Snakes On The Plane Part 7

Part 7

“ Sayuri,”

Siapa itu? Siapa yang memanggilku?

“ Sayuri,”

Hitoshi….kaukah itu?

“ Bertahanlah…”

Hitoshi….

*************************************

“ Denyutnya melemah! Bagaimana ini?”

“ Cepat, berikan kejutan listrik!”

“ Naikkan tegangannya!”

“ Pasang alat bantu pernafasannya!”

Suasana ruang kesehatan menjadi ramai karena salah satu personil Medis menemukan Yun Hee tergeletak di lantai ruangan. Paramedis berusaha mengeluarkan racunnya dan menyelamatkan nyawa Yun Hee. Saki gemetar ketakutan melihat kondisi Yun Hee yang kritis. Seiryuu memeluknya, menenangkannya meskipun ia sendiri juga ketakutan. Ia takut jika Yun Hee harus pergi selama-lamanya.

“ Yun Hee onnie….” bisik Saki. Sejak tadi, Saki terus menerus menangis. Ia takut Yun Hee akan bernasib sama dengan Hitoshi. “ Tenang, Saki. Dia akan baik-baik saja,” ucap Seiryuu.

Mendadak ekspresi wajah Seiryuu berubah. Ia terkejut melihat sesuatu yang berada didekat para personil Medis.

“ Hitoshi oppa?”

*************************************

“ Hitoshi,”

“ Sayuri…”

“ Kau mau kemana, Hitoshi? Tunggu aku, jangan tinggalkan aku,”

“ Maaf, Sayuri,”

“ Andwae…Hitoshi! HITOSHIIII!!!!!!”

*************************************

“ Yun Hee, sadarlah,” Tangan besar Siwon menggenggam erat tangan kurus Yun Hee. Gadis itu berhasil keluar dari masa kritisnya. Namun kondisinya masih lemah, terutama pada bagian kakinya. Untuk membantu pernafasannya, Yun Hee diberi selang oksigen.

Hampir tiga jam Siwon berjaga di ruang kesehatan, bergantian dengan Saki dan Ryeowook. Entah mengapa, Siwon merasa khawatir jika bukan ia sendiri yang menjaga Yun Hee.

“ Hitoshi…”

Lagi-lagi nama itu, batin Siwon. Sudah beberapa kali Yun Hee memanggil-manggil nama Hitoshi. Siapapun orang itu, pasti ia sangat berarti bagi Yun Hee.

“ Kapten, waktunya istirahat,” kata Ryeowook. Siwon tak bergeming. Ia bersikukuh tetap berada di ruangan itu. “ Kapten, sebaiknya Kapten istirahat saja. Besok kau harus mendatangi rapat antar divisi,” Tetap saja Siwon tak bergeming. Entah apa yang merasuki dirinya sehingga ia bisa bersikap seperti itu. Ryeowook duduk disebelah Siwon, mencoba memahami sikap Kaptennya. “ Kapten,” panggil Ryeowook. “ Ya?” balas Siwon. “ Apa yang membuatmu seperti ini?” tanya Ryeowook. Siwon terdiam, mengingat sesuatu. “ Itu karena….”

*************************************

4 jam yang lalu…..

Siwon mengetuk pintu Ruang Jenderal perlahan. “ Masuklah,” perintah Jenderal Shin. Pintu ruangan terbuka, dan Siwon melihat ada orang lain selain Jenderal Shin. Gadis kurus berambut hitam legam. Siwon akhirnya mengenali gadis itu. Gadis yang baru saja ia dan timnya selamatkan pada saat pencarian di Amazon.

“ Aku rasa pembicaraan kita cukup sampai disini. Kau boleh keluar,” kata Jenderal Shin pada gadis itu. Siwon hanya melihat sekilas wajah gadis itu. Matanya masih terpaku pada gadis itu sampai gadis itu keluar ruangan.

“ Ehem,” Siwon tersadar dan berbalik menghadap Jenderal Shin. “ Ada apa memanggil saya, Jenderal?” tanya Siwon.

“ Kau sudah bertemu dengan Park Yun Hee?” Jenderal Shin balik bertanya.

“ Ya, tentu saja,” jawab Siwon.

“ Kalau begitu, maukah kau menjaga gadis itu?” pinta Jenderal Shin.

“ Eh?” Siwon tampak terkejut mendengar permintaan Jenderal Shin. Tak biasanya nada bicara Jenderal Shin seperti itu. Seperti orangtua yang memohon agar anaknya diselamatkan. Tak tega melihat tatapan Jenderal nya yang seperti itu, Siwon pun menyanggupi permintaan Jenderal Shin. “ Kamsahamnida, Siwon-sshi. Hitoshi pasti akan tenang di alam sana ,”

*************************************

“ Saat ku tanyakan, siapa itu Hitoshi, Jenderal Shin tak menjawab. Tapi aku bisa merasakannya, ada perasaan sedih saat mengucapkan nama itu,” Ryeowook terdiam mendengar cerita Siwon. Alasan yang sederhana, meski sebenarnya Siwon tak begitu mengerti maksud permintaan Jenderal Shin. “ Dan Yun Hee mengucapkan nama Hitoshi berulang kali. Aku tak mengerti, siapa Hitoshi dan mengapa nama itu seperti berkaitan dengan misi kali ini,” lanjut Siwon. Ryeowook hanya bisa diam. Ia pun sama seperti Siwon. Tak mengerti dan tak bisa berbuat apa-apa selain menjalankan tugas mereka.

Srek!

Ryeowook melihat ada selembar kertas jatuh dari tas milik Yun Hee. Dipungutnya kertas itu. Rupanya selembar foto usang. Seorang remaja laki-laki mengenakan gakuren (seragam khas Jepang untuk siswa laki-laki) dan seorang remaja perempuan mengenakan seragam sailor (seragam khusus siswa perempuan). “ Kapten, lihat ini,” Ryeowook menyerahkan foto itu pada Siwon. Dilihatnya lebih teliti, ada tulisan samar dibawah foto itu.

“ H & S?”

*************************************

Keesokan harinya….

Saki memutar-mutar kaleng kopinya tanpa minat. Tatapannya kosong. Hampir 15 menit ia bertingkah aneh. Diam, tak menyentuh sandwich nya sama sekali. Hanya memainkan kaleng kopi yang belum ia buka.

Tak biasanya ia duduk sendirian di cafetaria. Biasanya ada Sakura yang menemaninya atau kawan-kawannya yang lain. Kali ini ia menyendiri. Dan penampilannya sedikit berantakan. Rambutnya dibiarkan terurai berantakan dan ada lingkaran hitam dibawah matanya.

Kyuhyun merasa iba melihatnya. Saki seperti orang depresi. Sejak Yun Hee kritis, ia terus menerus melamun, seolah jiwanya terpisah dari raganya. “ Coba kalian perhatikan. Sepertinya kembar Hiragawa yang satu lagi juga memisahkan diri,” komentar Eunhyuk. Barulah mereka sadar, Sakura juga bersikap sama. Gadis jutek itu menusuk steaknya tanpa minat. Matanya lurus menatap kembarannya, Saki. Tanpa mereka sadari, kedua gadis gembar itu sedang bertelepati satu sama lain.

*************************************

Mau sampai kapan kau mendiamkanku seperti ini?

Saki membuka kaleng kopi, meneguknya sedikit sebelum ia membalas telepati dari Sakura.

Sampai kau sadar dengan perbuatanmu

Tusukan Sakura semakin keras dan steaknya menjadi tak berbentuk

Cih. Kau masih membela gadis sialan itu? Dasar bodoh. Dia itu pembunuh, tahu!

Saki meneguk kopinya sampai habis. Matanya berkilat-kilat, marah mendengar telepati itu.

Yun Hee onnie bukan pembunuh! Peristiwa itu murni kecelakaan!

Kecelakaan? Jangan bercanda! Kalau bukan gara-gara si brengsek itu, Hitoshi pasti masih ada bersama kita!

Yun Hee onnie tidak bersalah! Dia sendiri juga korban!

DIA ITU PEMBUNUH!!

DIA BUKAN PEMBUNUH!!

HENTIKAN!

Saki dan Sakura tertegun mendengar telepati orang lain. Mereka berdua menoleh kebelakang. Rupanya Seiryuu yang berteriak seperti itu. Kentara sekali kekecewaan tersirat di wajahnya.

Tak bisakah kalian bersikap dewasa meskipun hanya semenit?

Saki dan Sakura tertunduk. Mereka tak mampu membalas perkataan kakak mereka.

Kalau kalian sudah mengerti, cepat selesaikan sarapan kalian dan pergi ke pos masing-masing!

Seiryuu pergi meninggalkan kedua adik kembarnya yang masih sibuk dengan pikiran masing-masing. Ia tahu, kedatangan Yun Hee pasti akan membawa konflik diantara mereka bertiga. Tapi, inilah saatnya untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu.

*************************************

Ruang Kesehatan….

Yun Hee terbangun saat cahaya matahari masuk melalui celah jendela. Ia melirik tangannya yang diinfus. Ia juga meraba bagian lehernya. Sudah lebih baik, batin Yun Hee. Ia melihat kesebelah kirinya. Terkejut, tak percaya dengan apa yang lihat. “ Siwon?” gumam Yun Hee. Gerakan Yun Hee membuat Siwon terbangun. “ Ah, kau sudah sadar rupanya,” ujar Siwon. Yun Hee masih kaget melihat Siwon berada disampin tempat tidurnya. “ Apa yang kau lakukan disini?” tanya Yun Hee shock. “ Kapten terus berjaga disini semalaman,” Yun Hee melihat kearah pintu. “ Aku Kim Ryeowook, anggota Divisi Investigasi,” Ryeowook memberi salam. Di tangannya ada semangkuk bubur panas dan segelas air. “ Ah, ku pikir kau pasti lapar. Jadi ku buatkan kau bubur,” Ryeowook menaruh mangkuk bubur dan gelas di meja dekat tempat tidur. Yun Hee menatap lurus kearah Ryeowook, mencoba membaca pikirannya.

Kurasa sudah cukup. Mmmm….tadi dokter bilang apa lagi ya? Ah, terapi. Jangan lupa bilang pada Yun Hee tentang terapi

Yun Hee tersenyum. Sepertinya dia orang yang baik, batin Yun Hee. “ Oh iya, tadi dokter bilang, kau harus ikut terapi selama sebulan untuk memulihkan kondisi kaki mu,” kata Ryeowook. Yun Hee hanya mengangguk. Ia sudah tahu apa yang harus ia lakukan.

“ Ngomong-ngomong, kau tidak sibuk?” tanya Yun Hee pada Siwon. Siwon menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. “ Sebenarnya hari ini aku ada rapat divisi, tapi sepertinya aku terlambat,” ujar Siwon. “ Kalau begitu, sebaiknya kau segera pergi. Nanti kau bisa dimarahi atasanmu,” Yun Hee menatap lurus kearah Siwon.

Tak apa-apakah aku meninggalkannya sendirian? Entah kenapa, aku jadi mengkhawatirkannya

“ Aku tak apa-apa. Pergilah,” bujuk Yun Hee. Siwon menghela nafas, sepertinya ia berat meninggalkan Yun Hee. “ Baiklah. Tapi kalau ada apa-apa, kau harus segera memanggil salah satu dari kami,” pesan Siwon. “ Iya, jangan lupa kau habiskan makananmu ya,” sambung Ryeowook. Yun Hee mengangguk paham.

Setelah mereka berdua pergi, Yun Hee mengambil mangkuk buburnya dan menyendoknya. Choi Siwon…sepertinya ia hanya menjalankan perintah Shin ahjussi, batin Yun Hee.

*************************************

“ Divisi Informatika,”

“ Hadir!”

“ Divisi Medis,”

“ Hadir!”

“ Divisi Assassin,”

“ Hadir!”

“ Divisi Investigasi,”

Tak ada jawaban. Leeteuk menyikut Siwon yang tengah melamun. “ Ah, Ha..Hadir!” sahut Siwon gelagapan. Leeteuk menggeser kursinya, berbisik pada Siwon, “ Jangan melamun ditengah rapat, bisa-bisa kau di-blacklist!” Siwon hanya mengangguk. Matanya terpaku pada Seiryuu yang sibuk mencatat di notesnya. “ Kau melihat siapa sih?” bisik Leeteuk. Siwon menggeleng. Namun Leeteuk menyadari arah yang dilihat Siwon. “ Hiragawa? Memangnya dia kenapa?” lagi-lagi Leeteuk bertanya. “ Tidak. Hanya penasaran saja,” balas Siwon.

*************************************

“ Apa kau menyadari sesuatu, Ryuu?” tanya Tomomi. Seiryuu berhenti mencatat. Ia mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Tomomi. “ Maksudmu?” Seiryuu balik bertanya. Tomomi malah tertawa sinis. “ Misi kali ini sedikit berbeda. Misi kali ini dilimpahkan pada dua divisi, bukan satu divisi. Ditambah lagi, keterlibatan Yun Hee. Apa kau tak menyadari ada sesuatu dibalik semua ini?” Ucapan Tomomi sedikit menyentak pikiran Seiryuu. Ada yang aneh dibalik semua ini. Komplotan penyelundupan ular ilegal, Yun Hee yang dijadikan target, dan kemunculan Eve. Semuanya berhubungan. “ Bagaimana kalau motif sebenarnya adalah membalas dendam tiga tahun yang lalu?”

T.B.C

Note: Mulai part ini, ID ku ganti jadi Ryuu. Karena sepertinya aku lebih nyaman memakai nama Ryuu ketimbang Hana ^^

Created by: Aning/Ryuu

Tags: Siwon, Donghae, Kyuhyun, Eunhyuk, Shindong, Ryeowook, SUPER JUNIOR

Genre: Action, Romance, Tragedy, continue, fanfiction

 

22 Comments (+add yours?)

  1. Haeternally
    Jan 25, 2011 @ 10:30:32

    G dapet part 5 ma 6. . 😦
    Tapi makin seru niy. .

    Reply

  2. ChoiDongKyung
    Jan 25, 2011 @ 14:07:55

    Lanjuuuuut!!! Jgn lama-lama author 😀

    Reply

  3. wookayevil
    Jan 25, 2011 @ 14:23:31

    kok loncat?

    Reply

  4. shilla_park
    Jan 25, 2011 @ 18:58:49

    wah seru..
    lnjut lanjut..
    masih sangat penasaran ma kelanjutanya…

    Reply

  5. ndeehyuk
    Jan 26, 2011 @ 07:13:21

    lupa crita depannya…
    Tapi sambil baca sambil inget2 ko.
    Hehehe

    Reply

  6. Ocha
    Jan 26, 2011 @ 20:04:34

    Wuoh, makin seru…
    Lanjut…

    Reply

  7. Trackback: Snakes On The Plane Part 12 | Superjunior Fanfiction 2010
  8. Trackback: Snakes On The Plane [12/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  9. Trackback: Snakes On The Plane [13/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  10. Trackback: Snakes On The Plane {14/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  11. entik
    Jul 04, 2014 @ 04:14:49

    Wah makin seru. Dan ternyata shin itu masi sodaraan sama yun hee.
    Trus kenapa mesti siwon yg jga yun hee knpa gk yg laen? ( haha usil )

    Reply

  12. Trackback: Snakes On The Plane {17/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  13. Trackback: Snakes On The Plane {18/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  14. shoffie monicca
    Aug 10, 2014 @ 13:07:14

    bgus thor…

    Reply

  15. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Don’t Go | Superjunior Fanfiction 2010
  16. Trackback: Snakes On The Plane {19/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  17. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Unexpected | Superjunior Fanfiction 2010
  18. Trackback: Snakes On The Plane {20/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  19. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Betrayal | Superjunior Fanfiction 2010
  20. Trackback: Snakes On The Plane {21/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  21. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling | Superjunior Fanfiction 2010
  22. Trackback: Snakes On The Plane {22/25} | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: