MELODY OF DARKNESS

Hujan..

Aku tersenyum samar. Rinai hujan jatuh membasahi tubuhku. Aku tidak beranjak sedikit pun dari sisi jalan melainkan menikmati hujan yang semakin turun deras. Aku menengadahkan kepala ku menatap langit mendung. Disana, jauh tertutup awan gelap, samar-samar terlihat pendar bintang yang indah.

Seseorang menepuk pundakku dari belakang. Aku menoleh, kudapati Donghae sedang tersenyum menatapku.

“Kau.. Kenapa ada disini? Disini hujan, meneduhlah, kau bisa sakit..” kataku padanya.

Ia tertawa kecil. “Bukannya kau yang main hujan-hujanan?”

“Eh? Hehehe…” aku meringis malu. Ia malah tertawa melihatku meringis.

“Kalau begitu, biar kutemani” ujarnya sambil menarik tanganku membawaku ke tengah jalan raya yang sepi.

“Tapi…” ucapanku terpotong saat Donghae memeluk ku tiba-tiba dan mendaratkan kecupan lembut di dahi ku. Aku memejamkan mata, merasakan peluk hangat dan kecupan darinya.

Ia menaruh satu tangannya di pipi kananku, mengusap-usapnya. Aku memandangnya sendu. Langit masih menumpahkan hujan dan tidak satu pun dari kami yang beranjak pergi atau pun berbicara, menikmati sepi di bawah derasnya hujan. Tidak ada kata-kata. Tidak ada tindakan. Aku dan Donghae sama-sama tahu bahwa kami saling memahami tanpa harus banyak bicara. Dan kami hanya berpelukan berselimut hujan hingga kami merasa lelah.

Selamanya.

aku ingin seperti ini selamanya

memandangmu, bersamamu, memelukmu dan berada didekatmu

aku ingin sejenak waktu berhenti untuk memberikan ruang bagi ku, bagi mu. Bagi kita ..

entah kapan kita bisa berada dalam keadaan seperti ini untuk yang kedua kali dan seterusnya ..

aku akan selalu merindukan mu ..

merindukan momen ini ..

 

————-

Cuaca sangat cerah tapi aku terlalu malas untuk keluar rumah dan menemani sepupu ku berbelanja. Meski pun begitu, aku tetap beranjak pergi menemani sepupu kesayanganku.

Seoul, aku memang merindukan kota ini. Tiap-tiap sudut jalannya, toko-toko souvenirnya, penduduknya, pakaiannya, hiruk pikuknya dan terlebih aku merindukan seseorang. Kini aku berada di kota yang sama dengannya. Kota yang dulu juga pernah menjadi kenangan antara aku dan dirinya. Kota tempat pertama aku bertemu dengannya, dan juga tempat aku berpisah darinya.

Aku menyusuri jalanan yang entah kenapa terasa lebih lenggang dari terakhir saat aku melewatinya. Angin musim semi bertiup pelan, bermain dan menggelitik tengkuk ku. Refleks, aku menarik syal berwarna kuning pucat yang ku kenakan agar lebih menutupi bagian leherku.

Aku terbiasa berjalan sendiri hingga aku tersadar aku tidak lagi bersama sepupu ku. Tersesat? Tidak. Aku mengenal tiap liku jalan di seluruh kota dengan baik. Justru aku takut sepupu ku lah yang tersesat. Aku mengambil ponsel dan meneleponnya, mengatakan padanya bahwa ia bisa pulang sendiri tanpa ku, ia tidak akan tersesat selama ia tidak nekat pergi terlalu jauh dan berbalik melewati jalan yang kami lalui saat pergi.

Merasa haus, aku berbelok ke swalayan terdekat. Aku melihat-lihat rak minuman soda dan tidak sengaja menoleh kesamping. Di sana, tepat beberapa cm disampingku, ia juga menoleh dan berdiri kaku. Matanya membulat saat melihatku.

“Donghae…?” panggil ku setengah berbisik, aku tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Ia pun sama terkejutnya denganku saat melihat siapa yang memanggil namanya lirih.

Ia memandangku canggung, “ah~ apa kabar?” tanyanya sekedar berbasa-basi.

“Mmm baik, seperti yang kau lihat” senyuman canggung juga tersungging di bibir mungilku.

“Jadi.. kau masih di sini? Di Seoul?” ia mengulurkan minuman soda kesukaanku.

Aku menerima minuman darinya dengan kaku. Setelah sekian lama aku tidak pernah bertemu dengannya, kini aku berada langsung dihadapannya, bersamanya. Itu membuatku bingung dan salah tingkah harus bagaimana bersikap.

“Tidak.. aku memang sempat meninggalkan Seoul seperti yang kau tahu, tapi tidak lama lalu aku kembali lagi kesini”

“Lalu kenapa kau tidak memberi kabar saat kembali lagi? Kau juga tidak kembali kerumahmu yang dulu, kau seperti menghindariku..” raut wajahnya menunjukan kebingungan dan rasa penasaran.

Aku menghela napas panjang. “A-aku..” kata-kataku tersendat.

Ia masih menungguku meneruskan kata-kata. “Tidak apa-apa. Aku minta maaf, aku hanya tidak sempat memberi kabar dan mengecek rumah yang lama karena terlalu sibuk dan terburu-buru pindah” aku tersenyum kecut padanya, merasa bersalah telah membohonginya.

Ia tersenyum, “aku terus mencarimu, kau tahu?” kini ekspresi wajahnya menunjukkan kekhawatiran. Ia mengulurkan tangan kanannya dan menaruhnya diatas tangan kiri ku, mengusap-usap nya lembut.

Aku selalu merindukanmu, terlebih saat kau memandangku tersenyum dan mengusap-usap ku. Itu membuatku nyaman dan merasa dibutuhkan.

—-

4 tahun .. rasanya waktu yang cukup lama untuk mencari sosok pengganti diriku. Terlebih ia adalah super idol, wanita muda mana yang tidak mengenalnya? Apakah ia memang telah memiliki pengganti ku? Pertanyaan-pertanyaan semakin banyak muncul di kepalaku. Aku menahannya agar tidak meluncur keluar dari bibirku. Aku ingin tahu, tapi secara perlahan.

Kami berkeliling Seoul  menggunakan mobil Donghae dan berhenti di salah satu taman kota. Bunga-bunga mulai merekah menampakkan mahkotanya. Cantik. Tersusun rapi di sepanjang jalan setapak yang kami lalui. Aku selalu menyukai bunga. Bagiku, mereka semua memiliki pesona daya tarik sendiri.

Donghae menoleh mengikuti arah pandanganku ke bunga-bunga tersebut. Ia tersenyum dan memetik satu tangkai untuk ku. “Ini..” ia mengangsurkan bunga yang ia petik.

Aku menerimanya dengan sumringah di bawah tatapan mata darinya yang tidak bisa ku artikan. “Cantik” komentarku sembari membelai kelopak bunga.

“Cantik dan rapuh sekaligus. Seperti kau..” aku mengernyitkan dahi mendengar kata-katanya.

“Aku.. rapuh?”

“Lupakan” perintahnya lembut padaku.

Senja mulai menghilang saat aku berpamitan pulang. Donghae dengan sosok keras kepalanya ingin mengantarku pulang ke apartment yang mulanya aku tolak, tapi karena kami telah berdebat selama kurang lebih 20 menit, akhirnya aku mengalah dan memperbolehkannya mengantarku dengan syarat dia tidak boleh datang menemui ku sebelum membuat janji.

 

“PARK MINMI !” teriakan membahana memenuhi seluruh apartment. Sepupuku, si cerewet dan berisik Kim Hyochan sedang meneriakan sumpah serapah saat aku menganggu dirinya yang sedang terlelap.

“Bangun. Ini sudah siang, apa kau akan tidur terus sepanjang hari? Kau harus membantu sepupumu ini untuk menyelesaikan pekerjaan.” Hardik ku padanya yang hanya melirik dengan cuek dan mengulat seperti kucing.

“Kau ini.. sampai kapan kau akan sibuk dengan urusan pekerjaan saja? Pantas kau masih sendiri. Harusnya kau mengambil cuti dan mencoba berkencan dengan pria-pria diluar sana” gerutunya padaku yang sudah sering kali ku dengar darinya. Aku hanya tersenyum menanggapi perkataannya.

“Ayo cepat bangun!” aku menarik kedua kakinya hingga badannya merosot turun dari tempat tidur.

Dengan malas-malasan Hyochan bangkit dan berjalan ke kamar mandi. “Minmi !” aku memutar kedua bola mataku saat mendengar teriakannya. Pasti ada sesuatu yang tertinggal.

“Apa? Kali ini apa yang kau lupa?” teriakku dengan nada jutek.

Hyochan tertawa kecil dari dalam kamar mandi. Kepalanya menyembul dari balik pintu. “Tolong ambilkan pakaian dalamku, sepupuku sayang..” ujarnya masih dengan tertawa.

Benar-benar anak ini ! Gerutuku dalam hati. “Ini yang terakhir, lain kali aku tidak mau lagi menolongmu. Untung hidungmu menempel di muka, kalau tidak bisa-bisa lupa kau bawa.” Semburku asal sambil menyodorkan sepasang pakaian dalamnya. Ia hanya terkikik sambil mencibirku.

 

—–

Hari ini aku memiliki janji dengan Donghae setelah menyelesaikan pekerjaanku sebagai fotografer. Ia menjemputku di salah satu studio yang juga tempat ia biasa melakukan pemotretan untuk majalah.

Aku menunggunya di depan pintu studio dan tidak berapa lama kemudian ia muncul dengan Pigeot putihnya, entah mobil siapa yang ia pakai. Ku ulurkan tangan kananku dan menunjuknya dengan satu jari, menyuruhnya untuk tetap di dalam mobil sambil berjalan menghampirinya dan masuk ke mobil. Aku tidak ingin ia turun agar tidak ada yang tahu oleh siapa aku dijemput. Aku belum siap dengan berbagai pertanyaan yang ditujukan padaku nantinya mengingat ia seorang super idol terutama bagi para wanita.

Baru saja aku ingin memuntahkan pertanyaan dari bibirku padanya, ia menyela dengan cepat, “jangan kau tanyakan kita akan kemana. Kau pasti suka” jelasnya dengan senyum menggoda.

Kami tiba di suatu teluk yang aku tidak tahu di mana persis tempatnya. Yang aku tahu disini sangat sepi, bahkan mungkin tidak ada penduduk di sekitar sini. Donghae berjalan ke ujung teluk dan membentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Aku mengikutinya dengan hati-hati. Saat berada di ujung teluk, aku menengadahkan kepala menghadap laut yang tenang. Aku terpukau. Samudra biru yang berkilau menari-nari mengikuti ayunan ombak. Di atasnya, burung-burung laut melayang dan berputar mencari-cari makanan, dalam sekejap mereka menyambar ikan yang berenang bebas di laut lepas.

Angin bertiup pelan nan lembut menyapu wajahku. Aku membiarkan rambutku yang panjang sepunggung melambai dibuai angin senja. Aku begitu menikmati suasana ini. Ketenangan yang aku dapatkan dalam sekejap dapat menguapkan segala emosi dan pikiranku. Begitu lepas dan merasa bebas.

 

Mendapati wanita yang dicintainya kini tersenyum lepas disampingnya tanpa beban, laki-laki yang bernama Donghae ikut tersenyum bahagia. Ia tahu, beban yang ada di pundak wanita ini terlampau banyak sehingga seringkali membuat wanita itu harus bersikap tegar meskipun hatinya amat rapuh. Donghae memang tidak pernah tahu persis masalah-masalah yang dialami Minmi, tetapi ia bukan baru mengenalnya beberapa bulan. Ia tahu segala gerak-gerik yang membuat wanita itu tidak nyaman dengan hidupnya.

Jauh di dalam hatinya, ia ingin merengkuh wanita ini tanpa memikirkan penolakan yang ia dapat dari Minmi. Andaikan saja waktu itu wanita ini tidak pergi meninggalkannya tanpa kabar, menghilang tiba-tiba dan kemudian muncul kembali di hadapannya dengan kerinduan yang tidak dapat di gambarkan.

 

 

 

 

ps : harus komen ! *maksa* wekekek~ komen kalian penting loh buat author biar bisa bikin cerita yang lebih bagus lagi 🙂 dan makasih buat readers yang udah komen, maaf kalo ga sempet dibales hhe tapi aku sebagai author tetep menghargai komen kalian kok 😀 . nah karna aku jarang nongol, kalian bisa cari di fb : Adista Chrisna atau di twitter : @dischul ^^ >>sebenernya sih ga ngaruh bgt, secara aku jg jarang gentayangan di dunia maya haha~ /plak

30 Comments (+add yours?)

  1. siput
    Feb 01, 2011 @ 11:18:28

    1st

    Reply

  2. juna
    Feb 01, 2011 @ 11:44:10

    Ini gak the end kan? Huhuuuuuuu

    Reply

  3. siput
    Feb 01, 2011 @ 11:56:13

    Komen skr! *dhajar*
    Kunti!
    Itu udh ending ato gmn?
    *gigit*

    Suka2
    Sm kata2nya
    DuiieellllAaaaa

    Ikan bae bgd ya..
    Si blacaan bawel wkwk
    Ciee iqha cuittt cuitttt

    Reply

  4. siput
    Feb 01, 2011 @ 11:59:05

    Kaga ada tbcnya makanya org bingun maana kag ditulis part1 gtu!
    ;p;p

    Reply

  5. yokyuwon
    Feb 01, 2011 @ 12:26:22

    tbc kah or the end??! kyknya msh gantung story na ??!! (^^”)

    Reply

  6. mei.han.won
    Feb 01, 2011 @ 12:36:47

    uhhh…
    Bang donge…
    Lanjutan d tunggu..
    Enak yak d peluk ujan2…

    Reply

  7. TammyAlwaysELF
    Feb 01, 2011 @ 13:53:51

    pasti anget di saat ujan ama couplenya.. (jgn otak yadong!!)

    Reply

  8. han gi
    Feb 01, 2011 @ 14:15:28

    Aduh!abang donghae abang donghae .
    Ayo lanjut ^,<

    Reply

  9. ndeehyuk
    Feb 01, 2011 @ 15:01:35

    ngambang~~
    ini continue yah ?? *liat tag-an*
    hedeh…. pantes…
    masalahnya lom kliatan ni…
    ayo dong terusin. hehehe

    Reply

  10. qhaa
    Feb 01, 2011 @ 17:50:16

    hadeeeehh ..
    Onn ,
    saia syka bahasamu ..

    di tunggu lanjutannya ,

    Reply

  11. ivelkyujung
    Feb 01, 2011 @ 18:00:06

    kata2nya keren bgt!!
    nice ff 🙂

    Reply

  12. ~Choi.hyun_ae~
    Feb 01, 2011 @ 19:33:17

    Daebakkk thor.
    Aq suka2 kta2ny.
    Part slnjtny bruan yauw!!
    *maksa*
    hwaiting^^

    Reply

  13. rizkyuhae
    Feb 01, 2011 @ 20:41:10

    uwowowowowowowowo~ hae.a co cwiiiiiiiuiiiiiit bgt…. mau donk…. >_<

    cepetan lanjutin cerita.a… awas aja klo lama.. ntar gaji hae buat meranin ff kmu minta naik coz hae namphyon ak… LOL *digebok ELFish

    Reply

  14. ikantumi
    Feb 01, 2011 @ 21:03:26

    masih penasaran sama akhirnya , ini oneshot kan? knp gak jadi continue ajaa :3 *nawar ikan #koplak

    Reply

  15. SpecialChoiYoungRa(최영라)
    Feb 01, 2011 @ 22:04:26

    lha?
    Tbc ini?

    Reply

  16. Ghyee
    Feb 02, 2011 @ 00:33:03

    baca dari koment” dia atas,kata author’y ini cont #plak ^^
    ok kalo cont selnjut’y pasti seru ya kn thor?? 😀
    donghae bae ye,,, minmi itu knp ninggalin hae gtu aja?? untung hae stia,,minmi’y masih suka ga ma hae?? masih deh ky’y.hohoho ^^

    Reply

  17. IsTi_KiHae
    Feb 02, 2011 @ 06:51:31

    msh bngung ma cerita’y…
    dtunggu lanjutan’y… 😀

    Reply

  18. ikANDonghae
    Feb 02, 2011 @ 07:50:54

    Keren..
    Ikan,, aqw jdi mkin cinta ma kmu#PLAKK
    Kata”ny bgus..
    Lanjut

    Reply

  19. chris~wonnie~hyunnie
    Feb 02, 2011 @ 08:46:50

    Daebak, onn………!!!
    Minmi, knp kau meninggalkan Fishy Hae?? #plakkk
    Lanjuuutannya sangat amat ditunggu!

    Reply

  20. tata hyeonie
    Feb 02, 2011 @ 10:43:32

    aduh maaf lupa ngasih tulisan ‘part 1’ hehehe *ditabok readers*

    Reply

  21. mochii_sakura
    Feb 02, 2011 @ 15:24:24

    kapan dilanjutin ?
    Bhs.a puitis… Ditnggu part brikut.a

    Reply

  22. Nenekcomel -__-
    Feb 02, 2011 @ 16:05:32

    Keren onnie~~ tuh kan aku baca..*terus*

    Kata2’a bagus onn,aku butuh lanjutannya bole??

    Reply

  23. shalof
    Feb 02, 2011 @ 18:09:24

    Jalang, you didn’t tell me geez =_= shiroyo!

    Reply

  24. frey chullie
    Feb 02, 2011 @ 18:45:12

    lanjutannya ditunggu ni… bgus bgt

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: