Snakes On The Plane – Chapter 9

Created by: Aning/Ryuu

Part 9 (PG-15)

a/n: yang dicetak miring berarti flashback ^^. Part kali ini, backsoundnya Someone Who Lives In Your Heart nya All 4 One ^^

“ Tunangan?” bisik Siwon tak percaya. Jenderal Shin mengangguk sedih. Matanya terpaku pada foto Hitoshi. “ Padahal…mereka sebentar lagi akan menikah. Tapi semuanya sirna karena Hitoshi tewas pada misi terakhirnya,” sambung Seiryuu. Eunhyuk terlonjak kaget melihat kemunculan Seiryuu yang tiba-tiba. “ Itu sebabnya Yun Hee masih menyimpan foto dirinya dan Hitoshi. Tak kusangka ia adalah tunangan Hitoshi,” sahut Ryeowook sambil menahan tangis. Ia tak menyangka ada rahasia yang menyedihkan dibalik sosok Yun Hee yang terlihat tenang.

“ Ryuu, boleh aku tanya satu hal padamu?” pinta Hankyung. “ Ya, tentu saja,” balas Seiryuu. Hankyung tahu bahwa yang ia tanyakan pasti akan menyakiti hati Seiryuu, tapi ia tak bisa menahan rasa ingin tahunya. “ Kenapa Sakura sangat membenci Yun Hee?” tanya Hankyung. Tepat seperti dugaannya. Seiryuu terkejut namun dengan segera ia bisa menguasai dirinya.

“ Semua berawal ketika kami sedang bersiap menghadapi Eve,”

**********************************

3 years ago…

“ Baiklah, semuanya tetap pada posisi. Jangan ada yang berpisah dari kelompoknya. Mengerti?”

“ Mengerti!”

Yun Hee geli melihat Hitoshi bersikap tegas. Biasanya, Hitoshi bersikap seperti pemuda yang sedikit urakan dan santai. Apa boleh buat, sebagai Kapten, ia harus menjaga wibawa.

“ Hei, kau yang di pojok sana ! Jangan tertawa!” bentak Hitoshi. Semua mata tertuju pada Yun Hee. Ia kesal karena dipermalukan oleh tunangannya sendiri. “ Baik, Kapten Hitoshi,” ejek Yun Hee. Saki terkikik melihat kakak dan calon kakak iparnya seperti anak kecil, sementara Seiryuu hanya menghela nafas saat melihatnya.

Selesai koordinasi, Hitoshi menarik Yun Hee pergi dari tempat itu. “ Hitoshi, apa-apaan sih? Kita kan sedang tugas!” Yun Hee memberontak, berusaha melepaskan tangan Hitoshi dari tangannya. Hitoshi tak mendengarnya, malah membalik badan Yun Hee dan mencium bibirnya. “ Ehmm…hei! Jangan, Hitoshi! Sebentar lagi kita harus berangkat!” Yun Hee mendorong Hitoshi. Hitoshi malah tertawa melihat reaksi Yun Hee. “ Sebentar saja boleh kan ? Lagipula, kita nanti tak akan bersama-sama,” ujar Hitoshi. Yun Hee memukul pelan perut Hitoshi. Ia sendiri juga ingin, tapi ia sadar bahwa sebentar lagi mereka akan menghadapi pertempuran besar. “ Bodoh. Kita kan sudah janji akan bersama selamanya,” kata Yun Hee. Hitoshi hanya tersenyum tipis, lalu memeluk erat Yun Hee. Yun Hee terkejut dengan sikap Hitoshi, namun ia membalas pelukan Hitoshi dengan erat. Tanpa mereka sadari, Seiryuu melihat mereka berdua berpelukan.

**********************************

“ Saat itu, seolah Hito-niichan sudah mengetahui bahwa hidupnya tak lama lagi. Ekspresi wajahnya terlihat berbeda,” Seiryuu menerawang, matanya terpaku pada salju di luar ruangan. “ Lalu setelah itu apa yang terjadi?” tanya Hankyung. Ia melihat tubuh Seiryuu gemetar. Untuk pertama kalinya, pertahanan emosi Seiryuu runtuh. “ Saat itu…kami pun berangkat menuju lokasi,”

 **********************************

Hitoshi menyalakan mesin Roboguardnya. Ia melihat Roboguard silver disebelahnya. Didalam sana, ada Yun Hee yang sedang bersiap-siap. Yun Hee melihatnya, melambaikan tangan kearahnya. Hitoshi hanya membalasnya dengan senyuman.

Seluruh Roboguard sudah siap pada posisi masing-masing. Hitoshi memimpin barisan didepan dan Yun Hee dibelakangnya. Yun Hee meneropong arah timur dengan lensa Roboguardnya. Ia melihat sebuah obyek yang tak asing. “ Eve,” gumam Yun Hee. Hitoshi memberi isyarat untuk maju dan bersiap menyerang. “ 3…2…1……SERAAANGGG!!!!”

Tepat setelah Hitoshi memberi aba-aba, seluruh personil Zodiac bergerak maju, menyerang Eve. Yun Hee melempar pisau ke arah Eve, namun berhasil ditangkis. Seiryuu menyerang dengan rantainya. Namun ia terhenti saat melihat ada objek lain dibelakang Eve. “ Kapten! Eve tidak hanya ada satu tapi…” Matanya bergerak, menghitung jumlah objek tersebut. “ 2…3…4… Ada empat Eve!” seru Seiryuu. Hitoshi berpikir cepat, mengambil keputusan. “ Pecah formasi! Musnahkan semuanya!!” perintah Hitoshi.

Pertempuran semakin sengit. Jumlah Roboguard yang banyak tak mampu menahan serangan Eve. “ Akh!” Salah satu personil Zodiac tersungkur. Yun Hee berlari menghampirinya. “ Sayuri, awas!!” Terlambat. Yun Hee terkena pukulan telak dari Eve. Hitoshi berlari, menyerang balik Eve. “ Hitoshi!!!” jerit Yun Hee. Ia melihat kekuatan Roboguard Hitoshi dan Eve tak seimbang. Yun Hee berlari kearah punggung Eve. Ditebasnya punggung Eve agar Eve mengalihkan perhatiannya ke arah Yun Hee. Taktiknya berhasil. Namun diluar dugaan, Yun Hee terhempas setelah mendapat serangan Eve. “ Akh! Hhh…hhh…gawat, Roboguardnya…” Yun Hee mencoba menggerakkan Roboguardnya, akan tetapi mesin Roboguardnya mati. “ Tidak…Roboguardku…” lirihnya. Ia melihat Eve mengarahkan senjatanya. Yun Hee memejamkan mata. Ia sudah pasrah dengan nasibnya.

DUAR!

Hening. Yun Hee membuka matanya. Ia terkejut melihat ada objek lain dihadapan Roboguardnya. “ Hi…Hitoshi!!!!” pekik Yun Hee. Hitoshi menjadikan Roboguardnya sebagai tameng. Namun hal itu membuat dirinya terluka parah. “ Syukurlah…aku…tepat…waktu…” BRUK!!

“ Tidak…Hitoshi! HITOSHIIII!!!!!”

**********************************

Seiryuu menggigit bibirnya, berusaha menahan emosinya. “ Hito-niichan dibawa ke rumah sakit. Tapi nyawanya tak dapat diselamatkan,” Kentara sekali ada nada sedih dalam ucapannya. Hankyung merangkulnya, menenangkannya. “ Karena itu Sakura sangat membenci Yun Hee?” tanya Donghae. Seiryuu mengangguk. “ Hari itu, saat pemakaman Hitoshi…”

**********************************

DUAKK!!

“ Sakura, apa yang kau lakukan?!” pekik Saki. Yun Hee tersungkur setelah menerima tinju dari Sakura. “ Gara-gara dia…gara-gara dia, Hito-niichan mati!! Semua karena dia!!” jerit Sakura. Seiryuu berusaha menahan Sakura yang tengah emosi. Sementara para personil Zodiac lainnya tak bisa berbuat apa-apa. “ Maafkan aku…” bisik Yun Hee. “ Maaf? Cih! Kalau maaf saja cukup, tidak perlu ada polisi!” bentak Sakura. “ Sudah, hentikan! Jangan membuat keributan disini!!” Seiryuu menahan tangan Sakura, mencegahnya memukul Yun Hee. Saki pasang badan, melindungi Yun Hee dari amukan Sakura.

“ Sakura, hentikan!”

Semua mata tertuju pada satu sumber suara. “ Kakek Hayate…” gumam Saki. Hayate terlihat murka melihat tingkah laku Sakura, tanpa basa-basi menamparnya dengan keras. “ Kakek!” jerit Seiryuu. Sakura hanya diam, namun dari matanya terpancar kebencian yang amat dalam. “ Dasar tidak tahu aturan! Kau lupa sekarang kau berada dimana? Hentikan sikap kekanak-kanakanmu!” bentak Hayate. Kesal, Sakura meninggalkan kerumunan. Ia tak tahan jika harus berlama-lama dengan Yun Hee.

Hayate berbalik badan, membantu Yun Hee berdiri. “ Gomenasai, Sayuri…Sepertinya Sakura masih belum bisa menerima kematian Hitoshi,” ucap Hayate dengan nada penyesalan. Yun Hee menggeleng, ia bisa memahami sikap Sakura. “ Daijobu…aku mengerti, Komandan,”

**********************************

Semua terdiam saat Seiryuu mengakhiri ceritanya. Eunhyuk yang biasanya bercanda pun, hanya bisa diam. Bahkan Ryeowook terisak-isak mendengar cerita Seiryuu.

“ Seminggu setelah pemakaman, Yun Hee memutuskan keluar dari Zodiac. Ia tak pernah menghubungi kami selama tiga tahun,” lanjut Seiryuu. Siwon terpana mendengarnya. Itu sebabnya ia menjauhi Hiragawa bersaudara, batin Siwon.

“ Sejak saat itu, Yun Hee seperti memutuskan semua hal yang berhubungan dengan Zodiac. Ia pindah ke Los Angeles , mengganti nomor ponselnya bahkan ia tak lagi memegang senjata dalam kurun waktu yang cukup lama,” sambung Jenderal Shin. Raut wajahnya terlihat sedih. Begitu juga Seiryuu.

“ Tak hanya itu. Yun Hee juga menolak kekuatan Zodiac yang berada dalam tubuhnya. Bahkan ia sempat meminta cara bagaimana menghilangkan kekuatan itu,” lanjut Jenderal Shin. Keenam personil Divisi Investigasi terlihat bingung. Jenderal Shin yang melihat reaksi bingung mereka, menyuruh Saki memperlihatkan pada mereka maksud dari ‘kekuatan Zodiac’. Disingkapnya lengan bajunya, dan terlihat tato Taurus. Seiryuu melakukan hal yang sama. Tato Pisces miliknya terlihat jelas. “ Sakura juga memilikinya. Dia Aries,” jelas Seiryuu. “ Jika salah satu dari 12 pemilik tato ini ada yang terluka, maka tato ini akan mengeluarkan darah. Tato ini hanya dimiliki oleh personil Zodiac yang memiliki kekuatan murni Zodiac,” sambung Saki. Siwon merasa familiar dengan tato itu. Ia melirik tubuhnya sendiri, lalu ia tersadar akan sesuatu. “ Lalu, jika pemilik kekuatan Zodiac mati, bagaimana dengan kekuatannya?” tanya Siwon. “ Seingatku, kekuatannya akan ditransfer ke orang yang terpilih,” jawab Saki. Siwon menatap Jenderal Shin, meminta jawaban. “ Aku menipu Yun Hee dengan mengatakan bahwa  kekuatan milik Hitoshi telah ditransfer padaku. Tapi sebenarnya, aku telah mentransfernya pada seorang pemuda yang ku temui saat misi di Gurun Sahara dua tahun lalu,” Siwon terperanjat mendengar kalimat terakhir Jenderal Shin. “ Maksud Jenderal?” desak Siwon. Jenderal Shin menatap Siwon dengan tatapan sedih. “ Kurasa kau mengerti maksudku, Choi Siwon,”

**********************************

Last nite, I dream that you were beside me

It seemed so real, that I cried

When you touched me. You’re my angel

And you’ve given me wings

And I’ll fly away with you wherever you go

Cause you’ve filled my heart and you’ve captured my soul

And baby I want you to know

If there’s one thing in this world that I know is true

It’s the love that I feel when I’m thinking of you

No ocean, no mountain can keep us apart

Cause no one can take away someone who lives in your heart

All our hopes and our dreams are alive

I’ll carry you with me thru distance and time

Nothing in this world can keep us apart

No one can take away someone who lives your heart

And I know, there a million stars between us

But that won’t stop my longing to hold you

And to kiss you, how  I love you

And I’ll find my way to you where ever you are

You’re my soul, baby you’ve got my heart

And your love will carry me home

If there’s one thing in this world that I know is true

It’s the love that I feel when I’m thinking of you

No ocean, no mountain can keep us apart

Cause no one can take away someone who lives in your heart

All our hopes and our dreams are alive

I’ll carry you with me thru distance and time

Nothing in this world can keep us apart

No one can take away someone who lives your heart

Here in my arms, is where you should be

Cause your loving makes me believe

That nothing and no one could tear us apart

Cause baby you’re my heart

If there’s one thing in this world that I know is true

It’s the love that I feel when I’m thinking of you

No ocean, no mountain can keep us apart

Cause no one can take away someone who lives in your heart

All our hopes and our dreams are alive

I’ll carry you with me thru distance and time

Nothing in this world can keep us apart

No one can take away someone who lives your heart

Yun Hee menyanyi seraya menatap kosong foto dirinya dan Hitoshi saat duduk di bangku SMA. Hampir satu jam ia menyanyikan lagu kesukaan Hitoshi tanpa henti. Lagu yang dibawakan Hitoshi saat perpisahan SMA.

“ Baby, you’re the only one who lives in my heart. Even you far away from me, but you still in my heart,”  bisik Yun Hee.

Tok, Tok! “ Siapa?” tanya Yun Hee. Pintu Ruang Kesehatan terbuka, tampak Siwon berdiri dengan pakaian serba hitam. Yun Hee memalingkan muka. Ia sedang tidak ingin berbicara dengan orang lain. Siwon berjalan mendekati tempat tidur Yun Hee. Tiba-tiba, tangan Siwon bergerak, membelai rambut Yun Hee. Namun Yun Hee tak bereaksi. Ia hanya memejamkan mata seraya memeluk kakinya. Untuk sesaat, ia merasa tenang dan damai.

T.B.C

18 Comments (+add yours?)

  1. cho's2203
    Apr 29, 2011 @ 11:26:30

    Haduuuuhh,, bca ff ini bkin deg-degan trs!!
    Makin sini makin keren!! Ksian yunnhee 😥

    Kyuhyun’a ga ada!! 😦

    Lanjuuttt~~

    Reply

  2. Trackback: Snakes On The Plane Part 12 | Superjunior Fanfiction 2010
  3. Trackback: Snakes On The Plane [12/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  4. Trackback: Snakes On The Plane [13/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  5. Trackback: Snakes On The Plane {14/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  6. entik
    Jul 04, 2014 @ 05:01:23

    Pemuda siapa? Siapa? Siapa?
    Ehm siwon.mkn aja sma yun.

    Reply

  7. Trackback: Snakes On The Plane {17/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  8. Trackback: Snakes On The Plane {18/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  9. shoffie monicca
    Aug 10, 2014 @ 13:25:45

    pnsaran thor…

    Reply

  10. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Don’t Go | Superjunior Fanfiction 2010
  11. Trackback: Snakes On The Plane {19/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  12. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Unexpected | Superjunior Fanfiction 2010
  13. Trackback: Snakes On The Plane {20/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  14. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Betrayal | Superjunior Fanfiction 2010
  15. Trackback: Snakes On The Plane {21/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  16. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling | Superjunior Fanfiction 2010
  17. Trackback: Snakes On The Plane {22/25} | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: