[Special Post For Holiday] Die With Love

~~~~~

Desiran ombak pantai terdengar, pantai yang begitu sepi namun indah di sore hari ini. Aku pergi kesini ingin menemui seorang yoeja, dia adalah tunaganku, Park Saera. Dari tadi telponku tidak diangkat, hatiku terus terusik untuk memikirkannya, bahkan tanganku sampai mengeluarkan keringat ketika aku menelponya.

Aku berjalan menuju sebuah rumah yang berada di pinggir pantai ini. Dari jauh tersembunyi di balik batu karang, tapi dari dekat rumah ini begitu besar, padahal rumah ini hanya untuk satu orang. Aku membuka pintu perlahan, melihat sekeliling, rumah itu sepi sekali. Aku kembali masuk perlahan, tapi

KRESS….

Aku menginjak sesuatu yang cair, kutundukan kepalaku. Cairan itu berwarna merah, aku menyentuhnya, kental. Itu darah! Pada kenyataannya, seluruh lantai ruangan ini sudah penuh dengan darah yang berceceran. Aku menelusuri darah itu, dan itu berujung pada seorang wanita yang sedang meringkuk, dengan wajah pucat, dan baju yang penuh dengan bercak darah.

Aku berjalan menuju dirinya, membalikan tubuhnya, sudah ada goresan pada bagian tangannya, atau lebih tepatnya dia yang menggoresnya sendiri. Sebutir air bening jatuh dari mataku, aku memeluk tubuh dinginnya. Dia hanya terkulai lemas di dalam pelukanku, membuat tangisanku makin pecah. Tiba-tiba sebuah kertas jatuh dari tubuhnya. Itu sebuah surat, dan ada sebuah cincin diatasnya.

~~~~

Your blood in this room, like a hurt in my heart

I see you, see you die with your beauty

See you die without you ring

You have forget me?

My heart really hurt to know it

Sorry, I can do nothing for you

~~~~

-For you, who I love- Tulisnya

Choi Siwon, aku menulis surat ini akan kebaikan Tuhan dan penyakitku, yang masih memberiku waktu sesaat agar aku dapat menulisnya untukmu. Mungkin ketika kau melihatnya aku sudah terkulai lemas, apakah itu benar? Aku yakin iya, karena setelah menulis surat ini, aku sudah yakin untuk menggunakan pisau di sebelahku.

Kau marah ya?

Mianhae, jeongmal mianhae meninggalkanmu sendirian. Mianhae aku hanya bisa bertahan sampai sini. Mianhae aku tidak bisa melanjutkan cinta yang sudah kau berikan padaku. Mianhae, aku harus meninggalkanmu, seminggu sebelum hari pernikahan kita. Aku kembalikan cincinku kepadamu, berikanlah pada orang yang lebih pantas oppa (^v^). Aku tidak mau kau menikah pada seseorang yang kehidupannya sudah berada di ujung tanduk.

Aku pergi bukan karena tidak menghargai usahamu untuk terus menjagaku, terus menghiburku, bahkan kau rela menungguiku hingga malam, hanya untuk melihatku tidur nyenyak. Aku hanya tidak kuat terus merasakan pusing setiap hari, terkadang perutku sungguh terasa sakit, dan aku sering muntah darah. Itu sakit, kau harus tau itu. Aku hanya menginginkan, agar dirimu lepas dari tanggung jawab merawatku. Aku tidak ingin mengganggu kehidupanmu, hiduplah seperti aku tidak pernah datang ke kehidupanmu.

Setelah kejadian ini aku mohon kau lupakan diriku, jebal. Aku tidak akan pernah bahagia jika saat aku pergi kau malah murung, kembali pada dirimu yang terlihat sempurna di depan seluruh E.L.F dan fansmu. Lupakan diriku yang tidak berdaya, masih banyak yoeja yang lebih baik pada diriku, yang lebih bisa menjagamu, dan memujamu lebih dari aku.

Dan…. Apakah kau masih bingung kenapa aku memilih mati seperti ini? Aku hanya tidak mau mati terbaring lemah di rumah sakit, sedangkan dirimu menggenggam tanganku erat, terus meyakinkanku agar aku bertahan, padahal pada akhirnya aku akan mati. Aku hanya tidak ingin mati sambil melihat dirimu bersedih disampingku.

Aku  minta beberapa hal darimu:

Lupakan diriku ini, buka lembaran baru hidupmu

Ketika kau temukan diriku, aku mohon tenggelamkan diriku dalam ombak laut. Disana adalah tempat yang paling ku sukai, tidak usah ragu, orang tuaku sudah tau rencanaku.

Satu kata terakhirku

Jeongmal Saranghae-

Aku menatap surat itu nanar, bagaimana aku bisa melupakanmu? Bagaimana bisa kau meninggalkanku menjelang pernikahan kita? Kenapa hanya karena penyakit itu kau rela seperti ini? Aku benci, aku benci diriku yang tidak bisa menjagamu! Aku ingin kau kembali padaku! Karena yang pantas menggantikan dirimu sebagai kekasihku, hanyalah dirimu sendiri. Ku genggam cincinnya di tanganku dengan erat.

~~~~~

You leave me a week before we got married

I think you can stand until we are married

But you gone from my life

And your love still in my heart

How can I forget you from my live?

When I still remember all of our moment

~~~~~

Aku dan dirinya sedang berjalan dengan santai ditaman, dia memakan es krimnya dengan lahap, tanpa jeda sekalipun. Manisnya yoeja ini, tapi tanpa sengaja dia menjatuhkan es krimnya. Aku hanya tertawa melihatnya, tapi anehnya dia tidak memukulku atau meneriakan namaku. Kembali aku memandangnya, ternyata wajahnya pucat.

Aku memegang wajahnya, dan membuatnya menghadap ke arahku. Wajahnya begitu pucat, tapi sisa-sisa es krim masih tersisa di ujung-ujung mulutnya, aku mengelapnya dengan jariku. Dengan seketika wajahnya merona merah, tapi dia memandangku lemah. Aku mengecup bibirnya lembut, membuat wajahnya makin merona, tapi ….BRUKKK…. dia jatuh kedalam pelukanku.

Aku menepuk-nepuk wajahnya pelan, dia tidak bangun, tanpa menunggu lebih lama, aku menggendongnya masuk kemobil, dan memacunya sekencang yang aku bisa menuju rumah sakit. Aku turun dengan sangat khawatir, dan mencari pertolongan untuknya. Aku membaringkannya dikasur, berteriak meminta pertolongan dokter, tanpa mempedulikan beberapa pasang mata yang sudah melihatku dengan tatapan aneh.

Akhirnya seorang dokter masuk, aku disuruh menunggu diluar. Menunggu waktu yang sangat menyebalkan, walaupun akhirnya dokter itu keluar dengan tatapan sedih. Dengan segera, aku memanggil dokter itu, dan ketika aku menanyakan keadaan yoejachinguku, dokter itu terkejut.

“jadi anda belum mengetahui penyakitnya?”  aku menggelang lemah

“kalau begitu lebih baik anda ikut saya, keruangan saya”

Aku mengikuti dokter itu keruangannya. Aku mengambil bangku, dokter itu masih mencari-cari sesuatu. Ketika ia menemukannya, dokter itu memberikanku selembar kertas atas nama Park Saera. Disitu tertulis bahwa dirinya positif menderita Leukimia stadium akhir, setetes airmata muncul dari ujung mataku, aku masih tidak percaya apa yang tertulis disitu.

“lebih baik bahagiakan dirinya sekarang, saya tidak tau apakah ia berhasil bertahan hingga 4 bulan kedepan”

Aku masih memandang kertas itu kosong, hidupku rasanya menyedihkan, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan disini.

“Gomawo Dok, sudah memberitahu saya. Saya akan berusaha menjaganya sebaik mungkin”

Aku membukukkan badanku pada dokter didepanku, dokter itu hanya tersenyum pahit. Aku pun segera bangkit, dan memutar tubuhku. Tapi ketika aku melihat kepintu, sudah ada Saera disana, airmata mengalir dari matanya, membuat sungai kecil di wajahnya. Ketika dia menyadari bahwa aku sudah melihatnya, dia segera berlari, aku mengejarnya sekuat yang aku bisa.

Ketika aku berhasil menggapainya, itu sudah sangat jauh dari rumah sakit, larinya kencang juga padahal dia sedang sakit (-__-“). Aku berhasil menggenggam tangannya, menariknya, dan membuatnya jatuh kedalam pelukanku. Dia menangis sejadi-jadinya, memukul-mukul dadaku, tapi aku tetap bertahan, mengelus rambutnya pelan.

Ketika dia sudah lebih tenang, aku mengajaknya duduk di bangku taman, dia menyenderkan kepalanya ke bahuku. Dia mungkin tidak menangis sekeras tadi, namun ia masih terisak-isak. Aku merangkulnya, berusaha menenangkannya, hatiku sakit melihat dirinya bersedih seperti ini.

“Op….. oppa ak..ku tidak ing….ngin meninggal….kan oppa” kau tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan menjagamu!

“kau tidak akan pernah meninggalkanku, tidak boleh”

“oppa…..” katanya lemah, dan memandangku

“aku akan menikahimu 1 bulan lagi! Aku janji!” aku segera menggendongnya di pundakku, ku lihat sebuah senyuman muncul di bibirnya. Aku akan pergi ke rumah orang tuaku, dan orang tuanya untuk melamarnya. Tidak akan ada kata tapi, aku tidak peduli apa tanggapan orang nanti.

~~~~~

Now that moment just a memorize

We can make a new moment like that

Because we are in different world

You must know this love is unbreakable

Cause you bring this love till you die

Can I die with our love too?

~~~~~

Aku berjalan menggendongnya di lenganku, aku akan membawanya ke laut sesuai permintaannya. Berjalan di tengah angin malam begitu dingin tanpa dirinya yang menemanimu, wajahnya sekarang benar-benar pucat, dan dirimu begitu dingin. Bagaimana tidak? Dirinya hanya memakai baju putih tipis, dan itu pun sekarang sudah terkena noda darah.

“Saera lihat sekarang kita sudah berada di ujung pantai” aku berkata kepadanya, sepertinya diriku lebih mirip orang gila saat ini. Aku berjalan menuju perahu kecil, yang dulu sering aku gunakan bersama dirinya untuk melihat ombak di tengah laut. Kubaringkan tubuhnya di perahu, mendorong perahu itu, ketika sudah agak di tengah, aku mendayungnya.

Perahu terus kudayung hingga berjarak 20 meter, tidak ingin terlalu jauh dari pantai. Aku menatap yoeja yang terbaring begitu lemah di depanku. Pipinya begitu lembut katika di elus, tapi rasanya begitu dingin. Aku mengangkat tubuh mungilnya, menaruhnya dalam pangkuanku, memeluknya untuk terakhir kali. Tiba-tiba sebuah pikiran gila melintas di kepalaku.

Aku memandangnya untuk terakhir kalinya,  menenggelamkannya dangan ragu, dan tanpa pikir panjang juga aku melompat ketika tubuhnya terlepas dari tanganku. Aku berenang menuju dirinya, tidak peduli kapan aku akan menikah, yang pasti cincin ini harus menjadi miliknya. Terus berenang hingga tanganku berhasil menggapai tangannya, aku memasangkan cincin itu kedalam jari manis.

Hanya itu keinginanku, dan aku akan menyetujui untuk melakukan apa yang iya minta di dalam suratnya. Tapi aku tidak bisa naik kepermukaan, karena nafasku sudah mulai habis. Entah kenapa juga, aku tidak mau melepaskan genggaman tanganku, sedikit demi sedikit paru-paruku kosong, dan semuanya menjadi gelap. Aku menyusulnya…..

~~~~~

I must let you go, but my heart can’t

I just want you to use your ring

So I will give it to you, and

I will follow you into the dark

Although that place is very scary

I just need you in my side, forever!
~~~~~

-News-

Choi Siwon member Super Junior dan putra dari pemilik Hyundai Dept. Store ditemukan kemarin pagi, tewas tenggelam di kedalaman 10 meter, berada disekitar kediaman tunangannya, Park Saera. Kediaman tunangannya sudah penuh dengan darah yang berceceran. Di temukan sebuah surat yang membuktikan bahwa tunangannya mati bunuh diri, karena depresi akan penyakit Leukimia-nya.

Ketika di temukan tenggelam, dia bersama tunangannya sedang berpegangan erat, tidak ada tanda-tanda luka pada dirinya. Kemungkinan besar dia juga mati bunuh diri, karena depresi melihat tunangannya.

Sekarang seluruh keluarganya dan juga member Super Junior sedang dalam keadaan duka. Jadwal yang tadinya sudah tersusun rapih, sekarang harus ditunda dan di rombak ulang. Para E.L.F pun sedang dalam keadaan duka, tapi tetap berusaha menghibur member yang lain. Pemakamannya di atur secara tertutup hanya keluarga, teman dekat, dan beberapa orang lainya yang boleh masuk.

Sekarang seluruh member Super Junior hanya bisa bersedih mendengarnya.

~~~~~

-Until the End, We Die With Love-

-the end-

12 Comments (+add yours?)

  1. xexe
    Aug 23, 2012 @ 21:44:48

    andweee !!
    oppaku jgn mati,
    jgn tinggalkan aku.. u.u
    #ditimpuk author
    kekekeke

    daebak thor,
    keep writing! ^^

    Reply

  2. YeMinsGirlfriend
    Aug 23, 2012 @ 21:59:27

    Yatuhan. Jangan sampe-_-

    Reply

  3. mei.han.won
    Aug 23, 2012 @ 22:00:51

    ngenes bgt..
    gak tau mo nulis komen apa lagi.

    Reply

  4. farfiays2620
    Aug 23, 2012 @ 22:58:01

    complete, aku gk tau mau coment ap, sad ending tp keren, GOOD JOB !

    Reply

  5. simplicity
    Aug 23, 2012 @ 23:22:36

    i`m speechless. siwonn.. omooo. ini ceritanya sedih banget thor. :'(((

    Reply

  6. inanabila
    Aug 24, 2012 @ 01:38:32

    OMG no comment😦

    Reply

  7. Lhyunji
    Aug 24, 2012 @ 02:10:11

    aaa~ naudzubilah siwon begitu-_-” #plakk
    nice ff thor~ tapi pengen lebih panjang:3 *maunya-_-”
    keep writing ya thor~^^

    Reply

  8. Kyura Yang 27
    Aug 24, 2012 @ 09:08:20

    thor itu gasalah pas “like a hurt in my heart” itu… bukannya like a pain in my heart? hehe.. mian, tp menurut aku gapas aja.. ^^

    Reply

  9. septyhafidz
    Aug 24, 2012 @ 09:13:35

    menyedihkan and so sweet banget.

    Reply

  10. YohanaJung
    Aug 24, 2012 @ 09:49:27

    saya ga mau comment apa2 thor ._. Siwonnya astagaa T.T

    Reply

  11. cho hyun hee
    Aug 24, 2012 @ 15:20:48

    ngenes bgt thor, bikin nyesek!

    Reply

  12. Ifa Raneza
    Aug 24, 2012 @ 16:04:01

    Sad ending…
    Daebak T^T

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: