[Special Post For Holiday] Annyeong Appa

Annyeong,, Appa…

24 Agustus 2010

Aku berdiri,, tidak sendiri… Karena ke12 saudaraku serta Umma masih berada disini. Menghayati alunan sedih dalam kehilangan yang sangat dalam. Dalam kesunyian ini,, aku berdoa agar dia bahagia. Doa yang sederhana memang,, tapi dalam maknanya…

Makam ini masih basah… Ya,, tentu saja… Belum lama,, Appa dimakamkan. Artinya,, Appa meninggalkan kami semua. Meninggalkan Umma,, meninggalkan ke12 anaknya,, serta cucunya yang masih mengharapkan dongeng masa lalunya untuk dibagikan pada kami semua.

Kerabat dekat masih berada disekitar pemakaman. Mendoakan Appa… Mereka bercerita tentang kebaikan Appa di masa lalu. Dan berharap agar Appa akan diterima disisiNya…

Tapi,, dalam kehilangan ini,, aku dapat merasakan kehadiran Appa… Aku masih belum bisa melupakannya…

Ia yang mendukungku dengan meletakkan tangannya dipundakku tanpa mengatakan sepatah kata pun…

Ia yang memberiku senyuman kecil setelah aku berbalik pergi,, sehingga aku tak dapat melihat senyumnya…

Ia yang tak pernah memujiku dihadapanku,, bahkan mengkritikku habis-habisan,,

Tapi ia memujiku didepan rekannya tanpa sepengetahuanku…

Ia yang tangannya tak sehalus dan selembut Umma…

Ia yang selalu,, memberiku semangat,, bahkan setelah kukatakan aku menyerah, dan akhirnya aku bangkit lagi…

Ia yang belum dapat tidur nyenyak jika aku belum pulang…

Ia yang selalu khawatir padaku,, memandangku dengan tatapan tajam jika aku pulang terlambat…

Tapi sekarang,, Appa pergi…

Tak ada yang mendukungku, Umma, serta ke12 saudaraku yang lain…

Tak ada yang memberikan senyuman penuh kharisma itu lagi…

Tak ada yang mengkritik kami lagi…

Tak ada yang memberi kami semangat lagi…

Tak ada yang menunggui kami lagi…

Tak ada yang mengkhawatirkan kami lagi…

Karena Appa,,

Kini…

Sudah pergi…

Untuk selama-lamanya…

*                            *                            *

Tes… tes…tes…

Titik hujan turun…

Membasahi tanah,, membasahi makam Appa yang memang masih basah…

Seolah,, awan pun ikut kehilangan atas perginya Appa…

Merasakan sakit dan pedihnya kami atas kepergian Appa yang begitu tiba-tiba…

Kehilangan ini,, memberikan luka yang sangat dalam bagi kami…

Kehilangan sosok Appa,, sosok seorang pemimpin yang tidak akan pernah tergantikan di hati kami…

~~~~~

Hening menyelimuti pemakaman ini. Tak ada lagi yang menangis,, karena air mata kami sudah terkuras habis… Tapi,, aku… Aku hanya diam,, tak menangis, tak mengeluh, bukan berarti tak bersedih…

“Everything is gonna be alright…”

“Are u okay?” tanyanya sambil memayungiku.

Aku menatap ke langit… memandang langit dengan tatapan nanar…

“Hujan…” ucapku.

“Nde,,” ucapnya.

“Haruskah begini caranya?” tanyaku. Aku tahu pertanyaanku ini membuatnya bingung.

Dia diam. Menimbang-nimbang sesuatu. Mungkin memikirkan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkannya supaya aku tak terluka lebih dalam lagi.

“Mungkin,,” diam lagi.

“aku tak tahu. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang kan??” ucapnya.

Kosong,, hati ini jadi kosong… sedih memang,, tapi itulah kenyataannya…

“Ae Ri,, kau akan tetap berada disisiku kan??” tanyaku,,

“Aku??” matanya menerawang ke langit. Menatap sesuatu yang tak ada. Tatapan matanya kosong. “Sudah kubilang,, hanya Tuhan yang tahu…”

Aku menoleh ke arahnya. Wae??

“Tapi… selama jantungku masih berdetak seperti ini ketika aku melihatmu…” ucapnya sambil menatapku. “selama itu juga aku akan berada disisimu…” ucapnya sambil tersenyum manis.

Aku tersenyum,, lega mendengar jawabannya… Setidaknya masih ada seseorang yang akan menangkapku ketika aku terjatuh.

“Appa….” Teriak seorang bocah lelaki padaku. Ya,, dia anakku,, Junsu. Usianya menginjak 4 tahun sekarang.

Aku menoleh ke arahnya. “Mana Kakek?? Kenapa kakek tidak ada disini??” tanyanya.

Aku diam mematung. Haruskah kukatakan kakeknya meninggal pada bocah berusia 4 tahun ini??

“Kakek ada disini…” ucap Teuki Hyung yang tiba-tiba ada dibelakangku.

“Dimana??” Tanya Junsu sambil melihat ke sekelilingnya.

Teuki Hyung menggenggam tangan Junsu yang mungil,, kemudian ia letakkan tangan Junsu didadanya. “Disini…”ucapnya.

“Hah??”

“Kakek juga ada disini…”ucap Teuki Hyung sambil memindahkan tangan mungil itu ke dada Junsu.

“Kakek akan selalu ada dihati kita…” ucapku,, akhirnya.

“Benarkah??” tanyanya dengan mata berbinar.

“Nde,, dimana pun kita berada,, kakek akan selalu ada di hati kita… Selamanya…” tambah Umma yang kini merangkul pundak Junsu.

“Jadi,, kakek juga akan selalu berada di hati nenek juga??” Tanya Junsu dengan polosnya.

“Nde…” jawab Umma dengan mata berkaca-kaca. Matanya sudah bengkak sekarang. Aku tahu,, berat memang melepas kepergian seseorang yang telah bersama selama 48 tahun.

“Di hati Chullie adjushi? Han adjushi? Kang In adjushi? Yesung adjushi? Sungmin adjushi? Donghae adjushi? Hyukie adjushi? Kyu adjushi? Wookie adjushi? Shindong adjushi? Siwon adjushi?” Tanya Junsu sambil menatap wajah adjushinya itu satu persatu,, meyakinkan jawabannya.

“Nde…” ucap mereka serempak.

Junsu tersenyum riang,, senyum polosnya itu,, memberiku semangat. Meyakinkanku bahwa hidupku masih panjang… masih ada AeRi disampingku,, masih ada Junsu,, jagoan kecilku… Masih ada Umma dan ke12 saudaraku. Andai aku bisa tersenyum secerah itu saat ini…

~~~~~

Satu persatu meninggalkan tempat pemakaman Appa. Aku masih berdiri disamping makam Appa. Masih memandanginya, seperti ke12 saudaraku yang lain. Umma masih duduk bersimpuh disamping makam Appa. Memegangi nisannya, sambil terus berdoa…

“Umma,, ayo kita pulang…” ucap Teuki Hyung.

“Sebentar lagi…” ucap Umma.

“Umma,, ini sudah sore…” tambah Sungmin Hyung.

“Umma masih ingin menemani Appamu,, nak…”

Mataku berkaca-kaca. Tidak,, tidak menangis… Menatap nanar ke arah nisan Appa. Sedih melihat Umma dalam keadaan seperti ini.

“Umma…” panggil Kyu. “Appa akan baik-baik saja…” ucapnya. “Appa akan sedih kalau melihatmu dalam keadaan seperti ini…” ucap Kyu. Aku dapat melihat air matanya mengalir dari sudut matanya,, mengalir turun dan jatuh ke makam Appa.

Umma menatapnya. Ia menangis. Menangis,, bukan untuk yang terakhir kalinya memang. Tapi,, aku bersyukur karena Umma akan terus memberikan air matanya untuk kami. Sebagai cambukan untuk kami,, bahwa kami masih memilki Umma. Masih harus berjuang untuk Umma.

Umma tersenyum. Seakan semuanya baik-baik saja. “Ayo,, kita.. pu.. lang…” ucap Umma terbata-bata.

Umma meraih tangan Kyu untuk segera beranjak dari tempat umma bersimpuh. Menatap sekilas makam Appa dan segera beranjak pergi meninggalkan Appa. ‘Selamat tinggal…’ aku tahu Umma membisikkan kata-kata itu sebelum pergi dari sini.

Genggaman tangan kecil menelusup ke tanganku. Aku menatap pemiliknya. Junsu,,, dia selalu ada ketika aku akan jatuh. Menarikku dari ujung jurang agar aku tidak melompat.

Junsu menoleh ke belakang,, “annyeonghaseyo,, kakek…” ucapnya sambil melambaikan tangannya.

Aku tersenyum kecut. Menatap apa yang tadi ditatap oleh Junsu. ‘Annyeong…’ bisikku.

*                          *                            *

-the end-

14 Comments (+add yours?)

  1. khym
    Aug 27, 2012 @ 21:21:13

    GILA! KEREN BANGET! PENDEK TAPI AKU DIBUAT MERINDING! (y) itu point of view nya kibum kan?

    Reply

  2. Sung Hyo Jin
    Aug 27, 2012 @ 21:47:38

    nyes banget ff nya 😥
    singkat tapi bikin nangis malem2 gini

    Reply

  3. elitasyaravina
    Aug 27, 2012 @ 22:07:02

    authoor jeongmal ddaebak!!
    itu POV nya siapa ya??
    keren pakek banget!!

    Reply

  4. VayTeuKey
    Aug 27, 2012 @ 22:07:07

    aku itungin dari ahjussi2 yang di sebutin sama Junsu. ternyapa POV nya Kibum. jadi kangen sama diaaaa.. . oppa kapan pulang???

    Reply

  5. Tami TcSkulase
    Aug 27, 2012 @ 22:12:08

    keuren ,, tapi pendek 😦
    tapi keep writng ya 😀

    Reply

  6. sclouds9
    Aug 27, 2012 @ 23:46:45

    huaaaa….appa!!!sumpah nangis thor..jleb banget gila…pendek tapi nyayat *apacoba*

    Reply

  7. Ririn_Kyu
    Aug 28, 2012 @ 00:08:20

    ya ampun mengharukan sekali kata2na,, daebak,,
    ak ampe ngitungin yg d sebutin Junsu… trnyata Kibum..^^

    Reply

  8. tyasshfly
    Aug 28, 2012 @ 08:32:04

    authorr, u’re success make me cry ._.
    ceritanya dalem ,ff yg daebaak!
    Keep writing :-D:-D

    Reply

  9. tyasshfly
    Aug 28, 2012 @ 08:41:21

    author , u’re success make me cry ._.
    kata2nya ngena bgt ceritanya dalem ,ff yg daebaak!
    Keep writing :-D:-D

    Reply

  10. Devinvina
    Aug 28, 2012 @ 09:29:26

    Ff nya keren ^^ ngena banget ih … 😦 itu kibum oppa yah?! Aigoo oppa bogoshipoyo … 😦 aku tunggu next ff nya yah!

    Reply

  11. farfiays2620
    Aug 28, 2012 @ 18:28:30

    waduuuh, sad tpi endingny happy, hmm aku suka kata2 dan feelny dpat bgt, FIGHTING FOR NEXT FF !! *itu kibum kan ?*

    Reply

  12. Ifa Raneza
    Aug 28, 2012 @ 21:11:41

    huwaaaa~~ T^T
    KEREN BGT INI FFNYAAAA!!! *CAPS JEBOL*
    daebak thor!
    jadi keinget sama appa aku sndiri nih ;;—-;;

    Reply

  13. kim yoon hae
    Aug 30, 2012 @ 15:05:37

    aa!!! keren bgt thor!!
    ternyata itu pov nya ki bum ya,,

    Reply

  14. sjthehouse
    Sep 08, 2012 @ 22:26:59

    duh… paling ga nahan kalo baca yg tentang family dan ada mati2nya…. *nangis bombay* daebak… hiks… thor… eonni… hiksss

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: