[KyuHye Married Life 5] Noona, gwaenchana?

Author :: stillthirteen13
Tittle :: [KyuHye Married Life 5] Noona, gwaenchana?
Genre :: Family, Comedy
Tags :: Cho Kyuhyun, Cho Shin Hye (OC), Cho Ahra, Kim Heechul
Rating :: G
Length :: Oneshot, series

Kyuhyun POV
“ Ya! Apa yang kau lakukan? Biar aku saja. “ bentak gadis disebelahku sambil merebut gelas yang aku pegang saat aku hendak membantunya membilas peralatan makan yang baru saja ia sabuni. Aku tersenyum kearahnya, membasuh tanganku dengan air dan mengeringkannya dengan kain lap yang berada tak jauh dari tempatku.
Setelah tanganku sudah kering, aku berjalan kebelakang gadis itu dan memeluknya dari belakang. Kurasakan tubuhnya mengang. Dasar, sudah berapa bulan jadi istriku, masih saja terkejut dengan sentuhanku.
Dengan modal nekat, kusibak seluruh helai rambutnya kesamping dan mencium kulit lehernya yang tidak lagi terhalang rambut. Secepat aku mencium lehernya, secepat itu pula busa sabun dari spons ditangannya menyapu wajahku.
“ Menyingkir kau, Cho Kyuhyun!! “ pekiknya seraya kembali mengoleskan busa sabun ke wajahku.
“ Ya! Kau— Apa yang kau lakukan?! Aish! “ umpatku sambil membersihkan wajahku dengan kain lap.
“ Tentu saja mencuci otak mesummu itu!! ini masih pagi, Kyubyul! “
“ Mwo? Berarti kalau sudah malam, aku boleh melakukannya? Eo? Eo? “ tanyaku sambil mengangkatnya dan mendudukannya diatas pantry dapur. Gadis itu menatapku geram dan dengan tangan kurusnya itu, ia menarik kedua telingaku.
“ Dengar baik-baik, Cho Kyuhyun. Aku MASIH KULIAH! Sampai kau melakukannya, itu berarti kau sudah siap mendapatkan panggilan dari pengadilan untuk mengurus perceraian kita! “ gadis itu berteriak dengan sangat kencang. Kurang ajar, dia ingin membuatku tuli apa?
“ Hahaha, arraseo. Cepat selesaikan pekerjaanmu lalu kita berangkat. “ sahutku sambil berlalu menuju kamar mandi. Wajah tampanku jadi lusuh karena ulah si Hyeulk itu.

Setelah sepuluh menit, kami pun siap untuk berangkat. Saat sampai didepan pintu, aku dan Shin hye dibuat terkejut dengan kehadiran seseorang. Ia berdiri sendirian di depan pintu apartemenku. Sosok dengan tinggi sekitar 160 centi itu menatapku sendu.
“ Noona? Ada apa? Kenapa tidak menekan bel? Kau sudah lama menunggu diluar? Gwaenchana? Tidak biasanya kau datang tanpa bilang dulu.. “ aku menyerangnya dengan berbagai pertanyaan, tapi dia hanya tersenyum kecil. Terlihat olehku, air matanya yang telah menggenangi pelupuk matanya. Mata yang memiliki lipatan mata yang sempurna yang tidak pernah sesungguhnya kumiliki.
“ Eonni..gwaenchana? “ tanya Shin hye yang sepertinya juga menyadari air mata yang hampir menetes itu. Aku segera memeluk noona kesayanganku itu. Aku paling tidak tega melihatnya seperti ini. Aku memeluknya erat, berharap dia bisa merasa tenang.
“ Kyu—hyun-ah~ “ suaranya tersendat-sendat karena tangis. Apa yang telah terjadi padanya? Akan kuhajar orang yang berani membuat noona seperti ini!
“ Kita bicara didalam saja.. ” ujarku sambil mengajaknya masuk tanpa melepaskan pelukanku. Shin hye mengekor dibelakang dan segera menuju dapur, mungkin untuk membuat minuman.
Kini aku dan Ahra noona telah duduk disofa. Ia masih saja menangis didadaku. Aku hanya bisa diam, memeluknya erat sambil mengusap belakang kepalanya, menunggu sampai ia tenang dan bisa menceritakan masalahnya padaku.
“ Eonni.. minum tehnya dulu.. “ ujar Shin hye yang baru datang dengan secangkir teh hangat ditangannya. Tapi noona sama sekali belum ingin melepaskan pelukannya, dia hanya menggeleng pelan dalam pelukanku. Mata Shin hye yang penuh tanda tanya menatapku, seolah berkata ‘apa yang terjadi?’. Aku menggeleng pelan, karena aku belum tahu apa-apa saat ini.

Setelah sekitar setengah jam, tangis Ahra noona mulai mereda. Kini dia menggenggam cangkir berisi teh yang tadi disiapkan Shin hye dengan kedua telapak tangannya.
“ Noona.. ada masalah apa? “ tanyaku lembut. Tanganku masih setia merangkul pundaknya. Karena pertanyaanku, lagi-lagi air matanya mulai menggenang. Ia menundukan kepalanya dalam-dalam.
“ Kyuhyun-ah~ aku..keguguran.. “ jawabnya pelan. Mataku dan Shin hye membulat seketika, kami saling bertatapan karena terkejut. Sebelum ini kami sama sekali belum pernah mendengar kabar bahwa noona hamil. Lalu sekarang noona bilang dia keguguran? Tidak ada yang lebih mengejutkan saat ini dibanding penjelasan noona barusan.
“ M..mwo? Noona.. keguguran? Bagaimana bisa? Dan lagi..aku tidak tahu kalau noona hamil.. “ aku sedikit berhati-hati saat mengatakannya, aku takut salah bicara disaat noona sedang sensitive seperti ini.
“ Aku juga baru tahu tiga hari yang lalu bahwa aku hamil. Seharusnya sudah satu bulan, tapi sekarang…..kau tahu? Kemarin eomma dan mertuaku sangat kecewa saat mendengar ceritaku… kenapa aku ini sangat bodoh..? “ suaranya terdengar parau, ditambah dengan air matanya yang mulai mengaliri pipi chubby itu lagi, membuatku merasakan nyeri didadaku.
“ Lalu..Heechul hyung? “ noona menggeleng pelan dan lagi-lagi menghambur kepelukanku.
“ Heechul oppa sedang diluar kota sejak dua hari yang lalu. Aku belum memberitahunya.. aku takut memberitahunya, Kyuhyun-ah.. aku takut dia marah.. “ bahunya bergetar karena isakannya yang kuat. Aku baru sadar, ternyata wajahnya pucat pasi.
“ Sampai kapan kau akan menyembunyikannya, noona? “ kataku, pelan. Noona diam. terlepas dari ketakutannya, dia harus memberitahu ini pada Heechul hyung suaminya.. iya kan?
“ Aku takut, Kyuhyun-ah.. “ jawabnya lirih. Kueratkan pelukanku padanya dan meletakan daguku diatas kepalanya.
“ Arra.. mianhae.. “ ini bukan saat yang tepat untuk menuntutnya menjelaskan masalah ini pada Heechul hyung, itu malah akan membuatnya semakin tertekan.
Ahra noona melepaskan pelukannya, duduk tegap sambil menyeka air matanya.
“ Mian.. kau harus bekerja kan? Kita lanjutkan nanti saja.. “ noona memaksakan dirinya untuk tersenyum. Kuacak pelan rambutnya dan mengangguk.
“ Menginaplah disini, kau sendirian kan dirumah? “ tanyaku. Noona menganggukan kepalanya.
“ Ya sudah, aku berangkat dulu.. Shin hye, kau temani noona ya? “ Shin hye yang sejak tadi hanya diam pun mengangguk. Dia menatap iba pada Ahra noona. Setelah yakin semuanya akan baik-baik saja, aku pun meraih tas kerjaku dan berangkat menuju kantor. Appa bisa marah kalau aku datang lebih telat dari ini.

——
Kini aku sudah sampai di apartemenku. Aku pulang larut lagi, banyak sekali pekerjaanku di kantor tadi. Di ruang tengah, aku melihat noona sedang duduk sendirian. Kulangkahkan kakiku untuk mendekatinya. Aku mendengar suara isakannya, dia sedang menangis lagi. Lalu, dimana Shin hye? Bukankah aku menyuruhnya untuk menemani noona tadi? Bocah itu.. dasar.
“ Noona, apa yang kau lakukan disini? Ini sudah malam, kenapa tidak tidur? Dan..Shin hye.. dimana dia? “ tanyaku sambil duduk disebelah Ahra noona. Salah satu wanita terpenting dalam hidupku itu hanya menggeleng pelan lalu menyandarkan kepalanya di bahuku.
“ Aku tidak bisa tidur, Kyu.. dan Shin hye, dia sedang keluar.. aku tidak tahu kemana, aku tidak dengar saat dia pamit tadi. “
“ Jam berapa dia keluar? “
“ Sekitar jam lima.. sudahlah, mungkin dia ada urusan. Kau sudah makan? “ aah, noona-ku memang sangat baik. Disaat seperti ini pun dia masih memikirkan apa aku sudah makan atau belum.
“ Sudah.. noona? “ noona mengangguk.
“ Noona tidak bisa tidur? aku akan menemanimu sampai kau tidur. Ayo “ kami hendak bangun dari sofa, namun tiba-tiba..
“ Eonni! Maaf, aku meninggalkanmu sendirian. “ Shin hye yang baru datang langsung membungkukan badannya berkali-kali, dan dia tidak menyadari keberadaanku.
“ Eh? Kyu? Kau sudah pulang ternyata.. “ aku hanya mengangguk sekali dan menatapnya tajam.
“ Mi..mianhae, tadi aku ada urusan penting.. kalian sudah makan malam? “ tanyannya dengan nafas yang masih memburu. Kurasa dia habis berlari jauh.
“ Sudah.. “ jawab Ahra noona dengan lembut. Shin hye menghembuskan nafasnya, lega.
“ Syukurlah.. aku takut kalian menungguku. “ katanya sambil mengelus dada.
“ Shin hye, kau tidur sendirian tidak apa-apa kan? aku mau menemani noona.. “
“ Ne. Tentu saja. Aku akan tidur di kamar tamu. Eonni.. kau harus tidur yang cukup, aku tidak ingin eonni sakit. Jaljayo~ “ kuacak pelan rambut istriku itu lalu mengajak noona masuk ke kamarku. Noona sempat memeluk Shin hye sebentar, tersenyum diiringi air matanya yang kembali menetes. Disaat seperti ini, tandukku hilang entah kemana. Biasanya jika sedang di dekat noona, aku selalu ingin mengerjainya, membuatnya marah dan setelah itu aku akan merajuk padanya, meminta maaf hingga akhirnya noona tersenyum dan memanjakanku. Tapi sekarang? Tidak ada niat lain selain ingin terus memeluknya, membuatnya tenang dan tersenyum seperti biasanya.
Kini aku bersandar pada kepala ranjang, menjaga tidur noona-ku yang terlihat gelisah. Mengusap puncak kepalanya perlahan sambil bersenandung, memandangi wajahnya yang sendu dan sedikit lebih tirus dari terakhir kali aku melihatnya. aku memang turut sedih akan kejadian yang telah menimpanya itu, tapi bagaimanapun noona adalah pihak yang mengalami. Rasa sedih yang dirasakannya pasti jauh lebih dalam dibanding aku.
“ Noona.. aku menyayangimu.. “ bisikku sebelum mencium keningnya. Tiba-tiba saja pintu kamarku terbuka diikuti kepala Shin hye yang menyembul dibaliknya.
“ Kyuhyun-ah.. Heechul oppa.. dia menelpon, aku harus bilang apa? “ tanyanya, berbisik. Perlahan aku menuruni tempat tidurku dan berjalan keluar kamar. Setelah pintu tertutup rapat, aku merebut ponsel Shin hye dengan cepat.
“ Hyung..? ada apa? “ tanyaku pada orang diseberang sana setelah aku berada di dapur.
“ Kyuhyun-ah.. Ahra.. apa dia ada di apartemenmu? “ tanyanya panic. Aku bisa mendengar hembusan nafasnya yang kasar, dan suaranya pun sarat akan kekhawatiran.
“ Ne. dia sedang tidur sekarang.. hyung, kau sudah tahu soal…noona yang… “ aku ragu untuk mengatakannya. Dan untuk sesaat aku mengerti alasan kenapa noona takut memberitahu suaminya ini perihal kepergian janinnya yang bahkan belum sempat memberikan kesan tersendiri pada mereka.
“ Aku tahu.. dia baru saja keguguran. Makanya aku segera pulang dan mencarinya.. Aku akan bersiap untuk ke apartemenmu, kau tunggu aku ya. “
“ Camkaman! “ seruku saat Heechul hyung hendak menutup telponnya.
“ Wae? “
“ ..kurasa noona masih belum siap bertemu denganmu, hyung.. aku akan menjaganya, kau tenang saja.. “ Heechul hyung mendengus pasrah, dan dia diam untuk sesaat.
“ baiklah.. terus kabari aku tentang keadaannya.. oh ya, berikan telponnya pada Shin hye. “ aku melirik Shin hye sesaat. Apa yang ingin hyung bicarakan padanya?
“ Kau mau bicara apa padanya? “ tanyaku menyelidik. Kedekatan mereka sungguh tidak wajar, mengingat Shin hye terlalu manja padanya dan hyung juga terlalu memanjakan gadis yang harusnya kumanjakan itu.
“ jangan banyak tanya. Cepat berikan padanya, lagi pula ini ponselnya kan? “ aku mengepalkan tanganku saat mendengar nada suaranya yang begitu menuntut, seolah mendengar suara gadis hijauku adalah kebutuhan hidupnya.
“ Benar, tapi kenapa kau malah menghubunginya? Kenapa tidak menghubungiku? “ jawabku, gusar.
“ Ya~ cepat berikan ponsel itu padanya. Aku ingin bicara dengan gadis labil itu. “
“ Cih! “ umpatku sambil menyerahkan ponsel berwarna putih itu ke tangan Hyeulk. Aku memutuskan untuk duduk di meja makan dan mendengarkan pembicaraan mereka.
“ Wae, oopa? “ tanya Shin hye manja. Ya tuhan, seumur-umur belum pernah dia memanggilku semanis itu kecuali jika ada maunya. Membuatku merasa gerah saja.
“ Ya~ aku sudah bisa memasak. Buktinya Kyuhyun masih hidup sampai sekarang. Aish, lebih baik oppa tutup telponnya jika oppa hanya ingin meledekku. “ ia menggerutu lalu menggembungkan pipinya. Kuteguk air digelas yang ada didepanku sambil melirik gadis hijau yang sedang senyam-senyum aneh.
“ Arra. Oppa, kau memang hebat. Dan..mana oleh-oleh untukku? “
“ Jinja? Gomawo, oppa~ “ serunya sambil melompat kecil. kenapa dia bahagia sekali? Apa yang mereka bicarakan?
“ Mm. Saranghae! Neomu neomu saranghaeyo! “ mataku terbuka lebar dan entah sejak kapan hobi menganga Shin hye merasuk kedalam jiwaku. Aku menganga lebar mendengar ucapannya barusan. Saranghae? Neo michyeoso, Cho Shin hye??!!!
“ Annyeong, oppa. jaljayo.. dan err.. soal Ahra eonni, dan oppa yang…ng..aku ikut sedih. Oppa jangan khawatir, aku akan menjaga Ahra eonni dengan sangat sangat baik. Dan oppa.. Fighting! Kau pasti bisa ‘mendapatkannya’ lagi secepat mungkin! “ serunya dengan tangan yang terkepal. Entah seperti apa bentuk wajahku sekarang..yang pasti aku menganga hancur-hancuran. Bagaimana bisa si Hyeulk itu mengatakan hal semacam itu? pada seorang namja pula. Ish~
“ Kyuhyun-ah? Gwaenchana? “ kibasan tangannya didepan wajahku membuatku tersadar.
“ Mwo? Heechul hyung bilang apa? “ sahutku tak menghiraukan pertanyaannya. Shin hye mendengus sebal dan menggembungkan pipinya.
“ Dia bilang aku harus memasak makanan sungguhan untuk eonni. hah, dia itu. seenaknya saja bilang makanan buatanku adalah racun. Dia kan belum mencobanya. “ gerutunya sambil berlalu menuju kamar tamu.
“ Ya~ aku belum selesai bicara. “ aku mengejar langkahnya dan berdiri didepan pintu kamar yang hendak ia buka. Matanya menatapku jengah.
“ Apalagi? “ tanyanya malas. Kulipat kedua tanganku didepan dada dan menatapnya menuntut penjelasan.
“ Mwoya?! “ geramnya frustasi karena sejak tadi aku hanya memandanginya.
“ Saranghae.. apa maksudmu mengatakan Saranghae pada Heechul hyung? Kau sudah bosan jadi istriku, hah? “
“ Ish~ kukira apa. Memangnya kenapa? apa itu salah? “ ia bertanya balik dan terdengar menantang.
“ sudahlah Kyuhyun-ah.. dia oppa-ku. Sama seperti Donghae oppa dan Sungmin oppa. jangan berlebihan. Kau temani Ahra eonni sana. “ jemari tangannya menyingkirkan tubuhku dengan pasti lalu meraih daun pintu dan membukanya.
“ KYAAA!!! “ jeritnya sambil bersembunyi dibelakang punggungku. Aku menatapnya heran sambil sesekali melirik kedalam kamar. Tidak ada apa-apa. Kenapa dia menjerit seperti itu?
“ Ada apa, Shin hye? “ tanya Ahra noona yang tiba-tiba keluar dari kamarku. Sepertinya dia kaget karena jeritan monsterku ini.
“ Itu..itu..tadi ada.. KYAAA!! Itu! lihat itu! Hantu!! “ jeritnya lagi seraya membenamkan wajahnya dipunggungku. Sontak, aku dan noona melongok kedalam kamar. Hanya ada gorden berwarna putih tulang yang sedang melambai-lambai karena tertiup angin yang masuk dari jendela yang terbuka. Kurasa yang dia maksud hantu tadi adalah gorden itu. khu khu khu
“ Itu hanya gorden, Shin hye.. “ tukas noona seraya terkekeh. Baiklah, kali ini aku harus bersyukur bahwa istriku ini bodoh, karena kebodohannya itu baru saja membuat noona tersenyum.
“ Jeong..malyo..? “ dengan ragu, monster bodohku menyembulkan kepalanya dan melongok kedalam kamar. Kulihat dia bergidik ngeri saat melihat gorden yang lagi-lagi melambai tertiup angin.
“ Kurasa tidur disofa jauh lebih baik. Hii~ “ gumamnya. Tangannya meraih gagang pintu dengan takut-takut lalu menutup pintu kayu itu dengan cepat.
Brakk!
“ Err.. kalian lihat apa? Eonni, maaf mengganggumu.. Tidurlah lagi, hehe “ ujar Shin hye, canggung. Noona tersenyum dan mengacak rambut Shin hye.
“ Kyuhyun-ah, temani eonni. sana! “ bisiknya seraya menyenggol-nyenggol lenganku. Tak kuhiraukan tindak kekanakannya itu.
“ Aku tidur dulu ya, kalian mengobrol saja dulu. jalja~ “ noona kembali masuk kedalam kamar, dan kalian tahu? Tatapannya tadi terlihat sedikit iri.
“ Ya~ aku saja yang tidur di sofa. Kau temani noona. “ kudorong tubuhnya hingga berdiri didepan pintu kamar kami, tapi gadis itu melesat kebelakangku dengan cepat.
“ Kau saja yang temani eonni.. aku tahu kau tidak tenang melihatnya seperti itu. tidak usah pikirkan aku. sana! Hush! “ usirnya, galak. Memang benar, aku tidak tenang melihat noona seperti itu..tapi aku juga tidak tenang kalau gadis hijauku itu harus tidur di sofa. Aish~ eottohke?
“ Shin.. eh? Kemana dia? “ aku bingung saat mendapati Shin hye tak lagi berdiri dibelakangku. kemana perginya? Cepat sekali dia menghilang. Dasar monster.
Trang trang trang
Aku mendengar suara sendok yang saling beradu dengan piring. Itu pasti ulah si hyeulk itu. Aku tidak ingin mengganggunya dan aku juga tidak ingin diusir lagi, jadi kuputuskan untuk masuk dan menemani Ahra noona.
Saat aku masuk, noona bergegas menelusup kedalam selimut. Dia pasti habis menangis lagi. kuhampiri dirinya dan duduk merapat disebelah tempatnya berbaring.
“ Noona.. tadi Heechul hyung telepon.. dia khawatir sekali. “ ujarku sambil menarik selimutnya. Noona menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Aish~
“ Sudahlah, noon.. ayo, tidur. ini sudah malam. wajahmu masih pucat, aku tidak ingin kondisimu semakin buruk. “ aku pun menaiki kasur dan berbaring ditempat kosong disebelah noona. Dalam sekejap, noona bergulum kedalam pelukanku. Sikap manjanya ini selalu timbul jika ia sedang kalut. Kuusap puncak kepalanya terus hingga ia tertidur.
Cukup lama waktu berjalan hingga akhirnya noona telah tertidur pulas. Kulepaskan pelukanku dan merubah posisinya menjadi berbaring, menyelimutinya lalu mematikan lampu tidur yang ada di meja kecil disamping tepat tidurku.

Jam 1 pagi. Bagaimana dengan Hyeulk itu? apa dia sudah tidur?

Kuputuskan untuk melihat keadaannya. Aku tercengang melihatnya. tidur di sofa tanpa bantal dan tanpa selimut. Pasti dia terlalu takut masuk kamar tamu untuk sekedar mengambil bantal dan selimut. Hyeulk, monster macam apa kau ini?
Aku pun segera mengambilkan bantal dan selimut untuknya. Tidurnya pulas sekali, sudah tiga kali kucoba untuk membangunkannya agar dia membenarkan posisinya yang melengkung itu, tapi tidak ada respon. Aku tahu saat tidur, seluruh indera kita berhenti bekerja kecuali hidung, tapi ini keterlaluan. Aku sudah mengguncang tubuhnya dari pelan hingga cukup kencang namun tidak membuatnya terkejut sedikit pun. Apa saja yang dia lakukan hari ini hingga tidur sepulas itu?
“ Aish~ “ rutukku seraya meletakan bantal juga selimut yang kubawa ke atas lantai. Kuangkat tubuh gadis hijau itu hingga ia terduduk. Aku harus memeluknya agar dia tidak jatuh, lalu kuambil bantal empuk yang tadi kuletakan di lantai dan menempatkannya diatas sofa. Kubaringkan lagi Shin hye dan menempatkan kepalanya diatas bantal, menyelimutinya dan memandangi wajahnya yang aku tidak tahu kapan aku akan bosan melihatnya.
Lihatlah wajahnya saat tidur.. sangat manis. Bulu matanya yang lentik, bibirnya yang mungil, hidungnya yang lumayan mancung dan pipinya yang semi chubby (?).
“ Ng.. hantu~ “ racau Shin hye. Dahinya mengerut, membuatku tersenyum melihat tingkahnya yang sedang berada di alam bawah sadar. Dengan lembut, kuusap puncak kepalanya, menunggunya hingga kembali tenang dan setelah itu aku kembali ke kamarku.

Aku bangun ketika jam sudah menunjukan pukul delapan. Sepertinya aku akan sangat terlambat ke kantor. Noona sepertinya sudah bangun sejak tadi, kuharap dia sudah tidak terlalu depresi. Dengan segera aku menghambur ke kamar mandi dan membasuh tubuhku, berpakaian lalu keluar kamar.
Aku cukup terkejut saat melihat noona sedang berbicara dengan Heechul hyung di sofa. Noona menangis lagi, tapi aku merasa tenang saat melihat Heechul hyung yang tidak terlihat marah ataupun kecewa sedikit pun. Dia hanya memeluk noona dan malah terlihat sangat khawatir dengan keadaan noona.
“ Annyeong, hyung.. “ sapaku seraya duduk disofa seberang.
“ Annyeong. Jam berapa ini, Kyu? Kau sudah sangat terlambat. Pergilah, aku akan menunggu Shin hye pulang dulu. “ balas Heechul hyung. Aku baru sadar, sejak tadi monsterku itu tidak menampakan ujung bulu matanya sesenti pun.
“ Shin hye? Dimana dia? “ tanyaku seraya mengedarkan mataku keseluruh ruangan, tapi tetap saja aku tidak melihatnya.
“ Aku sudah mengantarnya ke kampus tadi. Sudah, kau berangkat sana. “ jujur aku kecewa mendengar jawaban hyung. Kenapa dia yang mengantar Shin hye? Kemarin Shin hye mengatakan saranghae pada hyung berkali-kali ditelpon, sekarang dia diantar Heechul hyung. Hyeulk, sampai kau mendepakku begitu saja..akan kusiksa kau!
“ Arra. Aku pergi dulu noona, hyung.. “ pamitku seraya berlalu. Appa pasti memarahiku karena terlambat lagi.

Author POV
Heechul masih memeluk Ahra dengan sangat protektif. Kalau boleh jujur, ia juga merasa sedih karena impiannya menjadi seorang ayah harus tertunda karena kecelakaan yang pastinya diluar kata sengaja.
Dua hari yang lalu Ahra sedang senam pagi, berolah raga agar kandungannya tetap sehat, tapi tiba-tiba saja ia tergelincir dan mengalami pendarahan yang sangat hebat hingga mengakibatkan janin didalam rahimnya tidak bernyawa lagi. Ahra dirawat di rumah sakit, namun karena terlalu tertekan melihat kekecewaan orangtua dan mertuanya..pada pagi harinya Ahra meninggalkan rumah sakit tanpa sepengetahuan siapapun dan dia pergi ke apartemen Kyuhyun. Kyuhyun memang belum mengetahui kabar tentang Ahra. Heechul panic setengah mati saat ibunya menghubunginya dan mengatakan bahwa Ahra kabur dari rumah sakit. Dia segera memacu mobilnya menuju Seoul dan meninggalkan seluruh pekerjaannya.
“ Gwaenchana, chagi.. mungkin memang belum waktunya kita memiliki anak. Uljima. Kau lebih cantik saat tersenyum. “ tukas Heechul dengan sangat lembut. Ahra membenamkan wajahnya di bahu Heechul. Sampai detik ini pun dia masih merasa sangat bodoh karena telah membunuh anaknya sendiri, meskipun sesungguhnya semuanya murni karena kecelakaan.
“ Mianhae, oppa.. “ lirih Ahra. Heechul mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala Ahra, berharap istrinya itu bisa lebih tenang. Rasanya sangat sedih dan sakit saat kehilangan harapanmu ketika baru saja kau menyusun berbagai rencana hebat untuk masa depanmu, ketika belum lebih dari 24 jam kau mendapatkan berita bahagia..bahkan kau belum selesai berangan-angan, namun semuanya musnah begitu saja secepat kedipan mata. itulah yang dirasakan Ahra dan Heechul saat ini. baru satu hari Ahra bahagia saat tahu dia akan menjadi seorang ibu, tapi keesokan harinya ia harus merelakan kepergian janin yang usianya masih sangat muda itu.
“ Sudahlah.. besok Kyuhyun ulang tahun. Kau lupa? Dongsaeng kesayanganmu itu sepertinya juga melupakan hari ulang tahunnya sendiri, kurasa dia sangat mengkhawatirkanmu hingga melupakan hari jadinya. Kau tidak ingin memberi kejutan untuknya? Aku dan Shin hye sudah menyiapkan pesta kecil..kau harus ikut andil, nyonya Kim. “ Heechul menyeka air mata Ahra seraya tersenyum. Wanita dihadapannya itu pun berhenti terisak dalam sekejap.
“ Geurae? Aku lupa.. Ahra pabo. “ rutuknya.
“ Kau ingin memberinya kejutan apa? “ Ahra memutar bola matanya, memikirkan sesuatu yang hebat untuk dongsaeng tercintanya itu.
“ Kau mau membantuku kan, oppa? “ tanyanya saat sudah mendapatkan ide. Heechul mengangguk mantap. Tangannya mengacak pelan rambut Ahra. Rasa lega memenuhi dadanya, karena istrinya tidak lagi terlalu muram.

Jam 23.40 KST
Langit semakin kelam dan Kyuhyun masih berada di kantornya. Dua hari datang terlambat ternyata cukup membuat pekerjaannya menumpuk. Tiba-tiba ponselnya berdering. Dilayar ponsel tersebut tertera nama Hyeulk.
“ Ada apa? “ tanyanya langsung. Jemari tangan yang satunya memijit pelipisnya karena rasa pusing yang sejak tadi sedikit mengganggu kenyamanan kerjanya.
“ Kyuhyun-ah.. Ahra eonni.. dia tiba-tiba pingsan. Tadi.. dia sedang.. “ ucap Shin hye tersendat-sendat. Kyuhyun mencelos saat mendengar nama noona-nya.
“ Bagaimana bisa? Sekarang kau dimana? “
“ tadi dia sedang menyiapkan kejutan untukmu. Kondisinya belum pulih benar, tapi dia memaksakan diri dan dia…pingsan. Aku ada di Seoul hospital sekarang. “
“ Apa yang dia lakukan?! Kejutan apa? Aish, noona. Aku bisa gila! “
“ tentu saja ulang tahunmu. Kau lupa? “ lagi-lagi Kyuhyun tercengang. Pasalnya dia sendiri juga lupa kalau ternyata hari ini adalah hari ulang tahunnya. Pikirannya semakin berkecamuk saat otaknya telah berhasil menangkap semua inti pembicaraannya dan Shin hye. Ahra, noona-nya jatuh pingsan hanya demi menyiapkan kejutan untuknya.
“ M..mwo? noona dirawat di ruang nomor berapa? Bagaimana keadaannya sekarang? “ suara Kyuhyun melemah. Tidak ada hal lain yang diinginkannya saat ini selain berada disamping Ahra.
“ eonni….dia…belum sadar sejak tadi. Di kamar 023. “
“ Aku kesana sekarang. “ Kyuhyun segera menyambar kunci mobilnya. Kakinya melangkah cepat menuju parkiran mobil. Entah kenapa, matanya memanas. Sejak dulu dia paling tidak bisa tenang jika noona-nya sakit, dan lagi kali ini noona-nya seperti itu hanya karena untuk memberinya kejutan.

00.05 KST, 03 February 2012
Kyuhyun telah sampai di area Seoul hospital. Dengan tergesa-gesa ia memasuki gedung itu dan mencari kamar bernomor 023. Ia berhenti didepan pintu yang ia cari, memantapkan hatinya untuk segala kemungkinan yang akan dilihatnya. Apakah noona-nya sudah sadar atau belum? Apakah noona-nya itu sedang duduk bersandar pada bantal atau masih memejamkan matanya?
Kriet~
Kyuhyun membuka pintu didepannya dengan perlahan. Semua perkiraannya meleset. Dia pikir dia akan melihat noona-nya yang sedang terbaring di ranjang, tapi nyatanya..yeoja yang sebelum ini membuatnya tidak bisa merasa tenang, kini sedang berdiri beberapa langkah didepannya sambil memegang sebuah kue tart. Wajahnya tidak terlihat begitu jelas karena hanya disinari cahaya dari beberapa batang lilin yang tertanam diatas kue tart tersebut.
“ Saengil cukkhae!! “ seru Ahra, agak serak. Kyuhyun melangkah perlahan mendekati noona-nya itu.
“ Saengil cukkhae, Kyuhyun-ah!! “ seru Shin hye dan Heechul yang tiba-tiba menghidupkan lampu di ruangan tersebut. Ahra tercekat saat mata Kyuhyun yang menatapnya tajam terekspos bersamaan terang yang tiba-tiba memenuhi ruangan ber-cat-kan warna hijau muda itu.
“ Ayo, tiup lilinnya. Tapi buat permintaan dulu. “ ujar Ahra antusias. Tapi Kyuhyun malah diam, berdiri tepat dihadapan kakak kandungnya itu dan menatapnya tajam. Tiba-tiba saja tangannya terulur dan menepak kue tart yang dipegang Ahra hingga jatuh ke lantai.
“ Ini tidak lucu, noona! “ bentaknya lalu pergi begitu saja meninggalkan Ahra, Heechul dan Shin hye. Ahra sangat terkejut melihat sikap Kyuhyun. ia memandangi kue tart yang sudah hancur di lantai. Siang tadi ia begitu bersemangat memilihkan kue tersebut, ia mengelilingi belasan toko kue hanya untuk mencari tart yang paling sesuai dengan selera Kyuhyun. mencari satu diantara ratusan kue terbaik seantero Seoul.
“ Eonni.. Kyuhyun…aku minta maaf atas sikapnya tadi. Percaya padaku, dia hanya terlalu mengkhawatirkanmu tadi.. “ ucap Shin hye terbata-bata. Ahra memasang senyum seadanya. Kecewa? Tentu.
“ Arraseo. Kau kejarlah dia, Shin hye. Dia pengendara mobil yang buruk apalagi disaat malam hari dan disaat..sedang marah seperti ini. “ Ahra menahan air matanya yang hampir jatuh. Shin hye mengangguk dan segera meninggalkan ruangan itu.
Tangan Heechul terulur untuk memeluk Ahra, dan istrinya itu segera mengahmbur begitu saja kedalam pelukannya.
“ Dia hanya terlalu khawatir tadi.. kau istirahat lagi saja, aku tidak ingin terjadi sesuatu lagi padamu. “ kata Heechul lembut. Tiba-tiba saja tubuh Ahra meringsut kebawah.
“ Chagi..? “

Sementara itu..
Shin Hye POV
“ Kyuhyun-ah! Tunggu aku! “ aku kewalahan menyusul langkahnya yang seperti sedang berlari padahal namja itu sedang berjalan. Dia membuka pintu mobilnya dengan kasar dan segera duduk di kursi pengemudi lalu membanting pintu saat menutupnya. Aku mendengus sebal sambil mempercepat langkahku, buru-buru masuk kedalam mobil karena aku takut namja babo yang tidak tahu terima kasih ini akan langsung menancap gas saat tanganku belum mencapai pintu mobil.
“ Ya! Neo michyeoso?! kenapa kau melakukan itu?! “ Aku meninggikan suaraku. Sungguh, anak kecil pun tahu kalau sikapnya pada Ahra eonni tadi sangat keterlaluan. Aku meneguk liruku yang terasa seperti bongkahan es batu saat mata tajamnya menatapku dan sedetik kemudian namja itu mengacak rambutnya lalu memukul stir mobil dengan kencang.
Brak!!
“ Kau yang gila! Untuk apa membohongiku seperti itu? Bilang noona pingsan, belum sadar. Kau tahu? aku sangat panik!! “ Kyuhyun menghidupkan mesin mobilnya dan melaju diatas aspal dengan cepat. Aku jadi ragu akan kemampuan otaknya. Tidakkah ia melihat wajah eonni tadi? Dan..apa salahnya jika eonni ingin memberikan kejutan untuknya?
“ Kau.. “
“ Aku sangat khawatir, kau tahu?! Dan ternyata kekhawatiranku itu hanya untuk sebuah kue tart yang dihiasi lilin? Menyebalkan! Dan kau! Kenapa berbohong seperti itu?! Dan bohongmu itu keterlaluan! Kenapa kau ini sangat bodoh?! “ sambar Kyuhyun saat baru saja aku bersuara. emosinya membuncah. Aish, jinja! Kau pikir hanya kau yang khawatir? Aku dan Heechul oppa juga sangat khawatir saat eonni memaksaku untuk menelponmu, menyuruhmu datang dan memberikan kejutan tadi. Aku sempat melarangnya juga, Kyuhyun-ah.. tapi wajah eonni tadi begitu bersemangat, dan aku tidak bisa melakukan apa-apa selain menuruti keinginannya.
Kuhembuskan nafasku perlahan. Tidak mungkin aku mengatakan semuanya sekarang. Bisa-bisa kami berdua berakhir di rumah sakit karena lelaki ini pasti akan langsung berbalik arah, melajukan mobil pada kecepatan tinggi dan..aku belum ingin mati..!
“ Aku tidak bohong. Kau yang bodoh Kyubyul! Eonni memang pingsan tadi! “ sahutku ketus. Tiba-tiba Kyuhyun menginjak rem dalam-dalam. Aku merasakan tubuhku terhempas kedepan dan hampir membentur dasbort.
“ Lebih baik kau diam. “ ujar Kyuhyun dingin. Aku pun terdiam dan hanya menundukan kepalaku, lalu perlahan..Kyuhyun menjalankan mobilnya lagi. Setelah aksi ekstrim tadi, tidak ada percakapan apapun lagi antara aku dan Kyuhyun.
Saat sampai di area apartemen, Kyuhyun segera keluar dari mobil dan langsung berjalan masuk menuju lobby. Dia meninggalkanku begitu saja.
Aku pun turun dari mobil dan setelahnya aku mendengar suara alarm mobil yang sudah dikunci. Kenapa dia sampai semarah itu? khawatir? Kalau aku yang berada diposisi Ahra eonni, apa namja itu akan sekhawatir ini? Aish, Shin hye.. mereka itu kakak adik! Dasar pabo!
“ Astaga. Ponselku. “ rutukku saat sadar ponselku tertinggal di mobil. Tadi aku melemparnya ke kursi belakang karena aku emosi melihat Kyuhyun seperti itu.
“ Kyuhyun-ah! Kunci mobilnya! Ponselku tertinggal di dalam mobil! “ seruku sambil berlari mengejar Kyuhyun. Sebuah kunci melayang diudara dan mendarat tepat diatas telapak tanganku. Namja didepan itu melempar kuncinya saat aku masih beberapa langkah dibelakangnya. Cih! Setidaknya berikan kunci ini baik-baik jika kau tidak ingin mengantarku.
“ Kekanakan. dasar pabo. “ umpatku sambil memperhatikan sosoknya yang sudah berada didalam lift. Setelah yakin pria itu tidak akan melakukan sesuatu yang merepotkanku lagi, aku pun berjalan ke area parkir untuk mengambil ponselku.

Kedua alisku bertaut begitu saja saat kulihat sosok tinggi itu berdiri didepan pintu apartemen sambil memandangi lantai. Perlahan, aku berjalan mendekatinya dan saat kedua kaki ini berdiri selangkah dibelakangnya, namja itu langsung menenggelamkanku kedalam pelukannya.
“ Waeyo, Kyuhyun-ah? Kenapa tidak masuk? “ tanyaku seraya meletakan daguku dibahunya. Kyuhyun tak bergeming. Dia hanya diam dan mengeratkan pelukannya. Ada apa dengannya?
“ Kyuhyun-ah..yeoboseo, Kyuhyun-ah..! “ samar-samar aku mendengar suara yang memanggil nama suamiku. Mataku pun tertuju pada ponsel digenggaman Kyuhyun.
“ Kyuhyun-ah.. ponselmu. Ada yang menelpon? “ Kuraih ponsel Kyuhyun dan menatap layar smart phone miliknya itu. ‘Heechul hyung in call’. Segera kuletakan ponsel itu disamping telingaku.
“ Yeoboseo, oppa..? ada apa? “ tanyaku sambil melirik melihat Kyuhyun yang semakin mengeratkan pelukannya hingga membuatku sesak. Kurasa aku tahu apa yang membuatnya seperti ini.. Ahra eonni. Iya kan, Kyuhyun-ah?
“ Ya! Kalian baik-baik saja? Tidak terjadi sesuatu kan? Kemana Kyuhyun? “ tanya Heechul oppa dengan nada yang panik. Aku sedikit mendorong tubuh Kyuhyun, tapi tangannya malah semakin mengunci tubuhku dengan erat.
“ mm.. gwaenchana. Kami sudah sampai di apartemen. Lalu bagaimana keadaan eonni sekarang? “ tiba-tiba kurasakan kausku basah. Ya~ namja ini menangis? Cho Kyuhyun menangis?
Tanpa sadar aku tersenyum. Terlepas dari sepintar apapun dia menasihatiku dan mengajariku, dia hanyalah anak manja yang sedikit lebih dewasa dibanding aku, iya kan?
“ Dia pingsan lagi tadi.. sudahlah, kau istirahat sana. Sudah hampir pagi. “ suara Heechul hyung menyadarkanku. Aku pun mengangguk.
“ Arra. Aku akan kesana besok. Oppa juga istirahatlah, jangan sampai sakit.. “ jawabku, lalu tak lama setelahnya kuakhiri pembicaraan jarak jauh ini. kugerakan tanganku untuk menepuk-nepuk ringan punggung Kyuhyun dan mengusap belakang kepalanya dengan lembut. Jarang-jarang Kyuhyun bersikap seperti ini. Hahaha
“ Eonni baik-baik saja. Hanya terlalu lelah. Ayo, kita masuk. “ Kyuhyun tak bergeming sama sekali. Dia diam dan semakin memperat pelukannya. Sumpah demi tuhan, aku akan segera meregang nyawa jika namja ini tidak bergerak untuk beberapa menit lagi. Aigoo~
“ Dongsaeng macam apa aku ini? aku paling tidak ingin orang lain termasuk eomma dan appa menyakiti noona, tapi sekarang malah aku yang membuatnya sakit.. dan lagi tadi aku… “ namja itu tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi, tapi aku tahu persis apa maksud ucapannya itu. Ternyata kau manusia juga, sama sepertiku. Ini kedua kalinya aku melihat Kyuhyun menangis karena wanita. Dulu saat khawatir Hyorin eonni direbut namja lain –saat Hyorin eonni masih menjadi kekasihnya-, dia datang menemuiku dalam keadaan mabuk dan tidur sambil memelukku. Sekarang karena Ahra eonni sakit, dan lagi-lagi aku yang berada dalam pelukannya. Seandainya aku yang membuatnya seperti ini, kau akan memeluk siapa, Kyuhyun-ah? Kuharap kau tidak memeluk yeoja genit yang suka berdiri dipinggir jalan! >,<
“ Ayo masuk dulu.. ini sudah lewat tengah malam, Kyu.. “ bujukku seraya mendorong pelan tubuhnya. Kami berdua pun masuk kedalam flat milik kami dan tanpa melepas sepatunya, namja itu segera berjalan menuju kamar. Aish, Kyuhyun-ah.. kurasa ini sedikit berlebihan. Aku berani bertaruh, Dong Sun pun tidak akan bersikap seperti ini se-menyesal apapun dia. Tapi..molla. waktu aku merasa bersalah padanya, aku juga bahkan sampai dehidrasi karena terus menjaganya yang sedang sakit.
Kulihat dia duduk bersandar pada kepala ranjang, dan lagi-lagi dia menghambur kedalam pelukanku saat aku duduk disisi ranjang tempat ia duduk dan menghadapakan tubuhku kearahnya. Dasar manja.
Kyuhyun membenamkan wajahnya dibahuku dan aku terpaksa menumpukan seluruh bobot tubuhku padanya. Aku seperti sedang mengalami de javu. Lagi-lagi namja ini tidak membiarkanku tidur hanya karena ingin menenangkan pikirannya didalam pelukanku.
“ Ya~ pinggangku sakit. Kau enak bisa bersandar padaku. Sedangkan aku? Pinggangku sakit Kyuhyun-ah. Kau tidak ingin punya istri yang tulangnya bengkok kan? “ keluhku sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan manjanya. Dia melepaskan pelukannya tapi tidak melepaskanku. Tangannya masih memegangi bahuku dan..seperti adegan slow motion, wajahnya perlahan mendekati wajahku, hingga akirnya aku merasakan kehangatan dari sentuhan bibirnya dibibirku. Lalu dengan lemahnya, ia menarik tubuhnya dan kembali memeluku sambil membenamkan wajahnya disela leherku. Sama sepert dulu, hanya saja dulu tidak ada bonus (?) kisseu.

Keesokan harinya..
Author POV

Kyuhyun duduk manis dikursi penumpang, disamping pengemudi. Ia menatap keluar jendela dan isi kepalanya sibuk merutuki kebodohannya sendiri. Shin hye melajukan mobil berwarna hitam itu pada kecepatan sedang. Sesekali, kedua sudut bibirnya tertarik keatas saat melihat Kyuhyun yang seperti itu. Meskipun tidak tidur semalaman, ia tidak akan mengantuk saat ini. Karena wajah Kyuhyun yang sangat merana itu adalah tontonan yang menyenangkan baginya.
“ Cha! Sudah sampai! “ seru Shin hye seraya menarik rem tangan mobilnya, ani maksudnya mobil Kyuhyun.
Kyuhyun keluar dari mobil diikuti dengan Shin hye. Mereka berjalan beriringan menuju kamar rawat bernomor 023, kamar tempat Ahra dirawat.
“ Eonni, kami datang. “ ujar Shin hye sambil menyembulkan kepalanya dari balik pintu dan setelahnya ia pun masuk kedalam ruangan itu bersama Kyuhyun. Namja itu hanya diam dan menundukan kepalanya.
“ Pikachu, temani oppa sarapan. Oppa belum makan dari kemarin.. “ tukas Heechul memecah keheningan yang terjadi. Heechul tahu kadar gengsi Kyuhyun itu sudah sangat tinggi, tak peduli apapun kondisinya. Jadi, dia hanya akan meninggalkan namja gengsi itu dengan Ahra disini.
“ Pikachu? “ tanya Shin hye seraya menunjuk dirinya sendiri. Heechul mengangguk, membuat kedua alis Shin hye terpaut satu sama lain.
“ Kau itu kecil, imut dan energik seperti Pikachu. Apalagi saat kedua pipimu itu memerah, kau benar-benar seperti badut Pikachu, hahaha “ Shin hye hanya menggembungkan pipinya lalu mengikuti Heechul yang kini telah menarik tangan kanannya.
“ Chagi, kau mau aku belikan sesuatu? “ tanya Heechul sebelum membuka pintu.
“ dua porsi jjajangmyeon. “ sahut Ahra singkat padat dan jelas. Heechul dan Shin hye mengacungkan jempol mereka bersamaan lalu hilang dibalik pintu.
“ ….Noona, gwaenchana? “ akhrinya lelaki bertubuh kurus itu membuka mulutnya. Ia menatap Ahra dengan intens. Wajah yang masih pucat itu sungguh membuatnya khawatir.
“ Gwaenchana.. “ sahut Ahra, serak. Tanpa basa-basi lagi, Kyuhyun segera menghambur kepelukan noona satu-satunya itu. Sebuah senyum terlukis diwajah Ahra, air matanya juga menetes.
“ Happy birthday, Kyuhyun-ah.. “ bisik Ahra tepat disamping telinga Kyuhyun.
“ Mianhae, noona.. jeongmal mianhae.. “ balas Kyuhyun, lirih. Ahra mengusap belakang kepala Kyuhyun dengan lembut, tak peduli akan rasa sakit yang ditimbulkan oleh jarum infuse yang kini tertanam di tangannya saat ia mengangkat tangannya untuk mengelus kepala Kyuhyun.
“ Gwaenchana.. aku tahu, kau hanya terlalu menyayangiku, Kyu.. dan aku..aku juga amat menyayangimu, “ Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya dan untuk beberapa menit kedepan, mereka akan terus berpelukan seperti itu.

Sementara itu..
“ Ya! angkat kepalamu itu! lihatlah, orang-orang menatap aneh pada kita. Pasti mereka berpikir bahwa aku ini melakukan hal yang tidak-tidak padamu!! “ Celoteh Heechul sambil memainkan sumpitnya diudara karena sejak tadi Shin hye membenamkan wajahnya dilipatan tangannya diatas meja.
“ Oppa, aku mengantuk. Kau tahu? Namja penuh gengsi itu tidak membiarkanku tidur semalam! “ sahut Shin hye tanpa memandang Heechul. Heechul membulatkan matanya dan tersenyum misterius.
“ Tidak tidur semalaman? Jangan bilang semalam kalian melakukannya. “ Tanya Heechul menyelidik. Shin hye segera mengangkat kepalanya dan menatap Heechul dengan tatapan geramnya yang lucu.
“ Yak, oppa! Bukan itu! Aish~ “
“ Kalau bukan itu, lalu apa yang kalian lakukan? “
“ Manjanya kambuh. Dia terus memelukku sambil duduk. Hingga pagi, oppa! Astaga, pinggangku sakit sekali…! “ keluh Shin hye sambil memegangi pinggangnya. Mata Heechul kembali membulat.
“ Jinja? Ajaib sekali namja itu bersikap manja, hihihi “
“ Mm. Dan kau tahu, oppa? Tadi saat di mobil, wajahnya sangat merana. HAHAHAHA! Jinja! Aku menahan tawaku sejak tadi, hah hah hah.. HAHAHAHA!! Oppa harus lihat wajahnya itu! Lucu sekali oppa!! HAHAHAHA “ gadis yang dipanggil pikachu itu tertawa terbahak-bahak sampai kehabisan nafas. Heechul sampai ikut tertawa karena melihatnya.
“ Neo~ hmmphft..geumanhae..! hmmpft.. aku sedang hmmpft.. makan..hah..hah.. hentikan Pikachu..! “ dengan susah payah Heechul menelan makanannya. Bisa tersedak dia kalau tidak mati-matian menahan tawanya tadi.
“ HAHAHAHAHA!! PASTI LUCU!! HAHAHA “ kedua makhluk itu tertawa sambil memukul-mukul meja didepan mereka, membuat orang-orang yang ada disekitar mereka bergidik ngeri.
Pletak!
Sebuah jitakan mendarat mulus dikepala Shin hye. Gadis itu meringis kesakitan sambil menoleh kearah sumber akibat denyut yang kini dirasakannya.
“ Apanya yang lucu? Hah? “ tukas Kyuhyun sebelum Shin hye menjerit karena kesal. Lagi-lagi Shin hye menghembuskan nafas dengan kasar karena menahan tawanya.
“ Hmmpft..HAHAHAHA tentu saja KAU Cho Kyuhyun! HAHAHAHA “ seru Shin Hye dan Heechul bersamaan seraya menunjuk Kyuhyun dengan telunjuk mereka. Ahra yang ada dipunggung Kyuhyun pun ikut terkekeh. Ya, Kyuhyun menggendongnya hingga ke cafeteria.
“ Yak! Kalian— Aish~ Hentikan!! “ geram Kyuhyun yang semakin membuat tawa Heechul dan Pikachu-nya menjadi. Ahra juga terkekeh geli melihatnya.
“ Yak! Noona! Jangan ikut menertawaiku juga! “
“ Appo, Kyu~ “ rintih Ahra saat tak sengaja kepala Kyuhyun membentur kepalanya.
“ W..waeyo, noona? Gwaenchana? “ namja gengsi itu panik dan sibuk menoleh ke belakang kanan dan kirinya demi bisa melihat wajah noona-nya dengan jelas.
“ Gwaencahana, uri Kyuhyun~ “ goda Ahra sambil mencubit pipi dongsaeng-nya itu. Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Ahra, namun terjadi kecelakaan. Bibir mereka berdua saling bersentuhan untuk sepersekian detik!
“ YAK!! “ pekik Shin hye dan Heechul. Tawa mereka lenyap seketika.
“ Mwo? Itu kecelakaan! Lagi pula kami ini adik kakak. Cih, kekanakan sekali kalian ini. “ sahut Kyuhyun, cuek.
“ Mian, chagi.. sumpah, ini murni kecelakaan.. “ kata Ahra sambil mengacungkan dua jarinya kearah Heechul.
“ Cih! Maniak! Eonni, aku percaya eonni tidak sengaja, tapi si Kyubyul itu, dia pasti sengaja membuat ketidaksengajaan! CHO KYUBYUL MANIAK!! “ pekik Shin hye yang disambut dengan jitakan dari Kyuhyun.
“ Oppa, ayo kita buat ketidaksengajaan seperti mereka! “
“ Ne! Ayo! “
Dan…
Chu~
Kecelakaan itu kembali terjadi. Saat Heechul bangkit dari kursinya dan mencondongkan tubuhnya kearah Shin hye, gadis itu tiba-tiba menoleh. Tadinya heechul hanya ingin mengecup pipi Shin hye untuk memanas-manasi Kyuhyun, tapi..ya apa boleh buat.. tuhan berkehendak lain *lebay, wkwk
“ Gadis ini..aish~ jinja! “ rutuk Kyuhyun.
“ Oppa~! “ geram Ahra yang kini telah menggembungkan pipinya. Heechul dan Shin hye tersenyum aneh.
“ Chagi, demi tuhan, aku tadi hanya ingin mencium pipinya, tapi gadis ini malah tiba-tiba menoleh. Mianhae.. “ ujar Heechul yang kini telah berdiri disamping Kyuhyun -yang sedang menggendong Ahra-.
“ Hyeulk! Mati kau! “ ancam Kyuhyun seraya melemparkan death glare-nya kearah Shin hye.
“ Masa bodo! Aku tidak peduli! “ sahut Shin hye sambil menyesap cappuchino Heechul. Kyuhyun menatap gadis itu geram, sedangkan Heechul sibuk membujuk Ahra agar pindah ke punggungnya sebagai permintaan maaf.

Malam Harinya, at KyuHye’s apartement..

Shin Hye POV
Aku berdiri didekat jendela. Memandangi gemerlap kota Seoul malam hari. Ini sudah hampir jam 12 malam, hampir berganti hari dan tanggal. Tapi kado yang sudah kusiapkan masih bersembunyi disela-sela bajuku di lemari. Aku belum memberikannya pada si Kyubyul itu. aish~
Kapan aku harus memberikan kado itu padanya ya? Sejak tadi dia sibuk berbicara di telepon dengan Ahra eonni. Sudah hampir sejam dia berceloteh dengan benda berteknologi tinggi yang melekat sempurna ditelinganya itu.
“ Hyeulk.. sini.. “
“ Hyeulk..! “ segera kutolehkan kepalaku saat mendengar seseorang yang memanggilku. Kulihat Kyuhyun telah duduk bersandar pada kepala ranjang dan selimut sudah menutupi kakinya.
“ Ye? Kau memanggilku? “ tanyaku sambil menutup gorden yang tadi sengaja kubuka. Kyuhyun menggerakan tangannya, memintaku mendekat. Kuhirup udara dalam-dalam dan berjalan ke lemari terlebih dahulu sebelum akhirnya aku berdiri dihadapannya dengan sebuah kotak hadiah di tanganku.
“ Apa itu? “ Kyuhyun menautkan kedua alisnya saat melihat sebuah kotak yang kini berada di pangkuanku. Kusodorkan kotak yang telah kubungkus dengan kertas kado berwarna biru itu kehadapannya.
“ Untukmu.. Saengil cukkhae! “ Seruku dengan senyum yang mengembang diwajahku. Tangannya terulur dan dalam sepersekian detik, aku tenggelam dalam pelukannya. Aku terdiam memandangi tembok dari balik bahunya. Apa terjadi sesuatu lagi pada Ahra eonni?
“ Ya! setidaknya terima dulu kado ini! Ish! “ gerutuku saat kurasakan namja ini tengah menyesap aroma rambutku. Cih! Tebakanku meleset. Kukira dia sedang merana lagi, ternyata bukan.
“ Dasar bodoh. Aku sedang memeluk hadiah terindahku. “ suhu wajahku meningkat seketika. Bagaimana bisa bibir tebal yang lebih sering menghinaku itu mengucapkan kalimat yang manis seperti yang sering kutonton di drama-drama..?
“ M..mwo? Kau sakit, Kyuhyun-ah? Atau kau kerasukan? Atau.. “
“ Cukup. Diam dan jangan bergerak. “ sambarnya seraya meraih daguku dengan jari telunjuknya. Kalimatnya seperti mantra ampuh yang berhasil membuatku bungkam tanpa perlawanan yang berarti. Aku hanya menatapnya kagum. Kagum? Tentu saja, saat ini mimik wajahnya benar-benar berbeda dari biasanya. Kulingkarkan sebelah tanganku di pinggangnya, aku takut jatuh karena saat ini aku duduk disisi tempat tidur kami. Sedangkan tanganku yang satunya masih memegangi kotak hadiah.
Perlahan kupejamkan mataku saat deruan nafasnya kini menghembus kuat dikulit wajahku, dan di detik berikutnya, bibirnya yang lembab namun hangat itu menempel sempurna dipermukaan bibirku. Aku cukup tersentak saat merasakan sentuhan bibirnya karena dengan mataku yang terpejam, aku tidak tahu kapan jarak antara bibir kami akan lenyap.
Jantungku berdetak tidak wajar saat kurasakan permukaan bibirnya bergerak lambat dan perlahan melumat bibirku. Entahlah, aku selalu merasa gugup saat dia melumat bibirku dengan lembut tapi bernafsu.
“ …Gomawo hadiahnya.. “ ujarnya sambil tersenyum jahil. Sebelah tangannya masih melingkari pinggangku, seolah enggan melepaskanku meskipun hanya sekedar memberiku ruang untuk bernafas dan mengatur detak jantungku.
Kudorong tubuhnya hingga pelukan kami terlepas. Kyuhyun terkekeh lalu kembali bersandar pada kepala ranjang. Baru beberapa saat yang lalu sikapnya mendadak romantis, sekarang ia kembali menjadi namja menyebalkan.
“ Neo! Hadiahnya ini, bukan bibirku! “ segera kulemparkan hadiah yang sejak tadi kupegangi itu kedadanya. Persetan dengan PSP didalamnya, aku kesal! Lagi-lagi pria itu tertawa. Tangannya dengan cepat merobek kertas yang membungkus kotak itu.
“ Biasanya juga seperti itu kalau di pesta. Ada orang datang memberi hadiah lalu berpelukan dan cium pipi. Bedanya hanya aku menciummu dibibir. Itu juga milikku karena kau milikku, Hyeulk. Dan lagi, bekas bibir Heechul hyung masih disana tadi. Cih, aku tidak rela. kau tahu? “ sahut Kyuhyun yang sedang fokus membuka hadiahnya. Dia ini banyak bicara. Tangan dan mulut sama-sama bekerja.
“ Mwo?! Kau melewatkan satu hal, tuan Cho. Orang-orang melakukan ritual itu setelah menerima kadonya! Bukan seperti tadi! Kau bahkan belum menyentuhnya sama sekali! Dan jangan berlebihan!! “ balasku sambil melipat kedua tanganku didepan dada. Sepertinya dia kesulitan membuka hadiah itu, tentu saja, aku menggunakan lima lapis kertas kado dan direkatkan dengan lem super. Itu perintah dari Heechul oppa dan Ahra eonni. Kue ulang tahun, pesta kecil di rumah sakit tadi dan hadiah ini, kami bertiga yang menyiapkannya. Sayangnya kue yang nampak lezat itu tidak sempat kami cicipi, karena Kyuhyun melemparnya ke lantai. Dasar pabo!
“ Baiklah, baiklah.. kali ini kau benar, Hyeulk. “ sahut Kyuhyun tak peduli. Aku mendengus sebal dan meniup poniku. Dia terus berceloteh, bertanya padaku ‘ Apa ini, Hyeulk? Kenapa sulit sekali?! ‘ cih! Tidak bisakah dia berkonsentrasi membuka kado itu untuk menjawab pertanyaannya sendiri?
“ PSP?! Aigo~ gomawo, Hyeulk..! “ Tiba-tiba Kyuhyun menarik tanganku.
“ Yak! Ap—“ lagi-lagi sebuah ciuman mendarat dibibirku, tidak selama yang sebelumnya. Hanya kurang dari lima detik. Tapi tetap saja, ini mengejutkan! Apa yang terjadi pada otaknya? Kenapa namja ini berbeda sekali seharian ini?
“ Gomawo, Cho Shin hyeulk. “ tukasnya seraya menyunggingkan senyum termanisnya. Aku mendelik menatapnya.
“ Mwoya? Tadi kau bilang terima dulu hadiahnya baru boleh cium. Ini seperti ujian ulang, jadi aku memperbaiki kesalahanku tadi. Apa aku salah lagi? “ tanyanya bingung. Kutiup poniku lagi dengan kasar.
“ Kau sudah menciumku tadi! “
“ Wae? Aku hanya ingin mencium istriku, kenapa kau marah sekali? Ya~ jangan bilang kau mulai berpindah hati pada Heechul hyung “
“ MWO?! Namja babo! Aku bukan wanita yang seperti itu! “
“ Geurae? Tapi tadi kalian berciuman..! “
“ Ya! itu tidak sengaja! Aish! Sudahlah, aku mau tidur!! “ sungutku sambil berjalan ke sisi ranjang yang satunya dan tidur memunggungi namja idiot itu.
Aku merinding geli saat sebuah tangan melingkari perutku disusul dengan bentuk dada bidangnya yang terasa begitu nyata di punggungku. Kemudian, suamiku ini menopangkan dagunya di puncak kepalaku dan lagi-lagi ia menyesap aroma rambutku.
“ Gomawo, Hyeulk.. “ ujarnya lembut. Aku bisa merasakan getaran pita suaranya saat ia berbicara tadi. Tanpa sadar, aku tersenyum. Kupegang tangannya yang melingkari perutku lalu memejamkan mata.
“ Hyeulk.. ini masih hari ulang tahunku kan? “
“ Mm. Kenapa? “
“ Boleh aku minta sesuatu padamu? Semacam hadiah special.. boleh? “ tiba-tiba namja itu membalikan tubuhku menjadi telentang, sedangkan namja itu berada diatasku dengan bertopang pada kedua lengannya.
“ Boleh? “ tanyanya lagi dengan puppy eyes-nya.
“ Apa? “
“ Keperawananmu..? “ wajah itu terlihat begitu menjijikan! Mesum! Ya tuhan, apakah aku akan masuk neraka jika aku melemparnya keluar jendela saat ini?
“ Andwae! “

END *at least for this part ^^—

Gomawo buat readers yang bersedia meluangkan waktunya untuk baca story ini 😉
Maaf kalo banyak typo dan ceritanya jelek ^^V
See You on next KyuHye Married Life * bow
# Don’t forget to Leave your comment yaa.. #

37 Comments (+add yours?)

  1. mei.han.won
    Sep 24, 2012 @ 11:04:39

    hahahahahahaaaa…
    Poor ahra deh ya ni part ini. 😦
    Btw kyuhyun swettt bgt deh yaa khwatir ampe segitu’x…hihihihhiii.

    Reply

    • stillthirteen13
      Sep 24, 2012 @ 17:36:25

      Ahaha.. Iya nh, kpikiran crita ini pas baca artikel ttg kyu sama ahra yang bener” sayang satu sama laen.. Jadi, mnurut imajinasi aku, kyu’a sayang banget sama noona’a ky gt.. Wkwk
      Thanks for RC, sayy.. ^^
      Visit my personal blog on http:/stillthirteen13.wordpress.com
      😉

      Reply

  2. restykyu
    Sep 24, 2012 @ 11:16:25

    huwaaa. . .
    Daebak bgt FF’y . . ahra eonni kasihan bgt.sabar ne eonn. .jgn nyerah wt ‘buat lg’ (plakk)wkwk
    KyuHye bener” dah,wlopun brantem trus tpi ttep klo lg romantis,serasa dunia mlik mreka br2 *yg laen ngontrak*
    Next part jgn lama” ne ? this is my fave fanfic^^

    Reply

  3. th1fani
    Sep 24, 2012 @ 11:50:20

    yah nikah tp gk boleh begituan kasian bgt kyu kyu haha

    Reply

  4. JW ~
    Sep 24, 2012 @ 15:07:34

    Waahhh hahaha lucu , kocakk abis !
    Ff ini uda lama gaa keluar haha , akuu kira uda ga bakalan kluar lagi thor
    Nicee dehh pokok nya .
    D tnggu yaa married life 6 nya ! (ง`▽´)ง

    Reply

    • stillthirteen13
      Sep 24, 2012 @ 17:43:32

      wkwk.. Masih lanjut kok.. Ini jg aku kirim dr 2 bulanan yg lalu, antrinya panjang, say.. Wkwk
      Thanks for RC yaa, sayy.. ^^ Visit my personal blog on http:/
      stillthirteen13.wordpress.com

      Reply

  5. leli
    Sep 24, 2012 @ 15:07:40

    wkwkwk sumpah yg terakhir bkn aku ketawa2. Pasangan aneh nan lucu..

    Reply

  6. Hyunnie
    Sep 24, 2012 @ 16:10:14

    ih, kyu yadong >///<
    kyu jahat banget sih, coba kuenya buat aku aja (?)
    ceritanya keren kok, thor 😀

    Reply

  7. Margspier
    Sep 24, 2012 @ 16:57:55

    ayooo lanjutt thorrr!ditunggu cerita selanjutnya 😉

    Reply

  8. haneul
    Sep 24, 2012 @ 16:58:53

    bwahahaha………….
    kyu jd yadong..>//<

    Reply

  9. yoorin
    Sep 24, 2012 @ 18:04:27

    wah….3 februari ultahnya kyuhyun y…sm kyk q,cm beda tahunnya

    Reply

  10. ChoChoiLee
    Sep 24, 2012 @ 18:40:24

    Pertamanya agak sedih gitu baca ceritanya…eh lanjutnya ngakak abis abisan gara gara hye sama heechul ngetawain kyuhyun, terus waktu kyu gasengaja nyium ahra dan lanjut heechul-hye bales dendam yang tadinya cuma mau cium pipi malah jadi bibir hahaha. Lanjut thor^^

    Reply

  11. haidansbill
    Sep 24, 2012 @ 20:04:19

    ahahaha , waktu baca akhirnya bener2 konyol banget

    Reply

  12. m43yuli
    Sep 24, 2012 @ 20:10:11

    harus.a minta anak aja Kyuhyun-ah XD
    kkk~
    author, ditunggu sampe punya anak yya hihihi

    Reply

  13. Anisyekaa
    Sep 24, 2012 @ 20:10:18

    Yaampun thor, ini cerita aku tunggu terus, bikin next chap lagi ya thor^^
    seru banget, kocak, seneng deh, ffnya bagus banget:)
    nice!bener-bener seru;)

    Reply

  14. kyuRa Couple
    Sep 24, 2012 @ 21:27:42

    sumpah…
    sayang banget sama tart nya??? kyu pabo..

    Reply

  15. Rista giana
    Sep 25, 2012 @ 06:02:20

    Kyupa perhatian bgt ma ahra eonni sampe panik kaya gitu kagum aku ma sifat kyupa yg perhatian sama orang yg disayanginya.hahaha….permitaan yg aneh emang mereka belum pernah melakukan itu?poor kyupa

    Reply

  16. ocha
    Sep 25, 2012 @ 14:25:44

    Adoooh
    Ahra kesian banget 😦
    Kyuhyun…
    Mulai ketularan Hyuk nih kayanya
    Next part asap yaaa

    Reply

  17. littlevilkyu
    Sep 25, 2012 @ 15:36:28

    smpet mau nngs baca kyu marah” itu sm noonanya 😦
    tp kyunya jd romantis gt ihihihi :3

    Reply

  18. asta
    Sep 25, 2012 @ 15:45:52

    baca ff ini mah ga ada bosen2nya. aku udah baca berulang2 tetep aja ketawa pas bagian yang kocak. ceritanya lucu kaya nolu, jadi kangen sama nolu. kak, lanjutan kyuhye dong. kangen sama hyeulk ;3

    Reply

  19. Nietha
    Sep 25, 2012 @ 17:18:06

    heeemmmm……dongsaeng yg perhatian dan sayang bngt sama Noona-nya. jadi pengen. loooh???

    Reply

  20. tiik4tik
    Sep 25, 2012 @ 19:33:50

    Puahahhahah… 2org ini bkin aku ngakak badai… Kyu berjuanglah!!! Smg kau tdk mati muda klu pmy isri kyk gtu… *ditabok hye* Part kmrn sisi lain yg kluar skr gantian si kyu… Daebak!!! Bt yg nulis… Mga cpt dpt inspirasi bru bt keljutannya~~^^ gk sbran tunggu part ” itu…” wakakakka otak nyadong *kibas poni* mga ada paet kyuhye junior jg pasti seru bc akhinrya ad tokoh baru…. *iblis kecil+setan kecil* ngarep bgt yaaa… Hahahaha… *abaikan* ak tetap harga i alur dr author kok^^ FIGTHING!!!

    Reply

  21. gaemgyu03
    Sep 25, 2012 @ 21:24:52

    woaa..woaa..
    aku suka.aku suka
    author daebaaak !
    FF nya bagus author
    ditunggu FF kyuhye brikutnya ya
    hwaiting !
    😀

    Reply

  22. Yoon hye mi
    Sep 25, 2012 @ 23:06:40

    Hihihi bayangin ekspresi wajah kyu sm noona nya. wktu heechul sm sin hye nggk sengaja maunya cium pipi eh kecelakaan ………kyu pasti lucu,geram,cemburu campur aduk jadi satu wkwk
    makasih eonn*

    Reply

  23. rizmela
    Sep 26, 2012 @ 00:21:15

    Seperti biasa ffnya selalu daebak^^ Lanjut lagi ya thor~

    Reply

  24. D'LittleBee
    Sep 26, 2012 @ 09:55:52

    Sukaaaaaaaaa ama ff ini.

    Reply

  25. faridazune
    Sep 27, 2012 @ 13:39:36

    Aku ga pernah bosen baca ff kyuhye married life,koplak ceritanya XD Nice ff thor 😀

    Reply

  26. ningrumjae
    Sep 30, 2012 @ 06:43:20

    hahahaha ya ampun poor kyuhyun xD
    tapi kapan mereka akan bulan madu author?? kasian kyuhun

    Reply

  27. Fala
    Oct 10, 2012 @ 13:58:53

    Keren ini FF nya. Ada gabungan dua bersaudara Ahra-Kyu 😀

    Reply

  28. celine johana
    Oct 13, 2012 @ 12:54:11

    hahaha, ffnya kocak.. cuman aku gk bisa bayangin rasanya kalo aku yg jadi cho ahra pas kyu gk nerima tartnya.. hmm, sayang tuh tartnya, buat aku ajh tuh hrsnya,.. wkwkwk
    gk ngebayangin ekspresi si kyu wktu ketidaksengajaan heechul sma hye,.. hhe 🙂 pasti mukanya cemberut.. hahaha
    wahh, si kyu udh mulai2 kayak hyuk tuh otaknya, blh sering2 tuh.. 😀 *wahh, koq jadi ikut2an ya? sudah, sudah, lupakan* tapi kasian bgt si kyu gk pernah bisa kayak begitu krn hye msh kuliah.. 🙂 tapi keren kok ffnya! Hwaiting!

    Reply

  29. aina fitria
    Jun 17, 2014 @ 12:31:29

    Duuhhh mpe segitunya yg khawatir
    tp g usah d gtin jg kali noona’a
    hadiah spesial ya?apa d kasih???
    kya’a ga…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: