Strawberry Cream Kiss – Part 8

~Strawberry Cream Kiss~ ^Part 8^

By : Yenna Kim a.k.a Kim Youngmi

Ini ff adaptasi dari Novel yang judulnya sama “Strawberry Cream Kiss” karya Felice Cahyadi. Novel favorit aku, plus penulis indonesia favorit aku juga.. Disini aku ganti castnya ma Donghae, tapi nanti ada beberapa adegan yang aku tambahin dikit,, hehehe! Namanya juga adaptasi…

Happy reading.. ^^

>>>Prev

Kyuhyun membalikkan badannya, dan dalam hitungan detik dia sudah menghilang di belokkan terakhir koridor. Meninggalkan Donghae yang masih mengumpat kesal..

-Donghae’s room-

~Donghae POV~

Ada yang tidak beres, aku yakin namja sialan itu, si Cho Kyuhyun maksudku. Aku yakin si murid baru sialan itu punya maksud lain padaku dan Youngmi. Aisshh, kenapa pikiranku kacau sekali hari ini, padahal Youngmi hanya belajar bersama dengannya tapi kenapa aku sudah kelimpungan seperti ini. Kalau kalian bilang aku cemburu, ya benar aku sangat cemburu..

Saat ini si namja dengan wajah berlubang-lubang itu pasti sedang berduaan dengan Youngmi. Apa yang sedang mereka lakukan sekarang?? Mereka berdua langsung kerumah Youngmi kan?? Si murid baru sialan itu tidak mengajak gadisku kemana-mana kan?? Kenapa Youngmi belum menelpon sich.. Aissshhh aku galaaaauuuuu…

~Author POV~

Donghae masih gelisah memikirkan kekasihnya yang sedang berduaan dengan murid baru bernama Cho Kyuhyun yang tadi siang dengan kurang ajarnya secara tidak langsung seperti mengibarkan bendera perang saat si murid baru itu mengacungkan jempolnya kebawah kearah Donghae, saat itu Donghae benar-benar ingin sekali menempeleng wajah berlubang-lubang yang sedang berjalan di samping gadisnya itu, dia marah. Memang gadisnya bukan berduaan dalam konteks berkencan, tapi tetap saja Donghae merasa resah, dia takut, dia marah, dia kesal dan yang lebih penting lagi dia cemburu. Tapi mau bagaimana lagi, posisinya yang sedang menjadi Donghwa membuatnya tidak bisa mengeksrpresikan kecemburuannya pada Youngmi, dan dia kesal akan hal itu.

Sedari tadi Donghae hanya berbaring tidak tenang diranjangnya, tangannya lagi-lagi dengan sigap membuka lalu memakan strawberry cream-candy favoritnya, entah itu sudah bungkus keberapa. Donghae sedang galau, makanya dia makan permen itu dalam jumlah banyak. Biasanya dia akan sedikit tenang setelah menghisap permen itu, merasakan manis dan aroma khas ketika permen itu menyentuh indra perasanya..

Sambil memikirkan masalahnya Donghae terus memakan permen itu, sampai-sampai dia tidak sadar kalau dia masih memakai seragam Donghwa padahal dia sudah sampai dirumah sejak satu jam yang lalu. Tiba-tiba terdengar pintu kamarnya diketuk dari luar.

“Nde..” sahutnya pelan. Donghae yakin kalau itu bukan Donghwa, mana mungkin sodara kembarnya itu akan mengetuk pintu ketika memasuki ruangan seseorang. Keajaiban namanya kalau itu terjadi. Dan ternyata memang benar, Ibunya yang masuk.

“Hai Mom…!” sapa Donghae sambil tersenyum pada ibunya.

“Donghwa..?” ibunya malah terkejut melihat sosok urakkan yang ada dikamar Donghae. Bahkan karena terlalu identiknya sang Ibu-pun tidak bisa membedakan paras kedua putranya dalam sekilas pandang.

Donghae meringis. “Donghae Mom, kami… sedang tukeran..”

“Tukeran??” Tanya sang Ibu bingung, dahinya berkerut. “Berarti yang bersekolah di Nadam High School itu,,, Donghwa??” Tanya Ibunya lagi setelah wanita setengah baya itu mulai paham dengan maksud ‘tukeran’ yang di ucapkan Donghae.

Donghae mengangguk kemudian menjelaskan pada Ibunya kalau dia dan Donghwa sudah bertukar tempat selama dua minggu lebih. Ibunya yang mendengar penjelasan putranya hanya bisa geleng-geleng kepala pasrah, ini bukan yang pertama kalinya mereka bertukar tempat satu sama lain, pasalnya saat sekolah dasar dulu, Donghae dan Donghwa memang pernah bertukar identitas. Sejak sekolah dasar, Donghae dan Donghwa memang tidak pernah satu sekolah, itulah sebabnya tidak ada yang mengetahui kalau Donghae memiliki saudara kembar yang perilakunya bertolak belakang, begitupun sebaliknya.

“Tadi Park sajangnim menelpon Mommy..” ujar Ibunya sambil duduk diatas tempat tidur putranya. Donghae mengikuti apa yang Ibunya lakukan. Duduk di tempat tidurnya dan berhadapan dengan sang Ibu. “Dia bilang ada hal penting yang harus dibicarakan dengan orangtua murid..” tambah Ibunya lagi.

“Lalu…?” Tanya Donghae innoncent. Ibunya gemas menatap wajah polos yang ada didepannya. Putranya yang satu ini memang sangat lugu..

Pletak!!

Jitak sang Ibu di kepala Donghae pelan. Donghae meringis sambil mengelus kepalanya. “Kau ini.. Tentu saja Mommy kaget menerima telepon dari Park Sajangnim, biasanya jika dia menelpon Mommy dia pasti akan memberi tahukan kabar baik pada Mommy. Entah itu kau yang menang olimpiade atau apalah itu. Tapi ini berberda, beliau menelpon Mommy dengan nada suara kecewa, tidak biasanya beliau bicara pada Mommy dengan nada seperti itu..” ujar Ibunya panjang lebar

“Memang ada apa..?” Tanya Donghae lagi, dia mulai penasaran apa yang sebenarnya terjadi di sekolahnya itu.

“Beliau meminta Mommy untuk datang kesekolah, jadi tadi sehabis makan siang Mommy ke sekolahmu. Tapi Mommy tidak bertemu Donghwa disana, karena Mommy datang tepat setelah jam istirahat. Mommy dengar Donghwa juga dipanggil ke kantor Park Sajangnim tadi..”

“Sebenarnya ada masalah apa si Mom??’ Tanya Donghae yang kini sudah penasaran. Dia jadi khawatir kalau-kalau saudara kembarnya itu telah melakukan hal yang tidak-tidak.

“Dua hari yang lalu, dua siswi seangkatanmu menangkap basah kejadian yang sangat memalukan di sekolahmu..” ucap Ibunya sambil menatap Donghae. “Seluruh murid Nadam menjadi heboh saat mendengar berita ini karena dua siswi itu menyebarkan kejadian itu pada yang lain..”

“K-kejadian apa Mom??” Tanya Donghae ragu. Perasaannya sudah tidak enak sekarang.

Ibunya menatap putranya lagi. “Donghae, berciuman dengan guru Bahasa Inggris di perpustakaan saat hampir seluruh siswa sudah pulang, saat sekolah sedang sepi..” ucap sang Ibu sambil memejamkan matanya, wanita itu memijat-mijat keningnya berat. Terlihat jelas kalau wanita paruh baya itu sedang frustasi, dia merasa malu dan kecewa.

DEG,, jantung Donghae serasa berhenti berdetak. Sejenak dia merasa ada masalah dengan telinganya, dan berharap kalau dia salah dengar. Tapi pada kenyataanya itu tidak benar, telinganya baik-baik saja dan dia mendengar dengan jelas bahkan sangat jelas dengan apa yang telah diucapkan oleh ibunya itu.

Ibunya melanjutkan.. “Tadi Mommy kaget dan sangat malu. Mommy tidak menyangka kalau kau nekat berbuat seperti itu. Tapi ternyata…. Itu Donghwa..” ujar Ibunya lemas.

Donghae merasa kepalanya seperti dihantam oleh palu besar. Demi apapun saat ini Donghae ingin sekali mencincang, menumbuk atau apapun itu demi melampiaskan kekesalannya pada Donghwa. ‘Anak itu sudah merusak nama baikku di sekolah,, apa dia sudah gila? Aissh, aku lupa. Dia kan memang sudah gila dari dulu..’ rutuk Donghae dalam hati. ‘Si bodoh itu, apa yang dia pikirkan?? Mencium Miss. Hyo?? Lee Donghwa, kau benar-benar… 100% posiitif sinting..’ batin Donghae lagi

“Itu belum semuanya sayang..” suara pasrah Ibunya terdengar lagi. “Tadi pagi, Donghwa memukuli guru olah ragamu, Jungsoo saenim.” Wanita itu menghela napas panjang, lalu menceritakan kejadian dilapangan perihal Jungsoo saenim yang menyuruh Donghwa push-up dengan alasan yang tidak masuk akal. Wanita itu menceritakan kejadian di lapangan sesuai dengan yang ia dengan dari Park. Sajangnim.

‘Pasti karena Jungsoo saenim cemburu. Berita yang beredar pasti membuatnya emosi..’ batin Donghae lagi

“Mommy tidak tahu apa lagi yang akan dilakukan Donghwa. Mommy bingung dengan segala kelakuannya. Selama ini Mommy selalu berusaha maklum, tapi kalau dia sampai merusak nama baikmu disekolah ini tidak bisa dibiarkan. Donghwa harus dihentikkan untuk membuat kekacauan di sekolahmu!” kata Ibunya tegas.

Donghae mengangguk. “Kalau Donghwa pulang, aku akan bicara dengannya Mom..” Setelah mengobrol sebentar Ibunya-pun keluar dari kamar Donghae. Sepeninggal Ibunya, Donghae kembali memikirkan nasibnya setelah ini di Nadam.

Donghae mengacak rambutnya frustasi, pikirannya kalut. Masalah dirinya dan Kyuhyun saja belum selesai sudah muncul lagi masalah baru. ‘Donghwa benar-benar gila. Sudah mencium Miss. Hyo, membantai Jungsoo saenim pula! Setelah ini dia mau apa lagi?? Bakar kantin??’ rutuknya kesal.

***

-Paran High School-

~Donghwa POV~

Setelah memukuli guru sialan itu aku segera meninggalkan lapangan terkutuk itu tanpa mempedulikan siapapun. Sekilas kulihat tubuh guru sialan itu sedang diangkat oleh siswa yang lain, aku tidak peduli guru sialan itu mau dibawa kemana.

Aku tau semua yang aku lakukan ini malah membuat semuanya semakin kacau, tapi aku juga benar-benar tidak bisa mengontrol emosiku. Salahkan guru sialan itu, beraninya dia mencari masalah denganku, menginjak harga diriku. Bukankah aku sudah cukup bersabar menghadapinya??

Aissh, aku pusing. Aku ingin menengankan diri.. di belakang gedung sekolah kurasa tempat yang tepat untukku menenangkan pikiran.

Kulangkahkan kakiku kearah lapangan dibelakang sekolah, sepanjang koridor tidak sedikit orang yang berpapasan denganku menatap dengan berbagai macam tatapan.. ada tatapan takut, heran dan shock. Itu bukan hal yang aneh bagiku, kejadian dilapangan tadi bukan hanya disaksikan oleh teman-teman sekelasku, tapi siswa yang lain juga. Bahkan saat aku memukuli guru sialan itu aku bisa melihat beberapa siswa yang menonton dibalik jendela kelas mereka yang menghadap langsung kearah lapangan, dan aku yakin kejadian itu pasti terlihat jelas oleh mereka. Tapi sekali lagi aku tidak peduli, saat ini aku hanya ingin ketenangan. TITIK!

Kupercepat langkahku, aku ingin segera sampai di belakang sekolah. Setelah tiba di tempat yang kutuju, aku langsung duduk di kursi kayu yang terletak di pinggir lapangan. Kursi kayu ini sangat teduh karena ada pohon maple di dekatnya, dan daun pohon maple yang rindang itu membuatku nyaman. Wangi khas daun maple yang mulai berguguran itu membuat perasaanku tenang, rileks.

Aissshh, tiba-tiba aku merasakan sakit di tanganku.. Pantas saja tanganku sakit, tanganku bengak dan sedikit memerah. Aku baru ingat kalau tadi guru sialan itu yang menginjak tangan berhargaku dengan sepatu busuk miliknya, menekannya keras dan itu sangat sakit. Belum lagi dia menyuruhku push-up ratusan kali, dan kondisi tanganku semakin bertambah parah saat kupakai untuk menghantam wajah jeleknya.. Aisssh, tangan berhargakuuu…

“Apa yang kau lakukan hah?? Kau memukul Jungsoo saenim??” Tanya sebuah suara yang mengusikku.

“Itu bukan urusanmu, sebaiknya kau pergi dari sini..” ucapku ketus sambil memejamkan mata.

“Kau menyebalkan Lee Donghae..” suara itu yang suara seroang gadis, terdengar dingin dan ketus.

Aku membuka mataku, gadis yang ada didepanku itu tengah menatapku tajam. Aku sedikit kaget saat matanya yang bulat itu menatapku, ada apa ini?? Kenapa aku merasa seluruh tubuhku bergetar, seperti… seperti tersengat listrik dengan aliran kecil.. “Nde, aku tau. Makanya sekarang kau pergi saja..” ucapku masih dengan gaya menyebalkan. Aishhh, kenapa aku harus bicara seperti itu…?

Gadis itu menatapku semakin tajam, membuatku sedikit salah tingkah. Eh, apa aku bilang tadi?? Salah tingkah?? Andwaaeeeee, aku kenapa???

“Kau benar-benar menyebalkan Lee Donghae, aku benci kau..” ucapnya sambil menekankan setiap kata yang dia ucapkan, entah kenapa itu terlihat sangat… Keren!!

Aku tidak tau apa yang terjadi padaku, tapi saat ini aku merasaa… gugup mungkin?? Entahlah, tapi untuk menjaga image-ku aku berusaha menatap matanya dan berkata.. “Nde aku tau aku menyebalkan. Bukankah kau membenciku Shin Raena?? Sebaiknya kau per….” Belum selesai aku bicara, gadis itu tiba-tiba duduk disampingku dan langsung menarik tanganku yang bengkak dan sedikit merah itu. Dia mengeluarkan obat sejenis salep pereda bengkak dari kantong seragamnya kemudian mengoleskan salep yang terasa dingin itu ketanganku.

Gadis yang ada didepanku ini masih mengolesi tanganku dengan salep yang dia bawa dalam diam, dia tidak menatapku apa lagi bicara denganku. Shin Raena,, kenapa aku malah asik menatap wajahnya ya?? Aku baru sadar gadis ini sangat cantik, matanya bulat, hidungnya runcing dan bibirnya mungil dan tipis.. Aissshhh, Lee Donghwa sadarlah, apa yang kau pikirkan??

Dan apa ini?? Kenapa jantungku jadi berdebar seperti ini?? Apakah ini perasaan?? Andwae,, andwae,, andwae ini tidak mungkin…. Aissshh, aku yakin ini tidak mungkin perasaan yang itu..

Tapi,, tapi… aku bingung. Jantungku tidak berdebar sekencang ini saat bersama Mis. Hyo, mana mungkin aku,,,, Akkhhh, dia ini kan gadis menyebalkan.. Ommo, anndwaaaeeee…

“Diamlah sedikit, jangan terlalu banyak menggerakkan tanganmu..” ucapnya masih dengan nada ketus dan dingin. Hehehe, mungkin tadi aku bergerak-gerak saat sedang memikirkan.. Aisssh, aku tidak ingin menyebutnya lagi..

Setelah berkata seperti itu, Raena lalu menyerahkan salep itu ketanganku yang satunya dan pergi begitu saja tanpa menoleh atau bicara padaku.. Waaahh,, cool sekali caranya.. tanpa sadar aku tersenyum melihat punggungnya yang semakin menjauhiku, dia bahkan tidak menoleh sedikitpun kebelakang.

Mendadak aku jadi teringat kembali saat aku menarik Raena kesini, menanyakan apakah dia yang menyebarkan berita ‘ciuman’ itu. Dan disini pula-lah aku yang mulai aneh, merasa kalau aku memiliki penyakit jantung karena selalu berdetak tak karuan setiap dekat dengan gadis itu, merasa kalau diriku sudah mulai gila karena menganggap gadis itu mulai masuk ke pikiranku, merasa marah sekaligus ‘sedikit’ sedih saat kata benci itu keluar dari mulutnya mungilnya untukku.. Issshhh, aku kenapaaaaa???

***

-Donghae&Donghwa’s home-

~Author POV~

Donghae dan Donghwa sedang duduk berdampingan di pinggir lapangan basket yang ada dibelakang rumah mereka. Donghwa meminta maaf atas segala kekacauan yang telah dia buatnya di sekolah Donghae.

Donghae menggigit bibir bawahnya. “Emm, sebenarnya aku juga sudah membuat kesalahan di sekolahmu..”

Donghwa menaikkan sebelah alisnya. “Apa itu??” tanyanya dengan wajah songong.

“Aku pacaran dengan Youngmi..” sahut Donghae pelan

“Oh…” Donghwa belum ngeh dengan ucapan Donghae, dan beberapa detik kemudian.. “MWO??” tanyanya kencang setelah dia bisa menangkap semua ucapan kembarannya itu

“Isssh, jangan berteriak!” Donghae menunduk, menatap kakinya yang hanya menggunakan sandal jepit. Dia menceritakan bagaimana Youngmi menyatakan cinta padanya di taman sekolah waktu itu. Donghwa menganga lebar, dia kaget tidak percaya. ‘Jadi itu alasan Donghae yang ngotot memintaku untuk bertukar posisi setelah berhasil mengalahkanku bermain game?? Karena dia ingin mendekati seorang gadis di sekolahku?? Mendekati Kim Youngmi??’ batin Donghwa

“Mana mungkin aku menolak pernyataannya. Memandang matanya yang penuh harap, demi apapun aku tidak ingin dan tidak akan pernah membiarkan mata itu mengeluarkan airmata. Meskipun hatiku sakit karena Youngmi mengira kalau aku itu kau, gwenchana itu tidak masalah untukku..” Donghae berkata lirih

Donghwa mendengus keras. “Besok kita katakan yang sebenarnya. Besok semuanya akan jelas..”

“Arrasseo, hhajjiman…” Donghae mendadak pusing. Dia takut membayangkan reaksi Youngmi nanti. Apa yang akan gadis itu katakan padanya?? Apa gadis itu akan membencinya?? Mempertaruhkan apapun dia rela asal gadis itu tidak membencinya. Donghae merogoh saku celana santai selututnya lalu mengambil sebutir strawberry cream-candy dan memasukkan ke mulutnya.

“Hhajjiman wae??” Tanya Donghwa tidak sabar

Donghae menggeleng dan menunduk lagi.

Donghwa tersenyum kecut.. “Arrasseo. Kau takut kehilangan gadis itu kan??”

“You can’t loose what you never had, rite?? Sejak awal aku memang tidak pernah memilikinya. Kami berpacaran juga atas namamu kan?? Dia tidak punya perasaan padaku, kau yang dia sukai..” Donghae memejamkan matanya. “Aku hanya seorang pengecut yang tidak berani berkata jujur pada gadis yang kucintai..” tambahnya lagi

Donghwa menarik napas panjang. “Semuanya belum terlambat Bro, kalau kau menjelaskannya dengan baik-baik kurasa gadis itu akan mengerti. Yang penting itu ketulusanmu..”

Donghae menoleh menatap kembarannya lekat. Baru kali ini dia mendengar Donghwa bicara sebijak itu. Walau hanya ucapan kecil, tapi itu benar-benar membuat beban Donghae sedikit ringan.. “Semoga semuanya berjalan lancar. Sepulang sekolah besok aku akan bicara dan menjelaskan semuanya pada Youngmi..”

“Dan aku akan mengaku didepan semua murid di Nadam..” sahut Donghwa tahu diri.

***

-Youngmi’s home-

Kyuhyun masih berada dirumah Youngmi, jam dinding di rumah tersebut sudah menunjukan pukul 8 malam. Namja itu masih betah dan terlihat duduk santai di sofa marun yang ada diruang tamu rumah Youngmi, padahal tugas kelompok mereka sudah selesai sekitar 3 jam yang lalu. Youngmi-pun tidak keberatan karena Kyuhyun teman yang menyenangkan.

“Sudah berapa lama kau pacaran dengan Donghwa?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba. Namja itu menatap Youngmi lekat membuat yang ditatap jadi sedikit salah tingkah.

“Belum sampai sebulan koq, sekitar dua mingguan..”

Kyuhyun masih menatap youngmi, ekspresi wajahnya serius. “Berarti aku terlambat?? Padahal hanya beberapa hari..”

“Mwo??” penyakit pura-pura bodoh Youngmi kambuh

“Aku menyukaimu..” ucap Kyuhyun santai sambil meraih orange juice buatan bibi Jang. Badan Youngmi bergetar, dia merasa jantungnya berhenti berdetak. Terlalu mengejutkan ucapan Kyuhyun barusan.

Kyuhyun menatap Youngmi lagi setelah dia menyimpan gelas yang isinya tadi dia minum ke meja didepannya. “Kenapa diam saja??” tanyanya dengan tatapan polos

Youngmi kaget. “N-Nde, gomawo sudah menyukaiku..” sahutnya dengan tampang tolol

Kyuhyun gemas melihatnya. “Masih ada kesempatan untukku tidak??”

“Kau gila?? Aku sudah punya pacar!!” ucap gadis itu spontan

“Punya pacar atau tidak, itu bukan masalah. Seandainya kau sudah punya suamipun, aku masih punya kesempatan bukan??” Kyuhyun menjilat bibirnya. “Semua itu tergantung padamu, kau punya perasaan padaku tidak??”

Youngmi menunduk. ‘Ada tidak ya?? Sepertinya tidak ada. Memang aku menyukainya, tapi itu semua kan karena Kyuhyun teman yang menyenangkan, lucu dan blak-blakan, just it! Masalah cinta?? Donghwa masih merupakan pemegang utama hatiku..’ batinnya

“Aku menyukaimu sebagai teman, tidak lebih..” sahut Youngmi sambil tersenyum

Kyuhyun terlihat kecewa, dia tersenyum masam. “Ngomong-ngomong soal Donghwa… Aku tidak suka dengannya..”

“MWO??” teriak Youngmi lagi spontan.

Kyuhyun tersenyum. “Bukan karena kau..” ucapnya seperti membaca pikiran Youngmi. “Hanya kebetulan saja aku menyukaimu, pacar Donghwa..”

Wajah Youngmi memerah.. “Lalu??”

“Aku tidak suka dengan apa yang telah dia lakukan pada sepupuku..” ucap Kyuhyun menerawang. “Tapi,, semuanya belum selesai. Dan besok, masalah yang belum selesai itu akan berlanjut..” tambahnya lagi mengawang

Youngmi memasang tampang bodoh, dia tidak mengerti dengan arah pembicaraan Kyuhyun.. “Kau itu bicara apa??” tanyanya

Kyuhyun hanya tersenyum.. “Kau mau tahu??” ucapnya dengan senyum menggoda

“Mwo??” Tanya Youngmi penasaran

“Jadi pacarku dulu, baru kuberi tahu..” jawab Kyuhyun

Youngmi menggembungkan pipinya. “Shi… Roe…” ucapnya

Kyuhyun hanya tertawa, tak lama kemudian dia pamit pulang. Setelah Kyuhyun pulang ponsel Youngmi yang ada di atas meja ruang tamu berbunyi. Secepat kilat Youngmi menyambar ponselnya dan sedetik kemudian dia tersenyum melihat caller-ID yang tertera di ponsel layar 3.5 inch’ miliknya.

“Yoebsseo..” sapanya manis

“Kau belum tidur..?” si penelepon langsung bertanya, mengabaikan sapaan gadis itu.

“Belum, baru selesai belajar..”

“Jam segini baru selesai?? Bukankah kalian mengerjakannya dari sepulang sekolah tadi??” Tanya si penelepon dari sebrang, terdengar suaranya yang sudah berubah mood.

“Emmm, tugasnya banyak sekali Donghwa-ya..” bohong Youngmi pada si penelepon yang ternyata adalah kekasihnya.

“Capek ya??” Tanya Donghae, suaranya sudah melembut

“Lumayan.. Kau sendiri, kenapa belum tidur sayang??” Tanya gadis itu lembut. Di lain tempat, wajah Donghae sudah memerah karena panggilan Youngmi tadi.

“Belum ngantuk..” suasana jadi hening untuk beberapa detik. “Young-ah, ada yang ingin kubicarakan denganmu..” ucap Donghae akhirnya

“Bicara apa??”

“Aniyo, besok saja kita bicarakan. Besok aku tunggu di taman sekolah ya sayang!!” ucap Donghae, wajahnya lagi-lagi memerah setelah memanggil Youngmi dengan kata ‘sayang’. Youngmi terdiamn tak menjawab, bukan karena dia tidak suka. Justru sebaliknya, gadis itu sangat senang dan kaget. Belum pernah namja itu memanggilnya mesra seperti tadi. Rasanya Youngmi ingin sekali lompat-lompat saking senangnya..

Donghae bingung karena gadis itu tidak bersuara.. “Young-ah, kau sudah tidur??” tanyanya

Youngmi segera tersadar begitu mendengar suara Donghae yang menanyakan keadaannya. “Oh, belum. Oke, besok kita bertemu di taman sekolah ya..!” balasnya lembut

“Arrasseo.. Ya sudah kau cepat tidur sana. Jjaljayo sayang..” ucap Donghae lembut

Youngmi tersenyum lebar.. “Nado jjaljayo sayang…” balas Youngmi tak kalah lembut. ‘Spertinya malam ini aku akan mimpi indah, batinnya.

***

-The next morning-

Suasana halte di kawasan Chungdam sedang ramai-ramainya pagi hari ini. Calon penumpang yang menunggu bus datang terlihat memenuhi halte, bahkan ada yang sampai berdiri karena sudah tidak tersedia lagi kursi kosong di halte itu. Suasana pagi yang sibuk.

Seorang gadis cantik terus merengut dan menggerutu. Sesekali dia menghentak-hentakkan kakinya kesal mebuat rambut ikal panjangnya ikut bergoyang. Gadis itu, Shin Raena yang ikut bergabung dengan calon penumpang bus yang lainnya. Menunggu bus yang akan mengantarnya ke tempat tujuan.

Hari ini, gadis yang bernama Shin Raena itu terpaksa harus ikut berdiri menunggu bus di halte dekat rumahnya, sopir pribadinya mendadak sakit, sedangkan ayahnya belum pulang dari luar kota. Dan Raena sendiri tidak diizinkan mengendarai mobilnya sendiri oleh ibunya. 3 bulan yang lalu saat Raena menyetir mobilnya, orangtuanya terpaksa mengganti pagar rumah tetangganya yang ditabrak oleh Raena. Dan gadis itu kesal dengan kemampuan mengendaranya yang sangat amat dibawah standar, dia belum pernah naik bus umum sebelumnya, taxi-pun belum kelihatan dari tadi.

Sudah sekitar 20 menit Raena menunggu bus, tapi bus belum datang juga. Hal ini membuat gadis itu semakin melipat wajah cantiknya, apalagi kakinya mulai terasa kesemutan sekarang. Saat dia sudah mulai bosan menunggu, tiiba-tiba sebuah Audi putih berhenti tepat didepannya. Jendela mobil itu terbuka membuat Raena sedikit menunduk untuk melihat siapa orang yang ada didalamnya. Sementara itu si pengendara mobil sedikit memiringkan badannya untuk menyapa orang yang berada diluar.

Raena melihat Miss. Hyo yang sedang tersenyum menawan dari dalam mobil, melihat itu wajah Raena semakin ditekuk.

“Shin Raena, mau ikut saya??” tawar Miss. Hyo ramah. Sejenak Raena ingin sekali menjitak kepala Miss. Hyo. ‘Dia ini tidak sadar sudah membuat orang lain patah hati? Guru centil, masih saja mau dengan muridnya’ rutuk Raena dalam hati

“Tidak usah Miss. Gomawo, saya naik taxi saja..”

“Lho, kenapa?? Ayo kita berangkat sama-sama?? Kita kan searah..” ucap guru itu lagi masih dengan senyum ramahnya

‘Baik juga guru ini. Padahal dia kan tau kalau aku dan Yuri yang sudah menyebarkan ‘berita’ itu. Tapi dia masih saja bersedia menawariku tumpangan, pikir Raena.

Saat sedang sibuk memikirkan apakah Raena menerima atau tidak tawaran Miss. Hyo, dia melihat mobil sport hitam yang sangat dia kenal melintas cepat melewati mobil Miss. Hyo. ‘Itu kan mobil Donghae..! kenapa dia ngebut? Ada apa ya??’ Tanya Raena dalam hati.

Tanpa pikir panjang Raena langsung membuka pintu mobil Miss. Hyo dan langsung duduk disamping kursi kemudi. Mobil Miss. Hyo mulai berjalan dan mata Raena sama sekali tidak lepas dari mobil sport yang ada didepannya itu..

‘Pasti ada sesuatu…’ pikirnya..

T.B.C.

11 Comments (+add yours?)

  1. yoon ri
    Mar 04, 2012 @ 07:25:55

    hwaaaa…
    kereennn..
    lanjut donk. penasaran.
    nice FF 🙂

    Reply

  2. Tian1324
    Mar 04, 2012 @ 07:27:37

    Lanjutkan,,nggk sbar nggu lnjutany ^^

    Reply

  3. kim lily
    Mar 04, 2012 @ 07:37:02

    kyaaaa..ga sbar nunggu part lanjutanya!..semuanya pasti terbuxa,.gmana reaxsi youngmi ma anax2 nadam high school y!penasaran bnget..si kyu jgn2 sdarany yoongwon yg mw blz dndam ma donghwa.d tnggu lnjtany cingu

    Reply

  4. inggarkichulsung
    Mar 04, 2012 @ 09:56:22

    wah seru banget.. kira2 bagaimana ekspresi dan sikap youngmi selanjutnya saat tahu bahwa sebetulnya yg berpacaran dgn nya dr kemarin2 adalah donghae oppa, apakah miss hyo dan raena akan baik2 sj kalau th sebetulnya donghwa oppa yg menciumnya dan yg dilihat raena adalah donghwa.. jadi makin penasaran.. ditunggu part berikutnya author..Trmksh

    Reply

  5. Arum 'Rui' Junia
    Mar 04, 2012 @ 10:41:56

    Wah, .di novelnya donghwa ma rhaena g dbahas endingnya. .disini dbhs g ya???

    Reply

  6. Miss Jaejoong
    Mar 04, 2012 @ 13:33:31

    LANJUTKAN ala pak SBY.
    thoq entar kalo donghwa mau bakar kantin ikut ya…kekeke
    , tp mian ad yg sdkit aneh, kmren ktanya miss hyo udh pndah k prancis tp kog tp blang searah ma Raena…author jng marah ya c0mmentx, lnjutkan mnulisnya.
    mianhamnida -bow-

    Reply

  7. Mayleen
    Mar 04, 2012 @ 18:45:33

    makin penasaraaaaannnn…kkkkk
    lanjut thor,,,, 😀

    Reply

  8. viechubby love hyukie
    Mar 04, 2012 @ 20:51:37

    Hauaaaaa.a..a.a.a.a.a penasaran ma cerita selanjutnya,,, …..!!!!! Da kta2 yg sdikit rancu sich sedikit lho…! Part selanjutnya ditunggu chingu…!!!!!

    Reply

  9. shaaaaw
    Mar 04, 2012 @ 21:23:13

    Lanjutt thorr

    Reply

  10. kimyoonhae
    Mar 05, 2012 @ 02:34:10

    makain penasaran tingat akut 😀
    lanjut thor…
    fighting ! ^^

    Reply

  11. ocha
    Mar 05, 2012 @ 17:13:51

    Waaaa
    Makin kereeen
    Ga sabar deh nunggu lanjutannya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: