Scattered Notes [4/9]

Scattered Notes #1

Scattered Notes #2

Scattered Notes #3

Scattered Notes – First Interlude

Scattered Notes #4

SCATTERED NOTES [4/9]

 

To breathe is to live on, to move forward, to be able to look for a better tomorrow. There’s always a dark thought telling you to scribble the sharp knife across your inner palm. But you overcome that if you’re still breathing now. If you’re still breathing now,  move on. Move on. Find your better tomorrow and someone to share it with. –scattered notes #4

Mentari pagi merangsak masuk melalui celah jendela. Hyera menyipitkan matanya hendak beradaptasi dengan cahaya terang tersebut ketika ia terkesiap. Posisinya langsung duduk di atas ranjang dengan kedua lengan menutupi tubuhnya. Ia ingat semalam.

Ditolehkannya kepalanya ke samping. Desahan nafas lega terdengar ketika Hyera tidak melihat bosnya di sana. Ia segera merapikan dirinya sambil terus memantrai otaknya agar tidak berpikir apapun yang aneh aneh.

But after last night, how could she think of nothing? Or not even thinking? Her head is spinning with this and that.

Memang tidak terjadi apa apa. Tapi Hyera merasa semalam adalah malam dengan tidur yang paling nyenyak. Ia tidak terbangun di tengah malam, tidak bermimpi apapun. Ia hanya tidur dalam sebuah fase yang sangat nyaman.

Ia tidur dalam pelukan Choi Siwon.

Sepuluh menit kemudian, setelah selesai sikat gigi, cuci muka, dan berganti pakaian—setelah acara menginap dadakan kemarin, Hyera menyiapkan satu baju ganti di tasnya, just in case—Hyera keluar dari master bedroom tersebut. Kakinya telanjang, tidak menemukan slipper yang dipakainya semalam.

Ia langsung berjalan menuju dapur, mencium wangi kopi yang berasal dari sana. Langkahnya dipercepat ketika ia melihat Choi Siwon sedang kesulitan merapikan coffee pot dan cangkir yang akan digunakannya. Jelas tidak terbiasa melayani dirinya sendiri.

“Anda mau sarapan, Sir?” kata Hyera mengambil alih pekerjaan Choi Siwon. Ia buru buru menangani coffee pot itu tanpa sadar bahwa alat itu masih tersambung ke stop kontak dengan lampu indikator menyala. “Biar aku yang menyiapkannya untuk—AW!” Jemarinya menyentuh dinding coffee pot yang panas dan segera menariknya kembali.

“Kau tidak apa apa?” tanya Choi Siwon panik. Ia langsung menarik tangan kanan Hyera yang terluka dan melihat ruam merah di keempat jarinya. Tidak terlihat parah, tapi ia tahu jelas rasanya pasti perih. Choi Siwon meniup bagian yang terkena panas dengan mulutnya di dekat tangan Hyera, membuat gadis itu bersemu merah di detik yang sama.

Canggung dengan keadaan tersebut, Hyera menggigit bibirnya seraya menarik kembali tangannya. “Aku baik baik saja,” katanya buru buru menyembunyikan tangannya yang terluka.

“Tapi ini merah,” kata Choi Siwon tidak mau dibantah.

Hyera menggelengkan kepalanya. “Aku baik baik saja, Sir.”

“Lebih baik kau duduk di sofa itu sementara aku mengambilkan obat untukmu,” ujar Choi Siwon pada akhirnya. Ia tahu gadis ini akan terlalu keras kepala untuk memperlihatkan lagi tangannya.

Namun lagi lagi Hyera menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu, Sir. Aku masih bisa menyiapkan sarapan untukmu.”

“Aku bilang duduk di situ,” perintah Choi Siwon sambil menunjuk sofa yang dimaksudnya tadi. Nada bicaranya tajam dan memerintah dengan arogan, tahu bahwa hanya dengan cara itu Hyera akan menurutinya. “Kita sarapan di luar saja hari ini.”

What would you like to have, Maam?” Seorang pelayan dengan seragam hitam elegan menyerahkan dua buah buku menu ke meja Hyera dengan sangat sopan. Hyera mengerti, bahwa di restoran seperti ini pelayanan adalah hal yang paling utama. Apalagi jika ia datang dengan preferred member seperti pria yang duduk di hadapannya, Choi Siwon.

Onion Gratin Soup,” jawab Hyera tanpa melihat buku menu. Ia tahu itu memang bukan menu favorit di sini, tapi sup-nya benar benar menggiurkan lidah. Sang pelayan mengangguk sambil tersenyum.

Kemudian ia beralih pada Choi Siwon.“Anda, Sir?”

Blueberry Waffle,” katanya singkat.

Setelah pelayan itu pergi untuk menyiapkan pesanan mereka, Choi Siwon menyandarkan tubuhnya di sofa yang terlihat nyaman itu. Ini memang bukan restoran super mahal, tapi Hyera bisa melihat Choi Siwon merasa nyaman berada di dalamnya.

Karena jaraknya yang tidak jauh dari rumah Choi Siwon, Hyera menerka ini bukan pertama kalinya Choi Siwon sarapan di sini.

“Hari ini hari sabtu, kau ada acara?” tanya Choi Siwon tiba tiba.

Hyera menggelengkan kepalanya sopan. “Tidak juga, aku tidak punya rencana di akhir minggu,” katanya di mulut meski hatinya sudah berteriak ‘Kecuali tidur seharian! Tapi rencana itu sudah dirusak dengan sempurna olehmu!’.

“Kita pergi belanja saja hari ini,” katanya santai, seperti mengatakan bahwa es krim itu enak pada anak anak berusia lima tahun. Hyera tidak mengerti, ia memang tahu ia dibayar cukup tinggi, tapi apakah itu termasuk bekerja di hari libur di mana seharusnya dia bisa membayar jam istirahat yang tidak teratur di lima hari dalam seminggunya.

Lain dengan Choi Siwon yang terlihat easy-going, Hyera malah mengerutkan keningnya. Selain kontrak kerja, ia juga ingat dengan jelas ia belanja cukup banyak untuk persediaan setidaknya satu minggu di kulkas Choi Siwon. “Belanja? Tapi aku baru saja membeli semua kebutuhan dapur anda kemarin lusa.”

“Bukan untukku, tapi untukmu,” katanya memperjelas, seakan Hyera seharusnya sudah mengerti dengan apa yang dikatakannya. “Dan bukan kebutuhan dapur. I’m buying you clothes.”

Clothes?” Lagi lagi Hyera mengerutkan keningnya. Sedetik kemudian posisi duduknya melorot dari kursi. Hanya ada satu alasan seseorang meminta seorang gadis menyarankan untuk membeli pakaian pakaian baru. “Apa gaya berbusana saya mengecewakan anda, Sir?”

“Oh?” Choi Siwon tampak taken aback, ia baru sadar beberapa saat kemudian bahwa kalimat ambigunya terdengar menyinggung meski ia tidak bermaksud seperti itu. “Ah, tentu saja tidak. You dress well. Aku hanya berpikir untuk memberikanmu hadiah. Dan kau tidak boleh menolaknya.”

Hyera tidak bisa berkata apapun, selain karena perintah Choi Siwon yang melarangnya untuk menolak, pelayan mereka datang  untuk menyajikan menu sarapan—yang lebih cocok disebut brunch mengingat ini sudah hampir siang.

Setelah mengucapkan terima kasih, mereka berdua mulai menyantap hidangan yang disajikan. Hyera menyendok sup-nya yang masih mengepulkan asap panas dengan perlahan dari sisi dalam keluar sementara Choi Siwon mulai menikmati waffle dengan saus blueberry yang tampak lezat.

“Hyera…” Choi Siwon memanggil assisten-nya sambil terus menyantap sarapannya. “I’m so sorry for last night,” ucapnya halus. Matanya terfokus pada piring di hadapannya, bukan pada Hyera yang sedang menatapnya bingung.

Choi Siwon menghela nafasnya. “Aku tahu, aku tahu. Akan brengsek sekali jika aku mengatakan bahwa itu hanya tindakan impulsif-ku. Atau aku memintamu melupakan segalanya dan menganggap semalam tidak terjadi apa pun. Karena sebenarnya apa yang kulakukan semalam bukanlah sebuah tindakan impulsif. Bukan, sama sekali bukan. Dan aku juga yakin kau tidak akan segampang itu melupakannya—karena aku seperti itu.”

Meleset dari perkiraannya, ketika Choi Siwon mengangkat kepalanya untuk melihat ekspresi gadis itu, gadis itu sedang tersenyum geli. Ia kembali menghela nafas. “Am I beating around the bush?”

Hyera menjawabnya dengan sebuah anggukan dan senyuman geli.

“Maaf, aku tidak tahu bagaimana mengatakannya tanpa menyinggung perasaanmu. Aku ingin mengatakan ini sebaik mungkin agar tidak ada penyesalan di kemudian hari,” ucapnya frustasi. Jika bisa, Hyera ingin mengabadikan momen ini. Momen di mana seorang Choi Siwon bicara panjang lebar dan berputar putar—beda dari biasanya—tanpa ia sendiri mengerti apa yang dikatakannya.

“Katakan apa yang ada di benakmu, Sir,” saran Hyera. “Mulai dari apa yang kau rasakan, karena perasaan tidak akan pernah salah.”

Choi Siwon tersenyum. “You’ve got a point there.

Ia menggeser piringnya, tidak lagi merasa ingin menghabiskan potongan terakhir waffle-nya itu. “Aku merasa kacau semalam. Kau tahu, pesta Kim Seera,” katanya mengingatkan. “Tidak mudah bagiku untuk menahan semua emosi yang meluap luap dalam dadaku. Andai saja aku bisa menghujamkan salah satu koleksi victorinox-ku ke dalam dada Cho Kyuhyun.”

Choi Siwon mengatakan kalimat  terakhir dengan sebuah senyum getir di bibirnya.

But you didn’t,” sahut Hyera, menghapus senyuman getir itu.

Praise the Lord I didn’t.” Choi Siwon tertawa hambar tapi kemudian ia melanjutkan ucapannya. “Aku merasa marah, sangat sangat marah sampai aku tidak tahu harus berkata apa. Lalu aku melihatmu berdiri di beranda, menatap langit malam seperti menatap hal paling indah yang ada di dunia ini.”

Hyera diam. Mengamati, mendengarkan.

“Cukup lama aku memandangmu, memikirkan apa yang harus aku lakukan dengan perasaanku yang semakin kacau. Dan saat itu, aku merasa memelukmu adalah hal yang paling tepat. Dan aku memelukmu…”

Sampai sini Choi Siwon menggantung perkataannya. Ia menatap Hyera lembut. “Aku berharap kau tidak menganggapmu wanita murahan, Han Hyera.”

Hyera menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum ramah. “Tidak sama sekali,Sir. Hug is always nice, and you’re very nice to me. Everyone needs hug, so I think it was okay.”

“Tapi aku meminta lebih,” potong Choi Siwon. “Karena aku tahu aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak tanpa diliputi rasa gelisah. Dan ketika memelukmu, aku merasa seperti diselimuti perasaan aman dan nyaman. Kau tahu perasaan itu?”

Hyera hanya tersenyum.

Sejujurnya, jantungnya berdegup dengan keras sejak pertama kali Choi Siwon membawa topik ini ke dalam sarapan mereka. Hatinya ingin meledak ledak tidak karuan. Tapi Hyera berhasil menampakkan dirinya yang kalem dan tenang.

“Rasanya seperti ketika kau dipeluk ibumu setelah kau jatuh di taman. Rasanya aman, nyaman, dan kau tidakk perlu menyembunyikan apapun.” Choi Siwon melanjutkan tanpa diminta. “Aku merasakannya, dan aku takut jika aku melepaskanmu, aku akan kehilangan rasa itu. Jadi aku memintamu tidur denganku semalam.”

Jantung Hyera berdegup dengan kecepatan maksimal mendengarnya. Lebih cepat dari apapun.

Kemudian degupan jantung yang terlampau cepat itu berhenti mendadak ketika dengan sebuah nada berayun Choi Siwon mengungkapkan maksud hatinya.

Hyera, move in with me…”

Hyera pikir telinganya bermasalah. Mungkin ia harus menemui dokter THT. Atau mungkin ia terlalu lelah seminggu ini sampai otaknya tidak menerima sinyal yang dikirim indera pendengarannya dengan benar. Choi Siwon memintanya pindah ke rumahnya? Knock knock on the wood, is this for real?

Keraguan akan pendengarannya itu segera sirna ketika Choi Siwon melanjutkan perkataannya—permintaannya. Matanya sendu, tapi excited. Wajahnya santai, tapi penuh pengharapan.

Move in with me, stay in my house, in my room.Ia berkata pelan, sejelas yang ia bisa. You can do whatever you want there, you can re-decorate everything, you can cook, you can watch TV all day. You can do everything—including going shopping and hanging out with your friends—but please, move in with me.”

Hyera kehilangan kata katanya. Permintaan ini—dan segala fasilitas  yang ditawarkan—benar benar membuat Hyera caught off guard. Tidak pernah terlintas, dalam ruang imajinya yang paling liar sekalipun, bahwa Choi Siwon akan memintanya melakukan  hal ini. “Sir, I—” Hyera tergagap dalam kata katanya, sebenarnya tidak tahu apa yang akan dikatakannya. Apa yang harus dikatakannya.

“Apa yang kuminta berlebihan?” Choi Siwon bertanya lembut, membuahkan sebuah gelengan yang terlalu keras dari Hyera.

“Bukan begitu, tapi tinggal denganmu, Sir? Apakah—“

“Kau punya kekasih?” sela Choi Siwon. “Dia akan keberatan jika aku memintamu pindah denganku?”

“Tidak, Sir,” jawab Hyera. Ketika ia melihat dahi Choi Siwon berkerut, ia tahu jawabannya ambigu untuk pertanyaan yang mana. Hyera mengulangi jawabannya dengan lebih jelas kemudian. “Maksudku, aku tidak punya kekasih.”

That’s a good thing for now,” sahut Choi Siwon. Ada sedikit gurat yakin di bibirnya bahwa Hyera akan setuju meski gadis itu sendiri belum tahu apa yang akan dikatakannya.

Terlalu banyak hal yang bermain di benak Hyera. Saking banyaknya, semua itu saling berkait seperti benang kusut yang Hyera sendiri tidak tahu ia harus mulai berpikir dari mana. Ia butuh waktu. Waktu untuk mengurai benang kusut itu agar ia bisa berpikir lebih baik. Tapi… apakah ini butuh pemikiran lebih baik? Butuhkah sebuah pemikiran ulang jika seorang most wanted eligible bachelor in town memintanya untuk tinggal bersamanya—meski bukan dalam hubungan romantis?

Hubungan romantis? Hyera mendesah dalam pikirannya. Ia teringat sesuatu, seseorang. “Bagaimana dengan Miss Young?”

“Eunryung?” Choi Siwon mengulang nama itu seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. “Eunryung?”

Hyera mengangkat bahunya. “Aku—aku hanya menebak, tapi kurasa aku tidak bisa menghalangi kalian.”

Choi Siwon tertawa. Sebuah tawa hambar yang menyembunyikan kepahitan. Ia membuang pandangannya ke arah lain, lalu kembali pada Hyera. Wajahnya canggung, tapi ia juga tampak ingin menertawakan takdir kehidupannya sendiri.  “Eunryung… Oh my, oh my, if only you know,” desahnya terdengar frustasi “Dia hanya mantan tunanganku, tidak lebih dari itu. Bagaimana kau bisa menghalangi kami?”

Perkataan Choi Siwon meninggalkan Hyera sebuah hening yang cukup panjang. Choi Siwon membenarkan posisi duduknya, lebih condong ke arah Hyera. “Kau ingat Cho Kyuhyun? Oh, jelas kau mengingatnya,” ucapnya sarkastis, merujuk pada kejadian di pesta semalam. Tapi ia melanjutkan apa yang akan dikatakannya. “Eunryung pergi  ke Jerman dua tahun lalu untuk menyelesaikan spesialisasi jantung-nya. Seharusnya dia kembali ke Seoul dengan gelar dokter spesialisasi jantung untuk menjadi istriku.”

Hyera masih mendengarkan meski ia sebenarnya tidak ingin tahu. Mendadak ia tidak ingin mendengarkan apapun tentang Young Eunryung. Gadis itu… Hyera tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Ia hanya tidak ingin mendengarkan meski faktanya ia harus mendengarkan.

“Tapi wanita itu, wanita itu…” Sampai di sini Choi Siwon tertawa pahit. “Cho Kyuhyun brengsek itu.”

You know what happened,” desah Choi Siwon kemudian. Membiarkan Hyera memiliki waktu untuk bermain dengan imajinasinya sendiri akan apa yang bisa terjadi antara tunangannya dan pria yang diberi titel ‘Brengsek’ before he called off the engagement.

I’m not sure, Sir,” respon Hyera. Ia punya beberapa hipotesis dalam benaknya tapi ia tidak yakin. “Bukankah Cho Kyuhyun sudah lama bertunangan dengan wanita yang kita temui kemarin?”

Choi Siwon mengangguk kemudian melanjutkan, “she slept with him. Eunryung slept with Cho Kyuhyun who was already engaged to a girl here in Korea.” Matanya menatap lurus Hyera. “What do you think, Hye?”

Hyera menyesali hari di mana ia terlibat dalam lingkarang setan ini. Di mana skandal terjadi pada lingkarang kecil yang isinya orang orang yang saling mengenal. Ia seperti berada dalam set Gossip Girl yang kompleks. Bukan Chuck Bass dan Blair Waldorf yang dirusak oleh Dan Humphrey atau Pangeran Louis, tapi ini Choi Siwon dan Young Eunryung dengan sedikit sentuhan Cho Kyuhyun dan tunangannya.

Ia pikir hal ini hanya bisa terjadi di kalangan atas dalam sebuah novel. Tapi ia mengubah mindset itu, hal ini bisa terjadi pada kalangan atas dalam novel yang dikarang Tuhan. Semua takdir bisa bertemu dengan jalannya masing masing, rumit dan sulit.

Dan Hyera hanya bisa mengucapkan satu hal. “I’m sorry, Sir…

Choi Siwon tersenyum, menerima ucapan itu karena ia sendiri berpikir bahwa ucapan itu tepat untu duka cita  yang sempat ada di hatinya. “Aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir tentang tawaranku untuk pindah ke rumahku dan—“

“Tidak perlu, aku sudah memutuskannya,” kata Hyera tiba tiba. Ia memutuskan untuk tidak mengurai benang kusut dalam rantai pikirannya setelah mendengar apa yang terjadi, ia hanya akan menggunting dan membuang bagian yang kusut. “I’m moving in with you,” katanya mantap. Life is too short to contemplate everything way too long.

“Ceritakan tentangmu, Hyera,” ucap Choi Siwon. Matanya terfokus pada jalanan yang cukup ramai meski belum terlalu siang. Mereka sudah selesai sarapan dan kini sedang melaju entah ke mana, Hyera tidak bertanya. “Aku  tidak banyak mendengar cerita tentangmu. Kau bahkan tidak banyak bicara padaku selama ini,”

Hyera tertawa kecil. “Ada di job desc, aku tidak diperkenankan berbicara hal yang tidak ada hubungannya dengan urusan pekerjaan, Sir.”

Choi Siwon tampak terkejut. Tapi kemudian ia tertawa. “Well, aku mengubah job desc-mu mulai hari ini,” katanya berseloroh. “Mulai hari ini tugasmu adalah tinggal di rumahku, membuatkanku sarapan, makan siang, dan makan malam. Kau juga akan mengurus beberapa keperluanku yang lain, tapi tidak sebanyak sebelumnya. Aku akan mengajakmu ke setiap acara entah itu Gala Dinner, Soiree, atau event apapun. Tapi aku rasa kau bahkan akan bisa menyempatkan tidur siang setiap harinya.”

“Oh, ya?” Hanya itu yang bisa diucapkan Hyera untuk dia terlalu terkejut. Statusnya sebagai budak pekerjaan—menurut rekannya di kantor—seorang Choi Siwon kini akan berubah menjadi personal…personal what? She can’t even define.

Tapi Hyera senang. Sepanjang pagi ini, meskipun selalu bercakap dalam konversasi formal, mereka tampak akrab. Choi Siwon tampak menikmati waktu liburnya tanpa bekerja. Ia tidak terlihat tertekan seperti semalam. Hari ini ia bebas, lepas, seperti seharusnya.

“Tentu, aku senang kau ada di sampingku. Kau tahu? Rasanya aneh sekali. Aku tidak pernah bergantung pada siapapun seperti sekarang aku bergantung padamu. Aku membutuhkan kehadiranmu di sisiku sampai aku bisa berdiri sendiri, Hyera.”

Membutuhkan kehadiranku di sisimu sampai kau bisa berdiri sendiri? Hyera ingin melayang mendengar ungkapan manis seperti ini sebelum akhirnya ia jatuh terhantam pada fakta bahwa semua ini bisa terjadi karena Hyera bekerja pada Choi Siwon. Karena Choi Siwon bisa memintanya melakukan apa saja sesuai dengan kehendaknya,

“Tentu saja, Sir.” Hyera memaksakan sebuah senyum. “Aku pegawaimu.”

“Apa kau tidak akan menceritakan tentangmu?”

Well, tidak banyak yang bisa diceritakan.” Hyera memulai ceritanya. “Aku menyewa flat kecil di pinggiran Seoul. Semua keluargaku menetap di Hongkong sejak dua tahun lalu. Jadi aku hanya tinggal sendiri.”

“Kekasihmu?”

“Aku putus dengannya tahun lalu,” katanya tanpa emosi berarti. “Dia ingin hubungan yang mapan. Tapi aku baru 22 tahun, aku masih punya banyak hal yang ingin kuraih. Banyak impian yang kususun sejak aku kecil. Aku tidak rela melepaskan hal yang kuimpikan sejak kecil hanya untuk sebuah hubungan yang belum aku yakini akan bertahan selamanya.”

Tanpa sadar Hyera membuka mulutnya terus, dan Choi Siwon dengan setia mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

Cause you know, eventually people get enough. You say you love someone for a lifetime when you don’t actually know what lifetime is. It’s a short word equals to long period of time, until you’re up in heaven. The idea of love blinds you.

You’ll be worrying that will the one you love, love you for a lifetime? Will their love stay the same? Will they be who they are now in five years? Ten years? When actually it’s not the thing.

It’s us. Yang harus dikhawatirkan sebenarnya adalah perasaan kita sendiri. Because we all know, the one person we can control in a relationship is ourselves. Bagaimana kalau perasaan kita  yang berubah sehingga kita yang menyakiti perasaan orang yang kita cintai?”

That’s a nice philosophy, Hyera,” puji Choi Siwon setelah mendengarnya secara lengkap. Rasa kagum mendadak ditujukan Choi Siwon pada gadis yang duduk di sampingnya itu. “Jadi kau tidak ingin merelakan apa yang kau miliki—mimpimu—untuk siapapun?”

Hyera menggelengkan kepalanya. “Belum rela, tidak untuk saat ini. Impianku sudah hampir ada di depan mata dan ingin mencobanya sampai aku tahu di mana batas kemampuanku.”

“Jika kau sudah menemukan ‘The One’ tapi belum berhasil meraih mimpimu?” Tiba tiba Choi Siwon penasaran dengan hal ini, seakan Hyera sedang sedikit demi sedikit menarik hatinya.

Terdiam, Hyera berpikir dalam dalam. Sejurus kemudian ia tersenyum. “If he’s my one, he’d wait. He’d be there when I’m waving my victory flag.

Choi Siwon mengangguk. “Aku harap semuanya berjalan dengan baik dan kau bisa meraih apa yang kau inginkan,” katanya santai.

Hyera terdiam lagi. Choi Siwon memintanya tinggal dengannya karena pria itu membutuhkan kehadirannya. Apa kau tahu? Jika aku mendapatkan apa yang aku impikan selama ini, tandanya aku akan meninggalkan sisimu? Hyera membatin.

Furniture shopping?” Hyera bertanya kaget, seakan akan apa yang baru saja dikatakan Choi Siwon adalah hal paling tidak masuk akal. Tentu saja itu tidak masuk akal sebenarnya.

Choi Siwon baru saja menghabisan belasan digit uang dalam rekeningnya untuk membelikan Hyera banyak sekali pakaian. Hyera tidak bisa menolak ketika Choi Siwon menyerahkan baju baju yang dipilihnya agar dicoba Hyera supaya ukurannya cocok. Pria itu bisa dianalogikan seperti gadis kecil yang hendak mendandani boneka barbie-nya dengan pakaian pakaian terindah dan mahal yang bisa dibayangkan. Karena ia ingin dan ia bisa.

“Ada empat kamar di rumahku,” kata Choi Siwon. Ia membuka pintu mobilnya dan segera keluar, membukakan pintu penumpang agar Hyera juga bisa keluar dari Audi hitam tersebut. Lalu ia melanjutkan, “kamarku, dua kamar untuk orang tuaku dan adikku kalau mereka datang berkunjung, dan satu kamar kosong. Kurasa kau bisa menempati kamar kosong tersebut. Tapi karena sudah kubilang itu adalah kamar kosong, it practically has no furniture.

Berjalan masuk ke dalam department store khusus furniture, Choi Siwon menggandeng tangan Hyera. Membuat pelayan yang menyapa mereka di pintu masuk tersenyum penuh arti. “Selamat siang dan selamat datang, ada yang bisa kami bantu?”

Choi Siwon mengangguk.

She’s moving in with me, bisa kau tunjukkan semua barang yang akan dia butuhkan?” katanya santai. Seakan ‘She’s moving in with me’ adalah kalimat paling biasa yang bisa diucapkan seorang pria lajang pada seorang pelayan.

Choi Siwon beralih pada Hyera. Tersenyum. “Kau bisa memilih sesukamu, barang apapun yang kau inginkan ada di kamarmu entah itu ranjang, meja, lemari, drawer, lampu, comforter.”

“Apapun?” Hyera mengonfirmasi, kalau kalau kupingnya salah dengar karena saru dengan degupan jantungnya yang lagi lagi terpacu tanpa kendali.

“Apapun,” terang Choi Siwon. Sejurus kemudian ia berbalik, seakan akan baru teringat sesuatu yang penting. “Tapi tidak ada walk in closet sekarang ini jadi kusarankan kau memilih sebuah lemari juga sebelum ada tukang yang membuatkan walk in closet untukmu. Mungkin seminggu? Kau bisa menaruh baju bajumu di lemari seminggu ini?”

Hyera ingin tertawa mendengarnya. Ia? Seorang Han Hyera memiliki walk in closet?

“Baju saya tidak banyak, Sir. Bahkan dengan semua pakaian yang anda belikan tadi, satu lemari saja juga cukup,” ucapnya sambil menahan tawa.

Then, then. It’s an excuse to shop more clothes,” sahut Choi Siwon sambil tersenyum penuh arti. Ia berjalan melihat lihat barang yang ada di display sementara pelayan tadi  pergi mengambilkan katalog yang diminta Choi Siwon.

Sir, kenapa anda melakukan ini?” tanya Hyera menarik tangan pria itu agar melihatnya.

Choi Siwon mengerutkan keningnya bingung. “Melakukan apa?”

“Memberikan saya ini semua? Kamar di rumah anda, furniture, pekerjaan baru, semua fasilitas yang sebenarnya tidak pantas saya dapatkan. Kebaikan anda juga. I don’t deserve this.”

Senyumnya terkembang. “Believe me, Hyera, you deserve all this. You deserve whatever you want and whatever you could want for agreeing to move in with me. You deserve all the pretty things in the world. I could even give you the world.

Hyera ingin meleleh saja rasanya, dalam artian sebenarnya. Lututnya lemas. Ini pertama kalinya ia mendengar such appraisal ditujukan padanya. Ia bahkan sudah tidak bisa mendengar detak jantungnya sendiri, aliran darahnya melaju cepat dengan adrenalin yang terpacu.

Tapi momen singkat itu seketika hilang ketika mereka berdua menyadari ada seseorang berdiri di belakang mereka. Tampak cantik dengan pakaiannya yang biasa saja tapi tampak elegan. “Of all people I could see buying new furniture, has it to be you?”

Young Eunryung berdiri di belakang mereka. Tangannya tertumpu di pinggang. Hyera ingin ditelan bumi saat itu juga sementara Choi Siwon memamerkan senyum setannya.

“Tuan, ini adalah katalog terbaru untuk furniture pasangan baru yang akan menempati rumah baru.” Sebuah suara yang berasal dari pelayan menyeruak di antara mereka bertiga, seakan membantu Choi Siwon menyulut api yang baru saja dinyalakan.

Han Hyera menutup mukanya, berharap Young Eunryung tidak mendengarnya.

Choi Siwon tersenyum tanpa beban dan mengucapkan terima kasih setelah menerima katalog tersebut.

Young Eunryung membelalakkan matanya, tidak yakin bahwa semuanya berjalan secepat ini dan hal penting seperti ini lolos dari pengamatannya.

Ketiganya menyadari keadaan semakin rumit.

You guys?” reflek Eunryung cepat. Matanya berpindah dari Choi Siwon ke Han Hyera, dari Han Hyera kembali ke Choi Siwon. Mantan tunangan yang masih dicintainya dan kekasih barunya yang akan tinggal di tempat yang seharusnya ditinggali Eunryung.

She’s moving in with me,” kata Choi Siwon santai, menikmati manik terkejut di kedua mata Eunryung. Galaksi dan alam semesta berkonspirasi dengannya. Bibirnya mengulas sebuah senyum sedangkan tangannya sudah semenjak dua detik yang lalu berada di sekeliling pinggang Hyera. Choi Siwon marks Han Hyera, in front of wide-eyed ex fiancée, Young Eunryung.

 

Who says revenge is bittersweet? It’s fucking sweet.

To be continued

All and all, I’m going to say this. All’s Fair in Love and War happens during the last part (2-3 part to ending) of this story means that it hasn’t been happening in Scattered Notes universe yet. And don’t worry, I already have in mind what kind ending this story would have. You will be (hopefully) surprise and taken aback with the oh-I-hope-so-glamorous-and-very-touching-yet-fucking-sweety-fluffy ending bwahahahaha. There will only be tears of joy #spoiler XDD

Oh, I talk too much here ><

See you on the next oh-goodbye-fluffy chapter ^^

xoxo

shalof

52 Comments (+add yours?)

  1. vielfbee
    Feb 21, 2013 @ 11:10:43

    semoga ending-nya g’bikin meres aermata…

    cz kapan lagi nemu ff cast tuan choi dg semua kejutan demi kejutan yang ada.
    always luv this…^^

    Reply

  2. Susi
    Feb 21, 2013 @ 11:15:58

    Owh amaze.,
    i will wait the next chapter.,

    Reply

  3. elfebryani
    Feb 21, 2013 @ 11:16:11

    First???
    Finally keluar juga ini lanjutan ff *usapjidat*
    astaga Hyera’s moving in with siwon, astaga itu si abang kuda emang paling bisa bikin hati cewe meleleh dengan gombalannya itu
    wait for the next part…

    Reply

  4. Susiani21
    Feb 21, 2013 @ 11:19:10

    this is awesome d:b
    i love the way u write it…
    very good story 😀

    Reply

  5. Nana
    Feb 21, 2013 @ 11:25:50

    Huaaaahhhhhhhhh…….. Kereeennnnnn………..

    Reply

  6. meloKYu
    Feb 21, 2013 @ 11:42:27

    bahasanya kerenn!!! kasih 4 jempol tangan yg dua pinjem kakak choi siwon 😀 DAEBAk

    Reply

  7. sasa
    Feb 21, 2013 @ 12:05:49

    Cool! I realy realy want move to choi siwon house! Ahahaha.. Oke I’ll wait for next chapter. Make it more cool thor. 😀

    Reply

  8. setia
    Feb 21, 2013 @ 13:21:27

    saya iri sm hyera.hehe
    pantes aj siwon benci sekali dengan kyuhyun.
    tp aq masi ragu eunryung bnran tidur sm kyuhyun. toh siwon hanya mendengar dr yg dikatakan eunryung (seinget q y).
    semoga happy ending hyera dan siwon.

    Reply

  9. Gie
    Feb 21, 2013 @ 13:24:36

    Aku suka banget ama cerita ini.. Complicated, but sweet and full with surprise scene in every part..
    Aku suka karakter SiWon disini.. Agak-agak terkesan misterius gitu.. Tetep gak ngerti ama cara pikir Choi SiWon..
    Sebenernya he still love EunRyung or not ? Kadang, dia bersikap dia masih care ama pandangan EunRyung terhadap kehidupan dia.. Tapi, aku rasa, tanpa sadar dia udah mulai jatuh cinta sama Hyera.. Dan ku rasa, proses hubungan mereka bakalan complicated banget.. *sok tau banget*
    Dan sangat amat menantikan part-part ending.. Penasaran ama kalimat “All’s Fair in Love and War” setuju banget ama kata-kata itu !
    Dan aku suka kata-kata terakhirnya.. “Who says revenge is bittersweet? It’s fucking sweet”
    Ditunggu next partnya.. ^^

    Reply

  10. cloudsnow2421
    Feb 21, 2013 @ 14:08:31

    Damn! Thor, aaaaa spechless! I can’t say anything than AWESOME! Keep writing and I want your next part asap!! 😀

    Reply

  11. DessiBoub
    Feb 21, 2013 @ 15:11:58

    Waaoooww waaaoowww choi siwon dan han hyera tinggal bersama??
    Semakin menarik saja kisah ini,jgn lama2 ngepostnya yaa eon

    Reply

  12. gaemhee
    Feb 21, 2013 @ 16:21:31

    kyakyakyaaaaa akhirnya muncul jugaaa!!!
    baca baca dan baca daaaan….
    APA!!?
    “Hyera, move in with me…”
    hwaaa kaget dan bikin senyam senyum gaje. ohmy hyera the luckiest girl in the world ckkckkk
    smoga bnih cinta makin bersemi wkkk *dangdut banget lah*
    aah jadi cho kyuhyun ternyata ke-evilan mu sangat sangat ditunjukan di sini :p
    kyakya part selanjutnya ditunggu sha! hwaiting!!! salam imyuuut buat bang siwon wkwkwkwk

    Reply

  13. Yas_April
    Feb 21, 2013 @ 16:24:33

    Perfect 🙂
    seneng banget jadi Hyera,
    dan aku ngebayangin ekspresi Eunryung saat “Choi Siwon marks Han Hyera, in front of wide-eyed ex fiancée, Young Eunryung..”
    it’s just look so sweet for me 🙂
    Siwon is damn good at it 🙂

    Reply

  14. Hyoori-Gyu
    Feb 21, 2013 @ 16:38:36

    hyaaa, jadi sebenerna hyera itu kerja jadi apa sih? envy banjet.
    dan akhir cerita ini bukan sperti di All’s Fair in Love and War kan eonni?

    serem banget sih itu, jangan sampe kayak gitu endingnya , please

    Reply

  15. sheila
    Feb 21, 2013 @ 17:06:07

    aaa… sweet bgt.
    melting bca-ny. abang siwon emg T.O.P B.G.T dah !

    Reply

  16. han gi
    Feb 21, 2013 @ 17:21:36

    kyaaaa….kya…kyaaaa…makin greget sama ceritanya nih

    Reply

  17. neezhaa
    Feb 21, 2013 @ 17:33:23

    Keren…
    Okay thor dtnggu kelanjtny…

    Reply

  18. fira fridiyani
    Feb 21, 2013 @ 17:49:01

    She’s moving in with her boss. Wow. Dan yah semoga akhirnya siwon sama hyera aja. Jebal jeballl

    Reply

  19. rizqi dinni
    Feb 21, 2013 @ 18:25:12

    Hell please!! this is the sweetest part of your story! hopefully the ending will be more surprised 🙂

    Reply

  20. trisna
    Feb 21, 2013 @ 20:56:25

    oh yeah revenge is sweet,………………………………….

    Reply

  21. Victory is VIP
    Feb 21, 2013 @ 21:45:25

    I just want to say, OH MY GOD!!
    the last part in furniture shop is great!!

    Reply

  22. Nathalie park
    Feb 21, 2013 @ 22:14:11

    Wah…semakin penasaran bgt sbnr’y siwon th udh mlai suka sm hyera atw ngga sh???atw dy cmn manfaatin hyera bwt manas”in eunryung aja????
    Jd eunryung slngkh sm kyuhyun itu yg bkin siwon dendam bgt y sm kyuhyun???
    Dan d’akhr all fair in love and war part 2’y sbnr’y siapa yg mati smpai siwon mw nyoba bwt bunuh jihyun tunangan’y kyuhyun???wah..semakin d’tnggu next part’y thor..:)

    Reply

  23. vianpumpkins
    Feb 22, 2013 @ 02:05:32

    kyaa… meleleh banget tiap denger Siwon ngomong yg romantis.. ><
    jadi pengen jadi Hyera U,U
    daebakk…!! ditunggu part slanjutnya 😀

    Reply

  24. ocha
    Feb 22, 2013 @ 12:32:04

    Semoga endingnya ga ngenes-ngenes banget deh ._.
    I’m waiting for the next chap eon!!!

    Reply

  25. rifaa
    Feb 22, 2013 @ 16:49:38

    OHMYGOD !!!! Kyaaaa !!! Ini.Kenapa.keren.banget !! Hyeraa jangan mau jatuh dipelukan choi siwon !! wait for the next chapter thooor

    Reply

  26. Zee
    Feb 22, 2013 @ 16:55:44

    This is just getting more interesting
    Actually im bit shocked there will be 9 chapts
    Im afraid this story would end up to be continue forever D:
    >____<
    Keep going !!!
    Me wait this patiently ❤

    Reply

  27. cellatwd
    Feb 22, 2013 @ 20:47:39

    whoaaahhhh…rame nih. berasa kayak nonton sinetron di MNC tapi ini versi elitnya gitu wkwkwkwk

    Reply

  28. ratnamegasulvia
    Feb 22, 2013 @ 20:59:41

    Ya ampun makin seru aja nie FF
    Penasaran banget gmana kelanjutannnya
    Cepetan yah…
    🙂

    Reply

  29. Flo
    Feb 23, 2013 @ 02:34:35

    siwon oppa tahu banget deh cara memperlakukan wanita…
    mpe meleleh rasanya baca kata demi kata…

    tp, bukan buat balas dendam kan…
    kan kasihan hyeranya klo cuma dimanfaatin…

    ditunggu next chapternya yah chingu, uda ga sabar buat bacanya…

    Reply

  30. inggarkichulsung
    Feb 24, 2013 @ 09:28:29

    kira2 Siwon oppa memperlakukan Hyera seperti itu krn dia asisten pribadinya kan bukan sbg tameng u balas dendam sama Eunryung yg sdh kembali dari Kenya.. Bagus banget ff nya, ditunggu kelanjutannya chingu.. Tks

    Reply

  31. naifahmp
    Feb 26, 2013 @ 13:17:48

    “…I could even give you the world.”
    ini gomballll banget. tapi mengingat imi Choi Siwon yang bilang dan mengingat dia itu siapa, ya pasti ini seriusan.

    Melting banget ><

    Next chap asap dong ya 😉

    Reply

  32. maria.ryeosomnia2009
    Feb 26, 2013 @ 13:28:07

    aq suka banget ff ini. suka dengan pembawaan ceritanya yang elegan. daebak thor!! jangan lama2 ya thor lanjutannya..^^

    Reply

  33. minkijaeteuk
    Mar 03, 2013 @ 22:24:08

    kok ini siwon klo digambarin keinginan y dlm versi indonesia y tuh minta hyera jd TTM an y nih or HTS an…..
    klo diliat pas ma eunrtung tu bisa dulibilabg siwon punya keuntungan secara ngak langsung balas perbuatan y eunryung dgn cara halus n tanpa sengaja….
    ternyata bener kyuhyun ada afair ma eunryung dulu y sampe siwon kyk gt,,,,, seneng ma part ini siwon y jd santai n ngak Boss bgt lg terlihat friendly n nyaman…..

    Reply

  34. amandajgby
    Mar 08, 2013 @ 20:01:27

    So Awesome!
    Great Job!!

    Reply

  35. nif407
    Mar 14, 2013 @ 04:52:44

    nemu ff jam 3 dni hr lgsg deh streaming pe pgi….mian bru coment dpart 4….stu kt buat authorny DAEBAKKK!!!…

    Reply

  36. Trackback: SCATTERED NOTES #6 | Superjunior Fanfiction 2010
  37. YeShin30
    Mar 21, 2013 @ 08:04:59

    Kyaak。。。。。tmbah ksni tambah gemes aj nich ma alur crtanya, pengen taw akhirny kya mana 🙂

    next

    Reply

  38. Alwiranindasari
    Mar 25, 2013 @ 13:15:33

    Akhirnyaaa menemuka ff cast nya siwon,aku suka banget dan maaf br koment dipart 4.abis kesenengan jd lanjut trus. I like siwon ih here, sweet boy oh my god.good job thor dan irii bgt jd hyera aa

    Reply

  39. Atthena Dee
    Apr 12, 2013 @ 14:24:11

    SERUMAH ?

    Ah. . . Kira2 mreka bkal doing this and that kaga tUh. Hahah #plak

    Gue curiGa kaya’e Eunryung ama kyuhyun kaga bener2 “tidur” dah. Pasti ada yg disembunyiin tUh #sotoykumat

    Reply

  40. Yeciik3424
    Apr 14, 2013 @ 10:13:34

    Hhh ceritanya makin seru >//<
    siwon juga keliatannya udah mulai suka sama hyera =D
    ternyata dibalik sikap dinginnya siwon ada sifat lembutnya juga toh kekekeke^^

    Reply

  41. Yeciik3424
    Apr 14, 2013 @ 10:16:40

    Hhh ceritanya makin seru >//<
    siwon juga keliatannya udah mulai suka sama hyera =D
    ternyata dibalik sikap dinginnya siwon ada sifat lembutnya juga toh kekekeke…^^

    Reply

  42. marisaheriani92
    May 05, 2013 @ 15:00:06

    Keren.. Tiap kata yg tersaji bnr” bagus n rapi

    Reply

  43. Trackback: MOSAIC [1/?] Last Kiss | Superjunior Fanfiction 2010
  44. liya
    May 14, 2013 @ 18:18:33

    i really love this story so damn much..
    especially with hyera’s opinion in here..
    oh really can’t wait to read the chapter

    Reply

  45. metaz05
    Sep 18, 2013 @ 18:00:28

    Yes. My top search rank no.1 : HOW TO BE HAN HYERA… Love u shalof..♡♡♡♡

    Reply

  46. reni budi a
    Dec 04, 2013 @ 12:19:42

    hwaaa keren abis………..
    kpn nih siwon bakal cinta sama hyera

    Reply

  47. G Park
    Mar 19, 2014 @ 20:42:08

    Hahaha, kya’y mkn panas aj..

    Reply

  48. manisaulia
    May 02, 2014 @ 05:16:48

    Oh my god.,ini bener2 bgus..konfliknya br dimulae

    Reply

  49. Lia9287
    Jun 24, 2014 @ 01:38:16

    Makin seru !!!!

    Reply

  50. lee
    Oct 20, 2015 @ 22:30:29

    Omg it’s unpredictable ..

    Reply

  51. Naa
    May 26, 2016 @ 14:34:10

    How can I describe this story? Waah, its really cool 🙂

    Reply

  52. kyunie
    Dec 09, 2016 @ 10:06:58

    hahaha,udh pasti eunryung panas dingin dgr kbr ky gt..
    tp,apa ya keinginan hyera?kok aq mlah ngrasa dy bkal pergi suatu saat nanti..

    Reply

Leave a Reply to sheila Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: