Your brother make me crazy (Part 1)

Hohoho pertama kalinya kirim ff ke sini. Happy reading ^^

“ i love you.”

Rasanya seperti terbang ke angkasa mendengar kalimat itu. Ya, aku yakin semua orang akan merasakan hal yang sama jika mendengarkan kalimat itu, apalagi kalimat itu khusus ditujukan untuknya. Aah benar-benar seperti sedang melayang di surga. Dan akan lebih membahagiakan lagi jika orang yang mengatakan itu adalah orang yang kita suka. Seperti yang aku alami sekarang ini.

Orang yang selama ini hanya bisa kukagumi, dan orang yang selama ini menjadi kekasihku hanya di dalam mimpiku, sekarang berada di hadapanku dan menyatakan rasa cintanya kepadaku. Choi siwon. Siapa yang tidak mengenalnya? Dia yang begitu dikagumi banyak orang malah mengagumi orang biasa seperti diriku. Siapa yang percaya? Aku sendiri tidak. Tapi ini benar-benar bukan mimpi.

Pipiku terasa panas, aku yakin sekarang wajahku memerah. Dan oh! Perkataannya itu sukses membuatku tak berkutik cukup lama. Bahkan aku kesulitan bernapas. Sementar dia terus menatapku lembut. Senyum malaikatnya itu tidak pernah lari dari wajahnya. Kurasa dia ingin membuatku mati membeku.

Sekarang aku sanggup menguasai diriku, setelah sekian menit mematung tentunya. Dan baru saja aku akan mengeluarkan suara, tiba-tiba seseorang berteriak memanggil namanya.

“ siwonnie!” kulihat orang yang berteriak itu berlari mendekati kami. Caranya dia berlari saja terlihat indah. Uh.. dasar artis! Aku hanya bisa menyumpah dalam hati.

Kini mata siwon beralih pada orang itu, “ ya hyung! kenapa berpenampilan seperti itu? Ini kan tempat umum.” Olok siwon begitu orang itu sudah berada di depan kami.

Kim heechul, namja itu hanya nyengir begitu mendengar amarah siwon. Siwon sampai berkata seperti itu tentu saja karena memang penampilan heechul tidak biasa. Heechul menggulung rambut hitamnya sampai atas kepalanya, kulitnya putih bersih seperti susu. Seperti itu membuat dirinya tampak sangat cantik, bahkan aku yang seorang yeoja asli saja kalah cantik dengannya. Ia mengenakan kaos putih yang depannya terdapat tulisan hangul yang bertuliskan ‘hee’ dan celana merah  merona ketat. Ditambah kaca mata besar yang bertengger di hidungnya yang mancung.

Heechul terkekeh, “ dengan begini orang-orang tidak akan mengenaliku.” Ya, kim heechul adalah salah satu anggota grup boy band yang sangat fenomenal di korea. Super junior. Di grup itu juga ada siwon yang baru saja menembakku.

“ tidak mengenalimu bagaimana? Lihat itu bajumu! Itu kan yang sering kau pakai di show.” Elak siwon membenarkan.

Heechul menunduk sebentar melihat bajunya, ia tertawa. “ aku ini kan penggemar beratnya kim heechul!” seru heechul membuat suaranya mengecil dan bergaya seperti perempuan. Tentu saja itu membuatku terkesima. Meskipun aku sering melihat dia bergaya seperti perempuan di televisi maupun di panggung, tapi tetap saja berbeda jika melihatnya secara dekat seperti ini. Tampak sangat alami. Aku saja tidak bisa seperti itu. Benar-benar membuatku iri.

“ aish! Terserah kau sajalah.” Ujar siwon pasrah. Aku tersenyum geli melihat wajahnya putus asa menghadapi sikap heechul.

“ yash! Kenapa sikapmu seperti ini? Aku sudah berkorban berpenampilan seperti ini untukmu. Shiro! Jinja shiro!” bentak heechul membuatku tersentak. Ini pertama kalinya aku melihat seorang idola besar marah-marah. Sedikit mengerikan.

Siwon menghempaskan napasnya, “ berkorban? Bukankah kau suka berpenampilan seperti itu?” sahutnya dengan nada menyindir.

“ cih! Tetap saja kau tidak boleh bersikap seperti itu padaku!” heechul membela diri. Ternyata benar apa kata orang-orang, dia itu bad temper.

“ arraseo yo. Kurae, aku yang salah. Mianhe hyung.” akhirnya siwon mengalah. Yah, memang lebih baik mengalah.

Heechul tertawa kecil. Jemarinya yang lentik seperti jemari perempuan itu menepuk pipi siwon beberapa kali. “ aigoo.. hari ini kau tampan sekali.” Ujarnya ringan.

Jelas saja aku melotot mendengarnya. Heechul bertingkah seolah sebagai yeojachingunya siwon. Apalagi dengan penampilannya yang seperti yeoja. Aku tidak bisa mengelak kalau aku.. cemburu. What? Andwae! Lucu sekali aku cemburu dengan heechul. Mereka kan sama-sama lelaki. Mana mungkin mereka memiliki hubungan spesial seperti layaknya namja dan yeoja. Kecuali kalau… andwae! Andwae!! Aku berusaha mengusir pikiranku.

Sepertinya siwon melihat kepanikanku. Ia segera melepas tangan heechul dari pipinya. “ hyung, aku ingin memperkenalkan seorang yeoja padamu.” Setelah mendengar perkataan siwon, heechul langsung menoleh padaku. Mendadak jantungku berpacu semakin cepat. Kenapa rasanya aku lebih gugup menghadapi heechul daripada menghadapi siwon?

Heechul mulai mengamatiku dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tatapannya seperti sedang menelanjangiku. Cukup menyeramkan sampai aku tidak sanggup membalas tatapannya.

“ namanya lee soo na. Aku baru saja menembaknya.” Lanjut siwon.

“ mwoya??” heechul tampak kaget.

“ ne. Dia baru saja akan memberi jawaban tapi kau tiba-tiba datang mengganggu.” Siwon memasang wajah kesal.

Wajah heechul yang cantik mendadak berubah menjadi kusut. “ kurae. Setelah ini kau langsung pulang. Aku menunggumu di rumah. Arraseo?” katanya sambil menatapku skeptis.

“ arraseo.” Sahut siwon tampak pasrah.

Kemudian heechul berbalik dan pergi meninggalkan kami. Tentu saja ia sempat memberi tatapan marah kepadaku sebelum ia pergi. Sementara aku hanya bisa menunduk dan mematung.

“ sudah jangan dipikirkan.” Ucap siwon begitu heechul sudah hilang dari pandangan kami. Ia seperti tahu apa yang sedang kupikirkan. “ heechul hyung memang begitu orangnya.”

Aku menyipitkan mataku menatap siwon. Kini degup jantungku sudah bisa kukontrol. “ dia seperti… eomma mu oppa.” Tukasku lirih. Aku takut siwon akan marah mendengar perkataanku.

Tapi ternyata dia malah tertawa terbahak-bahak. Ia manggut-manggut di sela tawanya, “ keurom. Lebih tepatnya dia itu brother complex.” Siwon membenarkan.

“ brother complex?” tanyaku bingung. Baru pertama kali ini aku mendengar istilah seperti itu. Aku memang tidak pandai berbahasa inggris.

“ ne. Seperti over protektif. Heechul hyung selalu memperhatikan diriku. Tidak jarang dia mengatur hidupku. Apalagi jika mengenai yeoja yang kusukai.” Aku mendengarkan penjelasan siwon dengan seksama. “ ketika pertama kali aku bercerita tentang dirimu, dia langsung memaksaku untuk bertemu denganmu. Tapi aku takut dia akan menyakitimu.”

Aku terpana mendengar kalimatnya. Rasanya sekarang ini aku melambung tinggi karena kata-kata manisnya. Apakah benar dia begitu mencintaiku? Astaga! Jadi aku masih meragukannya? Oh Tuhan hukumlah diriku! Tapi aku memang masih tidak percaya dengan ini semua.

Siwon menghempaskan napasnya dan menyandarkan punggungnya di punggung kursi, “ memang menyebalkan. Tapi aku tahu dia berbuat seperti itu karena dia menyayangiku.” Siwon tertawa sumbar lalu berdecak, “ sampai aku tidak bisa menolak apapun yang dia minta padaku. Itu lucu aniya?” tanyanya padaku.

Aku terpaku beberapa detik, kemudian aku menggeleng. “ itu karena kau juga menyayanginya oppa.” Yes! Kata-kataku sangat baik.

Siwon tersenyum lembut kepadaku, “ jadi bagaimana?” tanyanya kemudian.

“ apanya?” tanyaku lugu. Tapi aku memang tidak tahu apa maksudnya.

Siwon langsung memasang wajah kesal, “ gara-gara kim heechul kau jadi melupakan ucapanku tadi?”

Sekarang aku tahu maksudnya. Bersamaan dengan itu wajahku memanas. Pasti pipiku merah lagi. Aku menunduk sebentar untuk menyembunyikan wajah merahku. “ kau sungguh menyukaiku oppa?” tanyaku tanpa menatapnya.

“ jinja saranghae!” kata siwon mantap.

Seperti di luar kendaliku, dengan cepat aku menubruknya dan memeluknya. Hangat. Hatiku terasa meledak-ledak. Pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini. Aku tersadar begitu dia tertawa lebar. Refleks aku langsung melepaskan pelukanku. Hatiku bergemuruh hebat, jantungku berdegup sangat cepat. Pasti wajahku sekarang tampak seperti tomat rebus. Payah sekali aku tidak bisa mengendalikan perasaanku.

“ jadi kau menerimaku?”

Aku menunduk, “ kelihatannya ba..gaima..na op..pa?” tak kusangka suaraku bergetar.

Tiba-tiba siwon memelukku dengan erat. “ ah sarangta! Awalnya kupikir kau akan menolakku.” Serunya senang.

Menolaknya? Bisakah aku menolak seorang namja bak malaikat yang menyukaiku? Aku yakin semua orang tidak akan bisa. Aku bertanggung jawab atas asumsiku.

“ awalnya kupikir ini hanya mimpi.” Tukasku pelan. Aku masih berusaha mengontrol perasaanku. Dan ya, sedikit berhasil.

Siwon melepas pelukannya, “ mianhe soo na ah. Aku membuatmu terkejut.”

Aku menggeleng cepat. Pantaskah seorang malaikat meminta maaf? “ gwencanha oppa. Aku merasa sangat bahagia. Karena terlalu bahagia, kupikir ini hanya mimpi.” Benarkah ini kenyataan? Sampai saat inipun aku masih bertanya seperti itu.

Siwon tersenyum kecil. Senyum yang sanggup meluluh lantakan hatiku. “ jadi.. mulai sekarang kau adalah yeojachinguku?”

Aku mengangguk kecil. Aku takut jika berbicara, suaraku akan bergetar seperti tadi. Kemudian dia memelukku lagi. Hari-hari indahku akan segera dimulai.

Kusahkan! Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagiku. Ini pertama kalinya aku memiliki seorang kekasih. Orang pertama kali memiliki kekasih pasti akan merasa sangat bahagia bukan? Dan aku merasa teramat sangat bahagia karena kekasihku adalah seorang idola yang selama ini hanya bisa kukagumi. Tapi sekarang dia adalah milikku. Oh betapa senang hatiku! Bahkan aku sampai tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.

Lamunanku terbuyarkan ketika seseorang membuka pintu kamarku dengan keras dan berteriak. “ Ya noona! Apa benar kau berpacaran dengan siwon hyung?” tanyanya begitu masuk ke kamarku.

Aku menatap dongsaengku dengan kesal, seenaknya saja masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu. “ kau tahu darimana?” tanyaku ketus.

Oh! Aku lupa. Dongsaengku ini kan juga seorang idola. Namanya taemin. Seperti siwon, dia juga salah satu anggota grup boy band yang terkenal di korea. Shinee. Dan karena taemin lah aku bisa mengenal siwon. Tapi di super junior aku hanya mengenal siwon karena dialah idolaku. Padahal baru tiga bulan yang lalu aku mengenalnya, dan sekarang dia telah menjadi kekasihku.

“ siwon hyung yang memberitahuku.” Jawab taemin dengan polos. “ yaaah noona.. kau yakin dengan keputusanmu?”

Aku mencibir mendengar perkataannya. Rupanya dia meremehkanku. “ jangan kau pikir karena aku orang biasa lalu aku tidak bisa berpacaran dengan artis! Aissh jinja.” Sungutku sebal.

“ aniya.. tapi apa kau siap menanggung resiko memiliki pacar seorang artis? Noona! Siwon hyung itu sangat terkenal. Bukan hanya di korea saja. Banyak sekali penggemar siwon hyung. Dan kau tahu bagaimana sikap penggemar fanatik?” taemin menegaskan setiap katanya.

Aku terpaku cukup lama memahami ucapan taemin. Temin adalah seorang idola. Jadi dia pasti sangat memahami bagaimana seorang idola. “ arro..” jawabku asal. Tapi dalam otakku, aku masih memikirkan kata-katanya.

“ jeongmal yo?” taemin ragu. “ ya noona! Kau menyukainya karena dia seorang idola aniya?”

Ya, memang awalnya aku menyukainya sebagai idola. Dia yang tampan, keren dan pandai bernyanyi. Tapi setelah aku mengenalnya, aku bisa melihat sifat baiknya. Dia sangat perhatian dan lembut. Kurasa bukan karena dia seorang idola lagi, aku mencintainya karena memang dia memiliki pribadi yang pantas untuk dicintai.

“ ya! Kau ini bicara sembarang sekali taemin!” olokku marah.

“ aniya.. aku hanya tidak mau kau nanti terluka noona.” Wajah taemin berubah sedih.

Aku tersenyum mendapati dongsaengku yang begitu perhatian padaku. Meskipun dia sangat sibuk, tapi masih saja peduli dengan urusanku. “ dia orang yang baik taemin. Aku yakin dia tidak akan mengecewakanku.” Ucapku santai. Aku mengacak-acak rambut blondenya itu.

Taemin menghela napas, “ joha! Terserah padamu. Asalkan kau bahagia saja noona.”

Aku sangat tersentuh dengan ucapannya. “ aigoo uri dongsaeng… gomawo kau sudah mengkhawatirkanku. Tapi inilah pilihanku. Aku mencintainya dan dia juga mencintaiku.” Seruku seraya memeluknya erat. Dia begitu manis dan sangat baik hati. Kuharap dia juga bisa bahagia seperti diriku.

Jagiya, bisakah kau ke dorm sekarang? Heechul hyung benar-benar ingin bertemu denganmu. Semua member suju ingin bertemu denganmu. Kami menunggumu di dorm ^^

“ mwoya??” teriakku kaget saat membaca pesan dari siwon.

“ waegure soo na? Kenapa kau berteriak seperti itu?” tanya euncha teman kuliahku. Tentu saja dia terkejut mendengarku berteriak tiba-tiba.

“ ah anni..” sahutku masih terkejut. “ euncha, siwon oppa menyuruhku datang ke dormnya.” Terangku pada euncha.

“ ah yee? Bagus kalau begitu.” euncha tersenyum.

“ tapi.. aku takut.”

“ wae?” tanyanya ramah.

“ kau tahu heechul oppa? Dia itu sangat menyeramkan.”

Euncha langsung melotot menatapku. Astaga! Aku lupa kalau euncha itu sangat menyukai heechul. “ jeongmal ? ya soo na! Kau salah besar. Heechul oppa itu sangat manis.”

Manis di depan kamera iya! Tapi kenyataannya? Dia itu seperti iblis. Aku mendesah. Sepertinya percuma aku menjelaskan kepada euncha. Pasti ujung-ujungnya dia hanya akan membela heechul.  “ arraseo.” Sahutku singkat.

“ apa kau takut sendirian ke sana? Bagaimana kalau aku menemanimu?” tanya euncha seperti sedang membujukku. Matanya kini berbinar-binar mengharapkan persetujuanku.

Sepertinya bukan hal baik jika euncha ikut denganku. “ tidak usah. Aku takut nanti malah akan timbul masalah.” Tolakku berusaha membuat nadaku selembut mungkin.

“ aku janji tidak akan membuat masalah!” ujarnya terus membujukku. Dia mengacungkan telunjuk dan jari tengahnya sebagai pertanda janjinya.

Aku mendesah, “ tapi aku tidak mengenal mereka. Aku hanya mengenal siwon oppa. Aku takut jika kau ikut, mereka akan berpikir macam-macam.” Kulihat wajah euncha berubah sedih. “ ah euncha.. aku janji setelah nanti aku kenal dengan mereka semua, aku pasti akan mengajakmu.”

Seketika itu wajahnya berubah riang, “ janji?”

Aku mengangguk, “ ne. Kalau begitu, aku pergi dulu.” Sekarang juga aku pergi menuju dorm super junior. Aku sangat berharap dewi fortune menyertaiku saat ini.

Tanpa kusadari aku sudah berada di hadapan member-member super junior. Dan ternyata harapanku tidak terkabulkan! Dewi fortune tidak berpihak padaku. Semua member ada di sini. Tidak ada yang absen satupun. Termasuk kim heechul. Sosok yang mulai kemarin menjadi momok bagiku. Padahal hari-hari sebelum kemarin, aku sangat menyukainya karena tingkahnya yang konyol dan lucu. Tapi ternyata itu hanya di atas panggung ataupun di depan kamera belaka.

“ aku ingin memperkenalkan yeojachingu baruku kepada kalian.” Tukas siwon tersenyum bangga sambil merangkul leherku. Sementara aku hanya mematung tanpa berani menatap mereka.

“ siwon ah! Bukankah dia kakaknya taemin?” tanya donghae menyela.

“ ah.. jadi kau sudah tau hyung?” tanya siwon balik.

“ mwo? Maksudmu lee taemin dongsaengku yang imut itu?” tanya heechul. Kontan saja aku kaget mendengar perkataannya. Aku mendongak untuk menatapnya. Dan ternyata dia sudah menatapku lebih dulu. Oh! Tatapan yang mengerikan.

“ ne hyung.” jawab siwon ringan.

“ aigoo.. tak kusangka taemin memiliki noona secantik ini.” Puji leeteuk sang leader super junior.  Wajahku terasa memanas. Mereka pandai sekali mengeluarkan kata-kata manis. Apakah itu sudah kebiasaan mereka sebagai artis? Entahlah.

“ ah kurae. Dia sangat cantik. Beruntung sekali kau siwon ah.” yesung menyetujui perkataan leeteuk. Semakin membuatku malu. Sama sekali tidak kusangka mereka akan melakukanku seperti ini. Kukira mereka akan menolakku seperti yang dilakukan heechul. Aku sangat senang sekali.

“ ya!! Ya!! Ada apa dengan kalian?” teriak heechul memecahkan suasana bahagia di hatiku. “ kalian belum mengenal yeoja itu tapi kalian menganggap siwon beruntung memilikinya. Eotteoke?” sungutnya kesal. Dialah satu-satunya yang menolakku. Ucapannya cukup menusuk hatiku. Seberapa burukkah diriku sampai aku tidak pantas untuk siwon? Apakah aku harus bersujud di kakimu supaya kau menerimaku oppa?

Semuanya terdiam. Membuatku terheran-heran. Jadi siapa yang menjadi leader super junior? Mereka tampak mengikuti saja apa yang dikatakan heechul. Tidak ada satupun yang menyelanya. Padahal sebelumnya leeteuk dan yesung berpihak padaku. Tapi kenapa sekarang mereka hanya diam melihatku dipojokkan oleh heechul? Apakah heechul begitu mengerikan sampai mereka tidak berani melawan?

Sejurus kemudian, beberapa member super junior meninggalkan ruang tamu dan kembali pada kegiatan mereka masing-masing sebelum aku datang kemari. Kulihat leeteuk berjalan meninggalkan kami dan sekarang dia sudah berkutat dengan laptopnya. Sementara yesung kini asyik bermain dengan dua kucing milik heechul. Heebum dan baengshin. Sikapnya santai seolah-olah tidak terjadi sesuatu. Sama sekali tidak mempedulikanku.

Hanya tertinggal heechul yang berdiri di depanku, lalu siwon yang juga berdiri di sisi kanan heechul. Yang terakhir kyuhyun dan donghae berada di pojok ruangan, hanya sekitar empat meter dariku. Kyuhyun duduk di kursi sementara donghae berdiri di sampingnya. Mereka berdua sepertinya penasaran dengan nasibku setelah ini. Apakah aku akan diterima atau ditendang dan tidak akan menjadi kekasih siwon lagi. Yang pasti mereka hanya penasaran, sama sekali tidak peduli dengan nasibku. Dan sekarang, tibalah sidangku…

Heechul menatapku serius. Wajahnya bahkan lebih mengerikan dari iblis. “ kau mencintai siwonnie?”

Aku hanya mengangguk.

“ kau mencintainya karena dia adalah seorang idola.” bahkan suaranya yang tenangpun sanggup menyayat hatiku.

Aku menarik napas panjang, “ pertama kali aku menyukainya memang karena dia seorang idola. Tapi sekarang aku menyukainya karena dia sangat baik padaku dan dia menyayangiku.” Aku mengusahakan suaraku setenang mungkin agar heechul mempercayaiku. Kulemparkan pandanganku ke siwon. Dia memberikan seulas senyum kagum padaku. Sepertinya dia menyukai jawabanku.

Heechul menatapku tajam. Meskipun aku tidak balas menatapnya, tapi tatapannya sanggup menembus otakku. Hingga membuat kepalaku sedikit pusing, “ kalau kau benar-benar ingin menjadi pacarnya, jangan sedikitpun kau menyakiti dirinya. Turuti apa yang selalu dia inginkan. Dia itu orang yang sangat baik. Jadi yang dia inginkan pasti baik untuk kalian. Kalau kau menyakitinya, itu sama saja kau menyakitiku. Aku pasti akan membuat perhitungan jika kau…” perkataan heechul terhenti begitu kyuhyun tiba-tiba memotongnya.

“ heechul hyung seperti ibu-ibu ya? Ngomel saja kerjaannya.” Celetuk kyuhyun. Aku tahu sebenarnya kyuhyun sedang berbicara dengan donghae, tapi ternyata heechul mendengarnya. Jelas saja, heechul berdiri tidak jauh dari kyuhyun. Kurasa kyuhyun sengaja membuat heechul mendengarnya.

“ kyuhyun ah! Kau bicara apa tadi? O? Berani-beraninya kau mengataiku seperti itu dan memotong pembicaraanku.” Bentak heechul. Suaranya yang serak melengking membuatku terkejut. Tapi yang tidak kusangka, teman-temannya yang lain malah tertawa. Seperti heechul hanya acting belaka. Sementara bagiku itu sangat menyeramkan. Teriakan heechul sampai membuat eunhyuk dan shindong menghampiri kami sambil tertawa. Tampaknya mereka mulai tertarik dengan sidangku.

Siwon tertawa kecil, ia menarik tangan heechul yang baru saja akan mengamuk pada kyuhyun. Kemudian ia memeluk heechul, seperti mencoba untuk meredam amarah heechul. Tapi anehnya ia masih tertawa.

“ kau pikir aku sedang apa? aku sedang melindungi siwonnie. Kau harusnya mendukungku bukan menyelaku seperti itu. Jinja shiro!” meskipun siwon sudah memeluk heechul dan menepuk-nepuk punggungnya, heechul tetap marah-marah. Sepertinya usaha siwon gagal. Dan meskipun gagal, siwon masih tertawa, begitu juga teman-temannya. Melihat mereka yang tertawa membuatku tersenyum sedikit. Kurasa aku mulai mengerti kenapa mereka tertawa melihat teman mereka marah.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar makian heechul. Ia menatap heechul yang berada di pelukan siwon dengan jengkel. Tapi entah perasaanku atau apa, dia seperti menahan tawa. “ kim heechul kau membuatku gila.” Ujarnya santai, ia malah tampak sedang memancing amarah heechul.

“ ya!! Kau yang membuatku gila!” pekik heechul geram. Ia mengacungkan telunjuknya ke arah kyuhyun, “ sebagai dongsaeng seharusnya kau menghormati hyungmu. Kau selalu berbicara formal kepada eeteuk, tapi tidak padaku.”

“ heechul ah! Jangan libatkan aku!” leeteuk tiba-tiba berteriak. Aku menoleh ke suara itu. Ia sedang asyik memainkan laptopnya. Matanya tetap fokus pada layar laptop. Seketika itu tawa mereka menggelegar, termasuk aku. Adegan ini seperti drama komedi.

Heechul memaksakan diri melepas pelukan siwon, “ yassh!! Kenapa di sini tidak ada satupun yang membantuku? Kau juga siwon ah! Kau keterlaluan. Jinja!” kini ia berganti memarahi siwon.

“ sudah sudah. Arraseo yo hyung. gomawo sudah memperhatikanku.” Siwon mencoba menenangkan heechul. Aku tersenyum melihat perlakuan siwon. Mereka seperti kakak dan adik. Tapi siwon lah kakaknya. Padahal kenyataannya heechul lebih tua dari siwon. Namun siwon jauh lebih dewasa.

Heechul berkacak pinggang, “ suruh dongsaengmu itu minta maaf padaku!” Ucapnya sambil menunjuk kyuhyun dengan menggerakkan dagunya.

“ kyu, kajja! Minta maaf pada heechul hyung.” pinta siwon.

Kyuhyun melengos lalu bangkit dari duduknya dan mendekati heechul. “ padahal kan aku hanya bercanda hyung.” sungutnya sebal.

“ aaah arraseo.” Heechul tersenyum kemudian memeluk kyuhyun. Tak kusangka dia akan berbuat seperti itu. Kupikir dia akan marah-marah lagi mendengar perkataan kyuhyun.

“ siwon ah, lalu bagaimana dengan soo na ssi?” tanya donghae tiba-tiba. Kini semua  mata memandangku. Aku terkesiap. Ya Tuhan.. mereka benar-benar memandangku seorang. Rasanya otakku melayang-layang.

Siwon bergerak mendekatiku, tangannya menyentuh pundakku. Ini memang bukan pertama kalinya dia menyentuhku, tapi tetap saja membuat detak jantungku tidak terkontrol. “ sepertinya dia masih takut pada heechul hyung.” ujarnya sambil nyengir.

“ sudahlah hyung biarkan saja siwon berpacaran dengan soo na ssi. Kulihat dia yeoja yang baik. Lagipula tidak mungkin kan siwon berpacaran denganmu seumur hidup?” celetuk shindong menyindir heechul. Aku tertawa geli mendengarnya.

Heechul mencibir, kemudian ia menatap siwon serius, “ kau yakin siwonnie?” dari sini aku bisa melihat bahwa heechul benar-benar menyayangi siwon.

“ ne.” Jawab siwon mengangguk mantap sambil merangkulku.

“ baiklah kalau begitu.” Akhirnya heechul menyetujui. Seluruh penghuni dorm itu langsung bersorak senang. Siwon memelukku dan mereka memberi selamat kepada kami. Sepertinya restu heechul lebih penting daripada restu orangtua siwon.

Aku tersenyum bahagia. Sangat menyenangkan berada di antara mereka. Mereka sangat baik dan saling menyayangi. Yah.. meskipun ada yang protektif. Tapi aku tahu itu semata hanya karena mereka ingin saling melindungi.

Bagaimana? Tak peduli bagus ataupun jelek wajib komen! #plak

Gomawo gomawo J

By : cinderellahee

12 Comments (+add yours?)

  1. shilla_park
    Mar 07, 2011 @ 06:47:57

    gyahahaha.. heechul brother complex??
    cocokkk..hhe
    kok siwon sabar ngadepin heechul ya??
    haha..

    Reply

  2. -deewookyu-
    Mar 07, 2011 @ 07:57:06

    aaahhhhhhhhhhh…

    andai aku boleh milih , ………

    pasti HEECHUL yang aku pilih ,

    Karna bisa buat hati ini, Cenat Cenut, karena tingkahnya ….

    assyyiiikkkk kkhhaaaaannnnnnn ……….!!!

    Reply

  3. luvi
    Mar 07, 2011 @ 10:36:09

    bagus critanya,emang bener kyuhyun g ada takut2nya m siapa aja he he he

    Reply

  4. HeeHwa
    Mar 07, 2011 @ 10:59:37

    aigoooooooooo….heechul nyeremin amat *berpaling ke nyuk*
    penasaran ma lanjutan.na…

    Reply

  5. LopeLopeKJW
    Mar 07, 2011 @ 17:15:23

    ini lanjut ato tamat?
    rada bingung soalnya endingnya kayak gak butuh lanjutan.. hehe,

    Reply

  6. yokyuwon
    Mar 07, 2011 @ 19:02:09

    SIWONnie!!!!!! *plaaaakk* lanjut10x……^^

    Reply

  7. choco
    Mar 07, 2011 @ 20:58:01

    jadi pacar siwon aja cari restunya susah amat …. Gmana kalo mau nikah … Ckckckckkckkck akang heechul melebihi sesepuh yang udah jadi sepuh …

    Reply

  8. faaachan
    Mar 07, 2011 @ 22:11:30

    jiahh chul segalak apapun kau , aku tetap mencintai mu … *plak !

    bener kaya emak2 si ichul dahhh -,-

    Reply

  9. Ai_rin
    Mar 07, 2011 @ 23:31:50

    Hee Oppa so sweet u.u

    Reply

  10. minkijaeteuk
    Mar 08, 2011 @ 05:32:24

    wah heechul. . .
    Aku ngebayangin heechul marah2 n teriak2 kyk d reality show ih. . Serem. . .

    Reply

  11. chabie
    Mar 08, 2011 @ 10:40:28

    kok umin a g da d si2 ..

    o.v.a ff gokil

    Reply

  12. cenalii
    Mar 10, 2011 @ 17:13:34

    hahahaha kocak..
    brother complex bisa sampe sgitunya yahh.. ckck
    gaswat gaswat.. nice ff^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: