The Day Before Valentine

Title : the day before Valentine
Author : Song Woo Rae
Author’s quotes
“Annyeong! Song Woo Rae immida. I hope you’ll like my new FanFict. Check my another FanFicts by Song Woo Rae (Heartbeating on The Park, Let Me Be Your Man, The Reasons Why We’re Together and For 8 Years) kkk ^^ do not forget to comment okay, I LOVE YOUR COMMENTS🙂 keep suppoert Super Junior (Y)”

Some people are meant to fall in love with each other, but not meant to be together. – 500 days of Summer.

The worst day ever, June 21st 2011

“Aku ingin kita bercerai”
Min Ri mendengar dengan jelas kalimat terkutuk yang disampaikan Kyuhyun.
 Min Ri menatap ke arah Kyuhyun yang berdiri disampingnya dengan tatapan yang Kyuhyun tidak akan pernah mengerti.
“Baiklah, bila itu maumu.” Jawab Min Ri lembut, tapi siapapun yang mendengarnya pasti akan merasakan Min Ri yang sedang bersusah payah menutup lubang besar di hatinya.
 Kyuhyun sedikit tidak percaya dengan jawaban Min Ri. Ia mati-matian mempersiapakan diri untuk mengatakan hal terkutuk dalam hidup suami istri ini, tapi Min Ri menjawabnya dengan mantap seperti menganggap perceraian seperti sepasang kekasih yang putus cinta.
 “Semudah itu kau setuju?” Tanya Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan kekagetannya.
Min Ri hanya menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh tanya.
“Kenapa kau bersedia?” Tanya Kyuhyun lagi memastikan bahwa istrinya -yang akan menjadi mantan istrinya- ini masih baik-baik saja.
 “Karena kau yang memintanya.” Jawab Min Ri tetap berusaha santai, dia tidak ingin Kyuhyun tahu seberapa hancurnya ia saat ini.
“Mengapa semudah itu?” Masih ada banyak pertanyaan yang berputar dikepala Kyuhyun. ‘Mengapa ia tidak menangis sama sekali?’ ‘Mengapa ia tidak meneriaki ku, dan mengatakan bahwa aku adalah lelaki bajingan’ atau ‘Mengapa ia tidak memintaku untuk bertahan?’
 “Karena aku mencintaimu.” Jawaban singkat yang menjawab semua pertanyaan bodoh Kyuhyun. “Aku tidak akan membiarkan orang yang kucintai tidak bahagia. Jika kau tidak bahagia bersama ku, maka aku harus merelakan kau mencari kebahagian mu.” Kali ini Min Ri sama sekali tidak melihat ke arah Kyuhyun. Kali ini Kyuhyun dapat sedikit merasakan sakit yang dirasakan Min Ri.
 “Apa kau tidak ingin bertanya mengapa aku.. Mengapa aku melakukan hal ini pada mu?” Tanya Kyuhyun hati-hati, dia nyaris saja menyebutkan kalimat terkutuk itu lagi.
“Untuk apa? Aku saja tidak tahu mengapa aku begitu mencintaimu. Terkadang hal-hal besar tidak memerlukan alasan.” Min Ri tersenyum simpul diakhir kalimatnya.
 “Boleh aku minta satu hal dari mu?” Tanya Min Ri tiba-tiba dan Kyuhyun hanya membalasnya dengan kening yang berkerut.
“Aku ingin Hyose tinggal bersama ku. Bolehkah?” Tanya Min Ri dengan hati-hati, inilah hal yang paling ia takutkan. Ia takut Kyuhyun tidak akan membiarkan Hyose tinggal bersamanya. Bagi Min Ri sekarang Hyose adalah satu-satunya alasan mengapa ia bertahan.
 “Baiklah. Aku tidak akan memberatkan mu tentang hak asuh anak dan tentang pembagian harta…”
“Aniyo. Bukannya aku bersikap lancang, hanya saja aku rasa aku tidak akan mengambil pembagian harta itu. Dan untuk Hyose, ia hanya tinggal bersama ku. Untuk membesarkannya dia masih membutuhkan seorang Appa.”
 ‘I was wondering what are you thinking about, Shin Min Ri.’ – Cho Kyuhyun
———————————————————-
   Esoknya, Kyuhyun tidak menemukan Min Ri dikamar mereka. Tadi malam ia memutuskan untuk tidur di sofa ruang keluarga, ia yakin ia tidak akan kuat menatap wajah Min Ri saat Min Ri tertidur. Kyuhyun berjalan ke arah kamar mandi ruangan mereka dan hasilnya nihil. Ia tidak menemukan Min Ri disana. Hingga akhirnya ia menemukan sepucuk surat di atas tempat tidurnya. Ia yakin sekali itu tulisan Min Ri.

‘ Dear Cho Kyuhyun, Cho Hyose’s dad.
Maaf aku pergi saat malam hari. Maaf aku bersikap seperti maling dan seorang pengecut. Maaf aku tidak mengucapkan salam perpisahan. Maaf aku tidak memberikan kesan baik disaat terakhir sebelum aku pergi.
 Aku yakin aku tidak akan bisa bertahan lebih lama bila aku mengucapkan salam perpisahan secara langsung. Aku yakin aku akan menangis kencang seperti manusia kelaparan hebat bila itu terjadi. Maka dari itu, aku memutuskan untuk pergi saat semua terlelap.
 Aku belum membawa Hyose.
Aku akan membawanya ketempatku saat keputusan pengadilan sudah keluar. Kita bertemu di pengadilan okay. Tolong katakan baik-baik pada Hyose tentang hal yang terjadi pada kita. Dia terlalu jenius untuk kau bohongi dan dia cukup dewasa -di umurnya yang baru 7 tahun- untuk kau jelaskan tentang ini.
 Ehm, satu lagi…
Maaf karena kau tidak bahagia bersamaku. Aku harap kau bahagia setelah ini dan selamanya.
Mianhe, ini yang hal yang ingin ku sampaikan terakhir. Aku yakin ini terakhir.
Aku membawa satu dari beberapa album foto yang ada di laci. Jika kau tidak mengingkan album-album itu berikan saja padaku, aku siap menampungnya ^^

Sincerely,
Shin Min Ri ‘

   Kyuhyun segera memeriksa laci yang berada di tidak jauh darinya. Ia melihat beberapa foto album yang ada disana. Ia mengeluarkan album itu satu persatu sambil menerka-nerka album mana yang dibawa serta oleh Min Ri.
   Kyuhyun memandang album berada paling atas. ‘Our wedding’ begitulah tulisan yang berada di cover depan album itu. Isinya foto-foto pernikahan sederhana mereka yang dilaksanakan di sebuah gereja kecil di daerah Busan tempat Kyuhyun menghabiskan masa kecilnya. Dia melihat foto-foto di album itu dengan seksama. Ia dapat melihat betapa bahagianya mereka berdua saat itu. Saat itu bahkan Kyuhyun berjanji tidak akan meninggalkan Min Ri. Janji yang kini di injaknya di hadapan Min Ri.
   Album selanjutnya, ‘He is Ours, Cho Hyose’ berisikan foto-foto Hyose saat ia baru lahir hingga ia balita. Tanpa sadar Kyuhyun menyungingkan senyumnya. Melihat salah satu foto dimana Min Ri tersenyum lebar melihat ke arah kamera dan Hyose yang masih berbalutkan kain. Min Ri sangat amat bahagia setiap saat ia bersama Hyose kecil. Tidak seperti ibu muda lain yang akan mengeluh ketika anaknya rewel dan bangun di tengah malam hari, Min Ri justru sangat semangat dan cekatan bila Hyose menangis dan meminta susu. Kyuhyun masih sangat mengingat jelas bagaimana Min Ri dengan semangat menceritakan setiap perkembangan Hyose padanya. Kyuhyun bersumpah pada saat itu pun Kyuhyun merasakan menjadi orang paling bahagia.
   Disana masih terdapat beberapa album dan dengan segera Kyuhyun menyadari apa yang kurang. Kyuhyun mengira Min Ri membawa album foto pernikahan mereka atau liburan terakhir mereka di pulau Jeju. Tapi ternyata ia baru menyadari album apa yang dibawa pergi Min Ri, album foto yang ukurannya paling kecil dari semua album yang ada di laci meja tersebut. Album yang hanya berisikan 12 foto. Album yang hanya berisikan satu foto mereka bersama dan sebelas foto Kyuhyun seorang diri saat ia berada di New York City.
   Sesaat sebelum Kyuhyun pergi ke New York, Kyuhyun dan Min Ri mengambil gambar mereka di bandara. Sebelas foto lainnya adalah foto Kyuhyun seorang diri di sebelas tempat yang berbeda dan ia mengirimkan foto tersebut lewat surat elektronik. Dan saat ia kembali ke Seoul tiga tahun berikutnya, Min Ri menunjukan album foto yang berasal dari kumpulan foto-foto yang Kyuhyun kirimkan kepada Min Ri.
 ———————————————————–
@ Min Ri’s new appartment.
   Min Ri mulai membedah ruangan yang akan menjadi kamar tidurnya, seorang diri.
Min Ri memilih apartment yang tidak jauh dari kantor tempatnya bekerja. Ia adalah seorang photographer untuk salah satu harian besar di Korea Selatan.
   Min Ri memandang ke arah dua benda yang tidak mungkin ditukarnya dengan apapun. Canon EOS-1Ds Mark III dan sebuah album foto. Album foto yang menjadi temannya menunggu Kyuhyun selama Kyuhyun melanjutkan program study nya setelah Bachelor di NYC.
   Min Ri duduk di teras apartment baru nya ditemani segelas teh hijau hangat. Tangannya belum melepaskan album foto yang sampulnya berwarna hitam tersebut. Dia memandang teduh pada kota Seoul yang sangat cantik saat malam hari dan malam ini langit pun ikut turut serta mempercantik kota ini dengan berlian-berlian yang ditaburkan di angkasa.
 “On the past, I counted the stars and waited you to come back here. Now, I’m counting the stars -again- but I’m not waiting for you. I’m just thinking of you.” – Shin Min Ri
———————————————————–
   “I’m divorcing her.” Aku melihat ke arah yeoja yang sedang membuat green tea di hadapanku. Green tea? Min Ri loves it.
 “I know you’re going to do that.” Ia mendekati ku lalu mencium kilat bibirku.
 Aku hanya tersenyum kaku saat gadis Korean-British ini menjauhkan dirinya dariku. “So, does Hyose know about it?”
Aku hanya mengangguk pelan. Min Ri tepat sekali, Hyose benar-benar terlalu jenius untuk di kelabui. Lebih baik jujur dan dia cukup dewasa mengetahui permasalahan orang tuanya.
 “He decides to live with his mom,anyway.”
 Lucy Kwon. Yeoja yang tiba-tiba hadir dalam hidupku. Model cantik yang menghabiskan masa kecilnya di Manchester. Dia berhasil membuat ku berpaling dari Min Ri. Dan berada disaat aku harus meninggalkan Min Ri dan menjalani hidup bersamanya, harus ku akui ini adalah masa-masa terburuk. Aku harap esok hari ketika aku kembali membuka mata, semua telah selesai.
 ‘Cho Kyuhyun, one day you’ll see who’s the one’
———————————————————–
Februari 11th, 2014

   Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju ke rumah new customer untuk perusahan property milik keluarganya. Matahari bersinar cukup baik di musim dingin yang belum berakhir hingga akhir Maret nanti. Angin Siberia yang berhembus menurunkan suhu Seoul membuat Kyuhyun menaikkan suhu penghangat mobilnya.
   Ia melihat ke arah jalanan yang dipenuhi dominasi warna merah muda dimana-mana. Tempat-tempat ini telah siap menyambut Valentine’s Day. Kyuhyun tersenyum sebentar mengingat Valentine’s Day. Valentine’s Day di tahun keduanya di New York merupakan hari yang buruk. Ia tidak terlalu suka bagaimana orang western menghabiskan Valentine’s Day mereka. Tapi hal yang terbaik adalah, ia mendapatkan kiriman surat dari kekasihnya di Seoul. Disaat semua orang menggunakan e-mail untuk mengirimkan surat, kekasihnya lebih memilih mengirimkan sebuah surat yang ia tulis dan kirim dari Korea satu minggu lebih sebelumnya. Kyuhyun menepikan mobilnya disekitar Han River. Ia membuka dompet Tony Perotti Italy dari saku belakang Jeans Levis nya. Dibagian belakang wallet nya, ada sebuah kertas lusuh yang tertutupi oleh lembaran-lembaran uang kertas. Tidak ada yang tahu ada sebuah kertas yang sangat berharga di belakang lembaran yang itu. Surat dari Min Ri untuk Kyuhyun….

Dear Kyu,
Apa kabar mu disana? I hope you’re fine🙂
Well, aku sedang berada di Namsan Tower sekarang. Valentine’s Day masih akan datang 10 hari lagi tetapi sepertinya pasangan-pasangan ini tidak sabar untuk menikmati indahnya Namsan Tower.
 Aku sedang membayangkan tanggal 14 Februari yang akan kulewatkan tanpa mu (lagi). Sepertinya aku harus membantu HyoSeon membuat chocolate cake untuk namjachingu. Or I’ll spend my whole day on my room.
Semoga surat ini sampai sebelum Valentine’s Day terlewat. Happy Valentine’s Day Kyu! I’ll be right here waiting, as long as you love me ^^
 Mianhe, jadi melankolis ><
Kyu, saat kau kembali mari menghabiskan waktu bersama🙂
Saranghae♥
p.s : jangan lupa makan sayur okay!

Sincerely,
Shin Min Ri.

   Tanpa Kyu sadari ia tersenyum mengingat bagaimana selembar kertas dengan tulisan tangan seorang yeoja yang menyita seluruh perhatiannya dulu -bahkan hingga sekarang- dapat begitu berarti untuknya.
 ———————————————————-
February 13th, 2014

   Kyu mengerutkan keningnya. Ia melihat jam tangan Bulgari ergon di pergelangan tangganya, ia benar-benar sudah menghabiskan banyak waktu untuk new customernya. Benar-benar hari yang kurang beruntung.
   “Sial!” Gerutu Kyuhyun melihat keadaan yang padat merayap tepat di road dekat Namsan Tower. Dia baru sadar bahwa esok adalah Valentine’s Day dan malam ini Namsan Tower adalah tujuan utama para pasangan kekasih. “What the hell about Valentine’s Day!”
   Dalam keadaan seperti ini, Kyuhyun melihat ke arah Namsan Tower. Melihat banyak pasangan kekasih yang bergandengan tangan atau hanya duduk bersama menikmati malam romantis yang akan tiba bersama di bawah langit Seoul yang indah. Kyuhyun terus mengedarkan padangannya ke segala arah hingga matanya menangkap sesuatu yang membuat darahnya mengalir lebih deras dan memompa jantungnya lebih cepat.
   Yeoja berambut kuncir kuda dengan Canon EOS-1Ds Mark III digenggamannya, sedang asik membidik lensanya ke setiap sudut Namsan Tower. Kyuhyun langsung membelokkan mobilnya ke arah yang berlawan dan segera menuru Park Area terdekat.
   Kyuhyun setengah berlari dan tidak melepaskan pandangannya dari yeoja yang sedang sibuk melihat hasil foto-foto bidikkannya. Setelah jaraknya cukup dekat dengan yeoja itu dia berhenti sejenak. Ia mengatur nafasnya agar tidak tersengal-sengal dan membenarkan clothing Ralph Lauren yang menempel ditubuhnya.
   “Apa jumlah couple yang datang kesini akan jadi headline besok?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba tepat berada disebelah Min Ri.
   Min Ri menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah sumber itu. Dia mendapati Kyuhyun yang sedang melempar pandangannya kesudut Namsan Tower. Tidak ada perubahan mimik wajah yang berarti dari namja itu. Lalu dia tersenyum kecil dan melempar pandangannya ke sudut Namsan Tower yang lain.
   “Anni, my boss hates Valentine’s Day.” Jawab Min Ri sambil terkekeh pelan. Kyuhyun melihat kearahnya, Min Ri sama sekali belum berubah. “He’s a broken-hearted man.”
“Kau sok tahu.” Tanpa sadar mereka berdua tertawa kecil.
 “Apa salahnya menebak? So, jadi kau memotret untuk apa?”
“My friend’s blog. Cukup menghibur mengerjakan pekerjaan ini.” Jawab Min Ri sambil menyisipkan anak rambut yang keluar dari kuncir kudanya ke belakang telingga. Kyuhyun tersenyum simpul.
 “How’s life?” Tanya Kyuhyun dan membuat detak jantung Min Ri berdetak -sedikit- lebih cepat daripada biasanya.
“Fine, how about you?” Kyuhyun tidak langsung menjawabnya. Ia terlihat berpikir mencari jawaban yang tepat sambil mengamati sekeliling.
 “Not bad.” Jawab Kyuhyun akhirnya, Min Ri tidak tahu apa yang terjadi tetapi ia memilih untuk tidak terlalu jauh bertanya.
“Well, apa yang kau lakukan disini?”
“Melepas penat. Lari dari para customers yang super cerewet itu.” Jawab Kyuhyun dengan wajah serius tetapi justru membuat Min Ri geli melihat ekspresinya.
 “Dan kau memilih Namsan Tower sebagai tempat hiburan mu?” Tanya Min Ri kali ini ia tidak bisa menyembunyikan tawa gelinya.
“Ya! Mengapa kau tertawa?” Ekspresi muka Kyuhyun saat itu semakin membuat Min Ri geli. Yang ada dipikirannya saat inilah adalah, Kyuhyun sedang stress dibuat pekerjaannya dan caranya melepas penat dengan melihat orang lain berkencan. What a stupid story.
 “Anni.” Jawab Min Ri sambil tersenyum penuh arti. Kyuhyun mendengus pelan tanda ia meragukan jawaban Min Ri. Tetapi akhirnya ia pun tersenyum simpul melihat wajah Min Ri yang bahagia.
“Kau mau ke atas?” Tanya Kyuhyun sambil menunjuk ke arah atas Namsan Tower.
   Min Ri melihat ke arah yang Kyuhyun tunjukkan. Ia menimang sebentar apakah ia menerima tawaran Kyuhyun atau tidak.
“Ne. Kajja!” Jawab Min Ri sambil menutup lensa cameranya dan memasukan camera nya kedalam tas.
   Mereka kini berada di puncak Namsan Tower. Beberapa saat tidak ada yang membuka pembicaraan. Mereka tenggelam bersama pikiran mereka masing-masing. Sebelum ini, mereka pernah berkencan di Namsan Tower Area tahun pertama mereka berstatus sepasang kekasih.
   Dibenak Kyuhyun sudah banyak sekali pertanyaan yang ingin ia sampaikan. Apakah Min Ri merindukannya? Apakah ia kerepotan mengurus Hyose nyaris seorang diri? Apakah ia sudah memiliki…memiliki pendamping hidup?  Tetapi tidak ada satupun yang keluar dari mulutnya. Setiap ia melihat kearah Min Ri ia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Ia ingin memeluk Min Ri…
   “Mianhe karena kau lebih banyak mengurus Hyose. Mianhe merepotkan mu.” Kyuhyun tahu ia baru saja membuka percakapan pribadi antar mereka.
“Never mind. Kami tahu kau tuan supersibuk.” Jawab Min Ri sambil tersenyum tulus ke arah Kyuhyun.
 “Itu sebuah sindiran huh?” Tanya Kyuhyun tanpa menghilangkan senyum yang mengembang di bibirnya.
“Itu sebuah pujian tuan.”
“Gomawo, aku sangat tersanjung.” Kata Kyuhyun dengan ekspresi yang dibuat-buat dan membuat Min Ri kembali tertawa geli melihat tingkah konyolnya.
 “Oh iya, a few weeks ago Hyose went to your cribs. But he didn’t meet anyone there. Kau pindah apartment?”
“Anniyo. Aku kembali ke rumah.” Min Ri hanya mengangguk mengerti, ‘rumah’ itu adalah rumah ia dan Kyuhyun dulu tinggal bersama. Sedangkan yang dimaksud apartment adalah tempat tinggalnya dengan, Lucy Kwon atau siapalah itu -dia malas mengetahuinya- pendamping hidupnya.
 “Seharusnya aku memberitahukan hal itu pada Hyose dan juga kau. Tapi kesibukkan ini merepotkan.”
“Take it easy tuan supersibuk.”
Mereka berdua tidak bisa menyembunyikan senyum mereka yang mengembang disudut bibir mereka. Mereka tahu mereka merindukan ini.
 “Jadi kau pindah sejak kapan?” Min Ri tahu ini adalah pertanyaan bodoh yang benar-benar tidak penting.
“Sejak kapan… Ehm.. Sejak aku hidup sendiri mungkin sudah 3 minggu lebih, atau satu bulan. Aku lupa.”
 Min Ri mengerutkan keningnya. Memikirkan perkataan Kyuhyun tentang ‘hidup sendiri?’
Kyuhyun sepertinya mengerti dia lalu tersenyum kecil dan mencoba menjelaskan.
“Divorce.” Satu kata yang membuat Min Ri membalikkan tubuhnya ke arah Kyuhyun dengan mimik wajah masih penuh kebingungan. Bagaimana ia bisa bercerai dengan super model itu?
 “So sorry to hear that.”
   Kyuhyun menatap Min Ri sendu, ia ingin berkata ‘so sorry to leave you alone.’ Tapi itu akan menjadi bodoh. “It’s okay. Then, how about you?”
   Min Ri hanya mengangkat alisnya dan tersenyum simpul. Bagaimana dengan hidupnya? Sudah bagus ia bisa bertahan tanpa Kyuhyun, bagaimana bisa ia melupakannya? Lalu ia hanya mengangkat bahunya. “It’s complicated.” Jawabnya sambil tersenyum.
   Kyuhyun mencari jawaban pasti dengan mencari kearah mana manik mata Min Ri. Yeoja yang dikenalnya belasan tahun itu dan pernah -mungkin akan selalu- menjadi bagian dari hidupnya itu memilik mata yang indah. Mata yang teduh dan cukup besar untuk orang Korea rata-rata. Entah mengapa, Kyuhyun berharap there’s no one can replace him. Mungkin terlalu egois, tapi ia cukup senang mengetahui Min Ri belum memiliki pendamping hidup.
   “Boleh aku bertanya padamu?” Tanya Min Ri serius dan membuat Kyuhyun penasaran. “Ne. Apa?”
“Mengapa kau berpisah dengannya?” Entah apa yang terlintas dipikiran Min Ri. Ia hanya sekedar ingin tahu. Ia bahkan tidak menyebutkan nama supermodel itu, sebenarnya ia memang tidak ingin.
 “Karena ternyata ia tidak siap hidup denganku.”
Min Ri mendengar dengan seksama dan berharap Kyuhyun melanjutkan perkataanya tanpa perlu ia bertanya lebih jauh. Dan harapannya terkabul.
“Kau bilang aku tuan supersibuk, maka aku bisa bilang dia nyonya-tak-memiliki-waktu-luang. Kami hanya bertemu saat malam hari dan jelas saat itu aku sudah lelah.”
   Min Ri hanya mengangguk dan bingung ingin berkomentar apa. Jelas ia tidak tahu menahu dan tidak terlalu ingin tahu tentang apa yang dilakukan wanita supermodel itu.
“Hal terbodoh yang ia lakukan adalah. Menunjukkan ketidaksukaannya pada Hyose.” Min Ri mengerutkan keningnya. Ia tahu Kyuhyun sangat membanggakan Hyose. Sudah pasti ia akan marah bila seseorang mengusik Hyose.
 “Dia menunjukkannya? Apa dia memarahi Hyose atau…?” Tanya Min Ri hati-hati.
“Molla. Yang ku tahu setiap aku dan Hyose baru menghabiskan waktu bersama ia pasti menunjukkan ketidak sukaannya.”
Min Ri hanya kembali mengangguk kecil. Ia tidak ingin mencoba membahas lebih jauh tapi ternyata rasa keinginan tahuannya lebih besar.
 “Mungkin karena ia belum memiliki anak… Ehhm.. Itu menurut ku, jadi… Mungkin saja begitu.” Min Ri mengutuk dirinya sendiri mengapa ia bisa menyingung soal anak pada lelaki yang baru saja bercerai. ‘Jeongmal babbo-ya Shin Min Ri!!’
 “Ani. Justru dia yang tidak ingin memiliki anak. Katanya sungguh merepotkan.” Jawaban Kyuhyun benar-benar diluar dugaan Min Ri. Ia kira Kyuhyun akan tersinggung dengan pertanyaan itu. Min Ri hanya mengangguk kecil dan tidak berani melihat ke arah Kyuhyun, ia takut salah berbicara lagi.
 “The facts is, she just scared. She’s scared if I couldn’t forget you.”
Min Ri mencoba menangkap apa yang Kyuhyun katakan. Ia tidak ingin salah paham. Tapi kalimat yang di lontarkan Kyuhyun setelah ini, membuatnya sulit menghirup udara.
 “And I know, she’s right.”
   Mereka terdiam sesaat. Tidak ada yang memulai pembicaraan hingga akhirnya sepasang kekasih berjalan dekat mereka dan tertawa bersama. Mereka berdua melihat pemandangan itu dan mungkin dibenak keduanya tergambar kenangan belasan tahun yang lalu.
 “I’m wondering where’s our key?” Tanya Kyuhyun diakhiri kekehan kecil. Ia melihat ke tempat dimana orang-orang yang membuang kunci- kunci, kunci untuk gembok pasangan kekasih yang dipasangkan di Tower.
 Min Ri tercengang, ia tidak membuang kunci itu. Ia menyimpannya di dalam dompetnya. “Kau tahu, aku menyesal tidak mempercayai legenda Key of Heart Namsan Tower.” Kyuhyun hanya mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti apa yang Min Ri katakan.
 “Aku tidak membuang kuncinya. Dan menurutku ini adalah legenda bodoh. Karena hingga kau pergi ke New York dan kembali ke Seoul lalu menikah, kita tidak berpisah. Dan sekarang aku menyesal….”
Min Ri merasa matanya mulai basah. Tapi ia tidak ingin menangis sekarang. Kyuhyun bukan miliknya.
 Kyuhyun hanya memandang Min Ri yang tidak menatapnya sama sekali.
“Just forget happily ever after, it doesn’t exist.” Min Ri tertawa getir di akhir kalimatnya.
“Boleh aku minta kunci itu?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba dan membuat Min Ri kaget. Sebenarnya ia ingin tahu untuk apa kunci itu tapi bila ia melihat ke arah Kyuhyun sekarang pasti Kyuhyun akan melihat matanya yang -sedikit- berair. Min Ri hanya mengeluarkan dompet Gucci nya dari tas Elle nya dan mengambil kunci yang sudah berada disana bertahun-tahun. Ia lalu memberikannya pada Kyuhyun.
   Kyuhyun menerima kunci tersebut dan ia langsung membuangnya ke tempat ratusan bahkan ribuan kunci lain yang dibuang oleh pasangan-pasangan yang mengembok hati mereka di Namsan Tower. Min Ri hanya menatapnya heran. “Untuk apa lagi dibuang huh?” Tanya Min Ri dengan perasaan tanpa harapan.
 “Hanya untuk meyakinkan. Apakah kunci yang sudah tersimpan begitu lama masih bisa membuat sebuah keajaiban.” Jawab Kyuhyun dengan ekspresi yang sulit ditebak.
“Mau minum teh bersama?” Tawar Kyuhyun dengan senyum manis dan dibalas anggukan kecil oleh Min Ri.

‘Let’s start it all over again’ – Cho Kyuhyun.
———————————————————–

   Sudah nyaris setahun Kyuhyun sering mengunjungi Hyose dan yang pasti Min Ri. Kedekatan mereka benar-benar seperti keluarga utuh yang dahulu mereka jalani. Walaupun Min Ri belum terlalu membuka diri, ia hanya tidak ingin berharap lebih. Ia mencintai Kyuhyun dengan tulus, tanpa harus Kyuhyun berada disisinya. Ia mencintai Kyuhyun sesudah dan sebelum lelaki itu meninggalkannya. Ia tidak perduli betapa sulitnya hidup meratapi namja yang ia cintai ternyata hidup bersama gadis lain. Love makes her blind because she’s not supposed to see, she’s supposed to feel….
   Kyuhyun terlihat frustasi. Sebenarnya ini adalah kabar baik, tapi entah mengapa ia tidak suka dengan kebijakan baru yang dikeluarkan ayahnya. Perusahan property milik keluarganya membuka cabang cukup besar di Europe, tepatnya di Bolton. Salah satu kota maju di United Kingdom yang dekat dengan dua kota Liverpool dan Manchester.
   Ia tidak mempedulikan apapun kecuali jarak yang akan tercipta antara dia, Hyose dan Min Ri. Andai ia dan Min Ri kembali bersama….
Ddrrtdddrtrttt
Message from Hyose Cho
‘Appa jangan lembur hari ini. Datanglah ke rumah okay^^’
 Tanpa sadar bibir Kyuhyun membentuk sebuah senyuman manis.
———————————————————-
   “Dinner?” Tanya Kyuhyun saat melihat ruang makan apartment Min Ri ditata lebih indah daripada biasanya dan makanannya pun makanan khas Italia favoritenya.
 “Appa… Saengil chukkae appa!” Hyose berhamburan memeluknya. Ia memeluk Hyose dengan erat. “Gomawo Mr.Cho!” Kata Kyuhyun sambil mengacak-acak rambut putranya.
Kyuhyun melihat Min Ri yang berdiri tidak jauh dari nya. Suasana semakin canggung.
 “Kyu, Happy birthday! I wish nothing but all the best for you..”
Kyuhyun menghampiri Min Ri lalu memeluknya. “Aku lupa hari ini ulangtahunku.” Kata Kyuhyun -sambil tetap memeluk Min Ri- seraya melihat tanggal di jam tanggannya, February 3rd.
 “Kajja, mari kita makan.” Seru Hyose mencairkan suasana.
   Setelah acara makan malam usai, Hyose memutuskan untuk menonton televisi diruang tengah. “Bisa bicara sebentar?” Tanya Kyuhyun sambil menunjuk balkon agar mereka bicara disana.
 “Err, ada apa?” Tanya Min Ri dengan perasaan khawatir. Ia benci mendengar kabar buruk yang akan sepertinya akan tiba.
“Aku akan pergi ke Bolton, mungkin bulan depan.”
Deg. Min Ri sulit mencerna perkataan Kyuhyun. Min Ri benar-benar benci akan kabar buruk ini. Bagaimana mungkin Kyuhyun akan meninggalkannya, lagi? Ia ingin menangis sekeras-kerasnya sekarang. Andaikan ia bisa….
 “Oh? Kurasa itu tempat yang bagus.” Min Ri berharap Kyuhyun tidak mendengar nada getir di dalam suaranya.
“Ne, itu tempat yang sangat bagus. Ehm.. Aku ingin Hyose dan…kau ikut dengan ku.”
Min Ri tidak percaya atas apa yang didengarnya. Ia berharap Kyuhyun serius dengan perkataannya.
 “Min Ri-ah… Aku ingin kita kembali membuat bahthera indah. Mungkin tanpa Namsan Tower sebagai hiasannya, tapi Bolton Town Hall. Membuat sebuah janji baru disana.”
Kyuhyun menggenggam tangan Min Ri lembut. Min Ri tidak bisa menahan air matanya ia tahu Kyuhyun tidak pernah pergi meninggalkannya.
 “Min Ri-ah, aku tahu aku terlalu bodoh pernah melepas mu dulu. Mianhe untuk pernah menyakiti mu terlalu dalam. Aku takut tidak memiliki waktu lagi untuk mendekap mu seperti. Eerr.. Maukah kah kau kembali bersama ku?”
 Min Ri seakan lupa bagaimana mengatakan “aku mau, tolong jangan lakukan hal bodoh itu lagi.”
Yang ia bisa lakukan kini hanya menahan tangisnya agar tidak terlalu keras, ia tidak ingin Hyose mendengarnya menangis.
 Kyuhyun hanya mendekap Min Ri yang menangis di dalam pelukannya.
——————————————————–

Bolton, December 21st 2014
Dear Min Ri,
I was so fool ’cause I know I was letting you go. I just cankt stand to be far away from you. I know you’ve been hurt. I just couldn’t see your tears. Now, I just can’t let you go. For me loving you is like breathing. It’s not a choice. It’s a need. Let me be your man. Make it everlasting.
 Thank you for being mine.
Nan jeongmal saranghae Cho Min Ri…

Sincerely,
Your man. Kyuhyun Cho.

59 Comments (+add yours?)

  1. devi saranghae heeteuk
    Feb 16, 2012 @ 10:33:48

    uh.. so sweet….
    krasa bnget jdi minrinya .
    smpe nysek bgini bcanya :’)
    untung gk sad end ^^

    Reply

  2. lala
    Feb 16, 2012 @ 11:03:30

    awal baca udah ngebayang bakalan sad end
    tp untung gk kejadian.

    daebak

    Reply

  3. Lyka_BYVFEGS
    Feb 16, 2012 @ 11:04:35

    ow…ow…ow…
    menyentuh…
    mewek nich bacanya…

    tp tu akhir’y mrka blikan ga sich???
    ga bgtu mudeng ma kta2 kyuhyun yg trakhir. *readers gebleg….

    ksih tau donk bgi yg tau…
    hihihi…

    Reply

  4. KyuWonHaeMin_Dira
    Feb 16, 2012 @ 11:22:29

    wew !!
    sakit hati ternyata kyu selingkuh
    ceritanya daebak , bikin nangis
    tapi chingu ceritanya kyu ketemu sama supermodel yg siapa itu namanya ya *lupa , kok gak diceritain ya ?
    gimana mereka jatuh cinta *gak rela nulis
    tapi bagus kok chingu
    keep writing🙂

    jiahhh kepanjangan

    Reply

    • songwoorae
      Feb 17, 2012 @ 09:02:11

      Her name is Lucy🙂
      Ehm kenapa ga di ceritain kisah cinta Kyu sama Lucy? Karena ga enak sama min ri nya hehe

      Reply

  5. mei.han.won
    Feb 16, 2012 @ 11:32:14

    indah bgt ni ceritaaaaa….
    sooo swetttt bgtttt….
    sequel dunk…hehee

    Reply

  6. LJK~
    Feb 16, 2012 @ 11:43:14

    hyaa
    Menyentuh
    Apalagi surat2 dan quotenyaa

    Reply

  7. han gi
    Feb 16, 2012 @ 11:48:28

    Terharu banget . Min ri nyesek juga tetep aja tersenyum ya

    Reply

  8. sclouds9
    Feb 16, 2012 @ 13:02:35

    ah,authornya yg ini lagi!uah,daebak!!
    nyesek,kok bisa sabar ngadepin kyk gtu,ya ampun..trnyt happy ending deh.thor,sequel dunk yah??ya ya?jeball..

    Reply

  9. shimeunkyung
    Feb 16, 2012 @ 14:11:02

    Waaah
    So sweet
    Nangis bacanya pas ending.. Bener2 cinta tanpa pamrih

    Reply

  10. Rifewels
    Feb 16, 2012 @ 14:18:11

    Sweet banget tapi sebel kenapa kyuhyun bisaberpaling terus ke minri lagi sebel tapi seneng:[

    Reply

  11. ezzahchoi kimpochyu
    Feb 16, 2012 @ 14:51:21

    wow,,,,, bagus,,, banget ,, mow kira sad lagi,, eeeeee,, nyatenya happy ending,,

    Reply

  12. jajangmyeonworld
    Feb 16, 2012 @ 15:55:59

    uwaa! So sweet!!
    Kena bgt kalo jdi Minri
    sya mewek dhe bcany
    it ada liverpool n manchester*united*
    ahaha, bca ini keinget bola juga*plak*
    nice ff thor

    Reply

  13. KyuHyukHaeMin_No
    Feb 16, 2012 @ 16:47:35

    keren ,,
    kirain sad ending loh …..
    happy ending ternyata meskipun Kyu terlihat egois disini ……

    Reply

  14. KyuHyukHaeMin_No
    Feb 16, 2012 @ 16:56:44

    keren ,,
    nyesek kalo jadi Minri nya …
    kirain sad ending loh …..
    happy ending ternyata meskipun Kyu terlihat egois disini ……

    Reply

  15. Queenimie
    Feb 16, 2012 @ 17:27:29

    Aaa! Marriage life. Tinggalin jejak dulu baru baca😀

    Reply

  16. Cicil17
    Feb 16, 2012 @ 17:37:07

    Romantis banget sih.. DAEBAK !! Keren-keren..
    Jadi terharu ..
    Gak kebayang kalo jadi Min Ri rasanya gimana ..

    Reply

  17. ganbatte
    Feb 17, 2012 @ 00:08:41

    aahh so sweet. keren bgt ceritanya.

    Reply

  18. Flo
    Feb 17, 2012 @ 01:21:33

    so sweet banget…
    mikirnya bakal sad ending…
    ternyata happy ending…
    nice ff, chingu ^^

    Reply

  19. fishchan
    Feb 17, 2012 @ 09:06:10

    daebak!!
    salut deh ma Minri, ttep bsa tegar pdahal udh d khianatin gtu..
    sepuluh jempol deh buat author.a ^^

    Reply

  20. dinaaa
    Feb 17, 2012 @ 18:27:34

    Sakit ati pas bagian kyu selingkuh .. Tp sumpah demi apa pun ada y wanita sesabar minri .. *geleng2kepala :’) .. Tp ff.a kerenn .. Daebak😉

    Reply

  21. Aerim
    Feb 17, 2012 @ 19:58:18

    Mewekkk.. Min ri baik bnget, jgn di sia2in lg ya kyu!
    Btw ini gx trlalu pnting si cm rda bngung aj. It 2 thn kmudian pas d namsan tower it kn 13 feb ’14, nah hbs t hub mrka bjln baik slm SETAHUN, trus ultah kyu, tp yg d Boston thn ’14 lg? Typo mungkn ching.,.

    Reply

  22. mrs. Cho
    Feb 18, 2012 @ 16:34:40

    that’s not romantic
    that’s sweet ^_^

    Reply

  23. kim nara
    Feb 18, 2012 @ 22:54:18

    sumpah nyesek bgt..gag nyangka kyu bsa selingkuh ama cwek lain pdhl dia udah puna keluarga…
    Poor to min ri,gag kebayang kalo jd min ri,ditinggalin suami cuma demi wanita lain..ne ff keren bgt,kt yg baca jdi terbwa suasana..ditnggu karya2 yg lain’na..

    Reply

  24. Tivaclouds
    Feb 18, 2012 @ 23:07:50

    Angst nya terasa banget,
    Kyuhyun…nan jeongmal paboya!! Bagaimana mungkin kau meninggalkan istri sempurna dan anakmu yg jenius hanya demi model tk tahu diri itu. Orang bilang kau pintar tapi kau benar2 bodoh! Emosi deh! Pengen bejek2 muka tampannya kyu.
    Beruntung takdir masih memberimu kesempatan utk kembali pada minri.
    Author…ff nya daebak! Serius.
    Sering2 post ff yaaa..
    Keep writing =D

    Reply

  25. Ms. Kim E
    Feb 19, 2012 @ 20:09:53

    Huaaa.. di awal crita kesel bgt sm kyu., tp akhirnya balik lagi,
    aku suka bgt sm minri nya tegar bgt…!!
    daebak eon, next makin smangat yaaah..:D

    Reply

  26. HwangQ
    Feb 23, 2012 @ 13:39:09

    FFnya daebak, aku suka kata-katanya!!

    Reply

  27. songwoorae
    Feb 24, 2012 @ 07:01:45

    Kok di post double yaa?._.

    Reply

  28. Nindia indriani
    Feb 24, 2012 @ 19:57:39

    Sedih,
    Daebak thor ceritanya.

    Reply

  29. saymynameHyukJae
    Mar 04, 2012 @ 06:20:10

    Aku suka sekali.btw kamu itu author yg aku paling suka.dimulai dari baca ff heart beating on the park.

    aku menunggu karya ffmu yang lain ya thor.. ^^

    Reply

  30. archaerunisa
    Jun 30, 2012 @ 01:13:34

    kereen thor ceritanyaa🙂

    Reply

  31. hyesungiie
    Sep 06, 2012 @ 09:54:35

    aaaahhh…jinjaaaa..
    Ini cerita bagus pake parah!
    akk sampe bkin beberapa kutipan dn akk share di twitter kkkk~
    authornya jenius bgt deh hhuhuhu, jd ngiri #plak
    HARUS TERUS BIKIN FF YAAAA
    Mumumumuuu

    Reply

  32. ervina
    Dec 21, 2012 @ 14:57:15

    daebak !🙂

    Reply

  33. annie
    Jul 09, 2014 @ 06:06:40

    kyaaa baca lagi ff ini udah paling daebak!!

    Reply

  34. minrakyu
    Aug 21, 2014 @ 12:20:47

    bagus,,,
    cuma pengen kyu ngerasa apa yg di rasa minrin,,
    kkkkk….*dendamnodeon*

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: