[FF Of The Week] Will You..? (Sequel of Miss You)

 

Author :: stillthirteen13
Tittle :: Will You..? (Sequel of Miss You)
Genre :: Romance
Tags :: Cho Kyuhyun, Lee Sora (OC)
Rating :: T
Length :: One Shoot

Readers.. masih ingatkah dengan FFku yang judulnya Miss You? Semoga masih inget ya.. Banyak yang bilang kalau FFku itu perlu sequel yang ngejelasin tentang hubungan Kyuhyun sama Sora. Dan.. inilah dia!
Happy reading.. ^^

Sora POV
Aku mengerjapkan mataku dan menyadari bahwa aku sudah berada dikamarku. Dan siapa ini? seseorang sedang duduk disampingku sambil memelukku. Kepalaku juga tepat berada diatas dadanya yang bidang. Apakah..
aku berhitung dalam hati. 1..2..3.. kutengadahkan kepalaku.
“ kau sudah bangun? “ ujarnya. Aku tersenyum dan air mataku menetes. Kugigit bibir bawahku agar tangisku tidak pecah begitu saja. Dia mengendurkan pelukannya dan semakin membuat jarak hingga kami kini saling berhadapan.
Noda itu. Melihat noda di bajunya itu membuatku merasa bodoh dan hancur disaat yang bersamaan. Kehangatannya sama. Kelembutannya sama saat menyapaku. Tapi dia bukan kakak. Dia bukan Lee Donghae. Dia adalah Cho Kyuhyun. Dokter yang selalu menjagaku selama lima tahun ini. Kakak benar-benar sudah tidak ada disampingku. Aku tersenyum pahit dan mengangguk untuk menjawab pertanyaannya.
“ kecewa? Aku paham.. sangat paham. “ dia kembali memelukku dan mencium puncak kepalaku. Ya aku sangat kecewa. Kenapa bukan kakak? Kenapa semua yang baru saja kulalui bukanlah sebuah mimpi? Kenapa harus seperti ini? Oppa.. aku merindukanmu. Aku sungguh sangat sangat merindukanmu, Donghae oppa…

“ Dokter..kau akan menjagaku kan? “ tanyaku lirih. Telapak tangan yang hangat itu meraih daguku, mengangkatnya hingga kini kami saling bertatapan. Tangan yang satunya menyeka air mataku, lalu disana..diwajahnya..terukir sebuah senyuman yang lembut.
“ Bukankah aku tadi sudah bersumpah? “ pria itu menjawab dengan sebuah pertanyaan yang aku sendiri tahu jawabannya. Aku mengangguk lemah dan melingkarkan tanganku dipinggangnya, kembali merasakan hangatnya tubuh pria itu. Entahlah, aku tidak merasa canggung sedikit pun saat ini karena jika diingat-ingat..aku sudah berada didekat pria ini dalam kurun waktu yang cukup lama. Lima tahun.
“ Tapi kau harus ingat, aku bukan kakakmu yang setiap detik selalu ada disampingmu. Setidaknya, beberapa jam dalam dua puluh empat jam, kau harus bisa menjaga dirimu sendiri. Tepatnya ketika aku tidak sedang berada disampingmu. “ tuturnya sambil membelai puncak kepalaku. Aku bisa merasakan detak jantungnya, dadanya yang kembang kempis ketika bernafas, bahkan aku bisa mendengar dengan jelas suaranya saat ia menelan ludahnya, merasakan jakunnya yang naik turun. Merasakan deruan nafasnya yang meskipun tidak sehangat kakak, tapi itu cukup membuatku merasa tenang.
“ Keundae..untuk beberapa jam kedepan, bisakah dokter menemaniku disini? “ tanyaku yang terdengar seperti memohon. Kurasakan, dokter Cho sedang menghirup aroma rambutku. Meletakan dagunya didepan keningku, bahkan permukaan bibirnya menyentuh keningku.
“ Jangan panggil aku dengan sebutan dokter terus, sudah berapa kali kukatakan padamu agar memanggilku Kyuhyun? “ tuturnya. aku menggeleng pelan tanpa melepaskan pelukanku.
“ Shireo. Usiamu dan usiaku terpaut cukup jauh. 4 tahun. Mana boleh aku memanggil namamu tanpa embel-embel op..pa.. “ lagi-lagi aku merasakan sakit saat menyebut kata oppa. Membuatku kembali mengingat sosok Donghae oppa. Membuatku merasakan sakit ditenggorokanku karena orang yang biasanya kupanggil dengan sebutan itu kini telah tidak ada didunia ini lagi. Membuatku lagi-lagi harus menerima kenyataan bahwa kakak laki-lakiku itu sudah tidak ada disudut bumi manapun lagi.
Dokter Cho mengeratkan pelukannya seakan tahu apa yang kini aku rasakan.
“ Karena itu, aku tidak ingin kau menambahkan embel-embel itu. Sudahlah, kau boleh memanggilku dengan sebutan apapun. “ ujarnya dengan lembut. Dia melepaskan pelukannya sesaat, menyandarkan tubuhnya disisi ranjang kemudian kembali menarikku kedalam pelukannya.
“ Aku akan menemanimu sesuai permintaanmu tadi.. tidurlah, kau nampak lelah. “ katanya yang kujawab dengan anggukanku. Kupejamkan mataku, namun rasanya sulit untuk tidak memikirkan Donghae oppa. Aku merindukannya. Aku merindukan suaranya, sentuhannya, kecupannya dikeningku, gelak tawanya, nada bicaranya yang selalu terdengar lembut sekalipun ia sedang memarahiku. Aku ingin merasakan semua itu lagi. Meskipun hanya sepersekian detik, aku ingin merasakan telapak tangannya itu. Meskipun hanya sesaat, aku ingin melihat wajahnya. Meskipun hanya sekejap, aku ingin melihat senyumnya. Meskipun hanya samar-samar, aku ingin mendengar suaranya. Meskipun tidak mungkin…. aku ingin memilikinya kembali.
“ Donghae oppa~ “ lirihku sambil meremas kemeja dokter Cho. Untuk kesekian kalinya, aku kembali terisak.
“ Soie-ya.. sampai kapan kau akan seperti ini? aku ini juga manusia biasa yang bisa jengah akan sesuatu hal.. dan kuharap kau bisa berusaha menjagaku agar aku tidak merasakan hal itu saat aku disampingmu.. jangan sampai aku melanggar sumpahku karena aku jengah pada sikapmu itu. perlahan, kau harus terima semuanya.. Kau harus hidup dengan baik Soie-ya.. karena demi kau, kakakmu itu rela melakukan apapun. “ isakanku terhenti seketika, kudorong tubuhnya.. membuatku terlepas dari dekapannya yang tiba-tiba tidak sehangat tadi. Kutatap wajahnya lekat sambil menutup mulutku dengan punggung tangan kananku.
“ Waeyo? Belum dua puluh empat jam setelah kau bersumpah akan selalu menjagaku. Dan belum sampai satu jam kau meyakinkanku bahwa sumpah itu tidaklah main-main. Lalu sekarang..kau mengatakan kau hanyalah manusia biasa yang bisa melanggar sumpahmu kapan saja? Kalau memang seperti itu, lupakan sumpahmu itu. Lagi pula, Donghae oppa sudah tidak ada, kau bisa melupakan janjimu padanya. “
“ Kenapa kau berpikir seperti itu, Soie-ya? demi tuhan, bukan itu maksud ucapanku. Aku hanya ingin kau jadi gadis yang lebih kuat dan tegar. “
“ Tapi ini bukan saat yang tepat. Kau tahu aku sangat—“ tiba-tiba saja namja itu meraih belakang kepalaku, mengangkat sedikit wajahku dan dalam sekejap, bibirnya melekat sempurna diatas bibirku. Ia hanya menempelkan bibirnya dengan lembut seolah aku ini benda yang sangat rapuh. Seluruh syarafku terasa mati. Aku tidak bisa menggerakan tubuhku. Aku hanya bisa memejamkan mataku dan meletakan kedua telapak tanganku didadanya. Merasakan perasaan hangat yang perlahan namun pasti menjalari seluruh tubuhku.
“ Mianhae.. Jangan berkata yang tidak-tidak. Sumpah demi apapun, bukan itu maksud ucapanku. Sungguh. “ ujarnya setelah perlahan ia melepaskan bibirnya dari bibirku lalu menatapku lekat-lekat. Tangannya kembali menghapus air mataku yang entah sejak kapan sudah membanjiri pipiku.
“ Tapi tadi kau bilang—“
“ Maaf.. kau tahu? Kosakataku ini memang payah. Aku tidak pandai dalam merangkai kata-kata hingga sering membuat orang salah paham. Percaya padaku, semua maksud dari ucapanku tadi adalah karena aku ingin kau menjalani hidupmu ini dengan baik, tidak terus tenggelam dalam kesedihan dan buktikan pada kakakmu bahwa perjuangannya selama ini dalam merawatmu tidaklah sia-sia. Kau harus jadi gadis yang kuat meskipun fisikmu lemah. Err..apa kau mengerti maksud ucapanku yang sekarang? “ wajah yang tadinya nampak serius tiba-tiba berubah ragu. Mungkin dia takut aku salah paham lagi. Kutarik kedua sudut bibirku dan mengangguk.
“ Aku mengerti.. “ jawabku pelan. Tiba-tiba saja aku merasakan seluruh oksigen diruangan ini lenyap entah kemana. Jantungku berdetak cepat dan kepalaku terasa berat. Pandanganku semakin mengabur dan samar-samar aku mendengar suara dokter Cho yang memanggil namaku. Dadaku semakin terasa sesak hingga beberapa detik setelahnya..semua menjadi gelap. Hitam pekat sama seperti saat aku belum bisa melihat.

-oOo-

Kurasakan hangatnya sinar matahari yang menerpa kulit wajahku. Perlahan, kubuka mataku dan menyesuaikan pandanganku dengan silaunya cahaya matahari. Kutatap langit-langit yang berwarna agak kecoklatan, dan aku yakin saat ini aku berada dikamarku. Dan lagi-lagi aku tidur sendirian diatas kasur berukuran king size ini. Semenjak lima tahun lalu, sosok itu memang tak lagi tidur disampingku. Tiga tahun pertama karena tiba-tiba sosok itu menghilang dan berada ditempat yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah ini tanpa sepengetahuanku. Setahun berikutnya karena sosok itu harus kembali meninggalkanku untuk pergi ke tempat yang wajib didatangi para kaum lelaki berkewarganegaraan korea. Dan setahun berikutnya karena sosok itu benar-benar hilang entah kemana. Hilang ditelan bumi dan hanya menyisakan sebuah pusara yang menandakan bahwa sosok itu pernah ada didunia ini. Menandakan bahwa seorang Lee Donghae pernah jadi bagian kecil dari jutaan bukti bahwa kehidupan itu ada. Pusara itu juga menjadi bukti nyata bahwa kematian adalah akhir dari siklus kehidupan yang tidak bisa dihindari.
Aku tersenyum pahit saat teringat bahwa aku baru menerima kenyataan pahit itu setahun setelah kepergian Donghae oppa. Aku memandangi seluruh sudut kamar ini saat aku menyadari sesuatu.
“ Dokter..? “ panggilku sambil berjalan mencari sosok itu. Semalam dia menemaniku.. iya kan?
Kulangkahkan kakiku keluar kamar, menjelajahi setiap inci sudut rumah ini untuk mencari namja itu. Tapi sebanyak apapun aku mengitari rumah ini untuk mencarinya..aku tetap tidak menemukannya.
Aku bergegas masuk ke kamar, mengambil pakaianku lalu langsung menghambur kedalam kamar mandi. Setelah selesai membasuh tubuh dan berpakaian, aku menatap cermin. Menyisir rambutku lalu berlari menuju pintu utama. Memakai sepatu flat berwarna putih dan berlari meninggalkan rumahku setelah sebelumnya mengunci pintu rumah kecil namun penuh kenangan itu.
Aku menghentak-hentakan kakiku sambil sesekali melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kiriku, tak sabar menunggu bus yang akan membawaku ke rumah sakit. Akhirnya bus itu datang. Aku menelusup ditengah ramainya penumpang bus, tak peduli dengan tatapan-tatapan sinis saat aku menerobos kerumunan orang tersebut demi mendapatkan posisiku sekarang.
Jarum panjang jam di tanganku sudah bergeser 180 derajat dari titik sebelumnya. Sudah 30 menit bus ini melaju diatas aspal dan aku pun sampai di tempat tujuanku. Aku segera turun dan sedikit berlari untuk mencapai pintu masuk Seoul hospital tempat aku bekerja itu.
“ Kyuhyun-ah! “ aku melambaikan tanganku kearah dokter muda itu. dia menatapku lalu berjalan mendekatiku.
“ Suster Lee.. bisakah anda menjaga sikap anda? Panggil aku dokter Cho. “ ujarnya dingin. Aku mencelos saat mendengar kata-kata yang meluncur dari mulutnya itu.
“ M..mwo? Tapi bukankah kau—“
“ Lihatlah bagaimana tatapan seluruh karyawan rumah sakit ini sekarang. Apa anda ini tidak pernah belajar tentang sopan santun, tata krama dan semacamnya? “ apa yang terjadi pada namja ini? kenapa dalam hitungan jam, dia berubah menjadi orang yang tidak kukenal.
“ ..Apa maksud ucapanmu, dokter Cho? “ kulihat pria didepanku ini memejamkan matanya sambil menghirup udara dalam-dalam. Wajahnya terlihat serius. Tapi kuharap dia sedang main-main saat ini.
“ Baiklah.. kita perjelas semuanya sekarang juga. Aku telah menimbang-nimbang keputusanku semalam. Kurasa..bersumpah untuk menjaga seseorang seumur hidupku..itu adalah hal yang konyol. Aku harus tetap menjalani hidupku sebaik mungkin sekaligus menjagamu..bukankah itu sedikit banyak menyulitkanku? “ jawabnya dengan rentetan kata-kata yang semakin membuatku tidak mengenali dirinya saat ini.
“ Maaf.. kau tahu? Kosakataku ini memang payah. Aku tidak pandai dalam merangkai kata-kata hingga sering membuat orang salah paham. Percaya padaku, semua maksud dari ucapanku tadi adalah karena aku ingin kau menjalani hidupmu ini dengan baik, tidak terus tenggelam dalam kesedihan dan buktikan pada kakakmu bahwa perjuangannya selama ini dalam merawatmu tidaklah sia-sia. Kau harus jadi gadis yang kuat meskipun fisikmu lemah. Err..apa kau mengerti maksud ucapanku yang sekarang? “ ucapannya semalam kembali terlintas dipikiranku.
“ kosakatamu buruk, tuan Cho.. bisakah kau mengatakannya dengan bahasa yang sedikit lebih sederhana agar aku tidak salah paham? “
“ kau mengerti maksudku, suster Lee. Aku yakin kau paham. “ mataku terasa panas saat mendengar jawabannya. Ya. aku mengerti ucapannya itu. tapi kenapa? kenapa tiba-tiba ia mencampakan aku?
“ ..jadi kau ingin menarik sumpahmu itu? “ tanyaku sambil menundukan kepalaku dalam-dalam. Aku tidak ingin dia melihatku menangis.
“ bingo. “ sontak aku menengadahkan kepalaku. Menatapnya tak habis pikir. Apa yang merasukinya saat ini? Bagaimana bisa dia bicara sesantai itu?
“ kau.. “
“ Aku ini juga manusia biasa yang bisa gegabah dalam mengambil keputusan, dan kurasa itu yang terjadi padaku semalam. Dan lagi..meskipun aku tetap mempertahankan sumpahku dan benar-benar menjagamu seumur hidupku, apakah kau akan berubah? Bahkan semalam pun..dalam tidurmu..kau masih menangisi kakakmu. Kurasa aku hanya akan mempersulit hidupku sendiri jika aku terus berada disampingmu selama hampir 24 jam dalam sehari. Terus berada disamping seseorang yang selalu menghadap kebelakang dan tidak peduli dengan waktunya yang sedang berjalan sekarang. Itu hal konyol. “ jelasnya yang sambil sesekali melihat keadaan sekitar. Aku meneguk liurku pahit. Ini terasa seperti kau hampir terjerumus kedalam jurang yang dalam dan seseorang menggemgam tanganmu, menahanmu agar tidak jatuh. Kau sedang berada diambang kematian, hidupmu akan berakhir begitu saja jika tangan yang menahanmu itu terlepas. Tapi, saat ia baru menarikmu menjauh beberapa senti dari kematian, orang itu melepaskan tangannya. Membiarkanmu terhempas kebawah. Kau tidak tahu kapan waktumu akan berhenti karena kau sendiri tidak tahu dimana dasar jurang itu.
Persis seperti saat ini. Saat aku bertekad akan melanjutkan hidupku dengan baik –tentu saja dengan bantuannya-, tiba-tiba saja dia yang bersumpah akan menjagaku..kini memutuskan untuk melupakan semuanya.
“ Mengerti maksudku? “
“ ..mm. Arraseo. Permisi, dokter Cho.. “ aku tersenyum kecil kearahnya, berlalu begitu saja sambil menggigit bibir bawahku. Setelah cukup jauh, aku menoleh kearahnya. Tapi yang kulihat hanya punggungnya yang hampir menghilang dibelokan.

Ini jam makan siang dan aku sudah duduk disebuah kursi dimana disebelahnya terdapat kaca bening yang besar. Tanpa nafsu, aku memakan menu makan siangku ini namun tak berniat menyisakan makanan setitik pun. Rasanya asin. Asin karena air mataku ikut masuk kedalam mulutku.
“ Sora-ssi, kau baik-baik saja? “ tanya seorang temanku. Aku tidak tahu sejak kapan dia duduk dikursi seberangku.
“ ah? Gwaenchana.. “
“ Kau dan dokter Cho.. kalian ada masalah? Biasanya kalian selalu makan siang bersama.. “ aku meletakan sumpit yang kupegang dan membersihkan bibirku dengan sapu tanganku. Aku menatap lurus kebelakang temanku itu. Tak jauh darinya, ada dokter Cho yang juga sedang menyantap makan siangnya. Dia terlihat sangat menikmati makanannya itu.
“ Aku sudah selesai. aku pergi duluan ya, Hyena-ssi. “ pamitku sambil beranjak dari kursi kayu yang kududuki.
Ini baru beberapa jam sejak ucapannya tadi. Baru beberapa jam yang lalu aku tersenyum lebar, dan sekarang aku merasa muak dengan kehidupanku saat ini. Baru beberapa jam yang lalu aku berpikir untuk mengisi hidupku dengan hal-hal yang menyenangkan, tapi sekarang kematian terdengar lebih menyenangkan daripada aku harus hidup ditengah rasa kehilangan kakakku dan sakitnya dicampakan oleh orang yang selama lima tahun ini menjadi sandaranku disaat kakak tidak bisa lagi berdiri dibelakangku. Baru beberapa jam yang lalu aku merasa kehidupan adalah sesuatu yang berharga dan harus diisi dengan hal-hal yang berguna, tapi sekarang tidak ada pikiran lain selain ingin menyusul Donghae oppa secepatnya.
“ Mi..mianhae.. “ kataku saat sadar aku telah menabrak seseorang. kutengadahkan kepalaku yang sejak tadi tertunduk.
“ Perhatikan jalanmu, suster Lee. “ balas orang itu. dokter Cho. Dia hendak berlalu, namun dengan cepat kuraih tangannya.
“ Chamkamanyeo. “ pria itu berhenti dan menghadapkan tubuhnya kearahku.
“ Aku minta maaf jika selama lima tahun ini aku mengganggumu. Aku tahu kau hanya manusia biasa yang bisa jengah terhadap sesuatu hal. Aku tahu kau hanya manusia biasa yang bisa gegabah dalam mengambil keputusan. Dan..kurasa aku juga hanya manusia biasa yang bisa dengan mudahnya percaya akan sumpah seseorang.. “ aku menggantung kalimatku, mengisi paru-paruku dengan oksigen.
“ Aku tidak akan mengganggumu lagi. aku mengundurkan diri. Terima kasih atas bantuanmu selama ini. “ lanjutku. Aku tidak dapat menahan air mataku lagi.
“ Itu keputusanmu. Hiduplah dengan baik. “ nada bicaranya masih sedingin tadi pagi. Aku memberanikan diri untuk menatap matanya. Tanganku dengan cepat menyeka air mata yang baru saja meluncur dari mataku.
“ Entahlah. Hidup dengan baik? Kau bahkan menghancurkan segalanya saat baru saja aku memulai untuk menjalani hidupku dengan baik. Dan saat ini kematian terasa jauh lebih baik. “ sahutku lalu melangkah menjauh darinya. Namun sentuhan ditanganku menghentikan langkahku.
“ Lee Sora.. hiduplah dengan baik. “
“ Tapi bagiku saat ini, tidak ada yang jauh lebih baik ketimbang menyusul Donghae oppa. Menurutmu, apa ada hal lain yang lebih menyenangkan untukku selain bisa bertemu kembali dengan orang yang seumur hidupnya menyayangiku itu? Apa ada hal lain yang lebih menyenangkan untukku selain bisa bertemu kembali dengan orang yang selalu menepati janjinya pada dirinya sendiri untuk selalu menjagaku itu? “
“ Kakakmu itu sudah berjuang untukmu dan sekarang kau ingin membuat semua usahanya sia-sia? “
“ Aku tanya..apa itu penting untukmu sekarang? Berhentilah menyia-nyiakan waktumu hanya untuk mengurusku, Dokter Cho. “
“ Sora.. “
“ Aku permisi, dokter Cho. “ kulepaskan genggaman tangannya dan berjalan secepat yang aku bisa.
“ Sora! “ aku tak menggubris panggilannya. Aku berdiri didepan lift dan menunggu pintu itu terbuka. Tapi pintu itu tak kunjung terbuka, sedangkan pria itu semakin mendekat. Akhirnya kuputuskan untuk menuruni tangga darurat. 4 lantai.
Aku menuruni tangga dengan terburu-buru, memaksakan nafasku yang semakin lama semakin pendek. Aku terus berlari saat sudah sampai dilantai dasar. Namun langkahku terhenti seketika saat kurasakan oksigen tak lagi mengalir didarahku, saat kurasakan kesadaranku yang semakin menurun hingga akhirnya tubuhku tergeletak dilantai. Aku masih bisa mendengar berbagai suara orang-orang yang mulai mengerubuniku.
“ gagal jantung. “ itu kata terakhir yang kudengar sesaat sebelum jantungku berhenti berdetak dan semuanya terlihat gelap.

-oOo-

Author POV
Disebuah ruangan yang didominasi cat berwarna putih, terbaring seorang gadis dengan masker oksigen yang terpasang sempurna dan melingkupi sebagian wajahnya. Disisi ranjang tersebut, ada seorang namja yang sedang duduk dikursi dan menggenggam pergelangan tangan gadis itu.
“ ayo bangun, pemalas.. “ bisik seseorang yang hanya terdengar ditelinga gadis itu. Suara yang menimbulkan reaksi yang cukup berarti dari gadis ringkih itu. Jemarinya yang berada dalam genggaman namja disebelahnya pun bergerak lemah.
“ Oppa…? “ ucap gadis itu lemah. Ia membuka matanya perlahan dan menatap langit-langit rumah sakit yang nampak asing dimatanya.
“ Soie-ya? Kau sudah sadar? “ tanya namja itu yang kini sudah memegang puncak kepala Sora dan mengusapnya perlahan. Rasa lega tersirat diwajahnya. Tapi tidak diwajah Sora. Sorot matanya dingin.
“ Kau.. apa yang kau lakukan disini? “ tanya Sora, ketus. Namja itu mengerutkan dahinya, terkejut akan reaksi Sora yang bertolak belakang dari apa yang telah dipikirkannya. Belum sempat menjawab, lagi-lagi Sora berbicara.
“ Kenapa kau tidak membiarkanku menemui Donghae oppa? Kau tidak ingin menjagaku tetapi kau juga tidak membiarkan aku mati. Apa yang kau inginkan? “ air mata telah menggenangi pelupuk mata Sora. Sesuatu berwarna putih tercetak memenuhi permukaan dalam masker oksigennya, karena gadis itu bernafas dengan tidak normal.
“ tidak membiarkanmu mati? Apa maksudmu, Soie-ya? “ tanya namja itu. raut wajahnya semakin menyiratkan kebingungan yang menjadi.
“ Berhenti memanggilku dengan sebutan itu! “ pekik Sora sambil melepaskan genggaman tangan namja itu.
“ Ya~ apa yang kau bicarakan? Tak sadarkan diri selama tiga hari sepertinya mengacaukan pikiranmu. “
“ Dan itu karena kau. Kau lupa, dokter Cho? “ Kyuhyun menautkan kedua alisnya. Bingung sekaligus panic akan keadaan Sora.
“ kau pernah bilang padaku..bersumpah untuk menjaga seseorang seumur hidupmu adalah hal yang konyol dan akan menyulitkan hidupmu. Kau juga bilang kau hanyalah manusia biasa yang bisa gegabah dalam mengambil keputusan, dan kau bilang itulah yang terjadi padamu saat kau memutuskan untuk bersumpah akan selalu menjagaku. Lalu, sekarang..apa kau ingin bilang bahwa kau juga manusia biasa yang bisa berubah dalam sekali jentikan jari? Apa kau ingin mengatakan bahwa kau hanyalah manusia biasa yang bisa dengan mudahnya merubah pikiranmu berkali-kali? Kalau pada akhirnya kau hanya akan menyesali keputusanmu lagi..lebih baik kau lupakan semuanya, dokter Cho.. “ gadis itu tidak dapat menahan isakannya lagi.
“ Ya~ apa yang kau bicarakan? Kapan aku mengatakan hal itu? “
“ Kau pikir kenapa aku bisa seperti ini? ini semua karena ucapanmu waktu itu. “
“ Kapan, Soie-ya? kapan aku mengatakan hal semacam itu padamu? Seingatku, terpikirkan kata-kata semacam itu pun tidak. “
“ Sehari setelah kau dan aku mengunjungi makam Donghae oppa. Jangan pura-pura bodoh “ entah kenapa rasa lega terpancar dari namja itu, bahkan ia tersenyum. Kyuhyun beranjak dari kursinya, mencondongkan tubuhnya kearah Sora dan mengunci ruang gerak gadis itu dengan menumpukan sikunya dikedua sisi bantal Sora. memandangi wajah gadis itu tepat beberapa senti diatas wajah Sora.
“ Jinja? Bagaimana aku bisa berbicara padamu jika selama tiga hari setelah hari itu kau terbaring disini dan tidak sadarkan diri? “ tanyanya lembut.
“ M..mwo? “ gantian Sora yang bertanya dan diliputi rasa bingung, sedangkan bagi Kyuhyun semuanya sudah jelas sejelas-jelasnya.
“ Kau hanya bermimpi, Soie-ya.. hanya mimpi.. “ jawab Kyuhyun seraya tersenyum. Sora menatap laki-laki itu dengan tatapan ‘apa maksudmu?’.
“ ..bukankah aku dirawat disini karena gagal jantung? “ tanya Sora yang masih belum percaya akan apa yang dikatakan Kyuhyun. Takut jika lelaki itu hanya sedang menipunya.
“ Mwo? Tentu saja bukan. Malam itu, setelah kau bilang ‘Aku mengerti..’, kau sesak nafas lalu pingsan, dan aku membawamu ke rumah sakit. Suhu tubuhmu sangat tinggi dan baru reda pagi tadi. Hari itu kau tidak makan dan minum apapun setelah sarapan bersamaku, berada diluaran dengan pakaian tipis padahal udara sedang dingin. Kau tahu? Kau tidak sadarkan diri selama tiga hari. Kau membuatku panik, Soie-ya.. “ jelas namja itu. Air mata Sora menetes begitu saja. Tangannya segera melingkari leher dan bahu Kyuhyun, memeluk pria itu dengan sangat erat.
“ Jinja? Semuanya hanya mimpi? “
“ Mm. “
“ Haah, baru kali ini aku sangat bersyukur bahwa yang telah kualami itu hanyalah sebuah mimpi.. “ Kyuhyun menarik kedua sudut bibirnya. Merasakan sesuatu yang menurutnya lucu karena ia merasa senang saat ini.
“ bisa kau lepaskan aku, Soie-ya? pinggangku sakit jika harus seperti ini terus.. “ ujar Kyuhyun dan Sora pun segera melepaskan pelukannya.

-*-*-
“ belum lama kita kesini dan sekarang kau mengajakku kesini lagi. “
“ Hanya ingin menebus kesalahanku karena setahun ini aku tidak pernah mengunjungi kakak. Lagi pula tadi kan aku ingin pergi sendiri, tapi kau memaksa ikut. “ Sahut Sora tanpa melepaskan pandangannya dari pusara yang bertuliskan nama kakaknya. Kyuhyun menepuk puncak kepala Sora dan tersenyum.
“ Baru beberapa jam kau sadar. Wajahmu juga masih pucat. Apa mungkin aku membiarkanmu pergi sendiri? “ Sora menatap Kyuhyun dan tersenyum sekilas, lalu ia kembali memandangi gundukan tanah dihadapannya. Matahari sudah berwarna jingga dan telah berada dikaki langit. Meringsut perlahan hingga setiap detik bentuknya tak lagi bulat sempurna.
Sora mengalihkan pandangannya kesekeliling pemakaman mewah ini. Matanya terhenti pada satu titik dimana matanya menangkap sebuah siluet yang membuat jantungnya berdegup tak karuan. Sosok itu berdiri dijarak yang cukup jauh, namun Sora masih bisa melihat wajahnya. Melihat sosok itu tersenyum dikejauhan sana.
“ Hiduplah dengan baik, Sora.. “ sayup-sayup Sora mendengar bisikan itu. Air matanya kembali keluar dan meluncur sempurna dikulit wajahnya. Dilihatnya sosok itu melambaikan tangannya dan perlahan hilang ditengah kegelapan hingga akhirnya sosok itu benar-benar hilang seiring matahari yang tidak lagi terlihat.
“ Saranghae, oppa.. “ gumam Sora sambil menyeka air matanya. Kyuhyun yang sejak tadi hanya memandangi Sora pun merangkul pundak gadis itu.
“ Wae? Kau merindukannya lagi? “ tanyanya hati-hati. Sora memutar tubuhnya dan menghadap Kyuhyun.
“ Aku sangat menyayanginya dan pasti akan selalu merindukannya. Tapi kali ini aku bukan menangis karena itu.. “ jawab Sora sambil tersenyum.
“ Lalu..karena apa? “
“ Mungkin ini akan terdengar gila, tapi sungguh..tadi aku melihatnya. Melihat sosoknya lagi meskipun hanya sesaat. Melihat senyumnya lagi meskipun hanya sekejap. Mendengar suaranya lagi meskipun hanya selemah hembusan angin. “ Sora bergulum kedalam pelukan namja dihadapannya. Namja itu hanya diam dan membalas pelukan gadis itu. Akal sehatnya masih tidak bisa menerima pernyataan Sora barusan. Membuatnya merasa miris ketika mendengar ucapan gadis itu barusan.
Sora melepaskan pelukannya dan kembali menatap gundukan tanah disampingnya.
“ Aku akan hidup dengan baik, oppa.. aku janji. “ suaranya terdengar mantap hingga melahirkan senyuman diwajah Kyuhyun.
“ Dan aku bersumpah akan terus menjaganya. Kau tenang saja, Donghae-ah.. “ tukas Kyuhyun tak kalah mantap. Sora menatap Kyuhyun sekilas lalu menengadahkan kepalanya, memejamkan matanya sambil menghirup udara malam yang terasa segar.
“ Nah, kajja. Kita pulang. Sudah malam.. “ ajak Sora sambil berjalan mendahului Kyuhyun. Kyuhyun masih berdiri ditempatnya, menepuk pelan batu nisan itu lalu berkata..
“ Adikmu itu sangat manis. Kau menyayanginya? Aku juga.. akan kujaga dia baik-baik.. Annyeong, Donghae-ah.. “ ujarnya lalu sedikit berlari menyusul langkah Sora. mereka berjalan berdampingan menuju mobil Hyundai berwarna hitam milik Kyuhyun yang terparkir beberapa ratus meter dari makam Donghae.
Kyuhyun segera berdiri didepan pintu mobil yang hendak Sora buka. Melarang gadis itu membuka pintu.
“ Waeyo, dokter Cho? “ tanya Sora sambil mundur sedikit karena sebelumnya jarak antara dirinya dan Kyuhyun begitu sempit.
“ Err.. aku mau tanya.. boleh? “ tanya Kyuhyun sambil menundukan kepalanya sedikit agar sejajar dengan wajah Sora.
“ Didalam mobil saja. Disini dingin. “ dengan cepat Kyuhyun menggeleng. Menolak usul Sora mentah-mentah. Sora mengulurkan tangannya, menelusupkan telapak tangannya yang mungil disela leher Kyuhyun.
“ Badanmu hangat dan disini sangat dingin. Aku tidak ingin kau sakit.. “ ujar Sora, lembut. Kyuhyun hampir luluh, namun rasa ingin tahunya lebih kuat.
“ Karena itu..cepat jawab pertanyaanku. “ sahut Kyuhyun. Sora menarik tangannya dan menyembunyikannya kedalam saku jaket tebalnya.
“ Apa? “ tanyanya –Sora-.
“ Err.. mimpimu itu.. apa terlalu seram sampai-sampai kau menganggap semuanya nyata? “ Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak sedikit pun terasa gatal, sedangkan tatapan Sora mulai meredup.
“ Sangat. Bahkan rasa sakitnya begitu nyata. “ Sora menakupkan kedua tangannya di kedua sisi pipi Kyuhyun dan menatap lekat pria itu.
“ Kau akan menjagaku, iya kan? “ tanya Sora dengan tatapan yang mengandung berbagai makna. Ingin tahu, memohon, takut, dan khawatir. Kyuhyum meraih kedua telapak tangan Sora, lalu salah satu tangannya menelusup disela leher yeoja manis itu.
“ Haruskah kuulangi sumpahku? “ tanyanya seraya tersenyum. Sora menatapnya penuh harap. Enggan dengan pertanyaan tersamar itu, ia ingin kepastian.
“ Aku bersumpah akan selalu menjagamu, Lee Sora.. “ ucap Kyuhyun dengan penuh penekanan. Sora kembali memeluk Kyuhyun dengan erat.
“ Kenapa lagi? “ tanya Kyuhyun karena gadis ini selalu punya alasan tersendiri saat memeluknya. Dan hampir semua alasannya berbeda dan tidak pernah terbayangkan olehnya.
“ Hanya sangat bersyukur bahwa semua itu hanyalah mimpi. “ jawab Sora sambil membenamkan wajahnya didada Kyuhyun. Pria tinggi berkulit pucat dengan rambut yang warnanya agak kecoklatan itu pun membalas pelukan gadis itu dan mencium puncak kepala gadis yang disayanginya itu.
Sora menarik dirinya, menegadahkan kepalanya dan menatap Kyuhyun. Ia mengalungkan tangannya dileher Kyuhyun, lalu berjinjit dan…mengecup bibir Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun terperangah, namun dengan cepat ia terhanyut, melingkarkan tangannya dipinggang Sora dan menikmati sensasi tersendiri yang mengaduk-aduk perasaannya saat ini.
“ ingat. Kau berjanji untuk menjaga adikku, Kyuhyun-ah. “ terdengar kembali suara sayup yang misterius. Kyuhyun membulatkan matanya dan langsung melepaskan ciumannya.
“ Mi..mian.. “ ujar Sora yang terkejut saat Kyuhyun sedikit mendorongnya. Gadis itu menjadi salah tingkah, sedangkan Kyuhyun celingak-celinguk mencari sumber suara misterius yang didengarnya.
“ Aku..err..tadi..kau kedinginan dan aku ingin menghangatkanmu, karena waktu itu..err..malam itu saat kau melakukannya padaku..aku..merasa hangat, jadi..kupikir kau..kau juga akan merasa lebih hangat.. “ sambung Sora tersendat-sendat karena merasa serba salah. Masih sambil menatap keseluruh penjuru, Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Sora.
“ Beberapa menit yang lalu aku tidak mempercayai ucapanmu yang mendengar suara kakak pendekmu itu, tapi sungguh..tadi aku mendengarnya. “ bisik Kyuhyun. Sora terkekeh geli dan itu membuat Kyuhyun melupakan rasa penasaran yang sebenarnya lebih didominasi rasa takut itu dalam sekejap.
“ Mwoya? “ tanya Sora saat melihat Kyuhyun yang tak berkedip menatapnya.
“ Lakukan lagi. “ sahut Kyuhyun, abstrak.
“ A..apa? “
“ Tertawa. Baru kali ini kau murni tertawa. “ jelas Kyuhyun yang masih terpana. Sora merasakan wajahnya memanas.
“ Ya~ sudahlah, kajja. Kau sudah meninggalkan rumah sakit terlalu lama, seluruh isi rumah sakit pasti mencarimu. “ Sora mendorong tubuh Kyuhyun yang masih memagari pintu mobil yang sebelumnya hendak ia buka, segera melesat masuk dan duduk manis dikursi sebelah pengemudi itu. Untuk kesekian kalinya, senyum mengembang diwajah Kyuhyun. Ia pun bergegas masuk kedalam mobil.
“ Malam ini aku menginap di rumahmu. “ ujar Kyuhyun sambil tersenyum. Sora segera menghadap kearah Kyuhyun.
“ Mwo? Kau tidak ingin kembali ke rumah sakit? Dan untuk apa menginap di rumahku? “
“ Kau tahu? Aku tidak tidur selama kau sakit dan tetap melakukan pekerjaanku, kurasa aku pantas mendapatkan libur sekarang. Aku sudah minta ijin tadi. Dan aku ke rumahmu untuk membantumu berkemas. “
“ Mwo?! Berkemas? “ lagi-lagi Sora terkejut.
“ Mm. Sudah kuputuskan, aku akan menjagamu 1×24 jam. Karena itu kita harus tinggal satu atap. “
“ Shireo. Rumah itu..aku tidak ingin meninggalkan rumah itu.. “ sanggah Sora. air matanya kembali menggenang. Rasanya sedih jika harus meninggalkan rumah yang penuh akan kenangannya bersama kakaknya itu.
“ Aku punya alasan, Soie-ya.. sebenarnya bisa saja aku yang pindah ke tempatmu, tapi kamar di rumahmu hanya ada satu, sedangkan diapartemenku ada dua. “ jelas Kyuhyun dengan lembut.
“ Kalau begitu..tidak perlu menjagaku dua puluh empat jam sehari dan tidak perlu tinggal satu atap. Tidak bisakah seperti itu? “
“ Tidak bisa, Soie-ya.. kau mudah sakit. Aku tidak akan tenang jika tidak memastikan sendiri kau baik-baik saja atau tidak. Sesekali kita akan ke rumahmu, membersihkannya, bersantai disana..melakukan apapun yang kau inginkan. Bahkan jika kau ingin mengunjungi rumah itu setiap hari pun, aku akan menurutinya. “ Kyuhyun menatap Sora penuh harap. Dan gadis itu terlihat sedang berpikir keras hingga akhirnya ia mengangguk meskipun ragu.
Malam itu, mereka pun berkemas hingga pagi. Barang bawaan Sora memang tidak banyak, tapi gadis itu selalu meneteskan air matanya jika mengingat bahwa ia harus meninggalkan rumahnya dan kakaknya itu. Rumah yang menyaksikan progress hidupnya, menjadi tempat baginya dan kakaknya bercerita setiap hari, menjadi satu-satunya tempat dimana kakaknya akan kembali menemuinya setelah seharian pergi bekerja.

-*-*-
“ Soie-ya.. kau pulang duluan saja. Aku masih ada urusan hingga malam. kau istirahat saja di rumah, wajahmu sudah kelelahan. “ titah Kyuhyun yang baru masuk ke ruangannya pada Sora yang sedang memakai jaketnya. Sora tersenyum dan mengangguk.
“ Arra. Kalau begitu, aku pulang ya.. “ gadis itu pun berlalu, melangkah menjauh meninggalkan Kyuhyun sendirian.
“ Soie-ya.. hati-hati. “ tukas Kyuhyun sesaat sebelum Sora menutup pintu berlapis cat putih di ruangannya itu. Sora hanya mengacungkan ibu jarinya dan kembali menjauh. Gadis itu melangkah keluar gedung rumah sakit. Hari ini hari pertama ia membuka matanya di apartemen Kyuhyun saat bangun tidur tadi pagi.
Alih-alih ingin pulang, gadis itu malah berjalan menuju tempat mobil Kyuhyun terparkir. Ia berjongkok disisi pintu pengemudi sambil menggosokan kedua sisi telapak tangannya. Tidak ada alasan lain selain takut Kyuhyun akan meninggalkannya tiba-tiba.

Jam menunjukan pukul 24.00 KST. Di sebuah ruangan bergantungkan sebuah papan yang di permukaannya tertuliskan ‘Dr. Cho Kyuhyun’, pemilik ruangan itu baru saja menyambar kunci mobilnya dan berjalan meninggalkan ruangannya. Ia berjalan menyusuri koridor rumah sakit sambil tersenyum lepas. Saat pintu utama terbuka, ia memejamkan matanya..menikmati segarnya udara malam yang menerpa wajahnya. lagi-lagi bibirnya menyunggingkan senyuman yang mengantarnya sampai kedepan mobil hitam miliknya.
Senyuman itu lenyap seketika saat kedua matanya menangkap sosok Sora yang sedang berjongkok sambil memeluk lutunya dan wajahnya dibenamkan disela lipatan kakiknya itu.
Pria itu pun ikut menekuk kakinya, berjongkok dihadapan gadis yang sudah tertidur itu. Perlahan, ujung jemarinya menyingkap setiap helai rambut Sora, menyelipkan rambut-rambut yang panjang itu ke belakang telinga Sora. tidak disangka, tindakannya malah membangunkan Sora. Gadis itu membuka matanya, dan dengan mata yang setengah terpejam..ia tersenyum.
“ Kenapa malah menungguku? “ tanya Kyuhyun sambil membantu Sora berdiri.
“ Hanya takut kau tiba-tiba berubah pikiran dan meninggalkanku.. “ dengan sendirinya, tangan Kyuhyun meraih puncak kepala Sora, mengusapnya dengan lembut.
“ Soie-ya.. Saranghae.. aku tidak akan meninggalkanmu. Aku janji. “ ucapnya sambil menarik Sora kedalam pelukanya. Sora membeku seketika dan tanpa aba-aba, bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman. Ia pun memeluk Kyuhyun dengan erat, sangat erat seolah takut Kyuhyun menghilang tiba-tiba seperti yang sering dilakukan para pesulap ternama.

END—

Akhirnya selesai juga.. gimana Chingu? Maaf ya kalau lanjutannya ini gak bagus.. ^^V
Jangan lupa tinggalkan kesan kalian dikotak dibawah situ ya.. hehehe 😉
Gomawo uda mau baca FF aku.. GBU ^^

70 Comments (+add yours?)

  1. han gi
    Jul 09, 2012 @ 19:15:47

    wih….bagus kok author . yeyeye

    Reply

  2. m43yuli
    Jul 09, 2012 @ 19:39:48

    so sweett XD walau sedih T^T
    daebak author.a 😀

    Reply

  3. cicing
    Jul 09, 2012 @ 19:44:17

    bagus kok ceritanya..lmyan nyentuh…

    Reply

  4. Vie
    Jul 09, 2012 @ 19:56:41

    gyaaaaa…..akhirnya ada lanjutan’a…!

    Daebak…!

    Reply

  5. mrs. cho
    Jul 09, 2012 @ 20:56:11

    Bagus thor. Lanjutin dong. Sampe nikah ‘n kehidupan pas udh nikah. Pasti seru. Hehe 🙂

    Reply

  6. Ima
    Jul 09, 2012 @ 21:06:10

    wahhhh,,, ceritanya bagus,, so sweeeettttt….

    Reply

  7. haeshaa_fishy^^
    Jul 09, 2012 @ 21:08:00

    smpet mauu nangis pas ada siluet donghae 😥
    daebakk ><

    Reply

  8. Wiwik dian
    Jul 09, 2012 @ 21:46:02

    Daebak….
    So sweet ceritanya..

    Reply

  9. inggarkichulsung
    Jul 09, 2012 @ 22:04:23

    Surely, msh ingat sekali dgn Miss U. Ternyata yg dialami Sora itu hanya mimpi dimana Kyu oppa mengatakan akan meninggalkannya. Dan ternyata hubungan Sora dan Kyu oppa itu bukan hanya sekedar dokter-pasien atau rekan kerja di rumah sakit saja ya.. So sweet story. Menyentuh sekali ceritanya apalagi saat Sora mendengar sayup2 suara Donghae oppa. Great family story and love story.

    Reply

  10. syafira0620F
    Jul 09, 2012 @ 22:05:08

    ooh, jd itu mimpi, terkejut jga anglekyu jd evilkyu hahaha, penggambaranny bagus, aku ketawa pas bgian kakak pendek mu, haha, hwaiting utk ff slnjutny chingu

    Reply

  11. HanSeul
    Jul 09, 2012 @ 22:23:24

    Daebak thor
    Agak2 sedih pertamanya tapi akhirnya Happy Ending 🙂

    Keep Writing

    Reply

  12. 김종운♥mala♥조규현
    Jul 09, 2012 @ 23:13:46

    Huwahhhhhhhh so sweeetttttt bngt sih
    Mau dong jd sora,biar bisa d’peluk kyuhyun hehehehehehe

    Reply

  13. hae_won_kyu aYanggG
    Jul 09, 2012 @ 23:13:49

    beneran bikin mewek neh
    seruuuu

    Reply

  14. shininghae
    Jul 09, 2012 @ 23:22:06

    daebak, aku suka sama ceritanya 🙂

    Reply

  15. lalamutiara
    Jul 09, 2012 @ 23:38:58

    Aku suka kosakatanya, ceritanya juga menyentuh. Sukaa banget sama ceritanya 🙂 terus berkarya thor! Ditunggu ff selanjutnya!

    Reply

  16. lalamutiara
    Jul 09, 2012 @ 23:43:50

    Aku suka kosakatanya, ceritanya juga menyentuh. Sukaa banget 🙂 terus berkarya, thor! Ditunggu ff selanjutnya!

    Reply

  17. Melloy
    Jul 10, 2012 @ 02:10:36

    Daebak thor !!

    Reply

  18. gaem
    Jul 10, 2012 @ 08:45:57

    author.. Lanjutin lagi dong..
    😀

    Reply

  19. stillthirteen13
    Jul 10, 2012 @ 10:49:05

    yup.. Cuma mimpi.. Hahaha
    Thanks yaa~ 😀

    Reply

  20. AnggytaAiiu
    Jul 10, 2012 @ 13:45:03

    eh ada lanjutannya haha … Daebhak !!!

    Reply

  21. EzzahChoi Kimpochyu
    Jul 10, 2012 @ 18:53:54

    Jujur y thor. Aq uda lupa ma ff ini. Tpi lanjtx 5aja suda b5a q tebk bgmana crt sblmX . .auTHOR DAEbAK ><

    Reply

  22. kyula88
    Jul 10, 2012 @ 20:00:52

    waaah daebak!!!
    Aku suka bgt sama cerita ini 😀 aku selalu ngikutin dr cerita awalnya smpe skrg loh. hmm, chingu, gmn klo chingu buat couple ini lagi. klo bisa smpe nikah atau punya anak gitu 😀 hehehe mian byk maunya :p

    Reply

  23. sarah XD
    Jul 10, 2012 @ 23:32:28

    speechless…
    sedih, bahagia, pokoknya bisa buat aku nangis bacanya. ah.. daebak!! aku berharap sih ada kisah kisah yg lain lagi (masih kyu-sora) dong pastinya..

    Reply

  24. retha_chan
    Jul 11, 2012 @ 09:49:26

    keeeeeeeeeeeeerrrrrrrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

    Reply

  25. raraa
    Jul 11, 2012 @ 23:26:35

    huwaaaaa bantal saya sampai basah kena air mata saya :’)
    Bener2 deh ffnya , sampai bikin nangis 2 jempoool buat authornya
    Ditunggu ff-ff lainya :))

    Reply

  26. Mrs.Shfly
    Jul 12, 2012 @ 12:54:29

    aaah bagus banget ko thor ^^ wuagg lama banget lanjutannyaia… untuk aku masih inget .. klo bisa extra squel thor ,, mau tau kehidupan mreka menikah dan stelah mnikah … hahahah si ebil yg menjelma sbg malaikat dsni ^^

    Reply

  27. choi hyun young
    Jul 12, 2012 @ 20:51:02

    so sweeetttt
    bagus banget thor 🙂

    Reply

  28. steph
    Jul 15, 2012 @ 10:23:59

    eonnie sambunglah… kalo perlu ampe mereka nikah kayak kyuhye couple..
    jebal eon, ini salah satu pair favorit aku selain kyuhye..

    Reply

  29. Afiyahgyu
    Jul 15, 2012 @ 14:01:43

    FF + Author nya daebak! :’)
    kata katanya runtut,bermakna,berbobot (?) ,plus plus deh :’D

    Reply

  30. uphaklovers
    Jul 15, 2012 @ 14:24:35

    krennnn…10 jmpol bwat autor

    Reply

  31. rizki
    Jul 15, 2012 @ 17:44:39

    Waa soswit thor, aku mau dong baca cerita sebelumnya, penasaran ada apa dengan donghae ! Ceritanya bagus, beda, kalimat2nya juga rapi,, gak nemu typo juga,
    Agak kaget waktu kyuhyun tiba2 berubah, dan ternyata itu mimpi,, seruuu,,
    Endnya juga unik,, sora jd agak paranoid gitu ya, sampai rela buat ngelakuin hal kaya gitu,, nunggu di depan mobil,, soswittt, ditunggu karya2 lainnya !

    Reply

  32. Choi_Tiwon
    Jul 15, 2012 @ 22:03:28

    Banjir air mata nih thor…
    Mian, aku bru bca dri awal, dri yg wish smpe ini,.. Air mta gk mau brnti” nih smpe mta merah,..
    Jdi pngen nih pnya kkak ky donghae oppa
    🙂

    Reply

  33. dianwijaya13
    Jul 15, 2012 @ 22:16:04

    terharu. .mewek. .nagis. .

    Reply

  34. party cho
    Jul 15, 2012 @ 23:11:46

    wah daebak thor….keren….bkin sekuel’a lg ea thor!!!!!!!

    Reply

  35. Novia
    Jul 16, 2012 @ 14:20:32

    hohoho
    jdi itu cuma mimpi
    SERU!!!

    Reply

  36. sclouds9
    Jul 16, 2012 @ 19:21:19

    eaaa….co cweet abis…aq selalu suka ff buatan stillthirteen13…daebak!!

    Reply

  37. Janah
    Jul 17, 2012 @ 12:18:33

    Aaaaaaaa.., kreeenn chingu, daebak, the best, n bwt yg lbih amazing dri ini yaaa..
    Fighting.

    Reply

  38. Yefrida Sarang Yechul
    Jul 17, 2012 @ 12:26:47

    Keren banget thorr…
    tdi sempet kecewa sama kyu karna jahat bgt ternyata tuh smw hanya mimpi..
    hahaha xDD
    pinter bgt nh author.. ^^

    Reply

  39. gaemgyu03
    Jul 17, 2012 @ 14:32:28

    ampun author daebaak><
    #ksh seribu jempol buat author
    😀
    aish ak ketinggalan bget bca ini FF pdhl udh lama dipublish
    mianhamnida author
    #sungkem
    😥
    tpii yg jelas tak ada kata yg mampu mengungkapkan BETAPA BAGUS NYA FF ini
    huhu
    :-X
    goodjob thor..:-*

    Reply

  40. stillthirteen13
    Jul 17, 2012 @ 15:32:33

    Thank You, Readers..!! 😀

    Reply

  41. lee Hyeri
    Jul 18, 2012 @ 12:30:06

    bagusss, kereeen ff nya thor
    feelny dpet, ngena
    dan critany so sweet ^^

    Reply

  42. saruelfsia
    Jul 19, 2012 @ 09:31:34

    Annyeong numpang promo..
    (READY STOCK) AKIN LAPTOP 6JIB 14inchi
    hanya tinggal 4buah!

    Harga: 50.000
    Bahan: vinyl glossy
    Bahan bagus, tidak meninggalkan bekas jika dicabut

    BONUS STIKER 6JIB,
    cek https://www.facebook.com/yepposhoponline

    Reply

  43. hyunsoo28
    Jul 21, 2012 @ 09:11:32

    Anyyeong author, ak reader br di sini…
    Ini ff prtama yg ak baca di blog ini, ak lngsung baca bgian yg ini, crita sbelumnya ak blm baca, soalny ribet thor nyarinya ak kan ol pke hp hehehehe
    Author ffnya bgs bgt, mengharikan, ak sdih bgt pas bgian donghae mncul trs blng sm sora klo dia hrs hdup yg baik, itu feelnya dpt bgt…
    Bkin sekuelnya lg ya thor, crita khidupan sora sm kyu :p

    Reply

  44. Iefabings
    Jul 21, 2012 @ 09:34:08

    Huaaa sora bkin ngiri nih!
    Aku bc smbl bygin aku sndr s0ranya..*plak*
    Keren bgt th0r!kereeen..

    Reply

  45. shabiey
    Jul 21, 2012 @ 10:34:00

    wah., daebak.., kiraen mimpi.na it nyta., jd hran kok kyu skap.na gto.,kkeke., tp untg deh cma mimpi.. kyu oppa kan setia., kwkwkwkwkwk

    Reply

  46. littletiramise
    Jul 21, 2012 @ 13:01:27

    waaaa daebak thor! Aku suka rangkaian kalimatnya :3 nggak terlalu ribet jadi mudah dicerna ceritanya. Plot ceritanya juga daebak :3

    Reply

  47. Hyunnie
    Jul 22, 2012 @ 11:55:03

    Bagus banget thor ceritanya

    Reply

  48. yua
    Nov 30, 2013 @ 22:29:49

    suka ffnya^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: