[FF Of The Week] SAY YOU LOVE ME

Tittle     : Say You Love Me

Author  : Cha Ryme

Cast       : Jung Eunki

                Cho Kyuhyun

Genre    : Romance

Rating   : T

Length  : One Shot

 

Smua crt ff nie hny imanjinasi author saja. So, NO BASH! NO SILENT! NO COPAS! NO PLAGIAT!!

 

Happy Reading……^^v

Don’t you know that i want to be more than just your friend

Holdin’ hands is fine, but i’ve got better things on my mind

You know it could happen if

You’d only see me in a different light                             

Maybe when we finally get together,

You will see that i was right

 

Say you love me, you know that it could be nice

If you’d only Say you love me,

Don’t treat me like i was lice

Please love me, i’ll be yours and you’ll be mine

If you’d only Say you love me, baby,

Things would really work out fine

(IU_Say You Love Me)

 

Lagu ini mengalun pelan dari MP3 playerku, lalu mengalir melewati earphone putih ini, berhenti dan berakhir ditelinga kiriku.

Bukan.

Lebih tepatnya sekarang lagu ini juga bergema ditelinga seorang namja seumuranku yang duduk santai disampingku. Memejamkan matannya, menikmati setiap hembusan angin yang menerpa wajahnya dan membuat rambut coklatnya melambai-lambai indah. Kami berdua sedang menikmati musim semi ditaman kota bernama Queen Park yang berada 5 blok dari rumah kami berada.

Kupandangi wajahnya yang diterpa seberkas sinar matahari yang lewat melalui celah-celah dedaunan pohon sakura di depan kami ini. Aku sangat menyukai angle ini. Tampak sempurna. Wajahnya tampak seputih susu. Kutelusuri wajahnya, dari alis, mata, pipi, hidung mancungnya, dan terakhir bibirnya. Semua tampak sempurna diwajahnya. Indah. Dia ciptaan Tuhan paling indah yang pernah kulihat.

Kusunggingkan senyum puas. Karena bila dia sedang seperti ini, wajahnya terlihat seperti malaikat yang mengepakkan sayapnya dengan senyum diwajahnya. Membuatku terasa damai.

Lalu kusadari dia membuka matanya dan tanpa aba-aba dia memalingkan wajahnya padaku. Mengunciku yang sedang menatapnya. Sudut bibir kanannya tertarik ke atas. Ih …. aku paling benci kalau dia tersenyum seperti ini. Rusak sudah image wajah malaikatnya, “Apa kau terpesona padaku? Sepertinya dari tadi memandangiku terus.” celotehnya.

“Terpesona? Tidah salah?” Kuulurkan kedua tanganku untuk menyentuh pipinya. Dia memang ciptaan Tuhan yang paling indah. Walau menyentuhnya seperti ini menimbulkan debaran dijantungku. Tapi, aku dapat mengontrolnya. Karena kami sudah bersahabat sejak kecil, menyentuhnya seperti ini atau berada sangat dekat dengannya sudah biasa bagi kami.

“Jangan bercanda! Aku memandangimu terus karena kau belum mengembalikan Novelku, Tuan pipi berlubang.” ucapku setengah bercanda.

“Mwo? Kau … kubilang jangan memanggilku seperti itu!” Ditepisnya kedua tanganku dari pipinya dengan kasar, “Wae? Pipimu memang penuh lubang, kok.” Kutekankan bagian kata berlubang agar dia semakin marah. Hahaha …. dia manis kalau sedang marah.

“Kauuuuu…..Si hidung ½ cm, kerangka berjalan, rambut keriting, celana olahraga……”

“Si pendek, si rakus, si cerewet, si malas, si pelit, si si si dan si. Apa ada ejekkan baru untukku hari ini?” potongku. Dia diam. Keningnya berkerut, sepertinya sedang berpikir. Matanya menatapku tajam, tak percaya dengan ucapanku sepertinya. Sedangkan aku tenang-tenang saja. Aku sudah terbiasa dengan semua ejekkannya.

“Eotteohke?” tanyaku memecah keheningan yang ditimbulkannya.

“Ada.” bentaknya. Dilepaskan earphoneku yang diterselip ditelinga kanannya dan berdiri dari duduknya.

“Kau Si payah yang mempunyai selera musik yang membosankan. Mendengarkan lagu yang sama setiap hari.” lanjutnya dengan wajah merah padam. Yang dimaksudnya lagu yang sama adalah lagu ‘say you love me’ dari IU yang masih mengalun ini. Ya, memang setelah aku tahu aku menyukaimu. Aku selalu memutar lagu ini tanpa bosan. Karena lagu ini mewakili perasaanku padamu Cho Kyuhyun, apa kau tahu itu. Gumamku dalam hati.

“Tunggu sebentar! Tadi kau bilang aku payah? Kau boleh mengejekku apapun, tapi jangan pernah memanggilku payah.” teriakku sadar, aku paling tak suka orang memanggilku payah. Aku tak suka orang merendahkanku.

“Ya! Aku sedang bicara. Berhenti!! Mau kemana kauuu…?” teriakku, melihatnya jalan pergi meninggalkanku sendiri.

“Menambal pipiku.” sahutnya dengan nada kesal.

Hwahaha …. seketika itu diriku yang kesal akan ejekan payah, seketika tertawa terbahak-bahak mendengar jawabannya. Benar-benar deh, kalau sudah kupanggil Tuan pipi berlubang langsung kesalnya setengah mati.

Kuhentikan tawaku. Kupandangi punggungnya yang mulai menjauh, menelusuri jalan trotoar yang menghubungkan taman ini dengan rumah kami berada. Kuhirup udara musim semi ini lalu kuhembuskan pelan-pelan. Kusunggingkan senyum dibibirku. Tersenyum akan kenyataan bahwa aku menyukai orang menyebalkan itu. Orang yang mudah membuatku marah tapi juga mudah membuatku tersenyum kembali. Ya, aku sangat menyukainya.

“Kapan aku harus menyatakan perasaanku ini padamu, Kyuhyun-ah? Tinggal 6 hari lagi kau akan pergi meneruskan kuliahmu di Kyunghee University yang letaknya sangat jauh dengan tempat kuliahku nanti. Aku yakin setelah itu kita akan sangat jarang bertemu. Atau kemungkinan yang kubenci kau akan melupakanku. Tapi, dari semua itu aku takut disana nanti kau akan menemukan yeoja yang kau sukai dan menjadikannya yeojachingumu. Sebelum sempat aku menyatakan perasaanku ini.” gumanku pelan. Sejak kelulusan minggu lalu, hal paling aku takuti setelah itu adalah hal ini. Berpisah dengannya.

Kulihat punggungnya mulai mengecil, dan menjauh, “Ya! Kyuhyun-ah … tunggu aku!!” seruku, lalu lari mengejarnya. Aku tak ingin saat nanti dia pergi seperti ini. Pergi tanpa tahu perasaanku yang sebenarnya.

———-0———-

Hoammmph……….

Kurentangkan kedua tanganku keatas. Merenggangkan otot-otot tanganku yang kaku. Kalau saja Appaku tak menyuruhku memasuki universitas pilihannya. Aku tak akan belajar mati-matian seperti ini.

“Hmmm …. cukup disini belajarnya.” Kurapikan bukuku dan bersiap naik ke ranjang. Tapi sebelumnya, kulingkari angka 10 pada penanggalan. Tinggal 5 hari lagi, “Apakah aku sanggup berpisah denganmu, Tuan pipi berlubang?”

Kurebahkan tubuhku yang lelah dan kutarik selimut putihku. Kuratapi atap kamarku. Perlahan mulai kupejamkan mataku, terbayang wajahnya yang seputih susu itu bila diterpa sinar matahari. Walau tak seperti biasanya, bayangan kali ini menyudukkan salah satu sudut bibirnya keatas, tersenyum evil padaku.

“Aku benci senyum itu. Tapi, kau tetap tampan.” gumanku pada bayangan ini. Kuakui aku mulai menyukainya sejak aku mulai mengenal cinta. Ya, sejak aku dan dia menginjak SMA. Aku diam-diam mulai menyukainya.

“Kali ini, besok, apakah hari yang tepat untuk menyatakan perasaanku padamu, huh…?” tanyaku pada bayangannya ini. Sesaat itupun aku terlonjat kaget dari anganku. Kukerjap-kerjapkan mataku. Memastikan bayangan yang menganggungkan kepalanya ini hanya ilusiku semata. Hilang. Ya, dia hanya imaginasiku. Tapi, baru pertama ini bayangannya mengganguk padaku, seakan menyetujui pertanyaanku tadi. Apakah ini artinya besok aku harus menyatakan perasaanku padanya?

Keesokan harinya, aku sudah berdiri didepan pintu gerbang rumahku, bersiap melakukan ritual minggu pagi kami, yaitu jogging.

1..2..3..4…tengok kanan…5..6..7..8..tengok kiri dan kulakukan gerak-gerak kecil untuk pemanasan pagi ini, “Kenapa dia lama sekali?”

Kutengokkan kepalaku kearah kiri, tepatnya kearah rumah keluarga Cho berdiri, disamping kiri rumahku, “Tak biasanya dia terlambat.” Kuperhatikan pintu gerbangnya. Aku berharap dia segera keluar.

Terdengarnya desitan besi pintu gerbang terbuka dan aku mungkin hampir tersorak gembira karena orang yang dari tadi kutunggu, akhirnya keluar dar persembunyiannya, “Lama sekali, kau.” keluhku. Tapi, dia hanya diam berjalan menujuku.

Kuperhatikan dia. Mulai dari rambut coklatnya yang berantakan, lalu turun, tentu saja bagian ini yang kusuka, wajah sempurnya, lalu turun, seperti biasanya dia memakai baju training biru kelap-kelip berkerah panjang. Baju yang juga digunakan actor Hyun Bin dalam dramanya Secret Garden. Ya, namja ini memang akhir-akhirnya ini menggilai drama tersebut, sampai rela membeli baju yang menurutku seperti lampu disco. Kemudian bawahannya, memakai celana pendek warna hitam dipadukan sepatu sport warna biru laut. Tapi, tunggu dulu … apa itu ditangan kanannya?

“Emm … Eun Ki-ah, sepertinya hari ini, kita akan jogging ke pasar.” ucapnya sambil mengangkat tas belanja kedepan wajahku, “Eh …” responku. Kuangkat sebelah alisku karena setengah tak percaya dengan ucapannya. Baru kali ini aku mendengar dia akan pergi ke pasar.

“Jangan menatapku seperti itu. Ini semua perintah eomma. Gara-gara Ahra eonni tak ada dirumah. belanja ke pasar kali ini aku yang kena. Dan kau harus menemani aku. Oke!” Tanpa kata lagi ditariknya lenganku dan menggiringku menuju pasar tradisional yang berjarak 10 blok dari rumah kami.

“Aisshi! Matikan benda bodohmu itu! Kau pikir aku ini pembantumu, huh?” Kulemparkan tas belanja yang sudah penuh dengan barang belanjaan. Baru kusadari setelah aku merasa lelah mondar-mandir kesana-kemari membeli barang yang tertulis didaftar belanja ini dengan membawa tas belanja yang mulai terasa berat. Sedangkan orang disampingku ini, hanya mengekoriku dan dengan asyik memainkan PSP-nya.

“Kau yang belanja, kenapa aku jadi yang repot. Sekarang, kau belanja sendiri!” Tak lupa kulemparkan secarik kertas bertuliskan daftar belanja yang harus dibeli padanya.

“Ya! Kau ini pemarah sekali. Akukan tak mengerti apa-apa tentang hal ini.” Keluhnya disampingku, sambil mencoba menyamakan langkahku, “Ini … toge, lobak, bayam ……” Dibacanya daftar belanja yang belum terbeli, “Aku tak tahu semua ini. Ayo, bantu aku!?”

“Masa bodoh.” acuhku. Tentu saja dia tak tahu nama-nama tersebut, dia tak pernah makan sayur. Kupercepat langkahku, tapi kemudian terhenti. Karena dia menggelayuti lenganku dan menatapku dengan sorot mata memohon.

“Ayolah! Kalau aku tak mendapat semua barang di daftar belanja ini, aku pasti kena getokan dari eomma-ku. Mau ya!? Nanti sepulangnya aku beliin Hot Chocolate, deh.” Rayunya.

“Lepaskan! Aku ingin pulang.” ucapku, “Aku tak akan terkena bujuk rayumu.” Hanya saja, dia tak ingin melepaskanku.

“Bagaimana kalau ditambah dengan Vanilla Cake?” Mendengar cake favoritku disebut, refleks aku menatapnya dengan mata berbinar-binar senang. Ah … kalau seperti ini aku tak bisa menolaknya, dia tahu kelemahanku, “Eotteohke?”

“Baiklah. Tapi, kau yang membawa barang belanjaannya dan aku yang membeli belanjaanya.” negoku.

“Oh, sure, Miss Eun ki.” jawabnya sok ke-inggrisan. Kamipun melanjutkan perburuan kami dipasar.

Kulahap potongan kecil Vanilla Cake yang menancap cantik digarpuku, kerasakan kelembutannya dilidahku, aku merasa seakan aku sedang disurga, “Hmmm … enaknya.”

“Kalau kau makan seperti itu, kapan selesainya?” bentak Kyuhyun, membuyarkan suasana surgaku, “Ya! Bisa tidak untuk tak berteriak. Mengganggu tahu.” sewotku kesal.

“Makanya, cepat habiskan makananmu!” Diraihnya cangkir berisi Milk Coffe kesukaannya. Dihabiskannya kopinya hanya dengan satu tegukan. Lalu kembali bermain dengan benda bodohnya itu, PSP.

Kusedu Hot Chocolateku dengan sedikit rasa kesal. Mengingat rencanaku semula gagal. Rencana dimana seharusnya kami jogging dari rumah dan berhenti di taman Queen Park. Lalu menyatakan perasaaku disana, di tempat favorit kami itu.

Kenyataannya, jogging kali ini berburu dipasar dan berakhir di café langganan kami ini.

Tak mungkinkan aku menyatakan perasaanku ditempat para pembeli dan penjual berjubel-jubel disana. Aku tak ingin menyatakan ditempat seramai itu.

Tapi, sebentar ….. sekarangkan aku sedang di café. Kulihat-lihat suasana di café ini. Sedikit ramai. Tapi tak seramai dipasar. Apa aku menyatakannya disini saja, ya?

Kupandangi Kyuhyun yang tak berkedip memandangi layar datar PSP-nya. Tiba-tiba saja aku merasa gugup. Suasana ini kembali menyerangku. Kemudian mulai kurasakan tanganku bergetar dan berkeringat. Aku merasa sulit bernapas. Dadaku sesak dan jantungku berdetak cepat. Sepertinya aku harus menundanya lagi?

Tanpa kusadari aku menggelengkan kepalaku. Tak setuju akan kepengecutanku ini.

‘Kau sudah terlalu sering menundanya, Jung Eun ki. Sekarang tak boleh.’ ucap bayangan wajah Kyuhyun sama persis bayangan tadi malam. Kuterperanjat kaget, hampir membuatku terjatuh dari kursiku. Kukerjap-kerjapkan mataku. Memastikan penglihatanku tak bermasalah. Tapi, sekarang bayangan itu menghilang.

“Ya! Ada apa denganmu?” teriak Kyuhyun, merasa terganggu dengan kelakuanku. Ditatapnya diriku tajam, “Ah, mian.” ucapku setengah sadar dari keterkejutan tadi.

Apakah ini artinya, sekaranglah aku harus menyatakannya?

Kuhirup oksigen di café ini sebanyak-banyaknya. Kukumpulkan keberanianku dan, “K-kyuhyun.” panggilku gugup.

“Eo.” jawabnya singkat, tanpa menoleh padaku. Kutundukkan wajahku. Aku tak berani menatap wajahnya sekarang. Aku takut kalau pipiku sekarang sudah seperti tomat masak.

“A-aku…………”

“Aku menyukaimu, oppa.”

Mwo? Bukan. Ini bukan suaraku. Suara siapa ini? Kuangkat wajahku dan kulihat seorang yeoja kecil, berambut hitam lurus sebahu, memakai seragam anak SD, dan sebuah bando pink menghiasi kepalanya, kyeopta. Dia sedang memeluk Kyuhyun dan memanggil-manggilnya, “Oppa, oppa, oppa.”

“Nuguya?” tanya Kyuhyun lembut pada yeoja kecil ini, mewakili ucapanku yang ingin kulontarkan pada yeoja kecil ini.

“Ah, mian, anak muda. Dia anakku. Dia ini kalau melihat namja tampan sukanya langsung memeluk.” ujar seorang ajumma, yang sepertinya eomma dari yeoja kecil ini, menghampiri kami, lalu menarik yeoja kecil ini yang masih tak ingin melepaskan pelukannya.

“Oh, gwaenchan.” ucap Kyuhyun sambil mengusap-usap rambut yeoja kecil yang bernama Min ji ini. Aku yang melihat merasa sedikit iri sekaligus cemburu.

“Min ji. Ayo pulang!” ucap eommanya yang masih berusaha menariknya agar melepaskan pelukannya, “Ah, umma, padahal aku masih ingin memeluk oppa.” protes yeoja kecil yang bernama Min ji ini, “Sung Min Ji. Ayo pulang!” ulang eommanya lagi dengan suara tegas.

Seketika itu Min Ji melepaskan pelukannya, “Ne, kalau gitu, oppa aku pulang dulu ya.” Dibungkukkan badan mungilnya, memberi salam perpisahan, “Sampai ketemu lagi, oppa.” ucapnya.

“Ne.” balas Kyuhyun dengan seulas senyum dan anggukan kecil. Yeoja kecil inipun pergi dengan seulas senyum merekah dibibirnya.

“Kenapa kau menatapnya seperti itu?” tanya Kyuhyun yang menyadari aku menatap tajam kepergian yeoja kecil tadi.

“Mwoya?” tanyaku seakan aku tak mengerti pertanyaannya.

“Kau menatap kepergian yeoja kecil tadi dengan tatapan seakan kau ingin memakannya saja. Emmm … jangan bilang kau cemburu.” ujarnya dengan menyipitkan sebelah matanya dan tersenyum evil, mencoba mengintimidasiku.

“Cemburu?” Hahaha … tawaku garing.

“Anie.” bohongku.

“Iya, kau cemburu.”

“Anie.”

“Cemburu.”

“Anie.”

“Yah, yah, sudah. Sekarang cepat habiskan makananmu dan pulang.” ujarnya mengakhiri perdebatan kami.

Akhirnya aku menghabiskan makananku dengan muka masam. Yeoja kecil tadi mengambil kesempatanku. Padahal aku mati-matian ingin mengutarakan perasaanku ini. Tapi, yeoja kecil itu dengan mudahnya mengatakannya. Ah …. Sebal, sebal, sebal.

Sepulang dari café, aku masih kesal setengah mati dengan yeoja kecil tadi, “Huh.” dengusku penuh emosi. Kutendang batu-batu kecil yang kutemui disepanjang jalan trotoar ini. Tiba-tiba saja muncul didepan wajahku, bayangan wajah Kyuhyun yang sama persis bayangan tadi malam dan di café tadi.

Karena terkejut, tanpa sengaja aku menendang batu kecil yang ada didepan kakiku dengan penuh tenaga, melayang mengenai Kyuhyun yang berjalan didepanku, “Awww.” ringisnya sambil mengusap-usap kepalanya yang terkena.

“Mianhae, aku tak sengaja, Kyu.” ucapku sambil melangkah mendekatinya.

“Kau ini sebenarnya ada apa sih? Dari tadi kelakuanmu tak normal.” ujarnya masih meringis kesakitan, “Gwaenchan. Mianhae.” ucapku masih merasa bersalah, “Ah, sudahlah.” Lalu melangkahkan kakinya kembali.

Disaat itu juga bayangan wajah Kyuhyun datang kembali dan mengucapkan, “Sekarang, katakan!” Lalu menghilang lagi.

“KYUHYUN.” teriakku keras, kututup mulutku yang tanpa perintah berteriak memanggilnya. Ini pasti gara-gara aku terlalu shok dengan bayangan ini yang terus datang menghantuiku.

“Ya! Aku disini. Kau pikir aku tuli, apa? Berteriak seperti itu.” sahutnya kesal, “Ada apa lagi?” lanjutnya.

Kulihat dia berhenti tepat didepan pintu gerbang rumahnya dan aku berdiri kira-kira 2 meter darinya. Kurasakan kembali serangan ini, jantung berdebar cepat, tubuh terasa dingin, tangan gemetaran dan berkeringat. Kutundukkan wajahku karena terlalu gugup untuk menatapnya. Sepertinya memang ini saatnya aku menyatakannya.

“Kyuhyun, aku……..”

“Aku…….” Kenapa sulit sekali? Ayolah keluar!!

“Aku apa?” tanyanya tak sabar.

“A-aku menyukaimu.”

Hati ini, jiwa ini, terasa bebas sekarang. Perasaan ini yang selalu membuat dadaku terasa sesak, sekarang melepaskan cengkeramannya. Membuat dadaku terasa baik dan tenang. Aku merasa sangat lega. Dengan berani kuangkat wajahku agar aku bisa melihat reaksinya. Aku tak menuntut dia untuk menerima perasaanku ini. Karena aku hanya ingin menyatakan perasaanku yang sebenarnya.Walaupun didalam hatiku terdalam aku berharap dia juga menyukaiku.

Hanya saja, aku kaget dan shok melihat reaksinya. Kupikir dia akan membulatkan matanya karena kaget. Atau segera mengucapkan sesuatu agar aku merasa tenang. Tapi, yang ada dia menatapku kosong dengan ekspresi yang sulit kumengerti. Dia hanya diam ditempatnya. Menatap kedua manic mataku lekat-lekat.

Untuk beberapa menit kami hanya diam berdiri ditempat masing-masing. Saling menatap tanpa tahu apa yang ada dipikirannya sekarang. Ayolah bicara sesuatu! Buatku tenang.

Terasa sesuatu bergejolak diperutku. Aku ingin muntah. Aku tak tahan lagi. Akupun berlari melewati Kyuhyun yang masih saja tetap diam ditempatnya dan masuk kerumahku. Aku langsung pergi ke toilet dan memuntahkan gejolak diperutku. Tapi, tak ada yang keluar. Justru airmataku yang keluar. Aku menangis sesegukan di toilet. Aku tak mengerti mengapa jadinya seperti ini.

———-0———-

Malam harinya aku tak bisa tidur. Sorot mata dan ekspresinya waktu itu selalu menghantuiku. Aku tak mengerti akan ekspresinya itu. Apakah arti dari ekpresinya itu kalau dia tak suka aku menyatakan perasaanku ini? Bagaimana kalau dia membenciku? Andwae. Andwae.

Tapi, aku harus bagaimana? Dengan begini aku takut. Aku takut telah merusak persahabatan kami. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan bila bertemu dia nantinya.

Hari ini, 3 hari yang sudah berjalan setelah hari dimana aku menyatakan perasaanku. Dan 3 hari sudah aku tak pernah menemuinya. Aku menghindarinya. Di rumah, di sekolah, dimanapun kemungkinan kami bertemu, aku selalu menghindarinya. Aku terlalu malu untuk menemuinya. Sebenarnya dia pernah meneloponku malam itu setelah kejadian aku menyatakan peraasaanku. Tapi, aku tak mengangkatnya.

3 hari ini juga dia tak menampakkan wajahnya dihadapanku. Tidak pernah. Walau aku menghindarinya, sebenarnya aku berharap dia mencariku atau datang ke rumahku dan menemuiku. Sehingga aku dapat menjelaskan apa yang terjadi 3 hari yang lalu. Tapi, dia tak melakukannya. Semua ini membuatku berpikir bahwa dia benar-benar telah membenciku.

Aku berjalan mondar-mandir di kamarku. Seperti orang linglung. Kepalaku seperti ingin meledak, terlalu lama memikirkan apakah hari ini aku harus menemuinya terlebih dahulu, tak menunggunya untuk menemuiku. Tapi, bila dia tak menemuiku, aku bakal tak melihatnya untuk waktu yang lama. Karena tinggal hari ini dia berada disini, di kota ini. Besok adalah hari dimana dia akan berangkat ke Universitas Kyunghee.

Untuk waktu yang lama, akhirnya aku memutuskan untuk mengirimnya pesan. Setelah benar-benar terkirim. Aku langsung pergi ke café langganan kami.

Ditemani secangkir Hot Chocolate aku menunggunya. Menunggunya dengan jantung berdebar-debar luar biasa cepat. Hal ini yang harus kulakukan, menemuinya atau aku tak pernah melihatnya lagi.

Hot Chocolateku sudah habis dan dia tak kunjung datang. Seharusnya dia sudah datang. Ini sudah lewat setengah jam dari waktu yang kutentukan untuk menemuiku disini.

“Hahhh … sepertinya dia tak datang.” desahku, lalu aku berdiri dari dudukku, keluar dari café ini, untuk pulang kerumah.

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, pipiku basah oleh airmata yang tak bisa kubendung lagi. Sepertinya dia benar-benar membenciku. Sesampai di taman Queen Park, aku berhenti. Mengenang kebersamaan kami disini. Queen Park adalah tempat favorit kami. Dimana kebanyakan waktu kami dihabiskan disini. Sampai sebuah suara memanggil-manggil namaku.

Kubalikkan tubuhku ke arah datangnya suara. Disana, di jalan menuju café yang kutinggalkan tadi. Terlihat sesosok yang sangat kurindukan, yang tak pernah melihatnya selama 3 hari ini, berlari kearahku, “Kyuhyun-ah?” gumanku tak percaya.

Dia sekarang sudah ada didepanku, “Kau ini tak sabaran sekali. Aku hanya terlambat setengah jam saja kau sudah pergi. Keterlaluan.” ucapnya dengan napas terengah-engah. Detik ini juga, dia menarikku kepelukkannya. Bisa kurasakan jantungnya berdetak cepat. Kubulatkan kedua mataku. Dia tak pernah memelukku seerat ini.

“Kyuhyun.” lirihku, meminta penjelasan akan perlakuannya ini.

“Diamlah! Aku lelah setelah berlari dari rumah guru Park ke café dan terus berlari mencarimu. Apa kau tahu aku terlambat karena aku harus mengurus beberapa dokumen dengan guru Park.” jelasnya.

Dieratkan kedua tangannya memeluk tubukku yang lemas. Aku hanya diam membisu. Tak tahu apa yang terjadi sekarang. Untuk beberapa menit kami saling diam dan masih dalam posisi dia memelukku. Kudengar napasnya mulai teratur, tapi mengapa jantungnya masih berdetak cepat?

“Kyuhyun.” Seruku untuk memecah keheningan ini.

“Aku menyukaimu.” ujarnya, membuat mataku terbelalak semakin lebar. Tak percaya akan ucapannya barusan, aku mencoba tuk melepaskan pelukannya. Melihat wajahnya apakah dia sedang bercanda. Tapi, dia tak mengijinkanku dan semakin mempererat pelukannya.

“Aku sudah lama menyukaimu. Tapi, tak berani untuk mengatakkannya. Kuakui aku pengecut kalau soal cinta. Kalau kau tahu aku selalu berusaha untuk menunjukkan rasa sukaku. Sayangnya kau tak pernah meresponnya. Itu sebabnya kupikir kau tak menyukaiku dan hanya menganggapku sebagai sahabat.” Benarkah? Apa yang dikatakan ini benar?

“Saat kau mengatakan kalau kau menyukaiku, aku langsung shok sekaligus bahagia. Mian, waktu itu aku hanya diam seperti orang bodoh. Aku hanya terlalu tak percaya akan pernyataanmu itu. Dan mengapa aku tak menemuimu setelah itu dan hanya meneloponmu satu kali, dan itupun kau tak mengangkatnya. Karena aku tahu sifatmu, jika aku menemuimu padahal kau menghindariku, maka kau akan selalu menghindariku. Makanya, aku menunggumu sampai kau yang datang menemuiku terlebih dahulu.” Kekehnya.

“Kau sedang berbohongkan?” tanyaku masih tak percaya, “Ya! Kau masih tak percaya?” Dilepaskan pelukannya dan menatapku lekat-lekat, “Heum … baiklah, akan kuberikan sesuatu agar kau prcaya.” diraihnya daguku, kubelalakkan mataku lagi.

Apa yang akan dia lakukan? Dia memiringkan wajahnya dan mendekatkannya padaku. Kurasakan hembusan napasnya menerpa wajahku. Hangat. Dan kurasakan sesuatu yang lembut dan basah menyentuh bibirku. Jantungku serasa ingin melompat dari tempatnya. Dia menciumku. Kupejamkan mataku. Menerima kecupan lembut ini.

Setelah dia menyadari aku kehabisan napas, dia melepaskan ciumannya, “Sekarang kau percaya?” tanyanya. Kuanggukan kepalaku. Aku sudah tak bisa berkata-kata lagi. Airmataku mulai jatuh lagi. Airmata kebahagian.

“Jangan menangis! Kau seperti ikan rebus kalau menangis.” Seketika itu kehentikan tangisku, kukerucutkan bibirku. Dia ini dalam suasana seperti ini masih bisa-bisanya mengejekku.

“Kyeopta.” serunya sambil mencubit kedua pipiku, “Appo.” rintihku.

“Tapi, Eun Ki…” ucapnya sambil melepaskan cubitannya, lalu mengusap-usap pipiku lembut.

“Kau tahu kan besok aku akan pergi?” sejurus kemudian dia menatapku serius. Terlihat ekspresi sedih diwajahnya. Kuanggukan kepalaku, sebagai jawaban kalau aku tahu, “Apakah kau mau menjalin Long Distance denganku?”

Long Distance maksudnya hubungan jarak jauh. Tentu saja aku mau. Aku menyukainya, sangat menyukainya. Dan dia dengan masih tak kupercayai juga menyukaiku. Aku tak mungkin tak mau, Kyuhyun-ah. Walaupun kau berada jauh disana, walau kau berada di Negara berbeda atau benua berbeda denganku. Hatiku akan tetap bersamamu.

“Tentu saja aku mau.” jawabku pasti.

“Kau ini memang yeoja luar biasa.” ditariknya lagi diriku kedalam pelukkannya. Akupun membalasnya dengan suka cita.

Di taman ini.

Di musim semi ini.

Cinta kamipun dimulai.

Cinta sebagai sepasang kekasih.

END.

 

Jurnal khusus Kyuhyun~

KYUHYUN: “Kupikir-pikir Jung Eun Ki itu yeoja yang kurang peka. Saat aku menyebutnya si payah, karena aku kesal. Dia setiap hari selalu memutar lagu Say You Love Me-nya IU. Padahal lagu itu sangat mewakili perasaanku. Aku mati-matian menunjukkan rasa sukaku, tapi dia tak menunjukkan respon apa-apa. Makanya, aku sangat kesal kalau dia memutar lagu itu terus. Kau mengertikan, Thor?”

AUTHOR: “Oh, arra.”

KYUHYUN: “Tapi, Thor. Apa dari tadi kau tak merasakan aura menyeramkan dibelakang kita?”

AUTHOR: (Mendongakkan kepala kebelakang dan melihat sesosok makhluk perempuan dengan dua tanduk dikepalanya)

MAKHLUK YANG DIMAKSUD / JUNG EUN KI: “Kau berani-beraninya selingkuh dibelakangku, CHO KYUHYUN.”

KYUHYUN: (Mendongakkan kepalanya kebelakang juga), “Changi.”

EUN KI: “Jangan panggil aku changi, dasar namja sialan.”

KYUHYUN: “ini tak seperti yang kau pikir. Aku tak selingkuh dengannya.” (Menunjuk author).

AUTHOR: “Ya, tak seperti yang kau….”

EUN Ki: “Diam kau, Thor … Thor!!!” (Author langsung mengundurkan diri dari medan perang dua kekasih ini).

AUTHOR: “Oke! Biarkan mereka bertengkar. Yang terpenting bagi para READER yang membaca FF-ku, jangan lupa untuk Like, Ok! Dan lebih bagusnya memberi Coment, saran, kritik, karena untuk kebaikan FF-ku berikutnya!!! See U Later. ^^ eh … lupa and komawo untuk yang udh RCL~

42 Comments (+add yours?)

  1. sclouds9
    Sep 04, 2012 @ 09:17:29

    MHUAHAHAHAHAHA…..!!!!!*evil laugh*
    lucu thorrr!!!!gila apa lagi jurnalnya!!keren!!sequel wajib!!

    Reply

  2. vey
    Sep 04, 2012 @ 12:38:41

    buahahahaha..
    like this ^^

    Reply

  3. Ieie ciinte
    Sep 04, 2012 @ 13:07:18

    Debak miin, seruuu abiieessss… cuma kurang panjang ceriita.a 😀

    Reply

  4. Ewiqkim
    Sep 04, 2012 @ 13:07:31

    bunuh aja sekalian authornya ckckck ^^v

    Reply

  5. Kim Lily
    Sep 04, 2012 @ 13:53:50

    Keren cingu,sequelny d tnggu

    Reply

  6. AhYoung Jung
    Sep 04, 2012 @ 14:57:35

    Ahahah keren thor 😀
    Kerennn, bagus dah ^^

    Reply

  7. WithELFSparkyu
    Sep 04, 2012 @ 15:49:10

    mewakili perasaan aku jg thor,, *curcol*
    nice ff.. feelnya dapet bgt

    Reply

  8. @ranikyu_
    Sep 04, 2012 @ 16:41:21

    feel nya dapet banget T.T iri,pengen jadi tokoh ceweknya._. u,u bagus,bagus thooooorrr!!!!! *angkat spanduk*

    Reply

  9. ryeonggulove
    Sep 04, 2012 @ 17:42:59

    pke ada kyak gtuannya thor,koplak.. i like it

    Reply

  10. Sari
    Sep 04, 2012 @ 17:59:57

    Sequel hehe

    Reply

  11. astrin
    Sep 04, 2012 @ 19:31:25

    sip 🙂

    Reply

  12. Anggi Lestari (@anggiie219)
    Sep 04, 2012 @ 20:40:44

    ahahaha kocak jurnal khususnya!
    tp ceritanya daebak! sungguh! ^^

    Reply

  13. septyhafidz
    Sep 04, 2012 @ 21:02:53

    ceRitax keren banget plus kocak

    Reply

  14. vinni song
    Sep 04, 2012 @ 21:55:01

    sweet bgt,
    saling brprasangka sendiri, pdhl sama2 suka 🙂

    Reply

  15. Gyummy
    Sep 04, 2012 @ 22:50:50

    Daebak d(‘.’ ) Nan neomu joha!! ^^ keep writing thor 🙂

    Reply

  16. nanakyu
    Sep 05, 2012 @ 00:37:22

    baguss thor,,,hehhhe nice ceritanya dilnjut yaww,,tau sequel gt,,hhhh:D

    Reply

  17. Pradessi
    Sep 05, 2012 @ 10:56:53

    Wuah apa yang mau dikritik ya? :/ ff ini udah bagus kok, kyu kenapa dia jadi…erghh gak bisa ngebayangin , heh aku suka pas bagian eunki mau bilang suka tapi diembat duluan sama tuh anak kecil haha 😀 trus juga ada bayang bayang kyuhyun, yaampun gak bisa ngebayangin muka bodohnya eunki pas didatengin sama kyuhyun dalam bnt imajinasi,pastideh lucu

    Reply

  18. missxhan
    Sep 05, 2012 @ 15:32:36

    Hahahhaa~ top thor!!!!!

    T.O.P : manggil aku?

    *garing -_- lu*

    Reply

  19. Gege
    Sep 05, 2012 @ 18:35:25

    Wah!!keren chingu..
    Tapi akan lebih keren kalau ada sequelnya…#hehehe,,reader ngarep
    sequel..sequel..sequel…^^
    d tunggu loh chingu

    Reply

  20. hanna cristyna
    Sep 05, 2012 @ 22:32:59

    wakakaka^^, lucu bget thor. pha lge wkt bgian yg jurnal khusus. sequel,sequel,sequel. .

    Reply

  21. nichanneeshin
    Sep 06, 2012 @ 12:28:06

    annyeong saya reader baru di blog ini….

    nice ff thor!

    Reply

  22. anis_ekaa
    Sep 06, 2012 @ 21:58:38

    waww, keren banget thor, nice nice nice^^
    i like it, bikin ff lagi ya thor, hohoho 😀

    Reply

  23. chymmi96
    Sep 07, 2012 @ 07:56:55

    Wahahaha nice ep ep thor *ah alay, ulangi* nice ff thor, aku suka. Hihihi kyuhyun pipi berlubang? Hahaha 😀

    Reply

  24. rollercoaster28
    Sep 08, 2012 @ 06:32:14

    MUAHAHAHAAHAHA FF KEREN ENDINGNYA JUGA KEREN BANGET XD XD

    Reply

  25. hanahyukie
    Sep 08, 2012 @ 12:13:14

    Happy ending -(ˆ▿ˆ)/

    Reply

  26. clouds
    Sep 08, 2012 @ 12:35:15

    Daebak thorr!! 🙂

    Reply

  27. D'LittleBee
    Sep 08, 2012 @ 12:59:41

    Aku suka jurnalnya…

    Daebak!!!

    Reply

  28. Giani
    Sep 08, 2012 @ 14:01:51

    bagus ceritanya tapi di awal cerita alurnya lambat bgt jd nya rada bosen,ngu2 kyupa mgungkapkan perasaany ko lm bgt.tp lega akhrnya mrka sm2 jg

    Reply

  29. sari
    Sep 08, 2012 @ 16:50:17

    kekkeke~ feelnya dapet thor. daebak

    Reply

  30. Wiwik dian
    Sep 08, 2012 @ 17:26:28

    Keren , feelnya dpt bnget..

    Reply

  31. kyuRa Couple
    Sep 08, 2012 @ 22:53:59

    bagus…
    aku suka ternyata kisah sahabat..
    nice FF thor…
    keep writng!! 🙂

    Reply

  32. alficho
    Sep 09, 2012 @ 09:51:21

    untung si Kyuhyun juga suka. jadi gabertepuk sebelah tangan cintanya..
    seneng deh bacanya 🙂

    Reply

  33. SinHye
    Sep 09, 2012 @ 13:29:31

    Aaaaaaa, suka banget thorrrr ffnyaaa! XD

    Reply

  34. KangSoeun
    Sep 10, 2012 @ 12:42:40

    Konfliknya sederhana tapi ceritanya kereeeen. Jadi kebawa pengen ngungkapin perasaan ke kyu *dijitak yesung 😀 keep writing ^^

    Reply

  35. noey
    Sep 10, 2012 @ 15:55:49

    lucu, sweet, keren..:)

    Wajib sequel thorr

    Reply

  36. icca
    Sep 10, 2012 @ 21:22:23

    bagus cerita nya, cuma radak kependekan aja
    lanjutin lagi ya AUTHOR yang MANIS 🙂

    Reply

  37. rizkakudoelf
    Sep 11, 2012 @ 15:59:22

    hahaha happy ending.. Sukaaa

    Reply

  38. Park Hee Gi (@entappei)
    Sep 24, 2012 @ 20:54:34

    hahaha lucuuuuuuuu><

    Reply

  39. Clara Kim
    Oct 20, 2012 @ 14:05:05

    Keren thor ceritanya.
    Ditunggu loh sequelnya

    Reply

  40. Yinna
    Dec 21, 2012 @ 10:13:49

    like 🙂

    Reply

  41. Lia9287
    Dec 16, 2014 @ 00:06:44

    Lucu bgt sih mereka 😀

    Reply

  42. FriendsLee
    May 08, 2015 @ 09:44:29

    Romantis. :*

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: