THROBBING SUPERJUNIOR (ENDING)

THE LAST BAB

Istana Lembah Miracle ~

Mereka berdua, Arang dan Ryeowook masih berada di dalam lingkaran api neraka.

“Tidak mungkin! Wae? Kenapa dia bisa hidup tanpa jantung ditubuhnya..? Wae..?” batin Arang yang tidak mengerti.

“Atau disebelah kanankah jantungnya berada….??” batinnya lagi lalu segera memasukkan kembali tangannya ke dalam dada Ryeowook.

“Omo…! Omo…” ucap Shindong yang menyaksikan kejadian tersebut.

“Benar-benar gila…!!” umpat Eunhyuk emosi.

Kibum berusaha duduk sambil menyandarkan punggungnya ke dinding.

“YAAHH!! APA YANG KAMU LAKUKAN!? HEH..! JANGAN BILANG KALAU SEBUAH JANTUNG PUN TIDAK BISA KAU DAPATKAN DARI ORANG YANG SEDANG BERDIRI DI DEPANMU SEKARANG…!! HAHAH…..!” seru Kibum yang membuat para pangeran serigala yang lain terhenyak.

“Yaahh, Kibum ssi..! Neo, michyeosseo..!?? Apa maksud ucapanmu barusan…??” tanya Shiwon emosi.

Leeteuk pun segera menimpali ucapan Kibum.

“BETUL…!! SEBAGAI SEORANG LEGENDARIS YANG TERSOHOR, MENGAMBIL SEBUAH JANTUNG PUN KAMU TIDAK MAMPU.. HAHAHAHAHAHA… NEO…!! BENAR-BENAR TIDAK BERGUNA!!” seru Leeteuk dengan nada mengejek.

“Michyeosseo…!??” ucap Shindong, Shiwon dan Eunhyuk bersamaan sambil mengerutkan keningnya menatap Leeteuk yang masih dikurung oleh kekuatan sihirnya Ryeowook.

“Hmm.. Kalian,, jangan emosi! Apa kalian tidak merasa jika mereka berdua sedang memancing emosi Arang supaya bisa melepaskan Ryeowook…!?” celetuk Kangin yang sudah sadar.

Mereka bertiga pun ikut memanaskan suasana hati Arang dengan ucapan-ucapan yang tidak jelas sambil tertawa remeh. Kesabaran Arang pun sampai pada batasnya dan dia berteriak mengeluarkan kekesalan di dalam hatinya.

Suara teriakannya sungguh menyeramkan dan membuat telinga yang mendengarnya terasa sakit sampai mengeluarkan darah segar.

“GEUMANE, ARANG SSI..!!” seru Ryeowook berusaha mencegahnya untuk berteriak lagi.

Tetapi Arang tidak mendengarkannya dan terus berteriak. Takut terjadi apa-apa dengan nyawa mereka, Ryeowook segera memukul dada Arang dengan tapak berisi mantra sihir.

Arang terlempar keluar dari lingkaran api neraka dan jatuh di atas ranjang batu yang dulunya sering dibaringi oleh Jaejoong. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar dan tidak tahu kenapa tiba-tiba dia merasakan sakit yang luar biasa di dalam dadanya.

“Andwae! Aku adalah penguasa kegelapan.. Tidak mungkin bisa merasakan sakit.. Ada apa ini? Apa yang telah terjadi..!” batinnya dengan satu tangan berada di atas dadanya.

Api neraka yang mengelilingi Ryeowook langsung padam begitu saja. Mereka semua langsung lega ternyata api tersebut telah padam yang tandanya kekuatan Arang telah hilang.

Ryeowook terus memperhatikan gerak-gerik Arang yang masih dibalut emosi. Dia berjalan menghampirinya dan tanpa basa-basi Arang mencekik leher Ryeowook sampai seluruh tubuhnya melayang.

“Jangan coba main-main denganku…!! Jika berani mempermainkanku, aku tidak akan segan-segan lagi membunuh mereka satu persatu di depan matamu, ARAJII…!! YAAAHH..! Balli..! Berikan jantungmu, BALLIII.!!!” ucapnya dengan nada geram.

“Balli…!! Segera berikan jantungmu..! Jika tidak ingin melihat mereka semuanya mati karena dirimu…!!” timpalnya lagi sambil mengeraskan cekikkannya.

“ANDWAEEE….!!” seru mereka semua dengan perasaan was-was.

Ryeowook hanya tersenyum kecil mendengar seruan mereka dan setetes airmata yang bening dan jernih di matanya jatuh mengenai tangan Arang. Ajaibnya, airmata tersebut langsung menyerap ke dalam pori-pori kulit Arang.

“UHK..! Ada apa lagi ini..!?? Kenapa dadaku bergemuruh dengan kuat sekali…? Apa ini…!?? Perasaankah..!? Andwae! Aku adalah penguasa kegelapan, mana mungkin bisa mempunyai perasaan..!?? Ciiihh…” batinnya kebingungan yang membuatnya lengah.

Setetes demi setetes airmata terus mengalir keluar dari sepasang mata Ryeowook dan jatuh mengenai tangan Arang. Airmata tersebut bagaikan duri-duri setajam pisau menusuk-nusuk sesuatu di dalam dadanya.

“Awei ah.. Sadarlah… Balli, Awei ah… Cheballyo…! Jangan menyakiti dan membunuh lagi.. Sadarlah, Awei ah…” pinta Ryeowook dengan lirih.

“TUTUP MULUTMU…!! AWEI SUDAH MATI DAN AKU ADALAH ARANG, SANG RATU PENGUASA KEGELAPAN…!! AWEI HANYALAH SEBUAH BONEKA UNTUK JIWAKU, ARAYO..?!!” bentaknya kesal.

“Awei ah… Awei ah…” panggil Ryeowook yang membuat rasa sakit di kepalanya semakin kuat.

“Ada apa ini..? Kenapa kepalaku sakit sekali ketika mendengarnya memanggil nama Awei..!? Waeyo..? WAE..!??” batinnya bingung sekali.

Arang mulai kewalahan mengontrol dirinya. Pelan-pelan dia melepaskan cengkraman dileher Ryeowook dan rasa sakit yang luar biasa di dalam kepalanya semakin menjadi-jadi.

Melihat Ratu Kegelapan yang sudah dibawah pengaruh sihirnya, Ryeowook tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia segera meraih tengkuk Arang lalu melumat bibirnya.

Mata Arang terbelalak lebar saking terkejutnya. Begitu juga dengan mereka yang terus menyaksikan perdebatan antara Ryeowook dan Arang sejak tadi.

Mereka tidak menyangka sekaligus bingung dengan tindakan Ryeowook. Tidak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Ryeowook sekarang.

Bisakah tindakan bodoh tersebut akan mengembalikan diri Awei yang telah dikuasai oleh Arang? Apa mungkin keajaiban dari cinta tulus seseorang bisa mengubah segalanya?

Ciuman demi ciuman dari Ryeowook membuat Arang merasakan sebuah perasaan yang tidak bisa dilukiskan lewat kata-kata. Arang berusaha memberontak tetapi Ryeowook malah memeluk tubuhnya dengan erat yang membuat dadanya terasa sesak.

Tiba-tiba saja semua kejadian-kejadian antara Ryeowook dan Awei berputar diotaknya bagaikan roll film.

‘Totalnya 20,000 Won…’

‘Duch! Judes banget tuch anak…!!??’

‘HEI…!!! Hentikan!!!’

‘Mengganggu seorang gadis lemah, kalian tidak pantas disebut gentleman…!!!’

‘Dasar bajingan…!!!’

‘KYAAA………!!!’

‘Kyaaa…!!! Hei! Hei!… Gwaenchanayo..!??’

‘Appa…! Cepat bantu Awei papah dia ke dalam kamar..! Dia terluka parah…’

‘Jangan, Appa! Appa punya tekanan darah tinggi, jadi jangan mendonorkan darah! Vie, pakai darahku saja…’

‘Ech,,, jangan bergerak dulu…!!! Ayo cepat berbaring lagi! Nanti jahitanmu terbuka…’

‘Pakailah, biar tidak masuk angin…’

‘Ini rumahku… Kamu terluka parah kemarin malam karena menolongku dari gangguan preman. Masih ingatkan?’

‘Kamsahamnida sudah menolongku…’

‘Ech,,, kamu mau kemana? Hei…! Hei…!’

‘Ayo naik…! Aku antar kamu pulang…’

‘Ayo cepat…! Bukankah kamu bilang mau segera pulang?’

‘Wah,,, it’s so beautiful….’

‘Kalau boleh tau…’

‘Kamu dulu saja…’

‘Baiklah…! Eng,,, kalau boleh tau, siapa nama kamu?’

‘Namaku Ryeowook, kalau kamu…?’

‘Namaku Awei,,, hmm,,,’

‘Kalau begitu, pulanglah… Apa kamu tidak perlu menjaga tokomu?’

‘Ech? Kamu koq tau?’

‘Hmm, begitulah! Seminggu dua kali aku sering belanja ke tokomu…’

‘Hah???’

‘Ah…!!! Aku sudah ingat! Kamu pembeli yang belanja susu kotak itukan?’

‘Ye…’

‘Yeah………! Yuhuuu…….’

‘Aku setuju!! Apapun akan kulakukan agar bisa menolong Awei!! Sekalipun harus mengorbankan nyawaku, aku rela…!!!’

‘Awei!!??? Kamu sudah sadar?! Bagaimana keadaanmu? Gwaenchanayo?!’

‘De, gwaenchana… Gomawo! Btw, ini dimana yach?’

‘Ini kamarku….’

‘Benarkah?!! Napa aku bisa berada disini? Apa yang telah terjadi??’

‘Awei ah,,, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu! Kuharap kamu bisa memberikan sebuah jawaban dengan sejujur-jujurnya…’

‘Hmm,,, gwaenchanayo? Napa serius sekali? De! De… Ayo tanya saja dan aku akan menjawab sejujur-jujurnya seperti yang kamu pinta…’

‘Awei ah…! Kamu,,, kamu apa benar-benar mencintaiku…?!’

‘Of course…!! Napa tiba-tiba bertanya seperti itu? Apa kamu ragu…?’

‘Ani! Kalo begitu, maukah kamu menikah denganku sekarang?’

‘Boe?!! Kamu tidak bercandakan?’

‘Apakah menurutmu aku sedang bercanda?’

‘Gak juga sich! Tapi waeyo?? Napa tiba-tiba ingin menikah?!’

‘Tidak ada apa-apa! Aku sangat mencintaimu jadi aku ingin menikahimu… Maukah kamu menerima lamaranku ini…?!’

‘Wookie ah…!? Sebenarnya apa yang telah terjadi? Kenapa tiba-tiba sekali…!??’

‘Kamu tidak perlu mengkhawatirkan soal yang lain! Cukup setuju saja….’

‘Ara…! Aku setuju…’

‘Saranghae…..’

‘Ahkkk…. Sakiiit…..!!’

‘Awei ah,,, gwaenchanayo?!!’

‘Saaakiiittt……!!’

‘Awei!! Awei ah…!! Bangun Awei…! Tolong sadarlah…!!’

‘Syukurlah kamu sudah sadar… Aku khawatir sekali!’

‘Ryeowook sshi…! Apa kamu mencintaiku?!’

‘De….’

‘Apa kamu rela mati untukku…?!’

‘Wookie sshi… Apa kamu tidak mencintaiku? Hikz, hikz…’

‘Ane! Aneyo…! Aku mencintaimu koq… Sangat mencintaimu..!! Biarpun harus mati, akupun rela….!’

‘Benarkah??’

‘De…’

‘Kenapa! Bukankah kamu bilang sangat mencintaiku!? Kalau begitu,,, SERAHKAN NYAWAMU SEKARANG JUGA…!!! Hahaha…’

‘Hohoho….. Dasar BABOO!! Kamu kira menikah dengannya aku lalu tidak bisa berbuat apa-apa??! Hyaaa….!! Kuberitahu saja, meskipun kamu begitu mencintainya itu tidak ada gunanya sama sekali!! Dan sekarang coba lihatlah, gara-gara cintamu yang naif kamu mencelakakan dirimu sendiri… Hahaha…’

Setelah mengingat itu semua, sekelabat bayangan hitam pekat keluar dari tubuh Awei dan menembus ke langit yang telah menjadi gelap gulita.

Koneksi yang tadinya sempat terganggu kini telah berhasil diakses kembali. Kyuhyun, Edois dan Henry tampak kegirangan dan segera memantau di tempat kejadian.

“OMO..!! Kibum hyung…!? Gwaenchanayo..?” tanya Henry dan Kyuhyun dengan panik sekali.

Begitu juga dengan Edois. Dia sangat khawatir melihat keadaan di dalam istana tersebut.

Raja Lee yang cemas segera berbicara lewat telepati kepada Leeteuk.

“Semuanya, gwaenchanayo?”

“De,,” sahut Leeteuk setelah berhasil menghilangkan sihir Ryeowook yang mengurung tubuhnya.

“Bukankah itu Ryeowook..!?? Mana mungkin dia…!??” ucap Ratu Han yang tidak percaya dengan penglihatannya.

“De.. Dia benar-benar Ryeowook.. Ternyata dia masih,,,” timpal Son Yejin menutup mulutnya menahan tangisnya.

Kedua wanita paroh baya itu lalu berpelukan dan menangis bahagia. Sedangkan Raja Lee menyuruh mereka untuk tetap waspada.

Leeteuk lalu segera mengeluarkan mutiaranya untuk menyembuhkan luka di tubuh Kibum dan para dongsaengnya. Sedangkan Kangin, berusaha berdiri dan menghampiri tubuh Donghae dan Sungmin yang terbujur kaku tak bernyawa.

Eunhyuk, Shiwon dan Shindong tampak meneteskan airmatanya melihat keadaan mereka berdua. Sedangkan Yesung mencoba nadi dileher mereka berdua melihat apakah masih bisa ditolong.

“Hyung.. Ottokhae? Sungmin dan Donghae, mereka berdua..” tanyanya kepada Leeteuk.

Leeteuk menggelengkan kepalanya dan membuang mukanya.

“Andwae! Ini tidak mungkin,,, AKU TIDAK PERCAYA…!! AARRGGHH……. ARAAANNGG… AKU HARUS MEMBUNUHMU…!! KEMBALIKAN NYAWA DONGHAE DAN SUNGMIN…..!! YAAAAAHH…..” seru Yesung seraya mengeluarkan pedangnya ingin membunuh Arang yang saat itu berada didalam pelukan Ryeowook.

“GEUMANEEE…..!! Dia sekarang bukanlah Arang..!! Tapi Awei… Cheball,, jangan menyakitinya….” pinta Ryeowook lirih.

Melihat keseriusan Ryeowook, Leeteuk dan Kibum segera pergi menghampiri Yesung untuk mengurungkan niatnya. Karena kesal, Yesung menghempaskan pedangnya di lantai lalu pergi meninggalkan mereka semua.

Kibum dan Leeteuk pun menepuk pundak Ryeowook memberinya semangat.

“Wookie ssi… Kamu tahukan apa yang harus kamu lakukan selanjutnya..??” tanya Kibum.

“Aku tahu ini sangat kejam.. Tapi kuharap kamu bisa berpikir lebih terbuka… Demi keselamatan semua manusia yang hidup dimuka bumi ini, kamu harus menyelesaikannya.. Araseoh…?” tutur Leeteuk dengan perasaan yang tidak tega.

“Jangan khawatir.. Aku paham apa yang harus kulakukan… Kalian pergilah.. Biarkan aku dan Awei berdua saja disini… Cheball…” pinta Ryeowook yang terus memeluk tubuh Awei dengan seraut wajah yang sedih.

“Araseoh…” sahut Leeteuk kemudian pergi diikuti Kibum.

Shiwon kemudian menggendong tubuh Donghae yang telah kembali ke wujud asalnya sedangkan tubuh Sungmin digendong oleh Shindong. Mereka semua pergi meninggalkan istana tersebut dengan perasaan sedih.

Akhirnya istana yang gelap dan sunyi tersebut tinggal mereka berdua saja. Kedua mata Awei tampak bergerak menandakan dia telah sadar.

“Wo, Wookie ah…” panggilnya dengan lemah.

“Awei ah… Kamu sudah sadar.. Baguslah… Hmm,,” ujar Ryeowook sambil membelai pipinya.

Taring disudut bibirnya telah hilang. Kedua bola matanya telah normal kembali, kecuali kukunya yang masih panjang dan runcing serta hitam mengkilap. Begitu juga dengan tanda lahir dilengannya yang belum hilang.

Melihat kuku dan rambutnya, Awei langsung teringat dengan semua perbuatan yang telah dilakukannya. Begitu juga ketika merampas mutiara kehidupan pria yang sangat dicintainya.

“Wookie,, aku… Kenapa…? Kenapa aku jadi seperti ini…!??” teriaknya histeris.

“Gwaenchana.. Jeongmal gwaenchana…”

“Andwae…!! Balli… Bunuh aku, Wookie ah… Balli….!! Jangan ditunda lagi…!”

“Choneun,,,”

“Jangan ragu lagi, Wookie ah.. Jika gerhananya hilang dan aku masih hidup, Arang pasti tidak akan menyerah… Keselamatan manusia pasti akan terancam.. Aku tidak mau ini terjadi… Cheball, Wookie ah… Bunuh aku… Balli… Hikzzz….” ujarnya lalu terisak.

Melihat Awei yang menangis tersedu-sedu seperti itu membuat dirinya menjadi tidak tega untuk membunuhnya.

Bagaimanapun juga, dia dan Awei pernah bersama-sama menjalani saat-saat bahagia sampai takdir yang kejam membuat mereka harus berpisah dan tidak bisa bersatu.

Wookie memeluk tubuh Awei erat sekali dan Awei pun membalas pelukannya. Airmata diwajah mereka terus mengalir tanpa bisa dihentikan.

Ryeowook berharap ada pilihan lain untuk mencegah kembalinya Arang. Namun satu-satunya cara hanyalah dengan membunuh Awei agar Arang tidak mungkin bisa menguasai dunia.

“Balli, Wookie ah…! Jangan ditunda lagi! Tidak boleh membiarkan manusia diluar sana saling membunuh satu sama lain karena kegelapan… Dunia benar-benar akan kacau dan akibatnya benar-benar tidak bisa dibayangkan… Balli Wookie ah… BALLIII…!!” tangisnya sambil mengguncang tubuh Ryeowook.

Ryeowook lalu menadahkan tangannya dan sebuah jantung merah yang masih segar dan berdetak tiba-tiba muncul di telapak tangannya. Jantung tersebut tak lain adalah jantung milik Ryeowook sendiri.

Tidak tahu bagaimana Ryeowook menyembunyikan jantungnya sehingga Arang tidak dapat menemukan jantung tersebut di dalam tubuhnya waktu itu.

Selang beberapa detik, jantung tersebut kemudian berubah menjadi sebuah pisau belati dengan perak murni.

Awei tersenyum gembira melihat benda tersebut dan segera menggenggam tangan Ryeowook.

“Balli Wookie ah… Balli…”

Ryeowook menggenggam pisau belatinya dengan erat dan mengangkat tangannya ingin menancapkan pisau belati tersebut ke dada kekasihnya. Awei yang melihatnya segera memejamkan kedua matanya.

Melihat wajah Awei yang begitu tenang dan damai benar-benar membuatnya menjadi serba salah.

“A, aku tidak bisa.. AKU TIDAK BISAAA…!!” serunya melempar belati tersebut.

Awei segera meraih pisau tersebut dan menaruhnya ke tangan Ryeowook. Dia menggenggam tangan Ryeowook erat-erat kemudian berusaha menyakinkan diri Ryeowook supaya tidak ragu.

“Wookie ah.. Pandanglah aku… Dengarkan kata-kataku… Yang kamu lakukan adalah benar… Jangan takut.. Jika kita berdua benar-benar berjodoh, suatu hari kita pasti akan bertemu lagi… Untuk itu, maukah kamu menungguku, Wookie ah….?” tuturnya sambil tersenyum ceria.

“Awei ah…” panggil Ryeowook lirih.

Mereka berdua saling memandang, kemudian Ryeowook memakaikan kembali cincin yang tidak sempat dipakaikan ke jari manis milik orang yang sangat dicintainya.

Setelah memakaikan cincin tersebut, Awei menangis bahagia sekali. Dia lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Ryeowook dengan segenap cintanya.

Sambil berciuman, Awei meraih tangan Ryeowook yang menggenggam pisau belati dan mengarahkannya tepat ke dadanya. Ryeowook yang sadar apa yang ingin dilakukan oleh Awei berusaha menahannya.

Cahaya bulan mulai bersinar terang tanda jika gerhana sudah akan segera berakhir. Sekelabat bayangan hitam pekat mulai muncul dan mengelilingi mereka berdua.

“Balli Wookie ah… Jangan ditunda lagi!!” batinnya dengan panik.

Bulan dilangit mulai kelihatan separuh tetapi Ryeowook masih tidak menikamkan pisau ditangannya ke dada Awei. Takut tidak sempat lagi, Awei mengeluarkan seluruh tenaganya dan mendorong tangan Ryeowook untuk menusuk dadanya sendiri.

‘BLEEEEEZZ…’

Pisau belati berhasil menembus jantung Awei disaat bulan hampir purnama. Tanda lahir ’666′ dilengan Awei lenyap tak berbekas sama sekali.

Bayangan hitam pekat yang mengelilingi mereka langsung sirna begitu saja.

“ANDWAEEEEE….!!” seru Ryeowook setelah tubuh Awei yang sudah tak bernyawa jatuh ke dalam pelukannya.

Dia segera memeluk tubuh Awei dengan erat. Awei telah pergi meninggalkan dirinya demi dunia ini.

Ryeowook terus menangis dan menangis dengan trauma dan menyayat hati.

Perlahan-lahan tubuh Awei seperti debu yang tertiup angin. Tubuhnya terbang mengikuti tiupan angin.

Ryeowook beranjak bangkit menatap angin yang meniup pergi tubuh kekasihnya.

Ajaibnya, angin tersebut terus berputar pada satu pusat dan semakin lama semakin cepat frekuensinya. Dan ketika angin tersebut berhenti sebuah bola mutiara kecil berwarna putih muncul dan melayang di udara.

Ryeowook lalu terbang untuk meraih bola mutiara tersebut dan menggenggamnya dengan erat sambil meneteskan airmata.

Ketika tetesan airmatanya jatuh di atas bola mutiara tersebut…

‘Woo, wookie ah… U, uri ah.. Jika benar-benar berjodoh, kita pasti akan bertemu lagi…’

‘Cheball… Jangan terlalu sedih….’

‘Choneun… Aku percaya kita akan bertemu kembali suatu hari nanti…’

‘Jika hari itu belum tiba, maukah kamu untuk terus menungguku…?’

‘Saranghaeyo Wookie ah… Choneun,, Wookie ssi neomu neomu neomu saranghaeyo… Araseoh…? Hmm,,,’

# * T H E    E N D * #

(throsu part sebelumnya)

16 Comments (+add yours?)

  1. cho eunmi
    Oct 10, 2011 @ 11:11:31

    finally ending
    walaupun sad. kenapa awei ama wookie gak dibuat bersatu eon ? hehehhe

    Reply

  2. Woongkie
    Oct 10, 2011 @ 14:09:35

    Endingnya koq gantung ya?
    Berharap Wookie ama Awei…

    Reply

  3. Raihan
    Oct 10, 2011 @ 17:06:10

    Hwaaaaa onnie, ko endingnya cepet…panjangin lagi onn, bikin part ending gitu…

    si kibum ma pangeran yang lainnya gimana?trus donghae ma sungmin beneran mati..bukannya kata kibum “pasti akan ada keajaiban”

    bikin perkawinan massal gitu onnie buat para pangeran yg belum nikah #plaak…

    tapi ini keren banget onnie, hehehe ^_<…

    Reply

  4. meyta
    Oct 11, 2011 @ 01:53:54

    Ikaaanku knapa mati ? #padahaludahceritalama
    Bikin ikan iduup lagi dong onn .
    Ada after story’a ga ?

    Reply

  5. rinaelfsuju
    Oct 11, 2011 @ 06:46:29

    akhir’a lnjut jga…tpi ending’a critain ttg pangeran kibum ama putri trisa jga dong(mian klu slah nma)…, hehe….

    Reply

  6. giovenaElf
    Oct 26, 2011 @ 00:06:47

    Annyeong….(*_*)
    Wahhhhhh… Daebaaakkkkk… Epep.Ñўά̲̣̣̣̥ bagusss bangeettt… Saiia kasii 100 jempol dech buat author.Ñўά̲̣̣̣̥ …

    Klu bolehh usull bikin 1 part lagy donggg bwatt nyeritain gy mana kehidupan selanjut.Ñўά̲̣̣̣̥…
    Bagaimana dengan haeppa kkuu, sungmin oppa, ryeowook oppa, п̥̥̲̣̣̣̥ peangeran” yg laen.Ñўά̲̣̣̣̥ …

    Hë•⌣•hë•⌣•hë•⌣•hë … #mianhae klu saiia bawelll…

    Tp klu nggak jga nggak papa.. 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

    Saiia ucapkan terimakasii bwat author.Ñўά̲̣̣̣̥ cz telah ngebuat epep Чªπğ baguss п̥̥̲̣̣̣̥ kerennddd…

    Hwaittiiiinnnggggg…!!!!!! 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
    #bow bareng Haeppa…

    Reply

  7. Minniemint
    Nov 05, 2011 @ 10:29:20

    Ehh? Tiba” koq tamat di situ?
    Bikin epilognya dong, biar tambah mantap… hehe

    Reply

  8. hanakimi
    Mar 12, 2012 @ 10:30:06

    EH?!Angel,Donghae ma Sungmin gimana?sambung lagi author…gak mau digantung…PLIIIIIZZZZZZZ!!!!!!!!!!!!HUWAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

  9. kheynie_hae
    Mar 12, 2012 @ 11:09:18

    chwesonghamnida ru sempet coment ^^

    throsu SPECIAL ENDING ada di buku ‘BLUELF’ II ~

    Reply

  10. salicelee
    Jul 10, 2012 @ 14:04:54

    eonnie,si ikan gimana? huee oppa kuuuuuu

    Reply

  11. kheynie88
    Jul 11, 2012 @ 03:59:46

    @Salicelee : isinya FF fresh n baru semua.
    kecuali satu ff pemenang {FF of the week
    favorite} yg dipilih oleh readers waktu itu 😀

    Reply

  12. Nadia
    Nov 06, 2015 @ 17:40:28

    where are you now unnie?
    buka buka blog lama, huhu dulu waktu lama banget suka banget sama ff ini.. Sejujurnya ini ff pertama yang aku baca.. Sampai aku bisa menulis ffku sendiri sampai saat ini aku tidak pernah lupa tentang ff ini.. Really love it.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: