Hurt [2/?]

Title  : Hurt – Part 2

Author : Rachelle Koo

Main Cast :

Cho Kyuhyun

Kim Je Ra

Support Cast : Lee Donghae, Victoria Song

Genre  : Romance

Length : Chapter

Rated : PG – 13

Annyeonghaseyo readers…

Ini pertama kalinya aku buat ff, ini semua murni ide aku lho…

Semoga readers suka dengan jalan ceritanya, maaf kalo banyak typo ya..

Aku harap readers pada comment ya setelah baca ff ini…

Annyeong…

Happy reading all!!

PART 2

“Aku ingin menikah dengan Kyu”

Eomma dan Appa terkejut mendengar ucapanku, tapi mereka hanya tersenyum dan tak menanggapiku. Eomma hendak membaringkan tubuhku, tapi aku menolaknya. Aku menatap tajam pada eomma.

“Aku serius eomma appa, aku tidak bercanda. AKU INGIN MENIKAH DENGAN KYU” teriakku.

“KIM JE RA!!” bentak appa yang sudah berdiri di hadapanku dan menatapku marah. Karena ini pertama kalinya aku membentak mereka. Aku kembali menangis, hanya ini yang bisa kulakukan. Sudah cukup penderitaanku selama 7 tahun ini. Aku sangat tersiksa.

“Ada apa denganmu sayang?” eomma mengusap kepalaku. Aku semakin terisak dan memeluk eomma erat.

“Appa.. eomaa.. aku sangat mencintai Kyu, sudah 7 tahun ini aku mencintainya. Dan sekarang ia sedang dekat dengan yeoja yang baru 1 minggu ia kenal. Bukankah itu sangat tidak adil! Kenapa ia tak pernah melihatku?”. Eomma mengusap- usap punggungku.

“Tapi kau tahu kan Ra-ya kalau cinta itu tak bisa dipaksakan? Lupakan Kyu Ra-ya, kau bisa mencari namja lain di luar sana dan lebih baik dari Kyu” ucap appa tegas, sepertinya appa tidak mengerti bagaimana perasaanku sekarang. Aku tidak punya pilihan lain, aku harus menikah dengan Kyu. Itu hanya cara satu-satunya agar tidak ada yeoja manapun yang mendekati Kyu lagi.

“Aku tidak mau, appa. Kenapa tidak ada yang mengerti perasaanku? Aku sudah menderita selama 7 tahun, aku hanya ingin kebahagiaan “ ucapku sambil menangis, aku menggenggam tangan appa dan eomma. Mereka menatapku khawatir, kulihat eomma sudah menangis.

“Aku ingin menikah dengan namja yang aku cintai, sekalipun ia tidak mencintaiku. Itu sudah cukup, aku hanya ingin bahagia. Aku mohon”.

“TIDAK BISA! Jangan harap kamu bisa menikah dengan Kyuhyun Ra-ya. Pernikahan itu hanya akan membuatmu semakin menderita dan appa tidak mau itu” ucap appa sambil keluar dan membanting pintu kamarku. Eomma memelukku seolah merasakan apa yang kurasakan.

“Sudah selama itukah kau mencintai sahabatmu itu?”

Aku hanya mengangguk.

“Apa kau yakin dengan menikah dengannya bisa membuatmu bahagia?”

Aku hanya mengangguk lagi.

“Apa kau juga yakin Kyuhyun akan bahagia jika sudah menikah denganmu?”

Aku tak tahu harus mengangguk atau bagaimana. Jelas sekali aku tahu Kyu tidak mungkin bahagia denganku, karena dia tidak pernah mencintaiku. Tapi aku sangat tidak rela melihatnya dengan yeoja lain.

“Kau harus memikirkan perasaannya Ra-ya, dia tidak akan bahagia jika menikah dengan yeoja yang tidak dicintainya. Kau tahu itu bukan? Uljima… sudah malam, kau harus istirahat. Dan pikirkan apa yang eomma bilang baik-baik Ra-ya” eomma membantuku berbaring, mengecup keningku dan berjalan meninggalkanku.

Kyuhyun POV

Aku masih memikirkan kata-kata Ra-ya, kata-kata yang diucapkannya sungguh menyakitkan dan sangat menyinggungku. Ia belum pernah semarah itu padaku, kenapa sekarang ia berubah?

#Flashback#

Aku berlari tergesa-gesa ke taman, aku lupa sudah ada janji dengan Ra-ya di taman kota untuk merayakan kelulusan kami. Tapi karena keasyikan bermain dengan “istriku”, aku lupa menemaninya. Saat sedang asyik bermain game, aku melihat ada sms masuk dari Ra-ya saat itu baru aku ingat ada janji dengannya. Aisshh babo kau Cho Kyuhyun! Pasti Ra- ya akan marah.

Sesampainya di taman, aku melihat dia sedang menunggu sambil berdiri di dekat pohon. Kakinya terus menendang kecil batu- batu kerikil yang dada di depannya. Itu kebiasaanya jika ia sudah bosan.

“Mianhe Ra-ya.. hosh.. hosh”. Ia hanya menatapku tajam dan berjalan mendahuluiku. Aku mensejajarkan langkahku dengannya. Ia terlihat tak peduli dengan kehadiranku disampingnya. Aku tau aku salah sudah membuatnya menunggu selama 2 jam di taman, sudah pasti ia merasa sangat bosan.

“Ra-ya!!” teriak namja yang kutahu bernama Changmin, ia namja yang sangat memuja gadis di sebelahku ini. Dan yang kutahu panggilan Ra-ya itu hanya aku yang berhak memanggilnya, tapi kenapa Changmin juga memanggilnya seperti itu.

“ Changmin-ah.. waeyo?”Cih.. gadis di sebelahku ini malah tersenyum sangat manis saat melihat Changmin, sedangkan saat melihatku tersenyum pun tidak.

Namja yang bernama Changmin itu tampak mengeluarkan kotak brwarna merah yang dihias pita emas.

“Ini untukmu” ucapnya sambil menggaruk tengkuknya, aku tahu ia pasti gugup. Ra-ya tersenyum dan mengambilnya.

“Saranghae Ra-ya!”. Aku sangat terkejut, langsung kuarahkan pandanganku pada gadis ini. Ia pun sama terkejutnya denganku, dapat kulihat ia sangat gugup karena ia sekarang hanya menggigit bibir bawahnya. Kebiasaan yang sudah sangat kukenal. Jantungku berdegup dengan kencang, menunggu jawaban Ra-ya.

“Aku.. aku.. “ belum selesai Ra-ya menjawabnya, aku kembali dikejutkan dengan tingkah Changmin. Ia langsung memeluk Ra-ya dengan erat, aku yang sedari tadi berdiri di samping Ra-ya seolah dianggap bayangan oleh 2 orang ini. Dadaku serasa sesak melihat adegan roman picisan ini. Aku langsung melepaskan pelukan Changmin dengan kasar.

“Ya! Kau ingin membuatnya tidak bisa bernafas apa?” bentakku pada Changmin. Setidaknya dengan tingkahku ini, mereka seharusnya sadar aku berada di dekat mereka daritadi.

“Kyunnie!!” bentak Ra-ya sambil memukul tanganku keras. Appo.. aish gadis ini hanya badannya saja yang mungil, tapi tenaganya seperti gajah saja. Ra-ya kembali mengarahkan pandangannya pada Changmin, aku deg-degan menunggu jawabannya. Tak akan kubiarkan Ra-ya menerimanya, setidaknya ia harus mendapatkan yang lebih baik dariku. Walaupun sebenarnya itu cukup sulit, karena tidak ada yang bisa menandingiku.

“Aku..Aku..”

“Aku sudah tahu jawabanmu Ra-ya, kau pasti menolakku  kan?” ucap Changmin dengan sedih, aku senang mendengarnya. Rupanya ia cukup tau diri, tapi sebenarnya aku tidak tega juga melihatnya.

“Mianhe Changmin-ah.. “

“Tidak apa Ra-ya, setidaknya aku sudah menyampaikan perasaanku ini. Itu membuatku lega. Setelah ini aku akan pergi ke Jepang, aku akan kuliah disana. “ ucapnya sambil mengacak rambut Ra-ya. Benar-benar membuatku panas saja. Ra-ya terlihat kaget, dan menunduk sedih.

“Mian..”

“Tidak apa, aku harus pergi ke Bandara sekarang Ra-ya. Sampai jumpa lagi”. Saat Changmin hendak pergi, Kulihat gadis di sebelahku ini menarik tangan Changmin. Ia mencium pipi Changmin..astaga.. apalagi ini.

Changmin terlihat malu dan langsung lari begitu saja. Tak jauh dari kami ia kembali menghadap ke arah kami.

“ Aku tak akan melupakanmu Ra-ya. Saranghae!!” teriaknya dan berlari pergi.

“Ck..ck..ck sungguh adegan yang menggelikan” ucapku sinis dan berjalan mendahuluinya. Aku marah dan tidak suka dengan sikap gadis ini. Bagaimana bisa ia mencium Changmin di hadapanku.

“Ya!! Apa maksudmu Kyu?.. Ya.. Tunggu aku”. Ia terlihat kesusahan mensejajarkan langkahnya denganku. Aku hanya diam dan tetap berjalan dengan segera gadis itu berlari ke arahku dan menghalangiku berjalan dengan merentangkan tangannya.

“Kenapa kau marah?”

Aku hanya diam dan tak membalasnya.

“YA.. kau ini seharusnya aku yang marah, aku sudah menunggumu selama 2 jam. Dan kau baru  datang sekarang, apa kau tidak tahu aku sudah mati bosan disana” ucapnya kesal. Aku sendiri bingung dengan sikapku ini, aku marah karena melihatnya mencium Changmin. Aku saja yang sudah dekat dengannya dari dulu tidak pernah diciumnya.

“Aku tanya kenapa kau marah, Kyunnie” ia mengerucutkan bibirnya pertanda kesal. Aku langsung mencium kilat bibirnya.Ia terlihat kaget dan hanya bisa mematung. Aku berjalan meninggalkannya, tapi ia tetap tak beranjak darisana. Aku terlalu malu untuk melihat wajahnya mengingat apa yang baru saja kulakukan. Aku tak mengerti kenapa aku melakukan hal itu.

“Kau ingin kucium lagi hah?” teriakku. Ia membalikan badannya dan melotot padaku. Secepat kilat ia berlari ke arahku dan memukul lenganku tanpa henti.

“ Itu ciuman pertamaku Babo!!” teriaknya kesal

“Aww.. Appoo! Ra-ya” segera kutahan kedua tangannya, supaya ia berhenti memukuliku.

“Kalau kau tak berhenti, kau akan kucium lagi Ra-ya” gertakku. Ia hanya diam dan melotot padaku, dapat kulihat wajahnya memerah. Segera kurangkul dia dan mengajaknya berjalan. Aku tahu wajahnya itu pasti sudah seperti kepiting rebus sekarang.

“Seharusnya kau beruntung karena aku mau menciummu Ra-ya!” godaku.

#Flashback end#

Aku tersenyum mengingatnya, aku tahu aku salah padanya. Dan wajar ia menjadi seperti itu. Aku ingat luka yang ada di bibirnya, itu pasti bekas tamparan yeoja gila itu. Ia pasti merasa takut tadi di toilet, bagaimanapun itu kesalahanku. Besok aku harus meminta maaf padanya.

Keesokan harinya aku datang ke rumah Ra-ya, aku mau meminta maaf padanya.

“Ohh.. kau Kyu? Kau datang pagi sekali. Ra-ya masih tidur dikamarnya, kau langsung naik ke atas saja ya. Imo mau buat sarapan dulu” ucap imo lembut. Langsung saja aku naik menuju kamar Ra-ya, kulihat ia masih terbaring di kasurnya. Aish .. dasar yeoja pemalas, dia itu kuliah jam 7 dan sekarang sudah jam 6.30 dia belum bangun juga.

“Ra-ya.. Ra-ya irreona.. “ ucapku sambil mengguncangkan tubuhnya. Tapi gadis ini tetap tidak mau bangun juga. Kutarik selimut yang menutupi tubuhnya, ia terlihat kesal tapi tetap tidak mau bangun juga.

“Eomma nanti saja bangunnya ya, kembalikan selimutku eomma” erangnya.

“YA!! KIM JE RA bangun kau!” teriakku di telinganya. Ia langsung bangun dan menatapku tajam. Tapi seketika tatapannya berubah sendu, ia menundukkan wajahnya. Aku tahu ia pasti masih mengingat pertengkaran kami kemarin.

“Kyunnie..” ucapnya lirih dan masih menunduk.

“Mianhe, aku yang salah”. Ia langsung mendongakan kepalanya dan menatapku heran. Seketika ia tersenyum dan memelukku.

“Aku juga minta maaf Kyu, aku keterlaluan. Fans-mu itu..”

“Arra.. arra..Dia memang keterlaluan. Dan kau harus berjanji jika ada yang mengganggumu lagi orang pertama yang harus kau hubungi itu aku. Apa kau tahu aku seperti orang bodoh kemarin karena terlambat untuk menolongmu, hah?”. Ia hanya mengangguk pelan mengiyakan ucapanku.

Aku mendorong tubuhnya pelan, dan menatapnya tajam.

“Bukankah kau ada kuliah jam 7 Nona Kim Je Ra. Lihatlah jam yang ada di sampingmu itu”. Ia mengambil jam weker yang ada di sampinya, matanya membulat sempurna.

“Aishh.. kenapa kau tidak bilang daritadi Kyu..” gerutunya langsung berlari ke kamar mandi.

“Tunggu aku, awas saja kalau kau meninggalkanku!” teriaknya dari dalam kamar mandi. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya itu, setidaknya hubunganku dengannya sudah seperti biasa lagi.

 

Kim Je Ra POV

Akhirnya hubunganku dengan Kyuhyun kembali seperti biasa, aku sudah putuskan tidak akan membebani Kyu dengan permintaan konyolku kemarin. Aku tau ia pasti tidak bahagia, aku tidak ingin hal itu terjadi.

Sesampainya di kampus, Donghae oppa terkejut melihat aku dan Kyu berjalan berdampingan.

“Kalian.. bukannya kemarin..”

“Kemarin memangnya ada apa hyung?” ucap Kyu yang langsung berjalan meninggalkan aku dan donghae oppa. Donghae oppa merangkulku, dan tersenyum padaku dengan sangat manis.

“Aku senang kau berusaha untuk melupakannya Ra-ya”. Aku hanya tersenyum miris, bahkan aku saja tidak ingat jika aku harus berusaha untuk melupakan namja yang sudah kucintai selama 7 tahun ini. Aku hanya mengangguk kecil dan membalas senyuman hae oppa.

Hari ini aku, Kyu dan Hae oppa makan di kantin seperti biasa, kami banyak mengobrol dan bercanda seperti biasanya. Aku rindu dengan suasana seperti ini.

“Aku pergi dulu… Aku harus bertemu Prof. Jang” ucap Hae oppa tergesa-gesa. Aku dan Kyu hanya mengangguk mengiyakan.

Saat hendak meninggalkan kantin, Yeoja yang kemarin menyiksaku datang dan berhenti di depanku. Aku takut mengingat hal yang kemarin ia lakukan padaku. Aku mundur selangkah, tiba” Kyu menarik tanganku untuk bersembunyi di belakangnya.

“ Mau apa kau kesini? Ingin menyakitinya lagi, hah?” bentak Kyu kasar. Aku mengeratkan peganganku pada tangan Kyu. Itu sudah menjadi kebiasaanku menggenggam tangannya agar ia dapat meredam emosinya. Aku tak ingin Kyu terus membentak yeoja itu. Kulihat yeoja itu menunduk dan membungkukan badannya.

“Mianhe Kim Je ra-ssi, kemarin aku melakukan tindakan yang bodoh dan keterlaluan padamu. Aku mengaku salah” ucapnya sambil terus membungkukan badannya berkali-kali.

“Bagus kalau kau sadar, jangan coba untuk menyakitinya lagi atau kau akan berurusan denganku. Park Jin Ah” ucap Kyu tajam. Mendengar ucapan Kyu, membuat perasaanku menjadi hangat. Aku menggelengkan kepalaku cepat berharap perasaan ini akan hilang.

“Mianhe.. Jeongmal Mianhe.. Aku pergi dulu” Yeoja bernama Park Jin Ah pergi meninggalkanku dan Kyu. Aku kesal sekaligus senang, aku senang Kyu membelaku tapi aku juga kesal melihat tingkahnya yang dingin itu. Sudah jelas yeoja itu sudah meminta maaf padanya, kenapa ia tetap bersikap dingin seperti itu.

“Kyu kau jahat sekali” ucapku sambil membalikkan tubuhnya yang tinggi itu. Ia menatapku heran dan bingung.

“Wae? Aku kan membelamu mengapa kau masih bilang aku jahat?”

“Kau seharusnya jangan bersifat begitu pada fans-mu, bagaimanapun dia kan sudah meminta maaf Kyu”

“Lebih baik aku tidak punya fans, daripada fans-ku hanya bisa menyakiti orang yang berharga untukku”. Jantungku berdegup dengan kencang mendengar ucapan Kyu. Aish.. namja ini membuatku gila, bagaimana bisa ia mengucapkan hali tu dengan santai dan tidak tahu bahwa jantungku sudah hampir meledak mendengarnya.

Aku hanya tersenyum manis dan mengamit lengan Kyu dan berbisik di telinganya, walaupun aku harus berjinjit karena badannya yang jauh lebih tinggi dariku “Gomawo”.

“Kajja..”

——

“ Ra-ya.. appa mau bicara sebentar”ucap appa serius. Aku duduk di samping eomma, karena keadaan terlihat canggung.

“Ne appa”

“Appa dan Eomma akan pindah ke China 3 minggu lagi, Kami sedang menjalani ekspansi besar-besaran dan kami rasa China menjadi tempat yang tepat untuk membuka cabang baru disana”. Aku tak ingin jauh dari appa dan eomma, tapi aku juga tak ingin berpisah dari Hae oppa terutama Kyu.

“Iya sayang, apa kau mau ikut kami? Kau bisa melanjutkan kuliah disana sayang” tanya eomma. Pertanyaan itu membingungkan, aku tak bisa menjawabnya sekarang. Aku hanya menundukan kepalaku, tapi sepertinya eomma mengerti akan perubahan sikapku.

“ Pikirkanlah baik-baik, masih ada waktu. Cepat istirahat dan jangan tidur terlalu malam”. Saat hendak berdiri, appa memanggilku.

“Ra-ya. Kau tidak akan memaksa kami melaksanakan permintaan konyolmu kemarin kan?”.Aku tersenyum mendengar pertanyaan appa, Kalau kuingat itu memang permintaan yang sangat konyol.

“Tenang saja appa, aku sadar bahwa aku salah. Mianhe membuat kalian khawatir” ucapku dan langsung pergi ke kamar. Bagaimana ini apa aku harus ikut appa dan eomma atau tinggal disini hanya untuk melihat wajah Kyu setiap harinya. Bingung itu yang kurasakan sekarang, biarlah nanti saja kupikirkan.

 

Tak terasa sudah dua minggu, dan sampai detik ini aku belum memberikan jawaban pada eomma dan appa. Aku masih bingung dan belum dapat menentukan pilihan. Aku tak bisa berpisah dari Kyu, walaupun aku sudah berusaha melupakannya tetap saja tidak bisa. Lalu Hae oppa sulit sekali meninggalkannya mengingat dia yang sudah menghiburku dan sudah kuanggap oppaku sendiri selain yesung oppa.

Drrtt.. drrt..

From : Kyunnie ^^

Ra-ya apa besok kau ada waktu? Bagaimana kalau kita jalan- jalan besok. Kutunggu kau di Brussel Cafe besok jam 12 dan jangan lupa ajak Donghae Hyung..

Dan jangan terlambat! Arra?

Jalgayo

Apa dia tidak salah mengingatkanku untuk tidak terlambat, seharusnya dia yang kuingatkan mengingat setiap berjanji untuk bertemu dia selalu terlambat. Akupun segera membalas pesannya.

To : Kyunnie^^

Arraseo. Aku akan mengabari Hae oppa.

YA! Harusnya kau yang kuingatkan untuk tidak terlambat!

Jaljayo Kyunnie

Aku tidak sabar hari esok. Akhirnya bisa berjalan- jalan dengan Kyu dan Hae oppa seperti dulu lagi. Tak lupa aku mengabari hae oppa untuk acara besok.

Esoknya

Aku pandangi penampilanku di cermin, hari ini aku mengenakan dress berwarna hijau tosca dan juga cardigan panjang berwarna pink tak lupa dengan sepatu kets pink.

“Ommo.. Neommu Yeoppo. Kau mau kemana ?” tanya eomma mengagetkanku, karena terlalu sibuk menatap cermin aku sampai tidak sadar eomma masuk ke kamarku.

“ Aku ada janji dengan Kyu dan Hae oppa eomma. Aku pergi dulu.. Annyeong!” Aku bergegas berlari ke arah halte bus. Sudah jam setengah 12 dan aku tidak ingin terlambat.

TIINN… TIINN..

Suara klakson itu mengganguku, aku menolehkan kepalaku ke mobil yang sudah tepat disampingku. Pengemudi mobil itu membuka kacanya dan ternyata Hae oppa.

“Oppa kau membuatku kaget.. Aishh” gerutuku sebal. Ia hanya tersenyum dan menyuruhku untuk masuk ke dalam mobilnya. Hae oppa terlihat sangat tampan dengan kemeja biru  dan celana coklatnya.

“Kau terlihat sangat senang Ra-ya?” tanya Hae oppa karena daritadi aku tak berhenti tersenyum.

“ ne oppa, naneun maeu haengbog oneul (aku sangat senang hari ini). Tidak biasanya Kyu mengajak kita jalan-jalan kan oppa?” ucapku semangat. He oppa menganggukan kepalanya.

Tak terasa kami sudah sampai di Brussel Cafe, sudah jam setengah 1 tapi Kyuhyun belum datang juga. Aigoo anak itu benar-benar tukang telat. Kulihat Kyu masuk dari pintu utama cafe.

“Kyu!!” panggilku semangat, tapi senyumku langsung memudar seketika

Donghae POV

Hari ini aku senang bisa melihat Ra-ya sebahagia itu, setidaknya ia tidak sedih seperti kemarin-kemarin. Ia sangat senang karena diajak Kyu jalan-jalan, dan khusus hari ini aku melihatnya berdandan. Dasar Ra-ya!

Sesampainya di tempat Kyu masih belum datang juga, padahal ini sudah jam setengah 1. Kebiasaan Kyu memang tak bisa diubah, dia selalu saja telat.

“Kyu!!” panggil Ra-ya dengan semangat, aku hanya memperhatikannya sambil menahan tawa. Tapi seketika senyumnya berubah dan wajahnya berubah sendu. Aku menolehkan pandanganku ke arah pintu masuk. Ternyata Kyu tidak datang sendiri, ia datang bersama Victoria. Kulihat Ra-ya mengepalkan ujung dressnya.

“Mianhe aku terlambat, tadi aku menjemput Victoria dulu” ucap Kyu sambil menggaruk tengkuknya. Aku masih memandang Ra-ya yang masih memegangi dressnya, ia menutup mata sebentar dan menghembuskan nafasnya. Kemudian tersenyum dengan sangat manis.

“Itu kan sudah kebiasaanmu, Kyunnie. Owhh ada Victoria.. Annyeong Victoria-ssi” ucap Ra-ya semanis mungkin. Aku tau senyuman itu hanyalah senyuman terpaksa, sungguh aku tidak tega melihatnya. Walaupun dia sudah berjanji  melupakan Kyu, tapi tidak mungkin secepat ini kan dia berhasil melupakannya. Dan sekarang dapat kulihat penderitaannya secara langsung, setelah mengetahui perasaannya untuk Kyu.

“Hyung? Kenapa kau hanya melamun saja” tanya Kyu heran. Aku langsung tersenyum dan menggelengkan kepalaku.

“Anniyo… Gwenchana. Lebih baik kita pesan makanannya”.

Kulihat Kyu menarik kursi untuk Victoria duduk, sekali lagi aku memandang Ra-ya. Kentara sekali ia berusaha menahan tangisnya. Aku melepaskan genggaman tangan Ra-ya pada dressnya, sebagai gantinya aku menggenggam tangan Ra-ya kuat. Ia menoleh padaku dan aku hanya tersenyum dan memberikan tatapan yang seolah mengartikan “ada aku disini”. Ia hanya mengangguk membalas tatapanku.

Selama makan, aku dan Ra-ya disuguhkan dengan adegan romantis Victoria dan Kyuhyun. Kyuhyun menyuapi Victoria dan begitu sebaliknya dan selama itu pula aku merasa bahwa genggaman Ra-ya semakin kuat seolah ingin aku merasakan bagaimana sakitnya perasaan dia saat ini.

Author POV

Hari ini Je Ra merasa sudah diterbangkan ke langit, tapi hanya untuk dihempaskan kembali ke bumi. Itulah yang ia rasakan sekarang, bahkan Je Ra sampai tak tahu harus bagaimana lagi. Ia tak menyangka bahwa Kyuhyun akan mengajak Victoria, ia kesal. Bagaimana tidak sudah pasti hari ini dia akan menyaksikan kejadian romantis anatara Victoria dan Kyuhyun.

Ia sangat iri, ia juga sangat ingin bertukar posisi dengan Victoria kalau bisa. Ingin merasakan bagaimana rasanya dianggap sebagai seorang yeoja yang dipuja dan diperlakukan sebagai seorang putri oleh Kyuhyun. Je Ra ingin sekali menutup mata dan telinganya agar tidak melihat keharmonisan namja yang paling dicintainya dengan Victoria dan juga tidak mendengarkan candaan mereka yang membuat mereka seolah- olah hanya berdua di dunia ini.

“Kyu selalu menceritakan tentangmu, Je Ra-ssi. Aku sampai merasa sudah dekat denganmu, karena setiap hari ia selalu berceloteh tentangmu” ucap Victoria yang membuyarkan lamunan Je Ra. Je Ra sebenarnya sangat tidak ingin membalas perkataan Victoria saat ini, tapi ia masih menghargai Kyuhyun.

“Jinjjayo? Aish.. Kyunnie pasti menceritakan yang jelek tentangku kan? Awas kau Kyu!” ucap Je Ra sambil menatap Kyuhyun tajam. Orang yang ditatapnya hanya terkekeh melihat pandangan yang diarahkan Je Ra untuknya.

“Anni.. ia bercerita sampai-sampai aku merasa ia tak bisa hidup jauh denganmu Je Ra-ssi”. Kyuhyun terlihat gelagapan dengan ucapan Victoria, ia menyikut Victoria pelan dan memberi tatapan yang mengartikan seolah “ apa yang baru kau katakan”. Je Ra, Donghae dan Victoria hanya tertawa melihat tingkah Kyuhyun. Tapi hanya 1 orang yang tertawa dengan terpaksa berusaha menutupi kepedihannya.

“Tidak bisa hidup jauh dariku.. Itu tidak mungkin terjadi. Sebaliknya aku yang tidak bisa hidup tanpanya, seandainya ia tahu itu” batin Je Ra.

Saat Je Ra hendak meminum juice, tiba-tiba Kyu menarik gelas yang  dia pegang dan meminumnya.

“Yak kyu.. kenapa kau minum punyaku?” ucap Je Ra kesal

“Babo kau Ra-ya.. bukankah kau itu alergi strawberry, kenapa malah memesannya?”. Je Ra terperangah mendengar ucapan Kyu, rupanya ia masih ingat dengan alergi yang ia punya.

“Mian Kyu, tadi aku yang memesannya. Aku kira Je Ra-ssi akan menyukainya” ucap Victoria merasa bersalah. Bahkan aku sampai tidak menyadari bahwa Victoria yang memesan semua makanan ini.

“Gwenchana, aku hanya tidak ingin direpotkan dengan alerginya itu. Aku bahkan pernah mengggendongnya sampai ke Rumah Sakit karena ia sesak nafas dan terus mengeluh perutnya sakit” ucap Kyu sambil tertawa, Je Ra menatap tajam Kyu.

“Kau itu sudah seperti appanya saja Kyu” ucap Donghae membuat Je Ra dan Victoria tertawa.

“Sudah cukup menertawakanku, bagaimana kalau kita ke Everland Theme Park? Kita bermain disana sepuasnya”.

Kim Je Ra POV

Akhirnya kami memutuskan untuk bermain di Everland, sebenarnya aku sudah ingin pulang. Tapi tidak mungkin kulakukan, aku harus beralasan apa?. Hatiku makin teriris melihat Kyuhyun yang sedang merapikan poni Victoria yang berantakan, mereka seolah menggambarkan kebahagiaan yang kuinginkan. Benar- benar menyedihkan sekali aku ini.

“Gwenchanayo?” tanya Donghae oppa. Aku beruntung masih ada Donghae oppa disampingku, ia sangat mengerti keadaanku sekarang ini.

“Gwenchana oppa, bukankah ini bagian yang memang harus kulewati agar bisa melupakkannya?” aku tersenyum kecil padanya.

“Daripada terus disini dan menyiksa matamu, bagaimana kalau kita ke permainan yang ada disana saja?” aku mengangguk mengiyakan.

“Kyu, kami pergi kesana ya? Aku dan Ra-ya akan main permainan disana” ucap Donghae pada Kyu yang masih sibuk dengan Victoria. Kyu hanya mengangguk mengiyakan.

Setelah lelah bermain, kami berempat duduk di bangku taman yang ada disana. Setidaknya permainan ini mengalihkan pikiranku sesaat dari Kyuhyun. Aku merasa haus sekali sekarang.

“Oppa aku haus bagaimana kalau kita membeli minum?” tanyaku pada Donghae oppa. Ia mengangguk cepat sepertinya ia juga kehausan.

“Biar aku dan Ra-ya saja yang membelinya hyung, kau disini saja. Dan ingat jangan mengganggu calon yeojachinguku ya hyung?” ucap Kyu bercanda.

“Calon yeojanchingu” penderitaan apalagi ini. Aku tidak bisa menangis sekarang, ayolah Kim Je Ra kau harus bertahan setidaknya jangan biarkan Kyu melihatmu menangis.

“ Ra-ya “

“hmmm”

“Bagaimana menurutmu tentang Victoria? Ia cantik dan baik bukan?” tanya Kyu padaku dan sangat ingin kujawab TIDAK. Tapi aku tak dapat berbohong, Victoria memang pantas menjadi idaman namja-namja di kampus. Sudah cantik, manis baik pula seolah ia tak punya kecacatan apapun. Aku saja yeoja bisa beranggapan seperti itu apalagi namja.

“Iya Kyu, kau benar”

“Bagaimana kalau aku menyatakan perasaanku padanya?. Aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku sangat ingin ia menjadi milikku Ra-ya. Aku tak pernah merasakan perasaan ini”

Dadaku sesak, aku ingin sekali menjadi orang tuli. Aku tak ingin mendengar semuanya ini, tak terasa air mataku menetes. Babo kau Ra-ya!! Kyu bisa menyadari perasaanmu.

“Kenapa kau menangis Ra-ya? Akhir-akhir ini kau mudah sekali menangis. Dasar yeoja cengeng”ucap Kyu menyindirku. Kuusap mataku kasar dan menatap Kyu tajam.

“Aku bukan menangis babo, aku ini kelilipan Kyu”. Untung saja aku mendapatkan alasan seperti itu. Hampir saja..

“Jangan diusap kasar seperti itu.. Sini aku lihat matamu”

“Tidak perlu, ini sudah tidak perih lagi”. Tapi Kyu menarik wajahku mendekat kearahnya. Jarak wajahku dan wajahnya sungguh dekat, aku kembali memegang ujung dressku kuat. Jantungku bisa meledak sepertinya. Kebaikannya yang seperti ini membuatku makin bingung dan semakin tak ingin melepaskannya.Tanganya mengusap mataku lembut, tiba- tiba ia mengecup mataku membuat tubuhku menegang sempurna.

“Kurasa itu cara penyembuhan yang memang paling ampuh untukmu. Matamu sudah tidak perih lagi kan? Memang hebat sekali ciumanku ini. Apa setiap kau sakit harus kucium seperti dulu hah? ..Hahaha” ucap Kyu sambil tertawa. Memang benar setiap aku merasakan sakit, Kyu selalu menciumku.

#Flashback#

“Ini minumlah” ucap Changmin padaku di saat jam istirahat. Aku memandangnya heran, ia menyodorkan segelas juice strawberry padaku. Apa ia tidak tahu kalau aku alergi pada strawberry, bagaimana ini?.

“Tapi..”

“Kau tidak mau ya? Padahal aku sengaja membuatnya dan memohon-mohon pada penjaga kantin agar aku bisa membuatnya sendiri” ucap Changmin sedih, aku semakin tidak enak menolaknya.

Kuambil gelas itu dan memandangnya dengan senyum yang dipaksakan. Lalu aku coba meminumnya, Changmin tersenyum lembut padaku. Dengan terpaksa aku menghabiskan setengahnya. Kusimpan gelas itu, aku merasakan yang aneh pada perutku. Tapi kucoba membiarkannya, tidak mungkin alergi itu muncul kalau aku hanya meminum sedikit.

Changmin terus mengajakku mengobrol, tapi aku tidak memperhatikannya. Aku merasa susah untuk bernafas, kucoba menutup mata dan mengambil nafas sedalam-dalamnya. Tapi hal itu tidak membantu. Badanku semakin lemas saja dan perutku semakin sakit.

“Ra-ya!” aku mendongak menatap Kyuhyun yang berlari padaku. Aku berusaha menoleh padanya dan mencoba menggapai tangannya, tapi badanku terlalu lemas. Kyuhyun menyadari wajahku yang sangat pucat dan menatap gelas yang ada di hadapanku.

“Kau minum itu Ra-ya? Kenapa kau meminumnya Babo!!” bentak Kyu kasar padaku.

“Ehmm.. aku yang membuatkan itu khusus untuk Ra-ya.. Kyuhyun-ssi. Memangnya kenapa?” tanya Chanmgin dengan wajah polosnya. Aku berusaha berdiri dan menggenggam tangan Kyu agar ia tidak memarahi Changmin. Aku semakin susah bernafas dan perutku sangat sakit.

“ Kyu… akuu.. akuu susah.. bernafas” ucapku tersengal- sengal. Seketika badanku limbung, tapi Kyu menahannya dan menggendongku.

“Kau harusnya tau kalau gadis ini alergi pada buah itu Changmin-ssi. Dan kuharap kau jauh- jauh darinya supaya tidak menyakitinya lagi”. Itu hal yang terakhir kudengar sebelum semuanya menjadi gelap.

Aku mengerjapkan mataku, memandang ruangan serba putih ini. Aku tahu ini pasti Rumah sakit dan kulihat Kyu duduk disampingku sambil memandangku khawatir. Aku sudah tidak begitu merasakan sakit di perutku, tapi masih sulit untuk bernafas dengan benar.

“Kau membuatku khawatir bodoh” ucapnya tajam.

“Kyu…” aku ingin mengucapkan Gomawo tapi kenapa susah sekali untuk mengatakannya, aku mencoba menarik nafas dalam tapi tetap tidak bisa. Tiba- tiba Kyu menarikku ke dalam pelukannya.

“Gomawo.. kau ingin mengucapkan itu bukan?” aku mengangguk pelan di pelukannya.

“Aku sudah tahu, sudah jangan dipaksakan. Kau itu masih sesak dasar babo.. “aku kesal mendengar ucapannya. Daritadi sampai sekarang ia terus mengataiku babo. Aku mendorong pelan tubuhnya dan menatapnya sinis. Aku memegang dadaku, sesak sekali rasanya.

“Apa perlu kupanggilkan dokter?” tanya Kyu khawatir melihatku yang kelihatan sekali susah bernafas. Aku menggeleng keras, aku tidak ingin lebih lama di Rumah Sakit ini. Aku sangat benci Rumah Sakit.

Kyu memelukku lagi, aku ingin melepasnya tapi tidak bisa.

“Aku tau cara yang paling ampuh untuk menyembuhkanmu” Tiba tiba Kyu mencium lembut keningku dan memelukku lagi. Hangat itulah yang kurasakan, seketika aku tidak merasa sakit sama sekali.

“Sudah tidak sakit kan?” aku hanya mengangguk mengiyakan jawabannya.

#Flashback end#

Kyu berjalan meninggalkanku, tiba-tiba aku ingat perkataan appa dan eomma yang mengajakku untuk pindah ke China. Bila aku sampai ikut pindah aku akan berada jauh dari Kyu, dan bila aku sakit tidak akan ada Kyu lagi yang menciumku dan membuatku sembuh. Aku ingin tahu bagaiman bila Kyu hidup jauh dariku.

“Kyu.. bagaimana kau menjalani hidupmu kalau tidak ada aku?”. Babo.. kenapa aku bisa menanyakan pertanyaan seperti itu. Ia terlihat sepert berpikir dan tersenyum padaku.

“Mungkin itu lebih baik, setidaknya tidak ada gadis bodoh yang hanya membuatku repot saja.. Hmm dan juga mungkin aku akan lebih leluasa dengan Victoria … Hahaha” canda Kyu. Tapi candaannya itu seperti menyadarkanku bahwa ternyata akulah yang selalu merepotkannya dan membuatnya susah. Baiklah kalau itu maumu Kyu, aku akan pindah ke China mengikuti appa dan eommaku saja. Walau aku tidak tahu bagaimana kehidupanku disana tanpamu Kyu.

Donghae POV

Aku melihat Ra-ya dan Kyu jalan mendekatiku dan Victoria. Selama mereka pergi, aku berbincang dnegan Victoria.Kuakui memang Victoria cantik dan menarik, tapi tetap saja aku menganggap bahwa Ra-ya lebih baik darinya. Dan Kyu pun jauh lebih perhatian pada Ra-ya, saat melihat mereka aku sadar kalau Ra-ya dan Kyu memang serasi. Apa Kyu tidak bisa menyadari hal itu?

“Ini oppa” ucap ra-ya sambil memberikan segelas minuman dingin padaku.

“Gomawo”

Tiba- tiba Kyu berdiri menarikku dan Ra-ya untuk berdiri menghadapnya. Ia juga menarik tangan Victoria dan tersenyum padanya dengan lembut. Kyu menggaruk tengkuknya berkali-kali seperti kelihatan gugup. Ada apa ini sebenarnya?. Ia menggenggam tangan Victoria.

“Saranghae Vic..Maukah kau menjadi yeojachinguku Vic? Aku berjanji akan membahagiakanmu dan tidak akan pernah menyakitimu. Donghae Hyung dan Ra-ya menjadi saksinya” aku terkejut mendengar pernyataan Kyu.

“Aku mau Kyu” jawab Victoria yang membuatku semakin terkejut. Kenapa ini terlalu cepat, aku melihat Ra-ya. Ia menangis, aku tak tega melihatnya. Aku langsung memeluknya, ia terlihat masih menahan tangisnya agar tak menjadi isakan. Tapi Kyu sepertinya sadar dengan tingkah Ra-ya.

“Ya.. kau merusak suasana saja. Kenapa kau menangis lagi Ra-ya?”.

“Ia bahagia Kyu, mendengar kau dan Victoria sudah menjadi sepasang kekasih. Benar kan itu Ra-ya?” aku tak tahu harus berkata apalagi. Hanya itu yang terlintas di pikiranku. Ra-ya mengangguk dalam pelukanku.

Kyuhyun POV

“Saranghae Vic..Maukah kau menjadi yeojachinguku Vic? Aku berjanji akan membahagiakanmu dan tidak akan pernah menyakitimu. Donghae Hyung dan Ra-ya menjadi saksinya” ucapku gugup.

Aku sudah menyatakan perasaanku pada Victoria, aku tak bisa menahannya lagi. Aku ingin Victoria menjadi yeojachinguku secepatnya.. lega rasanya setelah mengatakan perasaanku padanya. Dapat kulihat Donghae Hyung dan ra-ya sangat terkejut mendengar pernyataanku ini. Mungkin ini terlalu cepat, tapi mau bagaimana lagi. Aku gugup mendengar jawaban Victoria, mukanya memerah aishhh.. aku ingin memeluknya sekarang juga.

“Aku mau Kyu” ucap Victoria dengan senyum manisnya. Saat aku ingin memeluk Victoria tiba-tiba kulihat Ra-ya menangis dan langsung dipeluk Donghae Hyung. Aku sedikit merasa aneh saat aku memberitahu Ra-ya bahwa aku menyukai Victoria ia juga menangis dan sekarang saat aku menyatakan perasaanku pada Victoria di hadapannya ia juga menangis.

“Ya.. kau merusak suasana saja. Kenapa kau menangis lagi Ra-ya?”. Tanyaku heran.

“Ia bahagia Kyu, mendengar kau dan Victoria sudah menjadi sepasang kekasih. Benar kan itu Ra-ya?”. Kulihat Ra-ya mengangguk di pelukan Donghae hyung. Gadis ini membuatku tersenyum, apakah sebegitu terharunya melihatku bahagia?.

“Dasar kau ini cengeng sekali” ucapku sambil membelai rambutnya yang panjang.

 

 

Kim Je ra POV

Sudah 4 hari semenjak kejadian menyakitkan itu terjadi di depan mataku, bagaimana bisa tidak merasakan sakit jika melihat namja yang dicintai menyatakan perasaannya pada gadis lain dan itu terjadi di depan matamu sendiri. Sudah 4 hari ini aku hanya mengurung diri di kamar, terlalu malas untuk keluar dan melakukan aktivitas apapun.

Dan itu berarti tinggal 3 hari lagi menuju keberangkatanku ke China, aku sudah memutuskan untuk ikut saja. Keputusanku sudah bulat, semenjak Kyu dan Victoria menjadi sepasang kekasih. Tapi aku tidak ingin memberitahu Hae oppa dan Kyu secara langsung, mungkin aku akan menyampaikannya sambil terus menangis. Aku tidak ingin itu terjadi.

Aku jadi teringat masa-masa bahagiaku bersama Kyu dan Hae oppa, saat- saat dimana kami bercanda, tertawa bahkan menangis bersama. Walaupun hanya aku yang paling sering menangis. Aku tersenyum miris bagaimana mungkin aku bisa lepas dari bayang-bayang kalian.

Surat?.. Ah bagaimana kalau aku mengirimkan surat kepada mereka. Pertama kubuat surat itu untuk Donghae oppa, lalu Kyu. Aku akan menyelipkannya di tas mereka secara diam-diam, semoga saja mereka membacanya setelah aku pergi. Jadi aku tak perlu menyesali keputusanku untuk ikut appa dan eomma.

“Ra-ya” panggil eomma dan duduk disampingku sambil memandangku intens.

“Waeyo eomma? Kenapa kau menatapku begitu?” tanyaku heran melihat tatapan eomma.

“Apa kamu yakin akan ikut eomma dan appa pindah ke China?” aku mengangguk yakin membalas pertanyaan eomma.

“Ne eomma… aku sangat yakin. Kyu sudah bahagia dengan yeoja pilihannya. Hae oppa juga sudah lulus pasti dia akan sibuk mengurusi perusahaan ayahnya kan eomma. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.. hanya saja.. aku tidak yakin pada satu hal eomma”

“Apa itu sayang?”

Aku berusaha menahan tangis, sudah cukup aku menjadi yeoja cengeng seperti ini.

“Aku tidak yakin bisa hidup tanpa Kyu eomma, apa aku akan baik-baik saja disana?” air mataku  tak tertahan lagi, aku memeluk eomma dan menangis di pelukannya. Eomma mengusap-usap punggungku lembut mencoba menenangkanku.

“Eomma yakin kau akan baik-baik saja Ra-ya”

———

Hari ini aku akan memberikan surat kepada Hae oppa dan Kyu secara diam-diam. Aku sudah menyelipkan surat ke dalam tas Hae oppa, dan untuk Kyu aku menyelipkannya ke dalam buku yang biasa baca.

“Semoga mereka membacanya setelah besok aku pergi. Aku pasti sangat merindukan kalian”

“Kau sedang apa Ra-ya?” tanya Kyu yang mengagetkanku. Aku kaget melihat Kyu, semoga saja ia tidak tahu kalau aku baru saja menyelipkan surat di bukunya.

“Aishh.. kau mengagetkanku saja. Mana Hae oppa dan Victoria kyu?” tanyaku mengalihkan tatapannya karena daritadi ia melihatku memegang erat tas yang ia titipkan padaku.

“Victoria ada kelas Ra-ya .. kalau ikan itu mungkin sibuk mengurus ijazah kelulusannya.. Ahh aku bosan, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja” aku tersenyum mendengar tawaran Kyu, mungkin ini hari terakhir aku menghabiskan waktu berdua bersamamu Kyu.

“Kajja” ucapku sambil menarik tangannya.

Kyuhyun POV

“Kyu kalau aku tidak ada, jaga kesehatanmu baik-baik ya. Jangan terus saja begadang hanya untuk bermain game dan jangan lupa untuk banyak makan sayur. Lihat wajahmu itu sudah keriputan Kyu” ucapan gadis itu membuatku kaget. Mengapa seolah- olah dia akan pergi jauh.

“Memangnya kau mau kemana Ra-ya?” tanyaku bingung karena perkataanya seperti ucapan perpisahan.

“Anniyo.. aku tidak pergi kemana-mana. Hanya mengingatkan kau saja supaya bisa lepas dari kebiasaan burukmu itu. Aku heran kenapa Victoria mau menjadi yeojachingumu” ledeknya sambil berlari menjauhiku.

“Yak kau.. sini kembali kemari kau Ra-ya…” aku mengejarnya. Kami sekarang seperti anak kecil lainnya yang ada di taman ini. Aku terus mengejarnya yang sudah jauh dariku, saat aku melihat punggungnya kenapa aku merasa sedih dan seperti akan kehilangannya. Aku menggelengkan kepalaku mencoba menghilangkan perasaan ini.

“Kyu ayo kita bertanding lari, siapa yang terakhir sampai di bangku taman harus mengabulkan permintaan yang menang.. Hana Dul Set” teriaknya seperti anak kecil. Tentu saja aku kalah dia sudah berlari jauh duluan daripadaku.

“Kau harus kabulkan permintaanku Kyu” ucapnya masih terengah-engah karena berlari.

“Andwae.. kau itu curang. Aku tidak mau, kau sudah mencuri start Ra-ya”

“Jebal Kyu, pokoknya kau harus mengabulkan permintaanku… Kyu.. Jebal” pintanya dengan memelas. Bagaimana mungkin aku menolak jika ia sudah memasang wajah memelasnya itu.

“Baiklah, apa permintaanmu?”

—–

Sekarang aku dan Ra-ya berada di dalam photobox. Permintaannya sungguh kekanak-kanakan, ia minta agar aku mau berfoto bersamanya. Apa dia tidak lihat antrian pasangan yang mau berfoto juga itu banyak. Dan kalau kuhitung 5 pasangan lagi, baru aku dan Ra-ya mendapat giliran.

“Senyumlah sedikit Kyu, jangan cemberut terus seperti itu” aku hanya mendengus mendengar ucapannya.

“Bagaimana aku tidak cemberut Ra-ya apa kau tidak lihat antrian pasangan yang mau berfoto juga banyak?” ucapku ketus. Ia tersenyum dan menggenggam tanganku dan mengelusnya lembut. Aku tahu ini kebiasaannya untuk meredam emosiku atau sekedar untuk menenangkanku. Dan memang hal yang dilakukannya itulah yang membuatku tenang.

“Ayo maju sekarang sudah dekat giliran kita”. Mendengar ucapanku ia tersenyum manis.

Akhirnya tiba juga giliran kami, kalau bukan ra-ya yang meminta mungkin aku sudah kabur.

“Kalian serasi sekali, kau beruntung punya yeojachingu yang cantik seperti nona ini Tuan?” ucap seorang ahjumma yang berada dekat dengan kami lalu pergi begitu saja. Aku terkekeh geli mendengarnya, apa ahjumma itu dalam keadaan sadar mengucapkan bahwa yeoja cengeng di sebelahku ini cantik. Bisa-bisa Ra-ya besar kepala, buktinya saja ia tidak berhenti tersenyum daritadi.

“Sepertinya ahjumma itu harus memeriksakan matanya Ra-ya”

“Wae? Memangnya kau dokter kenapa bisa tau kalau mata ahjumma harus diperiksa” ucap gadis bodoh dengan wajah polosnya.

“Bagaimana mungkin ia bisa bilang kalau kau cantik? Apa matanya buta?Hahahah” ucapku sambil terus tertawa, dan langsung mendapat tendangan di kakiku.

“aww.. tunggu aku”. Ra-ya marah dan langsung masuk ke dalam photobox tanpa menungguku. Sudah 2 x foto tapi wajahnya terus saja ditekuk, sepertinya ia memang benar-benar marah. Aku suka melihat mukanya yang kesal.

Chup …

Aku mengecup pipinya bersamaan dengan blitz kamera, ia terlihat kaget dan menoleh padaku. Mukanya sudah memerah seperti kepiting rebus.

“ Ya apa yang kau lakukan Kyu?” ucapnya kesal.

“Habis mukamu itu seperti nenek-nenek ditekuk terus. Aku bosan melihatnya”

Kami kembali berfoto, sampai foto terakhir kami bingung melakukan gaya apa karena gaya kami daritadi hanya tersenyum saja.

Chup

Tiba-tiba Ra-ya mencium pipiku , rupanya ia membalas perlakuanku tadi. Lalu dia tertawa dan meninggalkanku yang masih kaget. Saat mengambil fotonya aku dan Ra-ya tertawa karena ekspresi kami masing-masing.

“Kau sungguh jelek sekali Kyu saat kucium.. hahahha”

“Kau juga.. lihat juga wajahmu .. Hahha.. sudah cepat pilih kau mau foto yang mana?” tanyaku.

Ia memilih fotoku yang sedang menciumnya, akupun langsung menggodanya.

“Sepertinya kau senang sekali dicium olehku, sampai-sampai hanya foto itu yang kau mau?”

“Ini kan foto kenang-kenangan Kyu, kau juga simpan fotoku ini ya.. Jangan sampai hilang, kalau hilang aku akan memukulmu tanpa henti” ancamnya sambil menunjuk fotonya yang sedang mencium pipiku.

Aku melihat jam tanganku, sudah jam 5 sore. Aku harus menjemput Victoria, aku tak sabar bertemu dengannya dan menceritakan hal ini.

“Ra-ya aku harus menjemput Victoria. Apa kau mau ikut denganku?” mendengar ucapanku raut wajah Ra-ya berubah sendu dan kembali menunduk.

“Kenapa kau?”

“Jangan pergi Kyu.. aku.”ucapnya sambil menggenggam tanganku.

Drrt..Drrt..

Handphoneku berbunyi menandakan panggilan dari Victoria. Aku harus bergegas, aku tak mau Victoria marah padaku. Aku melepaskan genggaman tangan Ra-ya.

“Aku harus pergi Ra-ya. Victoria sudah menungguku, kau bisa pulang sendiri kan?” tanyaku tergesa-gesa. Ia menganggukan kepalanya lemah, aku langsung berlari ke arah mobilku dan melajukannya dengan cepat ke kampus.

 

 

Kim Je Ra POV

Aku senang dapat menghabiskan waktu berdua dengan Kyu, mengingat ini hari terakhirku bersamanya. Aku sengaja meminta Kyu agar mau berfoto bersamaku, setidaknya itu permintaanku yang terakhir.

Akupun memilih foto saat dia sedang mencium pipiku, ini foto yang paling kusukai. Jika aku sudah berada di China dan tiba-tiba aku merindukannya, aku bisa melihat foto ini.

“Sepertinya kau senang sekali dicium olehku, sampai-sampai hanya foto itu yang kau mau?”

“Ini kan foto kenang-kenangan Kyu, kau juga simpan fotoku ini ya.. Jangan sampai hilang, kalau hilang aku akan memukulmu tanpa henti” ancamku mengingatnya siapa tahu Kyu akan merindukanku nanti walaupun kemungkinannya kecil.

Tiba-tiba ia melihat jam tangannya, aku tahu pasti ia akan menjemput Victoria. Kenapa di hari terakhir ini sekali saja dia tak menggangguku dan Kyu, tapi itu tidak mungkin karena sekarang dia adalah yeojachingunya Kyu.

“Ra-ya aku harus menjemput Victoria. Apa kau mau ikut denganku?” tanyanya. Aku sedih dan tak membalasnya yang kulakukan hanya menunduk berusaha menyembunyikan air mataku.

“Kenapa kau?”. Aku akan mengatakan bahwa aku besok akan pergi ke China, setidaknya bisa menahan dia supaya mau melewati satu hari penuh bersamaku.

“Jangan pergi Kyu.. aku.”ucapku meenggenggam tagannya.

Drrt..Drrt..

Handphonenya berbunyi, aku tau itu pasti Victoria yang sedang menunggunya.Segera ia melepaskan tanganku dan terlihat terburu-buru memasukkan foto kami ke dalam tasnya.

“Aku harus pergi Ra-ya. Victoria sudah menungguku, kau bisa pulang sendiri kan?”aku mengangguk lemah. Sekarang semua berbeda, aku bukan yeoja no 1 lagi di hati Kyuhyun. Ia berlari meninggalkanku, sekarang air mataku mentes tanpa henti. Kupandangi punggungnya yang semakin menjauh dari pandanganku.

“Selamat tinggal Kyu.. mungkin kita akan bertemu suatu hari nanti”

28 Comments (+add yours?)

  1. sjbiassed
    Feb 25, 2013 @ 20:30:33

    Huaaaa,,je ra nya galauuuu.. Lanjut thor (˘▽˘)ง

    Reply

  2. WulanDari (@WulAndaRieCha)
    Feb 25, 2013 @ 20:40:46

    baca ini sambil dengerin maudy ayunda yang tahu diri.. nangis bombay dh T_T

    Reply

  3. Gfbffrombf
    Feb 25, 2013 @ 20:46:44

    Haduh kyu,,,,
    hati kamu katarak(?) y…??
    Segitu jera sering nangis didepan kamu saat kamu cerita tentang vic, masa gk keliatan juga, sini aku obatin hatinya biar gk katarak(?) lagi kyu
    #plakk….digamparkyu

    Reply

  4. Jung Ji Woo
    Feb 25, 2013 @ 22:00:17

    kyu.. kyu .. itu je ra kasiaaan.. knp km ga liat dia aja sih ! -_-
    cepet di lanjut ya thor~

    Reply

  5. Kodok
    Feb 25, 2013 @ 22:41:58

    argh….tbcnya tuh lho .bikin bete

    Reply

  6. Novia
    Feb 25, 2013 @ 23:36:06

    I like it

    Reply

  7. itha paksi
    Feb 25, 2013 @ 23:39:34

    astagaa sumpah gabakal kuat klo jd je ra, dilema bgt 😦 lanjuuur thor jgn lama2 🙂

    Reply

  8. Nieza Kim
    Feb 26, 2013 @ 00:56:52

    pasti sakit banget rasanya ,, kasihan JeRa ,, 😥

    next.. next.. next..

    Reply

  9. Choi hyun ma
    Feb 26, 2013 @ 08:18:35

    Pagi2 dah nangis,, truz baca’ smbil dngr lgu’ Christina yg hurt lg… Hiks… Hiks.. *mnta pluk wonpa*
    Part slnjut’ jngn lm2 y tor qu tunggu nih….

    Reply

  10. lee
    Feb 26, 2013 @ 11:10:47

    Lanjut thor,,, je ra nya lagi galau,,,

    Reply

  11. sasa
    Feb 26, 2013 @ 11:51:18

    Aaaaa ra-ya ama donghae oppa ajaaa.. Kan serasi tuuhhh. Lanjut thor~

    Reply

  12. Ryeosomnia_13
    Feb 26, 2013 @ 15:30:24

    Ddaebak (y)
    Lanjutnya cepetan y thor.. Penasaran

    Reply

  13. HanSeul
    Feb 26, 2013 @ 15:51:45

    Akhirnya ada lanjutannya juga.Je ra pasti sakit banget.Dan dia milih satu2nya jalan untuk meninggalkan Kyu.Ditunggu lanjutannya

    Reply

  14. afifah
    Feb 26, 2013 @ 16:39:11

    Thorr udah gak sbar nunggu lnjutannya.. 😀
    Smngattt!! (‘⌣’)9

    Reply

  15. Revil magnae
    Feb 26, 2013 @ 17:03:47

    Thorr lanjuutt !!!

    Jgn buat qw mati pensaran 😦

    Reply

  16. siyoung
    Feb 26, 2013 @ 18:14:09

    uwaaa nyeseeknya itu lohh T_T

    Reply

  17. simplicity
    Feb 26, 2013 @ 19:29:25

    AUTHOR, LANJOOOOTTTTTT!!!!
    Feeling banget kyu suka sama jaera

    Reply

  18. Ikfi~kyunie ELF
    Feb 26, 2013 @ 20:57:04

    Huahh. .nyesek bcanya. .
    Next thor jgn lma2. .

    Reply

  19. vina maullina
    Feb 26, 2013 @ 21:00:26

    Eonnie, daebak deh, aku suka banget. Tapi kyu’a keterlaluan,, kayanya lebih seruh deh eon kalo kyu’a nyesel pas di tinggal ra-ya, 🙂 aku tunggu kelanjutanya ya eonni, 🙂 🙂 tapi jangan lama”,, udh ga sabar, 🙂

    Reply

  20. sartika
    Feb 26, 2013 @ 21:28:52

    huaaaaaa… #peluk donghae,,
    kyu pasti nyesel sel sel sel…..

    Reply

  21. misshangguk
    Feb 27, 2013 @ 07:04:31

    Entah knapa feeling q ntar d jepang je ra bakal ktmu ama changmin yah. Dan nanti changmin bakalan bantu jera ngelupain kyuhyun. Lanjut thor ….

    Reply

  22. @salmaayu1
    Mar 02, 2013 @ 14:50:07

    aigoooo, bnr2 nyesek 😦
    next ke part 3 ^^

    Reply

  23. rebeccavania
    Mar 04, 2013 @ 16:55:22

    Aigoo.
    Pasti sedih sekali jadi je ra..
    😦
    Nyesek abis thor!
    Feelnya bener” kerasa.
    Mewek thor :’)
    Keren lah ceritanya! Lanjut!

    Reply

  24. minkijaeteuk
    Mar 20, 2013 @ 07:22:03

    seneng sih je ra y ngak milih nikah paksa,,,, tapi makin kasian juga je ra milih pergi ninggalin kyuhyun,,,, sedih n nyesek baca y….
    pa kyuhyun nanti nyesel setelah je ra pergi????

    Reply

  25. agetha
    Jun 12, 2013 @ 13:50:40

    daebak thorrr
    kyuhyun emng sdang dmabuk cinta 😀

    Reply

  26. shellychibi
    Jun 15, 2013 @ 11:50:05

    so sad..

    Bgus
    tp msh agak bingung ma jln critanyaaa…

    Reply

  27. kiran lika
    Jun 15, 2013 @ 19:02:43

    aduh aduh aduh T.T T.T T.T T.T
    Banyak bgt momen sweet nya kyu sama ra-ya T.T
    jd kasian nih sama ra-ya T.T
    Duh kyu bodo bgt -_-
    Ngabain feelingnya, pdhl feelingnya uda bener klo ra-ya bkln pergi jauh T.T

    Reply

  28. tabiyan
    Apr 15, 2015 @ 19:46:41

    Bener2 so hurt me you know!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: