh!gadis itu benar-benar..selalu sok tegar, apa dia benar-benar berpikir akan membesarkan anak kami sendirian? Kemudian selimut yang tadi terjatuh mengalihkan perhatianku lagi. Aku mengingat kejadian semalam, gara-gara hujan tak tahu waktu dan tempat itu, aku basah kuyup menunggu HanJi, aku sudah tahu harus bagaimana lagi akhirnya aku memutuskan untuk menunggu di depan flatnya saja. Toh nanti dia pasti keluar, sialnya aku malah tertidur, aku ingat kepalaku pusing sekali dan tubuhku gemetar kedinginan. Tapi aku samar-samar merasa sepertinya aku sempat menelan sesuatu dan ada yang menyelimutiku………

Sebuah senyum terulas di wajahku, Song HanJi, kau tidak bisa tidak peduli padaku bukan?

Aku masih memperhatikan dia dari jauh saat kulihat di hadapannya ada tumpukan dus. Dia lalu melihat sekeliling dan tidak ada orang di sana.  Saat kulihat dia bersipa untuk mengangkat dus itu sendiri, aku langsung berlari ke arahnya. Benar-benar tidak percaya pada penglihatanku sendiri.

“Apa kau benar-benar sudah kehilangan akal sehatmu?” Aku menatap tajam padanya dan mulai mengangkat dus.

“Mau ditaruh dimana?” Dia masih memandangku, tidak mau menjawab. Dia akhirnya menghela nafas dan menunjuk ke arah gudang. Aku memindahkan semuanya, dus itu memang tidak berat, kulihat labelnya yang mengatakan isinya adalah mie instan. Namun dengan kondisi hamil muda dan harus mengangkut bolak balik pastinya bisa berakibat buruk.

“Dimana bosmu?Biar aku yang bilang padanya. Kamu harus keluar dari pekerjaan ini”

Aku baru saja berbalik namun dia mencekal lenganku, aku tahu apa arti ekpresi wajahnya sekarang, dia pasti ingin protes

“Kamu tidak berpikir ingin kehilangan calon anak kita kan?

Dia menatap heran padaku dan akhirnya tertawa hambar

“Sejak kapan kau peduli pada kami?” tanyanya dingin

Aku terdiam mendengar nada bicaranya.

“Untuk apa lagi sekarang kau ke sini?”

“Hanji-ah, dengar dulu semua penjelasanku”

“Aku sudah mendengar cukup jelas dan melihat dengan mata kepalaku sendiri. Sekarang kau sudah bersama Park Shinyoung kan?jadi aku Tanya untuk apa lagi kau ke sini?”

“Dengar, kau salah paham selama ini. Aku sungguh, sungguh tidak tahu mengenai kehamilanmu. Aku tidak menerima pesan suaramu, aku tidak menerima fotonya, aku tidak tahu apa-apa. Shinyoung yang membuka pesanmu, dia yang mengirim pesan padamu, dia yang menerima foto itu.”

“Jangan membuat alibi Lee Sungmin!” aku berusaha meraih dirinya tapi dia menepisku keras

“Lalu sekarang kau tahu semuanya dan kau mau meninggalkan Shinyoung?bagaimana pertunangan kalian?”

“Di antara kami tidak ada hubu…”

“JANGAN BERBOHONG LAGI!” kali ini dia menutup kedua telinganya, tidak mau mendengar apapun dariku. Wajahnya ingin menangis dan aku tidak tega terus memaksa dia.

“Dengar, aku mohon pergi dari sini, aku berjanji tidak akan mengganggu hidupmu lagi, aku bisa mengurus hidupku sendiri dan anak ini nantinya, aku tidak akan meminta sepeserpun uang darimu, dan juga tidak meminta tanggung jawabmu”

“Mwo?!tentu saja kau ini tanggung jawabku, dan juga anak ini, karena aku appanya”

HanJi menatap heran padaku dan memandangku sinis “ appa? kau memanggil dirimu appa? mengapa? Bukankah dulu kau tidak menginginkan anak ini? “

“Hanj..”

“Dengar, bagiku Lee Sungmin yang dulu aku kenal sudah tidak ada lagi..Jadi, pergilah..!” dia mengatakan semua itu sambil menggigit bibir bawahnya, menghindari mataku yang sedari tadi terus menatapnya. Aku tidak tahu bagaimana perasaanku saat itu, seperti mati rasa.

Aku terus melihatnya. Hanji berbalik pergi dan berjalan menjauh. Benarkah ini akhir semuanya?tidak..aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku tidak akan melepas Hanji, bagaimanapun juga…

Aku terkesiap saat melihat HanJi mulai oleng, aku berlari mengejarnya, dan bruuk! untungnya aku sigap menahan tubuhnya yang ambruk, HanJi pingsan, kulihat matanya yang terpejam dan wajahnya yang pucat.

“HanJi-ah..HanJi-ah…”kutepuk-tepuk pipinya “Yak!Ireonna, ireonna!” dia tidak merespon, dia tetap diam. Aku mulai panik, ada apa dengan HanJI?buru-buru kegendong dia dan berlari keluar, mengacuhkan tubuhnya yang sekarang terasa berat, aku meletakkannya di kursi depan dan langsung memacu mobilku menuju rumah sakit.

Aku membuka mataku perlahan dan menutupnya kembali cepat-cepat, silau sekali… membukanya perlahan lagi dan ruangan putih memenuhi pandanganku. Aku berusaha untuk benar-benar membuka mata, mengumpulkan kesadaran saat aku merasa tanganku  digenggam seseorang. Aku mengalihkan pandangan ke samping kiriku dan melihat dia menatapku dengan wajahnya sangat cemas.

“HanJi-ah kau sudah merasa baikan?”

“aku dimana?”kepalaku masih terasa pusing saat aku mencoba untuk bangun

“di rumah sakit. Kamu pingsan tadi”

Rumah sakit?otakku berputar cepat. Semua rentetan kejadian sebelum aku pingsan, semua permasalahanku dengan Sungmin dan sebuah kesimpulan muncul di akhir. Aku terkesiap, tubuhku gemetar dengan kesimpulan yang kutakuti menjadi sebuah kenyataan.

Aku menarik tanganku, namun dia bertahan menggenggamnya. Aku mencoba bangun namun dia mendorong bahuku agar bersandar kembali.

“Jangan bangun dulu, kondisimu masih lemah” Nadanya tegas memerintahku, tapi dia mengatakan dengan suaranya yang paling lembut

Namun aku tidak peduli, aku terlalu takut sekarang “Lepas…”

“Sudah merasa baikan Ny.Lee?”Seorang wanita berjas putih masuk ke kamar, menginterupsi kami berdua. Apa tadi dia bilang?Ny.Lee?Kenapa dia memanggilku begitu?tapi ingatan tentang ketakutanku muncul lagi dan aku tahu dialah yang bisa menjawab semuanya.

“dokter..”

“Bayi saya..bayi saya tidak apa-apa kan?dia tidak gugur kan dok? apa dia menyuruh dokter menggugurkannya? dokter tidak menggugurkannya kan?” aku mencekal jas putihnya.

Dia hanya berkerut mendengar rentetan pertanyaan putus asaku.

“Astaga apa yang sebenarnya kau pikirkan?siapa yang menyuruhku  menggugurkan kandunganmu?mana mungkin aku melakukan aborsi? Bayimu baik-baik saja, dan sekarang kehamilanmu memasuki minggu ketujuh”

“dan semua itu berkat suamimu, kalau dia tidak menahan kau jatuh, aku takut bayimu mengalami benturan.”

Aku melirik Sungmin yang masih berdiri tegang di samping tempat tidurku. Wajahnya mengeras dan hanya menatap kosong ke bawah.

“Baiklah aku tinggalkan kalian berdua” dokter itu berjalan pergi, menutup pintu dan meninggalkan kami berdua dalam suasana yang sangat canggung.

Lalu dia buka suara.

“Kenapa kamu selalu beranggapan aku ingin menggugurkan kandunganmu? Keberadaan dia sepenuhnya adalah kesalahanku dan tanggung jawabku. Tidak mungkin aku tidak menginginkannya. Aku mencintainya HanJi…. sama seperti aku mencintai ibunya……”

Aku menggigit bibir bawahku, mataku terasa panas, aku menahan keinginanku untuk menangis.

“Istirahatlah, kamu tidak boleh lelah dan banyak pikiran. Aku keluar dulu”

Aku lalu mendengar pintu dibuka dan ditutup kembali, langkahnya yang perlahan menjauh, dan air mataku merebak.

Aku mengeluarkan selembar foto dari kantung jasku, kupandangi foto abstrak hitam putih itu yang baru kedapat dari dokter Jung, merabanya di bagian yang dilingkari dan tersenyum miris,

“Halo nak..ini appa, maaf baru sekarang appa bisa melihatmu. Hari ini senang sekali akhirnya bisa melihatmu.. Kau tumbuh dengan baik, eomma pasti merawatmu dengan baik ya?”

Aku masih menatap nanar pada foto itu, dan sebuah keputusan muncul di kepalaku. Aku melangkah keluar dari rumah sakit, memacu mobilku kembali menuju Seoul.

*Living in this cold world, I forgot what was precious

as I wandered through the dark streets, I couldn’t help but cry.

I’ve been waiting for you, for someone who’s just like me,

I want to give you everything, to fill up those lonely moments, my endless moments pray for you*

Setelah dia keluar kamar, aku tidak bertemu lagi dengannya. Aku diperbolehkan pulang esok harinya, dan tahu-tahu, tetanggaku Bibi Kim datang menjemput. Dia bilang Sungmin menitipkanku padanya untuk selalu menjagaku.

Dia tidak muncul lagi, sudah seminggu aku tidak melihatnya. Aku sudah memutuskan meninggalkannya namun Sungmin malah datang mencariku.  Dan akhirnya dia pergi begitu saja?

Pagi itu aku mendapat semua jawabannya.

PARK CORP MELUNCURKAN E-BILLING

PERTUNANGAN LEE SUNGMIN DAN PARK SHINYOUNG BATAL!

LEE SUNGMIN MENGKONFIRMASI MUNDUR DARI PARK CORP

Aku membaca satupersatu headline di Koran pagi ini, semuanya tentang Sungmin, Park Corp, juga temuan e-billingnya. Aku langsung mengambil ponselku, menelepon seseorang.

“yoboseo?Donghae? jelaskan padaku tentang semuanya”

HanJi tidak berhenti berpikir dan merenungkan semua pembicaraannya dengan Donghae tadi di telepon

Masalah batalnya pertunangan itu mengakibatkan imbas besar. Hanji, semua yang kau lihat dan kau dengar itu bohong. Sungmin hyung tidak pernah punya hubungan apapun dengan Shinyoung, Shinyounglah yang merencanakan semuanya hingga pertunangan itu. Dia tidak pernah menyuruhmu menggugurkannya, bagaimana bisa kalau dia sendiripun tidak tahu,  semuanya ulah Park Shinyoung. Dan saat kau pergi, dia terus memohon padaku…aku tahu kau masih mencintainya, dan dia juga berhak atas anak itu.

Park Ahjussi tidak terima putrinya harus menanggung malu karena pertunangan mereka batal. Dia mengusir Sungmin hyung dari perusahaannya. Dan mengambil program e-billing yang dia kembangkan. Dia bahkan tidak berusaha mengklaim, katanya percuma saja, karena dia mengembangkannya di bawah Park Corp selama ini. Dia sibuk mencarimu malahan. Dia melepas semuanya, pekerjaannya, juga program e-billing itu..

Benarkah semua yang Donghae katakan?dia melepas program yang dia kerjakan selama 2 tahun?jadi semua ini hanya ulah Shinyoung? Dia tidak tahu soal kehamilanku?ada apa sebenarnya?

Sungmin-ah, aku ingin tahu semua kejujuran darimu..

********

HanJi mengayunkan ayunanku perlahan, hanya supaya terus terayun. Taman ini sepi pengunjung sore ini, baguslah pikirnya. Dia membutuhkan waktu sendiri di tengah udara terbuka. Pikirannya menerawang jauh. Semuanya tentang Lee Sungmin. Sedang apa dia?bagaimana dia sekarang?

“Bodoh sekali aku, buat apa terus memikirkannya” HanJi menggumam sendiri menatap tanah pasir di bawahnya

“Kau mencariku?”kegiatan menendang-nendang pasir yang dilakukan HanJi terhenti ketika dia mendengar suara itu, dia mendongak perlahan-lahan dan menemukan seorang pria bertopi hitam dengan jaket hitam, tersenyum di hadapannya. Walau wajahnya agak tertutup namun Hanji tahu pasti siapa sosok di hadapannya sekarang. Sungmin.

“Maaf aku harus membereskan beberapa hal dulu di Seoul baru bisa menemuimu lagi di sini. Kaupikir aku akan pergi begitu saja?”

“Kau menyerahkan e-billing?” Sungmin langsung membuang pandangannya, dia tahu cepat atau lambat Hanji pasti mendengar semuanya. Ternyata butuh waktu seminggu membereskan perkara di Seoul. Park ahjussi marah besar dan dia diusir dari Park Corp. Sungmin tahu percuma saja untuk mengklaim program tersebut hak ciptanya, lagipula dia sudah tidak peduli sama sekali pada program itu. Yang dia pikirkan hanya Hanji.

“Berita cepat sekali menyebarnya”

“Kenapa?bukankah itu impianmu? Kenapa melepas mimpimu?”

“Sudahla..”

“lalu?untuk apa kau datang lagi ke sini? Apa kau pikir semuanya bisa kembali seperti semula semudah itu?”

“HanJi-ah” Sungmin berusaha meraih tangan HanJi namun dengan segera ditepisnya

Hanji baru saja ia akan beranjak dari ayunan tempatnya duduk ..

BRUK!

HanJi mendapati Sungmin sedang berlutut di hadapannya, kepalanya tertunduk dalam

“Aku memohon padamu sekali lagi HanJi-ah..

Aku minta maaf, untuk semuanya yang sudah terjadi

Maaf, aku membawamu ke Seoul dan tidak menjagamu dengan baik di sana

Maaf, untuk tidak menjadi Sungmin yang dulu,maaf aku berubah begitu banyak

Maaf, untuk semua malam kau menungguku di apartment sendirian

Maaf, untuk semua air mata yang kau teteskan hanya untuk seseorang seperti diriku

Maaf, untuk semua janji yang aku langgar

Maaf, aku mencintaimu dan membuatmu terlibat dalam kehidupanku seperti ini..

Maaf….”

Kali ini Sungmin tidak tahu lagi harus berkata apa lagi, kesalahannya pada HanJi sudah terlalu banyak dan kali ini bahkan terlalu besar..

“Tapi kali ini…bisa…bisakah..kita mulai lagi semuanya dari awal?aku sudah melepas semuanya, tapi aku tidak mau melepas dirimu. Tidak…. aku tidak mau kau pergi lagi…”

“Bisakah kita kembali lagi ke Bupyeong? aa..aku ingin memulai keluarga kecilku, Sungmin, Hanji, dan anak kita…”suaranya bergetar saat mengatakan ini semua, merasa benar-benar tidak tahu diri, dengan tebal muka meminta ini semua.

“Jangan tinggalkan aku lagi.. jebal…”

HanJi berusaha menahan tangisannya dengan membekap mulutnya sendiri sementara Sungmin masih menunduk, berlutut di hadapan HanJi yang masih duduk di ayunan, menanti jawabannya, menanti nasibnya sendiri..

Lama mereka terdiam

hingga akhirnya HanJi buka suara

“hanya karena anak ini pasti membutuhkan ayahnya” Hanji masih menjawab dengan nada dingin

Sungmin terdiam..kecewa..tapi akhirnya dia berani mengangkat kepalanya “tidak apa-apa..” Sungmin berusaha menekan nada kecewanya “gumawo, kau sudah memberikanku kesempatan lagi” namun akhirnya air mata HanJi malah semakin deras dan Sungmin buru-buru menghapusnya dengan panik.

“HanJi-ah jangan menangis lagi” Sungmin sibuk menghapus air mata HanJi  namun tangisan HanJi makin keras akhirnya Sungmin membenamkannya dalam pelukannya.

“Apa aku begitu menyusahkan?Maafkan aku HanJi-ah…jeongmal mianhae….”Sungmin mengelus lembut rambut HanJi masih berusaha menenangkannya

HanJi masih terus menangis dan diantara sela-sela tangisnya dia mengatakan sesuatu sambil sesenggukan

“Aku membencimu Lee Sungmin..aku membencimu..karena selalu berputar di kehidupanku..karena datang lagi padahal aku sudah pergi darimu” semua kata-kata Hanji membuat hatinya makin sakit, dia tidak termaafkan, Hanji akan tetap pergi, dia akan kehilangan dirinya.

“dan aku…aku membenci diriku sendiri….. karena mau memaafkanmu”

Sungmin tertegun mendengar kata-kata Hanji barusan. Dia dimaafkan?Hanji benar-benar memaafkannya? Sungmin segera melepas pelukannya. Untuk melihat wajah Hanji lebih jelas

“Aku dimaafkan?benar-benar dimaafkan?”

“Tapi aku mau Lee Sungminku yang dulu” bisiknya.

Mereka terdiam. Dahi Sungmin menempel di dahi Hanji, menyisakan jarak yang tipis antar mereka berdua. Tidak ada kata-kata, hanya saling menatap ke dalam mata masing-masing. Namun semua perasaan tergambar dalam momen sunyi tersebut. Merampung semua yang terjadi empat tahun belakangan. Pertemuan pertama mereka, kencan pertama, masa-masa SMA, hari-hari di Bupyeong, semua hal sedih dan menyakitkan…

“Aku tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tapi ijinkan aku memperbaiki semuanya” Sungmin buka suara, memecah kesunyian di antara mereka berdua.

Hanji mengangguk. Sebutir air mata lolos dari mata Sungmin.

“Gumawo Hanji-ah,jeongmal gumawoyo..”HanJi menatap Sungmin sambil tersenyum sementara Sungmin masih mengelus pipi HanJi, membersihkan sisa air matanya padahal dia sendiri sudah menangis.

“Kau meninggalkan sesuatu di apartment” Sungmin merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil.

Awalnya HanJi masih tidak mengerti perkataan Sungmin namun saat melihat kotak itu dia terhenyak, dia sudah pernah melihat benda itu..disodorkan kepadanya..dengan cara yang sama, dan memorinya kembali pada suatu tempat di Bupyeong, dua tahun yang lalu, di hari kelulusan sekolah menengahnya.

“maukah kau menikah denganku Song HanJi?”Sungmin berlutut di hadapannya, memperlihatkan sepasang cincin perak polos yang dulu dilihatnya di Rodeo street. HanJi terperangah melihatnya, terdiam membeku. Sungmin melamarnya?

“tapi..tapi ini terlalu cepat, aku baru lulus sma dan aku masih punya banyak mimpi yang belum aku raih, aku masih ingin ke Seoul, aku masih ingin belajar tentang desain, aku masih ingin menja…”

“Kalau begitu kutunggu”potong Sungmin cepat yang membuat HanJi terdiam menatapnya.

“Simpanlah dulu” Sungmin meletakkan kotak itu dalam telapak tangan HanJi dan melipat jemari HanJi untuk menutupnya “Sampai nanti waktunya kau sudah siap, beritahu aku. “ HanJi masih menatap Sungmin yang kini sudah berdiri dan menggenggam kedua tangannya erat.

“ya..hitung-hitung kau ini ku tem dulu, biar tidak ada yang mengambilmu nanti, sekarang cincin itu ada di kamu artinya nanti kamu harus menikah loh sama aku, harus!arraseoh?”

“Yak!memangnya kamu pikir aku ini apa?kamu kan Cuma menyuruh aku menyimpannya, tidak berarti aku setuju menikah denganmu kan nantinya?” HanJi memeletkan lidahnya dan berlari menjauhi Sungmin

“Yak!enak saja kau!aku tidak mau tahu, Song HanJi, kau harus jadi istriku kelak!”

“tidak janji!” HanJi memeletkan lidahnya lagi dan berlari menjauh meninggalkan Sungmin yang kesal mengejarnya…

Dan sekarang sepasang cincin perak itu disodorkan lagi kepadanya, Sungmin yang masih berlutut di hadapannya meraih tangannya dan menyisipkan cincin itu di jari manisnya. Pas sekali. HanJi masih memandangi jarinya yang sekarang dihiasi sebuah cincin perak polos.

“I won’t ask you again. Just marry me now”

“Kau tidak ingin memakaikannya padaku?cincin itu juga ada pasangannya ngomong-ngomong”Sungmin mengalihkan perhatian HanJi karena sedari tadi ia hanya memandangi cincinnya sendiri. HanJi lalu tersenyum kecil, mengambil cincin satunya lagi dan menyisipkannya di jari manis Sungmin.

“Saranghaeyo HanJi-ah..saranghantago”Sungmin menatapnya intens, mencoba mengirimkan semua perasaannya pada HanJi.

“Nado….”bisik HanJi lirih. Dia memandang tangan Sungmin yang menggenggam erat tangannya, memandang jari manisnya yang dilingkari cincin yang sama dengan yang ada di jari manisnya sendiri. Lalu Sungmin menarik tangannya, mendekatkan wajah mereka berdua, dan kemudian mendaratkan ciuman lembut di bibirnya.

*….Love is honest, simple, and beautiful

If the feeling is honest, it doesn’t need any long explanation…*

22 Comments (+add yours?)

  1. gegeHutomo
    Jan 12, 2011 @ 06:27:54

    Argh… Akhirnya~~~
    Ini part terakhir ya??? Endingnya bagus bgt…
    Alur ceritanya juga,,, ak ska bgt…
    Gomawo ^^

    Reply

  2. mei.han.won
    Jan 12, 2011 @ 07:15:49

    nice…
    Nice…..
    Pkok’x nice….

    Reply

  3. Rheiza yesung
    Jan 12, 2011 @ 07:25:21

    End ??? I like it. . . .ak ska bhasa’a,, lanjt dgn ff yg lbh bgus lg yo…..hehe

    Reply

  4. KYUON
    Jan 12, 2011 @ 07:59:39

    aku suka banget cerita nya.
    3 thumbs buat penulisnya . . .

    Reply

  5. shmily
    Jan 12, 2011 @ 08:06:48

    gumawo buat semua readers^^
    ps:masih ada epilognya, ditunggu yah 😉

    Reply

  6. leedantae
    Jan 12, 2011 @ 08:07:27

    After story!
    Readers want after story 🙂
    Onnie, nasib kakak iparku (baca : donghae) gimana?

    Reply

  7. mirhaemin
    Jan 12, 2011 @ 08:15:28

    huwaaah…keren banget deh pokonya ini..TOP
    buat author yang bikin ini 4 thumbs for you..hahha

    Reply

  8. arum
    Jan 12, 2011 @ 08:25:24

    wah akhirnya selesai jg,
    ceritanya keren…….
    pilihan kata2nya bagus,
    ga sabar nunggu epilog ataupun after storynya
    good job author…….

    Reply

  9. ecisarangHYUK
    Jan 12, 2011 @ 08:28:39

    huah ending ni?
    Ga nyangka umin ngelepas smuany..hu so sweet.
    Ad rencana bkin after story g???
    Pgen tau lanjutanny lg.hehe
    suka.suka.suka.suka bget cerita ini

    banyak jempol buat author

    Reply

  10. deedee
    Jan 12, 2011 @ 09:09:56

    two thumbs up….ani… empat….aahh…lebih deh
    pokoknya keren banget critanya….
    jd pengen punya suami kyk umin *nunjuk2 ke atas*…
    author daebak!!!

    Reply

  11. HwangFie
    Jan 12, 2011 @ 09:21:02

    Omoooo… baru baca part ini doang >.<
    dah ketemu akhirnyaa… TT__TT

    *brb nyari part sblumnya*

    Reply

  12. Leehehae
    Jan 12, 2011 @ 09:32:27

    Kren2 i like it,,,

    Reply

  13. ola
    Jan 12, 2011 @ 09:40:26

    annyeong author…salam kenal aku reader baru…wahhhh FFnya keren bgt….bahasanya bagus…… :))

    Reply

  14. gegeHutomo
    Jan 12, 2011 @ 10:16:18

    Ada epilog??? Asyikkkk^^
    Jangan lama” ya?#maksa hehehe

    Reply

  15. yokyuwon
    Jan 12, 2011 @ 11:24:27

    aQ membayangkan setiap moment sungmin memohon pd hanji untk kembali sma sungmin..hahh,sweeeettt bangett!!!akhirnya semua salah paham antar sungmin and hanji terselesaikan..eittss,tunggu dlu,ini blm ending kan ching??!! wajib epilog ching…hehehe,sbenernya aQ dahh bca epilog na kok..*smile evil*(^__^)!!very-very nice love story ching..

    Reply

  16. BigSmileGirl
    Jan 12, 2011 @ 20:17:38

    waaa happy ending…:D
    dtnggu ya after story naaa hehe

    Reply

  17. Nymphaprincess
    Jan 13, 2011 @ 06:27:54

    speeeachlesss…

    keren2!

    Reply

  18. Ocha
    Jan 13, 2011 @ 20:27:55

    Akhirnya…
    Hanji-Sungmin bersatu lagi…
    Nice ff (y)

    Reply

  19. chaeky
    Jan 13, 2011 @ 21:03:03

    keren XD
    suka banget chingu XD

    Reply

  20. kyucanasoofishy
    Jan 14, 2011 @ 08:52:57

    Fiuh…untg happy ending, smua masalah bisa diatasi…

    Reply

  21. 황윤헤--->韩真♥EvilYuuDKHELF
    Jan 16, 2011 @ 18:42:05

    Happy ending^^

    Yeiy!!!!
    Semoga ada ASnya!!!!
    author!!!buat asnya donk^^

    ya-ya-ya^^

    Reply

  22. nininin
    Aug 06, 2011 @ 10:37:49

    Woww . Nice ff
    Like this =D

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: