Hurt [1/?]

Title  : Hurt – Part 1

Author : Rachelle Koo

Main Cast :

Cho Kyuhyun

Kim Je Ra

Support Cast : Lee Donghae, Victoria Song

Genre  : Romance

Length : Chapter

Rated : PG – 13

Annyeonghaseyo readers…

Ini pertama kalinya aku buat ff, ini semua murni ide aku lho…

Semoga readers suka dengan jalan ceritanya, maaf kalo banyak typo ya..

Aku harap readers pada comment ya setelah baca ff ini…

Annyeong…

Happy reading all!!!

Aku baru tahu arti kata dari “menyakitkan” karena sekarang aku sedang merasakannya. Apa kalian pernah mencintai sahabat kalian sendiri?. Ya benar, aku jatuh cinta dengan sahabatku sendiri, kami merupakan teman masa kecil dan sudah 7 tahun terakhir ini aku mencintainya. Awalnya aku merasakan hal-hal aneh terjadi padaku, dan hal itu selalu kubiarkan. Sampai suatu saat ia mulai bercerita tentang seorang yeoja yang berhasil merebut hatinya. Perasaanku saat itu sungguh kacau, dadaku terasa sesak dan air mataku terus mengalir tanpa bisa kuhentikan. Aku baru sadar kalau aku menyukainya.. ani.. mencintainya dan sangat mencintainya. Aku tau aku salah, itu sama saja aku menyakiti diriku sendiri. Tapi perasaan cinta ini setiap hari semakin dalam dan itu tidak bisa kuhentikan.

Melihatnya tertawa adalah hal yang membahagiakan bagiku, melihatnya sedih mampu membuatku sakit hati. Aku beruntung bisa menjadi sahabatnya, bisa tertawa dan menangis bersamanya. Tidak seperti puluhan yeoja di kampusku, mereka hanya bisa berteriak dan berharap kalau dia mau membalas senyuman mereka. Dia selalu bersikap dingin kepada yeoja-yeoja kecuali aku, aku sekali lagi memang beruntung.

“ehmm… “ suara itu mengagetkanku. Segera aku mendongak dan melihatnya yang sedang menatapku heran. Jarak wajahku dan wajahnya sungguh dekat, membuatku salah tingkah.

“Kyunie? Kau .. kau sudah makan?” aish.. pertanyaan bodoh macam apa itu? Aku benar benar gugup. Sekali lagi ia memandangku dengan tatapan heran. Ia duduk di sebelahku dan hendak mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

“Kau mau bermain PSP? Aku temani ya!!” ucapku bersemangat. Seperti biasa ia tidak menjawab pertanyaanku dan malah tenggelam dengan PSPnya. Memandangnya yang sedang bermain PSP, itu sudah menjadi kebiasaanku. Ia memang tampan sekali dengan kulitnya yang pucat, hidungnya yang mancung dan juga rambut coklatnya yang sedikit berantakan. Benar-benar membuatku terkesima.

“ehmm…”

“apa tidak ada yang bisa kau ucapkan selain ehm.. kyunie.. aku lapar, kajja kita ke cafe kyu” . Aku memang sangat lapar, karena daritadi belum makan.

“Tunggu sebentar lagi..  “. Aku memandangnya sebal, bagaimana aku yang sudah kelaparan, diminta menunggunya yang bermain PSP.

“Ra-ya!! Kyu!!” panggil Donghae sambil berlari kearah kami. Donghae lebih tua dariku dan Kyu , ia sunbae kami di kampus. Ia teman baik Kyu dan otomatis menjadi teman baikku juga. Ia berbeda 180 derajat dengan Kyu, ia idola kedua setelah Kyuhyun. Donghae oppa selalu membalas senyuman semua yeoja tersenyum padanya. Puluhan yeoja pasti sangat iri padaku, karena bisa berdekatan dengan Kyu dan Donghae oppa.

“Oppa? Kebetulan sekali oppa kesini, aku lapar oppa. Kajja kita makan” ucapku seraya menggandeng tangannya. Saat hendak berdiri dari posisi dudukku, Kyuhyun menarik tanganku.

“Sudah kubilang, tunggu aku selesai ra-ya”. Aku menatap Donghae untuk meminta bantuannya. Ia mengangguk mengerti. Dengan segera ia mengambil PSP Kyuhyun dan berlari menjauh, aku pun menyusul Donghae sambil terus tertawa.

“Yak. . Ikan , kembalikan PSP ku!! Hyunggg!!!” teriak Kyu marah. Tapi aku dan Donghae Oppa terus berlari tanpa mempedulikan teriakan Kyu. Miann kyu, habisnya aku akan mati kelaparan jika menunggumu selesai bermain.

——

“Silahkan dinikmati” ucap pelayan cafe itu dengan ramah. Aku segera memakan makananku dengan lahap, Donghae oppa hanya tertawa kecil melihatku yang memakan seperti orang yang sudah tidak makan berhari-hari.

“Ya oppa, jangan hanya menertwakanku cepat habiskan makananmu. Kalau tidak buatku saja. Eo?”. Dengan secepat kilat oppa langsung mengambil piringnya dan menjauhkannya dari tanganku.

“Oppa Kyu eodiya? Apa dia benar- benar marah sekarang? Mengapa ia tidak menyusul kita oppa?”

Biasanya Kyuhyun akan segera menyusul kami ,,ani untuk merebut kembali PSPnya tapi kemana dia sekarang? Apa dia sangat marah pada kami?

“Tenang saja, mungkin sebentar lagi ia akan sampai. Sudah jangan cerewet, cepat habiskan makananmu!” Aku mengangguk lalu kembali memakan makananku.

Sesampainya di rumah, aku menyalakan hpku yang mati sedari tadi. Siapa tahu Kyu mencoba menghubungiku, tapi aku kecewa ternyata tidak ada sms maupun telepon dari Kyu.

To : Kyunie

Kyu kau kemana saja? Kenapa kau tidak menyusul kami tadi? Apa kau tidak ingat “istrimu” ada padaku hah? kkkk . Balas smsku segera.Kalau tidak awas kau!Jangan harap bisa bertemu lagi dengan “istrimu”

Sudah 1 jam aku menunggu balasan dari Kyu, tapi tetap saja tidak ada. Aishh Kyu kemana kau? Apa kau tidak tahu kalau aku merindukanmu? Padahal baru beberapa jam saja, aku tidak mendengar kabarnya tapi sudah bisa membuatku gila.

Tiba- tiba aku merasakan hpku bergetar..

From : Kyunie

Besok temui aku di tempat biasa. Jam 10 arra? Jangan terlambat! Dan jangan lupa bawa juga PSPku!!

“Aaaaa….” teriakku senang setelah membaca smsnya.

“Ya Kim Je Ra.. berisik sekali!” teriak Yesung oppa padaku. Dasar oppa jelek, tidak tahu apa kalau aku sedang senang. Seandainya saja itu ajakan kencan dari Kyuhyun, mungkin aku sudah berteriak semalaman saking senangnya. Lebih baik aku tidur sekarang, tidak sabar untuk esok hari.

Keesokan harinya..

Aku sudah sampai di Kona Beans, tempat janjianku dengan Kyuhyun. Aku duduk di tempat favorit kami berdua, yaitu meja dekat di sudut cafe karena disini kami bisa memandang jalanan. Aku melihat Kyu berjalan sambil mendengarkan lagu dengan Headphone putihnya yang besar. Ia  terlihat tampan dengan Kemeja biru, celana jeans dan sneakers putihnya itu. Tenang Kim Je ra jangan sampai Kyuhyun tau tentang perasaanmu.

Kudengar decitan kursi di depanku, aku yakin itu Kyuhyun. Aku pura- pura tidak mendengarnya dan terus memandang jalan. Apa ia tidak menyapaku? Dasar namja evil. Akupun mengalah dan mulai menyapanya.

“Hi Kyu, apa yang ingin kau bicarakan?” Tapi Kyu diam saja dan menggaruk tengkuknya dengan salah tingkah. Ia terlihat seperti gugup dan canggung. Ada apa dengan namja evil ini?

 “Aku rasa.. aku..aku..” ucapnya gelagapan.

“Ya kyu.. apa sih yang mau kau katakan?”

Tapi ia tetap terlihat salah tingkah dan mendecak berkali-kali. Aku semakin sebal sekaligus penasaran dengan hal yang ia ingin sampaikan.

“ Kalau kau terus seperti itu, aku pulang saja” aku hendak berdiri tapi tangan Kyu menahanku dan membuatku kembali duduk. Ia mulai menatapku serius.

“Aku rasa aku sedang jatuh cinta…”

MWO…!!! Aku pasti salah dengar, dadaku berdetak semakin cepat aku tak ingin kejadian 2 tahun lalu terulang lagi. 2 tahun lalu saat-saat dimana Kyu mengacuhkanku dan lebih memilih bersama yeojanya. Saat- saat dimana senyuman Kyu hanya untuk yeojanya. Dan saat-saat dimana Kyu namja yang kucintai tertawa bersama dengan yeojanya. Itulah saat-saat yang paling kubenci, aku lebih memilih untuk mati daripada harus merasakannya lagi.

“Ra- ya apa kau dengar yang kukatakan?” ucapnya sembari melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku. Ia mungkin sadar bahwa aku serdang melamun. Bagaimana ini? Aku tak ingin mendengarkan kelanjutan dari perkataanya tadi, tapi tak ada yang bisa kulakukan selain mendengar ceritanya sekaligus menambah dalam luka di hatiku.

“Ne? Kau bilang apa tadi Kyu?” Dia memandangku sebal, tapi aku tak peduli. Saat ini aku sedang berusaha menahan airmataku agar tidak mengalir di hadapan Kyu.

“ Aku rasa aku sedang jatuh cinta Ra-ya”. Aku hanya membalas perkataan Kyu dengan anggukan. Aku berharap orangnya adalah aku. Aku Kim Je Ra yang seharusnya kau cintai Kyu, tidak ada yang lain.

“ Siapa dia Kyu?” tanyaku dengan berat hati.

“ Dia seangkatan kita Ra-ya, aku baru melihatnya tadi saat tak sengaja menabraknya di perpustakaan. Dia sungguh cantik dan manis Ra-ya… Aishh.. aku malu sekali, tadi aku gugup sekali dihadapannya Ra-ya. Namanya Victoria Song, kenapa aku baru sadar punya sunbae secantik dia” ucapnya penuh semangat dan mukanya memerah karena malu. Andai saja yang kau cintai itu aku Kyu, kenapa setelah 10 tahun kita berteman, kau tak pernah sekalipun melihatku Kyu.

Aku kenal yeoja bernama Victoria Song, ia memang yeoja yang sangat cantik dan juga lucu. Banyak namja yang mengejar- ngejarnya. Yeoja yang paling cantik dengan namja yang paling tampan memang sangat serasi. Aku benar- benar tak sanggup lagi menahan air mataku.

Kyuhyun POV

Lega rasanya setelah menceritakan apa yang kurasakan pada Ra-ya , tapi kenapa ia terlihat tak bersemangat ya?. Ah molla.. aku sedang senang hari ini,aku tadi tak menyusul Donghae hyung dan Ra-ya karena harus ke perpustakaan untuk mengembalikan buku.

#Flashback#

Saat aku hendak menuju perpustakaan, aku tak sengaja menabraknya yang sedang berlari berlawanan arah denganku.  Awalnya aku hendak  marah, tapi saat melihat wajahnya lidahku kelu. Belum pernah aku bertemu dengan gadis secantik dan semanis dia.

“Gwe.. gwenchana?” tanyaku gugup. Bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun gugup di hadapan wanita. Aish .. memalukan saja.

“Gwenchana, maaf aku tak sengaja menabrakmu. Mianhe, jeongmal mianhe” ucapnya sembari membungkuk padaku. Aku yang tidak enak dengan tingkahnya, langsung menarik tangannya agar tidak membungkuk padaku.

“Sudahlah, lagipula aku tidak apa-apa. Namaku Cho Kyuhyun. Kau?”

“Aku Victoria Song.. Kau pasti tidak mengenalku kan?” aku menganggukan kepalaku setelah mendengar ucapannya.  Kemana saja aku selama ini, kenapa tidak pernah sekalipun melihatnya.

“ Itu karena kau terlalu sibuk dengan 2 sahabatmu dan juga PSP kesayanganmu itu Kyuhyun-ssi”. Aku terkejut dengan ucapannya, bagaimana bisa ia tahu kedekatanku dengan Ra-ya dan Donghae Hyung juga aku yang suka sekali bermain PSP.

“Kau cukup memanggilku Kyu saja., tidak perlu dengan embel – embel  ssi. Bolehkah aku mengenalmu lebih jauh Victoria?”. Astaga apa yang kuucapkan, dia terlihat kaget mendengar ucapanku.

“anni..maksudku”

“Boleh saja Kyuhyun-ssi ah.. ani Kyu” potongnya cepat. Ia menunduk malu- malu dan terlihat jelas wajahnya sudah memerah. Yeoja ini membuatku semakin gemas saja. Setelah itu akupun mengobrol banyak dengan Victoria, sampai- sampai aku lupa pada Ra-ya dan Donghae Hyung.

#Flashback end#

Aku masih menunggu  tanggapan dari Ra-ya, tapi ia kelihatan melamun dan menangis.. mwo .. kenapa Ra-ya menangis?

“Ra- ya kenapa kau menangis ?”

Kim Je Ra POV

“Ra- ya kenapa kau menangis ?” tanya Kyu heran. Aku langsung memegang pipiku yang memang basah karena air mataku. Kenapa air mataku ini tak bisa kutahan. Babo sekali kau Kim Je Ra, aku harus menjawab apa.

“Aku menangis bahagia Kyu”

“Bahagia?”

“Ne.. aku bahagia ternyata sahabatku yang hanya bisa bermain PSP sekarang sedang jatuh cinta. Berarti aku akan bebas dari pelototan yeoja- yeoja di kampus Kyu, akupun akan terbebas darimu Kyu.. hahaha.. bagaimana aku tidak bahagia?” ucapku berbohong mana mungkin aku bisa bahagia setelah mengetahui bahwa kau mencintai Victoria bukan aku, dan bagaimana mungkin aku bisa bahagia jika tidak bisa berada disampingmu Kyu.

“appo…” Kyu menjitak kepalaku keras. Sakit memang tapi itu tak seberapa dibandingkan dengan sakit hatiku sekarang.  Aku menangis sambil mengusap kepalaku, itu hanya alasan karena aku benar- benar sudah tak dapat menahan air mataku lagi.

Kyu menatapku dengan tatapan bersalah, ia langsung menarik kursinya dan duduk di sampingku.

“Apa itu sakit sekali Ra-ya?” tanyanya sambil mengusap kepalaku. Aku hanya mengangguk dan terus menangis, aku juga sudah tak peduli dengan tatapan orang- orang yang ada di cafe. Kyu langsung menarikku ke dalam pelukannya, sambil terus mengusap-ngusap kepalaku.

“Uljima.. mian aku hanya kesal mendengar perkataanmu. Uljima Ra-ya, orang-orang di cafe bisa menyangka kalau aku menyakitimu Ra-ya”.

——

Aku memandang fotoku bersama dengan Kyu dan Donghae Oppa, foto itu diambil saat kita bertiga sedang bermain di pantai. Aku melihat senyuman Kyu yang benar- benar menawan, aku ingin setiap hariku bisa melihat senyumanmu itu Kyu. Aku tidak ingin ia membaginya kepada orang lain, aku tidak rela. Aku terus menangis semalaman, aku benar- benar bodoh dan aku sungguh menyesal kenapa aku bisa mencintai sahabatku sendiri.

Aku membuka mataku dengan berat dan mencoba bangun dari tempat tidur, tapi kepalaku sungguh pusing. Akupun terjatuh di lantai, karena tak sanggup menahan sakit kepala ini. Sudah 1 minggu ini aku tak masuk kuliah, sudah seminggu ini yang kulakukan hanya menangis dan akupun tidak nafsu makan bila mengingat Kyu. Dan aku juga beralasan pada eomma bahwa aku sedang tidak ada jadwal kuliah. Padahal sebenarnya aku sedang menghindari Kyuhyun, aku tak ingin mendengar cerita cintanya dengan Victoria.

“Aigoo.. Ra-ya, kenapa denganmu? Wajahmu semakin pucat Ra-ya.. Sudah kau kembali saja ke tempat tidur”. Eomma membantuku berdiri kemudian terdengar suara pintu kamarku yang terbuka. Aku bisa melihat Donghae Oppa yang langsung membantu eomma  mengangkatku ke tempat tidur.

Donghae POV

Aku sudah sampai di rumah Ra-ya, aku berencana menjenguknya yang sudah 1 minggu tidak masuk kuliah. Akupun disambut hangat oleh Imo, dan diminta untuk menunggu Ra-ya di ruang tamu. Imo terlihat rapi sekali, sepertinya ia ingin pergi. Imo memang sudah biasa melihatku, bahkan ia sudah menganggapku dan Kyu seperti anaknya sendiri. Karena terkadang kami menginap dan bermain  game bersama Ra-ya, akupun senang dengan Imo. Ia selalu mengingatkanku pada eomma, karena eommaku tinggal dengan appa di New York dan terkadang merindukannya. Tapi beruntung ada Imo, sehingga aku serasa berada di dekat Eomma.

“Aigoo.. Ra-ya, kenapa denganmu? Wajahmu semakin pucat Ra-ya.. Sudah kau kembali saja ke tempat tidur”. Kudengar suara Imo, akupun langsung berlari ke kamar Ra-ya. Sesampainya disana aku melihat Ra-ya yang sedang terjatuh di lantai dan sedang dibantu Imo. Akupun melihat wajah Ra-ya yang benar- benar pucat, matanya bengkak seperti habis menangis. Segera saja kubantu Omonin untuk mengangkat Ra-ya dan membaringkannya di tempat tidur.

Handphone Imo berdering, Omonin keluar sebentar dari kamar Ra-ya dan tak lama kembali lagi. Iangsung menuju tempat tidur Ra-ya.

“Bagaimana ini Ra-ya? Appa di kantor membutuhkan bantuan Eomma untuk Rapat Direksi, tapi kau sedang sakit Ra-ya. Oppamu pun sedang ada di kantor. Eotte?” ucap Imo terlihat bingung. Dibelai- belainya kepala Ra-ya.

“Imo pergi saja, biar aku yang merawat Ra-ya. Kebetulan hari ini aku tidak ada kuliah Imo. Tenang saja”

“Tapi..”

“Sudah Eomma pergi saja, biar Donghae Oppa yang merawatku.” Ucap Ra-ya dengan lemah suaranya terdengar lirih.  Imo pun mengangguk dan mencium kening Ra-ya dan segera pergi.

“Donghae, Omonin titip Ra- ya, ya? Kalau ada apa-apa segera hubungi Imo ya?”

“Tenang saja Imo, aku pasti akan menghubungi Imo”. Sesaat Imo memandang Ra-ya dan menghela nafas sebelum menutup pintu kamar Ra-ya.

Akupun menatap Ra-ya yang memejamkan matanya, ia terlihat sungguh lemah tidak seperti Ra-ya yang biasanya ceria dan selalu penuh senyum. Ada apa denganmu Ra-ya, hatiku sungguh sakit melihat keadaanmu seperti ini.

“Ra-ya.. Ra-ya.. Kau kenapa? Matamu bengakak seperti habis menangis, ada apa sebenarnya?” tanyaku lembut sambil mengelus pelan punggungnya. Ia memang memunggungiku, akupun hendak memutar badannya. Tapi suara isakan Ra-ya membuatku kaget, ia menangis membuatku pilu mendengarnya. Aku bingung apa yang terjadi sebenarnya pada Ra-ya. Akupun memutar balikkan badannya, aku bisa melihat wajahnya yang sedang menangis, akupun langsung memeluknya. Ia memelukku sangat erat seakan berusaha memberi tahu kesedihan yang ia rasakan.

“Oppa.. Oppa…” isaknya. Tangisannya semakin menjadi, seakan itu adalah kepedihan yang sudah lama ia alami. Dalam pelukanku aku mencoba membantunya duduk, akupun melepaskan pelukannya dan menatapnya khawatir.

“Ada apa denganmu Ra-ya? Siapa yang menyakitimu sampai seperti ini?” ucapku marah. Ia mengusap air matanya dan menatapku dengan matanya yang sendu. Demi apapun, aku sungguh benci melihat tatapannya yang seperti itu.

“Kyunie .. oppa.. ia sangat menyakitiku oppa” ucapnya yang membuatku kaget. Apa maksudnya ini? Kenapa Kyu tega menyakiti Ra- ya setauku dibalik sikap dingin Kyu, ia sangat menyayangi Ra-ya. Memangnya apa yang Kyu lakukan?. Aish semua pertanyaan itu muncul di kepalaku sekarang.

“Apa yang ia lakukan padamu Ra-ya” aku mencoba mengusap kepalanya, ia menunduk sekarang. Dan masih tetap saja menangis, aku mengangkat dagunya. Aku menatap tajam padanya, aku lelah jika Ra- ya terus bersikap seperti ini membuatku semakin penasaran.

“ Nan geuleul salang haeyo (aku sangat mencintainya).” lirihnya sambil menunduk. Sekarang aku tahu penyebab Ra-ya menangis ternyata karena Kyuhyun. Dan pasti Kyuhyun sudah memberitahunya kalau ia jatuh cinta dengan gadis bernama Victoria Song itu. Sudah 3 tahun aku berteman dengan mereka tapi kenapa tidak pernah menyadarinya. Babo kau donghae!

Ah aku ingat saat Kyuhyun jatuh cinta pada Seohyun, sekitar 2 tahun yang lalu. Ra-ya sakit selama 3 hari, keadaanya hampir sama seperti ini ketika kutanya ia selalu akan menjawab kalau ia tak enak badan. Tetapi ini lebih parah ia bahkan sudah sakit selama 1 minggu.

 

#Flashback#

Sudah 3 hari ini Ra-ya sakit, ini hari ke 4 karena kesibukan untuk mengerjakan tugas kuliah aku bahkan sampai tidak bisa menjenguknya. Begitu pula Kyuhyun yang saat ini sedang gencar- gencarnya mendekati Seohyun sampai lupa pada Ra-ya.

Dari kejauhan aku melihat seorang gadis yang berjalan lemas memasuki gerbang kampus, aku kenal gadis ini. Dari gerak- gerik dan bahakan cara berjalannya pun sama.

“Ra-ya!! “ Aku berlari kearahnya dan merangkulnya. Jujur saja aku merindukan Ra-ya, sudah 3 hari tanpanya benar- benar sepi. Tidak ada lagi suara cerewetnya yang terus memanggilku oppa.

“O..Oppa” ucapnya kaget. Seketika matanya membulat melihat lurus kedepan. Segera kutolehkan pandanganku dan mendapati Kyuhyun sedang berjalan bersama Seohyun dan tertawa  bersama.

“Kyu” panggilku. Tapi karena jarak yang cukup jauh, Kyu tidak mendengarku dan langsung masuk ke dalam gedung kampus.

“Dasar nappeun namja, tahu sahabatnya sakit dia malah asyik dengan Seohyunnya itu. Nanti kalau kau bertemu dengannya, beri dia pelajaran Ra-ya”. Tak ada jawaban dari ra-ya, aku menoleh ke arahnya ia hanya menunduk, kulihat pipinya basah.

“ Kau kenapa Ra-ya?” ucapku sambil menghapus air matanya.

“ Aku hanya sedikit pusing oppa, ayo kita ke dalam badanku masih lemas. Kajja”ajaknya.

#Flashback end#

Sekarang aku ingat ia sebenarnya menangis bukan karena sakit, tapi karena ia melihat Kyuhyun tertawa bersama Seohyun. Tapi itu kejadian 2 tahun yang lalu, berarti sampai sekarang Ra-ya masih mencintai Kyuhyun dan bodohnya aku dan terutama Kyuhyun tidak pernah menyadari perasaan sahabat kami sendiri. Dan kejadian seperti 2 tahun lalu terulang kembali, Kyuhyun bahkan terlalu asyik dengan Victorianya itu sampai tidak sadar kalau Ra-ya sudah tidak masuk selama 1 minggu.

“Aku sangat mencintainya oppa, tapi ia tak pernah sekalipun melihatku ” ia kembali menangis, aku memelukanya lagi, mengusap-usap punggungnya berusaha menenangkannya. Berusaha menyadarkannya bahwa aku ada di sampingnya dan dapat menjadi tumpuan baginya.

“Kau sudah lama mencintainya?” . Bisa kurasakan Ra-ya mengangguk dalam pelukanku.

“Sudah 7 tahun oppa, aku mencintainya saat aku dan Kyu masih SMA oppa. Sungguh babo oppa, aku sungguh babo” ucapnya lirih.

“Kau memang babo Ra-ya, sungguh babo!” bentakku padanya. Ia melepaskan pelukannya dan kembali menatapku. Aku memang marah padanya sekarang, bagaimana bisa ia menyakiti dirinya sendiri selama 7 tahun. Mengapa ia tak memberi tahu Kyuhyun tentang perasaannya itu.

“Kenapa kau tidak memberitahu Kyuhyun, Ra-ya . Kau menyiksa dirimu sendiri selama 7 tahun. Apa kau tidak bisa berpikir, hah?!!” Aku masih membentaknya, astaga kau benar- benar bodoh Ra-ya.

“Aku tak ingin kehilangannya oppa, aku tak mengatakannya karena aku tahu ia tak menyukaiku. Jika tetap kukatakan perasaanku padanya itu hanya akan membuatnya menjauh dariku. Itu bukan hal yang kumau oppa!” ia membentakku, sepertinya ia kesal karena aku memarahinya. Memang benar Kyuhyun pasti akan menjauhinya. Tapi bagaimanapun tetap saja… aishh.. aku tak bisa berpikir jernih sekarang. Semuanya terlalu mengagetkanku.

“Oppa aku mohon jangan beritahu Kyunie, Jebal” pintanya sambil menggenggam erat tanganku.

“Tapi itu sama saja membuatmu terluka lebih dalam lagi Ra-ya, aku tidak bisa Ra-ya Mian”. Ya sudah kuputuskan aku saja yang akan memberitahu Kyuhyun tentang perasaan Ra-ya, daripada melihat Ra-ya yang sudah seperti mayat hidup begini.

“ Oppa jebal, aku mohon jangan sampai Kyu tahu hal ini oppa. Jebal.. Aku tak ingin ia meninggalkanku oppa, tidak apa dengan perasaanku. Bisa melihatnya bahagia itu juga sudah membuatku senang. Aku akan mencoba melupakannya. Aku janji oppa.. Jebal”. Ia kembali menangis terisak, sungguh melihatnya seperti ini aku benar- benar tidak tega. Tapi jika ia berjanji melupakan Kyu itu mungkin akan jadi jalan yang terbaik.

“Yaksok?” kataku akhirnya.

“Aku janji oppa.”. Aku tersenyum padanya.

“Menangislah sepuasmu Ra-ya”. Ia kembali menangis sambil memelukku, sudah 30 menit ia memelukku dan tak dapat kudengar lagi isakkannya. Yang kudengar hanya dengkuran halusnya, mungkin ia sudah tertidur pikirku.

Akupun kembali membaringkannya, mengusap sisa-sisa air mata yang ada di mata dan pipinya. Aku bahagia setidaknya ia memberitahukan perasaanya padaku daripada harus memendam perasaanya sendiri. Aku keluar dari kamar Ra-ya dan merogoh saku untuk mencari ponselku. Aku berniat menghubungi Kyuhyun, Kyuhyun harus tahu bahwa Ra-ya sedang sakit.

Kyuhyun POV

Aku sedang bersama Victoria sekarang, kami sudah berjanji untuk makan siang bersama jam 1. Dan sekarang sudah jam 1 lewat 30 menit.. akh sial.. kenapa di saat seperti ini jalanan harus macet. Victoria bisa marah padaku kalau begini.

Akhirnya sudah sampai di cafe tempatku dan Victoria akan makan siang, bisa kulihat Victoria sedang menungguku dengan kesal. Aku berlari kearahnya, ia memandangku sebal.

“Mian Vic, aku terjebak macet. Sungguh aku tidak bohong. Jangan marah padaku, jebal” pintaku padanya. Victoria hanya menggembungkan pipinya, dan itu benar- benar membuatku semakin gemas padanya. Ia memalingkan wajahnya dan tak mau menatapku.

Aku segera mencondongkan tubuhku dan mencium kilat pipinya, aku tak tahu apa yang harus kulakukan mungkin dengan cara begini ia akan memafkanku. Ia terlihat kaget dan menatapku dengan wajahnya yang sudah memerah. Gadis ini benar- benar membuatku gila!

Kurasakan hpku bergetar, kulihat ada 7 misscall dan 1 sms masuk semuanya dari Donghae Hyung.

From : Donghae Hyung

Kyu eodiga? Aku sudah menghubungimu berkali-kali kenapa tidak kau angkat, hah?! Apa kau lupa dengan sahabatmu Ra-ya, ia sudah sakit selama 1 minggu Kyu. Kuharap kau bisa datang dan menjenguknya.kabari aku segera!

Aigoo.. aku benar- benar lupa tentang Ra-ya karena di pikiranku hanya bagaimana cara mendapatkan Victoria. Mian Ra-ya, aku tidak bermaksud melupakannmu,tapi sekarang aku tak bisa menjengukmu. Aku tak mungkin mengecewakan Victoria lagi, ia sudah menungguku selama 1 jam Ra-ya. Aku janji setelah berjalan- jalan dengan Victoria aku akan menjengukmu.

To : Donghae Hyung

Hyung, aku tak bisa pergi karena ada urusan penting. Setelah urusanku selesai, aku janji akan menjenguknya. Jaga dia ya hyung!

Sesampainya di rumah, aku langsung membaringkan tubuhku .Seharian ini setelah makan di cafe aku dan Victoria memutuskan untuk bermain di Everland Theme Park, awalnya aku menolak tapi Victoria membujukku dengan aegyonya itu. Aku memang tak bisa menolak permintaannya.

Tak sengaja aku melirik fotoku, Ra-ya dan Dongahe Hyung.. Astaga!!  aku lupa menjenguk Ra-ya. Bagaimana ini? Karena terlalu asyik dengan Victoria aku lupa menjenguknya. Mian Ra-ya, besok aku pasti akan menjengukmu.

Esoknya

Kim Je Ra POV

“Ra-ya Kyu tidak bisa datang menjengukmu hari ini, ia sedang ada urusan penting. Setelah urusannya selesai ia pasti menjengukmu, cepat sembuh ya! Dan jangan terus menyiksa dirimu sendiri!” ucap Donghae Oppa.

Sebegitu pentingkah urusanmu Kyu, sampai kau tidak bisa menjengukku. Mungkin memang urusan yang sangat penting, sudahlah hari ini kuputuskan untuk masuk kuliah walaupun masih lemas. Setidaknya aku bisa bertemu Kyu sekarang, aku benar- benar merindukannya.

Aku berjalan menuju kelas dengan semangat, aku tidak sabar untuk bertemu Kyu. Akupun hendak mengambil buku yang ada di loker.

“Kau dengar tidak, kalau katanya Kyuhyun berjalan dengan seorang yeoja kemaren di cafe, kudengar juga Kyu mencium yeoja itu” ucap seorang yeoja pada temannya. Seketika badanku lemas seketika, pasti gadis yang dimaksud hobbaeku itu Victoria. Ternyata urusan penting yang dimaksud Kyu itu berkencan dengan Victoria, hatiku sakit mendengarnya.

Akupun berlari ke toilet, aku ingin menangis sekarang. Aku benar-benar benci tahu kenyataan ini, tahu bahwa ternyata Victoria lebih penting daripada aku. Padahal sudah 1 minggu aku berharap Kyu datang, tapi ternyata ia memilih menemani Victoria. Ini sama seperti 2 tahun lalu, dimana Kyu mengabaikanku dan itu sangat menyakitkan.

Cukup lama aku diam di toilet, untuk menenangkan hatiku. Aku tak tahu bagaimana rupaku sekarang, mungkin memang sangat menyedihkan. Saat hendak keluar dari toilet, segerombolan yeoja menghadangku dan menghalangiku untuk keluar dari toilet.

“Kau memang sungguh beruntung, Kim Je Ra-ssi” ucap salah satu yeoja yang berdiri berhadapan denganku. Aku kenal dengan yeoja ini, ia penggemar berat Kyuhyun. Pernah kudengar ia mengerjai yeoja yang pernah Kyuhyun bantu karena buku yang dipegangnya jatuh. Tapi kenapa ia menghadangku, ia jelas sudah tahu kan kalau aku sahabat Kyuhyun.

“Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti. Aku benar- benar tidak ingin mencari masalah, aku hanya ingin ke kelas dan beristirahat sebentar.

“Bagaimana rasanya dicium Kyuhyun, Kim Je ra?” ucap yeoja dibelakangnya sinis. Mereka mungkin salah mengira bahwa aku adalah Victoria.

“Kalian salah … aww!!”. Yeoja itu malah mendorongku hingga aku terjatuh di lantai, keterlaluan sekali mereka.

“Kau itu sungguh beruntung, sudah menjadi sahabat Kyu sekarang juga ingin menjadi pacarnya kan? Jawab aku, hah!!”

“Appo… lepaskan aku. Kalian salah orang…aww” yeoja itu malah menjambak rambutku. Sedangkan yeoja yang lainnya mengambil dua ember air yang terisi penuh. Akupun mencoba melawan, tapi karena tubuhku yang lemas mereka malah mendorongku lebih kasar ke lantai.

“Kalian salah orang!! Apa kalian tuli? Apa dengan menyakitiku kalian puas? Biarkan aku keluar, aku tak ingin berurusan dengan michin yeoja seperti kalian” bentakku marah, aku hanya ingin keluar dari sini. Kepalaku benar- benar sakit sekarang.

Mendengar perkataanku, yeoja itu malah menamparku keras dan mendorongku ke tembok.

“Rasakan ini!! Berani- beraninya kau menyebut kami yeoja gila hah”. Mereka langsung menyiramku dengan air, dan menjambak rambutku lagi.

“Aww… appo..” isakku.

“ Jangan harap Kyu mau berpacaran denganmu. Kau itu yeoja menyedihkan dan sangat tidak pantas untuk Kyu kau tahu” bisik yeoja itu di telingaku.Kata- kata itu sungguh menyakitkan, bahkan orang lain bisa mengatakan hal itu padaku. Apa memang benar aku yeoja yang tidak pantas untuk Kyu?.

Donghae POV

Aku sedang berjalan menuju kelas Ra-ya dan Kyu, hari ini Ra-ya memberitahuku kalau ia akan masuk kuliah. Akupun bermaksud mengajaknya makan di kantin. Kudengar dua orang yeoja sedang berbisik- bisik.

“Kurasa Park Jin Ah akan memberi Kim Je Ra pelajaran, dia pasti sangat marah saat tahu Kyu menciumnya di cafe”.

Park Jin Ah, aku tahu gadis itu ia gadis yang memuja Kyuhyun di kampus. Akupun menghampiri mereka dan bermaksud untuk bertanya.

“ Chogiyo, aku dengar yang kalian katakan tadi apa maksudnya Park Jin Ah akan memberi Kim Je Ra pelajaran?” tanyaku to the point. Mereka terlihat kaget dan malu- malu saat melihatku, bukannya menjawab pertanyaanku mereka malah terus saja menatapku.

“ Chogiyo…” ucapku berusaha menyadarkan mereka. Jujur saja tatapan mereka membuatku risih.

“ Ne?.. Ah tadi pagi ada berita bahwa Kyuhyun kemaren mencium seorang yeoja di cafe. Dan Park Jin Ah menyangka bahwa Kim Je Ra adalah gadis itu, tadi kulihat Park Jin Ah menyusul Kim Je Ra ke toilet, aku tak tahu apa yang akan diperbuatnya pada Kim Je Ra”.

Segera aku berlari ke dalam kelas Kyu untuk memberitahunya tentang Ra-ya, tapi kulihat ia sedang berada di loker bersama Victoria.

Kyuhyun POV

Hari ini Victoria menemaniku sampai masuk ke kelas,yeoja ini sangat baik. Aku semakin mencintainya saja.

“Kyu!! Kyu!!” panggil Donghae Hyung, raut wajahnya sangat cemas.

“Ada apa hyung? Oia kenalkan ini…”

“Kyu kita harus segera menolong Ra-ya, ia dalam bahaya Kyu. Park Jin Ah yeoja yang memujamu itu sedang mengerjai Ra-ya. Palli Kyu” ucap Donghae hyung tergesa- gesa. Akupun langsung berlari mengikuti Donghae hyung ke arah toilet wanita. Aku khawatir sekarang, bagaimana keadaan Ra-ya.

Sesampainya aku di toilet, aku tak bisa melihat Ra-ya karena 5 yeoja sedang berdiri membelakangiku. Saat mendengar suara pintu yang kutendang,mereka semua langsung menghadapku dan bisa kulihat Ra-ya sedang meringkuk di lantai dalam keadaan basah kuyup.

“ APA YANG KALIAN LAKUKAN, HAH?” bentakku pada mereka. Mereka terlihat takut melihatku yang marah. Donghae hyung menghampiri Ra-ya, dan memberikannya jaket yang ia pakai.

“Kami..kami..”

“KELUAR SEKARANG SEBELUM AKU MEMBUNUH KALIAN!! KELUAR!!”. Mereka pun langsung berlarian keluar, akupun segera menghampiri Ra-ya. Keadaannya benar-benar mengkhawatirkan wajahnya terlihat pucat dan ia menggigil kedinginan.

Kim Je Ra POV

“ APA YANG KALIAN LAKUKAN, HAH?”. Itu suara Kyu yang marah, entah kenapa aku sedang tidak ingin melihatnya. Aku sangat marah padanya. Donghae oppa langsung merangkulku dan memberikan jaket yang ia pakai.

“Gwenchana?” tanya Donghae oppa khawatir.

“KELUAR SEKARANG SEBELUM AKU MEMBUNUH KALIAN!! KELUAR!!”. Kelima yeoja itu berlarian keluar, Kyu segera menghampiriku dan menggenggam tanganku, tapi aku menepisnya kasar.

“Ra-ya.. mian..” ucap Kyu lembut.

“ Apa yang mereka lakukan padamu Ra-ya?” tanya Donghae oppa. Aku memeluk dan menangis di pelukan Donghae oppa.

“Aku khawatir padamu Ra-ya” ucap Kyu sambil mengusap kepalaku. Sekali lagi aku menepis tangan Kyu.

“Tak usah khawatir padaku, Kyu. Kau cukup urusi saja yeojamu itu, dia itu urusan penting yang kau maksud kemarin kan? Aku benci padamu Kyu”ucapku sinis. Ia kaget mendengar ucapanku.

“Ra-ya, jangan begitu..” Donghae oppa berusaha membela Kyuhyun.

“ Kenapa oppa? Apa oppa tahu kemarin Kyu tidak bisa menjengukku karena sedang berkencan dengan Victoria. Itu urusan penting yang Kyu maksud oppa! Ia bahkan lupa denganku!” isakku. Aku tak tahan lagi dengan keadaan ini.

“Benar itu Kyu?” Kyuhyun kembali diam, ia benar- benar membuatku kecewa. Dalam hati aku berharap bahwa berita itu hanya kebohongan tetapi melihat Kyu yang diam saja membuatku semakin kecewa.

 

 

 

Kyuhyun POV

Aku tak tahu harus berkata apa, karena yang Ra-ya bilang memang benar. Aku dapat melihat wajah Ra-ya yang menyiratkan kekecewaan. Aku merasa sangat bersalah, sebab kemaren aku tak dapat menjenguknya karena keasyikan berkencan dengan Victoria.

Donghae hyung menarik Ra-ya untuk menjauh dariku, akupun menarik tangannya. Aku mendongakan kepalaku untuk menatapnya, yang kudapat hanyalah tatapan kekecewaan dan itu sangat menyakitiku.

“Ra-ya..” panggilku, tapi ia menepis kembali tanganku.

“Aku kecewa… sangat kecewa padamu Kyu” lirih Ra-ya ucapannya terdengar seperti sayatan di hatiku.

Donghae hyung dan Ra-ya pergi meninggalkanku yang masih saja terpaku, memang ini semua salahku.

“Kyu..” panggil Victoria, ia membelai wajahku dengan lembut. Aku sedikit tenang karena belaiannya ini. Ia langsung memelukku, seolah memberi ketenangan. Sepertinya ia sudah daritadi disini dan melihat semuanya.

“Mian Vic” hanya kata- kata itu yang dapat kuucapkan.

“Minta maaflah pada Ra-ya Kyu, dia pasti memaafkanmu” aku hanya bisa membalas pelukannya dengan erat. Benar kata Vic, aku harus minta maaf pada Ra-ya.

Donghae POV

Aku benar- benar sedih melihat keadaan Ra-ya, walaupun sudah tidak terdengar isakannya tapi tetap saja air matanya tak berhenti mengalir. Ia pasti sangat kecewa pada Kyu, belum lagi seluruh kampus mengira ia adalah Victoria. Keterlaluan sekali Park Jin Ah itu!!

Bahkan saat sudah sampai di depan rumahnya, ia tetap tidak sadar.

“Ra-ya, kita sudah sampai” . Ia hanya mengangguk.

“argh..” erangnya kesakitan sambil memegang kepalanya.

“Gwenchana?” tanyaku khawatir, ia menganggukan kepalanya. Kuputuskan untuk mengantarnya sampai ke kamar.

“Nona Je Ra? Apa yang terjadi padanya Donghae?” tanya Bibi Jung, housekeeper di rumah Ra-ya sambil membantuku untuk membopong tubuh Ra-ya yang lemas.

“Nanti kuceritakan, bi. Bibi tolong gantikan baju Ra-ya dan juga siapkan air es untuk mengompresnya ya bi”.

Akupun keluar untuk mengambil tas Ra-ya yang tertinggal di mobil, saat hendak keluar aku melihat Kyu yang juga kaget melihatku.

“Hyung..” panggilnya, tapi aku menghiraukannya dan tetap berjalan ke arah mobil. Ia mencengkram pergelangan tanganku membuatku terpaksa berhenti dan menatapnya tajam.

“Mian, aku telah membohongi kalian. Biarkan aku merawat Ra-ya hyung, aku ingin menebus kesalahanku padanya”. Aku menghela nafas, memang seharusnya Kyu yang merawat Ra-ya. Setidaknya hanya Kyu yang bisa menenangkan Ra-ya, dan semoga saja hubungan mereka menjadi lebih baik.

“Baiklah, kebetulan aku ada urusan kampus. Kalau tidak ada jelas aku tak akan mengizinkanmu” ucapku bohong. Ia tersenyum hambar, sepertinya ia takut untuk menemui Ra-ya.

“Tenang saja, walaupun ia marah tetap saja ia masih menyayangimu Kyu” ucapku menenangkannya. Ia mengambil tas yang ada di tanganku dan langsung berlari masuk ke dalam rumah Ra-ya. Akupun pergi meninggalkan Ra-ya setidaknya ia dirawat oleh orang yang sangat dicintainya.

Kyuhyun POV

Aku berhenti di depan kamar Ra-ya, saat hendak membuka pintu. Bibi Jung sudah membukanya duluan. Aku tersenyum padanya dan sekilas melirik keadaan Ra-ya di dalam.

“ah.. kau Kyu, mana Donghae?” tanya Bibi Jung.

“Donghae hyung sedang pergi karena ada urusan di kampus, waeyo Bibi Jung?”

“Kebetulan sekali Kyu, maukah kau menggantikanku merawat Nona Ra-ya? Aku harus pergi sebentar, tapi Nyonya dan Tuan serta Yesung akan pulang malam nanti.  Tidak ada yang merawatnya Kyu”

“Ne bibi. Kau tenang saja” Bibi tersenyum padaku dan berjalan meninggalkanku. Tak berapa lama kudengar suara pintu ditutup, pasti Bibi Jung sudah pergi. Aku masih takut untuk masuk kamar Ra-ya, walaupun sudah terbiasa masuk ke kamarnya selama 10 tahun ini. Tapi hari ini seolah aku baru masuk ke kamar Ra-ya untuk pertama kalinya.

Kulangkahkan kakiku untuk masuk, aku bisa melihatnya sedang terbaring lemah. Pemandangan yang sangat tidak ingin kulihat. Wajahnya terlihat sangat pucat, kuambil kompresan yang ada dikeningnya yang tak lagi dingin. Akupun menggantinya agar demam Ra-ya turun.

“Mian Ra-ya .. aku telah membuatmu kecewa” ucapku sambil mengusap kepalanya an memperhatikannya ketika ia tidur. Ra-ya mengerjapkan matanya, sepertinya ia terbangun . Setelah kesadarannya penuh, ia menatapku tajam dan memutar tubuhnya untuk memunggungiku.

“Ka! untuk apa kau disini? Pergi saja dengan yeojamu yang menyebalkan itu. Dan jangan pedulikan aku!” ucapnya sinis.

“Namanya Victoria, Ra-ya.Dan ia tak menyebalkan bahkan dia yang menyuruhku kesini untuk meminta maaf padaku” ucapku tajam padanya. Jujur saja aku tak suka saat Ra-ya menyebut Victoria gadis yang menyebalkan.

“Cih, tidak menyebalkan? Memang, tapi ia yeoja murahan. Bagaimana bisa baru beberapa hari mengenalmu ia tidak menolak saat kau cium?”. Emosiku benar- benar memuncak sekarang, perkataan Ra-ya benar- benar keterlaluan.

“Cukup ra-ya..” ucapku menahan emosi. Tapi ia hanya tersenyum kecut dan kembali memandangku.

“Dan kau meminta maaf padaku, karena diminta olehnya. Sepertinya kau akan selalu menuruti perkataannya itu Kyu”

“Cukup Ra-ya!” bentakku kasar. Aku sudah tak tahan mendengar ucapan Ra-ya, ia terlihat kaget saat mendengar bentakanku dan lebih memilih memalingkan wajahnya. Aku tahu Ra-ya begini karena perbuatanku tapi kenapa ia terus saja menghina Victoria, seharusnya yang ia hina adalah aku bukan Victoria.

“Kau  keterlaluan Ra-ya, aku sungguh menyesal datang kesini dan berniat merawatmu yang sedang sakit. Lebih baik kau rawat dirimu sendiri!” aku mengambil tasku dan keluar dari kamar Ra-ya. Aku butuh udara segar sekarang.

Kim Je Ra POV

BLAM..

Kyuhyun sudah keluar dari kamarku, ia pasti sangat marah sekarang. Aku memang sudah keterlaluan padanya, tapi aku benci kenapa ia terus saja membela Victoria. Aku begini juga karena ulahnya dan Victoria. Apa ia tak memikirkan perasaanku?

“Aku tak ingin kau bersamanya Kyu, aku hanya ingin kau bersamaku”. Air mataku kembali mengalir, Tuhan tidak adil bagaimana aku yang sudah 7 tahun mencintai Kyu dengan tulus, tapi ia mencintai seorang gadis yang hanya baru 1 minggu bertemu dengannya. Ini sangat tidak adil.

Aku memukul dadaku yang terasa sakit, karena selama 7 tahun memendam perasaan sukaku pada Kyu dan itu jelas menyakiti diriku sendiri. Aku hanya ingin Kyu disisiku, aku tak ingin ia bersama baik itu Victoria maupun yeoja manapun. Cinta memang egois bukan?

Krekk.. terdengar suara pintu dibuka, aku mendongak dan melihat Appa dan Eomma. Eomma berlari ke arahku karena kaget melihatku yang menangis.

“Omo.. kenapa kau Ra-ya? Ada apa denganmu? Kenapa Kau jadi seperti ini?” tanya Eomma khawatir.

“Eomma…eomaa” isakku semakin keras. Aku tak tahan lagi dengan semua ini, sudah kuputuskan untuk memiliki Kyu seutuhnya, aku tak peduli dengan apapun selain itu.

“Aku ingin menikah dengan Kyu”.

 

TBC

Hope readers like this!!

And don’t forget to comment … Thanks !!

16 Comments (+add yours?)

  1. Jung Ji Woo
    Feb 22, 2013 @ 20:15:31

    kyaa !! aku pgn tau kelanjutannya nih!! ada link webnya gak? 😀 cepet di next ya~!

    Reply

  2. sjbiassed
    Feb 22, 2013 @ 20:29:54

    Thor,ngga ada blog pribadi? Critanya seru nihhh (˘▽˘)ง

    Reply

  3. Laini
    Feb 22, 2013 @ 21:38:05

    Nyesek banget thor!!!!

    Egois demi cinta….
    Aku bisa bayangin kelanjutannya, jera pasti lebih sakit hati lagi.

    Reply

  4. TheGirlFromNowhere
    Feb 22, 2013 @ 22:12:47

    Reply

  5. War
    Feb 23, 2013 @ 07:28:42

    waiting next chapter 😀

    Reply

  6. giar
    Feb 23, 2013 @ 08:55:49

    kyaknya dah prnah nie………………

    Reply

  7. Chokyulate Rsilver
    Feb 23, 2013 @ 09:08:40

    omona! tbc nya cepat amat thor
    cemungut thor ditunggu next nya.maaf baru komen thor dan eonni deul lainnya 🙂

    Reply

  8. mimikusmi
    Feb 23, 2013 @ 12:44:04

    d tggu kelanjutannya chingu. . .

    Reply

  9. ondobu
    Feb 23, 2013 @ 14:00:46

    kyaaaa awalnya aja udah bagus. moga ntar da part yang bagian kyu nyesek abis. biar kapok tuh setan.
    minta webnya author dong. uda penasaran banget nih baca lanjutannya

    Reply

  10. Kodok
    Feb 23, 2013 @ 22:13:28

    wow….suka jalan cerita dsini…nekat bgt jaera mnta nikah ma kyu…..ceritanya seru

    Reply

  11. marsha080399
    Feb 25, 2013 @ 15:09:35

    ini bukan’a ud d post y ? -,-“

    Reply

  12. rebeccavania
    Mar 04, 2013 @ 16:53:09

    Wii.. Keren ceritanyaa.
    Penasaran nih.
    Penggambaran perasaan si tokohnya bagus.
    Feelnya jg dpet! 😉

    Reply

  13. minkijaeteuk
    Mar 20, 2013 @ 06:51:18

    kasoan jyga sih ma je ra dia sakit hati n ngeras dilupsin ma kyuhyun pa lagi dia dah mendam perasaan y slama 7 tahun….
    n kepurusan y dia buat milikkin kyuhyun bakal ngebuat kyuhyun benci ma dia deh….

    Reply

  14. Crystaliane
    Mar 24, 2013 @ 00:16:26

    keren bgt eon! hehehhehe reader baru, naneun Crysta imnida!!

    Reply

  15. agetha
    Jun 12, 2013 @ 13:18:58

    mwoo ?

    Reply

  16. kiran lika
    Jun 15, 2013 @ 18:46:54

    kasian yaa ra-ya ._.
    Jd korban keganasan fans2nya kyu + cintanya gak di bales lg 😦
    Tp minta maap -_-
    Keinginannya yg pengen nikah sama kyu itu -_-

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: