Snakes On The Plane Part 8

Bagaimana kalau motif sebenarnya adalah membalas dendam tiga tahun lalu?

Ucapan Tomomi masih terngiang di telinganya. Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga. Sudah tiga tahun berlalu sejak komplotan penyelundup ular ilegal berhenti beroperasi. Sudah tiga tahun berlalu sejak Eve berhenti menyerang. Dan sudah tiga tahun berlalu sejak Yun Hee pergi dari Hokkaido .

Seiryuu menatap keluar jendela. Salju mulai turun. Udara mulai terasa dingin. “ Sudah tiga tahun ya…” Seiryuu menoleh kesamping. Jenderal Shin tengah berdiri disampingnya dan memandangi salju. “ Andai saja peristiwa itu tak pernah terjadi, mungkin semuanya akan berjalan baik-baik saja,” bisik Jenderal Shin. Seiryuu ikut memandangi salju. Ia pun berpikiran sama dengan Jenderal Shin. Andai saja waktu bisa diputar, mungkin Hitoshi…..

*************************************

Sakura duduk bersimpuh, menghadap sebuah foto yang dibingkai dan berpita hitam. Ia melihat butiran salju turun diluar kamarnya. Untuk pertama kalinya, Sakura menangis. Perih dan penyesalan menjadi satu dalam hatinya. Perih mengingat peristiwa tiga tahun lalu. Menyesal atas peristiwa yang menimpa orang yang paling berarti dalam hidupnya.

“ Hitoshi….lihatlah. Salju turun…Kau pasti senang kan ?” Seraya mengucapkan itu, air matanya terus mengalir. Sakura meninju lantai kamarnya. Seolah ia menyesal dan marah pada seseorang. “ Andai saja, hari itu tak pernah ada….”

*************************************

Saki duduk termenung didalam kamarnya. Selembar foto dipegangnya dengan erat. Entah berapa lama ia memandangi foto itu. Entah berapa kali air matanya menetes tanpa bisa ia cegah.

Saki menatap keluar jendela. Salju turun, menutupi sebagian permukaan bumi. Tangannya menyentuh jendela, menuliskan sesuatu. “ Andai saja kau masih disini….” bisiknya.

Ia melihat hasil karyanya. Senyum sedih terbentuk di wajahnya. “ Andai saja…salju tak mengiringi kepergianmu…” Sebuah kalimat terbentuk dari goresan tangan Saki.

‘Hito-chan ♥ Sayuri-chan’

*************************************

Yun Hee menatap kosong salju yang turun diluar jendela Ruang Kesehatan. Tangan kanannya meraba cincin yang berada di jari manis kirinya. Ada yang hilang dari dalam dirinya.

“ Andai saja saat itu kau tak berbuat bodoh… Mungkin kau masih berada disini…” bisiknya. Yun Hee mengambil selembar foto yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. “ Andai saja kau tak menyelamatkanku…Mungkin…” Ucapannya terputus, ia tak kuasa menahan tangis. “ Hitoshi….kenapa? Kenapa harus dengan cara seperti ini?” bisiknya berulang kali.

“ Hitoshi…aishiteru…”

*************************************

18.00….

Tok, Tok! “ Masuk,” perintah Jenderal Shin. Pintu ruangan terbuka. Jenderal Shin memutar kursinya, melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya. “ Rupanya kau Siwon. Ada perlu apa?” tanya Jenderal Shin. Siwon memberi hormat, namun pandangannya lurus kearah pigura foto dibelakang kursi Jenderal Shin. “ Semua personil Divisi Assassin sudah menunggu Anda,” lapor Siwon. Jenderal Shin beranjak dari kursinya. Dikenakannya jubah hitam dan pita hitam. “ Jenderal, sebenarnya ada peringatan apa?” tanya Siwon. Langkah Jenderal Shin terhenti. Ia melirik sekilas, menghela nafas. “ Hanya peringatan biasa,” jawabnya.

Siwon berpikir sejenak, lalu pergi menyusul Jenderal Shin. “ Jenderal!” panggil Siwon. Jenderal Shin menoleh kebelakang. “ Ya?” balasnya. Siwon menarik nafas, memberanikan diri untuk berbicara. “ Jika diperbolehkan, izinkan saya ikut Anda,” pinta Siwon. Jenderal Shin hanya tersenyum sedih. Ia pun kembali berjalan. Namun tak lama ia berhenti dan menatap Siwon. “ Kenapa kau jadi tertarik dengan peringatan ini? Dulu kau tak peduli, bahkan kau tak mau tahu,” ujar Jenderal Shin. Siwon tertunduk malu. Ia menyesal atas sikapnya selama dua tahun ini. “ Aku hanya….” “ Apa karena Yun Hee?” Siwon terkejut mendengar ucapan Jenderal Shin. “ Kau ingin tahu siapa Hitoshi, benar kan ?” tebak Jenderal Shin. “ Bagaimana bisa….” Siwon tak mampu melanjutkan kalimatnya. Yang dikatakan Jenderal Shin benar. Sejak kedatangan Yun Hee, banyak hal yang terjadi. Seolah gadis itu adalah benang merah kasus kali ini. Jenderal Shin menepuk bahu Siwon. “ Kalau kau ingin tahu, datanglah. Aku akan menceritakan semuanya,”

*************************************

Yun Hee POV

From: Shin-ahjussi

Jam 7 kau harus sudah tiba di Ruang Upacara. Yah walau sebenarnya aku tak ingin memaksamu J

Dasar. Apa ahjussi lupa dengan insiden saat pemakaman? Aku tak ingin mengulang hal yang sama. Lagipula….aku selalu memperingatinya sendirian.

To: Shin-ahjussi

Aku tak akan pergi kesana. Aku akan melakukannya sendirian. Lagipula, aku tak ingin ada insiden yang sama seperti tiga tahun lalu

Hhhh….tak kusangka sudah tiga tahun berlalu. Seperti mimpi, aku kembali ke kehidupanku yang dulu. Tapi statusku saat ini adalah warga sipil. Bukan lagi….

“ Boleh aku masuk?” Eh? Siapa itu? “ Ini aku, Siwon. Aku menganggu ya?” Ternyata Kapten Siwon. Membuatku kaget saja. “ Masuklah,” kataku. Entah kenapa, pemuda ini selalu datang ke Ruang Kesehatan. Aku curiga Shin-ahjussi yang menyuruhnya -___-“

“ Jenderal Shin memintamu segera datang ke Ruang Upacara. Dia menyuruhmu memakai ini,” Ergh….kimono hitam? Dasar ahjussi menyebalkan. Aku kan sudah bilang, aku tidak akan datang. “ Mianhae…tapi aku tak akan datang,” tolakku. Sepertinya Siwon kaget mendengarnya. Ku kosongkan pikiranku, ku arahkan mataku pada pemuda ini.

Kenapa ia menolaknya? Bukankah ini peringatan kematian Hitoshi, orang yang selalu ia sebut saat ia terlelap?

Saat terlelap? Aiissh….sepertinya tanpa sadar aku mengigau tentang Hitoshi. Ku paksakan untuk tetap tersenyum, walau sebenarnya hatiku sakit. “ Aku hanya tak ingin menganggu ketenangan Hiragawa bersaudara. Pergilah, nanti kau dicari anggotamu,” Mianhae…aku tak bermaksud mengusirmu, tapi aku butuh ketenangan.

“ Baiklah. Akan ku sampaikan pada Jenderal Shin,” Akhirnya ia pergi. Tapi aku masih bisa membaca pikirannya.

Aku benar-benar tak mengerti

Dia…sebegitu penasaran ya dengan peristiwa itu?

*************************************

Ruang Upacara

Ruangan ini khusus dibuat untuk upacara-upacara tertentu. Dan hari ini dipakai untuk peringatan kematian seorang personil Zodiac. Siwon mengajak beberapa anggota divisinya untuk datang. Untuk pertama kalinya, mereka melihat seluruh personil Divisi Assassin yang terkenal tertutup. Mereka hanya mengenali tiga orang yang sedang menaruh bunga didepan sebuah pigura foto. Hiragawa bersaudara.

“ Ternyata kalian benar-benar datang,” ujar Jenderal Shin. Para personil Divisi Investigasi memberi hormat. Jenderal Shin menyuruh mereka untuk tegak kembali, dan mengajak mereka untuk menaruh bunga didepan pigura foto.

“ Namanya Hiragawa Hitoshi. Putra sulung keluarga Hiragawa dan kakak dari kembar Hiragawa,” jelas Jenderal Shin. Ia berbicara seraya menatap foto seorang pemuda Jepang yang mengenakan seragam Zodiac. “ Dia adalah Kapten Zodiac, sebelum Zodiac bergabung dengan Cop Squad. Tapi dalam misi tiga tahun lalu, ia tewas terbunuh,” Sesaat Jenderal Shin seperti menerawang. Ia teringat peristiwa yang mengejutkan sekaligus menyakitkan bagi seluruh personil Zodiac.

“ Lalu, apa hubungannya dengan Yun Hee?” tanya Ryeowook polos. Jenderal Shin tertunduk, seakan terasa pedih bila mengingat siapa Yun Hee sebenarnya. “ Park Yun Hee bukanlah orang asing bagi personil Divisi Assassin ataupun Divisi lainnya. Yun Hee adalah Wakil Kapten Zodiac….” Jenderal Shin menghela nafas sebelum melanjutkan kalimatnya, seraya menatap foto Hitoshi dengan sedih..

“ Dan sekaligus tunangan Hitoshi,”

Created by: Aning/Ryuu

Tags: Siwon, Donghae, Kyuhyun, Eunhyuk, Shindong, Ryeowook, SUPER JUNIOR

Genre: Action, Romance, Tragedy, continue, fanfiction

20 Comments (+add yours?)

  1. wookayevil
    Jan 26, 2011 @ 12:17:00

    ini, makin bikin binun saia…
    ada part yg belum di post di sini.
    but, i’ll try to understand!
    nice ff!
    suka ama genre action gene…

    Reply

  2. ChoiDongKyung
    Jan 26, 2011 @ 14:03:03

    author lanjuuut 😀

    Reply

  3. Haeternally
    Jan 26, 2011 @ 15:05:40

    Kurang panjang. . . ><
    Penasaran masih. . .

    Reply

  4. Ocha
    Jan 27, 2011 @ 20:30:53

    Seru…
    Jangan lama-lama lanjutannya ya…

    Reply

  5. Trackback: Snakes On The Plane Part 12 | Superjunior Fanfiction 2010
  6. Trackback: Snakes On The Plane [12/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  7. Trackback: Snakes On The Plane [13/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  8. Trackback: Snakes On The Plane {14/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  9. entik
    Jul 04, 2014 @ 04:27:56

    Ooooo
    Siwon kalo dia beneran suka sama yun pasti pth hati itu.
    Mulai sedikit mengerti.
    Tpi kurang pnjang sist.

    Reply

  10. Trackback: Snakes On The Plane {17/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  11. Trackback: Snakes On The Plane {18/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  12. shoffie monicca
    Aug 10, 2014 @ 13:13:40

    thor pnsaran lnjut

    Reply

  13. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Don’t Go | Superjunior Fanfiction 2010
  14. Trackback: Snakes On The Plane {19/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  15. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Unexpected | Superjunior Fanfiction 2010
  16. Trackback: Snakes On The Plane {20/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  17. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Betrayal | Superjunior Fanfiction 2010
  18. Trackback: Snakes On The Plane {21/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  19. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling | Superjunior Fanfiction 2010
  20. Trackback: Snakes On The Plane {22/25} | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: