Our Weird Wedding Part 8

Our Weird Wedding Part 8

Author : Yoonhae
Cast : Donghae, Hankyo
Genre : Romance
Rating : PG-16
Type : Chapter 8

Annyeong! Masih ingat dengan ff abal abal ini?
Kalau masih baca ya… kalau lupa atau belum baca, silahkan obrak abrik library Kami
Sama seperti part sebelumnya, part ini agak galau lagi.
Bukannya author hoby ngebuat readers galau *sebenarnya emang iya :p
Tapi emang ceritanya kayak gini, setiap part pasti ada senang dan sedihnya
Oya, ini part 2 terakhir
Udah dulu ya cuap cuapnya
Bagi yang baca jangan lupa tinggalin comment
Gomawo ^^

__________oOo__________

i really don’t know
only your words, i really can’t understand it
in what mindset are you doing this? What is the reason behind you constantly acting like this? Understand my congested heart
what you are thinking
i really don’t know
i don’t know why you are so frustrated
or why you are mad, i don’t know
i can’t function without you, i only love you
you who used to only love me
i have no idea
what you are thinking
i really don’t know

__________oOo__________

Disarankan untuk memutar lagu Super Junior She’s Gone

Pria itu berjalan keluar dari gedung SM dengan wajah kusut, dipundaknya seperti sedang memikul beban yang amat berat, dan pada saat itu juga jantungnya hampir meledak. Ia masih belum bisa menerima pa saja yang baru didengar oleh telinganya sendiri. Apakah dia tega dan akan mengikuti tipuan yang dimaksud oleh gurunya itu? Ia terus merutuki dirinya sendiri, tak lupa, air mata terus mengalir, menemani kesedihannya saat ini

Pria itu membuka pintu mobilnya dengan lemah, kemudian membenamkan kepalanya di atas stir mobil. Ia ingin sekali pulang ke apartemen dan memeluk istrinya itu. Tapi ia tidak berani, ia berfikir, kini ia telah berubah menjadi pria pengecut. Pria yang tidak bisa melindungi istrinya sendiri

Cukup lama pria itu didalam mobil dan menangis dalam diam. Pria itu berusaha tegar dan menghapus air matanya dengan punggung tangannya. Pada saat itu, ia melihat sepasang keksaih tengah berjalan bergandengan tangan disertai rona kebahagiaan dari keduanya. Pria itu menyinggungkan sebuah senyuman. Dibenaknya ia berharap, seandainya dia bisa seperti itu. Lagi lagi hatinya sakit. Pria itu, dia terlalu lemah, terutama malam ini

Ia mengendalikan mobil audi putihnya dengan pelan. Akhirnya ia tiba di apartemennya. Apa dia harus mengatakan yang sebenarnya kepada istrinya itu? Atau lebih memilih rancana awal untuk menyembunyikannya? Entahlah

Ia memasukkan password pada pintu apartemennya, setelah itu pintu tersebut terbuka. Gelap, apa istrinya mengadakan suprise party lagi untuknya? Segera ia berjalan menjajaki dinding untuk mencari tombol saklar

KLEEK

Apartemen itu menjadi terang. Ia segera berjalan ke sofa dan menghempaskan tubuhnya di atasnya. Sepi, pria itu berfikiran mungkin istrinya sudah tidur. Mengingat pada saat ini sudah jam 12 malam. Disofa itu, dia berusaha untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu, sebelum bertemu dengan istrinya dikamar

Setelah berhasil menenangkan diri, ia segera berjalan menuju kamar. Ia sangat merindukan wajah istrinya yang baru beberapa jam ia tinggalkan. Melihat wajah dan senyum istrinya merupakan suatu kebutuhan primer yang tak tergantikan olehnya

Ia menatap seluruh sisi kamar. Kamar itu tampak bersih dan rapi. Tak ada Hankyo disana, namun pria itu tetap tenang. Mungkin istrinya itu sedang di toilet. Sekitar 5 menit ia menunggu istrinya itu keluar dari toilet, namun, tidak menunjukkan bukti bahwa istrinya ada didalamnya. Pria itu mulai khawatir, dan mengecek kedalam toilet

“Hanhan-ah!” Teriak pria itu dari dalam toilet. Ia tidak menemukan istrinya didalamnya
“Hanhan-ah!” Teriak pria itu lagi. Kini ia beranjak dari kamar dan berlari ke arah dapur. Ia berusaha mencari sosok istrinya, namun tetap tidak ada
“Hanhan-ah! Kau dimana?! Hanhan-ah! Jangan sembunyi! Jangan bercanda denganku!” Teriak pria itu lagi. Keringat dingin mulai berceceran di pelipisnya. Wajahnya menegang seketika

Setelah mengitari dapur, ia segera mencari Hanhan di ruang tamu, namun hasilnya sama. Ia juga mencari istrinya itu di kamar dongssaengnya, serta balkon apartemennya. Dan hasilnya nihil, tidak ada Hankyo dimanapun

“HANHAN-AH!!!” Teriaknya frustasi. Ia mengacak rambutnya dan air matanya keluar begitu saja. Ia kembali kedalam kamar dan mengecek keadaan lemari. Apakah Hankyo kabur? Ya… itu lah yang ia fikirkan pada saar itu

Ia membuka pintu lemari kasar, melihat semua pakaian yang ada di dalam lemari itu. Pakaian Hankyo masih utuh, hanya saja. Ia tidak menemukan tas yang biasa Hankyo gunakan sehari harinya

Pria itu menggepalkan tangannya kuat, dan pada saat itu juga air matanya menetes untuk kesekian kali. Pikirannya kalut, dan pada saat itu, ide untuk menelfon Hankyo segera terlintas di fikirannya. Segara ia mrampas ponselnya dari saku celananya. Dengan cekatan, jarinya memencet nomor ponsel istrinya itu. Lama ia menunggu, hingga akhirnya seseorang menjawab panggilannya

“Yoboseo….” Jawab seseorang dari balik sana. Donghae yakin, itu adalah suara istrinya, Hankyo
“Hanhan-ah! Kau dimana!” Tanya Donghae tidak sabaran
“Donghae-ah….” Ucap Hankyo lemah. Suaranya terdengar parau.
“Hanhan-ah! Ayo cepat katakan kau dimana! Sudah malam! Katakan sekarang kau dimana!!” Bentak Donghae. Ia benar benar takut dengan keadaan Hankyo
“Kau tidak perlu menjemputku. Aku bisa pulang sendiri jika aku mau…”
“Hanhan-ah! Aku serius!”
“KAU TIDAK PERLU MENJEMPUTKU KARNA AKU TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI KE APARTEMENMU LEE DONGHAE!!” Bentak Hankyo dari balik telfon, kemudian sebuah tangisan terdengar dengan jelas
DEG~
Ia terdiam.
Hati Donghae terasa sangat sakit. Seperti ditusuk oleh ribuan jarum dan itu sangat menyakitkan. Sangat. Donghae mengatur nafasnya yang tidak terkendali
“Mianhae…” Kemudian suara lembut yang disertai dengan rasa penyesalan diucapkan oleh hankyo, ia menangis lagi
“Hanhan-ah… apa maksudmu? Apa maksud perkataanmu?” Suara Donghae sedikit merendah. Hankyo berusaha untuk mengatur nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Donghae
“Semuanya, aku sudah tahu semuanya”
“Maksudmu?” Donghae takut, jangan bilang Hankyo tau tentang permasalahan yang tengah menimpa mereka
“Tentang foto yang tersebar luas, juga tentang pilihan Sooman. Aku tau semuanya” Jawab Hankyo lemah. Donghae kalut, pikirannya benar benar kacau. Dari mana Hankyo tahu masalah ini? Ia menyenderkan tubuhnya di balik pintu lemari. Ia takut, tubuhnya akan tumbang seketika.
“Kau tau?”
“Ne, dan kau menyembunyikannya dariku!”
“Jadi, alasan kau pergi”
“Itu pilihanku. Aku sadar, dari awal aku hanya merepotkanmu Donghae-sshi. Mianhae, aku tidak ingin merepotkanmu terus. Kau bodoh! Harusnya tanpa berfikir panjang kau harus memilih Super Junior dan meninggalkanku! Itu gampang!”
“Hanhan-ah!” Pekik Donghae, ia tidak terima dengan argumen Hankyo
“Wae? Aku benar. Kau fikir aku mau melihatmu memilihku lalu meninggalkan Super Junior? Kau fikir aku tidak tau bagaimana perjuanganmu pada saat trainee dan debut? Aku fikir aku tidak tahu cita citamu? Ayahmu?”
Donghae terdiam sejenak. Air mata keluar dari pelupuk matanya
“Hanhan-ah…” Panggilnya lemah
“Mianhae, Donghae-sshi… mianhae. Aku mohon, jangan khawatir dengan keadaanku eo? Jangan mencariku lagi. aku akan hidup dengan tenang”
“Hanhan-ah…” Belum sempat Donghae melanjutkan kalimatnya, Hankyo sudah berbicara duluan
“Jangan lupa sarapan pagi, kau harus bangun pagi. Jangan terlalu lelah. Jangan terlalu pulang larut malam. Jaga kesehatanmu… ara…”
“Hanhan-ah.. aku mohon, jangan seperti ini!”
“Mianhae Donghae-sshi….”
“Jangan panggil aku Donghae-sshi!” Teriak Donghae, apa Hankyo benar benar akan meninggalkannya sampai harus memanggilnya dengan embel embel sshi?
“Wae. Kenapa? Bukankah itu memang namamu?”
“Aku tidak suka!”
“Terserah apa maumu. Donghae sshi….” Panggil Hankyo, ia menghembuskan nafasnya pelan sebelum melanjutkan kalimatnya “Dengarkan aku baik baik. Aku hanya mengatakan hal ini sekali saja”
Donghae diam, mencoba untuk mendengarkan perkataan Hankyo, sesuai perintahnya
“Na… jeongmal…. saranghae… yeobo-ya… “ Ucapnya dengan suara parau “nae yeobo… Donghae-ah… saranghae…” Ucap Hankyo pelan sambil terisak. Pada saat itu juga air mata Donghae kembali menitik, membahasi pipinya

Tuuutt… sambungan ponselnya mati.
“Hanhan-ah! Hanhan-ah!” Teriaknya, ia mencoba memanggil manggil nama istrinya. Tapi percuma, Hankyo tidak akan bisa mendengarnya lagi. Ia mencoba untuk menguhubungi Hankyo lagi, tapi tidak bisa. Hankyo mematikan ponselnya

“Arrgghh!!” Donghae berteriak frustasi. Ia melemparkan ponselnya kesembarang tempat. Tidak peduli dengan keadaan ponselnya setelah ini. Matanya panas. Hankyo tidak boleh pergi. Ia bertekat, harus menemukan Hankyo pada malam itu juga. Harus!

Ia segera menyambar kunci mobilnya dan berlari menuju parkiran. Malam ini, ia akan mencari Hankyo, dimana pun.

oOo

Hankyo Pov
Tuutt…
Aku segera memutuskan sambungan ponselku. Kemudian kumatikan ponselku. Mendengar suaranya membuat jantungku terasa sakit. Apakah pilihanku ini benar? Apakah aku bisa meninggalkannya? Air mataku mengalir lagi. Kenapa harus kau Lee Donghae?! Kenapa kau adalah artis?! Apa kau tidak bisa hidup bebas sepertiku?!
“Agasshi… ghenchana?” Tanya sopir, ia menatapku khawatir dari kaca spionnya. Aku segera menghapus air mataku dan menangguk kecil, memastikannya bahwa aku baik baik saja
Ya, aku memang kabur, aku tidak akan pernah kembali ke apartemen itu lagi. Tidak ada yang tahu tentang rencana kaburku ini, kecuali Kyuhyun oppa, ya… dia yang membantuku setelah aku bermohon mohon padanya

Flashback
“Aku butuh bantuanmu” Pintaku. Dia mengerutkan keningnya
“Bantuan?”
“Ne, aku tidak akan membiarkan Donghae keluar dari Super Junior”
“Maksudmu?” Dia mencengkram bahuku kuat. Aku menunduk
“Aku akan mengalah, aku akan pergi dari sini…” Aku mengangkat wajahku kembali, kulihat rahangnya sedikit mengeras “Aku… aku akan meninggalkan Donghae, oppa…” Ucapku, kemudian kembali menangis. Kyuhyun oppa melepaskan cengkramannya dari bahuku. Ia beranjak dari sofa
“Gila! Kau gila Hankyo-ah! Kau benar benar gila!”
“Oppa… aku sudah memikirkannya matang!”
“Kau fikir dengan rencanamu itu akan menyelesaikan masalah?!” Teriaknya padaku. baru kali ini aku melihatnya semarah itu
“Setidaknya dia tidak akan keluar dari Super Junior! Aku tahu betul cita citanya sejak kecil! Bagaimana pengorbanannya selama ini! aku juga tahu apa yang diharapkan oleh ayah dan keluarganya!” Kyuhyun oppa terdiam seketika, dia mencoba untuk mencerna perkataanku
“Oppa…” Panggilku pelan, dia tidak menjawab
“Aku mohon, bantu aku. Aku tidak ingin merepotkannya lagi”
“Han Hankyo. Jelaskan padaku. Apa yang akan kau lakukan apabila kau kabur?! Bagaimana nantinya dengan Donghae hyung! Bagaimana dengan kuliahmu?! Apa kau tidak memikirkan itu!”
“Donghae, aku yakin…. dia bisa menjaga dirinya. Dan masalah kuliahku, aku tidak akan melepaskannya. Aku akan melanjutkannya. Mulai hari ini, aku akan tinggal di asrama Kyunghee”
“Di asrama Kyunghee?” Tanya Kyuhyun oppa. Aku mengangguk. Dia berdecak pelan, kemudian mengacak kasar rambutnya
“Lalu, apa yang akan kau lakukan disana?”
“Aku akan fokus kuliah”
“Fokus kuliah? Aku tidak yakin kau bisa fokus kuliah. Bagaimana jika suatu saat kau merindukan Donghae hyung?”
“Aku akan berusaha. Aku akan berusaha untuk tidak merindukannya”
“Gila!”
“Lalu, bagaimana jika Donghae hyung merindukanmu?”
…………………………. Aku diam, untuk pertanyaan yang satu ini aku tidak bisa menjawab.
“Lalu, sebenarnya, kau ingin aku membantu apa?”
“Kau ingin membantuku?”
“Katakan”
“Aku ingin kita tetap berteman oppa, aku ingin kau memperhatikan keadaan Donghae. Aku akan mengawasinya dari jauh. Aku akan menelfonmu untuk menanyakan keadaannya” Ucapku. Kyuhyun mengusap wajahnya.
“Lalu?”
“Permintaanku yang terakhir, aku ingin membuat kenangan bahagia untuknya. Aku ingin memberinya kejutan malam ini. Oppa… aku mohon bantu aku…” Pintaku. Dia menatapku iba. Kemudian berjalan kearahku. Dia menghapus air mataku dengan jarinya
“Dengar Hankyo. Aku tahu bagaimana perasaanmu. Tapi apa kau yakin dengan pilihanmu ini?!” aku mengangguk. Dia berdecak kesal. Kemudian kurasakan tubuhku menghangat. Kyuhyun oppa memelukku “Ara, kalau itu maumu. Aku akan membantumu” Ucapnya pelan sambil mengusap rambutku. Apa aku tidak salah dengar? Dia akan membantuku?
“Oppa…. gomawo….” Ucapku pelan, sambil membenamkan wajahku di dada bidangnya
“Jangan berterima kasih padaku. aku tidak ingin mendengarnya! Ck, seandainya aku bertemu denganmu terlebih dahulu, masalah ini tidak akan terjadi…” Gumamnya pelan, namun masih bisa kudengar. Apa maksudnya
“Oppa… maksudmu?” Tanyaku, aku melepaskan tubuhku dari pelukannya. Ia membalikkan tubuhnya
“Sudahlah, lupakan. Ayo.. kita harus membuat kejutan untuk Hyung….” Ucapnya sambil berjalan ke arah dapur
Flashback End
oOo

Sekarang aku sudah tiba di asrama Kyunghee, apakah pihak asrama mengizinkanku masuk. Kulirik jam tanganku. Sudah jam 1 pagi.
Aku berkeliling asrama. Dan akhirnya, aku menemukan ruangan informasi, dan aku menemukan seorang wanita yang menurutku berumur 30 tahunan. Aku rasa, dia adalah penjaga asrama
“Annyeong…” Sapaku
“Annyeong…” Dia memerhatikanku dari atas hingga bawah
“Nanaeun… Han Hankyo imnida, aku mahasiswa yang akan tinggal di asrama ini” Aku memperkenalkan diriku. Dia mengangguk dan tersenyum
“Aigo… apa kau begitu bersemangat untuk tinggal di asrama ini? kenapa kau pindah sepagi ini?” Tanyanya. Aku hanya terkekeh pelan. Aku bingung harus menjawab apa
“Arasseo. Kau boleh tinggal di asrama ini” Ucapnya
“Gomawo….” Jawabku sambil membungkukkan badan
“Oya, sebelum kuberikan kau kunci asrama. Kau harus menunjukkan kartu tanda mahasiswamu, kau bawa?” Tanyanya. Aku segera merogoh tasku. Dan mencari kartu mahasiswa di dompetku. Omo?! Kemana perginya kartu itu?! Kenapa tidak ada!
Aku semakin takut, seandainya kartu itu benar benar hilang! Aku mencoba mengigat ingat, dimana kuletakkan kartu itu. Astaga! Kartu itu tertinggal di apartemen Donghae! Otokhae?! Aku lupa, pada saat mendaftar di Kyunghee. Aku mengeluarkan kartu itu dari dompet dan meletakkannya di dalam map yang berisi file file pada saat pendaftaran. Dan map itu ku letakkan di laci meja! Aigo~ otokhae
Wanita itu mengerutkan keningnya
“Mana kartunya?” Tanyanya. Aku menggeleng pelan
“Mianhamnida, aku lupa membawanya…” Ucapku pelan “Tapi, apakah aku masih bisa tinggal di asrama pagi ini? aku janji. Nanti siang, aku akan mengambil kartuku” Ucapku sopan sambil membungkukkan badanku
Dia menggeleng pelan “Mianhae, sudah peraturan disini. Kau tidak bisa tinggal di asrama ini jika tidak menunjukkan kartu mahsiswamu. Pihak universitas takut, nantinya kau disangka penguntit. Jika kau ingin tinggal disini, kau harus mengambil kartumu dan menyerahkannya padaku lagi. ara?” Ucapnya tegas. Aku mengangguk
“Arasseo….” Jawabku pelan. Kemudian kubalikkan tubuhku. Apakah aku harus kembali ke apartemen Lee Donghae?! Tapi aku tidak ada pilihan lain. Jika aku ke panti, aku yakin, Donghae pasti akan menemukanku disana. Tapi, jika aku ke apartemen. Aku takut akan bertemu dengannya. Otokhae?!
Aku tidak tahu harus tinggal dimana lagi untuk sementara. Sepertinya aku memang harus kembali ke apartemen Donghae dan mengambil kartu mahasiswaku secara sembunyi sembunyi. Semoga saja berhasil
Aku sudah tiba di depan pintu apartemen Donghae. Aku menghembuskan nafas pelan. Aku takut, bagaimana jika aku ketahuan? Aigo~ aku mohon. Selamatkanlah aku.
Dengan pelan, ku tekan beberapa tombol yang melekat di pintu. Ya, nomor itu, aku selalu mengingatnya. Setelah itu, ku putar kenp pintu pelan
CLEKK
Berhasil. Aku berusaha untuk memasuki apartemen itu dengan derap langkah yang pelan. Apartemen ini gelap sekali. Apa Donghae sudah tidur? Segera ku masuki kamarnya, untungnya tidak dikunci. Kamar ini, aku akan selalu merindukannya
Berberda dengan ruangan tamu, kamar ini terang. Dan pada saat kumasuki, aku bisa melihat seseorang yang sedang terkapar dengan lemah di tempat tidur. Dia suamiku, Lee Donghae! Apa yang dia lakukan?! Kenapa posisi tidurnya seperti itu?! Ia tertidur dengan posisi terlungkup. Setengah dari tangan dan kakinya terjuntai kebawah. Donghae-ah~
Aku ingin sekali menghampirinya dan membetulkan posisi tidurnya itu, tapi segera kutepis rencana yang bodoh itu. Ingat! Apa tujuanmu kesini? Hanya untuk mengambil kartu mahasiswa! Tidak lebih!
Dengan susah payah ku lawan keinginanku itu. Akhirnya aku mengalah, aku segera berjalan pelan ke arah meja yang terletak di samping kasur. Dengan pelan kubuka laci meja tersebut. Untungnya map itu masih berada disitu dalam keadaan rapi. Segera kuambil dan kumasukkan kedalam tas. Inilah saatnya untukku pergi dari sini. Tapi hatiku terasa sangat berat. Aku sama sekali tidak ingin meninggalkan tempat ini. ayolah… jangan mengingat pria itu lagi Hankyo-ah….
Walaupun aku sudah berusaha untuk tidak melihat ke arahnya, tetapi tidak bisa. Aku tidak bisa menahan egoku untuk tidak melihatnya. Akhirnya, kutolehkan kepalaku menghadap kearahnya. Secara perlahan namun pasti, aku mendekat kearahnya. Aku berjongkok, berusaha menyamakan posisiku padanya. Aku berjanji, hanya seperti ini, setelah itu aku akan pergi
Ku pandangi wajahnya setiap inci. Wajahnya terlihat sangat lelah, dan kusut. Matanya sembab, Donghae-ah… mianhae, ini semua karna ku
Tanpa diduga, tanganku bergerak sendiri untuk menelusuri wajahnya. Aku merapikan rambutnya dan mengusap pelan pipinya. Wajah suamiku ini… Mataku tampak buram. Aku yakin, sebentar lagi akan ada tetesan air mata yang mengalir dari pelupuk mataku. Aku, semakin berat untuk meninggalkannya
Hankyo Pov End

oOo

Donghae Pov
Aku sudah berada di apartemenku. Aku sudah lelah, aku sudah mencarinya dan berkeliling Seoul, dan pantipun tak luput dari pencarianku. Dan hasilnya, nihil! Aku tidak bisa menemukannya. Aku ingin sekali mengitari semua kota di Korea Selatan ini. Tapi sayangnya, tubuhku tidak bisa bekerja sama saat ini, Tubuhku benar benar sangat lelah.
Setibanya di dalam kamar, aku langsung menghempaskan tubuhku di atas kasur, tak peduli dengan posisiku yang buruk ini. Aku tidak peduli, dan pada saat itu juga, kurasakan mataku berair. Aku menangis, ya… aku menangis karna kebodohkanku sendiri. Ya! aku bodoh! Aku bodoh karna tidak bisa menjaga wanitaku sendiri! Bodoh. Aku menangis dalam diam, dan sejak saat itu, aku sudah tak sadarkan diri lagi. aku tertidur

oOo

Aku mendengar derap langkah seseorang yang memasuki kamarku? Siapa dia?! kubukakan mataku perlahan, Hanhan?! Ya… aku melihat Hanhan sedang membuka laci yang terletak disamping kasurku. Tidak! Ini tidak mungkin! Dia tidak mungkin kembali! Ini pasti mimpi! Ya… ini pasti mimpi. Aku segera menutup mataku kembali
Dan sekarang, aku bermimpi Hanhan sedang mendekatiku dan memandang wajahku dengan seksama, bisa kurasakan tangannya yang lembut merapikan rambutku dan mengelus lembut pipiku. Apa aku terlalu merindukannya sampai aku bermimpi seperti ini?
“Hanhan-ah…” Panggilku. Aku tidak peduli ini mimpi atau tidak. Setidaknya aku bisa melepaskan kerinduanku padanya
Dia terkejut, dia segera mepelaskan jemarin lembutnya dari wajahku. Namun, segera ku tahan. Walaupun kau bisa pergi dariku di dunia nyata, jangan harap kau bisa pergi dariku dari dunia mimpi Hanhan-ah!
“Dong…hae…” Panggilnya pelan. Aku segera mendudukkan tubuhku. Dia berdiri, dan pada saat itu juga. Aku langusung memeluk pinggangnya. Walaupun didalam mimpi, aku tetap bisa merasakan hangat tubuhnya, ini seperti nyata. Dan aku kembali menangis.
Aku melepaskan pelukanku dan menarik tangannya, menyuruhnya untuk duduk disampingku. Dia menurut, tanpa berkomentar apa apa. Kulihat matanya berarir, sama denganku
“Kau mau pergi kemana lagi hah? Kau fikir segampang itu bisa pergi dariku?! Kau memang berhasil pergi dariku didunia nyata. Tapi di dunia mimpi seperti ini, aku tidak akan melepaskanmu! Ara?!” Bentakku, wajahnya menegang seketika. Aku langsung memeluk tubuhnya erat. Aku mohon, jangan bangunkan aku dari mimpi ini. Diapun membalas pelukanku
Setelah memeluknya cukup lama, kulepaskan pelukanku itu. Aku menatap matanya dalam, dia menangis, segera kuusap air matanya yang hangat itu
“Uljima…” Dia menundukkan wajahnya. Aku tidak tahan lagi melihat kondisinya seperti ini. Aku sangat tersiksa.
Ku angkat wajahnya, dan kupandangi lagi matanya lekat. Perlahan namun pasti, kudekatkan wajahku pada wajahnya. Tangan kananku kugunakan untuk meraih tengkuknya, sedangkan tangan kiriku kugunakan untuk menarik pinggangnya agar lebih mendekat kepadaku. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang tidak teratur menerpa wajahku.
“Hanhan-ah~” Ucapku pelan sebelum permukaan bibirku menyentuh permukaan bibirnya “ Saranghae…” Sambungku sebelum akhirnya bibirku benar benar bersentuhan. Aku menciumnya dengan lembut. Aku tidak ingin terbangun saat ini juga, aku mohon, jangan bangunkan aku. Air mataku tak kuasa ku tahan lagi, ia mengalir begitu saja, begitu juga dengannya. Bisa kurasakan pipi kami yang saling bersentuhan basah. Air mata kami menyatu?
“Hanhan-ah… kajima…” Ucapku setelah melepaskan ciumanku, dia hanya diam, nafasnya masih tidak teratur
“Hanhan-ah… kajima, aku mohon..” Ucapku lagi, dia menunduk
“Tidurlah…” Jawabnya pelan, aku menggeleng. Aku tidak ingin tidur. Aku takut, jika aku kembali tidur, dia akan meninggalkanku dan aku terbangun. Aku tidak ingin menangis jika bangun nanti. Aku tidak ingin mimpi indah ini berakhir begitu saja
“Shireo! Aku tidak ingin tidur, kau akan meninggalkanku!”
“Ya… aku tidak akan meninggalkanmu, eo? Aku akan menemanimu untuk tidur, tidurlah Donghae-ah… kau harus menjaga kesehatanmu….” Ucapnya lembut.
“Jinjja… kau harus menemaniku, tidak boleh meninggalkanku!” Dia mengangguk pelan. Kemudian dia mulai menuntunku untuk membaringkan tubuhku, aku mengikut. Setelah itu dia membaringkan tubuhnya tepat disamping tubuhku. Dia menarik selimut dan menutupi tubuh kami berdua
“Tidurlah…” Ucapnya lagi, jemarinya menyeka air mataku dengan lembut, dan setelah itu, dia mencium hidungku. Aku tersenyum. Segera ku tarik pingganya untuk mendekat kearahku. Kuletakkan kepalanya di atas dada bidangku. Biarkanlah seperti ini, walaupun di alam mimpi, aku ingin kau mendengarnya, suara jantungku. Aku harap kau bisa mengartikan suara jantungku ini
“Hanhan-ah… saranghae…” Ucapku lembut sambil mencium puncak kepalanya
“Nado….” Jawabnya lemah. Itulah kata kata terakhir yang kudengar sebelum kehilangan kesadaranku
Donghae Pov End

oOo

Hankyo Pov
Aku tertidur di dalam dekapannya, kepalaku berada di atas dada bidangnya. Aku bisa merasakan detakan jantungnya yang berburu dengan cepat, dan aroma tubuhnya tercium dengan jelas. Aku mencintai suamiku. Aku ingin setiap malam seperti ini. tapi tidak bisa, ini adalah kesempatan terakhirku.
Aku harus segera pergi dari sini, sebelum dia terbangun. Karna dia mengira, semua yang terjadi tadi adalah mimpi. Donghae-ah… ini tidak mimpi, ini kenyataan. Aku memang tengah berada disini, bersamamu.
Ku lepaskan pelukannya dari pinggangku pelan. Berhasil, setelah itu aku segera beranjak dari kasur, untungnya dia tidak sadar. Dan pada saat itu juga aku segera pergi dari kamar itu. Kututup pintu kamarnya dengan pelan dan segera keluar dari apartemennya
. Setibanya diluar apartemen, kusenderkan tubuhku di balik pintu. Aku memegangi dadaku. Sesak… sangat sesak dan menyakitkan. Dongahe-ah… otokhae?!

oOo

“Kamsahamnida~” Ucapku sopan pada ahjumma yang mengepalai asrama kampus itu. Ya…. setelah pulang dari apartemen Donghae dan mendapatkan kartu mahasiswaku, aku segera menuju ke asrama Kyunghee. Untungnya dia mau memberikan kunci asrama untukku. Mulai saat ini, aku harus bisa melupakan Donghae, aku harus fokus untuk menamatkan kuliahku. Jangan memikirkannya lago Hankyo-ah.
Hankyo Pov End

oOo

Donghae Pov
Aku berada di kantor SM, sebentar lagi, konferensi pers segera dimulai. Sebelum acara dimulai, aku lebih memilih untuk duduk di luar area ruangan konferensi pers. Aku memijat keningku pelan. Aku teringat tentang mimpiku tadi malam. Hankyo datang menemuiku, dan dia berjanji tidak akan meninggalkanku. Tapi? Ketika aku bangun, aku sudah tidak melihatnya lagi. Aku tahu itu hanya mimpi. Tapi hembusan nafasnya, sangat terasa. Seperti nyata. Dan hasilnya, aku terbangun dengan kondisi bantalku yang basah. Ya… aku menangis, menangis karna telah ditinggal olehmu, walaupun hanya didunia mimpi
Aku mengadahkan kepalaku ke atas. Aku tidak boleh menunjukkan kesedihanku.
“Hyung!” Seseorang memanggilku. Ini suara Kyuhyun. Kutolehkan wajahku ke sumber suara. Dugaanku benar, itu memang Kyuhyun. Dia tidak sendiri, dibelakangnya ada Hyukjae, Siwon, serta Teuki hyung. Kenapa mereka ada disini?
“Kalian….”
“Hyung, kau sudah siap? Apa yang akan kau katakan nanti?” Tanya Kyuhyun setibanya dia di hadapanku. Setelah itu ia ikut duduk disebelahku. Begitu juga dengan Teuki hyung, siwon, dan Hyuk
“Entahlah, aku belum tahu, aku belum memikirkannya” Ucapku pelan. Teuki hyung berdecak kesal. Sedangkan Siwon dan Kyu yang berada di sampingku berusaha menenangkanku, mereka memukul pundakku pelan
“Hae, konferensi pers ini sangat penting. Jangan sampai kau salah berbicara, jika tidak, akibatnya akan fatal…” Ucap Teuki hyung, sepertinya dia takut jika aku berbicara yang tidak tidak. Jujur, aku memang tidak tahu apa yang harus kukatakan nanti. apakah aku harus berbicara sesuai dengan dialog yang diberikan oleh Sooman seusangnim, atau aku harus jujur kepada media bahwa wanita itu adalah istriku? Arrghh! Kepalaku seperti mau pecah.
“Hae… ghenhana?” Tanya Hyuk khawatir, sepertinya raut kekecewaan dan kesedihan terlihat jelas diwajahku
“Nan ghenchana….”
“Hae!” Ah suara berat itu, itu suara Sooman seusangnim
“Annyeong seusangnim…” Ucapku setelah berdiri dari dudukku. Aku membungkukkan tubuhku
“Ne, kau sudah siap? Kau sudah menghafalnya?” Tanyanya lagi. Dialog kemarin? Cihh… apa aku harus menghafal semua omong kosong itu?
Aku menggeleng pelan. Dia mengekrutkan keningnya
“Maksudmu?”
“Aku tidak begitu hafal…” Bohong, sebenarnya aku hafal bagaimana isi dialognya, hanya saja aku sama sekali tidak berkeinginan untuk menyampaikannya kepada publik. Dia menghembuskan nafasnya kasar. “Kau ini! Kita sudah tidak punya waktu lagi! terserah kau mau bilang siapa wanita itu! Asalkan jangan kau bilang wanita itu adalah kekasih atau istrimu! Awas saja kalau salah berbicara! Kajja!” Ancamnya padaku. Aku mengangguk mengerti, kemudian mengikutinya. Inilah saatnya, Hanhan-ah~ apa yang harus kukatakan?!
Aku sudah berada di ruangan pers. Kulihat, banyak sekali wartawan dari berbagai media yang tengah duduk bahkan berdiri dihadapanku. Suasananya ruangan ini yang mulanya tenang menjadi riuh seketika karna kehadiranku.
Sooman seusangnim menyuruhku untuk duduk di bangku tengah. Dan pada saat itu kurasakan beberapa cahaya yang menyilaukan menimpa wajahku.
Sooman seusangnim menyuruh mereka untuk sedikit tenang. Dan mereka menurut, kini suasana kembali tenang. Setelah itu, Sooman seusangnim mengemukakan pendapat dan tujuan di adakannya konferensi pers ini. Setelah selesai bercuap cuap, dia memberikanku kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari wartawan
“Donghae-sshi… apakah benar foto yang beredar di dunia maya adalah fotomu?” tanya salah satu wartawan. Aku menggangguk. Itu memang aku, aku tidak bisa berbohong. Setelah mendapatkan anggukan dariku, ratusan cahaya kamera kembali menyerang wajahku.
“Donghae-sshi… benarkah foto itu diambil pada saat kau sedang berlibur di Venesia?” Tanya wartawan lainnya. Aku mengangguk lagi, dan hal yang sama terjadi lagi. susana kembali ricuh
“Dan wanita itu, apakah wanita itu adalah kekasihmu? Siapa namanya?”
………………… Aku terdiam. Aku harus menjawab apa?! Suasana yang ricuh menengang seketika. Mereka menunggu jawabanku dengan diam. Aku melirik Sooman seusangnim yang duduk disampingku. Dia berdehem pelan. Aku tahu maksudnya. Pasti dia menyuruhku untuk berbicara sesuai dengan dialog yang telah diberikannya padaku
Aku bingung. Aku sangat bingung. Disatu sisi, aku tidak ingin menyakiti hanhan apabila dia menonton TV dan melihatku berbicara bohong. Namun disisi lain, aku juga tidak akan mengecewakan ELF dan juga Sooman serta hyungku. Aku menyayangi mereka semua. Ayolah Lee Donghae… apa yang harus kau lakukan?!
CREKK! Lagi lagi kamera sialan mereka mengganggu indra penglihatanku
“Ayo.. Donghae-sshi… siapa wanita itu? Apakah wanita itu kekasihmu? Siapa namanya? Kalian liburan bersama di Venesia?” Tanya wartawan yang lain lagi. Apakah pertanyaan kalian tidak bisa diubah? Apakah aku harus menjawabnya?! Appa~ otokhae?!
Ratusan cahaya kamera kembali menerangi wajahku. Membuat mataku silau, mereka sudah tidak sabar untuk menunggu jawabanku lagi.
Aku menelan ludah. Otakku berfikir keras, apa yang harus kukatan. Aku mengehmbusakan nafas pelan. Baiklah, aku rasa ini keputusan yang terbaik untuk saat ini. Semoga saja ku tidak menyesal setelah mengatakannya
“Aku…” Ucapku pelan, semua wartawan berdiri, mereka menyaksikanku dengan seksama “dan wanita itu…” Sambungku lagi. Aku menggepalkan tanganku kuat “Kami-“ Aku mengehala nafas berat, aku berniat untuk mengungkapkan kebenaran kepada publik
“Kami adalah…” Ucapanku terputus pada saat kurasakan kakiku ditentang oleh seseorang. Kupastikan kaki jahat yang menendang kakiku adalah kakinya Lee So Man
Dia bergidik ke arahku. Matanya menatapku horor
Aku mendesah pelan. Dia benar benar memaksaku. Aku menjadi bertambah bingung
“Dia…” Ucapku, sebelum lemajutkan uccapanku, aku melirik ke arah Sooman seusangnim. Dia mengangguk. Baiklah, kalau itu maumu
“Dia adalah sepupuku!” Ucapku pada akhirnya. Kalian tahu apa yang kurasakan saat ini?! Jantungku seperti di tusuk ribuan pisau tajam, sangat sakit. Aku menggombarkan suatu kobohongan yang sangat menyiksaku. Ingin rasanya aku berteriak dan berkata jujur. Tapi aku tidak bisa, ada seseorang yang selalu mengawasi dan mengatur hidupku sesukanya. Aku benci seperti ini! Bodoh! Hanhan-ah~ mianhae
CREKKK
Ratusan lampu kamera kembali menerpa wajahku.

oOo

Hankyo Pov
Hari ini statustu kembali menjadi mahasiswa Kyunghee University, setelah melakukan cuti selama 2 semester. Aku benar benar merindukan kampusku.
“Hankyo-ah! Han Hankyo!” Teriak seseorang. Ada yang memanggilku? Kutolehkan wajahku ke sumber suara. Aku membalikkan tubuhku. Terlihat seorang gadis yang sedang berlari kearahku dan tersenyum girang
“Kimi-ya?” Uapku tak percaya
“Hankyo-ah! Kau sudah kembali? Aku fikir kau tidak akan melanjutkan kuliahmu lagi…” Ucapnya. Aku terkekeh pelan, ini semua karna Kyuhyun oppa, jika tidak, apa yang kau katakan benar. Aku tidak akan pernah melanjutkan kuliahku lagi
“Seseorang yang baik hati telah membiayaiku untuk melanjutkan kuliahku” Ucapku
Dia menaikkan alisanya. “Seseorang?” Tanyanya
Aku mengangguk pelan. Aku mohon, jangan bertanya siapa seseorang itu
“Oh…. baguslah, dia baik sekali. Tapi sayang, kita tidak sekelas lagi. Kau tertinggal 2 semester, mulai sekarang aku adalah seniormu! Ara?! Haha” Candanya, aku tertawa kecil.
“Oya, kau mau kemana?” Tanyanya.
“Aku hanya ingin berjalan jalan mengitari kampus ini”
“Bagaimana kalau kutemani? Oya, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat”
“Boleh… suatu tempat?” Tanyaku, dia mengangguk pasti
“Ne, kajja” Ajakknya, dia menarik tanganku.
Ternyata dia membawaku ke ruangan multimedia. Untuk apa dia membawaku kesini? Ruangan yang penuh dengan komputer, Tv, dan seperangkat alat multimedia lainnya tersedia dengan lengkap disini. Tak hanya itu, ruangan yang biasanya sepi menjadi ramai pada hari ini. Begitu aku memasuki ruangan ini, terlihat sekelompok gadis tengah duduk di depan Tv plasma yang berukuran besar di ruangan ini. Apa yang mereka tonton?
“Duduklah… pasti kau sudah lama tidak kesini?” Ucapnya, kemudian dia mendudukkan tubuhnya dibangku. Aku mengikutinya
“Kita… mau nonton apa?” Tanyaku? Dia menghadap kearahku.
“Kita menonton konferensi pers Lee Donghae. Acara yang kutunggu tunggu dari kemarin. Ah itu dia sudah mulai!”
Konferensi Pers? Apa itu maksudnya?! Entah kenapa jantungku mendadak sakit ketika mendengar kalimat konferensi pers. Apa yang akan dikatakannya nanti?
Acaranya sudah dimulai, Donghae yang sedang duduk disamping Lee Sooman terlihat tegang ketika diserbu oleh beberapa pertanyaan dari wartawan. Wajahnya tampak kusut, matanya sembab. Dongahe-ya mianhae-yo
Dan sekarang, saatnya pertanyaan inti. Salah satu wartawan bertanya, siapa aku dan apa hubunganku dengannya. Dia tampak ragu. Donghae-ya aku mohon, jangan menjawabnya dengan jujur.
“Aku…” Ucapnya pelan, “dan wanita itu…” Sambungnya lagi.
“Kami-“ Dia menghela nafas berat. Aku menjadi tegang, begitu juga dengan mahasiswi lainnya
“Kami adalah…” Ucapannya terputus, dan tiba tiba Sooman menatapnya dengan tatapan yang mengerikan. Apa maksud tatapan itu?
“Dia…”
“Dia adalah sepupuku!” Ucapnya pada akhirnya. Sepupu? Aku adalah sepupunya? Tak terasa penglihatanku mulai kabur. Dia mengatakanku adalah sepupunya? Dadaku sesak, nafasku memburu dengan cepat, aku seperti tidak bisa bernafas. Kenapa sesakit ini?! Bukankah itu bagus? Dia menganggapku adalah sepupunya? Bukankah itu lebih bagus dari pada dia mengatakan bahwa aku adalah istrinya?! Tapi tetap saja, hatiku sakit ketika mendengar kata sepupu dari mulutnya.
“Mwoya?! Sepupu?!” Teriak Kimi frustasi.
“Hankyo-ah…” Dia memanggilku pelan. “Kau menangis?” Dia melihatku menangis? Segera kuhapus air mataku dengan punggung tanganku.
Aku menggeleng pelan, sambil tersenyum, “Ani….”
Dia mengerutkan dahinya
“Ah… Kimi-ya… aku ke toilet dulu, annyeong…” Ucapku, kemudian bergegas pergi dari ruangan multimedia itu. Aku tidak sanggup lagi untuk menontonnya. Setibanya di toilet, aku mengurung diri disana. Aku berjongkok dan menyenderkan tubuhku dibalik pintu toilet. Aku menangis sejadi jadinya
Drrttt…
Pada saat menangis, ponselku bergetar tiba tiba. Aku segera mengambil ponselku dari saku celanaku. Ternyata sms dari Kyuhyun oppa

From : Kyuhyun oppa
Kau menontonnya? Konferensi pers? Percayalah, semua yang dikatakannya bohong.

Aku tahu, dan air mataku kembali mengalir begitu saja. Donghae-ah… bagaimana ini?! kenapa rasanya sesakit ini?! Donghae-ah…. hiduplah dengan baik, aku akan selalu mengawasimu. Aku akan menjalani hidupku sendiri, eo? Donghae-ah… annyeong. Semoga dengan begini, kau bisa melupakanku. Begitu juga denganku. Donghae-ah… saranghae. Na… Jeongmal saranghaeyo…

TBC

Akhirnya siap juga part ini. Kepanjangan ya? hehe mianhae
Galau galau-annya cukup sampai disini, untuk part selanjutnya, dijamin gak ada galau galaunya lagi
Oya, ini 2 part terakhir.
Yang udah baca jangan lupa comment ya…
Don’t be a silent readers, gomawo ^^

52 Comments (+add yours?)

  1. veelf
    Apr 21, 2012 @ 09:41:50

    aa sudah publish .
    saya mw baca dulu .*cak kaki*

    Reply

  2. kyuhyuniqwa
    Apr 21, 2012 @ 10:10:21

    huaa..!!

    makin pensaran sma lanjutanny…

    Reply

  3. Ahn Kyu Ri
    Apr 21, 2012 @ 10:15:25

    Thor . Jng Lm2 Ya !!
    Yg Happy Ending Dnk Thor !!
    Jebal ..
    *PuppyEyes*

    Reply

  4. wookiewife
    Apr 21, 2012 @ 10:27:34

    aq nangis bacanya,,, knpa mereka hrus pisah thor?
    lanjut thor,, mereka hrus bersatu y thor *maksa*

    Reply

  5. Park Minji (Ayu)
    Apr 21, 2012 @ 10:30:29

    Bener2 FF yg daebak!!
    Selalu ak tunggu2 tiap hari kelanjutan ceritanya..
    Two tumbs for you dear ˆ⌣ˆ

    Reply

  6. Alya Shafira Lamato
    Apr 21, 2012 @ 10:32:44

    Aigoo .. TT^TT ini.. sesuatu bangett
    Kok kayaknya disini Leeteuk agak ganas ya? Gimana ya ngomongnyaa .. Leeteuk jadi .. auah ..
    oh iya.. gimana ya kelanjutannya!!??? Seru nih! Apakah happy ending atauu? ? Lanjutkan secepatnya yyaaa!! *maksa

    Reply

  7. ezzahchoi kimpochyu
    Apr 21, 2012 @ 11:01:19

    ngekkkk,,, thor tanggng jawab mana tichu,,,,,aaaaaaaaa,,, aq yakin pasti happy ending,,yes yes yes ,,,,,,#semangat lagi^^

    Reply

  8. evilmagnae
    Apr 21, 2012 @ 11:01:52

    baguusssss… jangan mo udahan dongg.. buat sequelnya donggg halaahhhh

    Reply

  9. Snkyu
    Apr 21, 2012 @ 11:38:19

    Lanjutannya Segeraa !!!
    Jgn cepet end dongg ;(

    Reply

  10. Lethi
    Apr 21, 2012 @ 11:44:53

    author, part selanjutnya ga galau lagi kan ?

    Reply

  11. sclouds9
    Apr 21, 2012 @ 11:46:03

    ni ff kesayanganku,akhirnya di post juga.sumpah demi apa ni ff keren bgt dan bkn penasaran.next chap ditunggu ya..

    Reply

  12. phietdarla
    Apr 21, 2012 @ 11:54:11

    Lanjut thoor..
    Aku pengen happy ending.

    Reply

  13. nadia_ccc
    Apr 21, 2012 @ 12:03:59

    bgs bgt ffnya
    Nyentuh ht bgt
    Bkn geregetan deh
    Smgt y bt lanjutin ff ini

    Reply

  14. ucisyukrillah
    Apr 21, 2012 @ 12:35:26

    Autor bikin galaw…… next pert q tnggu……

    Reply

  15. eunhaeshipper
    Apr 21, 2012 @ 12:42:32

    Aku nunggu lanjutannya ya thooor. Jangan lama2 😀

    Reply

  16. missfishyjazz
    Apr 21, 2012 @ 12:51:14

    Akhirnya ff ini keluar juga 😉
    Sudah menunggu-nunggu sejak lama dan akhirnya keluar ..
    Kasian Hankyo kasian Haeppa 😥
    Be strong ya, author ff mu tetep keren 😀

    Reply

  17. prince hae
    Apr 21, 2012 @ 13:19:11

    Makin keren ceritanya ;AAA;

    Reply

  18. taeminuna
    Apr 21, 2012 @ 13:30:09

    udh mau dekat ke ending? sedihh
    ngebayangin kalo ini nyata,ngebayangin kalo slh satu member suju ngedate atw jgn2 udh nikah tp publik g tau…

    Reply

  19. m.e.y.
    Apr 21, 2012 @ 13:38:24

    Galau bgt thorr… Di tunggu part selanjutnya yaaa…

    Reply

  20. Kang Hyu Ni
    Apr 21, 2012 @ 14:13:53

    kembali nyesek dan galau baca part ini….
    huhu…lanjutannya jgn lama lama ya thor..

    Reply

  21. Wiwik dian
    Apr 21, 2012 @ 15:57:00

    Waah jadi penasaran selanjutnya jangan lama ya…

    Reply

  22. Hilda Savira
    Apr 21, 2012 @ 16:05:04

    huaaaa … author bikin nangis lagi nihh T^T
    kasian donghae sama hanhan ..
    nyesekk nihh T^T

    Reply

  23. sooyoungster0904
    Apr 21, 2012 @ 16:23:46

    nangis nambah kegalauan di saat mau UAN

    Reply

  24. Ghea Monique Potri
    Apr 21, 2012 @ 17:04:36

    Aku baca sampe nangis..
    I wish mereka balikan lagi gak kuat liat Hankyo sm hae pisah gitu :””

    Reply

  25. sooyoungster0904
    Apr 21, 2012 @ 17:22:16

    hahaha, kegalauanku semakin menjadi2,
    *udah baca sampai part yg ke 10 thor

    Reply

  26. flaminoz
    Apr 21, 2012 @ 17:51:30

    hhue~
    bikin galau thor
    suka..suka ^^
    next part’nya mga cpet dpublish y thor

    Reply

  27. nadeeia
    Apr 21, 2012 @ 18:26:01

    Huaaaaa,, lee sooman jahat,, teuki oppa juga :(( *dibantai angels*
    Kereeennn ffnya,, author ffnya dipercepat lanjutannya,, bair galaunya cepet ilang,,, ditungguin,,,

    Reply

  28. Hae Minchan
    Apr 21, 2012 @ 18:45:16

    eonni…. (boleh ya pnggil author gitu *puppyeyesmodeon*)
    aku makin galau baca ff ini, kenapa makin lama makin rumit, ribet, bikin nangis, de-el-el serentetan tetek bengek dibelakangnya itulah…

    makin lama kenapa sifatnya leeteuk oppa jadi~~ 180 derajat beda??! itukah sifatnya yang asli kayak yang diomongin suju oppadeul di strong heart (laaamaaa bangeeet udahan, lupa jaman kapan itu episode)…. *bawa sandal siap-siap pergi sebelum dibakar ma Angels*

    Kyu oppa juga, huaa… perhatian sekali dirinya.. O__O hoho, tuumben *siap-siap melarikan diri juga, takut dicakar Sparkyu*

    tapi, yang jelas lanjut ajaa deh eonni! semangat!

    Reply

  29. ChoRaeSang
    Apr 21, 2012 @ 18:58:00

    sedih bngt thor ? lanjut kan !!

    Reply

  30. ImTiara
    Apr 21, 2012 @ 19:27:11

    Aku udh baca min sampe part 10 di blog mimin..
    Seru min Happy ending ^^
    Yadong deh di part 10..*Haenya mesum ajaran hyukjae*
    WkwkXD

    Reply

  31. annisa
    Apr 21, 2012 @ 19:37:41

    ajibb, keren banget
    nyesek banget pas bacanya,, aduh
    alurnya g kecepetan, semuanya bisa dibayangin,
    nce ff lah

    Reply

  32. Dian
    Apr 21, 2012 @ 19:55:56

    Waah,FF tercintaku udah keluar..

    Aduh thor,kenapa nyesek banget sih?ak jadi mau nagis..apa lagi sambil denger lagu She’s Gone..

    Next Thor! 😀
    Daebak,daebak,daebak!! 🙂

    Reply

  33. HEENIMUT
    Apr 21, 2012 @ 23:31:24

    Yaampun kasian bgt hanhan nya :(, sooman mah jahat bgt!!!

    Thor, kirain yg pas dikmar mereka Bakal ….. Hahahahhahahah *yadong mode on*

    Gak ikhlas klo sampe hanhan sama hae cerai , jangannnnn sampe 😥 , berharap akhirannya hppy ending + mereka punya anak dan sooman nya enyahhh -___-a

    Ditunggu lanjutannya thor ^0^

    Reply

  34. arra
    Apr 21, 2012 @ 23:56:55

    Nyesek banget bc’a T~T

    Reply

  35. lidia
    Apr 22, 2012 @ 00:20:48

    kasian donghae nya, galam bener part ini bikin ikut sedih

    Reply

  36. inggarkichulsung
    Apr 22, 2012 @ 06:13:49

    100 % crying in the beginning until ending, author great make me always cry never stop and Super Junior song She’s Gone adding the strong of this story to make me sad.. Hiks hiks hiks Donghae oppa and Hankyo love story very beautiful, it’s too hurt being separated. Donghae oppa Hankyo be patient, surely have a beautiful time in the future and together again. Kyu oppa please give a streght for Donghae oppa and Hankyo to pass it this problem, you are great bestfriend. Author great, this ff great. the best for you. Dont patient to read the next chapter. Hopefully beautiful destiny for Donghae oppa and Hankyo in the final story. Really love this couple in fanfiction. Thanks

    Reply

  37. HanJiYoo
    Apr 22, 2012 @ 07:23:29

    Huwaaaa ffnya daebak min^^b galau bgt alurnya. Tp nanti akhirnya donghae sama hankyo juga kan? ditunggu part selanjutnya secepatnya

    Reply

  38. Shin Ha Ki
    Apr 22, 2012 @ 10:20:24

    AKU TAK TERIMA. .
    Kekekek. .

    Lnjut onn. .

    Reply

  39. kimhye
    Apr 22, 2012 @ 12:18:46

    aigooo makin jjang ffnya!! makin galau~
    authornya jago bikin ff galau yaa??

    Reply

  40. gaem
    Apr 22, 2012 @ 19:48:44

    Lanjutin.secepatnya di publish ya.

    Reply

  41. Hae_nisa
    Apr 22, 2012 @ 20:30:51

    Ini ff favoritku… Authornya daebakk.. Bikin penasaran endingnya, plus kta” nya kyu. “Andai aja aku yg bertemu dgn mu lebih awal”… Sukses dah buat authornya..

    Reply

  42. ocha
    Apr 22, 2012 @ 23:02:01

    Kesian Donghae sama Hankyo, sama-sama kesiksa gitu
    Lee Sooman jahat banget sih
    Lanjut asap ya, penasaran banget sama lanjutannya

    Reply

  43. cho eun jo (kyuevil)
    Apr 22, 2012 @ 23:57:59

    tersiksa abiis ..
    TBC nya jgn lama” yah min !!

    Reply

  44. haekyujaemin
    Apr 23, 2012 @ 06:40:50

    ommona !!
    saya suka galau galau wkwk~
    keren ffnya lanjut..

    Reply

  45. caroline
    Apr 23, 2012 @ 20:43:44

    onnie>.<
    cpet donk bkin lanjutan nya..besok dh harus jadi ya! #maksa
    kren bgt!aku suka banget sma FF nya onnie..harus cpet terbit lanjutan'x,ara?^^

    Reply

  46. nori
    Apr 23, 2012 @ 23:50:43

    pengen nangis liat kesedihan mereka berdua. .
    pengen bunuh sooman rasanya. .
    kasian donghae sama hankyo..
    part selanjutnya part terakhir y!

    Reply

  47. Yolanda
    Apr 24, 2012 @ 08:15:48

    Min our weird wedding part 9 Uϑªh Λϑā Ǥªќ?..Our weird wedding part 8 nya seru jadi pengen tahu lanjutannya kek mana

    Reply

  48. Nindy
    Apr 25, 2012 @ 08:51:45

    yo,skit bngd pas bc nya,perih………

    Reply

  49. 김종운♥mala♥조규현
    Apr 26, 2012 @ 09:04:04

    Ya ampun hankyo kasian bngt sih yg sabar ya

    Sumpah nyesek bngt bacanya

    Smoga aja mereka dpt brsatu lagi ya kan kasian 😦

    Reply

  50. Pradipta
    May 01, 2012 @ 00:15:57

    Galau akunya thor baca part yg ini :”

    Reply

  51. choi
    Jul 12, 2012 @ 20:48:17

    geregetan sendiri gw baca nya.. urgghhhh………

    Reply

  52. vina I.S
    Mar 06, 2014 @ 11:30:26

    Huhuhuuu kisah cinta yg menyedihkan

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: