Trought by dream part 2 of 2

Author : Super Sidae

ini part ke duanya dan juga terakhir.. selamat membaca ^^

“mianhae.. mianhae hyung, dongsaeng.. aku tidak bisa disana lagi” ucapku sambil melihat apartement yang menjulang tinggi dari kaca mobilku.

Sementara di apartement..

“kyu.. apa yang terjadi dengan Sungmin hyung?” ucap Ryeowook khawatir karena mendengar suara teriakan.

“dia pergi…” ucapku kyu lemah

“maksudnya?” Tanya Eunhyuk bingung

“dia tidak akan disini lagi hyung. Dia lebih memilih perempuan itu” ucap Kyu.

“aku tak tau apa yang kau bicarakan. Lebih baik kau cerita masalah Sungmin kepada kami. Karena pasti kau lebih tahu” ucap Yesung.

Setelah itu, Kyu menceritakan tentang perempuan yang ada dalam mimpi Sungmin begitu juga tentang anaknya Sungmin. Kyuhyun sendiri tidak tahu gimana sosok perempuan tersebut, sehingga membuat member lain bingung sekaligus sedih karena Sungmin meninggalkan mereka.

“oppa.. apa yang oppa lakukan. Buat apa oppa membawa barang sebanyak ini” ucapnya.

“aku akan tinggal disini bersama kalian” ucapku

“tapi.. bagaimana dengan pekerjaan oppa. Tidak bisa.. oppa harus kembali” ucapnya mendorongku keluar dari pintu

“tapi aku ingin bersamamu. Juga bersama Minri.” Ucapku memeluknya sehingga ia terdiam.

“tapi oppa…”

“gak ada tapi-tapian. Ini sudah keputusanku”

“baiklah..” ucapnya

Beginilah kehidupanku sekarang, tidak ada kesibukan yang datang padaku walaupun kadang aku merindukan mereka. Kabarku menghilang sudah tersebar. Aku hanya sedih melihat mereka yang sedang comeback tanpa diriku. Hyung.. Dongsaeng… Bogoshipo…. Namun aku bahagia karena dia dan juga Minri, selalu membahagiakan aku walaubagaimanapun.

“oppa.. kau melamun apa” ucapnya menggoyangkan tangannya di hadapanku

“aniyo.. ayo” ucapku mengajaknya berjalan ke pasar

“sudah berubah ya tempat ini” ucapku

“ne… “

“Kita kembali lagi dengan Super Junior.. kalian mendapatkan peringkat 1 selama 5 minggu berturut-turut pada album ke 7 ini. Ada yang ingin saya tanyakan? Apa kalian tahu dimana Sungmin sekarang berada. Dia sudah tidak pernah muncul di TV selama beberapa bulan ini. Bahkan di album ini dia juga tidak berpatisipasi” terdengar suara yang keluar dari salah satu TV yang ada didepanku sekarang. Aku terhenti dari jalanku dan menatap gambar yang keluar dari TV tersebut.

“ehm.. soal sungmin… dia sedang cuti sekarang. Jadi dia tidak mengikuti kegiatan Super Junior sekarang” jawab seseorang yang sangat aku rindukan sekarang, Leeteuk hyung. Hyung.. kau berbohong, aku sudah mengajukan pengunduran diriku hyung.. mengapa kau berbohong ke media. Aku.. ingin nangis sekarang.

“kwaencana oppa?” tanyanya yang ada disebelahku sambil menggenggam tanganku

“kalau oppa mau kembali, kembalilah.. aku tidak apa disini”

“aniyo.. kwaencana.. aku akan selalu ada disampingmu” ucapku sambil memandangnya dengan tersenyum. Walau sedikit terpaksa senyuman ini.

“ayo.. kita pergi. Minri titip beli eskrimkan?” ucapku berjalan meninggalkan tempat itu.

“ne..” ucapnya.

Sudah setahun aku disini. Bersama Yuri dengan Minri. Aku baru mengetahui bahwa anakku dilahirkan pada tanggal yang sama dengan Heechul hyung. Hahaha.. pasti Heechul hyung akan senang ketemu dengan kembarannya dan aku berharap Minri tidak akan seperti Heechul hyung. Aish.. aku merindukan mereka. Benar-benar merindukan mereka. Dari aku pergi sampai sekarang, aku tidak pernah menghubungi mereka begitu juga dengan mereka. Tuhan.. aku berharap bisa bertemu dengan mereka.

“oppa.. kau sering melamun ya” ucap Yuri membuyar lamunanku.

“huh? Benarkah?” tanyaku berbaring disebelahnya. Walau kami belum terikat menjadi suami istri yang sah, tapi kami sudah seperti suami istri seperti yang lain

“ne.. oppa melamunkan apa?”

“aniyo.. melamunin kamu.” Ucapku menggodanya

“oppa nih.. banyak bohong”  ucapnya sedikit kesal

“jangan marah dong.. ayo tidur sekarang. Uda malam” ucapku sambil menariknya kedalam pelukanku dan kami sama-sama tertidur.

TING TONG… TING TONG…

“oppa.. bukakan pintu dong.. aku lagi sibuk nih” ucap Yuri sedikit teriak.

“ne..” jawabku malas berdiri dari dudukku.

“nuguseyo” ucapku sambil membuka pintu.

“SURPRISE…” teriak mereka. Mereka yang kurindukan. Mereka yang ingin aku temui. Mereka semua ada dihadapanku sekarang.

“Hyung.. Dongsaeng a..” ucapku dengan terbata-bata karena air mataku reflek turun membasahi wajahku

“aigoo.. hyung, jangan menangis dong” ucap Kyu langsung memelukku

“mianhae.. mianhae..” hanya kata itu yang dapat kukatakan sekarang.

“kwaencana Sungmin.. kau sudah melakukan yang benar” ucap Leeteuk

“Mianhae hyung.. jeongmal Mianhae” ucapku yang masih menangis

“sudahlah, ini sudah berlalu.” Ucap Eunhyuk menepuk bahuku pelan

Air mataku sudah berhenti sekarang. Aku tersenyum melihat mereka.

“bogoshipo..” ucapku langsung memeluk mereka semua

“uri do..” ucap mereka semua.

“oppa.. siapa yang datang?” ucap Yuri dari kejahuan.

“ada saja.. kau pasti akan terkejut” ucapku sedikit berteriak

“apa itu istrimu?” Tanya Heechul hyung

“aniyo.. kami belum menikah. Tapi dia ibu dari anakku” ucapku

“ngomong-ngomong ayo masuk” ucapku mempersilakan mereka masuk dan duduk di ruang tamu.

“kenapa kalian bisa tahu aku disini” tanyaku

“hyungkan pernah cerita tentang daerah yang ditinggal perempuan tersebut dan aku menanyain Donghae hyung tentang daerah itu dan Donghae hyung tau. Jadi kami bermaksud untuk mengunjungi hyung, walaupun bisanya sekarang, karena kami sibuk” ucap Kyu

“ternyata daerah ini sudah berubah ya.. dulu waktu aku kecil, rasanya daerah ini masih hutan semua. Sedikit saja yang tinggal disini” ucap Donghae

“ya iyalah.. itu sudah berapa puluh tahun yang lalu” ucap Eunhyuk yang duduk disampingnya

“oppa.. sebenarnya siapa sih?” ucap Yuri sedikit lebih jelas. Sepertinya ia berjalan kesini.

“OMO.. oppa.. mereka..” ucap Yuri sambil menunjuk mereka

“iya.. mereka.. Hyung dan dongsaengku” ucapku.

“annyeonghaseyo.. joneun Lee Yuri imnida” ucap Yuri sambil membungkuk

“kamu sudah tahu kami kan?” Tanya Shindong hyung

“Tentu.. aku mengenal kalian” ucap Yuri

“baguslah.. kami tidak perlu memperkenalkan diri lagi” ucap Leeteuk hyung.

“kalau begitu aku persiapkan makanan dulu” ucap Yuri meniggalkan kami menuju ke dapur

“aigoo.. Sungmin hyung.. kenapa kau mendapatkan Yuri, seandainya aku saja yang mendapatkannya” ucap Eunhyul

“aku juga hyung… Yuri cantik sekali” ucap Ryeowook gak mau kalah

“tidak bisa.. dia milikku” ucapku

“emang dia milikmu hyung.. mana kami bisa merebutnya lagi” ucap Kyu

“dongsaeng.. kau yang selalu memperhatikan aku” ucapku langsung merangkul Kyu

“appa… lihat.. Minri bisa buat kapal ini” ucap Minri berlari menuju ke tempatku dan aku langsung menggendongnya

“dan ini..??” ucap Siwon

“anakku.. Minri a.. ucapkan salam ke adjushi-adjushi ini” ucapku kepada Minri

Minri melihatku sebentar dan “annyeonghaseyo joneun Lee Minri imnida” ucap Minri

“aigoo… aigoo…. Hyung aku menikah dengan anakmu saja ya” ucap Eunhyuk

“andwae… kau itu adjushi baginya. Aku tidak akan merestui”

“haha.. bercanda hyung..” ucap Eunhyuk

“appa nuguyeyo?” Tanya Minri

“mereka adjushimu”

“Minri a… aku Ryeowook adjushi. Mau bermain dengan adjushi?” ucap Ryeowook mendekat seperti ingin menggendong Minri

Minri menganggukkan kepalanya. Memang aura wookie itu untuk anak kecil.

“bermain dengan kami juga” ucap semuanya

“anakmu sudah berapa tahun?” Tanya Yesung hyung

“tahun ini 5 tahun. Oh hyung.. ulang tahunnya sama dengan Heechul hyung” ucapku memandang Heechul hyung

“benarkah? Dia bisa jadi pengikutku” ucap Heechul hyung

“jangan harap Hyung..” ucapku

“Kalian akan menginap?” tanyaku disela-sela aku makan.

“ne.. kami ingin liburan disini” ucap Kyu

“aku juga ingin melihat-lihat tempat ini. Sudahlah lama sekali aku tidak kesini. Terakhir pergi bersama aboji” ucap Donghae sedikit sedih

“sudahlah.. jangan sedih. Kita harus bersenang-senang disini” ucap Eunhyuk menepuk pelan bahu Donghae

Selesai makan aku memberitahu mereka kamar yang akan mereka tempati. Kamar yang besar yang mampu menampung mereka semua.

“rumah ini.. dari luar kelihatan kecil tapi dalamnya besar sekali” ucap Leeteuk hyung.

“hehe.. aku tinggal ya..” ucapku

“Sungmin ya.. jangan buat yang macam-macam” ucap mereka menggodaku

“aniyo…tidak akan ada apa malam ini” ucapku menutup pintu dan segera menuju kekamarku

“aku tidak nyangka mereka kesini oppa” ucap Yuri yang sedang berbaring membaca buku

“aku juga.. tapi aku sangat bahagia sekarang” ucapku naik ke kasur dan berbaring

“Yuri a.. jangan terlalu banyak membaca, matamu akan minus” ucapku melihatnya. Dia tetap terpaku pada buku yang ada dihadapannya

“Yuri a.. atau aku akan melakukan seperti dulu lagi” ucapku menakut-nakutinya

“huh? Shiro.. aku tidak mau oppa” ucapnya meletakkan buku dan berbaring

“kalau gitu tidur sekarang”

Sementara itu di kamar Super Junior…

“hyung.. aku tidak menyangka Sungmin hyung sudah menjadi appa” ucap Eunhyuk sambil berbaring mengangkat kepalanya dengan tangan kirinya

“aku juga ingin cepat-cepat menikah dan mempunyai anak” ucap Donghae

“ngomong-ngomong soal menikah. Tadi Sungmin bilang dia belum menikah dengan Yuri kan” ucap Yesung.

“benar…” ucap Shindong

“gimana kita buat pesta pernikahan besok?” Tanya Heechul

“huh?” Tanya mereka semua bingung kecuali Heechul

“gini… besok aku akan membawa Yuri untuk berdandan, ryeowook membuat kue, Siwon jadi pastor, Kyu kau bawa Sungmin untuk didandan juga. Shindong, Leeteuk, Eunhyuk membuat dekorasinya. Aku menemukan satu taman yang cukup bagus waktu aku berjalan-jalan tadi. Donghae kau jaga Minri, bawa dia kemana saja. Kan kau lebih tahu tempat ini dan jangan lupa pakaikan Minri Gaun yang bagus araseo. Yesung kau apa ya..?” ucap Heechul sambil berpikir

“masa Cuma aku yang nggak ada..” ucap Yesung kecewa

“ah.. kau telepon ayah, ibu Sungmin ama Sungjin. Beritahu mereka bahwa anaknya besok akan mereka. Bujuk mereka untuk datang dengan cara apapun. Yang pasti mereka harus datang dan kau belikan sepasang cincin yang bagus arraseo” Lanjut Heechul

“sip bos” ucap Yesung

“Jadi ingat besok.. kita mulai dari pagi araseo” ucap Heechul

“sip” ucap mereka serempak

Esok harinya…

Aku terbangun dari tidurku.. Yuri sudah tidak ada disampingku. Mungkin dia didapur. Aku berjalan keluar, sepi..

“Yuri a..” panggilku tapi tidak ada jawaban

“yuri a..” ucapku lagi

“oh hyung.. tadi Yuri bilang dia ada urusan. Jadi tidak usah mencarinya” ucap Kyu tiba-tiba

Huh?? Aneh. Ada yang aneh hari ini.

“Hyung.. nanti temani aku kesuatu tempat ya..”

“Baiklah.. yang lain mana?” tanyaku

“yang lain.. mereka ada urusan. Sisa aku dan Donghae disini” ucap Kyu

“appa.. Donghae adjushi ingin membacaku jalan. Boleh ya??” Tanya Minri yang berlari ketempatku.

Aku melihat Donghae yang berjalan dibelakang Minri.

“Baiklah.. tapi kau jangan menyusahkan Donghae adjushi”

“arraseo appa. Gomawo” ucap Minri.

“Donghae adjushi. Ayo..” ucap Minri dan sosok Minri dan Donghae menghilang sekarang

“Sisa kita berdua” ucapku kepada Kyu

“Hyung.. ayo cepat kau bersiap-siap, aku ingin pergi sekarang”

“ne.. tunggu sebentar” ucapku langsung ke kamar mandi

“kau mau membawaku kemana kyu..” ucapku saat berjalan dipasar

“ada aja” ucapnya. Kyu memasuki sebuah toko jas. Buat apa dia kesini, di Seoul mungkin akan menjual yang lebih bagus, lagipula Kyu tidak suka memakai jas. Buat apa dia kesini

“kyu.. buat apa kau kesini” ucapku

“mian hyung..” ucapnya dan seketika aku mendapat sebuah pukulan yang cukup keras di kepalaku sehingga pemandanganku menjadi buram sekarang. Samar-samar, aku melihat kyu membawa kain hitam dan menuju ke belakangku. Apa yang dia lakukan. Seketika pandanganku menjadi gelap sekarang. Aku merasa ada kain yang menutup mataku. Aku merasa ada seseorang membuka bajuku dan dingin… sekarang mungkin aku tidak memakai apa-apa. Tapi tiba-tiba aku merasa orang berbicara dan memakaikan aku baju yang bisa dibilang cukup menghangatkan tapi cukup berat.

“Kyu..” ucapku samar-samar. Kepalaku pusing sekarang dan kurasa aku akan pingsan sekarang. Yuri a.. aku sangat mencintaimu.. salahkan Kyu kalau aku tidak bangun-bangun lagi.

Ditempat Kyu..

“OMO.. dia pingsan” ucap adjushi

“adjushi.. bisa bantu aku membawanya ke suatu tempat” ucap Kyu

“baiklah…”

Ditempat Ryeowook

“perfect… ini kue yang paling indah dan bagus. Tinggal dikasih inisial Sungmin Hyung dengan Yuri” ucap Ryeowook sambil melihat kue bertingkat 3 dihadapannya

“abis bikin kue, bikin makanan..” ucap Ryeowook lagi

Ditempat Siwon…

“Jason Ma hyung.. boleh aku meminjam baju pastormu. Aku ada perlu” ucap Siwon menelepon Jason Ma.

“baiklah.. aku segera kesana. Dan sekalian, ajarin aku bagaimana cara untuk menobatkan sepasang suami istri” ucap Siwon sambil menutup teleponnya

Ditempat Donghae..

“Minri… jangan lari-lari dong.. adjushi capek nih” ucap Donghae mengejar Minri yang sedang berlari-lari entah kemana

“adjushi lemah” ejek Minri

“MWO.. kau kurang ajarnya” ucap Donghae yang masih mengejar Minri

Ditempat Leeteuk, Eunhyuk dan Shindong

“aku gak nyangka Heechul bisa menemukan tempat ini. Indah sekali” ucap Leeteuk sambil melingkarkan rangkaian bunga di sebuah tiang

“lainkali aku juga akan menikah disini a..” ucap Leeteuk lagi

“makanya hyung.. cepat-cepat cari cewek. Hyung uda tua tahu” ejek Eunhyuk yang sedang merapikan meja.

“hyung.. lapar.. mending aku ama ryeowook ajakan” ucap Shindong memegang perutnya

“kau ini.. kerjaannya makan terus” ucap Leeteuk

“hyung.. sini bunganya, aku bantu” ucap Eunhyuk

Ditempat Yesung

“adjushi, adjuma, Sungjin. Ada yang perlu aku bicarakan” ucap Yesung berlutut dihadapan mereka

“ne.. Jong woon a.. kau sudah tahu kabar Sungmin?” Tanya omma Sungmin

“ne.. hari ini dia akan menikah. Dia sudah mempunyai anak berumur 5 tahun” ucap Yesung menunduk

“APA.. dasar anak kurang ajar, dia menghilang gara-gara itu” ucap appa Sungmin marah

“tapi adjushi, Sungmin sudah melakukan yang terbaik. Ia bertanggung jawab atas perbuatannya. Aku sendiri salut dengannya” ucap Yesung menenangkan appa Sungmin

“kau tahu dia mana hyung?” Tanya Sungjin

“tentu.. aku akan memberikan alamatnya dan berharap kalian bisa datang dihari pernikahannya. Pasti Sungmin akan senang” ucap Yesung

“Kalau begitu saya permisi dulu” ucap Yesung berdiri dan meninggalkan rumah tersebut

“masalah selesai dan sekarang pergi ke toko perhiasan” ucap Yesung dalam hati.

Ditempat Heechul

“oppa.. kau membawa aku kemana?” Tanya Yuri yang ditarik Heechul memasuki sebuah bridal

“buat apa kita kesini?” Tanya Yuri tapi tidak dijawab-jawab oleh Heechul

“ada yang bisa saya bantu?” Tanya seorang pegawai

“carikan dia baju pengantin yang sederhana tapi menawan yang cocok untuk dirinya” ucap Heechul sedangkan Yuri menatap heran ke Heechul

“silakan ikutin aku” ucap pegawai itu. Yuri sempat ingin kabur tapi dihalangi oleh Heechul. Dengan terpaksa Yuri mengikuti pergawai tersebut.

Cukup lama menunggu, Yuri akhirnya keluar dengan gaun yang cukup mengembang di bawahannya

“bagaimana tuan?” Tanya pegawai itu

“terlalu norak, ganti saja” ucap Heechul

“oppa..” ucap Yuri lemah

“ikuti saja” ucap Heechul menyuruh Yuri kembali masuk ke ruang ganti

Tak lama kemudian, Yuri keluar dengan gaun Putih tanpa tali, tidak ada yang mengembang digaun bagian manapun, aksesoris yang sederhana dan sebuah mahkota kecil diatas kepala Yuri dan sepasang sepatu Kristal yang ada dikakinya.

Heechul terkejut ketika melihat Yuri. Dia berjalan mendekat.

“perfect.. kau, bidadari yang turun kebumi untuk menemani Sungmin” ucap Heechul membuat muka Yuri menjadi merah dan tertunduk.

“aku ambil yang ini, sekalian dandani dia. Harus cantik arraseo” ucap Heechul menyuruh pegawai tersebut

“baik..nona silakan ikut aku” ucap pegaawai tersebut.

“oppa.. sebernarnya apa maksud ini” ucap Yuri dengan muka memelas

“ada saja.. “ jawab Heechul sambil mengedipkan mata. Yuri memayunkan bibitnya

“sudah ikut dia” ucap Heechul sambil menunjuk pegawai yang menunggu.

“ne…”

“urusan selesai.. sekarang telepon mereka” gumam Heechul

Heechul menelepon satu-satu dan menanyain keadaan.

“sekitar jam 3 kita mulai acaranya” ucap Heechul sambil melihat jam tangannya

“hyung.. aku Cuma khawatir dengan orangtua Sungmin” ucap Yesung diseberang

“tenang saja.. aku yakin mereka datang” ucap Heechul.

Kurasa ada yang menampar pelan pipiku. Gelap… Kyu apa yang kau lakukan sampai harus menutup mataku dengan kain.

“hyung kau sudah sadar” Tanya Kyu

Aku mengangguk. “apa maksud semua ini, apa sebegitu marahnya kau denganku sehingga membuatku jadi seperti ini” tanyaku

“aniyo.. aku nggak marah dengan hyung”

“lalu?”

“ada saja.. nanti hyung akan tahu sendiri” ucap Kyu

“hyung.. kita harus pergi sekarang, sudah mau mulai”

“mulai?? Emangnya ada apa?” tanyaku

“hyung nanti akan tahu sendiri” ucap Kyu

“gimana aku bisa pergi kalau mataku ditutup” ucapku kesal

“aku akan menuntunmu” ucap Kyu memegang tanganku

Sekarang aku seperti orang buta, Aku hanya bisa memegang tangan Kyu mengikuti kemana dia jalan. Cukup lama berjalan, aku merasa menginjak rerumputan. Dimana ini?

“kita sampai, hyung berdiri disini saja. Didepanmu ada meja” ucap Kyu melepaskan tanganku dan tanganku bertumpu di meja.

“Semuanya sudah siap… kita mulai acaranya” teriak seseorang yang aku ketahui itu suara Heechul hyung.

“Kyu.. buka ikatan kainnya” ucap Heechul hyung lagi

Aku merasa seseorang membuka kain yang menutup mataku dan terlepas. Silau… mataku masih harus beradaptasi dengan cahaya yang masuk. Aku melihat sekeliling, ini.. tempat rahasianya Yuri dan sudah diubah menjadi lebih indah. Ada beberapa meja dan kursi, sebuah gerbang melingkar yang dililit dengan bunga, dan juga sebuah piano yang sekarang diduduki oleh Ryeowook. Dan didepanku ada sebuah meja dan terkejut dengan sosok Siwon yang memakai baju Pastor?  Aku melihat kebelakang, semua member sudah berkumpul disana. Minri juga ada digendongan Shindong hyung. Mataku sekarang tertuju pada sosok perempuan berpakaian gaun putih yang tak jauh dariku. Tangannya melingkari tangan Leeteuk hyung. Dia.. perempuan yang paling aku sayang, terlihat cantik seperti bidadari.

Tiba-tiba suara piano mengalun, weeding mars. Kulihat Yuri dan Leeteuk berjalan kesini. Sekarang.. aku tahu maksud dari mereka semua. Gomowo hyung.. dongsaeng…

“jaga dia dengan baik-baik. Aku mewakili orangtuanya yang sekarang ada di surga yang melihat kalian berbahagia disini” ucap Leeteuk hyung member tangan Yuri kepadaku dan tentu saja kusambut.

“kau sangat cantik hari ini” ucapku kepadanya yang sudah dihadapanku

“baiklah.. para undangan, kita mulai sekarang” ucap Siwon yang sudah dihadapan kami. Ia memang cocok menjadi pastor.

“jakkaman..” teriak seseorang dan semuanya menoleh.

“appa, omma, sungjin” ucapku ketika melihat orang yang berbicara tadi

Omma tersenyum padaku dan menyuruh Siwon untuk melanjutkan

“baiklah.. kita lanjutkan” ucap Siwon sambil memegang alkitab

“Sungmin-ssi apa kau bersedia mencintai, menyayangi dan melindungi nona Lee Yuri ini dengan segenap hati sampai maut memisahkan kalian?” ucap Siwon

“ne aku bersedia”

“Yuri-ssi apa kau bersedia mencintai, menyayangi dan melindungi nona Lee Sungmin ini dengan segenap hati sampai maut memisahkan kalian?” ucap Siwon lagi kepada Yuri.

“ne aku bersedia” ucap Yuri dengan senyumannya.

“apakah ada tidak bersedia?” Tanya Siwon

“kalau tidak ada, aku resmikan kalian menjadi sepasang suami istri” ucap Siwon yang diikuti oleh tepuk tangan.

“silakan bertukar cincin dan mencium mempelai”

Aku melihat Eunhyuk datang dengan bantal merah yang diatasnya terdapat cincin. Aku tidak tahu bagaimana mereka juga bisa mendapatkan cincin tersebut.

Aku pasangkan cincin dibawa Eunhyuk ke jari manis Yuri, begitujuga dengannya.

“saranghae” ucapku langsung menciumnya dan terdengar juga suara tepuk tangan.

“appa omma… kalian cantik dan ganteng sekali hari ini” ucap Minri berlari kearahku dan segera kugendong dia.

“gomawo..” ucap Yuri sambil membelai pipi Minri.

Kulihat appa, omma, dan Sungjin berjalan kearahku. Pasti appa akan marah padaku. Aku siap menanggungnya asal jangan pisahkan aku dengan Yuri. Aku memang bukan anak yang berbakti

“appa omma sungjin” ucapku

“aigoo, anakku kau membuat khawtir omma” ucap omma

“mianhae..” ucapku menundukkan kepala

“KAU…” ucap appa dengan emosi menaikan tangan kirinya. Kurasa aku siap untuk ditampar

“kau.. emang anakku, aku bangga padamu nak, itu baru Lee Sungmin ku yang selalu bertanggung jawab” ucap appa dengan memukul bahuku pelan bukan sebuah tamparan

“mianhae..” ucapku

“hyung bogoshipo” ucap Sungjin

“omo.. Sungmin a.. kalau dari pertama kau memberitahu kami ini adalah istrimu, kami semua akan meresrtuinya. Neomu yeppo… tidak salah kau memilih istrimu” ucap omma sambil membelai pipi Yuri

“annyeonghaseyo, abonim, amonim Sungjin-ssi” ucap Yuri sambil membungkuk

“aigoo.. menantuku cantik sekali” ucap appa

“hyung.. aku juga akan mencari perempuan seperti Yuri noona” ucap Sungjin dan kami tertawa semua

“dan ini.. pasti cucuku kan” ucap appa menunjuk Minri yang ada digendonganku sekarang

“ne. Minri perkenalkan dirimu.. itu haraboji, halmoni dan samchon” ucapku menunjuk appa omma dan sungjin

“annyeonghaseyo.. Lee Minri imnida. Haraboji, halmoni, samchon saranghae” ucap Minri sambil membentukan tanda love dengan tangannya.

“aigoo.. lucu sekali.. sini biar haraboji menggendongmu” ucap appa mengambil Minri dari tempatku

“Sungmin a… kau harus membuat anak laki-laki, agar bisa menjadi penerus perusahaanku nanti” ucap appa

Aku dan Yuri hanya malu mendengar itu.

“Semuanya aku kita berfoto..” teriak Siwon yang sudah memegang kamera mahalnya. Ternyata selain menjadi pastor, siwon juga menjadi Fotograper.

“Kedua mempelai terlebih dahulu” ucap Siwon

Aku dan Yuri segera berdiri dan membuat pose. Yuri melingkari tangannya ke tanganku dan menaruh kepalanya ke bahuku dan CKLIK…

“sekarang.. kedua mempelai beserta anaknya”

Minri menuju kearah kami dan aku segera menggendongnya.. CKLIK….

“keluarga mempelai Pria silakan berdiri disamping kedua pengantin”

Appa, omma dan Sungjin berjalan kearahku. CKLIK…

“dan terakhir keluarga mempelai Wanita silakan berdiri disamping kedua pengantin”

Kami terdiam semua, aku lupa kalau orangtua Yuri sudah meninggal

“aku.. keluarga mempelai wanitanya” ucap Leeteuk hyung menunju kearahku

“aku juga..” ucap Semua member membuat Yuri hampir menangis terharu

“baiklah.. semuanya merapat” ucap Siwon

“Siwon a.. kau juga keluarga mempelai wanita, ayo gabung” ucap Heechul

“oh ne.. Sungjin kau memotoi kami” ucap Siwon ke Sungjin

“ne..”

CKLIK….

“Semuanya bergabung…” ucap Siwon memasang kameranya di tripot dan memasang timer di kameranya…

CKLIK… “kamsahamnida semuanya…” ucapku dan Yuri

“sekarang acara lempar bunga.. ayo semuanya” ucap Heechul

“tapikan” ucap Donghae

“aish.. disini Cuma ada kita saja, lagipula mana ada tamu perempuan selain omma Sungmin. Gak usa malu-malu. Cowok juga gak apakan terima bunga dari penganting perempuan” ucap Heechul membujuk mereka.

“semuanya siap…” ucap Yuri yang sudah siap melempar bunga

“ne..” teriak semua member Suju termasuk Sungjin

“hana… dul.. set..” teriak Yuri dan melemparkan bunganya

“yeah… aku dapat.. aku dapat..” ucap Leeteuk hyung kegirangan karena mendapat bunga tersebut

“chukhae hyung.. ditunggu undangannya” ucap yang lain.

Dengan begini selesai sudah acara pernikahan aku yang dibuat oleh yang lain. Kansahamnida semuanya.. jeongmal gomawoyo…

“Sungmin a.. kami harus pulang sekarang. Kalau kau mau kembali, kami pasti akan menerimamu” ucap Leeteuk hyung dan semuanya pergi

“Sungmin.. kami akan sering-sering kesini” ucap omma

“kau juga harus membuat anak laki-laki arraseo” ucap appa membuat mukaku merah sekarang

“annyeong hyung…” ucap Sungjin berlalu.

“Minri dimana?” tanyaku kepada Yuri

“dia sudah dirumah. Dia ketiduran tadi”

“oh.. ya uda kita pulang” ucapku

Ketika kami berjalan keluar taman ini, didepanku sudah ada sepeda yang sudah dihiasi dan belakangnya ada kaleng-kaleng yang diikat dalam satu tali

“dasar mereka” ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

Sesampai dirumah, aku langsung menggendong Yuri kekamar. Kurasa ini malam pertama yang resmi untukku dan untuknya

“oppa…”

“panggil aku yeobo sekarang” ucapku menindihnya

“yeobo..” ucapnya berusaha bangkit

“Yuri a… kita harus membuat anak laki-laki seperti yang appa suruh” ucapku menggodanya

“yeobo a… tidak hari ini” ucapnya mencoba bangkit lagi dan mendorongku. Dia berjalan meninggalkan aku tapi dengan sigap aku menarik tangannya, menghempas tubuhnya ke kasur dan mulai menciumnya. Kurasa aku akan melakukan aksiku hari ini ^^

THE END

8 Comments (+add yours?)

  1. lutfy
    Feb 17, 2011 @ 10:39:27

    nice chingu…{^~^}
    .
    .
    ayo teukie oppa menikah sja dgan q ..
    heehe…#plaakk, beda umur jauuuhhh#..
    .
    .

    Reply

  2. supersidae
    Feb 17, 2011 @ 11:06:15

    thx uda di publis…

    Reply

  3. mrs.choi_407
    Feb 17, 2011 @ 11:56:10

    So sweet 😀

    Reply

  4. KyuLee
    Feb 17, 2011 @ 15:02:14

    kekekeke..ending yg bahagia..wuaaa..terharu bgt waktu member lain jdi anggota keluarga pihak istri ^____^
    teuki oppa kegirangan amat ya..cari dulu jodohnya oppa baru boleh seneng..haaahaa

    Reply

  5. eLfrenEriska
    Feb 17, 2011 @ 15:57:45

    Huaaaaa…. endingnya kerennnn…. bikin irriii…. hehehehe
    Thanx y udh di publish…. ^^

    Reply

  6. -deewookyu-
    Feb 18, 2011 @ 08:33:53

    iiihh….. ga nyangka yaa………….

    wajah yang paling AIGO se SUJU,

    ternyata ………….

    paling dulu menghsilkan …..

    Ya…iyalah kalo gue jadi YURI juga ga bakalan ….
    tahan kalo di cium ama UMIN …..

    congratulation dehhhh !!!!!!!!

    Reply

  7. Amanda Choi Minhae
    Feb 18, 2011 @ 20:38:35

    huueee…
    akang donge jagain minri…
    hhehehe
    sayangnya di saat itu aku tidak ada di samrping akang donge..
    @plaakkkk
    hhahaha, siwonppa jadi pastor. @langsung ngebayangin
    happy ending ya..
    hhehehe

    Reply

  8. reriNonike
    Nov 18, 2011 @ 22:10:44

    Sumpah
    Ngakak
    Wktu oppa siwon jd pastor
    Gk bsa ngbyangin
    Hahaaaa

    Daebak onn…
    Bner2 ff yg super duper keren
    \(´▽`)/

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: