[Special Post For Holiday] RUNAWAY

Soora’s Pov

“Onnie annyeong!” kataku padaYongrin-onnie, seniorku di tempat part-time job.Dia maksa sekali buat dipanggil onnie padahal dia sendiri tidak pernah hormat kepada yang lebih tua dari dirinya.

“Sana pulang! Hush! Hush!” usirnya. Yongrin onnie memiliki seorang oppa yang sifatnya persis seperti tadi.Mereka berdua kalau udah marah, bias gawat…………..lebih baik mencari perlindungan secepatnya.

Akupun hanya cemberut dan meninggalkan took roti tempatku bekerja. Hari ini benar-benar sangat melelahkan, ah……sampai rumah langsung berendam pakai air panas lalu tidur. Eh, kenapa jadi terdengar seperti papanya Sinchan yang baru pulang kantor? Sudahlah………..

Aku baru sadar kalau hadir tidaknya Minhye sangat berpengaruh pada kehidupanku, dan aku sangat menyesali hal tersebut. Dia tidak masuk kerja, aku yang gantiin.Dia masuk kerja, aku digangguin. Hidup ini memang tidak adil….

Tapi tidak apa-apa, dapat uang lembur. Lumayan ditabung buat beli tiket Super Show.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, lebih banyak hal yang merugikan daripada yang menguntungkan. Kalau lembur berarti pulang malam. Kalau pulang malam berarti tidak ada bus lagi. Tidakada bus berarti aku pulang jalan kaki. Terus kalau jalan kaki makan waktu setengah jam, aigoo…………udah malam lagi.

Hanya demi tambahan 5000 won per jam.

Belum selesai lagi! Lewat jalan biasa makan waktu, mendingan lewat jalan pintas. Masalahnya jalan pintas itu tempat paling aman, lebih tepatnya aman untuk mencopet. Lokasinya yang terpencil dan sekarang sudah malam, kombinasi yang sangat bagus!

Sudahlah………..daripada gak sampai rumah. Lagian aku baru diajarin taekwondo sama JaeHee. Melawan seorang om-om mabuk atau seorang pencopet sepertinya bukan masalah besar. Sepertinya………

End Pov

Setelah beberapa menit berjalan, Soora memasuki sebuah gang sepi dan dipenuhi kesuraman.Ia pun dengan terburu-buru berjalan. Tiba-tiba…………….ia merasakan ada sesuatu atau seseorang yang memegang tangannya dari belakang. Ia membalikkan tubuhnya dengan waspada dan mendapati sebuah tangan hendak mendakati mukanya, artinya ingin menonjoknya.

BRUK!

Ia terjatuh ke tanah setelah mukanya di cederai duluan. Belum sempat ia mengucapkan sepatah kata, orang tersebut telah berteriak kepadanya, “Ya!! Dasar tidak tahu malu! Dasar maling, mati saja kau! Berani-beraninya mencuri tas seorang wanita. Sekali lagi kau melakukan pekerjaan busukmu itu, kau akan berhadapan denganku, Choi Siwon!”

Orang – laki-laki – tersebut pun meninggalkan Soora yang mulutnya terbuka lebar dengan muka tidak percaya.Tamapk warna biru-biru bekas tonjokkan dimukanya.

“What the hell………” umpatnya dalam hati, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi padanya. Setelah tersadar, ia segera bangkit dan berlari pulang.

Ketika sudah sampai, ia mendapati Jaehee, teman sekamarnya, sedang menunggunya atau mungkin tidak sambil menonton TV.

“Jaehee………” panggilnya pada temannya yang sudah dianggap adiknya sendiri walaupun sikapnya terlalu tidak sopan.

“Ah………Soora……..kok baru pulang, malam sekali.”balas Jaehee masih tidak mengalihkan perhatiannya. “Kenapa tidak sekalian gak pulang saja.” Tambahnya dalam hati.

“Mian……..kau takut sendirian kan, mian………” kata Soora sambil berjalan mendekati Jaehee.

“Sudahlah, tidak apa-apa. Suasana hatiku hari ini lagi baik, aku tidak takut. Hanya saja ada seseorang yang baru saja menghancurkannya.” balas Jaehee

“So…………….” tambahnya.

“Apa?” Tanya Soora kebingungan.

“Malhaebwa, kau pasti ada masalah. Kau tidak biasanya minta maaf padaku walaupun kau sudah merusaki barangku yang paling berharga. Lagian lebam dimukamu tidak mungkin muncul dengan sendirinya.” Jawab Jaehee.

“Ah……….aku memang benar-benar tidak bisa menyembunyikan apa=apa darimu. Hm……….bagaimana ya mulainya. Pokoknya hari ini tuh hari sial, padahal bukan tanggal sial pun.”

“Bisa lebih detail lagi, tidak?” balas Jaehee, tampak sekali ia sudah sangat mengantuk saat itu.

“Iya….iya….kau tahu kan hari ini Minhye lagi sakit, kan?”

Jaehee hanya mengangguk mengiyakan.

“Nah……gara-gara dia tidak masuk, aku yang gantiin dia. Jadi, pulangnya malam. Lalu pas mau pulang bus udah gak ada lagi yang lewat. Terpakasa deh lewat jalan pintas. Tahu kan yang tempat mangkal copet itu. Pas aku lewat, tiba-tiba aja ada yang memegang tanganku dan tiba-tiba aja aku ditonjok tepat pas dimuka. Bayangin, ditonjok!! Lalu orang itu nuduh aku yang gak-gak lagi. Benar-benar gila!! Kalau sampai aku ketemu lagi sama si Choi Siwon ini, aku bakal balas dendam!” omel Soora panjang lebar tanpa berhenti, yang mendengarkan pun sampai sakit telinga.

“Eh…….tunggu, bukannya Siwon itu nama sahabatnya Heechul. Coba kau Tanya Yongrin, dia kan adiknya.” Saran Jaehee dan meninggalkan Soora.

“Temannya…………Heechul-oppa?”

Soora dengan segera mengambil handephonenya dan menelepon Yongrin.

“YAA!!! Siapa sih telepon malam-malam! Gak bisa besok apa!” teriak Yongrin pada orang yang menggangu tidurnya.

“Eh……….onnie…………ini Soora. Sorry ganggu malam-malam.” Jawab Soora agak takut.

“Ngapain sih telepon jam segini! Ganggu tidur aja!” balas Yongrin masih kesal.

“Gak……..cuman mau nanya…..Heechul-oppa punya teman namanya Siwon gak?” Tanya Soora to-the-point.

“Gak tahu, gak peduli dan gak mau tahu! Tanya aja sama orangnya sendiri!”

“Oh……..kalau gitu Oppa  sekolah dimana?”

“SMA DaeGook”

Tut tut tut tut

“Hm……..saatnya balas dendam.”

Keesokan paginya

“Ya!! Nona besar bangun!! Mau sekolah tidak sih!” teriak Jaehee yang sudah muak membangunkan Soora.

Langsung saja Soora terbangun mendengar teriakan preman pasar itu.

“Ah……..Jaehee, pagi. Hari ini aku mau bolos, cariin alas an buat Kwon-saenim, OK!” kata Soora setelah betul-betul terbangun.

“Mau bolos………….waeyo??” Tanya Jaehee curiga.

“Pertama, aku gak mungkin masuk sekolah dengan muka seperti ini, bisa-bisa aku dikira abis berantem sama preman. Kedua, aku mau balas dendam secepatnya. Dengan kata lain, hari ini.” Jawab Soora dengan muka dipenuhi senyum setan.

“Teserahmu lah………..oiya, kemungkinan Siwon yang kau cari bukan Siwon teman Heechul lho. Korea tidak sekecil yang kau kira.” Jaehee pun meninggalkan Soora dan pergi ke sekolah.

“Benar juga sih…..tapi tidak apa-apa kan kalau mencoba.” Kata Soora bersikap optimis.

Ia pun pergi mandi sambil memikirkan hal apa saja yang akan dilakukannya pada ‘Choi Siwon’ tersebut.

“Semoga hari ini berjalan dengan lancar.” Doanya dalam hati dan berangakat ke Sekolah Daegook.

Sepanjang perjalanan hatinya terus saja berdebat, “Iya tidak iya tidak iya tidak……”

“Ah!! Lakukan saja deh!” teriaknya dalam hati, tanpa memikirkan konsekuensinya terlebih dulu.

Setelah bus berhenti, dengan langkah mantap ia berjalan menuju SMA Daegook.

Di lapangan sekolah……

“Eh….kenapa tidak ada yang diluar??? Aigoo…..sekarang kan masih jam pelajaran. Jinja babo! Harus menunggu lagi……” sesalnya dalam hati.

Ia pun memutuskan untuk duduk di bawah pohon sambil membaca buku pelajaran. Tetapi hatinya tetap saja tidak mau diam! Semakin lama ia semakin membenci hatinya sendiri.

Tiba-tiba saja ia melihat segrombolan murid laki-laki sedang bersantai-santai di kebun sekolah.

“ckckckck, dasar tukang bolos. Ramai sekali ada……..10 orang!! Gurunya kemana sih, masa gak ketahuan?!”

Ia pun memilih untuk memperhatikan murid-murid tersebut. “Daripada bengong……. murid-murid itu ganteng-ganteng!”

Tiba-tiba…………”OMO!! Itukan Choi Siwon sialan itu!”

Dengan penuh amarah ia mendatangi gerombolan tersebut. Murid-murid tersebut menyambut kedatangan Soora dengan wajah aneh. Dan, yang lebih mengagetkan lagi, perempuan itu menampar bos mereka!!

Salah seorang dari murid-murid itu secara reflex memegang kedua tangan perempuan itu sebelum sempat melakukan hal yang lebih membahayakan.

Sedangkan, di sisi pimpinnanya, Choi Siwon, lebih kaget lagi. Dia ingin sekali membalasnya tetapi tidak jadi karena pelakunya adalah seorang wanita, yang cukup imut.

Laki-laki yang memegang tangan Soora, Eunhyuk, angkat bicara, “Ya!! Apa yang kau lakukan! Michyeoso!!”

“Dia yang memulainya duluan!! Aku hanya membalasnya!” bela Soora.

“Nona manis, sepertinya kau salah. Bukannya kau yang tiba-tiba saja datang dan menampar Siwon. Lagian pimpinan kami tidak mungkin menggangu perempuan seperti mu” Salah seorang dari mereka berkata.

“Hah!! Orang yang kalian panggil bos itu kemarin malam menonjokku tanpa alasan dan menuduhku yang tidak-tidak. Jangan bilang lupa deh, dasar tua bangka!!” Balas Soora tidak terima.

Setelah beberapa menit berpikir Siwon hanya menggeleng-gelengkan kepala, mendandakan ia sama sekali tidak ingat.

Soora, yang emosinya sudah memuncak, menginjak kaki Eunhyuk dengan sepatu hak yang tumben-tumbennya dipakai.

Dia menonjok  Siwon sekuat tenaga sampai-sampai ia terjatuh ke tanah. “Ya!! Dasar tidak tahu malu! Dasar maling, mati saja kau! Berani-beraninya mencuri tas seorang wanita. Sekali lagi kau melakukan pekerjaan busukmu itu, kau akan berhadapan denganku, Choi Siwon!” tiru Soora dengan nada mengejek.

Siwon yang telah diberi pencerahan pun mulai mengingat semuanya, aafkan aku, kukira kau adalah seorang pencopet. Kemarin malam sangat gelap dan kau menggunkan pakaian laki-laki. Mian….”

“What?! Alasan macam apa itu! Aku saja bisa melihat dengan jelas mukamu!” bantah Soora.

Sebelum Siwon sempat membalasnya, seseorang telah menariknya ke belakang masih dalam keadaan terduduk di lantai.

“Ya Hyung! Ingat harga dirimu! Martabat kelompok kita. Dia telah menamparmu! Menonjokkmu! Itu jelas-jelas sudah melanggar peraturan kita yang paling dasar! “ bisik anak buahnya.

“Tapi kan Kyu, aku yang salah”

“Tidak bisa…….” Kyuhyun pun pergi meninggalkan Siwon dan berunding dengan anggota lainnya.

Melihat tidak memiliki pilihan lain, Siwon bangkit berdiri dan berjalan mendekati Soora.

“Uhm…..jadi begini, dikelompok kami…..kalau ada yang melukai anggota akan di beri hukuman. Dan…”

“Ah…….kau kelamaan Siwon, biar aku saja. Jadi begini, kau akan beri kami 2 pilihan. Pertama kau bisa minta maaf sekarang dan kau akan kami permalukan di depan umum dan kau akan jadi budak kami selam 6 bulan penuh. Kedua, kau bisa lari sekarang juga dan bersembunyi. Kalau kami menemukanmu dalam waktu 24 jam kau akan kami babak-belurkan. Pilih yang mana?” jelas Eunhyuk dengan muka serius tapi gagal.

Soora’s PoV

OMO!! Apa yang telah kulakukan?!  Seharusnya aku tidak melakukan ini dari awal! Eottoke?? Ayo Soora pikir!! Hmmm…..pilihan pertama. No!! jadi budak mereka? Ogah!!!

Kalau begitu pilihan kedua? Sepertinya ini tidak terlalu susah, mereka kan hanya preman sekolah bukan mafia….., atau iya?

Sudahlah…….hanya ini yang bisa menyelamatkan nyawaku.

End PoV

“Aku…..pilih…..yang kedua.” Dengan inipun Soora  langsung kabur.

“Waw….padahal aku belum bilang konsekuensi pilihan kedua lho. Tidak apa-apa, kan?” kata Eunhyuk dengan nada riang.

“Heechul-hyung pasti akan sangat menyesal tidak disini tadi.” Tambah Eunhyuk.

“Apa kita harus mengejarnya sekarang?” tanya Dongahe pada Siwon

“Yup!! Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya lagi. Henry, Eunhyuk dan Kyuhyun kalian segera cari informasi. Kangin, Dongahe, Sungmin dan Zhoumi kalian persiapkan diri kalian. Dan Hankyung bawa Cinderella itu kemari!” Perintah Siwon pada anak buahnya.

Sementara itu…..

Soora yang sudah tidak tahu mau ngapain berhenti sebentar dan menelepon satu-satunya orang yang dapat dimintai bantuan yang masuk akal pada saat-saat seperti ini, Yongrin.

“Yeobseyo, Soora ada apa?”

‘Onnie….ternyata Siwon yang kemarin itu Siwon temannya Heechul-oppa! Eottoke?!”

“Kau pasti telah membalasnya dan memilih pilihan kedua. Betul, kan? Heechul itu juga anggota geng itu. Mendingan kau minta bantuan sama si Ratu Tidur itu saja. Oiya matikan hape mu! Mereka pasti sudah mendengar percakapan ini.”

Tut tut tut tut

Soora’s Pov

Bagaimana mereka bisa melakukannya?? Mereka pasti mafia-mafia yang menyamar sebagai anak sekolahan! Aku berurusan dengan orang yang salah sepertinya.

Ratu tidur???? Siapa tuh…….tidur….tidur….tidur….Jaehee!!

Bagaiman aku bisa meneleponnya? Mafia-mafia itu pasti akan tahu! Mereka saja bisa melacak nomor hape ku secepat ini……….

Gimana nih????? Ah! Ini semua membuatku bingung!!

Hm….kalau aku jadi mereka, siapa saja yang tidak aku akan sadap teleponnya? Orang tua? Teman sekelas? Tetangga? Tidak mungkin……..

Kalau begitu………….sekolah?? Hahahah, sangat tidak lucu!! Lagian…..lagian…..Eh….tunggu!! Kalau aku telepon ke sekolah dan melakukan sedikit kebohongan aku pasti bisa berbicara dengan Jaehee dan mereka tidak akan tahu!! Kenapa tidak terpikirkan dari tadi!!

Sekarang, telepon umum dimana??? Itu dia, gotcha!

Tut tut tut~~~

“Halo, selamat siang dengan SMA Perempuan Jungshin. Ini dari mana ya?”

Apa yang harus kukatakan?? Aha!! I’ve got an idea!

“Siang, ini dari Rumah Sakit Umum Seoul. Bisa berbicara dengan murid yang bernama Han Jaehee. Orangtuanya sedang berada di rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas.”

“OMO!! Akan saya panggilkan sekarang juga!!”

Otakmu brilliant sekali Soora!

“Yeobseyo!!! Suster!! Orangtua saya bagaimana?? Keadaan mereka bagaiman?? Apakah sudah sadar?? Apakah parah??? Suster!!”

“Tenang lah…..ini aku Soora. Aku butuh bantuanmu. Aku sedang dikejar-kejar sama sekelompok mafia gila.”

“Ampun…..kau benar-benar sakit jiwa, tahu tidak!! Bagaiman sekarang kau ke rumah sakit keluargaku saja. Kau sembunyi di sana. Nanti aku nyusul. OK?”

Tut tut tut tut

Huft………orang-orang selalu saja mematikan telepon duluan!

End PoV

“Saenim, apakah saya boleh mengunjungi orang tua saya?? Saya takut kalau mereka tidak bisa diselamatkan. Saya….saya….” kata Jaehee dengan mata dipenuhi air mata buaya.

“Tenanglah….mereka pasti akan selamat. Kau pergi lah, nanti Saenim buatkan surat izinnya. Jangan menangis lagi….”

Jaehee pun segera berlari ke kelas nya dan membereskan  barang-barangnya.

Sedangkan, Soora…..well…..tidak terlalu bagus.

Soora’s PoV

Aish!!! Jinja!! Apakah mereka tidak tahu melelahkannya berlari 3 km, hah?! Mereka tidak puas-puasnya membuatku menderita!! Padahal aku baru saja membayangkan dapat bernafas dengan lega setelah sampai di rumah sakit, eh….malah tiba-tiba mereka muncul di depanku! Benar-benar sial!! Untung saja hanya ada 2, kalau sekampung? Mati di tempat…….

“Nona manis, apakah sudah selesai  bengongnya? Aku sudah tidak sabar menyeretmu ke depan pimpinan, betul gak Min?”

“Sayang juga sih, Mimi. Muka imutmu akan dirusak oleh Kangin-hyung. Tergantung niat hyung sih….” Balas Sungmin dengan nada ceria.

Mendengar mereka berbicara saja bulu kudukku sudah tegang. Omona…..apa aku bisa kabur dari mereka ya??? Kalau mundur aku tidak akan sampai, kalau maju kemungkinan lolosnya 50/50.

Think positive Soora!! Kalau kau seperti itu kau tidak akan selamat! Pikirkan strateginya!

Strategi???? Aku tidak tahu mau ngapain!! Langsung terobos???

Eottoke?? Tidak ada pilihan lain! Terobos saja langsung!

Tuhan, tolong jauhkan lah aku dari marah bahaya..

Ini dia! Lari!!!

End PoV

Sepertinya hari ini Dewi Fortuna sedang tidak bisa diganggu. Baru saja  Soora berlari beberapa meter, Zhoumi sudah menangkap tangannya. Benar-benar kasihan……..

“Mau lari kemana nona manis? Kabur, maaf ti – Ouch!”

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya tangannya telah digigit oleh Soora.

Secara refleks ia melepaskan genggamannya.

Melihat ada kesempatan, Soora segera berlari kabur.

“Ya!!! Jangan lari kau!!! Ya!!! Sungmin, kenapa tidak dikejar!” bentak Zhoumi murka.

“Sorry….” Kata Sungmin sambil tertawa.

“Awas saja! Aku pasti akan membalasnya!” teriak Zhoumi dalam hati.

Di rumah sakit….

“Ya….kenapa lama sekali?” sambut Jaehee dengan nada gusar.

“Ada sedikit masalah….hehehe” jawab Soora dengan senyum lebar menginat ia sudah aman sekarang.

Soora pun segera ditarik Jaehee kedalam sebuah kamar pasien yang sedang tidak dipakai.

Di kamar tersebut….

“Sekarang, kau nginap aja disini aja, OK? Seperti pasien gelap gitu….”

“Kau….gila…., benar-benar gila. Nginap di rumah sakit gara-gara dikejar mafia?!”

“Memangnya kenapa??”

“Tidak…..biasanya kan nginap di hotel, terus di jaga bodyguard…..”

“Mimpi kali!!”

Jaehee pun meninggalkan Soora untuk melapor pada papanya. Walaupun hampir keseluruhan ceritanya sudah diganti-ganti dan ditambah-tambah.

Malam harinya Soora tidur sangat pulas. Samai-sampai terdengar suara dengkuran yang cukup keras dan liur pun keluar.

Kesokan paginya….8.50 A.M

Soora tiba-tiba terbangun mendengar ketukan di pintu kamarnya.

Ketika ia ingin beranjak dari tempat tidur, ia mendengar suara yang paling tidak ingin didengarnya semur hidupnya, Zhoumi.

“Nona manis, kami tahu kau didalam kau sudah terperangkap sekarang. Tenang saja, kuburan mu akan kami persiapkan. Buka pintunya atau kami buka sendiri dari luar.”

Soora’s Pov

Oh My Gosh!!! Setelah bersusah-payah……sekarang semua usaha ku akan sia-sia.

Tuha n tolonglah aku…aku tidak ingin mati muda….

Nyawaku seharusnya masih bisa lebih panjang, pacaran saja aku belum pernah, dapat nilai sempurna dipelajaran Fisika belum pernah, ketemu Super Junior juga belum….

Coba saja ini lantai 1, aku pasti bisa melompat keluar.

Coba saja aku tidak pernah mencari masalah dengan mafia-mafia itu, pasti tidak akan jadi seperti ini.

Coba saja aku tidak pernah bertemu dengan Choi Siwon.

Coba saja aku tidak menggantikan Minhye hanya demi 5000 won per jam, ini pasti tidak akan terjadi….

Penyesalan selalu saja datang belakangan………

Eomma Appa, maafkan aku karena tidak pernah bisa membanggakan kalian.

Jaehee-ya, maaf karena aku tidak pernah memnuhi janji ku untuk mendapatkan nila 100 di Fisika.

Yongrin-onnie, aku tidak tahu mau minta maaf apa karena aku tidak pernah salah denganmu.

Super Junior, maafkan karena telah menjadi ELF yang buruk….

KLIK

“Anyeong nona manis, miss mke? Aku benar-benar salut padamu. Belum pernah ada yang bisa bertahan selama ini. Seharusnya kau senang, bukan menangis seperti itu.”

Ingat saja kau Zhoumi, kalau aku sudah mati kau adalah orang yang akan ku gentayangi seumur hidupmu!

Betul! Hidup ini sangat jahat! Sini kau ‘hidup’ biar aku habisi dirimu sekarang!!

Apa setelah aku mati aku bisa masuk koran? ‘Ditemukan Jasad Seorang Murid SMA dengan Luka-luka di Sekujur Tubuhnya’

Tapi tidak mungkin, mereka adalah mafia. Mereka pasti akan menutupinya.

“Jangan menangis, ini tidak akan sakit…”

Aku benci suara itu! Kukira dia akan lebih baik dari yang lain tetapi sama saja! Apa mau dikata, dia pimpinannya….

Tamatlah riwayatku, Tuhan maafkan aku karena tidak menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya. Aku sering lupa ke gereja. Aku….aku….

“So…..bagaimana ini Siwon?”

Bagaimana apanya? Membabak-belurkan aku?

Kalau boleh milih aku ingin ditembak saja.

Tapi di Korea kan tidak boleh merakit pistol, tapi mereka kan mafia pasti punya banyak.

“Boleh……aku mau.” Jawab Siwon dan berjalan mendekatiku.

“Mau apanya?? Kalian sedang membicarakan apa?!” tanyaku.

“Jika ada orang yang mampu bertahan selama ini seperti mu. Mereka akan diberika kesempatan lagi. Tergantung siapa yang kau lukai. Dalam kasus ini Siwon. Sebenarnya aku ingin memberitahumu kemarin, tapi kau sudah kabur duluan.” Jawab Kyuhyun.

“Kesempatan apa?” tanyaku makin penasaran.

“Menjadi pacarku….” Jawab Siwon dan ia mencium pipiku….

“WHAT!!!”

“Kau tahu kau harus menghilangkan kebiasaan berteriak seperti itu. Sekarang kan kau adalah pacar dari Choi Siwon, anak pimpinan seorang mafia.”

THE END

2 Comments (+add yours?)

  1. Nara
    Sep 07, 2012 @ 20:49:52

    Bags thorr

    Reply

  2. Shafira Firdaus
    Sep 09, 2012 @ 08:19:03

    Bagus thor, cuma alurnya maksa. Tapi tetep bagus kok!!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: