[FF Of The Week] Kissing You

Author : @UZakiahH
Genre : Romance, Comedy *jeongmal?-_-“*
Length : 9 pages of Microsoft Word (2.866 words -_-“)
Rating : 15+

Author’s Note : Don’t be a plagiarism! Ini hasil pemikiran Author, jangan coba-coba untuk
meng-copy paste dan mengganti karakter di dalam cerita ini. Fanfict ini boleh disimpan dan
tidak boleh disebarluaskan tanpa credit. 아라써요?
Kunjungin juga blog author : http://gojjluck.wordpress.com

Happy Reading!^^

***

Kyuhyun mempercepat langkahnya, menyusul Inhyun yang sudah berada jauh di depannya. Dia selalu
saja lelet di dalam banyak hal, termasuk saat berjalan. Itu membuatnya selalu ditinggal oleh Inhyun, yeoja
berambut pendek itu selalu saja jalan dengan cepat. Inhyun sama sekali tidak peduli dengan keleletan
Kyuhyun di belakangnya dan hanya terus berjalan.

“Yak! Tunggu aku!” teriak Kyuhyun untuk yang kesekian kalinya. Inhyun hanya berhenti dan berbalik
sebentar ke arah Kyuhyun.

“Kenapa kau lama sekali? Palli! Sebentar lagi hujan. Kalau kita tidak secepatnya sampai ke halte bus, kita
akan kehujanan.”

“Ini salahmu. Siapa suruh kau tidak membawa payung!” Kyuhyun menyalahkan Inhyun. Inhyun lantas
memutar bola matanya lalu berkacak pinggang. Ia kembali menatap Kyuhyun dengan kesal.

“Ini salahku? Kenapa kau selalu melimpahkan kesalahan padaku? Kalau kau tahu hari ini akan hujan,
kenapa bukan kau saja yang membawa payung?”

Kyuhyun berjalan mendekati Inhyun. Yeoja itu masih terus mendumel sampai-sampai tidak sadar
bahwa Kyuhyun sudah berdiri di depannya dan menahan bibir Inhyun agar tidak mengoceh lagi dengan
tangannya.

“Kau ini banyak bicara.” komentar Kyuhyun lalu melepas tangannya dari bibir Inhyun yang
dikatupkannya dengan sengaja. Inhyun mendesis kesal.

“Dan kau ini banyak mengeluh. Apa semua orang kaya di dunia ini hobi mengeluh sepertimu? Harusnya
tidak ada yang kalian keluhkan. Apalagi yang harus kalian keluhkan? Materi yang kalian punya
berlimpah…”

“Aku mengeluh karena ini pertama kalinya aku pulang dari kampus dengan bus. Andai saja mobilku tidak
masuk bengkel hari ini, aku tidak akan seperti ini. Kau tahu? Aku begitu panik. Aku tidak tahu caranya
untuk naik kereta, tidak tahu cara untuk menaiki bus kota. Aku tidak terbiasa dengan hal itu semua,
babo!” potong Kyuhyun.

Inhyun menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berjalan kembali. Dia kembali meninggalkan Kyuhyun di
belakangnya. Selama bersahabat dengan Kyuhyun, namja ini memang tidak pernah sekalipun naik bus.
Kemanapun dia pergi, dia akan menaiki mobil sporty hitamnya.

Kyuhyun mendengus kesal. Dilangkahkannya kakinya lebar-lebar agar jarak mereka tidak terlalu jauh.
Mana mungkin dia bisa dikalah cepat dengan kaki kecil milik Inhyun itu?

Mata Inhyun membulat saat dirasakannya sebuah tangan menggenggam tangannya. Tangan yang hangat.
Inhyun menoleh ke samping kanan dan melihat Kyuhyun sudah berjalan di sampingnya.

“A..apa yang kau lakukan? Singkirkan tanganmu, Tuan Cho!”

“Kalau aku menggenggammu seperti ini, kau tidak akan meninggalkanku lagi. Aku tidak akan
melepaskan tanganmu hingga kau mengantarku sampai di rumah.”

“Mwo? Kau menyuruhku mengantarmu sampai ke rumahmu? Dasar namja manja.”

“Kau mau aku tersesat?” tanya Kyuhyun.

“Harusnya kau naik taksi, bukannya naik bus.”

“Aku mau pulang bersamamu. Kau mau pulang naik bus, aku ikut.”

Kyuhyun tersenyum penuh arti pada Inhyun. Inhyun cepat-cepat mengalihkan pandangannya dari
Kyuhyun dan berusaha menormalkan degup jantungnya saat ini. Jantungnya selalu saja seperti ini jika
berada di dekat Kyuhyun, apalagi saat namja itu memegang tangannya seperti ini.

“Kau tahu, Inhyun-ah?” Kyuhyun kembali membuka mulut saat mereka sampai di halte bus untuk
menunggu bus. Dia masih menggenggam tangan milik Inhyun seperti takut Inhyun akan pergi jauh
darinya. Semakin dieratkannya genggaman itu dan kemudian menaruhnya di dalam saku jaket miliknya.
Dia tahu, hal yang dilakukannya sekarang akan membuat wajah yeoja itu semakin memerah. Belum lagi,
jantungnya. Jantungnya akan berdetak tiga kali lebih cepat dari detak normal jantung. Tapi Kyuhyun
pura-pura tidak tahu..

“Aku tidak tahu.” respon Inhyun ketus.

“Yak! Aku belum selesai bicara.” Kyuhyun melirik Inhyun yang sedang sibuk mengatur rambutnya.
Angin berhembus cukup kencang sore ini. Belum lagi awan mendung menghiasi langit Seoul. Akan
terjadi hujan yang sangat deras kali ini.

Inhyun menaruh tangan kanannya yang tidak digenggam oleh Kyuhyun di depan mulutnya. Diitup-
tiupnya tangan yang terlihat kedinginan itu dengan hembusan nafas yang hangat dari mulut Inhyun.
Kyuhyun lalu melepas genggaman tangannya dari Inhyun. Inhyun kemudian memandang Kyuhyun. Dia
tidak tahu namja di sampingnya itu akan berbuat apa. Yang jelas saat ini, Kyuhyun tengah melepas jaket
miliknya.

“Pakai!” suruh Kyuhyun dan meletakkan jaketnya di bahu Inhyun.

“Shireo.” tolak Inhyun. Ia kembali memberikan jaket mahal itu kepada pemiliknya.

“Ini perintah. Kau tidak boleh menolak.” Kyuhyun lalu menyuruh Inhyun untuk membentangkan
tangannya. Inhyun dengan ragu membentangkan tangannya. Kyuhyun berdiri tepat di depan yeoja itu lalu
memasangkan jaket miliknya di tubuh mungil Inhyun. Dia tidak peduli, berapa banyak pasang mata yang
memperhatikan mereka. Kyuhyun menarik resleting jaket itu hingga ke atas dada Inhyun. Di tariknya
hoodie jaket itu, memasangkannya di kepala Inhyun.

“Kau tidak perlu melakukan ini.”

“Siapa suruh kau tidak pakai jaket.”

“Mana aku tahu kalau hari ini akan hujan.”

Perdebatan mereka terhenti saat bus sudah datang. Mereka berdua masuk ke dalam bus dengan tergesa-
gesa agar bisa mendapat tempat duduk di dalam bus.

“Kita duduk di belakang saja.” Inhyun tanpa sadar menarik tangan Kyuhyun agar mengikutinya jalan
menuju kursi panjang yang terletak di paling belakang bus. Inhyun dan Kyuhyun pun duduk di belakang.
Hanya mereka berdua. Semua orang duduk di barisan bangku di depan mereka.

“Aku belum selesai bicara tadi.”

“Aku tidak ingin berdebat lagi, Tuan Cho.” dilepaskannya tangannya dari tangan Kyuhyun.

“Aniyo, bukan itu.”

Inhyun memandang heran Kyuhyun. Namja di sampingnya ini terlalu berbelit-belit menurutnya.

“Lantas apa?”

“Kau tahu tipe yeoja idamanku?”

Inhyun mendecak kesal dan mengalihkan tatapannya dari namja manja itu. Dia kembali menatap jalanan
Seoul dari jendela yang berada tepat di sampingnya.

“Pertama, dia punya rambut yang panjang,”

Inhyun terus saja memandang ke arah jendela. Tapi bukan berarti dia mengabaikan Kyuhyun. Dia masih
menyimak semua perkataan namja itu sekarang.

“Matanya bulat, kakinya indah, selalu peduli terhadapku dan setia.”

Oke, aku tidak mengerti kenapa kau mengatakan ini padaku, Tuan Cho, pikir Inhyun di dalam hati. Dia
masih menunggu perkataan apa lagi yang terlontar dari mulut Kyuhyun.

“Semuanya tidak ada pada dirimu. Oke, tidak termasuk setia, karena buktinya, kau tidak pernah
meninggalkanku. Kau selalu saja menungguku, selelet apapun diriku.”

“Aku punya mata bulat, Tuan Cho.” Inhyun berbalik dan menunjuk matanya itu pada Kyuhyun. Kyuhyun
tertawa kecil.

“Oh, iya. Itu juga.” Kyuhyun mulai salah tingkah.

“Kakiku juga indah.” Inhyun melirik kakinya yang putih bersih itu. Tidak ada satupun bekas luka di
sana. “Apa kau tidak sadar dengan hal itu?”

“Kakimu tidak indah.” komentar Kyuhyun. Inhyun mengerucutkan bibirnya kesal. Dia tidak tahu kenapa
bisa sangat kesal saat Kyuhyun berkata seperti itu.

“Apa kau selalu seperti ini? Kau tidak boleh menilai seseorang dari fisiknya, Tuan Cho.”

Kyuhyun menggeleng. Bukan itu maksudnya. Dia tidak bermaksud untuk membuat Inhyun kesal. Dia
tengah mencoba mengutarakan sesuatu pada yeoja ini. Tapi, dia sendiri juga tidak mengerti, kenapa arah
pembicaraan mereka di luar dugaannya.

“Maksudku, aku tidak peduli dengan semua itu. Aku tidak punya alasan pada saat menyadari bahwa aku
menyukaimu.”

Inhyun tertegun. Apa yang dikatakan Kyuhyun tadi? Apa telinganya tidak salah dengar? Mungkin dia
salah dengar. Apalagi saat Kyuhyun mengatakan hal itu, hujan tiba-tiba turun.

“Aku mencintaimu, Inhyun-ah. Sejak pertama kali beremu denganmu, sejak saat itu, aku tidak bisa
menghilangkanmu dari benakku.”

“M..mwo?” kali ini dia yakin, dia tidak salah dengar.

Inhyun kembali mengingat saat mereka bertemu di toko kaset game. Itu kejadian dua tahun yang lalu.
Jadi, selama dua tahun ini, Kyuhyun memendam rasa padanya? Rasanya sulit dipercaya. Dia juga
memendam rasa pada Kyuhyun sejak Kyuhyun memberikan suprise saat ulangtahunnya 6 bulan yang
lalu. Saat itu, timbul keinginannya untuk memiliki namja manja ini.

“Eotte? Kau mau jadi yeojachingu-ku?”

“Tidak segampang itu, Tuan Cho.”

Kyuhyun berdiri dari duduknya. Inhyun menarik ujung kemeja yang dipakai Kyuhyun, menyuruhnya
untuk duduk kembali. Kyuhyun tidak peduli lalu berteriak di dalam bus, memecah kesunyian dan
membuat semua orang berbalik ke arahnya.

“Aku mencintaimu, Goo Inhyun. Apa kau tidak yakin padaku? Bahkan saat aku berteriak di dalam bus
untuk meyakinkanmu kepada semua orang betapa seriusnya aku saat ini padamu?”

“Cho Kyuhyun, duduk!” bisik Inhyun dan terus menarik kemeja Kyuhyun.

“Kau memang tidak punya kaki yang indah dan juga rambut yang panjang, tapi aku mencintaimu. Aku
tidak ped”Cho Kyuhyun, ini memalukan!” bisik Inhyun lagi, “Duduk!”

uli dengan semua itu. Aku benar-benar ingin memilikimu.”

“Terima saja, Noona!” seru seorang siswa berseragam SMU yang duduk di depan mereka. Semua orang
di dalam bus mengangguk.

“Dia saudah seberani ini, nona. Apa kau akan menolak namja ini? Kau akan menyesal.” celetuk seorang
Ahjumma. “Di jaman sekarang, susah mendapatkan namja sepertinya. Ah, andai suamiku seperti dia.”
Ahjumma itu tiba-tiba curhat. Membuat Inhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Ditariknya dengan
kasar kemeja Kyuhyun hingga namja itu kembali duduk.

“Apa yang kau lakukan?!”

“Apa itu salah?” tanya Kyuhyun.

“Itu memalukan, Tuan Cho!”

“Aku tahu. Tapi, aku tidak menyesal sudah melakukannya. Aku malah senang.”

“Dasar aneh!” ledek Inhyun. “Aku akan memikirkan jawabannya. Aku tidak bisa menjawabnya
sekarang.”

Mereka lalu terdiam cukup lama hingga bus berhenti di salah satu halte yang dekat dengan rumah
Kyuhyun. Inhyun beranjak dari duduknya, diikuti oleh Kyuhyun di belakangnya, keluar dari bus.

“Noona, kakimu indah. Sungguh!” seru siswa SMU tadi sebelum Inhyun dan Kyuhyun benar-benar keluar
dari bus. Inhyun tersenyum sekilas lalu keluar dari bus. Kyuhyun mengisyaratkan anak itu untuk diam.

“Noona benar-benar cantik!” teriak siswa itu lagi melalui jendela bus. Bus kemudian berjalan
meninggalkan halte yang hanya ada Kyuhyun dan Inhyun di sana. Hujan makin deras, membuat keduanya
memutuskan untuk menunggu di halte.

“Ini sudah cukup lama. Apa aku sudah bisa mendapat jawabannya?” tanya Kyuhyun tidak sabaran.
Inhyun melirik Kyuhyun. Wajah namja itu pucat. Dilihatnya Kyuhyun menggigil.

“Ya ampun!” pekik Inhyun. Dia kemudian buru-buru melepas jaket milik Kyuhyun dan menyuruh
Kyuhyun untuk memakainya.

“Jangan menolak! Kau sangat pucat, Tuan Cho!”

Kyuhyun memakai jaket itu walaupun dia sangat terpaksa. Dia tidak tega melihat Inhyun yang hanya
memakai kaus blus tipis. Inhyun benar. Ini salahnya. Harusnya dia membawa payung dan juga jaket untuk
berjaga-jaga jika Inhyun tidak memakai jaket.

“Kita naik taksi saja, ne?” Inhyun menggenggam tangan Kyuhyun, mencoba membuat namja itu tidak
merasa kedinginan. Tapi nihil, karena tangan miliknya dingin. Tidak cukup membantu. Tanpa menunggu
persetujuan Kyuhyun, Inhyun segera beranjak dari duduknya untuk menghadang taksi.

Tangan Kyuhyun menarik lengan Inhyun yang baru saja beranjak itu. Inhyun duduk kembali di kursinya,
membatalkan niatnya untuk mencari taksi.

“Wae?”

Tanpa banyak bicara, Kyuhyun mendaratkan ciuman di bibir Inhyun. Inhyun membulatkan matanya.
Rasanya degup jantungnya berhenti saat itu juga. Bibirnya bersentuhan dengan bibir Kyuhyun yang terasa
dingin membeku.

Dia tidak bisa bergerak. Ciuman Kyuhyun seperti mengunci dirinya untuk tetap dalam posisi seperti itu.
Tidak lama, Kyuhyun melepaskan ciuman mereka.

“Saran…” belum sempat Kyuhyun menyelesaikan satu kata itu, dia kehilangan kesadaran. Kepalanya
terjatuh di bahu Inhyun. Inhyun baru menyadarinya semenit kemudian karena dia terlalu terkejut dengan
kejadian tadi.

“Omo! Tuan Cho! Cho Kyuhyun!”

***

“Babo.”

Kyuhyun hanya tersenyum. Dia kembali membuka mulutnya, memasukkan sesendok bubur ke dalam
sana. Sedangkan di sampingnya, ada Inhyun yang tengah sibuk dengan notebook di depannya.

“Kau membuatku khawatir.” Inhyun mendumel sambil terus memandang layar notebook-nya. Dia sedetik
pun tidak ingin memandang wajah Kyuhyun yang tengah bersandar di atas tempat tidur rumah sakit. Ini
sudah hari kedua Kyuhyun dirawat. Dia terkena demam yang cukup tinggi dan harus diopname di RS.

“Oh, kau bisa juga khawatir padaku. Aku kira kau hanya khawatir kehilangan nyawa saat bermain game
itu.” Kyuhyun menunjuk game yang sedang Inhyun mainkan di notebook-nya sejak sejam yang lalu.
Kyuhyun sedikit tidak terima saat tahu yeoja itu datang ke RS bukan untuk menjenguknya melainkan
hanya bermain game.

Inhyun mem-pause game Chicken Invaders yang dimainkannya itu. Tatapannya beralih ke
Kyuhyun. “Dan aku masih tidak terima dengan ciuman itu.”

Kyuhyun menaruh mangkuk buburnya di atas meja di sampingnya. “Ciuman apa?”

“Jangan pura-pura lupa, Tuan Cho!” Inhyun melipat kedua tangannya di depan dada. Matanya
memandang Kyuhyun dengan lekat. Kalau tatapan bisa membunuh, Kyuhyun sudah mati sejak tadi.

“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.” elak Kyuhyun. Dia lalu kembali mengambil mangkok
buburnya. Saat itu dia benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya. Dan bodohnya, saat dia ingin
mengatakan ‘saranghae’ pada Inhyun, dia malah tidak sadarkan diri. Kyuhyun tidak lupa soal itu. Dia
tidak akan pernah lupa kejadian memalukan itu.

“M..mwo?” tanya Inhyun. Nada suaranya terdengar seperti orang frustasi.

“Jangan mengarang cerita yang tidak-tidak, Inhyun-ah. Kau betul-betul ingin kucium sehingga kau
mengarang cerita konyol seperti itu?” Kyuhyun memanyun-manyunkan bibirmya. Dan itu membuat
Inhyun mendecak kesal. Kadang Kyuhyun terlalu bersikap kekanak-kanakkan.

“Aku tidak mengarang cerita. Aish, sudahlah!” Inhyun kembali memainkan game yang sempat dijedanya
untuk beberapa saat. Kyuhyun mengulum senyum melihat tingkah Inhyun. Suara pekikan ayam yang
ditembak pada game yang sedang dimainkan Inhyun sekarang membuat suasana kamar Kyuhyun
terdengar ramai.

“Yak! Game itu kekanak-kanakkan sekali.” komentar Kyuhyun.

“Mana lebih kekanak-kanakkan? Kau atau game ini?” balas Inhyun yang masih tidak mengalihkan
perhatiannya dari layar.

Kyuhyun kembali menaruh mangkuk buburnya. Ia menjulurkan tangannya untuk mengacak puncak
kepala Inhyun. Inhyun tertegun. Dia menjadi tidak konsentrasi dengan game yang dimainkannya. Alhasil,
nyawanya hilang satu. Biasanya Inhyun akan protes, tapi entah mengapa dibiarkan tangan Kyuhyun tetap
berada di atas kepalanya. Dia merasa nyaman.

“Aku tidak lupa, bodoh.” Kyuhyun menggeser posisinya hingga tubuhnya bisa berada di dekat
Inhyun. “Mana mungkin aku lupa soal itu?” tambah Kyuhyun. Wajah Inhyun makin memerah. Otaknya
sudah tidak sinkron dengan tangannya. Beberapa kali dia kehilangan kesempatan untuk mengambil
beberapa bonus di game itu.

“Jangan ganggu aku, Tu…”

Kyuhyun kembali memberikan ciuman yang begitu tiba-tiba bagi Inhyun. Mata yeoja itu kembali
membulat karena terkejut. Lagi-lagi, tubuhnya terasa terkunci. Dia tidak bisa bergerak untuk
menyingkirkan Kyuhyun. Kenapa Kyuhyun suka sekali menciumnya dengan tiba-tiba seperti ini? Itu
benar-benar membuat Inhyun tidak dapat berpikir dengan benar. Setiap lumatan di bibrnya itu membuat
dirinya lupa kalau seharusnya ciuman itu tidak boleh terjadi.

Kyuhyun melepas ciuman itu dan menjentikkan jarinya di depan wajah Inhyun. Yeoja itu tersadar
kembali. Kyuhyun tertawa hingga perutnya terasa sakit. “Kau lucu sekali!”

Inhyun menjitak kepala Kyuhyun dengan kencang. “Yak! Kau kira kau siapa? Aku bukan yeojachingu-
mu, kau tidak bisa menciumku seenak jidatmu saja!” Dengan gerakan cepat, Inhyun mencoba menghapus
jejak bibir Kyuhyun yang ada di bibirnya dengan punggung tangannya.

“Katakan saja kalau kau menerimaku. Aku tidak keberatan.” Kyuhyun mengerlingkan salah satu matanya
pada Inhyun, membuat Inhyun ingin muntah saat itu juga.

“Tentu saja kau tidak keberatan. Itu ‘kan kemauanmu, setan licik!”

“Aku tahu kau pasti menerimaku. Aku sudah bisa melihatnya dari sikapmu.”

“Baguslah kalau kau sekarang tahu. Jadi aku tidak perlu membuang-buang tenagaku, mengucapkan kata-
kata manis sama sekali bukan gayaku.”

“Jadi?” tanya Kyuhyun. Dia butuh suatu kesimpulan yang jelas.

“Menurutmu?”

“Ucapkan satu kata itu padaku. Jebaaaaaaaal!” pinta Kyuhyun sambil memasang muka sok imut di depan
Inhyun. Inhyun mengibaskan tangannya, menolak permintaan Kyuhyun. “Sekali ini saja.”

Tampilan Kyuhyun saat ini sama persis dengan tampilan anak yang sedang merengek dibelikan mainan
oleh Eomma-nya. Inhyun mengalah. Untuk sekali ini saja, dia mengalah.

“Saranghaeyo, Tuan Cho.”

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya yeoja di depannya ini luluh juga.

“Jamkanman!” seru Inhyun. “Aku tidak mendengar suara game dari notebook-ku sejak tadi.” Inhyun
menunduk dan menatap notebook-nya yang sudah tertutup dengan sempurna. Dengan tatapan jengkel,

dia memandang Kyuhyun yang sekarang hanya bisa membentuk jari telunjuk dan jari tengahnya di kedua
tangannya.

“Peace, Inhyun-ah.”

Sumpah demi apapun, Inhyun betul-betul ingin mencekik Kyuhyun saat itu juga.

“Aku sudah di level 76, bodoh! Score-ku sudah lebih dari 13juta, kenapa kau mematikannya? Kau mau
mati, Tuan Cho?!”

***

[Kyuhyun’s POV]

Aku mencium yeoja itu cukup lama. Walau mataku terpejam, aku tahu kalau Inhyun pasti terkejut
dengan perbuatanku sekarang. Matanya akan membulat hingga akan keluar dari tempatnya, begitu juga
jantungnya, berdetak tidak karuan. Aku begitu mudah mengacaukan sistem tubuhnya.

Dengan kecerdasanku, aku bisa dengan mudah mematikan notebook miliknya dengan mata tertutup. Jari-
jariku menyentuh keyboard notebook-nya. Menekan tombol ‘windows’ dan memilih option ‘shut down’ di
menu start-nya. Yeoja ini tidak akan menyadarinya. Dia masih terkejut dengan ciuman yang kuberikan
saat ini. Kututup dengan pelan notebook-nya dan kulepaskan ciuman itu.

Yeoja itu akan terus terlihat shock jika aku tidak menjentikkan jariku di depannya dan membuatnya
tersadar kembali. Kami masih berbincang-bincang soal hubungan kami hingga dia benar-benar tersadar
dan merasakan hal yang aneh.

“Jamkanman! Aku tidak mendengar suara game dari notebook-ku sejak tadi.” Dia melihat keadaan
notebook-nya lalu memandangku dengan tatapan jengkel. Dia pasti sangat, sangat, sangat marah.

“Peace, Inhyun-ah.”

“Aku sudah di level 76, bodoh! Score-ku sudah lebih dari 13juta, kenapa kau mematikannya? Kau mau
mati, Tuan Cho?!” dia mencoba untuk mencekikku. Kutahan kedua tangannya.

“Bersikap sedikit lembut pada orang yang sedang sakit, Nyonya Cho.” ucapku.

“Mwo? Nyonya Cho?”

“Kau panggil aku Tuan Cho dan aku akan memanggilmu Nyonya Cho. Eotte? Terdengar manis, kan?”

“Aku masih bermarga ‘Goo’. Ara?” Inhyun mencoba melepaskan diri dariku, tapi aku tetap memegang
kedua tangannya.

“Hanya untuk beberapa tahun lagi kau akan berubah marga, Nyonya Cho.”

Inhyun tersenyum mendengar perkataanku. Kuhapus jarak di antara kami. Aku kembali mendaratkan
ciuman di bibir miliknya. Kali ini matanya menutup, menikmati setiap kuluman bibir di antara kami
berdua. Bibir kami saling bertautan cukup lama dari dua ciuman sebelumnya.

I walk with you with our feet side by side, and I hold both your hands

I learn on your shoulder and I want to tell you…
“Thank you. I love you, I’ll only give ur happyness”
[Kissing you oh my love]

Tomorrow, within the warm sunrays, you’ll lay right next to me
As I sing you a love song, you start to smile
The sweet and wonderfull words”I love you’

The sweet and wonderful words, “I love You”

“Saranghaeyo.” bisikku di telinganya, di sela-sela ciuman kami. Dia tersenyum. Tidak bisa kupungkiri
betapa senangny aku saat ini yang bisa memiliki yeoja dengan senyum paling manis ini. Kami berdua
menghentikan ciuman saat mendengar sebuah teriakan yang cukup mengganggu gendang telinga.

“Kyu! Inhyun-ah! Kalian tidak sadar kalau kalian sedang berada di mana sekarang? Ini rumah sakit!
Bukan Lotte World!”

Itu teriakan Ahra Noona. Kenapa dia datang di saat seperti ini? Aish!

FIN~
***

54 Comments (+add yours?)

  1. th1fani
    Feb 09, 2013 @ 20:16:05

    wowowowow hehe mau donk kyuyuuuu 😀

    Reply

  2. vielfbee
    Feb 09, 2013 @ 20:32:28

    Weww…

    Kyu…Kyu…Kyu…
    Manis banget dirimu disini.

    Reply

  3. Kodok
    Feb 09, 2013 @ 20:59:51

    hiyahh…settingnya pas ujan…itu romantiz

    Reply

  4. g_killua
    Feb 09, 2013 @ 21:01:20

    hoaaaaa ahra eoni datang di saat yg tept
    dasar pangeran setan, meskipun sakit tetp aj nyari kesempatn -_-

    Reply

  5. Aya-Chan
    Feb 09, 2013 @ 21:05:31

    aaaa.. envy !! T^T

    Reply

  6. Flo
    Feb 09, 2013 @ 21:07:18

    wow, banyak nyosornya XP

    Reply

  7. Park Jang Mi
    Feb 09, 2013 @ 21:40:07

    ff ini udah berhasil bikin gue senyum-senyum sendiri ga jelas.

    Reply

  8. Michelle Van Tuhilattu
    Feb 10, 2013 @ 04:57:03

    hahaha 😀
    Lucu banget thorr !! So sweet banget yh 🙂

    Reply

  9. taridwi
    Feb 10, 2013 @ 05:43:45

    hahaha lucu bangeeet. seneng waktu kyu tibatiba cium haha. kereeen~

    Reply

  10. sanskyheaven
    Feb 10, 2013 @ 07:37:01

    So sweet,, kyuhyun manies banget,,,tp evil,,,

    Reply

  11. dewionkyu99
    Feb 10, 2013 @ 09:20:14

    ey lagi romantis2nya malah ahra eonni dateng tuh hahaha

    Reply

  12. neezhaa
    Feb 10, 2013 @ 14:18:38

    Hahaha..kelakuan mu itu kyu..
    Aigoo..aigoo^^

    Reply

  13. 박 유정
    Feb 10, 2013 @ 14:44:38

    Kyaaaa

    kyu mau dong di perlakuin kaya inhyun *digampar SparKYU

    nice thor ^^

    Reply

  14. hwang yeonhee
    Feb 10, 2013 @ 16:34:16

    ah~ so sweet

    Reply

  15. lestrina
    Feb 10, 2013 @ 17:01:32

    Kyuhyun slalu menyium dgn tiba2…tp noona ahra knp dtg dgn tiba2 juga hahaha. Nice ff

    Reply

  16. dwi
    Feb 10, 2013 @ 17:42:14

    ya ampun kyu oppa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan

    Reply

  17. ramon04
    Feb 10, 2013 @ 18:23:10

    Sequel!!!! Daebak~~

    Reply

  18. agetha camomile (@wifekanginSJ)
    Feb 10, 2013 @ 19:06:50

    hemmhemmhemmm
    asik bnar kissnya
    bnyak liat tuch..
    #nnjuk para reader

    Reply

  19. cho kyuu's
    Feb 10, 2013 @ 22:18:08

    Kyuhyun ciuum akuuu o.o

    Reply

  20. 용유
    Feb 11, 2013 @ 08:01:45

    My Evil Kyu_ (♥,♥)
    ƗƗɐƗƗɐ ˆ⌣ˆ
    Bagus thor ceritanya… ^^

    Reply

  21. emyuu_wookie
    Feb 11, 2013 @ 09:09:07

    nice story ^^

    Reply

  22. npblue2820
    Feb 12, 2013 @ 13:20:43

    Keren thor ~ >///<
    Alur ceritanya bagus bangeeet !
    Ditunggu karyamu selanjutnya 😀

    Reply

  23. chokyusea13
    Feb 16, 2013 @ 07:06:45

    Wks ahra ganggu amet aish u.u enak ya d cium kyu,mau >.<

    Reply

  24. ninanina
    Feb 16, 2013 @ 08:06:56

    ngeliat bibirnya kyu aja udah sesek napas, apalagi kalo dicium yaaa *___* #PLAK

    lucu ceritanya..

    Reply

  25. choichloa
    Feb 16, 2013 @ 11:14:20

    sumpeh thor! Sweet bgt ini ff,thumbs up!!
    Bhasa sama alur ny simple,tp feel nya dapet bgt! ^^
    . . .
    Keep writing! 🙂

    Reply

  26. YeShin30
    Feb 16, 2013 @ 13:09:59

    Ih。。so sweet amat s ff ny、、:)

    Reply

  27. dez
    Feb 16, 2013 @ 20:05:40

    kyu nya nafsu bgt sih,,haha…namanya jg evil,,wkwk

    tp sweet story kok
    ^^

    Reply

  28. dea
    Feb 16, 2013 @ 20:17:37

    Keren thor ^^

    Reply

  29. shally
    Feb 17, 2013 @ 04:18:13

    ih ih kuyuhyun main poppo aja deh 😀
    romantis bgt si mr. cho,ujan2 nyatain cinta terus cium inhyun, eeeeehhhhh ujung2nya masuk rumah sakit 😀
    *tepok kyu

    keren thor FF-nya *___*

    Reply

  30. haneul
    Feb 17, 2013 @ 06:50:42

    suka ps stepny kyu matiin notebook,*?
    keep writing, thor.. 🙂

    Reply

  31. farfiays2620
    Feb 18, 2013 @ 20:44:08

    manis 😀

    Reply

  32. yekyu15
    Feb 18, 2013 @ 20:56:29

    berasa apa gitu bacanya :))
    kyu evil banget yah maen langsung cium2 gitu, wlwpn karakternya kaya anak kecil tapi romantis juga dan berhasil bikin saya mbayangin dicium kyu *lol 😀

    Reply

  33. jaemijhe
    Feb 18, 2013 @ 21:17:49

    Keren ceritanya,
    terlihat simple namun jelas apa yang dimaksud..

    Kereen

    Reply

  34. Lhyunji
    Feb 18, 2013 @ 23:51:46

    uwaaa so sweettt ;;__;; singkat padat dan jelas(?) ‘-‘)b nice ff thor!

    Reply

  35. Clara Kim
    Feb 19, 2013 @ 09:37:04

    Aduh kyuuu minta ciumanmu kyuuuu *pletak* hehehe so sweet banget thor ceritanya ^0^

    Reply

  36. rara
    Feb 19, 2013 @ 11:56:54

    suka lah sama karakter kyu disini

    itu dia beranian amat teriak di bis tapi masa iya kedinginan dikit lgsg pingsan trus masuk rumah sakit

    walau ada sedikit typo tp ffnya bagus ko

    good job for author
    keep writing

    Reply

  37. littlevilkyu
    Feb 19, 2013 @ 14:39:30

    wakakak~ si kyu lucu bener dah disini, kocak abis XD tapi ffnya daebak skali! 😀
    na jeongmal joahae~~~~~ =D
    eh trakhrnya ahra noona masuk dan jreng jreng lol

    Reply

  38. chochangevilkyu
    Feb 19, 2013 @ 18:57:51

    wkwkw keren thor 😀
    apalagi pas ketahuan sama ahra
    esh kyu sok gengsi, padahal mau hihi
    so awesome^^

    Reply

  39. vianpumpkins
    Feb 20, 2013 @ 07:51:59

    keren banget,so sweet..
    Kyuhyun nyosor mulu sih… 😀
    nice FF, kalo bisa ada sequel 😀

    Reply

  40. hyunsoo28
    Feb 20, 2013 @ 16:15:57

    wow…
    ini seru bgt romane comedy ceritanya simple tapi apik bgt alurnya, bahasanya semuanya…
    suka suka suka…

    Reply

  41. choi je woo
    Feb 20, 2013 @ 22:08:45

    this fanfiction is as sweet as kiss. thank you, author

    Reply

  42. Cho kaizi
    Feb 21, 2013 @ 20:21:21

    Wkwk, gokil ne ahra eoni 😀
    daebak thor, ska deh klo crta x bsa pcaran ama shbat sndri 😉

    Reply

  43. mimikusmi
    Feb 22, 2013 @ 16:27:48

    bikin ngiiiirrriiiiii. . . . .
    mauuuuuuu

    Reply

  44. Cho Rizkyu
    Feb 23, 2013 @ 12:57:04

    aku iri, I want it ! Aaa~

    Reply

  45. @cutannisa_cab
    Feb 27, 2013 @ 18:50:43

    simple tp bikin greget thor hoho so sweet ;A;

    Reply

  46. riskafauziah
    Mar 09, 2013 @ 15:19:29

    huaaa so sweat banget..
    ^^

    Reply

  47. Cho Hyebin
    May 28, 2013 @ 14:54:21

    Hahag gokil tuh critanya, suka deh apalagi waktu endingnya 😀

    Reply

  48. dara ranum
    Nov 02, 2013 @ 15:40:08

    Haha lotte world! Emang di lotte world boleh ciuman ya eonni wkwkwk/?
    Daebak fanfiction, keep writing ya author

    Reply

  49. kimbesty
    Mar 31, 2014 @ 08:22:16

    Lucu, suka caranya kyuhyun ngambil hatinya ihyun

    Reply

  50. Cho mutia
    May 07, 2015 @ 18:54:10

    Daebak !! *meninggalkan jejak sebagai reader yg baik :v

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: