[FF Of The Week] OUR WEDDING

Author : Han Dong Sun
Casts:
– Cho Kyuhyun
– Jung Eunri
– Kim Ryeowook
###
Eunri’s eyes
  Kubaca tabloid yang memberitakan kedekatan Kyuhyun dengan Victoria. Sedang asyik – asyiknya mengikuti gosip yang lumayan hot itu, suara halus memanggilku. Aku menurunkan tabloid yang menutup wajahku itu.
  “Eunri-ya,” panggil gadis itu.
  “Eh, Ahra Eonnie. Waeyo?” tanyaku.
  “Kau baca apa?”
  Kutunjukkan tabloid yang kupegang, “Ini,”
  Ahra membaca headline-nya dan menyerahkan lagi benda itu padaku, “Kau cemburu? Mau kuingatkan setan itu?”
  Aku tertawa kecil mendengar Ahra memanggil adiknya dengan sebutan setan seperti itu, “Aniyo, Eonnie. Gwaenchana. Aku tak cemburu,”
  “Jeongmalyo?”
  “Jeongmal, Eonnie-ya,”
  “Kau kan calon istrinya, Eunri-ya. Masa’ kau tak cemburu?”
  Aku tersenyum pedih, “Eonnie-ya, jangan lupa. Pernikahan kami hanyalah sebuah perjodohan. Aku tak mencintainya, dia juga tak mencintaiku. Ya sudah,”
 
###
  Hari ini adalah hari yang mungkin akan jadi hari paling indah bagi semua yeoja. Ya, siapa yeoja yang tak bahagia jika hari ini menjadi hari terakhirnya melajang? Aku, akulah yeoja yang tak bahagia menjalani proses pernikahanku.
  Aku benci bukan karena kesal dipaksa menikah diusiaku yang masih 21 tahun ini. Bukan juga karena aku harus menikah karena dijodohkan, aku tak keberatan dijodohkan. Aku benci pernikahanku karena aku juga tak suka dengan mempelai prianya.
  Kalian tahu siapa pendamping hidupku? Cho Kyuhyun. Ya, Cho Kyuhyun, maknae yang menganggap dirinya namja tertampan dan multitalented dari boyband pemimpin Hallyu Wave didunia, Super Junior. Aku sudah tahu apa yang akan menjadi pikiranmu, pasti kalian benci padaku yang membenci namja idola kalian itu. Tapi aku punya alasan kuat membencinya.
  Kyuhyun tak mau terbuka padaku. Menerimaku saja tidak. Aku muncul dirumahnya sejak 5 tahun lalu, saat Appa dan Eomma-ku meninggal. Memang Cho Ahjussi dan Cho Ahjumma mengangkatku sebagai anak adopsi mereka. Katanya sebagai balas budi karena Appa-ku yang seorang pengacara pernah membebaskan perusahaan Cho Ahjussi dari tuduhan korupsi.
  Begitu aku masuk kekeluarga Cho, Kyuhyun hanya diam. Menyapa tidak, menjauh juga tidak. Menyukai kehadiranku tidak, tapi juga tidak membenciku. Aku bingung dengan namja itu.
  Namun lama – kelamaan aku tahu apa yang dirasakannya terhadapku, apalagi ketika ia tahu Cho Ahjussi dan Cho Ahjumma berencana menikahkanku dengan Kyuhyun demi balas budi itu.
FLASHBACK
  “Menikah dengannya demi balas budi?! Yang mau balas budi itu Appa, bukan aku. Kenapa aku yang menikahinya? Appa saja menikah dengannya!” bentak Kyuhyun saat kami mengetahui rencana pernikahan kami.
  Aku diam seribu bahasa. Mataku memanas, hatiku serasa tercabik, dan perutku sakit. Kutundukkan kepalaku. Kudengar Cho Ahjussi memundurkan kursinya.
  “Ya, Kyuhyun-ie! Jaga ucapanmu!” bentak Cho Ahjussi balik. Namun Kyuhyun justru meletakkan dengan keras sendok garpunya lalu meninggalkan kami berempat diruang makan. Cho Ahjussi duduk lagi.
  Kurasakan 2 lengan hangat melingkar dibadanku, mengahangatkanku. “Eunri-ya, jangan sedih. Akan kuberi dia pelajaran berani menolak yeoja sebaikmu,” ujar Ahra Eonnie.
  Kuseka air mataku yang ternyata menetes tanpa kuperintahkan. Kutatap ketiga orang yang lebih tua dariku itu dan berdiri, “Kalau Kyuhyun Oppa tak mau menikah denganku juga tak apa. Kasih sayang kalian selama ini sudah lebih dari cukup untuk membalas budi kalian. Permisi,” Segera kutinggalkan ruang makan itu dengan menggigit bibir bawahku menahan tangis.
  Kenapa aku menangis? Kenapa aku sedih? Apa karena aku sedih mendengarnya menolak pernikahan kami? Molla, yang pasti rasanya hatiku hancur berkeping – keping dan jatuh ke jurang tak berdasar.
FLASHBACK END
  “Eunri-ya,” panggil Ahra dengan keras sambil menggoyang badanku. Aku langsung tersadar.
  “Aigoo… Ada apa denganmu? Kau tidak enak badan?” tanya Ahra Eonnie dengan penuh kekhawatiran.
  Aku tersenyum dan menggeleng, “Aniyo, Eonnie. Aku hanya gugup dan banyak pikiran,”
  Ahra mengelus kepalaku, “Apa yang kau pikirkan?”
  “Aku…”
  “Memikirkan masa depan pernikahanmu?” tebak Ahra. Aku mengangguk lemas. Ya siapa yeoja yang tak memikirkan pernikahannya kalau mempelai prianya tak meliriknya sama sekali.
  “Akan kuberi setan kecil itu pelajaran, supaya dia lebih menghargaimu. Akan kusuruh dia menjauh dari Victoria itu,” kata Ahra dengan berapi – api. Ya, Ahra Eonnie kelihatannya lemah lembut, tapi kenyataannya dia lebih evil dari adiknya, Cho Kyuhyun.
  Mau tak mau aku tertawa, “Eonnie-ya, gwaenchana. Kan sudah kubilang, pernikahan ini hanya sebuah keterpaksaan. Jadi tak masalah Kyuhyun Oppa mau dekat dengan siapa saja,”
  “Jeongmalyo?”
  “Ne,” jawabku meyakinkannya. Sampai saat ini aku hanya bisa meyakinkan diriku kalau pernikahan ini hanya sekedar paksaan, tak ada cinta, bahkan nafsu. Aku hanya bisa memaksa hati dan pikiranku menerima kenyataan Kyuhyun dekat dengan yeoja lain, termasuk Victoria Eonnie yang sangat lebih cantik dariku.
  “Ada apa Eonnie kemari?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.
  “Sebentar lagi pernikahan akan dimulai. Kau mau sesuatu untuk diambilkan?” tanya Ahra.
  “Tolong ambilkan susu, Eonnie-ya,”
  “Kau tak mau makan?”
  Aku diam, bagaimana bisa aku makan ketika aku akan menikah dengan namja yang sangat dingin terhadapku. Aku tersenyum kecil pada Ahra dan menggeleng, “Ani, Eonnie. Perutku akan mulas kalau aku gugup. Apa kau mau aku buang angin didepan altar?”
  Ahra tertawa kecil, “Hahaha.. Tentu saja tidak, adik iparku sayang. Ya sudah, akan kuambilkan susunya,”
  Ahra kemudian meninggalkanku yang terdiam ditempatku. Tiba – tiba ponselku berbunyi, ada SMS dari Ryeowook Oppa. Tentu kalian tahu siapa Ryeowook kan? Aku memang dekat dengan Oppa yang satu itu karena waktu SMA kami pernah 1 sekolah. Ditambah kami berdua sama – sama suka masak, dan aku juga Ryeosomnia.
  From : Wookie Oppa ^^
  Fighting, Eunri-ya. Kau yeodongsaeng-ku yang paling hebat! Kutunggu kau berdiri didepan altar dengan Kyuhyun-ie. Fighting! 😀
  Aku tersenyum membaca pesan singkat dari Wookie itu. Ya, aku memang yeodongsaeng-nya paling hebat. Hanya aku yang bisa menerima kenyataan calon pengantinnya tak mencintainya (bahkan melirik pun tidak).
###
  “Jung Eunri, apa kau bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu dalam dalam suka dan duka, mendampinginya dalam keadaan sakit maupun sehat dan mencintainya sampai kematian memisahkan kalian berdua?” tanya pendeta padaku.
  “Ne, aku bersedia,” jawabku. Tak dapat kupungkiri, ada perasaan senang menyeruak ketika aku ditanya kesediaanku menikahi Kyuhyun.
  Pendeta menanyakan hal yang sama pada Kyuhyun, dan ia menjawab dengan tegas bahwa ia menerimaku sebagai istrinya dalam segala keadaan. Aku tersenyum kecut, aku yakin ketegasannya tadi dan raut wajahnya yang serius hanyalah sebuah akting. Mengingat ia lumayan hebat sebagai aktor.
  Kyuhyun menatapku lalu memasangkan cincin pernikahan itu padaku. Tatapannya tetap dingin dan tajam. Aku hanya menunduk menanti cincin itu tersemat dijariku. Lalu ganti aku yang memasangkan cincin itu dijari manisnya.
  Kemudian wajah Kyuhyun mendekat. Kupejamkan mataku menanti kejadian selanjutnya. Hembusan nafasnya menggelitik hidungku dan
  CHU
  Bibirnya menyapu bibirku dengan lembut. Oh Tuhan, aku sangat ingin membalas ciumannya. Tak bisa kubohongi lagi perasaanku, aku mencintai Kyuhyun. Namun aku masih tahu diri, segera kulepas ciuman itu sebelum aku terhanyut didalamnya.
  Semua berteriak ramai. Kuedarkan pandangan ke sekelilingku. Oppadeul Super Junior dan beberapa rekan serta keluarga Cho Ahjussi, Cho Ahjumma dan Ahra hadir dan menatap kami dengan senyum bahagia. Aku berusaha menghadirkan senyuman indah untuk membuat semua orang percaya aku bahagia dengan pernikahan ini.
  Tapi… Mana Victoria Eonnie? Kurasa setiap artis SM dapat undangan pernikahan kami. Kenapa yang mewakili F(x) hanya Krystal dan manajernya? Apa Victoria tak datang? Ah, pasti Eonnie-ku itu cemburu melihat namjachingunya menikah denganku.
###
  Setelah lelah menjalani serangkaian proses pernikahan, akhirnya aku dan Kyuhyun sudah sampai di apartemen kami yang baru. Apartemen dengan 2 kamar yang sangat bagus. Aku yakin ini pilihan Cho Ahjumma dan Ahra Eonnie yang memang sangat mengerti keinginanku.
  Kubuka pintu kamar kami (mungkin hanya salah satu diantara kami yang menggunakannya). Kamar ini sangat indah. Hanya ada 1 kasur disana, berukuran king size. Aku duduk dipinggiran kasur ketika Kyuhyun ikut masuk.
  Ia mengambil bantal dan selimut dari atas kasur dan meninggalkanku. Sebelum benar – benar pergi, ia berbalik dan menatapku tajam, “Jangan berharap lebih dengan pernikahan ini,” Kemudian ia meninggalkan kamar ini dan menutup pintunya dengan keras. Aku tak tahu dan tak peduli kemana dia pergi.
  Kurasakan air mataku sudah mulai menetes. Kuseka secepatnya sebelum isakanku bertambah keras. Aku tak mau membuat Kyuhyun menganggapku yeoja lemah. “Ya, Kyuhyun Oppa. Aku juga tak berharap lebih dengan pernikahan ini!” seruku keras meng-kamuflase keadaan menyedihkanku ini.
###
  Aku memang tak pantas berharap dengan pernikahan ini. Terbukti dari ketiadaan Kyuhyun hampir setiap hari. Badanku tak pernah disentuhnya. Tidur pun dia tak jelas dimana, kalau tidak dikamar sebelah ya disofa ruang tengah. Makan pun tak mau bersamaku. Tapi dia akan bersikap sangat ramah padaku jika ada keluarganya di apartemen kami.
  Satu lagi, ia sering bersama Victoria Eonnie. Bahkan tak jarang yeoja itu dibawanya pulang atau yeoja itu yang mengantarkan Kyuhyun pulang. Entah apa yang mereka lakukan.
  TING TONG
  Aku yang tengah memasak segera membukakan pintu. Katanya tadi Wookie Oppa akan kemari, mengajariku memasak. Memang beberapa hari lalu Wookie Oppa bilang ia mendapat resep baru dan akan mencoba membuatnya bersamaku.
  Kubukakan pintu dan seraut wajah yang kukenal berdiri didepanku. Ia tersenyum, amat manis. Disibakkannya rambutnya kebelakang.
  “Annyeong, Eunri-ya. Kyuhyun-ie ada?” tanyanya. Ia selalu bersikap baik padaku. Dan tentu saja aku harus bersikap baik juga padanya.
  “Ada, dia didalam,” jawabku. Ia langsung permisi masuk dan meninggalkanku yang masih diambang pintu. Kututup pintunya dan kembali ke dapur. Kudengar pintu tertutup, mungkin Victoria masuk kedalam kamar Kyuhyun. Entah apa yang mereka lakukan.
  Apa aku cemburu? Molla, aku pun bingung. Hanya saja rasanya hatiku tertusuk sesuatu. Sakit. Kupegangi dadaku, tetap saja sakit. Kuabaikan perasaan itu dan kembali ke dapur.
  “Eunri-ya, lupakan keinginanmu bersama Kyuhyun,” batinku. Saat aku sedang memotong wortel, jariku terkena pisau. Aku lupa kalau pisau itu baru kuasah, jadi sangat tajam. Kukulum jariku sendiri menghentikan darahnya.
  Tak lama terdengar pintu terbuka lagi, dengan suara tertawa kecil antara yeoja dan namja. Kulirik sebentar, Kyuhyun dan Victoria keluar dari kamar itu bersama. Mereka berjalan berdua keluar dari apartemen kami, tanpa berpamitan. Ya Tuhan, apa artiku bagi Kyuhyun? Sampai berpamitan denganku pun tidak.
  Tanpa terasa aku menangis. Air mata itu sudah meleleh dipipiku sebelum kusadari. Kuseka secepatnya karena kudengar bel berbunyi lagi.
  “Ya, siapa lagi?” gerutuku. Aku berjalan kearah pintu sambil membersihkan bekas tangisku.
  “Annyeong, Eunri-ya!” sapa orang yang bertamu itu.
  “Wookie Oppa?!” seruku tak percaya. Dibukanya kacamata dan topi yang digunakannya untuk menyamar itu.
  “Wow, kau bisa mengenaliku walau aku seperti ini?” tanya Ryeowook takjub. Aku tertawa. Kupersilahkan namja itu masuk dan segera kututup pintuku.
  “Ya, Oppa. Aku sudah mengenalmu sejak SMA, saat kau masih agak gemuk. Jelas saja aku mengenalimu. Jangan lupa, aku Ryeosomnia,” jawabku, “Kukira kau tak jadi datang,”
  Ryeowook melepas semua penyamarannya, “Ani, Eunri-ya. Mana mungkin aku melupakan janji kita?”
  Kuajak namja itu kearah dapur kami. Ia segera mengenakan celemek yang biasa ia pakai di dorm. Kuarahkan tanganku padanya, “Mana resepnya?”
  Ia mengeluarkan android-nya. Dibukanya sebuah folder, ternyata folder berisi resep – resep. Dibukanya sebuah file dan ditunjukkannya itu padaku, “Ini. Kau bantu aku membuatnya, ya? Kalau ini berhasil, akan kubuat untuk Hyungdeul dan Dongsaeng Super Junior,”
  Kuambil androidnya dan kulihat dia menatapku dengan pandangan menyelidiki. “Ada apa, Oppa?” tanyaku.
  “Kau… Habis menangis?” tanya Ryeowook hati – hati padaku. Aku langsung gugup. Apa bekasnya tadi masih terlihat? Kuseka kedua telapak tanganku didekat mataku, membersihkan air mata yang mungkin masih terlihat.
  “Ah… Aniyo, Oppa. Aku tadi mengupas bawang makanya menangis. Sudahlah, Oppa, kajja, kita buat makanannya,” ajakku mengalihkan pembicaraan.
###
  “Kau tak mengantarkan makan siang untuk suamimu?” tanya Omma saat aku main kerumahnya.
  “Mwo? Ani, Omma. Aku tak pernah mengantarnya makan siang. Toh dia bisa beli di kafetaria atau dapat jatah dari SM,” jawabku dan kembali asyik berkutat dengan rajutan didepanku. Entah mengapa tiba – tiba aku ingin membuat sweater rajutanku sendiri. Dan aku ingat Omma punya banyak benang rajutan.
  “Aigoo… Kau kan istrinya, Eunri-ya. Masa’ kau tak mengantarkannya makanan?” celoteh Omma. Beliau tak marah padaku.
  Aku tersenyum menatapnya, “Ani, Omma. Aku lebih suka merajut bersama Omma disini daripada mengantarkan makanan untuk Kyuhyun Oppa,”
  Beliau mengacak rambutku pelan, “Sana belikan makanan untuk Kyuhyun dan bawa ke tempat dia latihan. Arraseo?”
  Kalau sudah begitu aku kan jadi tak bisa menolak. Akhirnya aku menghela nafas pasrah, “Baiklah, Omma. Akan kubawakan dia makan siang. Aku pergi dulu, annyeong,”
  Segera kuraih tasku, memakai sepatuku dan pergi meninggalkan rumah keluarga Cho. Diperjalanan aku mendengus kesal. Kenapa aku harus selalu berpura – pura bersikap baik pada namja sialan itu? Andai saja salah satu keluarga Cho ada yang tahu bagaimana kelakukan anak bungsunya itu.
###
  “Neo eodiga?” tanya Ahra ketika meneleponku.
  “Aku di kedai,” jawabku, “Waeyo, Eonnie? Meneleponku,”
  “Ani. Hanya ingin mendengar suaramu. Apa yang kau lakukan di kedai?”
  Kulihat waitress sudah selesai menyiapkan pesananku, “Kamsahamnida, Ahgassi,” kataku setelah ia memberi kembalian.
  “Kamsahamnida, Ahgassi. Datang lagi,” jawabnya dengan senang. Kulihat name tag-nya, Kang Soneul. Kubalas senyumnya lalu meninggalkan kafe.
  “Omma menyuruhku membawakan Kyuhyun Oppa makanan. Jadi kubelikan saja,” jawabku. Kulanjutkan perjalananku ke tempat latihan Super Junior sambil merapatkan mantelku. Memang musim dingin seperti ini jauh lebih enak berdiam dirumah.
  “Chakkaman, Eunri-ya. Ada telepon masuk,” kata Ahra.
  “Ne, Eonnie-ya,” jawabku. Kupasang headset di HP-ku. Berjalan sambil mendengarkan musik asyik juga, ditambah kalau teleponku dan Ahra Eonnie tersambung lagi aku sudah siap menjawabnya.
  Ketika aku sudah sampai di lobby tempat latihan Super Junior (tadi aku sudah bertanya pada Ryeowook Oppa dimana mereka latihan), teleponku tersambung dengan Ahra Eonnie lagi.
  “Yeoboseyo, Eunri-ya. Kau masih disitu kan?” tanya Ahra.
  “Ne, Eonnie. Aku masih disini. Penantianku kan panjang,” jawabku.
  “Ya, Eunri-ya, itu membuatku sedikit merinding. Kalimat itu begitu romantis. Apa Kyuhyun-ie yang mengatakannya padamu? Omona, mengapa dia bisa sebegitu romantisnya terhadapmu?” puji Ahra.
  Aku hanya tersenyum kecut sambil menekan tombol lift. Andai Ahra Eonnie tahu kalau sampai saat ini Kyuhyun tak pernah bersikap sewajarnya seorang suami pada istrinya terhadapku.
  “Eonnie-ya, itu bukan Kyuhyun Oppa yang bilang. Aku memang terkenal dengan kesetiaanku menanti,” kataku narsis.
  Ahra tertawa, “Terserah kau sajalah, Eunri-ya. Kau sampai dimana sekarang?”
  Tepat saat itulah pintu lift terbuka. Aku segera masuk dan berdiri menanti orang lain yang akan masuk.
  “Aku? Aku sudah sampai di…” Aku tak sanggup melanjutkan omonganku. Mataku melotot melihat pemandangan ‘indah’ yang tersaji didepan mataku. Mereka hanya sebentar dihadapanku karena pintu lift tertutup seiring kepergian mereka.
  Kyuhyun Oppa dan Victoria Eonnie jalan berdua?
  “Eunri-ya?! Neo eodiga?” tanya Ahra. Aku langsung tersadar.
  “Mian, Eonnie. Aku sudah sampai digedung latihan Super Junior. Baiklah Eonnie, tak keberatan kan kalau kau menutup teleponnya sekarang?” jawabku.
  “Tentu saja adik iparku. Baik – baiklah dengan Kyuhyun-ie dan segera berikan aku keponakan,” kata Ahra riang.
  Aku menghela nafas pasrah. Adik ipar? Yah, aku adik iparmu yang paling murah hati, menerima begitu saja kenyataan suaminya dekat dengan yeoja lain. Keponakan? Kyuhyun Oppa menyentuhku saja tek pernah, bagaimana bisa memberikan Ahra Eonnie keponakan?
  Tiba – tiba kurasakan air mata meleleh dipipiku. Dengan cepat kuseka sebelum aku terisak. Tentu aku tak mau merusak penampilanku sendiri.
  Pintu lift terbuka. Kukutuk keputusanku kemari tadi, harusnya begitu aku melihat Kyuhyun Oppa dan Victoria Eonnie berjalan berdua tadi aku langsung menekan tombol kembali. Belum sempat aku menekan tombol lantai 1, seraut wajah mengagetkanku.
  “Eunri-ya,” sapa Ryeowook dengan ceria. Aku tersenyum.
  “Oppa,” jawabku lemah.
  “Kau mau kemana? Bukankah kau bilang ingin kemari? Kenapa menekan tombol lagi?”
  Sepertinya aku tak bisa kabur dari sini. Akhirnya kuputuskan keluar saja, “Ani Oppa. Tadi sepertinya aku melihat Kyuhyun Oppa dibawah, makanya aku mau turun. Tapi sepertinya bukan. Sudahlah, ayo ke tempatmu latihan,” ajakku mengalihkan pembicaraan.
  “Kenapa Oppa disana tadi? Harusnya Oppa kan latihan dance,” kataku.
  Wookie tersenyum dan mengacak rambutku, “Menunggumu, naui yeodongsaeng,”
  Aku tersenyum pedih. Setidaknya walau suamiku sendiri tak menantikan kehadiranku, masih ada Oppa yang baik yang mau menungguku. Kugamit lengannya, “Omona, kau memang Oppa terbaik yang pernah ada. Kajja, aku ingin melihatmu latihan,”
  Beberapa saat kemudian kami sudah sampai ditempat Super Junior latihan. Kulihat Oppadeul bersemangat semua, menarikan gerakan A-Cha. Whoa, aku kan ELF. Sebuah kebahagiaan melihat idolaku nge-dance.
  “Oppa, kau tak latihan?” tanyaku saat melihat Wookie juga duduk disampingku setelah sebelumnya aku menyapa Oppadeul.
  “Ani. Aku lelah, lapar. Dan Hyungdeul belum ada yang mau kuajak makan,” jawabnya.
  Melihatnya seperti itu aku jadi kasihan. Kukeluarkan kotak makan berisi jajangmyeon (yang tadinya untuk Kyuhyun) dan menunjukkannya didepan matanya, “Makanlah,”
  “Mwo? Ini untukku?” katanya antusias. Aku mengangguk senang.
  “Kupikir kau bawa ini untuk Kyuhyun-ie,” ujar Wookie sambil mulai membuka kotak makan itu. Ia seperti anak kecil berumur 5 tahun yang antusias melihat kue kesukaannya ada didepan matanya dan memakan kue itu dengan lahap. Aku jadi tersenyum sendiri melihat namja yang berusia 4 tahun lebih tua dariku itu.
  “Ani, makan saja,” jawabku. Ia terus melahap jajangmyeon itu. Sepertinya jajangmyeon buatan Kang Soneul itu tadi cukup enak. Apa karena Ryeowook Oppa lapar makanya makannya rakus sekali seperti itu? Molla.
  Ketika aku asyik ngobrol dengan Ryeowook Oppa, pintu menjeblak terbuka. Semua Oppadeul menoleh kearah pintu itu. Sosok Kyuhyun ada disana, dengan kedua tangan tersimpan disaku jaketnya. Matanya menatap kaget padaku. Aku hanya mengacuhkannya dan melihat Wookie Oppa yang sedang berusaha menelan jajangmyeon-nya.
  “Kyuhyun-ie, kemari! Kau mau jajangmyeon? Istrimu yang membawakannya,” tawar Ryeowook dan mengacungkan kotak makanan yang berisikan setengah porsi jajangmyeon itu.
  “Ani, Hyung, gwaenchana. Habiskan saja. Aku tadi sudah makan sate bakso ikan didepan sana dengan Victoria,” jawab Kyuhyun dan melewatiku begitu saja. Seolah ingin menunjukkan kalau ia tak cinta padaku. Aku hanya diam, menunduk dan meremas mantel yang kukenakan. Kupejamkan mataku menahan air mata. Sudah keberapa kalinya aku ingin menangis selama pernikahanku dengan Kyuhyun? Makan dengan Victoria? Ya, dia lebih memilih makan bersama yeojachingu-nya daripada istrinya. Benar – benar suami yang baik.
  “Oppa, habiskan saja. Aku pulang dulu,” kataku lalu berdiri. Kutatap Oppadeul, “Oppadeul, aku pulang dulu. Maaf mengganggu kalian. Annyeong higyeseyo, Oppadeul. Annyeong higyeseyo, Kyuhyun Oppa,” kataku. Sengaja kusapa dia secara terpisah, hanya ingin menunjukkan aku masih menghormatinya sebagai suami, walau kelakuannya tak baik.
  Kubungkukkan badanku lalu meninggalkan ruang latihan itu. Hati ini sakit mendengar perkataan seperti itu keluar dari mulut suamiku sendiri. Suami yang lebih memilih bersama yeojachingu-nya daripada istrinya. Kalau akhirnya seperti ini, lebih baik dulu aku kabur dari rumah saja sewaktu akan dijodohkan.
###
  “Bagaimana keadaanmu?” tanya Wookie dengan khawatir saat melihatku terbaring lemas diatas kasur. Aku tersenyum lemah, “Masih sama. Kepalaku sakit sekali,”
  Ia menempelkan telapak tangannya diatas dahiku, “Omo! Panas sekali. Berapa suhunya?”
  “Terakhir aku periksa 39 derajat,”
  “Aigoo… Waeyo? Ada apa denganmu? Kau kan jarang sakit, kenapa sekali sakit sampai seperti ini?”
  “Kata Dokter aku kelelahan dan banyak pikiran. Oppa kan tahu tugas kampusku banyak,” jawabku. Padahal itu bukan penyebab utamaku sampai sakit seperti ini. Penyebab utamanya hanya satu, karena aku sibuk memikirkan bagaimana jadinya pernikahanku dengan Kyuhyun.
  Jelas kupikirkan masalah ini. Karena sekarang semua sudah mulai menanyakan kapan kami akan menimang bayi. Aku tak ingin mengecewakan Appa, Omma dan Ahra Eonnie. Aku juga sangat ingin punya anak. Namun sampai saat ini aku belum pernah disentuh Kyuhyun.
  “Ya sudah, istirahatlah. Akan kubuatkan kau bubur. Makan sedikit lalu minum obat, arraseo?” kata Ryeowook.
  “Ne, Oppa. Gomawo,”
  “Cheonma, naui yeodongsaeng,”
  Akhirnya seharian itu Ryeowook Oppa tak pulang. Ia menjaga dan merawatku bak suami kepada istri. Melihatnya seperti itu membuat perasaanku tiba – tiba berkata lain. Aku ingin sekali Kyuhyun berlaku seperti itu juga padaku. Tapi sepertinya itu hanya mimpi.
  Ia sedang syuting MV Trax berjudul Blind. Waktu tadi aku sangat lemas aku berusaha meneleponnya dan memintanya pulang. Sekedar merawat dan menjagaku. Namun teleponku di-reject semua. Akhirnya jalan terakhir yang kutempuh adalah menelepon Wookie Oppa. Aku tak ingin merepotkan Ahra Eonnie dan keluarga Cho lagi. Untung Ryeowook mau.
###
Ryeowook’s eyes
  “Neo eodiga?” tanya Yesung padaku lewat telepon.
  “Aku di apartemen Kyuhyun, Hyung. Eunri-ya meneleponku, katanya dia sakit. Kyuhyun sedang sibuk, jadi kugantikan dia menjaga istrinya. Waeyo?” jawabku.
  “Ani. Hanya bingung tidak melihatmu di dorm,”
  “Mian aku lupa ijin. Aku hanya bilang pada Leeteuk Hyung kalau aku disini,”
  “Ya sudah, titip salam untuk  Eunri-ya. Semoga dia cepat sembuh,” ujar Yesung.
  “Ne, Hyung,” jawabku lalu menutup telpon itu. Kumasukkan HP-ku kesaku celanaku dan menghampiri Eunri yang tengah tertidur. Aku duduk disamping ranjangnya dan membelai tangannya. Kupegang dahinya, masih sama.
  Tiba – tiba badannya menegang. Keringat dingin banyak yang keluar dari badannya. Kemudian air matanya mengalir dan ia agak terisak. Sepertinya dia mimpi buruk. Kupegang tangannya.
  “Waeyo, Eunri-ya? Gwaenchanayo?” seruku bingung melihat gadis itu histeris seperti ini. Ia tetap menangis. Aku semakin bingung.
  “Eunri-ya!” seruku memanggil namanya dan terus berusaha menenangkannya. Kupanggil namanya berulang kali hingga akhirnya ia agak tenang. Cengkeraman tangannya mulai mengendur dan dia mulai tidur lelap lagi. Kuambil sapu tangan dan menyeka keringat serta air matanya.
  “Kyuhyun Oppa… Kyuhyun Oppa,” rintihnya. Kutatap dia. Kepalanya menoleh kesana kemari. Sepertinya mimpi buruknya belum berakhir.
  “Kyuhyun Oppa… Jangan… Tinggalkan aku… Andwae,” katanya dan mencengkeram telapak tanganku lagi. Kugenggam tangannya berusaha menenangkannya lagi. Setelah merintih – rintih seperti itu akhirnya ia tenang lagi.
  “Ada apa dengannya?” gumamku. Kyuhyun, jangan tinggalkan aku, andwae? Ketiga ucapan Eunri itu terus terngiang ditelingaku. Seketika aku teringat. Saat pernikahan itu Kyuhyun dan Eunri tidak terlihat seperti pasangan suami istri yang saling mencintai.
  Kemudian Kyuhyun yang tetap dekat dengan Victoria walau sudah jelas Kyuhyun memiliki istri. Lalu saat Eunri mengantar makanan ketempat latihan itu. Kyuhyun bahkan tak ingin menyentuh makanan yang dibawakan Eunri, walau itu jelas – jelas bukan produk asli Eunri, malah makan dengan Victoria. Ada apa dengan mereka?
  Memikirkan itu membuatku pusing sehingga memutuskan mengambil air minum didapur. Sekembalinya dari sana aku bermaksud ingin duduk disamping Eunri lagi. Tapi ujung selimut Eunri yang terjuntai disamping ranjang membuatku jatuh dan refleks memegang meja disamping kasurnya, lalu
  BLUK
  Kulihat kebawah. Sebuah buku, sepertinya buku harian, terbuka. Aku memang sudah melihat buku bersampul animasi taman dengan glitter itu namun aku tak ingin membukanya karena melanggar privasi orang. Namun saat ini buku itu sudah terbuka dan… Aku sangat penasaran dengan maksud rintihan Eunri tadi.
  “Mianhae, Eunri-ya. Aku terpaksa,” gumamku. Kuambil diary itu dan membaca kalimat pertama yang tertulis dihalaman yang kebetulan terbuka itu.
  Kutelusuri terus buku itu. Mataku membulat, sesekali kulirik Eunri yang masih tertidur namun tak nyenyak dan keringatnya banyak keluar dari keningnya. Jadi ini maksud semuanya? Pantas saja Eunri tak pernah cerita enaknya pernikahannya dengan Kyuhyun padaku.
  Kyuhyun dan Eunri memang tak pernah dekat selama ini. Bahkan Eunri menuliskan di diary-nya kalau Kyuhyun tak pernah mencintainya, sedangkan Eunri mencintai namja itu. Aku sangat penasaran dan ingin melanjutkan lagi kala lenguhan Eunri kudengar.
  Kututup dan kuletakkan diary itu diatas meja dan bersikap sewajarnya. Aku duduk dikursiku tadi dan membelai tangannya. Perlahan mata Eunri terbuka.
  “Oppa,” panggilnya pelan.
  “Annyeong, Eunri-ya. Sudah mendingan?” tanyaku.
  Ia tersenyum pedih, “Ini jam berapa? Kau tak pulang?”
  “Ani, aku akan menungguimu sampai Kyuhyun pulang. Tenang saja,” jawabku menenangkannya. Kuambilkan air minum, “Minum dulu, Eunri-ya,”
  Kubantu dia duduk dan dia mulai meneguk air minumnya. Kupegang tangannya. Setelah itu kuletakkan lagi gelasnya diatas meja dan kuusap sapu tangan didahinya untuk menyeka keringatnya. Sesudah itu kubantu dia tiduran lagi.
  “Kau mimpi apa tadi?” tanyaku.
  “Mimpi?”
  “Ne. Kau mengigau. Memanggil Kyuhyun. Bilang jangan meninggalkannya. Kau mimpi apa?”
  Kulihat raut wajahnya berubah. Sudah kuduga, ia pasti mimpi yang tidak – tidak. Kueratkan peganganku padanya. “Ani, Oppa. Hanya mimpi buruk,”
  “Jangan bohong padaku, Eunri-ya. Mianhata, aku sudah membaca diary-mu. Kenapa kau tak pernah cerita padaku soal pernikahanmu? Kau tahu kan aku selalu menerima curhatanmu,” ujarku.
  Ia mulai sesenggukan, pertahanannya runtuh. Kueratkan tanganku ditangannya, “Mianhae, Oppa. Aku…”
  Tangisnya semakin keras. Aku tak tahan lagi. Kupeluk dia. Dibahuku ia menangis lebih kencang. Kalau selama ini ia menahan semua air matanya, kali ini tidak. Bersamaku dia pasti bisa menumpahkan semua kekesalannya.
  Setelah dia agak tenang kuucapkan sesuatu padanya, “Aku yakin kau dan Kyuhyun akan baik – baik saja, Eunri-ya. Kalian serasi,”
  “Tapi…”
  “Saranghae, Eunri-ya,” kataku cepat.
  “Mwo?” Diurainya pelukan itu dan ia menatapku kaget.
  “Ne, Eunri-ya, saranghae. Sayangku padamu bukan sebatas Oppa ke yeodongsaeng-nya, tapi sayang namja ke yeoja-nya. Saranghae,”
  Ia terhenyak. Ditundukkannya kepalanya. Segera kuelus kepalanya, “Tapi aku tahu apa yang kau rasakan, Eunri-ya. Tenang saja, aku tak akan memaksamu mencintaiku. Biar aku saja yang mencintaimu. Cintamu hanya untuk Kyuhyun-ie,”
  “Mian, Oppa. Jeongmal mianhae,” katanya.
  Kupeluk dia lagi, “Gwaenchana, Eunri-ya. Maaf sudah mengganggumu. Sekarang, kau istirahat lagi ya? Panasmu belum turun,”
  Ia menurut. Kubantu dia berbaring dikasurnya dan kuselimuti badannya. Kucium keningnya, menyalurkan semua semangatku untuknya. Kutatap dia, “Setelah ini, jangan membenciku, Eunri-ya. Kita harus tetap berteman, arraseo?”
  “Ne, Oppa,” jawabnya.
###
Eunri’s eyes
  Mataku terbuka ketika kudengar pintu menjeblak terbuka. Kulihat Wookie juga bangun, masih dalam keadaan tangannya menggenggam tanganku. Seketika aku teringat kejadian tadi saat ia menyatakan perasaannya padaku.
  Tapi itu bukan masalah utama. Kutolehkan dengan berat kepalaku kearah pintu kamar dan kulihat… Kyuhyun!
  Wookie melepas tangannya dan berdiri, “Annyeong, Kyuhyun-ie,”
  “Wookie Hyung? Kau…” kata Kyuhyun.
  Wookie melihat jam tangannya, “Ah, sudah malam dan kau sudah pulang. Keadaan Eunri juga sudah membaik. Aku pulang dulu,” Ryeowook membereskan barangnya dan berjalan kearah pintu kamar kami.
  “Eunri-ya, cepat sembuh,” ujar Wookie. Dielusnya puncak kepalaku dan diciumnya keningku lembut. Tuhan, andai Kyuhyun mau menciumku seperti ini. Kutatap lembut Ryeowook lalu tersenyum, “Gomawo, Oppa, sudah menjagaku,”
  “Cheonma, Eunri-ya. Annyeong higyeseyo, Eunri-ya, Kyuhyun-ie,” jawab Ryeowook lalu meninggalkanku dan Kyuhyun yang masih dikamar. Lalu ia berbalik, “Kyuhyun-ie, jaga istrimu,” Kemudian Ryeowook benar – benar meninggalkan apartemen kami.
  Setelah Kyuhyun memastikan Wookie pergi, ia kembali ke kamar kami. Didatanginya aku dan dengan agak kasar ditempelkannya telapak tangannya kedahiku.
  “Kau panas sekali,” ujarnya tertahan.
  “Ya, Oppa, aku sudah memberitahumu sejak tadi kalau aku sakit. Sudahlah, keluarlah. Kamarmu bukan disini kan? Aku mau istirahat,” jawabku setengah mengusirnya. Melihatnya membuatku sakit hati saja.
  “Kenapa kau biarkan Wookie disini?! Kau mau ada gosip aneh – aneh?! Kau istriku! Dan istri macam apa yang berduaan dengan namja lain?!” bentak Kyuhyun tiba – tiba.
  Mendengarnya membentakku seperti itu membuat emosiku tersulut. Tak peduli dengan kesehatanku yang masih buruk, aku berdiri dan menatapnya tajam, “Kenapa kau marah – marah?! Apa hakmu?!”
  “Apa hak ku?! Ini hak ku memarahimu, kau istriku,” jawabnya.
  Aku mendengus, “Kalau begitu harusnya aku juga punya hak marah padamu kalau kau bersama yeoja lain kan?!”
  Ia diam. Menatapku yang balas menatapnya tajam dengan amarah.
  Lalu kurasakan mataku memanas. Aku sudah tak peduli. Biar saja aku harus menangis disini. Yang penting Kyuhyun tahu perasaanku.
  “Kalau kau bisa marah padaku karena aku berduaan dengan Wookie Oppa, harusnya aku juga marah padamu karena kau berduaan dengan Victoria Eonnie. Kenapa kau bisa marah aku tak bisa?!” bentakku.
  “Kau yang memulai semua ini, Oppa! Kau yang tak mencintaiku, tak menerimaku, bahkan memaksaku tak mengharap apa – apa pada pernikahan ini. Aku tak marah. Aku terima saja walau harga diriku sebagai wanita terinjak. Tapi kenapa kau marah kalau aku juga melakukan hal yang sama padamu?!”
  Ia masih diam. Aku tak mau mundur lagi. Kumantapkan hatiku mengutarakan perasaanku, “Apa kau tahu keluarga ingin kita segera punya anak. Tapi kau mengacuhkanku. Bahkan teleponku pun tak kau angkat kan?”
  “Aku tak mendengarnya,” jawabnya singkat.
  “10 kali aku menelepon. Ada jeda. Pasti ada yang bebarengan dengan jadwal break-mu. Tapi kau biarkan saja. Apa maumu?!”
  “Aku sakit Oppa. Badanku panas. Tadi aku sama sekali tak bisa bergerak dan aku lapar. Untung Wookie Oppa bisa kutelepon. Makanya dia disini tadi. Tapi kenapa kau marah – marah?!”
  Ia diam dan menatapku dengan pandangan yang tak bisa kudeskripsikan. Aku menunduk, menghela nafas dan menunjuk pintu kamar, “Keluar Oppa! Keluar! Aku tak ingin melihatmu! Keluar!”
  Tak kurasakan apa – apa. Tahu – tahu pintu sudah tertutup. Ya, Kyuhyun sudah keluar. Kubuang nafasku dan menangis keras. Aku terduduk disebelah kasurku. Menunduk, melipat kakiku dan menenggelamkan kepalaku ditengah lipatan kakiku.
  Ya Cho Kyuhyun, aku benci padamu!
###
  “Apa kau benar – benar ingin mengambil keputusan ini?” tanya Wookie padaku. Aku mengangguk.
  “Pikirkan dulu, Eunri-ya. Kau bisa menyesal nantinya,” sambungnya.
  “Ani, Oppa. Keputusanku sudah bulat,” jawabku meyakinkannya. Kutanda tangani lembar pertama berkas yang ada.
  Setelah selesai menandatangani semuanya, kumasukkan berkas itu kedalam stofmap dan memasukkannya didalam tasku.
  “Oppa,” panggilku.
  “Mwo?”
  “Kau bilang kau mencintaiku kan? Kalau nanti aku sudah bercerai dengan Kyuhyun Oppa, kau mau menerimaku kan? Memiliki suami sepertimu lebih menyenangkan daripada suami seperti Kyuhyun,”
  Ia diam. Dipandanginya aku dan diacaknya rambutku, “Ya, Eunri-ya. Sudah kubilang aku tahu perasaanmu. Jangan memaksa untuk mencintaiku, aku tak butuh balasan perasaanku,”
  Ia memelukku erat dan mengelus punggungku, “Saranghae, Eunri-ya. Kalau kau membalas perasaanku, aku akan senang. Tapi kalau kau mementingkan perasaanmu, aku akan lebih senang,”
  Setelah cukup lama ia memelukku didalam mobilnya itu, aku berkata padanya, “Ngomong – ngomong Oppa, jangan beritahu Kyuhyun Oppa dulu ya. Biar aku yang memberitahunya. Appa, Omma dan Eonnie sudah kuberitahu untuk diam,”
###
  “Yeoboseyo,” sapa penerima teleponku itu.
  “Yeoboseyo, Oppa,” kataku.
  “Waeyo?” tanyanya acuh tak acuh. Kutelan ludahku, sudah kuduga ia akan bersikap seolah tak mengenalku seperti ini.
  “Aku…” jawabku. Kugantung jawabanku, menghela nafas lalu menyambung kalimatku, “Hanya ingin berpamitan,”
  Ia diam, sepertinya ia tak peduli kalau aku mau pergi. Namun dugaanku salah. Ia bersuara lagi, “Berpamitan? Kemana?”
  “Aku… Ada tugas ke Jepang. Selama 10 hari,”
  “Mwo?” serunya cukup keras.
  “Ne,”
  “Neo eodiseo?” tanyanya dengan agak gusar. Ada apa dengannya? Ah, pasti dia marah karena aku meninggalkan tanggung jawabku sebagai istrinya begitu saja.
  “Bandara,”
  “Kau sudah di bandara?” ulangnya. Kukerutkan keningku. Kenapa dia bicara diulang – ulang begitu?
  “Ne. Pesawatku… Akan berangkat 10 menit lagi,”
  Diam sejenak. Kuhela nafasku lalu melanjutkan lagi.
  “Oppa, ada yang mau kubicarakan,”
  “…”
  “Aku… Memutuskan untuk bercerai,” jawabku akhirnya. Aku menghela nafas dan berusaha menahan air mataku yang akan jatuh. Ya Tuhan, kenapa tetap sakit rasanya ingin mengatakan berpisah?
  Kyuhyun diam diseberang sana. Apa dia syok mendengar keputusanku?
  “Aku tahu kau pasti marah padaku karena keputusanku ini akan membuat kau dimarahi oleh Appa dan Omma kan? Tenang saja, aku sudah meminta mereka tak memarahimu,”
  “Oppa, memang pernikahan kita baru berumur sebulan. Tapi bersamamu tak membuatku merasakan indahnya pernikahan. Sepertinya berpisah adalah keputusan terbaik,”
  “…”
  “Oppa. Semua berkas perceraian kita sudah kusiapkan. Nanti begitu kau pulang, masuklah ke kamarku. Kau bisa tidur disana sampai aku pulang. Ah ani, setelah aku pulang nanti kita akan bercerai dan aku akan mencari tempat tinggal lain. Diatas ranjangku sudah ada map berisi berkas perceraian kita. Waktumu hanya 10 hari. Lewat itu apapun keputusanmu, kita akan tetap bercerai,”
  Kuseka air mataku yang sudah meleleh dipipi. Ayolah, Eunri, jangan menangis lagi. Sudah sering kau menangisi nasib pernikahanmu dengan Kyuhyun.
  Tiba – tiba kudengar pengumuman bahwa penumpang pesawat menuju Jepang harus melewati boarding pass sekarang. Segera kurapikan penampilanku dan melanjutkan pembicaraanku dengan Kyuhyun.
  “Oppa,” panggilku. Ia diam.
  “Saranghae,” kataku. Akhirnya apa yang kurahasiakan selama ini keluar juga. Entah apa yang dirasakannya sekarang, mungkinkah dia syok? Molla.
  “Sudah ya, Oppa. Sampai jumpa 10 hari lagi dikantor perceraian. Annyeong higyeseyo,” ujarku. Kutarik HP-ku dari telingaku bebarengan dengan teriakannya memanggil namaku.
  “Eunri-ya!” jeritnya. Ya Tuhan, ini pertama kalinya ia memanggil namaku. Perasaan apa ini? Kenapa hatiku hangat?
  “Eunri-ya. Kumohon, jangan pergi. Eunri-ya!” jeritnya. Namun kumantapkan hatiku. Kututup telepon dan berjalan mengantri dengan penumpang lain. Aku yakin ia akan mengambil keputusan terbaik untuk kami.
###
Kyuhyun’s eyes
  Ia mematikan teleponnya. Kucoba menghubunginya terus namun hasilnya sama. Malah 2 telepon terakhir ini nadanya menandakan HP-nya di nonaktif. Kuremas rambutku kesal dan putus asa.
  Akhirnya aku berjalan kearah dapur, aku yakin orang yang kuperlukan ada disana. Ternyata benar, Wookie tengah menyiapkan makan siang untuk kami.
  “Wookie-ah!” seruku keras.
  Ia menoleh. “Panggil aku Hyung, aku lebih tua darimu,” hardiknya.
  “Jawab dengan jujur. Kau pasti tahu kan kalau Eunri ingin bercerai denganku. Iya kan?” cecarku.
  “Ne, wae?” jawabnya ringan.
  “Kenapa kau tak bilang padaku?”
  “Aku dilarang oleh Eunri-ya. Lagipula untuk apa? Kau kan tak peduli pada istrimu sendiri,” jawabnya, yang menusuk hatiku.
  “Appa, Omma dan Eonnie sudah tahu?”
  “Ne,”
  “Jadi hanya aku yang tak diberitahu?”
  “Ne,”
  Aku diam. Sebegitu bencinya kah Eunri padaku sampai meminta bercerai dariku?
  “Jadi, apa yang dikatakannya padamu? Kurasa sekarang pesawatnya sudah take off,”
  “Kau tahu dia mau ke Jepang?”
  “Ne,”
  Lagi – lagi aku kaget. Ryeowook yang notabene hanya sunbae-nya diberitahu sedang aku yang suaminya tidak. Oh God, sebegitu buruknya kah image-ku dihadapan istriku sendiri?
  “Jadi, apa yang sudah dikatakannya padamu? Dia bilang berkas perceraian kalian ada diatas kasur dan menyuruhmu memikirkannya. Sekembalinya dia kalian akan bercerai. Iya kan?” tanyanya.
  Kutatap dia dengan tatapan heran. Bahkan semuanya persis seperti yang diucapkan Eunri padaku.
  Ryeowook tersenyum. Dihampirinya aku dan ditepuk pelan bahuku, “10 hari lagi ada reuni keluarga Super Junior. Jangan lupa, dia suka lagu – lagu ballad, terutama kalau kau yang menyanyi. Dan… Ambil keputusan terbaik untuk kalian, Kyuhyun-ie,”
  Kutatap hyung-ku itu dengan tatapan bingung. Namun sebelum aku sempat berkata sesuatu, ia sudah melewatiku sembari menjerit, “Yesung Hyung, chakkaman! Aku ingin memberi makan ddangkoma,”
###
Eunri’s eyes
  10 hari kemudian
  “Yeoboseyo,” sapaku.
  “Neo eodiseo?” tanya Ahra.
  “Didalam taksi, Eonnie. Ah Eonnie, aku kangen Eonnie,” kataku.
  Ahra tertawa, “Ya, Eunri-ya, aku juga rindu padamu. Setelah ini kau mau kemana?”
  “Molla, Eonnie. Mungkin kembali ke apartemen, ambil beberapa barang lalu sesuai kesepakatan, aku tinggal dirumahmu lagi,”
  Seketika ia berteriak, “Ah, Eunri-ya!”
  “Ya, Eonnie, tak perlu teriak. Waeyo?”
  “Aku lupa. Hari ini kami tidak dirumah,”
  Badanku lemas. Lantas aku tidur dimana malam ini?
  “Super Junior mengadakan pertemuan keluarga. Kami sekeluarga datang. Kau kemari saja, ya?”
  Super Junior? Kalau aku kesana, aku akan bertemu dengan Kyuhyun Oppa dong? Aku…
  “Aku tahu kau masih malas bertemu Kyuhyun. Tapi daripada kau bingung lebih baik kemari. Oke?”
  Kuhela nafasku, “Baiklah. Dimana kalian?”
  Ahra mendiktekan sebuah alamat padaku. Kucatat dikertas lalu kuberikan kertas itu pada sopir taksi, “Ahgassi, tolong antar aku kemari,”
  Sopir itu membaca alamat yang kuberi, “Ne, Ahgassi,”
###
  “Bagaimana perjalananmu disana?” tanya Ahra ketika aku sampai disana. Ternyata memang benar, semua keluarga member SuJu berkumpul. Sebagai ELF lagi – lagi aku senang bisa bertemu dengan keluarga idolaku.
  “Ya begitulah, Eonnie,” jawabku.
  “Bagaimana dengan Kyuhyun-ie?” tanyanya.
  “Kenapa bertanya padaku? Harusnya aku yang bertanya padamu, Eonnie,”
  “Berarti kalian tetap bulat ingin bercerai? Yah, padahal aku ingin memiliki keponakan laki – laki yang lucu,” katanya.
  “Mianhae, Eonnie,” jawabku lemas. Aku jadi merasa bersalah menggugat cerai suamiku sendiri. Tapi apa mau dikata, memang begitu sebaiknya.
  “Gwaenchana, Eunri-ya. Jangan merasa bersalah seperti itu. Sudahlah, kajja, kuantar kau ke kamarku. Sekarang kau bisa istirahat. Yang penting nanti malam kau ikut kegiatan penutupan kami, arra?” jelasnya. Ahra membukakan pintu kamarnya dan dituntunnya aku duduk diatas ranjangnya.
  “Ne, Eonnie. Gomawo,” jawabku.
  “Cheonma,” ujarnya lalu meninggalkanku dikamar. Kupandangi sekeliling kamar itu sambil memikirkan yang dikatakan Ahra Eonnie tadi. Bahkan sampai aku sudah mau bercerai dengan Kyuhyun, Ahra tetap berharap kami bisa rujuk. Tapi, mian Eonnie, sepertinya itu mustahil.
###
  Malam pun tiba. Setelah aku bersiap – siap, aku segera keluar. Diberanda sudah ada Ahra Eonnie.
  “Omo, Eunri-ya,” kata Ahra, “Neomu yeppuh,”
  Pipiku bersemu. “Ah, Eonnie, gomawo. Kau juga cantik malam ini,”
  Ia tertawa kecil, “Ya, Eunri-ya, aku memang cantik,” katanya pede. Aku jadi ikut tertawa. Malam ini aku mengenakan sweater rajutanku yang berwarna biru gelap, rok panjang dengan aksen bulu hangat dibawahnya, boots hitam, sarung tangan hitam dan syal biru. Didalam tasku sudah ada penutup telinga, kalau – kalau aku membutuhkannya. Malam ini memang dingin sekali.
  “Kajja, semua sudah menunggu,” ajak Ahra.
  Tak lama kami sudah sampai ditempat semua berkumpul. Oppadeul tetap sama, menyambutku dengan meriah seolah aku masih menjadi bagian mereka. Padahal setelah ini aku bukan siapa – siapa mereka kecuali ELF.
  “Ahra Eonnie,” panggilku.
  “Hm?”
  “Kau tak tertarik pada salah satu Oppadeul itu? Kurasa Eunhyuk Oppa atau Sungmin Oppa bisa jadi pilihanmu kan?” godaku.
  “Ya, Eunri-ya, aku menganggap mereka Oppaku sendiri. Mana mungkin aku menyukai mereka. Lagipula hatiku ini sudah ada yang punya,” jawabnya.
  “Mwo?” ujarku. Kaget juga aku mengetahui Eonnie-ku ini sudah punya kekasih. “Nuguya?”
  Ia memperlihatkan evil smirk-nya, “Rahasia, baby,”
  “Ya, Eonnie!” protesku namun dihiraukannya. Justru ia menempelkan telunjuknya ke bibirnya, menyuruhku diam. Ternyata setelah itu acaranya dimulai.
  Oppadeul Super Junior melakukan berbagai hal dalam pertemuan keluarga ini. Mereka menyanyi, menari, dan lain sebagainya. Bahkan Leeteuk, Shindong, Eunhyuk, Donghae dan Ryeowook Oppa menggila didepan sana. Aku tertawa dan sejenak melupakan masalahku dengan Kyuhyun.
  Ngomong – ngomong tentang Kyuhyun, aku tak melihat namja itu selama aku disini. Kemana anak itu?
  Tibalah saatnya penampilan solo. Aku sangat menantikan siapa Oppa-ku yang akan menyanyi didepan. Setelah melihat Yesung, Sungmin dan Wookie menyanyi, giliran Kyuhyun yang maju. Apa yang akan ditampilkannya?
  Musik mengalun. Kulihat Donghae Oppa memainkan gitarnya. Ya, kuakui Oppa yang satu itu permainan gitarnya sangat bagus. Kembali ke Kyuhyun, ia mulai mendekatkan mic-nya ke mulutnya dan menyanyi.
  The Way To Break Up? Itu kan OST-nya Poseidon, salah satu kesukaanku. Melihatnya menyayikan lagu ballad dengan penghayatan seperti itu membuatku teringat lagi akan pernikahan kami. Ya, Eunri-ya, jangan mengingat pernikahanmu yang sudah kandas itu.
  Kupikir ia akan turun setelah menyanyikan lagu itu. Namun musik mengalun lagi, aku hafal betul, itu intro Memories. Ya ampun, Kyuhyun menyanyikan lagu Memories dengan sangat apik.
  Suara bass-nya menyatu dengan lagu dan musiknya. Membuatku sangat terhanyut dalam suaranya yang membuatku jatuh cinta padanya. Tuhan…
  Oneuldo bin nae gaseumeul ddo joksinda
  Saat lirik itu dinyanyikan, ia mendekat padaku. Ya Tuhan, apa aku mulai berhalusinasi, berharap ia menghampiriku? Apa aku sebegitu mengharapkannya sampai seperti ini? Tapi ini bukan halusinasiku. Kyuhyun memang mendekatiku.
  Ia berlutut didepanku dan menggenggam tanganku, menatapku tepat dimataku. Dapat kulihat indahnya mata coklat miliknya. Ia membuka mulutnya, “Eunri-ya, kau tahu? Kedua lagu tadi mewakilkan perasaanku. Kenanganmu selalu ada dikepalaku walau aku berusaha melupakanmu. Mian sudah menyakitimu,”
  Kucari sandiwara dimatanya, sangsi kalau – kalau ia hanya berakting. Namun yang kutemukan hanya kesungguhannya. Aku terenyuh.
  Ia tersenyum, diciumnya punggung tanganku lalu menyanyi lagi. Kali ini musiknya berbeda. Lagu ini… It Has To Be You! Oh God, Kyuhyun menyayikan lagu – lagu kesukaanku.
  Ia meninggalkanku dan menyanyi didepan lagi namun matanya menatapku. Aku seakan tak bisa berpaling darinya. Kutatap juga dia dalam – dalam. Sepertinya aku tak akan bisa melupakannya. Aku benar – benar jatuh cinta padanya.
  naega jikyeojul saram
naega saranghal saram nan
geurae nan neo hanamyeon chungbunhanikka
neo hanaman saranghanikka
  Musik masih ada ketika Kyuhyun membuka mulutnya, “Eunri-ya, kau sudah dengar apa yang kukatakan malam ini? Semuanya benar. Naega babo namja, mengacuhkanmu, melepasmu lalu tak bisa melupakanmu. Kenangan kita selalu ada dipikiranku. Akhirnya aku sadar, kau lah satu – satunya yeoja yang kucintai dan ingin kujaga. Aku akan bahagia bersamamu, naui Eunri,” akunya. Aku meneteskan air mata bahagia karena pengakuannya itu. Benarkah semua yang ia katakan?
  “Aku bersumpah ini bukan kebohongan, Eunri-ya. Saranghae. Jeongmal saranghae,” sambungnya. Ya Tuhan, apa benar semua yang kudengar ini? Saat kulihat lagi, Kyuhyun sudah berjalan menghampiriku. Ia berlutut didepanku, meraih tanganku dan memegang kotak kecil berwarna biru. Dibukanya, ada sebuah cincin, cincin pernikahan kami yang sudah kulepas sebelum ke Jepang.
  “Will you keep our wedding, jagiya?” tanyanya. Aku terharu. Sepertinya semua yang kumau terkabul hari ini. Harapanku kembali padanya terwujud.
  Aku mengangguk. Ia tersenyum. Diambilnya cincin itu dari kotaknya dan memasangnya dijari manisku. Disodorkannya kotak itu padaku. Kuambil cincin yang satu lagi dan memasangkannya pada jari manisnya. Diambilnya lagi kedua telapak tanganku dan diciumnya.
  “Gomawo, Eunri-ya. Jeongmal saranghae,” ujarnya. Ditariknya aku berdiri dan dipeluknya aku dengan erat.
  Aku tersenyum, membiarkan air mataku membahasahi bahunya, “Nado saranghae, Oppa,”
  Diangkatnya wajahku, memaksaku menatap wajahnya dan bibirnya menyapu bibirku lembut. Kali ini aku yakin bukan akting. Walau rasanya sama, aku bisa merasakan ketulusannya menciumku saat ini.
  Tiba – tiba tepuk tangan riuh mewarnai suasana. Kami melepaskan diri dan tersenyum bahagia melihat Oppadeul Super Junior dan keluarga mereka mendukung kami. Aku tertawa kecil.
  Will you keep our wedding, jagiya? Ne, I do.
EPILOG
Ryeowook’s eyes
  Kutatap mereka berdua yang tampak sangat bahagia dan serasi. Tanpa terasa air mataku menetes. Segera kuseka sebelum ada yang tahu.
  Tapi sepertinya terlambat. Yesung Hyung datang menepuk pundakku, merengkuhku dalam pelukannya, “Wookie-ya, jangan bersedih,” hiburnya.
  “Ya, Hyung, aku tak bersedih,” jawabku menunjukkan sisi kuatku.
  Ia tersenyum simpul, “Tapi kalau akhirnya hanya menyakitimu, kenapa tak kau biarkan saja mereka bercerai?” tanyanya heran.
  Ganti aku yang tersenyum kecil, “Hyung, Eunri sudah kuanggap sebagai adikku. Akan kulakukan apa saja untuk membuatnya bahagia,”
  “Lalu bagaimana dengan cintamu padanya?”
  Kuhela nafasku, “Cintaku sederhana. Asal dia bahagia, maka aku juga bahagia,”
–END–

107 Comments (+add yours?)

  1. AdelinKyu
    Jan 07, 2012 @ 10:44:15

    Daebakkk…

    Reply

  2. song eun ah
    Jan 07, 2012 @ 11:10:20

    daebak 😀 keren ff nya 😀 😀

    Reply

  3. Mayleen
    Jan 07, 2012 @ 11:15:25

    oh my,,,
    wookie oppa bner2 gentle and being nice person bgt,,, >_<

    Reply

    • han dong sun
      Jan 07, 2012 @ 13:50:59

      ah, gomawo udah baca chingu ^^ *bow
      (wookie: gomawo juga bilang aku gentle) *bungkuk brg wookie 😀

      Reply

  4. minkijaeteuk
    Jan 07, 2012 @ 11:23:32

    oh akhir y mereka bersatu n kyu sadar jg,,,,, coba ada pov kyuhyun y q penadaran apa yg buat dia sadar udah nyakitin eunri….
    campur aduk nih perasaan q jd y,,,, sebener y kurang puas eunri y maafin kyu gt ja pengen y kyu ngelakuin pa ke gt, hidup y selama sepuluh hari tu menderita n nyusul k jepang ke ato mohon2 na eunri gt…….

    Reply

    • han dong sun
      Jan 07, 2012 @ 13:57:47

      gomawo udah baca chingu ^^
      sbener.ny mau dibikin lebih detail, tp buatnya ff ini pas belajar bwt smsteran..
      jd drpda ketahuan nyokap n mlah ga bole internetan, mnding cpet” diselesaiin..
      thanks for the suggestion

      Reply

  5. kyuhyun's wife
    Jan 07, 2012 @ 11:30:05

    DAEBAK
    aku bacanya sampe nangis tapi untung akhirnya happy ending..
    wah aku suka pas wookie oppa bilang ‘Cintaku sederhana. Asal dia bahagia, maka aku juga bahagia’

    Reply

  6. EvilKyung
    Jan 07, 2012 @ 11:39:41

    wah, kyuhyun romantis bgt, wookie oppa, figthing, aq yakin nanti ada cinta yg lain lgi kok,
    author, bikin sekuelnya ya…..

    Reply

    • han dongsun
      Jan 08, 2012 @ 08:29:52

      Gomawo udah baca chingu ^^
      Ya, skali” kyuhyun jd org romantis lah, msa’ yg romantis hae trus?
      Sekuel? Insya allah ya
      Doain dewa ide cepet ngasih ide ke aq..

      Reply

  7. ryeong rie
    Jan 07, 2012 @ 11:53:17

    omona!!!
    wookie kamu sama aku aja huhu T.T

    Reply

    • han dong sun
      Jan 08, 2012 @ 10:04:06

      gomawo udah baca chingu ^^
      wookie : jeongmalyo? okee, i’ll be with you 😀 *digampar ryeosomnia

      Reply

  8. ucisyukrillah
    Jan 07, 2012 @ 12:00:59

    Q ska critanya…….. di pertengahan crita q smp nangis………….tp brakhir dgn bahagia.

    Reply

    • han dongsun
      Jan 07, 2012 @ 16:52:26

      Gomawo udah baca chingu ^^
      Alhamdulillah happy ending, wktu nulis tngah”ny aq bngung mw dilanjutin gmna..
      Untung jdix happy ending.. 🙂

      Reply

  9. pumpkinSparkyu
    Jan 07, 2012 @ 12:28:26

    Wookie nya kasian u,u tp keren thor. Daebak:3

    Reply

  10. yeoja
    Jan 07, 2012 @ 12:43:55

    wookie oppa the best 😀

    Reply

    • han dongsun
      Jan 07, 2012 @ 16:55:47

      Wookie : gomawo pujiannya.. *bow
      Author : ish, ga makasih ke aku lagi. Aku yg bwt kmu jd the best tauk..
      *dialog ga penting, abaikan saja.. 🙂
      Gomawo udah baca chingu ^^

      Reply

  11. rae jin
    Jan 07, 2012 @ 13:24:20

    Reply

  12. yechulkyu
    Jan 07, 2012 @ 15:05:42

    nyesek dh bcanya
    daebak
    bwt ff lg y thor

    Reply

  13. ndess_
    Jan 07, 2012 @ 15:10:46

    aiiisshh ff nya keren banget…
    *ambil tissu* wookie bener2 berkorban yaah…

    Reply

  14. _kimrei
    Jan 07, 2012 @ 15:33:34

    Ahhhhh wookie dewa banget disini kkkk~ kuat banget ya ngelepasin gitu aja

    Reply

    • han dongsun
      Jan 07, 2012 @ 16:47:27

      Gomawo udah baca chingu ^^
      (Wookie: aish, gomawo.. Baru sekali ini ada yg lebih muji aku daripada muji kyuhyun.. *digampar ryeosomnia)
      Dewa baru, dewa Wookie 😀

      Reply

  15. shaaaaw
    Jan 07, 2012 @ 16:17:36

    Unyu bgt deh ryeowooknya :3
    Hmmm buat sequelnya dong thor kkwkw

    Reply

    • han dongsun
      Jan 07, 2012 @ 16:50:01

      Gomawo udah baca chingu ^^
      Unyuk mna wookie sm eunhyuk? #abaikan
      Sekuel? Insya allah ya..
      Doain dewa ide cepet” ngasih ide ya… 😀

      Reply

  16. Naa
    Jan 07, 2012 @ 17:15:25

    So sweeeet 😉

    Reply

  17. choi.hyun_ae
    Jan 07, 2012 @ 17:23:47

    jalan critany bagus chingu.
    wlwpun gak suka sama endingny, berharap eunri sma wookie oppa.
    kelakuan kyu udah kelewatan bget, sbg manusia biasa kykna g bisa dtolerir dh.
    udh gtu gak ada pnjelasan napa eunri bisa tiba2 suka m kyu n kyu tiba2 jga suka m eunri.
    sdgkan d awal dksh tau kalo pernikahan it tanpa cinta, bukan bertepuk sblah tangan n dbagian kyu sering jaln m vic, g dksh penjelasan ataupun kyuhyun’s pov.
    Jd, gak tau pda saat itu kyu cma pura2 g cinta m eunri atau kyu memang bner2 suka m victoria.
    rada bingung aja, apalagi bgian kyu dtlpon eunri, npa kyu kget coba??
    padahalkan dri awal kyu g peduli m eunri n wktu eunri skit, eunri blg kyu ngereject panggilanny.
    tp kyu blg gak dger.
    N slbhny bgus kog chingu, cma penjelasan aja yg kurang.
    untk wookie oppa, neoneun jinjja jeoun namja. Haha

    Reply

    • han dongsun
      Jan 07, 2012 @ 17:57:42

      Gomawo udah baca chingu ^^
      Jeongmal gomawo juga bwt sarannya..
      Janji gak keulang di ff berikutnya deh.. 😀 #sksd
      Tapi sebenernya mw dbkin detail, cm gra” bkin.ny pas tengah” UAS, drpda ketahuan n disita lepi.ny, mnding dicepetin..
      Thanks buangettt yaa..

      Reply

  18. leli
    Jan 07, 2012 @ 17:29:19

    huwa…
    sabar banget jadi eunri
    jitak aja tuh kepalanya kyu biar sadar dari awal

    Reply

    • han dongsun
      Jan 07, 2012 @ 18:00:14

      Gomawo udah baca chingu ^^
      Iya, author sndri juga heran kok bs ya eunri sabar gitu (gimana sih lu thor?)
      Eunri: iya ya, knpa ga gw jitak dr dlu aja? Ayo jitak kyuhyun!! *dibakar sparkyu 😛

      Reply

  19. arra
    Jan 07, 2012 @ 18:00:39

    Wookie oppa bener-bener bae ati,relain cinta’a gitu z,,

    Nice story thor,, ❤

    Bikin sequel'a y thor ngelnjtn story'a wookie oppa stlh ngelepas Eunri,,

    Reply

    • han dongsun
      Jan 07, 2012 @ 18:47:19

      Gomawo udah baca chingu ^^
      Wookie : emg gw baik hati kok #abaikan
      Sekuel? Insya allah ya..
      Doain dewa ide cpet” ngasih ide yaa..

      Reply

  20. sparkyu
    Jan 07, 2012 @ 19:24:52

    Bagusssssssss bangeeeet, gregetan Kyuhyunnya nih iiiiiiiih

    Reply

    • han dong sun
      Jan 08, 2012 @ 17:22:01

      gomawo udah baca chingu ^^
      iya nih, author juga gregetan sama kyuhyun
      jitak kyuhyun!! #dibakarsparkyu

      Reply

  21. Devi
    Jan 07, 2012 @ 19:54:46

    Wookieeee aku padamu hehehe

    Reply

    • han dong sun
      Jan 08, 2012 @ 17:20:00

      gomawo udah baca chingu ^^
      wookie : wah, aku ditolak eunri banyak yg ngejar ya (seneng mode : on)
      😀

      Reply

  22. beky
    Jan 07, 2012 @ 20:46:28

    ceritanya keren tapi kurang di jelasin perasaan kyu yg sebenarnya jadinya kurang dpt feelnya.
    Padahal pasti lebih menarik kalau di buat Kyuhyun’s eyes/pov. Rada aneh jg awalnya kyu acuh bgt tibatiba langsung suka gitu, trs hubungan Kyu sama Vict apa coba kok deket bgt -_-
    Tapi gue suka epilognya, si Wookie gentle abis;)

    Reply

    • han dongsun
      Jan 08, 2012 @ 08:33:47

      Gomawo udah baca chingu ^^
      Sebenernya mau q bkin lebih detail, tp gara” buatnya ni ff pas belajar bwt UAS, jd kdu cpet”..
      Daripada ketahuan n ga bole main lepi lagi..
      Hhe 😀
      Thanks for suggestion chingu

      Reply

  23. super senior
    Jan 07, 2012 @ 20:56:07

    kyuhyuuunnnn…
    Oh,once again you make me can’t breath well..
    Ryeowook,don’t worry you still have me#slapped
    *readerplinplan*
    Daebak author,nice ff..

    Reply

  24. mochichi
    Jan 07, 2012 @ 21:28:39

    Yah,kok ga ada alsan knapa Kyu nyuekin Eunri?
    Btw,nice ff, minta sekuel donk,kekeke

    Reply

    • han dong sun
      Jan 08, 2012 @ 10:36:49

      gomawo udah baca chingu ^^
      sebenernya mau dibikin lebih detail, tp krna buat.ny ni ff pas belajar buat UAS..
      jd drpda ketahuan nyokap n ga bole pakai lepi, akhirnya dicepet”in..
      sekuel? insya allah ya.. 😀

      Reply

  25. raeKyu
    Jan 07, 2012 @ 22:05:46

    nice chingu^^ 🙂

    Reply

  26. kyu's wife
    Jan 07, 2012 @ 22:09:45

    Speechless ^^

    Reply

  27. cherryesung13
    Jan 07, 2012 @ 22:55:32

    Aaah suka banget! terharu bacanya T_T yaampun, wookie baik banget sih~ nahloh, kalo kyu cinta sama eunri knp dulu dia gitu sama eunri? trus vic gmn? sequel thor! ^^ DAEBAK d><b

    Reply

    • han dong sun
      Jan 08, 2012 @ 17:12:57

      gomawo udah baca chingu ^^
      wookie : gomawo udah bilang aku baik 😀 *bow #abaikan
      nah itu dia, sy juga jd bngung knpa dlu kyuhyun gitu ke eunri.. kurang detail ya ceritanya?
      mianhae *bungkuk*, hbs bkin.ny ni ff pas UAS, jd hrus cpet” drpda ketahuan ga belajar n akhir.ny ga bole pake lepi
      sekuel? insya allah ya

      Reply

  28. Mrs. Joker
    Jan 08, 2012 @ 00:26:44

    Keren.. pengen jadi Eunri ._.

    Reply

    • han dong sun
      Jan 08, 2012 @ 17:14:19

      gomawo udah baca chingu ^^
      pengen jadi eunri?
      bayangin aja reader jd eunri
      author pas nulis ini juga bayangin jd eunri, pasti enak dikelilingi 2 namja ganteng (walau hrus nangis” dlu) 😀

      Reply

  29. anggit
    Jan 08, 2012 @ 02:00:04

    keren thor,aku sampe nangis.oh ya,Annyong! Choneun Patricia Anggita imnida,aku readers bru disini.wah kren bgtbgtbgtbgt thor,mengharukan.sequelnya dong thor.

    Reply

    • han dong sun
      Jan 08, 2012 @ 17:16:40

      gomawo udah baca chingu^^
      author juga newbie kok disini..
      keren? makasih bgtbgtbgtbgt ya.. 😀
      sekuel? insya allah, doain dewa ide ngasih ide ya.. (n doain aja wookie mau jadi cast.ny lagi.. hhe)

      Reply

  30. siput~ri
    Jan 08, 2012 @ 10:08:08

    good
    😀
    suka deh kalau baca ff yg temanya pernikahan,
    terus berkarya ya..

    Reply

  31. lee
    Jan 08, 2012 @ 11:59:55

    daebakkkkkk huh wookie so sweat aku paling suka tuh kata kata wookie “Cintaku sederhana. Asal dia bahagia, maka aku juga bahagia,” huh nangis bacanya kyunya jahat banget awal awalnya. sequel deong

    Reply

  32. Arissa Kwon/Mii Na Song
    Jan 08, 2012 @ 13:47:58

    Ohhh ryeowook so sweet..

    Reply

    • han dong sun
      Jan 08, 2012 @ 17:18:12

      author : gomawo udah baca chingu ^^
      wookie : gomawo muji aku so sweet ^^
      *bow bareng wookie* 😀

      Reply

  33. sowoneul
    Jan 08, 2012 @ 17:24:53

    Yeeeeee aku suka cerita yang kaya gini!! ><

    Reply

  34. mizuki
    Jan 08, 2012 @ 18:28:31

    so sweeeettttt thor…………kyu oppa,,, awalnya sebel aku, eh ujung2nya mupeng juga…hehe

    Reply

  35. Han hyo ki
    Jan 08, 2012 @ 20:46:36

    Terharu banget, wookie oppa hebat salut banget deh. Ff-nya daebak,

    Reply

  36. Affiasca
    Jan 08, 2012 @ 21:50:07

    Huaaaa unyu dan so sweet masa ❤
    Author, bikin sekuelnya dong, tapi ada kyuhyun pov nya ya biar tau aja perasaan kyu ke vict dan eunri *reader bawel* yayaya? Trmksh^^

    Reply

    • han dongsun
      Jan 11, 2012 @ 20:23:36

      Gomawo udah baca chingu^^
      Sequel? Insya allah..
      Kyuhyun’s POV? Wah, br kli ini da reader yg mnta kyuhyun’s POV, insya allah ya..

      Reply

  37. yenny wonestKey
    Jan 08, 2012 @ 23:49:00

    bgs bgt…….
    sampe trharu ngbca’a

    wokkie oppa gentle bgt, jd mkin syg sma oppa yg stu ini #hihi

    Reply

  38. Flo
    Jan 09, 2012 @ 02:09:37

    huhu… baca ini nyesek bgt apalagi pas bagian eun ri…
    wookie oppa, sabar banget yah….
    sebenernya lebih rela eun ri ma wookie oppa
    tp udah ketebak ujung2nya pasti blik k kyu…

    Reply

    • han dong sun
      Jan 09, 2012 @ 19:08:04

      gomawo udah baca chingu ^^
      ah, iya.. soalnya kasihan kyu klo eunri jadinya sm wookie..
      tenang aja, ntar wookie dpt pasangannya sendiri kok.. 😀

      Reply

  39. unnamed
    Jan 09, 2012 @ 17:14:29

    Kereen 😀

    Reply

  40. ve
    Jan 09, 2012 @ 22:44:06

    eh critanya agak mirip sma https://superjuniorff2010.wordpress.com/2011/09/15/actually-i-love-you/
    tapi ff ini lebih bagus kok! daebak chingu ^^

    Reply

  41. Nindia indriani
    Jan 10, 2012 @ 14:32:42

    Kyuhyun jahat tapi kesininya romantis,
    DAEBAK banget.

    Reply

  42. leeteuk's wife
    Jan 11, 2012 @ 09:20:46

    ommmoooo, so sweettt~~~ daebak!!

    Reply

  43. yusstie
    Jan 11, 2012 @ 20:30:51

    Bagus sekali chingu~
    daebak!

    Reply

  44. rheya
    Jan 13, 2012 @ 07:08:58

    Wah… ff_nya daebak!!! Good Job, chingu^^

    Reply

  45. wulan hae wookie
    Jan 13, 2012 @ 13:57:17

    like this your fanfic………

    Reply

  46. Lethi
    Jan 13, 2012 @ 18:33:04

    keren, bagus banget, terharu bacanya sampe pengen nangis

    Reply

  47. LHJ_203
    Jan 13, 2012 @ 22:58:02

    Ceritanya kasian banget ;_; aaaa.. Daebak! Nyentuh banget! ^^ keren thor :’D

    Reply

  48. Paramitha
    Jan 16, 2012 @ 12:55:11

    Aaaah keren ceritanya B-)

    Reply

  49. xna_cloudsjewelspumpkins
    Feb 20, 2012 @ 17:24:58

    Cntaq sdrhna,,,
    Good ending^^

    Reply

  50. heevitator
    Feb 20, 2012 @ 19:54:47

    suka banget sama kalimat wookie yang ‘ cintaku sederhana ‘ 😀

    Reply

  51. tiara bedingfield
    Feb 23, 2012 @ 13:33:43

    mwooooooooooooo saranghae author ,,, your a great writer !!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

  52. Lailan slalu mencintai ghalma
    May 04, 2012 @ 23:19:12

    Wow… Keren bgt! Mengharukan… Smp” tnp terasa aku meneteskan airmata! Emm… :’) buat age y laen y? Semangat trous… Ff na pst byx yg gemari dech…

    Reply

  53. henif daru utami
    Jun 30, 2012 @ 21:59:15

    nyesek bacanya, waktu kyuhyun acuh sama Eunri, apalagi dia sering jalan sm victoria, tp akhirnya Happy ending dan mereka bisa bersatu..
    Daebak, tapi wookie oppa, kasihan 😦

    Reply

  54. viya
    Sep 02, 2012 @ 19:27:53

    terharu bacanya 😥

    Reply

  55. Mila Camelia
    Sep 14, 2012 @ 22:17:04

    Bagus nih FFnya!! 😉

    Reply

  56. tesya rachma
    Jan 26, 2013 @ 17:34:19

    DAEBAK ..!!! ryewook baik bnget ya.. 🙂

    Reply

  57. Cho kaizi
    Feb 25, 2013 @ 00:47:33

    Aish wookie oppa so sweet bgt sih 😀
    daebak thor

    Reply

  58. Kodok
    Mar 24, 2013 @ 14:18:01

    argh…trllu singktt…..pnyesalan kyunya g kliatan

    Reply

  59. desifitriyani
    May 18, 2013 @ 22:40:02

    bagus, kren . Bner kta ryeowook oppa. Cinta itu sderhana

    Reply

  60. elaimoet07
    Aug 18, 2013 @ 22:37:04

    Like it

    Reply

  61. Dinnur
    Aug 22, 2013 @ 18:30:34

    Sebenernya kyu jg cinta sama eunri?

    Reply

  62. Rosari1695
    Sep 10, 2013 @ 17:19:02

    Aduh Wookie oppa~ 😦
    nice ff!! 😀

    Reply

  63. Melinda
    Sep 22, 2013 @ 22:39:01

    so sweet

    Reply

  64. hyukkyu
    Oct 10, 2013 @ 20:56:26

    bagus min cerita nya tpi gedek bngt sama si victoria nya,dia tuh setiap ff jadi cewek penggoda bngt,cewek ganjen bngt,gk kehidupan nya nyata,gk ff nih cewek keganjenana bngt,benci g sama si ajhuma2 centil,saran nih min klo ff gk usah pake nama ajhuma2 centil lebih baik fiktif aja lebih asik

    Reply

  65. hyukkyu
    Oct 10, 2013 @ 21:00:15

    Eunri lebih baik dari cewek gatel victoria

    Reply

  66. Esa Kodok
    Dec 13, 2013 @ 12:30:17

    ryewook oppa bnr2 cowok mamennn….q suka suka suka…feel nya kyu trasa cm pas tlpn aja sbnrnya

    Reply

  67. Nurfadillah Syam
    Dec 15, 2013 @ 05:31:04

    Wow,daebak eonnie. Aku paling suka kata-kata di akhir cerita “Cintaku sederhana,selama dia bahagia, aku juga bahagia” so sweet 🙂

    Reply

  68. chogyugyu
    Apr 27, 2014 @ 15:51:35

    Bagus! Keren!

    Reply

  69. iea
    Jun 03, 2014 @ 23:40:40

    cpt bgt alurny..tp happy ending..

    Reply

  70. ranisitri
    Oct 21, 2014 @ 15:55:13

    Nice story…
    Aq suka…

    Reply

  71. andhasmin
    Dec 11, 2014 @ 11:01:38

    “Cintaku sederhana. Asal dia
    bahagia, maka aku juga bahagia,” suka kata2 itu

    Reply

  72. Lia9287
    Dec 13, 2014 @ 19:32:32

    Aaaaa,,Kyuhyun sweet bgt sih >_<
    Ryeowook oppa sama aku aja #hugRyeowook

    Reply

  73. v
    Jan 05, 2016 @ 18:30:35

    Ffnya bagus thor. Tapi mungkin bisa dibikin lebih make sense kalo readers tau kenapa kyuhyun bisa berubah dan sadar kalo dia cinta sama eunri secepat balik telapak tangan. Ryeo juga kasian pas adegan eunri bilang kalo mereka udh cerai, wook mau jd suami dia gak..at this point, eunri such a selfish person, i think

    But overall, thanks udah bikin ff

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: