(KyuSo moment) My Dandelion – chapter 3

 

Title: (KyuSo moment) My Dandelion – chapter 3

Author : Vankyu (@bluavania)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Mi So (OC)

Other Cast: Eunhyuk, Lee Donghae

Genre : Romance, Comedy

Rating : G

Length : Continue

Annyeong chingudeul~~ Ini sebenernya bukan lanjutan dari “My Dandelion”. Jadi chapter 3-4 nyeritain kisah yang sama, cuma bedanya sekarang dari sudut pandang pacar author :p *dilempar sparKyu*. Tujuannya sih supaya reader tahu isi hatinya si abang evil yang sebenernya. Ya udah deh gak usah lama-lama. Semoga para reader suka bacanya

Inget yaaaa, semua dari sudut pandang Kyuhyun. Cerita ini juga flashback, mudah-mudahan para reader gak bingung.

Lastly, Happy reading

My Endless Dandelion  (Cho Kyuhyun POV)

Butiran-butiran salju membasahi pipiku. Aku semakin merapatkan mantelku berharap rasa dingin ini berhenti menusuk tulangku. Sudah bulan Maret, seharusnya musim semi telah tiba. Namun sepertinya musim dingin enggan untuk pergi, sama seperti hatiku yang beku, tak pernah mencair. Pintu rumahku sudah terlihat jelas di depan, dengan cepat kuputar kenop pintu dan masuk ke dalam.

Setelah berganti baju kuputuskan untuk menyalakan perapian. Dengan secangkir coklat panas aku duduk memandang langit kota New York yang kelabu, berbanding terbalik dengan lampu-lampu kota yang seakan tak pernah padam. Tanpa kusadari kakiku melangkah menuju lemari kecil di sebelah perapian. Di tanganku kini terdapat sebuah agenda tua yang selalu menemaniku. Kubuka perlahan sampai akhirnya terhenti di sebuah halaman yang tertandai. Bukan dengan pembatas buku, melainkan sebuah foto. Senyum itu… Senyum yang mampu menghangatkan hatiku selama ini namun belum cukup kuat untuk mencairkannya. Senyum musim semiku. Kapan kau akan datang menggantikan musim dingin dihatiku?

 

******

*FLASHBACK*

Kriiiinnnngg!!! Sial, jam weker ini sukses mengganggu tidurku. Tanganku meraba-raba meja di sebelahku. Tanpa pikir panjang kuambil jam weker itu dan kulempar asal. Terserahlah jam itu mendarat dimana saja, asal aku bisa kembali tidur nyenyak. “ Cho Kyuhyun!!! Ppali ireona!! Kau bisa telat!!” Sial, untuk weker alami yang satu ini, aku tidak bisa asal melempar. Kututup kembali wajahku dengan bantal agar suara cempreng itu tidak sampai ke telingaku.

“Ya!! Aku sudah memperingatkanmu Cho Kyuhyun! Ireonaaaaa,” Suara itu kembali terdengar dibarengi dengan suara gedoran di pintu kamarku. Aissssh! Mengganggu saja. Dua menit, tiga menit, suara itu sudah tidak terdengar. Baguslah weker alami itu sudah mati dengan sendirinya hahaha.

Byuuuuurrr!! Kini mataku sukses terbuka disertai dengan teriakan mautku (?) “Ya!! Apa-apaan ini??” Baju dan kasurku sudah basah dan dingin. “Ck, jangan berteriak seperti itu. Aku sudah memperingatkanmu tadi. Cepat mandi sekarang kalau kau tidak ingin telat ke sekolah,”

Aku melotot kepada sosok di hadapanku ini, “Cho Ahra! Kenapa kau menyiramku? Tidak adakah cara yang lebih halus daripada ini?” bentakku. “Mwo? Aku sudah berteriak-teriak seperti orang gila dari tadi, tapi kau belum juga bangun. Mau tidak mau aku harus menyirammu. Dan kau bilang apa? Cho Ahra? Ya! Dasar dongsaeng kurang ajar. Panggil aku noona!!” segera aku menutup telingaku. Teriakan perempuan ini bisa membuat kupingku tuli seketika. “Memang sekarang jam berapa noona?” tanyaku kepadanya. “Sekarang? Jam 07.00,” MWO????

“YA CHO AHRA! KENAPA TIDAK BILANG DARITADI?? AISSSSH!” Langsung kusambar handuk dan berlari menuju kamar mandi. Setengah jam lagi aku harus sudah ada di sekolah. Sebelum keluar pintu aku sempat berbalik menatap noonaku, “Oh iya Cho Ahra, yang tadi kau ucapkan memang benar. Kau sudah seperti orang gila berteriak-teriak setiap pagi. Pantas saja tidak ada namja yang bertahan di sampingmu hahaha,” Aku langsung kabur sebelum noonaku ini mengamuk. “APA KAU BILANG? CHO KYUHYUN!! Dasar setan kecil kurang ajar!!” teriaknya disertai dengan melayangnya barang-barangku yang tidak selamat dari lemparan mautnya.

Aku berlari-lari mengejar waktu. Untuk saat-saat seperti ini aku mengutuk jarak gerbang dan gedung sekolahku yang amat jauh. Bel seharusnya sudah berbunyi dari 5 menit yang lalu. Aku terus berlari dan tidak memperhatikan jalan. Tanpa kusadari ada seorang yeoja di depanku. BRUUK! Terdengar suara kencang tak lama setelah aku menabraknya. Ternyata yeoja ini terjatuh. “Ya, kalau jalan hati-hati dong,” teriaknya. Suara itu? Kim Mi So. Setelah mengetahui siapa yeoja yang kutabrak, akupun berlari meninggalkannya tanpa meminta maaf.

Kubuka pintu kelasku dengan hati-hati. Fiuuh, untung saja Choi seongsaenim belum masuk. Segera aku menghampiri tempat dudukku. “Telat lagi kau?” tanya Eunhyuk teman sebangkuku sambil mengeluarkan gummy smile-nya. “Hmm, biasa lah. Aku harus menyelesaikan game sulit tadi malam,” jawabku. “Sudah kutebak,” ujarnya.

Choi seongsaenim pun masuk ke kelas. Tak sengaja pandanganku menangkap seorang yeoja di tengah lapangan sana. Dia menghentak-hentakan sapu ditangannya, membersihkan lapangan dengan mukanya yang merah dan bibirnya yang cemberut. Hahaha dasar gadis bodoh.

***********

Bel pelajaran kedua sudah berbunyi. Berarti masa hukuman yeoja itu sudah selesai. Aku sengaja berdiri di depan pintu kelas. Akhirnya yeoja itu masuk ke dalam kelas. “Hey bagaimana rasanya menyapu pagi-pagi? Enak tidak? Hahaha.” Ejekku. Tanpa menggubris ejekanku dia duduk di kursinya, entah kenapa membuat dia kesal merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Hyun Ah seongsaenim pun masuk. “Semuanya sekarang kumpulkan tugas kliping kalian.” Ujarnya. Kulirik Kim Mi So, tepat dugaanku. Dia merosot lemah di kursinya. Sepertinya dia tidak mengerjakan tugas. Sekali bodoh tetap yeoja bodoh.

*********

Sudah seminggu semenjak hari itu. Bel istirahat sudah berbunyi. Donghae dan Eunhyuk sudah mengajakku untuk bertanding sepakbola dengan kelas sebelah. Sekarang kami berjalan menuju lapangan. Seperti hari-hari biasa selalu saja kerumunan yeoja berkumpul di pinggir lapangan untuk melihat kami bermain, ralat! melihatKU bermain. Hahaha pesona tampanmu ini memang tidak pernah hilang Cho Kyuhyun *author: tendang Kyu!!*. Kami pun terlarut dalam pertandingan seru dan suasana riuh supporter yang meneriakkan namaku.

Setelah 30 menit yang panas (?) kami pun memutuskan untuk menghentikan permainan. Tentu saja pemenangnya adalah kelasku. Dengan 2 goal dan 1 assist, kelasku mampu membuat kelas sebelah bertekuk lutut. “Kau selalu hebat Kyuhyun-ah,” ucap Eunhyuk sambil merangkul pundakku. “Haha, tentu saja. Kau juga hebat, apalagi Donghae. Tidak akan ada kelas yang mengalahkan kita,” ucapku sambil balas merangkul Eunhyuk dan Donghae. Tidak lupa aku mengacak-acak rambutku yang basah. Hitung-hitung tanda terima kasih kepada supporterku. Benar saja, teriakan-teriakan heboh langsung terdengar dari para yeoja. Eunhyuk dan Donghae hanya bisa menggeleng melihat tingkahku.

Sampai di kelas aku merasa ada yang aneh. Seingatku tak pernah resleting tas kubiarkan terbuka, tapi kenapa sekarang marah kebalikannya. Dengan perasaan was-was aku menghampiri mejaku, dan ternyata ada secarik kertas aneh di atas mejaku.

“Ya Cho Kyuhyun babo! Lihat apa yang kuperbuat. Kau pasti tak percaya bahwa memory card kesayanganmu kubuang di toilet. HAHAHA makanya jangan main-main denganku. Annyeong~ *evil smile*.”

Mataku langsung melotot saat membaca tulisan di kertas itu. Dengan panik kucari PSP kesayanganku. “AAARRRGGH!!” Sial! Memory cardku tidak ada. Tanpa banyak kata aku berlari kearah toilet pria sambil mengacak-acak rambutku frustasi. Tubuhku menegang saat melihat memory card punyaku yang sangat berharga terbelah menjadi dua dan berada di dalam toilet. Semua game, semua level yang sudah kumainkan sekarang menghilang dengan cara tidak adil seperti ini.

Semua pasti ulah yeoja itu. Kim Mi So babo-ya! Lihat saja nanti.

******

Ujian sekolah sudah selesai, dan tinggal ujian praktek seminggu ke depan, lalu libur. Hari pertama ujian praktek adalah olahraga dan drama, kelompokku sudah berlatih dari jauh-jauh hari, jadi sekarang kami tinggal bersantai. Kuputuskan siang ini untuk berlatih sepakbola, sekalian menghilangkan jenuh. Daritadi aku bermain bola sendirian, tiba-tiba sosok yeoja itu tertangkap mataku. Sepertinya dia sedang berlatih untuk besok. Seringai setanku tak dapat kusembunyikan. Kuputuskan untuk mengganggunya sepulang dia berlatih.

Setelah satu jam berlalu akhirnya kelompok itu bubar juga. Sepertinya mereka sudah selesai. Keadaan sekolah sudah sangat sepi sekarang. Tinggal yeoja itu dan aku di lapangan ini. Diam-diam aku berjalan di belakangnya, dan… SREEEEET! Aku menarik rambut ikal yeoja itu dengan sedikit kasar.

“Omo! Neomu APPO” teriaknya. Dia menoleh ke arahku. Aku pun berlari sambil tertawa mengejeknya. “Rasakan! Kau kira aku tidak tahu siapa yang membuat memory card punyaku rusak? Pasti kau si yeoja gila.” Matanya langsung melotot dan pipinya memerah tanda ia sedang kesal. Hahaha lucu sekali wajahnya.

Dia pun berlari mengejarku. Dasar bodoh, usahanya sia-sia saja. Tidak mungkin ia bisa mengejarku. Tiba-tiba aku mendengar suara debuman pelan. Yeoja itu tersungkur di tanah. Posisi jatuhnya membuat aku refleks tertawa. Namun tidak seperti biasanya, sekarang dia hanya tertunduk dan memegangi kakinya. Apakah dia terluka?

Dengan sedikit rasa panik aku menghampirinya, “Ya, Kim Mi So! Gwenchana?” tanyaku. Wajahnya memerah, sepertinya dia akan meledak.         “Wae?! Kenapa kau selalu menggangguku? Apa kau tidak bosan? HAH! Kau tau? Aku sangat, sangat, sangat membencimu namja setan! Aku tidak ingin melihatmu lagi!” kata-katanya membuatku sedikit bergeming. Benarkah dia sangat membenciku?

Aku pun berlutut di hadapannya yang masih terduduk menahan sakit. “Aku tahu aku sangat menyebalkan. Mianhae. Jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini.” Aku meminta maaf dengan tulus. Sesaat terlihat jelas di wajahnya raut kaget setelah mendengar ucapanku tadi. Hei! Apakah dia meragukanku? Dasar yeoja bodoh.

“Lebih baik aku pergi sekarang, melihatmu hanya membuatku kesal,” ucapnya secara tiba-tiba dan berusaha untuk berdiri, namun kakinya terlihat terlalu sakit untuk berdiri. Sehingga dia terjatuh kembali.

“Kim Mi So. Tidak usah sok kuat sekarang. Aku tahu kakimu tidak dapat digerakkan.” Ucapku sambil mengeluarkan seringaiku yang mempesona (?). Matanya membulat, “Siapa bilang aku sok kuat? Aku bisa berdiri kok.” Ucapnya keras kepala. Dia berusaha untuk bangkit kembali. Namun sekali lagi dia limbung dan terjatuh kembali. Dengan sigap aku menangkap badannya. Kini wajahnya sangat dekat dengan wajahku. Sial! Kenapa jantungku berdebar seperti ini? Mata itu menarikku ke dalam pesonanya.

“Sudah kubilang kan jangan sok kuat. Sudahlah aku akan mengantarmu pulang. Hitung-hitung sebagai permintaan maafku. Kajja!” Aku berdiri sambil membopongnya. Dia terus saja memberontak. “Mi So-ah. Bisakah kau diam? Jangan memberontak atau aku benar-benar meninggalkanmu di sini.” Ancamku sambil menatapnya tajam. Dia pun berhenti memberontak, sepertinya tatapan mataku berhasil membuatnya beku. Dalam hati aku tersenyum. Rasanya sudah lama kami berdua seakur ini. Sekarang aku kembali menjadi tumpuannya. Sepertinya perasaan itu memang tidak pernah berubah sejak dulu.

******

            Hoaaaam. Ngantuk sekali. Kemarin aku sampai di rumah jam 8 malam karena mengantar Kim Mi So dulu ke rumahnya. Lalu aku harus mengulang kembali semua game di PSP ku karna yeoja itu membuang memory card ku. Sepertinya aku harus meminta ganti rugi ke yeoja itu.

Dengan santai aku memasuki kelasku dan berjalan menuju kursi paling belakang. Tidak sengaja mataku menangkap mata Kim Mi So yang juga tengah memandangku. Sedetik kemudian dia memalingkan wajahnya. Hahaha wajahnya yang memerah sangat menggemaskan. Namun kini pandanganku beralih kepada kakinya yang berbalut perban.

Aku segera berdiri menghampirinya, tapi Kim Mi So seperti menghindariku. Ia dengan terburu-buru berdiri dan menarik sahabatnya keluar kelas. Walaupun sekilas aku dapat melihat cara berjalannya yang pincang. Dalam hati aku mengutuk diriku sendiri. Dasar bodoh kau Cho Kyuhyun membuat yeoja yang kau cintai terluka seperti itu. Mianhae Kim Mi So, jeongmal mianhae.

“Hei, Kyuhyun-ah! Sedang apa kau?” Tanya Eunhyuk sambil menepuk pundakku. “Annio. Tidak ada apa-apa,” ucapku cepat. Eunhyuk malah tersenyum “Eiiyy, Gotjimal. Dari tadi kepalamu tidak bisa diam. Mencari seseorang kah? Hahaha,” ledek monyet yadong yang satu ini. Pletak! Kupukul kepala Eunhyuk, “Aissh, kau ini berisik sekali.”

Eunhyuk hanya bisa meringis dan mengelus-elus kepalanya. Sebenarnya yang diucapkan Eunhyuk tadi memang benar. Aku sedang mencari Kim Mi So. Sejak tadi pagi aku belum melihatnya. Apa dia benar-benar menghindariku? Kuedarkan pandanganku ke sekeliling lapangan. Aha! Itu dia. Sendirian duduk di bawah pohon. Pasti dia tidak ikut tes hari ini. Rasa bersalah sekali lagi menghantam dadaku. Mianhae Mi So-ah.

Ujian olahraga hari ini sepakbola. Kini anak-anak perempuan sedang berlarian di lapangan. Sudah 30 menit kami , para namja, menunggu di pinggir lapangan. Sudah 30 menit pula aku memperhatikan Mi So yang ada di pojok sana. Sepertinya dia sangat kesal, mungkin karena dia tidak bisa ikut bermain bersama teman-temannya. Akhirnya Jung seongsaenim meniup peluitnya, tanda berakhirnya pengambilan nilai sepakbola para yeoja. Sekarang gilliran kami. Aku pun berdiri dan melakukan pemanasan sedikit. Tak lupa sebelum memulai pertandingan, aku melirik ke arah Kim Mi So. Tatapan matanya mampu memacu semangatku. Kau benar-benar sudah kecanduan Cho Kyuhyun.

Pengambilan nilai pun dimulai. Dengan cepat bola berpindah kaki tak karuan. Namun bukan Cho Kyuhyun namanya kalau aku tidak bisa mendapatkan bola. Dengan sedikit teknik aku merebut bola dari kaki Changmin dan mulai menyerang ke arah gawang lawan. Satu persatu pemain tim lawan dapat kulewati. Sekarang tinggal Sungmin si kiper yang harus kulewati supaya bola ini bisa bersarang di gawangnya. Dengan kencang kutendang bola ini dan GOL!

Woohoooo! Aku berteriak senang dan berlari ke arah timku yang langsung mengerubuti dan memelukku. Diam-diam aku melirik yeoja itu yang juga sedang memandangku. Debaran jantungku bertambah dua kali lipat. Membuat semangatku bertambah terus-menerus. Kami pun melanjutkan pertandingan.

******

\

30 menit sudah pengambilan nilai berlangsung. Peluit Jung seongsaenim terdengar kembali. Timku pun keluar sebagai pemenang. Satu-persatu mereka menepuk pundakku. Aku membalas mereka dengan senyum sumringah. Donghae melemparkan handuk kecil ke arahku. Dengan sigap aku menangkapnya dan duduk di samping Donghae.

Pandanganku tertuju kepada Kim Mi So. Sepanjang pertandingan tadi aku tahu bahwa dia terus memandangku. Itu pula yang menyebabkan permainanku bagus. Tiba-tiba ide jahil terlintas di benakku. Aku berjalan melewati lapangan dan mendekati yeoja itu. Terlihat dia sedang melamun  dan mengacak-acak rambutnya. Hahaha dasar bodoh. Semua tingkahnya benar-benar mampu membuatku tersenyum. Bruk! Aku melempar handuk kecilku ke atas kepalanya. “Sedang apa kau? Kenapa mengacak-acak rambutmu? Apa duduk di bawah pohon membuatmu menjadi semakin gila?” Ledekku.

Yeoja itu membulatkan matanya. Membuat darahku berdesir pelan. “Mau apa kau ke sini? Sudah sana pergi,” ucapnya. Tetapi bukan Kyuhyun namanya kalau aku menuruti perkataannya. Dengan santai aku duduk di sampingnya. Yeoja itu bergeser menjauhiku. “Ya Kim Mi So! Kenapa kau menghindar dariku?” ucapku sambil menarik lengannya secara paksa untuk mendekat kepadaku. Aku juga menarik handuk yang masih berada di atas kepalanya.

Satu menit, dua menit, tak ada satupun dari kami mulai berbicara. Rasa canggung ini membuatku sedikit tidak nyaman. Mataku tertuju kepada perban di kakinya. “Mi So-ah.. Kakimu..” Ucapku memecah keheningan. Dia kembali memandangku, “oh, kakiku tidak apa-apa. Hanya terkilir ringan.” Jawabnya. Aku terus memandangnya.

“Jinjja? Jeongmal mianhae membuat kakimu seperti itu.” Ujarku. Kim Mi So kembali membulatkan matanya. Dia memandangku takjub. Aiissh, Mi So-ah! Berhentilah menatapku seperti itu. Aku semakin ingin menjadikan tatapanmatanya itu hanya untukku. “Berhentilah memandangku seperti itu. Aku tahu aku memang tampan,” ledekku. Sengaja agar mata itu berpaling dariku. Debaran jantungku sudah tidak normal. Dia pun memalingkan wajahnya menyembunyikan pipinya yang memerah. “Kau? Tampan? Cih! Eunhyuk saja masih lebih tampan darimu.”

“Ya! Enak saja! Jangan samakan aku dengan monyet itu. Aku jauh lebih tampan darinya.” Jawabku. Dia hanya mengangkat bahu dan menahan senyum. Sepertinya aku harus pergi dari sini, takut-takut jantungku bisa lepas dari tempatnya saking cepatnya dia berdetak. Aku pun berdiri dan menepuk puncak kepalanya. “Sekali lagi, mianhae Mi So-ah. Gara-gara aku kakimu jadi seperti itu. Untuk beberapa hari ke depan, jangan melakukan hal-hal yang berat. Istirahatkan kakimu dulu. Arraseo?” ucapku mengkhawatirkannya.

Dia menganggukkan kepala. Aku berlari meninggalkannya yang masih terbengong dengan bodohnya. Aku ingin menggodanya sekali lagi. Sebelum terlalu jauh aku menghentikan lariku dan mengahadapkan badanku kembali kearahnya. “Ya Kim Mi So! Berhentilah bengong seperti itu. Kau kelihatan tambah bodoh dari sini! Dan berhentilah mengagumi ketampanan wajahku ini. Arraseo!!” Teriakku sambil tertawa dibarengi dengan cekikikan orang-orang yang berada di lapangan. “Cho Kyuhyun, mati kau!” teriakkan yeoja itu terdengar di telingaku. Hahaha dasar yeoja babo!

TBC

************************

okee chapter 3 selesai!!!! lanjut ke chapter 4 ya

udah ada di blog pribadi author http://www.kyutiramisu.wordpress.com

Gomawo reader~~ Annyeong *deep bow with Kyu*

6 Comments (+add yours?)

  1. Wiwik dian
    Oct 05, 2012 @ 21:14:06

    Bagus ffnya di tunggu chapter 4 nya..

    Reply

  2. th1fani
    Oct 05, 2012 @ 21:30:42

    sudah smp chapter brp hehe penasaran akut 😀

    Reply

  3. margareta
    Oct 06, 2012 @ 07:37:49

    bagus nih ceritax ditunggu kelanjutanx

    Reply

  4. sherindarizky
    Oct 06, 2012 @ 15:16:14

    bagus bagus, keren thor 😀 aku suka sifat kyuhyun sama miso makin cocok, hehe… chapter selanjutnya ditunggu thor 🙂

    Reply

  5. shaeunhae (@shaeunhae)
    Jan 19, 2013 @ 18:22:30

    lanjuttt

    Reply

  6. ARYAWIDANA
    Feb 28, 2019 @ 15:59:30

    Bagus sekali

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: