Strawberry Cream Kiss – Part 9 END

~Strawberry Cream Kiss~ ^Part 9-End^

By : Yenna Kim a.k.a Kim Youngmi

Ini ff adaptasi dari Novel yang judulnya sama “Strawberry Cream Kiss” karya Felice Cahyadi. Novel favorit aku, plus penulis indonesia favorit aku juga.. Disini aku ganti castnya ma Donghae, tapi nanti ada beberapa adegan yang aku tambahin dikit,, hehehe! Namanya juga adaptasi…

Happy reading.. ^^

Prev>>>

Tanpa pikir panjang Raena langsung membuka pintu mobil Miss. Hyo dan langsung duduk disamping kursi kemudi. Mobil Miss. Hyo mulai berjalan dan mata Raena sama sekali tidak lepas dari mobil sport yang ada didepannya itu..

‘Pasti ada sesuatu…’ pikirnya..

***

~Donghae POV~

Aku berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali. Di benakku berbagai macam perkiraan campur aduk ketika aku hendak membawa Motor sport Donghwa menuju Paran High School.

‘Ini hari terakhirku di Paran, hari ini juga mungkin hari terakhirku bertemu dengan Youngmi. Hari ini aku akan mengatakan yang sejujurnya pada Youngmi, bagaimana-pun reaksinya akan kuterima..’

Motorku sudah memasukki gedung sekolah, suasana sekolah sangat sepi. Bahkan dua orang penjaga yang biasanya nangkring (?) di pos penjaga belum terlihat.

Kuarahkan motor sportku menuju ke parkiran sekolah, baru saja aku akan memarkirkan motorku tiba-tiba sebuah sepeda motor dengan model yang sama dengan motorku hanya berbeda warna mencegat jalanku. Aku menghentikkan motor secara mendadak, lalu mendongak untuk melihat si pengemudi motor sialan yang dengan seenak jidatnya mencegat jalanku.

Kyuhyun! Ucapku dalam hati

“Pagi Donghwa..!” sapanya sinis

Aku mendengus pelan, firasatku mengatakan ada hal buruk yang akan terjadi. Dengan cepat segera kupasang tampang sok cool ala Donghwa, sebisa mungkin aku berusaha untuk tidak menunjukkan kekhawatiranku.

“Semalam aku menyatakan perasaanku pada Youngmi..” ucap Kyuhyun dengan senyuman lebar. Apa dia bilang? Bocah sialan ini menyatakan perasaannya pada Youngmi-ku??’ apa dia mau mati hah?? Sumpah demi apapun aku ingin sekali menempeleng wajahnya yang berlubang-lubang itu.’ Aissshh, aku kesal, sudah pasti wajahku memerah saat ini, aku panaas, aku maraah…

~Author POV~

Sebisa mungkin Donghae berusaha untuk menahan emosinya. Kyuhyun turun dari motornya, Donghae sempat bertanya-tanya kenapa Kyuhyun memakai motor hari ini. Padahal biasanya dia selalu membawa mobil ke sekolah.

Kyuhyun berjalan dengan sangat bergaya kearah Donghae, tidak mau kalah Donghae juga turun dari motornya dan berdiri sambil berkacak pinggang sebelah tangan, sedangkan tangan satunya lagi ia selipkan ke kantong celana seragamnya.. *sok cool banget ga sich??*

“Sorry kalau itu membuatmu kesal..” ucap Kyuhyun sambil menatap Donghae tajam

Donghae mengalihkan pandangannya sebentar, kemudian menatap Kyuhyun tak kalah tajam. Rahangnya mengeras menahan amarah. “Jauhi Youngmi!” ucapnya dingin dan menusuk

“Tidak bisa..” sahut Kyuhyun santai

“Kau cari masalah denganku??” Donghae mulai mengeluarkan gaya ala Donghwa-nya

Kyuhyun tersenyum sinis. “Tidak masalah, tapi sebelumnya masih ada orang yang akan menyelesaikan masalahnya denganmu, Lee Donghwa..”

Alis Donghae berkerut. Tiba-tiba dia merasa ada yang menepuk pundaknya dengan keras, membuatnya dengan segera menoleh kebelakang.

Di belakangnya berdiri seorang namja bertubuh besar, lebih tinggi beberapa centi darinya dan di beberapa bagian wajahnya terdapat bekas luka jahitan. Pada masing-masing telinganya terdapat dua buah tindikan berbentuk tengkorak. Rambutnya cepak layaknya rambut para tentara. Caranya berseragam lebih parah dari cara Donghwa berseragam. Namja itu tidak mengancingkan seluruh kancing seragamnya sehingga kaus singlet putihnya go public. Dapat terlihat jelas otot-otot dada dan otot perut dari namja ini yang timbul dibalik kaus singlet-nya.

Donghae menelan ludahnya susah payah. Ini sich preman betulan, pikirnya. Siapa dia? Tukang pukul dari mana?? Dengan memasang tampang yang diberani-beranikan, Donghae melirik wajah pria berotot nan sangar itu dengan menaikkan sebelah alisnya, berusaha untuk tetap terlihat cool.

Kyuhyun nyengir setan. “Kenapa kau?? Sudah lupa dengan Kim Youngwoon?” tanyanya

Kim YoungWoon?? Tanya Donghae dalam hati.

Namja yang disebut-sebut sebagai Kim Youngwoon itu hanya diam. “Setelah beberapa waktu kau membuatnya jadi penghuni rumah sakit dan membuat mukanya semakin penuh jahitan. Masa kau lupa?” Tanya Kyuhyun yang lebih mirip dengan sindiran.

‘Hah? Yang benar saja? Donghwa hebat sekali pernah menghabisi namja ini sampai harus masuk rumah sakit dan membuat wajahnya penuh dengan bekas jahitan?? Sedangkan aku, melihatnya saja sudah membuatku merinding. Penampilannya sepert narapidana sich..’ batin Donghae

“Urusanku dan kau belum selesai..” ucap namja bernama YoungWoon itu pada akhirnya. Suaranya besar dan menyeramkan, ini membuat nyali Donghae makin ciut.

Donghae lagi-lagi menelan ludah. ‘Aigooo, bisa digoreng aku olehnya, batinnya’. Mendadak Donghae merasa menyesal berangkat pagi-pagi seperti ini, di saat lingkungan sekolah masih sepi luar biasa. Dia menyadari kebodohannya, toh Youngmi-pun tidak akan berangkat sepagi ini. Keringat dingin mulai membasahi tubuh Donghae tapi dia tetap berlagak setenang mungkin. “Urusan apa??” tanyanya santai bahkan sambil memiringkan kepalanya, berbeda dengan kondisi jantungnya yang sudah tidak tau lagi apa arti kata ‘santai’.

Menanggapi pertanyaan Donghae, YoungWoon menonjok keras perut namja itu sebagai jawabannya.

BUGGG!!

Donghae meringis. Tubuhnya terhuyung kebelakang. Ia membungkuk sedikit memegangi perutnya yang terasa sakit luar biasa.

“Itu urusannya..” jawab YoungWoon akhirnya

Donghae sempat berpikir untuk mengaku pada YoungWoon tentang yang sebenarnya, bahwa dia bukanlah Donghwa. Tapi kemudian dia berpikir ulang, tidak mungkin namja sangar nan bengis itu percaya padanya. Alih-alih percaya, namja itu malah akan menganggap Donghae hanya mencari alasan saja, menganggapnya pengecut atau jika diibaratkan seperti macan yang kehilangan taringnya alias macan ompong. Bukannya selamat, Donghae yakin seyakin-yakinnya dia malah akan makin dihabisi oleh si namja bertubuh besar itu.

Kyuhyun duduk diatas motor Donghae dan asik menonton pertunjukkan seru itu sambil merekamnya di handphone miliknya.

“Kenapa kau?? Tidak siap??” Tanya YoungWoon sambil mengamati Donghae yang masih memegangi perutnya

Seketika Donghae langsung menegakkan badannya, “Siap..” katanya yang nyaris seperti ringisan. Tiba-tiba Donghae memikirkan sesuatu yang paling bisa menyelamatkannya.. akal-akalan yang paling masuk akal..

“Chankkaman,, ada telepon..” Donghae berkatar datar, persis seperti gaya Donghwa. Dia merogoh sakunya untuk mengambil handphone-nya, padahal tak ada seorangpun yang meneleponnya, tapi tetap saja dia berpura-pura menerima panggilan. Donghae berjalan menjauh dari Kyuhyun dan YoungWoon, diam-diam dia menghubungi Donghwa mengirim sinyal S.O.S.

“Yeobsseo..?” suara Donghwa terdengar dari sebrang.

“Cepat ke Paran. YoungWoon menemuiku, katanya dia ada urusan denganmu.” Donghae berbisik

“MWO?? YOUNGWOON??” teriak Donghwa di telepon

“Isshh, jangan teriak bodoh. Cepat kesini.” Bisik Donghae lagi lalu mematikan ponselnya.

Kyuhyun terkekeh melihat Donghae. “Kau maklum saja YoungWoon-ah, jagoan kita yang satu ini sudah punya pacar sekarang. Jadi kalau mau berantem harus laporan dulu pada pacarnya..” ledek Kyuhyun

Donghae mengacuhkan ucapan Kyuhyun. Percuma menghadapi namja norak seperti dia, pikirnya. Donghae berjalan mendekati YoungWoon yang nampaknya sudah sangat bernafsu untuk menghabisinya, mata namja itu berkilat menatap Donghae, hal ini membuat Donghae lagi-lagi meneguk ludahnya yang entah untuk keberapa kalinya. Dengan kemampuan berkelahi yang ala kadarnya, Donghae membesarkan nyalinya untuk menghadapi YoungWoon.

‘Terserahlah mau jadi apa aku setelah ini.. ikan bakar, ikan goreng atau ikan cincang aku terima..’ batin Donghae pasrah

Donghwa mempercepat laju mobilnya. Gawat!! Donghae bisa mati, pikirnya. Wajah Donghwa jadi tegang, dia ingin secepatnya sampai di Paran. Dia sampai di sebuah pertigaan, belok kiri menuju ke Nadam sedangkan lurus ke arah Paran. Donghwa menambah kecepatan mobilnya, lurus menuju ke arah Paran. Bertahanlah Donghae-ya, aku segera kesana, batinnya.

Sementara itu didalam mobil Miss. Hyo yang berada tidak jauh di belakang mobil Donghwa kaget mendengar teriakan Raena saat Miss. Hyo hendak membelokkan mobilnya ke arah Nadam.

“LURUUUSS!!” teriak Raena kencang

Miss. Hyo reflek membawa mobilnya berjalan lurus tidak jadi berbelok. “Loh? Memangnya kita mau kemana Rae??” Tanya Miss. Hyo bingung. “Bukannya harus belok kiri ya?”

“Donghae! Dongahe, lurus!” tunjuk Raena pada mobil sport hitam yang agak jauh didepannya

“Donghae??”

Raena mengangguk cepat. “Nde, mobil hitam itu mobilnya Donghae!”

Miss. Hyo segera menyadari kalau ucapan Raena itu benar. Itu memang mobil Donghae

“Donghae mau kemana ya?” Tanya Miss. Hyo bingung

“Kita ikuti saja kemana dia pergi, percepat mobilnya Miss!” ucap Raena. Tanpa sadar dia sudah memerintah Miss. Hyo, dan guru itu juga sedang tidak sadar kalo diperintah.

Miss. Hyo menambah kecepatan mobilnya, berusaha tetap berada dalam jarak yang cukup dekat dengan mobil sport hitam yang dikendarai Donghwa.

Youngmi baru saja sampai di gerbang sekolah.. Dia kaget karena ada ribut-ribut di dalam. Puluhan anak Paran berkumpul mengerumuni sesuatu, jantung Youngmi jadi berdebar, perasaannya tidak enak.

Baru saja dia akan berlari kearah kerumunan itu sebelum tangannya berhasil dicegat oleh seseorang..

“Youngmi-ah!” seru seseorang mengagetkannya

“Sungmin!” Youngmi melihat ekspresi wajah Sungmin yang tidak biasa. Sesekali namja bernama Sungmin itu melirik kearah kerumunan dengan takut-takut, hal ini membuat Youngmi semakin penasaran.

“Ada apa itu Sungmin-ah??” Tanya Youngmi penasaran

“I-itu,, anu..” pria bernama Sungmin gelagapan

“Sebenarnya ada apa Min-ah??” desak Youngmi lagi

“Do-donghwa..” tunjuk Sungmin kearah kerumunan itu.

Belum selesai Sungmin bicara, Youngmi langsung menghempaskan pegangan tangan namja itu dan berlari kearah kerumunan. Mendengar nama Donghwa disebut membuat jantung Youngmi semakin berdebar.. apa yang terjadi, batinnya.

“Donghwa sudah hampir mati?? Kenapa dia jadi payah ya??” Youngmi mendengar seseorang bicara

Seketika Youngmi langsung berlari, dan dengan tergesa-gesa menerobos kerumunan itu. Mulut Youngmi menganga ketika dia melihat apa yang terjadi.

“DONGHWA!” teriak Youngmi. Gadis itu langsung menangis saat melihat wajah kekasihnya sudah tak berbentuk lagi. Di lain pihak dia dapat melihat kondisi YoungWoon yang masih segar bugar, tak tergores sedikitpun kecuali bekas-bekas jahitannya yang dulu. Ini semua menandakan kalau selama pertandingan dia belum mendapatkan perlawanan yang berarti.

Donghae mendengar suara Youngmi yang sudah berupa tangisan. Dia menoleh sesaat sebelum YoungWoon melayangkan tinjuan ke pipi kanannya. Kontan Donghae langsung tersungkur lagi ke tanah, Youngmi reflek hendak berlari menghampiri namja yang masih berstatus kekasihnya itu, tapi lagi-lagi Sungmin memegangi tangannya, mencegahnya. Youngmi menatap Sungmin galak. “Tidak akan, itu berbahaya kau tahu??” balas Sungmin seolah tau arti tatapan tajam Youngmi.

“Lepaskan Sungmin-ah, kau tidak lihat bagaimana kondisinya??” balas Youngmi teriak. Karena Sungmin tak melepaskan pegangan tangannya juga, Youngmi menatap kekasihnya yang berdiri dengan susah payah kemudian terjatuh lagi karena YoungWoon menendang dada dan perutnya bergantian.

“ANDWAEEE…” teriak Youngmi lagi, dia benar-benar tidak tahan melihat kondisi kekasihnya yang nyaris mati seperti itu. Youngmi kemudian menatap tajam Kyuhyun yang sedang duduk di atas motor Donghwa, asik menonton pertandingan ini sambil merekam di handphone-nya. Lagaknya sudah seperti wasit pertandingan. Youngmi merutuk, kesal pada Kyuhyun. ‘Namja sialan! Bajingan!’ umpat gadis itu

YoungWoon makin diatas angin, dia tertawa sangat kencang setiap kali berhasil menendanng tubuh Donghae dan membuatnya terjatuh lagi. Youngmi benar-benar tidak tahan, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, semakin keras dia berusaha melepaskan pegangan tangan Sungmin, semakin erat pula namja itu mencengkramnya.

“DONGHWA-YA, HAJAR DIA!” teriak Youngmi putus asa. “HAJAR DIA! HAJAR DIA SAYANG!” teriaknya lagi. Youngmi sudah tidak peduli lagi kalau pria yang bernama YoungWoon tengah menatapnya tajam, yang gadis itu pikirkan hanya bagaimana caranya membuat pria yang dia anggap sebagai Donghwa itu bisa bangun dan melawan.

Teriakan Youngmi yang berusaha menyemangati pria yang masih terkulai di tanah itu membuat siswa yang lain juga ikut-ikutan berseru, mereka menyemangati Donghae yang masih dikira Donghwa karena mereka jauh lebih menyukai Donghwa dari pada YoungWoon.. “DONGHWA! DONGHWA! DONGHWA!” Seru yang lain kompak.

Tapi teriakan Youngmi dan teman-temannya terasa percuma bagi Donghae, dia sudah tidak kuat. Dia merasa sebentar lagi akan mati. Semua itu tidak ada gunanya, dia bukan Donghwa, dia tidak bisa berkelahi.

Donghae berusaha sekuat tenaga untuk berdiri, tapi tidak bisa. Pandangannya kabur, entah sudah berapa kali YoungWoon menghantam matanya. Yang bisa dia rasakan sejauh ini hanya sakit, sakit dan sakit..

YoungWoon berjalan menghampiri Donghae yang masih terkulai di tanah. Namja itu mengangkat kerah seragam Donghae membuat tubuh Donghae terpaksa berdiri. Namja itu menatap tajam wajah tak berdaya yang dicengkramnya kuat, namja besar itu tertawa kencang dan akhirnya namja bernama Kim YoungWoon itu menghadiahi Donghae kepalan tinju paling mantap yang bisa dikeluarkannya.

BUAGGGGGGG!

Perut Donghae dihantam sangat keras, darah segar muncrat keluar dari mulutnya. Beberapa murid yeoja yang ikut menonton berteriak histeris melihat darah yang tumpah itu. Tidak ada satu orangpun yang berani memisahkan dua jagoan pembuat masalah itu.

Tangis Youngmi semakin keras. Dia berteriak dan meronta-ronta agar Sungmin melepaskan cengkramannya. Tapi bukannya melepaskan, temannya yang lain ChaeYeong dan Kyumin justru ikut memegangi Youngmi, menahannya. “Yak Kim Youngmi! Sadarlah, kau bisa mati kalau kesana!” teriak ChaeYeong

“Aku tidak peduli, DONGHWAAA!” teriak Youngmi lagi. Kyuhyun yang melihat Youngmi histeris karena melihat pria yang dipukul oleh saudara sepupunya benar-benar tergeletak tak berdaya hanya bisa memasang tampang masam. Dia benar-benar kesal karena tahu gadis itu benar-benar mencintai pria yang masih dianggap seluruh siswa Paran sebagai Donghwa itu. Kyuhyun senang karena YoungWoon menghantam perut saingannya itu kencang, pikirnya.

Sementara itu, seragam yang dipakai Donghae penuh dengan darah. Dia berpikir kalau dia sudah pasti mati sekarang.

“MINGGIR SEMUA!!” tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat keras

Seluruh kepala kontan menoleh kearah sumber suara, termasuk Kyuhyun dan YoungWoon. Hanya Donghae yang tidak ikut menoleh karena sudah tak sanggup.

Kini didepan mereka semua, Donghwa berdiri gagah dengan memakai seragam Nadam High School yang super rapi. Bola mata para siswa yang ada disana nyaris melompat keluar. Tidak ada suara lagi, hening. Tidak ada juga yang bergerak, semuanya terpana.

Youngmi melongo. “Donghwa?? Kenapa ada dua Donghwa??” ucap Youngmi. Kepalanya mendadak pusing. Sungmin-Chaeyeong-dan Kyumin saling berpandangan dengan tampang tolol. Dalam ketidakberdayaannya, Donghae mengulas senyuman. Dia kenal betul suara siapa itu, pahlawannya sudah datang, penyelamatnya sudah ada disini.

Dibelakang, mobil Miss, Hyo berhenti tepat di belakang mobil yang tadi dikendarai Donghwa. Raena langsung turun secepat kilat lalu berlari menuju kerumunan disana, meninggalkan Miss. Hyo yang masih sibuk melepaskan seatbeltnya.

Bagaikan lautan yang terbelah dua, kerumunan siswa yang menonton perkelahian itu terbelah sehingga memberikan jalan bagi Donghwa untuk mendekati YoungWoon. Raena dan Miss. Hyo bergabung dengan kerumunan siswa-siswi Paran High School.

Masih tak ada suara sama sekali, semuanya masih hening. Seluruh siswa yang menonton masih terkejut dengan kemunculan Donghwa kedua. Raena dan Miss. Hyo juga ikut terkejut saat melihat sosok yang terkapar ditanah. Mata bulat Raena terbelalak lebar sedangkan Miss. Hyo langsung menutup mulutnya, mengekspresikkan keterkejutan mereka berdua. “Kenapa ada dua Donghae??” ucap mereka bersamaan.

Donghwa berjalan mendekati YoungWoon dengan gaya khasnya, dia mengarahkan tatapan super tajamnya kearah YoungWoon, membuat Youngwoon sedikit terkesiap. Namja besar itu terlihat sangat shock melihat ini semua, sedangkan Kyuhyun ekspresi wajahnya cengo, seperti orang yang habis melihat hantu.

Donghwa menunjuk dadanya dengan ibu jari. “Aku Lee Donghwa!” ucapnya dengan lantang. Semua mata yang ada disana menatap bergantian pada Donghwa dan Donghae. “Donghae, kembaranku!” ucapnya lagi sambil menunjuk sosok yang masih terkulai tak berdaya itu.

Semua mulut terbuka, semuanya terkejut bukan main.

“Sudah dua minggu lebih kita bertukar peran. Aku kesekolah Donghwa begitu juga sebaliknya..” jelas Donghwa dengan ekspresi jutek. Donghwa memandang Youngmi dan teman-temannya lalu berkata. “Bawa Donghae ke rumah sakit!” ucapnya sambil melemparkan kunci mobilnya yang langsung ditangkap Sungmin dengan cekatan.

Youngmi yang masih belum mempedulikan ada dua Donghwa itu langsung menghampiri sosok yang terkapar lemah di tanah. ChaeYeon dan Kyumin membantu Youngmi memapah Donghae menuju mobil dan segera membawanya ke rumah sakit.

Donghwa menghadap YoungWoon kembali. “Urusanmu itu denganku, bukan dengan Donghae..” ancamnya tajam. YoungWoon terlihat kecewa, berarti kemenangan telaknya bukan terhadap Donghwa tapi terhadap kembarannya.

Donghwa lalu berjalan mendekati Raena dan Miss. Hyo.. “Kenapa kalian bisa ada disini??” tanyanya

“Ehm, ceritanya panjang..” sahut Miss. Hyo canggung

Donghwa mengangkat sebelah alisnya. “Aku Donghwa, orang yang kalian kira sebagai Donghae hampir tiga minggu ini. Nanti aku akan menghadap Park sajangnim, aku tak ingin nama baik Donghae di sekolahh jadi rusak karenaku..” Raena dan Miss. Hyo hanya mengangguk sambil menunduk.

“Semua kejadian tiga minggu terakhir ini murni perbuatanku, tidak ada sangkut pautnya dengan Donghae..” tambah Donghwa lagi. Miss. Hyo menatap Donghwa penuh arti, Donghwa jadi sedikit salah tingkah, apalagi sekarang perasaan yang ada dihatinya sedikit aneh.

Donghwa menatap Raena. “S-Shin Raena…” ucapnya gagap. Raena yang dari tadi hanya menunduk kemudian mendongak dan menatap Donghwa, hal ini membuat Donghwa sedikit tersentak saat mata mereka berdua bertemu. “Aku harap, setelah ini kau berhenti mendekati Donghae. Dia sudah punya pilihan hatinya sendiri..” ucap Donghwa akhirnya setelah dia berhasil menguasai kegugupan konyolnya. Raena menggigit bibir mungilnya, merasa serba salah.

“Oke kalau begitu. Aku ingin main-main dulu dengan si Kim YoungWoon itu..” ujarnya sambil melonggarkan dasinya dan berjalan mendekati YoungWoon yang sedari tadi masih bingung dengan situasi sebenarnya. Dan setelah itu…

BUKH… BAKKHH… BUKKKH…. GEDEBAKKKKKk (jangan protes ama bunyinya)

Dalam beberapa menit Donghwa sudah berhasil membuat kondisi YoungWoon sama parahnya dengan Donghae, bahkan mungkin lebih parah. “Heh kau…” ucap Donghwa tajam pada namja yang sedang duduk diatas motornya dengan ekspresi cengo. Namja yang ditunjuk itu tersentak kaget dan menjatuhkan ponselnya. Kali ini tatapan bengis Donghwa sukses, namja yang duduk di motornya itu seperti ketakutan dan segera turun dari motor Donghwa dan memungut kembali handphone-nya.

Namja itu, Cho Kyuhyun menatap YoungWoon yang sudah terkapar ditanah dengan wajah berlumuran darah dengan tatapan miris. Kyuhyun juga bisa melihat sedikit darah yang ada dibaju Donghwa, bisa dipastikan itu adalah darah sepupunya. Kyuhyun meneguk ludahnya dalam, baru kali ini dia bertemu dengan Donghwa yang asli dan ternyata aura Donghwa asli dan Donghwa palsu sangat berbeda. Aura Donghwa asli begitu….. menyeramkan.

“Yak, bawa YoungWoon ke rumah sakit dan suruh dia minta maaf pada Donghae kalau bertemu disana!” ucapan Donghwa membuat Kyuhyun lagi-lagi tersentak, dia hanya mengangguk lemas apalagi melihat Donghwa yang menatapnya sinis.

Donghwa kemudian berjalan menuju motor sportnya dan segera menjalankan motornya meninggalkan Paran High School tanpa menoleh pada siapapun… *gilaaaa, gaya loe Donghwa, ckckckck..*

3 months later….

Donghae dan Youngmi sedang berada di lapangan basket yang ada di halaman belakang rumah Donghae. Mereka sedang bermain basket bersama. Donghae sedang mendribble bola tapi dengan mudah Youngmi merebutnya dari Donghae. Saat Youngmi hendak memasukkan bola itu kekeranjang, Donghae tiba-tiba mencium pipi gadis itu kilat, membuat bola yang sedang dipeganya jatuh. Dan seketika itu pula Donghae langsung menangkap bola itu dan memasukkannya. Tembakannya jitu!

“Yak, kenapa curang..” teriak gadis itu sambil menggembungkan pipinya.

Donghae menghampiri gadisnya itu dengan tersenyum manis. Youngmi masih cemberut, dan saat namja itu sudah ada didepannya gadis itu langsung mencubit pipi namja itu gemas..

“Emmm, sakit sayang..” ucap namja itu kesakitan

“Rasakan, siap suruh kau curang..” balas si gadis

Namja itu, Lee Donghae memegang tangan gadisnya yang masih bertengger dipipinya. Menatap gadis itu dalam dan penuh cinta. Cubitan gadis itupun terhenti karena dia bingung dengan tatapan namja yang ada didepannya.

“Saranghaeyo Kim Youngmi..” ucapnya pelan dan lembut, kini tangan gadis itu bukan mencubit pipi sang namja, melainkan membelainya.

“Nado saranghaeyo Lee Donghae..” balasnya sambil tersipu. Donghae tersenyum sambil menarik pinggang Youngmi dan langsung mencium bibirnya lembut dan perlahan. Youngmi langsung mengalungkan tangannya di leher Donghae. Setelah beberapa menit mereka berciuman, Donghae menatap Youngmi lembut dan menempelkan ujung hidungnya dengan ujung hidung Youngmi.

Youngmi yang merasa gugup dengan situasi ini mencoba untuk mencairkan suasana romantis itu.. “Mau main lagi??” ucapnya sambil menatap bola basket yang ada di pinggir lapangan. Donghae tersenyum dan mencium kening Youngmi perlahan, kemudian dia mengambil bola basket itu dan menyerahkannya pada Youngmi. “Kau dulu ya sayang, aku istirahat sebentar..” ucapnya manis.

Donghae berjalan kepinggir lapangan dan segera duduk di kursi yang ada disana, dia melihat gadisnya yang sudah asik main sendirian. Dia tersenyum melihat gadisnya itu..

Donghae tak pernah menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Setelah hampir mati konyol di tangan YoungWoon tiga bulan yang lalu, banyak kejadian manis yang dia alami. Soal hubungannya dengan Youngmi dan nama baiknya yang sudah kembali bersih di Nadam.

Mengenai Youngmi, sebenarnya gadis itu sempat marah padanya. Apalagi ketika gadis itu tau bahwa dia telah dibohongi oleh orang yang selama ini dia anggap sebagai kekasih selama 2 minggu hubungan mereka.

*Flashback*

“Wae?? Waeyo kau tidak bilang semuanya dari awal??” Tanya Youngmi di rumah sakit ketika kondisi Donghae sudah membaik.

Donghae masih duduk sambil menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, wajahnya masih pucat dan terlihat lemas. “Aku takut kau tidak akan percaya Young-ah..” sahutnya lemas. “Kau suka Donghwa kan??”

Youngmi duduk di kursi di samping tempat tidur Donghae. “Mwo?? I… iya sich. Tapi… tapi kan kau..,” gadis itu malah gugup, tidak tau akan bicara apa.

“Apa kau masih menyukai Donghwa??” Tanya Donghae

Youngmi menatap Donghae bingung.. “Chankkaman, ada satu hal yang tak kumengerti disini..”

“Mwoya??”

“Kau bilang kau menyamar jadi Donghwa dan masuk ke Paran untuk bertemu denganku??” Tanya Youngmi sambil menunjuk wajahnya sendiri.

Donghae tersenyum dan mengangguk.

“Mwo?? Memangnya sejak kapan kita bertemu?? M-maksudku memangnya sejak kapan kau melihatku?? Kita belum pernah bertemu sebelumnya kan??” Tanya Youngmi yang semakin kebingungan.

“Menurutmu kapan pertama kali kita bertemu??” Donghae balik bertanya

Youngmi menggigit bibir bawahnya, membuat Donghae gemas. “Ah, saat pagi-pagi itu. Saat kau tertawa sendiri di dalam kelas. Benar kan??”

“Kenapa kau bisa berpikir seperti itu??”

“Tentu saja, karena Donghwa tiddak akan mungkin tertawa selepas itu. Kau tau, aku sangat kaget saat melihat Donghwa yang tertawa selepas itu, tapi ternyata itu,,,, kau..,”

Donghae tertawa lalu menggeleng. “Sayangnya jawabanmu salah..”

“Mwo?? Jadi sejak kapan dong??” tanyanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Kau ingat kejadian setahun yang lalu?” Tanya Donghae menggantung, Youngmi menautkan alisnya. “Ketika ada guru iseng yang menggodamu di parkiran sekolah sehabis bel pulang..” tambahnya lagi sambil menatap lekat kearah Youngmi. Gadis itu mengangguk.

“Itulah pertama kalinya kita bertemu…” gumam Donghae

“Mwo??” Youngmi terkejut

“Nde, waktu itu dikelas Donghwa ada presentasi individu untuk tugas biologi. Donghwa tidak siap, dia minta tolong padaku untuk menggantikannya. Saat itu permainan kita hanya sampai disitu..” jelas Donghae pelan

Youngmi bengong.. “Jadi, yang menolongku dari Kang saenim dan mengantarku pulang waktu itu adalah…. KAU!”

Donghae tersenyum lembut.. “Nde..”

“Kau yang memukul Kang saenim?”

Donghae tertawa renyah. “Iya, memukul orang seperti Kang saenim dan berkelahi dengan YoungWoon itu perbedaannya sangat jauh…”

Youngmi tertawa, membuat Donghae bingung.. “Kau tahu, ini sangat lucu..” kata Youngmi setelah tawanya reda.

“Apanya yang lucu?? YoungWoon??”

Youngmi menatap Donghae gemas. “Koq YoungWoon?? Yang lucu itu kebetulan yang terjadi..” ucapnya. “Kau tau kenapa aku bisa menyukai Donghwa? Itu semua karena dia sudah menolongku dari Kang saenim setahun yang lalu..” tambahnya pelan, wajah Youngmi memerah dia malu.

Donghae tersenyum lebar mendengar ucapan gadis didepannya itu, hatinya berbunga-bunga. Seketika dia merasa kondisinya sudah sangat baik walaupun pada kenyataannya seluruh tubuh dan wajahnya masih memar-memar, dia terlalu bahagia mendengar bahwa gadis yang dicintainya selama ini juga menyukainya, membalas perasaannya.

“Jadi,,, sebenarnya aku tidak pernah memiliki perasaan pada Donghwa..” ucap gadis itu sambil menatap Donghae lekat. “Karena memang kau orangnya..” tegasnya lagi.. Mendengar hal itu Donghae semakin lupa dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya, dia merasa sedang terbang di langit ketujuh.. hatinya benar-benar ringan saat ini.

“Dan yang membuatku semakin suka adalah… ciuman rasa krim strawberry sore itu!” ucap gadis itu jujur, wajahnya memerah kembali..

Donghae tersenyum lagi. Donghwa tidak suka permen itu, dia bilang permen itu cupu..”

Youngmi tertawa. “D-Donghae..? panggilnya canggung. Gadis itu berhenti tertawa. “Saranghae..” ujarnya serius.

“Aku lebih mencintaimu,,, lebih dari yang kau tau..” balas Donghae pelan. Perlahan Donghae menarik tangan gadis itu, membuatnya berdiri dan terduduk di sampingnya. Donghae terus menatap mata Youngmi lekat, semakin lama wajah mereka semakin mendekat sampai akhirnya bibir keduanya bertemu. Donghae mencium Youngmi dengan perasaan cinta yang membuncah, sementara gadis itu hanya membelai leher Donghae pelan, takut kalau dia akan mengenai bagian tubuh Donghae yang terluka. Mereka terus berciuman, semakin lembut dan semakin dalam.

Donghae melepaskan bibirnya dari bibir Youngmi. “Tidak apa-apa kan kalau ciuman tadi tidak ada rasa strawberry cream-nya??” Tanya Donghae sambil mengerlingkan matanya.

Youngmi hanya tersenyum dan mengangguk, wajahnya merah lagi. Melihat itu Donghae semakin gemas dan mencium Youngmi lagi dengan amat sangat lembut.

*Flashback End*

Sebuah tangan menepuk pundak Donghae pelan, membuatnya sadar dan kembali ke masa sekarang. Donghae melihat siapa gerangan yang berdiri di belakangnya, ternyata Donghwa.

“Mau ikut main basket??” tawar Donghae basa-basi. Padahal dia tidak ingin acara main basketnya diganggu oleh Donghwa, dan untunglah kembarannya ini menggeleng.

Perilaku Donghwa di sekolah tidak berubah sama sekali. Sejak kembali ke sekolahnya Paran High School, dia sudah mengoleksi pelanggaran-pelanggaran seperti biasanya. Bahkan dia juga sudah pernah mematahkan hidung Cho Kyuhyun, Donghae senang mendengar hal itu.

Untuk urusan asmaranya sendiri, sebulan yang lalu Miss. Hyo memutuskan untuk pindah ke Inggris. Akan tetapi Donghwa bingung dengan perasaanya, pasalnya dia tidak merasakan kesedihan dengan kepergian Miss. Hyo. Dua bulan terakhir ini dia malah sibuk memikirkan seorang gadis yang semula tidak pernah dia anggap, yang semula tidak pernah dia pikirkan akan masuk list sebagai gadis pujaannya.. Gadis manja menyebalkan, cerewet dan sangat hobby mengganggunya itu dengan kurang ajarnya selalu mengganggu pikiran Donghwa, Donghwa sadar kalau dia benar-benar tidak bisa melenyapkan gadis itu dari pikirannya.

Donghwa duduk si samping Donghae..

“Waeyo??” Tanya Donghae cuek

“Do me a favour, Bro…” gumam Donghwa pelan

“Mwoya?? Tugas biologi? Presentasi di kelas??” tebak Donghae

Donghwa menggeleng keras. “Aku ingin kita tukeran lagi. Aku ingin ke Nadam..”

“MWO??” tanyanya, dia tidak yakin dengan apa yang telah didengarnya.

“Kau sudah mendapat apa yang inginkan..” ucap Donghwa sambil menunjuk Youngmi yang masih asyik main basket sendirian. Gadis itu bahkan tak sadar kalau Donghwa ada disitu.

“Terus??” Tanya Donghae balik

“Ehm,,, sekarang giliranku..” Donghae menatap Donghwa yang sedikit salah tingkah saat menyelesaikan ucapannya.. “Shi-roe…” tolaknya sambil mengeja.

PLETAAAKKK…

Jitakan manis dan tentu saja tidak pelan mendarat mulus di kepala Donghae, Donghae meringis sambil mengusap-usap kepalanya..

“Aku ini kakakmu..” Donghwa mengeluarkan jurus status-lahir-lebih-dulu.

“Issshh, kita hanya beda 3 menit..” bela Donghae

“Tetap saja aku lahir lebih dulu, jadi aku kakakmu. Kau harus menurutiku..” Donghwa tetap bersikukuh

“Aissh, terserah kau! Lagi pula mau apa lagi? Miss. Hyo sudah pindah ke Inggris..”

“Not her,,,” bantah Donghwa. “aku baru sadar kalau perasaanku pada Miss. Hyo hanya rasa kagum saja..”

Donghae menatap kembarannya curiga.. “Nugu??”

“Aku kangen dengan bulgogi dan kimchi buatan Shin Raena..” sahut Donghwa pelan

“Kangen pada masakannya atau pada orangnya??” Donghae menggoda Donghwa

Donghwa menghela napas panjang.. “She’s pretty, rite?? Bukankah kau juga bilang begitu??”

“Kau bilang dia menyebalkan, cerewet, manja, terlalu perhatian dan akan terjadi kiamat kedua kalau sampai kau menyukainya…“ Donghae mengingatkan apa saja yang pernah Donghwa katakan mengenai Raena, bukankah sifat Raena dan Donghwa bagaikan langit dan bumi?? Bahkan Donghae tau betul bahwa Raena bukanlah tipe gadis idaman kembarannya ini. Tapi apa mau dikata? Segalanya bisa saja mungkin jika cinta sudah bicara..

“Jangan banyak tanya, jangan banyak protes…” Donghwa cemberut. Dia malu mengakui kalau belakangan ini dia sering aniyo lebih tepatnya selalu memikirkan gadis itu. “Mulai besok kau adalah aku, dan aku adalah kau..”

“Tidak, terima kasih..” jawab Donghae sinis

“Aku kan sudah menolongmu…” tegas Donghwa

“Itu juga kan karena kau, lagi pula aku sudah kapok dengan yang namanya tukar-menukar..”

“YoungWoon sudah jinak..” sahut Donghwa asal

Donghae menatap lelah kearah Donghwa. “Aku capek jadi kau. Lagi pula kita kan sudah janji pada pihak sekolah masing-masing untuk tidak bertukar tempat lagi..”

“Aku janji ini yang terakhir..” Donghwa masih keras kepala

“Tidak bisa..”

“Come on Donghae-ya..!”

Donghae menghela napas. “Oke, 1 minggu..”

“Bagaimana kalau dua minggu??” tawar Donghwa

“5 hari..”

“Yak, Lee Donghae..!”

“3 hari..”

“DEAL..” ucap Donghwa cepat-cepat sambil menjabat tangan Donghae. Dia tidak ingin kalau Donghae sampai menurunkan lagi penawarannya. Donghwa bangkit dan kembali masuk kedalam rumah setelah mereka mencapai kesepakatan.

Sambil mengamati Youngmi yang sedang mendribble bola basket, Donghae membayangkan bahwa besok dia akan menjadi Donghwa lagi. Harus memakai dasi norak dengan berbagai macam pin tidak jelas, memakai anting mainan di telinganya. Dan yang paling menjijikan adalah dia harus mamakai sepasang benda berwarna orange ngebray (?) milik Donghwa, apa lagi kalau bukan sepatu milik Donghwa..

Oh my Godness,, not agaiinnnn!!!!

–Epilog–

Suasana pagi di Nadam High School tidak banyak berubah seperti pagi-pagi sebelumnya. Donghwa yang saat ini telah bertukar posisi untuk kesekian kalinya dengan Donghae berjalan santai di koridor Nadam. Beberapa siswa dan siswi yang berpapasan dengannya tersenyum dan menyapanya dengan ramah, nama baik Donghae di Nadam sudah kembali rupanya, batin Donghwa. Donghwa membalas senyuman dan sapaan teman-temannya meskipun dalam hati dia terus merutuk karena bibirnya sudah pegal tersenyum terus dari tadi.

Tidak lama kemudian dia melihat gadis itu sedang berjalan berlawanan arah dengannya. Gadis itu masih sibuk berjalan sambil membaca buku yang dia pegang. ‘Shin Raena.’ Gumam Donghwa pelan.

Donghae mengatakan kalau Raena sudah banyak berubah sekarang, dia tetap ramah pada Donghae tapi sikap manjannya sudah tak terlihat lagi walaupun gadis itu masih cerewet seperti biasa.

“Anyoeng Shin Raena…” sapa Donghwa setelah gadis itu ada di hadapannya.

Raena mendongak, menghentikkan sejenak kegiatan membacanya. “D-Donghae??” ucap Raena. Ya, meskipun Raena bersikap ramah pada Donghae, tapi terlihat sekali kalau gadis itu selalu menghindari Donghae. Raena bahkan sudah pindah tempat duduk sekarang, dia benar-benar menjauhi Donghae.

Gadis itu kembali berjalan dan meninggalkan Donghwa, akan tetapi Donghwa mengejarnya. Dia mensejajarkan langkahnya dengan gadis itu. “Sedang baca buku apa??” tanyanya. Raena diam tak menjawab.

Donghwa tak kehabisan akal. “Sudah sarapan belum??” tanyanya masih belum patah semangat

Raena menghentikan langkahnya, membuat Donghwa otomatis menghentikan langkahnya juga. Gadis itu menatap pria yang ada didepannya tajam. “Lee Donghae, bisakah kau tidak mengikutiku???”

“Kau salah Nona Shin..” sahutnya santai

Raena menautkan alisnya bingung, kenapa namja ini menjawab hal yang berbeda??

Donghwa tersenyum lebar melihat ekspresi bingung gadis di depannya ini. “Anyoeng Nona Shin. Lee Donghwa imnida…”

Mata Raena terbelalak… “MWO???” ucapnya shock

…..END…..

Akhirnyaaaa… FF ini selesai juga.. Gimana, gimana?? Puaskah dengan endingnya??

Mian kalau ada yang gak puas ama endingnya, aku ga jago bikin ending yang greget. Mian juga kalo alurnya terkesan terburu-buru, mian kalo banyak typo, pokoknya mian dengan segala ketidaksempurnaan ff ini. Tapi bagaimanapun tetep RCL ya readers, hargai aku.. Komen para reader akan sangat membahagiakan saya..

Makasih buat semua reader yang udah baca en komen dari part awal, makasih buat Ka Felice Cahyadi yang udah biki Novel Strawberry Cream-Kiss yang keren banget, I’m your big fan kak??? Kapan kak Felice bikin novel lagi, aku akan dengan amat sangat setia menunggu novelmu kak.. *sok deket*. Pokoknya gomawoo semuanya.. sampai jumpa lagi di ff aku selanjutnya.. *pelukreaders*

Kalau ada yang mau temenan ma author bisa ke twitter @Yenis010191, mention kalo mo di folback ya.. Gomawo.. ^^

20 Comments (+add yours?)

  1. kim lily
    Mar 06, 2012 @ 08:06:19

    endingnya donghwa ma raena ngegantung cingu..tp g pa2 bsa d buat imajinasi readersny sndri..g nyangxa d part 9 bxalan end..tp ff ini xeren..jd pngen tau novel aslinya.d tnggu xarya yg lain

    Reply

  2. inggarkichulsung
    Mar 06, 2012 @ 09:00:09

    bagusnya.. finally happy ending donghae sm Youngmi dan Donghwa pedekate sm Shin Raena.. so sweet author.. great n sweet story

    Reply

  3. amal
    Mar 06, 2012 @ 09:16:16

    thor, sekeul donghwa-raena dong

    Reply

  4. Miss Jaejoong
    Mar 06, 2012 @ 12:02:35

    1 buat author, SEQUEL nya donk…. g bsa ngebyangin deh kalo it d0nghae maen drama bneran, keren…. sequel sequel, saia bl0m puas yg raena ma donghwa, hrusnya donghae jd mak comblang bwt donghwa hahaha…

    Reply

  5. kimyoonhae
    Mar 06, 2012 @ 15:34:03

    endingnya seru 😀 happy end…
    thor bikin sequel dong buat raena sama donghwa 😀
    ffnya daebak, fighting!

    Reply

  6. Mayleen
    Mar 06, 2012 @ 15:47:14

    keren chingu…
    akhirnya donghae ma youngmi… n setidaknya donghwa dh nyadar kalo dy da feeling lebih ke rae na,,,hohohooo

    Reply

  7. shaaaaw
    Mar 06, 2012 @ 16:11:02

    Buat side story ttg donghwa-raenanya dong hihihi

    Reply

  8. viechubby love hyukie
    Mar 06, 2012 @ 16:14:42

    Hwaaaa akhirnya slsai jg ‘thor…. Keren ceritanya, tp pengen sekuel wat donghwa ma Raena nya…..!!!! Author daebak…! Pkoknya rus da sekuel….!

    Reply

  9. ndess
    Mar 06, 2012 @ 18:19:55

    yeeesss..akhirnya happy ending 🙂
    kasian banget donghae sampe masuk rumah sakit, pas donghwa dateng nolongin donghae pasti gaya nya keren tuh 😀

    Reply

  10. xna_cloudsjewelspumpkins
    Mar 06, 2012 @ 20:38:49

    Kyaaa…finally ngaku smwa..
    G main pura”an..
    mskpun hae hrs bbk blur dlu..
    Huhu,,kshn bgd ya…
    Hmm adkh squel ??
    msa hae m youngmi hwa g m raena…
    Gntuuuung thor,,

    Reply

  11. ocha
    Mar 07, 2012 @ 17:16:35

    Yaaa
    Sayang endingnya Donghwa-Raena ngegantung gitu
    Btw, nice ff (y)

    Reply

  12. raraa
    Mar 07, 2012 @ 17:19:39

    thor kok udahan sih ceritanya , kan belum diceritai donghwa jadian sama raena , lanjutin dong heheheh –”

    Reply

    • Layla
      Mar 07, 2012 @ 17:34:27

      Daebak Author, I Like it… Tapi aku bacanya part 6, 7, dan 9 doank… Ntar kucari dech part lainnya biar paham betul ceritanya… Fighting !!! Kutunggu ff berikutnya…

      Reply

  13. kim eun kyo162
    Mar 07, 2012 @ 23:48:05

    Ending ny klo mnurut aq raena jadian ma donghwa….
    Aq tunggu ff2 lain ny y….
    Fighting!!!

    Reply

  14. Fayuki Yoshi (@fayssung_)
    Mar 08, 2012 @ 16:17:26

    Buat Authornya, aku boleh repost FF ini? FFnya aku post di SuJu FanFiction (FB) Boleh ya? *puppy eyes*

    Reply

  15. Leekaah
    Mar 08, 2012 @ 16:51:13

    kasih tau aku dong link part 1-8 nya, jebbal 😥
    soalnya endingnya bagus banget ^^ ya? ya? ya?

    Reply

  16. dararani
    Mar 10, 2012 @ 21:08:29

    Akhirnyaaaaa chingu, jadi mau rasain strawberry cream nya :O

    Reply

  17. kyurainere
    Mar 19, 2012 @ 01:16:44

    Endingnya kurang enak chingu
    Tapi gpp deh keren kok 🙂

    Reply

  18. Kyu_hae
    Mar 19, 2012 @ 16:16:08

    Akhrny slesai jg bcnya#Ngelap krngt#
    Annyeong 🙂
    Mian bru komen cz,ak bru nmu ff ini td dn lngsng d bca tentunya.
    Stu kta buat authornya D-A DA-E DAE-B DAEB-A-K “DAEBAK”#Capslok jebol d injk heebum#
    Dpt bgt feelnya ,smpt greget pz donghae mo rbut ma mshny donghwa.
    Author trsyg *puppy eyes*
    Sekuelnya dong !
    Mza ,ksh donghwany gntung gtu kn jd SEREM klo gntung *lu kra bnuh diri*
    #plak d gmpr author#
    Gomawo 🙂

    Reply

  19. hanakimi
    Mar 20, 2012 @ 20:50:02

    nice ff.author daebak.sara juga ingin buat ff tapi selepas seminggu,saya pasti tidak akan mempedulikannya lagi.malang bagi readers ku…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: