~~4 hati, 3 cinta, 2 pasangan, 1 tujuan–>Bahagia~~ (part 1)

author: dilahryeo (park soojin)

Suatu siang di sebuah kafe….

Aku merutuk dalam hati, menatap kesal pada pria yang sedang duduk di depanku, pria bodoh yang sayang nya begitu aku cintai.

“Jadi masih belum bisa?” tanyaku pasrah, seperrtinya tidak mungkin bagiku untuk memaksa. Ia hanya menggeleng lemah, wajahnya setengah menunduk,menatap kosong pada meja yang memisahkan kami.

Aku mendesah lemah, mengambil tas yg kuletakkan di meja dan meninggalkannya tanpa bicara.

 

*****

Suatu malam yang tenang, di sebuah kamar…..

Seorang gadis terpekur menatap langit-langit kamarnya yang putih bersih. Pikirannya melayang-layang, berputar-putar, mengingat semua hal yang telah terjadi di sekitarnya selama 5 tahun terakhir. Tak lama kemudian pikirannya tertuju pada kejadian yg baru dialaminya, tadi siang.

~~Flashback~~

Sebuah Taman di tengah-tengah kota Seoul…..

Seorang pria tampan berdiri di hadapannya, dengan sebuket bunga mawar putih di tangan kirinya, dan kotak beludru berwarna sapphire blue di tangan kanannya. Senyum yang teramat manis terukir di wajahnya.

“Maukah kau menggenapkan separuh jiwaku, menjadi bunga indah di taman hatiku. Yang selalu ada dalam setiap langkah hidupku, memenuhi segenap ruang hatiku, menemani di saat sepiku, menjadi pelepas dahaga di lelahnya jiwaku, menjadi peneduh kalbu di perjalananku….” ucapnya perlahan namun jelas. Perlahan namun pasti ia membuka kotak sapphire blue di tangannya dengan menggunakan ibu jari dan telunjuknya, mengangsurkannya pada gadis di hadapannya,kemudian melanjutkan ucapannya, “dan menjadi ibu dari anak-anakku, maukah?” kotak beludru itu kini terbuka, memperlihatkan sebuah benda bulat berkilau yang sangat indah dan cantik.

Gadis di hadapannya diam membatu, keterkejutan begitu nampak di wajah halusnya. Wajahnya sedikit tegang, namun sejurus kemudian senyum tipis tersungging dari kedua sudut bibirnya, senyuman itu semakin lebar dan akhirnya ia berkata, “apa aku sedang bermimpi?”

Pria di hadapannya tersenyum simpul mendengar kata-kata yang keluar dari mulut gadis di depannya, “kalimatku begitu panjang, bukannya menjawab kau malah balik bertanya.”

“Aniyo, ap aku sedang bermimpi? Kalau memang ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku.”

“kureom, tentu saja ini nyata, lalu apa jawabanmu?”

“Jinjjayo?? Benar ini bukan mimpi, coba katakan lagi kalimatmu yg panjang tadi, agar aku yakin kalau ini bukan mimpi.”

“YA..bagaimana bisa kau menyuruhku mengatakan ulang kalimat tadi. Kalimat tadi terlalu panjang, aku sudah tidak mengingatnya, sekarang kau jawab saja pertanyaanku tadi, palli…”

“Aisshhh, ternyata memang bukan mimpi, kenapa hanya sebentar romantisnya??”

“Jebal, cepat jawab saja, tangan kiriku sudah keram, kalau tidak mau jg tidak apa2, aku tidak akan memaksa, aku juga sudah pegal berdiri sejak tadi.”

Gadis di depannya memberengut, tanpa diduga, gadis itu menyambar kotak beludru di tangan kanan laki-laki itu, menutupnya, menggenggamnya, kemudian menarik tangan pria itu dengan tangan kirinya.

Ia membawa laki-laki itu duduk di bangku taman.

“Bagaimana, kau sudah duduk sekarang, tidak capek lagi kan?” Tanya gadis itu ketus saat mereka sudah duduk berdampingan di bangku taman.

“Mianhe, bukan maksudku seperti itu. Hanya saja……..” pria itu tampak ragu melanjutkan kata2nya, “YA…kau kan tau aku ini orang yg seperti apa…” serunya cepat.

“mana aku tau, aku kan bru sebulan ini mengenalmu. ya sudah, ini aku kembalikan punyamu.” Gadis itu meletakkan paksa kotak tersebut di tangan pria disampingnya.

Pria itu tampak bingung dan salah tingkah, “Jadi kau menolakku?” tanyanya lemah.

“Ani, aku hanya tidak mau memakainya sendiri, aku mw dipakaikan.” Jawab gadis itu cuek sambil menatap taman di depannya.

Pria disampingnya tersenyum penuh arti, ia membalikkan tubuh wanita itu sehingga mereka kini duduk berhadapan. “Ini buatmu..pegang ini dengan tangan kananmu.” Perintah laki-laki itu sambil menyerahkan buket mawar yang sejak tadi masih dipegangnya.

Gadis itu menurut, diambilnya buket bunga mawar dengan tangan kanannya. Tepat saat itu tangan kirinya terasa diangkat perlahan, kemudian sebuah lingkaran yang dingin terasa di jari manis tangan kirinya.

Gadis itu mengangkat wajahnya, menatap laki-laki di hadapannya. Keduanya saling menatap, dan tersenyum penuh cinta.

~~flashback end~~

Gadis itu tersenyum sambil memandang sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya. Ia pun bergumam pelan, “Saat aku lelah menunggu di batas waktu, akhirnya tiba juga waktu indah untukku.”

******

Suatu siang di kafe yang sama….

Pria itu menatap nanar punggung gadis yang menjauh dari pandangannya. Ia tidak bermaksud menyakiti gadis itu, ia tau gadis itu begitu mencintainya, dan menaruh harapan padanya. Ia juga tau apa yang telah dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Ia sangat sadar posisinya saat ini. Ia tidak bisa memutuskan saat ini. Ia tak tau berapa lama lagi ia harus menyakiti gadis itu, gadis yang sebenarnya amat ia sayangi, yang ia harapkan menjadi wanita satu-satunya yang akan menjadi pendamping hidupnya selamanya.

“mianheyo, jongmal mianheyo” lirih pria itu pelan.

********

Taman kota, sore yang tenang di akhir bulan februari….

Aku kembali menguatkan hati, bertekad untuk melakukan hal terpenting dalam hidupku saat ini. Segala persiapan telah kulakukan. Bukan bunga dan cincin nya yang terpenting, tapi hati dan mentalku. Aku melirik jam tangan di pergelangan tangan kiriku, setengah jam lagi ia datang. Keringat dingin mulai terasa membasahi telapak tanganku. Arrggghhhh, aku nervous. Ottokajo, aku sudah mondar-mandir di tempat ini sejak setengah jam yang lalu. Ya, aku memang sengaja datang satu jam sebelum waktu yang dijanjikan, berharap rasa gugupku akan menghilang. Jangankan menghilang, yang ada aku semakin gugup.

Setengah jam kemudian ia datang,mengenakan dress putih selutut , cantik seperti biasanya. Jantungku berdegup semakin cepat, kini ia sudah dihadapanku, setelah saling menyapa dan menanyakan kabar, aku pun kembali menyiapkan diri untuk mengatakannya.

Aku memintanya memejamkan matanya sebentar, sementara aku mengambil buket bunga yang telah kusiapkan, dan mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna sapphire blue dari saku celanaku. Setelah itu aku memintanya membuka matanya. Aku mencoba tersenyum semanis mungkin, setelah itu semua terasa begitu mudah, aku mampu mengatakan semuanya dengan lancar di hadapannya, di hadapan wanita yang begitu ingin kujadikan satu-satunya dalam hatiku selamanya.

******

“Jadi kau melakukan ini karena ia belum menikah? Oppa, kenapa kau begitu kejam padaku?” Seung Mi merasa sangat lelah sekali, ditatapnya pria di depannya dengan pandangan tajam. Ia tidak habis pikir dengan isi kepala pria ini. Begitu lama ia menunggu dan bersabar. Kini ia tahu apa yang sebenarnya menjadi alasan penundaan-penundaan yang dialaminya. Semua karena wanita itu.

“jadi kau sudah tau?” pria itu balik bertanya, tanpa memandang gadis di depannya.

“Mengapa kau melakukan ini padaku? Apa salahku oppa?” gadis itu tampak sedikit histeris, dan ia mulai tersedu, sakit di hatinya teramat luar biasa, ia merasa dikhianati, ia merasa apa yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun ini sia-sia, ia begitu kecewa, teramat sangat kecewa.

“Tapi aku sungguh-sungguh mencintaimu Seung Mi-ya.” Kini pria itu berkata sambil menatap gadis itu, tangannya meraih sebelah tangan gadis itu, menariknya pelan seolah berkata -duduklah di sebelahku-.

Seung Mi tidak menolak untuk duduk, ia memang merasa lelah, merasa kakinya mungkin tidak sanggup menahan beban tubuhnya saat itu.

“Apa aku masih bisa percaya cintamu oppa? Sejak kapan kau mempunyai pikiran itu?” Tanya Seung Mi sinis.

“Cintaku padamu tidak pernah berubah Seung Mi-ya, hanya saja aku tidak bisa membiarkannya sendirian. Aku merasa ia terlalu rapuh dan kesepian.” Jawab pria itu lemah. Mereka berdua tampak sama-sama lemah dan tertekan.

“Tapi ia tidak pernah menerimamu oppa, itu karena kau sudah punya aku, benar begitu kan? Jawab aku Sungmin oppa?”

“karena itulah aku tidak bisa melepasnya. Aku takut ia disakiti lagi, aku merasa hatiku ikut sakit saat ia patah hati saat itu, 5 tahun yang lalu.”

“jadi sudah sejak 5 tahun yang lalu kau mempunyai niatan seperti ini? Baru melepasnya setelah melihatnya menikah? Kenapa kau tidak berpisah saja denganku dan mendampinginya seutuhnya?” intonasi Seung Mi mulai teratur walaupun masih lemah, ia seperti dapat merasakan apa yg terjadi pada wanita yang dimaksudkan oleh pria di depannya.

“Karena kau begitu mencintaiku, kau rela melakukan apa saja untukku, dank au selalu patuh pada aturan yang kubuat. Dan itu semua membuatmu begitu berarti untukku, membuatku yakin bahwa kau akan rela menungguku, dan membuatku yakin bahwa aku sungguh mencintai dan membutuhkanmu dalam hidupku.”

Seung Mi terperangah, 6 tahun menjalani hubungan dengan Sungmin, tak pernah didengarnya pria itu mengatakan perasaannya segamblang ini, perasaan padanya, hanya pada drinya, dan bukan tentang gadis itu.

“Apa yg barusan kudengar itu kenyataan oppa?” Tanya Seung Mi sangsi.

Sungmin tidak menjawab, ia hanya menarik gadis itu pelan ke dalam pelukannya. Ia menangis dan juga merasa lega.

“Oppa, 5 tahun itu sangat lama, kau tau itu kan?” kata Seung Mi dalam pelukan Sungmin.

Sungmin melepaskan pelukannya, memegang kedua bahu Seung Mi dan menatapnya lembut.

“Berapa umurmu sekarang?”

Seung Mi menjawab bingung, “22 tahun, waeyo oppa?”

“Bahkan umurmu saat ini belum mencapai 23, kenapa kau begitu tidak sabar Seung Mi-ya? Apa kau sudah tidak sabat untuk melakukan ‘itu’ dengan ku?” canda Sungmin yang membuat kedua pipi Seung Mi merona.

“Oppa….” Katanya malu.“Belum mencapai 23?kenapa harus 23 oppa?”.

“Aku akan menjelaskannya jika hatimu sudah siap, dan kurasa saat ini hatimu sudah siap.

*******

“4 Maret 2015, bagaimana oppa, kau cocok dengan tanggal itu tidak?”

“Sebentar, aku lihat kalender dulu.”

“Hari rabu oppa….”

“Rabu?? Wae? Itu kan hari kerja”

“Hanya pernikahannya saja oppa, pestanya bisa kita lakukan hari sabtu atau minggunya.”

“Kureom, untuk hadiah ulang tahunmu jagiya.” Sepakat Ryeowook sambil menjawil hidung gadis di depannya.

“Gomawo oppa..” gadis itu tersenyum lebar, 4 Maret 2015, hari pernikahannya sekaligus hari ulang tahunnya yang ke 26.

********

“Ia mengatakan ingin menikah saat berusia 23 tahun, sama seperti usia ibunya saat menikah dengan ayahnya. Ia mengatakan itu padaku dengan wajah senyum, senyuman yang sangat manis, senyuman yang selalu membuatku senang.”

“Kau membuatku cemburu oppa.”

“Baiklah, tidak akan aku lanjutkan.”

“Shireo, kenapa oppa pundungan begini,,lanjutkan, palli..”

“Dasar tukang maksa, baik aku lanjutkan. Saat itu kami masih menjadi mahasiswa, pernikahan hanya menjadi impian indah dalam pikiran kami. Tepat saat 2 bulan aku jadian denganmu, aku mendengar ia patah hati. Aku langsung mencarinya saat itu, aku bertemu dengannya dan ia menceritakan segalanya padaku. Laki-laki itu begitu ia cintai, walaupun ia baru sebentar bertemu dan menjalin cinta dengan laki-laki itu, bahkan laki-laki itu sempat membuatku iri karena begitu dicintai oleh SooJin. Namun laki-laki itu juga yang menghancurkan hatinya, membuatnya takut untuk jatuh cinta lagi. Membuatnya menutup hatinya untuk laki-laki manapun. Sejak saat itu aku bertekad, akan melindunginya dari jauh, menemaninya di saat sepi, dan menjadi sahabat terbaik untuknya.” Sungmin mengambil napas sebentar kemudian melanjutkan, “ Setelah lulus kuliah kami tidak pernah bertemu lagi, tapi aku selalu mencari tau keberadaannya, dan ia memang benar2 menutup hatinya, selama 5 tahun ini ia sibuk meniti karirnya, tidak pernah sekalipun aku mendengarnya dekat dengan seorang laki-laki. Walaupun kami tidak pernah bertemu lagi, kami terkadang komunikasi via email. Dan seminggu yang lalu, aku mendapat email darinya bahwa ia akan menikah. Aku kaget, sedih, namun juga sangat lega. Kaget karena kabarnya terlalu tiba-tiba, sedih karena aku harus melepasnya, dan lega karena akhirnya ia sudah bisa menyembuhkan lukanya sendiri.”

“Aisshhhh, ceritamu benar-benar membuatku cemburu oppa, begitu lama kau menduakan hatimu. Jeongmal…..” Seung Mi menggeram pelan, ia jelas sangat cemburu, tapi ia tidak egois, ia jg wanita, ia mengerti keadaan gadis itu. Yang penting sekarang kekasihnya telah mengatakan semuanya, ia juga lega, ia merasa setelah ini ia akan memiliki laki-laki dihadapannya seutuhnya.

“Kau tau Seung Mi ya, umurnya tahun ini sudah 26 tahun, dan ia baru akan menikah, telat 3 tahun dari apa yg diimpikannya. Umurmu bahkan belum sampai 23, apa lagi kalau bukan ingin ‘itu’ ya kan jagiya…” goda Sungmin sambil menyenggol tangan kekasihnya.

“Enak saja, dya telat 3 tahun, dan aku harus menahan selama 5 tahun, 5 tahun oppa, jelas lebih banyak aku. Weee…..”

“Dasar bocah…”

“biarin…”

“Aku ga mau nikah sama bocah, wee..” goda Sungmin lagi, ia memeletkan lidahnya dan bersiap kabur.

“ Dasar Oppa…..Aku bukan bocaaaahhhhh……aku mau nikah….cepat lamar aku Sungmin Oppa…” gadis itu teriak-teriak sambil mengejar kekasihnya yang berusaha melarikan diri.

******

Pertemuan kedua keluarga berlangsung lancar. Semua sudah sepakat, pernikahan dilakukan tanggal 4 Maret 2015 dan pestanya akan dilakukan pada hari sabtu malam tgl 7 Maret 2015.

Ryeowook dan SooJin mulai sibuk mempersiapkan segalanya, mereka berdua memutuskan untuk mengurus semuanya tanpa bantuan wedding organizer. Hal itu mereka lakukan dalam rangka pendekatan, agar keduanya lebih akrab dan menyelami perasaan masing-masing. Perasaan diantara keduanya adalah keajaiban. Keduanya tak pernah menyangka akan saling jatuh cinta begitu cepat. Mereka sama2 percaya, bahwa yang terjadi diantara mereka adalah kuasa Tuhan, Sang Pemilik Hati manusia.

*******

4 Maret 2015, 07.00 PM , Kediaman Keluarga Park

Pernikahan keduanya berlangsung khidmat, tidak banyak tamu yang hadir, hanya anggota kelua dari kedua mempelai, Park Soo Jin dan Kim Ryeowook. SooJin tampak sangat cantik dengan gaun pengantin putihnya dan Ryeowook terlihat sangat tampan dalam balutan jas hitamnya.

Keduanya sudah resmi menjadi suami-istri saat cincin pernikahan telah tersemat di masing-masing jari manis mereka, tepat setelah itu, lantunan Marry U dari boyband Legenda Super Junior mengalun lembut, mengiringi ciuman penuh cinta dan kasih sayang keduanya.

 

 

Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Naui shinbu shini jushin suhnmul

Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo

Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido

Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh

Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh

Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh

Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)

Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup

Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre

I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh

Saranghaneun naui gongju Stay with me

Wooriga naireul muhguhdo wooseumyuh saragago shipuh

Would you marry me? Naui modeun nareul hamgge haejullae?

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan

Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh

Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge

Would you marry me?

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do) nuhreul jikyuhjulge (I do)

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)

Naega geudae ege deuril guhseun sarangbakke uhbjyo

Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo

Suhtulluhboigo manhi bujokhaedo naui sarang

Naui geudae jikyuhjulgeyo

Hangajiman yaksokhaejullae? Museunil issuhdo

Woori suhro saranghagiro geuppuniya

Nawa gyuhrhonhaejullae? I do

 

*******

4 Maret 2015, 07.00 PM, Sebuah Restoran di tengah kota Seoul..

Seung Mi menatap tak percaya apa yang ada di hadapannya saat ini. Sepertinya Sungmin benar-benar berusaha menunjukkan rasa cinta nya kali ini. Sekali lagi ia menatap ruangan di depannya. Ruangan itu merupakan ruangan VIP, yang disediakan oleh restoran tempatnya berdiri saat ini untuk rapat atau punpertemuan. Ia tidak menyangka Sungmin akan menyewa ruangan VIP ini hanya untuk makan malam. Dan dekorasinya, Seung Mi sangat mengagumi dekorasi ruangan ini, yang telah disulap menjadi ruangan yang terasa sangat romantis, alunan music klasik yang lembut menambah kesan romantis dari ruangan ini. Di tengah ruangan terdapat 2 buah kursi berhadapan yang dipisahkan oleh sebuah meja. Di atas meja terdapat sebuah vas yang berisi setangkai bunga mawar merah yang tampak cantik.

Seung Mi masih mengagumi ruangan tersebut dari ambang pintu saat tepukan halus mendarat di bahunya, “Silahkan masuk nona cantik.” Ucap Sungmin saat Seung Mi menoleh ke arahnya, ia setengah membungkuk dengan tangan kiri mempersilahkan masuk. Seung Mi terlonjak kaget, namun ia masih dapat mengendalikan keterkejutannya. Ia pun mengulas sebuah senyum manis sebelum melangkahkan kakinya ke dalam ruangan.

Makan malam saat ini terasa begitu romantis bagi Seung Mi, ia tidak pernah berpikir Sungmin akan membawanya ke tempat seperti ini. Seung Mi menerka-nerka kejutan apa lagi yang akan dilihatnya setelah selesai menyantap hidangan makan malam. ia berusaha menghubungkan tanggal dan hari dengan sesuatu yang special. Ini bukan hari ulang tahunnya maupun Sungmin, bukan hari jadian mereka, dan bukan pula malam minggu. Jadi kenapa harus di tanggal dan hari ini?

Sungmin menatap kekasihnya lembut, ia tau apa yang dipikirkan kekasihnya saat itu. Sungmin telah menetapkan hatinya, ia akan melamar gadis yang telah menemaninya selama lebih dari 5 tahun itu, untuk menjadi istrinya. Tepat pada saat hatinya sudah merelakan SooJin, gadis yang selama ini dijaga dengan hatinya untuk menikah dengan laki-laki yg akhirnya bisa membuka kembali hati gadis itu untuk cinta.

*******

Seung Mi pov

Han Seung Mi imnida, aku adalah seorang mahasiswi tingkat akhir di Kyu Hee University. Aku adalah kekasih Sungmin, selama 6 tahun terakhir aku menjalani hubungan dengannya. Aku masih SMA saat bertemu dan mulai berpacaran dengannya. Sungmin laki-laki yang hangat dan dewasa. Perbedaan usia yang terpaut 4 taun membuatku begitu manja padanya, tapi ia tak pernah mengeluh akan sikapku. Ia hanya berkata agar aku bersikap sesuai dengan situasi yang ada dan lingkungan tempat aku berpijak, menyuruhku untuk pandai membawa diri dimana pun aku berada. Sungmin oppa banyak mengaturku, ia juga selalu menegur dengan keras setiap kesalahan yang aku perbuat. Ia selalu tegas saaat ia merasa aku telah salah, tidak peduli aku merajuk seperti apa pun, ia tetap saja akan bersikap keras. Tapi itulah yang membuatku begitu mencintainya, sosoknya seakan dapat membimbingku yang saat itu masih seorang remaja yang labil. Ia berhasil merubahku, dari seorang remaja barbar yang selalu hidup seenaknya, menjadi gadis manis yang disukai banyak orang karena sikap lembut dan ramah ku. Ia seperti menjadi penopang hidupku, menjadi sandaran saat aku lelah, dan menjadi pengingat saat aku alpa. Kasih sayang nya sangat luar biasa besar padaku, dan aku sangat jelas merasakan itu.

Namun ada satu ganjalan dalam perjalanan cinta kami. Sesuatu yang membuatku selalu merasa, aku belum memilikinya seutuhnya. Perasaan itu semakin kuat sejak 5 tahun yang lalu hingga saat ini. Sungmin oppa telah mengenal keluargaku dengan baik, sampai orangtua ku mempercayainya untuk menjagaku. Orangtuaku yang sudah tua, berharap akan segera memiliki cucu dari ku, walaupun saat itu mereka tau, aku masih seorang gadis SMA yang sebentar lagi lulus. Mereka berharap Sungmin oppa menikahiku setahun setelah aku masuk kuliah. Mereka melihat Sungmin oppa yang saat itu sudah lulus kuliah dan sedang mulai merintis karirnya. Mereka percaya kami bisa menikah dan tetap hidup bahagia walaupun saat itu aku belum genap berusia 20 tahun. Tapi harapan mereka rupanya tidak segera terwujud, kami hanya bertunangan saat itu, sungmin oppa sepertinya enggan untuk menikah denganku secepatnya. Masalahnya bukan ada pada diriku, tapi pada sesuatu, sesuatu yang telah kubilang menjadi ganjalan, dan menjadikanku merasa tunanganku tidak sepenuhnya menatap padaku seorang.

Selama 5 tahun Sungmin oppa selalu menolak setiap aku membahas masalah pernikahan, ia selalu menunda dan menunda. Sampai akhirnya aku mendapat kabar dari seorang temanku, Sungmin oppa sedang menunggu seseorang. Ia menunggu seorang gadis untuk menikah, bukan dengannya tentunya, dengan siapapun asal ia segera menikah, baru saat itu ia akan menikahiku. Konyol. Hanya satu kata itu yang ad di otakku saat temanku memberitahu hal ini. Aku berusaha untuk tidak mempercayainya, siapa gadis yang telah membuat Sungmin oppa menunggu seperti itu.

Aku mencari tau tentang gadis itu, dan akhirnya aku tau. Gadis itu adalah…..

 

TBC….

11 Comments (+add yours?)

  1. dilahryeo
    Jan 26, 2011 @ 15:17:47

    hehehehe ^^

    Reply

  2. kyubil
    Jan 26, 2011 @ 18:23:14

    seru….

    Reply

  3. Zahrashvn
    Jan 26, 2011 @ 18:26:08

    Wahwah kecrong^^bb
    Lanjuut~

    Reply

  4. chris~wonnie~hyunnie
    Jan 26, 2011 @ 18:33:23

    Wuahh,..!
    Seruuuu~~~
    Lanjuutannya ditunggu…!
    Penasaran bgt……..!!!

    Reply

  5. cho's2203
    Jan 26, 2011 @ 19:21:53

    madeeppp mamennn crita’a… so cweety 🙂

    Reply

  6. LopeLopeKJW
    Jan 26, 2011 @ 19:29:42

    seru.. ini berapa part chingu?
    ayo lanjutannya ASAP

    Reply

  7. siput
    Jan 26, 2011 @ 20:29:18

    Hahaha ini ke 4 x na saia baca.
    Sukaa alur ceritanya.

    Suka kata2nya.
    Sepertinya pengalaman pribadi jg dituangi didlm ne ff *plak*

    Seung Mi hebat, padahal udh ngrasa ada tg gaanjel tp masih sabar buat ngimbangi n ngertiin umin, ya bisaa dikatakan umin disini EGOIS.

    Heehheh
    *hug*

    Reply

  8. siput
    Jan 26, 2011 @ 20:29:40

    Hahaha ini ke 4 x na saia baca.
    Sukaa alur ceritanya.

    Suka kata2nya.
    Sepertinya pengalaman pribadi jg dituangi didlm ne ff *plak*

    Seung Mi hebat, padahal udh ngrasa ada yg ganjel tp masih sabar buat ngimbangi n ngertiin umin, ya bisa dikatakan umin disini EGOIS.

    Heehheh
    *hug*

    Reply

  9. ndeehyuk
    Jan 26, 2011 @ 21:54:24

    jagiii….
    Jangan nyengir2 doang di komen… Kekeke *plak*
    Si mput pinter jg ngantunginnya dimari….
    Fufufu?
    aku ud g keitung baca ni brapa kali *nyengir*

    Reply

  10. Ocha
    Jan 27, 2011 @ 21:05:30

    Seung mi keren deh, bisa sabar gitu…
    Lanjut ya…

    Reply

  11. chan
    Jun 28, 2011 @ 14:53:46

    kereeenn

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: