[Special Post For Holiday] ArcadeGame VS Starcraft

ArcadeGame VS Starcraft

Kriiiiingg!!!! Trek!

Kyuhyun melirik jam wekernya, tepat pukul 09.00. Matanya beralih pada kalendernya. Sedetik kemudian, ia merasa bersemangat. Wajahnya terlihat sumringah. Dengan tergesa-gesa ia berlari menuju lemarinya, mengambil pakaian lalu bergegas mandi. Selesai mandi, Kyuhyun berlari menuju ruang makan yang terletak di lantai bawah. “ Annyeong, eomma!!” sapa Kyuhyun girang. Nyonya Cho mengernyitkan dahi melihat putranya tampak bersemangat. “ Annyeong, Kyu. Sepertinya ada yang membuatmu senang hari ini,” duga Nyonya Cho. “ Tentu saja, eomma. Hari ini Henry sudah janji akan mengajakku main game. Kali ini aku pasti menang!” ujar Kyuhyun sambil melahap rotinya. Ahra yang sedari tadi sibuk membaca buku, ikut menimpali. “ Game, game dan game. Hanya itu yang ada di otakmu,” Kyuhyun mengabaikan ucapan noona nya, mengambil sepatu dan mengikatnya. “ Diam kau. Hari ini akan menjadi hari keberuntunganku,” sahut Kyuhyun. Ahra melengos seraya bergumam, “ Terserah,”. Kyuhyun mengambil tasnya, membuka pintu rumah. “ Hati-hati, nak,”. Kyuhyun mengangguk, bergegas lari tanpa menutup pintu. Dasar. Mau sampai kapan dia terus-menerus main game?, batin Nyonya Cho

*********************************

Lau’s Games Store. Kyuhyun memandangi papan yang terpasang didepan toko ini. Tulisan ‘CLOSED’ masih terpajang didepan pintu. Kyuhyun melirik kedalam, mendapati sahabatnya, Henry, sedang membersihkan counter. Henry melihat kearah pintu, melambaikan tangannya pada Kyuhyun. Ia memberi isyarat untuk masuk kedalam toko. Kyuhyun membuka pintu, terdengar suara “Welcome to the Lau’s Games Store. Can I help you?”. Suara itu membuat Kyuhyun merasa geli. Setiap kali ia masuk kedalam toko ini, ia pasti akan disambut dengan suara wanita yang menawarkan bantuan.

“ Henry!” sapa Kyuhyun. Henry hanya membalas dengan senyuman. Tangannya terlihat sibuk membereskan CD-CD games. “ Masih belum selesai?” tanya Kyuhyun. Henry mengangkat bahu. “ Begitulah. Kemarin keluargaku baru mendapat paket berisi CD games terbaru. Sebagian akan dijual, sebagian disewakan,” jawab Henry sambil menaruh CD games dibawah rak PSP. Selain menjual games, keluarga Henry juga membuka rental games. Tak hanya menjual dan menyewakan games, keluarga Henry juga menjual PSP, game console, Xbox, PS2, PS3 dan barang-barang elektronik lainnya.

Selesai membereskan CD games, Henry membalik papan ‘CLOSED’ menjadi ‘OPEN’. Kyuhyun melirik jam tangannya. Pukul 09.45. “ Tak apa-apa tuh?” tanya Kyuhyun. “ Tak apa-apa. Memang sudah waktunya buka, kok,” kata Henry. “ Memang kita akan main dimana?” tanya Kyuhyun lagi. Henry menunjuk ruang karyawan disebelah kanan counter. “ Tenang saja. Abeoji sedang pergi, jadi tak akan ada yang melarang,” ucap Henry mengedipkan mata.

Henry membuka kunci pintu ruang karyawan, menyuruh Kyuhyun untuk masuk terlebih dahulu. Didalamnya sudah tersedia TV dan perlengkapan Playstation. Bahkan ada snack dan minuman ringan yang ditaruh di meja kecil. “ Nah, ayo kita main!!”

*********************************

Dua jam berlalu sejak mereka mulai main games. Dan Kyuhyun sudah tiga kali menang dari Henry. “ Argh! Sial!” umpat Henry. “ Terlalu cepat 10 tahun untuk mengalahkanku, Henry Lau,” ujar Kyuhyun meremehkan.

Klek! “ Welcome to the Lau’s Games Store. Can I help you?”

“ Henry, sepertinya ada pelanggan datang,” kata Kyuhyun. Henry mem-paused games, keluar dari ruang karyawan. Kyuhyun mengintip dari balik pintu. Ia melihat seorang gadis bermata sipit, berambut hitam sebahu dan berkulit kuning sedang berdiri didepan counter. Sepertinya aku tak asing dengannya, pikir Kyuhyun.

“ Wah, selamat datang kembali. Ku kira siapa, ternyata kau,” Henry tampak senang saat melihat gadis itu. Gadis itu tersenyum tipis, matanya menjelajahi isi rak. “ Apa disini sudah ada games Death On The Nile?” tanya gadis itu. “ Tentu saja. Kemarin baru saja datang,” Dengan cekatan Henry mengambil CD games yang dimaksud. Kyuhyun memicingkan mata, mencoba membaca tulisan di cover CD. Agatha Christie: Death On TheNile. Hoo…ternyata Hidden Object games, pikir Kyuhyun.

Henry menyerahkannya pada gadis itu. Raut wajahnya terlihat senang saat menerima CD games yang ia cari. “Adalagi yang bisa ku bantu?” tawar Henry. Gadis itu berpikir sebentar, melirik salah satu CD games. “ Dash Collection juga sudah ada?” tanya gadis itu girang. Henry mengambil CD Dash Collection, menaruhnya dihadapan gadis itu. “ Ini juga baru datang kemarin. Ada Wedding Dash, Diner Dash 4, Diaper Dash, Fashion Dash dan Fitness Dash,” jelas Henry. Gadis itu hanya ber-oo ria. “ Kalau begitu, aku beli dua-duanya. Jadi 5.000 wonkan?” Henry mengangguk. Setelah gadis itu membayar, Henry membungkus CD games yang dibeli dengan rapi. “ Kamsahamnida, Henry,” ucap gadis itu. “ Iya, lain kali datang lagi ya,”

Kyuhyun yang sedari tadi menguping, hanya bisa mengernyitkan dahi mendengar percakapan Henry dan gadis itu. Seolah mereka sudah kenal sejak dulu. “ Hayo, ngapain kau? Nguping ya?” Suara Henry sukses membuat Kyuhyun terkejut. Ia hanya bisa nyengir mendengar tuduhan Henry. “ Aku penasaran. Memang tadi itu siapa?” tanya Kyuhyun. “ Kau tidak tahu? Dia itu murid pindahan dariFukuoka. Namanya Hiragawa Saki,” ujar Henry mengambil kaleng cola. “ Saki….Saki….” gumam Kyuhyun, mencoba mengingat. Henry duduk disebelah Kyuhyun, melanjutkan permainan. “ Kalau kau benar-benar penasaran, aku bisa mengenalkannya padamu,” tawar Henry. Kyuhyun manggut-manggut, berbalik badan. Ia baru saja mau melanjutkan game nya yang tertunda, namun sebuah tulisan muncul di layar dan membuatnya shock. Matanya mendelik kearah Henry. Anak itu tertawa terbahak-bahak. “ SIALAN KAU, HENRYYYY!!!!!!”

*********************************

“ Nah, itu dia anaknya,” Kyuhyun menoleh pada arah yang ditunjuk Henry. Sesosok gadis berambut hitam dan bermata sipit sedang sibuk membaca pengumuman yang ditempel di dinding. “ Dia sekelas dengan kita?” tanya Kyuhyun. Henry mengangguk. “ Dia itu selalu masuk tiga besar saat masih diFukuoka,” timpal Henry. Kyuhyun mendengus. “ Mustahil,” gumamnya. Henry berdecak seraya berbisik, “ Jangan meremehkannya, Kyu. Nanti peringkatmu bisa digusur olehnya,”

KRIIIIIIINGGGGG!!!!!!!! Bel masuk berbunyi. Kyuhyun dan Henry berjalan memasuki kelas. Tepat dibelakang mereka, Saki berjalan mengikuti mereka kedalam kelas. “ Annyeonghassimikka, Leeteuk-seongsaenim,” salam murid-murid. “ Annyeong,” balas Leeteuk-seongsaenim. Tangannya menaruh setumpuk kertas diatas meja. “ Anak-anak, hari ini saya akan membagikan hasil ujian tengah semester minggu lalu. Yang dipanggil, mohon maju kedepan,” kata Leeteuk-seongsaenim. Mendengar itu, Kyuhyun merapikan seragamnya. Ia yakin dirinya akan menjadi nomor satu lagi.

Satu persatu murid dipanggil, beberapa diantara mereka terlihat senang namun sebagian terlihat bahagia. Henry pun dipanggil. Ia melihat daftar nilainya memuaskan. Hanya pelajaran Sejarah yang mendapat nilai 75. “ Hiragawa Saki!” panggil Leeteuk-seongsaenim. Kyuhyun mengernyitkan dahi saat mendengar nama Saki dipanggil. “ Memang dia ikut ujian tengah semester?” bisik Kyuhyun keheranan. Henry menjitak kepala Kyuhyun. “ Bodoh. Memang kau pikir siapa yang duduk dibelakangmu waktu itu?” tandas Henry. Kyuhyun mengangguk-angguk. Ia memang lupa dengan siapa saja yang berada dalam satu ruangan dengan dirinya. Matanya beralih kearah Saki yang kini sedang mengambil hasil ujiannya. Raut wajahnya terlihat senang saat melihat daftar nilainya.

“ Cho Kyuhyun!” panggil Leeteuk-seongsaenim. Kyuhyun berjalan dengan penuh percaya dirinya. Diambilnya kertas hasil ujiannya, kemudian dibacanya dengan seksama. Nilai-nilainya mendekati sempurna kecuali pelajaran Bahasa. Dengan penuh semangat, Kyuhyun berjalan kembali ke kursinya.

“ Hasil ujian tengah semester kali ini benar-benar memuaskan. Terutama untuk peringkat sepuluh besar, hasilnya mendekati sempurna,” kata Leeteuk-seongsaenim. Rasa percaya diri Kyuhyun meningkat saat mendengar kata-kata Leeteuk-seongsaenim. “ Peringkat untuk tengah semester kali ini sangat mengejutkan. Saya tak menyangka bahwa murid baru seperti Saki bisa meraih peringkat satu,” Ucapan Leeteuk-seongsaenim seolah menjatuhkan semangat Kyuhyun. Ia tak membaca dengan teliti peringkat yang tertera di kertas hasil ujiannya. Peringkat 2. Matanya mendelik kearah Saki yang tersipu-sipu. Sorot matanya seperti kobaran api yang menyala. “ Selamat, Saki. Saya bangga padamu,”

*********************************

Saki POV

“ Selamat, Saki. Kau berhasil menjadi peringkat satu, menggeser si Raja Gamer!,” puji Aria. Aku hanya tersipu mendengar ucapannya. Aku sendiri juga tak menyangka akan mengalahkan Cho Kyuhyun, sang murid teladan. Sesaat bulu kudukku berdiri, seperti ada yang menatapku dengan penuh kebencian. Aku melirik kearah kanan dekat jendela. Kyuhyun melihatku dengan tatapan seram. Jangan-jangan dia marah karena aku menggeser peringkatnya?

“Adaapa, Saki?” tanya Aria. Aku mendekat kearah Aria, lalu berbisik, “ Aku hanya takut dengan tatapan Kyuhyun. Seperti mau menerkam!,” Aria melirik dari balik kepalaku. “ Biarkan saja. Dia memang begitu. Dia tidak suka dikalahkan,” Aria balas berbisik. Aku mengangguk-angguk. Hmm…ya sudahlah, tak perlu dipikirkan. Lagipula bukan salahku jika ia menjadi peringkat 2 :p. Aku memusatkan perhatianku pada pelajaran. Tak ada waktu untuk mengurusi orang macam Kyuhyun.

*********************************

Tiga hari kemudian…..

Seperti biasa, Kyuhyun yang sedang merasa kesal, pergi mendatangi Lau’s Games Store. Biasanya ia datang dengan penuh semangat, namun kali ini semangatnya sedang turun. Henry yang sedari tadi sibuk mengepel, menjadi iba melihat sahabatnya lesu tak bersemangat. “ Jangan terlalu sedih, Kyu. Mungkin ada kalanya kau perlu berada dibawah agar kau tak menjadi sombong,” hibur Henry. Kyuhyun tak membalas. Matanya terpaku pada CD-CD games yang berserakan di counter. Henry menghela nafas, tak tahu harus berbuat apa.

Klek! “ Welcome to the Lau’s Games Store. Can I help you?”

Kyuhyun melirik kearah pintu. Mendadak tubuhnya ditegapkan lalu pandangannya kembali menjadi angkuh. Henry mengintip dari balik rak, melihat siapa yang datang. “ Ah, selamat datang.Adayang bisa ku bantu, Saki?” tanya Henry ramah. Henry mendelik kearah Kyuhyun yang terlihat angkuh. Pantas saja dia jadi bersikap angkuh, batin Henry. “ Aku mau beli Dream Day First Home. Sudah adakan?” tanya Saki. “ Sebentar, akan ku carikan,” kata Henry sambil memeriksa rak-rak. Ia meninggalkan Saki dan Kyuhyun berdua, dan suasana menjadi sangat canggung. Saki menyibukkan diri melihat-lihat CD games, sementara Kyuhyun sesekali melamun sesekali melirik Saki.

“ Apa bagusnya games Hidden Object?” gumam Kyuhyun saat melihat CD games Dream Day Series. Saki yang tak sengaja mendengarnya, mendengus kesal. “ Bagusnya? Kau bisa melatih penglihatanmu dan juga pemahaman kosakata Bahasa Inggris. Itu jauh lebih baik daripada games action yang mainnya hanya tembak-menembak,” balas Saki. Kyuhyun mendelik kesal kearah Saki. “ Games action jauuuhhh lebih bagus! Kau bisa melatih kecepatan dan strategi. Itu jauh lebih baik ketimbang games masak-memasak,” tandas Kyuhyun. Saki menghela nafas, menahan emosi. “ Games memasak mengajarkan kita tentang bisnis yang baik! Itu lebih bagus daripada games vampire atau zombie yang hanya menebarkan ketakutan!”

“ JADI KAU MAU BILANG KALAU GAMES MEMASAK ATAUPUN HIDDEN OBJECT ITU LEBIH BAGUS?”

“ KENYATAANNYA MEMANG BEGITU, BODOH!!”

“ APA KAU BILANG? KAU YANG BODOH!”

“ ENAK SAJA! SETIDAKNYA AKU BUKAN MANIAK GAMES ACTION!”

“ SUDAH! HENTIKAN!” Teriakan Henry menghentikan pertengkaran mereka berdua. Henry membawa dua buah CD games di tangannya, menaruhnya diatas counter. “ Kalau kalian mau bertengkar, sebaiknya diluar. Ini CD games pesananmu,” Henry membungkus CD games itu lalu memberikannya pada Saki. “ Baiklah. Ini uangnya,” kata Saki. Henry menghitungnya dengan seksama, mengembalikan setengahnya. “ Lho? Kenapa dikembalikan?” tanya Saki heran. Henry tersenyum penuh arti. “ Yang satu lagi bonus karena kau sudah menjadi pelanggan setia kami,” jawab Henry. Saki ber-oo ria. “ Kamsahamnida, Henry. Sampai jumpa lagi, tuan Cho Kyuhyun yang bodoh!” Saki bergegas keluar dari sebelum Kyuhyun sempat memaki-makinya. Henry menepuk bahu Kyuhyun, berusaha menenangkannya. “ Sudahlah. Kalau kau teruskan, nanti tokoku rusak,” kata Henry. Kyuhyun menarik nafas, kesal dengan perkataan Saki. “ Dasar gadis sombong! Baru peringkat satu saja belagu. Meremehkan games kesukaanku pula,” umpat Kyuhyun. Henry terkikik pelan. “ Kau kesini mau main atau marah-marah?” ledek Henry. Kyuhyun mengibaskan tangannya. “ Tentu saja main.Adarekomendasi?” tanya Kyuhyun. Henry mencari di rak ‘New Release’, menyerahkannya pada Kyuhyun. “ Coba kau main ini,” saran Henry. Kyuhyun bingung melihat CD games itu. “ Berapa harganya?” tanya Kyuhyun. Henry menggeleng. “ Untukmu, gratis,”

*********************************

Pukul 20.30….

Kyuhyun menimang-nimang CD games yang diberikan Henry. Ia melirik judul yang tertera di bungkusnya. “ Sally Spa….Kenapa Henry memberiku games seperti ini?” gumam Kyuhyun. Setelah agak lama berpikir, Kyuhyun memutuskan untuk mencobanya. Dimasukkannya CD itu kedalam laptopnya, diinstall selama beberapa menit. Selesai men-install, Kyuhyun mencoba memainkan games tersebut. “ Apa bagusnya main beginian?”

Pada level 1, ia masih bisa memainkannya dengan dengan lancar. Begitu juga level dua hinggalima. “ Cih. Gampang sekali. Hanya memasangkan customer dengan pilihan treatmentnya. Tidak menarik,” komentar Kyuhyun. Saat ia memainkan level delapan, keanehan terjadi. Ia yang sudah terbiasa dengan customer yang memiliki kesabaran dengan level standar, mendadak kelimpungan saat menghadapi customer dengan level kesabaran sangat rendah. Tiga kali ia kehilangan customer dan tiga kali pula ia tak sanggup mencapai target. Wajah Kyuhyun memucat. Baru kali ini ia panik. Cepat-cepat ia save gamesnya lalu ia close. Ia baru sadar ternyata ia salah memakai strategi. Seharusnya ia mendahulukan customer yang level kesabarannya sangat rendah, bukan yang standar. Kyuhyun tertunduk lesu, ia merasa bodoh. Diambilnya CD games itu dan dimasukkannya kedalam tas. “ Sepertinya aku harus mengaku kalah,”

 *********************************

Keesokan harinya, Kyuhyun memutuskan untuk mengembalikan CD games itu pada Henry. Ia merasa tak sanggup jika harus menyelesaikan 50 level. “ Welcome to the Lau’s Games Store. Can I help you?” Kyuhyun yang biasanya geli mendengar suara itu, kini mengabaikannya. Wajahnya benar-benar kusut dan tak semangat. Henry yang seolah sudah tahu akan kedatangan Kyuhyun, mengetuk-ngetuk meja counter. “ Tumben wajahmu kusut,” komentar Henry. Tak merespon, Kyuhyun menaruh CD games yang diberikan Henry kemarin. “ Kenapa dikembalikan?” tanya Henry. Kyuhyun tertunduk, ia tak berani menatap wajah Henry. “ Emmm…..itu…aku…” Ucapan Kyuhyun terpotong saat suara wanita penyambut terdengar keras, pertanda ada pelanggan datang. “ Selamat datang, Saki,” sapa Henry ramah. Saki membalas dengan senyuman, duduk disebelah Kyuhyun. Sementara itu, Kyuhyun memalingkan wajahnya. “ Henry, boleh aku minta tukar CD gamesnya?” pinta Saki. Henry mengernyitkan dahi. “ Kenapa?” tanya Henry. Saki terlihat ragu untuk menjawab. “ Aku hanya ingin mencari referensi yang lain,” jawab Saki akhirnya. Henry mengangguk, mengambil CD games itu. “ Kau mau tukar dengan apa?” tanya Henry. “ Diaper Dash saja,” jawab Saki. Henry bergegas pergi menuju rak-rak, mencari pesanan Saki.

Selama beberapa menit, Kyuhyun dan Saki saling diam. Kyuhyun malu untuk mengakui kekalahannya. Ia menarik nafas, memberanikan diri untuk mengatakannya. “ Mmm…Saki?” panggil Kyuhyun. Saki menoleh, mata mereka saling bertemu. “Adaapa?” balas Saki. Kyuhyun menegakkan diri, menghadap Saki. “ Aku minta maaf,” ujar Kyuhyun. Saki terlihat bingung saat mendengarnya. “ Kenapa minta maaf?” tanya Saki.

“ Aku….iseng mencoba games Sally Spa…lalu…” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, ragu melanjutkan kalimatnya. “ Lalu?” desak Saki. Kyuhyun menghela nafas. “ Aku….tak sanggup melanjutkannya sampai selesai. Aku sadar, ternyata gamesArcadetidak semudah yang ku kira,” lanjut Kyuhyun. Karena tak berani menatap wajah Saki, Kyuhyun menunduk. Dalam hati ia membayangkan wajah Saki yang sedang menertawakannya.

“ Kenapa harus minta maaf?” tanya Saki. Kyuhyun mendongak, heran melihat ekspresi wajah Saki yang bingung. “ Karena aku…sudah meremehkanmu,” jawab Kyuhyun. Saki terkikik. “ Ya ampun. Tak ku sangka akan jadi seperti ini,” gumam Saki. Kyuhyun mengernyitkan dahi. “ Maksudmu?” tanya Kyuhyun. Saki menghapus cengirannya. “ Aku juga sama denganmu. Aku harus meminta maaf karena aku sudah meremehkan games Action. Ternyata CD games yang diberikan Henry adalah Starcraft. Aku tak terbiasa memainkannya,” ujar Saki. Kyuhyun melongo. Ternyata mereka berdua sama. Pada akhirnya mereka harus mengakui bahwa tak ada yang lebih sempurna.

Kyuhyun tertawa lega. “ Syukurlah. Ternyata Starcraft memang lebih menyenangkan bagiku. Ketimbang games arcade yang hanya mengandalkan otak bisnis,” ujar Kyuhyun. “ Benar. Games action itu membosankan, hanya menembak dan bersembunyi. Lebih menyenangkan games arcade,” sahut Saki. Mereka terdiam,.saling pandang. “ Tadi kau bilang games action membosankan? Heh, justru games arcade yang lebih membosankan! Terutama Starcraft, itu sangat menyenangkan!” balas Kyuhyun. “ Kau ini bodoh atau bego? Jelas-jelas games arcade lebih menghibur!”

“ YANG MENYENANGKAN ITU STARCRAFT! TERIMALAH KENYATAAN!!”

“ KAU YANG HARUSNYA MENERIMA KENYATAAN!! DASAR BEGO!!”

Semakin lama suara mereka semakin kencang. Henry yang mengintip dari balik rak hanya bisa pasrah. “ Kapan mereka akan berhenti? Kalau begini, rencanaku untuk menyatukan mereka jadi sia-sia. Hhh…”

-the end-

17 Comments (+add yours?)

  1. runningworld20
    Sep 09, 2012 @ 20:54:18

    daebak!

    Reply

  2. feb
    Sep 09, 2012 @ 22:06:37

    hahaha kyuhyun galau main games sally spa. #ngebayangn

    Reply

  3. AhYoung Jung
    Sep 09, 2012 @ 23:06:35

    Haha lucu thor xD

    Reply

  4. Amy
    Sep 10, 2012 @ 02:19:57

    Sally spa mah gampang kali bang KYU-______-“

    Reply

  5. D'LittleBee
    Sep 10, 2012 @ 10:19:24

    Eoh…benar2 gila game. Dasar oppa…

    Daebak…sekuel dong!

    Reply

  6. Arie devi
    Sep 10, 2012 @ 11:09:15

    Next thor! kereen!

    Reply

  7. hyesungiie
    Sep 10, 2012 @ 14:25:27

    unik. Jallan ceritanya simple..
    ceritanya baru nemu yg ada gamesnya begini kkkkk~

    Reply

  8. MissCloud
    Sep 10, 2012 @ 19:56:22

    Bukan kw aja kyu y kelimpungan main Sally Spa..zaya juga mkkkk~~
    Idenya lucu….bhasanya ngalir aja
    Good ff~~^^

    Reply

  9. septyhafidz
    Sep 10, 2012 @ 20:24:41

    dasar gamekyu,emank cocok dg panggilannya!he..he..

    Reply

  10. sartika
    Sep 10, 2012 @ 22:35:58

    ommo.. henry jd makcomlang yg terancam gagal…

    Reply

  11. kyuprince
    Sep 11, 2012 @ 17:38:33

    hahaha sally spa gampang banget, kgk susah-susah amat tuh >_<

    Reply

  12. kim yoon hae
    Sep 11, 2012 @ 17:47:08

    keren thorr!

    Reply

  13. EvitaKipson
    Sep 12, 2012 @ 18:17:11

    Ngebayangjn Kyu main yg macem Dash collection kocak juga wkwkwk

    Reply

  14. anis_ekaa
    Sep 12, 2012 @ 22:09:52

    wawww, keren keren keren^^

    Reply

  15. cucukambing
    Sep 16, 2012 @ 12:45:59

    ff yang menambah pengetahuan mengenai dunia pergamean (?)
    good~~~

    Reply

  16. ninanina
    Sep 20, 2012 @ 13:42:28

    syukur deh kyu berarti lo ga lekong ya ==” wkwkwk

    kocak lah ceritanya keren!

    Reply

  17. karim
    Oct 03, 2012 @ 23:51:32

    HahHah… jd sdikit tau ttg dunia game.. walaupun dikiitt bgt

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: