We Broke Up Today part 3

3rd Piece : There’s just no rhyme or reason, only the sense of completion

You bad in fighting, you know that?” Yoora-ssi membersihkan luka di pelipisku.

Didn’t you see, I broke his leg ?” aku mengernyit menahan sakit ketika dia membersihkan lukaku.

“Dan dia membuat kepalamu nyaris gegar otak.” Aku tertawa mendengar perkataannya. Gadis di depanku ini bukannya bilang terima kasih malah menceramahi aku.

How about ‘Thanks, I appreciate your help’. It will sound great..” Kini gantian dia yang tertawa. Dia memberikan ucapan terimakasihnya padaku. Setidaknya tidak sia-sia pelipis kepalaku sobek, aku mendapatkan ucapan terimakasih dan sebuah senyuman manis.

So, tell me. Seberapa populernya kau sehingga kau bisa kencan dengan pria yang berbeda-beda?” Sebenarnya aku sedikit menyindir, semakin banyak Seon yang kau hadiri semakin terlihat betapa tidak lakunya dirimu. Dia meletakkan sebuah plester bening di pelipisku dan satu buah lagi di tepian bibirku yang sobek. Pelipis dan bibir sobek plus pipi yang membiru, pria tadi cukup merusak wajahku yang tampan rupanya. Setidaknya butuh waktu dua minggu untuk memulihkan wajahku pada keadaan setampan semula. Tapi, baguslah aku membuatnya tidak bisa berjalan sampai 3 bulan lebih.

“Cukup populer tentunya. Actually, dia pria ke-5 yang kutemui hari ini.” Aku sedikit shock. Apakah anak ini sangat segera ingin menikah. Tapi bukannya seharusnya dia tidak bertingkah seperti itu kalau ingin cepat-cepat punya suami?

You know…you are too rude.” Gadis itu memandangku dengan tatapan aneh, dia memutar matanya.

“Haloo…bukan aku yang membuat si brengsek tadi kakinya patah.” Katanya yang sangat tidak nyambung dengan maksud perkataanku.

No. Not about that guy. You are too rude to yourself. About the pregnant and the disease.” Tangan gadis itu beranjak jauh dari wajahku, tadi dia mengolesi beberapa lukaku dengan salep yang kini di letakkan di atas meja. Dia menghela napas dan menjatuhkan punggungnya sehingga kini punggungnya bersandar di kursi.

“Itu tahap-tahap yang harus mereka lewati” katanya sambil melap tangannya dengan tisu basah yang diambilnya dari tasnya sendiri. Tapi aku bisa menangkap nada kesedihan di setiap katanya.

“Boleh aku tau tahap pertamanya apa?” kataku sambil tersenyum tertahan. Bibirku masih sakit walau hanya untuk tersenyum, harapan tidak bisa tebar pesona.

“Hahaha…Why do you ask? Kau bahkan takkan sanggup melewati tahap pertama dengan wajah seperti itu..” aku mendengar tawa nyaringnya lagi, entah kupingku atau memang benar adanya, suara tawanya mirip lonceng.

Aku mengintip pada kaca jendela yang terletak di sebelah kiriku, aku bisa melihat beberapa luka di sana walaupun kurang jelas . Aku hampir lupa kalau wajahku setengah bonyok. Aku mengerti sekarang apa yang dimaksud dengan perkataannya barusan. Aku berpaling padanya dan tersenyum.

“Kalau begitu berikan aku waktu dua minggu. Aku yakin aku akan berhasil melewati tahap pertama itu..” Gadis itu tersenyum dan lagi-lagi aku melihat seraut wajah manis itu.

Aku rasa sebelum dua minggu, wajahku sudah kembali tampan. Dan akan kupastikan aku melewati tahap pertama itu.

“Cho Kyuhyun!” panggil seseorang tepatnya polisi. Panggilan itu membuatku tersadar kalau sekarang aku berada di kantor polisi. Sepertinya pria yang bernama Jungtae itu sudah selesai memberikan kesaksiannya. Aku berdiri dari tempat dudukku dan mengahmpiri meja si polisi. Yoora-ssi memmbuntutiku dari belakang dan dia juga duduk di sampingku padahal tadi dia sudah memberikan kesaksiannya, tampaknya dia ingin membantuku.

“Kau ini si member boyband itu khan ?” tanya polisi itu sambil mengamati wajahku dengan sekasama.

“Huh?” aku hanya bergumam, malas untuk membuka mulutku.

Sorry sorry sorry sorry … kau si magnae itu khan?” katanya sambil menggosok-gosokkan telapak tangannya mengimitasi gerakan dance Sorry, Sorry. Ternyata bukan aku saja yang memandang aneh ke arah polisi itu. Dan dia bertanya padaku apakah aku mengenal polisi di depanku ini. Tentu saja aku bilang tidak sambil menyilangkan tanganku.

“Apakah tarianku jelek?” Polisi itu mengira aku sedang melayangkan silangan tangganku padanya.

Andwae, ahjussi. Silakan lanjutkan.” Kataku mempersilakan ahjussi itu melanjutkan dance yang sempat terpotong itupun kalau-kalau dia sudah tidak punya urat malu lagi.

“Aah…kau ini! Boleh khan aku minta tanda tangan dan fotomu ?” tanyanya genit membuat bulu kudukku nyaris berdiri semua. Lalu dia mulai menghujani aku dengan jepretan kamera ponselnya. Aku hanya bisa menggunakan tanganku untuk menghalau wajahku untuk dipotret. Tentunya dengan wajah nyaris hancur bukanlah saat-saat photogenic bagiku. Dan aku tidak tahu harus berkelit apa kalau-kalau foto itu beredar ke publik.

“Kyuhyun-ssi!” panggil seseorang yang sama sekali tak ku kenal. Tapi dari penampilannya aku yakin dia orang SM. Cepat sekali orang perusahaan datang, untuk hal seperti ini aku akui orang SM sangat cepat bertindak.

Aku tidak perlu melakukan apapun sekarang. Orang dari SM sudah mengurusi segala hal yang aku perbuat, termasuk membungkam mulut si pria kurang ajar bernama Jungtae itu. Entah dijanjikan apa dia sampai berpikir untuk menutup mulutnya. Orang SM itu menyuruhku untuk kembali ke hotel, dia telah menyiapkanku sebuah kamar. Antisipasi yang bagus karena aku sudah tidak mungkin terbang ke Seoul mengingat aku sudah terlambat 8 jam dari jadwal keberangkatanku.

Are you a celebrity ?” tanya Yoora-ssi padaku ketika kami berada di mobil yang disediakan orang SM tadi. Aku menawarinya tumpangan untuk menuju hotel yang ia tempati, sekalian untuk mengambil ponsel pembawa bencana itu. Aku berjanji setelah mendapatkannya kembali, akan kubakar ponselku hidup-hidup.

Kind of” jawabku singkat sedikit malu. Aku tidak tahu kenapa aku malu, rasanya aneh saja ketika biasanya orang-orang selalu tahu siapa kau karena kau selebriti, tapi sekarang malah ada orang bertanya apakah kau seleb?. Rasanya seperti kepopuleranmu sangat diragukan, itulah yang aku rasakan saat ini.

“Wow!” aku bisa melihat matanya membulat kagum. “I’m sorry I can’t recognize you.” Katanya dengan nada serius yang membuat aku tertawa.

“Bukan sebuah dosa kalau kau tidak mengenaliku. Take it easy!” kataku ditengah tawaku.

Kami sampai di depan kamarnya. Dan menunggunya di luar ketika dia mengambilkan ponselku.

A heart ?” tanyaku ketika aku menerima ponselku dengan sebuah stiker ‘hati’ berwarna merah jambu di sudut kirinya.

“Sorry, aku menjatuhkannya dari tasku. There’s a crack” jelasnya. Ahh, ekspresi itu lagi. Ekspresi orang yang siap menerima hukuman karena melakukan sesuatu yang salah. Berbeda dengan “ekspresi maaf dari para hyung dan kenalanku yang kebanyakan menampilkan ekspresi “jangan diambil hati toh aku sudah minta maaf padamu”. Aku mengambil ponsel miliknya dari saku hoodie-ku.

Then, you owe me two.” Kataku sambil menyerahkan Google Nexus One-nya.

Two?” tanyanya dengan mata membundar tidak terima.

First, I ruined my face for you. Second, my phone got crack.” Aku menjelaskan dan seketika matanya kembali ke ukuran normal, ke ukuran yang lebih cantik dipandang.

So, how do I pay for it ?”

“Let me try the first stage. Jadi 2 minggu lagi kita bertemu.” Putusku yang mebuat wajah Yoora-ssi terbengong-bengong.

“Lalu kita mau bertemu di mana?”

“Aku akan menghubungimu.” Kataku sambil berjalan pergi.

“Menghubungiku bagaimana?” Yoora-ssi minta meminta penjelasanku.

I will text you. Just make sure reply it !” kataku sambil mengacungkan ponselku dan beranjak dari sana. Aku bisa mendengarnya memanggilku, tapi aku biarkan saja. Aku mau sdikit meninggalkan kesan keren dan misterius padanya.

Pfuuiuh! Aku mengelap keringatku ketika sampai di lift. Tidak sia-sia aku menemani Donghae-hyung menonton film romantis kacangan. Aku jadi bisa sedikit berakting cool tadi.

Aku melihat ponselku yang dalam keadaan mati itu. Aku tersenyum melihatnya. Aku sama sekali tidak tahu kenapa aku tersenyum pada sebuah stiker hati yang sama sekali tidak ada lucu-lucunya itu. Aku memutuskan untuk segera memasukkan ponsel itu pada saku hoodie-ku sebelum aku menjadi gila karena tersenyum-senyum sendiri. Rasanya aku sudah mengurungkan niatku untuk membakar ponselku ini. Berkat jasanya juga aku bertemu dengan Yoora-ssi.

Jung Yoora! Dan sekarang nama itu seperti tidak mau lepas dari kepalaku.

***

Aku tidak mengira kedatanganku di Seoul bisa menyebabkan kegemparan di dorm Super Junior. Hyung-hyungku bertanya mulai dari A sampai Z kenapa wajahmagnae mereka yang tampan bisa runyam seperti ini. Dengan sabar aku menjawab pertanyaan mereka satu-satu.

“Yaa, Cho Kyuhyun! Sejak kapan kau ikut campur masalah orang lain!” Sungmin-hyung berteriak padaku.

“Mana mungkin aku membiarkan perempuan dipukul di depanku, hyung! Itu sama saja melihat Ahra-noona dipukul juga.” kataku berkelit.

“Bagus, kau bisa mematahkan kakinya. Setidaknya aku tidak salah memilihkan tempat latihan boxing!” Kangin-hyung menyelamatiku. Dan tangan Heechul-hyungmelayang ke jidat Kangin-hyung.

“Cukup Kyuhyun-ah jago berkelahi di Mortal Kombat, jangan kau ajari dia jadigangster macam dirimu!”

“Tapi kau mendapatkan ponselmu kembali khan ?” lanjut Heechul-hyung. Akhirnya pertanyaan itu muncul juga ke permukaan. Aku mengacungkan ponselku menandakan bahwa aku berhasil mengkomplitkan misiku dalam mendapatkan ponsel ini, layaknya bermain game mission accomplished.

“Kau yakin khan dia tidak melihatnya?” tanya Leeteuk-hyung. Aku menggeleng .

“Baterai ponselku habis ketika dia sadar ponsel kami tertukar. Aku rasa dia tidak tahu.”

“Kau yain di tidak bohong? Bisa saja dia berbohong dan tahu-tahu foto itu sudah dijualnya ke wartawan atau reporter?” paranoid Heechul-hyung mulai menjadi-jadi.

“Dia baru di sini, dia bahkan tidak mengenaliku sebagai artis, belum lagi dia sama sekali tidak bisa bahasa Korea.” Aku menjelaskan serinci yang bisa aku ingat tentang dia.

“Cih, untuk ukuran orang yang baru saja dipukuli kau tampak sangat bahagia!” Sungmin-hyung tampaknya mengetahui gerak-gerikku. Aku menutupi mulutku, gestur kalau aku sedang salah tingkah.

Malhae!” desak Sungmin-hyung. Dan para hyungku pun mulai memaksaku bicara.

“Dua minggu lagi aku akan kencan dengannya.” Ceritaku. Dan semua member Super Junior bersorak.

“Kyuhyun-ah akhirnya kau tertarik juga pada perempuan!” Eunhyuk-hyungmengacak rambutku.

“Hajima!” kataku sambil mengelak dari tangan Eunhyuk-hyung yang membuat rambutku berantakan.

Wae? Apa kau sudah bosan bermain game?” tanya Sungmin-hyung sambil nyengir. Sepertinya para hyungku senang karena kali ini aku memperlihatkan ketertarikaanku selain pada game.

Aku menggaruk kepalaku. “Molla…entah kenapa tahu-tahu saja aku ingin pergi bersamanya. Seperti iseng, mungkin?” aku malah seperti bicara ada diri sendiri dibanding dengan mereka.

“Bagaimana mungkin kau berpikir seperti itu, Kyuhyun-ah! Mana bisa kau menjadikan alasan iseng sebagai keinginan untuk pergi berkencan? Kau kira gadis yang mendengarnya tidak akan marah?” Eunhyuk-hyung menasehatiku. Aku meringis. Eunhyuk-hyung begitu berubah ketika sudah berpacaran dengan Jieun. Dia sedikit lebih dewasa, mungkin karena dia harus menjaga Jieun yang umurnya lumayan terpaut jauh.

“Ne, hyung. Sekarang bolehkah aku tidur?” kataku pada mereka semua.

“Tentu saja. Tidurlah”

“Dengan kalian yang memenuhi kamarku?” tanyaku sarkastis. Dan mereka mulai mengangkat kakinya satu-satu dari kamarku.

“Hyung, jangan lupa tutup pintunya” perintahku yang disambut hembusan napas berat dari Shindong-hyung. Walaupun sedikit terlihat kesal karena kelakuanku yang sedikit kurang ajar, Shindong-hyung tetap saja mau memenuhi permintaanku, mungkin karena aku magnae tersayang mereka.

Aku bangun dari tempat tidurku. Aku menyempatkan diri men-charge ponselku, agar nanti ketika aku terbangun, aku sudah bisa mengirimi pesan pada Yoora-ssi.

Dan aku kembali membaringkan badanku ke kasur. Bukan hanya ponselku yang perlu di-charge, aku pun juga.

***

Hari ini aku sama sekali tidak menyentuh satu pun game console yang aku miliki. Aku hanya berkutik pada ponselku. Aku sedang mengiriminya pesan. Dan untungnya dia adalah perempuan yang memegang janji, dia membalas tiap pesan yang aku kirimkan. Dan yang perlu dicatat lumayan cepat, berbeda dengan parayeoja yang kukenal, yang memang sengaja membalasnya dengan kecepatan siput, hanya karena tidak ingin dicap sebagai perempuan gampangan, yang menurutku adalah alasan idiot.

From : Jung Yoora
Fast? Of course…kau khan satu-satunya orang yang megirimiku pesan selain ibuku :p
Apakah wajahmu sudah kembali tampan? Karena sangat tidak gampang mengacuhkan pria tampan lainnya yg mengajaku Seon >.<

Itulah jawabannya ketika aku memujinya betapa cepatnya dia membalas pesanku. Hmm…dia menggodaku, bukan? Anak ini…

To : Jung Yoora
Wow, kau akui juga kalau aku tampan?
You still owing me one…ingat itu! ~~kkk. Toh aku tidak melarangmu mengikuti Seon, lakukan saja. Tapi kau akan menyesal ketika 2 minggu lagi kau menemukan seseorang yang “lebih”

Sangat sulit untuk tidak membuat tabiat “kepedeanku” tidak muncul. Maklum saja untuk urusan yang seperti ini aku cukup congkak, toh selama masih ada hal yang bisa disombongkan kenapa tidak. Aku tahu kapabilitasku sedikit di atas rata-rata dibandingkan orang biasa. Wajah yang tidak bisa dikata jelek, otak yang bisa dibilang cukup cemerlang, dan suara yang siap membuat semua hati perempuan yang mendengarnya meleleh. Hei, aku bukannya besar kepala, orang-orang di luar sanalah yang selalu berkoar, terutama para E.L.F. yang selalu mencintaiku.

From : Jung Yoora
Tidak bolehkah aku membuat white lie, Mr. Coffee ? Apalagi untuk orang yg sudah membantuku, berbohong untuk membuatnya senang tidak salah, bukan? ~~kkk. Kau ini sungguh besar kepala ya?

Aku terkekeh membaca pesannya. Baru kali ini ada gadis yang kugoda dan bilang kalau aku ini sombong.

To : Jung Yoora
Mr. Coffee? Kenapa suka sekali memanggilku begitu? Althought it was white lie i will keep it as compliment :p

Seperti yang sudah aku duga sebelumnya, tidak lama kemudian aku menerima balasan dari Yoora-ssi.

From : Jung Yoora
Salah siapa coba? Ketika aku memanggilmu tempo hari di hotel dan kau terus saja berjalan tanpa menoleh? Aku khan ingin bertanya siapa namamu…dan kau malah tidak memedulikanku sama sekali -____-

Aku menepuk jidatku. Benar juga aku belum menyebutkan namaku siapa, padahal gadis itu sudah ku kenal namanya. Bodohnya aku. Itu karena aksen sok keren yang aku tiru dari adegan fil-film romantis kacangan favorit Donghae-hyung.

To : Jung Yoora
Kalau begitu aku rasa kita kembali ke tahap pengenalan lagi. Let me introduce myself…My name is Cho Kyuhyun and i have the most beautiful voice in the universe ~~kkkk

Aku menyampaikan perkenalan ala reality show yang sering aku ikuti bersama para member Super Junior yang lainnya.

From: Jung Yoora
Then … my name is Jung Yoora and I am the luckiest girl who could swap her phone with the man who has the most beautiful voice in the universe ~~kkk. Actualy I’m a half Korean but can’t speak korean -____-

Lagi-lagi aku geli membaca smsnya. Leeteuk-hyung menyikutku. Dan menempelkan telapak tangannya ke dahiku.

“Sana cepat main game. Melihatmu tidak bermain game seharian ini dan senyum-senyum sendiri membuatku merinding!” suruh Leeteuk-hyung sambil merebut ponselku.

Hyung!” aku berteriak sambil berusaha merebut kembali ponselku.

Haish! Inggris semua?” katanya sambil mengembalikan ponselku lagi. Aku melirik Leeteuk-hyung, bukankah dia sudah mengambil kursus Inggris setahun yang lalu. Kemana perginya ilmu itu? Leeteuk-hyung sepertinya tidak berniat mengganguku lagi dan dia memilih beranjak dari sofa dan pergi ke dapur.

‘TING TONG’

“Kyuhyun-ah lihat siapa yang datang!” teriak Leeteuk-hyung dari arah dapur. Karena aku yang paling dekat pintu masuk dorm aku memnuhi suruhan Leteuk-hyung.

Nuguseyo?” tanyaku pada interkom. Karena yang kulihat yang dilayar interkom hanya seorang yang meakai hoodie kebesaran dengan kapucong yang menutupi puncak kepalanya bersama masker yang mengcover setengah wajahnya, sehingga yang kini bisa aku lihat adalah matanya.

“Jieun..” katanya cepat dengan suara sedikit pecah.

Jieun nuguseyo?” kataku. Aku rasa kami tak kenal dengan gadis di di depan ini. Kami memang tidak mudah begitu percaya dengan tamu yang datang ke dorm. Maklum dulu sempat ada insiden E.L.F datang dengan menggunakan seragam pengantar makanan, dan insiden itu membuat kami hati-hati.

“Lee Jieun. LJ!” katanya berbisik sambil menarik turun masker yang menutupi bibirnya. Aku segera membuka pintu dan menyuruhnya masuk.

“Oppa, kau lama sekali membuka pintunya.” Protes LJ.

Mianhe. Aku lupa kalau nama aslimu Jieun. Kalau kau bilang kau ini LJ pasti sudah kubukakan dari tadi.” Aku berkilah. Aku melempar diriku kembali ke sofa.

Artis di Korea kebanyakan memang memakai nama panggungbanyak dari mereka malah tidak terkenal dengan nama aslinya. Contohnya saja hyung-hyungku itu, Leeteuk-hyung, Kangin-hyung, Yesung-hyung, dan Eunhyuk-hyung.

Eodi Eunhyuk oppa?” tanyanya dengan wajah kusut.

“Ada di dapur sepertinya ..” tebakku. LJ langsung menuju ke dapur setelah menanggalkan segala material incognito-nya di sofa. Aku sedikit penasaran kenapa muka LJ begitu sedih.

“Oppa!” teriaknya sambil memeluk Eunhyuk-hyung. Dan LJ menangis di dada Eunhyuk-hyung. Leeteuk-hyung yang juga berada di dapur segera keluar. Leeteuk-hyung mengarahkan pandangannya padaku dan menerbangkan pertanyaan padaku.

Wae?” tanyanya tanpa suara. Aku mengedikkan bahu tanda tidak tahu.

“Hei, jagiya? Kenapa?” Tanya Eunhyuk-hyung sambil memegang kepala LJ dan menjauhkannya dari dadanya.
“Jaeun oppa…Jaeun mati” katanya di sela-sela tangisnya.

“Jaeun? Dongsaengnya atau Eonni-nya?” tanya Leeteuk-hyung keluar dari kamarnya karena ingin tahu apa yang terjadi pada LJ. LJ segera membalikkan kepalanya dan melihat Leeteuk-hyung dengan tatapan tidak suka.

Jaeun uri ttal” ceplosnya. Mataku dan mata Leeteuk-hyung membulat lebar. Kaget setengah mati pada apa yang dikatakan LJ. Umurnya belum genap 18 tahun dan dia sudah …aku menelan air liurku dengan susah payah. Walaupun setahuku Eunhyuk-hyung sedikit egois dan ingin menang sendiri, dia ini masih polos kadang bahkan sedikit bodoh, jadi tidak mungkin kalau dia..

“Hei, Lee Hyuk Jae! Kau menghamilinya?” tanya Leeteuk-hyung dengan nada tinggi, tapi tidak ada sedikitpun emosi marah di sana .Dia juga tampaknya kaget sendiri dengan suara tinggi yang keluar dari mulutnya.

Andwae!” kilah Eunhyuk-hyung cepat. LJ juga menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Jaeun itu anjing kami.” Tambah Eunhyuk-hyung.

Aku memutar mataku. Astaga aku kira Eunhyuk-hyung memang melakukannya. Pasangan ini memang lucu sekali. LJ kembali tersedu-sedu ketika menceritakan bagaimana si anjing husky itu tertabrak motor delivery service jjajangmyon.

Uljima…kita bisa beli lagi, khan?” kata Eunhyuk-hyung sambil membasuh air mata yang ada di pelupuk LJ.

“Oppa, dia anak kita khan? Apa oppa tidak sedih? Nanti bagaimana kita merayakan anniversary kita?” LJ tampaknya tidak begitu terima kalau Eunhyuk-hyung begitu saja melupakan”anak” mereka yang mati ditabrak itu.

“Lalu kau mau oppa bagaimana? Apa perlu kita buat anak betulan?” Eunhyuk-hyungmemang suka bercanda rupanya, kalau dia benar-benar serius tentang perkataanya berarti dia gila.

“OPPA!” LJ berteriak sambil memukul dada Eunhyuk-hyung. Eunhyuk-hyung langsung memeluk sambil menenangkan.

“Kau sudah menguburnya?” tanya Euhyuk-hyung sambil mengelus puncak kepala LJ. LJ mengangguk dalam pelukannya.

“Nanti aku juga ingin melihatnya, setelahnya kita beli anjing lagi ya?” tawar Eunhyuk. Kepala LJ langsung menengadah ke arah Eunhyuk-hyung yang memang berselisih cukup jauh.

“Tapi yang ras beagle, Oppa…mereka lucu.” Eunhyuk-hyung mengangguk sambil sekilas mencium kening LJ, walaupun cepat kami, alias aku dan Leeteuk-hyungbisa melihatnya dengan cukup jelas.

“Hei kalian ini! Cepat cari kamar sana, bikin iri aku sama Kyuhyun saja!” Leeteuk-hyung yang memang sedang dalam posisi “solo” tentu saja panas melihat adegan penuh romansa itu.

“Kenapa aku diseret-seret, aku tidak merasa terganggu. Silakan dilanjutkan” kataku sambil mempersilakan pasangan itu kembali ke mode in love mereka.

“Kita ini khan single, Kyuhyun-ah…apa kau tidak sirik melihat mereka mesra-mesraan di depanmu?” Leeteuk-hyung ngotot. Aku masih bisa mendengar nafas Hyuk-hyung yang berat, sepertinya dia tahu kalau Leeteuk-hyung sedang berbohong. Siapa sih member yang percaya kalau dia ini single? Diantara Super Junior dialah yang paling buaya.

“Kalau begitu seharusnya kita yang menyingkir hyung. Lagipula aku sedang berusaha untuk tidak menjadi single..” kataku sambil memamerkan ponselku. Dan muka Leeteuk-hyung pun memberengut karena dia sudah tidak punya sekutu yang sejalan dengannya.

Aku melanjutkan aktivitas membalas dan mengirim pesanku. Dan lagi-lagi aku nyengir tidak jelas. Tapi dari sana aku tahu kalau dia setengah Korea, dia kelahiran Indonesia. Dan alasannya datang ke Korea adalah karena dia harus mengikuti terapi untuk penyakitnya, entah ini benar atau bohong karena aku merasa dia setengah bercanda. Lalu aku juga baru tahu kalau dia lebih muda dua tahun dariku, dan aku memaksanya memanggilku oppa. Kekanak-kanankan memang, tapi biarlah. Aku juga ingin ada orang yang menuakan aku, karena aku yang paling muda di sini aku tidak punya otoritas seperti itu.

Hari ini dia sedang mencari toko optik, sendirian, tidak ada yang menemaninya. Aneh sekali ibunya, ketika ibunya tidak menemainya dia tidak menjawab. Padahal dia tidak begitu kenal kawasan Seoul. Dia mau mengganti kontak lensanya yang sudah kadaluarsa, tapi tidak begitu tahu di mana toko optik yang bagus. Aku bilang saja toko optik langgananku di mana aku sering membeli lensa kontak. Dan ketika kutanya dia suka memakai warna apa, di bilang dia suka memakai warna bening karena tidak begitu berani memakai warna-warna lain. Takut tidak cocok, katanya. Aku mengusulkan dia memakai warna nude brown atau natural black, Seohyun suka memakai warna itu, dan dia terlihat cantik. Dan aku menyuruhnya mengirimiku foto ketika dia memakai lensa kontak itu, sehingga aku bisa memberinya masukan.

Sekitar 20 menit kemudian aku menerima tiga buah foto. Foto yang menghadirkan 3 mata dengan ukuran yang besar. Aku melihat matanya yang dilapisi lapisan coklat, dan ketika aku menggeser slide foto di ponselku, aku melihat matanya yang berwarna hitam, dan di foto paling akhir ku temukan matanya dengan selaput pelangi aslinya. Aku bisa melihat tekstur gelang matanya yang indah. Tidak hitam maupun coklat tapi perpaduan di antara keduanya. Anehnya aku seperti tersihir oleh mata itu dan seperti menemukan sebuah jawaban yang anehnya ketika aku bahkan tidak bertanya.

To : Jung Yoora
Aku rasa kau benar…kau cantik dengan warna matamu sendiri

Aku segera mengetikkan pesan itu padanya. Aku ingin segera melihat mata itu lagi secara langsung. Aku segera ingin bertemu dengannya. Dengan si pemilik mata itu.

Dulu aku menganggap kaki indahlah yang bisa membuatku begitu terpesona, siapa yang menyangka kalau sebuah mata bisa membuatku begitu tak berdaya.

Jung Yoora! Kau sungguh membuatku gila!

—————————————–to be continue—————————————

A/N : Okay, heloo my supa dupa readers 😀

biar nggak bingung nih LJ itu juga sama-sama artis, dia penyanyi solo yang lagi menapaki karirnya.

oke mungkin aku tahu part ini semacam udah basi duluan, soalnya jedanya ama yang part 2 emang ga kira-kira. Maaf ya reader *bow*

sebenernya ini yang part ini itu 2 bagian yang aku jadiin 1, soalnya kemaren yang 2nd Piece ada yang bilang kalo that was such a short chapter, so aku gabungin aja deh part 3 ma part 4 . . semoga kalian bisa nikmatin kelanjutan kisah si magnae ini 😀

author : ambellminumkopi

15 Comments (+add yours?)

  1. neneng
    Feb 27, 2011 @ 15:57:36

    good

    Reply

  2. erika
    Feb 27, 2011 @ 16:39:40

    Lain kali kira2 dong.nunngunya nyaris 4bln!
    Huaaa keren.ayooo lanjutiiiin

    Reply

    • ambellminumkopi
      Mar 04, 2011 @ 16:52:14

      sebenernya ak uda kirim ini dari dulu . . . tapi ak g pernah ngecek uda di publish apa belom, ak juga lupa kalo ternyata ff aku ini ga dimuat krn ada karakter girlband lain. maaf ya ^^

      Reply

  3. iheartevilkyu
    Feb 27, 2011 @ 22:19:08

    huwe~ finally!
    aku udah lama nungguin ini ff ;_______;

    huahahahaha ngakak deh pas bagian si kyu nyebutin ‘film romatis kacangan favorite donghae hyung’ apalagi ngebayangin dia nemenin donghae nonton itu film xDD

    pas bagian LJ sama eunhyuk juga seru deh.. lucu.. romantis gimana gitu.. suka karakter mereka berdua deh

    Reply

    • ambellminumkopi
      Mar 04, 2011 @ 23:00:03

      hahaha salah satu trivia milik donghae yang nggak bisa aku lupain adalah senengnya dia liat film romantis dan berusaha menimitasinya 😀

      Reply

  4. choaidhakyu
    Feb 28, 2011 @ 12:04:34

    akhiiiiiiiiiiiirrrnya keluar juga… udah lama nungu ini ff 😀 ninggalin jejak dulu deh author ^^ *plaaaaaak*

    Reply

  5. alfi rahmawati
    Feb 28, 2011 @ 14:14:47

    lanjut lanjut

    Reply

  6. dindiduns
    Feb 28, 2011 @ 21:22:40

    huweeeee aku ketinggalan banget ini TT___TT mau minta link yg part 1 sm 2 nya doooong ekekke

    Reply

  7. cho's2203
    Mar 01, 2011 @ 22:02:02

    PPali cpat lanjut,, lama bgt aq nunggu ff ini! -_-

    Lanjutan’a jng lama2 y.. 🙂 I like it!

    Reply

  8. Minkijaeteuk
    Sep 30, 2011 @ 01:29:47

    kyu kyk y udah kecantol ma yoora, baru kali ini baca ff yg kyu y rada2 ngejar cwe yg di sukain kkk…..
    eomma y yoora knp ngak mau nemenin anak y yg mau periksa, tega bgt!!!! eomma y kyk ngak peduli gitu……….
    eomma y yoora knp ngak mau nemenin anak y yg mau periksa, tega bgt!!!! eomma y kyk ngak peduli gitu…..

    Reply

  9. Arissa Kwon/Mii Na Song
    Oct 09, 2011 @ 18:55:26

    keren..
    si magnae jatuh cintrong..
    next part 4

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: