THROSU PART 72

BAB. 72

Di Lembah Miracle ~

*KIBUM POV*

“Bagaimana pangeran Kibum? Apa kamu juga yakin seperti mereka, kalau princess Trisa juga mencintaimu dengan tulus…?” tanya gadis jelmaan Andhine setelah memperlihatkanku gambaran ttg Trisa yg menggunakan telepati menolong pangeran serigala putih, Sungmin.

Akhir-akhir ini memang banyak perselisihan antara aku dan Trisa. Namun kurasa itu hal wajar yg akan terjadi kepada setiap pasangan yg saling mencintai.

Namun, hal yg tidak pernah kubayangkan sebelumnya adalah Trisa menggunakan telepati untuk menolong Sungmin tanpa memikirkan keselamatannya sendiri. Apa benar di dalam hatinya posisi Sungmin jauh lebih penting daripada diriku ini?

Kalau iya, kenyataan ini benar-benar kejam.

“Hmm,, kelihatannya pangeranku yang satu ini telah diduakan hatinya… Hihihi…” ujar siluman itu yg membuat darahku mendidih.

“Cukup sudah…! Jangan kira dengan memperlihatkanku itu kamu bisa menyerangku..!” seruku lalu menghunuskan pedangku tepat di jantungnya.

Siluman itu terus tertawa dgn seraknya meskipun nyawanya sudah tidak tertolong.

“Kasihan… Aku benar-benar kasihan kepadamu… Hahahahaha.. Cintamu telah diduakan oleh seorang gadis… Hahahahaha….” serunya sambil terus tertawa sampai akhirnya menghilang di udara.

Gambar yg diperlihatkan di cermin kini telah hilang. Begitu juga dgn labiryn yg dibuatnya, juga hilang entah kemana.

Aku lalu berjalan dan berjalan mencari istana milik Arang. Aku tidak ingin karena masalah pribadiku lalu mencelakakan makhluk yg hidup dimuka bumi ini.

__ __ ___ __ __

*DONGHAE POV*

Omo ~
Tempat ini benar-benar mirip ruangan labyrin. Benar-benar menakjubkan!

Tapi,,, kenapa aku bisa berada disini? Apa yg telah terjadi? Kenapa hanya aku sendiri saja yg berada disini? Kemana yg lainnya?

Jangan-jangan ini perbuatan kucing yg bernama Andhine itu!

Haiissshh… Jeongmal chinca…!!

Kuketuk-ketuk cermin tsb satu persatu berharap bisa menemukan jalan keluarnya. Namun nihil.

Akupun terduduk di lantai sambil menghela napas berat. Ottokhe? Aku benar-benar tidak bisa mendapatkan jalan keluarnya.

Apa selamanya aku akan terkurung disini?

Hwangmi ah ~
Bogoshipeunde…

Aku lalu mengeluarkan couple ring dan menatapnya. Hatiku terasa lega sekali manakala melihat cincin di tanganku ini.

Hwangmi ah,, kumohon tunggulah diriku. Stlh menyelesaikan misi ini aku akan segera pulang dan menikahimu. Dan pada saat itu, kita tidak akan berpisah lagi selamanya…

‘Hikz… Hikz… Hikz…’

Suara tangisan seorang gadis membuyarkan lamunanku. Aku segera memasukkan kembali cincinku dan waspada.

Kupegang erat-erat pedang di tanganku dan siap menyerang jika melihat musuh.

Kulangkahkan kakiku perlahan-lahan mencari sumber suara tsb. Dan ternyata suara tangis tsb berasal dari seorang gadis bergaun hitam.

Gadis itu tampak menangis sambil meringkuk dan di depannya ada sebuah kolam dgn kabut putih yg menutupi permukaannya.

Hmm,, ternyata ini bukan ruangan labiryn. Jika labiryn tidak mungkin ada kolam seperti di depanku ini.

‘Hikz.. Hikz.. Hikz…’

Gadis itu makin lama makin menangis dgn hebatnya. Suara tangisnya yg menyayat hati membuat hatiku menjadi terenyuh.

“Aegashi,, gwaenchanayo? Kenapa kamu menangis?” tanyaku dgn hati-hati.

Gadis itu tidak menjawabnya dan terus menangis. Akupun mengulangi ucapanku tadi dan dia meresponnya dgn menunjuk ke arah kolam.

“Ye!??”

“Naega.. Naega.. Barusan tidak sengaja telah menjatuhkan sesuatu yang berharga di kolam ini… Ottokhe…? Hikz, hikz…”

“Mwoe??” gumamku terkejut.

“Cincin.. Aku tidak sengaja telah menjatuhkan cincin pemberian kekasihku di kolam ini? Hikz,, ottokhe…? Aku harus bagaimana sekarang? Padahal cincin tersebut sungguh sangat berarti bagiku…! Hikz,, ottokhajyo..” tuturnya yg membuat hatiku tergerak.

Aku sangat mengerti dgn perasaan gadis ini skr. Karena aku juga punya sesuatu yg sangat berharga dan paham betul dgn perasaan kehilangan barang yg berharga tsb.

“Neoh,, apakah kamu bisa membantuku…? Cheball… Hikz,,” pintanya sambil menatapku dgn tatapan aneh.

Ketika bertatapan dgnnya, aku merasa tubuhku seperti disengat listrik. Ada yg aneh dgn tatapan mata gadis di depanku ini, namun aku tidak bisa menerkanya.

“Neoh,, maukah kamu membantuku mencarinya? Cincin itu benar-benar sangat berarti bagiku.. Cheball,, kumohon bantulah diriku… Cheball,, hikz…” pintanya sambil menggenggam lenganku sambil menangis.

“A, araseoh.. Aku akan mencobanya…” sahutku tegang seraya melepaskan genggamannya.

“Jeongmal???” serunya tidak percaya.

Aku menganggukkan kepalaku dan wajahnya lsg berseri-seri. Dia lsg memelukku tanpa basa-basi yg membuatku sontak kaget.

“Kamsahamnida.. Jeongmal kamsahaeyo…” ucapnya dgn gembira sekali.

Aku merasa risih dgn pelukannya dan berusaha melepaskannya. Namun bukannya dilepaskan, gadis itu malah mengeratkan pelukannya.

“Eng,, aegashi.. Kurasa tidak baik bagi seorang wanita sepertimu memeluk seorang pria asing sepertiku..”

“Aku tidak keberatan…”

“Oh, de.. Tapi kamu bisakan melepaskanku? Jika tidak, aku mungkin tidak bisa membantumu mencari cincin di kolam ini…”

“Ooppss..! Mianhe.. Saking gembiranya aku jadi lupa.. Mian hamnida…” ucapnya sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali.

“Ani,, naneun gwaenchana.. Hmm,,” sahutku sambil tersenyum kaku.

Aku lalu mulai berjongkok di depan kolam tsb dan mengamatinya dgn saksama. Sesuatu tampak berkilauan di bawah sana dan feelingku berkata jika itu adalah cincin yg telah dijatuhkan gadis itu.

Aku yg polos tidak tahu sama sekali jika bahaya sudah mengancam. Aku sama sekali tidak tahu jika gadis itu adalah siluman jelmaan Andhine.

Ketika sedang asyik memikirkan jalan supaya bisa turun ke bawah, tangan gadis yg kukunya sudah meruncing dan berwarna hitam tsb mendorong tubuhku dgn kuat dan membuatku jatuh ke kolam.

Aku kaget sekali dan lebih kaget lagi manakala melihat wujud gadis itu yg sebenarnya.

“NEOH…!!? KAMU MEMBOHONGIKU?! WAEEE…?!!!” seruku murka sekali.

“Hihihi… Hahaha… Baboo… Jeongmal baboo….! Hahahahaha…” ucapnya sambil tertawa serak.

Bodoh.. Mungkin benar apa yg dikatakannya. Aku benar-benar bodoh sekali! Sampai bisa ditipu oleh siluman kucing di depanku ini. Haiiisshh….

Tapi,, tunggu…! Ada apa dgn air ini? Kenapa semakin lama semakin dingin rasanya? Sebenarnya ini kolam apa?

“Hmm,, bagaimana rasanya? Dingin bukan? Aigooo… Liatlah bibirmu yg seksi ini telah membiru… Kamu pasti sudah kedinginan bukan? Hihi…” ujarnya sembari mengelus bibirku.

“Kalau tidak salah, di tubuhmu ini ada mutiara abadi yang bisa menyembuhkan luka bukan? Nah,, sekarang.. Aku ingin mengambil barang berhargaku yang terjatuh di kolam ini, kamu tidak keberatan bukan..?” tuturnya yg membuatku merasa emosi.

Ternyata tujuannya yg sebenarnya adalah mutiara kehidupanku. Brengsek! Jika benda tsb direbutnya, aku pasti game over. Ottokhe? Apa yg harus kulakukan untuk mencegahnya?

Bodoh! Benar-benar bodoh sekali.. Percaya sekali dgn kata-katanya yg pada akhirnya menjadi seperti ini.

Aku ingin bergerak untuk meraih pedangku di atas lantai, namun seluruh tubuhku terasa kaku dan berat. Rasa dingin air di kolam ini berhasil membuat tubuhku gemetaran.

“Kurasa kekuatanmu sudah melemah dan sekarang,, aku akan mengambil barang berhargaku ini… Hihihi…” ucapnya seraya meraih daguku dgn kasar.

Dia mengelus bibirku kembali dan menciumku. Aku mengepalkan tanganku erat-erat menahan amarah.

Seandainya Hwangmi tahu dan melihat ini semua, dia pasti akan sangat sedih sekali.

Mianhe Hwangmi ah.. Kurasa aku tidak bisa menepati janjiku untuk kembali dgn selamat. Mianhe…

Mutiara kehidupanku telah berhasil pindah tempat. Dan sebelum diriku benar-benar kehilangan kesadaran, dgn segenap tenaga yg tersisa aku menarik tubuh siluman yg berjongkok di depanku sambil mengamati mutiara kehidupanku dgn berbinar ke dalam kolam.

Gadis itu berteriak histeris dan meronta-ronta. Mutiara kehidupanku yg berada di tangannya entah jatuh kemana.

Perlahan-lahan tubuhku mulai tenggelam karena berat. Hanyut ke dalam kolam yg tak berdasar.

Sebelum memejamkan mataku untuk selama-lamanya, aku masih sempat melihat siluman tsb kembali ke wujud asalnya yaitu seekor kucing berwarna hitam.

‘Hwangmi ah… Saranghaeyo… Di kehidupan ini kita berjodoh namun takdir tidak mengizinkan kita untuk bersama… Semoga di kehidupan yang mendatang, kita berjodoh lagi dan ditakdirkan untuk bersama selamanya.. Anyeong, Hwangmi ah… Sa, rang, hae, yo…’

__ __ ___ __ __

Hwangmi yg sedang asyik menjahit gaun pengantinnya tidak sengaja jarinya tertusuk dan mengeluarkan darah. Perasaan tidak enak lsg mengerubungi hati kecilnya dan membuatnya merasa tidak nyaman.

‘BRAAAKK…!!’

Tiba-tiba, daun pintu kamar dihempas oleh angin kencang yg tidak tahu darimana asalnya dan membuatya terkejut. Jantungnya mulai berdegup tak karuan tanpa bisa ditenangkan.

“Boega? Napa hatiku jadi tidak tenang begini? Apa yang telah terjadi?” gumamku heran.

Tanpa suara, Princess Line telah berdiri di depan pintu dgn wajah yg berlinang airmata. Dia menangis sesenggukkan sambil membekap mulutnya.

“Princess Line,, gwaenchanayo…?” tanyaku bingung sekaligus kaget.

“Oppa.. Donghae oppa… Dia… Dia telah,,, huwuaaaaa….”

Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Line sudah terkulai lemas ke lantai dan menumpahkan tangisnya.

Hwangmi yg terus memegang cincin di kalung pemberian Donghae putus begitu saja rantainya. Cincin yg menjadi mata kalung tsb jatuh ke lantai dan tidak tahu mengelinding kemana.

Otak Hwangmi lsg blank mendengar ucapan Line. Dia tidak tahu harus berkata apa. Dan tidak tahu apa yg dirasakannya skr…

[to be continued ~ ]

8 Comments (+add yours?)

  1. strawberrymilk
    Feb 12, 2011 @ 16:11:48

    donghae jg harus mati ?????
    oh no!!!
    big trouble……

    what will happen next ???

    Reply

  2. Love Kyu
    Feb 12, 2011 @ 16:54:52

    huwa,,, wktu itu sungmin,, knp hari ini donghae jg ikut2an,, authorrrr~~~!
    HUWAAAAAa TT^TT

    Reply

  3. kyusoomin
    Feb 12, 2011 @ 16:58:42

    Yaa, kmrn umin oppa skrng donge oppa??
    Hwaa, kyuppa jgn ikut2an yaa!!

    Lanjuuttt…>.<

    Reply

  4. Park Eunsoo
    Feb 12, 2011 @ 21:46:36

    makin banyak aja yang KO… =____=

    Reply

  5. May4teukie
    Feb 13, 2011 @ 15:11:37

    Jangan mati hae.

    Reply

  6. Ghyee
    Feb 13, 2011 @ 23:01:43

    jangaaaaaaaaannnnnn!!!

    Reply

  7. Minniemint
    Feb 27, 2011 @ 16:23:17

    ouch. please don’t die!

    Reply

  8. hae rin
    Mar 02, 2011 @ 23:07:43

    ga rela kalo donghae oppa mati .
    andweeee T.T

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: