Don’t Call Me Ahjussi, My Bride! (Part 5)

Don’t Call Me Ahjussi, My Bride! (Part 5)

(Teukhyo couple fanfiction)

 

Credit

Author  :  Ulfah Manique

Cast       : Park Jungsoo aka. Super Junior’s Leeteuk (Main cast)

Shin Eunhyo (Fictive cast)

All Super Junior’s members

Shinee’s Lee Taemin

Genre   : Comedy Romantic

Disclaimer: I do not own the characters. I only own the plot. Please do not take out without full credits.

 

 

Eunhyo’s POV

Akhirnya sampai juga di halte. ‘Shin Eunhyo, perjuanganmu untuk sampai di rumah belum berakhir. Harus berjalan 10 menit lagi. Semangat!’ Aku mengepalkan tangan kananku ke udara.

Aish! Kenapa perasaanku jadi tidak enak seperti ini ya? Seperti ada yang mengikuti.

Aku menoleh kebelakang. Hmm….tidak ada yang mencurigakan.

“AGASHI!”

Sayup-sayup kudengar suara yang bisa kupastikan berasal dari seorang namja. Aku menghentikan langkahku, lalu menoleh kebelakang. Seorang namja menghampiriku sambil berlari terengah-engah. Wajahnya belum tampak jelas di mataku.

Ia berhenti tepat di hadapanku sambil mencoba menetralkan sistem pernapasannya.

“Agashi, kau…”

Kupandangi lekat-lekat wajah itu. Bukankah namja ini namja yang tersenyum padaku tadi di bis? Mau apa dia?

OMO!

Namja ini, bukankah dia salah satu penjahat yang mengejar-ngejarku beberapa malam lalu? Benar. Aku masih ingat dengan wajah ini. Kenapa baru kusadari sekarang? Aissh!

Aku memukul pelan kepalaku yang merupakan pusat  kebaboanku.

“Agashi, tunggu! Jangan lari!”

Aissh! Kemampuan lariku memang menyedihkan. Sekarang aku baru menyesal kenapa waktu sekolah menengah, aku selalu bolos mata pelajaran Olah Raga. Sekarang namja itu hanya berjarak beberapa langkah di belakangku.

“Humph! “ Namja ini menghela napas. “Larimu cepat juga, untung saja aku ini mantan juara lomba lari sewaktu SMA dulu”. Ucap namja ini.

SIAL!
Aku kalah darinya.

“Lepaskan tanganku, atau aku akan berteriak!” Ancamku sambil berusaha membebaskan pergelangan tangan kiriku dari cengkraman namja penjahat ini.

“Ah, mianhae. Tapi dengarkan aku dulu. Aku tidak bermaksud macam-macam denganmu. Aku hanya ingin menyerahkan ponselmu.”  Ia melepaskan tanganku. “Tadi terjatuh ketika kau hendak turun dari bus.”

Ia menunjukkan ponsel touchscreen merah jambu dengan aksesoris boneka kepala Paul Frank mini yang menggantung dari sisi kiri ujungnya. Aku memeriksa tas sandangku memastikan kalau ponselku ada atau tidak. Ternyata benar tidak ada. Kuraih benda itu dari tangannya.

“Mm.. Gomawo.” Ucapku membungkuk.

Karena masih diliputi perasaan curiga dan takut, akhirnya aku meninggalkannya terburu-buru.

“Shin Eunhyo, tunggu!”

Omo! Bagaimana ia tahu namaku? Aku menghentikan langkahku.

“Kau mengenalku?” Tanyaku

“Shin Eunhyo. Tanggal lahir, 7 Desember 1992. Golongan darah, O. Siswa Geosang Junior High School angkatan 2004. Warna favorit, pink. Makanan kesukaan, es-krim stroberi. Hobby dan bakat, dancing.  Nick name, Youngi (kucing).”

“Tunggu! Bagaimana kau tahu semua itu? Youngi? Tidak pernah ada yang memanggilku seperti itu, kecuali Si Yoon Oppa” Jelasku.

“Omo! Jangan kau bilang kalau kau?”

“Ne. Aku Si Yoon oppa. Yoon Si Yoon.” Tegasnya.

Mulutku menganga tak percaya melihat sunbae ku ketika di SMP dulu yang tidak pernah kulihat lagi wajahnya sejak ia lulus dari SMP Geosang. Namja yang dulu selalu mengantar pulang sekolah dengan sepedanya. Namja yang dulu suka mentraktirku Ddukbokki yang dijual di depan sekolah. Namja yang dulu selalu menceramahiku jika aku membiarkan rambutku tergerai. Namja yang meninggalkanku begitu saja setelah lulus tanpa mengucapkan satu kata pun. Aku masih dendam akan yang satu ini.

“Yak!” Pekikku memukulkan tasku ke arahnya.

“Waeyo? Kau tak percaya aku Si Yoon oppamu?” Tanyanya dengan wajah serius.

“Oppa! Kau jahat sekali. Kemana saja kau selama ini. Kau pergi begitu saja memberiku kabar. Sekarang kau malah muncul tiba-tiba. Bahkan beberapa malam lalu kau muncul dengan gaya premanmu.” Ujarku memberondonginya daftar-daftar kesalahan yang dibuatnya.

“Mianhae, Youngi-ya! Oppa mengejutkanmu malam itu ya? Oppa Cuma bermaksud menyapamu. Tapi, reaksimu malah tidak seperti yang kuharapkan. Mungkin karena penampilanku sekarang ya?”

Aku memperhatikan Si Yoon oppa dari ujung kepalanya hingga ujung kaki. Ia memang banyak berubah. Kulitnya lebih gelap sekarang. Rambutnya lurus, tidak seperti dulu yang ikal. Dulu Si Yoon oppa kurus, sekarang lebih berisi tapi tidak gemuk. Tapi, kalau dipikir-pikir lebih mirip dengan Yesung oppa. Hanya saja, Si Yoon oppa lebih manis dengan senyum khas yang memamerkan gigi rapi putihnya.

“Benar oppa, kau benar-benar berubah sekarang. Kau makin hitam, gendut, dan jelek.” Ucapku.

“Uri Youngi masih sama seperti dulu. Kekanak-kanakan, cepat panik, dan wajahmu masih imut seperti anak kucing.” Balas Si Yoon oppa tak mau kalah.

“Oppa!” Protesku “Ya, ya, aku mengaku kalau oppa makin tampan dan manis saja. Puas?”

“Gomawo.” Ucapnya terkekeh.

“Oppa ke mana saja selama ini? Kau jahat sekali, oppa! Meninggalkanku tanpa memberitahuku. Sekarang kau muncul seperti hantu.”

“Mianhae. Oppa waktu itu pergi tanpa pamit padamu. Sebenarnya setelah oppa lulus waktu itu, oppa dan keluarga pindah ke Jepang. Orang tua oppa dimutasi tugas ke sana. Sebenarnya oppa waktu itu menolak ikut pindah. Tapi, Aboji oppa mewajibkan kami untuk ikut pindah. Ia tidak ingin melewatkan masa-masa kami tumbuh dewasa dan juga melewatkan tugasnya sebagai ayah yang mendidik sendiri anak-anaknya.” Jelas Si Yoon oppa.

“Aku bisa mengerti. Tapi masalah kau tidak memberitahu kepergianmu?” Aku memandangnya dengan penuh tuntutan.

“Ah, mianhae. Oppa tidak berniat begitu. Tetapi, setelah oppa pikir-pikir waktu itu, sebaiknya tidak memberitahumu karena kau pasti akan memintaku untuk tidak pindah dan kau tahu kan kalau aku paling tidak bisa menolak permintaanmu. Lagipula, aku tidak sanggup melihatmu menangis dengan ucapan selamat tinggal.”

“Alasan macam apa itu? Lagipula oppa percaya diri sekali kalau aku akan menangisimu. Kau tahu oppa? Aku malah senang sekali ketika kau pergi. Jadi, tidak ada lagi namja yang selalu cerewet padaku.” Aku mengalihkan pandanganku dari sunbaeku ini.

“Kau masih sama seperti dulu. Mengalihkan pandangan dari lawan bicaramu jika sedang berbohong.” Si Yoon oppa mengusap kepalaku.

Kami membicarakan banyak hal mengenai kehidupan yang kami jalani selama ini. Mulai dari masalah keluarga, sekolah, pengalaman-pengalaman, sampai membicarakan Jin Ri yeoja aneh di SMP kami dulu yang menyukai Si Yoon oppa mati-matian. He… he… sudah seperti apa yeoja itu sekarang?

Oh, ya. Ternyata Si Yoon oppa bekerja di Seoul di perusahaan otomotif terkemuka sebagai manajer operasional. Dan ia sudah bertunangan.

“Nuguya?” Tanyaku penasaran.

“SECRET” Oppa membuat pose seolah-olah ia sedang menutup resleting di mulutnya.

“Oh, jadi tunanganmu bernama SECRET?” Jawabku asal.

Pletak!!

“Yak, oppa! Appo.” Aku mengusap-usap kepalaku di daerah bekas jitakannya tadi.

“Eunhyo baboya. Aku hanya ingin ini akan menjadi kejutan bagimu nanti saat kau bertemu dengannya. Tapi, oppa beritahu kau satu hal. Kau mengenalnya.” Si Yoon oppa mendekatkan wajahnya ke wajahku sampil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.

“Jinja?”

“Mmm!” Si Yoon oppa menganggukkan kepalanya.

“Rumahmu masih jauh tidak? Kita sudah berjalan sejauh ini, belum sampai-sampai juga. Aigoo! Kasihannya uri youngi harus menempuh perjalanan sejauh dan semalam ini tiap hari.” Imbuhnya lagi.

“Kita sudah sampai oppa.” Jawabku. “Ini rumahku, maksudku rumah pamanku. Aku tinggal bersama pamanku di sini.”

“Ya sudah. Kau masuklah!” Ucapnya.

“Ne. Oppa. Hati-hati di jalan ya!” Balasku. Sebenarnya aku ingin menawarinya masuk. Tapi, itu kan rumah ahjussi, leadernya Super Junior. Kalau Si Yoon oppa tahu aku sudah menikah, apalagi dengan leadernya SuJu, bisa-bisa, ya tahu sendirilah. Mianhae, oppa. Jeongmal mianhae.

***

                Sudah dua hari ini ahjussi tidak di rumah. Membosankan sekali. Tidak ada yang bisa diganggu. Menunggunya lima hari akan lebih membosankan lagi. Menyedihkan sekali nasibku. Tapi kalau dipikir-pikir, ahjussi lebih menyedihkan lagi. Jadwal-jadwalnya begitu padat. Waktu untuk istriahat pun sangat sedikit. Kalau ia pulang kerumah, tampang letihnya itu tak pernah ketinggalan. Kadang, aku merasa bersalah juga karena mengetahui ahjussi masih sempat-sempatnya memindahkanku ke kamarku jika aku tertidur di ruang TV. Belum lagi, jika aku mengeluhkan sesuatu padanya jika ia baru tiba dirumah. Sepertinya aku harus bersikap baik padanya mulai sekarang.

Kira-kira, ahjussi lagi melakukan apa sekarang ya? Kuambil ponselku lalu kuketikkan beberapa karakter.

TO: Ahjussi

Ahjussi, sedang apa sekarang?

Rumah ini membosankan. Tidak ada

yang bisa diganggu di sini.

 

                Refrain lagu Ring Ding Dong milik Shinee terdengar dari ponselku. Sepertinya Ahjussi membalas pesanku.

 

FROM: Ahjussi

Sepertinya anda salah kirim

pesan. Tidak ada yang bernama

Ahjussi di sini.

 

MWO? Jelas-jelas ini nomornya. Ah! Bagaimana kalau seperti ini?

TO: Ahjussi

OPPA, sedang apa sekarang?

Rumah ini membosankan. Tidak ada

yang bisa diganggu di sini.

 

                Refrain lagu Ring Ding Dong milik Shinee terdengar kembali dari ponselku.

 

FROM: Ahjussi

OPPA sekarang sedang di hotel

bersama member. Kami baru selesai

wawancara tadi. Kau sehat2 saja, kan?

Kenapa larut begini belum tidur? Besok bukannya

ada kuliah?

 

                Benar dugaanku. Ternyata ia kesal karena masih ku panggil dengan sebutan ahjussi. Dasar ahjussi ini! Sulit sekali merubah panggilannya. Kuketik beberapa karakter lagi untuk membalas pesan ahjussi, maksudku oppa. Aissh, menyebalkan.

 

TO: Ahjussi

Aku baik2 saja. Tak perlu begitu mengkhawatirkanku.

Pikirkan saja badan OPPA yang semakin kurus itu.

Memangnya disana pukul berapa?

Disini pukul 10.  Aku tidak bisa tidur. Eottokkhae?

 

Sudah lima menit berlalu, tapi tidak ada balasan. Apa ahjussi sudah tidur? Kalau begitu aku tidur saja. Tapi aku belum mengantuk. Aku berbaring saja. Siapa tahu nanti tertidur sendiri.

Belum sempat aku merebahkan diri, ringtone Amigo milik Shinee, yang menandakan ada panggilan masuk, berdering.

“Yoboseyo, ahjussi.”

                “Maaf, anda salah nomor.”

“Ani, ahjussi! Maksudku, Oppa! Mianhae.” Ucapku. “Kenapa jadi menyebalkan seperti ini sih?”

                “Bukankah kau yang… Sudahlah, lupakan saja. Oh, ya! Tadi kau bilang tidak bisa tidur, kan?”

“Ne. Memangnya kenapa?”

                “Kau sudah coba menghitung domba?”

“Memangnya aku gadis penggembala yang memastikan domba-dombanya utuh dari ancaman serigala?”

                “Sinis sekali! Bagaimana kalau kau membaca buku-buku ilmiah saja. Pasti membosankan dan membuatmu mengantuk.Cara ini sering kulakukan.”

“Membayangkannya saja sudah mengerikan. Tidak mau!”

                “Kau mau mendengarkan sesuatu? Ani, maksudku kau dengarkan saja!”

“Ahjussi, sebenarnya kau mau apa?”

                “Aku mau bernyanyi agar kau bisa tidur.”

“Kekanak-kanakan sekali. Tapi boleh juga, asalkan jangan lagu-lagu Super Junior, ya. Aku sudah bosan mendengarnya.”

                “Aissh, kau ini! Sudahlah, kau dengarkan saja, eo?”

Hoaaamm!!! Kenapa jadi mengantuk begini ya?

“Mmm..” Aigoo! Mataku benar-benar terasa berat.

Cheopureun choweon wihae…..

 

Leeteuk’s POV

Aigoo! Bocah ini! Bukankah beberapa hari yang lalu, memanggilku Oppa? Kenapa sekarang malah lupa. Baiklah, katanya ia tidak bisa tidur. Bagaimana, ya? Ah, bagaimana kalau aku menyanyikan lagu saja untuknya. Siapa tahu dengan cara ini, ia bisa tidur dengan mudah. Tapi, lagu apa yang cocok ya?

“Hyung, jangan mondar-mandir begitu. Kau menghalangi kami menonton.” Sela Kyuhyun. “Sejak ponselmu berdering, kau jadi aneh begini?”

“Benar, hyung. Tadi kau senyum-senyum sendiri. Sekarang seperti orang kebingungan. Sebenarnya siapa sih yang tadi mengirimu pesan? Pacarmu ya?” Selidik Yesung.

“Ani. Bukan siapa-siapa.”Jawabku lalu beranjak ke kamar.

Baiklah, Sepertinya lagu With You milik Nam Jin sunbaenim kedengarannya bagus. Shin Eunhyo, bersiap-siaplah terpesona mendengar suara oppamu ini.

Kuraih ponselku dari meja lalu ku kutekan tombol 2 pada daftar buku telepon.

                “Yoboseyo, ahjussi.”

                Ahjussi? Masih memanggilku seperti itu, huh?

“Maaf, aku salah nomor.” Ucapku kesal. Masih memanggilku ahjussi?

                “Ani, ahjussi! Maksudku, Oppa! Mianhae. Kenapa jadi menyebalkan seperti ini sih?”

Menyebalkan?

“Bukankah kau yang… Sudahlah, lupakan saja. Oh, ya! Tadi kau bilang tidak bisa tidur, kan?”

                “Ne. Memangnya kenapa?”

“Kau sudah coba menghitung domba?”

                “Memangnya aku gadis penggembala yang memastikan domba-dombanya utuh dari ancaman serigala?”

“Sinis sekali! Bagaimana kalau kau membaca buku-buku ilmiah saja. Pasti membosankan dan kau akan mengantuk karenanya.”

                “Aku tidak punya buku seperti itu. Lagipula, membayangkannya saja sudah mengerikan. Tidak mau!”

“Kau mau mendengarkan sesuatu? Ani, maksudku kau dengarkan saja!”

                “Ahjussi, sebenarnya kau mau melakukan apa?”

Anak ini, sepertinya lidahnya terbelenggu saja jika memaggilku oppa. Tapi memang terdengar sedikit aneh mendengarnya mengucapkan kata itu. Semacam tidak terbiasa.

“Aku  mau bernyanyi agar kau bisa tidur.”

                “Kekanak-kanakan sekali. Tapi boleh juga, asalkan jangan lagu-lagu Super Junior, ya. Aku sudah bosan mendengarnya.”

“Aissh, kau ini! Sudahlah, kau dengarkan saja, eo?”

                “Cheopureun choweon wihae…..

Jamkanman! Bukankah tadi ia menguap? Apa jangan-jangan dia sudah… ?

“YAK! Shin Eunhyo!”

Tidak ada jawaban..

Aissh! Dia benar-benar sudah tertidur ternyata.

“Jungsoo, kau berisik sekali!” Protes Heechul yang tiba-tiba sudah ada di kamarku.

“Aku kesal sekali dengan anak ini.” Jawabku mendengus.

“Eunhyo, maksudmu? Memangnya ada apa dengan dia?” Tanya Heechul.

“Tadi dia bilang ia tidak bisa tidur, jadi aku berbaik hati menyanyikan lagu untuknya agar dia bisa tidur. Tapi, kau tahu? Yeoja itu malah tertidur sebelum aku selesai menyanyikan satu bait lagu itu.” Jelasku.

“Mwaha..ha..” Heechul tertawa  membahana dengan gaya evil laughnya.

“Hentikan tawamu itu. Tidak ada yang lucu.” Protesku kesal.

“Jungsoo-ya. Noe jeongmal baboya! Jelas saja dia tertidur. Lagu  tahun 70-an itu kau perdengarkan pada yeoja yang baru lahir kemarin? Aku saja pasti langsung tertidur bahkan sebelum kau menarik napas untuk menyanyikannya.” Ia melanjutkan tawa menyebalkannya itu. “ Belum lagi suaramu yang tidak ada bagus-bagusnya sama sekali. Aigoo, aigoo!” Lanjutnya lalu memandangku nista.

Sialan! Kalau tidak mengingat bocah ini setan senior, sudah kujitak kepalanya. Hey! Kenapa aku jadi takut begini?

“Tapi ngomong-ngomong, kau sepertinya perhatian sekali pada yeoja itu? Maksudku, perhatian yang kau berikan sedikit berlebihan. Tidak seperti hubungan paman-keponakan pada umumnya.”

Aku sedikit tersentak mendengar omongan Heechul barusan.

“Apa maksudmu? Kau ini berpikir terlalu jauh. Aku memang perhatian padanya karena Eunhyo itu… Eunhyo itu  kan memang keponakanku.” Aku sedikit tidak sanggup mengucapkan kata ‘keponakan’ jika merujuk pada Eunhyo.

“Ya, mungkin saja kau menyukai keponakanmu itu. Kau pernah mendengar istilah brother complex? Seseorang yang menyukai saudara kandungnya sendiri? Kalau kau mungkin mengidap Niece complex.” Heechul terkekeh.

“YAK! KIM HEECHUL!”

“Yak! Aku hanya bercanda. Kenapa kau menganggapinya serius begitu?” Heechul menepuk pundakku lalu beranjak keluar kamar.

Hampir saja! Sepertinya aku harus hati-hati bersikap di depan mereka jika menyangkut Eunhyo. Terlebih lagi di depan Heechul.

Aish!! Bocah itu benar-benar memiliki penglihatan yang tajam.

Eunhyo’s POV

Benar-benar sepi rumah ini. Kim Ahjumma selalu sibuk dengan pekerjaan rumah. Aku sebenarnya sangat ingin membantunya. Tapi ia melarangku karena katanya jika aku membantunya, aku hanya membuat pekerjaaan ahjumma semakin bertambah. Kalau aku menawarkan bantuan padanya, ia hanya menyuruhku melihat-lihat saja. Katanya sih, agar aku tahu dulu bagaimana mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah itu, baru setelah paham betul, ia baru akan mengijinkanku mengerjakannya. Tapi alih-alih mengajariku, ia lebih sering menjadikanku teman curhatnya di sela-sela pekerjaannya. Dan topik pembicaraannya tak jauh-jauh dari Bagaimana Cara Hidup Berumah Tangga yang Baik dan Benar? Ahjumma-ahjumma sekali!

Sebenarnya semua yang dikatakan ahjumma barusan benar. Tapi, aku tidak siap melakukan nasihat-nasihatnya. Aku merasa hubunganku dengan Ahjussi hanya sekedar teman biasa yang terikat pernikahan. Teman tempat bersandar, saling berbagi cerita, dan teman satu rumah. TIDAK LEBIH. Dan aku merasa nyaman dengan kondisi yang seperti ini.

Ringtone Amigonya Shinee terdengar dari speaker ponselku yang kuletakkan di atas meja. Ternyata Minji. Terima kasih Minji-ya, setidaknya kau menyelamatkanku dari ceramah Kim Ahjumma ini. Aku lalu beranjak ke kamarku.

***

“Ne, eonnie. Arasso. Aku akan datang ke studio segera.”

“Jangan terlambat, ya. Pukul tiga kita harus sudah ada di lokasi audisi. Jangan lupa, konsep pakainnya casual. Okei? Sampai jumpa di studio!” Ucap Jisun Eonni melalui speaker ponselku.

“Ne.”

Aku meletakkan ponselku sembarangan di atas ranjang. Aku membuka lemari pakaianku mencari-cari pakaian dengan tema yang disebutkan Jisun eonnie tadi. Kenapa mendadak sekali audisinya? Tapi, bukankah ini kesempatan baik bagi grup kami? Jika menang, kami bisa jadi background dancernya di MV terbarunya 2NE1? Wah, menggoda sekali kedengarannya. Baiklah! Mari kita cari pakaian yang pas.

Aku lebih tepatnya membongkar isi lemari pakaianku. Setelah kusadari, hampir semua pakaianku tergeletak di atas ranjang. Untungnya, aksi bongkar-bongkar dadakanku itu membuahkan hasil. Aku menemukan yang pakaian yang pas. Legging merah yang terbuat dari kulit, plus T-shirt super kedodoran berwarna hitam tanpa lengan dan bergambar wajah seorang wanita barat, yang aku tidak kenal, menjadi pilihanku. Kuraih beberapa aksesoris dari laci lemari yang kira-kira cocok dengan pakaian pilihanku tadi.

Aku merapikan kembali pakaian-pakaian yang bereserakan di atas kasurku. Ah, selesai juga! Namun mataku tertuju pada sebuah benda. Linggeri merah yang dibelikan Taemin waktu itu. Aku tersenyum mengingat-ingat kejadian pertama sekali aku bertemu dengan namja itu. Aigoo! Memalukan sekali!

Ya Tuhan!

Sudah jam setengah dua.  Aku harus cepat-cepat bersiap. Jangan karena aku santai-santai begini, impian group danceku jadi hancur. Kuletakkan lingerie itu sembarangan.

 

***

Leeteuk’s POV 

“Eunhyo-a!”

Ke mana perginya yeoja itu? Aku kan sudah menyuruhnya jangan pergi ke mana-mana hari ini. Apa dia tidak membaca pesan yang kukiriman? Aish, yeoja ini! Sudah seminggu tidak bertemu denganku, apa dia tidak rindu? Oh, ya! Aku belum memeriksa kamarnya. Ini kan, sudah malam. Mungkin yeoja itu sudah tidur.

Aku memutar kenob pintu kamar Eunyho. Ternyata tidak terkunci. Kulangkahkan kakiku memasuki kamarnya. Dia tidak ada! Kemana yeoja ini sebenarnya. Aku merogoh saku celanaku dan mengambil ponselku. Kusambungkangkan panggilan pada nomornya.

Aku mendengar bunyi yang sepertinya lagu Shinee. Tapi, aku tidak tahu judulnya. Aku hanya hapal pemilik suara-suara itu adalah dongsaeng-dongsaenku satu manajemen. Ternyata asal suara itu dari ponsel milik Eunhyo. Aigoo! Ternyata ia meninggalkan ponselnya.

Aku meletakkan ponsel itu di atas ranjangnya lalu berniat keluar dari kamar ini. Tetapi sebelum aku melaksanakan niatku itu, mataku tertuju pada benda aneh berwarna merah yang ada di atas ranjangya.

LINGERIE?

Apa ini milik Eunhyo? Mana ada yeoja lain selain dia di rumah ini. Benda ini tidak mungkin milik Kim Ahjumma. Ukurannya saja jauh berbeda. Benda ini pasti milik Eunhyo. Tapi, untuk apa dia memiliki benda ini? Jangan-jangan, dia berniat?

Tidak mungkin! Tidak mungkin!

Tidak mungkin Eunhyo berniat menggoda lalu menyerahkan dirinya padaku. Apa yang kau pikirkan, Park Jungsoo?

Aku memandangi benda ini dengan teliti. Benar-benar membuat aku merinding saja. Ini sangat transparan. Memakai benda ini sama saja dengan tidak memakai apapun. Tapi kalau dipikir-pikir, yeoja yang memakai ini pasti terlihat lebih menggoda dari pada yang tidak memakai sehelai benangpun. Bagaimana jika benda ini di pakai oleh Eunhyo? Apakah…? Aku menelan ludahku.

ANDWAE!! Aku tidak boleh berpikiran macam-macam tentang yeoja itu. Sepertinya aku terlalu banyak mendengarkan cerita-cerita yadong Eunhyuk.

Seperti terdengar ada suara langkah seseorang?  Apa Eunhyo sudah pulang?

“Ahjussi!” Sesosok yeoja menginterupsi lamunaku. “Kau sudah pulang ternyata! Sedang apa di kamarku?”

ASTAGA! Yeoja ini mengetkanku saja. Ya ampun, lingerie ini? Bagaimana aku masih bisa memegangnya?

Aku menyembunyikan benda ini di balik belakangku.

“Aku tadi mencarimu, tadinya kukira kau ada di kamar? Tenyata kau baru datang.” Jawabku.

Sialan! Kenapa jadi tidak nyaman begini perasaanku.

“Ne. Aku baru pulang audisi. Kau bawa sesuatu untukku? Tanya Eunhyo.

“Itu.. Aku..”

“Pasti kau menyembunyikannya di belakangmu. Ayo, sekarang berikan padaku!” Eunhyo menyela.

Bagaimana ini? Memalukan sekali kalau dia tahu aku memegang benda ini. Bisa-bisa berpikiran macam-macam tentangku.

“Ini bukan apa-apa. Ini hanya…”

Belum sempat aku menyatakan alasanku, Ia sudah merebut linggerie merah itu dari tanganku.

“Benda itu? Bagaimana bisa?”

“Tadi terjatuh di lantai, jadi aku mau menaruhnya di atas ranjangmu.” Lumayan juga alasanku. Eunhyo kumohon percaya.

“Oh, gomawo.” Jawabnya lalu memasukkan benda itu ke dalam lemarinya buru-buru.

Tanya tidak ya? Sebaiknya tanya saja.

“Eunhyo-a! Benda itu, bagaimana kau bisa memilikinya?” Akhirnya kalimat tanya itu keluar juga dari mulutku.

“Itu…”

Eunhyo memalingkan tatapan matanya dari wajahku.

“Jadi, kau dapat dari mana benda itu?” Tanyaku lagi.

“Aku dibelikan oleh….”

 

Eunhyo’s POV

                Akhirnya tiba juga di rumah. Rasanya lelah dan penat sekali setelah audisi yang dadakan yang cukup menguras energi. Sepertinya mandi air hangat bisa sedikit meringankan kondisi badanku. Mmm.. kira-kira hasilnya nanti bagaimana ya? Aissh! Kami sudah berusaha keras, tentu saja harus berhasil.

Aku melangkahkan kakiku menuju kamarku. Aigoo! Pintu kamarku terbuka. Apa aku lupa menutupnya sebelum berangkat? Ah! Mungkin saja. Tadi aku kan begitu terburu-buru. Jadi, mungkin saja aku lupa.

“Ahjussi!” Aku memekik karena sedikit terkejut ahjussi berada di sini. Mmm.. tidak biasanya? “Kau sudah pulang ternyata! Sedang apa di kamarku?”

Ahjussi sedikit terperanjat dengan kedatanganku.

“Aku tadi mencarimu, tadinya kukira kau ada di kamar? Tenyata kau baru datang.” Jawabnya.

“Ne. Aku baru pulang audisi. Kau bawa sesuatu untukku? Tanyaku.

“Itu.. Aku..”

“Pasti kau menyembunyikaanya di belakangmu. Ayo, sekarang berikan padaku!”Aku menyelanya lalu menyodorkan tangan kananku.

Bukannya memberikan hadiah itu padaku, ahjussi malah terdiam seperti memikirkan sesuatu.

“Ini bukan apa-apa. Ini hanya…”

Aku penasaran sekali. Aku merebut benda yang disembunyikannya di belakangnya itu.

“Benda ini? Bagaimana bisa?”

“Tadi terjatuh di lantai, jadi aku mau menaruhnya di atas ranjangmu.” Jawabnya.

Aku baru ingat kalau sebelum berangkat tadi aku lupa memasukkan benda itu ke dalam lemariku.

“Oh, gomawo.” Jawabku lalu memasukkan benda itu ke dalam lemari pakaianku buru-buru.

“Eunhyo-a! Benda itu, bagaimana kau bisa memilikinya?”

Omo! Kenapa aku lupa kalau benda ini sangat berpotensi mengundang penasaran orang yang melihatnya. Terlebih lagi aku ini kan gadis.

“Itu…”

Aku mengalihkan padanganku dari tatapan mata ahjussi.

“Jadi, kau dapat dari mana benda itu?” Tanyaku lagi.

Apa aku jujur saja kalau benda itu, Taemin yang belikan. ANDWAE. Maldo andwae! Bisa-bisa ahjussi berpikiran yang tidak-tidak tentang aku dan Taemin.

“Aku dibelikan oleh….”

“Nugu?”

“Eommaku yang belikan.”

                Ya Tuhan, ampuni dosaku.

“Begitu rupanya. Ya sudah.” Ahjussi mengangguk paham.

“Sebenarnya aku mencarimu karena ingin memberikan ini.” Ahjussi mengeluarkan sesuat dari satu celananya.

“Ige mwoya?” Aku mengambil benda itu dari tangannya.

“Yeppuda! Ini cantik sekali!” Pekikku girang.

Aigoo! Ini gelang mutiara yang paling indah yang pernah kulihat. Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan mutiara. Mungkin karena yang orang yang sering kulihat memakai perhiasan mutiara  adalah tante-tante kaya. Tapi yang satu ini beda. Gelang mutiara putih yang tersusun atas tiga tingkat gelang yang menyatu ini begitu menarik perhatianku.

“Kau suka?”

“Ne. Gomayo ahjussi!” Ucapku sumringah dan langsung memakaikannya di pergelangan tangan kiriku.

“Kau harus menjaganya baik-baik, eo?”

“Tentu saja. Tapi, kenapa kau memberikannya padaku? Benda ini sepertinya sangat mahal. Kau sedang tidak sakit, kan? Bukankah yang kudengar ahjussi ini sangat pelit? Aku heran kenapa terhadapku, ahjussi tidak pelit, ya?”

“Yak! Kau ini! Kalau begitu, kembalikan sekarang juga!” Ahjussi mendengus kesal. “Kau ini bukannya bersyukur karena aku sudah bersusah-susah mendapatkannya untukmu, malah berkata sadis seperti itu. Kau tahu tidak, gelang itu terbuat dari mutiara terbaik dari Filipina.”

“Enak saja. Mana boleh meminta kembali barang yang sudah kau beri pada orang lain.” Aku menyembunyikan gelang indah itu di balik badanku.

“Lagipula kau bilang ini terbuat dari mutiara terbaik dari Filipina, bukan? Aku jadi semakin menyukainya. Jadi jangan berharap aku akan mengembalikannya padamu.” Aku menjulurkan lidahku mengejeknya.

“Aissh! Tidak ada gunanya berdebat denganmu.” Ujarnya mengalah. “Ya sudah! Aku pergi saja.”

“Ahjussi! Gomawo!” Ujarku menghentikan langkahnya.

Ahjussi berbalik ke arahku dan menyunggingkan senyum khasnya.

“Ne. “

 

Leeteuk’s POV

SEOUL

SM ENT. BUILDING

05.25 P.M.

“Oppa, tunggu sebentar!”

Suara yeoja yang sangat ku kenal menghampiriku dari arah belakang.

“YoonA-ya!”

“Oppa! Jalanmu cepat sekali! Apa oppa sedang dikejar-kejar sesuatu?”

“Mianhae. Tadi oppa benar-benar tidak dengar.” Jawabku “Baiklah, katakan! Ada apa mencariku.”

“Oppa tidak senang bertemu denganku?” Jawabnya dengan tampang kecewa.

“Benar. Oppa tidak senang bertemu denganku.” Ucapku serius.

“Oppa, Noe yabihae (kau kejam sekali)!” Yoona terlihat tidak percaya dengan ucapanku barusan.

“Ha… ha.. Aigoo, Yoona-ya. Oppa hanya bercanda.”

“Aish… Oppa sangat menyebalkan! Oh, ya! Oppa, kau tidak merasa kehilangan sesuatu, oppa?”

Aku mengerutkan dahiku, lalu memastikan ponselku masih berada di sakuku. Ternyata tidak ada.

“Ternyata umur tidak bisa menipu, ya? Ini ponselmu!”

Aku meraih ponsel touchscreen putihku dari tangannya. Seingatku, terakhir kalinya aku menggunakan ponsel ini di toilet. Bagaimana yeoja ini bisa menemukannya di sana?

“ Tadi oppa meninggalkannya di toilet. Petugas kebersihan yang menemukannya. Kebetulan aku bertemu dengannya dan aku memutuskan untuk menyerahkannya langsung pada oppa.”

“Gomawoyo, YoonA-ya!”

Aku memasukkan ponselku ke dalam sakuku

“Oppa! Sekarang kau sudah berubah.”

“Menurutmu begitukah?” Jawabku sambil mengerutkan dahiku.

“Ne. Kau jarang sekali meneleponku sebulan terakhir ini. Kalaupun kirim pesan, footnote di pesan yang dulu juga tidak pernah ada lagi. Oppa, apa aku melakukan kesalahan?” YoonA menampakkan ekspresi menuntut penjelasan.

“Ah, aniyo. Bukan begitu. Kau tidak melakukan kesalahan apa-apa. Oppa hanya sedikit lebih sibuk saja akhir-akhir ini.”

Jawaban bodoh Park Jungsoo.

“Geuraeyo? Oppa sedang memberikan alasan, atau sedang pamer kalau oppa semakin banyak job? ” Selidik YoonA.

Aku terkekeh mendengar tebakannya.
“Sepertinya kedua-duanya. Mianhae YoonA ya. Aku akan lebih sering lagi menghubungimu. Ara? Oh, ya. Masalah footnote otomatis pesan-pesanku itu, aku tidak akan melakukannya lagi.”

Aku terdiam sejenak untuk memilih kata-kata yang tepat.

“Memang tidak nyaman setiap saat dikirimi pesan dengan footnote konyol seperti itu. Oppa hanya ingin kau tidak terbebani. Arasso?”

Aku mengusap kepala dongsaeng kesayanganku di SNSD ini.

“Jawaban macam apa itu?” YoonA memandangku sinis.

“Baiklah, oppa berangkat dulu, eo? Bukankah oppamu ini masuk ke dalam list idol paling sibuk di Korea?”

Aku terkekeh kecil.

“Aish! Arasso. Idol paling sibuk di Korea, hati-hati di jalan kalau begitu!” Balas YoonA tersenyum mengejek ke arahku.

 

YoonA’s POV

                Aku masih berdiri memandangi punggungnya yang semakin jauh berlalu. Dia sedikit berubah akhir-akhir ini.

Aku mengelus rambutku di tempat Jungsoo oppa mengelusku tadi. Hanya hal ini yang tidak berubah darinya. Selebihnya, aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Dia jarang meneleponku. Biasanya, dia selalu melakukannya setiap hari untuk sekedar memastikan aku berada di mana atau sehat atau tidak. Footnote pesan otomatis yang berisi Kelak, kalau kau sudah dewasa, kau harus menikah denganku. Jangan lupa itu, eo! juga sudah tidak ada lagi.

Apakah benar Jungsoo oppa tidak ingin membebaniku?

Sial!

Jika saja manejemenku tidak terlalu seprotektif ini pada isu-isu member-member idol groupnya, aku tidak perlu repot-repot untuk berpura-pura aku acuh terhadap namja yang sejak aku masuk ke manajemen selalu memperhatikanku. Aku juga tidak perlu repot-repot bertingkah tidak nyaman dengan segala bentuk perhatiannya.

Gadis mana yang tidak luluh terhadap namja yang seperti Park Jungsoo oppa? Namja yang meski di tengah malam, bersedia mendengar keluh-kesah penderitaanku selama masa-masa training. Namja yang selalu menyediakan pundaknya jika aku menangis sehabis dimarahi para trainerku. Namja yang menyemangatiku ketika aku hendak mundur. Namja yang selalu menghubungiku setiap hari untuk memastikan keadaanku apakah baik-baik saja atau tidak. Gadis mana yang tidak luluh terhadap tatapan matanya yang tulus? Terhadap senyumnya yang tidak pernah lepas dari wajahnya meskipun aku tahu betul sebenarnya dibalik senyumnya itu, ia juga menderita.

Aku menghapus air mataku yang sedari kapan sudah membasahi pipiku.

Jungsoo, oppa! Saat ini aku berharap aku bukanlah member SNSD sehingga aku bisa berteriak dengan bebas kalau aku sangat menyayangimu.

“YoonA-ya! Sudahlah. Kau sudah memilih jalanmu. Kau harus tetap fokus, eo?”

Kurasakan seseorang memegang pundakku. Aku berbalik.

“Eonni!”

Aku menghambur kepelukan Taeyon eonni.

 

Eunhyo’s  POV

                Sudah 2 jam lebih aku berselancar di depan laptopku. Bosan mencari bahan tugas kuliahku yang tidak ketemu juga, aku memutuskan iseng-iseng mencari gossip-gosip baru mengenai Taeminku. Dan yang ku dapat hanya BERITA BASI. Rata-rata berita yang di posting di semua blog dan halaman web yang kulihat sudah kutahu semua.

Aigo! Kenapa tidak terpikir mencari gossip-gosip tentang Ahjussi saja? Mungkin saja aku nanti akan mendapatkan sesuatu yang menarik untuk menggodanya. Hi…hi.. Aigo! Eunhyo, kenapa dari tadi tidak terpikirkan ide ini?

 Leeteuk juga ternyata dijuluki member tukang molor alias paling doyan tidur.

Hmm..?? Benarkah?  Sepertinya yang ini hanya gossip saja. Selama aku berada dalam satu rumah dengan ahjussi, jadwalnya tidur biasa-biasa saja. Kalaupun ia suka tidur, sepertinya wajar saja. Mungkin ahjussi terlalu kelelahan karena jadwal-jadwalnya yang begitu padat.

Leeteuk itu paling sebel kalau dipanggil dengan sebutan “ahjussi”. Jadi Taeyon (leader SNSD) suka banget manggil Leeteuk dengan sebutan ajjusi. Lalu Leeteuk karena kesal langsung nyeletuk “emang tampangku kayak ahjussi ya?”

Hi… hi.. Kalau ahjussi benar-benar kesal jika dipanggil ahjussi, kira-kira kekesalannya padaku mungkin sudah menumpuk setinggi gunung everest. Bukankah aku memanggilnya Ahjussi setiap saat?

AIGO! APA-APAAN INI?

Leeteuk menyimpan majalah2 XXXX di bawah kasurnya.

 

Eotthokkhae? Majalah XXX? Apa maksudnya majalah yadong? Aduh! Aku harus lebih berhati-hati lagi sepertinya.

Aku tiba-tiba merinding ngeri.

Kulanjutkan membaca postingan blog dengan judul Fakta-fakta Tentang Super Junior Leeteuk.

Leeteuk pernah bilang “ Yoona adalah wanita idealku “. Lalu MC disitu ngegodain Leeteuk dengan bilang “ Yoona juga tipe wanitaku. Aku akan menikahinya “. Muka Leeteuk langsung kaget dan kesal.

Apa maksudnya YoonA SNSD? Benarkah wanita idealnya ahjussi itu Yoona eonni? Kuakui Yoona eonni memang sangat cantik. Yang kudengar ahjussi juga menjadi tempat curhatan Yoona eonni. Kelihatannya mereka memang begitu dekat.

Membaca fakta yang satu ini, entah mengapa membuat hatiku semacam, entahlah? aku juga tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa. Bisa dibilang aku tidak begitu senang akan yang satu ini.

Aku menghentikan membaca blog ini. Tapi aku menemukan sesuatu yang membuat hatiku sedikti teriris membacanya. Tulisan berisi salah satu  postingan entri Cyworld milik ahjussi..

CY Entry Teuki, 10/06/2009, 01:44

Penyakit Malaikat

Aku Leeteuk, malaikat yang kehilangan sayapnya.

Aku Teuki Teuki Leeteuk,

Malaikat yang kehilangan sayapnya dan amnesia..

Di hari saat aku lahir, 1 Juli, hujan turun..

Seorang malaikat telah turun ke Bumi..

Salam yang tak pernah gagal aku ucapkan..

Seperti halnya bagaimana aku mengikat diriku dalam ‘diri kita’..

Tapi, aku lebih baik tetap terikat.. Karena sekarang, aku telah takut untuk keluar..

~

Sejak hari itu, kita tau bahwa ada sebuah kenyataan pahit yang tersembunyi di dalam..

Sesuatu yang menciptakan semua penderitaannya..

Perlawanan dan rasa sakit dalam diamnya yang selalu dia kesampingkan..

Dengan sebuah senyuman malaikat..

Namun senyuman dan kepercayaannya gagal untuk menyembuhkan luka-lukanya..

Itu meninggalkan dan mengkhianatimu..

 

CY Entry Teuki, 10/06/2009, 01:58

Setiap kali melakukan persiapan album, kami sangat sibuk..

Sibuk.. Sibuk.. Sibuk.. Itulah yang aku pikirkan..

Kami sangat sibuk..

Tapi aku tidak lelah.. Ini bisa aku tahan.

Karena aku ingin hidup yang seperti ini..

Yang seperti… seperti…

Sebuah Robot..

Hari tu adalah hari dimana aku menangis paling keras dibandingkan delapan hari sebelumnya..

Inilah saat dimana hatiku dengan sangat sakitnya, akhirnya mengerti..

Bahwa tak ada kekuatan lain yang bisa menang dari kenyataan ini..

Inilah hari dimana aku memutuskan untuk menyerah atas semua harapan-harapanku..

Bagaimana aku bisa masih percaya, kalau kau menjadi seperti itu?

Bagaimana aku bisa masih percaya, kalu kau menjadi seperti itu?

 

Aku berusaha memaknai setiap kata. Meskipun otakku ini tidak bisa diajak bekerja sama jika sudah berhubungan dengan prosa, tapi anak kecilpun pasti mengerti penderitaan yang ditanggung penulisnya. Hatiku begitu terasa sesak membacanya. Antara rasa tidak percaya kalau dibalik senyumnya yang selama ini ia tebarkan ke semua orang ternyata ada beban menggunung di atas pundaknya dan juga rasa iba yang membuatku seolah-olah ikut merasakan sedih hatinya.

Aku menshut down laptopku. Aku memikirkan setiap kalimat-kalimat dalam tulisan ahjussi yang masih bisa kuingat di otakku.

Ternyata selama dua bulan lebih aku tinggal dengan ahjussi, sangat belum cukup untuk mengenal namja bernama Park Jungsoo.  Aku benar-benar belum mengenalnya.

Ani.

Aku benar-benar tidak mengenalnya.

Bagaimana aku bisa membebaninya selama ini dengan keegoisanku, dengan permintaan-permintaanku yang tidak masuk akal dan tingkahku yang sering membuatnya kesal.

Ahjussi, mianhaeyo.
 Leeteuk’s POV

Aigoo! Dasar bocah ini!

Harus berapa kali lagi aku harus mengingatkannya untuk tidak tidur di ruang TV. Apa ruangan ini begitu nyaman untuk tidur?

Baiklah, Park Jungsoo! Ini saatnya melakukan kewajibanmu sebagai suami bocah Mogi ini.

Aku mengangkat tubuh mungil istriku ini. Aroma tubuhnya kini semakin familiar di hidungku. Bau shampoonya juga semakin akrab saja di ingatanku.

Aku meletakkannya di atas ranjangnya dengan pelan-pelan memastikan ia tidak terbangun. Aku memandangi wajahnya.

Aku tersenyum.

Tuhan!
Meskipun aku tidak begitu dekat denganmu, tapi saat ini aku benar-benar bersyukur kau mengirimkan yeoja ini padaku. Karena yeoja ini, Aku tidak punya waktu lagi menangis menanggung beban menggunung di pundakku seperti yang biasa kulakukan pada jam-jam ini. Hanya sekedar pekerjaan sederhana: memindahkan tubuh mungilnya dari ruang TV ke kamar tidurnya dan memandangi wajah tidurnya sesaat.

 

Eunhyo’s POV

                Aku memandangi kesal wajah babo di hadapanku. Aku terus mengatainya dengan kata-kata penuh kekesalan.

“Aigo! Memalukan! Kenapa bisa terulang lagi? Padahal kau sudah berjanji untuk tidak melakukannya lagi.”  Aku menjitak kepalanya dan menjulurkan lidah kearahnya .

“Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi. Tidak akan tidur di ruang TV. Shin Eunhyo tidak akan merepotkan Ahjussi lagi.”

Aku mengangguk yakin lalu melanjutkan menggosok gigiku yang tertunda karena tadi sibuk mengatai cermin yang ada di hadapanku.

Sudah pukul 8, tapi kenapa ahjussi belum keluar dari kamarnya? Apa dia begitu kelelahan? Baiklah, Shin Eunhyo! Sudah saatnya sedikit bersikap baik pada namja itu.

Hmm.. ternyata tidak sulit membuat pancake ini!

Kuhirup aroma pancake yang bisa di bilang lumayan. Untung saja Kim ahjumma berbaik hati mau aku todong resep andalannya ini. Ahjumma itu, kenapa semangat sekali ketika aku memberitahunya kalau aku akan membuatkan makanan untuk ahjussi.

“Ahjussi! Kau sudah bangun?”

Aku mengetuk pintu kamar berwarna putih itu. Tidak ada jawaban!

Apa ahjussi masih tidur? Aku masuk saja.

“Ahjussi!  Noe odie?”

Kenapa ranjangnya kosong?

Aku menaruh nampan yang diatasnya ada segelas susu dan sepiring pancake dan selai stroberi di atas meja kecil di sisi ranjang.

“Kau! Kau mencariku?”

Aku menoleh ke arah suara barusan.

“OMO!!”

Aku menutup mataku dengan kedua tanganku.

“YAK, AHJUSSI! KENAPA KAU TIDAK BERPAKAIAN!”

Aku memekik kesal sambil terus menutup wajahku.

“Memangnya mengapa kalau aku  tidak berpakaian?” Jawab ahjussi dengan nada mengejek.

“Apa kau sudah gila? Ayo, cepat pakai bajumu!”

“Cih! Baboya! Kau tidak melihat handuk yang menempel di pinggangku?”

Aku merenggangkan jari-jariku yang masih menutupi wajahku dan memastikan perkataanya dari dari celah-celah jariku.

“Eish! Kau hampir membuatku mati berdiri! Seharusnya dari awal aku percaya dengan Eunhyuk oppa kalau ahjussi sering…”

“Aku kenapa?” Wajah ahjussi seperti menuntut jawaban.

“Eunhyuk oppa bilang kalau… kalau ahjussi sering berkeliaran di dorm tanpa baju.”

PLETAK!

“Yak! kenapa kau menjitak kepalaku?” Aku mendengus lalu mengusap-usap kepalaku.

“Baboya! Kau itu terlalu banyak bergaul dengannya. Tidak heran kalau otakmu itu yadong sekarang.”

Benar-benar dia ini!

“Atau, kau memang berharap kalau aku memang tidak memakai selembar pakaian?” Lanjutnya lagi.

“Yak!”

Aku berniat memukulnya, tetapi ku urungkan melihat tidak ada sehelai benang yang membalut dadanya.

Baru kali ini aku melihat dada bidangnya dengan begitu jelas. Di situ begitu bersih. Susunan kotak-kotak seperti coklat batangan begitu pas terukir di perutnya. Six pack, huh? Sepertinya namja ini baru saja mandi. Tetesan-tetesan air masih menempel di perutnya. Kenapa namja ini jadi kelihatan…

Ani..ani.. Tidak boleh memikirkan apapun.

Aku menggaruk-garuk bagian belakang kepalaku. Kenapa jadi merinding seperti ini? Aigo! Sebaiknya aku pergi saja.

“Aku.. aku.. sebenarnya datang untuk memberikanmu itu!” Aku menunjuk ke arah nampan yang kuletakkan di atas meja di sisi ranjangnya.

“Kau yang membuatnya?”

“Ne. Kalau begitu aku pergi dulu ya.” Jawabku lalu melangkahkan kakiku terburu-buru. Aku mendengar suara sayup-sayup terdengar seperti ucapan terima kasih.

Aku menepuk-nepuk pipiku. Panas sekali rasanya. Apa AC di rumah ini rusak?

 

Leeteuk’s POV

Anak itu! Kenapa tiba-tiba membuatkanku sarapan? Apa dia menginginkan sesuatu? Apa ia ingin menonton konser Shinee lagi? Atau, apa dia melakukan kesalahan?

Aku memasukkan sesendok pancake yang Eunhyo buatkan. Hmm… Lumayan juga rasanya. Kapan ia belajar memasak?

***

                “Kau tidak kuliah hari ini?”

“Inikan hari minggu.” Eunhyo mengalihkan pandangannya ke arah TV.

“Aish! Membosankan sekali! Kenapa acaranya tidak ada yang menarik. Kemana semua acara-acara menarik. Bukankah negara ini terkenal dengan drama-drama dan variety show yang berkualitas? Apa semua sudah di impor?” Lanjutnya mengganti-ganti channel TV.

“Yak! Kau bisa merusak benda itu. Sudah hentikan.” Tegurku.

“Kau pelit sekali.” Ia melemparkan tatapan kesalnya.

“Kau mau ikut denganku?” Tawarku. “Hari ini aku ada syuting Starking. Bukankah kau sangat menyukai acara itu?”

“Benarkah aku boleh ikut.” Matanya berubah berbinar. “Baiklah aku tidak akan menolak. Tapi kau harus menungguku sebentar ya?”

“Kau mau melakukan apa?”

“Aku mau bersiap-siap dulu. Perasaanku mengatakan kalau hari ini, aku akan bertemu seseorang yang spesial.” Balasnya.

***

                Aku mengintip-intip dari balik tirai Backstage. Aku mencari sosok gadis yang ku ajak ke tempat ini.

Ternyata ia di sana. Di baris ke dua sisi kanan panggung. Ia terlihat mencoba mengakrabkan matanya dengan lokasi syuting ini. Matanya melirik ke sana-ke mari.

Ada sedikit penyesalan mengajaknya ke tempat ini. Aku tidak mengantarnya. Aku malah memintanya naik taksi sendiri. Meskipun ia tidak menolak, tetapi jelas aku jadi seperti tidak bertanggung jawab. Aku yang mengajaknya, tetapi tidak mengantarnya. Namja seperti apa aku? Ani, suami seperti apa aku?

Dan yang paling membuatku menyesal adalah bahwa feelingnya sebelum tempat ini benar. Ia akan bertemu seseorang yang spesial. Orang yang spesial di  hatinya. Lee Taemin.

 

Eunhyo’s POV

Ternyata seperti ini set studio Starking. Sebuah set panggung dengan dominasi warna putih dan merah di hiasi dengan lampu-lampu beraneka jenis dan bentuk di setiap sisi. Sebuah lingkaran kaca tepat di tengah set panggung itu memiliki lampu-lampu juga di bawahnya. Kursi-kursi Bintang Tamu tersusun menjadi tiga baris memanjang. Dan yang paling khas dari studio ini adalah Lambang huruf S besar berwarna merah dengan sebuah mahkota di atasnya yang terdapat pada pintu jalan masuknya para peserta yang mau menunjukkan bakat-bakat luar biasa yang mau mereka pamerkan.

Dan di sinilah aku. Duduk di kursi di sisi kanan panggung. Aku masih menunggu acara ini dimulai. Sutradara tadi memang mengumumkan kalau acaranya akan di take sekitar 10 menit lagi. Aku benar-benar tidak sabar menyaksikan secara langsung acara favorit warga se-Korea ini.

Satu per satu Bintang Tamu mulai masuk.

Wah! CN BLUE.. Mereka tampan-tampan sekali! Young Hwa oppa!

Aku mulai berteriak refleks seperti halnya penonton-penonton lainnya. Hi..hi.. kalau dipikir-pikir, aku kan bukan fans mereka. Tetapi kenapa bisa sehisteris ini?

Ada f(x) juga…

Ahjussi, kenapa tidak kelihatan?

WAH!! Itu dia!

Aigoo! Kenapa ahjussi begitu tampan?

“AHJU…”

Aku menutup mulutku. Aigo! Mau cari mati apa?

OMO! Shinee? Mereka juga ada di sini.

***

Leeteuk and Eunhyo’s home

10.25  P.M.

 

“Wah tadi itu benar-benar keren!” Pekikku “Kalian beruntung sekali ahjussi. Kalian bisa melihat orang-orang berbakat luar biasa itu secara langsung.”

“Kau benar. Melihat mereka secara langsung rasanya seperti kau melihat seluruh keajaiban berkumpul dalam satu waktu tepat di hadapanmu.” Balas ahjussi.

“Kau tahu? Aku paling bersemangat jika syuting acara Starking.”

“Banyak keajaiban di sana. Benar, kan?” Aku menyelesaikan ucapan yang pasti akan keluar dari mulut ahjussi

“Ahjussi, kau lihat anak kecil tadi? Aku tidak henti-hentinya tertawa sepanjang penampilannya. Benar-benar mirip Shindong oppa. Dance sangat enerjik untuk ukuran anak umur 5 tahun.” Lanjutku.

“Geurae… geurae…” Jawab ahjussi bersemangat.

“Aku hampir jantungan ketika dia menirukan Pelvic Thrust. Padahal cukup sulit untuk ukuran anak-anak.” Lanjutku tak  mau kalah.

“Dia bahkan  bisa menirukan gaya andalan Heechul oppa dengan sangat baik.”

“Yang menjulur-julurkan lidah itu? Iya, benar! Bocah itu memang gila.”

Ahjussi terdiam seperti memikirkan sesuatu.

“Eunhyo-ya” Ahjussi terdiam lagi. “Kau tahu apa yang kupikirkan ketika melihat bocah itu?”

“Aku? Memangnya aku cenayang yang bisa membaca pikiranmu?” Protesku. “Memangnya apa yang ahjussi pikirkan?”

Ahjussi menghela nafas.

“Aku berpikir, pasti bahagia sekali rasanya punya anak. Jika aku punya anak, aku akan punya alasan kuat untuk melakukan semua hal ini. Seorang anak perempuan sepertinya lebih menyenangkan. Aku membayangkan, jika aku pulang kerja, gadis kecil ini akan menyambutku lalu bergelayutan manja minta aku menggendongnya Lalu berkata “Appa, kau sudah pulang? Aku membuat gambar eomma, appa dan aku. Lihatlah appa!” Kemudian ia akan bercerita hal-hal yang dilaluinya seharian. Rasanya membayangkan ekspresinya akan mengangkat semua bebanku.”

Aku tidak pernah melihat wajah ahjussi seantusias ini. Ia tersenyum sepanjang kata yang ia ucapkan.

“Eunhyo-ya, tidakkah lucu sekali jika saat eommanya tidak ada, aku menyisir rambutnya atau memilihkan pakaian yang lucu-lucu untuknya. Ah! Kami juga akan makan es krim bersama. Jalan-jalan ke kebun binatang bersama. Oh, ya! Aku juga akan mengajaknya bermain dengan dongsaeng-dongsaengku. Hyukjae pasti yang paling bersemangat karena ia juga menyukai anak-anak yang lucu.”

“Sepertinya menyenangkan. Tapi, sepertinya itu akan terjadi lama sekali?” Lanjutku.

“Waeyo? Dalam waktu 9 bulan ini, aku juga bisa mewujudkannya?”

“Mwo? 9 bulan? Apa kau sudah menghamili seorang yeoja?”

Aku menutup mulutku dengan dengan kedua tanganku. Benar-benar tidak bisa dipercaya.

Pletak!

Sebuah jitakan halus mendarat di kepalaku.

“Yak! Kenapa kau suka sekali menyikasaku? Sakit sekali!”

“Salahmu sendiri menuduhku sembarangan! Untuk apa aku menghamili yeoja lain? Kau kan ada? Bukankah kau itu istriku? Bagaimana?”

Aish! Apa-apaan ini?

“YAK! Noe michyeosso?”

Aku mendengus kesal. Apa aku sudah gila mau punya anak sekarang?

“Kau terlalu banyak berkhayal, ahjussi. Lagipula kau jangan lupa kalau kita ini….”

“Suami-istri pura-pura. Aku sudah tahu itu.” Ahjussi memotong kalimatku.

Aura wajah ahjussi berubah 180 derajat. Tidak ada lagi wajah senyum sumringah itu, yang ada hanya wajah yang kelihatannya tanpa ekspresi apa-apa tetapi aku yakin kalau ia tidak begitu senang jika aku mengungkit-ungkit hal yang satu ini.

“Aku tidak bermaksud begitu.”

“Sudahlah. Kau tidurlah! Bukankah besok kau ada mata kuliah pagi?”

Apa aku benar-benar telah melakukan kesalahan? Bukankah ia

“Ne. “ Jawabku singkat lalu beranjak menuju ke kamarku di lantai atas.

“Mianhae. Aku tadi hanya bercanda. Mungkin aku saja yang keterlaluan. Jaljayo!” Ucapnya.

Kalimatnya barusan berhasil menghentikan langkahku sesaat sebelum aku menuju tangga. Hmm… kelihatannya ia sudah tidak marah lagi. Syukurlah!

“Ne.”

Aish! Bercanda, huh? Keterlaluan sekali.

Leeteuk’s POV

Sepertinya aku memang terlalu berlebihan tadi. Aku seharusnya ingat jika status kami. Jelas ia tampak kesal tadi. Yeoja manapun pasti akan merasa dilecehkan jika ada namja yang mengatakan ingin memiliki anak darinya apalagi aku bukanlah namja yang ia cintai. Meski aku mengatakan hanya bercanda, tetapi sepertinya memang keterlaluan.

Yeoja ini! Bagaimana caranya agar ia bisa memahami perasaanku? Sepertinya ini akan sulit. Aku masih ingat bagaimana caranya memandang dan tersenyum pada Taemin di  acara Strongheart tadi. Namja itu juga. Untungnya Taemin tadi terburu-buru meninggalkan studio sampai ia tidak punya waktu menyapa Eunhyo. Akhir-akhir ini jadwal Shinee semakin banyak saja. Itu artinya kesempatan mereka bertemu semakin sedikit, tetapi entah mengapa masih terasa akan sangat sulit.

Saat ini aku berharap ada keajaiban!

09.30

“Eunhyo! Shin Eunhyo! Kau masih lama tidak? Aku harus berangkat sekarang. Bukankah kau bilang kau juga ada kuliah pagi?” Aku memanggil yeoja itu dengan sedikit berteriak. Sudah lima belas menit lebih aku menunggunya, tetapi ia tidak turun-turun juga dari kamarnya.

Merasa tidak sabar, aku merasa perlu ke kamarnya. Apa ia tertidur lagi? Tapi itu bukan kebiasaannya.

Benar dugaanku! Yeoja ini malah meringkuk di balik selimutnya. Aigoo!

“Mianhae, ahjussi. Sepertinya aku tidak enak badan.”

Aku memastikan perkataannya dengan menyentuh keningnya.

“Sedikit demam. Sudah sejak kapan kau seperti ini?”

Aku duduk di sisi ranjang merah mudanya.

“Waktu aku bangun, aku sudah merasa kalau aku tidak enak badan. Aku juga tadi sempat mual-mual. Apa aku masuk angin?”

“Kalau begitu, aku ambilkan obat penurun panas dan air putih dulu. Kau jangan banyak bergerak dulu ya!” Perintahku.

Aku menuju dapur lalu mengambil air putih. Lalu, obat penurun panas yang kucari-cari juga sudah ketemu. Aigo! Yeoja itu kenapa mudah sekali terserang demam? Apa karena terlalu sering makan es krim?

Sayup-sayup dari luar kamarnya, aku mendengar yeoja itu sedan berbicara dengan seseorang yang sepertinya melalui ponselnya. Aku urung masuk ke kamarnya dan memilih menunggu di luar kamarnya karena tak ingin mengganggu privasinya.

                “Ne.”

                “Rumah Sakit Universitas Seoul?”

                “Ne.”

                “Hamil?”

                “Bagaimana bisa?”

                “Baiklah. Aku mengerti.  Terima kasih?”

 

                Tunggu! Bukankah barusan Eunhyo baru mengatakan kata hamil? Jangan-jangan, yang dimaksudnya hamil itu adalah dirinya sendiri? Pantas saja ia tidak enak badan pagi ini. Ya, benar! Eunhyo juga bilang kalau ia mual-mual tadi? Akhir-akhir ini juga ia sedikit sensitif.

Kemarin, bukankah ia bilang ingin sekali makan Kimchi mentimun? Setahuku, bukankah ia pernah bilang kalau ia tidak suka makan mentimun? Eotthokkhae?

Apa aku benar-benar akan menjadi seorang appa?

 

TBC

Such a long time gak ngelanjutin part yg kemarn…

Jeongmal mianhaeyo readersku tercinta…

#pasang wajah memelas plus pose sorry,sorry#

Masih setia, kah??

Masih donk, ya!

#ditabok readers pakek poster jumbonya Heechul (ngarep)#

 

Oh,ya! Saya nyelipin entry cyworldnya Leeteuk oppa.. tapi bener2 maaf gak pakek credit karena kmrn saya benar2 lupa ngesave sumbernya. Jadi jeongmal mianhae ya…and DO NOT BASH, ok????

 

Mohon doa restunya jg buat nonton SS4 INA nanti kalw bnr2 jadi ya?… He..he.. slama ini saya hiatus gara2 harus kerja ekstra bwt tambahan persiapan dana nonton SS4… Saya jg bakaln doain kita smua bisa nonton bareng2.

#readers: Amiii…….nnn!#

 

RCLnya jgn lupa ya readers…..

Anyway, wish me luck for the next part, ya!

Annyeong!!!!!!!!!

 

 

79 Comments (+add yours?)

  1. tara
    May 26, 2012 @ 08:28:01

    AjhuSi tampan yg sangat mempesona

    Reply

  2. ucisyukrillah
    May 26, 2012 @ 09:06:05

    Nunggu lma bgt buat ff ni…..mkin seru….tp ngomong2 emang teuk bner2 dah nglakuin ya???? , tp knapa kyanya q jd kasian ma teuk?????next q tnggu…….

    Reply

  3. Elf
    May 26, 2012 @ 09:41:58

    Ni ff lama bgt kluarnyaaa…
    Pdhal pminatnya bnyak bgt..
    Lanjutnya jgn lama2 la thoor..
    😀

    Reply

  4. Kim Hee-hee
    May 26, 2012 @ 09:44:44

    mantaaaapppp……
    finally keluar jg nie ff, setelah sekian lama nunggux…..untung msh ingat jln ceritax….
    ntar next chapter jgn lm2 ya chingu, aq sllu menantikan ffmu ini…..

    Reply

  5. tiara uno (han soo ae)
    May 26, 2012 @ 09:47:34

    Akhirnya yang ini muncul juga 😀
    Ayoo thor, lanjut lagi.. Secepetnya ya klo bisa 😀 udah gasabar nih..

    Reply

  6. sclouds9
    May 26, 2012 @ 09:51:21

    gila thor,gw nunggu setaun ni ff baru keluar.lama amat..tp tetep ajib,bikin senyum2 n ngakak sndiri.next part ASAP thor..

    Reply

  7. mutia
    May 26, 2012 @ 11:03:34

    hhmm..hampir lupa sma ff ini -_-
    itu ko eunhyo… siapa yg hamil?? diakah? tpi emg udh pernah nglakuin “itu” sma jungsoo??

    Reply

  8. ve
    May 26, 2012 @ 11:18:15

    bguz thor. . .hahahaqa. . . .
    fighting!!!

    Reply

  9. MissClouds
    May 26, 2012 @ 11:31:28

    Beneran sii EunHyo hamil??? siapa yang hamilin??
    Kaya’a sii ahjussi belom ngapai2in tuh yeoja dech ==”
    tapi seru author…lanjutannya cepetan ne”
    penasarab >___<

    Reply

  10. shaaaaw
    May 26, 2012 @ 11:45:10

    Wahwahwah keren thor lanjut udah lama bgt nih nunggunya kekek

    Reply

  11. Saehyunie
    May 26, 2012 @ 12:28:35

    finally!!! muncul jg nih FF… lama bgt nunggunya….

    next jgn lamalama ya…. kan kngen ma Teukhyo….
    eh? Eunhyo yang hamil? masa sih? =,=a

    Reply

  12. injewel
    May 26, 2012 @ 12:32:55

    Eunhyo hamil…?!ditunggu lanjutanny thor…

    Reply

  13. Lethi
    May 26, 2012 @ 12:41:08

    udah lama banget nunggu ini ff, part selanjutnya jangan kelamaan yaaa 🙂

    Reply

  14. l_gyuri
    May 26, 2012 @ 12:57:38

    dh lm nungguin nie ff akhirnya dpublish jg.mkn seru.teuky oppa sptnya bnr2 jth cinta ma eunhyo.smpe ingn pnya ank trus hdup bhgia sweet bgt.sygnya hyongie blm sepenhnya sdr klo dia jg memiliki rsa yg sma dg teuky oppa.apzlg dgn sikpnya yg dh mulai perhatian .next part nya jgn lma2 thor…

    Reply

  15. l_gyuri
    May 26, 2012 @ 13:02:58

    dh lm nungguin nie ff akhirnya dpublish jg.mkn seru.teuky oppa sptnya bnr2 jth cinta ma eunhyo.smpe ingn pnya ank trus hdup bhgia sweet bgt.sygnya hyongie blm sepenhnya sdr klo dia jg memiliki rsa yg sma dg teuky oppa.apzlg dgn sikpnya yg dh mulai perhatian .si hyo cma demam ato hmil tp klo hmil kan mrka blm pernh berhbgn.mkn penasaran aja.next part nya jgn lma2 thor…

    Reply

  16. agathayaakim
    May 26, 2012 @ 13:43:06

    hamil?? kapan bikinnya? memangnya pernah bikin?? hahahhaha
    joha~~
    ditunggu kelanjutannya ya ^^

    Reply

  17. FAUSTINAAA
    May 26, 2012 @ 16:03:10

    udh lama bgt nunggu ff ini.. akhirnya di post juga..
    ditunggu lanjutannya thor!

    Reply

  18. Tami
    May 26, 2012 @ 18:25:44

    Next,,, FF nya bagus

    Reply

  19. Cuapcuap
    May 26, 2012 @ 18:25:57

    Lanjut thor. Jgn lama” penasaran tingkat dewa ini keke

    Reply

  20. Ririn_Kyu
    May 26, 2012 @ 19:21:43

    beehh akhirna muncul jga FF ini, heeemmm trakhr baca kykna mrka blm “gituan dech” ap aku lupa ya.. heehhehee lanjutanna jgn lama2 thor…^^

    Reply

  21. HyuKyu's Wife
    May 26, 2012 @ 19:30:10

    Huwaaa…nich ep-ep yg pling aku tnggu2.. ><
    Akhirx keluar jga..
    Kyaaa..

    Bgus bnget!!
    Jgn lma2 yha nge-post nya.. 🙂

    Reply

  22. Ay
    May 26, 2012 @ 19:54:48

    aku baru baca cerita ini, seru sifat eunhyo mirip kyuhyun …
    cerita’y bikin penasaran, d tunggu lanjutan’y,..

    Reply

  23. song hyo-ah
    May 26, 2012 @ 21:21:12

    emang eeteuk uda pernah bikin ” sama eunhyo ya??
    kok ga tau ??

    Reply

  24. millllyy
    May 26, 2012 @ 22:13:25

    mangnya bisa ya eeteuk ma eunhyo?
    pi di tunggu aja part lanjutan nya..
    jangan lama-lama ya thour……

    Reply

  25. Wiwik dian
    May 26, 2012 @ 22:25:29

    Seru bnget , lanjutkan..

    Reply

  26. devy
    May 26, 2012 @ 22:51:42

    Annyeooooong..

    Hhaaiiisshhh ini ff udh lamaaa bgt ditungguinnya..

    Omo ada yoon si yoon disini.. Trs dia udh tunangan..?? Nugu?? Org yg eunhyo jg kenal?? Wooah penasaran..

    Woooaahh eunhyo ngeliat eetuk abs mandi langsung nelen ludah kan liat bentuk body eetuk.. Ya iyalaaaah scara bdannya etuk kaaan.. *dong dong dong yadooong.. Hihihi

    Hmm ini yg hamil siapa?? Eetuk udh ke ge’er’an aje eunhyo hamil.. Mang udh pernah melakukan “itu” ama eunhyo..??

    Hehehe lucu & makin menarik ceritanya chinguuu.. Ditunggu lanjutannya ya chinguuu.. Jeballll jgn terlampau lamaa bgt ya chinguuu..

    Keep fighting (‘▿^)ง ..!!

    Reply

    • maniique
      Jun 03, 2012 @ 20:05:24

      aNNyeong..juga!!!!
      makasih ya udah baca,, mian juga udah bikin nungguin

      ah,,km ini! eunhyo apa devy yg nelen ludah bayangin ahjussi shirtless??
      kkkk
      #plak#
      makasih..ya…dear..

      Reply

  27. DegaKyu
    May 26, 2012 @ 23:22:28

    Aigoo… Terxta si ahhjussi udh kebelet px momongan tp eunhyo nya mlah kya’ g2. Kira2 kpn nih couple bisa bersatu ea?? Jd tmbh penasaran. Hei bwt authorx klo posting jgn lama2 donk keburu readers pda lupa sama crita sblmx. FIGHTING bwt author.

    Reply

  28. meer
    May 27, 2012 @ 00:58:27

    akhirnya keluar juga sambungannya yeyee

    Reply

  29. fanyyesung
    May 27, 2012 @ 02:46:57

    Akhirnya . . . publish jga. .
    stelah penantian panjang(?) akhirnya muncul jga nich ff. . eh. . emang nya s ajjushi udh prnah ngelakuin “itu” ma eunkyo?
    publishnya jgn lamac thor. . ntar karatan lho. . #becanda

    Reply

    • maniique
      Jun 03, 2012 @ 20:26:33

      Mianhaeeeeeee!!!!!
      saia susah jelasin alasan saia kenp lama2 postingnya…
      saia hny brusaha yang penting readers smw senang bcny…ya..!!
      #terharu dengan readers smw yg pada nungguin#

      Reply

  30. sooyoungster0904
    May 27, 2012 @ 09:57:30

    lanjutttttttttttttt

    Reply

  31. Vie
    May 27, 2012 @ 10:05:47

    uwaaa…ne ff bikin q tergila2

    daebak…!

    Reply

  32. Bee Love
    May 27, 2012 @ 11:08:19

    Daebak….
    Wahahha….
    Lanjut ya….

    Reply

    • maniique
      Jun 03, 2012 @ 20:14:14

      i know u, dear..
      it’s a big honour 4 me having a great reader like you..
      was it hard to find this web page?
      kkkkk…
      i think u began to be addicted to this ff..
      BIG hug for you, My lovely BEE LOVE…

      Reply

  33. SeungRa
    May 27, 2012 @ 14:09:11

    Thor, bikin AHJUSSI jadi seorang appa thor… yayayya? *maksa
    lanjutttt

    Reply

  34. anis_ekaa
    May 27, 2012 @ 15:58:15

    Lanjutin ya thor ceritanya 😀 ^o^

    Reply

  35. Park Yoon Hee
    May 27, 2012 @ 18:29:13

    Jangan lama lama thor,di publish next part nya.Udah lama bgt aku nunggu ff ini.DAEBAK

    Reply

  36. xna_cloudsjewelspumpkins
    May 27, 2012 @ 19:03:07

    Lmaaaaaa bgd say,,kkkk
    Itu knp yoon oppa nympil d awal doank,,p ntr jg d??

    omooo teuk pabbo!!gmn bsa eunhyi hmil klo lu g grpek”dy-.-*eh

    Next part dtggu,,

    Reply

    • maniique
      Jun 03, 2012 @ 20:18:38

      saia lagi kangen ma siyoon oppa, jadi agak2 dikasih part dikit,,
      selain itu,jobny siyoon lagi sunyi, makany oppa nerima jd cast saia…
      #ditoyor yoonpa#

      Reply

  37. ocha
    May 27, 2012 @ 20:30:36

    Akhirnya ni ff nongol lagi XD
    Btw, beneran Eunhyo hamil? Bukannya dia sama Teuki belom pernah ngapa-ngapain ya? •_•
    Lanjutannya jangan lama-lama ya, penasaran XD

    Reply

  38. riska
    May 29, 2012 @ 16:42:43

    kyaaaa………!!!
    jd pensaran hamil gax ya…….?
    lnjut……

    Reply

  39. Thalia Manurung (@Thaliamanurung)
    Jun 07, 2012 @ 15:13:59

    lanjut dong thorrrrrrr

    Reply

  40. putriandini
    Jun 16, 2012 @ 09:53:16

    ff bagus,, nggak sabar menunggu part selanjutnya,, ayo dunkk,, hehe.. maaf agak maksa,,,,

    Reply

  41. ruel sitta
    Jun 23, 2012 @ 23:47:11

    wahh, udah lama nunggu lanjutan ff ne. Akhirnya kluar juga lanjutan@.
    Makin seru aja ne ff.
    D tggu lnjutan@… 🙂

    Reply

  42. IteukyLuky
    Jul 25, 2012 @ 18:53:15

    daebak….
    Ahjussi yg sok imut bener2 menghipnotis eunhyo & q #pletak.
    Hehe……

    Reply

  43. Giani
    Jul 26, 2012 @ 11:46:58

    akhirnya ketemu juga part ni senengnya.sedih pas bc pesan leeteuk oppa di cyworldnya gmn cpenya oppa..semoga leeteuk oppa selalu bhagia

    Reply

  44. Giani
    Jul 26, 2012 @ 11:55:18

    akhirnya ketemu juga part ni senengnya he..soalnya jh bgt aku nyari chingu bener2 gak nyesel smp d obrak abrik liblary nya he#udahan cuhratnya

    wah leeteuk oppa jangan2 ngira eunhyo hamil ya?haha dasar oppa..daebak pokoknya bt cerita ni bgs ceritanya

    Reply

  45. dindaPJJ
    Aug 06, 2012 @ 16:20:28

    ya ampun ><

    Reply

  46. Mila
    Aug 14, 2012 @ 02:30:43

    Lanjutkan yah thour
    Fighting

    Reply

  47. minkijaeteuk
    Nov 18, 2012 @ 14:35:23

    eunhyo y hamil kah???? pa dia beneran waktu malem tu ngelakuin ma leeteuk????
    q penasaran bgt……
    ternyata cwo yg ngejar tu si yoon sunbae y kirain penjahat…. agak sedih pas percakapan leeteuk mau punya anak n trus eunhyo y ngingetin klo pernikahan y ngak beneran gt…..
    Lanjut ah…. penasaran abis n lg keeteuk y mulai aa perasaan ma eunhyo y….

    Reply

  48. vika
    Apr 27, 2017 @ 15:03:31

    benarkah eunhyo hamil?????????????????
    atau leeteuk salah paham saja????????/ jadi penasaran

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: