[Special Mini Event for Leeteuk] Kidarilkae Park Jungsoo

Judul     : kidarilkae Park Jungsu

Author : Wokk’s wife (SHS)

Main Cast :

Super Junior Lee Teuk a.k.a Park Jung Su

Other cast who I cant tell, but you can find their in here.

Genre   : family, Friendship, little bit romance.

Rating   : all age who can read some story ;p

***

Jungsu menaikkan alisnya, merengut dan bersungut. Memastikan objek dihadapannya tak bergerak sama sekali. Ia benci bagaianma t=rasanya mengulang pekerjaanya dalam hitungan ratusan kali. Ia juga benci bagaiman objeknya itu tak mau mengerti tentang keadaannya. Ia sedang diburu waktu untuk menyelesaikan deadline lainnya. Dan ia benci jika keadaannya sudah separah ini, separah fikirannya, separah bagaiaman ia berfikir mengakhirnya. Dan itu mustahil.

“makan dulu hyung..” kata Sungmin sambil membawa beberapa snack yang dibuat Ryeowook hari ini.

“hari ini aku harus ke studio starking, kemudian menuju studio strongheart, namun objek ini belum juga selesai, aku tak mau pergi sebelum ini semua selesai.. tidak ada waktu sedikitpun untuk makan !” kata Jungsu tanpa mengalihkan pandangannya.

Pekerjaan ini cukup rumit, dimana ia, harus meletakkan semua biji pengharapannya hingga tak ada rongga unutk dimasukki udara sekalipun. Biji pengharapan yang berjumlah seribu butir, yang distiap butirnya ia tanamkan doa yang sedikit banyak berbeda. Pada intinya dia meminta untuk semuanya akan sama saat ia kembali nanti, 29 Juli 2014. Saat ia datang dari pusat kemiliteran dan saat rambutnya hanya tertanam sedikit dibandingkan saat ini.

“ah selesai !!!” kata Jungsu lega, semua bijinya sudah tertanam. Biji yang berupa doa untuk menjaga ELF, Super Junior, Keluarga dan kekasihnya Ri Hyo yang sedang tak di Korea. Ia menarik nafas, menghirup udara untuk memenuhi rongga paru-parunya, untuk memenuhi kerongkongannya yang sedikit tercekat saat ia mengingat nama gadis itu, nama gadis yang selalu dihembuskannya dalam lafadz doanya. Ri Hyo, Shin Ri Hyo, sepupu Shindong. Apakah ia juga sering mendoakan semua tentang yang aku lakukan ? baik atau tidak ?. fikirnya kemudian menggelengkan kepalanya. Ia lupa jika hubungannya sudah berakhir 4 bulan lalu. jauh saat berita ia akan wamil datang. Jauh sebelum itu.

hyung ?..” panggil Ryeowook yang menagkap keanehan hyung  tertuanya itu. Jungsu menoleh malas ke arahnya. Menatap kosong mata Ryeowook yang semakin membuat pria itu sadar bahwa hyung-nya itu tengah berfikir keras. Ia tak suka itu terjadi. Ryeowook paham jika Jungsu adalah pria tertutup. Memilih diam untuk melakukan sesuatu, tak seperti member lainnya yang lebih memilih berbicara jika mereka memilki masalah. Ia juga tahu itu demi keutuhan Super Junior, selama ini Jungsu lah yang selalu menjadi pendengar terbaik dari keluhan mereka, selama ini pulalah para member selalu senang berbicara dengan Jungsu karena pria itu seakan-akan memilki ribuan pemecah masalah bagi para membernya. Tapi keuntungan itu seakan membuat dunia Jungsu sempit, dengan ia mendengar ia menjadi sulit untuk mengeutarakan apa yang sedang dirasanya.takut-takut jika perasaannya malah akan membuat masalah baru bagi para member. Dan kenyataan itu menjadi sebuah masalah pada seetiap member.

“ada yang sedang kau sembunyikan hyung ?” tanay Sungmin sambil mengunyah camilan yang tadi dibawanya dari dapur. Jungsu menggeleng sambil tersnyum, seolah berkata “makan baru bicara..” kepada SUngmin. Hanya tatapannya saja semua member paham jika Jungsu sangat bijaksana.

Semua mata kini tertuju pada pintu keluar dormitory mereka. Menimbulakn suara ketukkan yang hangat. Dan dipastikan itu bukan ketukkan dari menager hyung yang sedang mengejar deadline kerja, apalagi ELF yang sangat ingin bertemu dengan mereka. Bukan sama sekali.

Dengan inisiatif, Sungmin bangkit dari sofa hangat menuju pintu keluar dorm. Membuakanya sebentar, takut-takut itu adalah ELF yang bisa kapan saja datang tak memnentu. Namun pada saat jengkalan ke-2 pintu itu terbuka, tubuh SUngmin tertancap bak paku dipukul palu. Yang dilihatnya adalah sosok yang selalu keluar dari bibir hyung tertuanya saat mabuk. Sepupu Shindong.

“silahkan masuk…” kata SUngmin sambil tersenyum kakau. Saat gadis itu masuk, Sungmin menatap Ryeowook agar masuk ke dalam kamar, membiarkan Jungsu menyelesaikan maslah pribadinya dengan gadis itu. Gadis yang memutuskan hubungannya dengan Jungsu 4 bulan lalu.

Jungsu tercekat tiba-tiba saja jantungnya terasa ingin copot dari tempatnya berdiam. Matanya juga seperti ingin keluar dari tempat persendiannya. Jungsu diam serbu bahasa, gadis yang selalu ia sebut dalam doa doanya kini tepat ada di hadapannya. Seandainya hubungan itu masih ada, ia akan berlari menghampirir Ri Hyo dan memeluknya, menangis di dekapannya, tak melepasnya dalam beberapa waktu.

Ri Hyo terpaku jga tepat di depan pintu masuk. Menatap Jungsu dengan tatapan teduh, hatinya mencelus, ia merindukan sosok Jungsu yang cuek kepada orang-orang di sekitarnya. Merindukan bagaiomana pria itu memanggilnya sayang, merindukan semuanya yang sudah berakhir 4 bulan lalu itu. Seandainya semua belum berakhir, ia akan berteriak sekncang-kencangnya karena sudah bertemu dengan pria yang sangat ia rindukan.

“jungsu oppa, kau ada disini ?” akhirnya hanya itu yang keluar dari mulut Ri Hyo dengan senyuman yang terpaksa ia buat. Bukan tak mau, ia hanya merasa rrisi jika Jungsu melihatnya. Jungsu hanya mengagguk membalasnya, merasa tak tahu apa yang harus ia perbuat. Dadanya berdepuk hebat, hanya mendengar gadis itu menyapanya.

“Ri Hyo ? kau pulang dari Paris ?” akhirnya serangkaian kata itu keluar dari mulut Jungsu yang cantik. Ah, pria itu bisa dikatakan lebih cantik dari gadis biasa bukan ?. Ri Hyo mengangguk.

Tanpa sadar, mereka hanya berdua sekarang, SUngmin sudah masuk mengikuti langkah Ryeowook ke dalam kamarnya. Tak saling menatap, hanya tatapan mereka terpusat pada sebuah objek. Serangkai biji pengharapan yang baru diselesaikan Jungsu hari ini. Ri Hyo ingat jika dulu ia suka menyusun biji doa itu bersama Jungsu. Berisi doa yang mungkin sekarang tak terkabulkna. Terus bersama Junsu setiap saat hingga mati.

“kau mau minum apa ?” Tanya Jungsu memecah kesunyian, Ri Hyo menatapnya.

“tidak usah, aku tidak lama, hanya mau memberikan beberapa oleh-oleh dari Paris..” kata Ri Hyo sambil tersenyum, Jungsu menatapnya, ia merindukan senyum itu, amat sangat merindukannya.

“ahh keurom… apa kau sudah makan ? tadi Ryeowook memeasakkan beberapa makanan ringan, apa kau mau ?” Tanya Jungsu lagi.

“tidak usah repot-repot oppa, dorm ini sudah seperti rumah ke-2 bagiku, aku tidak akan sungkan-sungkan untuk berbuat apapun disini… jika aku lapar atau haus, maka aku akan ke dapur, meminum atau memeakan sesuatu, bukankah itu sudah sering kulakukan ?” racau Ri Hyo membuat Jungsu sadar. Benar, yang dikatakan Ri Hyo. Ia tak perlu melakukan semua itu.

Jungsu duduk di depan Tv, tak jauh dari dimana Ri Hyo duduk. Sama-sama terdiam dan tak saling menatap. Mungkin begini ketika sepasang kekasih yang sudah putus bertemu lagi, fikir Rihyo sebenat. Karena setelah itu ia menghampiri kamar Ryeowook untuk bertemu dengan nya dan Sungmin.

oppa… yang lain kemana ? apa hanya kalian bertiga disini ?” Tanya Ri Hyo saat pintu kamar berhasil dibukanya. Ryeowook yang sedang memainkan tabletnya terpaksa melihat Ri Hyo malas. Gadis ini, bukan memanfaatkan waktu dengan Jungsu hyung malah menghampiri kami. Gumamnya dalam hati. Sementara Sungmin sedang menonton tampilan dari laptop Ryeowook juga berfikir demikian.

“kau Tanya Jungsu hyung kan bisa ? mengapa harus masuk kesini ?” kata Sungmin akhrinya membuat Ri Hyo menunduk kemudian keluar kamar itu lagi. Nafas lega terdengar dari hidung ke-2 member itu.

Ri Hyo menghampiri Jungsu yang terkantuk-kantuk menonton Tv. Berapa jam kau abrus bisa tertidur oppa ?. tanyanya dalam hati ketika menatap Jungsu yang sudah terlelap begitu saja. Meninggalkan Tv yang maish menyala dengan volume yang cukup besar. Ri Hyo menayentuh dadanya yang terasa sesak, menyesali keputusannya 4 bulan lalu. keputusannya untuk berhenti menjadi kekasih Jungsu. Ternyata keputusan yang ia kira benar itu salah, keputusan yang ia sangka akan membuat fikiran Jungsu sedikitnya berkurang itu salah. Setidaknya ketika mereka putus, Jungsu tak perlu memikirkannya lagi. Tapi itu salah, dan keadaannya malah semakin memburuk. Bukan hanya Jungsu yang sakit, tapi ia juga.

Ri Hyo menghampiri Jungsu yang tertidur cukup nyenyak di sofa. Duduk di sampingnya kemudian menyandarkan kepalanya di pundak bidang Jungsu. Hangat 4 bulan lalu mulai terasa lagi. Itu benar, hangatnya tak pernah hilang. Ia merindukan suasana seperti ini. Jungsu memang bukan orang yang hangat kepada para orang yang disayangnya, Jungsu buka orang yang mengumbar perhatian kepada orang di sekitarnya. Tapi itu cara dimana ia menyatakan perasaannya yang paling gambling, dan mudah untuk diketahui.

“dulu, hal ini biasa terjadi bukan oppa ? aku merindukannya, merindukan pundakmu yang selalu menjadi tempat terakhirku berteduh, sekarang, aku tak memilki itu semua, di saat aku merindukanmu aku hanya bisa menangis di tumpukkan bantal, tak di pundakmu lagi..” kata Ri Hyo lirih. Air matanya mengalir begitu saja, 4 bula terkhir tanpa Jungsu membuatnya tak bersemangat melihat pagi. Fikirannya menerawang hingga melihat ujung tembok dorm ini, terpampang sebuah kalender yang sudah ditandai dengan schedule para member. Dan tepat tanggal 30 bulan ini menjadi hari terkosong mereka. Jungsunya akan pergi selama 2 tahun.

Pertahanan Ri Hyo akhirnya pecah, ia mencoba bangkit meninggalkan Jungsu yang tertidur. Setelah sebelumnya ia mengecup singkat kening Jungsu. Hal yang biasa ia lakukan dulu saat menjadi kekasih Jungsu.

Kakinya melangkah cepat meninggalkan sofa itu menuju pintu keluar dadanya sesak ketika memikirkan bahwa Jungsu akan meninggalkannya selama 2 tahun. Sudah cukup ia hidup tanpa Jungsu selama 4 bulan yang merubah struktur hidupnya. Sudah cukup sam di situ saja. Bagaiaman dengan 2 tahun ?. apa ia mampu ?. bahakan Ri Hyo sendiri tak mampu berfikir bagaiamana ia harus bertahan lagi selama 2 tahun kedepan tanpa Jungsu. Ia tak bisa membayangkannya.

Ri Hyo menekuk kakinya tepat saat tubuhnya sudah berada di runagan berbeda. Koridor apertemen dormitory Super Junior. Dadanya yang sesak tidak bisa ia sembunyikan lagi, air matanya yang sudah segenap hati ia tahan tak bisa lagi di tekan. Semuanya keluar begitu saja. Membuat Hyuk Jae yang baru datang menatapnya heran.

chogi… nugusaeyo ?” kata Hyuk Jae hati-hati. Ri Hyo enggan mengangkat kepalanya.

Hyuk Jae kaget, ketika yang ditatapnya adalah paruhan hidup Jungsu, hyung tersayangnya. Reflex, tangannya mengelus pundak Ri Hyo yang mungkin bisa meredakan tangisan Ri Hyo. Ia tak tahu masalahnya apa. Tapi dugaannya adalah tangisannya disebabkan oleh pertemuannya dengan Jungsu yang masih ada di dalam dorm.

eotthokaei…” kata Ri Hyo pelan. “eotthokaji… selama 4 bulan ini aku merindukannya, dan membutuhkannya, lalu, 2 tahun, bagaimana bisa aku harus hidup tanpanya lagi ??” kata Ri Hyo mengeluarkan isi hatinya. Hyuk Jae diam, menyadari pintu dorm sedikit terbuka, mendapati tubuh Jungsu yang juga bergetar di dalamnya. Pria itu juga menangis.

____

30 oktober 2012

Jungsu membenahi tas-tasnya ke luar kamar. Menarik nafas. Hanya menunggu beberapa saat lagi ia harus meninggalkan huniannya bersama super junior ini. Tak lebih dari 2 tas besar ia bawa keluar dari kamar, yang ketika pintu kamarnya terbuka tangan putih milik Donghae menarik tasnya. Semuanta hening melihat Jungsu keluar dari kamar menggunakan seragam militer.

“apa aku tampan dan lebih terlihat sepeti laki-laki bukan ??” gurau Jungsu membuat semuanya tersenyum sinis. Hanya tak ada Heechul disini.

Hyukjae membanting pintu kamarnya. Ia mebenci kenyataan bahwa Jungsu sudah harus pergi meninggalkan mereka, segerombolan pria yang bertingkah abstrak. Ia sama sekali tidak terima jika Jungsu harus pergi meninggalkan mereka selama 2 tahun.

Ryeowook menghampiri Hyuk jae di dalam kamar, sementara Jungsu hanya menunduk. Ia paham sebagian dari super junior sedang lelah, Donghae, Sungmin, Ryeowook,  Hyuk jae baru sampai dari China, Siwon bahkan baru saja sampai dari Incheon setelah melewati perjalanan dari LA. Ada Zhoumi dan Henry juga disini.

“mungkin Hyuk masih lelah hyung.. “ kata SUngmin sambil menyerahkan segelas the hangat unt7uk diminum Jungsu.

“ada salam dari Ha Seok dan Ra Chan hyung.. mereka tidak bisa datang hari ini karena sedang ada UTS di kampusnya…” kata Shindong.

Jungsu tersenyum sambil mengangguk. Ia mengingat 2 adik angkat kecilnya yang jarang ia hubungi, 2 adik keclinya yang kini menjadi gadis dewasa. 2 adik kecilnya yang sudah ia temui beberapa tahun lalu. ia baru sadar merindukan gadis gadis itu.

“juga dari Ri Hyo..” kata Shindong lagi yang kini membuat Jungsu menghentikan senyumnya. Ia meningat kejadian tempo hari, dimana Ri Hyo menangis karenanya dan ia juga menangis karena gadis itu.

Jungsu menkan-nekan layar ponselnya. Nomor yang ia hafal di luar kepalanya.

Saat suara itu menyentuh gendang telinganya, air mata Jungsu turun tanpa dikendalikan. Ia amat merindukan sosok pemilik suara itu bagaimanapun keadaannya. Dan hari ini, ia memeohon agar setidaknya Ri Hyo yang ia tahu belum kembali ke Paris mau bertemu dengannya untuk terakhir kalinya. Selama 2 tahun kedepan.

YAK OPPA !!! kau mengapa baru menghubungiku ?? kau tahu, 4 bulan lalu aku yang memutuskanmu, jadi aku tak bisa menghubungimu karena aku yang memutuskanmu..” suara itu terdengar hangat di telinga Jungsu. Ia merindukan rangkaian kata itu. Semua kalimat yang dimiliki Ri Hyo untuknya.

“kau ada dimana ?” tanay Jungsu akhirnya setelah menyeka air matanya.

“aku di rumah, menyaksikan pembertaanmu yang akan pergi wamil… cih, ELF terlalu berlebihan oppa !! mereka menganggap seoal-olah kau akan pergi selamanya.. kau akan kembali bukan oppa ?” Jungsu kembali tersenyum.

“pasti, aku pasti kembali..” Jungsu menghela nafasnya berat. “Hyo-ya… apa kau mau menungguku kembali nanti ?? 22 bulan dari sekarang ??” tanpa Jungsu tahu, Ri Hyo mengangguk sambil sedikit menangis.

jika kau bertambah gemuk, ku pastikan aku masih sendiri dan menunggu peterpan-ku menjemputku di bandara.. 2 tahun lagi aku lulus dari Paris bukan ??

Jungsu tersenyum, tugas nya untuk membuat orang-orang yang dicintainya untuk menunggunya nanti sudah selesai. Ri Hyo adalah tugas terakhirnya.

“aku berjanji akan bertambah gemuk..” gumam Jungsu

___

Hyuk Jae masih enggan bangun dari ranjang tidurnya. Ini sudah 2 jam lebih dari keberangkatan Jungsu menuju militer. Baru 2 jam dadanya sudah terasa sepi. Tak ada lagi yang memukulnya untuk bangun dan mememuhi tuntutan pekerjaan dari menejrnya.

Hyuk memutar tape recorder yang baru saja ia terima dari Donghae untuknya. Dari Jungsu katnaya. Jari telunjuknya menekan tombol merah untuk mendengarkan suara yang siapa itu entah.

“YAK LEE HYUK JAE BANGUN CEPAAAAAT ! jika nanti 2 tahun kedepan kau masih seperti kekanakkan seperti ini aku akan menghukumu 6 kali lipat ! diukur karena 2 tahun ini kau tak akan mendapatkan hukuman dariku… hyuk-ssi.. belajarlah dewasa dan menerima kenyataan jika kita harus memilih jalan kita masing-masing, aku lebih memilih untuk bersama kalian tentu saja, namun..dalam dunia ini bukankah terasa statis jika kita terus bersama dalam bertahun-tahun… wamil mungkin akan menjadi tempat peristirahatanku selama 2 tahun ini, apa kau iri ? heheheheheh, tentu ya, karena ketika wamil, aku akan tidur pukul 9 dan bangun pukul 6 pagi.. kehidupan yang sempurna bukan ? jika kau masih tak merelakanku wamil.. kau tau ?? kau egois ! tak membiarkanku istirahat !! hahahahaha sudahlah, 2 tahun bukan waktu yang lama bukan ? aku akan hanya melewati 7 jib dan 8 jib, lalu melewati sushow 5 dan sushow 6, setelah itu aku akan kembali menjadi Leeteuk super junior lagi.. bersabarlah, dan jaga dirimu baik-baik.. tunggu aku oke ??”

Hyuk Jae tersenyum nanar, tak menyadair bahwa semua member di luar juga ikut mendengar hasil rekaman Jungsu untuk Hyuk Jae. Jungsu benar, terasa egois jika semua member Super Junior tak merelakannya untuk ikut wamil.

Mereka siap menunggu tanpa harus melakukan kesalahan. Ternyata mereka terlalu takut untuk mendapat hukuman 6 kali lipat dari Jungsu setelah wamil nanti. Fikir mereka, sebelum wamil saja, pukulan Jungsu sakit, apalagi nanti stelah wamil ??.

 

THE END

Terimakasih uadh mau baca 😀

19 Comments (+add yours?)

  1. Han Nichan
    Nov 01, 2012 @ 21:22:11

    Lucu2 sedih . . .
    Bikin nangis sambil ketawa . . .

    Reply

  2. Virgo Kyubie
    Nov 01, 2012 @ 21:26:50

    menarik dan bagus infonya sahabat , terus tingkatkan …
    dan maju terus super junior E.L.F
    terimakasih …
    http://updatesuju.blogspot.com/

    Reply

  3. nanchysong
    Nov 02, 2012 @ 02:50:21

    nangis!!

    Reply

  4. D'LittleBee
    Nov 02, 2012 @ 07:15:32

    Typo dimana-mana…tp bagus kok^^
    Bener-bener titisan malaikat itu…

    Reply

  5. Vinka
    Nov 02, 2012 @ 07:43:49

    Sumpah !! Nyesekk -_- sedihh ;( 2tahun itu cepat kok oppa :* 7jib ?? 8jib tanpa oppa T.T

    Reply

  6. fitriindriyani
    Nov 02, 2012 @ 08:39:57

    sedih bgt critanya menyentuh aq smpe nangis terharu ngebyangin suju tnpa teuk oppa,.hwaiting oppa!qta slalu mendukung kalian. teuk oppa gitarilke..

    Reply

  7. rizaaini
    Nov 02, 2012 @ 12:43:01

    ceritanya bagus nyentuh bgt ceritanya…..
    oppa cepatlah kembali.. kami akan menunggu mu sampai kembali lagi d tengah2 Super Junior dan ELF… fighting oppa.. 😀

    Reply

  8. karina
    Nov 02, 2012 @ 17:20:24

    critanya bagus,, meskipun di awal radak” bikin nyesek,, tapi endingnya bikin ngakak… 🙂

    Reply

  9. Cho Hyein
    Nov 02, 2012 @ 17:34:40

    ceritanya menyentuh! huhuhuhu tapi kayaknya ini bikinnya rada ngebut ya? typo-nya banyak banget hehehe –V bacanya jadi kurang enak
    ah, Teuk-oppa, we will always be waiting for you 🙂

    Reply

  10. Adiva Zahara
    Nov 03, 2012 @ 12:36:47

    aku suka,,,, aku suka,,, =D

    Reply

  11. ^RZ^
    Nov 03, 2012 @ 14:21:18

    bgus,,,
    bwat teuk oppa, fighting

    Reply

  12. Niken Utami
    Nov 04, 2012 @ 00:15:31

    Promised to us, COMEBACK..!!

    we’ll waited you always oppa X’D

    KEEREEN FFnya XD

    Reply

  13. iebefishy
    Nov 04, 2012 @ 12:53:21

    teukppa will miss u much huaaaaaa

    fighting n please comeback here…kami menunggumu

    Reply

  14. shs
    Nov 04, 2012 @ 13:24:07

    Yep ! That’s is quick time !! 🙂 감사합니다 … 🙂

    Reply

  15. Flo
    Nov 05, 2012 @ 00:38:20

    Huwa, aku nangis thor… Great ff…
    will be miss Teukppa so much >,<

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: