Who are you-part 1

Author: yunimbum

Who are you?

Hmmm, hari ini akan diadakan Ujian Akhir Semester di sekolah. Mungkin untuk sebagian besar teman-temanku ujian adalah hal yang mereka takuti karena segala sesuatunya akan ditentukan di akhir semester ini, apakah mereka naik kelas atau tidak. Sama halnya denganku, aku juga merasa takut menghadapinya. Tetapi bukan takut karena tidak bisa mengerjakan atau apa, tetapi takut kalau-kalau nilaiku itu turun. Mungkin mendapat predikat juara satu selama empat semester berturut-turut adalah hal yang biasa, tetapi mempertahankannya yang sangat luar biasa perjuangannya. Aku harus berusaha keras mempertahankannya agar aku tetap mendapatkan beasiswa di sekolah paling elite di kota dimana aku tinggal sekarang. Yeah, Exelent High School, sekolah bertaraf internasional. Tempat dimana para anak-anak dari kalangan high class mengemban ilmu. Sementara itu, kaum marjinal seperti aku sangat sedikit di sekolah ini dan bahkan bisa dihitung dengan jari. Mengingat biaya sekolahnya pun cukup tinggi sehingga membuat orangtua murid lebih memilih sekolah yang biasa-biasa saja ketimbang sekolah kami yang keunggulannya telah termasyur di seantero kota ini. Hanya murid-murid berprestasi dan mendapat beasiswa saja dari kaum minoritas seperti kami yang memiliki kesempatan mencicipi kemegahan dan segala fasilitas yang paling lengkap di sekolah ini. Dan tentu saja, selebihnya penghuni sekolah ini adalah mayoritas murid-murid dari kalangan high class. Awalnya aku tidak mau bersekolah di tempat ini karena aku merasa ini bukanlah tempatku. Ini adalah sekolah dimana anak-anak didiknya mungkin tidak pernah naik bis saat ke sekolah, tidak pernah mau makan di kaki lima, atau bahkan tidak pernah memakai kamar mandi umum sepertiku jika air di rumah sedang bermasalah karena telat membayar rekening air. Ini adalah sekolah dimana anak didiknya  biasa pergi ke salon, mempunyai hobi main golf yang alat-alatnya saja lebih mahal dari uang sekolah, biasa memakai mobil-mobil mewah saat ke sekolah, mempunyai koki khusus di rumah untuk menyediakan makanan yang enak-enak dan mungkin saja keran kamar mandi mereka terbuat dari emas (itu juga kalau ada). Sementara dibandingkan denganku, itu sangat kontras. Mereka punya uang untuk segalanya yang mereka mau sementara aku, nihil. Tapi hal yang sangat membuatku terus bertahan di sekolah ini adalah karena eommaku. Eommaku sangat bangga dengan anaknya ini yang mampu servive di Exelent High School. Kebanggaan yang terpancar dari wajahnya setiap kali aku pulang dan bertanya “kau sudah pulang? Pasti capek” adalah pemompa semangat yang tidak akan ada habisnya untukku mengemban ilmu. Aku, Park Heini berjanji akan bersungguh-sungguh dan tidak akan mengecewakan orang tuaku.

Tanggal 23 Agustus 2007. Seperti biasa, aku pergi ke sekolah dengan mengendarai sepeda miniku yang keberadaannya tidak lepas dari hidupku. Ini adalah sepeda yang dibelikan eomma semester lalu. Sebelum ada sepeda ini aku biasa naik bis, tetapi sekarang aku lebih memilih naik sepeda ke sekolah karena jarak sekolahku juga tidak begitu jauh dari rumah. Sesampainya di halaman sekolah, aku sudah disambut dengan lambaian tangan sahabatku dari koridor yang jauhnya hampir lima belas meter dari tempatku berada. Aku tahu dari caranya tersenyum dengan puppy eyesnya dan berpura-pura menggorok lehernya dengan tangan mengisyaratkan bahwa dia mengatakan “kau harus membantuku kali ini. Jika tidak aku akan mati” hahaha dia selalu bilang “kali ini” tetapi kenyataannya dia memintaku membantunya setiap kali Ujian. Tapi itu bukan masalah bagiku, aku senang membantunya karena dia hanya meminta bantuan di pelajaran seni selebihnya otaknya cukup encer jika dikomando mengerjakan soal-soal ujian yang lain. Dia juga sama sepertiku, mempertahankan beasiswa. Aku memberikan jawabanku dengan cara tertentu agar pengawas ruangan tidak tahu. Bukan seperti kebanyakan murid bodoh yang tak tahu taktik menyontek yang benar dan rapi sehingga mereka tertangkap tangan sedang menyontek. Kim Heakyu, dia adalah anak dari pemilik rumah makan yang sederhana di pinggiran kota Seoul.  Jika, dibandingkan denganku, strata sosialnya lebih tinggi sedikit karena ibuku hanya seorang guru SD di sekolah biasa di Seol dengan gaji yang rendah.

Aku terus saja memandangnya dan turut melambaikan tangan yang tanpa kusadari di depanku ternyata ada sebuah mobil-entah mobil siapa itu-dengan kecepatan yang relative kencang memaksaku untuk membanting setir dengan cepat dan membuatku beserta sepeda kebanggaanku itu terperosok di bahu jalan halaman sekolahku. BRAAAKKK!!!!!! Kepalaku pusing dan rasanya seperti berkunang-kunang. Pandanganku gelap dan tercium bau anyir entah itu dari mana asalnya. Badanku seperti hancur berkeping-keping.

***

Tunggu, bau apa ini? sepertinya bau yang agak asing. Bukan seperti bau pewangi ruangan murahan yang biasa aku beli di pasar dan biasa aku semprotkan ke kamarku. Seperti bau obat atau semacamnya. Ini tempat apa? aduh, kepalaku kenapa ini? rasanya mau pecah, badanku juga terasa ngilu. Mataku susah untuk dibuka. Apa yang terjadi? Heini, Ingat-ingat apa yang terjadi’. Aku berusaha berkonsentrasi. Aku berusaha mengingat-ingat kejadian sebelum ini.

Ah iya. Terakhir kali aku berangkat sekolah dan aku melambaikan tanganku pada Haekyu. Tapi tanpa aku sadar ada mobil melintas di depanku dan aku terperosok di bahu jalan karena membelokkan setirku dengan cepat dan tak terkontrol. Ah, brarti kemungkinan besar aku di rumah sakit. Heuh, separah itu kah keadaanku sampai harus di sini? Lalu bagaimana dengan ujianku? Oh tidaaaaakkk, aku harus bangun dan kembali ke sekolah. Kalau tidak bisa lenyap beasiswaku’ aku mencoba untuk membuka mataku sedikit demi sedikit. Tapi susah. Seperti ada sebotol lem yang kompak mengapit kelopak mataku. Aku mencobanya lagi dan lagi. Dan aku berhasil! Aku memandangi ke sekeliling ruangan dengan tatapan sedikit heran. Ruangan ini begitu luas. Ada peralatan medis yang lengkap di samping kiri dan kanan bangsal. Seperti di kamar hotel, tapi bedanya ada suster dan peralatan medis.

“Kau sudah sadar nona Park? Bagaimana keadaanmu?” seorang wanita dengan seragam putih menghampiriku.

“Iiiya. Sedikit pusing” jawabku sedikit terbata.

“Itu mungkin efek dari obat. Kau akan baik-baik saja. Aku periksa tekanan darahmu dulu ya.” suster itu langsung membongkar tensimeternya dan menggunakannya sesuai dengan fungsinya.

sepertinya eomma telah menggadaikan rumah untuk pelayanan rumah sakit ini. Eomma, apa yang kau lakukan? Mau tinggal dimana kita nanti?’ hatiku terus berkecamuk, terus bertanya-tanya kenapa bisa sampai di rumah sakit dan pelayanan yang mungkin pada kelas VIP ini.

“Tekanan darahmu normal.” Suster itu mengagetkan lamunanku.

“Suster, apa aku boleh pulang sekarang? sepertinya orangtuaku tidak akan sanggup membayar biaya rumah sakit yang begitu mewah ini. ditambah lagi aku harus ujian. Kau tahu ‘kan Exelent High School? Aku sekolah di sana dan jika aku tidak mendapat nilai bagus, bisa-bisa kepala sekolah mencabut beasiswaku. Jadi aku mohon, ijinkan aku pulang hari ini ya” aku panik tetapi suster itu hanya memanangku dengan tatapan heran. Seperti sedang melihat elien yang berbicara dengan bahasa planetnya dan tidak mengerti artinya apa.

“Apa yang kau katakan? Bukankah  kau sudah lulus dari sekolah itu tiga tahu  yang lalu?” suster itu masih heran memandangku.

“Mwo???? Tiga tahun lalu??? Suster, aku di sini karena insiden kecil. Aku terperosok di bahu jalan saat di sekolah tadi dan sekarang aku harus kembali secepat mungkin untuk kembali ujian” aku mencoba menjelaskan pada wanita dihadapanku ini tetapi wanita itu tetap menatapku heran.

“Kau kecelakaan mobil nona. Bukan terperosok dari sepeda.”

“Iya, aku tahu. Aku terperosok dengan sepedaku di bahu jalan karena ada mobil di depanku.”

“Bukan. Bukan itu maksudku. Dari laporan yang aku terima, kau kecelakaan mobil saat sedang dalam perjalanan dari Bucheon ke Seoul. Dan kau mengendarai mobil BMW-mu sendiri. Apa kau lupa?” suster itu menatapku lekat dan aku masih bingung.

“Jinjja? Bucheon? BMW? Apa kau gila suster? Jangankan mengendarai BMW, mobil murahan pun aku tak punya. Bagaimana bisa aku mengendalikannya? Aku hanya bisa naik sepeda, suster. Dan aku harus kembali ke sekolah. Bucheon? Mau apa aku di sana?” aku menutup mukaku dengan kedua tanganku. Tak percaya dengan semua hal yang baru saja kudengar.

“Nona, kau bukan anak SMA lagi. Kau adalah model papan atas. Kau ingat itu?” dia mencoba meyakinkanku.

“Model???” aku hanya bisa menggeleng dan semakin tidak percaya dengan semua yang aku dengar saat ini. suster itu langsung keluar dari kamarku dan menghilang di balik pintu.

Beberapa saat kemudian, suster itu datang lagi bersama dengan dokter. Dokter memeriksa mataku dengan senter yang biasa aku lihat di TV. ‘MBW? Model papan atas? Sepertinya aku sedang bermimpi. Hah? Apa yang terjadi dengan suster tadi? Apa dia suster gadungan yang disewa untuk mengerjaiku?Tapi siapa yang mau mengerjaiku dengan cara konyol seperti ini?.’

”Apa gejala transient global?” Tanya dokter itu pada suster yang berada d sampingnya.

“Sepertinya bukan. Mungkin retrogade karena dia hanya lupa kejadian sebelum insiden. Hanya sebagian. Setidaknya ingatan tiga tahun terakhir ini.” suster itu menjelaskan pada dokter, tetapi aku tidak tahu apa yang dikatakannya dengan istilah medisnya. Sang dokter hanya mengangguk dan menoleh kepadaku.

“Apa anda ingat siapa namamu?”

“Heini. Park Heini”

“Nona, apa anda ingat kemarin tanggal berapa?” tanya dokter.

“Tanggal 22 Agustus” jawabku singkat

“Tahun?”

“2007. Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian? Jebaaaal, kalian membuatku bingung” aku memelas karena benar-benar kebingungan.

“Tolong ambilkan majalah hari ini.” kata dokter pada suster dan suster hanya mengangguk meninggalkan kami berdua.

“Apa anda ingat kapan anda berulang tahun?” tanya dokter itu seperti sedang mengintrogasiku

“Dua bulan lagi. Tepatnya tanggal 15 oktober. Wae? Kenapa dokter menanyakan hal itu?”

“Berarti ulang tahun anda sudah lewat karena ini adalah bulan November”

“MWO???” aku semakin tidak percaya dengan semua yang ku dengar. Belum genap delapan belas tahun usiaku tetapi dokter sinting ini bilang kalau ulang tahunku sudah lewat. Kapan aku merayakannya?

Suster itu kembali ke hadapan kami berdua. Dia menyerahkan majalah Forbes dengan sampul depan memuat wajah namja cute asal Kanada bernama Justin Bieber yang sekarang sangat digandrungi remaja di hampir seluruh penjuru dunia. ‘Siapa Justin Bieber? Aku baru melihatnya. Film, Harry Potter and the Deathly Hallows-part 2 akan beredar tahun depan????jangankan yang ini, yang Harry Potter and the Half-Blood prince dan Harry Potter and the Deathly Hallows-Part 1 saja aku belum nonton. Ini gila? Terakhir aku nonton Harry Potter and the Order of the Phoenix dengan Haekyu bulan lalu. Bagaimana aku bisa lupa atau bahkan melewatkan film yang selalu aku tunggu-tunggu ini?’ aku terus membolak-balik majalah itu seakan masih tidak percaya dengan yang aku hadapi. Tanggal yang tertera juga tanggal 5 November 2010.

“Tidak usah khawatir. “aku mendongak dan menatap dokter yang berada di hadapanku.

“Kau hanya kehilangan sebagian ingatanmu dan biasanya ingatan itu akan kembali lagi dengan berbagai terapi. Tetapi, sejauh ini dengan menjalani aktivitas sehari-hari kebanyakan pasienku kembali mengingat masa lalunya lebih cepat. Kau tenang saja.” Dokter itu mengembangkan senyumnya sambil menyelipkan kedua tangannya di dalam saku.

“Apa.. Apa aku amnesia seperti yang biasa aku lihat di TV, dok? Apa aku bisa sembuh, Dok?” tanyaku terbata-bata karena tidak percaya. Sebenarnya dari tadi aku juga tidak percaya.

“Hahaha, anda terlalu mendramatisir. Iya, anda amnesia. Tetapi ini jenis amnesia ringan, namanya retrogade amnesia. Pasien tidak mampu mengingat seluruh atau sebagian ingatannya sebelum insiden terjadi. Penyebabnya macam-macam seperti  trauma psikis, tumor, stroke, kecelakaan dan sebagainya. Anda tidak perlu cemas karena anda hanya kehilangan sebagian memori tiga tahun terakhir. Kemungkinan besar ingatan anda bisa kembali lagi seiring berjalannya waktu.” Papar dokter itu sedikit terkekeh.

“Bagaimana kalau tidak kembali?” tanyaku sedikit cemas.

“Kemungkinan ada ingatan itu tidak kembali. Tapi kecil. Oke, nona Park. Saya harus kembali menemui beberapa pasien lagi. Jika butuh sesuatu, anda tidak perlu sungkan selagi saya tidak sibuk. Permisi.” Dokter itu membungkuk dan keluar meninggalkanku dengan suster yang bernama Kim Misum (aku melihat name tagnya)

“Kau dengar ‘kan? Kau tidak akan apa-apa. Kau akan pulih lagi, jadi jangan cemas.” Suster itu tersenyum melihatku yang masih tertegun.

“Suster…” aku ingin menanyakan sesuatu yang sedari tadi sudah menggelitik bibirku. “kalau aku amnesia, kenapa aku bisa mengingat namaku, ulang tahunku dan sebagainya? Padahal yang aku lihat di drama-drama biasanya mereka lupa identitasnya. Tapi aku tidak.”

“Hahahaha…”suster itu malah terkekeh. “Kau terlalu mendramatisir. Kasus itu sangat jarang sekali terjadi. Jadi jangan terlalu percaya dengan ceita-cerita fiksi seperti itu. Dan ingat, jangan mudah percaya pada orang-orang yang mengaku kenal denganmu jika kau memang tidak ingat pernah mengenalnya. Kau harus lebih berhati-hati. Terkadang orang-orang jahat memanfaatkn keadaanmu. Istirahatlah, biar pikiranmu lebih tenang. Sebentar lagi mungkin orangtuamu ke sini.” Kemudian suster itu keluar dari kamar ini.

Gila? Iya mungkin dunia ini sedang gila. Aku tidak ingat pernah mengendarai BMW. Model papan atas? Apa lagi ke Bucheon. Kamar rumah sakit kelas VIP. Siapa yang membayar semua ini? aku? Atau Eomma? ARRRRRRGGGGGGHHH!’ aku hanya mengumpat-umpat dalam hati karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi tak lama kemudian, pintu kamar terbuka lagi. aku melongok dan mendapati wanita paruh baya yang tidak lain adalah Eommaku sedang berjalan menuju tempat tidurku dan belakangnya ada adik laki-lakiku, Heiji.

“Hai, noona. Aku dengar kau amnesia ya? apa kau ingat aku?” tanya Heiji dan menatapku dalam-dalam.

“Bagaimana aku lupa? Kau kan suka meminjam uangku. Kembalikan hutangmu itu.” Dikira aku lupa segalanya apa.

“Kau ingat padaku, noona ? Kata dokter kau amnesia.” Wajah Heiji tampak tak percaya.

“Ne… Tapi hanya tiga tahun terakhir ini yang hilang. Dan aku juga tidak ingat kalau kau sudah setinggi ini.” aku mengamatinya dari bawah ke atas. Terakhir aku ingat dia masih bocah SMP yang aku pikir tingginya tidak akan menjulang seperti sekarang ini.

“Yeah, tapi kau masih mengingat hutang-hutangku padahal kau sudah kaya raya sekarang.” dia mengeluh

“Kaya raya? Bahkan aku tidak pernah ingat pernah mengendarai BMW atau memilikinya. Aku juga tidak pernah merasa bisa memakai high heels dan menjadi super model atau apalah itu. Heuh…” aku hanya mendengus mendapati kenyataan ini.

“Yeah, dan kau juga lupa kalau kau biasa memberiku uang setiap kali aku membutuhkan?”

“Mwoo? Memberimu uang? Ah entahlah, aku lupa. “Aku menyerah dengan kenyataan-kenyataan yang aku sendiri merasa tidak pernah melaluinya.

“Heiji, sudah. Sudah tahu noonamu sedang amnesia.” Eommaku yang Nampak lebih tua ini memandangiku. “Kau sudah baikan?”

Aku mengangguk dan sedikit muram“Tapi kenyataan ini membuatku pusing”

“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Nanti juga akan kembali lagi ingatanmu itu. Bersiaplah. Sepertinya kau perlu menyisir rambut dan merapikan mukamu. Sebentar lagi yaghonja-mu datang.” Eomma hanya tersenyum tapi itu malah seperti petir di langit yang cerah untukku.

“MWOO? Tunangan???”

“Iya. Tunangan. Apa kau juga lupa?” eomma menatapku lekat-lekat. Dan aku hanya bisa menggeleng.

Tuhan,cobaanmu begitu rumit. Aku frustasi. Ibuku bilang tunanganku akan ke sini. Seumur hidupku aku belum pernah pacaran-seingatku seperti itu. Siapa dia? Apa dia tampan? Atau tidak? Sama sekali aku tidak mengingatnya. Aku benar-benar bisa gila dengan keadaan ini. Ibuku kembali ke kamar mandi yang ada di dalam ruangan.

“Dia sangat baik…” Heiji menatapku.” walaupun…” kalimatnya terpotong.

“Walaupun apa?” aku menatapnya malas tetapi tidak kupungkiri kalau aku juga penasaran.

“Walaupun perutnya buncit dan dia harus operasi wajah.” Dia sedikit tercekak saat mengatakan itu.

“Kenapa wajahnya?”

“Buruk… rupa” dia ragu-ragu menjawabnya.

“Mwo? Jinjja?” tanyaku terkesiap. Halah, lagi-lagi kenyataan pahit yang aku dapati.

“Kau harus sabar ya. Tapi dia adalah orang yang paling baik yang pernah kau kenal. Percayalah” dia berusaha meyakinkanku walaupun kenyataannya aku sangat syok karena mendengarnya. Seperti mendengar dongeng-dongeng dari Indonesia yang judulnya lutung kasarung atau putra buruk rupa yang mendapat putri cantik-Setidaknya kata orang aku model papan atas- sepertiku.

“Apa aku mencintainya?” mengolah pertanyaan ini sangat susah sekali bagiku karena untuk membayangkannya harga diriku tak terima.

“Kau sangat mencintainya. Ya kan, Eomma?” dia berpaling pada eomma yang keluar dari kamar mandi.

“Eomma, apa aku sangat mencintai tunanganku yang buruk rupa itu?” tanyaku berusaha tabah.

“Maksudnya buruk rupa?” eomma terlihat heran. Tetapi Heiji malah cekikikan melihat ekspresiku yang mau bunuh diri ini.

“Hei, kau mengerjaiku ya?” aku langsung melempar bantal ke arah Heiji.

“Heiji! Apa yang kau katakana pada noona-mu? Sudah tahu noonamu sedang sakit, kau malah mengerjainya” eomma terlihat jengkel dengan kelakuan putranya itu. Tapi paling tidak aku sedikit lega karena hal yang aku bayangkan ternyata adalah kebohongan walaupun aku belum dengar kenyataannya apa.

“Lihatlah mukamu itu. Kau lucu sekali. Hehehehehe” dia masih cengengesan seperti dulu. seperti sebelum aku hilang ingatan.

“Pabo!” kataku lagi kemudian aku menoleh ke arah eommaku.

“Dia sangat tampan. Kau yang memilihnya dulu. Bersiaplah, jangan biarkan dia menunggu. Sebentar lagi dia datang” Eommaku menenangkan hatiku.

“Tampan? Setampan apa?” tanyaku tidak percaya.

“Kau ingat namja yang bernama Siwon?”

Aku berfikir sejenak dan terlintas di benakku seorang namja berseragam sekolah yang sangat tampan di EHS. Pria yang sudah seperti selebriti di sekolah karena sangat tampan dan populer. Yeah, aku tidak tahu motif yeoja-yeoja yang sangat ingin mendapatkan hati namja itu apa, entah tulus dari hati mereka atau karena dia anak tunggal dari pengusaha property tersukses di Korea. Aku tidak peduli. Tapi apa benar yang dimaksud eommaku adalah Siwon yang kubayangkan sekarang? apa ada Siwon-siwon yang tidak popular di sekolah dan aku tidak mengenalnya? Kalau yang dimaksud ibuku adalah Choi Siwon, berarti semua ini apa berasal dari dia?

TBC

Oh iya, sebelumnya. Annyeong haseyo! Yunimbum imnida. *author bungkuk-bungkuk* .Gomawo, ya teman-teman sudah membaca FF pertama saya ini. Saya  sudah lama jadi silent reader tapi baru kali ini mencoba membuat FF. Kalau banyak kekurangan mohon dimaafkan. Kritik membangun sangat saya butuhkan. Ikuti terus ceritanya ya *mengharap.com*

19 Comments (+add yours?)

  1. Fara_Elfish
    Mar 07, 2011 @ 09:55:01

    Bagus 🙂

    Wahhh ada Dongek . . Dongekx kapan keluar? *Narik2 author*
    Ayo cepetan Lanjut gak sabar

    Reply

  2. Kim Mi Hi
    Mar 07, 2011 @ 10:05:27

    Lanjut!! Penasaran..

    Reply

  3. neneng
    Mar 07, 2011 @ 10:19:12

    seruuuu……….
    Lanjutanx cepetan ya,penasaran nih…xixixi

    Reply

  4. HyunJae_HyukJae
    Mar 07, 2011 @ 10:43:23

    Kirain pernah bc, tyata bkan hahaha,,
    bagus bagus. Lanjut thor!

    Reply

  5. Sungie-Hae
    Mar 07, 2011 @ 10:44:03

    ceritanya seru~~~
    lanjutannya ASAP, ya ^^ *puppy eyes* 🙂

    Reply

  6. Leedantae
    Mar 07, 2011 @ 11:45:26

    ini terinspirasi dari 18 vs 29 ya? Yg main choi siwon juga..

    Reply

  7. fishae
    Mar 07, 2011 @ 12:43:18

    ceritanya seru….tadinya kupikir tunangannya Donghae, eh ternyata Siwon!yah….
    Donghae kpn kluarnya???
    lanjutannya harus ada Donghae yah!^^

    Reply

  8. yunimbum
    Mar 07, 2011 @ 13:32:01

    gomawo udah bca. . .

    ini sbenernya udah slesai sampai part 6.

    knp jd bnyak yg bilang kalau mirip 18vs29 ya?
    sama sekali enggak kok. . .
    kalian bca aja sampai part selanjutnya, pasti beda.

    yang mau bca part selanjutnya add aku post di http://www.fanficsuperjunior2011.wordpress.com

    maaf ya admin, aku ga lanjutin ngrim part berikutnya. masalahnya dah aku publish di WP-ku. tanpa mengurangi rasa hormat, jeoungmal mianhamnida. . . #bow

    Reply

  9. indria
    Mar 07, 2011 @ 13:47:17

    seru!
    kaya 18 vs 29, tp ini kebalikannya!
    seru! XD
    lanjut2!
    thor kalo boleh usul partnya jgn bnyak2 ya, tp ini cuma usul kok…
    hehe

    Reply

  10. Amanda DongdongHae
    Mar 07, 2011 @ 15:52:41

    aiyoyoo..
    ada dongenya?
    huaaaaa
    kaga sabaran mau liat aksi suamiku.
    @plaakkk
    lanjut thor

    Reply

  11. han gi
    Mar 07, 2011 @ 18:42:18

    Nice .
    Penasaran banget

    Reply

  12. VeeKyu
    Mar 07, 2011 @ 20:43:50

    daebak, thor..

    sebenernya apa yg terjadi ma heini??
    pnasaran bgt..

    lanjuuttt, thor..

    Reply

  13. hyukjaEunhyuk
    Mar 07, 2011 @ 22:57:19

    ahh seru seru seru…..
    *ngacir ke blog author*
    itu dy lupa ingatan kyk yg di 18 vs 29 yak??
    Hahahaha…
    Cweknya lucu pas bingung2 gt 😀

    Reply

  14. Ai_rin
    Mar 07, 2011 @ 23:38:00

    Jadi inget 17 vs 23, haha
    Lanjutannya jangan lama2, thor! 😀

    Reply

  15. choidongkyung
    Mar 08, 2011 @ 07:47:28

    Ayoook author lanjuuut 😀

    Reply

  16. the dreamer~hae
    Mar 08, 2011 @ 14:28:36

    ceritanya keren^^

    Reply

  17. D~
    Mar 08, 2011 @ 18:04:16

    Keren~!! Bagus~!! Cuma masih ga mudeng itu bagian dia bangun terus lupa ingatan #babo. Lanjutannya ditunggu~!! (Y)

    Reply

  18. Meisya
    Mar 12, 2011 @ 19:18:20

    lanjut thor seru euy hehehe

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: