SAPPHIRE BLUE PART 2

Sepulang sekolah, Donghae dan kedua sahabatnya, Eunhyuk dan Sungmin tidak langsung pulang.  Mereka mampir dulu ke Sapphire Cafe.  Angela Cafe adalah sebuah cafe yang terletak dekat dengan sekolah mereka, neul paran high school.  Dan seperti biasa, mereka selalu memilih tempat pojok yang dekat jendela.  Alasannya, menurut Eunhyuk tempat duduk yang biasa mereka duduki itu area pandangnya sudah sangat pas.  Area pandang Eunhyuk untuk mengamati gadis-gadis tentunya.

Setelah memesan makanan dan minuman, mereka bertiga mulai mengobrol.  Dan topik obrolan mereka tidak jauh-jauh dari makhluk bernama perempuan.  Kali ini giliran Donghae yang menjadi objek obrolan mereka.

“Donghae-ah…Tadi Hajin mencarimu sambil marah-marah.  Apa kau sudah bertemu dengannya?” tanya Eunhyuk memulai obrolan.

“Sudah.  Aish.  Telingaku sampai sakit mendengarnya marah-marah.” Jawab Donghae sambil meringis.

“Itu kan salahmu Donghae-ah…Kau sering bolos pelajaran dan menyerahkan semua tugas kelompok pada Hajin.  Masih untung dia mau mencantumkan namamu di setiap tugas.” Ujar Sungmin sambil menatap Donghae dengan tatapan menggurui.

“Kalau aku jadi Hajin, aku tidak akan pernah mencantumkan namamu!  Rugi aku mencantumkan nama bocah yang kerjanya hanya tidur di klinik hampir setiap jam pelajaran.” Sahut Eunhyuk.  “Sebenarnya, kenapa sih kamu suka sekali tidur di klinik?  Di sana kan ada Raekyung songsaenim yang galak.  Mending di kelas sama Hajin.  Dia kan manis, lucu dan menyenangkan.  Ah, kau babo Lee Donghae!  Gadis manis seperti Hajin kau sia-siakan.  Bagaimana kalau untuk aku saja?” lanjut Eunhyuk.

“Aiisshh…Kalian berdua berisik!  Kalau kau tertarik pada Hajin, ya sana dekati saja.  Aku tidak tertarik dengan Hajin.  Sudah ada gadis lain yang aku sukai.”  Jawab Donghae santai.

“Jjinja??!!”  teriak Eunhyuk dan Sungmin serempak.

“Nugu?” lanjut Sungmin.

“Jangan bilang Raekyung songsaenim!!  Kau suka sekali ke klinik bukan karena kau suka dengannya kan?” tanya Eunhyuk panik.

“Memangnya kenapa kalau aku suka dengan Raekyung songsaenim??  Dia kan juga perempuan…” Donghae malah tanya balik.

Eunhyuk dan Sungmin langsung membelalakkan mata mereka lebar.  “Yaa~!  Dia memang perempuan, tapi perempuan iblis!  Rambutnya selalu berantakan, kacamatanya tebal dan wajahnya selalu menyeramkan.  Bagaimana bisa kau menyukainya?”  serang Eunhyuk langsung.  Sungmin juga mengangguk-anggukkan kepalanya semangat tanda setuju.  Sementara Donghae malah hanya tersenyum-senyum melihat reaksi kedua sahabatnya yang menurutnya berlebihan.

“Yaa~…kenapa malah jadi kalian yang ribut?  Kalian tidak tahu apa-apa tentang Raekyung songsaenim.  Hanya aku yang tahu the real Park Raekyung.”  Ujar Donghae yang membuat kedua sahabatnya itu mengangkat alis mereka tanda mereka bingung.

-FLASHBACK in Lee Donghae’s memory-

Aku tidak ingat kapan dan bagaimana tepatnya aku mulai menyukainya.   Tapi wajahnya yang cerah dan tampak bersinar di mataku hari itu tidak pernah bisa aku lupakan…

“Permisi…Raekyung songsae–”

Seorang wanita berambut panjang terurai, berwajah cantik dan bermata sangat indah menoleh.  Aku terpesona.  Pipiku kurasakan memanas dan jantungku berdebar kencang.  Siapa wanita ini?

“Ada perlu apa?” tanya wanita itu padaku.

“Ng?  Ah, itu…apa…ini…jari saya tidak sengaja terkena paku lalu…ya…ini…berdarah…” jawabku gugup sambil menunjukkan jariku yang terluka.

Wanita itu tersenyum lalu mengambil obat merah dan band aid di dalam kotak P3K.  Mataku terus mengawasi gerak-geriknya.  Tapi, aku penasaran juga dimana perginya wanita iblis Park Raekyung?  Kenapa tiba-tiba bisa ada wanita secantik ini yang menggantikannya?

“Mmmm…boleh saya bertanya dimana Raekyung Songsaenim sekarang?”

Wanita itu menoleh menatapku sambil tersenyum.  Lalu tiba-tiba dia meletakkan obat merah dan band aid yang dipegangnya.  Tangannya meraih jas klinik lalu memakainya.  Dan dengan cepat dia mengikat rambutnya asal-asalan lalu mengenakan kacamata tebalnya.

“Kau mencariku??” tanyanya sambil tersenyum.

“MWOOO???!!”  Seketika aku langsung berteriak.

Wanita cantik itu ternyata Raekyung songsaenim.  Raekyung songsaenim yang selalu terlihat berantakan dan galak itu ternyata sangat cantik.

-FLASHBACK END-

*the next day*

SREEEK..!

Raekyung membuka tirai kliniknya dan mendapati Donghae sedang tertidur di sana.  Raekyung menghela nafas.  Ingin rasanya dia memukul Donghae dan menyeretnya keluar dari klinik.  Tapi setelah Raekyung berpikir ulang, dia rasa itu tidak ada gunanya.  Donghae sudah kebal dengan pukulan dan makian dari Raekyung.

“Donghae-ah…bangun…”  akhirnya Raekyung memutuskan untuk bersikap lembut saja.

“Hooaaahhmm…”  Donghae pun terbangun sambil menggeliat dan mengucek-ucek matanya.

“Kau kenapa kali ini? Hm?”

“Itu…Kepala saya sakit songsaenim…hehehe…”

“Haahh…minumlah obat di botol biru itu lalu kau boleh pergi.”

“Tapi…perut saya sepertinya juga sakit songsaenim…” kata Donghae sambil cengar-cengir.

“Apapun obat yang aku berikan padamu, tidak akan berpengaruh apa-apa bagimu Donghae-ah.  Kau tetapa akan selalu sakit.” Balas Raekyung sinis.  “Cepat minum obat itu lalu pulanglah.  Sekarang sudah jam pulang sekolah.  Kau tidur di sini sejak jam istirahat selesai, apa kau tidak bosan?” lanjut Raekyung.

“Hehehe…tidak tuh.  Saya senang tidur di sini.”  Jawab Donghae dengan wajah sok innocent dan polos.

Raekyung memijit-mijit kepalanya.  Dia sudah kehabisan cara untuk membuat Donghae insyaf dan mau masuk kelas.  Kalau dilaporkan ke pengawas sekolah, Raekyung sendiri tidak tega.  “Ya~ Lee Donghae…Kalau kau punya waktu untuk tidur di sini, kenapa kau tidak cari pacar saja?”

Donghae langsung membeku mendengar pertanyaan Raekyung.

“Kenapa diam?  Hmm…jangan-jangan memang sudah ada gadis yang kau incar yaa??” tanya Raekyung lagi.

“Seee…Sebenarnya…Sebenarnya memang sudah ada gadis yang saya sukai…” donghae merasakan wajahnya memerah.

Raekyung langsung mendekat ke arah Donghae dan matanya membulat lucu. “Hohohohoho….Tell me…siapa dia??  Dia gadis yang seperti apa??  Hmm??”

“Anuu…Dia itu…”  Donghae langsung gugup sendiri, bingung harus menjawab apa.  Dia itu kamu! Jerit Donghae dalam hati.

“Ngg…songsaenim…” kata Donghae pelan-pelan.

“Apa?”

“Mmmm…Biasanya pria seperti apa yang bisa membuat seorang wanita tertarik?”

Raekyung berpikir sejenak.  “Hmm…untukku, seorang pria yang selalu berusaha keras melakukan yang terbaik apapun pekerjaannya terlihat sangat hebat.”

Donghae menatap Raekyung sambil melongo.  Dia tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu.  Dia pikir, wanita seperti Raekyung menyukai pria yang kaya, gagah, tampan, dll.

“Tapi…Aku khawatir sepertinya kau bukan pria yang seperti itu!  Kau kan pemalas dan tidak bertanggung jawab!”  serang Raekyung langsung kepada Donghae.

JLEB!

Jantung Donghae langsung terasa sangat sakit.  Dia menundukkan kepalanya sedih.  Raekyung yang melihat wajah Donghae yang murung jadi tidak tega.

“Ya~Lee Donghae…Kapan ulang tahun gadis yang kau sukai itu?”

“Hmm..6 Desember kalau tidak salah…” jawab Donghae sambil tetap menunduk.

“Ha?  Sama dengan ulang tahunku lho…!” ucap Raekyung spontan.

Donghae langsung gugup, “Jjin…jjinja??  Kebetulan sekali…hehe.”

“Kalau gadis itu aku…Aku pasti akan sangat senang kalau kau memberiku kado cincin yang mata cincinnya sesuai dengan bulan lahirku!  Hati gadis manapun pasti akan langsung tersentuh bila menerima kado semacam itu!”

Donghae menatap Raekyung lemas.  “Cin…cincin??”

“Tapi darimana saya bisa mendapat uang untuk membeli cincin, Songsaenim???”

“Well, kalau kau tidak punya uang, kau harus mengumpulkannya!  Kau jangan menyerah begitu saja!  Cari kerja untuk mendapat uang lalu belikan uang yang kau kumpulkan itu untuk membeli cincin!”

Donghae termenung mendengar kata-kata wanita yang dicintainya itu.  “Songsaenim…apa songsaenim akan bahagia jika ada seorang pria yang rela bekerja keras demi memberikan kado untuk songsaenim?”

Mendengar pertanyaan Donghae, wajah Raekyung langsung berseri.  “Tentu saja!  Aku akan saangaaat bahagia!”

Jantung Donghae berdebar lagi.  Lebih kencang dari biasanya karena melihat wajah Raekyung yang tersenyum sangat cerah.  Wajah Raekyung terlihat sangat cantik dari biasanya.  Wajah itulah yang akhirnya membuat Donghae memutuskan untuk mencari pekerjaan.

AKU HARUS BEKERJA KERAS DEMI SENYUM RAEKYUNG! SENYUM CERAH RAEKYUNG PASTI JADI MILIKKU!

TO BE CONTINUED….

By :della cahaya

Comment please…

4 Comments (+add yours?)

  1. Amanda Aiden Choi
    Jan 31, 2011 @ 07:53:24

    ommooo…
    akang aiden rela berkorban bnget dah…
    makin klepek klepek gua…
    hhahaha
    lanjott

    Reply

  2. zee a.k.a nanami
    Jan 31, 2011 @ 13:00:29

    ck DAEBAK!!
    tapi thor, kurang panjang dah kayaknya ni cerita
    #maksa
    kekeke

    lanjuuut yaaa thor!
    ASAP kalo bisa 😀

    Reply

  3. HeeHwa
    Jan 31, 2011 @ 15:03:49

    O.O donghae t’nyata ska ma raekyung saem..q kira ska ma hajin..

    Reply

  4. May4teukie
    Feb 01, 2011 @ 09:58:18

    Aih aih bang d0nge suka ma ibu ibu/plak

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: