Divorce Me? [2/?]

Author: Evilmonkeyfish

Tittle: Divorce Me? (Part 2)

Cast:

Lee Donghae

Kang Hyunra

Seo Hara

Lee Hyukjae

Lee Haera

Lee Haeyoon

Genre: Sad, Romance

Length: Chaptered

Summary: Dia mulai berubah, suamiku mulai berubah. Perlahan-lahan dia mulai menjauh dariku dan
kedua anakku. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Dia… Apakah dia akan kembali pada orang yang
dicintainya? Lalu… bagaimana denganku? Kukira selama ini dia sudah mulai mencintaiku. Tapi…
ternyata aku salah. Lantas, apakah dia benar-benar akan kembali pada gadis itu? Apakah dia benar-
benar akan meninggalkanku? Apakah dia benar-benar akan menceraikanku?

Hyunra POV

Seoul, May 21 2012 11.30 PM

Aku kembali melirik jam yang digantung di ruang tamu rumahku ini. Sudah setengah dua belas malam
dan dia lagi-lagi belum pulang. Ini terus terjadi selama sebulan ini.

Seminggu setelah pertemuannya dengan gadis itu, dia mendapat proyek besar. Aku tentu tahu dia
belum pulang selarut ini karena dia memang bertanggung jawab atas proyek itu, dan kutahu pasti
pekerjaannya sangat banyak. Tapi aku mengkhawatirkan….

Flashback 1 month ago

Aku sedikit tersentak saat merasa seseorang memelukku dari belakang. Aku menoleh dan mendapati
wajah suamiku sangat dekat dengan wajahku. Matanya terpejam dan dia sedang tersenyum saat ini.

Jantungku berdetak cepat saat dia membuka matanya dan menatapku dalam, membuatku merasa jarak
wajah kami memang sangat dekat.Dia membalikkan badanku sehingga kini kami berhadapan. Lalu dia
memelukku. Aku yang sedang bingung pun membalas pelukannya.

“Ada apa, Oppa?” tanyaku yang mulai merasa nyaman dengan pelukan tiba-tibanya.

Dia melepas pelukannya dan tangannya kini berada di pinggangku. Dia hanya tersenyum dan mentapku
dalam. Lalu, dia tiba-tiba memajukan wajahnya dan kembali terpejam. Aku yang masih bingung,
akhirnya ikut memejamkan mata.

Sesuatu yang lembut menyentuh bibirku. Itu… bibirnya. Perlahan dia mulai menggerakkan bibirnya.
Tubuhku menegang. Jantungku bergemuruh. Astaga… dia ini kenapa?

Dia kembali memelukku setelah melepas ciuman kami. Jantungku berdetak makin cepat. Aigo… Jika dia
terus berbuat seperti ini, kurasa aku akan mati.

“Kau kenapa, Oppa? Tingkahmu aneh sekali” tanyaku.

Dia melepas pelukannya, dan lagi-lagi menatapku dalam. Bibirnya masih membuat lengkungan yang
begitu menawan, ditambah dengan wajahnya yang begitu tampan. Aish, jantungku makin berdetak
cepat-_-

“Aku… tidak jadi di mutasi ke luar kota” katanya.

Mataku membulat sempurna. “Jinjja?”

Dia mengangguk. Aku segera masuk kedalam pelukannya lagi. Ya Tuhan, aku bahagia sekali. Itu artinya,
dia akan tetap tinggal disini. Bersamaku dan anak kami tentunya.

Kulihat wajahnya benar-benar bahagia. Tentu saja. Beberapa hari yang lalu, dia pulang kerja dengan
wajah murung. Dia bilang, kantor akan memutasinya ke luar kota karna kinerjanya yang menurun. Dan
sekarang dia bilang, tidak jadi di mutasi. Tentu saja dia bahagia, aku pun juga.

“Kenapa bisa seperti itu, Oppa?”

“Aku mendapat proyek. Proyek besar. Dan clientnya, menunjukku untuk bertanggung jawab dengan
proyek ini. Tentu saja perusahaanku tidak menolaknya. Dan akhirnya mereka memutuskan tidak jadi
memutasiku” jelasnya.

“Chukhaeyo, Oppa”

“Gomawoyo” dia makin melepas pelukannya.

“Tapi, Oppa…”

“Tapi apa?” tanyanya yang baru saja memotong ucapanku.

Aku tersenyum jahil. “Sepertinya kau harus mandi dulu, tubuhmu bau sekali”

Dia membulatkan matanya mendengar ucapanku. “Jinjja? Apa aku begitu bau, hah?”

Aku mengangguk sambil berusaha menahan tawaku. Kulihat dia mendengus sebal. Lalu dengan gerakan
cepat dia sudah berjalan menuju pintu kamar mandi. Tawaku akhirnya lepas juga. Mendengar suara
tawaku, dia langsung membanting pintu kamar mandi. Hahaha, dia pasti kesal.

***

Dia keluar dari kamar mandi dengan kaos oblong dan celana pendeknya dengan handuk kecil yang dia
gunakan untuk mengeringkan rambutnya. Lalu dia duduk disisi tempat tidur, tepat disampingku. Dia
hanya diam saja. Tidak seperti biasanya. Apa dia marah karena tadi?

“Oppa, kau marah padaku?” tanyaku.

Dia hanya diam saja.

Kudekatkan tubuhku ke arahnya, lalu memegang lengannya yang masih sibuk menggosokkan handuk ke
rambutnya.

“Oppa, kau marah ya? Mianhae, tadi aku hanya bercanda” ucapku.

Dia lalu bersandar pada headboard ranjang kami, lalu menarikku untuk bersandar di dadanya.

“Ani, aku tidak marah”

Aku tersenyum mendengar jawabannya. Lalu kurasa dia sedang membelai rambutku. Aku terpejam
menikmati belaiannya.

“Ra-ya, kau ingat kan, seminggu yang lalu kita bertemu dengan Seo Hara” ucapnya memecah
keheningan.

Aku yang mendengar nama itu, langsung bangun dan terduduk dihadapannya. Dia hanya menatapku
bingung.

“Memangnya kenapa, Oppa?”

Kulihat dia tersenyum. “Kakaknya adalah client yang memberiku proyek besar itu. Dan dia sendiri,
akan menjadi model untuk produk kecantikan keluaran terbaru perusahaanku yang saat ini masih
diperbincangkan direktur dengan kakaknya.”

Aku hanya terdiam. Apa itu artinya… gadis itu akan terus bekerja bersama Donghae Oppa? Itu artinya…
mereka akan sering bertemu?

“Senang rasanya bisa bekerja sama dengannya. Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Kalau
diperhatikan, dia terlihat semakin cantik saja dan…” ucapan Donghae Oppa terhenti. Sepertinya dia
sadar kalau dia baru saja memuji wanita lain di depanku. Istrinya yang bahkan sangat jarang dia puji.

Aku hanya tersenyum miris. Dadaku terasa sesak. “Ahh, memang kalau bekerja sama dengan teman
lama, biasanya akan lebih nyaman” ucapku.

Dia terlihat kebingungan melihat perubahan ekspresiku. Aku lagi-lagi hanya bisa tersenyum miris.

“Aku mau tidur dulu” ucapku lalu berbaring membelakanginya.

Dia menarik selimut sampai menutupi bahuku. “Jalja…” ucapnya lalu mengecup puncak kepalaku.

Aku merasa benar-benar sesak. Aku memejamkan mataku dan butiran bening itu pun mengalir melewati
pipiku. Aku takut…

Flashback end

Suara pintu dibuka, menyadarkanku dari lamunanku. Aku menoleh kearah pintu masuk dan
mendapatinya tengah menatapku kaget sekaligus bingung.

“Ah, kau belum tidur?” tanyanya,

Aku menggeleng. “Aku menunggu oppa”. Aku pun berjalan menghampirinya dan membantu melepas
jasnya. Setelah itu, dia berjalan menuju kamar kami. Aku menatapnya nanar. Lagi-lagi tidak ada kecupan
di keningku seperti yang biasa dilakukannya setiap pulang kerja dulu…

Aku membuka pintu kamar dan tidak melihatnya. Dia pasti sedang ganti baju di kamar mandi. Aku pun
berjalan menuju lemari yang ada di sudut kamar ini untuk menggantung jasnya. Aku membuka pintu
lemari.

Saat hendak menggantung jas ini, aku mencium aroma yang asing. Aku mendekatkan wajahku ke jas
yang ada ditanganku ini. Dadaku terasa sesak… lagi-lagi aroma ini tercium dari jasnya. Aroma parfum
wanita, yang pastinya bukan aku.

Beberapa kali, aku terus mencium aroma ini di jas suamiku. Aroma vanilla. Aroma parfum wanita. Jika
aroma ini tercium di jas suamiku, itu berarti… dia berpelukan dengan wanita lain? Aku lemas seketika
atas apa yang baru saja kupikirkan. Mataku memanas. Benarkah itu?

Cklek

Mendengar suara pintu dibuka, aku segera menyeka air mata yang menggenang di ujung mataku dan
segera menggantung jas ini. Kulihat dia berjalan ke tempat tidur dan langsung membaringkan tubuhnya.
Aku segera menghampirinya.

Aku duduk di sisi tempat tidur yang kosong. Aku memperhatikan wajahnya yang kini tengah terpejam.
Sepertinya dia kelelahan, tapi kuyakin dia belum tertidur.

“Kenapa memperhatikanku seperti itu? Tidur sana, ini sudah sangat larut” ucapnya tanpa membuka
matanya.

“Ada yang ingin kutanyakan, Oppa” ucapku pelan.

“Ya sudah, cepat tanyakan dan segera tidur!” ucapnya masih tidak membuka matanya.

“Oppa, belakangan ini oppa sering pulang tengah malam. Apakah oppa tidak bisa pulang lebih cepat
seperti biasanya? Anak-anak terus menanyakan oppa” ucapku.

Matanya langsung terbuka dan dia mendudukkan tubuhnya dihadapanku. Matanya menatapku
tajam.Aku hanya menunduk. Aku terlalu takut untuk melihatnya yang sepertinya marah.

“Tidak” ucapnya dengan nada tajam, lalu kulihat dia berbaring kembali.

Tubuhku lemas seketika. Dadaku kini terasa benar-benar sesak. Mataku benar-benar memanas.
Aku menatap nanar kearahnya yang kini tengah membelakangiku. Satu kata tadi benar-benar
menghancurkan perasaanku.

Pandanganku menjadi kabur dan butiran-butiran bening itu kini benar-benar jatuh. Pertahananku
runtuh seketika. Aku yang selalu berusaha menahan tangisku didepannya, kini sudah tidak sanggup
menahannya lagi. Dia benar-benar menghancurkan perasaanku.

Aku pun berbaring membelakanginya. Tangisku belum berhenti, malah semakin kencang. Aku segera
meredam isakanku dengan menggigit selimut. Aku tidak mau mengganggunya yang terlihat sangat
kelelahan. Aku pun memejamkan mataku, berharap perasaanku akan lebih baik saat membuka mata
nanti.

Donghae POV

“Tidak” ucapku dengan nada tajam, lalu tidur membelakanginya.

Hening sesaat, sebelum akhirnya aku mendengar suara isakan. Dia menangis. Baru kali ini aku
mendengarnya menangis. Dan hal itu semua karenaku.

Dia membaringkan tubuhnya membelakangiku. Aku pun berbalik dan melihat punggungnya yang sedang
bergerak karena menangis. Isakannya semakin terdengar jelas dan itu membuatku sesak. Aku tidak
bermaksud membuatnya seperti ini. Hanya saja, aku kecewa padanya…

Flashback 2 weeks ago

-In office-

Aku melihat jam tanganku. Sudah sangat malam. Aku harus segera pulang. Aku tidak mau membuat
Hyunra khawatir dan menungguku lebih lama lagi. Segera kubereskan meja kerjaku dan bergegas
meninggalkan ruangan.

Setelah keluar ruanganku, aku melewati ruangan Hara yang lampunya masih menyala. Ternyata dia
lembur juga. Aku pun berinisiatif masuk ke ruangannya untuk berpamitan.

“Hara-ssi…” sapaku saat memasuki ruangannya.

Dia menoleh dan tersenyum saat melihatku. “Kau lembur juga?” tanyanya.

Aku mengangguk. “Tapi sekarang aku mau pulang. Kau tidak pulang? Ini sudah sangat malam”

“Masih banyak yang harus kuselesaikan. Lagipula, apartemenku juga tidak jauh dari sini”

“Ah iya, sepertinya pekerjaanmu masih banyak. Kau jangan terlalu lelah. Kan tidak lucu jika seorang
model wajahnya kusut dan ada lingkaran hitam dibawah matanya” ucapku menggodanya.

Dia tertawa pelan. “Arraseo, aku tidak akan terlalu lelah”

“Baiklah, aku pulang dulu ya.Istriku pasti sudah menunggu. Annyeong” ucapku lalu segera berbalik
untuk keluar dari ruangan ini.

GREP

Tubuhku menegang saat merasa tangan seseorang melingkari tubuhku. Memelukku dari belakang. Aku
tahu betul tangan siapa ini. Apa yang dia lakukan?

“Saranghae, Donghae-ya. Jeongmal saranghae” ucapnya yang membuatku kaget setengah mati. Dia…
mencintaiku?

Aku tersadar dan melepas tangannya yang melingkar ditubuhku, lalu berbalik menghadap dirinya yang
kini sedang menunduk sambil menyeka air matanya.

“Ini tidak boleh, Hana-ssi. Aku sudah berkeluarga. Aku sudah memiliki anak dan istri” ucapku.

Dia mengangkat kepalanya, membutku bisa melihat mata indahnya yang memerah karena mengangis.
Dia menyeka kasar air matanya.

“Kau, untuk apa mempedulikan istrimu yang licik itu?” ucapnya setengah teriak.

“Apa maksudmu?”

“Dia… dia telah membodohi kita. Dia yang telah membuat kita berpisah”

“Berpisah? Aku tidak mengerti apa yang kau maksud”

“Dia adalah orang licik yang telah membohongi kita. Aku dan kau. Dia adalah orang yang telah merobek
surat cinta yang harusnya diberikan padamu. Dia adalah orang yang telah berbohong padamu bahwa
aku menyukai orang lain. Padahal dia tahu dengan jelas saat itu aku hanya menyukaimu. Dia adalah
orang licik yang merebutmu dariku. Dia sangat licik…” jelasnya sambil menangis.

Aku sangat terkejut. Apakah semua yang dikatakannya itu benar? Hyunra… apa benar dia orang yang
seperti itu?

“Kau harus mempercayaiku. Kau tentu tidak tahu kan, bahwa dia yang telah memaksa orang tuanya
dan orang tuamu untuk menjodohkan kalian berdua. Padahal dia tahu, saat itu kau masih begitu sedih
karna mengira aku menyukai orang lain”

Bukk

Aku memukul dinding yang ada disampingku. Aku benar-benar tidak menyangka Hyunra seperti itu. Dia
benar-benar keterlaluan.

“Aku tahu kau mencintaiku. Oleh karena itu, tinggalkanlah dia, dan kembali bersamaku”

Aku terdiam. Aku masih memikirkan kata-katanya. Meninggalkan Hyunra? Kembali padanya? Lalu,
bagaimana dengan Haera dan Haeyoon?

Akhirnya, kuputuskan untuk mengangguk menginyakan tawarannya.

Flashback End

“Mianhae Ra-ya. Aku tidak bisa terus bersamamu. Aku sudah memutuskan, akan segera kembali
padanya. Orang yang kucintai dan mencintaiku, Seo Hara” ucapku pelan lalu kembali membalikkan
badanku. Aku memejamkan mataku dan…

“Benarkah itu, Oppa?”

-TBC-

26 Comments (+add yours?)

  1. Ratika
    Feb 13, 2013 @ 18:06:43

    Ganjen banget hara itu,MENYEBALKAN

    Reply

  2. lala
    Feb 13, 2013 @ 18:22:20

    hoaaa,..
    mewek deh,.
    hara bo’ong ah,..

    jempol bgt ceritanya
    next chapt jgn lama2 yaaa,..

    Reply

    • evilmonkeyfish
      Feb 15, 2013 @ 15:22:39

      Gomawo udah baca dan komen ya:)
      Aku sih udah ngirim semua chapternya sampe abis, cuma mungkin dipublish disininya rada lama karna aku ngiriminnya gak barengan… Kalo mau cepet, mungkin bisa langsung baca di blog aku, hehehe *sekalianpromosi

      Reply

  3. aini
    Feb 13, 2013 @ 18:29:18

    aissssss donghae jangan cabangkan hatimu

    Reply

  4. ifaraneza
    Feb 13, 2013 @ 18:41:04

    fuuuh.. menegangkan..
    aku sampe mau nangis bacanya..
    good b^^d

    Reply

  5. chae
    Feb 13, 2013 @ 19:08:18

    jangan sampe pisahkan mereka….hiahhh….terbawa emosi,he….

    Reply

  6. HyeHyunSong
    Feb 13, 2013 @ 19:27:04

    lgi seru”nya mlah tbc -__-
    thor sya mkin pnsrn sma crtanya dan mkin bnci sma hara……..

    Reply

  7. Vie
    Feb 13, 2013 @ 20:31:02

    sumpah thor nyesek bgt T_T

    Reply

  8. wonna
    Feb 13, 2013 @ 21:13:21

    Keren niih, cepet ya lanjutannya. Kepo parah kkkkkk 😀

    Reply

  9. Flo
    Feb 13, 2013 @ 21:27:56

    kasihan hyunra…
    tp jangan sampe si haeppa ngemis ngemis bt balik ma hyunra ya..
    ditunggu next partnya chingu…

    Reply

  10. shellychibi
    Feb 13, 2013 @ 22:06:52

    omigod,,
    knapa cuma sgini?

    astajim,
    author, you make me crazy,

    next, next..

    Reply

  11. sasa
    Feb 14, 2013 @ 12:45:46

    Aaaaaahh sedihhhhh (╥﹏╥) kasian bgt.. Huhuhu jgn lama lama thor sambungannyaaa

    Reply

  12. ocha
    Feb 14, 2013 @ 16:52:15

    Aishhh, iya sih itu salah Hyunra awalnya
    Tapi kan Hara ga usah sampe ngerebut Donghae juga, kan kesian anak ama istrinya
    Next chap asap ya

    Reply

  13. fifi
    Feb 14, 2013 @ 17:57:23

    aish aish jleb aja ceritanya
    makin seru
    next lah

    Reply

  14. Ririn_Setyo
    Feb 14, 2013 @ 19:58:10

    sebel sech Hyunra boong buat dapetin Donghae, tapi g rela juga klo ampe ceraiiiiii lagian udh pnya 2 anak… Donghae-ssi maafkanlahh istri mu,eoh?

    Reply

  15. ree-chul
    Feb 15, 2013 @ 10:09:08

    gak tahu hrs dukung siapa?hyunra salah krn bohongn donghae.donghae jg salah knp mau d jdhn ma hyunra smpk pny ank lg.berhrp donghae bs maafin istrinya demi ank2ny

    Reply

  16. evilmonkeyfish
    Feb 15, 2013 @ 16:05:39

    Gomawo ya buat yang udah baca dan komen:)
    Ohiya, buat yang waktu itu minta akun blog aku ini ya —> anita0910sj.wordpress.com
    Mianhae kalo ada typo dan ceritanya terlalu pendek…
    Sekali lagi, gomawo yaaa 🙂

    Reply

  17. minkijaeteuk
    Mar 04, 2013 @ 18:45:43

    sedih donghae mutusin buat ningggalin hyunra,,,, kasian hyunra y to emang dia salah sih diawal buat dapetin dongae tp itu jg krn cinta….
    klo hyunra y masi sendiri sih ngak pa2 ini hae n hyunra ada anak y n masa hae ngak mandang anak mereka sih malah minta pisah gt….T.T

    Reply

  18. igarashinio
    Mar 13, 2018 @ 13:52:44

    Padahal sudah tau jalan ceritanya kayak gimana tapi tetep aja panas

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: