The Girl Who Can’t Leave, The Man Who Can’t Breakup (Mozaik 5-END)

Author            :           Lee Suri
Title                :           The Girl Who Can’t Leave, The Man Who Can’t Breakup (Mozaik 5)
Cast                :           Cho Kyuhyun, Lee Suri, Lee Sungmin
Genre              :           Romance
Length            :           chaptered

 

“aku hanya merasa aku hidup untuk mencintainya hari ini, dan akan selalu ada hari esok untuk mencintainya lebih..”

( Cho Kyuhyun )

Malam itu Kyuhyun dan Suri duduk di beranda Kyuhyun menatap ribuan kembang api yang menghiasi seluruh penjuru langit NY. Ini sudah 2011. Dan waktunya bagi Suri menginggat apa yang terjadi saat 6 tahun hilang ingatannya. Dia bertekad akan mengingatnya tahun ini juga.

Kyuhyun menatap mata gadisnya yang bercahaya akibat pantulan sinar kembang api, Suri terlihat gelisah, garis – garis wajahnya mengisyaratkan dia harus mengambil keputusan besar.  Meninggalkan pertahanan terakhirnya.Kyuhyun menarik tengkuk Suri perlahan dan mengecupnya. Dia melumatnya kecil menyapu sudut – sudut bibir manis Suri. Malam ini hanya ingin Kyuhyun habiskan dengan Suri, apapun itu dan bagaimanapun caranya Suri harus tetap berada di sisinya hingga fajar.

Laki – laki itu semakin berat mengendalikan dirinya begitu aroma pure Vanilla merajai indera penciumannya, wangi khas gadisnya. Kyuhyun mendorong tubuh Suri hingga membentur tiang pembatas beranda ruang bacanya yang dingin.Semakin di perdalamnya tautan itu memeluk tubuh Suri erat – erat hingga gadisnya terpaksa berjinjit untuk tetap menikmati setiap sentuhan Kyuhyun. Entah apa yang di pikirkan Suri hingga dia mau menerima ciuman liar Kyuhyun malamini.

Suri menjauhkan badannya dari Kyuhyun saat di rasakan bibir Kyuhyun mulai mejelajahi leher jenjangnya, akan lebih sulit jika Suri menolaknya lebih lama. “hentikan Cho”

Terlihat seburat kekecewaan di wajah Kyuhyun, dia masih menginginkannya. Menikmati bibir lembut dan manis milik Suri. Tapi perempuan itu memilih untuk menghentikannya maka dengan berat hati Kyuhyun menghentikannya, menggantikan dengan gengaman hangat di jemari Suri.Terlalu sulit bagi Suri menolak segala sentuhan Kyuhyun.

“mau mengantarku kembali ke hotel?” Tanya Suri begitu melihat sudah pukul 1 pagi.Kyuhyun masih tidak bergeming, dia masih sibuk menatap sapuan awan di langit. Awan – awan tipi situ berarak seirama dengan udara pagi, membawa wangi laut yang menghambur menyusup di antara batang – batang pohon pinus. Menimbulkan aroma segar, meskipun Kyuhyun lebih menyukai aroma tubuh gadisnya.

Sambil terus menengadahkan wajahnya, menghirup aroma NY dalam – dalam Kyuhyun berbicara dengan berbisik “kau tetap disini” Kyuhyun membuka matanya dan melihat gadis itu masih menunggu jawabannya. “kau tinggal bersamaku malam ini”

Memang 3 malam terakhirnya selalu di temani Kyuhyun, tapi haruskah malam ini juga terjadi seperti itu? Suri menimbang – nimbang segala kemungkinan yang akan di lakukan Kyuhyun padanya, tangannya berkeringat dingin, gugup bukan buatan, Suri ragu jika Kyuhyun melakukannya lagi apakah dia masih bisa menguasai dirinya dan melarang untuk melanjutkan?

“aku punya banyak kamar” begitu melihat Suri, Kyuhyun tahu gadisnya tidak yakin akan kembali dengan selamat ke hotel. Hal terburuk yang akan terjadi pada mereka adalah baik Kyuhyun maupun Suri tidak akan bisa menjauh, mungkin terdengar buruk tapi justru itu yag diinginkan Kyuhyun.

Kyuhyun mengajak Suri menuju kamarnya. Kamar Kyuhyun terlihat minimalis, putih di setiap sudutnya, luas bahkan kau bisa berpesta dengan 20 orang temanmu disana, belum lagi pemandangan dari beranda kamar Kyuhyun langsung menuju parkiran mobil pribadinya yang beratap kaca, mempertontonkan mobil – mobil mewahnya dengan landscape pemandangan indah kota NY.

“pakai ini” Kyuhyun melemparkan kaus putihnya dan celana training ke arah Suri, beruntung refleksnya baik jadi kaus dan celana itu tidak perlu jatuh ke lantai. Di bentangkannya kaus juga celana Kyuhyun.Gadis itu membulat, mulutnya melebar, dia menyembulkan wajahnya dari balik baju putih Kyuhyun dan melihat wajah Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya.

“Cho, tidak ada kah baju yang lebih kecil?” Suri menempelkan kaus putih Kyuhyun di badannya “aku tenggelam Cho..” tidak ada jawaban sedikitpun dari Kyuhyun, dia hanya tersenyum tipis.

“sekarang kau tahu bukan dimana letak perbedaan kita?” Suri mengerutkan keningnya saat mendengar kata – kata Kyuhyun barusan. Perbedaan? Apa? “jadi jangan tanyakan lagi alasan kau selalu harus berada dalam jangkauanku” Kyuhyun terduduk di sofa klasiknya dan membuka buku tebal.

“aku mandi dimana?” Suri mencari – cari dimana letak kamar mandi Kyuhyun, terlalu banyak pintu di kamar Kyuhyun, dia tidak mengetahui dari 4 pintu yang menghubungkan kamar Kyuhyun yang mana kamar mandinya.

“kau masuk dari pintu mana?” Tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.

“itu” tunjuk Suri pada pintu paling besar yang menghubungkan kamar Kyuhyun dengan ruang bacanya yang megah.

“lalu aku keluar dari lemari melalui pintu yang mana?”

“yang itu” tujuk Suri pada pintu yang membelakanginya, sisa 2 pintu.

“lalu menurut logikamu kamar mandi lebih cocok di sebelah mana?” kali ini Kyuhyun memandang mata Suri yang sedang menggunakan kembali logikanya.

“yang ini” tunjuknya pada pintu yang terdapat di samping wardrobenya. Kyuhyun hanya menjentikan jari mengiyakan peryantaan Suri. “kenapa sesusah itu hanya untuk mengatakan kamar mandimu yang sebelah ini!” Suri menghentakan kakinya kesal dan masuk ke kamar mandi Kyuhyun.

“karna aku ingin mendengar suaramu lebih..” gumam Kyuhyun begitu tubuh Suri menghilang di telan pintu kamar mandinya menyisakan sedikit aroma tubuh gadisnya, aroma yang begitu manis hingga ujung lidahnyapun dapat mengecap manis vanilla dari tubuh Suri. Kyuhyun semakin merasa gila, gila akan sentuhan Suri, gila akan aroma tubuh Suri, gila akan kepribadian Suri dan gila akan bibir gadisnya.

Suri membenamkan dirinya di bathtub kamar mandi Kyuhyun yang juga bergaya minimalis, sepertinya berendam di air panas bisa menguapkan segala pikiran yang menyumbat pembulu darah otaknya.Suri memainkan busa sabun yang menutupi permukaan air memikirkan betapa bodohnya dia karna terlalu mudha di sentuh Kyuhyun.

Baru kali ini dia merasa seakan terhipnotis saat jemari lentik Kyuhyun menyentuh kulitnya, saat jemari itu membelai anak rambut yang menghiasi sisi wajahnya, saat suara merdu itu mulai mengeluarkan pemikiran – pemikiran cerdas, saat mata sendu itu mulai menatapnya dalam mematikan, dan saat wajahnya menempel di dada itu selalu saja berhasil membuat Suri merasakan seperti di rumah. Tenang dan aman.

“ini sudah 45 menit, kau mau menyusut disana?” teriak Kyuhyun dari balik pintunya dan berhasil membuyarkan lamunanya tentang Kyuhyun. Terburu – buru Suri membilas badannya dan memakai cepat – cepat baju yang Kyuhyun pinjamkan, tidak mungkin juga tidur mengenakan gaun selutut berwarna peach.

Suri keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah, kaus Kyuhyun tentu saja bisa menutupi hingga lutut Suri karna terlalu besar dan celana trainingnya?Berhasil menyapu karpet hangat yang melapisi kamar Kyuhyun.

“aku tidur dimana?” sambil terus mengeringkan rambutnya Suri mengelilingi kamar Kyuhyun.

“kau tidur disini, aku tidur di ruang baca..” Kyuhyun sudah berniat beranjak dari kamarnya saat tangan Suri kembali melingkar di pergelangan tangan Kyuhyun.Kyuhyu menatap gadisnya dengan wajah tidak percaya.

“tidak bisakah kau memberikanku kamar yang lebih kecil?” Kyuhyun mengerutkan keningnya begitu mendengar jawaban Suri.

“memang disini kenapa?”

“terlalu luas untuku sendirian, terlalu banyak sudut yang akan kulihat jika mataku belum mengantuk” ucapnya sambil terus mengedarkan mata di setiap sudut kamar Kyuhyun.

“hanya kamar ini yang tidak ada CCTV, aku tidak ingin kau tidur di awasi orang lain selain aku..” Kyuhyun melepaskan gengaman tangan Suri, ingin rasanya dia menemani gadisnya tidur malamini, tapi apa boleh buat, Suri terlihat sedikit tidak percaya bahwa Kyuhyun akan bisa mengontrol emosinya saat melihat lekuk tubuh Suri. Di tambah lagi aroma vanilla itu akan kembali meracuni otaknya.

“tapi.. bisakah kau tidur di kursi itu saja?” Suri menunjuk kursi yang terdapat di sudut ruangan.

“kau belum tidur Cho?” Tanya Suri begitu melihat jarum jam menunjukan pukul 4 pagi, memang Kyuhyun memejamkan matanya di kursi tapi dia belum tertidur, menunggu gadisnya terlelap dulu baru mau tenggelam dalam mimpinya.

Kyuhyun tak menjawab, badannya pegal.Kursi itu terlalu pendek untuknya, punggungnya sakit bukan main, kakinya menggantung di ujung kursi tersapu dinginnya udara NY yang menyelinap melewati sirkulasi udara kamarnya.

Jarum jam melewati angka 5 pagi, Suri sudah berada di dunianya sendiri, dunia yang selama ini selalu menjadi pelepas rindunya akan Yoojin. Tapi malam ini lagi – lagi aroma musim gugur yang membaur dengan embun pagi meracuni alam mimpinya, dia bisa melihat seseorang dengan jas berwarna silver memuggunginya di atas bukit, laki – laki itu berbalik dan tersenyum tipis saat melihat dirinya berjalan perlahan dengan gaun senada dan rambut yang di ikatnya ke atas menyisakan anak – anak rambut di sisi wajahnya.

Laki – laki itu mempunyai tatapan yang tajam di mata sendunya, suaranya merdu dan jemarinya mengenggam erat jemari Suri membantu gadis itu menaiki tangga – tangga terakhir sebelum mencapai puncak. Laki – laki itu kembali menatap Suri yang berada tepat di sampingnya, dia kembali tersenyum, senyuman tipis mungkin hanya itu hal termanis yang pernah laki – laki itu perbuat.

Pemandangan di sekitar mereka hijau menghampar, dan kabut tipis menyelimuti bukit.Angin meniup rambut pirang laki – laki di sampingnya, seketika aroma musim gugur menusuk indera penciuman Suri, dia menoleh ke arah laki – laki barusan.

“kau laki – laki musim gugur, cocok sekali dengan wajah sendumu dan suaramu..”Suri menggapai ujung rambut laki – laki itu, dia tertawa kecil memperhatikan tingkah gadisnya.

“dan kau perempuan musim dingin, harus tetap berada di dekatku agar semua berjalan dengan baik” laki – laki itu mengapai tengkuk gadisnya dan menyapu bibir Suri perlahan, hangat seketika menyelimuti tubuhnya. Demi apapun, Suri meminta untuk tidak di pisahkan dengan laki – laki bermarga ‘Cho’ itu.

Matahari berhasil membuat mata Suri tidak betah dengan sapaannya, dia melirik ke arah jam dinding, masih kabur pandangannya, sepertinya jam menunjukan pukul 10 pagi.Dia tidak melihat Kyuhyun di sofa, selimutnya teronggok di sofa begitu saja. Sesaat kekalutan sempat melanda pikirannya, tapi begitu sadar badannya susah bergerak, Suri tahu, Kyuhyun berada di belakangnya, memeluk erat pinggulnya tidak membiarkan tubuhnya pergi sedikitpun.

“kau mau menahanku hingga jam berapa?” Suri sadar Kyuhyun tidak lagi tidur semanjak Suri mulai membuka buku yang Kyuhyun baca semalam.Badan Kyuhyun menggigil, dia tertawa, Suri tertawa, beberapa detik kemudian ruangan kembali senyap.Kyuhyun kembali terdiam, menikmati detik demi detik yang di laluinya.Wangi vanilla itu tidak sedikitpun beranjak dari tubuh Suri.

“kenapa kau pindah ke kasur?” Suri menutup bukunya dan berbalik ke arah Kyuhyun, melihat wajah sendu laki – laki yang berhasil menahannya hingga kini.

“punggungku sakit” Kyuhyun menjawab tanpa mengeluarkan ekspresi sedikitpun, dia menatap mata Suri lekat – lekat. Terhanyut dengan gerak cahaya yang bergerak indah di sana.Saat paling berantakanpun entah bagaimana otaknya bekerja, Kyuhyun masih menganngap Suri adalah makhluk yang terlalu tidak manusiawi.

“sejak kapan kau seperti ini?” Suri mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Kyuhyun, pertanyaan macam apa itu? Sangat tidak normal. “maksudmu?”

“sejak kapan kau sangat tidak manusiawi seperti ini?” Kyuhyun kembali membenarkan anak rambut yang menutupi pipi Suri, dia selalu menyukai gerakan seperti ini. “minggu kemarin?” lagi – lagi Kyuhyun mendekatkan wajahnya. “atau memang sejak lahir kau sudah seperti ini Lee Suri?”

gerakan yang sudah sangat bisa di tebaknya, dia mencium lembut bibir Suri, lambat – lambat menikmati setiap inci yang bisa di dapatnya, merasakan seberapa manis kandungan vanilla yang terkandung dalam inci tubuh gadisnya. Kyuhyun masih bisa mengkontrol emosinya kali ini, dia melepaskannya lambat seakan tidak rela untuk melepaskan pagi harinya yang begitu manis.

Suri membuka matanya perlahan dan menatap mata Kyuhyun, mata yang tajam dan sendu bercampur di bawah kelopak matanya “morning kiss?” Tanya Suri sebelum Kyuhyun sempat menyebutkan alasannya.

Kyuhyun dan Suri duduk di pantry milik Kyuhyun berhadapan menikmati sarapan pagi mereka.Suri sudah memakai gaun yang di pakainya semalam, sedangkan Kyuhyun memakai sweater abu – abu dengan kerah kemeja yang muncul di lehernya.Kyuhyun terlihat sangat hangat di dalam balutan busanannya.

Beberapa suapan masuk dan mengenai lambungnya dengan tenang, tapi tidak pada suapan yang ke-8. Kepalanya terasa seperti di hantam palu keras, seketika Suri mengeluarkan darah segar dari hidungnya. Refleks Kyuhyun bangkit dan menyambar kotak P3K di dapur dan membersihkan darah yang masih mengalir.Kyuhyun menarik kursinya untuk tetap membantu Suri memegangi kapas.

“gwenchana?”

Suri hanya menatap Kyuhyun, dia kaget bukan buatan, bagaimana bisa dia berada disini?Suri masih menatap sekelilingnya menyambungkan ingatan terakhirnya, semakin banyak dia mengingat, semakin banyak darah yang keluar dari hidungnya.

Seketika potongan mozaik hidupnya yang hilang kembali terlihat, tersusun rapih di tempatnya semula, menyambungkan secara logis apa yang terjadi pada dirinya, kenapa dia sangat tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun. Dan. Dan yang terpenting adalah Joohyun, dia lupa Joohyun.Mata Suri mulai berkaca – kaca, bagaimana dia bisa melupakan kejadian itu?

Suri berdiri dan masih berusaha mengatur nafasnya yang tersengal. “aku kembali ke hotel..” dia melangkahkan kakinya tergesa menuju pintu luar sedangkan Kyuhyun terduduk di bangkunya, dia menyadari perubahan sifat Suri, menyadari apa yang sudah terjadi dalam ingatan gadisnya dari caranya berjalan. Ingatan Suri sudah kembali dan dia menghindari Kyuhyun, sama seperti kejadian beberapa tahun lalu sesaat sebelum Kyuhyun pergi ke Amerika.

Kyuhyun terdiam, dia tidak mengejar Suri.

Perempuan itu tidak menangis sedikitpun, dia masih berjalan setengah berlari menuju kamarnya.Membukanya tanpa aba – aba membuat Ahra yang masih terduduk melonjak, di tambah lagi gaun peach yang semalam di pakainya bernoda darah.Ahra berdiri menyambar tissue dan kembali menyapukan tissue itu di hidung Suri, sudah kering memang darahnya.

“neon gwenchana?” Ahra menatap khawatir, raut wajah itu berbeda, raut wajah penuh penyesalan.Bukan raut wajah tanpa dosa yang sering di pertontonkan Suri.

“aku harus kembali ke korea” Suri memasukan bajunya sembarang ke koper, dan menggeretnya keluar hotal. Ahra tidak bisa menahan langkahnya apalagi saat air mata mulai menggenangi pelupuk mata indah itu.Rasanya kakinya sangat berat untuk menyamai langkah Suri, dia membiarkan suri kembali ke Korea lebih dahulu.

Masih dengan tatapan kosong Suri tertatih menuju apartmennya, dia tidak percaya mendapati dirinya tidur dengan baik bersama Kyuhyun semalam, laki – laki yang secara tidak langsung adalah penyebab kematian Joohyun. Tidak kuat menahan grafitasi tubuh Suri terjatuh begitu berhasil membuka pintu apartmennya.Air matanya meleleh.Bagaimana mungkin dia mengkhianati saudaranya sendiri.Masih teringat jelas di kepalanya saat Yoojin membentaknya kasar, meminta Suri untuk menjauhi Kyuhyun.

Seperti apapun keadaan Joohyun sekarang, baik dia masih hidup ataupun tidak Suri harus tetap menjaga janjinya untuk tidak menoleh ke Kyuhyun lagi.Toh hanya beberapa hari lagi menjelang pernikahan Kyuhyun dengan Eunso.Itu bisa membuatnya lebih tenang.

Suri memegangi gelas wine terduduk di depan televisi dengan tatapan kosong. Sudah terlalu jauh Suri melangkah, dia tidak mungkin kembali atau diam di tempat berpura – pura tidak mendengar Kyuhyun memanggilnya di depan. Tapi dia tidak bisa bergerak maju dan mengabaikan janjinya dengan Joohyun.Menyedihkan terperangkap dalam situasi yang sama setelah 6 tahun di lupakan. Setelah 6 tahun terkubur rapat di sudut otaknya, kini semua kenangan itu meluap, membanjiri sel – sel kenormalan di otaknya tenggelam dan mati.

Bersusah payah Suri menggapai dinding apartmennya mencapai kamar, dia duduk di depan meja riasnya, memang Suri tidak sedikitpun memakai makeup hari itu tapi entah kenapa wajahnya terasa berat. Suri mengenggam kapas dan mengusapkannya ke wajah berharap akan menghilang berat yang di rasakannya. Namun kenyataan paling menyakitkan adalah saat melihat tidak ada satupun kotoran yang menempel di kapas tersebut. Putih bersih.

“Cho Kyuhyun..” gumamnya pelan. Kenapa sesakit ini untuk merasakan kehidupan manusia biasa?Kenapa terasa begitu sesak dadanya?Kenapa Joohyun harus meregang nyawa secepat itu tanpa memberitahukan apapun tentang alasannya keluar malam itu? Kenapa Kyuhyun terlalu susah untuk di tolak? Kenapa tuhan selalu memperlakukannya tidak adil?Suri mencengram erat lututnya.

“Kyuhyun-ah..” tahan Ahra begitu melihat adiknya sudah bersiap memasuki mobil. “Suri ada apa dengan kalian?”

“dimana dia sekarang?” tak bisa di sembunyikan, wajah Kyuhyun dan nada bicaranya sangat tidak normal, baru kali ini Ahra melihat Kyuhyun mengkhawatirkan orang lain, baru kali ini dia bisa melihat ekspresi lain terlukis di wajah Kyuhyun.

“dia kembali ke Korea..” belum selesai Ahra bertanya, Kyuhyun sudah masuk ke dalam mobilnya, memundurkan lalu melaju kencang menuju bandara. Tentu saja Suri yang di tujunya.Demi apapun, kali ini dia tidak bisa mengalah.

Ahra kembali ke rumah orangtuanya di pusat kota NY, langsung membanting tubuhnya begitu melihat sofa hijau di ruang tengah. “waeyo?” Omma datang dengan pakaian rapih.

“mau kemana?” tanyanya begitu melihat Appanya juga berpakaian rapih hari itu.

“Eunso akan datang kemari..” Ahra terbangkit mendengar nama itu di sebutkan, memegangi kepalanya yang sepertinya sudah mau meledak.

“Omma, Appa, aku tidak setuju jika Kyuhyun tetap…” pembicaraannya terhenti begitu melihat Eunso muncul dengan keranjang yang di penuhi buah – buahan juga senyum mengembang di wajah Eunso.

“Aboji, Omuni, Eonni..annyeonghaseo..” dia membungkuk dan memberikan pelukan kecil pada semua keluarga Cho, Omma dan Appanya tentu saja terlihat gembira tidak seperti Ahra yang hanya diam tidak bergeming. Betapa bodohnya dia tidak mengetahui bagaimana adiknya sendiri, bahkan di saat seperti ini dia tidak bisa membela apapun untuk adiknya.

“jadi kau mau membicarakan apa Eunso-ah?” membuka pembicarran langsung ke topiknya, Ahra tidak sabar ingin melanjutkan perkataannya dengan kedua orangtuanya yang sempat terputus.

“Aboji, sebaiknya aku dan Kyuhyun lebih cepat menikah..” keluarga Cho tersenyum getir mendengar perkataan Eunso yang terdengar seperti rengekan.

“aku takut kami akan melakukan sesuatu hal yang di luar batas jika menunggu terlalu lama..” terlalu lama katanya? Itu hanya tinggal 7 hari lagi, mau di percepat seperti apa lagi yang dia mau?

“bagaimana?” mata Eunso menatap setiap mata keluarga Cho meminta pendapat.

Cho Omuni dan Cho Aboji saling melempar pandangan, mengisyaratkan siapa yang angkat bicara. “begini Eunso-ah, karna yang akan menikah Kyuhyun, maka semua keputusan kembali pada Kyuhyun sendiri..” Cho Omuni mengambil tangan Eunso berusaha menenangkan pikirannya.

“Kyuhyun pasti setuju Omuni..”

“Kyunnie belum berkata apapun tentang pernikahannya, bahkan dia baru kembali dari Korea, jika di percepat lagi, mungkin akan sedikit sulit bagi Kyuhyun..”Cho Omuni kembali menghela nafasnya panjang – panjang. “mengertilah, eo?”

semua pembicaraan selesai dengan keputusan akhir ‘tunggu keputusan Kyuhyun’ Eunso keluar dari kediaman keluarga Cho dengan penuh kekecewaan. Dia memukul kasar stir mobilnya sambil terus berteriak. Bagaimanapun caranya Eunso harus mendapatkan Kyuhyun.Salah sendiri, kenapa Kyuhyun begitu mempesona hingga membuatnya terpikat?

Kyuhyun kembali mengurut keningnya, pagi ini dia sudah memberikan kuasa pada Jung il untuk mengurusi urusah perusahaan busuk milik ayahnya yang selalu saja menunda waktunya untuk menemui Suri. Hingga suara seorang pramugari itu berhasil membuatnya kembali ke dunia nyata.

“apa anda ingin memeinum sesuatu tuan?” tertulis nama pramugari itu ‘Yang Sunmi’, wajahnya manis tapi Kyuhyun lebih menyukai Suri di banding tipe gadis yang bisa menghabiskan waktunya berjam – jam di hadapan meja rias.

“ya, Cappucino”jawab Kyuhyun singkat dan memandang ke arah luar. Sunmi meletakan secangkir kopi hangat itu di meja Kyuhyun.Dia tidak menyesapnya, hanya menikmati hangat yang melingkar di sekeliling cangkir. Persis seperti yang Suri lakukan saat minum kopi dengannya.

Kyuhyun memandang jauh ke kumpulan awan putih bersih yang terlihat di luar jendela. Memikirkan kata – kata apa yang harus di siapkannya saat bertemu dengan Suri nanti. Bagaimana Kyuhyun harus membujuk gadisnya agar menerimanya, bahkan Eunso tidak sedikitpun di pikirannya hari ini. Hanya ada perempuan bernama Lee Suri memenuhi setiap sel – sel di otaknya.

“Jung il-Ssi, apa Kyuhyun ada di rumah?” Tanya Ahra.

“tidak nona, tuan muda sedang ke Korea..” tentu saja Ahra tidak hanya menelphone sendiri, kedua orangtuanya sibuk menguping mendengarkan jawaban Jung il.

“kenapa Kyuhyun selalu pergi ke Korea akhir – akhir ini?” Tanya Cho Omuni.

“apapun yang Kyuhyun lakukan kelak, aku mohon Omma, Appa, ini adalah saat kali pertamanya dia memiliki keinginan..” semua paham betul yang di katakan oleh Ahra, ini tentang belajar menjadi manusia normal untuk Kyuhyun.

***

Sore itu setelah 1 hari penuh Suri mengurung dirinya, dia memutuskan untuk menemui dokter pribadinya sesuai jadwal, Suri memakai kemeja putihnya dan celana jeans hitam dan membalutnya dengan jaket tebal berwarna hitam juga. Rambutnya bahkan terlihat sedikit berantakan, matanya sembab, wajahnya pucat dan tubuhnya lemah.Dia mencari taksi dan memintanya untuk mengatarkan secepat mungkin, dia sudah muak dengan kamar, muak dengan kopi instan, muak denga acara televisi dan muak menatap wajahnya di cermin.

Kali ini Suri mendapati dirinya di ruangan putih, memakai baju putih terduduk di sofa putih menghadap ke awan yang putih dan di hadapannya terdapat mawar putih yang sengaja di letakan dalam vas bunga transparent.Angin menyusup melalui jendela, membunyikan lonceng – longceng emas yang di pasang dia atas jendela indah.Lama Suri hanya menikmati suasana menyejukan seperti ini.Sesaat dia tersadar ada seseorang membuka pintu perlahan, dia menyembulkan wajahnya gembira. Joohyun. Kang Joohyun.

“Suri-yaaa…” Joohyun langsung melompat ke samping Suri, mengenggam tangan adik perempuannya senyum masih mengembang di kedua bibir mereka, dan Joohyun menarik kepala adiknya menuju pelukannya “Bogoshipoyo~~” ucapnya riang.

“na do..” bukan suara riang yang terdengar dari mulut Suri, dia bergetar. Tak sanggup menahan segala keluh kesahnya selama 6 tahun sendirian.Suri menangis terisak di dalam pelukan Joohyun.

“YA! Kau sudah berapa umurmu? Coba lihat, kau bahakan sudah mendapat gelar sarjana! Kau hampir 21 tahun Lee Suri!! Masih saja kau menangis seperti anak umur 6 tahun yang ku temui terkurung di kamar mandi!!”Joohyun menjauhkan wajah Suri dari dadanya. “Kau jelek saat menangis!” dia menjitak kepala adiknya perlahan “bagaimana bisa Kyuhyun menyukai anak aneh seperti mu? Aku rasa seleranya terlalu kampungan” Joohyun tertawa kecil melihat adiknya masih berusaha menyeka air mata yang tak kunjung berhenti.

“kau! Kau kemanakan matamu! Mobil sebesar itupun kau tidak melihatnya?!!” bentak Suri begitu air matanya mulai sedikit mengurang.

“jadi kau sekarang sudah berani membentak Eonni mu?!”

keduanya kembali terdiam memandangi sapuan awan putih di balik jendela.

“kau, harusnya tidak mati sekarang” Suri memainkan mawar putih yang di ambilnya dari vas bunga, matanya jauh menerawang saat mereka hidup bersama tanpa gangguan Kyuhyun sedikitpun.

“akan selalu ada sebab – akibat yang nyata bagi kita Suri sayang..” Joohyun menghentikan kata – katanya dan memandang wajah Suri yang tertunduk.  “jika aku tidak mati sekarang, kau mungkin tidak akan menjadi model, SEBAB, kau tidak ada motivasi untuk kembali hidup…”

“dan seharusnya Kyuhyun itu tidak pernah hadir di hidup kita..” Suri kembali bergumam memainkan tangkai mawarnya.

“itu yang selalu salah dalam dirimu.. lihat aku” Joohyun memaksa Suri untuk menatapnya “Kyuhyun justru sebab yang terpenting dalam hidupmu, jika bukan karna dia kau bahkan tidak bisa merasakan seperti manusia bukan?” Suri menepis tangan Joohyun dan kembali memainkan mawarnya “jika bukan Kyuhyun, kau mungkin masih mengurung dirimu di kamar berhari – hari dan meluapkannya dengan gambar – gambarmu, benar bukan?”

kenyataanya memang seperti itu, jika Joohyun tidak mati maka dia tidak akan berubah, jika Kyuhyun tidak datang mungkin dia tidak akan bertengkar dengan Joohyun malam itu.

“dan jika Kyuhyun tidak datang, maka kau tidak akan mati..” lagi – lagi Suri bergumam kecil.

“kau salah, aku akan tetap mati pada hari itu bagaimanapun caranya. Prinsip sebab-akibat yang kuceritakan selalu berlaku di dunia ini Suri-ya, Kyuhyun adalah sebabmu, dan seperti bisa kau lihat akibatny bagaimana dengan dirimu?Dan seharusnya kau tahu betapa pentingnya kau menjadi sebab Kyuhyun, lihat perubahan Kyuhyun? Bukankah dia bisa tersenyum?” Suri tersenyum mendengarkan ucapan Joohyun, gemuruh dalam hatinya semakin berkurang.

“pulanglah, lain kali aku akan menemuimu seperti ini..” Joohyun memeluknya hangat dan beberapa detik kemudian Suri tersadar menatap langit – langit rumah sakit.Dia pingsang saat di taksi.

Suri melihat sekelilingnya, Heechul oppa tertidur di kursi panjang berselimutkan mantel hangatnya saja, Suri benci di kelilingi bau rumah sakit, dia turun dari tempat tidurnya, meraih mantel dan menyeret penyanggah infus itu.Perahan dengan pandangan kabur Suri menuju atap rumah sakit, mendengarkan klakson yang berbunyi mengema di udara.

Benarkah yang datang di mimpinya adalah Joohyun?Benarkah yang di katakan Joohyun?Atau hanya keinginannya saja mendengar kata – kata itu dari mulut Joohyun sehingga dia berimaginasi Joohyun lah yang mengungkapkan.

Menjelang pagi Suri baru kembali ke kamarnya, saat itu Heechul oppa masih tertidur. Oh ya, laki – laki yang biasanya terlihat cerewet dan selalu berkata dengan nada tinggi tentang caranya memilih laki – laki terlihat begitu tenang. Seharusnya minggu ini dia makan bersama keluarga Kim seperti tahun – tahun sebelumnya, tapi dia mengacawkan semua jadwalnya, bahkan memaksa laki – laki yang sudah sangat berjasa membangun kepribadiannya terperangkap dalam bau menyesakan rumah sakit.

Perlahan Heechul membuka matanya, melihat ke arah jendela. Suri berdiri di sana memegangi erat penyanggah infusenya. “kau sudah bangun Suri-ya?” tanyanya dengan suara serak.

“em..”

“dari mana kau sudah berani turun dari tempat tidur?”

“dari wc..”

dokter memastikn bahwa keadaan fisik maupun psikis Suri baik – baik saja, dia di perbolehkan pulang siang itu. “kau yakin tidak ingin menginap di rumahku? Heesun akan menemanimu..” tawar Heechul sebelum Suri keluar dari mobilnya.

“ani, gwenchanayo Oppa.. bye bye..” usiran halus terucap dari bibirnya. Siang itu Suri tidak langsung kembali ke apartmennya, dia berjalan menuju taman kota. Duduk di bawah pohon rimbun, mencerna prinsip sebab-akibat yang di jelaskan Joohyun.

“Suri-ssi?” Tanya seorang laki – laki berwajah menyenangkan. “Lee Sungmin-ssi?”

mereka duduk di taman, menikmati pemandangan siang itu dengan segelas susu, Suri menolak saat Sungmin membelikannya kopi. Lambungnya kosong sudah lebih dari 3 hari dan hanya di isi dengan kopi hingga akhirnya dia harus tergeletak di rumah sakit seperti semalam.

“bukankah kau harusnya ada di NY?” Tanya Sungmin mengalihkan pandangannya ke wajah pucat Suri.

“aku kembali lebih dulu..” jawabnya santai sambil menyeruput sedikit susu hangat di tangannya. “kenapa?”

“rindu apartmenku..” Suri tersenyum.

Beberapa menit keduanya kembali terdiam, tapi tidak ada satupun yang berinisiatif untuk beranjak dari tempat duduknya karna pertemuan yang terlalu membosankan seperti ini.

“bagaimana kabar Lee Omuni?”

“baik, hanya saja Omma semakin sering menyebut nama adikku…” keduanya kembali terdiam. “namanya sama dengan namanu, Lee Suri..” suara Sungmin bergetar saat menyebutkan nama adiknya. Adik yang sudah lama tak dilihatnya.

“apa dia sudah meninggal?” Suri kali ini memandang wajah Sungmin lekat – lekat.

“tidak tahu, kakekku denga sengaja menjauhkan adik kami hanya karna dia seorang perempuan dan terlahir sebagai anak ketiga..” Sungmin mencengkram erat cup susunya. “kami masih berusaha mencari kabarnya..”

“kalau begitu kau harus tetap kuat..” Suri memberikan cup susunya yang baru hilang seperempat. “anggap ini semangat yang ku berikan padamu..” Suri tersenyum, kemudian mereka berpisah setelah Sungmin merasa cukup baikan dan berfikir jernih.

Hari sudah menjelang sore saat Suri beranjak dari taman kota, seharusnya memang mabuklah pilihan yang tepat untuk mengisi hari – hari beratnya, tapi itu tidak akan terjadi, cukup banyak wine koleksinya jika dia mau, tapi sungguh hari ini Suri tidak berniat sedikitpun untuk minum.

Suri terduduk di halte bus, memandang ke sekitar, dulu saat dia masih SMA, Joohyun selalu menunggunya di sini ketika hujan mengguyur. Membawakan payung dan wajahnya berubah menjadi jengkel begitu melihat Suri turun dari bus. Sudah menjadi kebiasaan Suri untuk menghabiskan waktunya berjam – jam di perpustakaan kota.

Beberapa menit kemudian Suri mendapati dirinya pada sebuah Bus, menyusuri pertokoan besar, di gantikan rumah penduduk lalu berganti lagi dengan ilalang berwarna emas.Suri menyenderkan kepalanya pada kaca memperhatikan lekat – lekat pemandangan yang terus berubah.Dia tahu, walaupun tubuhnya ada di Korea, hatinya tetap di pegang kuat – kuat oleh Kyuhyun di NY.

Laki – laki itu membuka kasar pintu apartmen Suri, kosong. Kain – kain putih yang sebelumnya menutupi sofa di ruang tengah terbuka.Apartmen Suri berantakan.Jika bisa dia berteriak maka laki – laki ini sudah berteriak sekeras – kerasnya membodohi gadisnya yang entah kemana. Kyuhyun berlari menuju taman kota, nihil. Dia kembali berlari melihat café yang selalu Suri datangi, nihil.Kyuhyun kembali berlari, menerobos kerumunan orang – orang berjalan mengular, tidak di pedulikannya tatapan jengkel dari setiap orang. Pikirannya sudah kalut, jarum kewarasannya berhenti, nafasnya tercekat. Dia tidak yakin akan bertahan lebih lama jika tidak melihat sumber kewarasan dan sumber oksigennya dalam waktu dekat.

Sampai akhirnya Kyuhyun berdiri di sebrang halte Bus, di lihatnya wajah pucat itu berjalan tertunduk memasuki bus, mengambil kursi paling belakang.Kyuhyun siap berlari menyebrang jalan yang lumayan ramai.Tapi tangannya kembali di tarik oleh seseorang. Laki – laki yang sangat di kenalnya dulu. Woosung.

“Kyuhyun-ah?” Tangan Woosung berhasil menghentikan langkah Kyuhyun, untuk menerobos kerumunan lebih dalam. “Woosung-ah aku..”Kyuhyun bermaksud untuk melepaskan tangan Woosung dan melanjutkan mengejar Suri, bus itu belum berangkat.

“kau tahu kabar Joohyun?” perkataan Woosung berhasil membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. Lagi – lagi perempuan itu, kenapa harus perempuan itu yang berhasil menahan gadisnya melangkah?

“akan ku hubungi kau setelah berhasil menemui Suri..” Kyuhyun melepaskan cengkraman Woosung, tapi berhasil di tahannya lagi tangan Kyuhyun, menghentikan kembali langkahnya.

“dia tidak akan mau menemuimu jika kau tidak mau mendengarkan ceritaku sebentar..”

Kyuhyun dan Woosung duduk di café terdekat memesan sebuah kopi hangat, lagi – lagi tanpa sadar Kyuhyun melakukan kebiasaan Suri, melilitkan tangannya pada kehangatan cangkir yang di suguhkan, menghisap aroma kopi.

“malam itu Joohyun menghubungiku, menanyakan keberadaanmu..” Woosung menyesap sedikit kopinya.

Flashback

Joohyun putus asa berlari keluar apartmen Taejun tanpa menemukan Kyuhyun di sana. Menghubungi Woosung pun percuma, dia tidak ada di rumahnya.

“untuk apa kau cari Kyuhyun?” Woosung tiba – tiba membalikan wajah Joohyun yang panik, wajahnya memerah akibat terlalu banyak berlari, keringatnya dan air mata membasahi wajah Joohyun.

“dia tidak boleh pergi ke Amerika Woosung-ah..” Joohyun menggengam erat lengah Woosung, seketika yang berada di pikiran Woosung adalah Joohyun sangat mencintai Kyuhyun, tapi malam itu Woosung mendengar kata berbeda dari mulut Joohyun. “Suri..Suri ku tidak akan bisa lebih bahagia jika bukan dengan Kyuhyun” seketika wajah Joohyun berubah bias, matanya yang selalu berkuasa berubah melemah, dia merasa dirinya sangat kejam membiarkan Suri mengalami hal macam ini.

Malam itu Woosung berlari berlawanan arah, membantu mencari Kyuhyun.

Flashback end.

 

Kyuhyun terdiam, memegangi cangkirnya, “apa Suri tahu tentang hal ini?”

“tidak, dia terlihat sangat terpukul sesaat setelah kepergian Joohyun..” keduanya kembali terdiam “maafkan aku baru memberitahumu sekarang..”

jelas sudah bagi Kyuhyun alasan kenapa Suri selalu menjauhi dirinya saat mengingat kejadian 6 tahun lalu.Tangan Kyuhyun bergetar, entah dia harus marah atau bahagia karna bisa menjelaskan pada Suri tentang Joohyun.Kyuhyun kembali mengusap matanya, Kyuhyun tahu betul gadisnya pergi kamana. Dia pasti ke pantai di belakang pantinya dulu, menghabiskan waktu berjam – jam menghayutkan segala pikirannya dengan ombak.

“terimakasih Woosung-ah, lain kali aku menghubungimu” Kyuhyun berdiri dan berlari menuju mobilnya. Memacunya menuju pantai sepi di Busan.Malam itu bulan bersinar penuh, mengintip di baling awan tipis.Dia melihat gadisnya terduduk memegangi lutut di atas batu besar.

Rambut coklatnya di tiup angin malam, laut menghembuskan nafas wewangian aquamarine membungkus setiap tubuh yang berada dekat pantai, bulan memantul dan ombak menyentuh pasir malu – malu. Kyuhyun masih berdiam di depan mobilnya memperhatikan gadisnya yang semakin tertunduk.Kyuhyun berjalan perlahan mendekati gadisnya, tapi seketika kakinya tertahan.Tangisan itu terdengar jelas, gadisnya terisak.

Tidak ada keluhan yang di dengarnya, hanya tangisan yang memecah merdunya ombak malam itu, berkali – kali Suri menahan tangisnya, tapi begitu mengingat betapa sulitnya hanya untuk mencintai Kyuhyun air mata itu mengalir deras.

It hurts, it hurts my closed heart a lot, a lot

Oh my honey, honey baby ñ what do I do?

After playing like crazy all day, I erase my thick makeup.

Apa yang harus Suri lakukan? Ingin sekali rasanya dia menanyakan hal semacam itu kepada Kyuhyun, berharap laki – laki itu mau menjawab dengan suka hati dan mengatakan ‘hiduplah denganku’ tapi setiap kali dia ingin berbalik dan kembali ke Amerika untuk menyusul Kyuhyun langkahnya terhenti. Perutnya mual memikirkan bagaimana membayangkan Kyuhyun menyiapkan segala keperluan pernikahannya dengan Eunso.

Will I forget by being like this?

Looking quite miserable, on top of my half-erased cheeks

On top of the half-erased lipstick,

The fallen tears melt with the cleansing cream.

 

Why, why, why, unni?

All throughout the night, why can’t I forget him?

Why, why, why, unni?

With my blackened and smeared tears, I can’t forget him

 

Seandainya Joohyun masih hidup, mungkin akan lebih mudah, menangis sekeras apapun Suri di tepat dia menabur abu Joohyun, perempuan itu tidak akan kembali lagi. Kenapa susah sekali melupakan Cho Kyuhyun?

And I stubbornly say, bye, bye 

What do I do, unni? I want to sleep now

But my heart keeps running to him

What to do, unni? I don’t think I can go on like this

Please, can you have a drink with me? I ask of you, unni

Suri tidak bisa selamanya hidup terkurung dalam perasaan bersalahnya pada Joohyun atau rasa yang selama ini berhasil mencekat jarum – jarum kewarasannya.

Have you ever been in love?

Have you ever really loved?

Love, for others it’s so easy

But for me, it’s like an unerasable tattoo

I empty my glass again

Kenapa bagi orang lain cinta terlihat sangat mudah? Kenapa peraturan takdir seperti itu tidak berlaku untuknya dengan Kyuhyun?Kenapa terlalu sulit untuk menghapus ingatannya dengan Kyuhyun? Seperti tattoo yang di buat melekat seumur hidup di badanmu, akan terlalu sulit untuk menghapusnya. Suri kembali menyeka air matanya yang tumpah.

Why can’t I forget this one guy for all this time

Unintentional memories get erased in the far distance

He already forgot about me

 

Kyuhyun menarik gadisnya masuk ke dalam mobil tak sanggup mendengar tangisan yang hampir terdengar seperti jeritan.Wajah itu basah, matanya memerah dan tubuhnya mengigil. Kyuhyun mendudukan Suri di kursi depan dan memasangkannya sabuk pengaman. Di lihatnya gadis yang tak pernah kelihatan menangis sedkitpun.Semua pandangannya berubah.Suri hanya perempuan biasa.

bukan karna Suri lemah maka Suri menangis, tapi Suri sudah lelah berusaha tegar. Menangis bukanlah senjata andalannya, menangis merupakan senjata terkahirnya.

Kyuhyun terdiam memegangi stir mobilnya. “uljima..” Suri masih terisak.Mencoba mengendalikan emosinya.

“aku benci melihatmu lemah seperti ini..” Kyuhyun terdengar bergetar, Suri adalah pertahanan utama dirinya.Bagaimana bisa dia tetap berdiam diri saat pertahanan utamanya mulai goyah.Dia menjalankan mobilnya perlahan, keduanya terdiam, wajah Suri sembab dan pucat.Kyuhyun tetap menatap dingin ke jalan raya.

“Lee Suri..”Kyuhyun menahan tangan perempuan itu sebelum masuk ke apartmennya. “pergilah.. aku ingin istirahat..” Suara Suri terdengar berbisik, sudah tidak ada lagi kekuatan untuk melihat wajah sendu Kyuhyun.

Tidak akan semudah itu melepaskannya, Kyuhyun justru mendorong masuk tubuh Suri dan menyudutkannya di lorong kecil menuju ruang tamu. Memperhatikan wajah gadisnya yang bahkan tidak mau menatapnya kali ini. “pergilah Cho Kyuhyun..”

Kyuhyun kembali mendorong tubuh Suri “Joohyun sudah mati, dan kau masih hidup! Berhentilah berpura – pura dia masih hidup!” Kyuhyun menyambar bibir Suri memojokannya di antara tembok dan tubuh Kyuhyun.Tangan Suri berusaha keras mendorong tubuh Kyuhyun, tapi pada kenyataannya di kondisi yang seperti ini dan belum lagi kekuatan Kyuhyun yang terlalu besar, Suri tidak berhasil sedikitpun membuat tubuh Kyuhyun menjauh, justu tangannya di raih Kyuhyun dan mendempatkannya di antara dinding.

Entah bagaimana, Suri merasa himpitan tubuh Kyuhyun mengendur, Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Suri menahan agar tubuhnya tetap dalam jangkauan Kyuhyun.Tangan Suri yang sebelumnya mendorong berubah menjadi mencengram erat – erat kerah jas Kyuhyun.Mabuk setiap sentuhan Kyuhyun di tubuhnya.Suri membiarkan Kyuhyun menjelajahi tengkuknya lebih dalam.

***

Suri membuka matanya paksa, di lihatnya kembali wajah laki – laki yang semalam sangat emosional. Suri memindahkan tangan Kyuhyun yang merangkul pinggulnya, dan memakai kemeja putih yang tergantung di kamarnya. Suri mengedarkan pandangannya, kamar ini sudah lama di tinggalkannya. Suri kembali melihat kasurnya, berantakan. Tubuh Kyuhyun hanya tertutupi sebagian, dia melihat bagaimana bekas kukunya mecipatakan garis – garis merah di punggung Kyuhyun, dan lehernya memerah. Bibir Kyuhyun terdapat darah mengering bekas gigitannya semalam.

Suri menuju dapurnya, menenggak habis air mineral di kulkasnya dan memandang keluar gedung apartmennya hingga tangan itu melingkar lagi di pinggul Suri. “aku tidak ingin melihatmu tidak ada di sampingku setiap pagi” suara sedikit berat, Kyuhyun meminum juga air mineral yang di ambil Suri.

“pakai bajumu dan pulanglah..” Suri melepaskan tangan Kyuhyun. Kyuhyun kembali membeku, bukankah seharusnya kejadian semalam cukup untuk membuat perempuan ini bertahan untuknya?

Mengerti maksud dari sikap dingin Kyuhyun, Suri kembali berucap “anggap saja semalam hadiah perpisahan Cho Kyuhyun-ssi..”Suri hendak keluar dari dapurnya namun kembali cengkraman kasar melingkar di tangan Suri membuat gadis itu terpaksa menoleh dan melihat wajah sendu Kyuhyun.

“aku tidak suka penolakan Lee Suri-ssi..” Kyuhyun kembali meraih bibir Suri, menciumnya kasar, memaksa membuka mulutnya agar lidah Kyuhyun bisa masuk. Suri melepaskannya dengan susah payah.

“yang kau inginkan hanya tubuhku bukan?” Suri kembali membuka kancing kemejanya perlahan menantang wajah Kyuhyun.Belum sempat kancing keempat terbuka, tangan Kyuhyun menahannya. Bukan tubuh Suri yang di inginkannya. Bukan nafsu yang membuatnya gila, walaupun tidak di pungkirinya nafsu selalu mengambil andil penting dalam setiap perlakuannya terhadap Suri. Tapi bukan itu yang menjadi alasan utamanya, entah bagian Suri yang mana yang berhasil merebut segala kewarasan Kyuhyun.

“bukan itu. Aku hanya ingin menghabiskan hidupku dengan mu..”K yuhyun mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut bibir Suri, awalnya memang lembut hingga gadisnya membalas dan kembali Kyuhyun kehilangan kewarasannya.Dia membuka sisa kancing yang menghalangi tubuh Suri, seketika otot – ototnya menegang.

Kyuhyun mendudukan tubuh Suri pada meja makan yang kecil.

***

Yang Kyuhyun dan Suri tidak sadari adalah kehadiran orang lain di apartmen Suri, pagi itu Ahra berniat menjenguk Suri, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Suri yang memohon untuk adiknya pergi. Belum sempat Ahra menyambungkan pemikirannya, dia di kagetkan dengan baju yang berserakan di lorong. Ahra membayangkan apa yang terjadi pada diri Suri semalam, benarkah adiknya melakukan hal itu? Manusia sekali dia.

Lama Ahra menguping pembicaraan mereka yang berakhir dengan suara desahan keduanya, lenguhan dan jeritan kecil menggema di seluruh ruangan, tubuh Ahra membeku saat melihat tubuh adiknya menggendong tubuh polos Suri ke kamar. Ahra segera keluar. Hari ini dia dan keluarganya tiba di Korea untuk melaksanakan pernikan Kyuhyun dan Eunso. Tapi kejadian pagi ini yang bisa di lihat dengan mata kepalanya sendiri membuat Ahra ingin membujuk orangtuanya untuk membatalkan pertunangan Kyuhyun dengan Eunso.

***

sore itu, matahari bersinar orange menyinari sudut kamar Suri. Perempuan itu berdiri berbalutkan selimut tipisnya untuk menutupi tubuh polosnya. Kyuhyun memperhatikan gadis itu dengan tatapan mendetail, menelisik segala sudut mata Suri.

“apa yang kau pikirkan?” Tanya Kyuhyun.

“Joohyun..” Suri terdiam memandangi matahari yang mulai kembali ke peraduannya “dia bilang, kau adalah sebab-akibat untukku, dan aku juga sebab-akibat untukmu..” Suri menoleh ke arah Kyuhyun yang masih berbaring dengan menumpukan kedua tangannya di bawah kepala.

“prinsip sebab-akibat selalu berlaku pada umat yang di takdirkan untuk terikat Lee Suri..” Kyuhyun bangkit dan memakai celananya, memeluk gadis itu dari belakang, menyusupkan hidungnya di antara rambut coklat gadisnya. Menatap matahari yang sama. Kyuhyun kembali mengumpulkan segala kewarasannya, mengisi energinya dengan aroma tubuh Suri.

“menikahlah denganku..” Suri refleks membalikan tubuhnya, tidak menyangka kata – kata itu akan keluar secepat ini. Kyuhyun masih diam menatap mata gadisnya “mungkin tidak akan banyak yang datang memberi selamat pada kita, tapi kau hanya butuh aku untuk bahagia, tidak perlu ucapan dari undangan yang datang..” Kyuhyun kembali meyakinkan gadisnya.

Gadis itu tertawa. Harus apa lagi yang di katakannya? Tentu saja dia senang dengan bentuk pengakuan seperti ini.Belum pernah Kyuhyun terlihat sesendu ini.Mata tajamnya melunak.

“mandilah, akan ku siapkan roti dan susu untukmu..” Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“kenapa tidak makan malam special saja untukku?” Tanya Suri dengan bibir yang mengerucut.

“karna malam ini kita akan makan di tempat lain..” Kyuhyun tersenyum dan meninggalkan kamar Suri menuju dapur.

Hari ini, Kyuhyun mengenakan kemejanya yang sudah tidak licin lagi. Kyuhyun mengajak Suri ke tempatnya, memaksa gadisnya memakai gaun Cream selutut dan heelsnya dengan warna senada, dengan tiba – tiba Kyuhyun memasangkan gelang perak di tangan Suri. Gelang itu terlihat cocok untuk bertengger disana. Dengan sangat terpaksa Suri menuruti kata – kata Kyuhyun. Mobil Kyuhyun memasuki pekarangan luas, rumah di hadapannya luas. Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan pintu utama.

“ini rumah siapa?” Tanya Suri sambil terus memutar matanya.

“rumahku” jawab Kyuhyun enteng dan mengandeng tangan Suri memasuki rumahnya langsung menuju ruang makan. Disana sudah duduk orangtua serta perempuan yang tadi pagi tidak sengaja melihat aktivitas Kyuhyun.Kyuhyun menarik bangku, mempersilahkan perempuan itu duduk.

Belum sempat Suri memberi salam pada orangtua Kyuhyun, tiba – tiba laki – laki itu menunjukan gelang yang di pakaikan pada Suri sebelum berangkat ke rumahnya.

“Gadis ini..” Kyuhyun memperlihatkan gelang yang melingkar di pergelangan tangan Suri “aku ingin menikah dengannya”

sontak ayah Kyuhyun yang sedang menyesap tehnya terbatuk – batuk mendapati kata anak lelakinya. Benarkah yang dikatakan Kyuhyun barusan? Benarkah anaknya mengutarakan keinginan? Benarkah anak lelakinya mempunyai keinginan?

“kau memilih gadis ini karna menghindari Eunso atau …” Cho Aboji berhenti dan melirik wajah gadis yang di bawa Kyuhyun “kau benar – benar mencintainya?”

Kyuhyun tersenyum tipis mendengar pertanyaan ayahnya, “aku mencintainya” Suri menoleh, menatap Kyuhyun tidak percaya.

“kau benar mencintainya atau..?” Kyuhyun Aboji lagi lagi berusaha menelisik mata Anak lelakinya.

“aku mencintainya” ulang Kyuhyun dengan ejaan yang tepat, membuat suasana makan malam hening seketika, dan kemudian Cho Aboji berjalan menuju kursi anaknya. Bukan untuk memukul anaknya karna membatalkan pertunangan dengan Eunso, tapi untuk memberinya pelukan. Bagaimana mungkin dia bisa menolak permintaan pertama anak lelakinya yang sangat berharga?

“kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal, kami tidak perlu sulit – sulit mencarikanmu jodoh kalau begitu..”

“terimakasih atas makan makan malamnya, aku pulang dulu” Suri menunduk memberi hormat sebelum masuk mobil Kyuhyun.

“Kyunnie~ kau kembali ke rumah jam berapa?” Ahra berteriak dari balik pintu rumah sesaat sebelum Kyuhyun masuk ke dalam mobil

“aku tidak akan pulang malam ini” Kyuhyun memasuki mobil dengan tertawa tipis.

“kau mau menginap lagi malam ini?” Suri menatap Kyuhyun tidak percaya.

“bukankah aku sudah mengatakannya, aku benci tidak melihat matamu di pagi hari..”

***

malam itu Kyuhyun memeluk tubuh gadisnya erat, walaupun Kyuhyun masih bisa menemui gadisnya di hari – hari berikutnya tanpa harus mengkhawatirkan perempuan ini akan menghindar lagi tapi Kyuhyun masih ingin memastikan gadisnya bernafas dengan benar.

“Cho Kyuhyun..boleh aku meminta waktu..” Suri menengadahkan wajahnya lagi, menatap mata Kyuhyun yang sudah terkatup rapat.

“untuk?”

“aku..” Suri menghentikan kalimatnya “aku perempuan biasa, setiap perempuan pasti ingin orangtua atau kerabatnya datang di acara pernikahannya bukan?” suara Suri semakin lirih “bisakah kau berikan aku waktu 2 minggu untuk menemukan orangtuaku?” Kyuhyun masih terdiam, tidak membuka matanya walaupun sebernya dia belum tertidur. “jika mereka memang tidak datang atau aku tidak menemukannya itu tidak masalah, aku hanya ingin mengetahuinya Cho Kyuhyun..”

Kyuhyun membuka matanya, mata sendu itu kembali menyeruak, setiap tatapannya menelisik tajam membentur tiang – tiang pendirian Suri. Memaksa gadis itu untuk berada dalam jalur yang di tentukan Kyuhyun. “tentu.. aku akan ke rumah keluarga Kim besok. Kau pergilah mencari tempat yang kau inginkan bersama Ahra noona..”

***

pagi itu Kyuhyun mengantarkan gadisnya ke tempat Ahra dan membiarkan 2 perempuan itu mencari tempat untuk pernikahan mereka. Kyuhyun kembali melajukan mobilnya, sebelumnya dia sempat menghubungi Eunso, berjanji di taman kota. Eunso berdiri anggun mengenakan matel merah mudanya menunggu Kyuhyun.

“kau mau bicara apa?”

Kyuhyun berjalan bersisian bersama Eunso, memandangi pohon yang mulai kembali memunculkan pucuk – pucuk kehidupan. Musim semi tinggal 2 bulan lagi. “Kyuhyun-ah, kau mau bicara apa?” Tanya eunso sekali lagi saat tidak ada jawaban dari Kyuhyun.

“kau tahu bagaimana rasanya mempunyai obsesi untuk kali pertama?” Kyuhyun menoleh, menghadapkan wajahnya pada Eunso untuk pertama kalinya.

“aku tahu, akan sangat indah jika obsesi pertamamu tercapai. Begitu bukan maksudmu?” Kyuhyun mengangguk pelan mendengar jawaban Eunso.

“apa obsesi pertamamu?” Tanya Kyuhyun, mengajak perempuan itu duduk di bawah pohon.

“aku? Eum..pergi sendiri ke Thailand..” mata Eunso berbinar.

“kau mencapainya?” di jawab Eunso dengan  mengangguk  semangat. “bagaimana perasaanmu?’

“senang dan bangga tentu saja, aku tidak akan melupakan kenangan itu..” Eunso masih belum sadar kemana arah pembicaraan Kyuhyun sebenarnya. “kau apa obsesi pertamamu?” Eunso ikut duduk di bangku coklat kayu itu.

“Suri” ucapnya dengan mata menerawang jauh “satu – satunya obsesiku adalah Suri..” Kyuhyun kembali menoleh ke arah Eunso. Mengerti maksud pembicaraan Kyuhyun, Eunso kembali terdiam, mulutnya terkunci rapat, jantungnya remuk di terpa dingin. Haruskah kali ini dia kembali mengalah?

“aku tahu maksudmu..” Eunso memgangi tangannya kuat – kuat. “apa kau begitu mencintainya Kyuhyun-ah?”

“aku tidak tahu seberapa besar ungkapan cinta itu untuknya, aku hanya tahu hari ini aku hidup hanya untuk mencintainya. Dan selalu ada hari esok untuk mencintainya lebih dari hari ini. Hanya itu yang aku tahu sepanjang pengetahuanku..” Kyuhyun meletakan cup kopinya yang belum sedikitpun di minumnya.

“beruntung benar Suri itu.. bisa mendapatkan perhatianmu sepenuhnya..” Kyuhyun tahu Eunso sedang berfikir, dia bukan anak kecil lagi. Eunso pasti tahu apa yang Kyuhyun ingin katakan tanpa harus menyakiti hatinya dengan kata – kata ‘pembatalan’.

“baiklah~” Eunso menepuk – nepuk tangannya dan bangkit dari duduk. “aku akan mengatakan pada Appa untuk tidak melanjutkan ini..”

“aku mohon bantuannya, dan maaf selama ini aku membuatmu sakit” Kyuhyun membungkukan badannya 90˚ dia benar – benar minta maaf atas segala perlakuan kasarnya.

“yang benar saja! Aku bisa mendapatkan 10 laki – laki yang lebih tampan dari mu Cho Kyuhyun..” Eunso masih berusaha menghibur dirinya sendiri. “aku pastikan itu akan terjadi..” Kyuhyun terkekeh dan meninggalkan Eunso di taman, janji berikutnya yang harus di lakukan adalah bertemu dengan Kim Heechul.

Kyuhyun memilih sore hari karna hanya sore hari laki – laki itu berada di rumah pribadinya seperti yang Suri katakan. Kyuhyun menekan bell rumah megah di pusat kota, dan seorang pelayan dengan aroma prancis itu membukakan pintu mengajaknya untuk duduk di ruang tamu sambil menunggu majikannya turun.

Ini janji ketujuhya dengan Kim Heechul, 6 janji sebelumnya selalu di batalkan karna pekerjaan keduanya yang sangat menumpuk. “maaf membuatmu menunggu lama” laki – laki itu turun dengan baju santainya dan duduk di hadapan Kyuhyun. “jadi apa yang kau ingin tanyakan?”

“bisa kau Bantu aku menemukan keluarga Lee Suri?’ Heechul tertegun mengetahui apa yang di ungkapkan Kyuhyun barusan. “jika kau tidak bisa mempertemukannya, bisakah biarkan Suri mengetahui siapa orangtuanya..”

“bagaimana kau begitu yakin jika aku mengetahui identitas Suri sebenarnya?”

“karna keluargamu sengaja mencari perempuan bernama Lee Suri dan membiayai hidupnya dengan cuma – cuma selama ini..” Kyuhyun menyenderkan tubuhnya di sofa klasik itu. “atau jika itu memang kebiasaan keluargamu untuk mencari perempuan bernama Lee Suri untuk di biayai hidupnya..” mata sendu Kyuhyun menusuk tajam setiap sudut mata Heechul. Dia tidak menyangka Kyuhyun mengetahui sedetail itu.

Heechul tersenyum mendengar analisis Kyuhyun barusan. “sudah sejauh mana kau mencari informasi ini?” Heechul bangkit dari duduknya  dan berjalan menuju tumpukan buku di belakangnya, dia mengambil sebuah buku tua dengan sampul tua dan bau debu yang terlalu menyengat.

Heechul kembali duduk dan membolak – balik halaman bukunya. “aku tidak tahu persis apa yang terjadi di generasi sebelumnya, hanya saja kakekku memberikanku buku ini untuk di berikan pada Suri saat perempuan itu siap untuk menikah” Heechul menyodorkan sebuah foto lusuh. Ada 2 gadis kecil di sana saling merangkul dan 4 anak laki – laki yang menunjukan barisan giginya serta 4 orang dewasa yang bisa di sebut orangtua mereka. “Suri yang berkepang satu, dan sebelahnya adalah Joohyun..” Kyuhyun tertegun, merasa pernah melihat foto serupa di suatu tempat.

“kakekku mengatakan jika Suri merupakan anak orang penting di Korea suatu saat, aku tidak tahu Suri itu keturunan orang penting mana, yang aku tahu keluarga aslinya bermarga Lee dan bergerak dalam bidang transportasi umum, kakekku merahasiakannya karna akan terlalu bahaya jika Suri tetap berada dalam pengaruh kakeknya yang tidak menyukai anak perempuan..” Heechul menghantikan pembicaraannya.

“kalau begitu aku pergi sekarang” entah kemana pikiran Kyuhyun, dia hanya berfikir untuk membawa gadisnya ke kediam keluarga Lee. Beberapa hari yang lalu Kyuhyun mengunjungi Lee Omuni dan mendapatkan foto yang sama di sisi ranjangnya.

Kyuhyun langsung mengenggam tangan Suri kasar, memaksa gadisnya untuk masuk ke dalam mobil. Dia masih tidak mengatakan apapun, pertanyaan Suri di abaikan begitu saja. Entah kenapa dia merasa sangat bertanggung jawab mengenai hal ini.

Kyuhyun mengajak Suri duduk di ruang tengah kediaman keluarga Lee, Sungmin yang pertama datang dengan nafas terengah, dia baru kembali dari panti yang di beritahukan kaki tangan kakeknya dulu.

“Kyuhyun-ah..” Sungmin menyambar tangan Kyuhyun hampir mengajaknya berlari..

“hyung..” Kyuhyun menyadarkan Kyuhyun dari kalapnya. “ada apa?”

“perempuan bernama Lee Suri itu, kau tahu dimana tinggalnya. Aku harus bertemu dengannya segera..”

“dia disini Hyung..” mata Sungmin terbelalak, mata yang berhasil di kenalinya itu kembali muncul. Mata yang selalu berkata jujur, mata yang selalu tersenyum padanya bahkan saat Sungmin di hukum kakeknya. “Lee Suri?” Sungmin beku.

Suri yang bahkan tidak mengetahui apapun masih memutar bola matanya, mencoba mencari penjelasan. “Ommaa..Ommaaa” Sungmin seketika berteriak.

“kau Lee Suri? Suri kami? Kenapa rasanya sangat sulit menemukanmu padahal kau dalam jarak pandang kami?” Suri masih tidak mengeluarkan ekspresinya menatap reaksi Sungmin.

“dia kakakmu.. kakak kandungmu” Kyuhyun berbisik tepat di telinga Suri, menyadarkan kembali pikirannya, menyambungkan segala kejadian bertahun – tahun lalu saat dirinya terlempar dari mobil, malam itu Suri merasa tubuhnya di terpa angin dingin. Kakeknya yang selalu berhasil menbuat Suri terkurung berjam – jam di gudang menggendongnya.Bukan untuk menyelamatkan gadis itu, tapi untuk meleyapkannya.Tapi tangannya kembali di tarik oleh laki – laki yang tidak berbeda jauh dengan umur kakeknya. Scene yang di ingat berikutnya adalah berdiri di sebuah bangunan tua dan berkali – kali di ingatkan bahwa nama aslinya adalah Lee Suri.

Seketika tubuh Suri terduduk di lantai, memegangi tangan Kyuhyun erat –erat. Air matanya meleleh, dia menangis. Satu lagi kepingan mozaik hidupnya terlengkapi sudah. Keluarga, laki – laki yang di cintainya selalu mengenggam erat tangannya, Joohyun pergi dengan tenang. Apa lagi yang di harapkannya? Nikmat ini sudah berlebih baginya.

Epilog

Pernikahan mereka bukan pernikan yang selalu tenang, ada saja yang harus di ributkan Kyuhyun, entah posenya saat pemotretan atau handphone Suri yang selalu berdering menjelang tengah malam. Hal kecilpun selalu di protesnya.

Sebenarnya simple saja keinginan Kyuhyun, dia memperbolehkan Suri untuk bekerja hanya setiap kali Kyuhyun kembali dari kantor harus ada Suri di dalam rumahnya. Menemukan Suri di sudut ruangan sedang membaca buku dengan rambut yang di tiup angin di hadapan jendela rumahnya. Hanya itu yang Kyuhyun inginkan. Tapi sebagai editor dan juga model Suri tidak selalu bisa memenuhi keinginan sederhana Kyuhyun.

Begitupun malam tadi, Kyuhyun berkali – kali membanting garpunya menahan amarah saat makan malam hanya karna tidak menemukan gadisnya di ruang baca saat Kyuhyun pulang bekerja. Tapi semua pertengkaran akan selalu sama akhirnya, mereka melupakannya begitu mendapati diri mereka sudah tidak berbalut apapun di atas tempat tidurnya saat pagi hari. Sesulit apapun mencapai kamar, Kyuhyun selalu berhasil mengembalikan kesadarannya dan membawa tubuh Suri ke kamar.

Kasur itu berguncang, Suri melarikan dirinya dari kasur menuju kamar mandi, memuntahkan apa yang dimakannya semalam. Kyuhyun menyeka wajahnya kesal tidak suka hari liburnya di ganggu dengan hal seperti ini. Dia bangkit dan memakai celananya menghampiri Suri yang masih terjongkok di depan kloset. Mengurut leher perempuannya perlahan.

“gwenchana?” Tanya Kyuhyun, dia tahu perempuannya tidak dalam keadaan baik, tapi apa salahnya bertanya?

“ambilkan aku air hangat..” Kyuhyun kembali datang dengan segelas air hangat di tangannya membantu perempuan yang dinikahinya 4 bulan lalu menenggak isi gelas itu hingga tersisa seperempat saja.

“berapa banyak kau menuangkanku wine..?!” mata Suri menatap tajam wajah suaminya, sebelum berakhir di ranjang Kyuhyun memang sengaja menuangkan wine di gelas perempuannya. Kyuhyun tersenyum jahil mengangkat pundaknya.

Siang itu semua berjalan seperti biasa, keduanya menghabiskan waktu berjalan – jalan mengelilingi bukit NY yang di penuhi pinus, musim panas sudah menyapa. Akan sangat menyenangkan jika musim ini di habiskannya ke eropa untuk berjalan – jalan.

Malam itu sudah menjadi kewajiban bagi Kyuhyun untuk membuatkan makan malam untuk istrinya. Hanya makanan sederhana khas amerika. “kopi atau wine?” tawar Kyuhyun.

“susu saja, perutku belum berhenti mual sejak pagi..” Suri mengelus perutnya.

“kau mungkin kah… kau hamil Cho Suri?” Kyuhyun segera menyambar tespek di kotak P3Knya.

“apa akan mengecewakan jika hasilnya negative?” Suri bertanya ragu sesaat sebelum memasuki kamar mandi. “kecewa? Kita bahkan baru memulai program 1 bulan lalu..” jawab Kyuhyun dari balik tempat tidurnya.

“Cho..”suara Suri lirih, wajahnya tertunduk. Tahu dengan situasi yang terjadi Kyuhyun bangkit dan menyambar kepala istrinya, mendekapnya erat – erat. “gwenchana.. masih banyak waktu untuk kita bukan?”

“YA! Bisakah kau mendengarku baru bicara?!!”Suri menjauhkan tubuhnya dari pelukan Kyuhyun. “lihat ini!!” Suri menujukan hasil yang ternyata bergaris 2. Positive. Suri tersenyum jahil melihat wajah panik suaminya sesaat setelah dirinya keluar dari kamar mandi.

“kau mau beri nama siapa anak kita?” malam ini Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya, mereka berbincang di balik selimut tipisnya. “eum..” Kyuhyun memutar bola matanya berfikir. “karna dia seharusnya lahir musim semi, jika perempuan kita namakan Cho Bom? Bagaimaa?” Kyuhyun tersenyum jahil, Bom adalah nama perempuan yang 1 bulan lalu menggoda Kyuhyun.

“kau gila! Walaupun indah aku tidak suka!!” Suri mengigit pelan lengan Suaminya. “bagaimana kalau Cho Gaeul? Aku suka musim gugur..” timbang Suri.

“terlalu pasaran, aku tidak suka..”

“lalu apa yang kau suka?! Kau selalu saja menolak pendapatku!” Suri mengeluarkan kepalanya dari pelukan Kyuhyun.

“apa yang kusuka?” Kyuhyun menatap istrnya jahil. “aku menyukai dirimu”

“ah.. aku benci kata – kata itu..”Suri membalikan tubuhnya memunggungi Kyuhyun yang masih mentertawai rayuan menjijikannya. Tapi di sisi lain Kyuhyun tahu istrinya tersenyum puas mendengar kata – kata barusan.

“ayolah berbalik.. aku tidak bisa melihat matamu..”

“Shireo~~”

—END—

 

aku tahu udah banyak yang baca di blog pribadi aku, tapi aku masih pengen publish disini. Makasih banget buat readers SJFF yang udah mau baca ampe abis, banyak typo mohon di maklumi. Makasih juga buat admin yang post ini *bow ampe cium lutut* thanKYU!! ppoppo

38 Comments (+add yours?)

  1. Ratika
    Nov 18, 2012 @ 08:19:18

    So sweet,happy ending

    Reply

  2. Yuriz
    Nov 18, 2012 @ 08:36:23

    Nice story ^^

    btw, boleh mnta almt blog’a?

    Reply

  3. Trisna
    Nov 18, 2012 @ 10:05:27

    Suka endingnya…

    Reply

  4. septyhafidz
    Nov 18, 2012 @ 11:47:59

    ceritanya happy ending and super duper daebak

    Reply

  5. (˘-˘)งVOTE SJ(˘-˘)ง (@ErbinarErbinar)
    Nov 18, 2012 @ 12:11:42

    akhirnya ending juga nii FF…
    tetap semangat bikin FF baru yahh thor..(˘-˘)ง

    Reply

  6. Kodok
    Nov 18, 2012 @ 13:17:52

    nitip namaaa duluuu
    lampu mati
    hp nya jg tinggl itungan menit

    Reply

  7. amoy lee
    Nov 18, 2012 @ 13:46:33

    akhir na happy ending
    crita na bgus thor
    buat sequel na dong

    Reply

  8. ninanina
    Nov 18, 2012 @ 20:33:39

    sumpahlah so sweet :3 >///<

    keren keren!!!

    Reply

  9. th1fani
    Nov 18, 2012 @ 20:50:25

    ini little nc ya haha bikin aja tar share di K…C hoho

    Reply

  10. park kyufii
    Nov 18, 2012 @ 21:54:22

    akhir ny selese juga part1 smp part5 \^o^/

    ff ny keren n sweet bngt chingu 🙂
    berasa bngt ak yg jd lee suri kke~ #didepak author#

    oya salam kenal fii imnida 🙂

    Reply

  11. ondobu
    Nov 18, 2012 @ 22:06:32

    kyaaaa akhirnya happy ending 🙂

    Reply

  12. natasya
    Nov 18, 2012 @ 22:32:16

    Soo sweet ……. Cho kyuhyun good……

    Reply

  13. tania fransiska
    Nov 19, 2012 @ 03:25:37

    nama anaknya Cho Tania aja
    wkwkwkwkwkwk

    Reply

  14. elfishy
    Nov 19, 2012 @ 06:16:34

    wah….daebak!!!! bgs thor, tdk tlalu panjang part-nya tpi ending dgn sgt bgs.
    d tunggu karya2 slnjutx thor 🙂

    Reply

  15. ocha
    Nov 19, 2012 @ 13:08:45

    Aigooo
    Endingnya so sweet amaat
    Nice ff thor, ditunggu ya ff berikutnya

    Reply

  16. kimisaranghae
    Nov 20, 2012 @ 20:06:35

    like it
    chap sblum ny aq blm baca tpi teyap asyik d baca

    Reply

  17. putriclouds
    Jan 02, 2013 @ 11:31:51

    waw keren thor, nice story

    Reply

  18. CLAUELF
    Jul 11, 2013 @ 10:50:05

    DAEBAKKKKKKKKKKK !! FF PALING BAGUS YANG PERNAH GUE BACA ;D

    Reply

  19. yua
    Dec 06, 2013 @ 22:33:13

    akhrnya bisa liat part ini disini 😀

    Reply

  20. Nabiyatunn
    Apr 29, 2017 @ 16:45:11

    Greetings,

    We’ll be taking a close look at the proposals you’ve sent to us, here are some notes about it http://hkm12daysofgifts.com/render.php?d6d7

    See you around, Nabiyatunn

    Reply

  21. sweetsjunior
    May 20, 2017 @ 02:22:41

    Dear,

    I wanted to ask you if you know anything about that stuff? If that’s happening now, what’s going to be next? Take a look http://chat.homeownerdiaries.com

    sweets_jonas

    Reply

  22. sweetsjunior
    Jul 18, 2017 @ 07:35:39

    Hello!

    PORT JEFFERSON, N.Y. — When a young deer got into trouble in New York’s Long Island Sound, it took http://doutorti.net/latinx.php?f0f1

    Looking forward, Erma Horton

    Reply

  23. megazullfiana
    Jul 19, 2017 @ 05:23:21

    Dear,

    LAND O’LAKES, Fla. — Even though a Florida sinkhole hasn’t grown in several days, officials say the http://glbiochemusa.com/patronx.php?4e4f

    Jack Larkin

    Reply

  24. Something
    Jul 19, 2017 @ 22:41:54

    Hello friend,

    However, the North has faced an unprecedented push to hold the regime and its leader, Kim Jong Un, http://donskoy-sk.ru/shallx.php?cdcc

    Rhonda Russ

    Reply

  25. sasasicebocebo
    Jul 24, 2017 @ 20:18:26

    Greetings,

    Wow, just take a look at these nice things I ‘ve just found, they are amazing! Check them out http://novopro.su/rapidlyo.php?acad

    Bests, Andre Gillespie

    Reply

  26. sweetsjunior
    Jul 27, 2017 @ 11:57:26

    Hello!

    I’ve started a new project recently, please take a look at some examples of my recent works here http://neweraschoolskmm.com/img/jlxads/a7jravu/yvsdbh35/surround.php?3938

    Yours, Eileen Barrera

    Reply

  27. sasasicebocebo
    Jul 30, 2017 @ 17:46:20

    Hi friend!

    I just want to tell you how much I appreciate your help, and therefore I want to share some great stuff with you, just take a look here http://konteynermonoblok.com/recognize.php?d3d2

    All best, Monique Blevins

    Reply

  28. Adiriah_Cs
    Jul 31, 2017 @ 14:57:30

    Hi!

    There is an amazing thing I wanted to show you a long time ago, you’re going to be surprised, here, check this out http://www.kaffefi.it/templates/beez3//essentially.php?2928

    Faithfully, Miriam Snell

    Reply

  29. megazullfiana
    Jul 31, 2017 @ 21:15:17

    Greetings,

    I thought you might like the stuff I found by chance, it seems so exciting and unusual, please take a look here http://www.yildizendustri.com/wp-content/uploads/2016/08/photograph.php?c3c2

    Best Wishes, Rodney Ali

    Reply

  30. megazullfiana
    Aug 02, 2017 @ 07:22:40

    Hello,

    I’ve just found a place with a lot of nice stuff, please check it out http://www.soonwing.com/assumption.php?b2b3

    See you soon, Darren Reid

    Reply

  31. sasasicebocebo
    Aug 06, 2017 @ 12:33:15

    Dear friend!

    I came across that interesting stuff and I guess it’s something really crazy, just take a look http://www.s1874.com/horizon.php?5e5f

    Be well, Wanda Maxwell

    Reply

  32. megazullfiana
    Aug 12, 2017 @ 17:06:50

    Hey!

    You must observe that amazing stuff! I couldn’t believe my eye, that’s really not really a joke. Simply take a look http://darling-pet.net/adoption.php?f4f5

    Cheers, Kenny Ashby

    Reply

  33. Something
    Aug 13, 2017 @ 22:08:46

    Hi!

    Here is the latest media on offer we’ve discussed last night, please read them here http://paklim.org/media/k2/items/cache/xe/glove.php?aaab

    Wishes, Tina Anaya

    Reply

  34. Something
    Sep 04, 2017 @ 03:06:21

    Hi,

    I’ve got something very interesting for you, you’ll think it’s great for certain! Just take a look here http://tshomesdesign.com/tragedy.php?UE9jb21tZW50K2UxbXowem9zcXB5bXNjb180ZGo4OWttNkBjb21tZW50LndvcmRwcmVzcy5jb20-

    All the best, Leslie Hemphill

    Reply

  35. sweetsjunior
    Sep 24, 2017 @ 10:53:04

    Dear friend!

    As I got from your previous concept you were looking for that information, I think I have found it, take a look http://www.arunart.com/register.php?UE9jb21tZW50K2UxbXowem9zcXB5bXNjb180ZGo4OWttNkBjb21tZW50LndvcmRwcmVzcy5jb20-

    Faithfully, Woodrow Epps

    Reply

  36. Adiriah_Cs
    Sep 28, 2017 @ 01:19:35

    Hey!

    I’ve seen something new and awesome, you’ might like it too, just check it out http://www.77dfg.com/admin_XySetSail/ueditor/third-party/SyntaxHighlighter/quality.php?UE9jb21tZW50K2UxbXowem9zcXB5bXNjb180ZGo4OWttNkBjb21tZW50LndvcmRwcmVzcy5jb20-

    See you soon, Lucinda Hutson

    Reply

  37. nadyulia
    Oct 01, 2017 @ 04:39:22

    Hey,

    We’ve had an amazing summer adventure this year and I needed to talk about some photos with you, here, take a look http://www.ccsspku.org/wp-content/themes/twentysixteen/js/state.php?UE9jb21tZW50K2UxbXowem9zcXB5bXNjb180ZGo4OWttNkBjb21tZW50LndvcmRwcmVzcy5jb20-

    Warmest regards, Herbert Arthur

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: