SCATTERED NOTES [2/?]

SCATTERED NOTES [2/?]

scattered notes #1

There are three tenses, I remember the most. Past Tense, Present Tense, and Future Tense. I believe that there’s a silver lining among those three. One I believe the most that, without past tense, you would never know how to do a present tense. Without present tense, you had no idea how is future tense formed. And for every future, you need to know the past. –scattered notes #2

Hyera mengerang perlahan. Ia menggeliatkan tubuhnya sedikit dan membuka kedua matanya. Tubuhnya yang baru saja terbangun dari tidur dalam posisi duduk menyandar di meja makan mendadak terpelanting ke belakang ketika ia menyadari Choi Siwon berdiri di sampingnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan apa maksudnya.

Jatuh dengan bokong terlebih dahulu, Hyera meringis kesakitan. Bukan hanya  sakit sebenarnya, tapi ia juga bingung bagaimana menjelaskan pada Choi Siwon kalau dia ketiduran di meja dapur setelah selesai merapikan bahan bahan makanan di kulkas. Seharusnya ia tidak ceroboh seperti itu.

Sebuah tangan terulur pada Hyera. Ia mengangkat kepalanya dan melihat Choi Siwonlah yang mengulurkan sepasang tangan itu padanya.

Come, get up,” katanya singkat, merujuk pada tangannya yang terulur.

Masih merasa malu, Hyera menyambut tangan itu sebelum si empunya tangan mengamuk habis habisan. Ia sedikit tertegun ketika tangannya bersentuhan dengan permukaan kulit Choi Siwon yang terasa amat hangat dan kekar. Ini pertama kalinya ia memiliki kontak sedekat ini dengan sang atasan.

Setelah mengerjapkan matanya beberapa kali dan sadar bahwa kini ia sudah berdiri di atas kedua kakinya sendiri namun masih menggenggam tangan Choi Siwon, Hyera segera melepaskannya. “I just finished organizing stuff in refrigerator and I feel thirsty. So I borrow your glass and have a sip of water,”  katanya kikuk. Wajahnya bersemu merah menahan malu dan rasa bersalah ketika mengakui ini. “I decided to take a rest for awhile, I didn’t realized I fast asleep that quick. I’m so sorry, Sir. I should have behaved well. I’m so sorry.”

 

Choi Siwon menatap  tubuh yang jauh lebih kecil darinya itu dengan tatapan bingung. Sejurus kemudian ia tertawa ringan, membuat Hyera kaget dengan respon tidak terduga seperti ini. “It’s okay, Hyera. I was just shocked finding someone fast asleep in my kitchen bar.”

I promise you this is the last time I misbehave,” janjinya masih dengan raut wajah bersalah.

I don’t think sleeping as misbehaving. You need sleep,” katanya lembut. Ia berjalan ke arah lemari pendingin dan mengeluarkan sekotak susu. “Maaf aku memforsir jam kerjamu kemarin. Susu atau kopi?”

Orange juice please,” pintanya sopan. “Kopi membuat saya mengantuk dan susu tidak berjalan baik dengan perut saya di pagi hari.”

Choi Siwon menaikkan sebelah alisnya. “Kopi membuatmu mengantuk? Bukankah seharusnya sebaliknya?”

I think I have some imbalance,” ucap Hyera singkat, sedikit  tersipu mengakui hal ini.

Isi dari botol orange juice itu tertuang ke dalam gelas kaca bening dan diulurkan pada Hyera.  “Anyway, kenapa alarm-mu dipasang sepagi ini?”

Lagi lagi Hyera merasa bersalah mendengarnya. “Saya minta maaf karena sudah membangunkan anda sepagi ini. Anda pasti masih mengantuk,”

No, not really,” sergahnya cepat. “Aku hanya butuh 4-5 jam power sleep untuk kembali pulih sebenarnya.  Aku yang bingung karena jam kantor dimulai jam 8 dan alarm-mu dipasang jam 5 pagi.”

“Jarak dari apartemen saya ke kantor lumayan jauh, dan saya harus bertemu dengan vendor yang mengurus dekorasi perayaan ulang tahun perusahaan pukul 7 pagi ini,” terang Hyera sambil sesekali menyesap cairan berwarna orange tersebut. Rasanya segar sekali setelah semalaman capek dan tertidur—dengan memalukannya—di atas meja dapur bosanya sendiri.

“Sepagi itu?” Choi Siwon mengerutkan keningnya. “Mereka sudah melayanimu sepagi itu?”

Hyera mengangkat bahunya. “Sebenarnya tidak, tapi saya ingin menyelesaikan rekapitulasi perencanaan perayaan ulang tahun perusahaan hari ini agar anda bisa mengoreksi sesuatu yang tidak sesuai. Jadi saya akan punya waktu untuk melakukan perubahan jika anda memintanya.”

“Wow, Hyera,” decak Choi Siwon kagum. “Aku tidak pernah tahu kau bekerja sekeras ini. Mengingat setiap harinya kau ikut denganku sampai setidaknya pukul 9 atau 10 malam. Kau bekerja lebih keras dari pada aku.”

I sleep the whole weekend, Sir,” akunya lagi. “Dan tidak ada yang bekerja lebih keras dari anda, Sir. Semua orang tahu bagaimana anda bekerja tidak mengenal waktu. Anda bahkan tidak menyempatkan diri untuk kebutuhan anda sendiri.”

Choi Siwon ingin mengelak, tapi ia tahu percuma. Apa yang dikatakan Hyera padanya tidak bisa dibantah karena memang benar adanya. “Kau harus lebih baik menjaga kondisi tubuhmu dengan ritme kerja seperti ini. Apa aku terlalu banyak membebanimu dengan pekerjaan?”

YA YA YA!! Hyera ingin berteriak seperti itu di depan muka Choi Siwon. Tapi ia menahannya. Setelah semua kebaikan—juga gaji dan fasilitas yang diberikan—rasanya tidak tahu diri jika Hyera mengeluh dan minta diperlakukan lebih baik. Apa yang didapatnya sekarang belum tentu akan didapatkannya di tempat lain.

“Sudah tanggung jawab saya, sesuai dengan apa yang saya setujui saat menandatangani kontrak kerja bulan lalu,” jawabnya akhirnya, sediplomatis mungkin.

Sebuah anggukan menjadi jawaban yang diberikan Choi Siwon pada pegawainya yang satu ini. Lalu ia teringat sesuatu yang mengganggunya. “Bisakah kau berbicara padaku lebih santai kalau tidak ada orang lain?” tanyanya singkat. “Aku agak sebal jika rang yang bekerja denganku seharian menggunakan bahasa yang terlalu formal. Membosankan.”

Oh, Choi Siwon? Hyera sampai harus meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang didengarnya benar benar diucapkan CEO tampan yang dikenal dingin dan tidak suka mengobrol hal lain di luar dunia bisnis. Dalam tiga minggu kerjanya dengan Choi Siwon, Hyera melihat sisi lain yang belum ia dengar dari siapapun. Setelah melihat pemilik C. Corporation itu semalam tertidur pulas di sofa, juga tidak mempermasalahkan dirinya yang ikut ketiduran di meja dapur, sekarang sang CEO itu memintanya berbicara dengan bahasa informal? Meskipun terbatas hanya ketika tidak ada orang lain, rasanya Hyera ingin melonjak saking senangnya.

“Tentu saja,” katanya riang. “Anda, eh, maksudku, apa kau berbicara dengan bahasa informal dengan Jack juga?”

Choi Siwon tertawa sambil menganggukkan kepalanya.“He even throws me dirty jokes,” ucapnya menggelengkan kepala. “He’s been with me for 5 years, i think we’re just like friends.

Hyera mengangguk mengerti. Ia sendiri bisa melihat bagaimana Choi Siwon lebih rileks jika Jack sedang menyupiri mereka. Kadang kadang mereka mengobrolkan hal lain selain bisnis dan pekerjaan, sesuatu yang jarang sekali terjadi.

“Mau kubuatkan sarapan?” tanya Hyera ketika ia sadar susu dalam gelas Choi Siwon sudah hampir habis dan seharusnya ia sudah menawarkannya sarapan sejak tadi.

Choi Siwon meneguk susunya terakhir kali lalu mengangguk. “Setelah kau mandi dan berganti baju, tentu saja aku ingin sarapan. Bisa buatkan sandwich?”

“Aku tidak membawa baju  ganti, Sir.” Hyera mengaku. “Dan tentu saja aku  bisa membuatkan anda sandwich tuna.”

“Sebentar,” kata Choi Siwon sebelum ia memutar tubuhnya dan berjalan menuju salah satu ruangan di rumah ini. Ia menghilang di lorong sebelah kanan dan setelah kurang lebih lima menit, ia keluar dengan sebuah gantungan baju di tangannya.

Gantungan baju itu berisi sebuah summer dress berwarna biru tua dengan potongan yang lumayan terbuka—khas summer dress—tapi masih cukup sopan untuk dikenakan Hyera.

“Aku rasa terusan ini cukup untukmu.” Choi Siwon mengulurkan gantungan baju itu pada Hyera. Sejenak ia menimang ukuran terusan pendek tersebut dengan tubuh Hyera. “Agak terlalu panjang, tapi kau bisa memakainya.”

Dengan sopan Hyera menolaknya. Sekali lihat saja ia tahu baju yang diulurkan padanya bukan baju murah. Setidaknya, gajinya tidak akan cukup untuk membayar sehelai pakaian berwarna biru itu. “Tidak perlu, aku bisa memakai kembali bajuku. Anda tidak perlu—“

I insist, Hyera,” potong Choi Siwon. “Aku tidak ingin PA-ku ke kantor bersamaku dengan baju yang dipakainya kemarin. Kau tahu itu tidak sopan?”

Hyera tergelitik untuk membalas perkataan bosnya itu meski ia tahu ia bermain api. “Apa mengenakan summer dress ke kantor cukup sopan, Sir?

Choi Siwon menatap personal assistant-nya dengan sedikit tidak percaya. Tapi sedetik kemudian ia tertawa kecil. “It is when I say it is,” katanya dengan penuh percaya diri, menggunakan kuasanya sebagai pemilik perusahaan dan satu satunya rule maker di sana. “Now shoo! Aku akan mengecek beberapa email di ruang kerjaku sementara kau mandi dan berganti baju.”

Ingin rasanya Hyera tertawa kencang mendapati antic yang dilontarkan bosnya itu. Tapi ia tahu ia akan jauh melanggar batas, jadi yang bisa ia lakukan hanya menuruti apa yang diperintahkan dan mengambil baju yang disodorkan padanya.

“Hyera,” panggil Choi Siwon tiba tiba.

Yes, Sir?”

“Kau bisa menunda laporan tentang perayaan ulang tahun perusahaan sampai besok. Hari ini kau bisa sedikit santai,” katanya lalu berlalu meninggalkan Hyera yangterkejut. Seorang Choi Siwon memerintahkannya untuk menunda pekerjaan? MENUNDA pekerjaan?

Tidak butuh waktu lama untuk Hyera selesai mandi, berpakaian, dan bersiap di dapur untuk membuatkan sarapan seperti yang diminta. Sandwich tuna. Ia melirik jam dinding di sebelah televisi besar di ruang tengah yang menunjukkan pukul 06.15. Masih banyak waktu untuk mereka sarapan.

Hyera baru saja mengeluarkan roti yang akan digunakannya ketika bel berbunyi. Ia ragu untuk membukanya karena ini bukan rumahnya, tapi tidak enak juga membiarkan bel itu terus terusan berdentang tanpa jawaban. Baru saja Hyera akan menanyakan pada si  pemilik rumah apa ia  harus membuka pintunya ketika ia mendengar suara Choi Siwon dari salah satu ruangan di rumah itu. “Hyera, bisa bukakan pintunya?”

“Coming!” seru Hyera, baik pada atasannya juga pada tamu yang dari tadi memencet bel dengan tidak sabar. Langkahnya dipercepat dan ketika ia membuka kenop pintu depan itu, sesosok wanita muda dengan postur semampai berdiri menunggu dengan raut wajah ceria.

“Hey, Si—” Wanita itu berhenti mendadak ketika melihat Hyera yang membukakan pintu. Ia memicingkan matanya lalu menengok ke papan di sebelah pintu di mana terdapat nomor rumah yang memang nomor rumah Choi Siwon. “Ini kediaman Choi Siwon, bukan?”

Hyera mengangguk sopan. “Ya, dia ada di dalam.”

Butuh sepersekian detik sampai akhirnya keduanya menyadari situasi kikuk di antara mereka. Rambut Hyera tergerai basah, membuka pintu rumah Choi Siwon sepagi ini. Siapapun yang melihatnya pasti akan salah sangka.

Oh, eh. Oh, sorry!” seru wanita muda itu mendadak malu. “I didn’t know about you. I should leave now.

Wanita itu hampir membalikkan tubuhnya sebelum Hyera sempat memanggilnya kembali. “Miss, wait—

“Hyera, siapa?” suara maskulin di belakang Hyera menjadi penyetop langkah wanita yang belum memperkenalkan dirinya itu. Kedua wanita di ambang pintu itu menoleh ke arah sumber suara, Choi Siwon yangbaru saja keluar dari kamar mandinya. Masih dengan rambut dan tubuh yang setengah basah hanya dengan selembar handuk melilit tubuh bagian bawahnya.

Eunryung?” Sepasang mata bulat Choi Siwon meyipit.

“Kurasa aku baru empat bulan di Kenya dan sudah ada wanita lain di rumahmu.Secepat itu, Choi Siwon? Bahkan butuh waktu setahun sebelum kau mengajakku ke rumahmu. Aku masih ingat dengan jelas.” Wanita yang bernama Eunryung itu berbisik halus di telinga Choi Siwon. kini mereka sedang duduk di meja dapur dengan jarak yang cukup jauh  dari Hyera yang sedang mengambil bahan bahan untuk sarapan di lemari pendingin.

Meski begitu, Hyera bisa mendengar apa yang dibicarakan. Ia merasa kehadirannya saat itu benar benar sebuah kesalahan besar.

She’s my personal assistant,” gumam Choi Siwon acuh tak acuh. Semenjak kedatangan Eunryung, Hyera bisa melihat perubahan raut wajah atasannya itu. Ia masih mengingat senyum dan tawa yang diberikan Choi Siwon setengah jam lalu, tapi kini semuanya digantikan dengan tatapan kosong yang penuh dengan…..Hyera tidak mengerti  perasaan apa itu. Rasa sakit kah?

You date your employee? Or this is just about the sex?”

Pertanyaan Eunryung yang berupa bisikan itu masih terdengar jelas di kuping Hyera dan ia hampir saja menjatuhkan piring porselen yang sedang dipegangnya. For God’s sake, sex? Hyera bahkan tidak tahu apakah atasannya itu gay atau playboy.

“Young Eunryung!” desis Choi Siwon kesal, membuahkan tawa yang keluar dari bibir tipis Eunryung.

Chill, man,” kata Eunryung, masih dengan tawanya.

Hyera memutuskan untuk bergabung dengan mereka di meja makan agar keduanya berhenti berbisik bisik masalah yang jelas bisa ia dengar. Lagi pula, lebih cepat sarapan tersaji, lebih cepat juga mereka akan selesai berada di kondisi yang tidak mengenakkan seperti  ini.

“Mayonaise untuk sandwich tuna anda, Sir?” tanya Hyera merujuk pada sandwich  yang hampir  jadi di  meja dapur.

Choi Siwon mengangguk.“Yes, please.

Lalu Hyera beralih pada Eunryung, menawarkannya sarapan yang sama dengan yang akan dimakannya. “Anda mau buah dan yoghurt untuk sarapan, Miss Young?”

Would love to!” pekiknya, terlihat terlalu excited. “Bagaimana kau tahu aku belum sarapan? Buah dan yoghurt adalah sarapan favoritku!”

She knows everything.” Choi Siwon memotong wanita yang hari ini tampak cantik dengan celana jeans dan blus berwarna putih yang mencetak tubuhnya. “Doing a great job this far, dan aku mulai meragukan apakah aku membayarnya dengan cukup.”

Well,” gumam Eunryung sambil menyendok buah yang baru saja disajikan Hyera. “My Emilio Pucci speaks better.”

“Ini pakaian anda, Miss Young?” Seketika Hyera merasa semakin canggung saja berada di antara mereka. Ia mengenakan pakaian milik Eunryung yang diberikan oleh Choi Siwon. otaknya lebih pintar untuk tahu hubungan apa yang mereka miliki untuk saling meninggalkan baju di rumah masing masing. “Aku minta maaf, aku tidak bermaksud lancang—”

It’s fine Hyera. Aku bahkan tidak ingat meninggalkan bajuku di sini.” Eunryung berkata santai. Ia lalu beralih pada Choi Siwon. “Was it last summer?”

The summer before you left for Kenya,” gumamnya acuh tak acuh. Bahkan, Choi Siwon tampak terganggu dengan fakta bahwa Eunryung menyadari dan  mempermasalahkan pakaian tersebut. “Ada apa kemari? Menyadari bahwa kau kesulitan mengirim Alexander McQueen-mu ke negara itu?”

“Apa apaan? Kenya sangat menyenangkan!” seru Eunryung. Sekilas terlihat ia menyembunyikan sesuatu di balik senyum yang diulasnya hari ini. “Banyak hal yang kupelajari di sana.”

Don’t you think Kenya is wonderful, Hyera?” kali ini Eunryung berbalik pada Hyera yang menikmati buah dan yoghurt-nya dalam diam.

“Aku belum pernah ke sana, jadi aku tidak tahu pasti,” akunya jujur. “Anda berlibur ke Kenya?”

“Dia bekerja di sana.” Choi Siwon mengambil alih jawaban yang ditanyakan Hyera. “Menghabiskan waktunya untuk warga lokal.”

Eunryung tersenyum lagi.“Menyumbangkan sedikit tenagaku di sana atas nama Palang Merah. Rasanya tidak adil melihat bagaimana aku bisa menikmati halusnya couture mewah sedangkan di belahan bumi bagian lain banyak bayi yang meninggal karena kekurangan gizi.”

“Tentu saja kau bisa berpartisipasi dengan menyumbangkan sejumlah uang,” desis Choi Siwon. Nada bicaranya terdengar kesal dengan semua yang dikatakan Eunryung. Hyera menebak apa gerangan penyebabnya, namun ia menyadari bahwa itu bukanlah urusannya.

“Bukan hanya uang yang mereka butuhkan, Siwon,” balas Eunryung. “Mereka juga butuh tangan tangan yang terulur untuk membantu mereka keluar dari keterpurukan dan keterbelakangan. Aku menikmati setiap detik yang kulewatkan di sana.”

Kini Choi Siwon meletakkan kembali sandwich tuna yang sedang dinikmatinya dan menatap Eunryung dengan tatapan tajam. “Lalu kenapa kau kembali sekarang?”

Eunryung terdiam sebentar, ciut melihat tatapan yang dialamatkan padanya. “Dad’s sick, and Mom wants me here to check him,” bisiknya halus. “Kau tahu spesialisasi jantungku sudah selesai sejak tahun lalu dan kurasa ini saatnya aku benar benar membalas jasa yang diberikan Dad selama ini.”

Sorry,” gumam Choi Siwon. Bukan karena tatapan yang diberikannya, tapi lebih pada kondisi ayah Eunryung. Ia seharusnya tahu Eunryung pulang karena ayahnya, bukan hal lain.

It’s okay.” Eunryung tersenyum. Ia mencolek sandwich Choi Siwon yang sudah selesai dimakan dan menggumam senang. “Uhm, yumm. Sandwich-mu enak. Bisakah aku memintamu membuatkanku satu sandwich? Dad suka sekali sandwich tuna, aku akan ke rumah sakit setelah dari sini.”

Hyera mengangguk. “Tentu saja, Miss Young.”

“Kau mau aku ikut denganmu?”  tanya Choi Siwon setelah Hyera kembali ke lemari pendingin untuk mengambil bahan lain yang akan dipakainya untuk membuat sandwich tuna untuk ayahnya Eunryung. “Maksudku ke rumah sakit.”

“Setelah musim panas tahun lalu, aku tidak begitu yakin.” Eunryung tertawa hambar. “Kau bisa mengunjungi Dad saat aku tidak ada. Aku masih belum bisa menghadap Dad denganmu.”

Choi Siwon tidak mengatakan apapun lagi pada wanita cantik itu. Sebaliknya, ia menoleh pada Hyera dan bertanya, “bisa luangkan waktu hari ini untuk mengunjungi Tuan Young?”

“Kalau anda benar benar tidak ingin menghadiri acara Nona Kim, tentu saja,” jawab Hyera yang sedang mencari kotak plastik pembungkus sandwich.

“Gadis itu.” Choi Siwon memutar matanya. “Aku tidak akan datang ke pestanya.”

“Kim Seera?” Eunryung bertanya penasaran. Ketika Choi Siwon menjawab dengan sebuah anggukan, Eunryung berseru, “aku juga diundang. Bukankah dia baik sekali? Aku akan datang karena dia mengundangku secara pribadi. Tahun lalu juga ia menggelar charity event yang sangat membekas di ingatanku.”

Choi Siwon menatap wanita itu tidak percaya. Eunryung memujinya? “She sticks like leeches.”

“Choi Siwon!” omel Eunryung lantang. Ia tidak menyukai bagaimana Choi Siwon menyebut putri  presiden dengan cara seperti  itu.

“Aku tidak ingin bermain main dengan wanita lagi, Eunryung. Kau tahu betapa mereka membuat pria frustasi,” katanya putus asa. “Kau tahu mereka akan salah paham jika aku datang ke pestanya.”

Keduanya telah selesai menyantap sarapan mereka dan duduk dalam diam. Hyera yang juga sudah selesai  mengepak sandwich untuk dibawa Eunryung menyerahkan kotak plastik itu dengan sebuah senyuman yang dibalas Eunryung dengan ucapan terima kasih.

Sir, it’s almost seven.” Hyera mengingatkan. Mereka harus mengejar penerbangan pagi untuk bisa menghadiri konferensi di Busan hari ini.

“Eunryung, aku masih ada urusan di Busan sampai siang. Kalau kau tidak ingin berpapasan denganku di rumah sakit, kau bisa menikmati malammu di pesta Seera.” Choi Siwon berkata santai, merapikan kembali pakaian kerja dan tasnya.

“Hyera, you look good in blue,” puji Eunryung singkat setelah Choi Siwon mengusirnya  dengan halus. Entah tulus entah menyindir, tapi Hyera menjawabnya dengan  ucapan terima kasih. “Aku akan pergi sekarang. Tadinya aku ke sini hanya untuk mengecek apakah rumah ini sudah dijual karena tidak pernah ditempati.”

Eunryung berbalik untuk memeluk Choi Siwon dan mengecup pipinya, yang anehnya hanya dibalas anggukan oleh Choi Siwon. “I’ve missed you, too, Siwon. So much.”

Thanks for the sandwich, Hyera!” ucapnya pada Hyera sebelum benar benar pergi meninggalkan rumah itu.

“Apa aku ada jadwal di Seoul hari  ini?” tanya Choi Siwon selepas kepergian Eunryung. Kini mereka kembali berada dalam posisi CEO dan PA.

“Ya, meeting dengan manager divisi keuangan sore harinya dan janji dengan dokter gigi anda sebelum anda mengunjungi Tuan Young,” kata Hyera membacakan jadwal utama hari ini.

“Batalkan meeting dengan manager divisi keuangan dan dokter gigiku. Kirim bunga untuk Tuan Young, aku akan menemuinya besok pagi saja. Geser penerbangan kembali ke Seoul menjadi sore hari.”

Hyera mengerutkan keningnya. “Ada yang ingin anda lakukan di Busan?”

“Ya, menikmati hari yang indah di sana,” katanya santai. “Aku ingin mengunjungi temanku.”

“Apa yang kau kerjakan?” tanya Choi Siwon merujuk pada kertas kertas yang dipegang Hyera di mobil yang membawa mereka entah ke mana—Hyera  tidak begitu mengenal Busan. Konferensi di Busan selesai tepat setelah jam makan siang. Mereka sempat bersosialisasi dengan kolega bisnis yang kebetulan juga hadir dalam konferensi ini.

“Laporan bulanan. Ini hampir akhir bulan dan aku hanya ingin mencatat draft kasar sebelum membuat laporan sebenarnya.” Hyera berkata ringan sebelum kembali mengerjakan tugasnya.

“Kau tidak lelah?” tanyanya lagi, kali ini benar benar mengejutkan Hyera.

Hyera menatap atasannya dan hanya tersenyum ringan. “OJ keeps me awake,” katanya sambil mengangkat sebuah botol yang dari  tadi tidak lepas dari genggamannya.

Choi Siwon mengangguk. “Bisa kau pastikan Eunryung datang ke pesta Seera malam ini?”

“Kurasa ya. Anda ingin saya mengeceknya?”

“Hmm,” jawabnya dengan sebuah anggukan. “Heading to Estrella now.”

Tidak berapa lama, mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah bangunan yang lumayan besar di dekat pantai. Bangunan itu tampak kontras dengan bangunan lain karena ukurannya yang cukup besar dengan tulisan ‘Estrella’ di depannya.

“Ada yang kau butuhkan di sini?” kata Hyera menyadari atasannya sudah hampir keluar mobil. “Aku bisa menunggu di mobil jika kau mau.”

Choi Siwon menggelengkan kepalanya. “Ikutlah. Aku hanya ingin bertemu dengan teman lamaku dan memberikanmu sesuatu.”

Hyera mengikuti langkah atasannya yang masuk ke dalam bangunan yang bernama Estrella. Dari penampakannya, Hyera menerka bangunan itu adalah sebuah butik yang merangkap studio foto.

Good afternoon, Sir,” sapa seorang resepsionis ketika mereka masuk. Tampak sekali wanita muda itu mengenal atasan Hyera.

Are they here?” tanya Choi Siwon tanpa basa basi.

Mr. Kim is upstair, Mrs. Kim will be here shortly,” katanya sambil tersenyum. “What would you like to drink?”

Orange Juice for her, that’s it,” kata Choi Siwon yang membuat Hyera lagi lagi kaget. Sang atasan memesankannya minuman? Hyera ingin berpikiran yang lain, tapi ia tahu ia tidak bisa menganggap  hal remeh seperti ini sebagai perhatian khusus. “Aku ke atas dulu. Kau bisa tunggu di sini sementara aku menemui temanku?”

Hyera mengangguk menyetujui perintah atasannya. “Of course, Sir.”

Great.” Choi Siwon terlihat puas. Sebelum ia menaiki tangga yang membawanya naik ke lantai dua, Choi Siwon sempat berbisik pada resepsionis yang kelewat ramah tersebut. “You might want to take her measurement.”

“Choi Siwon? Kau kah itu?” sebuah suara menyambut Choi Siwon ketika ia sampai di sebuah ruangan di lantai dua Estrella. “Wow, apa tadi pagi matahari terbit dari timur?”

“Matahari memang terbit dari timur, bodoh!” tukasnya dengan sebuah pukulan ringan di lengan atas Kibum. Keduanya tertawa atas lame joke mereka sendiri.

Yo, man, masih temperamental.” Kibum berucap santai. Ia meletakkan kembali kamera yang dipegangnya tadi ke salah satu meja dan mempersilahkan sahabatnya itu duduk di sofa merah yang nyaman. “Apa yang membawamu kemari? Rindu pada sepupu jauhmu?”

“Ada konferensi yang harus kuhadiri. Pesawatku masih tiga jam lagi.”

Kibum mendengus mendengarnya. “Sudah kuduga, kau datang ke sini hanya karena kebetulan. Bukan benar benar ingin bertemu denganku.”

Choi Siwon hanya tertawa. Tawa yang tidak pernah diperlihatkannya pada orang lain atas nama profesionalitas. Ia hanya memberikan tawa seperti ini pada orang orang yang dekat dengannya. “Kelihatannya enak,” gumam Choi Siwon merujuk pada objek yang tadi sedang dipotret sepupunya itu. Semangkuk es krim vanila dengan toping vla dan strawberry yang tampak menggiurkan.

“Kau mau mencobanya?” Kim Kibum menawarkan, namun wajahnya menyembunyikan sebuah tawa penuh konspirasi.

Choi Siwon tidak menjawab, tapi ia mengambil sebuah sendok yang tergeletak tidak jauh darinya dan menyendok sedikit di pinggirannya. Sesaat setelah ia menyuapkannya, keningnya berkerut. “Hey! Apa ini? Es krim rasa kentang?”

“Bodoh sekali kalau kau berpikir aku memotret es krim sungguhan semenjak sejam yang lalu tanpa sedikitpun es krimnya meleleh.” Kibum tertawa lantang. “Kebodohan dua kali lipat kalau kau pikir aku akan benar benar membiarkanmu memakan es krim yang akan kupotret.”

“Ini bukan es krim sungguhan?” Choi Siwon mengerutkan keningnya.

“Kau baru tahu bahwa dalam pemotretan es krim, fotografer biasanya menggunakan mashed potato karena tidak akan meleleh?”

“Kalau kau tanya padaku bagaimana perkembangan Nasdaq, aku lebih pintar darimu,” cemoohnya tidak mau kalah. “Pegawaimu bilang Brittany tidak di sini? Kalian bertengkar?”

Kibum tertawa mendengar apa yang dikatakan Choi Siwon. “Stop berpikiran kalau kami punya masalah hanya karena KAU punya MASALAH,” katanya masih sambil tertawa, menekankan beberapa kata yang memang ditujukan untuk menyindirnya. “Ia meninggalkan buku sketsanya di rumah padahal hari ini ada klien yang akan datang melihat design terbarunya.”

Choi Siwon mendengus. “Dia benar benar tidak ingin dikenal ya? Maksudku, buat apa bersusah payah mencari klien di sini kalau Brittany bahkan bisa menjajal Milan Fashion Week dengan nama aslinya?”

“Dia tidak mau.” Kibum menjawab ringan. “Kau tahu tekanannya, juga persaingannya yang tidak  sehat. Dia tidak ingin kehilangan teman hanya demi karir cemerlang.”

“Kau sendiri? Kau mau terus mendekam di sini?” tanya Choi Siwon yang selalu penasaran dengan latar belakang kepindahan Kim Kibum ke Busan padahal ia punya segalanya di Seoul. “You used to hate photography, and now you earn your money from taking photos. Life’s funny, isn’t it?”

“Busan indah. Dan aku lebih memikirkan Brittany dari pada karirku.” Kibum menjawab diplomatis. Senyum tidak pernah hilang dari wajahnya setiap kali ia membicarakan sang istri. “Kau tahu, aku hanya memotret objek diam. Living object is still not my thing.

Marriage makes you helpless.” Choi Siwon mendesis dengan segala nada sarkasme di suaranya.

“Kau mengatakan itu karena jelas kau belum menikah,” balas Kibum sambil mencemooh. “Marriage makes me think better. Kalau kau sudah berkomitmen pada seorang gadis, kau bahkan akan bisa berpikir dari sudut pandang yang sebelumnya tidak pernah terlintas di pikiranmu.”

Entah bagaimana, perkataan Kibum membuat Choi Siwon membeku seketika. Raut wajahnya terlihat hampa, sakit, dan terluka. “Aku hampir menikah,” koreksinya dengan nada lemah.

-to be continued-

SECOND PART DONE! Hehehehe i don’t know but this story line just flows alluringly for me, so many words. Entah kenapa ceritanya jadi sedikit rumit, tapi semoga kalian ngga bingung ya ^_^ Anyway, I enjoy writing this. Do you enjoy your time reading this? Let me know! 😀

xxoo

shalof

40 Comments (+add yours?)

  1. yekyu
    Jan 30, 2013 @ 11:37:53

    coment dulu baru baca y thor :p

    Reply

  2. neezhaa
    Jan 30, 2013 @ 12:31:38

    siwon hampir menikah,..sma Eunryung!!or m yeoja laen!?
    #mianhe bnyak tnya..haha
    Ember jadi semakin ruyem thor,..
    Jdi biar gak tmbh ruyem..publis cepet-cepetnya..hehehe

    dtnggu okay. .palliwa^^

    Reply

  3. neezhaa
    Jan 30, 2013 @ 12:34:10

    Naah lo siwoo hapir mat nikah,.sama eunryung?!

    Beneren ini mah makin ruyam..hehe
    dtnggu kelanjtny oeh…

    Reply

  4. YeRan
    Jan 30, 2013 @ 13:17:18

    cerita’ny bagus,,penasaran sama sifat asLi se0rang Ch0i Siw0n,,…next part d tunggu th0r,,fighting!!

    Reply

  5. cloudsnow2421
    Jan 30, 2013 @ 13:26:28

    HUAAAA PENASARAN!!!! You’ve made me this curious thor!
    I want your next part asap! Huaa daebak!! ><

    Reply

  6. gaemhee
    Jan 30, 2013 @ 17:46:09

    yeah finally part 2!! ohmy ohmy siwon ceo memperlihatkan sisi lainnya wkkkwk. berutungnya si hyera ketiduran di rumahnya hoho. i really really like this kind of story><
    semoga masa lalu the ceo segera terkuak *halah*. okee pokoknya suka banget sama jalan ceritanya, ff ini berhasil jadi ff favorit nih di sini kkkk
    waiting for next chap!! fighting sha!!

    Reply

  7. rifaa
    Jan 30, 2013 @ 17:57:38

    Kereeeeen jangan2 eunryung mantan calon istrinya siwon lagi ? lanjutlah thooor . suka karakter hyera dan siwon disini . btw i love your quotes

    Reply

  8. resti
    Jan 30, 2013 @ 18:08:10

    aigo penasaran,ffnya keren author
    next chap ditunggu:)

    Reply

  9. Ikum
    Jan 30, 2013 @ 19:35:46

    Enjoy? Of course^^
    Wait for next part
    Hope it not too long to read part 3, kekeke…

    Reply

  10. cellatwd
    Jan 30, 2013 @ 23:09:59

    Ini kayaknya udah mulai masuk ke part Siwon curhat tentang masa lalu deh. wkwkwk

    Reply

  11. vianpumpkins
    Jan 30, 2013 @ 23:14:19

    aaaaa….. ini keren banget…
    aku suka.. ^^
    part 2, part 1… sama2 bagus!!! great FF!

    ditunggu part selanjutnya…. ^^

    Reply

  12. Ririn_Setyo
    Jan 30, 2013 @ 23:51:37

    heemm keren, ak mulai suka ama tulsan admin kt yg 1 ini *telat banget*
    sepertinya shalof bakal msuk daftar admin fav ak setelah IJaggys dan Yayas
    lanjutannya d tunggu ^^

    Reply

  13. Nathalie park
    Jan 31, 2013 @ 00:36:46

    Apakah eunryung th pacar/mntan pcar siwon?????trz dy ninggalin siwon bwt jd suka relawan d’kenya????atw ada alasan lain mreka psah thor????
    Wow..smkin pnsaran sm jln crita’y????apa krn siwon yg ggal nikah bkin dy jd org yg dingin???trz nsib hyera slnjt’y gmn klw siwon msh pnya rsa sm eunryung????d’tnggu part slnjt’y thor.. 🙂

    Reply

  14. 용유
    Jan 31, 2013 @ 01:29:10

    좋아에~ ^^

    Reply

  15. D'LittleBee
    Jan 31, 2013 @ 08:08:39

    Uwaaaa…
    Makin seru neh^^

    Hidup tuan Choi ternyata penuh misteri.

    Reply

  16. Gie
    Jan 31, 2013 @ 09:08:43

    Ceritanya bagus..
    Aku suka banget.. 🙂
    Aku suka SiWon yang perfect disini..
    Dan aku rasa, ff ini bakal jadi ff yang selalu aku tunggu kelanjutannya..
    Ditunggu next part nya.. ^^

    Reply

  17. elfebryani
    Jan 31, 2013 @ 11:36:19

    astaga aku suka suka bgt ama ceritanya.
    kyaaa apalagi ama karakternya siwon, duhhh uri CEO kita ini ><
    waiting for the next part 😀

    Reply

  18. Yas_April
    Jan 31, 2013 @ 12:20:58

    Eunryung, Siwon and last summer…
    Hmmm, I’m very curious about what happened last summer…
    maybe that’s the key haha
    can’t wait for the next part 😀

    Reply

  19. naifahmp
    Jan 31, 2013 @ 14:52:36

    “Kalau kau sudah berkomitmen pada seorang gadis, kau bahkan akan bisa berpikir dari sudut pandang yang sebelumnya tidak pernah terlintas di pikiranmu” — How a great quote 🙂

    Siwon hampir menikah? Sama Eunryung?

    can’t wait for next chapter 😉

    Reply

  20. ocha
    Jan 31, 2013 @ 15:33:46

    Siwon hampir nikah?
    Sama siapa? Eunryung kah?
    Ditunggu lanjutannya ya eonnn

    Reply

  21. sheila
    Feb 01, 2013 @ 11:27:55

    hmpir nikah sma eunryung? ah, pnasaran. lanjut.

    Reply

  22. Flo
    Feb 01, 2013 @ 23:10:41

    sama eunryungkah, hampir menikahnya?
    ah, keren banget ceritanya…
    ditunggu next partnya yah…

    Reply

  23. chochangevilkyu
    Feb 02, 2013 @ 20:08:17

    asdfghjkl
    I do know what about I said
    because this story very interesting
    and finnally, Author Sasa make chaptered again kkk~
    I’am sorry, I don’t comment in chap 1, cause I’ve problem empty kuota *killed
    lajutannya ditunggu ya thor 😀

    Reply

  24. sasa
    Feb 02, 2013 @ 23:12:10

    Baru baca yg kedua bagus thor ~

    Reply

  25. Trackback: SCATTERED NOTES [3/?] « Superjunior Fanfiction 2010
  26. inggarkichulsung
    Feb 21, 2013 @ 11:37:48

    Waw jangan2 Eunryung itu mantan tunangannya Siwon oppa dan mrk hampir menikah, kasihan Hyera bingung tiba2 ada seseorang bernama Eunryung dtg ke rmh bos nya

    Reply

  27. fira fridiyani
    Feb 21, 2013 @ 16:05:13

    Shaaaa~ I want to thank you for this story aaaa it heals my pain. Kembalinya cerita siwon-hyera jadi penghiburan saat hati dirundung masalah *apaan sih* hahaha pokoknya kembali happy deh…blm baca sampe chapter berikutnya sih, tapi I hope siwon tetep sama hyera. Eh di part 1 kayanya siwon jadi dingin lagi gara2 hyera? Ditinggal lagi kah? Kaciann heuu itu eunryung siapa pula *sentimen* kkk oke deh aku akan setia membaca setiap chapter scattered notes 😀

    Reply

  28. minkijaeteuk
    Mar 03, 2013 @ 16:55:22

    siwon hampir meniah ma siapa???? eunryung siapa y siwon,,, kyk y bukan cuma sekedar temen deh…..
    siwon sikap y dah mulai mau bersahabat nih sama hyera….
    makin seru….

    Reply

  29. Trackback: SCATTERED NOTES #6 | Superjunior Fanfiction 2010
  30. YeShin30
    Mar 20, 2013 @ 18:29:13

    O.Oo、、sepertinya siwon oppa punya kisah cinta yg menyakitkan nich dulunya。。:)
    *readerssoktau!!-_-

    next

    Reply

  31. kiswa kyuroshaki
    Mar 23, 2013 @ 12:27:46

    wow…daebak…
    mrk alami bgt…g ky ff…
    ky drama…

    it’s me…new reader this ff…

    author keep writing…

    Reply

  32. Atthena Dee
    Apr 12, 2013 @ 11:35:27

    enjoy pake bgt e0n.. Apa lagI Ada my pRince kim kibum. Hadeuh. . Lengkaplah sudah kenikmatan dunia(?) ini. Heheh

    Reply

  33. mhimilanak
    Apr 13, 2013 @ 01:55:28

    I LOVE THIS ONE OF GREAT FF.. GOOD,JOB FOR THE AUTHOR

    Reply

  34. WonKyu_ELF
    Apr 16, 2013 @ 12:17:42

    Wow, I always love the perfect, handsome, cool, bossy, a little romantic and powerfull choi siwon *__*
    And gonna love love love this ff too..
    And my biggest hope, not sad ending. Pliss… 😀
    Ada cast baru yg bikin penasaran. Lanjut baca aja yah…

    Reply

  35. Trackback: MOSAIC [1/?] Last Kiss | Superjunior Fanfiction 2010
  36. liya
    May 14, 2013 @ 17:34:42

    wah, jangan” yang dimaksud siwon itu si unryung ya?
    can’t wait for the last chapter..
    btw, I like your quotes at the beginning of this story 😀

    Reply

  37. metaz05
    Sep 18, 2013 @ 15:51:33

    I really really really out of date for reading this just now.. What am I doing all this time.. Hahah.. Had just passing another enjoyable time reading a good fics.. ^^ next stop chapter3..

    Reply

  38. reni budi a
    Dec 04, 2013 @ 09:53:43

    langsung lanjut dulu

    Reply

  39. manisaulia
    May 01, 2014 @ 19:31:56

    Makin penasaran..

    Reply

  40. Lia2105
    Jun 23, 2014 @ 22:31:55

    Langsung baca part 3’y

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: