[FF Of The Week] THE LAST CONFESSSION

THE LAST CONFESSSION
Author : Adisti (@adistinurul)
Disclaimer : This ff was also published on my own wordpress , http://www.alaurias.wordpress.com visit me!

——————–

Aku melihatnya menuruni tangga. Seperti biasa, dengan langkah dan wajah yang angkuh. Wajahnya tampan, sesempurna ukiran patung pualam penghias bangunan ancient Spanyol. Rupanya wajah seperti itulah yang banyak dipuja gadis-gadis di seluruh dunia. Aku mencibir.

Dia duduk di kursinya seperti biasa, tanpa ucapan selamat pagi atau ucapan basa basi lainnya. Dua tahun ini, kami cukup menikmati waktu sarapan dan makan malam bersama kami dalam diam. Menyibukkan diri dengan pikiran masing-masing.

Namanya Choi Siwon. Rasanya tak ada yang tak kenal dengan nama itu. Aku heran kenapa ada orang yang ditakdirkan tak pernah sengsara seperti dia. Dia dilahirkan di keluarga yang berkecukupan, prestasi akademik maupun non akademiknya tidak perlu diragukan, wajahnya – dengan berat kuakui dia memang tampan. Dan dia adalah seorang superstar yang terkenal dengan boybandnya, Super Junior. Saat ini boybandnya tidak bubar, tapi masing-masing anggotanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Dan dia memutuskan untuk sibuk mengelola perusahaan waralaba market keluarganya yang besar itu.

Dia bahkan dijuluki iklan berjalan. Apapun yang dikenakannya selalu jadi sorotan.

Aku menopang dagu dengan tanganku yang diletakkan di meja, tanpa sadar memandangnya dalam pikiran kosongku. Tangannya berhenti di udara mengembalikan kesadaranku. Sial. Dia tahu aku sedang memperhatikannya. Ragu-ragu dia menatapku. “Waeyo?”

Aku membuang muka dengan acuh. “ Anni”

Dia mengangkat alisnya yang melengkung sempurna itu dengan tampak canggung lalu menyesap kopi yang telah kusiapkan untuknya tadi pagi. Kuperhatikan ekspresi wajahnya yang sedikit berubah. Ia berdeham kecil lalu meneguk kopinya banyak-banyak.

“ Besok malam kau ada acara?” Dia sekilas melihatku lalu meletakkan gelasnya. Dia tidak pernah menatapku lebih dari tiga detik dan itu membuatku merasa diremehkan. Suruh siapa dia menikah dengan perempuan tidak cantik sepertiku.

“Kau tahu pekerjaanku hanya mengurus rumah ini,” ujarku tak berminat. “ wae ?”

Siwon melipat rotinya. “Besok ada acara pesta pembukaan cabang Hyundai Store yang baru. Kau mau menemaniku?”

Aku memutar bola mataku.“ Memangnya aku bisa menolak?”

Dia tidak menjawab, kembali berkutat dengan sarapannya seakan aku tidak pernah bicara. Sekali lagi aku mendesah. Tuhan, kalau seperti ini terus, aku bisa mati bosan !

Segera setelah sarapannya habis, dia bangkit dari tempat duduknya. Aku hanya memandangnya dari tempat dudukku. Aku tahu dia akan berangkat kerja, tapi aku sama sekali tidak berniat untuk mengantarnya sampai depan pintu. Apalagi memberikan kecupan selamat tinggal untuknya. Memikirkannya saja aku sudah mual.

“ Aku pergi dulu,” katanya pendek, mengambil jas hitam yang digantung di kursinya. Aku mengangguk cuek, dengan sengaja aku pura-pura menonton televisi.

Choi Siwon adalah suamiku. Dan aku tak pernah bangga mengatakan hal ini pada orang lain, sebesar atau seterang apapun nama Choi Siwon itu. Bagiku, Choi Siwon hanyalah laki-laki tak berperasaan yang memaksa Appaku menjual anak gadisnya dengan alasan membayar hutang. Kalau bukan penyakit jantung Appa yang tiba-tiba kambuh disaat aku melancarkan penolakanku terhadap pernikahan ini, mungkin hari ini aku masih bebas. Kesimpulannya, bukan cinta yang mendasari pernikahan kami. Ini pernikahan sepihak yang diputuskan oleh Choi Siwon semata.

Patut kuakui sebenarnya dia orang yang , well, baik. Kami tidak pernah tidur dalam ruangan yang sama, dia tahu aku tidak ingin. Dia menjaga privasi ku dengan baik. Aku tidur di kamarku dan dia pun tidur di kamarnya, meskipun dia lebih sering tertidur di ruang kerjanya sih. Dan meskipun sudah dua tahun kami menikah, dia jarang sekali menyentuhku. Tidak pernah malah. Aku sering bingung mendekripsikan bagaimana aku harus bersikap dengan perlakuannya itu. Terutama sikap dinginnya. Di satu sisi aku senang karena aku tidak perlu banyak berinteraksi dengannya, yang pastinya akan membuat emosiku meledak-ledak tidak karuan. Tapi di sisi yang lain sikap dinginnya membuatku frustasi. Apakah aku…. tidak terlalu menggoda baginya?

Aiish, apa sih yang kupikirkan? Aku bangkit dari tempat dudukku dan membersihkan bekas sarapan kami. Kulihat cangkir kopi yang tadi diminumnya masih ada. Tinggal sedikit, tapi rasanya sayang kalau kubuang. Kebiasaan burukku muncul, aku tidak pernah suka lihat makanan yang tersisa. Kuseruput kopi itu buru-buru, dan sedetik kemudian aku merasa ingin muntah saaat cairan hitam kental itu menyentuh lidahku.

Puh! Asin sekali !

Aku tertegun, menepuk keningku pelan. Omona, aku pasti salah memasukkan gula hari ini. Ku lihat lagi sisa kopi yang masih berada dalam cangkir, menyadari bahwa sebelum aku meminumnya, kopi ini sudah habis sekitar tiga perempat bagiannya. Dia…. dia meminum kopi ini?

Pesta pembukaan cabang baru Hyundai Store di kawasan Incheon itu begitu meriah. Banyak orang datang untuk meresmikannya. Aku dapat melihat beberapa artis dan orang penting ikut meramaikan acaranya. Pesta ini benar-benar digelar besar-besaran.

Dari kejauhan dia nampak sedang menyalami tamu-tamunya, mengumbar senyum dari bibirnya yang aneh itu. Aktingnya hebat sekali. Dari laki-laki yang sangat dingin dan cuek di rumah, berubah menjadi super ramah seperti itu di depan para tamunya.

Aku sengaja menjauh dari keramaian. Entah kenapa aku dan dia seperti magnet yang berlainan kutub.

“ Mrs. Choi?” seseorang memanggilku dari belakang. Cukup terkejut ada yang memanggilku di tempat ini mengingat aku jarang diperkenalkan sebagai Mrs. Choi.

Hatiku mencelos. “ … Oppa?”

Laki-laki itu menaikkan kedua sudut bibirnya, tersenyum. Meski sudah dua tahun tidak melihatnya, aku masih hafal dengan senyum itu. Senyum jahil yang begitu memikat.

“ Kenapa terkejut begitu? Bagaimana kabarmu?” Cho Kyuhyun, nama lelaki itu, mengisi spasi kosong di sebelahku. Dua tahun tidak bertemu Ia masih kelihatan sama, diacara seformal ini, dia hanya mengenakan setelan jas santai.

Aku memandangnya dengan tatapan terkejut. Tampangku pasati konyol sekali, tapi aku tidak peduli. Aku masih tidak percaya bahwa Kyuhyun Oppa lah yang berdiri di depanku. Sedikit aneh karena aku memanggil Kyuhyun dengan panggilan Oppa dan Siwon hanya dengan ‘Siwon’ mengingat Kyuhyun Oppa kan lebih muda dari Siwon. Tapi aku memang sudah terbiasa memanggilnya Kyuhyun Oppa. Siwon Oppa kedengarannya tidak enak.

“ Kenapa tidak menjawab pertanyaanku? Ah, kau pasti baik-baik saja kan? Tinggal di rumah keluarga Choi yang besar dan mewah, bagaimana bisa tidak baik-baik saja,” dia menertawakan candaannya sendiri. Perlahan kesadaranku mulai pulih, aku tertawa miris.

Aku mengangguk. Physically, aku memang baik-baik saja. Dan aku yakin Kyuhyun Oppa tidak berminat mendengar dongeng pengalamanku selama tinggal di rumah keluarga Choi. “ … Oppa bagaimana? Tidak banyak berita yang kudengar tentangmu belakangan ini,”

“ Aku ? Mana bisa aku baik-baik saja setelah ditinggal menikah oleh pacarku bersama salah satu hyung favoritku?” dia menoleh, menatapku dengan pandangan yang tidak kusuka. Pandangannya membuat hatiku tidak nyaman. Caranya menatapku masih sama, bahkan beledu pun kalah lembut dengan tatapannya.

Aku gelagapan, mencoba membuka mulutku. “ A-Aku… Oppa, aku…”

“ Ah sudahlah. Aku hanya bercanda kok,” Ada yang berbeda dengan tawanya sekarang. Dulu aku suka cara bagaimana dia tertawa. Tawanya terasa pahit untukku. Aku menunduk. Kilasan-kilasan balik dua tahun yang lalu secara otomatis terputar di otakku.

Pertama kali aku bertemu dengannya ketika aku mencari kaset game Starcraft terbaru . Aku bukan penyuka game, itu adalah kado untuk temanku. Saat itu kaset yang tersisa hanya ada satu. Ketika aku mengambilnya, seseorang dengan penampilan aneh di musim panas juga hendak mengambil buku itu. Dia mengenakan jaket parasut berwarna putih dengan tudung menutupi dahi beserta kaca mata hitam.

“ Ah, silahkan,” katanya mempersilahkanku mengambil kaset itu setelah kami bertatapan cukup lama. Aku melemparkan seulas senyum tipis risih padanya, dan dia membalas senyumku. Saat itulah aku tahu kalau aku mulai terpesona dengannya. Untuk pertama kalinya, ada yang memperlakukanku seperti seorang Lady. Aku memandangi punggungnya yang bidang saat dia pergi dengan semu merah di pipiku. Dan malamnya aku menyesali setengah mati kenapa tidak kuberanikan diri saja untuk menanyakan .. namanya? Atau malah nomor teleponnya?

Saat aku mulai melupakannya, kami bertemu lagi dengan cara yang tidak disangka-sangka. Aku baru pulang membeli beberapa roti untuk Appa. Saat itu musim gugur sudah hampir tiba,meskipun hujan sering turun, aku tetap malas membawa payung. Benar saja, dalam perjalanan hujan turun dan aku memutuskan untuk berteduh di halte bus yang cukup sepi. Tak lama kemudian, seseorang dengan jaket parasut putih yang familiar datang ikut berteduh denganku. Ketika aku menoleh, ternyata dia lagi, dan dia juga masih mengingatku. Dia tersenyum lebar saat melihatku, dan aku tahu dia masing mengingatku. Kami berkenalan lalu bertukar nomor ponsel. Dan setelah satu bulan berkenalan, aku baru tahu kalau dia adalah seseorang yang sangat terkenal. Dia adalah magnae dari sebuah boyband bernama Super Junior.

Ketika kami berpacaran, Kyuhyun Oppa sering membawaku bermain ke asrama Super Junior yang mewah. Meskipun dia sibuk, tapi dia orang yang sangat perhatian. Meskipun hanya punya waktu sepuluh menit untuk bertemu, dia tidak akan menyia-nyiakannya. Jauh berbeda dengan orang yang sudah mengubah statusku menjadi pengangguran dan sibuk dengan dunianya sendiri. Sulit untuk melupakan bagaimana bahagianya aku dan Kyuhyun Oppa waktu itu.

Dan di asrama itulah aku bertemu orang itu. Ya, Choi Siwon. Si Tuan Muda yang berwajah kaku dan dingin. Dari awal aku memang tidak pernah suka padanya. Dan dari matanya, sepertinya dia juga tidak suka padaku. Jadi aku tidak perlu bersusah-susah mencari perhatiannya. Toh masih banyak hyung -hyung Kyuhyun Oppa yang baik padaku.

Makanya aku kaget sekali ketika mengetahui bahwa Choi Siwon lah orang yang memaksa Appa ‘menjualku’ untuk diperistrinya karena hutang Appa sangat-sangat banyak.

“ Ya-Hyurin-ah, kenapa kau melamun begitu?” Kyuhyun menjentik-jentikkan jarinya di depan mataku. Lamunanku buyar, aku menoleh padanya dengan tatapan kosong.

Dia balas memandangku dengan tatapan yang penuh arti. Seakan ada makna yang sedikit lagi bisa kuterjemahkan kalau saja kami berpandangan lebih lama. Tapi entah mengapa, aku malah membuang muka. Kurasa aku akan jadi serakah kalau terus-terusan memandangi wajahnya itu.

“ Aku…. aku permisi sebentar,” dengan satu gerakan cepat aku membalikkan badanku. Namun rupanya seorang waiter pembawa minuman berdiri tepat dibelakangku. Tabrakan pun tak terelakkan.

PRAAANG!!

Suasana pesta yang tadinya meriah kini hening seketika. Aku bisa merasakan semua perhatian tertuju padaku. Aku bisa melihat nyonya-nyonya kaya itu menutup mulutnya, berbisik pada orang di sebelahnya sambil menatapku. Mereka bodoh sekali, seharusnya mereka bisa lebih berpura-pura tidak sedang membicarakanku.

Aku berusaha berdiri, tapi tiba-tiba aku merasakan pedih yang amat hebat menusuk telapak tanganku. Ketika aku memeriksanya, ternyata sebuah pecahan kaca menusuknya. Perih sekali.

“ Hyurin-ah, mari kuban…”

Sebelum Kyuhyun Oppa menyelesaikan kalimatnya, tiba –tiba aku merasa tubuhku melayang. Ada sepasang tangan yang dengan cepat mengangkat tubuhku. Tangan itu terasa kokoh sekali. Aku merasa biarpun dia mengangkatku hanya dengan satu tangan, aku tidak perlu khawatir akan jatuh. Ini jelas bukan tangan Kyuhyun Oppa karena aku masih bisa melihat dia berdiri tepat di depanku.

“ … Kau?” desisku perlahan saat mendapati wajah kaku Choi Siwon yang sedang menggendongku dengan tenang. Wajahnya masih tanpa ekspresi, seolah beratku hanya dua kilogram saja.

Dia mendudukkanku di sebuah bangku. Ia mengambil air mineral yang sudah tersedia di meja lalu membasuhnya ke tanganku, tidak menghiraukan aku yang mendesis karena perih. Ia lalu mengeluarkan sapu tangan dari kantong jasnya. Saputangannya berwarna biru muda. Tanpa kata-kata dia meraih tanganku, mengikat sapu tangannya pada area tanganku yang terluka.

Aku tidak tahu harus berkata apa selain menerima begitu saja perlakukannya. Orang-orang mengelilingi kami, menonton apa yang Siwon lakukan padaku. Aku menunduk lalu menggigit bibir.

“ Sakitkah?” dia bertanya, menatapku dengan sorot mata yang… apa itu sorot mata khawatir ? Aku mengangguk perlahan. Tiba-tiba dia menarik tanganku, lalu membopongku dengan kedua lengannya yang kokoh. Aku tidak menolak.

Aku belum mengucapkan terima kasih.

Kutatap sekali lagi perban yang membalut luka yang ku dapat semalam. Choi Siwon memanggil dokter pribadinya yang kemudian mengobatiku. Saat lukaku diobati, dia terus berdiri di samping sang dokter dengan wajah khawatir yang tidak bisa disembunyikannya. Dia terus-terusan mengulang kata-kata tetanus, jahitan, hati-hati, sakit dan kata-kata semacamnya. Saat itu aku ingin bilang padanya agar jangan terlalu khawatir, toh aku juga Cuma luka ringan. Tapi pengaruh obat biusnya begitu kuat dan aku tidak kuasa menahan kantukku.

Seperti biasa, aku lebih dulu bangun dan menunggunya sarapan di meja makan kami yang besar. Dan seperti biasa pula dia menuruni anak tangga dengan sikapnya yang angkuh dan elegan. Wajahnya kembali mendingin, aku merasa sepertinya wajah khawatir yang kulihat itu hanya ilusi.

Dia duduk dengan tenang. Kuperhatikan wajahnya sedikit pucat. Tapi aku mengabaikannya, dia sudah biasa berwajah seperti itu. Paling-paling karena diforsir kerja.

“ Bagaimana tanganmu?’ dia bertanya sambil mengoleskan selai kacang ke roti tawarnya.

Aku pura-pura mengeceknya. “ Tanganku masih utuh,” jawabku pendek. Dia mengangkat alis tanpa menatapku. Aku mendesis kesal. Lagi-lagi seperti itu. Aku heran kenapa dia tidak pernah menatapku kalau sedang bicara.

“ Kau sudah…. bertemu Kyuhyun ?”

Aku mengangguk. “ Kau melihatnya di dekatku saat aku jatuh kan?”

Dia mengangguk sambil menelungkupkan selembar roti tawar yang lain pada roti yang sudah diolesinya selai. Aku baru memperhatikan dia suka sekali selain kacang. Pantas saja selai kacang selalu ada dalam list belanja bulananku. “ Ada rencana untuk bertemu dengannya lagi?”

Aku mengangkat bahu. “ Aku tidak tahu,” kataku jujur. “Kenapa?”

Dia meneguk kopi dari cangkirnya, lalu menggeleng pelan. “ Annio. Aku berangkat,” katanya buru-buru.

“ Siwon-ah!” panggilku tiba-tiba. Rasanya ingin kututup mulutku sendiri yang hanya karena melihat punggung bidangnya yang perlahan menjauh, mulutku otomatis memanggilnya. Mulutku entah bagaimana bergerak memanggilnya tanpa kuperintah.

Dia menghentikan langkahnya dengan janggal, membalikkan badannya ragu-ragu seakan tidak percaya bahwa aku baru saja memanggilnya.

Aku menggaruk pelipisku salah tingkah. “ Ng… itu….” aku memnggigit bibir bawahku, lalu tersenyum maksa. Aku gugup sekali! “Ah, hati-hati di jalan,”

Siwon tertegun memandangku, aku menggigit bibir bawahku lagi lebih intens. Aku selalu begini kalau aku sedang gugup. Kenapa sih dia tidak menjawab saja ?

Akhirnya setelah sama-sama diam, dia mengangguk perlahan. Aku bisa melihat ekspresinya yang ingin tertawa itu. “ Ah, ne. Aku akan hati-hati. Kau juga jaga diri,”aku memberanikan diri mendongak menatapnya. Untuk pertama kalinya dalam seumur hidup, aku melihatnya tersenyum padaku. Dan tebak, aku merasa senyumnya menawan juga.

“ Apa yang kau bicarakan? Sudah sana cepat pergi!” usirku tanpa menatapnya. Aku benar-benar salah tingkah. Tuhan, kenapa pipiku rasanya jadi hangat ? Aku membuang muka lalu menangkupkan kedua telapak tanganku pada kedua sisi pipiku. Kuharap telapak tanganku dapat menyerap hawa panas yang melanda pipiku saat ini.

Ketika Ia sudah mulai berjalan, Ia menghentikan langkahnya lagi berbalik dan menangkap basah aku yang sedang kerepotan dengan rona-rona panas dan kemerahan di pipiku. Dia tersenyum lagi. Kali ini lebih lebar. “ Hari ini kopinya enak sekali,”

Dia berbalik kemudian benar-benar pergi. Aku bisa merasakan aura gembira yang mengelilinginya ketika dia berjalan. Aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan diriku. Sebenarnya aku ini kenapa sih?

Aku memutuskan untuk bangkit dari tempat dudukku, bersiap membereskan bekas sarapan kami. Kulihat kopi dalam cangkir itu masih tersisa seperempat bagian lagi. Ragu-ragu aku mengangkat cangkir itu dan tidak tahan untuk mencoba mencicipinya.

Untuk kesekian kali, aku merasa ingin muntah saat larutan itu menyentuh lidahku. Lagi-lagi aku salah memasukkan garam ke dalam kopi !

“ Yeoboseyo?” Aku mengangkat panggilan yang berasal dari nomor tak dikenal yang masuk ke smartphoneku.

“ Hyurin-ah !” Kyuhyun!

“ Op- Oppa? Ada apa?” kerongkonganku rasanya tercekat ketika mendengar suara itu. Sebuah perasaan aneh menjalari seluruh persendianku. Perasaan yang mirip dengan saat aku melihat senyum Siwon tadi.

Terdengar tawa renyah dari seberang sana. “ Hari ini kau ada waktu tidak? Perutku lapar dan aku bosan makan sendirian,” ujarnya ringan.

“ Eh.. itu… ada Oppa. Maksudku, aku tidak ada acara siang ini,” jawabku dengan perasaan berkecamuk. Aku tidak tahu yang kulakukan ini benar atau salah. Saat suamiku sedang bekerja, aku makan siang bersama mantanku tanpa sepengetahuannya. Kedengarannya seperti sedang main serong. Eh, tunggu sebentar. Siwon kan mengenal Kyuhyun Oppa. Lagipula suami-istri kan hanya status saja. Kenapa aku harus merasa tidak enak ?

“ Ah, bagus. Baiklah, kujemput kau jam setengah satu. Aku punya rekomendasi restoran bagus untukmu. Sampai nanti!” katanya terdengar ceria.

Aku mengangguk. “ Ne, Sampai nanti, Oppa,” jawabku. Aku menurunkan ponselku perlahan dari telingaku. Disatu sisi aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku tidak bersalah hanya karena menerima tawaran makan siang dari Kyuhyun Oppa sementara disisi yang lain ada perasaan tidak enak yang diam-diam merasukiku. Sial, si batu es itu diam-diam sudah bergerilya saja di otakku.

Kuputuskan untuk menghiraukan perasaan tidak enak itu. Setengah berlari, aku pergi ke kamar untuk mengganti baju dan berdandan. Aku berdandan lebih lama daripada biasanya, mungkin karena yang akan kutemui ini adalah Kyuhyun Oppa. Aku memakai sehelai terusan musim panas simpel berwarna putih dengan rok selutut yang agak mengembang dengan rambut ditata rapi ketika aku keluar kamar.

Ketika aku turun dari lantai atas, aku melihat Kyuhyun Oppa yang sedang berdiri memperhatikan lukisan kuda yang dibeli Choi Siwon tahun lalu di China. Rupanya dia sudah datang.

“ Oppa, kau sudah datang?” dia berbalik menatapku. Kelihatannya aku berhasil dandan cantik hari ini. Dia memandangiku dari atas sampai bawah. Dia mengangkat alisnya.

“ Kau cantik sekali, Hyurin,” pujinya.

Aku tersipu. “ Oppa, aku sudah bersuami. Jangan merayuku,” ujarku bercanda. Kyuhyun Oppa tertawa mendengarnya. Oppa kemudian menuntunku berjalan menuju mobilnya yang diparkir di depan rumahku.

Restoran yang dipilih Kyuhyun Oppa ternyata berada di kawasan jalan Gangnam. Pasti restoran mahal, pikirku. Gangnam-gu memang sudah dikenal sebagai daerah elit di Seoul. Dan aku tidak pernah terbiasa dengan wilayah ini. Hanya karena aku menikah dengan pemilik Hyundai Store bernama Choi Siwon, bukan berarti aku harus sering-sering bergaul di tempat-tempat ini kan?

Aku duduk berhadapan dengan Kyuhyun Oppa di sebuah meja bundar. Mataku berputar mengitari restoran yang kelihatan sangat eksklusif ini. Bahkan chandelier kristalnya lebih besar daripada tubuhku. Di meja kami terdapat vas bunga yang dipenuhi berbagai macam bunga asli dan sekeranjang roti perancis.

“ Kau gugup?’ tanya Kyuhyun Oppa sambil tersenyum. Aku menoleh, menatapnya gugup.

“ Ah, sedikit,” jawabku sambil tersenyum juga. “ Oppa, aku tidak bawa uang banyak. Kalau uangku kurang, aku pinjam uang Oppa dulu boleh kan?” tentu saja ini tidak serius. Aku hanya ingin memecah perasaan gugup dan canggung diantara kami.

Kyuhyun Oppa tertawa renyah. Seorang waiter berpakaian rapi mendatangi kami dan membawakan buku menu yang lagi-lagi terlihat eksklusif. Dia memberi Oppa satu, dan aku satu. Oppa nampak memilih-milih makanan dengan serius. Sedangkan aku tidak mengerti mayoritas makanan yang tersedia disini.

“ Chicken Gordon Bleu,” dia memesan.

“ Aku juga, “ kataku buru-buru, menutup buku. Aku yakin selera Kyuhyun Oppa pasti bagus. Kepalaku pusing melihat deretan nama makanan yang kebanyakan ditulis dengan nama Perancis itu. Aku Cuma tahu dua. Omelette dan Escargot.

“ Minumnya?” tanya sang waiter yang sudah tidak muda lagi itu.

“ Merritage,” jawabnya. Aku mengernyitkan kening tidak mengerti. Kyuhyun Oppa menatap wajahku yang pasti konyol itu. “ White wine,” dia menjawab kebingunganku karena aku tidak tahu apa itu Merritage.

Aku tersentak. “ Ah, aku… jus saja. Jus strawberry,” kataku buru-buru. Kuberikan buku menu itu pada sang waiter, lalu Kyuhyun Oppa mengikutiku. Rupanya Kyuhyun masih suka minum wine.

“ Jadi, kau tidak minum wine? Bukankah Siwon menyukainya?” Dia meletakkan kedua siku tangannya ke meja, sedikit mencondongkan wajahnya ke arahku.

Aku mengangguk. “ Ne. Tapi belakangan ini dia lebih sering minum air putih. Baguslah. Aku tidak suka bau wine,” jelasku. “ Kau masih minum wine, Oppa? Wine itu tidak bagus untuk jantung dan paru-parumu tahu,” tukasku sambil tersenyum.

Kyuhyun Oppa tertawa kecil, memamerkan deretan giginya yang rapi dan lesung pipinya yang menawan. “ Kau masih seperti dulu, tetap perhatian,”

Dia berkata dengan sorot mata lembut penuh arti. Aku ingin sekali menganggap Oppa sedang menggodaku atau meledekku, atau semacamnya tapi sulit sekali. Mungkin karena atmosfir ruangan ini yang begitu romantis , aku jadi menganggap serius perkataannya. Kami saling bertatapan cukup lama, saling mengartikan pikiran-pikiran yang ada di pikiran kami masing-masing. Aku tertawa ganjil, mencoba mencairkan suasana yang begitu serius. “Oppa.. jangan menggodaku. Ingat aku ini sudah punya …”

“Kau mencintainya?” Kyuhyun Oppa memotong perkataanku. Aku terdiam, butuh beberapa detik untuk mencerna pertanyaannya yang begitu tiba-tiba.

Aku tersenyum risih. Dia pasti bercanda. “ Oppa, aku… kenapa kau bertanya seperti itu?”

“ Jawab saja, Hyurin-ah. Kau mencintainya atau tidak?” suaranya terdengar memaksa, dan matanya yang tajam mengintimidasiku. Tapi alih-alih merasa takut atas intimidasinya, aku malah terpaku, terpesona dengan sorot mata yang telah lama kurindukan itu. Wajahnya menyiratkan penantian yang tidak sabar. Sorot itu membuat hati dan tubuhku merinding.

“ Oppa… aku….”

Kyuhyun Oppa tiba-tiba berdiri, dia menghampiriku. Dia berhenti di sebelah kursiku. Aku mengganti posisi dudukku, menghadapnya. Kudongakkan kepalaku karena Ia masih berdiri. Namun dalam sedetik kemudian, dia menurunkan tubuhnya, menopang bagian-bagian atas tubuhnya dengan lutut.

“ Oppa, apa yang kau lakukan?” aku berbisik panik, beberapa orang di sekitar meja kami nampak menonton yang sedang Kyuhyun Oppa lakukan.

Oppa meraih tanganku. “ Katakan padaku, Hyurin-ah Kau mencintai Choi Siwon, atau tidak?”

Aku menatap matanya dalam-dalam. Seharusnya aku bisa dengan mudah menjawab pertanyaannya. Bukankah selama ini aku tidak menyukai Choi Siwon? Bukankah aku sama sekali tidak menyukai lelaki berwajah kaku dan dingin itu? Bukankah aku menganggap hubunganku dengannya seperti magnet yang berbeda kutub?

Dan saat ini aku bingung bagaimana bisa ada perasaan ragu yang bersemayam dalam hatiku.

“ Tidak usah dijawab, Hyurin-ah. Aku tahu. Maaf sudah meragukanmu. Aku tahu kau masih mencintaiku,”

Kyuhyun Oppa mendekatkan wajahnya denganku. Aku tahu apa yang akan dilakukannya dan sepertinya aku tidak punya kendali atas tubuhku untuk menolak. Mataku bahkan masih membuka, melihat bagaimana wajah Oppa yang semakin dekat dengan wajahku.

“ Oppa…” Matanya menatapku lembut, aku balas memandang matanya.

“ APA YANG KAU LAKUKAN?!” tiba-tiba sosok Kyuhyun Oppa yang sudah dekat dengan wajahku menghilang seiring dengan bunyi pukulan keras. Kejadian itu begitu cepat sehingga ketika aku sadar, Kyuhyun Oppa sudah jatuh terkapar di lantai. Sementara itu, belum habis kekagetanku, aku melihat sosok lain nampak menarik kerah Oppa, lalu memukulnya berulang kali. Aku mengenal dia, aku mengenal si pemukul itu. Itu Siwon!

Choi Siwon masih memukuli dongsaengnya itu dengan bernafsu. Aku bisa melihat bagaimana jas yang dipakainya itu menjadi acak-acakan. Sementara itu, Kyuhyun Oppa mulai pulih kesadarannya dan melawan pukulan-pukulan yang diterimanya dari Choi Siwon. Mereka saling pukul, menimbulkan keributan yang hebat di restoran yang tadinya damai ini.

Butuh beberapa detik bagiku untuk menyadari apa yang sedang terjadi. Aku harus memisahkan mereka. Tanpa pikir panjang, aku melompat ke tengah laki-laki yang sedang berkelahi itu. Aku tidak tahu dapat keberanian darimana untuk melakukannya. Seharusnya aku tahu sebelum menengahi mereka, ada kemungkinan aku ikut terpukul juga. Beberapa detik kemudian, hal itu terjadi.

Sebuah pukulan keras mendarat di pipiku, otomatis membuatku ambruk.. Meskipun kejadian itu berlangsung cepat otakku dapat merekamnya. Merekam bagaimana tangan Choi Siwon mengenai pipiku.

Mataku berkunang-kunang, kepalaku pusing sekali. Aku mendengar suara Kyuhyun Oppa memanggil-manggil namaku sementara si pelaku, Choi Siwon, masih berdiri terpaku, memandangi tangannya. Apa yang dia lakukan? Dia tidak mencemaskanku? Jahat sekali….

Choi Siwon tidak mengkhawatirkanku, istrinya sendiri. Daripada membencinya karena sudah memukulku, aku lebih benci melihat sikapnya sekarang. Berdiri terpaku memandangi tangannya tanpa mempedulikan aku.

“ Choi Siwon-ah… kau menyebalkan. Aku benci dirimu,” ujarku lemah dengan sisa-sisa tenaga sebelum alam bawah sadarku mengambil alih.

Bau alkohol yang menyengat menyeruak hidungku. Aku selalu merasa terganggu dengan bau ini. Kepalaku rasanya sakit, tapi rasanya aku sudah lelah memejamkan mata. Perlahan-lahan kubuka kelopak mataku, sebuah cahaya yang begitu menyilaukan menembus mataku, memaksaku untuk menutupnya lagi. Kuulangi sekali lagi. Sekarang sinarnya tidak terlalu kuat.

“ Hyurin-ah? Kau sudah sadar?” aku menoleh lemah ke sumber suara itu. Aku mendapati wajah Kyuhyun Oppa yang sangat khawatir. Aku bisa melihat plester yang tertempel di pelipis kanan dan bibir kirinya.

“ Oppa? Aku…” dengan lemah aku memandang seluruh isi ruangan. Ruangan ini kelihatannya mewah. Kalau saja tidak ada bau alkohol yang menyengat dan gantungan infus di sebelahku, mungkin aku akan mengira ini adalah kamar hotel. Aku mencoba bangun, Kyuhyun Oppa membantuku. “ Oppa… baik-baik saja?”

Dia tersenyum kecil. Dia menarik selimutku seolah tidak mau kulitku tersentuh udara sedikit saja. “ Pabo. Harusnya aku yang bertanya,” aku tersenyum lemah. “Kau baik-baik saja?”

Aku mengangguk perlahan. “ Kepalaku… masih sedikit pusing. Tapi aku rasa aku akan baik-baik saja,” ucapku. “ Benar Oppa tidak apa-apa? Pukulannya kan begitu kencang, aku saja sampai pingsan,”

Dia menggeleng. “ Aku kan tidak selemah kau,”

Aku tertawa. Namun bayangan seseorang tiba-tiba melintas dibenakku, meredakan tawa. “Dia mana Oppa?” aku bertanya dengan ekspresi yang berbalik seratus delapan puluh derajat. Perasaan kesal itu menghinggapi hatiku lagi. Aku menolak menyebut namanya. Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Rasanya akibat pukulan itu otakku tidak bekerja dengan benar. Aku kesal pada dia, orang itu, tapi bukan karena dia telah memukulku. Yang membuatku kesal adalah dia tidak kelihatan khawatir sesaat setelah aku terpukul, dan karena yang pertama kali kulihat saat sadar adalah Kyuhyun Oppa. Bukannya dia. Suami macam apa itu ?

“ Maksudmu Siwon? Ah dia…”

“ Ah, tidak usah dijawab. Untuk apa aku tahu dia dimana. Sembarangan saja memukul orang,” aku memotong perkataan Kyuhyun Oppa dengan wajah kesal. Aku tidak peduli dimana si batu es itu sekarang. Aku masih marah. Apa hak dia memukul Kyuhyun Oppa di depan orang banyak seperti itu?

“ Hyurin-ah, Siwon…”

Aku mendengus. “ Oppa, aku tidak mau membicarakan dia lagi. Kalau aku sudah pulang dari rumah sakit, aku akan mengajukan surat cerai padanya. Dasar orang yang menyebalkan,” gerutuku sambil melipat tangan di dada.

“ Hyurin-ah, kau harus tahu Siwon…”

“ Oppa ! Jangan membelanya kenapa sih? Oppa sudah dipukul sampai seperti itu memangnya tidak marah? Di depan banyak orang lagi!” aku berseru marah pada Kyuhyun Oppa. Entah kenapa Oppa hari ini begitu menyebalkan. Sudah kubilang aku tidak mau membicarakan hal-hal tentang Siwon, dia malah terus-terusan menyebut namanya. Mendengar namanya saja membuat hatiku panas. Aku bisa di opname lebih lama kalau mendengar nama itu terus.

Akhirnya Kyuhyun Oppa menyerah. Dia tidak lagi mengungkit-ungkit nama itu lagi di depanku. Kyuhyun Oppa mengupaskan sebuah apel untukku sebelum dia pamit pulang karena ada urusan.

Hanya butuh dua hari sampai aku keluar dari rumah sakit. Sebetulnya aku ingin lebih lama saja berada di rumah sakit. Kalau pulang, itu sama artinya dengan aku kembali ke sangkarku dan bertemu dengan si batu es menyebalkan itu. Benar-benar orang yang tidak punya perasaan. Istrinya sakit, menjenguk pun tidak.

Kyuhyun Oppa hari ini tidak bisa mengantarku ke rumah, tapi dia bilang Siwon sudah mempersiapkan supirnya untukku.

Akhirnya aku pulang juga ke rumah. Meskipun hanya beberapa hari di opname, entah kenapa rasanya begitu lama. Aku mendesah ketika kujejakkan kakiku di rumah itu. Kulangkahkan kakiku dengan muka sebal ke dalam rumah. Lambat laun aku pasti bertemu dengan dia.

Tapi aku tidak bisa menemukannya. Tidak di ruang makan, tidak di ruang televisi, tidak di ruang kerja, tidak juga di kamar. Tanpa sadar aku mengelilingi rumah mencarinya. Sungguh bodoh. Bukankah tadi aku bilang aku tidak mau bertemu dengannya?

Keesokan harinya, seperti biasa aku menunggunya untuk sarapan. Ada sedikit celah dihatiku yang sedikit berharap Ia akan turun tangga dengan langkahnya yang angkuh dan elegan seperti biasa. Sedikit lagi berharap bahwa dia sudah pulang ketika aku tidur.

Aku menyiapkan kopi untuknya. Kali ini aku bahkan mencicipi dulu yang kumasukkan itu gula atau garam. Kali ini aku memasukkan gula. Lalu aku menempelkan label pada toples gula supaya tidak tertukar lagi. Kutunggu dia sampai jam setengah tujuh, jam biasanya Ia turun tangga lalu sarapan, tapi dia tidak kunjung datang. Rupanya Ia memang tidak pulang. Aku malu mengakuinya, tapi kenapa… rasanya aku merasa kehilangan sosoknya?

Padahal dulu aku selalu berpikir ada atau tidak dia di rumah ini akan sama saja. Toh kami juga jarang berinteraksi. Kecuali saat sarapan dan makan malam, kami tidak pernah berada di ruangan yang sama. Ia lebih suka mengurung diri di ruang kerjanya, sementara aku yang berkeliaran kesana-kemari dirumah ini, menghindarinya.

Aku mendengus sebal. Si batu es itu. Dia bahkan tidak minta maaf sudah memukulku. Paling tidak sebelum kabur seharusnya dia minta maaf dulu padaku.

Tidak sadar, aku berjalan menuju ruang kerjanya. Kucoba untuk membuka kenop pintunya, sekedar mengecek apa ruangan ini dikunci atau tidak. Ternyata Siwon tidak menguncinya. Penasaran, kulangkahkan kakiku masuk ke dalam ruangan yang di dominasi oleh rak-rak yang penuh buku itu. Ini adalah pertama kalinya setelah dua tahun, aku mencoba masuk ke ruang kerjanya Siwon. Aku tak tahu kalau dia begitu menyukai buku-buku seperti ini.

Aromanya disini begitu kuat. Aroma parfum yang bercampur dengan wangi asli tubuhnya. Entah mengapa hatiku jadi berdebar mencium wangi ini. Rasanya seperti dia ada di dekatku..

Aku melihat setumpuk foto dimejanya. Muncul segelintir rasa ingin tahu dalam hatiku. Tanpa pikir panjang, kuambil tumpukan foto itu. Aku terkejut ketika melihat foto siapa yang ada disana.

Bukankah ini… fotoku? Kapan dia mengambilnya ?

Foto itu kelihatannya diambil secara diam-diam. Aku tahu harusnya aku marah karena dia bertindak seperti stalker. Tapi reaksiku malah tersenyum, terenyuh dengan perhatiannya yang sampai seperti ini padaku. Dia memfotoku saat aku sedang tidur, saat aku sedang memasak, saat aku sedang membuat kopi, saat aku sedang… ah, rasanya dia punya semua foto kegiatanku. Aku mengambil satu foto bergambar secangkir kopi yang nampak familiar. Itu kopi yang biasa kubuat. Aku membalikkan foto itu , ada tulisan tangannya. Tulisan tangan Choi Siwon.

“Istriku membuatkan kopi untukku pagi ini. Rasanya asin. Tapi waktu melihatnya, entah bagaimana rasanya jadi sangat manis”

Aku otomatis tersenyum. Benar, dia selalu menghabiskan kopinya meskipun aku sering salah memasukkan garam ke dalamnya. Aku beralih ke foto lain, membaca tulisan yang ada dibelakangnya dengan cepat.

“Sedang dandan. Istriku, tanpa make-up pun kau sudah sangat cantik”

“Hyurin-ah, mianhae. Kau mengantarkan dokumen untukku tapi aku malah menelantarkanmu. Pekerjaan hari ini sangat banyak dan membuatku sakit kepala. Untung kau datang di saat yang tepat. Sakitnya bisa tiba-tiba hilang.”

“Hari ini aku ulangtahun. Aku berharap kau tersenyum padaku hari ini untuk kado ku. Tapi melihat wajah malaikatmu saat kau tidur, rasanya aku ulangtahun setiap hari. Saengil chukkae, Choi Siwon. Saengil Chukkae. “

Benar. Dia juga punya tanggal ulang tahun. Istri macam apa aku tidak tahu tanggal ulangtahun suaminya sendiri ? Foto-foto ini sungguh membuatku merasa tersindir dan malu. Sejuta kali aku mengutukinya, ternyata dia sama sekali tidak pernah menulis jelek tentangku.

Aku beralih ke foto lainnya, aku sedang tertidur di ranjang rumah sakit yang terasa familiar dan tubuh Kyuhyun Oppa ada di sebelahku, kelihatannya dia ketiduran. Benar, foto ini belum lama diambil. Ini diambil saat Siwon… tidak sengaja memukulku kemarin.

“Hyurin-ah, Mianhae. Melukaimu lagi untuk yang ke sekian kali. Sampaikan maafku pada Kyuhyun. Aku tidak menyangka keegoisanku akan membuat kalian sampai seperti ini”

Ternyata dia menjengukku, hanya aku saja yang tidak melihatnya.

Tiba-tiba sebuah foto jatuh dari tanganku. Foto itu dalam kondisi terbalik saat aku mengambilnya di lantai. Aku membaca tulisan tangannya terlebih dulu sebelum melihat foto apa yang ada di dalamnya.

Melepaskanmu, Hyurin-ah, adalah hal yang tidak pernah kubayangkan. Tak pernah kusangka kalau rasanya begini sulit. Tapi melihatmu terbaring di rumah sakit dengan Kyuhyun yang tidak pernah pergi dari sisimu membuatku sadar betapa egoisnya aku selama ini. Demi semesta dan segala yang ada di dalamnya, kalian seharusnya bersatu, seharusnya tidak usah ada aku yang tiba-tiba masuk ke kehidupan kalian. Hyurin-ah, aku mendengarnya, aku mendengar ketika kau bilang kau membenciku dan mengatakan kata cerai. Aku tahu kau membenciku, tapi aku tidak menyangka kalau kau begitu ingin lepas dariku. Apa aku memegangmu terlalu erat? Apa aku tidak memperlakukanmu dengan layak?

Hyurin-ah, aku menyerah. Aku menyerah atas semua perasaan bersalah yang selama ini kutanggung atas dirimu dan Kyuhyun. Kalau kukira menikah denganmu dan bisa melihatmu setiap hari akan membahagiakanku seperti yang dulu kaulakukan seperti yang kau lakukan pada Kyuhyun, berarti aku salah. Senyummu pada Kyuhyun yang dulu seperti heroin untukku, tawamu pada Kyuhyun yang dulu menyihirku, cara bicaramu yang membuatku berpikir aku harus memiliki wanita ini apapun caranya, aku masih ingat sampai hari ini. Aku memang bahagia, tapi ada perasaan lain yang terasa sakit ketika menyadari bahwa sedikitpun kau tidak pernah tersenyum padaku.

Hyurin-ah, aku sudah menyiapkan sebuah surat, ada di laci sebelah kanan meja kerjaku. Sudah kutandatangani. Kau hanya perlu menandatanginya lalu membawanya ke kantor pengacara. Mianhae, Hyurin-ah. Sampaikan permintaan maafku pada Kyuhyun juga. Aku melepaskanmu. Terbanglah yang jauh, jangan sampai tertangkap aku lagi. Aku tidak yakin bisa melepaskanmu kalau aku sampai menangkapmu lagi.

Tanpa kuperintah, sebulir air mata jatuh mengalir di pipiku. Aku berusaha menghapusnya dengan sapuan jari telunjukku tapi air mata ini terus mengalir. Aku mengelus tulisannya yang memenuhi hampir seluruh bagian belakang foto. Tulisannya rapi dan kecil. Dengan segera aku membalikkan foto itu, mengetahui momen apa yang ada di dalamnya.

Hatiku mencelos. Foto ini… Ini pertama kalinya aku melihatnya. Foto pernikahan kami. Choi Siwon yang tampan dan elegan, dengan seorang wanita berwajah cemberut di sebelahnya. Rasanya aku belum pernah melihat pengantin wanita yang nampak setidak bahagia ini. Aku memang tidak pernah mau membuka-buka album foto pernikahanku dengan Choi Siwon yang kuanggap sebagai kenangan terburuk waktu itu..

Aku memandang foto itu dengan jutaan perasaan berkecamuk memenuhi rongga dadaku. Aku bisa merasakan perasaan tulusnya saat dia menulis kata-kata ini. Dan aku menyesal kenapa aku saat foto ini diambil, paling tidak aku berpura-pura tersenyum? Aku berharap satu kali saja aku bisa menemukan kalimat-kalimat jelek tentangku di belakang foto-foto itu tapi harapanku sia-sia. Choi Siwon… dia… mungkin selama ini aku sudah salah menilainya.

Choi Siwon, jadi beginikah yang dia rasakan selama ini? Jadi beginikah yang dia simpan dalam-dalam dibalik wajah kaku dan angkuhnya? Aku tidak pernah tahu…. dan aku menyesal karena aku tidak pernah tahu. Selama ini aku selalu menyangka bahwa akulah orang yang paling menderita di dunia dan dia adalah orang yang paling egois di dunia. Ternyata aku salah besar.

Perlahan aku membuka laci meja yang disebutkannya. Selembar surat dengan huruf hangul resmi terlihat saat pertama kali laci itu terbuka. Aku bisa melihat tanda tangan Choi Siwon yang khas, sementara ada satu kolom spasi yang belum ada tanda tangannya. Dibawahnya tertulis namaku. Pandanganku tertuju pada judul surat itu. Surat cerai.

Aku tidak tahu apa yang kurasakan saat itu. Rasanya duniaku berhenti berputar dan aku tersedot ke lubang yang paling dalam. Air mataku mengalir semakin intens, semakin deras. Seharusnya aku tidak seperti ini, seharusnya aku tidak seperti ini, bukankah surat ini adalah segalanya yang kuinginkan? Bukankah lepas dari Choi Siwon adalah impian terbesarku? Tapi kenapa.. jadi begini sakit?

“ Hyurin-ah?” suara itu terdengar familiar. Aku tidak berusaha menyembunyikan tangisanku saat melihat sosoknya.

“ Oppa?”

Kyuhyun Oppa kelihatannya buru-buru datang kemari. Napasnya masih belum beraturan, sesuatu yang seharusnya jarang terjadi mengingat dia tidak pernah seperti itu ketika menari di panggung. Dia menghampiriku, lalu duduk dengan cepat di hadapanku.

“ Hyurin-ah. Kau harus ke rumah sakit sekarang. Jantung Siwon…”

Hatiku mencelos. “ Jantung? Oppa? Ada apa? Siwon kenapa?” aku menarik tangan Oppa seolah memaksanya mengatakan semuanya dengan cepat.

“Aku antar kau kesana. Kajja,”

Tulang persendianku pecah, menjadikan otot-otot dan dagingku rata dengan tanah. Air mataku mengalir deras, sangat deras. Aku tidak berkata apa-apa ketika Kyuhyun Oppa menarikku, membawaku ke mobilnya. Kilas balik tentang bayang-bayang Choi Siwon terputar di otakku. Wajah kaku dan angkuhnya, senyum kikuknya, dan bahkan punggungnya yang kuperhatikan setiap kali dia pergi kerja. Benarkah aku akan kehilangan itu semua dalam sekejap?

Kenapa dia seolah tidak memberiku kesempatan untuk melihatnya dari sudut yang berbeda? Mungkin mendefinisikan ini sebagai cinta terlalu cepat. Tapi aku tahu aku tidak boleh kehilangan dia.

Ketika mobil berhenti, aku langsung menghambur keluar. Aku masuk ke dalam rumah sakit namun sesampainya di lobi aku menghentikan langkahku, menyadari bahwa aku tidak tahu dimana Siwon berada. Namun tiba-tiba ada tangan yang menarikku, tangan Kyuhyun Oppa. Dia menarikku ke satu arah yang aku yakin disanalah tempat Choi Siwon berada.

Oppa membukakan satu pintu kamar untukku, aku langsung masuk mendahului Kyuhyun Oppa. Kamar itu begitu tenang dan hening. Tapi heningnya, entah kenapa ini hening yang berbeda dengan keheningan antara aku dan Siwon sebeleum-sebelumnya. Ragu-ragu kuhampiri sosoknya yang terbaring lemah tak berdaya dengan lilitan selang dimana-mana.

Wajahnya pucat. Tuhan, kenapa aku tidak pernah bertanya, kenapa aku tidak pernah menyadarai kalau wajahnya memang selalu pucat seperti ini? Wajahnya masih kaku, namun kesan kesombongan dan angkuhnya sama sekali hilang. Sebaliknya, dia kelihatan rapuh, seperti patung porselen. Aku mendekati ranjangnya, menyentuh tangannya yang bebas dari jarum infus.

“ Siwon-ah?” panggilku lemah. Air mataku yang tadinya sudah kering kini muncul lagi.

Tidak ada jawaban. Tidak akan seperti ini jika aku memanggilnya seperti ini dulu.

“ … Siwon-ah?” suaraku bergetar, air mataku semakin deras turun. “ … Siwon-ah? Ya! Jawab aku. Kau tuli?”

Aku mengguncang-guncangkan tangannya pelan. Aku berharap dia merepon panggilanku tapi nihil. Matanya masih terpejam, dan satu-satunya gerakan yang tercipta adalah ketika aku mengguncang-guncangkan tubuhnya, tubuhnya ikut bergerak. Aku melirik ke arah kardiograf yang terpasang di sebelahnya, memastikan denyut nadinya masih ada.

Denyutnya masih ada, tapi kenapa dia tidak kunjung menjawabku?

“ … Siwon-ah?” panggilku lagi dengan suara lirih, putus asa. Di panggilanku yang ke sekian ini aku baru menyadari bahwa aku akan kehilangan dia. Tepat disaat aku baru menyadari bahwa aku tidak boleh kehilangan dia.

Rasanya aku rela menukar apa saja yang kumiliki hanya untuk membuat matanya terbuka dan dia menjawab panggilanku. Bukan, dia tidak perlu bicara apa-apa. Asal aku tahu dia baik-baik saja, aku rela kehilangan semua yang aku punya. Ya, Choi Siwon. Gembirakah kau sekarang? Gembirakah pada akhirnya kau melihatku begini ? Kalau iya, kau kekanak-kanankan sekali, kumohon jangan pakai cara yang seperti ini….

Ini bukan perasaan aku tidak pernah tahu apa yang kumiliki sampai dia hilang, ini perasaan aku tahu apa yang kumiliki tapi aku tidak pernah menyangka kalau dia juga bisa hilang.

“ Siwon-ah kumohon bangun! “ aku menangis semakin keras, dan semakin keras pula aku mengguncang-guncangkan tubuhnya, Kyuhyun Oppa menahanku. Dia memang mencegahku mengguncang-guncangkan badan Siwon jauh lebih keras, tapi dia tidak bisa menahan segala tangis dan kesedihanku. “ Siwon-ah ayo bangun! Suami macam apa kau yang tega meninggalkan istrinya? Katanya kau mencintaiku, apa ini caramu menunjukkan cintamu? Ayo bangun!!”

Aku berteriak-teriak seperti orang gila. Aku menangis begitu keras lalu kemudian Kyuhyun memelukku. Aku masih menangis dalam pelukannya sampai aku lelah. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Aku merogoh kantong bajuku, mengambil surat perceraian yang telah ditandatanganinya.

“ … Siwon, kalau kau tidak bangun sekarang, akan kutanda tangani surat ini. Kita bercerai sekarang juga. Ayo sini kalau berani!” aku menunjukkan surat itu dihadapannya sambil menangis. “Kau pikir aku tidak berani, hah? Sekarang juga akan kusuruh Oppa mengambikan surat ini!”

Siwon yang tidak kunjung menjawab membuatku semakin frustasi. Dia masih tetap diam, dan aku kembali menangis putus asa. Aku berlutut di samping ranjangnya. Padahal dulu aku selalu berharap aku bisa secepatnya berpisah dengannya, tapi tak kusangka malah jadi begitu sulit. Rasanya malah aku yang tidak rela melepaskannya…

Aku sesengukan. “ Siwon-ah, kalau kau memberiku sedikit lagi kesempatan, hanya satu kali lagi kesempatan, mungkin perasaanku bisa berubah. Siwon-ah, jangan seperti ini, bangunlah. Buatlah aku yakin kalau aku memang … aku…. aku mencintaimu,”

Aku menangis sesengukan, sebelum suara itu memanggilku. “ Hyurin-ah?” Aku menoleh dengan wajah sembap dan mata bengkakku. Wajah Kyuhyun Oppa nampak kaget dan tidak percaya. “ Kau… “

Aku mengangguk berulang kali lalu menunduk. Aku tidak berani memandang wajahnya. Aku tahu apa yang akan ditanyakannya meskipun dia tidak mengungkapkannya. Dengan getir aku menjawabnya. “ Ne, Oppa. Mianhae,”

Aku kembali menangis. Aku hanya mendengar sekilas ketika pintu ruangan itu ditutup dari luar dengan kasar. Aku memandang punggungnya sekilas saat dia keluar dari kamar ini. Dia sempat berhenti untuk beberapa saat di depan pintu namun Ia meneruskan langkahnya. Aku menangis semakin hebat.

“ Hyurin-ah?” sebuah suara lemah terdengar. Aku menoleh ke arah asal suara. “ … Hyurin-ah?”

Suara lemah itu memanggil lagi, aku yakin itu dia yang berbicara. Aku buru-buru berdiri, dia, sosok yang daritadi kuharapkan membuka matanya, akhirnya benar-benar membuka matanya. Tidak besar, tapi aku tahu dia sadar.

“ Siwon-ah!” aku memeluknya tanpa pikir panjang. Menangis lagi, membasahi baju rumah sakitnya. Aku menangis begitu lama sampai tangan besarnya menyentuh rambutku canggung, mengelusnya perlahan. Usapannya membuatku menolak untuk melepaskan pelukanku padanya. “ Siwon-ah, mianhae…”

“ Jahat sekali kau, Choi Siwon! Padahal aku baru mulai belajar membalas perasaanku tapi kenapa kau tidak mau memberiku kesempatan?”

Usapannya terhenti. “ … kau?”

Aku melepaskan pelukanku, menghadapkan wajahku pada wajahnya. Dia nampak terkejut. “Ne, kau senang sekarang? Aku baru saja bilang kalau aku mulai mencintaimu tapi kau… ah sudahlah Siwon-ah, jahat sekali kau. Kenapa tidak bilang ?”

Aku memeluknya lagi. Dia tertawa kecil lalu meneruskan usapan tangannya di rambutku.

“ Hyurin-ah… “ panggilnya lemah. “Apa kau berharap operasinya berhasil?” tanyanya.

Aku menjauhkan wajahku dari dadanya, menatapnya dengan wajah marah. “ Ya! Apa maksudmu? Tentu saja harus berhasil. Lagipula memangnya kau sanggup meninggalkanku?” seruku. Dia tertawa lemah.

“ Baiklah, aku akan berjuang semampuku,” dia tersenyum simpul. Aku mengangguk kuat-kuat, berulang kali. Meyakinkannya kalau operasinya memang harus berhasil.

Sudah empat jam. Aku menunggu dengan gelisah sementara dua belas laki-laki mengelilingiku dengan wajah yang sama denganku, panik bercampur gelisah. Kyuhyun Oppa duduk di pojok sana, menyendiri. Dia sudah menerima semuanya, dan pada dasarnya dia memang bukan orang yang jahat. Sikapnya memang belum biasa padaku, tapi aku yakin yang dibutuhkannya hanyalah waktu.

Aku menyadari satu hal. Harus ada pengorbanan di balik semua kebahagiaanku itu. Aku mengorbankan Kyuhyun Oppa, sekali lagi, seperti dulu ketika aku akan menikah dengan Choi Siwon. Dulu aku tidak punya pilihan, tapi sekarang sebenarnya aku punya, dan aku lebih memilih Choi Siwon. Bukan berarti Kyuhyun Oppa tidak baik. Dia terlalu baik, sangat baik. Kuharap ada seseorang yang bisa menjaganya dan mencintainya dengan segenap hati.

Tiba-tiba aku mendengar sebuah suara bel pelan. Aku mendongak melihat lampu yang terpasang di depan kamar operasi. Lampu yang sedari tadi warnanya merah itu berubah jadi hijau. Para lelaki itu, anggota Super Junior, serentak berdiri. Dan ketika dokter yang mengoperasi suamiku keluar, kami berhamburan menghampirinya.

“ Bagaimana keadaan dongsaengku, dokter?” si leader Jungsoo angkat bicara. Wajahnya sangat penasaran dan serius.

Dokter itu tersenyum, lalu Ia menganggukan kepalanya. “ Dongsaengmu .. baik-baik saja. Keinginannya untuk hidup begitu kuat, rasanya dia melewati masa-masa kritisnya dengan mudah. Kalian keluarganya?”

“ Ne!” jawab kedua belas lelaki itu serempak. Aku dan sang dokter sampai terkejut mendengarnya.

“ Annio , maksudnya dia sudah seperti keluarga kami sendiri,” jelas Jungsoo pada dokter itu. “Apa dia sudah boleh dikunjungi?” tanyanya.

Dokter itu mengernyitkan keningnya. “ Aku tidak yakin kalian bisa masuk semua. Bukankah dia punya istri? Bagaimana kalau istrinya terlebih dulu?”

Aku tersentak, tiba-tiba saja menjadi pusat perhatian. Aku maju ragu-ragu mendekati sang dokter. Dokter itu mengangguk lalu menyuruhku masuk ke ruangan itu. Aku berjalan melewati gorden dengan langkah hati-hati seperti langkah kucing yang hendak mencuri ikan. Ketika gorden hijau itu berhasil kulewati, disanalah dia, suamiku, Choi Siwon. Dia masih berbaring tapi aku tahu matanya terbuka.

Dia tersenyum lemah melihatku. Aku membalas senyumnya. Lagi-lagi air mataku turun, tapi aku tahu ini bukan air mata kesedihan. Aku menghampirinya, setengah berlari, memeluknya yang masih dalam keadaan berbaring.

“ Jangan pernah melakukan ini lagi padaku,” kataku sambil sesengukan.

Dia tertawa. “ Melakukan apa?”

“ Mencoba meninggalkanku,” jawabku pendek dengan nada sedikit merajuk.

Dia mendorong tubuhku pelan, matanya menatap mataku dengan pandangan lembut. “Tidak akan. Tidak akan pernah,” dia menggeleng sambil tersenyum.

Aku tertawa kecil lalu menangis lagi. Kembali memeluknya dengan erat, tak peduli dimana bekas operasinya tadi. Mulai saat ini dan untuk seterusnya, bersama orang inilah aku akan menghabiskan hidup. Bersama-sama menata kehidupan dan merangkai kenangan dengan orang ini adalah satu-satunya yang kuinginkan saat ini.

Di pelukannya aku tersenyum. “ Saranghamnida,”

[kritik dan sarannya di harapkan banget ya chinguuu :*]

139 Comments (+add yours?)

  1. adril
    Dec 01, 2011 @ 14:39:01

    Cinta dalam diamnya Siwon Oppa so sweet banget. Jadi terharu TT.TT
    Kyu Oppa, kau harus rela kali ini ….

    Reply

  2. mrs.cho
    Dec 01, 2011 @ 15:14:06

    omo…. ceritanya dalemmmm bngetttt hikss ;(

    Reply

  3. v3viyasiw0nie
    Dec 01, 2011 @ 15:49:55

    Aduh chingu..aku pe ulang2 bca-y..
    Siw0n oppa karakter-y suka bgt..
    😀 ..

    Reply

  4. KyuHaeHyukMin_No
    Dec 01, 2011 @ 16:17:42

    Aish ……..
    suka sama kata” nya ………..
    suka bnget sma cast nya Wonkyu …
    Hohoho …….
    Jdi awalna Hyunri mnikah sma Siwon gra” d paksa sma Siwon pdhal dx gf nya Kyu …..
    Jatuh cinta karena terbiasa ya mreka …………
    Brasa deg”an bnget pas Siwon gg mncul” d RS kirain dead ….
    nyesek bnget pas baca kalimat” Siwon d foto ….
    Olala akhirnya happy ending ,,,,
    di buat sekuel nya donk thor Siwon POV gmna awalnya ska n’ nikahin Hyunri
    Smoga jdi FF of The Week dech ……

    Reply

  5. rui
    Dec 01, 2011 @ 16:20:20

    Sukaaaaa bangeeeeet ♥ ;A; /sobs/
    Bikin sequel Siwon-Hyurin Couple please.

    Reply

  6. GoldenRise
    Dec 01, 2011 @ 16:58:18

    wuuaaah daebak! aku ampe nangis bacanya

    Reply

  7. brina
    Dec 01, 2011 @ 17:12:58

    Untung gak sad ending…. daebak!

    Kyu oppa, ma aku ja deh… hehehe

    Reply

  8. han gi
    Dec 01, 2011 @ 17:20:24

    bagus banget ceritanya aseli deh . sequel dong . hehe

    Reply

  9. han gi
    Dec 01, 2011 @ 17:20:54

    bagus ceritanya aseli . sequel dong . hehe

    Reply

  10. dewiocha
    Dec 01, 2011 @ 17:26:07

    ahhhhhh suka banget…
    suamiku so sweet bgt #plak

    bikin after story donkkkkk……
    ^^

    Reply

  11. Cindy Choi Misun
    Dec 01, 2011 @ 17:35:37

    keren couple itu keke
    kyuppa sama aku aja yayaya*maksa*

    Reply

  12. cellatwd
    Dec 01, 2011 @ 18:11:23

    Jujur ya, tiap kali baca fanfic yg temanya DIJODOHIN–KARENA BISNIS–BENCI TERUS ENDINGNYA CINTA, pasti udh aku skip dari awal. Ntah itu tokohnya Siwon sekalipun, pasti aku skip.

    But I didn’t do that here…

    Sejak baca kata” pertama, jadi pengen baca yg laen lagi… Honestly, I like the way you wrote this story… Kata”nya simple, nggak lebay, dan nggak terlalu banyak kiasan.

    Thus, I clicked the ‘like’ button immediately after reading.

    Great FF

    XOXO

    Reply

  13. Kim lily
    Dec 01, 2011 @ 18:27:03

    Baguss.,xeren ffnya!!..cintanya siwon dalem bnget..sampe nyesex,baca ctatanya..xasian bnget..tp axhirnya happy ending juga…KYUHYUN..yg sabar ya?relain hyunri xe 2 kalinya buat hyungmu..pasti dpt yg lbh baix!

    Reply

  14. devinardelia
    Dec 01, 2011 @ 18:29:56

    demi apapun ceritanya kereen! Dan kenapa wonkyu ya yg jadi pairing. Ehm, mereka memang slalu bersama /plak
    keren sangat amat deeh! Akyu terharyu! ;’)

    Reply

  15. Chocoppepero9
    Dec 01, 2011 @ 18:42:56

    Spechless bacanya, keren ~~^^
    Baca ini jadi suka sama siwon…
    author Daebak @。@

    Reply

  16. aul
    Dec 01, 2011 @ 19:08:01

    Suka karaktrnya si siwon,,
    Mencintai dalm diam,, dalem bangt,,

    Reply

  17. Han hyo ki
    Dec 01, 2011 @ 19:21:17

    Cintanya siwon tulus banget, feelnya kerasa banget, kata kata yg dipake juga enak, jadi terbuai deh baca. Kalo ada afstornya pasti tambah bagus, hehe. Nice and great deh buat ff-nya 😀

    Reply

  18. Devi
    Dec 01, 2011 @ 19:41:23

    Biar endingnya bahagia tetep aja sedih terharu cocweet

    Reply

  19. muachkyu
    Dec 01, 2011 @ 19:57:00

    nangis bacanya….

    Reply

  20. Kang hyera
    Dec 01, 2011 @ 20:29:09

    Ahh bagus, happy end aku suka ^^
    tp g suka karakter kyuhyun disini, trlalu kalem, trlalu baik, g cocok buat dia xD
    #PLAAAKK
    *ditabok kyuhyun*

    Reply

  21. Kyusurh3
    Dec 01, 2011 @ 21:20:49

    Yahhh,….
    So sweet bgt….

    Reply

  22. superddulz7
    Dec 01, 2011 @ 21:30:28

    siwon bener-bener nyembunyiin cintanya slma 2 taun ni, emg gag bosen ya !!hehe
    semangat ya kyu, qmu akan dpt hdiah stlah ni !!hahaha

    Reply

  23. haenem
    Dec 01, 2011 @ 21:44:31

    kyaaaaaa romantis sampe speechless mw comment pa lagi
    nice ff
    wow daebak daebak daebak daebakkkkkkkkkkkkkk

    Reply

  24. nori
    Dec 01, 2011 @ 22:36:16

    ternyata selama ini siwon itu uda cinta sama istrinya..
    tp dy bersikap dingin aja..
    seneng deh akhirnya hyurin jg ternyata cinta ma siwon..

    Reply

  25. Heemeoww
    Dec 01, 2011 @ 22:42:23

    jarang nangis kalo cast’y siwon, tapi sekarang, ingus aja ampe meler mulu *jorok.
    daebakkk, , , ,,

    Reply

  26. LJK~
    Dec 01, 2011 @ 22:57:13

    aaa
    Sweet bgt
    Aku ud baca dblog pribadinya author
    Tp lupa udh komen apa belom #ditampol
    Tp ini keren bgt
    Kesetiaan siwon
    Fiuh daebak

    Reply

  27. KYUnita
    Dec 01, 2011 @ 23:58:46

    anjrit so sweet banget!
    Kasian Kyu harus berkorban perasaan. Disini evilnya Kyu ga keluar.
    AAAAA daebak lah pokonya!

    Reply

  28. Flo
    Dec 02, 2011 @ 03:17:22

    ah authornya daebak bgt…
    mpe mw nangis baca ffnya…
    pas baca rasanya campur aduk
    aplg pas bagian hyunrin baca tulisan di foto2 pya siwon
    berasa bgt nyeseknya jd siwon yg cuma bs mendam cintanya…
    mpe berasa kayak nglamin sendiri… XP
    FFnya bagus bgt, cara nyeritainnya ga terlalu didramatisir…
    pokoknya KEREN BANGET DEH… ga tw mw ngomong aplg…

    Reply

  29. shim eunkyung
    Dec 02, 2011 @ 04:37:23

    Cinta sepihak akhirnya dibalas juga
    Huwee,,kasihan sekali kyu oppa disini. Yo wes,,akulah pengganti dirinya oppa *PLAK
    Ceritanya manis banget chingu.. Alurnya bagus,ga buru2,bahasanya juga keren..

    Reply

  30. bychaeriworld
    Dec 02, 2011 @ 06:47:53

    Daebak FF !! 🙂
    suka banget ceritanya ..
    dalem banget cintanya siwon oppa .. so sweet ❤ #elapairmata

    Reply

  31. Park Yejin
    Dec 02, 2011 @ 07:51:27

    hiks hiks my lovely oppa sakit *ngebayangin nya bikin kejer

    Reply

  32. mei.han.won
    Dec 02, 2011 @ 09:25:44

    sukaaaaaaaaaaaaaaaaa….
    heee…keren sangat…
    tapi si evil kesian ih..*pelok Kyu*

    Reply

  33. sooyeon
    Dec 02, 2011 @ 11:12:48

    aaaaaaaahhhhhh suka :* romantic 🙂 *cry*

    Reply

  34. LiaGuk2
    Dec 02, 2011 @ 12:31:11

    Huaa,, tadi aku hampir nangis. Tapi gak jadi, malu ah dilihat ma teman2 di kantor. Haha.
    Akhirnya happy ending juga. 🙂

    Reply

  35. Kaoru Akari
    Dec 02, 2011 @ 12:39:44

    Wow, ceritanya bgs bgt!!
    Biasanya paling mls bca FF klo castnya Siwon, soalnya susah dpt feelnya, tp ini keren bgt.
    Jrg2 nangis wktu bca FF, dan FF dgn cast Siwon ini berhasil membuat air mata saya mengalir.

    Awesome!
    Good job, author. Keep writing!

    Reply

  36. jani prawiro oetomo (@janioetomo)
    Dec 02, 2011 @ 13:10:42

    aku terhanyut…ini sungguh indah, hatiku bergetar..
    ini bener2 kisah yg cantik ><"

    Reply

  37. ifaloyshee
    Dec 02, 2011 @ 13:11:53

    bagus bangeeeeet,
    aku slalu kagum sama orang2 yg bisa bikin ff sampe aku nangis, dan buat ff ini aku nangis dua kali haha-_-

    God Job Author! 😀

    Reply

  38. Super Senior
    Dec 02, 2011 @ 14:51:11

    hwaa..bagus chingu..
    tapi gimana sama kyuhyun?sama aku aja ya#plaak..
    daebak..daebak..

    Reply

  39. cho eunmi
    Dec 02, 2011 @ 18:32:38

    baguus sekali, aku suka gimana siwon mencintai diam diam begitu,
    tapi entah mengapa gambaran kyuhyun yg seperti itu gak dapet.
    malah donghae yg jadi castnya dalam imajinasi aku. hehehe
    *maaf author
    tapi bagus banget . aku suka
    hyunri tepat banget pilihannya. soalnya aku yg bakal ama kyuhyun *lho ?

    Reply

  40. HyeririKyumin
    Dec 02, 2011 @ 19:18:18

    Hwaa,
    author daebak,
    FF yg keren bnget,
    terharu..
    T.T

    Reply

  41. rinchunn
    Dec 02, 2011 @ 20:35:19

    Bagusss!! Daebak..
    Gimana kl KYUHYUN oppa buat ak aja 😀

    Me : Boleh yaa to??
    Author : ne, silahkaaan 😉
    Me : asiiik.. (˛•̃•̃)/\(•̃•̃¸) duluuu thor,, ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ

    Reply

  42. amal
    Dec 02, 2011 @ 23:45:56

    thor, koq judulnya the last confession ya???

    Reply

    • alaurias
      Dec 05, 2011 @ 21:07:35

      hihihi kenapa ya ?
      aku ngasih judul kaya gitu pas bikin scene foto -foto itu , jadi kata-kata di belakang foto adl confession terakhirnya Siwon sampai akhirnya sikap istrinya berubah .. hihi ga nyambung ya ?

      Reply

  43. shierly lee
    Dec 03, 2011 @ 09:13:21

    bagus banget ni fanfic… benar2 sangat bagus…

    Reply

  44. Mischa Jung
    Dec 03, 2011 @ 12:24:50

    Siwon so perfect man…romantis bgt…
    Kasian kyu tp gpp,yg penting happy ending….
    Keren critanya..

    Reply

  45. marshmallow3424
    Dec 03, 2011 @ 16:55:32

    Mau nangiiiiisssss~ dalem banget, Siwon.. Hue okay, sosok Siwon berubah sangat baik dimataku karna FF ini. Only. Wkwk 😀 author~ kalo ada lanjutannya, dikitttt aja, tentang siwon sama Hyurin setelah bahagia, kerennn banget. Ah~ tapi ini juga keren banget. Bahasanya keren, aku sukaaa~ enak dibaca~ kerennnnn overall, 😀 sukasukasuka ^o^

    Reply

  46. Lethi
    Dec 03, 2011 @ 22:23:41

    terharu banget, jadi pengen nangis T.T

    Reply

  47. p_15
    Dec 03, 2011 @ 22:44:06

    author daebak!!
    sampe nangis euy bacanya..
    syukur happy ending

    Reply

  48. shilla_park
    Dec 03, 2011 @ 22:55:00

    uwooo…siwonnnnn…
    cocok ya dia jd peran dingin..mukanya emang mendukung..
    aku suka bahasamu.. love this.. 😀

    Reply

  49. rizaura
    Dec 03, 2011 @ 23:08:41

    sangat menyentuh , hua siwon oppa ..
    ternyata naksir nya dari dulu ya..
    yang sabar ya kyu , sini sama aku aja ><

    http://www.j-fleece.com/fleecious/ukii_dewo

    Reply

  50. Elfboice
    Dec 03, 2011 @ 23:32:13

    Huaaa kerend . feelnya dapet banget, mpe nangis aku bacanya :’)
    endingnya lega banget, kirain bakal sad ending 😀

    Reply

  51. yookyu
    Dec 04, 2011 @ 00:50:53

    overall bagus chingu-ya, geundae kyuhyun oppa ga punya lesung pipi but that’s okay. semangat terus ya bikin ff yang keren kaya gini.
    chingu-ya hwaiting!

    Reply

  52. Farahkim
    Dec 04, 2011 @ 01:01:30

    sedih banget pas bacanya

    untung aja siwon nya masih hidup

    Reply

  53. nad_donadkyu
    Dec 04, 2011 @ 01:13:55

    keren!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

  54. reriNonike
    Dec 04, 2011 @ 01:24:56

    Alurnya kren
    Brsa jd hyurin

    Onniie jeongmal gomawo udh buat ff ttg siwon oppa yg bner2 bguss

    Ampe ikutan nangis bacananya
    Daebakkk !!!

    Please buat sequelnya
    (‾ʃƪ‾)

    Reply

  55. Imelda
    Dec 04, 2011 @ 04:45:19

    Ah,, kerenn,, nangis deh

    Reply

  56. rizkha_vilnae
    Dec 04, 2011 @ 06:52:11

    ini bener-bener daebak chingu ..
    gak kecepetan,, kata2nya ???
    aish,, aku sukaa ..
    panjangnya juga pas ..
    mesti ada sequelnya nih !hahahah …

    choi siwon ,, disini kau membuatku berpaling dari si kyukyu selama 55 detik …
    huwaaaa,, gak rela !!
    syukyurlah happy ending ..

    Reply

  57. Cho Sungmin
    Dec 04, 2011 @ 07:06:14

    dr benci tumbuhlah cinta . wooow keren ini . bikin sequelnya dong chingu, kasian kyu blm dpet cewe haha

    Reply

  58. jey
    Dec 04, 2011 @ 08:56:40

    Daebak, thooooor!!! I really love this ff so much!! Rame banget!!

    Reply

  59. ocha
    Dec 04, 2011 @ 09:34:24

    Keren bangettt
    Cintanya Siwon itu ke Hyurin, dalemmmm
    Nice ff (y)

    Reply

  60. sclouds9
    Dec 04, 2011 @ 11:01:11

    Aigoo..ceritanya keren bgt.aq mewek bacanya..untung happy ending,udah kyu oppa sama aq aja ya..#plakk *digampar sparKyu

    Reply

  61. Arsvio
    Dec 04, 2011 @ 13:12:15

    Mian bru coment..
    Crtany ok punya..
    Bhasany jg enk dbca.
    Great job

    Reply

  62. linasuhadi
    Dec 04, 2011 @ 15:52:06

    Huaahhhh..keren….ga nyangka bgt ni ff…sedih seru knyol..suka bgt..nice ff…

    Reply

  63. Lee Seunghye
    Dec 04, 2011 @ 16:15:45

    good ff ! ^^

    Reply

  64. Alfi elf
    Dec 04, 2011 @ 16:27:45

    Wah,keren
    suamiku jd org ke 3

    critany kren chingu
    sip

    Reply

  65. Star Night
    Dec 04, 2011 @ 16:31:39

    So Sweet…..
    Keren ceritanya, bikin terharu. Untung aja happy ending.

    Reply

  66. Al
    Dec 04, 2011 @ 17:13:08

    Bagus~ keren deh si Siwon, but aku penasaran sama nasibnya Kyuhyun, my Oppa~

    Reply

  67. rheyssa
    Dec 04, 2011 @ 17:36:52

    wooow authornya berhasil bikin yg baca mewek ! Good job thor ^^b semuanya uda oke kok, lanjutkan buat cerita yg lainnya..

    Reply

  68. chaseeey
    Dec 04, 2011 @ 17:51:59

    ini touching banget :’)

    Reply

  69. nymphaprincess
    Dec 04, 2011 @ 21:22:10

    adiis! hai2! guess who am i?
    keren dh tlsanmu, si siwon pas ptama bc serasa jahat bgt, tp tnyta,,so sweet. 🙂

    Reply

  70. Veelf
    Dec 04, 2011 @ 22:14:51

    Omo sangat mengharukan.
    Siwon ternyata ssw banget..
    Tapi kasian kyu oppanya, sabar ya kyupa, sini sama aku aja #plak.ngarep banget

    Reply

  71. lovely kyu
    Dec 04, 2011 @ 23:12:24

    kok aku ngerasany kebalik banget y cast ny.. ;p
    bukanny yg biasa dingin tuh kyu, n yg ramah tuh siwon..
    jd rada aneh bacany.. >-> tenang, msh ad aku yg setia nggu kyu (-__-)

    Reply

  72. ~Choi.hyun_ae~
    Dec 05, 2011 @ 00:24:02

    daebakkkkk chingu.
    neomu Joasseo!!!
    sweet bget critany.
    omo. . . Kirain pertama castny kyu, eh trnyta siwon.
    dsni sfat mreka ketukar y chingu hahaha
    bininy siwon parah, tiap bkinin kopi pke garam mulu.
    tp salut m siwon, wlwpun asin kopiny te2p dminum.
    apalg pke kta2
    “Istriku membuatkan kopi
    untukku pagi ini. Rasanya
    asin. Tapi waktu melihatnya,
    entah bagaimana rasanya jadi
    sangat manis”
    ow so sweet, dibalik sfatny yg angkuh trnyta siwon oppa lembut n romantis bget.
    kta2 dfotony aku suka, kecuali fto yg trkhr.
    wah, trnyta kyu syok jga ya saat hyunri blg dia mulai cinta siwon.
    shrusny kyu udh tau konsekuensiny donk, hyunri udh nikah m siwon pasti ada prasaan wlwpun sdkit.
    dtmbh lg mreka udh 2 thun nikah.
    tp awalny lucu jga y, kliatanny siwon g suka m hyunri.
    gtwny mlah cinta bget, g sukany siwon itukan krna hyunri m kyu kn? Wkwk
    kata2ny bgus bget dh chingu, wlwpun msh ada typo.
    tp untk ksluruhan, NICE

    Reply

  73. YuRin Kim
    Dec 05, 2011 @ 12:34:18

    ceritax keren…
    ff ini mmg pantas jdi ff of the week..
    Daebak!!

    Reply

  74. tere
    Dec 05, 2011 @ 13:26:47

    OMOOOO!!! keren banget chinguu >< daebak daebakk!! ^^ salut deh hehehhe.. sampe aku nangis loh :') yeaayy WonKyu moment~ ❤

    Reply

  75. indah
    Dec 05, 2011 @ 14:57:07

    ceritanya bagus banget…….

    ternyata siwon sudah dari dlu mencintai istrinya,…….

    jadi terharu…..

    Reply

  76. MirrelLia
    Dec 05, 2011 @ 16:34:03

    suka sama penmbawaan storynya
    meskipun ide ceritanya udah umum entah mengapa author mampu bikin ceritanya keliatan beda. mungkin pertama karena tidak terlalu bertele-tele dan langsung ke inti dan point2 pentingnya
    terus scene bagian foto itu juga sweet banget…
    untunglah happy ending..
    daebak untuk authornya~~ terus berkarya!!!!

    Reply

  77. miniming
    Dec 05, 2011 @ 16:45:23

    aaaaaaaaa keren bangeeeeet! aku suka ceritanya, penuturan katanya juga bagus, ga bosen dibaca.
    oya harusnya dijelasin itu knp siwon hrs di operasi…
    대박 !!!! ♥
    bikin lanjutannyaaaaaaaa pelis ;____;
    punya blog pribadi dan diisi penuh ff ga? klo iya, blh mnt alamatnya? 😀

    Reply

    • alaurias
      Dec 05, 2011 @ 21:02:23

      haiiiiii makasih yaaa 😀
      jujur aja sebenernya aku ga ada ide sih kenapa Siwon harus di operasi, hmmm anggep aja gara-gara diforsir kerja kali yaaa hihi
      ada kok . alamatnya udah ditulis diatas :
      alaurias.wordpress.com
      main main yaaa kesana hihi 🙂

      Reply

  78. Haneulsarangkyuppa
    Dec 05, 2011 @ 17:47:10

    DAEBAKKKK !!!
    28 thumbs up *pinjem thumbs oppadeul :D*
    Kyu sama aq ajah…
    hahahah…:D
    suka ama ceritanya..;)
    keep writing !!!!

    Reply

  79. au_Uu
    Dec 05, 2011 @ 17:50:44

    wah ~ kyu kasian jadi sendirian.. sini aku temenin ^^.. GOOD JOB chingu. ceritanya menarik

    Reply

  80. rainikaliv
    Dec 05, 2011 @ 19:01:40

    kirain sad ending,,
    eh happy ending..
    tulus banget sih siwonnya..
    keren deh 🙂

    Reply

  81. yoyo
    Dec 05, 2011 @ 19:50:14

    ya ampun . . .waktu bc pas mo terakhir-terakhir kirain bkl sad ending. klo sad ending bkn nangis bombay lg tp nangis cabe

    wah . . . siwon oppa cintanya dlm bgt

    Reply

  82. ghye_
    Dec 05, 2011 @ 19:51:32

    ya ampun siwon,, bilang dri dulu kek kalo udah suka menyiksa diri itu,,fufufu…
    em, tp ksian juga jd kyu ya, tp emang bukan jodoh mau gmn lg,,
    ahh aku suka yg happy ending gini ^^

    Reply

  83. ayunarra
    Dec 05, 2011 @ 20:24:03

    Huwaaah.. Nyesek, deg degan plus romantis abis..
    Author, makasih byk udah nyajiin tulisan yg sgt2 bgus kaya ini. Lanjutkan berkarya, bgus jg kalo dijadiin sekuel. Im waiting!^^

    Reply

  84. shaundsheeps
    Dec 05, 2011 @ 20:32:51

    LOVE this ff soooo much!
    bener” feelnya dapet~
    aku suka…
    pas tengah” nyesek tuuh..
    tapi untung endingnya bagus, walo gantung total…
    minta sequeeeelllllll.. wkwkw

    Reply

  85. Mrs. K
    Dec 05, 2011 @ 20:41:34

    Baru sekali nemuin ff siwon yang bener2 bikin mabok gini..
    YaTuhan jadi naksir berat sama Siwon, karakternya bener2 yah ❤

    Daebak deh

    Reply

  86. alaurias
    Dec 05, 2011 @ 20:58:19

    terharuuuuu :’) makasih banyak udah pada comment dan bersedia meluangkan waktunya buat baca yaampun yaampun jadi deg degan banget ini pengen ngereply comment kalian satu satu tapi nanti malah ngerusuh sendiri aaaaaa kamsahamnida, kamsahamnida, kamsahamnidaaaaaaa :’D

    Reply

  87. nungkz
    Dec 05, 2011 @ 21:30:28

    huaaa,pgen nangis wktu bc ff ini..
    Untg happy end ya..pdhl pas dr bag tengah ku kira nih ff bakal sad ending gtu

    Reply

  88. Hesti Khairani
    Dec 05, 2011 @ 23:12:15

    Keren thor !!! Lanjuutt

    Reply

  89. Miss Han
    Dec 06, 2011 @ 00:58:58

    aku sampe nangis baca ni ff.. sedih.. siwonnya kasian.. untung happy ending.. aaaahh.. silent love aaaah…

    Reply

  90. NchiitElfishy
    Dec 06, 2011 @ 22:37:28

    ju2r q g terlalu suka Siwon…
    Fav q no sekianlah di SJ..
    Tp gr2 ni FF posisi Haeppa yg notabene Bias no 1 hmpr terancam..
    Hwaaaaaaaa Anndweeeeee….
    Wonppa bikin bgung hrz milih cpa…
    :p
    #D tangkis Donghae, d buang Siwon..
    😀

    Reply

  91. ayyu
    Dec 07, 2011 @ 11:44:47

    Huaaaaa….. Nangis kejerr… Suka siwon nya, tp suka kyuhyunnya jga *maruk hhe. Two thumbs up deh

    Reply

  92. Park Je Woo
    Dec 07, 2011 @ 12:07:44

    Hwaaaaa .. nyesekk
    Ku kira sad ending .. ternyata eh ternyata Happy Ending ..
    Daebak thor ! Bikin After Story dongggg .. hihihi

    Reply

  93. inassesei
    Dec 07, 2011 @ 12:56:36

    syukurlah happy ending kirain sad.

    Reply

  94. sooha
    Dec 07, 2011 @ 16:03:40

    satu kata yg gak terganti! DAEBAKKK!!! sequelnya dong,, hehehe

    Reply

  95. nnatia
    Dec 07, 2011 @ 18:48:18

    omona~ daebak daebak… siwon ternyata udah suka dari dulu cuma diem”an aja….
    kereeen 😀

    Reply

  96. mazaya almas
    Dec 07, 2011 @ 21:40:58

    KEREEEEEEEEEEN ><
    kyu oppa sama akua aja deh … :p
    siwon keren banget, gilaaaaa. uwaaaaaaah, keren keren keren. 5 jempol buat authornya …. ^^

    Reply

  97. lala shin byul chan
    Dec 08, 2011 @ 09:25:19

    woooow….woooow….woooow……
    sumpah keren banget, sampek nangis aq bacanya

    keren….keren….keren
    buat squelnya dong author
    😀

    pokoknya kereeen
    daebak author

    Reply

  98. KYU
    Dec 09, 2011 @ 17:00:19

    SUKAAAAAAAA~ demi apapun suka bgt sama nih ff! Karakter siwonnya itu loh ;A; terharu aku bacanya :’)
    Great FF thor!! Bikin after story-nya dong ^o^

    Reply

  99. Min Ah Ran
    Dec 09, 2011 @ 20:45:54

    OMOnaaa :””) ffnya menusuk hati banget thor :((((( choi siwon 😥 coba dibikin sequel pasti bakalan lebih bagus lagi thor :’) daebak!!!

    Reply

  100. salsa a.k.a jisungELF
    Dec 10, 2011 @ 08:59:52

    kyaaa kyaaaa *ditendang author gara2 rame sendiri XD* masi so sweet >.<

    Kirain bakal sad ending, tpi ternyata bkin terbang melayang2 endingnya *lebay banget gue* kyuhyun oppa, relakanlah hyurin,, masih ada sya koq disini *yesung :ehm ehm * wkwkwkwkwkwk xD
    DAEBAK???!

    Reply

  101. salsa a.k.a jisungELF
    Dec 10, 2011 @ 09:01:26

    kyaaa kyaaaa *ditendang author gara2 rame sendiri XD* masi so sweet >.<

    Kirain bakal sad ending, tpi ternyata bkin terbang melayang2 endingnya *lebay banget gue* kyuhyun oppa, relakanlah hyurin,, masih ada sya koq disini *yesung :ehm ehm * wkwkwkwkwkwk xD
    DAEBAK!!!

    Reply

  102. mima luv hyukk or @Mima_miyuk
    Dec 11, 2011 @ 22:12:53

    Ah~~ nyesek” ceritanya kren skalii ~ huahuaha

    wlupun ad brapa adegan yg gk bisa sy tangkap dngan logika aku ==”#skrg komen kbnykn pakek logka hahahhaha…

    udh dah critnya kerenn~ XD suka critnya yg kyk bgini next ff dtunggu ya ^^

    Reply

  103. sachi
    Dec 14, 2011 @ 20:05:56

    nyesek …
    **buang ingus ke tisuu**
    hiks … bener2 bikin terharu …mewek2 baca ni ff …
    ditunggu ff selanjutna thor 🙂

    Reply

  104. andee
    Dec 16, 2011 @ 15:52:16

    aku baru baca dan ini fiction truly…………. daebak!
    *mungkin yaa tor itu siwon kena jantung soalnya keseringan minum kopi asin (?)
    tapi aslii iiih gak nahan karakternyaa siwon disini keren bangettt!!!!
    author kewlss ^^

    Reply

  105. Trackback: Vote [FF OF THE WEEK] now! | Superjunior Fanfiction 2010
  106. mayoong
    Dec 20, 2011 @ 12:56:35

    aishhh Choi Siwon.. !!
    terbawa suasana jadi melting..
    like ittt

    Reply

  107. park rin ah
    Dec 20, 2011 @ 14:55:54

    sumpah bagus banget !! DAEBAKKK dehhh. . x’D sampe nangis bacanya romance +sad+happy pokoknya dapet banget dah >.<

    Reply

  108. Aiyys
    Dec 21, 2011 @ 23:10:20

    Jadi netesin air mata sendiri pas bacanya T.T feelnya kerasa banget!! ‘-‘)b di tunggu karya selanjutnya thor ^^

    Reply

  109. ichaichu
    Dec 21, 2011 @ 23:42:56

    Huaaa terharu T-T nangis beneran baca FF ini. Aku kira sad ending, trnyata enggak. Nice FF chingu. Like it!

    Reply

  110. colorcompanions
    Dec 22, 2011 @ 15:58:47

    nice ff ^^

    Reply

  111. yeon chan
    Dec 23, 2011 @ 06:17:27

    annyeong..salam kenal..

    huwaaaa..hatiq kocar kacir (?)..
    Tulus banget itu siwon oppa ampek kopi asin pun terasa manis di lidahnya..

    Untungnya hepi ending..gak rela kalo ampek sad ending..

    Jangan khawatirkan kyu oppa..dia bersamaq..hehe..

    Reply

  112. megan chynthia dewi
    Dec 23, 2011 @ 11:08:27

    so sweet ceritanya…
    haha. 😀
    keren…

    Reply

  113. frly
    Dec 23, 2011 @ 15:39:47

    Awalnya sedih akhirnya happy ending :’)

    Reply

  114. Riens
    Dec 26, 2011 @ 14:57:36

    Sedihh bgt .. Serius deh smpe (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) ..
    Huahh good job !!

    Reply

  115. suka fanfiction
    Dec 26, 2011 @ 15:10:38

    enaknya jadi hyurin. gw bisa gitu ga ya suatu hari nanti???

    Reply

  116. Yoeni
    Dec 28, 2011 @ 12:44:14

    Ni FF bguz bgt chingu..
    Mpe trharu bcanya..

    Reply

  117. Qiyo
    Dec 30, 2011 @ 20:36:16

    bguuuusss bgt kak ffnya..lanjut donk..kok aku mlah pnasaran dgn kjdian2 stlah mrka sma2 tau slg mncintai..buat part 2 donk kak ^^

    Reply

  118. pipidtookyu
    Jan 02, 2012 @ 04:03:12

    oke author saya mencintai Kyuhyun dengan segenap hati kok 😀
    Kyuhyun diserahin aja ke saya 😀
    aaaa sumpah ini FF bagusnya kebangetan
    tadi udah ngira siwon bakal mati trus sad ending gitu eh ternyata sembuh 😀
    alhamdulilah ya sesuatu
    buat FF model ginian lagi Thor kalo bisa after storynya ini
    Trus ceritaain juga itu nasib Kyuhyun sama sya gimana #eh #siapaelo
    Ditunggu ya after storynya author *kedipkedip

    Reply

  119. beibiiilee
    Mar 23, 2012 @ 20:57:59

    sediiihh~ hiks *bayangin kek gitu sama hyuk jae oppa* eaaaa

    Reply

  120. nhanesELF
    May 14, 2012 @ 22:17:38

    Daebbak!!!
    Kharismatik siwon trpancar 😀
    Tapi knapa pnya penyakit jantung?;(
    Klw dipanjangin seru kayaknya 😀

    Reply

  121. okta
    Jul 05, 2012 @ 07:50:40

    Ya ampun keren sekali. Udah jago ini mah emang. Padahal aku pengen tuh abisnya pas dia n siwon ceritanya udah pulang ke rumah minum kopi lagi pagi2 tapi kopinya manis terus si siwon bilang kata2 romantis gtu,eh tapi ampe abis operasi aja. nice very nice!

    Reply

  122. choichacha saranghaesiwonppaelf
    Aug 22, 2012 @ 13:55:32

    huhuhu sumpah FF.a bguz bngetz,,, super daebak deh author.a ,,,

    Reply

  123. Dina
    Nov 17, 2012 @ 00:50:51

    BAGUS KEREN KEREN KEREENN GILAAAA .
    Dua kali baca tetep nangis TT,TT

    Reply

  124. Rosari1695
    Sep 10, 2013 @ 10:09:43

    Nice ff!! 😀

    Reply

  125. Tika
    Sep 11, 2013 @ 19:41:49

    Wahhhh…sumpah. Keren bgt ceritanya..sampe banjir air mata. Thanks bgt bwt ff’a. Mantappp

    Reply

  126. Melinda
    Sep 22, 2013 @ 21:53:11

    ya kyupa nya sdh

    Reply

  127. sparchangel02
    Sep 28, 2013 @ 17:10:21

    waaaah ternyata ini FF lama ya? tapi bagus loh~ akhirnya Siwon sama Hyurin gak jadi cerai 😀 oke, Hyurin eonni, biar aku saja yang menjaga Kyuhyun ya? hahahaha xD

    Reply

  128. Shofiaa A.
    Sep 29, 2013 @ 10:27:45

    so sweet :*

    Reply

  129. jung je hee
    Oct 14, 2013 @ 17:18:32

    this is really daebak !
    I’m a Siwonest, and i’m really really really so damn sad when i read this one ><"
    Siwon's silent love was really great ^^ i love the way he wrote a lot of messages in every picture he took xD

    Reply

  130. Aya parkyu
    Mar 11, 2014 @ 10:29:24

    co cweet bngt,,,endingy,,!!!,,

    tpi ttep aj feel y dpet y pas part Kyu Oppa…byngin y sk Kyu Oppa yg jdi Siwonnie y..hehe

    Reply

  131. nadya
    Oct 09, 2014 @ 16:26:28

    penantian dan kesabaran siwon membuahkan hasil , ternyta siwon sudah lama memendam perasaan sama hyurin akhirnya cinta siwon terbalaskan juga

    Reply

  132. andhasmin
    Dec 11, 2014 @ 09:06:27

    terkadang orang yang paling mencintaimu yang malah tidak pernah mengatakannya. cinta dalam diam. mewekkk

    Reply

  133. Lia9287
    Dec 12, 2014 @ 23:56:12

    Keren !!!
    Penantian Siwon ga sia2,setelah nunggu lama akhir’y perasaan dia terbalas juga
    Walaupun sempet mewek,ending’y keren !!!

    Reply

  134. i'm2IP
    Jul 26, 2015 @ 22:31:01

    Ahhhhh.. ffnya bagus banget thor!!! Good job!!! 😀 1000000 jempop buat author *minjem jempol elf* wkwkw :p.. cinta dalam diamnya siwon bikin hati terenyuh.. masa kopi asin tetep aja dibilang manis ckckkckc.. pas baca bagian itu aku langsung tau kalo siwon cinta banget sama hyuri.. pas bagian hyuri terluka aku juga suka siwonya perhatian banget.. n lucu pas hyuri wajahnya memerah n siwon bilang hari ini kopinya enak sekali padahal asin wkwkw :p.. daebak lah nih ff.. ngebayangin wajah siwon yg kaku sombong dan angkuh tapi sebenarnya pucat lemah dan penuh perhatian.. huaahh like this^^

    Reply

  135. v
    Jan 22, 2016 @ 18:59:23

    Ghad, ini telat banget ya comment nya wkwk 5 tahun setelah ff di publish. I love your fanfiction, no doubt. Tapi kenapa judulnya last confession thor? Hehe apa itu pengakuan terakhir siwon? Ah abaikan

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: