[FF Of The Week] Second Golden Chance

Second Golden Chance

Author : Kyuna

Tag: Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Rating : PG-15

Length: long-long-long-one shot 😉

Yeoja itu berdiri ditengah-tengah kerumunan yang sangat ramai. Entah sudah berapa kali tubuhnya terdorong kesana-kemari akibat yeoja-yeoja disekitarnya yang meloncat-loncat dan berteriak tanpa hentinya. Ia hanya berdiri dengan tampang emotionless dan matanya yang  tetap terarah kepada seseorang yang baru saja naik keatas stage dan bersiap untuk menyanyikan sebuah lagu untuk solo stagenya.

“KYUHYUN! KYUHYUN! KYUHYUN! KYUHYUN!” yeoja-yeoja disekililingnya tetap meneriakkan sebuah nama berkali-kali. Semua lampu pun dimatikan dan lampu spot dinyalakan untuk menerangi orang tersebut. Namja itu berdiri ditempatnya, menggenggam sebuah mic di tangan kanannya, dan matanya menyapu semua fans yang berada didalam Seoul Olympic Stadium itu sambil tersenyum, membuat semua fans disana berteriak semakin histeris.

Namja itu pun mulai bernyanyi dengan suara emasnya.

 

When I see you, I only smile- even shy smiles
Your eyes that look at me- are they sad and talking of goodbye baby?

(Ketika aku melihatmu, aku hanya tersenyum-walaupun hanya senyum mlau-malu

Matamu yang melihatku- apakah mereka sedih dan mengatakan tentang selamat tinggal sayang?)

 

Are you that tired of seeing the same person
and doing the same things every day?
Will you forgive me?
Please think about it one more time
I won’t let you go now

(Apa kau lelah melihat orang yang sama

Dan melalukan hal yang sama setiap hari?

Akankah kau memaafkanku?

Tolong pikirkan itu sekali lagi

Aku takkan melepaskanmu sekarang)

 

I’m a fool to have made you cry
Letting you go because I was lacking
Forgive me for trying to erase you
Please- so that I can breathe again

(Aku adalah orang yang bodoh yang telah membuatmu menangis

Membiarkanmu pergi karena aku lengah

Maafkan aku yang berusaha menghapusmu

Tolong- dengan begitu aku bisa bernafas lagi)

 

When I see you, I cry- you make me into a fool
When you have a change of heart, I will be standing there on your way back baby

(Ketika aku melihatmu, aku menangis- kau membuatku seperti orang bodoh

Ketika kau sudah merubah hatimu, aku akan berdiri disana ketika kau ingin kembali sayang)

 

The breakup that you prepared
Hurts me so bad that I could die, even after time passes
There’s still so much that I have to do for you before I let you go

(Perpisahan yang sudah kau siapkan

Melukaiku begitu dalam sampai rasanya aku bisa mati, walaupun itu sudah berlalu

Masih banyak hal yang ingin kulakukan untukmu sebelum aku melepasmu)

 

Ryeowook masuk dan mulai menyanyikan part rap nya.

 

Where do I start? Starting at some point, we lost the preciousness (you know even if I don’t say it)
But I miss each second of each minute and
Your beautiful, eye-blinding smile
I hope this touches you heart
Will my sad prayer pass this rain and pass on to you?
(Darimana aku memulainya? Memulainya sama seperti dulu, kita kehilangan sesuatu yang berharga (kau tahu walaupun aku tidak mengatakannya)

Tapi aku merindukan setiap detik dari setiap menit dan

Senyummu yang indah dan membutakan

Aku harap ini menyentuh hatimu

Akankah doaku yang menyedihkan ini melewati hujan dan sampai padamu?)

 

I’m so in pain right now because you have left
I’m so in pain- why is it so hard?
I think about you every night
Do you know how anxious I get if I don’t think about you for just one day?
You probably don’t know- there’s no way you will know
If you think of me once in a while, then please come back then

(Aku dalam kesakitan sekarang karena kau telah pergi

Aku dalam kesakitan- kenapa ini begitu berat?

Aku memikirkanmu setiap malam

Apakah kau tahu bagaimana gelisahnya aku jika aku tidak memikirkanmu untuk satu hari saja?

Kau mungkin tidak tahu- kau memang tidak mungkin tahu

Jika kau memikirkanku sekali saja, tolong kembalilah)

 

Saying I love you, saying it to you
Saying I miss you, Saying I want to hug you, and only you
I want to protect you
For you, who will come back to me

(Mengatakan aku mencintaimu, aku mengatakannya padamu

Mengatakan aku menrindukanmu, mengatakan aku ingin memelukmu, dan hanya dirimu

Aku ingin melindungimu

Untukmu, yang akan kembali padaku)

Lagu Y itu terasa begitu halus keluar dari bibirnya. Saat ia sedang bernyanyi, matanya menangkap yeoja tadi yang masih berdiri mematung ditempatnya tapi bedanya, mata yeoja itu sudah berkaca-kaca. Kyuhyun menyipitkan matanya, berusaha mengenali gadis itu dengan pencahayaan seadanya yang berasal dari lampu spotlight yang menerangi dirinya itu. Tanpa sadar, ia berjalan mendekati dimana yeoja itu berdiri, padahal dari  earphone  ditelinganya, sang PD sudah berteriak untuk menyuruhnya melanjutkan bernyanyi. Tapi semuanya seolah membuat Kyuhyun menjadi tuli, fokusnya hanya terhadap yeoja itu saja. Semua fansnya langsung berisik-bisik dan mencari-cari sesuatu atau seseorang yang dicari Kyuhyun. Begitu Kyuhyun sudah cukup dekat dengan yeoja itu, yeoja itu menunduk dan keluar dari venue dengan sedikit berlari. Kyuhyun masih berdiri mematung disana dengan suara bisikan-bisikan fans. Lagu sudah berhenti berputar, lampu spotlight dan lampu-lampu lainnya dimatikan, membuat suasana dalam itu kembali menjadi gelap gulita. Seorang staff naik keatas panggung dengan sebuah senter kecil kemudian menarik Kyuhyun dengan sedikit paksaan. Kyuhyun yang langsung tersadar akhirnya ikut berlari ke belakang stage.

“yah! Ada apa denganmu?!” bentak Prince manager begitu Kyuhyun sampai di belakang stage.

“mianhae hyung” kata Kyuhyun pelan. Keringat dingin tak henti-hentinya keluar dari seluruh tubuhnya, terutama di keningnya.

“katakan saja, ada apa tadi?” kata Prince manager berusaha menahan amarahnya.

“tidak ada apa-apa, hyung. Mianhae tadi aku tidak focus… aku ke kamar mandi dulu hyung” pamit Kyuhyun pada akhirnya. Ia bangkit dengan sedikit tergesa-gesa sembari melap keringatnya dengan tissue. Ia merasakan bagaimana tangannya bergetar sekarang. Sampai di kamar mandi, ia segera mencuci mukanya kemudian membasuhnya dengan sapu tangan.

“Min…” Kyuhyun menggumamkan sebuah nama. Yeoja yang dilihatnya tadi sama dengan seorang yeoja yang terkubur didalam memory otaknya.

“Kyuhyun-ah, waekeurae?” Ryeowook tiba-tiba masuk dan bersandar di dinding yang bersebrangan dengan Kyuhyun. Kyuhyun juga menyenderkan dirinya di dinding dan menunduk.

“aniyo” ucap Kyuhyun pelan.

“malhaebwa. Wae?” bujuk Ryeowook dengan tenang. Kyuhyun menghela nafas dan mengangkat wajahnya.

“aku tadi melihat Min Young, Wookie-ah! Aku melihatnya… berdiri disana dan dia melihatku juga! itu benar-benar dia Wook-ah!” kata Kyuhyun dengan nada suara yang ingin meyakinkan Ryeowook kalau ia tidak bermimpi.

“Mungkin itu memang Min Young, Kyuhyun-ah. Dia datang untuk melihatmu” hibur Ryeowook dengan senyumnya yang menenangkan. Kyuhyun pun ikut tersenyum walaupun masih berat beban dihatinya.

“kaja! Kita harus bersiap untuk closing” Ryeowook pun merangkul Kyuhyun dan membawanya keluar dari sana.

***

“Kyuhyun-ah, kau kenapa tadi?” kata Yesung sambil menghempaskan dirinya ke sofa yang empuk.

Mereka bertiga baru saja menyelesaikan KRY 1st Concert di Olympic Stadium, Seoul. Para staff sedang sibuk membereskan peralatan-peralatan dan stage yang dipenuhi oleh lemparan barang dari para ELF.

“aku melihat Min Young, hyung” ucap Kyuhyun pelan.

“ne?” Tanya Yesung dengan tidak percaya. Ia dan Ryeowook saling bertatap-tatapan.

“Kyu, Min Young sudah meninggal…” kata Yesung dan Ryeowook segera menyikutnya. Wajah Kyuhyun menjadi lebih gloomy dari sebelumnya tapi ia tetap memaksakan sebuah senyuman.

“na arra. Mungkin tadi hanya halusinasiku saja” Ryeowook pun menepuk pundak Kyuhyun dan memberikan sebuah senyuman tipis.

“keurae, kalau begitu kita kembali ke dorm sekarang” ajak Yesung yang berusaha menaikkan atmosphere diantara mereka bertiga, walaupun itu tidak terlalu banyak membantu. Mereka bertiga pun membereskan barang-barang mereka, memasukkan semuanya kedalam tas mereka dan berpamitan kepada setiap staff-staff disana yang masih sangat sibuk. Didalam van, semuanya hening. Prince manager yang sedang memeriksan jadwal para member, Yesung yang sedang bermain dengan Ipadnya, Ryeowook yang sedang mendengarkan music dari Ipodnya, dan Kyuhyun yang sedang menatap kearah jalanan. Menikmati keindahan Seoul dimalam hari.

“kita sudah sampai. Kalian istirahatlah, besok kalian free. Gunakan waktu itu untuk istirahat, ne? jangan sampai sakit” pesan Prince manager sebelum ketiganya keluar dari van dan masuk kedalam gedung apartment itu.

“hey, kalian sudah kembali?” Tanya Donghae menoleh sedikit. Suasana didalam dorm terbilang cukup ramai. Sepertinya para member baru saja pulang dari schedule mereka. Leeteuk duduk di dining table dengan mac book didepannya dan sepiring semangka disampingnya, Donghae duduk didepan TV dan sedang menonton Titanic, Eunhyuk dan Shindong yang topless sedang bergulat sampai tubuh mereka berkeringat, Siwon sedang menelpon seseorang di balkon, hanya Sungmin yang tidak terlihat.

“yah yah yah! Eunhyuk, Shindong, berhenti bermain-main! Kalian bisa menghancurkan dorm!” tegur Leeteuk tanpa mengalihkan pandangannya dari mac book.

“oh hyung, Wookie, Kyuhyun-ah, wasseo” sapa Eunhyuk yang menghentikan permainannya dengan Shindong.

“yah Hyung! Lepaskan aku! Arraseo, aku menyerah” kata Eunhyuk dengan nafas ngos-ngosan. Lalu ia pun beralih kepada Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, ayo kita tanding starcraft” ajak Eunhyuk dengan gummy smilenya. Tapi Kyuhyun hanyaberjalan melewati Eunhyuk tanpa menghiraukannya sama sekali. Begitu masuk kekamar KyuMin, Kyuhyun langsung menutup pintunya dengan cukup keras.

“dia kenapa?” Tanya Eunhyuk kepada Ryeowook dan Yesung. Ryeowook hanya menggeleng pelan dan mengikuti Kyuhyun kekamar KyuMin. Tindakan Kyuhyun tadi menarik perhatian semua member, dan semuanya langsung menghentikan aktivitasnya dan melihat kearah Yesung dengan suspicious. Yesung pun mendesah dan duduk di sofa, di sebelah Donghae.

“Kyuhyun… tadi dia bilang, dia bertemu dengan Min Young”

Hening………………………………

“MWO?!”

Kyuhyun POV

Dikamar, aku melempar tasku sembarang kearah bangku computer. Aku lalu duduk dipinggir ranjang dan menutup wajahku dengan kedua tanganku.

“Kyuhyun-ah, wasseo” sapa Sungmin hyung dengan suara serak. Mungkin aku membangunkannya dari tidurnya. Tiba-tiba wajah Ryeowook muncul dari balik pintu dan kemudian masuk.

“Kyuhyun-ah kwaenchanayo?” Ryeowook duduk disebelahku dan mengelus punggungku dengan lembut.

“Wookie-ah, Kyuhyunnie wae?” Tanya Sungmin hyung. Aku langsung menatap Ryeowook dan memberikan isyarat padanya untuk tidak mengatakan apapun. Biarlah aku yang menceritakannya nanti, tapi tidak untuk saat ini.

“dia hanya kelelahan hyung. Kyuhyun-ah, sekarang ganti bajumu dan gosok gigi lalu tidur ne?” kata Ryeowook yang terdengar seperti ommaku. Dia menepuk pundakku dan berjalan keluar. Sungmin hyung masih menatapku dengan matanya yang sayu, jadi sebagai gantinya aku hanya memberikannya sebuah senyum tipis.

“ah, aku lelah sekali. Hyung, kembalilah tidur, aku akan matikan lampunya. Jaljayo hyung”

***

TIK! TIK! TIK! Jamku berdetik 3 kali, sekarang sudah jam 10 pagi. Semalaman aku hanya tidur 3 jam saja, itupun tidak nyenyak dan sesekali terbangun. Sampai sekarang, aku hanya berbaring diranjang dengan mata  terbuka dan tatapan yang kosong. Hampir semua member sudah pergi untuk melakukan schedule mereka, hanya aku, Ryeowook, dan Yesung hyung saja yang free. Tiba-tiba aku mendengar suara pintu kamarku yang terbuka dan seseorang duduk diranjangku.

“Kyu, ireona” panggil seseorang. Aku melihat Ryeowook yang baru masuk dengan sebuah mangkuk ditangannya.

“sudah jam 10. Kau harus breakfast dulu” aku pun bangkit dan aroma makanan dari mangkuk itu langsung menyerbu hidungku. Wangi ginseng.

“aku masak samgyetang” kata Ryeowook dan mulai menyuapiku. Aku pun bersandar di headboard dan membuka mulutku.

“mashita” kataku sembari tersenyum. Samgyetang buatan Ryeowook memang tidak ada duanya, entah sejak dari jam berapa dia merebus ayamnya hingga menjadi sangat empuk dan bumbunya sangat meresap sampai ke dagingnya. Dia benar-benar seperti seorang omma!

“Yesung hyung diluar?” tanyaku sambil mengunyah daging ayam yang sudah dipoceli oleh Ryeowook.

“Yesung hyung ke Handel & Gretel, mungkin pulangnya nanti malam. Dia mau makan malam bersama ahjumma, ahjussi, dan Jongjin katanya” aku pun mengangguk saja.

“kau tidak mau pulang?” tanya Ryeowook seolah bisa membaca pikiranku.

“aniya, aku juga sebenarnya ingin pulang, tapi jika aku pulang dengan kondisi seperti ini, omma bisa-bisa tidak membolehkan aku pulang  seminggu, padahal besok dan lusa aku ada reherseal untuk musical Catch Me If You Can” Ryeowook pun hanya tertawa kecil mendengarnya.

“aku akan mengurusmu, keokjjeonghajima” katanya, membuatku menaikkan kedua alisku.

“kau mau kubayar berapa?” tanyaku dengan smirk di wajahku.

“10 juta won!” katanya sarkatis.

“bagaimana kalau 10 juta won nya kubayar dengan ini” aku memonyongkan bibirku, berpura-pura ingin menciumnya. Dia langsung bangkit dari tempat tidurku dengan wajah horror.

“huahahahahahahahahaha wae? Aku jamin ribuan Sparkyu diluar sana rela membayar 10 juta won untuk kucium! hahahahahahahahaha”  kataku disela-sela tawaku.

“aish! Aku lebih baik dicium oleh Yesung hyung dibanding olehmu!” katanya dan kembali duduk di ranjangku.

“mwo? Jadi YeWook itu real?” kataku dengan kaget. Sekarang aku sudah menaikkan selimut sampai didadaku.

“bukan begitu! aish! Setidaknya Yesung hyung itu tidak jorok sepertimu, kau saja belum mandi babo!” katanya sembari membereskan peralatan makanku tadi. Aku hanya menyengir saja.

“Wook-ah” panggilku, tiba-tiba aku teringat apa yang ingin kutanyakan kepadanya.

“hmm?”

“apa… apa semua member sudah tahu tentang kejadian semalam?” tanyaku hati-hati.

“ne, Yesung hyung sudah menceritakannya kepada semua member kecuali Sungmin hyung, tapi kurasa Sungmin hyung pasti juga sudah tahu dari member lain. Keokjjeonghajima, mereka tidak akan membahasnya lagi” katanya sambil tersenyum dengan tangan kanannya yang memegang piring dan tangan kirinya memegang gelas kosong.

“aku akan didapur kalau kau butuh apa-apa. Sekarang mandilah” katanya sebelum keluar. Dia membuka pintu dengan sikunya dan mendorongnya dengan kakinya.

Aku menghela nafas dan terdiam. Semuanya sudah tahu, apa mereka akan menganggapku gila? Aku memejamkan mataku dan kejadian kemarin malam kembali berulang di otakku. Wajahnya, matanya, hidungnya, bibirnya, semuanya sama persis! Bedanya Min Young yang terakhir kulihat berambut panjang, sedangkan yang ini berambut pendek sebahu. Tapi feelingku sendiri mengatakan kalau itu dia! Aaaarrrgggghh aku benar-benar bisa stress kalau begini! Aku pun mengacak-ngacak rambutku dengan frustasi dan berjalan kearah kamar mandi. Mungkin dengan mandi bisa menyegarkan pikiran dan tubuhku lagi.

***

Selesai mandi, aku pun keluar tapi tidak menemukan Ryeowook di manapun. Aku pun berjalan kearah dapur karena tercium aroma yang begitu enak. Rupanya Ryeowook sedang memasak. Apron berwarna biru muda itu terlilit di pinggangnya.

“kau masak apa?” tanyaku tiba-tiba, membuatnya sedikit terlonjak karena kaget.

“yah! Kau mengagetkanku saja! Aku sedang memasak jjangmyeon, pie apple, dan kimchi”  lalu aku membuat ‘o’ tanpa suara.

“kenapa tidak memesan diluar saja?” tanyaku melihat begitu penuhnya meja dapur oleh benda-benda dapur yang digunakan Ryeowook untuk memasak.

“untuk apa memesan diluar? Homemade kan lebih sehat dan juga lebih enak” aku mengangguk-angguk mengiyakan. Masakan Ryeowook dan ommaku adalah masakan yang tidak terkalahkan rasanya!

“keurae, aku tunggu di ruang tamu ya” kataku dan melenggang pergi. Tiba-tiba Ryeowook menggetokku dengan spatula yang dipegangnya.

“yah! Kupikir kau mau membantuku” katanya dengan sebal.

“you wish!” jawabku sambil tertawa kecil.

30 menit kemudian, Ryeowook sudah duduk disampingku dan kami berdua sedang menonton tv dengan sepiring buah apple yang sudah dikupas oleh Ryeowook.

“kau belum mau makan?” tanyanya

“belum. Aku masih kenyang. Kau sendiri?”

“aku juga” jawabnya kemudian suasana kembali hening.

“Wook-ah, apa kau yakin Min Young sudah meninggal?” tanyaku tanpa mengalihkan pandanganku dari TV padahal sebenarnya tatapanku kosong.  Dari sudut mataku,  aku bisa merasakan Ryeowook menatapku sekarang.

“Kyu… walaupun kenyataan itu memang pahit, tapi kau harus bisa menerimanya. Min Young sudah meninggal, semua bukti sudah jelas kan? Mungkin yang kemarin itu hanya fans yang kebetulan mirip dengan Min Young atau mungkin karena kau terlalu merindukannya, jadi seakan-akan kau melihatnya” jelas Ryeowook kepadaku.

“aku tahu Wook! Tapi feelingku mengatakan kalau yeoja itu Min Young!” tanpa sadar, nada suaraku meninggi. Aku benar-benar merasa frustasi bagaimana caranya meyakinkan semua orang kalau aku benar-benar melihat Min Young kemarin dan itu bukan bayanganku! Mana mungkin sebuah bayangan bisa mengeluarkan air mata dan menatapku dengan pandangan sejuta arti seperti itu?

“Kyu…” Ryeowook pun hanya mengelus pundakku, mungkin ingin membuatku tenang, tapi justru aku malah semakin kesal dengan sikapnya itu.

“fine! Kau tidak percaya padaku, begitu juga dengan member yang lainnya! Kalian semua mengansumsikan bahwa Min Young sudah meninggal, padahal penumpang didalam pesawat itu tidak hanya Min Young kan? Bisa saja ada 2 atau 3 orang yang bernama Nam Min Young didalamnya! Iya kan?” entah kenapa aku masih berusaha membuat Ryeowook percaya dengan statementku. Dia akhirnya menatapku dengan mata yang tajam. Cukup tajam untuk membuatku sadar kalau dia juga sedang menahan emosinya.

“KYU! Ada apa sih denganmu? kau kenapa? Min Young…. dia jelas-jelas sudah meninggal, tidak bisakah  kau menerima kenyataan itu? Dia sudah tidak ada Kyu, dia sudah tidak ada!” kata-kata Ryeowook seolah menamparku. Ia benar. Min Young sudah tidak ada. Percuma saja aku mencoba meyakinkan semua member kalau Min Young masih hidup sampai mulutku berbusa, toh kenyataannya berbalik dari semua bayanganku.

“kau benar… kemarin itu mungkin hanya bayanganku saja…” ujarku lemas. Aku bangkit berdiri tetapi Ryeowook menahanku.

“mianhae Kyu, aku tidak bermaksud membentakmu tadi” ucapnya pelan. Aku menggeleng dan tersenyum kearahnya, mengisyaratkan kalau aku baik-baik saja.

“aku akan keluar sebentar untuk menghirup udara segar” kataku setelah mengambil jaket.

Author POV

Kyuhyun menghentikan langkahnya didepan sebuah taman kecil disamping gedung apartment dorm SJ. Ia duduk disebuah ayunan dan mengayunkannya dengan kedua kakinya yang panjang. Taman itu cukup ramai, terutama bila pagi hari dan menjelang sore hari saat waktunya anak-anak bermain, begitu pula dengan suasana taman kali ini. Tidak terlalu crowded, hanya ada beberapa ahjumma-ahjumma yang sedang bergossip sambil menjaga anak-anak mereka yang sedang bermain dan beberapa halmoni dan haraboji yang sedang bersenam. Ia memandang ke langit dan seolah berbicara dengan matanya.

‘Min Young-ah, kau bisa melihatku? Aku duduk di ayunan favoritmu. Kau dulu bahkan tidak pernah mau gantian denganku untuk menaiki ayunan ini. Rasanya memang sangat nyaman duduk di ayunan ini, tapi lebih nyaman jika kau masih ada disini. Aku selalu mendorongmu dan kau akan selalu meminta untuk didorong lebih keras lagi, tapi aku tidak pernah melakukannya dan itu membuatmu kesal. Kau tahu kenapa? Karena aku takut kau jatuh. Aku takut kau jatuh karen diriku, aku takut aku bukanlah orang yang menangkapmu saat kau jatuh. Mungkin itu terdengar berlebihan, tapi begitulah pikiranku. Aku selalu ingin menjagamu, biarpun aku jarang mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya didepanmu, tapi kurasa kau sangat mengenalku kan? Ah, mungkin kau berpikir aku berani mengatakan semua ini padamu setelah kau pergi ya? Aniyo, aku sudah lama ingin mengatakan ini padamu, hanya saja aku menunggu saat yang tepat. Tapi ternyata kau pergi disaat aku belum menemukan waktu yang tepat itu. Tapi aku lega, aku bisa mengatakan ini langsung padamu sekarang. Aku juga ingin berterima kasih karena kau telah banyak mengubahku, bagaimana aku harus terus bertahan ketika aku ditinggal oleh orang yang sangat kusayangi diseluruh hidupku, kau mengajarkanku bagaimana didalam hidup ini kita harus saling berbagi, saling mencintai, dan saling menyayangi. Aku… ah, ottokhae? Keurae, aku akan mengatakannya. Aku menyayangimu Min Young-ah, with all my life. Jika kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya, aku tetap ingin menjadi namjachingumu, aku berjanji aku akan memperlakukanmu dengan lebih baik, aku takkan ragu-ragu mengungkapkan perasaanku setiap hari oh atau setiap jam kalau kau memintanya, aku ingin menikahimu dan menjadi tua bersamamu, dan aku juga akan menjagamu selamanya. Itu janjiku Min-ah, janjiku untuk kesempatan emasku yang kedua’

Setelah mengatakan itu lewat matanya, Kyuhyun merasa begitu lega. Kesedihannya sedikit terangkat dan ia melihat berkeliling taman sambil tersenyum. Seolah mengucap syukur ia masih bisa melihat semuanya ini, ia bergumam sebait lyric dari lagu The way of break up,

My meaningless day will probably pass by

Our one of a kind love is like it never happened

Even if i say I miss you, I can’t ever see you

Even it hurts, I need to withstand it…

(Hari hariku yang hampa akan terlewat begitu saja

Cinta kita yang dulu seperti tidak pernah terjadi

Walaupun aku mengatakan aku merindukamu, aku tidak pernah lagi melihatmu

Walaupun itu sakit, aku harus bertahan…)

Tak lama, seorang anak perempuan datang. Rambutnya panjang digerai dengan sebuah jepitan berbentuk lollipop yang membuatnya terlihat begitu lucu. Dia memakai sebuah dress berwarna ungu selutut. Kyuhyun tak berhenti menatap gadis kecil itu.

“annyeong” sapa Kyuhyun pada gadis kecil itu.

“annyeong oppa” gadis kecil itu menunduk sopan kearah Kyuhyun dan Kyuhyun tanpa sadar tersenyum melihatnya.

“siapa namamu?”

“Aya imnida” jawab gadis kecil itu masih dengan matanya yang menatap Kyuhyun. Kyuhyun memiringkan kepalanya seolah-olah kebingungan. Karena nama itu terdengar asing bagi orang Korea.

“Aya?”  tanyanya dan gadis itu mengangguk.

“kata omma, Aya dalam bahasa Jepang artinya ‘berwarna’. Omma ingin aku bisa mewarnai dunia ini dengan kehadiranku” jawab gadis kecil itu dengan polosnya. Kyuhyun terdiam, ia merasa tidak asing dengan nama itu. Aya… Aya… ah, dia ingat! Itu adalah nama anak yang akan digunakan oleh Min Young jika ia mempunyai anak perempuan nanti.

“Kyu, aku sedang memikirkan bagaimana nanti jika aku punya anak” kata Min Young

“mwo? Kau sudah memikirkan sejauh itu?” cibir Kyuhyun kepada Min Young. Mereka berdua seperti biasa,duduk di ayunan yang saling bersebelahan di taman kecil disamping apartment dorm SJ.

“ani, hanya iseng saja. Memangnya tidak boleh? Lagipula umurku sudah hampir 25 tahun. Aku ingin menikah saat usiaku 25 tahun dan mempunyai anak saat usiaku 26 atau 27 tahun” kata Min Young sambil matanya menatap ke langit.

“25 tahun itu masih terlalu muda, Min-ah. Tidak bisakah kau menungguku sampai aku selesai army?”

“mwo? Menunggumu sampai umur 32 tahun? Shireo! Lebih baik aku mencari namja yang lebih tampan, lebih pintar, lebih kaya, dan yang tidak akan mengajakku kencan di taman apartment malam-malam seperti ini!” cibir Min Young membuat Kyuhyun menendang ayunan Min Young pelan.

“aish! Siapa yang memaksa kita harus bertemu hari ini juga?” kata Kyuhyun tidak mau kalah.

“iya, tapi tidak di taman juga! ck lihatlah, aku sampai di gigiti nyamuk” kata Min Young dengan muka yang ditekuk 8 sambil sesekali menepuk lengannya yang tidak terbalut apapun.

“memangnya kau mau kencan dimana lagi malam-malam begini?” kata Kyuhyun sambil melirik Min Young yang masih cemberut.

 keurae keurae, lain kali kita kencan sungguhan” putus Kyuhyun pada akhirnya.

“jinjja?” Tanya Min Young dengan antusias. Wajahnya yang cemberut langsung berubah 180o.

“ne, tapi kau jangan merasa berjalan dengan monster karena aku akan memakai jaket, syal, masker, dan topi”

“arraseo!” jawab Min Young masih dengan sikap childishnya. Lalu keduanya kembali terdiam.

“AYA!” tiba-tiba Min Young berteriak, membuat Kyuhyun sedikit terlonjak dari ayunannya.

“yah! Kenapa tiba-tiba berteriak seperti itu? mengagetkan saja!” kata Kyuhyun dengan nada kesal di suaranya.

“Aya! Aku ingin nama Aya untuk nama anak perempua kita nanti” setelah mengatakan itu, Min Young menatap Kyuhyun dengan mata yang berbinar-binar.

“Aya? Nama apa itu?” Tanya Kyuhyun dengan kening berkerut.

“Aya dalam bahasa Jepang artinya ‘berwarna’. Aku ingin dia nanti menjadi anak yang bisa mewarnai dunia dengan kehadirannya. Bukankah itu sangat cantik, Kyu?” kata Min Young dengan senyum di wajahnya. Kyuhyun menoleh dan melihat Min Young tanpa berminat meledek gadis itu lagi. Lama, ia menatap gadis disebelahnya yang sedang menatap langit itu sebelum menjawab,

“ya, itu cantik. Sangat cantik”

Kyuhyun seakan tenggelam dengan pikirannya sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa gadis kecil itu sudah menarik-narik lengannya sejak tadi.

“ne?” Tanya Kyuhyun pada Aya pada akhirnya.

“oppa, tolong dorong ayunanku” Aya pun bersusah payah naik keatas ayunan yang cukup tinggi, kemudian Kyuhyun pun berdiri kebelakang Aya. Sekali dua kali Kyuhyun mengayunkan Aya sampai tawa gadis kecil itu terdengar begitu jernih ditelinganya.

“lagi oppa, lebih tinggi lagi” pinta Aya setelah merasakan ayunannya semakin memelan.

“jangan, nanti kau jatuh” jawab Kyuhyun yang kembali mendorong Aya dengan kecepatan seperti tadi.

“oppa, ayo dorong lebih tinggi lagi. Jebal” pinta Aya. Kyuhyun pun tidak bisa menolak permintaan gadis kecil itu yang entah kenapa sudah menyihirnya.

“arraseo, tapi pegangan yang kencang ya” kata Kyuhyun dan Aya pun mengangguk kuat. Dengan sedikit keraguan Kyuhyun pun mulai mendorong Aya dengan cukup kencang sampai Aya menjerit kesenangan. Begitu ayunan itu akhirnya berhenti, Aya pun turun dari ayunan.

“gomawo oppa” kata Aya dengan suara mungilnya.

“cheonmannayeo Aya”  balas Kyuhyun sambil menyisir rambut Aya yang sedikit kusut akibat tertiup angin tadi. Aya pun menarik-narik ujung baju Kyuhyun, membuat Kyuhyun berjongkok didepan Aya.

Chu~ Aya mengecup pipi Kyuhyun kemudian tersenyum, memamerkan deretan giginya yang putih.

“annyeong oppa” Aya pun berlari menjauhi Kyuhyun sambil melambaikan tangannya. Kyuhyun melambaikan tangannya dan tetap melihat kearah kemana Aya pergi. Setelah Aya menghilang dari pandangannya, Kyuhyun tetap berdiri disana dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku jeansnya. Ia menghirup udara sedalam-dalamnya dan menghembuskannya perlahan-lahan. Ia melihat sekelilingnya yang sudah mulai ramai, ketika ia hendak berbalik untuk pulang, dari arah Aya pergi tadi, seorang gadis berpakaian hitam menarik perhatiannya. Bukan karena pakaian hitam yang dikenakan gadis itu saat musim semi seperti ini, tapi karena Kyuhyun sangat mengenal gadis itu.

“Min Young…” desis Kyuhyun. Gadis yang dimaksud itu masih menatap kearah langit sore dengan senyum di wajahnya, sama sekali tidak merasakan kalau seseorang mengincarnya.

“Min Young!” kini Kyuhyun memanggil nama yeoja itu dengan keras, cukup keras untuk membuat yeoja itu terpaku ditempatnya. Ia menoleh sedikit dan matanya langsung membulat melihat siapa yang dilihatnya. Ia bergegas hendak pergi dari situ, tapi sebuah tangan yang yang jauh lebih besar dari tangannya menahannya untuk pergi.

“Min Young-ah… kau Min Young kan?” kini wajah yeoja itu dan Kyuhyun mungkin hanya terpisah sejengkal tangan orang dewasa. Kyuhyun menatap lurus ke manik mata yeoja itu. Keduanya seakan terperangkap dalam tatapan masing-masing.

“ternyata benar kau…” kata Kyuhyun dengan desahan nafas lega yang keluar dari mulutnya. Tapi yeoja itu langsung berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun di lengannya.

“lepaskan. Siapa kau?” Tanya yeoja dan membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“ini aku, apa kau tidak mengenalku?” Tanya balik Kyuhyun. Ia benar-benar yakin kalau gadis ini adalah Min Young.

“maaf, mungkin anda salah orang tuan. Saya tidak mengenal anda, tolong lepaskan saya” pinta yeoja itu yang masih tetap berusaha melepaskan tangannya.

“ani, aku tidak mungkin salah! Kau benar-benar Min Young! iya, kau Min Young!” ucap Kyuhyun dengan nada yang cukup membuat perhatian orang-orang yang berada di taman itu beralih kearah mereka berdua. Tak sedikit dari mereka yang berbisik-bisik, mungkin karena melihat seorang Super Junior Kyuhyun bersama dengan seorang yeoja di taman. Yeoja itu melihat kesekililingnya yang sudah dipenuhi oleh orang-orang.

“Kyuhyun! Kyuhyun-ah, jebal…” pinta yeoja itu pada akhirnya disela-sela isakannya. Dari matanya terus mengalir air mata yang membasahi pipinya. Kyuhyun hanya bisa memandang mata yeoja itu dan seperti terhipnotis, ia melonggarkan cengkaramannya dan setelah itu, yeoja itu segera berlari dari taman itu dan hilang dari pandangan.

Seperti dejavu, Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali dan yang ia lihat hanya kerumunan orang-orang yang mengerubunginya. Beberapa diantara mereka berbisik-bisik, bahkan ada yang mengambil fotonya juga. Tapi bukan itu yang dipikirkannya. Beberapa saat yang lalu, ia masih bisa merasakan tangannya menggenggam tangan seseorang.

“Min Young!” panggil Kyuhyun dan ia melihat sekeliling untuk mencari keberadaan yeoja itu. Tapi hasilnya nihil.

“Min Young-ah!” panggil Kyuhyun lagi, kali ini dengan mata yang sudah berkaca-kaca.  Bulir air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Ia berjalan tak tentu arah ke sekeliling taman untuk mencari yeojanya, tapi ia tidak menemukannya. Sebelum keadaan bertambah chaos, Shindong, Sungmin, dan Ryeowook akhirnya datang. Beberapa yeoja, kemungkinan adalah fans mereka, berteriak melihat keempatnya yang berkumpul di taman. Sungmin segera memakaikan Kyuhyun topi dan Shindong mengiringnya berjalan diantara kerumunan itu, sedangkan Sungmin dan Ryeowook membuka jalan untuk Kyuhyun dan Shindong.

***

“Kyuhyun! Kyuhyun!” panggil Sungmin kepada Kyuhyun yang masih memilih untuk diam. Mungkin dia masih shock karena sejak 30 menit yang lalu mereka sampai di dorm, Kyuhyun sama sekali tidak berbicara apapun. Shindong yang mulai panik, mulai menampar pelan wajah Kyuhyun sembari memanggil namanya, tapi ia tetap tidak merespon.

“Kyuhyun-ah! Kyuhyun-ah!” panggil Sungmin lagi. Akhirnya kali ini Kyuhyun bereaksi dengan menatap balik Sungmin.

“oh thanks Godness! Kyuhyun-ah, kau kenapa?” Tanya Sungmin hati-hati.

“hyung, ada Min Young. Min Young ada hyung, dia belum meninggal. Aku melihatnya dan bahkan memegang tangannya… tangannya masih hangat” kata Kyuhyun yang lebih terdengar seperti gumaman. Tapi ketiga hyungnya mendegarnya.

“hyung, haruskah aku memanggil dr. Kim kemari?” Tanya Ryeowook yang melihat Kyuhyun seperti orang meracau.

“aku sungguh-sunggu melihatnya kali ini! Aku bahkan… aku bahkan memegangnya! Dia nyata, dia bukan halusinasiku! Hyungdeul, percayalah!” Kyuhyun kini memegang tangan Shindong dan Sungmin lalu menatap ketiganya bergantian. Ketiganya saling bertatap-tatapan, entah harus menjawab apa.

Tiba-tiba Iphone Ryeowook bergetar tanda ada telefon masuk.

“dari Teukie hyung” katanya dan kemudian mengangkatnya.

“ne hyung…. Ne, Kyuhyun baik-baik saja… dia sudah ada bersamaku, Sungmin, dan Shindong hyung di dorm… ne…. nanti akan kujelaskan kalau semuanya sudah di dorm hyung… arraseo…. Ne, annyeong” Sungmin dan Shindong menatap Ryeowook seakan bertanya apa yang dikatakan oleh leader mereka itu.

“Teukie hyung hanya mengkhawatirkan keadaan Kyuhyun karena kejadian barusan langsung tersebar di internet” kata Ryeowook pelan. Ketiganya langsung beralih kearah Kyuhyun yang masih duduk terdiam di sofa.

“terserah kalian mau percaya atau tidak, tapi aku akan buktikan kepada kalian kalau Min Young belum meninggal!” ucap Kyuhyun tegas sebelum masuk kedalam Kyumin’s room dan membanting pintu dengan cukup kasar.

***

2  minggu setelah kejadian itu, semuanya terlihat baik-baik saja. Schedule SJ yang sibuk mampu membuat pengalihan untuk Kyuhyun. Kyuhyun menjadi sibuk bukan hanya dengan schedule SJ tapi juga schedule individunya yang seperti tak ada habisnya. Musical, CF, photoshoot, perform, reherseal, yah semuanya itu mampu membuatnya melupakan Min Young sejenak. Para hyungnya pun bisa sedikit bernafas lega untuk menghandlenya, setidaknya lebih baik melihatnya bermain starcraft seharian dibanding dia harus merenung di kamarnya tanpa melakukan apapun seharian, biarpun untuk menghentikannya harus menggunakan kesabaran ekstra.

“hyungdeul, aku pergi duluan ya. Ada reherseal untuk musical” pamit Kyuhyun kepada seluruh member yang tersisa di dorm.

“ne, sampaikan salamku untuk Key dan Dana noona” kata Donghae sambil meneguk susu putihnya. Kyuhyun pun mengangguk dan mengikat sepatu ketsnya sebelum keluar.

“hyungdeul, aku pergi juga ya” pamit Ryeowook sambil melepas apron yang dipakainya untuk memasakkan breakfast dan lunch untuk para member yang free hari ini.

“mau kemana?” Tanya Eunhyuk sambil melahap roti bakar buatan Ryeowook.

“mau ke Eureka” jawab Ryeowook singkat. Ia pun mandi dan berganti baju sebelum pergi.

“mau menitip sesuatu?” Tanya Ryeowook dari balik pintu.

“belikan satu karton susu strawberry, Wookie-ah. Punyaku sudah expired semua karena aku jarang berada di dorm” kata Eunhyuk dengan wajah memelas.

“arraseo hyung”

Ryeowook menjalankan mobilnya diantara keramaian Seoul di siang hari. Matahari begitu cerah bersinar hari ini. Ryeowook tak lupa memakai sunglasses hitam supaya tidak silau. Didalam mobil, ia menyenandungkan lagu one fine spring day. Tak lama kemudian, ia sampai di sebuah tempat di pinggiran kota Seoul yang jauh dari bisingnya jalan raya maupun kesibukan Seoul yang membuat penat. Tempat itu hanya sebuah rumah kecil bercat putih yang dikelilingi oleh taman yang cukup besar. Didepan rumah itu terdapat sebuah papan nama ‘EUREKA’. Eureka adalah sebuah coffee shop ditambah library. Jadi banyak orang yang duduk berjam-jam disini hanya dengan secangkir kopi sambil menghabiskan waktu mereka dengan membaca buku. Disinilah tempat favorit Ryeowook untuk menghabiskan waktunya dengan tenang, tentunya setelah rumahnya sendiri. Dia masuk dan langsung disambut dengan wangi coffee yang khas.

“annyeonghaseo, selamat datang di Eureka” sambut salah seorang pelayan disana. Ryeowook membaca menu dan memesan secangkir Caramel Macchiato. Ia melihat sekeliling. Didalam tidak terlalu ramai, hanya ada 2 orang saja, tapi diluar juga nyaman. Ia sudah pernah kemari sebelumnya dan ia memilih untuk duduk di tamannya saja karena menurutnya lebih nyaman membaca buku dan meminum Caramel Macchiato dibawah pohon oak tua yang rindang sambil diiringi suara hembusan angin, wangi bunga, dan suara burung-burung yang terbang dengan bebas.

Sambil membawa buku Agatha Christie ditangan kirinya dan secangkir Caramel Macchiato di tangan kanannya, ia duduk di sebuah bangku taman di bawah pohon oak tua yang rindang.

“sebulan yang lalu, sampai dimana ya aku membacanya…” Ryeowook yang sedang mencari-cari pembatas bacaannya tidak menyadari ada seorang gadis yang berdiri didepan mejanya.

“chogiyo, boleh aku duduk disini?” Tanya gadis itu sambil menunjuk kursi  diseberang Ryeowook. Ryeowook pun menoleh sekilas dan tersenyum mengiyakan. Tapi sebelum ia sempat  focus ke bukunya, ia menoleh kembali kearah gadis itu dan menatapnya lekat-lekat. Gadis ini….

“chogiyo” panggilan Ryeowook membuat gadis itu menoleh kearahnya. Senyum gadis itu memudar ketika melihat siapa namja didepannya ini, begitu pula dengan Ryeowook.

“cwesonghamnida, aku permisi dulu” yeoja itu dengan tergesa-gesa menutup bukunya dan mengambil tasnya, tapi Ryeowook langsung berdiri didepan yeoja itu.

“Min Young?” yeoja itu menggeleng dan ketika ia menunduk dan rambutnya yang pendek jatuh disela-sela pundaknya, Ryeowook bisa melihat sebuah tahi lalat kecil di tengkuknya. Sekarang Ryeowook benar-benar yakin kalau gadis ini sangat identical dengan Min Young, tapi ia masih belum bisa mempercayai semuanya begitu saja.

“ahgassi, mianhae. Tapi bisakah kita mengobrol sebentar saja? Ada beberapa hal yang ingin kubicarakan” pinta Ryeowook. Yeoja itu masih terlihat bimbang, jadi Ryeowook memegang tangannya.

“jebal ahgassi…” akhirnya kali ini yeoja itu kembali duduk dengan pasrah.

“kalau boleh tahu, siapa namamu?” Tanya Ryeowook dengan hati-hati. Yeoja itu hanya diam dan menolak untuk menatap Ryeowook, justru hal itu membuat Ryeowook semakin penasaran.

“kau datang darimana?” yeoja itu kembali hanya terdiam. Seakan sangat enggan berada disana. Ryeowook menyadarkan dirinya kalau ia terlalu terburu-buru, jadi ia langsung merubah nada suaranya yang terdengar mengintimidasi itu.

“ah mianhae jika aku bertanya terlalu banyak. Mungkin kau merasa terintimidasi ya? Mian mian. Kita mengobrol saja ya” ajak Ryeowook pada akhirnya.

“kau baca buku apa? Oh Alice in Wonderland. Woah , kau juga suka buku fiksi ya?” puji Ryeowook yang melihat buku yang dipegang yeoja itu. Yeoja itu masih sedikit takut-takut, tapi ia sudah menatap Ryeowook sekarang.

“buku ini full English kan? Allison Kingsleigh started awake. Her heart was pounding. The room around her was dark. The only glimmers of light slipped under the door from the lamps in the hall outside. Apa artinya kalimat ini? bisa terjemahkan untukku?” pinta Ryeowook dan menyodorkan buku itu kepada gadis itu.

“Allison Kingsleigh terbangun. Jantungnya berdebar keras. Ruangan disekitarnya sangat gelap. Hanya cahaya lampu saja dari luar saja yang menyelinap masuk melalui celah pintu” ujar gadis itu menerjemahkannya. Ryeowook pun mengangguk-angguk tanda mengerti.

‘One point, dia menyukai buku fiksi seperti Min Young’ pikir Ryeowook dalam hati.

“ah aku punya joke! Awan warnanya apa?” Tanya Ryeowook.

“putih” jawab Min Young.

“domba warnanya apa?” Tanya Ryeowook lagi sambil menyembunyikan senyumnya.

“putih” jawab Min Young dengan kebingungan di matanya.

“sapi minum?”

“tentu saja air! Pasti banyak yang akan menjawab susu” Ryeowook terkejut mendengarnya. Jokes itu, Min Young yang membuatnya. Hanya dia yang bisa menjawab air dan dari sekian banyak orang yang ia tanyakan jokes itu, semuanya akan menjawab susu. Kemudian, satu hal yang membuat Ryeowook membeku ditempatnya. Cara gadis itu tertawa benar-benar mirip dengan Min Young, dari segi manapun.

“wae?” Tanya Min Young tiba-tiba, melihat perubahan wajah Ryeowook yang terbilang tiba-tiba itu. Ryeowook yang segera tersadar dari lamunannya, segera menepiskan segala pikiran gilanya itu.

“ah ani ani, aku hanya sedang berpikir tadi” kata Ryeowook dan menyesap Caramel Macchiato nya yang sudah mulai dingin. Tapi bukan itu masalahnya.

“kau sangat mirip dengannya…” kata Ryeowook sambil matanya menerawang, “kau sangat mirip dengan mantan yeojachingu dongsaengku. Sangat mirip dari segala sisi. Kau menyukai cerita fiksi, cara tertawamu, tahi lalat di tengkukmu, wajahmu, postur tubuhmu, semuanya! Tapi dia sudah meninggal dan aku baru saja akan berpikir kalau kau itu dia… hahahaha bukankah itu lucu? Itu tidak mungkin kan?” Ryeowook tertawa kikuk sendirian dan memukul pelan kepalanya untuk menyingkirkan pikiran gila itu dari otaknya.

“ini aku oppa, aku memang Min Young” pernyataan gadis itu membuat Ryeowook diam. Dia menatap mata gadis itu dengan sejuta pertanyaan di benaknya.

“ah dan sekarang aku berhalusinasi kalau kau mengatakan dirimu adalah Min Young” Ryeowook kembali memukul-mukul kepalanya.

“maaf, aku mencoba menyembunyikan diriku dari kalian semua” gadis itu, Min Young, membungkukkan badannya sedikit dan tidak berani menatap Ryeowook. Kali ini Ryeowook one hundred percent sure kalau dia tidak berhalusinasi!

“tapi bagaimana bisa? Kau… kau dikabarakan sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat itu! semuanya…” Tanya Ryeowook dengan sedikit tergagap.

“aku mabuk…” yeoja itu menghela nafas kemudian melanjutkan, “aku mabuk di malam sebelum aku harus kembali ke Korea. Aku mabuk karena aku bingung apakah aku harus kembali ke Korea dengan semua kenangan pahitnya atau menetap di Belanda. Besoknya, aku terlambat bangun dan ketinggalan pesawat. Akhirnya, karena merasa kalau aku belum siap untuk kembali ke Korea, aku memutuskan membeli tiket ke Jerman untuk memulai hidup baru disana. Tapi beberapa jam kemudian, aku mendapat kabar dari sahabatku kalau pesawat yang seharusnya aku tumpangi menuju Korea mengalami kecelakaan dan terbakar karena gagal mendarat. Dan kalian semua… menganggapku sudah meninggal dengan bukti-buktu seadanya, karena jenazahnya sudah tidak dapat diidentifikasi lagi. Setelah mendengar semua itu dari sahabatku, aku mengatakan padanya untuk tidak mengatakan kepada siapapun kalau aku masih hidup dan tinggal di Jerman, mungkin dengan begitu hidupku akan menjadi lebih tenang. Aku juga mengganti nomor telefonku dan semua identitasku” Min Young mengakhiri semua ceritanya dengan air mata disudut matanya dan sebuah senyuman simpul.

Ryeowook seakan masih terhipnotis dengan cerita Min Young barusan.

“kenapa kau tidak mau kembali ke Korea?” Tanya Ryeowook setelah pulih dari rasa shocknya.

“Korea terlalu banyak memberiku kenangan buruk, oppa. Keluargaku, Kyuhyun, semuanya…” jawab Min Young pelan.

“lalu kenapa kau bersembunyi? Harusnya kau memberi tahu kami, Min Young-ah. Kau tahu, Kyuhyun hampir gila saat dia mendengar tentang kecelakaan pesawat itu dan melihat namamu ada dalam daftar orang yang meninggal”

“gila?” Tanya Min Young dengan nada tidak percaya. Ryeowook mengangguk.

“waktu penebaran abu, Kyuhyun tidak menangis. Ia tidak menangis, tak ada satupun tetes air mata yang keluar dari matanya. Didepan semua orang dia terlihat kuat. Mungkin orang-orang berpikir ‘bagaimana bisa seorang namja yang kehilangan yeojachingunya hanya diam sambil memegang foto seperti itu?’ tapi mereka tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Dia mengurung dirinya di kamar selama seharian penuh tanpa makan dan minum, dan dari dalam kau bisa mendengar suara tangisannya. Dia benar-benar kehilangan dirimu, jauh lebih dalam daripada kami semua…”  jelas Ryeowook dan membuat Min Young membeku. Benarkan sampai separah itu?

“mianhae, aku tidak tahu” jawab Min Young pelan. Ryeowook memegang tangan gadis itu dan tersenyum

“semuanya sudah berlalu. Kau sudah kembali sekarang. Kau kan yang kemarin muncul di concert dan di taman?” Min Young mengangguk.

“Aku tidak tahu kenapa aku selalu ingin menangis saat bertemu dengan Kyuhyun, entah karena aku begitu senang bertemu dengan namja yang selama 3 tahun belakangan ini selalu menjadi doaku, atau aku bersedih karena tidak bisa bersama dengannya seperti dulu lagi. Entahlah, yang pasti air mataku jatuh begitu saja. Awalnya aku kesana karena aku masih berharap untuk bertemu dengan Kyuhyun. Walaupun sudah bergulat dengan diriku sendiri untuk tidak kembali ke taman itu, tapi kakiku bergerak sendiri menuju ke taman itu. Mungkin hatiku yang menuntunnya kesana. Aku tahu resikonya akan seperti ini tapi aku begitu merindukan Kyuhyun sampai rasanya sangat sesak”  wajah gloomy Min Young langsung berubah menjadi ceria ketika melanjutkan ceritanya, “Tapi Kyuhyun masih mengenalku! Dia sekarang dia bertambah gemuk dan pipinya bertambah chubby. Baguslah karena dulu dia begitu kurus, apalagi saat setelah kecelakaan itu terjadi. Tapi toh aku hanya bisa melihatnya sebatas itu saja, tidak lebih. Dia sudah melihatku, dua kali. Saat konser dan ditaman tadi, tapi itu bukan berarti aku akan langsung kembali muncul di kehidupannya. Everything needs process, process needs time. I need time, oppa” kata Min Young dan Ryeowook mengangguk mengerti.

“tapi ini sudah hampir 3 tahun. Bukankah itu waktu yang cukup lama untuk sebuah proses?”

“ne, oppa. Kyuhyun sudah melihatku, dan kau bahkan sudah mengetahui cerita yang sebenarnya. Aku akan cari waktu yang tepat untuk bertemu dengan kalian semua dan memberitahukan hal ini”

“aku tahu kapan waktu yang tepat!”

***

Suasana didalam dorm pagi ini sudah terbilang cukup sibuk. Semuanya sudah rapi dengan kemeja putih, tuxedo, dan dasi.

“apa makanan sudah disiapkan semua?” Tanya Leeteuk kepada Sungmin yang berada di dapur.

“sudah hyung” teriak Sungmin yang masih sibuk memasukkan beberapa makanan ke kotak makanan.

“Ryeowook kemana?” Tanya Leeteuk yang melihat Sungmin yang bekerja hanya dibantu Donghae dan Eunhyuk.

“Ryeowook pergi sejak pagi. Dia bilang, dia mau ada janji dengan seseorang sebentar” jelas Donghae tanpa mengalihkan pandangannya dari pekerjaannya.

“aish! Anak itu, apa dia tidak ingat hari ini hari apa?” Kata Leeteuk dan mengeluarkan Iphone nya untuk menelfon Ryeowook.

“dia tidak mengangkatnya! ck” Leeteuk bergumam dengan kesal.

“wae hyung?” Tanya Kyuhyun yang sedang memakai dasi berwarna biru tua.

“aniyo, kwaenchana. Kau sudah siap?” Tanya Leeteuk mengalihkan pembicaraan. Kyuhyun mengangguk dan mengambil sebuah flower bouquet yang terdiri dari berbagai macam bunga asli. Kyuhyun memang sengaja memesan agar Bouquet itu dihias secantik mungkin. Dan hasilnya, Bouquet itu terlihat begitu cantik dengan kombinasi warna bunga-bunga yang sesuai. Kyuhyun memandang bunga-bunga itu dengan senyum di wajahnya.

TING! TONG!

“pasti Ryeowook” kata Leeteuk kemudian membuka pintu. Benar saja, Ryeowook berdiri didepan pintu dengan senyum polos di wajahnya.

“ yah kau dari mana saja? Kau tahu kan hari ini kita semua harus pergi?” Leeteuk langsung memarahi Ryeowook yang baru datang. Ryeowook pun hanya tersenyum kemudian membuka pintu dengan lebar.

“aku membawa tamu untuk kalian semua” Ryeowook menarik tangan gadis yang digenggamnya itu sehingga gadis itu kini berdiri disampingnya.

“mwo?!”

Min Young POV

Pagi ini Ryeowook oppa akan menjemputku untuk bertemu dengan semua member. Dia bilang hari ini adalah hari yang tepat karena hari ini adalah peringatan 1000 hari kematian “Min Young”. Aku berdiri didepan lemari dan bingung hendak memakai apa. Kaus dan jeans? Terlalu casual! Dress satin? Terlalu formal! Ah, akhirnya pilihanku jatuh pada sebuah dress selutut, bagian tangannya bertali spageti, bercorak bunga yang berwarna kuning dan hijau. Cerah dan tidak terlalu formal. Setelah itu, aku memoleskan make-up tipis di wajahku. Done! Aku berkaca sekali lagi untuk meyakinkan bahwa penampilanku biasa saja. Sebagai tambahan, karena merasa pakaian ini terlalu terbuka, aku mengambil sebuah cardigan berwarna cream.

Ding! Ding! Ah itu pasti Ryeowook oppa sudah datang.

“oppa, wasseo” sambutku begitu melihatnya didepan pintu. Dia tersenyum. Bahkan dengan hanya menggunakan kaus putih dengan luaran kemeja jeans yang tidak dikancing, black jeans, converse, dan fedora hitam, Wook oppa terlihat stunning.

“annyeong!” sapanya childish. Aku tertawa kecil dan membalas sapaannya.

“annyeong oppa. Mau masuk dulu?” tawarku dan dia menggeleng.

“tidak usah, kita langsung kesana saja. Kau sudah siap kan?” aku mengangguk dan mengambil clutch bagku di sofa lalu mengunci pintu apartment.

Didalam mobil, Wookie oppa mengajakku mengobrol.

“kau tinggal sendiri di apartment itu?”

“tidak, aku tinggal berdua dengan sahabatku, tapi dia sedang berada di Jepang sekarang”

“sahabatmu itu, namja atau yeoja?”

“namja” jawabku

“oh” entah kenapa aku merasakan perubahan atmosphere diantara kami berdua.

“kami hanya sahabat oppa, keokjjeonghajima. Lagipula, dia yang banyak membantuku dan memberikanku support” kataku dengan senyum yang dipaksakan.

“kwaenchana. Na arraseo” katanya dan memberikan wink nya padaku. Kami berdua lalu terdiam dan aku tidak bisa menghentikan diriku sendiri untuk tidak berpikiran macam-macam tentang apa yang akan terjadi nanti, apalagi jika bertemu dengan Kyuhyun. Tanpa sadar tanganku bergerak menuju dadaku dan merasakan detakan jantungku yang berdebar sangat keras.

“jangan terlalu khawatir, Min Young-ah. Katakan semuanya saja. Mungkin memang agak sulit bagi mereka, terutama Kyuhyun, untuk mempercayai ini. Tapi yeah… kau harus bisa melewatinya. Aku akan membantumu” kata Wook oppa saat sedang lampu merah. Senyumnya benar-benar membuatku tenang, setidaknya untuk saat ini.

“kita sudah sampai. kaja” Wook oppa menarik tanganku dan membawaku ke lantai 11.

TING! TONG!

“yah kau dari mana saja? Kau tahu kan hari ini kita semua harus pergi?” ketika pintu terbuka, seorang namja yang kukenali sebagai Leeteuk oppa setengah berteriak kepada Wookie oppa. Aku masih bersembunyi dibelakang tubuh Wookie oppa.

“aku membawa tamu untuk kalian semua” dan jantungku berdetak begitu kencang begitu Wookie oppa menarik tanganku masuk dan sekarang aku berdiri berdampingan dengannya. Bisa kulihat semua muka shock oppadeul, tapi hanya satu yang menangkap mataku. Kyuhyun.

“mwo?!” tiba-tiba saja Eunhyuk oppa berteriak. Membuat semua orang tersadar dari rasa shock mereka.

“ige… nuguya?” Tanya Siwon oppa dengan tampang yang tidak percaya. Hatiku semakin berdetak keras dan keringat dingin bercucuran dari seluruh tubuhku.

“hyungdeul,  Kyuhyun-ah, ini Min Young” tentu saja oppadeul masih menatapku dengan tatapan yang penuh dengan pertanyaan. Kyuhyun sendiri tidak bergeming dari tadi, tapi bouquet bunga yang dipegangnya tadi sudah jatuh ketanah. Aku menggigit bibirku dan melirik Wookie oppa.

“tapi… tapi bagaimana bisa?” Tanya Shindong oppa.

“kita ke ruang tamu sekarang. Min Young akan menceritakan tentang semuanya kepada kalian” Aku pun duduk ditengah-tengah mereka semua dan memulai ceritaku dari awal. Semuanya tampak begitu serius ketika aku bercerita. Begitu ceritaku selesai, Leeteuk oppa segera memelukku dengan air mata yang sudah tumpah daritadi.

“Min Young-ah, kau masih hidup!” kata Leeteuk oppa disela-sela tangisannya. Aku sendiri akhirnya tak dapat menahan air mataku dan semuanya tumpah begitu saja. Aku membalas pelukan Leeteuk oppa. Setelah itu, semua oppadeul bergantian memelukku kecuali satu orang.

“Kyu, kau tidak mau memeluk yeojachingumu?” tawar Eunhyuk oppa yang pada akhirnya menjadi orang yang paling keras menangis. Kyuhyun hanya menatapku dengan matanya yang tajam, kemudian dia masuk kekamar dan membanting pintu.

“aku akan bicara dengannya” kata Sungmin oppa, tetapi aku segera menahan tangannya.

“kwaenchana oppa, biar aku saja” aku pun berjalan kearah kamar KyuMin dan masuk. Disitu aku menemukan Kyuhyun duduk di pinggir ranjang dan menopang wajahnya dengan tangannya.

“Kyuhyun-ah…” panggilku dan dia melirikku dari sela-sela jarinya.

“mianhae” aku duduk disebelahnya dan menyentuh punggungnya dengan sedikit keraguan.

“kenapa kau kembali?” bisiknya, tapi cukup untuk kudengar.

“ne?”

“kenapa kau kembali? Bukankah kau bilang kau tidak mau kembali lagi ke Korea? Kalau begitu pergilah, untuk apa kau kembali lagi?!” kali ini nada suara Kyuhyun meninggi. Air mataku langsung jatuh mendengar bentakannya. Aku tahu dia marah, dia pantas untuk marah.

“aku minta maaf, Kyu. Aku hanya butuh waktu for healing everything. Semuanya tidak mudah Kyu! Kau pikir melupakanmu adalah hal yang mudah? Sama sekali tidak! Setelah kita putus, setiap hari aku terbayang akan dirimu. Kau pikir aku mau sekali memikirkanmu setiap hari? Tidak Kyu! Big NO! Tapi apa yang bisa aku lakukan? 4 tahun aku terpisah darimu dan aku masih memikirkanku, sampai saat ini! Dan saat aku kembali, inikah yang ku dapat? Kau mengusirku sama seperti saat terakhir kau mengusirku saat kita putus? Whatever, Kyuhyun. Aku kesini hanya untuk meminta maaf padamu karena telah membohongimu dan oppadeul selama 3 tahun, okay?! Keokjjeonghajima, aku takkan menemuimu lagi dan sekali lagi, aku benar-benar minta maaf” air mataku tak henti-hentinya berhenti mengalir. Hatiku terasa begitu sakit. Entah keberanian darimana aku bisa mengatakan semua hal itu.

“kajima!” teriaknya dan aku menghentikan langkahku. Aku memejamkan mata dan air mata itu jatuh seperti waterfall. Aku tak peduli, yang kupedulikan hanyalah bagaimana menghapus rasa sakit ini.

“kajima” bisiknya dan aku merasakan sepasang tangan yang besar dan hangat memelukku dari belakang. Itu adalah tangan Kyuhyun. Ia melingkarkan kedua tangannya di pundakku dan wajahnya beradu dengan wajahku.

“kajima Min-ah… kajima…” bisiknya. Aku bisa  merasakan air matanya yang jatuh kepundakku. Dia membenamkan wajahnya di antara pundak dan leherku, dan isakannya terdengar begitu jelas sampai di telingaku.

“Kyu….” Panggilku dengan suara yang bergetar karena menahan tangis.

“mianhae. Aku tidak bermaksud mengusirmu. Kajima, jebal…” pintanya. Tanganku bergerak naik dan mengelus lengannya yang masih memelukku dengan posesif. Setelah diam dengan posisi seperti itu hampir 10 menit, dia memutar tubuhku dan menghapus sisa air mataku di pipi lalu mengecup keningku perlahan.

“aku sangat merindukanmu, sangat sangat merindukanmu!” kata Kyuhyun sambil menatap lurus kemataku. Tapi aku hanya menatapnya tanpa menjawab perkataannya.

“waeyo? Apa kau masih marah padaku? mianhae, aku benar-benar minta maaf, Min-ah” katanya dengan suara yang sedikit memohon.

“tidak apa-apa. You’re forgiven” kataku memaksakan sebuah senyum.

“thank you” bisiknya. Dia pun menunduk hendak mencium bibirku, tapi ketika bibirku dan bibirnya hampir bertemu, aku segera memalingkan wajahku dan menjauhkan diriku darinya.

“you’re forgiven tapi bukan berarti semuanya masih sama seperti dulu”

“apa maksudmu?” tanyanya bingung.

“kita sudah bukan siapa-siapa lagi. Kau dan aku… kita hanya teman” aku berusaha menjelaskannya tapi susah untuk mencari kata-kata.

“lalu kau mau kita kembali seperti dulu lagi? Kalau begitu, ayo kita berpacaran lagi sekarang” putus Kyuhyun dengan mudahnya. Aku menghela nafas dan menggeleng.

“semuanya tidak semudah itu, Kyuhyun. I’m sorry” kataku sebelum aku membuka pintu dan diluar, oppadeul langsung terjatuh begitu aku membuka pintu. Aku menunduk singkat kepada mereka semua dan keluar dari dorm.

Kyuhyun POV

Aku masih berdiri membeku di tempatku semula. Apa aku baru saja ditolak? ah, tentu saja! Aku terlalu terburu-buru, seenaknya mengganti status seperti itu. Tapi apa yang membuatnya menolakku? Bukankah dia bilang dia sudah memaafkanku? Aish! Otakku bisa meledak karena berbagai pertanyaan terus muncul di pikiranku. Dan sebuah pertanyaan besar muncul di otakku, JANGAN-JANGAN MIN YOUNG SUDAH MEMPUNYAI NAMJACHINGU!!! ANDWAE! Aku akan menyingkirkan siapapun namja itu! i’m a Cho Kyuhyun, afterall. Almighty is my last name!

Oh, atau mungkin karena ia belum bisa melupakan sakit hatinya akibat kejadian 4 tahun yang lalu?

Flashback

“Kyu! Kau tidak serius kan? Kyuhyun-ah, jawab aku” Min Young mengguncang-guncang tubuhku. Aku yang sedang stress, tentu saja menjadi marah dengan sikap Min Young.

“YAH! Berhenti mengguncang tubuhku! Ini semua benar Min-ah… aku menyukai Jihyo! Wae?” bentakku akhirnya.

Min Young menatapku seakan tidak percaya atas apa yang baru saja didengarnya. Aku berusaha melihat matanya yang tergenang oleh air mata.

“jadi, kita harus putus Min-ah” putusku akhirnya. Biarpun tidak tega melihatnya menangis, tapi aku harus menatap matanya saat mengatakan ini untuk meyakinkannya kalau aku benar-benar serius dengan ucapan dan keputusanku.

“wae Kyuhyun? wae? Apa salahku? Apa aku pernah melakukan sesuatu yang salah kepadamu?” tanyanya bertubi-tubi. Obvious dia mencoba untuk mempertahankan hubungan kami.

“kau…” aku mencoba mencari alasan yang valid, “kau terlalu posesif! Kau selalu menuntutku untuk mempunyai waktu untukmu setiap saat” kataku akhirnya. Padahal kenyataan yang sebenarnya, berbalik dari hal itu. tapi toh itu hanya alasan saja.

“mwo? Kapan aku pernah memaksamu bertemu denganku? Aku selalu mengerti tentang schedulemu yang padat. Aku… aku tidak pernah mengeluh Kyu!” jawabnya lagi. Lelah dengan pembicaraan ini, aku menepis tangannya yang memegang tanganku dan bangkit berdiri.

“sudahlah. Semuanya tidak akan berubah. Aku menyukai Jihyo dan aku sudah tidak mempunyai rasa lagi terhadapmu. Bukankah itu sudah cukup jelas?” kataku dengan tajam.

“apa yang Jihyo punya dan aku tidak?”

“Jihyo mempunyai semuanya! Keumanhae, kau tidak perlu lagi menemuiku atau memikirkanku lagi, semuanya sudah berakhir Min-ah. Sekarang keluarlah dari sini” usirku padanya. Sebenarnya ada rasa kasihan juga dihatiku, tapi segera kutepis rasa itu.

“arraseo, berbahagialah dengan Jihyo”

Flashback off

 

“arraseo, berbahagialah dengan Jihyo”

Itulah kata-kata yang langsung terngiang dipikiranku begitu pikiranku kembali disaat dimana kami putus dengan alasanku yang sangat konyol. Dari kejadian itulah aku belajar bagaimana membedakan rasa sayang dengan rasa suka. Saat itu aku saat itu menyukai Jihyo, seorang penyanyi pendatang baru dan kebetulan jarak umurnya hanya berbeda 1 tahun dariku, jadi kami cepat akrab ditambah Jihyo adalah orang yang supel. Aku merasakan kalau aku mulai menyukainya setelah hampir 3 bulan aku sering bertemu dengannya di acara music dan beberapa acara variety show lainnya. Dia cantik, bertubuh tinggi semampai, dan suara yang powerful. Dan itulah yang membuatku memutuskan hubunganku dengan Min Young. Dengan alasan aku MENYUKAINYA, aku melepaskan orang yang aku SAYANGI. How stupid I was! Aku baru menyadari betapa bodohnya aku ketika aku mendengar Min Young pergi ke Belanda untuk melanjutkan kuliahnya disana. Aku merasakan ada sesuatu yang hilang di hidupku, sesuatu yang sangat penting. Dan seiring berjalannya waktu, Jihyo ternyata tidak sebaik Min Young, dia lebih egois dariku dan kami sering bertengkar bahkan sebelum kami resmi berpacaran. Min Young, hanya gadis itu yang benar-benar bisa mengerti diriku dan sudah mengenalku luar dalam selama 2 tahun kami berpacaran. Rasa penyesalan itu mulai datang menghampiriku semakin besar dan besar lalu berubah menjadi satu kesimpulan, aku sangat sangat sangat menyayangi Min Young. Begitu mendengar berita tentang kecelakaan pesawat itu, aku baru merasakan bagaimana rasanya kehilangan setengah jiwaku. Rasa kehilangan itu amat besar. Kehilangan seseorang yang amat sangat penting dihidupku hingga rasanya semuanya terasa seperti mimpi, mimpi yang sangat buruk. Aku merasa begitu terpukul sampai rasanya air mataku pun enggan keluar ketika melihat bagaimana abunya ditebarkan di laut. Hingga akhirnya aku baru bisa menumpahkannya didalam kamarku, sendirian dengan hanya ditemani foto Min Young.

Tapi semua itu sudah berlalu, kali ini aku tidak akan melepaskannya dan kehilangannya lagi, tidak untuk dua kali!  Ini seperti kesempatan emasku yang kedua, aku akan menepati semua janji yang sudah kuucapkan untuk Min Young. I’ll fight for her, no matter what!

Author POV

Min Young baru saja keluar dari sebuah ruangan dengan wajah berbinar-binar. Ia diterima bekerja disebuah perusahaan mode ‘Guess’. Dia akan menjadi salah seorang asisten designer disana dan akan mulai bekerja lusa. Ditambah lagi dengan bos barunya tadi yang memuji rancangannya, ia benar-benar tidak bisa berhenti tersenyum!

Didepan gedung itu, ia hendak menaiki sebuah taxi tapi sebuah mobil Audi hitam tiba-tiba berhenti didepannya.

“annyeong” sapa pengemudi itu yang turun dari mobilnya.

“Kyuhyun?” Tanya Min Young untuk  meyakinkan bahwa namja yang memakai sunglasses didepannya ini adalah Kyuhyun. Kyuhyun pun melepaskan kacamatanya dan tersenyum. Tipikal senyum yang sering digunakannya untuk melelehkan hati beribu ELF diluar sana, tapi bedanya kali ini senyum itu hanya ditujukan untuk Min Young saja.

“masuklah” ajak Kyuhyun dan Min Young pun masuk dengan sedikit ragu-ragu. Begitu keduanya sudah didalam, Kyuhyun segera menjalankan  mobilnya.

“kau tadi tidak mengenaliku ya? Apa aku sebegitu tampannya sampai kau tidak mengenaliku?” goda Kyuhyun dan membuat Min Young mau tak mau tersenyum.

“woah, kau masih seperti Cho Kyuhyun 4 tahun lalu yang kukenal ya?” goda balik Min Young.

“tentu saja, aku masih tampan seperti dulu kan?” Min Young pun tertawa dan memutar bola matanya.

“ya ya, whatever, Kyu” dan Kyuhyun pun ikut tertawa. Min Young tidak tahu betapa Kyuhyun berharap suasana seperti ini bisa berlangsung seterusnya.  Bagus mereka tidak canggung karena kejadian beberapa hari yang lalu.

“oh ya, kau tahu darimana kalau aku sedang berada disana?” Tanya Min Young yang tiba-tiba teringat akan kebingungannya tadi.

“Ryeowook. Kau memberitahunya kan kalau hari ini kau akan interview disana, dan dia memberitahuku, jadi aku tahu. Oh ya, ngomong-ngomong, dimana kau tinggal sekarang?” Tanya Kyuhyun yang hampir lupa menanyakan dimana alamat Min Young.

“di Sapphire Residence” jawab Min Young menyebutkan alamat rumahnya, ehmm rumah sahabatnya sebenarnya.

“oh berarti tidak terlalu jauh dari dorm SJ ya”  kata Kyuhyun senang. Ia berpikir ini kesempatannya untuk bisa menemani gadis ini lebih sering.

“Min Young-ah, bagaimana kalau kita lunch dulu? Sekarang sudah jam makan siang” tawar Kyuhyun.

“baiklah, tapi kau yang traktir ya” kata Min Young dan Kyuhyun langsung mengancungkan jempolnya.

Tiba-tiba terdengar suara deringan hp yang berasal dari hp Min Young.

“yoboseyo… oppa! Ne, aku dalam perjalanan pulang sekarang. Aku akan sampai kurang lebih 10 menit lagi…. Ne oppa… nado bogosipheo… arraseo, annyeong!” Min Young sesaat melihat hpnya dengan senyum yang tak lepas diwajahnya. Kyuhyun yang sedari tadi mendengar percakapan Min Young dengan entah siapa itu, merasa sangat cemburu! Oppa? Oppa siapa? Sejak kapan Min Young mempunyai oppa? Apa benar kalau Min Young sudah punya namjachingu? Ah ani ani, Kyuhyun, kau harus positif thinking!

“Kyuhyun-ah, mianhae. Bagaimana kalau lain kali saja kita lunch bersama? Lain kali aku yang traktir, okay?” tanya Min Young dengan nada tidak enak.

“o—oh keurae” kata Kyuhyun berusaha menyembunyikan kekesalannya. Ia ingin bertanya, tapi masih terlalu awal untuk ini.

“turunkan saja aku disini, aku bisa naik taksi” kata Min Young dan ingin membuka seatbeltnya, tapi Kyuhyun menahannya.

“biar aku antar saja sekalian pulang” Kyuhyun pun memutar balik mobilnya menuju residence tempat tinggal Min Young. Kyuhyun menghentikan mobilnya didepan lobby residence itu dan Min Young langsung melesat keluar sebelum Kyuhyun sempat mengucapkan apapun. Dan yang paling membuat Kyuhyun ingin meledak adalah, seorang namja yang dipeluk oleh Min Young!

“Eli oppa! Long time no see” Min Young memeluk namja itu dengan erat, dibalas sama eratnya oleh namja berbadan kekar itu.

“ah I miss you Young-ah” Kyuhyun yang melihat scene itu pun berdehem dengan keras , membuat Min Young tersadar kalau Kyuhyun masih ada.

“oh Kyuhyun-ah, kau mau mampir dulu?” tawaran itu hampir disetujui oleh Kyuhyun, tetapi ia langsung melihat jam tangannya. Sudah hampir waktunya untuk reherseal musicalnya.

“kurasa Kyuhyun-ssi sibuk, Young-ah. Mungkin lain kali saja, bukan begitu Kyuhyun-ssi?” Kata Eli dan Kyuhyun pun mengangguk setengah hati. Dalam hati ia sudah mengutuk habis-habisan Eli. Sebagai gantinya Eli hanya memberikan senyumannya dan kemudian merangkul Min Young, membuat mata Kyuhyun seperti akan loncat dari tempatnya.

“keurae. Kyuhyun-ah, hati-hati dijalan ya, gomawo sudah mengantarku. Oppa, ayo masuk” ajak Min Young. Kyuhyun pun memejamkan matanya dan mengambil nafas lalu membuangnya perlahan-lahan. Ia sedang menahan emosinya.

TIIIIN! TIIIIN! Kyuhyun tersadar begitu melihat beberapa mobil mengantri di belakangnya. Ia segera masuk dan menjalankan mobilnya. Beberapa meter dari gedung apartment itu, Kyuhyun berhenti dan menekan klaksonnya dengan keras.

TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNN! Bunyi klaksonnya itu mengundang perhatian dari sekelilingnya. Tapi ia tidak peduli! Ia hanya ingin melampiaskan kekesalannya dan tidak ada yang dapat menahannya!

“Argh! Aish!” kini gentian setirnya yang menjadi sansak. Ia meninju setirnya dengan keras dan kakinya ia hentak-hentakkan, membuat mobilnya bergoyang akibat ulahnya. Benar-benar childish seperti seorang Cho Kyuhyun.

Hpnya bergetar dan nama Prince Manager terpampang disana.

“yoboseyo?”

“YAH! KAU DIMANA? CEPAT KE STUDIO SEKARANG! KAU TERLAMBAT REHERSEAL MUSICAL!” teriakan prince manager membuat Kyuhyun menjauhkan hpnya beberapa cm dari telinganya. Ia menghela nafas dan melihat jam tangannya. Memang sudah terlambat 10 menit.

“arraseo hyung, aku kesana sekarang”

Min Young POV

“Itadakimasu!” teriakku didepan makanan yang sangat banyak ini. Mereka seakan-akan memanggilku untuk segera memakan mereka >,<

“woah woah kimbapnya sangat enak, oppa” kataku sambil melahap satu potong kimbap utuh.

“kau suka? Habiskan saja kalau begitu” kata Eli oppa yang duduk bersebrangan denganku. Diantara kami terpisah meja dengan berbagai jenis makanan yang dipesan oleh Eli oppa.

“bibimbapnya woah… neomu mashita! Jinjja!” kataku sambil mengaduk-ngaduk bibimbapnya agar semuanya tercampur rata. Eli oppa hanya mengamatiku sambil tersenyum.

“kenapa melihatku begitu? Makanlah juga, kalau tidak akan kuhabiskan semuanya!” ancamku.

“arraseo, aku makan” dia mengambil sebuah mangkuk berisi bibimbap dan mengaduknya dahulu sebelum melahapnya.

“oppa, apa kau membeli ini di restoran Mokjung yang didekat stasiun?” tanyaku dengan mulut penuh.

“bagaimana kau tahu?” tanyanya penasaran karena tebakanku benar.

“tentu saja aku tahu! Hanya ada satu restoran di Korea yang menyediakan makanan seenak ini!” tanyaku sambil tetap makan. Mulutku sekarang tidak berhenti mengunyah.

“memang sangat enak, makanya aku membelikan semuanya ini untukmu”

“hehehe gomawo oppa! Oi oppa, ayo kita lomba makan! Yang makan paling banyak, dia pemenangnya, otthae?” ajakku dan dia mengerutkan keningnya.

“yah, jangan bercanda Min-ah” katanya sambil tertawa. Aku berdecak kesal dan menahan tangannya yang hendak menyuap nasi kemulutnya.

“aku menantangmu Tuan Kim Kyoung Jae” kataku dengan nada yang dibuat-buat. Dia pun mengeluarkan smirknya.

“aku menerima tantanganmu, Nona Nam Min Young”

-1 hours later-

Kami berdua terkapar di lantai dengan perut membuncit. Piring-piring bekas makan kami berserakan dan mengotori karpet.

“aku makan 12 kimbap! Aku makan selusin hahahaha” kataku dengan bangga

“tunggu, jangan senang dulu! Aku makan 18! Aku menang hahaha” Eli oppa tertawa dan aku hanya mendengus kecil. Tapi aku benar-benar amazed dengannya! Untuk memakan 12 kimbap saja, perlu pengorbanan luar biasa ditambah janji dengan perutku bahwa itu adalah porsi untuk makan malamnya juga.

“arraseo, aku kalah. Aku kalah! Awww, perutku sakit” keluhku ketika aku mencoba bangkit untuk mengambil gelas berisi air putih ditengah meja.

“tentu saja! Kau makan seporsi bibimbap, semangkuk jjangmyeon, sepiring kimchi, dan 12 kimbap. Kalau kau tidak kenyang, itu baru menyeramkan”

“kau juga makan dengan porsi yang sama denganku, oppa! Hanya beda 6 kimbap saja” protesku dan dia tertawa keras. Setelah itu kami berdua terlarut dalam keheningan. Aku menepuk-nepuk dadaku, mencoba untuk bersendawa.

“bukan begitu” Eli oppa menggeser duduknya ke sebelahku dan menepuk-nepuk punggungku. Tak lama kemudian aku bersendawa dengan cukup keras.

“oops! Hehehehe mau kubantu juga oppa?” tawarku dan dia menggeleng.

“tidak usah, aku bisa sendiri” Eli oppa pun membuat dirinya sendiri bersendawa dengan sangat keras sampai sampai bau kimchi tercium dari mulutnya.

“Yah, suara sendawamu keras sekali oppa!”

“keurom! Aku pernah memenangkan lomba bersendawa paling keras di Jepang bersama dengan teman-temanku” katanya dengan bangga.

“mwo? Euuuuh itu jorok oppa! Tapi aku berikan applause untukmu” kataku sambil bertepuk tangan dan dia memukul dadanya dengan bangga.

“oh iya, ngomong-ngomong, maaf ya kemarin aku tidak bisa menjemputku saat kepulanganmu ke Korea” kata Eli oppa dengan nada bersalah di suaranya.

“kwaenchana oppa, kau mau menampungku saja aku sudah sangat berterima kasih” kataku tersenyum. Dia tidak tahu bertapa aku sangat berterima kasih kepadanya.

“kalau begitu kita impas!” dia pun mengajakku tos.

“Young-ah, kau yakin kau tidak mau pulang?” Tanya Eli oppa dan aku langsung menarik tanganku dari tangannya.

“kau mengusirku, oppa?” kataku berpura-pura sedih. Sebenarnya  aku tahu makna kata ‘pulang’ yang dimaksudkan Eli oppa.

“a—ani, tapi tidakkah kau rindu pada ahjumma? Dia pasti akan sangat senang jika mengetahui kalau kau masih hidup” bujuk Eli oppa. Aku hanya menghela nafas panjang.

“sudah tidak ada gunanya lagi oppa. Aku yakin mereka senang kalau aku meninggal, dengan begitu semua harta warisan haraboji akan menjadi milik mereka. Aku sendiri tidak tahu kenapa haraboji memberikan semua harta warisannya padaku! Padahal, siapalah aku? Aku hanya anak angkat di keluarga itu! Kalau aku tahu semuanya akan menjadi seperti ini, harusnya aku menolak semua harta itu saat haraboji masih hidup! Aku… aku….” Tangisku pun pecah. Semua beban yang selama ini kutanggung, akhirnya kutumpahkan semua didepan Eli oppa. Hanya dia satu-satunya orang yang kupercaya. Eli oppa segera memelukku dan suara tangisanku terpendam di dadanya.

“Aku tidak mau semua harta itu. Aku hanya mau semuanya kembali seperti dulu, seperti saat mereka masih menyayangiku” kataku disela-sela tangisku. Isakan-isakan kecil membuatku terbata-bata dalam berbicara. Aku merasakan Eli oppa mengangguk dan memelukku semakin erat. Tangannya bergerak mengelus punggung dan rambutku.

“haraboji sudah meninggal dan ketika keluargamu tahu bahwa kau dikabarkan sudah meninggal, otomatis semua hartanya menjadi milik mereka sekarang. Apalagi yang kau takuti?” kata Eli oppa. Aku melepaskan pelukannya dan menghapus air mataku sendiri.

“tidak oppa, semuanya sudah berubah. Aku sudah memaafkan mereka, tapi aku masih belum bisa melupakan semua kenangan buruk yang mereka buat untukku sampai sekarang. I’ll back, not now but someday” putusku pada akhirnya.

“ok, take your time. Jangan terlalu dipikirkan, nanti kau bisa stress” Eli oppa mengacak rambutku dengan lembut. Dia malaikat tanpa sayapku, my guardian angel.

“ne oppa, gomawo” dia menggumam sebagai jawaban, masih dengan senyum yang terplester di wajahnya.

“kalau begitu, bagaimana kalau kita nonton dvd sekarang? Movie marathon, otthae?” ajaknya sambil merangkulku.

“with ice cream?” dia berpikir sejenak kemudian mengangguk kuat.

“let’s have fun, Min Young-ah!”

Author POV

Latihan hari ini dimulai dengan pemanasan terlebih dahulu. Setiap pemain harus bernyanyi sebuah lagu sebagai pemanasan. Kyuhyun melihat song list di Ipodnya dan pilihannya jatuh pada Without You by Usher. Ia memakai kedua earphonenya dan mulai bersenandung mengikuti lagu itu.

15 menit kemudian, semua pemain dikumpulkan di sebuah ruangan dengan PD yang duduk di sofa di pinggir ruangan.

“sekarang kita mulai pemanasan dari Kyuhyun” semua pemain bertepuk tangan dan menyoraki Kyuhyun, sebagai gantinya Kyuhyun tersenyum dan berdiri ditengah-tengah mereka semua.

“aku akan membawakan Without You” dan sekali lagi, semuanya bertepuk tangan.

I can’t win, I can’t reign
I will never win this game
Without you, without you
(aku takkan menang, aku takkan berkuasa

 Aku takkan pernah memenangkan permainan ini

 Tanpamu, tanpamu)

 

I am lost, I am vain,
I will never be the same
Without you, without you

(aku kalah, aku gagal

 Aku takkan pernah sama seperti dulu lagi

 Tanpamu, tanpamu)

I won’t run, I won’t fly
I will never make it by
Without you, without you
(aku takkan pernag berlari, aku takkan pernah terbang

  Aku takkan pernah berhasil

 Tanpamu,tanpamu)


I can’t rest, I can’t fight
All I need is you and I,
Without you, without…. You!
(aku tak bisa beristirahat, aku tak bisa berkelahi

 Semua yang kubutuhkan hanyalah kau dan aku

 Tanpamu, tanpamu)

 

Oh oh oh
You you you
Without
You you you
Without you…

Can’t erase, so I’ll take blame
But I can’t accept that we’re
Estrange
Without you, without you
(tak terhapuskan, semua salahku

 Tapi aku tak bisa menerima kita menjadi asing

 Tanpamu, tanpamu)


I can’t quit now, this can’t be right
I can’t take one more sleepless night
Without you, without you
(aku tidak bisa menyerah sekarang, semuanya tidak benar

 Aku tidak bisa melewati satu malam lagi

 Tanpamu, tanpamu)

 

I won’t soar, I won’t climb
If you’re not here I’m paralyzed without you, without you
(aku tidak akan mencapai puncak, aku tidak akan mendaki

 Kalau kau tidak disini, aku lumpuh tanpamu, tanpamu)

 

I can’t look, I’m so blind
Lost my heart, I lost my mind without you without… You!
(aku tak bisa melihat, aku begitu buta

 Aku kehilangan hatiku, aku kehilangan pikiranku tanpamu tanpamu)

 

Oh oh oh
You you you
Without
You you you
Without you..

I am lost, I am vain,
I will never be the same
Without you, without you, WITHOUT YOU…

(aku kalah, aku gagal

 Aku takkan pernah sama seperti dulu lagi

 Tanpamu, tanpamu…)

 

Kyuhyun mengubah bersi Without You yang awalnya bertempo cepat menjadi suatu lagu ballad yang sangat indah. Suara emasnya benar-benar membuat lagu itu terdengar begitu sendu dan lirih, sama seperti perasaan yang Kyuhyun masukkan kedalam lagu itu. Siapapun yang mendengar lagu itu, akan ikut terbawa perasaannya.

Bukan tanpa alasan Kyuhyun memilih lagu itu. Ia memilih lagu itu karena lagu itu benar-benar menggambarkan perasaannya saat ini.

“Lagu ini, ingin kupersembahkan untuk seorang yeoja yang telah kembali kehidupku” kata Kyuhyun sebelum ia kembali ke tempat duduknya. Semua pemain terlihat penasaran, tapi Kyuhyun hanya memberikan senyumannya sebagai jawaban.

“keurae keurae. Kyuhyun-ssi, itu sangat bagus. Next, Key!”
***

Kyuhyun meminum air putih di botol itu yang tinggal setengah dan meneguknya sampai habis.

“hey, penampilanmu tadi benar-benar WOW!” puji seorang yeoja berambut pendek yang menghampiri Kyuhyun.

“gomawo Dana noona” jawabnya disertai sebuah senyuman.

“lagu tadi, apa untuk yeojachingumu?” goda Dana kepada Kyuhyun. Keduanya duduk diatas stage yang sedang ditata oleh para staff untuk reherseal scene selanjutnya. Jadi dibilang itu adalah waktu break mereka.

“mungkin aku belum bisa menyebutnya yeojachinguku sekarang, tapi akan. Sebentar lagi” jawab Kyuhyun sambil memainkan botol kosong didepannya.

“woaaah, jadi yeoja itu adalah gebetanmu? Kalau boleh tahu, siapa yeoja beruntung itu?” Tanya Dana lagi. Kyuhyun awalnya ragu, tapi mengingat ia dan Dana sudah sangat dekat, ia pun akhirnya memutuskan untuk bercerita.

“noona masih ingat yeojachiguku 4 tahun yang lalu?” Tanya Kyuhyun dan Dana mencoba mengingat-ngingat memori lamanya.

“sepertinya aku ingat… yeoja mungil berambut panjang yang kau ajak saat kita SMTown di Bangkok?” tebak Dana dan Kyuhyun langsung mengangguk.

“bukankah… dia sudah meninggal karena kecelakann pesawat 3 tahun yang lalu?” Tanya Dana lagi. Ia masih ingat cerita Leeteuk padanya, bagaimana Kyuhyun menjadi sangat down saat itu.

“dia tidak meninggal, noona. Sebuah keajaiban datang” kata Kyuhyun dengan penuh misteri.

“a miracle?” Tanya Dana yang masih bingung dan Kyuhyun langsung mengangguk mantap.

“a miracle! Aku akan menceritakannya pada noona lunch break nanti”
“arraseo captain Frankyu!”

***

Kyuhyun memakirkan mobilnya di parkiran Sapphire Residence. Ia berjalan dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana jeansnya. Ia melihat sekelilingnya dan untungnya suasanya cukup sepi, jadi dia tidak perlu menggunakan aksesoris berlebihan seperti masker, topi, dan syal. Cukup dengan sebuah sunglasses hitam yang match dengan kemejanya yang berwarna coklat bercorak kotak-kotak, berlengan panjang dan bagian lengannya ia tekuk sampai dibagian sikunya, blue jeans, dan sepasang sneakers berwarna putih.

Hari ini beberapa member mendapat 1 hari hari free karena sudah sebulan belakangan ini, schedule individu dan SJ padat sekali dan seakan terus mengalir tak ada habisnya, bahkan untuk bernafas saja rasanya sangat sulit. Sedangkan beberapa member lainnya terpaksa masih harus melanjutkan schedule yang sudah diatur. Dan Kyuhyun, lebih memilih menghabiskan waktunya bersama dengan Min Young dibanding tidur di dorm seharian seperti yang hyung-hyungnya lakukan sekarang. Ia akan mengantar Min Young kerja, mengajaknya lunch bersama, berjalan-jalan setelah pulang kerja, dinner, dan mengantarnya pulang. Intinya adalah bersama dengan Min Young, whatever it is!

Senyum Kyuhyun mengembang melihat yeojanya itu sudah berada di lobby. Tapi senyumnya memudar melihat seorang namja bertubuh tinggi yang bersama dengan Min Young.

“nugunde?” gumamnya dan ia pun semakin dekat dengan keduanya.

“what? Are you insane?” pekikan Min Young itu terdengar sampai ke telinga Kyuhyun yang masih berjarak 2m dari mereka berdua. Kyuhyun mengerutkan keningnya dan merasa ada yang tidak beres.

“Min Young-ah” sapanya.

“oh Kyuhyun-ah. Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Min Young dengan senyum sangat jelas dipaksakan.

“siapa dia?” Tanya Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan Min Young. Kyuhyun memperhatikan namja didepannya ini dari atas sampai bawah dan mendapat satu kesimpulan: namja ini adalah orang barat.

Dilihat dari tingginya, kulitnya, dan matanya yang berwarna biru terang.

“dia…” belum sempat Min Young memperkenalkan namja itu, namja itu sendiri sudah mengulurkan tangannya kepada Kyuhyun.

“well, hello!” sapa namja itu dengan ramah. Kyuhyun yang masih merasa curiga dengan namja itu, mengabaikan uluran tangannya. Namja itu pun tertawa dan menarik tangannya lagi.

“who are you? What’s your business with her?” Tanya Kyuhyun dengan bahasa Inggris yang fasih tanpa memperdulikan sapaan namja itu. Rasa penasarannya lebih besar dari semua keramahannya.

“i’m his…”

“friend! Dia temanku” sela Min Young tiba-tiba. Tentu saja Kyuhyun tidak langsung percaya, apalagi melihat gelagat Min Young yang menurutnya aneh itu.

“Bastian, we talk later. I’ll call you. Just leave now” Min Young seakan memberikan isyarat kepada Bastian untuk tidak berkata apapun.

“ok, I’ll go first. See ya soon sweetheart” Bastian memberikan wink sebelum berbalik pergi meninggalkan keduanya. Begitu mobil Bastian dan teman-temannya sudah menghilang dari pandangan, Min Young menghela nafas.

“dia…dia memanggilmu sweetheart. Apa…apa dia namjachingumu?” Tanya Kyuhyun sedikit tergagap. Jujur saja, ia sangat shock.

“ada apa kau kesini Kyuhyun?” Min Young membalik bertanya, seakan enggan membahasnya. Tapi Kyuhyun berdecak dan menatap Min Young dengan tajam.

“Min Young, jawab pertanyaanku. Is he your boyfriend?”

“bukan, dia hanya temanku. Di Jerman kami memang cukup…. dekat” jawab Min Young akhirnya.

“lalu kenapa sepertinya kau merasa tidak nyaman dengannya?” Tanya Kyuhyun lagi.

“ada sedikit masalah tadi. Jadi, apa yang kau lakukan disini?” Min Young mengulang pertanyaanya.

“oh itu, aku ingin mengantarmu untuk pergi kerja” kata Kyuhyun sambil memijit tengkuknya dengan nervous.

“untuk apa repot-repot begitu? Aku kan bisa naik taksi, lagipula memangnya kau tidak sibuk?” Tanya Min Young. Sebenarnya biasanya Eli yang mengantarnya, tapi kebetulan 2 hari ini Eli menginap di rumah temannya yang baru datang dari Jepang.

“ani, hari ini aku free jadi yeah… oh sudah jam 7.30 Min Young-ah. Kaja!” ajak Kyuhyun dan Min Young pun mengikuti Kyuhyun dari belakang sambil tertawa kecil. Obvious, Kyuhyun merasa gugup. Kyuhyun membukakan pintu untuk Min Young terlebih dahulu baru kemudian dia masuk dan pergi dari sana.

“masuklah. Kerja yang baik ya” pesan Kyuhyun ketika mereka sudah sampai diparkiran gedung Guess yang terlihat mewah itu. Ofcourse, it Guess!

“gomawo” kata Min Young disertai dengan senyuman yang mampu membuat Kyuhyun terpana melihatnya. Sudah lama sekali rasanya sejak ia melihat senyum itu secara langsung. Kyuhyun bahkan tidak menyadari bahwa Min Young sudah masuk kedalam gedung. Kyuhyun menutup mukanya dengan kedua tangannya, memegang kedua pipinya yang memanas. Ia segera masuk kedalam mobil sebelum ada fans yang kebetulan lewat melihatnya seperti itu.

Didalam, ia tak berhenti tersenyum. Sebuah senyuman dari seorang yeoja bisa membuat seorang Kyuhyun begitu bahagia. Well, that girl must be something~

“apa yang kulakukan sembari menunggunya? Ah iya!” ia membuka dashboard dan mengambil PSP biru metalik miliknya. Begitu PSP menyala, maka tidak ada satupun yang bisa mengalihkan perhatiannya.

Sorry sorry sorry sorry… Tiba-tiba terdengar lagu sorry sorry dari hp Kyuhyun tanda ada telefon masuk. Kyuhyun mengabaikannya dan hpnya berbunyi untuk kedua kalinya. Kyuhyun yang merasa terganggu akhirnya memasang Bluetooth di hpnya dan dia memencet tombol answer tanpa melihat siapa penelfonnya.

“yoboseyo” jawabnya sambil melanjutkan permainannya.

“Kyuhyun-ah, kau dimana sekarang?” sahut orang diseberang.

“di mobil” jawabnya singkat.

“oh, apa kau sedang sibuk?” Tanya orang diseberang lagi.

“ani”

“kalau begitu kau pulanglah, omma sudah buatkan banyak makanan untuk hari ini. Kita akan makan keluarga, appa akan pulang cepat juga” kata orang diseberang. Karena panjangnya perkataan orang itu ditambah dengan Kyuhyun yang sedang tidak focus, ia pun tidak menangkap satupun perkataan orang diseberang itu.

“hah? Eung, nuguseyo?” Tanya Kyuhyun dengan polosnya. Ia tidak tahu kalau orang diseberang sudah ingin melemparkan sandal ke kepala Kyuhyun.

“CHO KYUHYUN BERHENTI BERMAIN SEKARANG!!!!” teriak Kyuhyun itu membuat Kyuhyun melepaskan Bluetooth ditelinganya secara reflek sampai alat itu terpental ke kakinya. Ia segera mempause permainannya dan memasang kembali alat itu ditelinganya.

“oh noona! annyeong” kata Kyuhyun tanpa rasa bersalah.

“mwo? Apa kau mendengar apa kataku tadi?” Tanya Ahra dengan kesal.

“mianhae noona, bisa diulangi sekali lagi. Sekali lagi, aku janji aku akan mendengarkan kali ini” bujuk Kyuhyun dengan suaranya yang dibuat seperti memelas. Karena tidak ingin memperpanjang masalah, akhirnya Ahra pun mengulang lagi.

“omma sudah memasakan banyak makanan untuk kita semua. Jadi, kita akan makan keluarga sekarang” jelas noonanya lagi.

“jinjja? Keurae, aku akan kesana nanti siang” jawab Kyuhyun.

“nanti siang? Sekarang sudah siang Kyuhyun!” perkataan Ahra membuat Kyuhyun melihat jam tangannya, dimana jarum pendeknya sudah menunjukkan pukul 12 dan jarum panjangnya di angka 15.

“mwo???” teriak Kyuhyun tanpa sadar. Ia melihat kearah gedung itu dan karyawan-karyawan disana berjalan keluar untuk lunch.

“arraseo, aku akan kesana noona” kata Kyuhyun sebelum memutuskan sambungan. Ia segera menelfon Min Young dan berharap yeoja itu belum makan siang.

“yoboseyo?” jawab orang diseberang.

“Min Young-ah, apa kau sudah makan siang?” Tanya Kyuhyun sambil menggigit kuku jarinya dengan nervous. Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri yang kelewatan bermain sampai 4 jam dan tidak menyadarinya.

“belum” satu kata itu mampu membuat Kyuhyun menghela nafas lega.

“kalau begitu, bagaimana kalau kita makan siang bersama?” ajak Kyuhyun, berharap Min Young akan menjawab iya.

“ehm, memangnya kau dimana sekarang?”

“aku masih ada ditempat terakhir kau melihatku” jawab Kyuhyun.

“mwo? Kau masih diparkiran?”

“ne. Jadi, kau menerima tawaranku?”

“baiklah, aku kesana sekarang” Kyuhyun pun tersenyum senang karena berhasil mengajak Min Young makan siang. Ia berencana akan mengajak Min Young makan siang bersama dengan keluarganya.

“hi” kata Min Young yang masuk dan duduk di kursi penumpang di sebelah Kyuhyun.

“hi” jawab Kyuhyun tersenyum.

“kenapa kau menungguku? Jangan katakan kau berada disini sejak tadi pagi?” Kyuhyun hanya memberikan senyuman lebar.

“astaga! Neo jinjja micheoso!” Kyuhyun pun tertawa.

“hari ini kau akan kuajak ketempat special yang menyediakan makanan-makanan enak” kata Kyuhyun yang masih merahasiakannya dari Min Young.

“dimana?” Tanya Min Young, tapi Kyuhyun tidak memberitahunya.

“kau akan tahu nanti begitu kita sampai” Kyuhyun menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Begitu mereka sampai didepan rumah Kyuhyun, Min Young bergantian menatap rumah itu dan Kyuhyun.

“kita akan makan siang di… rumahmu?” Tanya Min Young dan diberi anggukan oleh Kyuhyun.

“ayo turun” Kyuhyun pun turun duluan dan membukakan pintu untuk Min Young. Yeoja itu terlihat ragu.

“kwaenchana. Apa yang kau takuti? Kau sudah mengenal keluargaku kan? Kebetulan hari ini Ahra noona baru pulang dari Austria, dia pasti akan senang melihatmu” kata Kyuhyun berusaha meyakinkan Min Young.

“ada aku, kau tidak perlu khawatir” kata Kyuhyun pada akhirnya. Ia hanya ingin menegaskan kalau ia akan selalu ada untuk gadis ini.

“baiklah” Min Young pun mengikuti Kyuhyun masuk kedalam rumah besar itu. Wangi masakan langsung tercium sampai di pintu depan.

“oh Kyuhyunnie wasseo” teriak seorang yeoja dari arah dapur. Yeoja itu pun berjalan menuju pintu depan untuk meyambut Kyuhyun lalu memeluknya.

“ah dongsaengku sudah gendut ya sekarang, sepertinya terakhir aku melihatmu, kau terlihat sangat kurus dan kecil” kata Ahra sambil mencubit pipi chubby dongsaengnya. Ia belum menyadari sepasang mata memperhatikan keduanya. Kyuhyun langsung menyingkirkan tangan noonanya dan menarik tangan Min Young untuk mendekat kepadanya.

“noona, ini Min Young. Kau masih ingat kan?” kata Kyuhyun dengan sedikit nervous. Sesekali ia melirik Min Young yang terlihat sangat gelisah.

“annyeonghaseo onnie” sapa Min Young sambil menunduk sedikit.

“Min Young? ah… yeojachingumu itu kan! Keurom, aku ingat tapi bukannya…” Ahra langsung maju kedepan Min Young. Ia memegang pipi Min Young dengan kedua tangannya.

“kau… kau masih hidup?” kata Ahra dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

“ne noona. Miracle happened” kata Kyuhyun.

“mind to tell me the miracle?” kata Ahra kepada keduanya.

“aku akan menceritakannya kepada noona, appa, dan omma nanti” kata Kyuhyun sambil melihat Min Young yang sudah terlihat lebih relax. Ia ikut tersenyum kecil.

“keurae, ayo sekarang kita ke dining table. Semua makanan sudah siap” ajak Ahra dan menggandeng tangan Min Young.

“omma~ kita kedatangan tamu spesial~” kata Ahra sambil bernyanyi kecil.

“nuguya? Temannya Kyuhyun?” Tanya Cho ahjumma yang masih sibuk menaruh piring-piring berisi makanan keatas meja dibantu Ahra.

“bukan sekedar teman, tapi yeojachingunya” goda Ahra sambil melirik keduanya. Kyuhyun membulatkan matanya dan melirik Min Young yang tersenyum tipis. ‘Belum saatnya status itu disandang Min Young! Ia pasti merasa tidak nyaman sekarang’  pikir Kyuhyun.

“oh ya? Siapa?” Cho ahjumma pun melihat Min Young, tapi mungkin karena factor usia, ia tidak mengingat wajah Min Young.

“omma lupa? Ini Min Young” jelas Ahra. Sedangkan Kyuhyun hanya diam. Ia ingin menegur keduanya kalau Min Young bukan pacarnya. Belum.

“Min Young? ah… lho bukankah Min Young sudah meninggal?” Tanya Cho ahjumma yang terkejut.

“omma, aku akan menjelaskannya kepada kalian nanti” Kyuhyun akhirnya membuka suara. Sebelum ia duduk, Kyuhyun menarik kursi untuk Min Young duduk dan mendorongnya ketika gadis itu sudah duduk.

“aku akan panggil appa diatas dulu” kata Ahra dan berlari kecil menuju lantai 2 rumah itu.

“annyeonghaseo Ahjumma. Lama tidak berjumpa” sapa Min Young yang bangkit dari duduknya lalu membungkuk member salam kemudian duduk lagi disebelah Kyuhyun.

“ah ne” kata Cho ahjumma yang masih dalam shock situation. Tak lama kemudian Ahra datang bersama seorang namja, yang tak lain adalah Cho ahjussi.

“annyeonghaseo ahjussi” Min Young kembali bangkit dan membungkuk untuk memberi salam kepada Cho ahjussi.

“oh ne. Kau temannya Kyuhyun?” Min Young mengangguk pelan.

“oh iya, sebelum makan, aku ingin menjelaskan kepada kalian semua kenapa Min Young bisa ada disini”

Kata Kyuhyun. Tangannya yang berada dibawah meja bergerak menuju tangan Min Young yang berada diatas paha gadis itu. Ia menggenggam tangan Min Young dengan erat dan merasakan betapa dingin tangan yeoja itu.

“Appa, ini Min Young. Dia… mantan yeojachinguku dan kami sempat berpacaran selama 2 tahun dulu.  Mungkin omma dan noona, kalian masih mengingat Min Young dan bertanya-tanya kenapa Min Young yang sudah meninggal, bisa berada disini kan?” Tanya Kyuhyun dan keduanya mengangguk. Lalu Kyuhyun pun melanjutkan, “Kalian ingat kan kecelakaan pesawat 3 tahun yang lalu? Dalam kecelakann itu mereka menyebutkan nama Min Young dalam daftar penumpang yang meninggal. Dan saat itu, karena pihak rumah sakit tidak bisa mengidentifikasi jenazahnya karena jenazahnya hangus terbakar, dengan hanya melihat sisa pakaian yang dikenakan jenazah itu yang bercorak polkadot dan menurut teman Min Young yang melihat Min Young sebelum berangkat ke bandara, Min Young mengenakan rok polkadot, kami semua mengansumsikan bahwa jenazah itu adalah jenazah Min Young. Lagipula tidak ada keluarga yang mencari jenazah itu. Tapi ternyata, Min Young tidak menaiki pesawat itu karena ia ketinggalan pesawat. Jadi dia memutuskan untuk ke Jerman dan tinggal disana selama 3 tahun sampai akhirnya ia kembali kesini 2 bulan yang lalu. Jadi, disinilah dia sekarang”  Kyuhyun mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas panjang. Ketiganya seakan masih tersihir dengan cerita Kyuhyun. Sulit untuk mempercayainya memang, jadi Kyuhyun dan Min Young sangat maklum dengan reaksi mereka. Kyuhyun melihat kearah Min Young yang lebih memilih untuk menunduk. Tangannya masih menggenggam tangan Min Young dan si empunya tangan merasakan kehangatan yang berasal dari tangan Kyuhyun. Seakan kehangatan itu mengalir sampai hatinya dan memberikan ketenangan batin. Dari sebuah genggaman tangan yang mempunyai efek luar biasa bagi Min Young.

“apapun yang terjadi, aku sangat senang bisa melihatmu kembali, Min Young-ah” kata Ahra yang duduk diseberang Min Young, dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

“ne, Min Young-ah. Tunggu, kau dan Kyuhyun sekarang… apa kalian sudah bersama lagi?” Tanya Cho ahjumma.

“tidak ahjumma. Kami hanya teman sekarang” kali ini Min Young yang menjawabnya. Ia tidak ingin kesalah pahaman terus berlanjut diantara mereka.

“begitu? Padahal menurut ahjussi, kau sangat cocok dengan Kyuhyun” kali ini baik Kyuhyun, Ahra, bahkan Cho ahjumma, membulatkan mata mereka dan menatap kepada Cho ahjussi dengan tampang yang tidak percaya.

“wae? Aku bisa melihat dari wajah Min Young-ssi, kalau dia adalah yeoja yang baik. Kenapa kalian tidak kembali berpacaran saja?” tanyanya kepada Kyuhyun dan Min Young. Keduanya terdiam mendengar pertanyaan yang tidak terpikirkan itu. Kyuhyun, dengan semua keberanian yang dia miliki, akhirnya memutuskan untuk menjawabnya.

“aku sedang mengusahakannya, appa. Kami pasti akan bersama lagi, sebentar lagi” jawab Kyuhyun dengan mantap. Jawaban Kyuhyun itu membuahkan tatapan dari Min Young, seakan meminta penjelasan atas statementnya barusan. Tapi sebagai balasan, Kyuhyun hanya membalas tatapannya dan seakan bertanya kenapa Min Young menatapnya seperti itu.

“baiklah kalau begitu, ayo kita mulai makan sebelum makanannya dingin” ajak Cho ahjumma memecah keheningan. Mereka pun mulai mengambil makanan, dimulai dari Cho ahjussi sebagai kepala keluarga sekaligus yang paling tua diantara mereka. Kemudian Cho ahjumma, Ahra, baru Kyuhyun dan Min Young.

“makan yang banyak Min Young-ah, jangan sungkan” kata Ahra sambil menaruh beberapa tumisan baby kailan di mangkuk nasi Min Young.

“gomawo onnie” kata Min Young. Perlahan ia mulai merasa nyaman berada diantara mereka. Kyuhyun mengambil sebuah ayam dan memotong-motong dagingnya. Ia tahu Min Young tidak bisa memakan daging yang memiliki terlalu banyak serat seperti dada ayam, jadi sengaja ia memilih paha ayam karena dagingnya yang lebih empuk. Ia memilah-milah daging yang sangat sudah dimasak sampai empuk itu dan menaruhnya di mangkuk nasi Min Young satu per satu.

“makanlah daging yang banyak supaya kau gemuk. Kau terlihat lebih kurus sekarang” kata Kyuhyun tanpa menunggu jawaban Min Young. Sebagai gantinya, Min Young mengambil sebuah daging kecap dan menaruhnya di mangkuk nasi Kyuhyun tanpa mengatakan apapun. Pipi Kyuhyun mengeluarkan semburat merah. Didalam hatinya ia sangat senang karena tindakan Min Young barusan. Karena keduanya terlihat sibuk dengan dunia mereka, mereka tidak menyadari bahwa Cho ahjussi, Cho ahjumma, dan Ahra tersenyum diam-diam melihat tindakan keduanya yang terlihat sangat cute itu. Setelah selesai makan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga.

“sewaktu di Jerman, kau tinggal dimana?” Tanya Ahra yang curious dengan kehidupan Min Young selama 3 tahun belakangan.

“di Munich. Aku mengambil kuliah S2 dan bekerja paruh waktu untuk membayar biaya hidupku dan sisanya untuk ditabung karena aku mendapat homestay dirumah sebuah keluarga disana, jadi pengeluaranku tidak banyak juga karena biaya kuliah disana free” kata Min Young menceritakan pengalamannya.

“kau homestay? Woah pasti menyenangkan sekali. Bagaimana dengan keluarganya? Apa mereka baik?” Tanya Ahra dengan antusias.

“mereka sangat baik padaku dan menganggapku anak sendiri. Mereka hanya mempunyai seorang anak laki-laki yang lebih muda 7 tahun dariku namanya Alexander, jadi mereka sangat senang dengan kehadiranku karena mereka sebenarnya sangat ingin mempunyai anak perempuan juga” jelas Min Young yang tersenyum mengingat keluarga homestaynya selama ia berada di Jerman. Min Young dan Ahra sibuk mengobrol, sedangkan Kyuhyun hanya mendengarkan percakapan mereka berdua sambil memandangi wajah Min Young yang terlihat senang itu. Senyumnya tidak lepas dari wajah Min Young sejak tadi, dan Kyuhyun benar-benar puas melihat ciptaan Tuhan yang menurutnya sangat indah itu. Tiba-tiba Cho ahjumma datang dengan sebuah piring yang diatasnya terdapat pudding coklat dan sebuah mangkuk yang berisi fla vanilla.

“ayo dimakan” kata Cho ahjumma sambil menyerahkan piring kepada mereka semua.

“neomu mashita, ahjumma” puji Min Young terhadap pudding buatan Cho ahjumma itu setelah ia mencobanya segigit. Cho ahjumma tersenyum mendengar pujian itu. Pudding itu memang sangat enak, Min Young harus mengakuinya.

Setelah selesai makan, Min Young dan Ahra membawa piring kotor kebelakang dan mencucinya. Sebenarnya Ahra sudah melarang Min Young untuk membantunya, tapi karena Min Young mempunyai sopan santun sebagai tamu, ia pun merasa wajib membantu walaupun hanya sedikit.

“jadi, kau dan Kyuhyun, kalian hanya teman sekarang?” Tanya Ahra tiba-tiba. Min Young pun mengangguk. Keduanya sekarang sedang mengelap piring-piring yang baru saja dicuci.

“ne, onnie”

“kau… masih merasa sakit hati ya dengan Kyuhyun karena dia memutuskanmu?” pertanyaan Ahra menohok dihati Min Young. Ia sendiri sebenarnya tidak tahu kenapa ia menolak Kyuhyun kemarin. Ia hanya merasa… belum siap. Entah mungkin karena masih sakit hati, tapi untuk pertama kalinya ia memikirkan hal ini.

“aku juga tidak tahu, onnie. Tapi kurasa tidak. Forgive and forget, aku sudah memaafkan Kyuhyun dan sudah melupakan kejadian itu juga” kata Min Young. sekarang ia yakin kalau alasannya karena hanya ia memang merasa belum siap untuk memulai sebuah hubungan lagi, bukan karena sakit hati tentang kejadian 4 tahun yang lalu itu.

“lalu perasaanmu terhadap Kyuhyun?”  Tanya Ahra lagi, obvious dia sedang memancing Min Young.

“kurasa…” Min Young menggantung kata-katanya dan menggigit bibirnya. Ahra tersenyum geli melihatnya.

“aku tahu” bisik Ahra kepada Min Young. Min Young pun tersenyum dengan blush dikedua pipinya.

Kyuhyun POV

Aku menutup majalahku karena merasa Min Young dan noona tidak kembali juga.

Kenapa mencuci piring saja bisa memakan waktu lama?

Begitu sampai didapur, langkahku terhenti mendengar percakapan mereka berdua. Jadi aku memutuskan bersembunyi dibalik dinding pemisah dapur dan meja makan.

“jadi, kau dan Kyuhyun, kalian hanya teman sekarang?” suara Ahra tiba-tiba tredengar.

“ne, onnie” jawab Min Young. Jujur saja, hatiku terasa sakit mendengarnya. Haruskan mereka mengulang-ngulang kenyataan bahwa aku dan Min Young MASIH berstatus teman?

“kau… masih merasa sakit hati ya dengan Kyuhyun karena dia memutuskanmu?” pertanyaan Ahra noona membuat mini heart attack untukku. Jantungku berdegup kencang menunggu jawaban Min Young, apakah ia akan berkata iya atau tidak.

“aku juga tidak tahu, onnie. Tapi kurasa tidak. Forgive and forget, aku sudah memaafkan Kyuhyun dan sudah melupakan kejadian itu juga” kata Min Young dan membuatku menghela nafas lega. Tapi justru itu membuatku semakin curious dengan alasannya menolakku.

“lalu perasaanmu terhadap Kyuhyun?”  Tanya Ahra lagi dan lagi-lagi jantungku berdetak dengan sangat cepat seakan hendak meloncat dari tempatnya.

“kurasa…” Min Young menggantung kata-katanya. Ya…. Aku menunggu kata-kata selanjutnya, tapi setelah beberapa detik. Kalimat itu tidak terselesaikan juga. Aku pun mengintip dan melihat Ahra noona berbisik sesuatu yang tidak terdengar olehku. Ah, aku kecewa! Bagaimana ini, bisa-bisa aku tidak tidur semalaman memikirkan hal ini. Aku benar-benar penasaran dengan jawaban Min Young, demi Tuhan!

“ayo kita kembali ke ruang keluarga” perkataan noona membuatku sadar dan segera menuju ruang tamu dengan berlari kecil tanpa suara.

“Ahjussi, ahjumma, onnie, aku harus kembali ke kantor sekarang. Waktu makan siangku sudah habis” kata Min Young sambil melihat jamnya. Aku pun bangkit bersamanya.

“aku akan mengantarnya” kataku dan berjalan keluar bersama Min Young setelah berpamitan kepada appa, omma, dan noona. Didalam mobil suasana diantara kami benar-benar awkward. Aku tidak memulai pembicaraan karena masih mencoba menebak apa lanjutan kalimat Min Young tadi, apakah dia merasa kalau dia sudah tidak menyayangiku lagi atau dia masih menyayangiku? Ah MOLLA!

Disampingku Min Young juga seperti sedang dalam pikiran yang dalam. Sayang sekali aku tidak bisa membaca pikiran-_-

Dan perjalanan itupun kami lalui dengan diam hingga kami sampai kembali di depan gedung kantornya.

“jeongmal gomawo untuk makan siangnya dan gomawo untuk bantuanmu tadi” katanya sambil melepas seatbelt.

“cheonmannayeo” jawabku. Dia memberikan senyumnya sebelum keluar dari mobil.

“kau pulang jam berapa?” tanyaku sebelum dia semakin jauh.

“jam 6. Kenapa?”

“ehm… aku ingin mengajakmu jalan-jalan sebentar setelah kau pulang kerja, apa kau keberatan?” tanyaku. Entah kenapa aku merasa sedikit awkward sekarang. Andwae! Aku harus merasa biasa saja!

“keurae” jawabnya dan aku tersenyum lebar dan melambaikan tanganku kearahnya.

Aku berharap perasaannya sama sepertiku yang masih sangat menyayanginya. Kalaupun tidak, aku akan berusaha dan akan terus berusaha sampai membuatnya bersedia menjadi yeojachinguku lagi. Walaupun itu harus berlangsung selamanya untuk mengejarnya, as long as it’s Min Young, it’s ok.

Author POV

Jam 6 pun tiba dan Kyuhyun sudah standby didepan mobilnya, sambil mencari-cari Min Young diantara para karyawan yang baru pulang kerja. Sebenarnya hari sudah malam, tapi untuk berjaga-jaga, ia memakai kacamata hitamnya supaya tidak dikenali.

Min Young berjalan kearah Kyuhyun yang sudah menunggu didepan mobilnya dengan senyum yang sudah ia bisa lihat dari kejauhan.

“bagaimana pekerjaanmu tadi? Apa berjalan dengan lancar?” Tanya Kyuhyun ketika mereka berdua sedang memakai seatbelt.

“iya. Bosku juga sangat baik dan kami kami akan mencoba membuat baju dari rancangan kami minggu depan” kata Min Young dengan senyum lebar. Dia terlihat sangat senang.

“lalu?” Kyuhyun tahu, Min Young masih ada satu good news lagi untuknya.

“salah satunya adalah rancanganku” kata Min Young pelan. Ia merasa sangat senang mengatakannya.

“wah chukae chukae! Congratulation Min-ah” kata Min Young sambil menoleh kearah gadis itu. Tiba-tiba Kyuhyun sadar kalau ia sudah memanggil Min Young dengan nama yang ia gunakan saat mereka masih berpacaran. Ia melarang semua member memanggil Min Young dengan sebutan ‘Min’ saja. Jadi bisa dibilang, itu adalah panggil kesayangan Kyuhyun untuk Min Young.

“gomawo” kata Min Young pelan. Rupanya ia juga merasakan itu.

“aku penasaran bagaimana rancanganmu nanti” kata Kyuhyun akhirnya bertanya untuk menghilangkan rasa canggung itu.

“kau bisa melihatnya di launching nanti. Oh ya, sebagai designer aku mendapat satu baju hasil rancanganku, aku ingin memberikan hasil rancanganku kepada Ahra onnie” kata Min Young bersemangat. Seakan lupa dengan suasana awkward yang awalnya menyelimuti mereka. Kyuhyun merasa sangat senang karena Min Young sudah mau berbicara panjang lebar kepadanya.

“kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti itu, Kyuhyun?” Tanya Min Young yang memperhatikan Kyuhyun yang menyetir sambil tersenyum.

“tentu saja karena aku ikut senang karena keberhasilanmu” jawab Kyuhyun. dan Min Young tersenyum malu-malu. Ia menyadari kalau namja ini sudah memperlakukannya dengan sangat special hari ini. Padahal dulu, Kyuhyun adalah orang paling apatis yang pernah ia kenal dan berubah menjadi romantic hanya 1 kali setahun, yaitu saat anniversary mereka saja itupun harus latihan dulu. Kyuhyun juga pernah melupakan ulang tahun Min Young. Tapi keadaanlah yang membuat Kyuhyun berubah, ia sudah tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat ia sayangi, jadi sebelum mereka pergi, Kyuhyun ingin mengungkapkan semua perasaannya. Mungkin jika dibandingkan dengan Donghae dalam situasi ini, Kyuhyun bisa sejajar dengan the king of romantic itu, bahkan mungkin melebihinya.

“kau masih ingat tempat ini?” kata Kyuhyun sebelum keduanya turun. Kyuhyun memakirkan mobilnya didekat taman kecil disamping apartment SJ itu. Min Young terpana dengan pemandangan didepannya. Taman itu tidak terlalu banyak berubah, hanya ada beberapa mainan baru disana. Tapi ayunan itu masih disana. Min Young berjalan mendahului Kyuhyun dan langsung duduk di ayunan favoritnya itu dan Kyuhyun menyusul duduk diayunan sebelahnya.

“ah bogoshipheo. Aku sampai lupa bagaimana rasanya duduk disini” kata Min Young sambil mengayunkan ayunan itu dengan kakinya.

“terakhir aku kesini dan melihatmu, tapi kau malah pergi” kata Kyuhyun sambil melihat kearah tempat kejadian dimana ia bertemu dengan Min Young lebih dari sebulan yang lalu.

“aku belum siap bertemu denganmu saat itu tapi kau malah menahanku dan menarik perhatian semua orang! Tahukah kau internet menjadi begitu chaos atas kejadian itu?” kata Min Young sambil tertawa kecil. Ia ingat bagaimana Eli oppa saat itu menyuruhnya membuka internet sehabis ia bertemu dengan Kyuhyun ditaman itu. Ia membuka beberapa fansite SJ dan memang banyak foto dirinya dan Kyuhyun. Untung saja rambutnya menutupi seluruh wajahnya jadi tidak ada yang bisa mengenalinya.

“mianhae membuatmu menjadi terkenal” goda Kyuhyun dan keduanya tertawa.

“tapi, tidak ada yang mengganggumu kan? Menerormu atau bagaimana?” Tanya Kyuhyun lagi, kali ini dengan wajah yang serius.

“tidak ada, keokjjeonghajima” kata Min Young tersenyum.

“sebenarnya tidak semua ELF seperti itu. ELF itu adalah fans yang sangat baik, setia, dan pengertian, aku tahu itu. Tapi terkadang karena memang mereka terlalu mencintai ehemm… 15 namja tampan ini, jadilah mereka bertindak egois seperti itu. Jadi semua pasangan kami harus menerima jika kami mempunyai ribuan selir yaitu ELF kami” kata Kyuhyun diakhiri dengan tawa kecil.

“jadi kuharap kau bisa mengerti” kata Kyuhyun pelan sambil menunduk. Min Young yang tidak begitu jelas mendengarnya.

“ne? apa katamu barusan?” Tanya Min Young lagi dan Kyuhyun hanya menggeleng. Ia tidak mau Min Young menganggapnya terlalu agresif.

“Kyuhyun-ah, bisa tolong dorong ayunanku?” pinta Min Young. Kyuhyun mengangguk dan berdiri dibelakang Min Young lalu mulai mendorong ayunannya perlahan-lahan sampai akhirnya Min Young terayun dengan cukup tinggi.

“woah rasanya sangat menyenangkan!” kata Min Young sambil tertawa bahagia. Dia persis seperti anak 5 tahun.

“dorong lebih kencang lagi Kyu” teriak Min Young. Kyuhyun awalnya enggan, tapi akhirnya ia kembali mendorong Min Young sehingga ia mengayun lebih kencang.

“woohooo!” teriak Min Young sambil terus mengayun. Kyuhyun antara senang dan juga khawatir kalau-kalau Min Young terpental dari ayunan. Ayunan itu terus mengayun semakin memelan dan saat akan berhenti, pegangan Min Young mengendur dan Min Young jatuh kedepan dengan lutut yang mendarat terlebih dahulu ketanah yang berpasir itu.

“ah!” pekik Min Young. Kyuhyun reflek berlari menghampiri Min Young dan berlutut disebelah gadis itu.

“Min-ah, kwaenchana? Bagian mana yang sakit?” Tanya Kyuhyun bertubi-tubi.

“kwaenchana Kyuhyun-ah, hanya luka kecil saja” kata Min Young. Lukanya memang kecil tapi mengeluarkan darah dan beberapa bagian tergores. Dan rasanya perih. Ia mendudukkan Min Young di ayunan itu lagi.

“aku akan membeli obat di minimarket. Tunggu sebentar ya” belum sempat Min Young menjawab, Kyuhyun sudah melesat menuju minimarket yang hanya berjarak 100m dari taman itu. Min Young meniup-niup lukanya yang terasa sangat perih. 2 menit kemudian Kyuhyun kembali dengan sebuah kantung plastic ditangannya. Ia mengeluarkan kapas dan sebotol alcohol. Ia membahasi kapas itu dengan alcohol kemudian melap darah dan kotoran disekitar lukanya. Min Young meringis sedikit merasakan sensasi dingin dan perih di lututnya.

“sakit ya?” Tanya Kyuhyun. Min Young lalu beralih menatap Kyuhyun dan menyadari bahwa namja itu masih terengah-engah sehabis berlari. Setelah dianggapnya bersih, ia mengeluarkan betadine lalu meneteskannya diatas luka Min Young. Min Young meringis merasakan perih dan Kyuhyun langsung meniupnya supaya rasa perihnya tidak terlalu terasa. Kyuhyun kemudian mengeluarkan hansaplast dan menempelkannya pas di luka Min Young.

“ah, selesai” Kyuhyun tersenyum dan mendongakkan kepalanya untuk melihat Min Young. Min Young membalas senyum Kyuhyun.

“gomawo Kyuhyun-ah” kata Min Young dengan lembut. Kyuhyun pun terdiam sebentar di posisinya dan ketika ia menyadari posisinya yang aneh itu. Kyuhyun pun kembali duduk di sebelah Min Young sambil membereskan rambutnya yang tadi berantakan karena berlari.

“harusnya tadi aku tidak mendorongmu lebih tinggi, tentunya kau tidak akan jatuh” kata Kyuhyun dengan nada menyesal di suaranya.

“bukan salahmu Kyu, aku yang kurang hati-hati tadi. Lagipula hanya luka kecil saja kok” kata Min Young berusaha menghibur Kyuhyun. Tiba-tiba lampu taman dinyalakan karena matahari sudah hampir terbenam sepenuhnya. Hanya tinggal semburat berwarna orange yang mewarnai langit. Bulan bahkan sudah menampakkan dirinya. Suasana ditaman itu juga sudah sepi, hanya tinggal mereka berdua saja.

“sebagai permintaan maaf, bagaimana kalau aku menyanyikan lagu untukmu? Sekaligus sebagai ucapan selamatku atas terpilihnya design bajumu. Otthae?” Min Young mengangguk kuat dan Kyuhyun berpikir sejenak untuk memilih lagu yang hendak dibawakannya. Akhirnya ia memilih lagu Even I Life Just For One Day dari Jo Hyun Jae yang dijadikan OST 49 Days.

Even if I can only live for one day

Do you know how much I miss you and how much my heart aches

I miss you so much, through the ravages of the passage of time

My tired footsteps bring me to your side, unknowingly

Even though I know there’s nothing I can do for you.

(Walaupun aku hanya bisa hidup satu hari saja

Tahukah kau betapa aku merindukanmu dan betapa sakit hatiku

Aku sangat merindukanmu, melintasi semua waktu

Langkah kakiku yang lelah membawaku kesampingmu, tanpa kuketahui

Walaupun aku tahu tak ada apapun yang bisa kulakukan untukmu)

 

“I love you” – words I keep shouting in my heart

“I love you” – words I can only whisper behind your back

“I love you” – words that I can’t speak for fear they will disappear

(“aku mencintaimu” kata yang selalu aku teriakkan dalam hatiku

“aku mencintaimu” kata yang hanya bisa kubisikkan dibelakangmu

“aku mencintaimu” kata yang tidak bisa kuucapkan karena takut mereka akan menghilang)

 

I love you so much it scares me

Like the galaxy of stars in the night

Within my sight but out of my reach and touch

Watching over you is my duty

Waiting every day till it becomes an obsession

Expectations of you rising above my height

(aku sangat mencintaimu sampai itu membuatku takut

Seperti bintang-bintang di langit

Bisa kulihat tapi tidak bisa kugapai dan kusentuh

Menjagamu ada tugasku

Menunggu setiap hari sampai itu menjadi sebuah obsesi

Aku sangat berharap padamu)

 

“I love you” – words I keep shouting in my heart

“I love you” – words I can only whisper behind your back

“I love you” – words that I can’t speak for fear they will disappear

(“aku mencintaimu” kata yang selalu aku teriakkan dalam hatiku

“aku mencintaimu” kata yang hanya bisa kubisikkan dibelakangmu

“aku mencintaimu” kata yang tidak bisa kuucapkan karena takut mereka akan menghilang)

 

 

I love you so much it scares me

I have to confess my love for you today

Even if I can only live for one day

Now I’m going to confess, I’m going to say “I love you”.

(aku mencintaimu sampai itu membuatku takut

Aku harus mengungkapkan cintaku padamu hari ini

Walaupun aku hanya bisa hidup satu hari saja

Sekarang aku akan mengungkapkannya, aku akan mengatakan “aku mencintaimu”)

 

Kyuhyun tak salah memilih lagu. Disetiap kalimat di lagu itu benar-benar mengungkapkan seluruh perasaannya. Ia mengakhiri lagunya sambil menatap langsung kemanik mata Min Young. Walaupun gelap, kontak mata diantara keduanya masih terjalin dengan baik. Merasa atmosphere diantara mereka berdua sangat pas, Kyuhyun memberanikan diri bangkit dari ayunan yang didudukinya kemudian berlutut didepan Min Young sehingga sekarang tinggi mereka sejajar. Sejenak keduanya terdiam. Kyuhyun sibuk mengatur kata-kata yang hendak dibicarakannya dan Min Young sibuk mengatur detak jantungnya dan berharap Kyuhyun tidak mendengarnya.

“Min-ah” itulah kata yang keluar dari mulut Kyuhyun. Kyuhyun meneguk ludahnya dengan nervous. Tangannya yang bergetar, bergerak menggenggam tangan Min Young.

“a—aku menyayangimu. Masih sangat menyayangimu. Bagaimana denganmu?” Tanya Kyuhyun pada akhirnya. Ia benar-benar depsrate untuk mendengar lanjutan kaliman itu. Pahit atau manis jawaban itu akan diterimanya dengan lapang dada. Masalahnya adalah dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi atau dia akan menjadi gila.

“aku….” Min Young menggantung kata-katanya dan menunduk, melihat kedua tangannya yang berada digenggaman tangan Kyuhyun yang besar.

“katakan saja Min-ah, katakan yang sejujurnya. Aku akan menerima jawabanmu yang apapun itu” kata Kyuhyun tersenyum tipis walaupun sebenarnya hatinya sudah hancur dengan mengatakan hal itu. Ia sudah mempersiapkan hatinya untuk kemungkinan terburuk.

“aku menyayangimu Kyu, tapi itu dulu” kalimat terakhir dari Min Young itu membuat harapan dan hati Kyuhyun langsung terhempas ketanah dan hancur. Benar-benar hancur sampai menjadi butiran debu. Ia memejamkan matanya dan menunduk. Tapi teringat akan janjinya, ia mendongakkan kepalanya lagi dan memaksakan sebuah senyuman.

“aku mengerti, Min-ah” katanya dengan sangat pahit. Min Young tersenyum dan dengan kedua tangannya, ia memegang kedua pipi Kyuhyun dan membuat eye contact.

“tapi sekarang, aku sangat menyayangimu lebih dari yang dulu. Sangat sangat sayang” Kyuhyun menatap tidak percaya kearah Min Young. Min Young pun memajukan badannya dan memiringkan kepalanya. Mata Kyuhyun membulat ketika ia merasakan bibirnya dan bibir Min Young bertemu. Perlahan ia memejamkan matanya dan bibirnya mulai bergerak untuk mencium Min Young lebih dalam. Tangannya bergerak menuju pipi gadis itu dan ciuman mereka semakin dalam. Mereka menumpahkan semuanya dalam passionate kiss itu. Menumpahkan semua kerinduan mereka, cinta mereka, semuanya.

Keduanya lalu melepaskan diri dan saling tersenyum.

“be mine?” Tanya Kyuhyun dan Min Young mengangguk tanpa berpikir dua kali.

“my pleasure” jawab Min Young. Kyuhyun dengan cepat mengecup bibir Min Young membuat blush dikedua pipi Min Young.

“NAM MIN YOUNG SARANGHANDA!” teriak Kyuhyun dengan senyuman lebar diwajahnya.

“CHO KYUHYUN SARANGHANDA!” teriak Min Young juga. Dan suara teriakan mereka berdua hilang seakan ditelan oleh malam.

“ah semuanya ini membuatku lapar. Ayo kita makan?” ajak Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya dan Min Young menyambut tangan itu. Kini tangan mereka berdua terjalin dengan erat.

“kaja!”

Eli POV

“Min Young-ah, kau yakin tidak apa-apa sendirian?” tanyaku kepada gadis didepanku ini. Saat ini kami berada di bandara Incheon karena aku akan terbang ke Jepang untuk mengurus graduationku.

“tidak apa-apa, oppa. Apa aku terlihat seperti baby dan kau adalah baby sittermu?” katanya dengan wajah sok dewasa. Aku langsung mencubit pipinya dengan gemas.

“aigoo, bukan begitu maksudnya. Bastian ada disini sekarang, dia bisa menyakitimu” kataku dengan kekhawatiran yang jelas sekali.

“ada Kyuhyun, oppa. Biarpun aku tidak ingin melibatkannya, jika terdesak, aku akan menghubunginya. Keokjjeonghajima, oppa” kata Min Young dengan senyum yang berusaha meyakinkanku walaupun itu masih membebaniku.

“aku batalkan saja ya kepergianku?” kataku dan Min Young menggeleng cepat.

“jangan oppa! Kau kan harus mengambil sertifikatmu dan mengurus kelulusanmu di Jepang, jadi jangan ditunda. Tidak boleh! Kau tidak boleh membatalkannya!” kata Min Young tegas. Ia memasang tampang galak.

“tapi aku benar-benar khawatir denganmu. Nanti kalau psycho itu menyentuhmu, aku bisa langsung meninjunya seperti ini” Aku lalu memeragakan meninju di udara. Min Young tertawa kecil melihatnya.

“aku bisa melakukan itu, oppa” kini gantian Min Young yang meninju-ninju udara.

“bagus! Tinju saja wajahnya! Atau colok matanya atau tendang senjatanya!” kataku bersemangat dan membuat Min Young tertawa keras. Tapi ia tetap mengangguk mengiyakan. Sejauh ini itu memang cara yang paling cepat dan ampuh kekeke~

“oppa, sekarang sudah jam 10! Kau harus masuk sekarang” kata Min Young yang melihat jam tangannya.

“arraseo. Ah, aku akan merindukan dongsaengku yang cantik ini” Aku maju dan memeluk dengan erat yeoja mungil didepanku ini.

“jangan berlebihan oppa, kau hanya pergi 3 hari saja” kata Min Young dalam dekapanku. Aku semakin memeluknya erat dan mencium aroma apel dari rambutnya. Min Young adalah satu-satunya yeoja yang sudah kuanggap sebagai dongsaeng kandungku sendiri. Aku begitu menyayanginya, sama seperti aku menyayangi diriku sendiri. Dan jikapun aku mempunyai istri nanti, dia akan menjadi yang ketiga setelah omma dan Min Young. Setelah aku kehilangan omma, sebagai satu-satunya anggota keluarga yang kukenal sejak lahir, Min Young menjadi yeoja nomor dua dihatiku setelah mendiang ommaku. Aku dulu memang sempat menyukainya saat kami sama-sama bersekolah di SMA Hwangbok dan Min Young juga tahu akan hal itu, tapi ternyata semakin lama aku merasa yakin rasa sayangku yang tumbuh untuknya adalah rasa sayang seorang oppa kepada dongsaengnya. Jadi, aku tidak sakit hati saat Min Young berpacaran dengan Kyuhyun. Aku merasa, aku dan Min Young adalah soulmate. Soulmatemu belum tentu adalah suami atau istrimu, dia bisa saja salah seorang anggota keluargamu, atau sahabatmu, atau orang-orang yang belum kau temui diluar sana. Jadi, jelas kan kenapa aku bisa begitu menyayangi Min Young?

“yah!  Kau harusnya menjawab ‘nado oppa’ begitu!” kataku sambil tetap memeluk Min Young. Min Young tertawa kecil dan menenggelamkan wajahnya didadaku yang bidang.

“nado oppa” kata Min Young pelan tapi aku masih tetap dapat mendengarnya. Aku pun melepaskan pelukannya dan mengacak-ngacak rambut Min Young sambil tersenyum.

“Jagalah dirimu baik-baik. Kalau Kyuhyun tidak bisa membantumu, hubungi aku secepatnya, arraseo? Aku akan langsung terbang ke Korea kalau Bastian menyentuh dongsaeng kesayanganku ini” kataku dan diberi anggukan oleh Min Young.

“arraseo oppaku yang tampan. Sekarang masuklah sebelum kau ketinggalan pesawat” dia sekarang mendorongku dan aku menarik koperku.

“annyeong” aku melambaikan tanganku kepadanya. Seorang pegawai bandara memeriksa tiketku dan aku pun masuk kedalam. Dari dalam aku melihat Min Young yang masih berdiri melihatku. Dia melambaikan tangannya ketika melihatku. Aku tersenyum dan member gesture untuk menyuruhnya pulang.

“ka! Pulanglah!” kataku tanpa suara. Dia mengangguk dan membalikkan badannya. Setelah memastikan Min Young sudah pergi, aku mengambil hpku dan menghubungi seseorang.

“Kau, aku mempercayakan Min Young padamu. Jaga dia baik-baik. Hubungi dia setiap saat dan pastikan kau mengetahui kemanapun dia pergi, dengan siapa dia bertemu, dan apapun yang dia lakukan. Kumohon…. Kyuhyun-ssi”

Kyuhyun POV

Jadi, Eli hyung akan pergi ke Jepang selama 3 hari dan dia mempercayakan Min Young padaku. Tentu saja dia harus mempercayakan Min Young padaku, aku kan namjachingunya sekarang! Ah, ini sudah hampir 1 minggu sejak kami berdua kembali bersama. Aku selalu mengusahakan untuk menghubunginya sesibuk apapun diriku. Aku ingin Min Young tahu kalau aku tetap memikirkannya walaupun aku sibuk.

Beberapa menit yang lalu, baru saja aku berbicara dengan Eli. Bagaimana dia benar-benar khawatir dengan Min Young. Aku merasa agak janggal dengan sikapnya yang kurasa terlalu berlebihan itu, tapi disaat yang bersamaan aku juga penasaran siapa Bastian, namja yang kutemui bersama dengan Min Young beberapa waktu yang lalu dan bagaimana Eli hyung bisa mengetahui tentangnya juga. Keurae, aku akan menanyakan langsung pada Min Young nanti.

“Kyuhyun-ah, ppaliwa kita bisa terlambat untuk reherseal!” Sungmin hyung, roomateku ini menarik tanganku untuk segera keluar karena semua member sudah turun kebawah. Hari ini adalah hari ketiga, sekaligus hari terakhir kami mengadakan concert SS4 di Taiwan. Pagi ini kami akan reherseal untuk konser nanti sore.

***

“Xie Xie ELF!” teriakku sebelum semua lampu didalam venue dimatikan dan kami ber 11 turun dari stage. Peluh sudah membasahi seluruh tubuh kami dan baju kami sampai basah.

Begitu sampai di ruang ganti. Kami langsung berganti baju dan bersiap-siap untuk kembali hotel. Sebelum kami pulang, kami berterima kasih kepada PD, semua staff, coordi noona, stylist noona, atas kerja kerasnya selama 3 hari ini. Begitu kami keluar, puluhan fans sudah menunggu didekat van kami tapi mereka semua dihalangi oleh para bodyguard berbadan besar. Untuk menghargai pengorbanan mereka, aku melambaikan tangan dan tesenyum kearah mereka sebelum naik kedalam van. Sebelum pintu van ditutup, aku bisa mendengar suara teriakan para yeoja itu. Ah Cho Kyuhyun, kau memang luar biasa~

“kita pulang besok kan hyung?” kataku sambil merebahkan tempat dudukku sedikit.

“kau bertanya kepada siapa?” Tanya Eunhyuk hyung sambil mengeluarkan Ipod dan earphonenya.

“kepada siapa saja yang mempunyai dua kuping dan satu mulut” kataku dengan santai tapi terdengar tajam.

“aish!” Eunhyuk menggetok kepalaku. Jelas karena tidak terima, aku memanjangkan kakiku dan mengijak kakinya.

“yah! Kenapa kau menggetok kepalaku? Memangnya aku salah?” kataku sebal. Dia hanya berdecak dan memakai earphonenya.

“ada apa sih dengan kalian berdua?” Tanya Leeteuk hyung yang duduk dikursi tengah bersama Donghae dan Sungmin hyung. Aku sendiri berada dikursi sendiri didepan bersama dengan Eunhyuk hyung yang juga dengan kurisnya sendiri. Suaranya pelan, sepertinya ia sangat kelelahan.

“ani hyung, aku hanya bertanya, kita pulang besok kan?” Leeteuk hyung mengangguk dan melanjutkan tidurnya yang tadi terganggu olehku.

Aku mengeluarkan Iphoneku dan menyalakannya. Wajah Min Young yang sedang tersenyum langsung menyambutku. Aku memang menjadikan foto Min Young sebagai wallpaper hpku. Tanpa sadar aku tersenyum melihat fotonya. Jika Min Young adalah artis, maka akulah yang akan menjadi fansnya yang pertama dan yang paling posesif tentunya xD

Aku memencet angkat 2 dan langsung terhubung ke nomor yeoja di wallpaperku tadi. Nomor satu tentu saja noonaku.

“yoboseyo” jawabnya. Senyumku semakin lebar mendengar suaranya yang sudah 4 jam tidak kudengar ini.

“yoboseyo Min-ah. Kau sedang apa sekarang?” tanyaku sambil menyandarkan tubuhku ke senderan kursi.

“sedang bersiap-siap ingin pergi dengan temanku” jawabnya dan langsung membuahkan pertanyaan-pertanyaan dariku.

“pergi kemana? Dengan siapa? Malam-malam begini? Temanmu itu yeoja atau namja?” tanyaku bertubi-tubi dan aku mendengar suara tawanya diseberang.

“satu-satu Kyuhyun-ah. Aku pergi ke café dengan teman yeojaku” jawabannya membuatku sedikit lega.

“sudah malam begini dan kau keluar sendirian, apa tidak apa-apa?” tanyaku sedikit khawatir.

“astaga, ini masih jam 6 sore, Kyu. Matahari saja masih ada. Oh iya, ngomong-ngomong bagaimana dengan konsernya tadi? Apa berjalan dengan baik?”

“ya, seperti biasa”

“baguslah kalau begitu. Kapan kau pulang?”

“besok. Oh iya, kau mau oleh-oleh apa?” tanyaku tiba-tiba teringat akan oleh-oleh.

“tidak usah, aku tidak mau apa-apa. Yang penting kau kembali ke Korea dengan selamat” kata-katanya itu langsung membuatku terharu dan tersentuh. Oh, betapa beruntungnya aku mendapatkan gadis ini. She’s one in the million~

“begitukah? Jangan marah ya kalau aku tidak membawa apapun saat kembali nanti” kataku sambil bercanda. Tentu saja aku hanya bercanda. Aku sudah membelikannya oleh-oleh saat malam pertama aku berada di Taiwan. Untuk membeli hadiah untuknya, aku bahkan harus kabur dari kamarku tanpa sepengetahuan semua member dan manager hyung lalu menuju ke Taiwan street market sendirian malam-malam sehabis concert.

“iya. Sudah dulu ya Kyu, aku harus menyetir sekarang. Nanti kuhubungi lagi”

“oh arraseo, hati-hati dijalan ya. Kalau terjadi apa-apa, segera hubungi aku ya. Kapanpun, arrachi?” kataku memperingatkannya.

“arraseo. Keurae, annyeong”

“hey tunggu dulu…” tahanku.

“wae?” tanyanya. Aku melihat sekelilingku, dan aman! Semua member sudah terlelap.

“sa—saranghae Min-ah” kataku yang lebih terdengar seperti bisikan. Aku bisa menebak wajah Min Young mungkin sudah sama merahnya seperti wajahku sekarang.

“nado Kyuhyun-ah” lalu kami berdua terdiam. Tiba-tiba aku teringat kalau dia ingin pergi.

“ka—kalau begitu. Aku tutup ya telefonnya” kataku dengan sedikit tergagap. Aish! Pasti efek yg tadi.

“ke—keurae. annyeong” klik! Aku memencet option endcall lalu meremas hpku dengan nervous. Ini pertama kalinya sejak dia kembali, aku mengucapkan magic word itu secara langsung. Biasanya aku hanya mengungkapkannya melalui tindakan saja atau ya melalui tatapan mata. Hanya sebatas itu dan tadi… entah setan darimana yang merasukiku untuk melakukan hal itu.

“saranghae Min-ah” tiba-tiba sebuah suara terdengar dari bangku dibelakang. Aku langsung menoleh dan melihat semua member menahan tawa mereka.

“nado saranghae Kyuhyun-ah” lalu Donghae hyung menjawab pernyataan tadi dengan nada yang dibuat-buat.

“Y—yah!” bentakku dengan panic membuat semua member kini tertawa terbahak-bahak. Kapan lagi mereka bisa menggodaku? Mereka tentu sangat menikmati ini.

“ah jeongmal bogoshipeo Min-ah” kini gantian Sungmin yang menggodaku.

“nado Kyuhyun-ah. Neomu neomu saranghae! Jeongmal…” Leeteuk dan Sungmin hyung kini berpura-pura menjadi diriku dan Min Young. Keduanya duduk berhadap-hadapan dan saling berpegangan tangan. Semua member tertawa keras sampai air mata mereka keluar. Eunhyuk hyung bahkan hampir merosot dari kursinya melihat hal itu. Leeteuk dan Sungmin hyung memonyong-monyongkan bibir mereka berpura-pura untuk berciuman.

“m—mwoya? He—hentikan kalian semua!” Aku berbicara dengan tergagap. Aku bertaruh, wajahku sudah sangat memerah seperti tomat. Aish! Seharusnya tahu kalau telinga hyung-hyungku sangat peka terhadap hal-hal seperti ini.

“YAH! Shikero!” Aku berteriak dengan kesal dan menutup telinganya dengan kedua tangannya.

“NADO SARANGHAE CHO KYUHYUN!” teriak semuanya serempak.

***

Aku mengeringkan rambutku dengan handuk sehabis mandi. Rasanya benar-benar segar sekali bertemu dengan air setelah seharian reherseal dan konser selama kurang lebih 4 jam. Semua member sekarang sudah berkumpul di kamar EunHae untuk makan malam bersama. Aku akan menyusul setelah ini.

Sembari mengeringkan rambut, aku mengecek hpku dan ada missed call dari omma.

“omma?” aku pun menelfon balik omma dan diangkat setelah nada sambung ketiga.

“omma, wae?” tanyaku sambil tanganku yang satunya sibuk mengacak-ngacak rambutku supaya cepat kering.

Kyuhyunnie, neo odigayo?”

“di hotel. Omma sendiri? Apa omma di café?”

“ne. bagaimana dengan konsermu tadi? Berjalan dengan baik?”

“ne”

“oh iya Kyuhyun-ah, apa kau tahu kalau Min Young pergi ke sini dengan temannya?”

“tentu saja aku tahu, omma” aku tertawa kecil. Ternyata Min Young dan temannya pergi ke Kona Beans. Sempit sekali dunia ini.

“tapi Min Young… sepetinya dia sedang marah-marah dengan temannya itu. Apa kau kenal temannya?”

“aniyo, yang kutahu temannya itu yeoja”

“yeoja? Bukan Kyu, temannya itu namja! Dan namja itu beberapa kali ingin menyentuh Min Young” kini tanganku berhenti mengeringkan rambutku dan jantungnya berdetak dengan cepat.

“bagaimana ciri-ciri namja itu omma?” Aku menyilangkan jariku. Berharap namja itu bukan namja yang ada dipikiranku saat ini.

“namja itu sepertinya orang bule. Matanya biru, rambutnya berwarna coklat terang, tampan, dan dia tinggi sekali. Apa kau mengenalnya?” semua ciri-ciri yang diberikan omma kukumpulkan menjadi satu: BASTIAN. Shit.

“omma, apa Min Young melihat omma?” tanyaku cepat. Aku sungguh harus berpikir dengan cepat.

“sepertinya tidak. Omma sedang ada didalam kantor saat dia datang, begitu omma keluar, dia dan temannya sudah duduk disana. Temannya juga yang memesan minum. Wae? Apa Min Young berselingkuh?” pertanyaan omma tidak kugubris. Aku hanya ingin memikirkan bagaimana caranya agar Bastian tidak melakukan apapun pada Min Young.

“tidak omma. Omma, bisa tolong aku? Tolong perhatikan mereka berdua dan laporkan padaku nanti apa saja yang namja itu lakukan terhadap Min Young, ne? Apapun itu. Jebal omma” kataku dengan suara yang sedikit memelas.

“arraseo. Apa dia orang jahat?”

“aku akan menjelaskannya nanti. Oh iya, satu lagi. Tolong jangan biarkan namja itu membawa Min Young pergi. Setelah mereka berdua selesai berbicara, omma tahan Min Young. Katakan didepan namja itu juga kalau omma adalah calon mertuanya, ne?” mungkin aku berbicara dengan sangat cepat karena memang aku sedang panic. Aku memikirkan Min Young. Eli hyung sudah memberitahuku kalau Bastian adalah psycho dan… mantan pacar Min Young. Hal inilah yang membuat emosiku cepat naik ke ubun-ubun.

“keurae keurae”

“aku akan menguhubungi omma lagi nanti. annyeong” klik! Setelah menekan option end call. Aku segera berpakaian secepat mungkin dan membereskan barang-barangku lalu memasukkan semuanya secara asal-asalan kedalam ranselku.

Aku membawa ranselku dan berjalan menuju ke kamar EunHae yang berada 2 kamar dari kamarku dan Sungmin hyung. Setelah memencet bel, terlihatlah Shindong hyung yang membuka pintu.

“oh Kyuhyun, masuklah” katanya dengan pizza ditangannya. Aku masuk dan berdiri dihadapan semua member yang sedang asik makan sambil bercanda. Ada dumpling juga disana, tapi itu tidak membuatku mengeces seperti biasanya.

“hyungdeul, aku akan kembali ke Korea malam ini juga!”

“MWO?”

***

Didalam mobil, aku menelfon maskapai penerbangan Korean Air dan untungnya ada penerbangan ke Korea jam 8 malam. Satu jam lagi dari sekarang. Manager mengantarku dan dia sedang menelfon manager SJ yang di Korea untuk menyiapkan kepulanganku ke Korea.

“hyung, bisa tolong lebih cepat lagi? Aku sedang mengejar pesawat” kataku dengan frustasi.

“kau itu! menyusahkan saja. Memangnya ada apa sih?” tanyanya.

“ada sesuatu yang sangat penting hyung” jawabku tanpa berniat menjelaskan detailnya.

“ya ada apa?” tanyanya lagi.

“itu privasiku hyung” kataku dan membuatnya berdecak kesal. Dia menggas mobilnya dan mobil semakin melaju kencang.

“di bandara nanti, tidak akan ada bodyguard. Hanya ada beberapa tambahan staff bandara saja. Pastikan wajahmu tidak terlalu terlihat supaya tidak banyak fans yang mengenalimu, arraseo?” Aku mengangguk.

Aku merogoh saku celana jeansku dan menemukan hpku yang sudah mati. Aku mencoba menyalakannya dan langsung muncul peringatan kalau batreku habis. Dan hpku kembali mati. Aku ingin meminjam hp manager hyung, tapi nanti dia bisa mendengar obrolanku dengan omma dan membuatnya curiga. Jadi aku memilih untuk diam.

‘shit!’ rutukku dalam hati. Padahal aku baru saja ingin menghubungi omma.

Begitu sampai, aku langsung membayar tiketku dan check in. Aku berlari kecil untuk masuk kedalam pesawat karena aku hampir saja terlambat, tentu saja dengan bodyguard disekililingku. Rupanya ada puluhan ELF yang sudah ada disana. Entah mereka mendapat info darimana kalau aku akan pulang malam ini juga, padahal ini sangat mendadak. Kurasa aku harus memberikan tepuk tangan terhadap koneksi ELF yang tiada batasnya.

1 jam kemudian aku sudah sampai di Incheon. Sesuai dugaanku, ratusan ELF sudah menyambutku. Aku berjalan dengan cepat dengan beberapa bodyguard berbadan besar di kiri, kanan, depan, dan belakangku. Aku hanya melambaikan tanganku kepada ELF yang ada disana yah supaya koleksi foto-fotoku di bandara tidak terlihat jelek.

Di mobil, aku meminjam telefon manager hyung karena aku harus berbicara dengan omma.

“omma?” sapaku begitu telefon di Kona Beans terangkat.

“ne Kyu?” jawab omma.

“apa Min Young ada dengan omma sekarang?” tanyaku dengan nafas yang terengah-engah.

“ne. Kau mau omma menahannya sampai jam berapa? Kasihan dia, ini sudah malam” complain omma. Ini memang sudah jam 9 lewat. Kona Beans sebentar lagi juga akan tutup.

“aku sudah ada di Korea sekarang. Tolong tahan dia sebentar lagi” kataku

“mwo?”Tanya omma dengan tidak percaya.

“annyeong omma” kataku sebelum menutup telefon.

Min Young POV

Hari ini Bastian mengajakku bertemu lagi. Aku terpaksa berbohong kepada Kyuhyun kalau aku bertemu dengan teman yeojaku. Aku tidak ingin melibatkannya dalam masalah ini, aku akan menyelesaikannya semuanya sendiri.

(Yang bold berarti dalam bhs inggris ya XD)

“hi babe” sapanya begitu aku sampai ditempatnya duduk. Aku duduk di hadapannya dan menatapnya dengan tajam

“apa maumu, cepat katakan” kataku dengan dingin.

“awww, kenapa kau menjadi dingin seperti ini? ini bukan seperti Gwyneth yang kukenal” tangannya hendak menjawil daguku, tapi langsung kutepis dengan kasar. Kalau kalian heran kenapa dia memanggilku Gwyneth, Gwyneth adalah nama baratku yang kugunakan saat aku di Jerman, supaya lebih memudahkan orang-orang disana untuk memanggilku.

“jangan menyentuhku!” desisku. Aku ingin sekali meledak, tapi aku tahan karena aku dan dia berada di public place.

“baiklah. Aku akan langsung to the point saja, karena kurasa kau sangat tidak sabaran, bukan begitu, honey?” godanya lagi. Aku hanya diam tak bergeming. Malas untuk meladeninya.

“seperti topic yang kita diskusikan beberapa waktu yang lalu. Kuberi kau 2 pilihan. Kembalikan uangku 70.000 US Dollar (sekitar Rp 700juta) atau… kembali padaku. Gampang kan?” katanya dengan senyum yang seakan tidak berdosa. Dibawah meja, aku meremas rokku dengan kesal.

untuk apa aku membayarmu? aku tidak pernah merasa berhutang apapun denganmu” kataku tajam

itu semua untuk menggantikan hadiah-hadiah mahal yang kuberikan padamu” katanya sambil meminum kopinya.

“kau bercanda! Semua barang yang kau berikan itu adalah barang murahan” kataku dengan smirk diwajahku.

“murah? Sombong sekali kau. Hitunglah semua harganya dengan kalkulator dan kau akan menemukan angka 70.000 disana. Aku orang yang jujur” katanya.

“kalau kau tidak sanggup membayarnya, kau bisa mengambil pilihan kedua yang sangat aku rekomedasikan” katanya dengan senyumnya yang membuatku mual.

in your dream!” kataku dengan tajam. Aku benar-benar kesal sampai rasanya ingin menyiramnya dengan Americano panas yang ada didepanku ini ke mukanya.

“kalau begitu, ganti uangku. Kuberi kau waktu 1 minggu”  katanya dengan santai.

“aku tidak akan membayarnya” kataku tegas. Dia menatapku tajam dengan matanya yang biru alami itu.

kalau begitu, aku akan melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan kepada Dianne. Bagaimana?” bisiknya ketika dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan membisikannya tepat diwajahku. Aku meneguk ludahku dengan nervous. Hanya masalah sepele seperti ini dan semuanya bisa berakhir dengan sangat fatal.

“kau tahu kan, aku selalu mendapatkan apapun yang ku mau. Kalaupun aku tidak bisa mendapatkannya, bukankah lebih baik jika semuanya dihancurkan saja? Aku tidak mau orang lain memiliki sesuatu yang aku inginkan” katanya dengan santai tapi bermakna sangat dalam. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi! Tapi aku juga tidak bisa kembali ketangan orang gila seperti Bastian! Saat ini aku benar-benar sangat ingin menyiram wajahnya dengan kopi panas didepanku ini lalu menamparnya, dan menyayat-nyayat kulitnya dengan hak stilettoku.

“beri aku waktu 1 minggu hari untuk berpikir” putusku akhirnya. Aku harus  memikirkan apa yang harus aku lakukan dengan sangat matang.

“1 minggu? Cih, kau pikir aku punya cukup waktu untuk menunggumu 1 minggu? 3 hari atau…” sebelum dia sempat menyelesaikan kata-katanya. Aku segera menyela.

“baiklah! 3 hari” dia tersenyum dan menyentuh pipiku. Lagi-lagi aku menepisnya dengan kasar ditambah dengan death glare yang kuberikan khusus untuknya.

“kuharap kau bisa berpikir denga cerdas, Gwyneth sayang” katanya. Panggilan-panggilan darinya membuatku jijik dan muak.

“aku pulang dulu” aku langsung berdiri tetapi dia menahan tanganku.

“biar kuantar ok?”  tawarnya

“tidak usah, aku bisa pulang sendiri” jawabku sambil berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya.

“jangan. Biar aku…” tiba-tiba seorang ahjumma menghampiri kami.

“ehem! permisi” katanya dengan bahasa inggris.

“a—ahjumma?” tanyaku dengan tidak percaya.

“oh Min Young-ah” kata ahjumma sambil tersenyum padaku. Kemudian ahjumma beralih menatap Bastian tanpa senyum sama sekali.

“who are you?” Tanya ahjumma.

“i’m his boyfriend” kata Bastian santai. Aku langsung memegang tangan ahjumma, membuatnya menoleh padaku.

“dia temanku, ahjumma. Dia hanya bercanda” kataku dan ahjumma mengangguk.

“anda lebih baik pergi sekarang karena kami akan segera tutup. Dia akan pulang bersamaku” kata ahjumma dengan bahasa inggris cukup fasih. Aku sendiri cukup terkejut dengan kemampuan bahasa inggrisnya.

“okay then. I’ll go first” Bastian memberikan winknya tapi langsung kuabaikan.

“ahjumma, apa yang ahjumma lakukan disini?” tanyaku sambil tersenyum.

“ahjumma pemilik café ini, chagi” aku terkejut dan melihat kesekililing café itu. Di dindingnya memang

Ada beberapa foto SJ dan foto individual para member dan tanda tangannya.

“astaga, mianhae ahjumma. Aku tidak memperhatikannya tadi” kataku dengan senyum lebar.

“kwaenchana. Oh iya, tadi itu benar hanya temanmu?” Ahjumma bertanya dengan suspicious.

“ne ahjumma” kataku dengan senyum tipis. Aku sama sekali tidak ingin mengumbarnya, jadi sebisa mungkin aku meyakinkan ahjumma kalau Bastian temanku.

“tapi kau kelihatan tidak nyaman dengannya tadi” kata ahjumma

“ehm… tadi memang ada sedikit masalah, tapi kami sudah baikan kok. Ahjumma tidak usah khawatir” kataku sambil memegang tangannya.

“keurae keurae. Kau jangan pulang dulu ya, minum kopi sebentar dan temani ahjumma mengobrol, ne?” aku mengangguk mengiyakan. Lagipula aku  takut kalau ternyata Bastian masih ada diluar dan menghadangku di jalan. Ahjumma lalu mengajakku ke sebuah ruangan.

“ini ruang kerja kami sebenarnya, tapi bisa dijadikan tempat untuk kami mengobrol juga” kata ahjumma sambil duduk disofa.

“kami?” tanyaku. Plural. Berarti ada oarng lain juga yang memiliki café ini.

“ah ahjumma lupa memberitahumu. Café ini juga milik Leeteuk omma dan Sungmin omma”

“keurae? Wah café nya sangat bagus, ahjumma” pujiku dan aku melihat ke dinding ruangan ini yang dipenuhi oleh foto-foto Kyuhyun, Leeteuk oppa, dan Sungmin oppa. Juga ada foto-foto SJ, SJ-M, SJ-H, SJ KRY, dan SJ-T.

“oh iya, kau mau minum apa?” tawar ahjumma dan aku menggeleng cepat.

“tidak usah ahjumma. Tadi aku sudah minum” kataku.

“eiii jangan berbohong. Kau sama sekali tidak menyentuh Americano mu tadi. Ahjumma buatkan hot chocolate saja ya?” tanpa menunggu jawabanku, ahjumma keluar. Aku sendiri heran bagaimana ahjumma tahu kalau aku sama sekali tidak meminum Americano ku? Berarti sejak aku datang, ahjumma sudah melihatku, kalau begitu kenapa dia tidak menyapaku dari awal?

Karena bingung, aku hanya mengangkat bahuku. Aku bangkit dan melihat kearah meja kerja disana yang penuh dengan stuff-stuff SJ. Ada desk calendar Kyuhyun, mug bergambar Leeteuk, dan yang menarik perhatianku adalah ada sebuah gitar yang disenderkan disamping meja. ‘pasti ini milik Sungmin oppa’ kataku sambil berjongkok, memperhatikan gitar itu. Memang benar, di body gitar itu, terdapat sebuah tattoo bertuliskan Sungmin dengan huruf sambung dan berwarna hitam.

“itu gitar kesayangan Sungmin” tiba-tiba suara ahjumma terdengar. Aku langsung bangkit dan tersenyum malu karena kepergok sedang melihat barang-barang disana.

“itu gitar pertamanya” lanjut ahjumma lagi. Aku mengangguk-angguk dan meraba gitar itu.

“oh ya, ini hot chocolatemu” ahjumma menaruh sebuah gelas yang masih mengepul. Aku mengucapkan ‘gomawo’ tanpa suara dan menyesap hot chocolate itu.

“mashita, ahjumma” kataku dan menyesap sekali lagi hot chocolate itu.

“keurae? Itu Sungjin yang membuatnya. Dia memang sedang belajar menjadi seorang bartender”

“jinjja? Pantas saja rasa hot chocolate ini enak” kataku sambil tersenyum. Tak berapa lama, 2 orang ahjumma masuk yang kutebak sebagai Park dan Lee ahjumma.

“annyeonghaseo” sapaku setelah mereka berdua masuk.

“nuguya?” kata seorang ahjumma yang wajahnya familiar dengan Sungmin oppa. Sepertinya dia Lee ahjumma.

“ini Min Young yang kuceritakan kepada kalian kemarin” kata Cho ahjumma

“ah, jadi ini calon menantumu?” statement itu membuat wajahku memerah dan aku menunduk karena malu. Ah rupanya aku sudah menjadi bahan gossip ahjumma-ahjumma.

“ne. Bukankah dia cantik?” Tanya Cho ahjumma kepada kedua temannya dengan tersenyum kearahku.

“neomu yeppo! Ah, aku iri sekali denganmu, Sunja-ah. Kyuhyun bahkan sudah mempunyai yeojachingu dan sebentar lagi akan menjadi menantumu. Sungmin… ah dia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri sampai-sampai tidak sempat mencari yeoja. Dia sudah sangat tua, aku takut dia menjadi perjaka tua” kata seorang ahjumma yang wajahnya familiar dengan Sungmin, yang ternyata benar adalah Lee ahjumma.

“yah! Kalian menyindir Leeteukku? Kalau 27 tahun saja kau bilang tua, bagaimana dengan 30 tahun?” protes Park ahjumma. Cho dan Lee ahjumma hanya tertawa kecil. Aku sendiri menahan tawaku untuk kesopanan.

“aigoo aku benar-benar pusing dengan anak itu. Dia terlalu pemilih! Dia memang sering membawa pulang yeoja dan mengenalkannya kepadaku, tapi seminggu kemudian dia mengatakan kalau dia sudah putus dengan yeoja itu dengan 1001 alasan” kata Park ahjumma sambil mengurut keningnya.

“tunggulah sampai dia selesai army, mungkin dia bisa mendapatkan yeoja setelah itu” hibur Cho ahjumma.

“kemarin dia membawa aktris, siapa itu pasangannya di WGM?” Tanya Park ahjumma.

“Kang Sora” jawabku dan ketiganya menoleh kearahku.

“ya itu dia! Leeteuk bilang dia serius dengan yeoja itu dan mereka sudah mulai berkencan sungguhan juga, diluar program WGM. Aku tidak mempermasalahkan jarak umur mereka. Lagipula Sora itu cantik dan baik, juga sopan” kata Park ahjumma. Dan membuatku sedikit membulatkan mataku. Woah ini baru berita eksklusif!

“bagus begitu. Ah sekarang sudah jam 10 ya? Ayo kita pulang” ajak Lee ahjumma sambil melihat jam tangannya. Aku barus tersadar hampir 1 jam setengah aku mengobrol bersama dengan ahjumma.

“ahjumma, aku pulang juga ya” kataku tapi Cho ahjumma menahanku.

“jangan! Tunggulah sebentar lagi, ahjumma sendirian dirumah. Ahjussi akan pulang larut” bujuk ahjumma.

“kalau begitu Sunja-ah, Min Young-ah, kami duluan ya” pamit Lee ahjumma

“ne, kami duluan ya Sunja, Min Young” kata Park ahjumma sambil mengambil tasnya.

“ne ahjumma, hati-hati dijalan” kataku sambil menundukkan tubuhku.

“omonim” tiba-tiba sebuah kepala muncul dari balik pintu.

“oh Sungjin-ah, wae?” Tanya ahjumma.

“aku ingin pamit pulang. Dan…” Sungjin menatapku seakan bertanya siapa namaku.

“ini Min Young, yeojachingu Kyuhyun” kata ahjumma sambil memperkenalkanku dengan cepat.

“keurae, Min Young-ssi, omonim, aku pulang dulu ya. Kuncinya aku taruh diatas meja kasir” kata Sungjin sebelum menunduk sebentar dan keluar, meninggalkan aku dan ahjumma.

“apa Ahra onnie sudah kembali ke Austria?”tanyaku dan ahjumma mengangguk.

“dia sudah kembali 4 hari yang lalu. Aigoo, anak itu tidak mau kembali dan menetap di Korea lagi. Dia bilang dia sudah sangat betah di Austria dan disana dia tinggal bersama namjachingunya”

“namjachingunya? Namjachingunya orang Austria?”

“bukan. Orang Korea juga tapi sudah menetap di Austria dari kecil. Yasudahlah karena ia sudah nyaman di Austria, ahjumma dan ahjussi mengijinkannya untuk tinggal disana karena Ahra juga sudah bekerja disana” dan aku mengangguk-angguk mengiyakan. Sekali-sekali aku ingin melihat dan mendengar permainan biola Ahra onnie yang Kyuhyun katakana sangatlah daebak! Aku jadi penasaran.

BRAK!

Tiba-tiba pintu ruangan ini terbuka dengan keras dan Kyuhyun datang dengan nafasnya yang terengah-engah.

“Kyu?” Tanya ahjumma begitu melihat putranya disana. Aku hanya mengerutkan keningku, bertanya-tanya kenapa dia bisa berada disini padahal masih beberapa jam yang lalu dia masih menelfonku dari Taiwan.

“omma, bisa omma tinggalkan kami berdua. Aku ingin bicara berdua dengan Min Young” kata Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan matanya dari mataku sejak awal dia masuk.

“oh ne” kata ahjumma sambil bersiap keluar.

“omma pulang saja duluan, biar aku yang kunci nanti” katanya lagi tanpa matanya beralih sedikitpun dariku. Membuatku sedikit jengah dengan tatapannya. Dia menutup pintu dan kemudian berdiri disamping sofa tempatku duduk.

“kenapa kau berbohong padaku?” tanyanya langsung.

“bohong? Bohong apa?” tanyaku. I have no clue kenapa dia bisa berkata begitu.

“kau bertemu dengan Bastian kan tadi? Kenapa kau berbohong padaku kalau kau bertemu dengan teman yeojamu?” katanya dengan suara yang pelan tapi berat. Aura yang tidak enak keluar dari tubuhnya.

“kau tahu darimana?” tanyaku

“kau tidak perlu tahu darimana aku mengetahuinya. Sekarang, jawab pertanyaanku. Kenapa kau berbohong? Adakah sesuatu yang kau tutupi dariku?”

“tidak ada apa-apa, Kyu. Aku hanya bertemu dengannya sebagai teman lama dan karena kami memang memiliki sedikit masalah, tapi semuanya sudah baik-baik saja sekarang” kataku berusaha meyakinkannya.

“lalu untuk apa kau berbohong? Kau takut aku mengetahui kalau Bastian adalah mantan pacarmu?” katanya dan membuatku membulatkan mataku. Darimana dia tahu? Yang tahu hanya…. Eli oppa! Eli oppa pasti sudah menceritakannya kepada Kyuhyun. Aku menghela nafas. Aku tidak akan menyalahkan Eli oppa, karena aku tahu, cepat atau lambat Kyuhyun juga akan mengetahui hal ini.

“ya, dia memang mantan pacarku” jawabku pasrah akhirnya.

“lalu, apa masalah kalian berdua itu adalah membicarakan soal hubungan kalian? Kalau kalian akan kembali bersama lagi?” aku reflek melihat Kyuhyun dengan kerutan di keningku.

“mwo? Apa kau gila?” tanyaku menanggapi pertanyaannya yang terdengar sangat konyol itu. Apa aku single sekarang? Aku sudah mempunyai namjachingu. Siapa namjachinguku? Dia adalah orang yang memberikan statement bodoh kalau aku dan Bastian akan kembali bersama.

“lalu apa masalah kalian?” tanyanya lagi dengan penasaran. Aku menghela nafas, berusaha sabar dengan pembicaraan kolot ini.

“itu privasiku, Kyu” jawabku akhirnya. Aku tidak ingin dia terus-terusan memancingku dan membuatku menceritakan semuanya padanya.

“privasi? Privasi apa? Lalu apa gunanya aku sebagai namjachingumu kalau kau tidak bisa membagi privasimu denganku?” tanyanya dengan nada yang menunjukkan kekesalannya.

“kau itu bukan suamiku! Kau hanya namjachinguku, teman laki-lakiku. Sebagai seorang teman, kita masih mempunyai batasan-batasan dan privasi masing-masing. Kau dan privasimu dan aku dengan privasiku” jelasku.

“begitukan? Lalu untuk apa kita bersama? Toh kalau menurutmu seperti itu, kenapa kita tidak berteman saja selamanya? Status ‘kekasih’ itu hanya bullshit!” katanya dengan tajam. Aku menatapnya dengan lelah. Aku sedang dalam tidak mood untuk bertengkar.

“Kyu, aku sedang tidak mood untuk bertengkar. Kau hanya membesar-besarkan masalah saja daritadi. Kau sudah dewasa, harusnya kau sudah bisa mengerti dengan keadaan ini”

“keurae, kita lupakan itu. Tapi kau masih berhutang satu kebohongan lagi padaku” katanya dengan nada intimidasi tanpa henti. Astaga, kenapa hari ini begitu melelahkan? Tadi Bastian, dan sekarang Kyuhyun.

“kebohongan apa lagi?” tanyaku pelan. Suaraku hampir habis setelah meladeni semua pembicaraan hari ini.

“kau bilang selama 3 tahun kau di Jerman, kau selalu memikirkanku. Tapi nyatanya, kau mempunyai mantan pacar. Apa aku bisa mempercayai kata-katamu itu?” pertanyaannya itu membuatku bangkit dan berdiri didepannya. Dia sudah benar-benar keterlaluan sekarang.

“mwo? Apa aku belum pernah bilang padamu kalau aku dulu sebenarnya sangat tidak ingin memikirkanmu selama 3 tahun itu? Belum pernahkah juga aku bilang aku sangat ingin melupakanmu hanya saja itu sangat sulit untukku?” tanpa menunggu jawabannya, aku segera melanjutkan, “untuk melupakanmu, aku mencoba membuka hatiku untuk namja lain dan memulai suatu hubungan. Menurutmu itu kejam? Setidaknya itu tidak lebih kejam daripada saat kau mencampakkanku untuk yeoja lain, Kyuhyun” kataku dengan penekanan disetiap katanya. Saat mengatakan itu, aku menatap langsung ke manik matanya. Sebenarnya aku sangat tidak ingin membawa-bawa masa lalu kedalam perdebatan ini, hanya saja, Kyuhyun yang memulainya. Kyuhyun sudah membuatku marah. Tanpa menunggu jawabannya, aku langsung mengambil tasku dan pergi dari sana.

Sungguh bukan itu maksudku, aku hanya ingin menjauhkannya dari masalahku. Masalahku terlalu pelik untuk siapapun mengetahuinya. Aku tidak ingin melibatkan siapapun sebisaku. Tapi semuanya malah berakhir seperti ini, pertengkaran dan kenangan masa lalu.

Tuhan, kenapa hal ini begitu melelahkan? Aku memijit keningku dan menjalankan mobilku.

Sampai dirumah, aku langsung berganti baju dan merebahkan diriku di ranjang. Kejadian tadi terputar kembali di otakku dan membuatku menghela nafas. Mungkin aku yang keterlaluan tadi. Aku tahu, dia mengkhawatirkanku dengan Bastian, tapi sungguh, aku tidak ingin melibatkannya dalam masalah ini. Kenapa dia jadi berpikir macam-macam? Mungkin lebih baik jika seperti ini, jadi dia takkan bertanya lagi soal masalah ini. Aku melakukan ini karena aku menyayanginya, aku tidak mau dia menanggung resiko dari masalahku. Bastian is a Psycho, dia bisa melakukan apapun dengan uangnya. Who knows he’ll hurt Kyuhyun, apalagi jika dia mengetahui kalau Kyuhyun adalah namjachinguku sekarang.

Author POV

Min Young bangun dengan rasa sakit diseluruh tubuhnya. Rasanya seperti badannya ingin remuk.

“ah, apho” pekiknya kecil setelah meregangkan otot-ototnya. Dia bangun dan mengambil segelas air putih dari nakas disebelah ranjangnya.

Min Young merasa ada yang aneh. Sangat aneh. Wangi masakan tercium sampai kamarnya dan itu membuatnya langsung bangkit dari ranjang.

Siapa orang yang menyelinap masuk ke apartment Eli pagi-pagi ini dan… memasak? Dengan sedikit keraguan, ia melangkahkan kakinya ke dapur dan menemukan seorang namja yang memunggunginya.

“Oppa?” namja itu membalikkan badannya dan tersenyum kearah Min Young.

“oh Min Young-ah, kau sudah bangun?” sapa namja itu sambil melanjutkan masakannya.

“apa yang oppa lakukan disini? Oppa harusnya masih di Jepang kan?” Tanya Min Young sambil menghampiri namja itu, masih dengan piyama ungu yang dipakainya.

“oppa mengkhawatirkanmu, makanya oppa kembali. Lagipula aku juga sudah dapat sertifikatnya dan sebenarnya besok itu hanya farewell kecil-kecilan saja dengan teman-teman, jadi tidak terlalu penting. Kau sendiri bagaimana? Baik-baik saja kan?” Tanya namja itu lagi dengan santai.

“Eli oppa! Aish, kenapa kau melakukan ini? Ada apa sih denganmu dan Kyuhyun? Kalian berdua itu benar-benar gila atau kenapa!” Min Young mengacak-ngacak rambutnya sendiri dengan frustasi. Ia meninggalkan Eli yang masih terdiam ditempatnya. Min Young duduk di sofa dan menyalakan tv, tapi sebenarnya ia tidak focus terhadap tv itu. Hanya membuat pengalihan supaya dia tidak terlihat sedang berpikir.

“begitukah caramu menyapaku setelah aku pulang dari Jepang?” Tanya Eli yang menyusul Min Young ke ruang tamu. Min Young mendengus dan hanya melihat Eli dari ujung matanya.

“jangan marah begitu. Aku bisa farewell dengan teman-temanku nanti. Toh mereka masih di Jepang” kata Eli berusaha meyakinkan Min Young kalau semuanya baik-baik saja.

“kau harusnya tidak melakukan ini, oppa. Take your time. Aku merasa tidak enak karena selalu merepotkanmu seperti ini” kata Min Young akhirnya.

“merepotkan apa?”

“ah, kurasa aku harus keluar dari sini oppa. Aku akan mencari apartment sendiri” putus Min Young pada akhirnya.

“mwo? Andwae! Arraseo arraseo, mianhae ne? aku janji takkan mengulanginya. Yaksok!” Eli mengancungkan jari kelingkingnya dan Min Young mengaitkan jari kelingkingnya dengan setngah hati.

“yah, jangan cemberut seperti itu nanti cantiknya hilang” goda Eli sambil mencubit pipi Min Young. Sebagai gantinya, Min Young hanya mehrong kepada Eli.

“kemarin kau bertemu Bastian, apa yang kau bicarakan dengannya?” Tanya Eli tiba-tiba. Min Young sudah tidak heran lagi darimana Eli tahu hal ini. Ia dan Kyuhyun pasti sudah setali tiga uang.

“obseo” jawab Min Young singkat.

“kau tidak bisa berbohong padaku Min Young-ah” kata Eli sambil menepuk pundak gadis itu.

“arraseo! Tapi kau janji tidak akan memberitahukannya kepada siapapun terutama Kyuhyun!”

“baiklah aku janji”

“satu lagi. Kau tidak boleh membantuku setelah aku menceritakannya padamu, ok?” kata Min Young dan kali ini Eli membulatkan matanya.

“mwo? Tidak boleh membantumu? Kau bercanda! Bagaimana aku bisa diam saja jika melihatmu diapa-apakan oleh Bastian? Hahaha kau lucu sekali, Min Young-ah! Skip saja syarat itu” kata Eli yang jelas-jelas menolak ide itu mentah-mentah.

“oppa, jebal. Aku masih bisa menghandlenya sendiri” kata Min Young dengan nada memohon.

“shireo! Itu sama saja seperti kau menyerahkan dirimu sendiri untuk dibunuh dan aku harus diam saja, begitu?” kata Eli. Ia berusaha memasukkan logika ke otak Min Young.

“tidak akan separah itu. Aku janji! Dan kalau aku butuh bantuan, aku akan langsung berlari padamu dan menangis padamu, bagaimana?” tawar Min Young.

“Deal!” mereka berdua berjabat tangan kemudian mencari posisi yang enak untuk bercerita. Min Young menceritakannya dari awal sampai kejadian pertengkaran ia dan Kyuhyun.

“aish! Bastian… si brengsek itu! Aku akan membunuhnya dengan kedua tanganku!” Eli sudah mengepalkan tangannya dan urat-urat ditangannya itu sudah bisa terlihat.

“oppa, sabarlah” kata Min Young sambil mengelus lengan Eli.

“lalu setelah 3 hari apa yang akan kau lakukan? Menyerahkan dirimu padanya? Itu sama saja kau menyerahkan dirimu kepada iblis!!” teriak Eli dengan emosi. Ia berpikir keras untuk memikirkan caranya supaya Bastian bisa lepas dari Min Young tanpa menyakiti dan merugikan siapapun.

“aku akan membayarnya saja, oppa” putus Min Young dengan nada putus asa disuaranya.

“70.000 US Dolla bukanlah uang yang sedikit, Min Young-ah!” kata Eli dengan kesal. Ia kesal bagaimana Min Young bisa tenang dalam keadaan seperti ini. Padahal Min Young yang mempunyai masalah, tapi Eli yang hampir terkena serangan jantung memikirkannya.

“aku bisa mendapatkannya, oppa” katanya

“dengan apa?”

“menjual diriku, mungkin…” kata Min Young dengan senyum lebar diwajahnya. Eli mendengarkannya dengan tampang blank. Tiba-tiba sebuah sandal dalam rumah berwarna putih melayang bebas dan jatuh tepat di kepala Min Young.

“YAH! APHO!” teriaknya.

“itu supaya otakmu bergeser lagi ke tempatnya, nona!”

***

Eli duduk disebuah café sambil menyesap Vanilla Latte dihadapannya.

“hyung, mianhae aku terlambat” seorang namja masuk dan segera duduk dihadapannya dengan nafas yang masih terengah-engah.

“kwaenchana, aku tahu jadwalmu yang padat. Gomawo untuk waktumu” kata Eli dengan senyum tipis. Ia mendorong sebuah cangkir yang berisi iced cappuccino kearah Kyuhyun.

“minumlah dulu”  Kyuhyun tersenyum dan menyesap iced cappuccino itu. Ia melihat keselilingnya dan merasa tenang karena tidak banyak orang disana.

“ini soal Min Young” kata Eli memulai pembicaraan diantara mereka.

“ne, aku tahu” kata Kyuhyun. Tentu saja, siapa lagi yang bisa membuatnya pergi secepat kilat untuk ke starbucks setelah jadwalnya yang padat ini kalau bukan Min Young?

“kudengar kau bertengkar dengannya kemarin ya?”

“ne, tapi itu memang salahku. Aku terlalu keterlaluan kemarin, aku akan meminta maaf padanya nanti”

“kau harus tahu kenapa Min Young sangat merahasiakan masalahnya padamu. Semuanya memang sangat tidak… mudah” kini Kyuhyun menatap Eli dengan penasaran.

“Bastian ingin Min Young kembali padanya. Ia menggunakan modus yang membuat Min Young tidak mempunyai pilihan lain selain kembali dengannya. Pilihannya adalah Min Young harus mengganti uang Bastian yang sudah ia keluarkan untuk membelikan hadiah-hadiah untuknya sebanyak 70.000 US Dollar atau Min Young kembali padanya”

“70.000 US Dollar?! Sebanyak itu?!” kata Kyuhyun. Ia sama sekali tidak mempercayai pendengarannya.

“astaga kau percaya, Kyuhyun? tentu saja semua jumlahnya tidak akan sebanyak itu! Si brengsek itu membuat nominal yang tidak terjangkau oleh Min Young”

“kalau begitu kenapa kita tidak laporkan kepada polisi saja? Ini namanya pemerasan hyung!”  kata Kyuhyun dengan emosi yang terdengar jelas disuaranya. Eli hanya menggeleng pelan.

“Bastian… dia membunuh orang. Dia akan menyingkirkan semua yang menghalanginya untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan. Dia akan tidak akan pandang bulu terhadap siapapun itu dan jika Min Young menolak untuk membayar maupun kembali padanya, dia tidak hanya akan menyakiti Min Young, tapi dia juga akan menyakiti orang-orang terdekatnya. Karena itulah dia tidak ingin siapapun terlibat dalam masalahnya terutama kau, karena kau adalah namjachingunya. Bastian bisa membunuhmu. Kau mengerti kan sekarang?” jelas Eli panjang lebar. Dan Kyuhyun mengangguk.

“tapi bagaimana Min Young bisa mengenal seorang psycho seperti Bastian itu?” Tanya Kyuhyun. kalau Min Young tahu Bastian adalah psycho, kenapa ia mau berpacaran dengannya dulu?

“awalnya Bastian sangat baik. Dia tidak  bersikap seperti psycho. Jadi, menurut Min Young tidak ada salahnya ia membuka hatinya untuknya. Tapi ternyata, saat mereka sedang berpacaran, mantan pacar Bastian yang bernama Dianne datang dan memberitahukan semuanya kepada Min Young. Bastian mengejarnya dan menghancurkan hidupnya setelah mereka putus. Bastian bahkan membunuh tunangan Dianne dan mengejarnya dan keluarganya. Harga dirinya sangat tinggi, jadi dia sakit hati saat Dianne memutuskannya. Dan ancaman yang diberikan kepada Min Young jika dia tidak mau mengganti uangnya atau kembali dengannya adalah sama seperti yang Dianne alami” cerita Eli. Bulu kuduk Kyuhyun langsung berdiri mendengarnya. Bastian benar-benar seorang psycho!

“hyung, aku akan mencoba membantu Min Young dengan membayar uang itu” kata Kyuhyun. Eli menatap Kyuhyun dengan tajam.

“untuk itulah aku menemuimu. Aku ingin meminta bantuanmu” kata Eli pelan. Dalam hatinya ia merasa sangat sangat bersalah kepada Min Young karena ia merasa tidak berguna sebagai oppanya.

“untuk uang itu?” kata Kyuhyun dan Eli mengangguk.

“jujur, aku tidak mempunyai uang sebanyak itu. Maka dari itu aku ingin meminjam uang darimu berapapun itu akan sangat berarti” kata Eli dengan nada yang sedikit memelas.

“hyung…”

“aku… aku akan berlutut memohon didepanmu kalau kau memintanya, asalkan kau bisa meminjamkanku uang itu”

“hyung, jangan seperti itu. Aku juga ingin membantu Min Young. Aku akan bicara dengan Bastian” kata Kyuhyun dan langsung membuat Eli terkejut.

“ne? tidak. Kau tidak boleh bertemu dengan Bastian! Aish! Sebenarnya aku sudah berjanji kepada Min Young untuk tidak menceritakan tentang hal ini padamu, tapi kurasa kau perlu tahu. Jadi, kau jangan membuat masalah lagi dengan menemui Bastian dan bersikap sok pahlawan didepannya, semuanya sia-sia. Min Young tentu takkan senang kalau menemukanmu tergeletak tidak bernyawa di pinggir jalan” kata Eli dengan sarkatis.

“aku takkan memberitahunya siapa diriku. Aku hanya akan datang, memberikan uangnya, menyuruhnya menjauhi Min Young, kemudian pergi”

“kau pikir Bastian bodoh? Setelah itu dia akan mencari info tentangmu dan kalau sampai ketahuan maka kau…” Eli membuat garis dilehernya dengan ibu jarinya.

“karena itu, aku ingin meminjam uangmu berapa saja. Sisanya aku akan bisa mencarinya lagi. Biar aku yang menemui Bastian” kata Eli sambil menghela nafas.

“tapi Min Young, dia sekarang baik-baik saja kan? Bastian tidak menyakitinya?” Eli menggeleng sambil mengurut keningnya.

“tapi tadi pagi, baru saja dia bilang dia ingin menjual dirinya untuk mendapatkan uang itu. Aish, anak itu…” sesuai yang diperkirakan Eli, Kyuhyun langsung bangkit dari sandaran kursinya dengan wajah yang amat sangat shock.

“me—menjual dirinya? Jinjja?” Eli pun menatap Kyuhyun dengan tatapan ‘menurutmu?’ dan Kyuhyun hanya mengangkat bahunya.

“Aku akan menjadi orang pertama yang membunuh semua namja hidung belang yang menyentuhnya, Cho Kyuhyun-ssi. Tentu saja dia tidak akan melakukannya!” kata Eli dengan sedikit kesal. Mengapa namja setampan ini otaknya bisa loading begitu lama?

“baguslah hyung. Hyung, aku akan mengusahan uang itu dan menyelamatkan Min Young. Aku janji” kata Kyuhyun dengan tegas. Terlihat semangat dimatanya.

“gomawo Kyuhyun-ssi. Aku berhutang padamu”

***

Aku menutup pintu mobilku dan menatap kearah Shila hotel didepanku. Aku memakai kacamata hitam dan topi supaya identitasku tidak dikenali, karena aku akan berjalan di public place sendirian.

“selamat siang Tuan. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya seorang receptionist yeoja dengan sopan. Aku hanya menyunggingkan senyum tipis.

“aku ingin bertemu dengan Sebastian Holmberg” kataku sambil menyebutkan nama rivalku itu.

“apa sudah ada janji?” Tanya receptionist itu dan aku mengangguk.

“sebentar” receptionist yeoja itu menghubungi Bastian.

“baiklah tuan, silahkan naik ke lantai 6 kamar nomor 606” Aku pun naik kedalam lift yang didalamnya sudah ada seorang bellboy.

“lantai berapa tuan?”

“lantai 6” bellboy itu memasukkan sebuah kartu sebelum pintu lift itu akhirnya tertutup kemudian ia menekan tombol angka 6. Begitu sampai,  aku langsung mencari kamar nomor 606 lalu memencet belnya.

hi, we meet again” sapa Bastian sambil membuka pintunya lebar. Dia terlihat hanya memakai bathrobe.

“aku ingin bicara denganmu”  kataku langsung to the point.

“topic? Aku tidak suka membicarakan tentang boyband Korea”  kata Bastian dengan smirk diwajahnya.

“tentang Min Young”  jawabku singkat. Aku sangat enggan berbasa-basi dengannya.

“Min Young? oh, yang kau maksud itu Gwyneth?” Tanya Bastian sedikit bingung.

“iya. Kudengar kau memintanya menggantikan uangmu 70.000 US Dollar?”

“hmmm… darimana kau tahu?”

“aku akan menebusnya. Aku akan memberikan uang itu padamu, tapi setelah itu kau harus melepaskan Gwyneth. Bagaimana?”  tawarku dan Bastian pun tertawa.

“hahahah kau siapanya Gwyneth? Kekasihnya?” Tanya Bastian dengan nada mengintimidasi.

“bukan. Aku kakaknya”  jawabku mantap. Walaupun didalam, jantungku sudah berdetak cepat tidak karuan.

“jangan berbohong. Aku tahu kau kekasihnya. Santai saja, aku akan melepasnya sesuai janjiku. Aku tersentuh dengan drama kecil ini. Seorang pria menyelematkan kekasihnya, sungguh romatis hahahaha” Bastian kembali tertawa.  Padahal aku tidak menemukan ada yang lucu.

“tapi uang itu harus ada dihadapanku dalam waktu 1 minggu”  lanjutnya lagi. Aku terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa aku mendapatkan uang begitu banyak dalam waktu 7 hari? Tapi takut negosiasi itu batal, aku pun mengiyakan.

“1 minggu? baiklah”

“kalau begitu, kesepakatan sudah dibuat. Bagaimana kalau kita minum dulu, hm?” Bastian menuangkan whiskey kedalam gelasnya dan meminumnya. Tiba-tiba seorang yeoja yang juga hanya memakai bathrobe mini keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih basah, terlihat kalau dia habis mandi. Bathrobe itu memperlihatkan sedikit bentuk tubuhnya yang langsing dan tingginya yang semampai membuat bathrobe itu menjadi pendek sekali dan memamerkan pahanya yang putih dan kakinya yang jenjang. Astaga yeoja ini benar-benar…… CHO KYUHYUN!!!!!! Aku menampar diriku sendiri didalam pikiranku. Aku segera memalingkan wajahku dan berpamitan.

“tidak, terima kasih. Aku pergi dulu”

“oke, hati-hati dijalan” Aku berbalik dan hendak pergi ketika 3 orang namja berbadan besar dan bermuka sangar menahanku. Dan BUG!

***

Aku tidak tahu akan dibawa kemana sekarang. Yang bisa kupastikan adalah wajahku memar-memar sampai berdarah. Tangan kananku sakit luar biasa. Tubuhku seakan akan remuk dan sakit disetiap inchinya. Aku memejamkan mataku untuk menahan sakit. Setelah perjalanan yang cukup lama, mobil berhenti dan seseorang melemparku dari dalam mobil.

“AAAAH!” teriakku karena tangan kananku langsung menyentuh tanah dan sakitnya bertambah 2x lipat. Yup! Mereka memukuliku sebelum aku keluar dari kamar Bastian. Rupanya benar, dia tidak akan membiarkanku keluar dengan utuh. Aku melihat sekelilingku dan mengenalinya sebagai jalan menuju bukit Hongdong. Aku berada diantara semak-semak dipinggir jalan. Hari sudah sore dan cuacanya sangat dingin berangin. Aku mengeluarkan hpku dan dengan tangan bergetar memencet angka 2 .

“yoboseyo?” jawab orang diseberang.

“Min… Min-ah… aaakhh… tolong aku…”

“Kyu? Kyuhyun-ah kau kenapa?” tanyanya dengan panic.

“bukit… Hongdong… Min-ah…” kataku dengan susah payah. Rasanya sulit sekali bernafas dengan rasa sakit dan  dingin yang menjalar diseluruh tubuhku. Perlahan aku merasa mataku berat, tapi aku masih berusaha tetap membuka mataku. Flashback kejadian tadi kembali terngiang dipikiranku.

3 orang itu memukuliku tanpa henti. Bastian hanya duduk memangku yeoja tadi sambil tertawa.

“Kyuhyun, anggap saja ini sebagai konflik dari drama ini. Kurasa dramanya akan membosankan jika pemeran utama laki-lakinya tidak mempunyai pengorbanan. Bukan begitu?” katanya sambil tertawa semakin keras. Shit, dia memang benar-benar psycho!

“kau pemberani sekali menemuiku sendirian dan berbohong padaku. Tidak takut aku akan membunuhmu, huh?” aku tidak menjawabnya dan hanya diam. Aku terjatuh dan orang-orang itu semakin brutal memukuliku. Sekarang mereka sudah menendang perutku, tubuhku, dan seorang lainnya menginjak tangan kananku dengan keras.

“AAAAAAHHHH!” aku berteriak dengan kerasa karena rasanya sakit sekali. Aku melindungi wajahnya dengan kedua tanganku. Dan aku meringkuk untuk menahan serangan mereka ditubuhku. Aku tidak berharap siapapun menolongku saat ini, aku hanya menganggap ini sebagai pengorbananku untuk Min Young. She’s having a hard time because of me… now I have to payback for it…

“aku memang akan melepas Gwyneth, tapi tidak semudah itu” katanya dengan serius. Dia menghabiskan whiskeynya dengan sekali teguk.

le—lepaskan dia setelah i—ini” aku mencoba berbicara ditengah-tengah rasa sakitku akibat pukulan yang tidak berhenti diterima tubuhku.

“baiklah, aku juga sudah mempunyai Emma” dia mencium leher yeoja didepannya itu dan aku hanya menatap jijik kearah mereka.

Tanpa sadar aku tersenyum lemah, Min Young pasti akan benar-benar membunuhku jika dia mengetahui ini. Kemudian aku merasa mataku sangat berat sampai aku tidak bisa membukanya lagi.

“Min-ah” desisku sebelum aku merasa semuanya gelap.

Author POV

Putih. Hanya itu yang bisa Kyuhyun lihat saat ia membuka matanya perlahan-lahan. Warna putih itu perlahan-lahan memudar dan sosok seorang namja terlihat didepan matanya.

“Hyungdeul, Kyuhyun sudah sadar!” suara teriakan itu masih terdengar samar-samar ditelinga Kyuhyun. ia menocba menggerakkan tangannya tapi langsung mengerang begitu ia mencoba menggerakkan tangan kanannya.

“Kyuhyun-ah, kwaenchanayo?” Kyuhyun memejamkan matanya dan membukanya lagi. Ryeowook berdiri disana dengan wajah khawatir.

“Wook” sapa Kyuhyun dengan lemah.

“Wookie-ah, cepat panggil dokter” kata salah seorang diantara mereka yang mengelilingi ranjang Kyuhyun. Kyuhyun meneguk ludahnya sendiri dan merasa sangat haus.

“minum” bisik Kyuhyun.  Secepat kilat, seseorang sudah mengambilkan segelas air dan sedotannya.

“Kyuhyun-ah, kau mengenalku kan? Siapa aku?” Tanya namja yang mengambilkan minum untuk Kyuhyun tadi.

“Teukie hyung” jawab Kyuhyun.

“kalau aku?” Tanya namja yang bermuka cute itu.

“Minnie hyung” jawab Kyuhyun lagi sambil tersenyum lemah melihat reaksi hyung-hyungnya yang ia nilai terlalu berlebihan itu. Ia hanya dipukuli, bukan jatuh dari gedung 15 lantai.

Melihat itu, semua hyungnya menghela nafas. Kemudian, Ryeowook datang dengan seorang dokter dan seorang suster. Keduanya memeriksa seluruh luka ditubuh Kyuhyun.

“dia sudah tidak apa-apa tapi masih harus diwarat inap selama 5 hari, untuk melihat bagaimana dengan gegar otaknya. Dan setelah itu masih harus dirawat jalan dan check up setiap 2 minggu sekali” kata dokter itu sebelum pergi.

“kamsahamnida” kata semua member sambil menunduk.

“hyung, tangan kananku sakit” kata Kyuhyun sambil berusaha mengangkat tangan kanannya yang langsung cegah oleh Siwon.

“jangan digerakkan dulu. Tangan kananmu retak” jelas Siwon dan membuat Kyuhyun menghela nafas. Min Young sungguh-sungguh akan membunuhnya jika melihatnya dlam kondisi seperti ini ditambah karena siapa ia menjadi seperti ini. ‘I’m so dead!’ pikir Kyuhyun. Tiba-tiba pintu terbuka dan muncullah Min Young dengan Eli. Wajah Min Young terlihat sangat lelah. Kantung mata terlihat jelas dibawah matanya dan wajahnya sedikit pucat.

“Kyuhyun-ah” Min Young berjalan dan berdiri disamping Kyuhyun sambil memegang tangan namjachingunya itu. Semua member dan Eli saling memberikan isyarat untuk meninggalkan keduanya. Perlahan-lahan mereka semua keluar dan menutup pintu.

“Min-ah, wajahmu pucat” kata Kyuhyun dengan pelan. Ia belum bisa berbicara terlalu keras ditambah lagi rasa sakit yang masih ia rasakan diseluruh tubuhnya.

“kenapa kau bisa seperti ini?” Tanya Min Young tanpa menghiraukan kata-kata Kyuhyun itu.

“aku dipukuli oleh preman-preman yang iri dengan ketampananku” kata Kyuhyun sambil bercanda. Tapi Min Young langsung menekan salah satu memar Kyuhyun, membuat namja itu meringis kesakitan.

“ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi”  tuntut Min Young dengan serius.

“aku tidak apa-apa Min-ah” jawab Kyuhyun pada akhirnya. Hal ini membuat Min Young menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Min-ah, wae?” Tanya Kyuhyun melihat sikap Min Young. Min Young memilih untuk diam karena ia sedang meredam amarah dihatinya. Ia tidak bisa bersikap kasar terhadap Kyuhyun sekarang.

“Mi…” kata-kata Kyuhyun terputus oleh kata-kata Min Young.

“kau tidak tahu kan kalau kami semua sangat mengkhawatirkanmu? Aku melihatmu yang sudah pingsan dipinggir jalan dengan darah dimana-mana. Kata dokter, tangan kananmu retak dan kau mengalami gegar otak ringan, luka dan memar diseluruh tubuhmu sangat banyak, kemudian kau tidak sadarkan diri seharian. Tidak tahukah kau betapa paniknya aku?”

“Min-ah” dengan tangan kirinya, Kyuhyun membuka kedua tangan Min Young yang menutupi wajahnya. Setelah ia melihat wajah Min Young, ia menyadari kalau wajah gadis itu basah. Karena air mata.

“dan sekarang kau mengatakan kalau kau baik-baik saja? Bahkan untuk bangun saja kau tidak bisa, Kyuhyun! Apa kau gila?” pekik Min Young dengan desperate. Kyuhyun tidak tahu, Min Young tidak tidur semalaman menunggu Kyuhyun bangun tapi Eli akhirnya berhasil untuk membujuk Min Young untuk istirahat sebentar walaupun dirumah, Min Young tidak dapat tidur dengan nyenyak.

“memang semuanya terasa sakit, tapi sungguh aku sudah lebih baikan sekarang. Tentang siapa yang memukuliku seperti ini, mereka adalah preman-preman yang aku tidak tahu darimana asalnya” Lie. Kyuhyun mengatakan kebohongan. Tapi he have no choice selain memberikan alasan ini supaya tidak membuat Min Young merasa khawatir. Ia sendiri sudah ikut sedih melihat pucatnya wajah Min Young.

“kalau begitu kita harus melaporkan ini pada polisi, supaya preman-preman itu bisa ditangkap” Min Young hendak menelfon polisi ketika Kyuhyun menahannya.

“jangan”

“kenapa? Kau takut mereka akan kembali memukulimu lagi?” Tanya Min Young dan Kyuhyun menggeleng. Ketakutannya kini menyeruak keluar dari hatinya. Bagaimana jika polisi menemukan kalau Bastian dan anak buahnya yang melakukan ini padanya, kemudian Min Young tahu, dan semuanya akan sangat fatal akibatnya.

“aku public figure. Managementku pasti sudah menangani ini, kau tidak perlu khawatir” akhirnya Kyuhyun bisa memberikan alasan lain yang masuk akal.

“kau benar, tapi kuharap managementmu menghubungi polisi untuk menangani ini” kata Min Young. Kyuhyun hanya mengangguk lemah. Jikapun Min Young mengetahui ini, dia sudah pasrah. At least, dia sudah berusaha.

“apa kau tidak tidur semalaman?” Tanya Kyuhyun melihat kondisi Min Young.

“aku tidur” kata Min Young sambil tersenyum. Ia tidak ingin menambah beban pikiran untuk Kyuhyun.

“bohong” kata Kyuhyun dengan tajam.

“aku tidur tapi tidak nyenyak” jawab Min Young jujur akhirnya.

“jangan begitu Min-ah, kau bisa sakit. Nanti siapa yang akan merawatku kalau kau sakit?” kata Kyuhyun dengan aegyonya itu.

“kau mempunyai omma, appa, Ahra onnie, 13 hyung dan 1 dongsaeng ditambah ratusan ribu ELF diluar sana. Kalaupun aku sakit, kau tidak akan terlantar”

“yah shireo. Aku hanya mau kau~” Kyuhyun merajuk seperti anak kecil dan Min Young tersenyum melihatnya. Ia merapikan dan menyisir rambut Kyuhyun dengan sayang.

“kau butuh sesuatu? Mau minum? Atau kau lapar? Aku bawakan kau buah. Aku kupas ya?” kata Min Young hendak mengambil plastic buah yang ia taruh disofa tadi.

“tidak. Aku tidak mau apa-apa. Duduklah sebentar disini, aku hanya ingin melihatmu saja” kata Kyuhyun sambil menahan tangan Min Young, mencegah gadis itu untuk berdiri. Min Young pun kembali duduk dan menatap Kyuhyun. Keduanya saling menatap dalam diam.

“aku minta maaf soal yang kemarin” kata Kyuhyun memecah keheningan.

“kwaenchana. Aku juga salah soal kata-kataku yang kemarin itu, aku tidak bermaksud mengungkit-ungkit masa lalu. Jadi, kita lupakan saja ya?” kata Min Young dengan lembut. Kyuhyun mengangguk pelan.

“gomawo” kata Kyuhyun. Ia merasa bebannya terangkat. Dan Min Young hanya memberikan senyuman sebagai jawaban.

“kemarilah” Kyuhyun menyuruh Min Young mendekatkan dirinya kepada Kyuhyun. Min Young tertawa kecil, seakan mengerti dengan suruhan Kyuhyun itu. Ia bangkit dan menunduk hingga wajahnya sejajar dengan Kyuhyun. Dengan tangan kirinya, Kyuhyun memegang tengkuk Min Young dan bersiap untuk mencium yeoja yang sangat disayanginya ini. Tapi baru saja kedua bibir itu menempel, bunyi dari hp Min Young membuat keduanya kembali membuka mata mereka dan Kyuhyun terpaksa melepaskan tangannya dari tengkuk Min Young.

“mian” kata Min Young dengan semburat merah yang sekilas terlihat diwajahnya. Ia mengambil hpnya dan melihat siapa yang menelfon. Bastian.

“sebentar Kyu, aku angkat telefon dulu” kata Min Young sambil berjalan menuju pojokan kamar yang terjauh dari Kyuhyun, kalau keluar, kemungkinan Eli bisa mendengarnya juga. Kyuhyun hanya mengangguk dengan kesal. Siapapun itu, dia sudah mencuri quality time Kyuhyun!

“halo”

“halo sweetie, apa kabar?” Tanya Bastian berbasa-basi. Min Young tahu kenapa Bastian menguhubunginya.

“Bastian, maaf kemarin aku tidak bisa menemuimu. Temanku kecelakaan dan aku harus merawatnya. Bagaimana kalau kita bertemu sore ini? aku akan memberikan jawabannya” kata Min Young. Ia sudah memutuskan, ia akan kembali kepada Bastian. Ia tidak ingin siapapun terluka karena dirinya. Mungkin Kyuhyun akan membencinya seumur hidup, tapi lebih baik begitu supaya Kyuhyun cepat melupakannya. Dan soal Eli, ia akan meyakinkannya kalau ia akan baik-baik saja, walaupun itu akan sangat sulit.

Tidak perlu, aku sudah melepaskanmu. Seorang pangeran sudah menyelamatkanmu~ hahahaha” Bastian tertawa tapi Min Young terdiam mendengarnya.

“kau pasti bertanya-tanya siapa pangeran berkuda putih itu bukan? Dia dekat sekali denganmu, sayang. Kalau begitu, aku tutup ya telefonnya. Sampaikan salamku kepada Kyuhyun, bilang padanya supaya cepat sembuh. Bye honey”  klik! Bastian memutuskan sambungan telefon. Min Young membeku. Darimana dia tahu kalau Kyuhyun sakit? One conclusion: Kyuhyun membayar 70.000 US Dolla itu dan Bastian yang menyebabkan Kyuhyun babak belur seprerti ini.

Dengan menahan amarah, Min Young membalikkan tubuhnya dan menghampiri Kyuhyun.

“wae Min-ah?” Tanya Kyuhyun yang sama sekali tidak tahu kenapa Min Young tiba-tiba berubah menjadi seperti ini.

“kau bertemu dengan Bastian?” kata Min Young pelan tapi cukup untuk didengar oleh Kyuhyun. Kyuhyun langsung tahu kalau si penelfon tadi adalah Bastian. Sekarang ia dalam masalah besar.

“karena dia kan kau jadi begini?” Tanya Min Young dan Kyuhyun memilih untuk diam.

“iya kan?! WAE KYUHYUN WAE? Bukankah aku sudah bilang untuk tidak ikut campur dalam masalahku?!” bentak Min Young. Ia benar-benar merasa kesal.

“sekarang karena siapa kau menjadi seperti? Karena aku, Kyuhyun! Aish! Kenapa kau sangat keras kepala?!” Min Young mulai terisak dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kyuhyun ingin memegang tangan Min Young tapi langsung ditepis oleh Min Young.

“keumanhaja” kata Min Young tiba-tiba. Kyuhyun yang mendengarnya langsung membulatkan matanya. Gadis ini pasti bercanda!

“ne?” Tanya Kyuhyun untuk memastikan telinganya tidak salah mendengar.

“kita putus saja” kata Min Young. Ia sebenarnya sangat tidak ingin melakukan ini, tapi tidak ada cara lain. Bisa saja Bastian ternyata masih mempunyai dendam dengan Kyuhyun dan diam-diam membunuhnya.  Hanya dengan cara ini Min Young bisa menyelamatkan Kyuhyun.

“Min-ah… jangan bercanda” kata Kyuhyun dengan terbata-bata. Kepanikan menyelimuti dirinya.

“kau sudah melanggar batas, Kyu. Aku tidak bisa lagi bersamamu. Mianhae” dengan itu Min Young mengambil tasnya dan keluar dari sana. Kyuhyun membeku ditempatnya. Sedetik kemudian ia tersadar dan mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya, tentunya dengan erangan kesakitan.

“KYU!” panggil Donghae begitu ia masuk dan melihat Kyuhyun sedang berusaha keras untuk bangkit.

“hyung, tolong…” kata Kyuhyun.

“Kyu, jangan bangun dulu. Kau masih sakit” bujuk Eunhyuk sambil berusaha mendorong Kyuhyun kembali. Tapi Kyuhyun menepis tangan siapa saja yang mendorongnya untuk kembali ke ranjangnya.

“aku harus mengejarnya, hyung” bisik Kyuhyun. Kakinya sudah bersentuhan dengan lantai yang dingin. Leeteuk yang tidak bisa hanya tinggal diam saja, memberikan isyarat mata kepada semua member untuk bersama-sama menahan Kyuhyun. Shindong dan Siwon masing-masing memegangi tangan dan tubuh Kyuhyun. Eunhyuk, Donghae menahan kaki kiri Kyuhyun dan Ryeowook, Sungmin menahan yang kanan. Leeteuk sendiri langsung berlari mencari dokter untuk menangani Kyuhyun sebelum Kyuhyun berontak semakin liar.

“Hyung! Lepaskan! Lepaskan aku! Aku harus mengejar Min Young, hyung-ah! Jebalyo!” teriak Kyuhyun dengan air mata yang menetes diujung matanya. Tubuhnya terasa sangat sakit, tapi ia masih berusaha untuk memberontak sekuat tenaganya, tapi tentu saja tenaga semua hyung-hyungnya lebih besar dari tenaganya. Ia tidak sanggup kehilangan Min Young, tidak untuk dua kali. Ia ingin menjelaskan semuanya kepada Min Young dan akan memohon kepada gadis itu sampai dia mau memaafkannya.

Kemudian, seorang dokter dan dua orang suster masuk. Suster-suster itu membantu menahan Kyuhyun dan dokter itu dengan sigap menyiapkan sebuah suntikan dan menyuntikkan cairan didalamnya ketubuh Kyuhyun. Beberapa detik kemudian Kyuhyun melemah.

“hyung…” desisnya. Ia melihat kesekelilingnya dan merasakan matanya berat, ia pun tak punya pilihan selain menutup matanya. Mencoba melupakan masalahnya sejenak.

***

Eli mengejar Min Young yang berlari dengan cepat. Ia bisa melihat kalau Min Young menangis setelah keluar dari kamar Kyuhyun.

“Min Young-ah, tunggu” Eli berhasil menangkap tangan Min Young dan membuat gadis itu berbalik kearahnya.

“mwo?” Tanya Min Young dengan dingin.

“kau kenapa?” Tanya Eli dengan wajah khawatir.

“oppa! Aku percaya kepada oppa, aku menceritakan semuanya kepada oppa! Tapi kenapa oppa mengecewakanku? Kenapa oppa menceritakan semuanya kepada Kyuhyun sehingga Kyuhyun menemui Bastian dan berakhir seperti ini?” teriak Min Young tanpa peduli terhadap sekitarnya. Ia sangat lelah. Kenapa semua orang dihidupnya harus membuatnya kecewa? Keluarganya, Bastian, Kyuhyun, dan sekarang orang yang paling dipercayainya diseluruh hidupnya, Eli.

“Min Young-ah, aku minta maaf. Mianhae” kata Eli dengan wajah yang amat sangat menyesal. Rasanya sangat sakit melihat dongsaengnya ini menangis secara tidak langsung karena dirinya juga.

“semuanya sudah terlambat oppa, semuanya sudah terjadi” kata Min Young pelan. Ia melepaskan genggaman Eli dan berjalan meninggalkan namja itu.

“Min Young-ah” panggil Eli lagi

“jangan mengikutiku lagi oppa. Aku butuh waktu sendiri” kata Min Young kemudian pergi dan menghilang dari pandangan Eli.

“aaaarrrgghhh!” Eli berteriak dan mengacak-ngacak rambutnya dengan frustasi. Hal itu membuat semua orang yang lewat melihatnya sambil berbisik-bisik.

Min Young POV

“Min Young noonaaaaaaa” teriak orang diseberang dan membuatku tertawa kecil mendengar pelafalan namaku yang  terdengar aneh.

“Xandeeeeer! How are you baby?” kataku didepan webcam. Diseberang sana adalah adik laki-lakiku di Jerman,  Alexander.

“aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?” jawabnya

“aku juga” kataku sambil tersenyum lebar.

“ngomong-ngomong, kenapa suaramu bindeng? Kau habis menangis ya?” tanya Xander dan reflek membuatku diam.

“tidak, aku hanya sedang flu saja. Untuk apa aku menangis? Aku kan bukan bayi lagi” kataku sambil mencoba tertawa.

“kau itu kan cengeng!” katanya dan membuatku mendengus.

you must be kidding me! Kapan aku pernah menangis? Bukankah kau yang selalu menangis dan mengadu kepada mommy kalau kujahili?” kataku sambil tertawa keras.

“ha ha ha so funny! Aku tidak menangis, aku hanya meminta keadilan karena kau selalu membullyku! Lagipula itu kan 3 tahun yang lalu” katanya mencoba membela diri.

“ah aku sangat rindu saat-saat aku membullymu. Saat aku menyembunyikan mainanmu dan kau akan menangis…”

“aku tidak menangis! Dan kalau kau merindukanku, kembalilah kemari. Mommy selalu menanyakanmu setiap hari, daddy juga. Aku sampai bosan mendengarnya” Xander mengacak-ngacak rambutnya berpura-pura kesal.

“hey, aku tahu kau juga sangat merindukanku, iya kan? Mengaku saja” kataku menggodanya. Aku tertawa melihatnya salah tingkah.

“you wish!” katanya sambil mehrong padaku.

“oh iya, bagaimana rasanya menjadi mahasiswa sekarang?” tanyaku mengingat sebelum kepulangan kembali ke Korea, aku mengantarnya di hari pertamanya sebagai mahasiswa.

“ah, aku lebih memilih SMA. University terlalu membuatku lelah. Kenapa semua dosen sepertinya hobby sekali memberikan tugas?” katanya sebal.

life rolls on, sayang. Kau harus belajar yang rajin dan mendapat ip yang tinggi. Kau berhutang janji kepadaku kalau kau akan lulus dengan gelar magna cumlaude!” kataku mengingat kembali janjinya saat dia mengantarku ke bandara.

“tenang saja. Saat kau menghadiri graduateku, aku akan menjadi mahasiswa perwakilan dari Law major untuk menyampaikan pidato kelulusan!” katanya dengan bangga. Menjadi mahasiswa perwakilan untuk sebuah major adalah kehormatan bagi setiap mahasiswa karena itu tandanya dia adalah mahasiswa yang lulus dengan nilai sempurna, dan Xander berhutang itu padaku.

“oke, give applause to Alexander Wood” aku bertepuk tangan didepannya dan kami berdua tertawa kecil.

“sebentar, aku panggil mommy dan daddy” dia segera meninggalkan kursinya dan turun kebawah memanggil mommy dan daddy. Aku menghapus sisa-sisa air mataku supaya mereka tidak melihatnya. Hampir saja tadi Xander mengetahuinya.

“Gwyneth!” panggil mommy yang langsung duduk didepan computer.

“give me a kiss” mommy mendekatkan bibirnya ke camera dan menciumnya. Terdengar erangan dari Xander yang mengomel karena cameranya mempunyai bekas lipstick.

“mommy! I miss you so much” aku juga berpura-pura mencium  camera di ipadku.

Gwyneth, how are you sweetie?” sapa daddy dan membuatku memekik kesenangan.

“aaaaah daddy!” aku berteriak kesenangan. Aku sangat sangat merindukan mereka.

bagaimana kabarmu disana? Apa kau baik-baik saja?” Tanya mommy dengan wajah khawatir.

“aku baik-baik saja, mom. Mommy sendiri? Bagaimana dengan daddy?”

kami juga baik-baik saja. Kapan kau kembali kesini? Mommy sangat menrindukanmu” kata mommy. Dia menyeka setitik air mata di ujung matanya.

“aku akan kembali setelah aku berhasil mengumpulkan uang yang banyak untuk mom, dad, dan Xander. Dan setelah itu aku akan mengajak kalian berjalan-jalan keliling Eropa” kataku sambil menahan tangisku juga. Tangis karena bahagia.

“tidak perlu Gwyneth. Kami hanya mau kau kembali kesini dan tinggal bersama kami” akhirnya daddy membuka suara. Dia memang pendiam, tapi dia orang terhangat yang pernah kukenal. Berada didekatnya membuatku nyaman dan merasa terlindungi.

“aku sudah mendapat pekerjaan disini. Jadi mommy dan daddy tidak perlu khawatir” kataku memberikan senyum yang lebar.

“baiklah. Oh iya, bagaimana kabar Eli? sampaikan salam kami kepadanya ya. Oh iya, apa Bastian sudah bertemu denganmu? satu minggu setelah kau pergi, dia menanyakan alamatmu di Korea, jadi kami beritahu” kata mommy dan aku terdiam. Jadi Bastian mengetahui alamat Eli dari mom dan dad.

“kami sudah bertemu hehehe oh iya mom, aku sangat merindukan pretzel buatan mommy. Pretzel disini tidak ada yang seenak buatan mommy Melissa” kataku sambil memikirkan pretzel-pretzel panas yang baru keluar dari oven.

“kalau kau kembali kesini, mom akan membuatkanmu pretzel yang sangat banyak. Sampai kau bosan memakannya” kata mommy sambil bercanda.

“ok mom” kataku sambil memberi hormat kepadanya.

“mom, gantian!” Xander mendorong mommy sehingga sekarang ia yang duduk didepan computer.

“Gwyneth, kirimkan aku game starcraft 2 ya. Disini masih limited edition dan harganya mahal sekali. Mom dan dad tidak menginjinkanku membelinya”  Dengus Xander sebal.

“Xander! Gwyneth, jangan dibelikan nanti dia akan terus bermain. Sekarang saja dia sudah jarang pulang dan lebih sering menginap dirumah temannya” kata mom mengadu padaku.

“Xander, kau sering menginap di rumah temanmu?” tanyaku Xander mengangguk.

“jangan terlalu sering menginap dan meninggalkan mom dan dad berdua saja. Kau sebagai anak laki-laki satu-satunya harus bisa menjaga mereka. Bagaimana kalau ada orang jahat yang menyelinap kedalam rumah dan melukai mom dan dad? Kau harus ada disana untuk menjaga mereka. Ok?” kataku menasihatinya panjang lebar. Dia hanya mengangguk dan dad mengacak-ngacak rambut Xander.

“baguslah, kalau begitu aku akan membelikanmu game itu dan mengirimnya langsung ke rumah” wajahnya langsung berubah menjadi cerah lagi.

“thanks Gwyneth!” aku hanya mengangguk dan tersenyum.

“sudah sudah, disana sudah malam kan? Gwyneth, kau harus istirahat” kata daddy.

“tidak apa-apa”  kataku. Aku melihat ketiganya dan merasa sangat rindu untuk berada disana bersama-sama dengan mereka lagi.

“iya, kau harus tidur. Jangan sampai sakit” kata mommy

“iya. Kalau kalian rindu padaku, hubungi aku kapan saja. Aku juga akan menghubungi kalian sesering yang kubisa”

“baiklah. Bye Gwyneth, we love you” kata Xander sebelum akhirnya koneksi terputus. Aku masih memandangi ipadku dengan senyum diwajahku. Rasanya belum puas melepas kangen kepada mereka. Senang rasanya masih ada yang peduli dan menyupportku disaat aku sedang down. Aku akan kembali ke Jerman setelah aku sukses dan aku akan menepati janjiku kepada mereka!

Drrrttt… Drrrttt… tiba-tiba hpku bergetar dan nama Eli oppa muncul disana. Aku menekan tombol reject dan aku baru melihat ada 26 missed call dari para oppadeul tapi yang mostly adalah Eli oppa. Aku mencabut batre hpku dan menutup wajahku dengan kedua tanganku. Takkan ada satu orang pun yang akan menemukanku disini, termasuk Eli oppa. Aku hanya ingin sendiri sekarang. Tanpa ada gangguan dan masalah apapun. Otakku terlalu penat memikirkan semuanya.

Author POV

Eli tidak tidur semalaman karena ia mencari Min Young kesemua tempat yang terlintas dipikirannya untuk dikunjungi Min Young. Tapi nihil. Kekhawatiran sudah memakan semua rasa kantuknya.

Ia tidak bisa hanya tinggal diam! Ini sudah seharian sejak Min Young menghilang dan Min Young benar-benar out of reached. Ia hendak menghubungi polisi tapi suara bel menghentikannya. Dari intercom, Eli melihat siapa tamunya dan ia langsung berlari utnuk membuka pintu.

“Min Young-ah! Kau kembali!” Eli langsung memeluk Min Young tanpa mengatakan apapun lagi. Air matanya jatuh setetes. Kekhawatirannya seakan lenyap begitu saja. Tapi Min Young hanya memilih untuk diam dan tidak membalas pelukan Eli.

“kau baik-baik saja kan?” Eli menyentuh wajah Min Young, memperhatikan seluruh tubuhnya, memastikan dongsaengnya ini baik-baik saja. Min Young hanya mengangguk pelan.

“gomawo sudah kembali” Eli kembali membawa Min Young kepelukannya tapi tak berapa lama, Min Young mendorong pelan tubuh Eli.

“aku kembali untuk menemui Kyuhyun” kata Min Young dingin. Ia berjalan melewati Eli dengan tampang emotionless. Selesai mandi dan berganti baju, Min Young pergi tanpa berkata apa-apa.

“Min Young-ah, aku benar-benar minta maaf. Apa yang harus kulakukan supaya kau memaafkanku?” kata Eli dengan nada yang amat sangat menyesal. Min Young hanya diam menatap Eli kemudian berjalan lagi tanpa menghiraukan Eli. Eli menghela nafas dengan putus asa.

***

“Kyuhyun-ah, kau harus makan. Kau tidak akan sembuh kalau kau tidak mau makan” bujuk Kangin sambil memegang semangkuk bubur ayam ditangannya.

“Kyuhyun-ah, Min Young takkan senang jika melihat keadaanmu seperti ini” kali ini Hangeng yang membujuknya. Ia sengaja datang dari China begitu mendengar keadaan Kyuhyun, begitu pula dengan Kangin dan Heechul yang langsung mengunjungi Kyuhyun begitu public service mereka selesai, dan Kibum juga datang setelah shooting dramanya.

Tapi Kyuhyun hanya diam tak bergeming. Matanya tetap terbuka dengan kantung mata dibawah matanya yang sangat kontras dengan wajahnya yang pucat, satu-satunya yang membuatnya bertahan adalah infuse. Ia menolak untuk makan sejak kepergian Min Young itu dan hal itu membuat hyung-hyungnya tidak bisa berkonsentrasi dengan jadwal mereka. Begitu pula dengan kedua orang tuanya yang bergantian menjaganya dengan para member. Kyuhyun menolak untuk bicara dan melakukan apapun.

Tiba-tiba pintu kamar Kyuhyun terbuka dan seorang gadis masuk dengan seplastik buah ditangannya.

“Min Young” panggil Heechul. Kyuhyun langsung menoleh kearah pintu begitu mendengar nama itu.

“oppadeul, annyeonghaseo” Min Young menundukkan badannya.

“kau darimana saja? Kami semua sangat mengkhawatirkanmu, terutama Kyuhyun” kata Siwon sambil melirik Kyuhyun.

“mianhaeyo” kata Min Young dengan pelan. Hanya kata itu yang bisa ia katakan. Ia langsung kembali pulang ketika mendengar pesan suara dari Ryeowook yang mengatakan kalau keadaan Kyuhyun memburuk karena namja itu menolak untuk makan dan bicara.

Ia berjalan menuju ranjang Kyuhyun dan semua member langsung minggir. Min Young mengambil mangkuk bubur dari tangan Kangin dan mulai menyuapi Kyuhyun. Tanpa mengatakan apapun,  Kyuhyun langsung membuka mulutnya. Semua hyungnya amazed dengan hal itu. Bahkan tanpa mengatakan sepatah katapun, Min Young bisa membuat Kyuhyun membuka mulutnya. Berbanding terbalik dengan hyung-hyungnya yang sudah sampai berbusa mulutnya membujuk Kyuhyun untuk makan.

Min Young terus menyuapi Kyuhyun sampai bubur itu habis. Ia mengambil tissue dan melap pinggir bibir Kyuhyun yang terkena bubur.

“Min Young-ah, kami titip Kyuhyun padamu ya. Kami masih ada jadwal lagi. Sebentar lagi Cho ahjumma dan Ahra akan datang” kata Leeteuk sambil melihat jamnya.

“kami akan kembali besok, Kyuhyun-ah” kata Kibum. Mereka semua pun keluar, meninggalkan Kyuhyun dan Min Young berdua. Mata Kyuhyun tidak lepas dari Min Young sejak tadi.

“bogoshipeo” kata Kyuhyun tanpa suara. Min Young hanya melihat Kyuhyun tanpa mengatakan apapun. Ia mengambil plastic yang dibawanya dan mengeluarkan semua buah yang baru dibelinya. Ia duduk di sofa dan mulai mengupas buah apel, pir, dan buah bit untuk menambah darah.

“jangan lakukan ini lagi” kata Min Young sembari menyuapi Kyuhyun buah-buahan itu.

“aku minta maaf” kata Kyuhyun pelan.

“berhentilah mengucapkan kata maaf. Kau tidak salah. Justru aku berterima kasih, karena kau mau membelaku” kata Min Young masih dengan tampang emotionless.

“aku pulang dulu” kata Min Young sembari menaruh piring bekas buah-buahan itu di meja setelah Kyuhyun menghabiskannya.

“kajima…” bisik Kyuhyun. Min Young hanya menggeleng dan bersiap untuk pergi. Tapi Kyuhyun langsung menahannya dan memutar balik tubuh Min Young.

“kajima, jebal… aku tahu kau tidak akan kembali lagi, maka aku tidak akan melepaskanmu lagi kali ini” kata Kyuhyun dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya. Tak ada lelahnya ia meneteskan air matanya untuk gadis ini. Min Young terpaku ditempatnya. Kyuhyun menggunakan kesempatan itu untuk membuat Min Young sedikit menunduk kemudian memeluk gadis itu dengan erat.

“mianhae… jeongmal mianhae…” bisik Kyuhyun tepat di telinga Min Young. Tak berapa lama kemudian, Kyuhyun bisa merasakan pundaknya basah dan punggung Min Young bergetar.

“uljima Min Young-ah” bisik Kyuhyun lagi.

“kau melarangku menangis? Kau masih bisa melarangku setelah kau membawa semua beban ini untukku? Kau bodoh Kyuhyun! Babo! Babo! Babo!” Min Young memukul-mukul dada Kyuhyun dengan sebelah tangannya. Kyuhyun hanya membiarkan hal itu.

“kenapa kau melakukan ini? wae? Kau pikir aku akan memujamu setelah kau bertindak seperti pahlawan didepan Bastian untuk menebusku?  Tidak! Aku ingin membunuhmu Kyuhyun! Aku benar-benar ingin membunuhmu dengan kedua tanganku!” kata Min Young sesegukan. Ia menumpahkan semua kekesalannya sekarang.

“aku melakukannya karena aku menyayangimu. Aku tidak bisa melihatmu kembali padanya! Lebih baik jika aku seperti ini jika hal itu bisa membuat Bastian melepasmu” kata Kyuhyun akhirnya.  Ia melepaskan Min Young dari pelukannya dan menghapus air mata Min Young dengan ibu jarinya.

“soal uang, aku akan membayarnya. Uang itu bisa dicari lagi, lagipula uang itu tidak akan dibawa mati kan?” kata Kyuhyun setengah bercanda.  Min Young mau tak mau tersenyum kecil.

“tapi aku akan tetap mengganti uangmu” putus Min Young karena ia merasa tidak enak kalau Kyuhyun membayarnya secara cuma-cuma.

“Bagaimana kalau kau menggantinya dengan….” Kyuhyun berpikir sejenak kemudian melanjutkan, “marry me and stay by my side forever? Akan kuanggap semua hutangmu lunas!” goda Kyuhyun lagi.

“Kyu, aku tidak bercanda” kata Min Young dengan wajah serius.

“aku juga tidak” Kyuhyun membalasnya dengan wajah yang tidak kalah serius. Walaupun terkesan dibuat-buat. Min Young menghela nafas.

“Kyu…” kata Min Young dengan sabar.

“Min…”  panggil balik Kyuhyun sambil menahan tawanya.

“yah!” Min Young memukul lengan Kyuhyun pelan, merasa kesal karena Kyuhyun mempermainkannya.

“aaaakh! Kepalaku… ah sakit sekali!” Kyuhyun tiba-tiba memegang kepalanya yang diperban itu dan mengerang kesakitan.

“Kyuhyun-ah!” Min Young mendekatkan wajahnya ke kepala Kyuhyun untuk melihat bagian mana yang sakit. Tiba-tiba Kyuhyun memegang tengkuk gadis itu dan segera menciumnya dengan sedikit ganas.

“Kyu…mmmppphhh” gumam Min Young disela-sela ciuman itu. Tapi Kyuhyun menolak melepaskan tangannya dan semakin menekannya. Min Young yang akhirnya sadar kalau Kyuhyun hanya bercanda, akhirnya pasrah dengan tindakan Kyuhyun. Ia membiarkan Kyuhyun mencium bibirnya dengan sedikit ganas seperti hidupnya bergantung pada ciuman itu. Kyuhyun menggigit bibir bawah Min Young dan Min Young langsung membuka mulutnya, mengijinkan lidah Kyuhyun bermain dengan lidahnya. Saliva dari keduanya bercampur menjadi satu. Kyuhyun memiringkan kepalanya untuk dirinya dan Min Young mengambil oxygen tanpa melepas ciuman itu,. Keduanya terlarut dalam French kiss yang memabukkan.

“Kyuhyu…. OMO!” teriakan seorang wanita menyadarkan keduanya. Keduanya langsung membuka mata mereka dan menjauh satu sama lain.

“Kyuhyun-ah, Min Young-ah, apa yang kalian lakukan?” Tanya Cho ahjumma masih dengan wajah shock. Kyuhyun berdecak dan mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal. Min Young hanya menundukkan wajahnya, berusaha menyembunyikan semburat dikedua pipinya.

“a—annyeonghaseo ahjumma” sapa Min Young dengan gugup. Tak berapa lama kemudian, Ahra datang dengan rantang makanan ditangannya.

“oh Min Young-ah, kau datang?” Ahra tersenyum melihat Min Young, tapi Min Young bahkan tidak sanggup untuk melihat ahjumma maupun Ahra.

“annyeonghaseo onnie. Mian, aku harus pamit sekarang. Ahjumma, onnie, aku pulang dulu ya” Min Young menundukkan badannya dan beralih kepada Kyuhyun.

“aku pulang dulu” kata Min Young sambil mengambil tasnya. Kyuhyun menahan tangan Min Young sebelum gadis itu pergi.

“besok kau harus kembali lagi. Janji?”

“janji” kata Min Young pelan. Ia menunduk sekali lagi dan berjalan keluar dengan sedikit terburu-buru.

‘Aish! Malu sekali tertangkap basah sedang berciuman dengan ahjumma! Bagaimana bisa aku menemui  ahjumma lagi seperti biasa? Aish!’ rutuk Min Young dalam hati.

Kyuhyun POV

Aku sudah keluar dari rumah sakit 3 hari yang lalu. Kepalaku sudah tidak diperban dan aku sudah bisa menjalankan jadwalku yang ringan seperti menyanyi dan reherseal musical tanpa menggunakan tangan kananku tentunya. Dan setelah aku keluar dari rumah sakit, aku tinggal dirumahku bersama dengan Ahra noona yang pulang dari Austria bersama dengan namjachingunya setelah mendengar tentang insiden ini.

Aku melihat kalender dan tersisa beberapa hari lagi untuk melunasi hutangku kepada Bastian. Aku mengecek buku tabunganku dan semuanya berjumlah 40.000 US Dollar. Masih kurang 30.000 lagi. Ini memang belum semua tabunganku, masih ada lagi di omma tapi omma bisa langsung terkena serangan jantung jika aku meminta 30.000 US Dollar kepadanya. Jadi hanya satu pilihanku, appa.

Aku memutuskan untuk menemui appa di kantornya.

TOK! TOK! TOK! Aku mengetuk pintu kantornya.

“masuk” kata appa dari dalam. Aku tidak memberitahu appa kalau aku akan kesini hari ini. Aku akan menjadikannya surprise… mungkin?

“appa” aku masuk dan memberi salam padanya.

“Kyuhyun-ah? Kenapa kau disini?” Tanya appa dan menyuruhku duduk di sofa. Dia sendiri duduk di sofa yang lain, menghadapku.

“aku ingin meminta bantuan, appa” kataku dengan wajah yang memelas. Entah kenapa aku merasa aku perlu menunjukkan wajah memelasku-,- mungkin supaya appa terenyuh melihat putranya yang unyu ini.

“ada apa?”

“aku ingin meminjam uang… 30.000 US Dollar” kataku pelan, menunggu reaksi appa.

“mwo? Untuk apa uang sebanyak itu? Appa sudah membayar seluruh biaya rumah sakit, uang kuliahmu juga sudah lunas” Tanya appa dengan wajah yang cukup terkejut. Aku memijit tengkukku dengan nervous.

“bukan itu appa. Ini untuk menolong temanku. Dia dalam bahaya appa”

“untuk temanmu dan kau berani mengeluarkan uang sebanyak itu?”

“dia… teman dekatku appa. Dekat sekali. Tolonglah appa” kataku masih menyembunyikan identitas ‘teman dekat’ ku itu.

“shireo! Itu terlalu banyak Kyuhyun-ah. Atau kau berbohong dan menggunakan uang itu untuk membeli obat-obatan?” kali ini aku yang terlonjak kaget.

“ne?” aku berusaha memastikan bahwa pendengaranku tidak salah.

“apa kau memakai ganja? Atau marijuana?” Tanya appa mengintimidasiku.

“tentu saja tidak appa!” tolakku mentah-mentah. Aku pun menghela nafas dan memutuskan untuk membuka identitas ‘teman dekat’ ku itu.

“ini untuk Min Young, appa” kataku pelan.

“Min Young? ada apa dengan Min Young?”

“dia diperas oleh temannya dan kalau dia melapor polisi, maka anak buah temannya itu akan membunuhnya! Ini masalah hidup dan mati, appa. Dan kami, sekarang kami sudah kembali berpacaran” kataku mencoba mendramatisir keadaan. Dan yeah sepertinya appa sudah masuk ke dalam drama ini.

“jinjja? Memangnya berapa yang diminta temannya itu?” kata appa dengan wajah serius. Well, ini lampu hijau!

“70.000 US Dollar” kataku sambil menunduk.

“mwo?! Sebanyak itu?” Tanya appa dan aku mengangguk.

“aku mempunyai tabungan 40.000 dan aku ingin meminjam kepada appa untuk sisanya”

“ini benar kan untuk menyelamatkan Min Young?” Tanya appa dengan matanya yang tajam. Aku mengangguk mengiyakan. Appa pun berjalan menuju mejanya dan membuka laci mejanya itu lalu mengeluarkan sebuah buku. Buku cek. Hell yeah, you did it handsome!

“ini” appa mengulurkan kertas cek itu dan aku terkejut melihat nominalnya.

“a—aku hanya butuh 30.000 appa, bukan 70.000” kataku sambil membaca nominalnya sekali lagi.

“gunakan saja uang itu. Jangan sentuh tabunganmu, pergunakan itu untuk biaya pernikahanmu nanti” kata appa dan aku langsung memeluk tubuhnya yang langsung menjadi kaku itu. Aku tersenyum dan menunduk sedalam-dalamnya.

“kamsahamnida appa”

“keurae keurae… kau harus menjaga calon menantu appa itu dengan baik, ne? Atau appa akan mengambil kembali uang itu” kata appa. Tapi aku tahu dia hanya bercanda.

“arraseo Tuan Cho Younghwan!” kataku sambil memberi hormat padanya. Aku pun pamit dan hendak keluar, tapi appa memanggilku lagi.

“Kyuhyun-ah”

“ne appa?”

“kau sudah minum obatmu pagi ini?”

“sudah appa” aku tersenyum dan hendak keluar tapi appa menahanku lagi.

“jangan lupa kau harus check-up ke dokter hari sabtu ini jam 9 pagi. Sekarang pulanglah, hati-hati dijalan ya” pesan appa. Aku menunduk sedikit kemudian keluar dari ruang kantor appa. Aku memang boleh awkward dengan appa, tapi appa adalah orang yang secara tidak langsung menyelamatkan hidupku saat kecelakaan tahun 2007. Appa adalah orang pertama yang memohon kepada dokter untuk mencari cara lain untuk mengoperasiku selain membuat lubang dari leher yang akan membuatku tidak bisa bernyanyi lagi. Appa berkata kepada dokter bahwa aku akan lebih memilih mati dibanding harus hidup tanpa benyanyi. Aku tidak pernah mengatakan itu sebenarnya, tapi appa, lebih mengerti aku daripada siapapun. Padahal dia adalah orang yang menentang dengan keras keinginanku menjadi penyanyi.

Aku tersenyum dan bersyukur karena aku mempunyai omma, appa, noona, Super Junior, ELF, dan Min Young dihidupku. I won’t ask for more, I just want them to stay by my side forever.

Author POV

Kyuhyun menggenggam tangan Min Young begitu mereka keluar dari Shila hotel. Eli berdiri disamping mereka berdua dengan senyum yang tidak disembunyikannya.

“aigoo kalian berdua bergandengan seperti itu membuatku iri saja” goda Eli melihat tangan Kyuhyun dan Min Young yang terjalin dengan erat.

“kalau begitu cepatlah cari yeojachingu, hyung” kata Kyuhyun sembari tertawa kecil bersama Min Young.

“aku akan menggenggam tanganmu sampai kau mendapatkan yeojachingu, oppa” kata Min Young dan menggenggam tangan Eli. Kyuhyun langsung berdiri diantara mereka berdua, sengaja melepaskan genggaman itu.

“ja—jangan menggenggam tangannya! Bagaimana Eli hyung bisa mendapatkan yoejachingu kalau yeoja-yeoja melihatnya menggendeng tanganmu?” kata Kyuhyun yang terlihat jelas kalau dia cemburu.

“hahahaha kau itu lucu sekali sih” Min Young mencubit pipi Kyuhyun dengan gemas.

“kau mau makan apa? Sushi?” tawar Kyuhyun dan Min Young mengangguk dengan bersemangat. Mereka bertiga baru saja membayarkan 70.000 US Dollar itu kepada Bastian dan Bastian sepakat melepas Min Young. Sekarang ketiganya dapat tersenyum tanpa ada beban lagi.

“oppa, ayo kita makan sushi” ajak Min Young. Eli menatap kearah lovey dovey couple itu sambil tersenyum geli.

“tidak, aku sudah bosan makan sushi. Kalian makan berdua saja” kata Eli yang sebenarnya tidak ingin mengganggu mereka berdua.

“sudah sudah, kalian pergi saja berdua. Aku akan pulang dan masak ramyeon” Eli lalu mendorong keduanya dan melambaikan tangannya sebelum couple itu sempat berkata apapun. Akhirnya kedunya pun membalas lambaian tangan Eli dan masuk kedalam mobil. Eli memasukkan kedua tangannya kedalam saku dan menghirup udara sedalam-dalamnya. Masalah Bastian done! Min Young done!

Eli berjalan menuju halte bus karena perginya tadi ia pergi dengan mobil Kyuhyun. Saat melewati flower shop, seorang yeoja berambut panjang dengan keranjang berisi bunga-bunga, membagikan bunga-bunga itu kepada setiap orang yang lewat dengan senyum yang lebar. Dan ketika Eli lewat, gadis itu juga memberikan satu tangkai bunganya sambil tersenyum.

“semoga harimu menyenangkan!” katanya dengan ceria. Eli mengambil setangkai tulip yang diberikan gadis itu dan memperhatikan gadis itu lekat-lekat sebelum akhirnya ia berjalan pergi. Begitu ia sampai di 4 blok setelah flower shop itu, ia berbalik arah dan melewati flower shop itu lagi. Yeoja itu tersenyum kearahnya tapi tidak memberikannya bunga lagi karena Eli sudah memegang satu, jadi yeoja itu hanya menatap Eli dengan wajah yang bingung.

“semoga harimu menyenangkan!” kata Eli sambil memberikan kembali bunganya itu dan tersenyum lebar.

***

Seperti biasa Kyuhyun mengantar Min Young ke kantornya jika ia tidak sibuk atau sedang tidak berada diluar kota atau luar negeri karena schedule.

“kujemput jam 6 nanti ya” kata Kyuhyun dan memberhentikannya didepan pintu masuk utama gedung itu.

“arraseo” Min Young melepas seatbeltnya dan hendak turun tapi Kyuhyun menahan tangannya.

“sudah 2 bulan dan kau masih lupa?” kata Kyuhyun cemberut. Min Young tertawa kecil dan memajukan badannya untuk mengecup bibir Kyuhyun dengan cepat.

“aku tidak lupa kan?” katanya sebelum keluar. Meninggalkan Kyuhyun yang tersenyum lebar.

***

Min Young sedang bekerja ketika teman-temannya  mengerubungi jendela dekat meja kerjanya.

“ada apa kalian disitu?” tanyanya tanpa tangannya berhenti menggambar.

“Mi—Min Young-ah! Cepat lihat!” teman-temannya berteriak dan menarik-narik tangannya menuju jendela itu.

“apa apa sih?” Min Young menyeruak diantara teman-temannya dan pemandangan didepannya itu membuat hatinya ingin mencelos. Ada Kyuhyun didepan jendela kerjanya dilantai 10. Kyuhyun?! Yup, Kyuhyun berada didalam sebuah helicopter dan melambaikan tangannya kearah Min Young yang sudah menatapnya dengan tatapan ‘apa kau gila?’ Kyuhyun memberikan senyum termanisnya sebelum ia menjatuhkan dirinya dari atas helicopter itu.

Jantung Min Young langsung berhenti berdetak saat itu juga dan hatinya seakan mencelos dari tempatnya. Teman-temannya yang lain sudah berteriak histeris.

“Min Young-ah!” teriak salah satu temannya yang melihat Min Young membeku ditempatnya.

“yah lihat dibawah!” teriak yang lain dan serentak karyawan dikantor itu turun kebawah. Min Young langsung berlari secepat yang ia bisa melewati tangga darurat karena lift masih dipenuhi oleh karyawan-karyawan lain. Ia sampai dibawah hanya dalam waktu beberapa menit, ia bahkan sudah melepas stilettonya sebelum menuruni tangga-tangga itu.

Ia menyeruak diantara karyawan-karyawan lain yang mengerubungi lobby itu. Akhirnya dengan susah payah, ia sampai di lobby dan menemukan orang-orang yang sudah mengerubungi sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.

“KYUHYUN!” teriak Min Young dan ia melihat Kyuhyun. Dengan darah disekujur tubuhnya, membuat kemeja putihnya itu menjadi berwarna merah karena darah. Min Young hanya bisa membeku ditempatnya. Dalam hati ia berharap bahwa ini hanya kejutan dari Kyuhyun untuknya, jadi Kyuhyun hanya berakting saat ini.

Tiba-tiba ia mendengar suara seorang petugas disebelahnya sedang mengatakan sesuatu melalui walkie talkienya.

“tolong segera panggil ambulance! Kyuhyun-ssi gagal mendarat. Parasutnya rusak dan sekarang keadaannya kritis!” Min Young mengdengar setiap katanya dengan sangat jelas. Air mata sudah jatuh dan membasahi pipinya.

“Kyuhyun-ah, ini sunggu tidak lucu! Ireona!” Min Young berlutut disamping namja itu dan menampar-nampar pipi Kyuhyun. Tapi percuma, Kyuhyun tidak bergeming sama sekali.

“YAH! BANGUNLAH!” kini Min Young berteriak histeris dengan air mata yang terus keluar.

“nona, tolong jangan lakukan itu! keadaan Kyuhyun-ssi bisa bertambah parah. Kita harus menunggu ambulance sekarang” kata seorang petugas yang berusaha menjauhkan Min Young dari Kyuhyun.

“lepas!” bentak Min Young kepada petugas itu.

“Kyuhyun-ah! KYUHYUN IREONA!” teriak Min Young sambil mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun yang sudah tidak bernyawa. Tubuh Min Young lemas dan ia jatuh diatas tubuh Kyuhyun sambil menggumamkan nama namja itu. Ia tidak peduli jika blouse putihnya sudah berganti warna menjadi warna merah ataupun posisinya saat ini yang dilihat oleh ratusan mata. Ia sudah tidak peduli apapun!

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan semua orang melihat kearah langit. Terdapat sebuah helicopter dengan banner dibelakangnya yang bertuliskan,

NAM MIN YOUNG, WOULD YOU…

“marry me?”  terdengar suara seseorang yang sangat Min Young kenali. Suara bass itu hanya milik satu orang! Min Young langsung memusatkan kembali perhatiannya kepada Kyuhyun yang sudah membuka matanya dengan senyum diwajahnya.

“mwo?” kata Min Young yang masih belum mengerti apa maksud semuanya ini. Kyuhyun bangkit dan membantu Min Young berdiri juga. Kyuhyun lalu mengambil sesuatu dari saku dalam jasnya. Sebuah kotak kecil.

Ratusan orang-orang dibelakang mereka berdua sudah berbisik-bisik, ada yang mengambil gambar seorang Super Junior Kyuhyun melamar seorang gadis, ada juga yang merekamnya.

“Kyu… apa maksudnya semua ini? kau… kau tidak meninggal?” Tanya Min Young sambil tergagap karena baru saja beberapa detik yang lalu ia memeluk Kyuhyun yang ia anggap sudah meninggal. Kyuhyun menggeleng sambil tersenyum dan memeluk yeoja mungil dihadapannya ini, membuat orang-orang itu memekik tertahan melihat hal ini.

“maaf membuatmu khawatir chagiya. Aku melakukan ini untuk…”  Kyuhyun lalu berlutut didepan Min Young yang masih menangis, “….melamarmu” .Ia membuka kotak kecil itu dan memperlihatkan dua buah cincin yang berkilauan terkena sinar matahari sore. Min Young menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sangat terkejut atas apa yang terjadi secara mendadak ini.

“Nam Min Young, would you marry me?” Kyuhyun mengucapkan magic word itu lalu menelan ludahnya dengan gugup. Bagaimana kalau Min Young menolaknya? Atau Min Young marah karena ia telah mengerjainya habis-habisan?

Selama beberapa detik yang terasa seperti beberapa millennium oleh Kyuhyun, akhirnya Min Young pun membuka mulutnya.

“I do”

2 kata itu membuat Kyuhyun langsung memeluk Min Young dan memutar gadis itu. Confetti berjatuhan dari helicopter itu.

“thank you. I love you, I love you so much” Kyuhyun mencium bibir Min Young didepan ratusan mata yang memperhatikan kedunya dengan envy.

“I love you too” balas Min Young dan Kyuhyun kembali mencium his soon-to-be-wife nya ini. Setelah melepaskan ciuman itu, Kyuhyun mengeluarkan sesuatu lagi dari saku celananya. Sebuah benang merah. Kyuhyun mengaitkan benang itu di jari kelingking mereka berdua.

“aku bersumpah akan menikahimu, secepatnya”

***

Suasana didalam gereja yang bernuansa putih itu sudah mulai ramai. Semua orang sudah duduk ditempatnya masih-masing dan sedang menunggu acara itu dimulai, tamu undangan didalam gereja itu hanyalah keluarga dan kerabat dekat saja, without media. Jadi pemberkatan itu dapat berjalan dengan sacral. Beberapa saat kemudian, seorang MC kenamaan Korea, Kang Hodong maju dan berdiri diatas mimbar.

“selamat pagi para tamu hadirin. Terima kasih atas kehadirannya di acara pemberkatan pernikahan Cho Kyuhyun dan Nam Min Young. Acara ini akan kita mulai. Mari kita sambut kedatangan para pengiring” semua hadirin menoleh kearah pintu dimana pengiring laki-laki akan masuk. Leeteuk masuk pertama dan berjalan dengan penuh karisma, diikuti oleh Heechul, Hangeng, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan yang terakhir Henry. Leeteuk dan 6 member lainnya berdiri di sisi kanan dan sisanya berdiri di sisi kiri. Mungkin inilah pemberkatan pernikahan terunik dengan 14 orang sebagai pengiring pengantin laki-laki. Lalu seorang Ahra pun masuk sebagai pengiring pengantin wanita. Ia terlihat cantik dengan dress satin putih yang panjang tanpa lengan.

“kalau begitu inilah saat-saat yang kita tunggu-tunggu, para hadirin dimohon untuk berdiri untuk meyambut kedatang pengantin laki-laki yang tampan, Cho Kyuhyun” semua hadirin berdiri dan para yeoja disana terpana oleh ketampanan namja itu. Kyuhyun berjalan dengan gagah didalam balutan tuxedo berwarna gading dan didalamnya ia memakai vest yang berwarna emas, ditambah dengan sapu tangan dikantung tuxedonya yang juga berwarna emas. Kyuhyun tersenyum kepada semua orang yang hadir disitu, sebenarnya lebih tepatnya karena ia tidak bisa berhenti tersenyum sejak ia bangun tidur tadi. Kyuhyun berjalan sampai ia tiba di depan altar, dimana seorang pendeta sudah menunggu disana.

“sekarang mari kita sambut pengantin wanita yang cantik, Nam Min Young” sekarang perhatian Kyuhyun maupun tamu disana beralih kearah pintu dimana seorang Min Young berdiri dengan balutan gaun pengantin yang sangat elegant. Gaun itu sangat pas ditubuhnya, menunjukkan lekukan tubuhnya yang indah, gaun itu berlengan panjang dengan bahan brokat dari leher sampai lengannya, sedangkan gaunnya sendiri berbahan silk Thailand berwarna gading. Min Young langsung membuat semua orang yang melihatnya terutama Kyuhyun, terpukau dengan penampilannya. Min Young berjalan dengan menggandeng lengan Chris Wood, ayahnya di Jerman. Chris mengantarkan putri yang sudah dianggapnya sebagai putrinya sendiri sampai didepan altar kemudian menyerahkan tangan Min Young ke tangan Kyuhyun.

“please take care of my daughter. Love her with all love you have” kata Chris dan diberi anggukan yang mantap oleh Kyuhyun. Ia kemudian turun dari altar menuju tempat duduk disebelah istrinya dan Alexander.

Kyuhyun yang sedari tadi tidak mengalihkan sedetikpun matanya dari Min Young, membantu gadis itu naik keatas altar dan mereka berdua menghadap kearah pendeta.

Pendeta itu memberikan khotbah sebentar kemudian mereka sampai pada sumpah pernikahan.

“Cho Kyuhyun, apa kau bersedia untuk menerima Nam Min Young sebagai istrimu dalam sakit maupun sehat, dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan kalian?” Kyuhyun menatap lurus kemata Min Young dan tersenyum.

“aku bersedia” kata Kyuhyun dengan tegas. Plus senyum yang semakin mengembang diwajahnya. Tangannya yang menggenggam tangan Min Young bergetar karena ia merasa terlalu bahagia.

“Nam Min Young, apa kau bersedia untuk menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu dalam sakit maupun sehat, dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan  kalian?” Min Young kali ini tidak bisa menahan air matanya lagi. Ia terlalu terharu dengan semuanya.

“aku bersedia” jawab Min Young dengan setetes air mata yang jatuh ke pipinya. Kyuhyun memakaikan cincin pernikahan yang akan mengikat mereka selamanya itu ke jari manis Min Young dan Min Young juga memakaikannya di jari manis Kyuhyun. Kyuhyun membuka tudung penutup wajah Min Young kemudian mengecup bibir Min Young.

“I love you” bisik Kyuhyun.

“I love you too” bisik Min Young dan keduanya turun dari altar untuk bertemu dengan keluarga dan kerabat mereka.

“hyung!” panggil Kyuhyun kepada Eli yang hari itu sangat tampan dengan tux berwarna hitam.

“Kyuhyun-ah, chukae” Eli memberikan sebuah friendly hug kepada adik iparnya ini.

“oppa” panggil Min Young dan langsung memeluk Eli dengan erat.

“my little sister is grown up. Congratulation Mrs. Cho” Eli mengecup pipi kanan Min Young dan membuat yeoja itu kembali menitikkan air matanya lagi.

“wae? Kenapa pengantin wanita kita yang cantik ini menangis?” kata Eli sambil menghapus air mata Min Young dengan sapu tangan yang dibawanya.

“aku tidak bisa tinggal bersamamu lagi, oppa. Aku pasti akan merindukanmu” kata Min Young berusaha menahan air matanya.

“baguslah, kau akan tinggal dengan suamimu. Pengeluaranku tidak akan membengkak lagi karena porsi makanmu yang banyak” goda Eli dan Min Young memukul lengan Eli. sedangkan Kyuhyun hanya tertawa saja, ia tahu tidak ada gunanya lagi ia cemburu. Toh hari ini Min Young resmi menjadi miliknya sampai selama-lamanya.

“Kyuhyun-ah, dia pemakan segalanya. Kau harus mengeluarkan budget besar untuk pengeluaran makannya” kata Eli sambil berpura-pura berbisik kepada Kyuhyun tapi cukup untuk didengar oleh Min Young. Min Young kali ini hanya tertawa dan mencubit lengan Eli dengan gemas.

“mianhae, aku hanya bercanda Min Young-ah. Aku pasti juga akan sangat sangat merindukanmu. Kalau kau rindu padaku, telefon aku 24/7, ok? Oh iya, kenalkan yeojachinguku” Eli menarik tangan seorang gadis yang daritadi bersembunyi dibalik badannya yang besar. Ada yang bisa menebak gadis itu? Yup, dia adalah gadis yang memberikan bunga di jalanan waktu itu, gadis yang langsung menarik perhatian Eli at the first sight.

“annyeonghaseo, Shin Hyunjin imnida. Chukae untuk pernikahan kalian” kata gadis bernama Hyunjin itu dengan sopan.

“ne” kata Min Young sambil tersenyum. Ia menilai gadis ini adalah gadis yang baik dan dia juga sangat manis.

“chukae juga untuk kalian. Segeralah menyusul kami, hyung” kata Kyuhyun sambil menyikut Eli. Lalu keempatnya tertawa.

“Kyuhyun-ah” tiba-tiba Leeteuk datang dan memberi salam kepada Eli dan Hyunjin sebelum berbisik kepada Kyuhyun.

“sudah waktunya, Kyuhyun-ah” bisik Leeteuk dan Kyuhyun mengangguk.

“Min-ah, sudah waktunya” bisik Kyuhyun lagi ketelinga Min Young. Mereka berdua lalu berpamitan kepada Eli dan Hyunjin. Keduanya bergandengan tangan dan berjalan keluar gereja, disana ribuan ELF sudah menunggu dengan ratusan balon sapphire biru yang langsung diterbangkan begitu pasangan itu keluar. Mereka langsung bersiap-siap dan berteriak secara serempak,

“NAWA KYEORONEJULLE? I DO!”

‘Jika kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya, aku tetap ingin menjadi namjachingumu, aku berjanji aku akan memperlakukanmu dengan lebih baik, aku takkan ragu-ragu mengungkapkan perasaanku setiap hari oh atau setiap jam kalau kau memintanya, aku ingin menikahimu dan menjadi tua bersamamu, dan aku juga akan menjagamu selamanya. Itu janjiku Min-ah, janjiku untuk kesempatan emasku yang kedua’ –Cho Kyuhyun–

The End.

60 pages! Astaga akhirnya ff ini selesai juga :’) mian kalo banyak typo dan kepanjangan, mungkin pada bosen ya? Hehehe kyuna nggak tau nih genrenya masuk songfic atau nggak karena aku masukin 3 lagu disini 🙂 juga soal French kissnya, mian kalo masih ada yang innocent :3 ff ini dipersembahkan khusus buat Ny. MM atas support dan paksaannya, ff ini jadi cepet rampung :*

Thank’s to session!

Thank’s to Kyuhyun, suamiku tercinta yang makin hari makin subur aja badannya XD

Thank’s to semua lagu yang udah nemenin aku ngetik dan mikir buat ff ini 🙂

Thank’s to semuanya yang mau baca sampe abis dan comment. Kritik dan saran sangat diterima :*

Thank’s to to to to to to to you 🙂

 

 

109 Comments (+add yours?)

  1. vanda
    Jun 05, 2012 @ 20:45:47

    endingnya so sweet…
    hwuaa… keren”

    ditunggu FF lainya..

    Reply

  2. vinisa
    Jun 05, 2012 @ 20:51:20

    fanfict yang sangat kereen!!
    selamat karena berhasil membuat saya sebagai pembaca merasa kesal, gemas, marah dan menangis karena ff ini. DAEBAK!!

    Reply

  3. Maorengkyu
    Jun 05, 2012 @ 21:11:03

    Panjaaaaaaaaaaaang sekali bung

    Reply

  4. myeonjanggi
    Jun 05, 2012 @ 21:31:40

    panjaaang bangeeet!! Tapi KEREEEEEN!!!! KYAAA~ kenapa kyu bisa seromantis itu!?

    Reply

  5. Mayleen
    Jun 05, 2012 @ 21:35:03

    i’m speechless,,,
    this story really good,,, an epic story,,,,
    2 thumbs up for you chingu,,,,
    jinjaaa daebakk,,,, jeooooongmaaaal daebak,,,

    Reply

  6. m43yuli
    Jun 05, 2012 @ 21:35:22

    kasih jempol gajah deh buat authornya XD
    keren…feel-nya dapet…cm ada beberapa aja yg pke produk indo 😀
    standing aplause for author *kiss author*

    Reply

  7. AnisClouds
    Jun 05, 2012 @ 21:43:32

    Wow ..
    This very long story ..
    Keren .. Bener” tarik uLur perasaan ..
    D sni Kyuhyun Oppa m.GaLau ria ..
    Haha_
    Walaupun masih ad bumbu eviL ..
    Lucu waktu Kyu Oppa d BuLLy am OppadeuL ..”nado saranghae kyuhyun-ah ..”
    Bawa” kata” tua Lgi *sambiL Lirik Leeteuk Oppa n Sungmin Oppa*haha_
    pkok x keren dah ..
    KLo ibarat makanan itu Makkkknyusssssss ..

    Reply

  8. learnoflife
    Jun 05, 2012 @ 21:45:43

    thor,,, sumpah ya. panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget. tapi, kenapa bastian dikasih uang sih? kan bisa lapor polisi… #detektifgagallgbanyaknanya hehehe…
    eh, jadi min ga ngasih tau keluarga kandungnya? yg dtng ke pernikahan dy keluarga homestaynya?

    Reply

  9. dinny501kyu
    Jun 05, 2012 @ 22:20:45

    akhhh!! Keren abis gila gue baca dari jam 8 malem dan sekarang udah jam setengah 11 wohohoho great!!! Super great!!!!!!!!
    Terus berkarya ya author 😉
    *aku suka adegan kyuhyun jatuh dari helli. Mau liat langsung dong (?)*
    *langsung di tampar sama sparkyu

    Reply

  10. Dhea
    Jun 05, 2012 @ 23:02:45

    So sweet cerita nya thor :),dapet banget feel nya daebak author ^^

    Reply

  11. femilia setioweny sedjatie
    Jun 05, 2012 @ 23:15:33

    Kerennnnn

    Reply

  12. stephanny
    Jun 05, 2012 @ 23:33:59

    ffnya bagus bangett!!! daebak jinja!! :’D
    feelnya dapet, ceritanya mateng banget, author daebak! ^o^b

    Reply

  13. Kim Tae Young
    Jun 05, 2012 @ 23:56:51

    Sumpah KEREN banget..
    udah dech qx bxh nqomonq apha” laqi , ini ff perfect banqet ! S.mogaa author makin sukses bikin ff .. Huaaaaaa…

    Reply

  14. aviqavipelf27
    Jun 06, 2012 @ 00:43:58

    kerennn rupanya authornya udah bikin sequelnya langsung ya hahahaahah 😀
    panjang bgt ya thor ff nya baru pertama kali nie baca ff one shoot sepanjang ini sampai part 10 hahahahahaha 😀
    nice ff thor good job \( ^ O ^ )/

    Reply

  15. Cuapcuap
    Jun 06, 2012 @ 08:40:25

    Daebak thor . So sweet banget, feelnya dapat banget .pokoknya keren deh. Ditunggu karya selanjutnya. Keep writing (^.^)9

    Reply

  16. Gaem
    Jun 06, 2012 @ 09:21:50

    Bagus!

    Reply

  17. VieLeeJiDiGOnew
    Jun 06, 2012 @ 10:16:11

    Ff oneshoot pertama yg panjaaaannnggg…..hehehehe, ceritanya seru,, oh ya, gmn ma ortu angkatnya???? Daebak sangat lah…!!!! Salute bisa bikin ff sperti ini,, Kyu dsini gg terlalu evil, mlah terkesan cengeng….hahahahaha… SUKAAAAAAA!!!?!!

    Reply

  18. chotaehee88
    Jun 06, 2012 @ 10:55:18

    Sukaaaa bgt panjang dan bermakna hehehehe!

    Reply

  19. dynti
    Jun 06, 2012 @ 10:57:05

    Hwaa panjang banget thorr tp daebak!!!
    Keren bangeeet

    Reply

  20. missfishyjazz
    Jun 06, 2012 @ 11:18:00

    panjang abis ><
    tapi sumpah suka banget , konfliknya banyak tapi nggak mbulet 😀
    ceritanya juga logis dan bener" menarik banget 😉
    gaya bahasanya ringan jadi nggak terlalu susah memahaminya 😀

    Reply

  21. resti
    Jun 06, 2012 @ 12:31:48

    kepanjangan thor tp daebak kok
    feel nya dapet pokoknya daebak deh ceritanya 🙂

    Reply

  22. yeia kim
    Jun 06, 2012 @ 13:32:09

    iri pengen bgt punya bkt nlis ff kayak gni…
    asli ffx mengharukan bgt

    Reply

  23. Wiwik dian
    Jun 06, 2012 @ 14:18:26

    Panjang bangatt tapi kereen endingnya…

    Reply

  24. Ulupah
    Jun 06, 2012 @ 15:04:00

    MIAPAPUN INI FF KECE BANGET!!! Aaaaaaaa authooooorr:**** menarik dan wow banget deh :3 terus berkarya ya thor:D

    Reply

  25. Cho Shin Hyeon
    Jun 06, 2012 @ 15:06:39

    Suuuummpeehh thooorr,ni ff mengharukan bangeeett…
    Ngakak pas kyu di godain oppadeul ‘min-ah saranghae’ kkk
    DAEEEEEEBBBBBAAAAKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

  26. Anindiva
    Jun 06, 2012 @ 15:14:19

    Hwaaaaaa…so good !! *speechless* bagus bgt! Seriusan..hah,bingung mau ngluarin kta” yg bgus lg buat ff ini. 🙂

    Reply

  27. Red
    Jun 06, 2012 @ 15:38:56

    Kepanjangan buat ukuran oneshot thor…….

    Reply

  28. Kys
    Jun 06, 2012 @ 15:46:39

    Wah daebak thor.. Buth 8 jm aq bcanya.. Kekeke.. #Lebay, tpi aq ska, cz langsg tamat.. Buat lgy ya..

    Reply

  29. Mrs.shfly
    Jun 06, 2012 @ 16:02:51

    i didn’t knew what is should i do.. i really amazed . i smile. i laugh . i cry , and i pissed off . oh gosh !!!! the story is so cool,and i enjoyed..thank you very much thor …

    Reply

  30. Kim saera snowers
    Jun 06, 2012 @ 16:41:23

    Butuh 3 jam lebih untuk baca ni ff *apa aku yg lama baca nya y? *

    Reply

  31. cia
    Jun 06, 2012 @ 16:46:56

    kereeeen…
    aku suka banget ama cerita nya…
    cinta nya kyuhun dalam banget…
    jadi pingin dapat pacar yang kayak kyu…hehehehehehe

    Reply

  32. Hara
    Jun 06, 2012 @ 17:50:36

    woooowwwww,,,, gilaaa…. panjang banget… tapi ceritanya sangat sangat bagus…

    Reply

  33. sujuamour
    Jun 06, 2012 @ 18:14:19

    waow,, it;s very long story.. but, i enjoyed it..
    gomaweo atas ceritanya.. bikin sequel dong,, hhe 🙂

    Reply

  34. Elsa (@elsamrntk)
    Jun 06, 2012 @ 18:55:37

    WOW ! DAEBAK ! Ini ff oneshot terpanjang yang pernah saya baca sepanjang eksistensi saya loh haha/plak! Author nya bener2 keren deh ff nya ampe 60 lembar gitu, typo nya juga dikit (atau gak ada ya) hehe. Konflik nya juga bisa buat emosi yang baca turun naik keke~ Pokoknya daebak deh!! Ditunggu ff yang lainnya ya 😉 Fighting^^

    Reply

  35. party cho
    Jun 06, 2012 @ 19:40:24

    wahhhhhhhh pjng bgt ne ff….but over all that’s great…..daebak thor……

    Reply

  36. Chimaeraley
    Jun 06, 2012 @ 21:32:16

    Huwaaa,.. It’s So loonggg, berasa nntn mini drama.
    Totally, i like this story. Terkandung pesan, betapapun qt tdk menyadari arti pntgnx seseorang, smuanx akn terasa bgt nyata ktk qt kehilanganx.

    Reply

  37. kimchi1234tompel(raay)
    Jun 06, 2012 @ 21:38:25

    Aigoo maybe ini ff terpanjang yang ada :3

    Reply

  38. tessaa
    Jun 06, 2012 @ 22:12:44

    daebak daah. keren banget thor. aku baca ini di sela-sela belajar buat ukk besok *siapa yg nanya* bikin penasaran. ditunggu ff selanjutnya. ^^
    dan salam kenal buat semuanya dan author ^^v

    Reply

  39. kyu's
    Jun 06, 2012 @ 22:14:37

    KEREN BANGET YA AMPUN!!!!!!!!!!!!! DAEBAKKK!!!!

    Reply

  40. Sitzal
    Jun 07, 2012 @ 05:11:41

    HuWaAaA, , , ,
    crita yang sangat bgus. ! I’m very like it. . . ! ! Make other again. . . . ! !

    Reply

  41. TeukYeMIng
    Jun 07, 2012 @ 12:21:38

    panjjjjjjjjjjjjjjjjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang tapi suka ><
    aigooo,,,daebak! 4 thumbs for author!

    Reply

  42. arra
    Jun 07, 2012 @ 15:16:07

    Woaaaah happy ending^^

    Q sampe nitikin aer mata,,:'(

    Daebakk!!

    Reply

  43. Me
    Jun 08, 2012 @ 07:44:12

    WOW,, panjaaaang….
    Tp keren bgt crtanyaaaa…….

    Reply

  44. @Rani_ELFamous
    Jun 08, 2012 @ 17:45:02

    kyaaaaaaaaaa cenat cenut bacanyaaa Y.Y

    Reply

  45. cho_chanchan
    Jun 08, 2012 @ 23:13:27

    huaaaa..
    akhirnya selesai juga baca ff ini..
    butuh waktu 3 hari untuk baca ff ini..
    halangannya bnyak banget.. -_-

    Reply

  46. farhana fishy
    Jun 09, 2012 @ 18:53:08

    Wah bgus bgt endingnya. Aq kira ptus bnran 😦
    Ternyata blikan lg.
    Kren critanya ada konfliknya jd gk bsenin.
    Bgus2.daebak/cool/smart deh buat author (^•^)p
    Keep writing thor. Fighting 🙂

    Reply

  47. chocoFin
    Jun 09, 2012 @ 23:32:42

    aaaa….so sweet
    kirain bakalan putus beneran..
    taunya happy ending : )
    nice author,daebak -___^

    Reply

  48. Jin-Nyet
    Jun 10, 2012 @ 01:37:20

    huuaa,,, keren..
    hebat banget sctingnya si Kyu untuk melamar Min Young..
    whhaaaa…..

    Reply

  49. fitriani izzati
    Jun 10, 2012 @ 02:29:21

    WOOOOOOWWWWW!!!!!!! TWO THUMBS FOR AUTHOR!!!!!
    #speechless

    Reply

  50. Hee_addicted
    Jun 10, 2012 @ 05:27:23

    satu kata buat author “DAEBAK!!!”

    Reply

  51. Puja Indah Geani
    Jun 10, 2012 @ 07:08:23

    kereeeeeen (y)
    Kyuhyun nya bener bener bikin khawatir -__- pake acara pendaratan nya gk gagal lagi ckckckckck
    btw ffnya panjang itu 60 pages kan yah? gila! berapa hari tuh ngetiknya??
    sekali lagi deh ffnya bener bener kereeen (y)
    sequel dongss #plakk

    Reply

  52. bnvt
    Jun 10, 2012 @ 10:01:19

    Huaaaaaaaaaaaa!!! Bagus banget ff nya….!! >.<
    DAEBAKKKKKK!!! 😉

    Reply

  53. ninachrisna
    Jun 10, 2012 @ 13:25:55

    Happy ending
    \^o^/

    Reply

  54. Anandra
    Jun 10, 2012 @ 15:44:42

    Seru banget cingu !

    So sweet banget endingnya !
    Sama ngakak baca yang pas si kyuhyun ngelamar si Min Young..

    Nice ff cingu ! 😀

    Reply

  55. Melloy
    Jun 10, 2012 @ 16:01:56

    Jeongmal daebak !!!!!!!!!!!!!!
    aku menghayati bgt pernikahannya …

    Reply

  56. raraa
    Jun 10, 2012 @ 21:17:39

    ffnya bagus saya sukaa :))

    Meskipun oneshoot , tp ceritanya lengkap to the point langsung gag bertele tele heheh, terus ngungkapin perasaanya jg dapet dr sedihnya dapet , gregetnya dapet waktu bahagianya juga dapet

    Ditunggu FF yng lainnya ya 🙂

    Reply

  57. raraa
    Jun 10, 2012 @ 21:20:15

    ffnya bagus saya sukaa :))

    Meskipun oneshoot , tp ceritanya lengkap to the point langsung gag bertele tele heheh, terus ngungkapin perasaanya juga dapet dr sedihnya dapet , gregetnya dapet waktu bahagianya juga dapet
    Ditunggu FF yng lainnya ya 🙂

    Reply

  58. parkhyera
    Jun 10, 2012 @ 23:37:31

    beuh..
    wlwpn bnyak scene yg mnrutku ga nyambung ama knfliknya n membuat i2 kpanjangan, tp for all Daebak!!

    Reply

  59. Dinda Rozalina Rutri (@Dinda_elfbana)
    Jun 10, 2012 @ 23:45:20

    daebaaaaaaaaaaaaaaak 🙂
    ff nya kereeeeeeeeeeeeeen yo!!

    Reply

  60. ChoRaeSang
    Jun 10, 2012 @ 23:48:04

    demi apa… kyu romantis banget.. mau mati bacanya

    Reply

  61. mazaya almas
    Jun 11, 2012 @ 00:20:30

    author jahat -.- aku nangis terus nih. KEREEEEEN ><

    Reply

  62. choireri
    Jun 11, 2012 @ 11:41:12

    Ff oneshoot terpanjang yg pernah aku baca…
    Kerennn bgt…

    Feelnya dpt
    Kesel, marah, seneng dan rada envy saamaaa adegan romantisnyaaa
    Omooooooo
    They are so cute couple

    Long last ya oppa
    😀

    Reply

  63. Vie
    Jun 11, 2012 @ 13:29:35

    wahhh…benar2 ff yg puanjang. But kerreeeeeeeeeen…

    Daebak!

    Reply

  64. Cellin
    Jun 11, 2012 @ 16:04:43

    Ceritanya bagus, tapi puanjaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget
    Min, blh copass ga?

    Reply

  65. Kiki
    Jun 11, 2012 @ 16:11:23

    Gatau kenapa malah nangis di ending T^^T jd ngebayangin our oppars need to get married ToT ok i cant even handle my tears if talking abt SJ future life and wife.

    Reply

  66. Irena Natasya Cho (@chokyuren)
    Jun 11, 2012 @ 18:46:29

    🙂

    Reply

  67. Hyo Eun
    Jun 11, 2012 @ 20:13:54

    thor ini bener2 long long long long oneshoot..tapi keren thor ! jempol dah :))

    Reply

  68. Lee Haelan
    Jun 11, 2012 @ 23:22:53

    ff’y keren bangeeeeet chingu..
    walaupun sangaaaaat panjang, tapi ni ff bener” sangat lengkap + komplit…
    aku suka banget,,.. ampe dibaca berkali”…. >_<

    Reply

  69. min kyu
    Jun 11, 2012 @ 23:34:19

    10 jempol buat author. sumpah ffnya keren banget.fill nya dapet banget..aku ampe ngakak dan nangis gara2 baca ff ini….*ngga ada yang nanya*.
    조 규현 di sini romantis banget..pingin deh punya pacar kaya kyu oppa.
    사랑해 규 오빠. ..
    Btw ditunggu karya selanjutnya yah…Author kalau ada ff baru kabarin yah…ke email ku.soalnya aku ga sabar buat baca ff nya author yang selanjutnya 🙂 ….
    감사함니다….

    Reply

  70. min kyu
    Jun 11, 2012 @ 23:37:06

    10 jempol buat author. sumpah ffnya keren banget.fill nya dapet banget..aku ampe ngakak dan nangis gara2 baca ff ini….*ngga ada yang nanya*.
    조 규현 di sini romantis banget..pingin deh punya pacar kaya kyu oppa.
    사랑해 규 오빠. ..
    Btw ditunggu karya selanjutnya yah…Author kalau ada ff baru kabarin yah…ke email ku.soalnya aku ga sabar buat baca ff nya author yang selanjutnya 🙂 ….
    감사함니다…. he..he..he..

    Reply

  71. Devie park
    Jun 12, 2012 @ 00:52:10

    Sumpah y sepertinya ini FF pertama yg bnr2 daebak daebak daebak dr smua yg aku baca. Brasa beneran kayak nonton film.
    Ktwa2 wktu smua member SJ ngbully kyuhyun#wkwkwkwkwk
    sumpah deh ni FF hebat bgd. Coba ada video nya y^^

    Reply

  72. Friska d'gaga
    Jun 12, 2012 @ 07:12:15

    Woah, i really touched with this ff.
    So amazing, guys!
    I like it thor.

    Reply

  73. SeungRa
    Jun 12, 2012 @ 12:26:10

    GILLEEHH KEREN SEKALIII!!! >< SAMPE NANGIS T^T
    apa lagi ada UKISS oppadeul disini!!! makin keceeehhh..

    this is just out of awesome.. btw, can i have ur personal blog so i can read your other fics? gooshh… it's AWEZOOMMEEYYY!!!

    Reply

  74. kyung17
    Jun 12, 2012 @ 13:23:04

    60pages?! I even skip some part XD
    But it’s really great! jjang!

    Reply

  75. Toko Baju Korea
    Jun 12, 2012 @ 13:40:54

    Panjaaaaaaaaang bgt tapi seru abis….two thumbs up!!!

    Reply

  76. Henif daru utami
    Jun 12, 2012 @ 15:31:51

    Huwaaaa….. So sweet bangettt…
    Bikin orang tersentuh sama ceritanya, kisah cinta dengan happy ending 🙂
    jadi terharu waktu kyuhyun dipukuli sama preman2 bastian 😥
    tapi akhirnya berakhir dgn happy ending
    ditunggu fanfict lainnya thor 🙂

    Reply

  77. trya001
    Jun 12, 2012 @ 15:44:12

    eoooniiiii-ahhh .
    ff’y bner” kereeeennn .
    baru pertama kali ini aq baca ff oneshoot yag super duper panjang .
    tp jg gag ngbosenin .
    slalu ad konflik d setiap bagian’y , jd bkin ff’y mnarikkk bgt . hohoho
    10 jempo deh buad eooniii . kekekke

    Reply

  78. imldy
    Jun 12, 2012 @ 21:32:37

    ff oneshoot terpanjang yang pernah aku baca hohoho
    Woaah terimakasih banget deh sama ff ini dari unmood garagara sesuatu terus ambil hp lanjut baca ff ini lgsng mood nya comebck dan berakhir dengan senyum senyum sendiri mihihihi *curcol* #plook
    thor keep writing nee ! Jjang !!! ^^

    Reply

  79. ami
    Jun 13, 2012 @ 02:17:08

    good job thor ^^

    Reply

  80. vinni song
    Jun 13, 2012 @ 19:24:44

    one shot?
    butuh 2 hari buat baca ff ini.
    tapi bagus, i like it

    Reply

  81. Ningrumjae
    Jun 14, 2012 @ 06:16:16

    Bagus!! Tapi kebayang klo cerita ini beneran -_-
    Sekali lagi, bagus cerita ^^

    Reply

  82. Amie Mariana
    Jun 14, 2012 @ 06:19:36

    Waah..
    Keren BGT ff’a!!
    Iihh.. Harus’a Kyuhyun Marriednya sama Aq..
    endingnya Bagus baget..
    Berhasil membuat diriku menitikan air mata..!

    Reply

  83. Han Eun Won
    Jun 14, 2012 @ 11:23:28

    Keren… so sweet banget chinguu……
    🙂

    Reply

  84. ♥Riski IseL Laelani♥ (@iselkyuyewon)
    Jun 14, 2012 @ 22:05:57

    Keren pake banget !! walaupun panjang dan menghabiskan banyak waktu tapi semuanya terbayar ^^ terbayar sudah rasa penasaranku ini .. endingnya so sweet (: di tunggu FF selanjutnya .. kalo bisa jangan panjang2 yah xP

    Reply

  85. haebum
    Jun 14, 2012 @ 22:24:16

    sumpah ini ff ter-loooooongg shot yang pernah saya baca , ampe ke kamar mandi dulu *komen ga penting*

    perjuangan seorang kyuhyun mencari cinta , heheheheheh

    Reply

  86. Kim Hyora
    Jun 15, 2012 @ 01:55:48

    Demii thoorrrrr~ aduhh~~~ FF ini bener bener bikin aku spechless oww!!!!!! CHO KYUHYUN!! aaa~~ romatiss
    pengen dilamar kayak gitu jugaaa >,< aigooo,,, aku jantungan bacanyaa!!
    daebakdaebakdaebakk!!!!
    Keep writing thor 😀

    Reply

  87. Ryena
    Jun 16, 2012 @ 21:11:27

    Aaaaa daebbak! Alurnya yg panjang bener mengisahkan perjalanan cinta kyu yg panjaaang & berliku-liku, wkwk XD keep writing ya thor, besok2 dikurangin ya typo nya 😉

    Reply

  88. siska
    Jul 24, 2012 @ 12:02:47

    Aaaaa…
    Romantis banget authorr..
    Terharu dicampur iri 😦 🙂

    Reply

  89. Nettaelfish
    Aug 06, 2012 @ 00:06:52

    DAEBAK! romantis banget…andai aku cwe nya *pingsan

    Reply

  90. Kireitami Ayu Viani© (@kireitamiayu)
    Sep 26, 2012 @ 20:00:21

    Kyu romantis banget 😀

    Reply

  91. Trackback: I’m Attached With You « Superjunior Fanfiction 2010
  92. rhisukha27
    Nov 27, 2012 @ 16:42:53

    Ff ter-long(?) yg pernah aku baca,sebulumnya bru pernah baca yg oneshoot 50 page,tapi ini 60 pages!!
    Huwooowww amzinggggggggg!!!
    Alur ceritanya juga kerenn!

    Reply

  93. Monmiss
    Jan 31, 2013 @ 14:48:57

    Daebbak!! lanjutin cerita yang lain.. 😛 MM? nugguya? ._.

    Reply

  94. @salmaayu1
    Feb 09, 2013 @ 23:22:50

    keren, bener2 keren thor !!
    ampe kebawa suasana nih 😉
    daebak deh ^^

    Reply

  95. zerofour4
    May 02, 2013 @ 05:39:57

    Kereeeeenn ! Boleh minta wordpress yang buat ga ?

    Reply

  96. wannabsilver
    May 08, 2013 @ 07:53:34

    Endingnya menyentuuuhhh :’)

    Reply

  97. bungaiw
    Jun 25, 2013 @ 06:57:50

    WOAH!! Bener bener long long long long oneshoot .. Endingnya keren banget ! 😀 keep writing thor (9′-‘)9

    Reply

  98. fishanchovy
    Jul 01, 2013 @ 04:58:16

    Cukup 1 kata aja. KEREN hahahahaha xD

    Reply

  99. lita
    Dec 28, 2013 @ 16:18:19

    Beneran panjaaaaaaaaang ya.. Daebak lah pokoknya. Ditunggu judul lain. Happy writting.

    Reply

  100. Trackback: [Fanfiction] Second Golden Chance | Irena Natasya
  101. evay13
    Jun 12, 2014 @ 15:52:14

    panjang~ sampe butuh 2 hari untuk baca(?)
    keren ceritanya~

    Reply

  102. Friskilla
    Aug 02, 2014 @ 20:00:28

    OMG ff nya keren banget!!!!! FF one shoot terpanjang yang pernah ku baca sekaligus terkeren!!!

    Reply

  103. Kimy Chee
    Sep 02, 2014 @ 21:00:10

    Wew, very long long long long shoot. Udah dikasih tau sama authornya, tapi gak nyangka sepanjang ini wkwk

    Reply

  104. mayang
    Jan 13, 2015 @ 23:30:53

    gw baca ff nie dr jam 22:30 sampe jam 23:25 ,. DAEBAK ,. ,, panjanggggggggggggggggggg bangeetttttttttt
    :O
    aq pikir masih bsa loh dibikin lebih panjang lgy , konflik nya masih bsa ditambah lg , ahh jd chapter aja , kkkkkkkk
    seneng kesel sedih komplitt pke telor deh nie ff ,PUASSSSS bgt >.<
    wah ada teuksora dibahas , yippie i'm teuksora shipper / gg ada yg nanya / *abaikan KEREN LAH aq nobat kan ff ini jd ff terpanjang sepanjang sejarah aq bca ff *LebayModeOn *sambittttttt
    aihh aihhh cho kyuhyun ngelamar nya to tweetttttt bingittsss *alayGw
    *ComentAbsurd :p

    Reply

  105. intan
    Apr 23, 2015 @ 01:27:35

    aigooo really long one shoot fanfiction fiiuuhhh romantis sekaliiiiii… aku sampe terharuuuuu :’) buat ff kyu yg lsinnya juga yaaa aku tunggu ♡♡

    Reply

  106. JoJaeHee
    Aug 18, 2015 @ 20:14:25

    DAEBAAAKKKKKKK CERITANYA GA SIA-SIA NGEBO DI KAMAR DARI SIANG SAMAPE SEKARANG CUMA NYELESAIIN BACA INI FF :))))))))))))))) KETAR-KETIR BACANYA, GREGET, TERIAK-TERIAK, SENYUM-SENYUM SENDIRI DAN PENUH KEJUTAANNN 😀 CHUKHAE YAAHH BUAT KYUHYUN & MINYOUNG AKHIRNYA NIKAH JUGAA ❤ ❤ ❤ TERUS SEMANGAT NULIS CERITA-CERITA BAGUS KAYA CERITA INI 🙂 BIG LOVE FOR YOU AUTHOORRR ({}) DITUNGGU NE KARYA SELANJUTNYAAAA ^_^

    Reply

  107. anicaaa
    Nov 29, 2015 @ 09:34:27

    Lagi ngubek2 terus nemu nih FF. Aaaa >_< sumpah ini sosweet banget, berasa terbang bacanya *alay :v
    Over all semuanya bagus DAEBAK!!!! Jjangg :*

    Reply

  108. tary sa
    Dec 07, 2015 @ 07:45:07

    Ahhh bca ini sampai 2 hari… So sweet ^^

    Reply

  109. merk gorden rumah sakit
    Jul 26, 2018 @ 07:11:09

    Thɑnk үou fоr anotһer excellent post. Ꮃhere elsе mɑy jᥙѕt anyone get that kind
    ᧐f infοrmation in ѕuch а perfect manner of writing?
    I hɑѵe a presentation next weeҝ, and I am at the search
    foг such info.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: