Snakes On The Plane – Chapter 10

Created by: Aning/Ryuu

Part 10

Siwon POV

Apa yang harus kukatakan padanya? Menghiburnya atau…ah, jangan. Ia pasti marah jika tahu yang sebenarnya.

Aku duduk disampingnya, merangkulnya dengan erat. Lagi-lagi ia tak bereaksi. Aku melihat tato Gemini di tangan kanannya. Melihatnya saja sudah membuatku semakin merasa bersalah.

Apa aku menganggu ketenangannya? Jika iya…aku minta maaf, Yun Hee. Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk menebus kesalahanku dan Jenderal.

Yun Hee, jika kau mengizinkan, aku ingin menjadi pengganti Hitoshi. Mungkin kedengarannya egois, tapi…aku tak ingin kau bernasib sama dengan Hitoshi.

Ku genggam erat tangannya. Dingin. Jiwanya seolah terlepas. Yun Hee…bagaimana aku bisa mengembalikan jiwamu?

**********************************

“ Ehem!” Jenderal Shin terlonjak kaget. Ia melihat Komisaris Hayate berdiri tidak jauh dari tempatnya. Ekspresi wajahnya tak bisa ditebak.

“ Apa yang kau inginkan?” Nada bicara Komisaris Hayate tak seperti biasanya. Dingin bagaikan es. Menusuk hingga tulang belulang membeku. Jenderal Shin tak bereaksi. Hanya bibirnya yang bergerak, menggariskan senyuman. “ Tak ada. Aku hanya ingin keponakanku pulih dari sakit hatinya,” balas Jenderal Shin. Komisaris Hayate terlihat tak senang. Ia tak sependapat dengan Jenderal Shin.

“ Jangan bertindak bodoh. Ayanami Sayuri sudah terikat dengan Hiragawa Hitoshi. Ikatan yang sudah terbentuk sejak mereka lahir, tak akan bisa diputuskan,” ucap Komisaris Hayate. Jenderal Shin membalasnya dengan tertawa sinis. “ Hayate, apa kau lupa? Saat ini kekuatan Sagitarius sudah berpindah tangan. Kurasa kau mengerti maksudku kan ?” Ucapan Jenderal Shin menyentak Komisaris Hayate. Ia melupakan kemungkinan-kemungkinan itu.

“ Ingatlah, Hayate. Alasan kenapa hanya Gemini dan Sagitarius yang memiliki ikatan. Dan itu juga terkait dengan kasus ini,” ujar Jenderal Shin.

“ Mereka mengincar itu?” duga Komisaris Hayate. Jenderal Shin meremas bahu Komisaris Hayate. “ Jika dugaanku tepat, pelakunya pasti mereka. Yang bisa menggerakkan pasukan ular hanya mereka,” bisik Jenderal Shin.

“ Jadi, mereka….” Jenderal Shin mengangguk. “ Ya. Snakes Army sudah bangkit dari tidurnya,”

**********************************

Keesokan harinya…

“ Snakes Army? Apa itu?” tanya Eunhyuk. Pagi itu, anggota Divisi Investigasi bersiap-siap menuju lokasi pencarian berikutnya. Jenderal Shin memberitahu mereka bahwa kemungkinan besar musuh kali ini adalah Snakes Army. “ Entahlah. Yang ku tahu, Snakes Army itu kelompok pawang ular. Mereka menggunakan ular sebagai tameng dan senjata mereka,” ujar Donghae sambil mengancingkan seragamnya. “ Sepertinya lawan kali ini berat ya,” komentar Ryeowook. Eunhyuk dan Donghae sependapat dengan Ryeowook. Mereka sudah terlibat jauh dalam kasus ini.

Sementara itu, Siwon mendatangi Ruang Kesehatan, memastikan Yun Hee baik-baik saja. “ Sebaiknya kau segera berangkat. Aku tak ingin kau terlambat menjalankan tugas,” saran Yun Hee. Tak ada maksud mengusir, namun sifat kedisiplinannya masih terbawa hingga sekarang. “ Baiklah. Aku hanya ingin mengingatkanmu tentang terapi,” ujar Siwon. Yun Hee menghela nafas, mengangguk. “ Sana , nanti kau dimarahi Jenderal Shin,” usir Yun Hee. Dengan berat hati Siwon pergi meninggalkan Yun Hee. Dasar anak aneh, pikir Yun Hee. Tok, tok! Yun Hee melirik kearah pintu. Begitu ia melihat sosok yang tak asing baginya, ia menghela nafas dan memalingkan muka. “ Sepertinya kau masih marah padaku,” kata sosok itu. Yun Hee hanya diam. Ia sedang tak ingin berdebat dengan ahjussi nya sendiri. “ Yun Hee…apa kau marah karena aku memaksamu?” tanya Jenderal Shin. Yun Hee tak merespon, tapi bagi Jenderal Shin, itu artinya iya. “ Mianhae….tapi aku hanya ingin kau kembali. Ini bukan Yun Hee yang ahjussi kenal. Kau seperti orang lain,” ucap Jenderal Shin. Lagi-lagi Yun Hee tak merespon. Jenderal Shin memahami kondisi ponakannya, berjalan pergi. Langkah terhenti didepan pintu ruangan. “ Pikirkan baik-baik, Yun Hee. Hitoshi tak akan suka melihatmu seperti ini,”

**********************************

Yun Hee POV

“ Pikirkan baik-baik, Yun Hee. Hitoshi tak akan suka melihatmu seperti ini,”

Apa yang ahjussi tahu tentang diriku saat ini? Dia tak mengerti apa yang kurasakan selama tiga tahun ini. Saat aku melihat tato Sagitarius itu tak ada di tubuhnya, aku merasa senang sekaligus sedih. Senang karena ikatan itu akan lepas dari diriku, sedih karena tak ada lagi yang membuatku merasa terikat. Jika kekuatan Sagitarius itu masih di tubuh Hitoshi, mungkin aku akan merasa lebih bahagia.

Terkadang aku merutuki nasibku sebagai pewaris kekuatan Zodiac. Kenapa harus aku yang memiliki ikatan? Kenapa? Gara-gara ikatan ini, Hitoshi tewas. Tak ada lagi yang menghubungkan kami berdua.

Rasanya aku ingin melepas kekuatan ini. Aku ingin hidup normal. Andai saja aku tahu bagaimana melepasnya.

Aku melirik keluar jendela. Semuanya tampak putih. Sama seperti hari itu. Hari pemakaman Hitoshi…

**********************************

“ Snakes Army?!” pekik Seiryuu dan Saki serentak. Jenderal Shin mengangguk, menunjukkan dokumen tentang Snakes Army. “ Seingatku, mereka sudah lama berhenti beroperasi. Tapi, ada indikasi mereka telah membangun organisasi mereka kembali,” jelas Jenderal Shin.

Saki membaca isi dokumen itu dengan cermat dan menemukan daftar target Snakes Army. Ada beberapa nama yang dicoret dengan spidol merah. “ Jenderal, apa maksud dari coretan ini?” tanya Saki sambil menyerahkan kembali dokumen itu. Jenderal Shin membaca coretan yang dimaksud. “ Ah, ini daftar para korban Snakes Army yang gagal diselamatkan. Hanya ada satu nama yang selamat,” tunjuk Jenderal Shin. Saki melihat nama yang dimaksud. Bola matanya membesar saat melihat nama itu. “ Park Yun Hee?” bisik Saki.

Klek! “ Maaf kami terlambat, Jenderal,” Siwon memasuki ruangan, diikuti Ryeowook, Kyuhyun, Eunhyuk, Donghae dan Hankyung. Seiryuu menyadari ada satu orang hilang. “ Mana Sakura?” tanya Seiryuu. Mereka berenam saling berpandangan. “ Ah, tadi dia sepertinya ke arah ruang khusus Medis. Aku tak tahu kemana dia sebenarnya,” kata Eunhyuk. Bodoh, batin Seiryuu. Ia meminta izin pada Jenderal Shin, lalu pergi menuju arah yang ditunjuk Eunhyuk. Ia tahu persis dimana saudara kembarnya itu berada.

**********************************

 Yun Hee menatap lurus dinding dihadapannya. Tak sedikitpun ia berani melihat lawan bicaranya. Ia sedang tak ingin mencari masalah. “ Apa perkataanku kurang jelas?” Yun Hee menggeleng. “ Ani…hanya saja… Apa alasanmu berkata seperti itu?” Yun Hee balik bertanya. Lawan bicaranya mendengus kesal. “ Sudah jelas kan ? Aku tak ingin ada lagi yang terluka karenamu. Jika kau pergi, aku akan memaafkan kesalahanmu atas kematian Hito-niichan,” Yun Hee mencerna setiap kata yang diucapkan. Ia mengenggam kuat selimutnya, tertunduk dan tak bisa berkata-kata. “ Pikirkan baik-baik. Ku beri waktu satu jam dan kau harus sudah memiliki jawabannya,” Orang itu pun pergi meninggalkan Yun Hee termenung sendirian.

Ia menutup pintu Ruang Kesehatan, melangkah menuju tempat pertemuan. “ Sakura!!” Langkahnya terhenti. Suara teriakan itu membuatnya terkejut. Ia pikir, tak ada yang berjaga disekitar sini. “ Ryuu-neechan?” pekik Sakura. Ekspresi wajahnya berubah, ketakutan melihat wajah Seiryuu yang sangar.

“ Apa yang kau lakukan disini?” tanya Seiryuu. Kentara sekali nada marah dalam ucapannya. Sakura mendadak gugup. Tak mungkin ia memberitahu kakaknya bahwa ia baru saja mengancam Yun Hee. “ Ti…tidak. Hanya sedang jalan-jalan,” jawab Sakura terbata-bata. Seiryuu geram, menarik tangan Sakura dan membawanya pergi dari situ. Sakura hanya bisa pasrah. Seraya melirik Ruang Kesehatan , ia berharap Yun Hee mau memikirkan ucapannya.

**********************************

Gurun Gobi….

Eunhyuk memandang sekelilingnya. Hanya ada pasir dan pasir. “ Disini….panas!” protes Eunhyuk sambil melepas jaketnya. Donghae ikut melepas jaketnya, tubuhnya basah karena keringat. “ Rasanya tadi di markas masih dingin. Kenapa jadi panas begini?” Donghae ikut-ikutan protes. “ Itu wajar saja. Siang hari di gurun sangat panas, sedangkan malam hari sangat dingin,” ujar Hankyung sambil mengipasi dirinya. “ CURANG! KIPAS DARIMANA ITU??” seru Eunhyuk dan Donghae serentak. Hankyung menunjuk van di belakangnya. “ Kalau kalian tak tahan panas, sebaiknya ikut berteduh saja seperti Saki,” saran Hankyung.

Sementara itu didalam van, Saki sibuk memeriksa lokasi keberadaan Snakes Army. Menurut laporan terakhir, Snakes Army terakhir terlihat di Gurun Gobi . “ Perlu bantuan?” tawar Kyuhyun. Saki menggeleng. “ Aku sudah biasa melakukan tugas seperti ini. Lagipula, pos mu kan di luar,” ujar Saki sambil terus membuka-buka peta gurun. Kyuhyun cemberut, berjalan keluar dari gurun. Memang, tadi Siwon menyuruhnya untuk memeriksa jika ada objek aneh. Tapi, ia malah masuk kedalam van karena ingin membantu Saki.

Kyuhyun memutuskan untuk berjalan disekitar gurun. Mungkin akan ada sesuatu yang menarik untuk diselidiki. Sayang, sejauh apapun ia berjalan, ia hanya menemukan pasir dan pasir.

“ Apa benar-benar tak ada petunjuk?” gumam Kyuhyun putus asa. Sedetik kemudian, ia melihat sesuatu berdiri kokoh diatas pasir. Sebuah tenda. Ia bergegas menghampirinya. Ternyata benar-benar tenda. Namun tak ada penghuninya. Kyuhyun masuk tenda itu, melihat-lihat sekeliling. Hanya meja berdebu dan beberapa lembar foto yang sudah ditandai silang. Kyuhyun memeriksa satu persatu foto itu. Ia tak percaya dengan apa yang ia lihat. Buru-buru ia ambil alat komunikasinya, menekan tombol penghubung. Trrrrttttt!! Klek! “ Yobseo?” Suara Siwon terdengar sangat jelas. Kyuhyun mendekatkan mulutnya kearah speaker alat itu. “ Kapten, aku menemukan bukti keberadaan Snakes Army,”

**********************************

Yun Hee berjalan mengendap-endap. Ia melihat koridor kosong, tak seorang pun berjaga. Ia mencengkeram erat tali ranselnya. Rasanya berat harus meninggalkan dongsaeng kesayangannya, Saki. Namun apa boleh buat, Sakura memintanya pergi. Alasannya masuk akal. Tidak ada yang boleh terluka lagi karenanya.

“ Apa kau yakin, Tuan Shin?” Yun Hee terkejut mendengar suara itu. Ia tahu betul pemilik suara itu. Komisaris Hayate. Ia buru-buru memasuki ruang yang kebetulan terbuka. Komisaris Hayate dan Jenderal Shin terlihat sedang berjalan bersama. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting. “ Sangat yakin. Anak itu memiliki potensi kekuatan yang tidak kita sadari. Dia bisa menjadi penggantinya,” jawab Jenderal Shin. Pengganti? Apa maksudnya? batin Yun Hee. Komisaris Hayate bersandar di dinding, tak sanggup berbicara lagi. Jenderal Shin menepuk bahu Komisaris Hayate. “ Tenang saja. Aku yakin Siwon mampu menjadi Sagitarius yang hebat,” Ucapan Jenderal Shin seolah menghantam Yun Hee. Ia pun merosot jatuh dari tempatnya. Tubuhnya gemetar. Ia pikir, kekuatan Sagitarius benar-benar hilang dari muka bumi, tapi nyatanya kekuatan itu berada dalam tubuh Choi Siwon. “ Semoga keputusanmu tepat,” ucap Komisaris Hayate. Mereka pun pergi dari tempat itu. Tanpa mereka sadari, Yun Hee menangis tanpa suara. Pikirannya kalut. Ia merasa telah dikhianati Jenderal Shin. “ Ahjussi…kau bohong kan ?”

T.B.C

18 Comments (+add yours?)

  1. Prita Tri
    May 11, 2011 @ 18:33:09

    Author aku bisa minta tolong ngga? Aku kesusahan nemu part yang lainnya walaupun udah aku seacrh tp banyak yg ngga ada, gatau kenapa. Bisa minta tolong dikirimin dari part 1-10 ngga ke e-mail aku: pritatriwulandari@rocketmail.com ? Maaf ya kalo aku nyusahin, tapi aku penasaran banget sama ceritanya

    Reply

  2. Ryuu
    May 11, 2011 @ 19:01:34

    @prita tri check e-mail, say. Udh ku kirim ^^

    Reply

  3. rarakim
    May 13, 2011 @ 07:17:35

    Cuma bisa komen: semoga lanjutannya cepetan publish
    penasaran banget nih thor D;

    Reply

  4. Trackback: Snakes On The Plane Part 12 | Superjunior Fanfiction 2010
  5. Trackback: Snakes On The Plane [12/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  6. Trackback: Snakes On The Plane [13/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  7. Trackback: Snakes On The Plane {14/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  8. Trackback: Snakes On The Plane {17/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  9. Trackback: Snakes On The Plane {18/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  10. shoffie monicca
    Aug 10, 2014 @ 13:36:44

    SUKA

    Reply

  11. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Don’t Go | Superjunior Fanfiction 2010
  12. Trackback: Snakes On The Plane {19/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  13. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Unexpected | Superjunior Fanfiction 2010
  14. Trackback: Snakes On The Plane {20/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  15. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Betrayal | Superjunior Fanfiction 2010
  16. Trackback: Snakes On The Plane {21/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  17. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling | Superjunior Fanfiction 2010
  18. Trackback: Snakes On The Plane {22/25} | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: