For one day

author : Richan (Prifani Hf)

Judul Cerita : For one day

Tag (tokoh) : Tan Hangeng

Moon Jae hyun

Kim Heechul

Genre : Romance

Rating : PG-15

Length : oneshoot

Note: ini FF romance pertamaku, kekeke.. sebelumnya pernah aku post di fb pribadiku^^ . happy reading, and sorry for typo(s).

 

 

All is Jae Hyun Pov

 

Winter, 3rd of December 2009.

 

Kami terdiam cukup lama setelah kata terakhirnya tadi. Bibirku seakan kaku membentuk kata kata.Aku masih tertunduk diam sedangkan matanya menatapku sendu.

 

“ya.. pesawatnya pergi 3 jam lagi..” ia membuka pembicaraan lagi.

 

Aku mencoba menatapnya.

 

“kau yakin?”

“ini bukan keputusanku, Jaehyun-ah.. heechul hyung yang memintaku.. Mianhae.. lagipula… aku merindukan keluargaku disana..”

“tapi.. meninggalkanku? 3 tahun bukan waktu yang sebentar han, apa aku punya salah padamu? Katakana jika aku punya salah.. katakana, kumohon..” suaraku bergetar.

“taka ada..” dia mendekat, mengelus pipiku.

“lalu kenapa seperti ini? Kau bisa saja menolaknya, han… Heechul-ssi bisa mengurus krisis perusahaannya di china sendiri.. atau kau bisa membawaku ikut ke sana? Kau rekan kerjanya.. bukan karyawannya..”

“aku tak mau membuatnya kecewa.. aku tak mau membuatmu lelah disana.. kau bisa menunggu? ini hanya masalah waktu JaeHyun-ah..” ia mengusap  air mataku yang mulai jatuh.

“hanya? Kau yakin?”

“tidak sepenuhnya..” dia mengelus rambutku.

“Bahkan kau tak yakin akan itu? Bagaimana bisa kau meninggalkanku jika hal sepele seperti itupun kau tak yakin? Kita baru menikah 3 bulan lalu Hangeng-ah..” suaraku meninggi.

Tapi kulihat ia mengulas senyuman.

“tak ada yang bisa kau yakini di dunia ini kecuali tuhan, Jaehyun-ah..”

“maksudmu?”

“bahkan langkah yang kau ambilpun takkan bisa sepenuhnya kau yakini.. maksudku, bukan penuh dengan keraguan.. tapi tak adea yang pasti di dunia ini, chagi..”

“kau terlalu banyak membaca novel fiksi, Mr. Tan..”

“aku serius, Mrs. Tan ..”

Dia meraih tanganku dan mengecupnya pelan.

“aku takut kau tak kembali.. besok ulang tahunku, han..”

“tunggu aku disini 3 tahun lagi.. jika aku tak dating, kau boleh membunuhku.. aku akan sering menelfonmu, jangan takut..”

“aku takkan pernah bisa membunuh pria tampan..”

Air mataku jatuh lagi. Ia mengusap air mataku dan merengkuh tubuhku dalam dekapan hangatnya. Mengelus punggungku seperti ingin menyalurkan kehangatan. Jelas, tangisku semakin menjadi.

“menangislah jika itu membuatmu lebih baik..”

 

***

 

Winter, 3rd of December 2012

 

Aku menghirup nafas dalam lalu menghembuskannya kasar. Sesekali menggosok tanganku yang mulai terasa membeku. Hembusan dingin salju seakan menembus tulangku. Tapi dia masih belum juga dating. Aku tersenyum getir mengingat janji namja itu untuk menemuiku disini. Masih terngiang jelassuaranya di telfon 2 hari yang lalu ia berjanji akan pulang dan memasak bersama.

 

‘dia tak datang’ gumamku takut. Aku hampir melangkah pergi dari tempat ini ketika seorang namja duduk disampingku dengan santainya.

“masih menunggu namja itu hm?”

“tentu..”

“mengapa?”

“karena dia berjanji akan datang..”

“namja itu sungguh beruntung bisa mendapatkanmu, agasshi..”

“entahlah.. sepertinya dia tak merasa begitu.. kami beru menikah 3 bulan dan dia meninggalkanku sendiri selama 3 tahun… menyebalkan bukan?”

“whoa.. namja itu pasti menyesali perbuatannya.. apa kau merindukannya agashi?”

“tidak..”

“wae”

Aku menatap namja itu. Ia juga balik menatapku dan tersenyum padaku.

“karena namja itu ada disini..”

“benarkah?”

Namja itu tersenyum jahil. Tak taukah dia aku hampir membeku disini?

“jangan banyak  basa basi Mr.Tan.. bogoshippo!!”

 

Aku menghambur ke pelukannya. Mendekap tubuh yang dibalut  mantel  berwarna hitam itu erat. Menyesap aroma tubuhnya yang telah lama kurindukan.

 

“maaf menunggu lama..” suaranya terdengar bersalah.

 

Dia membalas pelukanku. Mengelus punggungku dengan lembut.

 

“ternyata aku bisa menunggumu.. aku rindu ini..”

“siapa? Aku?”

“ya.. kau dan pelukanmu..”

“aku juga merindukanmu..” bisiknya tepat di telingaku.

 

Aku melepas pelukannya. Senyum manis itu masih terbentuk di wajahnya.

 

“aku juga rindu ini..”

 

Aku mengecup bibirnya singkat.

 

“bibirku?”

“bukan.. tapi senyummu”

 

Ia terkekeh pelan mendengar ucapanku.

 

“ayo pulang.. aku rindu rumah kita..”

“haha tentu.. aku juga lapar dan kedinginan..

 

Kami beranjak menuju mobil silver miliknya yang terparkir tak jauh dari sini. Tangannya terus menggenggam tanganku ketika kami berjalan. Sampai di mobilpun ia tak melepas genggamannya.

 

“kau kedinginan? Kenapa terus menggenggam tanganku?”

“aku hanya ingin merasakan bersamamu lebih lama..”

“maksudmu?”

 

Dia hanya mengeratkangenggaman tangan kami dan melajukan mobilnya.

“ aku lapar dan benar benar merindukan masakanmu.. kau sudah menyiapkan bahannya di rumah? Aku ingin kita masak bersama..”

 

Dia mengalihkan pembicaraan dan tak menjawab pertanyaanku?

 

“tentu ada..”

 

***

 

Kami sukses membuat Kimchi tadi sore. Ia juga membuat ‘nasi goreng Beijing’ yang selalu ia bangga banggakan padaku itu. Entah mengapa rasa kimchi yang kami buat terasa special di lidahku. Atau aku terlalu merindukan saat saat kami memasak bersama? Entahlah..

 

Hari mulai beranjak malam. Hangeng sudah mengganti baju mantel hitam yang ia gunakan dengan piama tidur warna abu abu favoritnya. Sama hal nya denganku. Aku memilih kaus santai yang agak tebal dengan celana tidur panjang berwarna hijau, karena malam ini sangat dingin.

 

Aku berbaring di pahanya, sedangkan ia bersandar di dashboard kamar kami sambil memainkan poniku.

 

“apa kau tak kesepian? 3 tahun sendirian tidur disini ?” ia menatap mataku dengan tatapan bersalahnya.

“sangat.. tapi kuyakin kau pasti datang..”

“mianhae..” ia mengecup keningku lembut.

“darlin’ don’t be afraid I have love you for a thousand years..”

“.. I love you for a thousand more..” ia melanjutkan nyanyianku.

“suaramu tetap indah han.. tak berbah..”

“dansuaramu… tetap buruk..”bisiknya.

 

aku memutar bola mataku kesal.

 

“kau terlalu jujur .. tch, menyebalkan” aku memalingkan wajahku, pura pura marah padanya.

“aish.. jaehyun-ah.. jangan marah… apa kau tak mengantuk? Tak berniat untuk tidur?” ia mengelus pipiku dengan lembut.

“aku ingin mendengar suaramu.. lagu sebelum tidur..”

“lagu apa?”

“terserah.. yang penting merdu..”

 

Tangan kanannya bertaut erat dengan tanganku. Sedangkan tangan kirinya mengelus rambutku.

 

Bibirnya mulai mengalunkan lagu favoritku. ‘if I ain’t got you’ .. lagu bernuansa lembut yang menyuarakan  perasaan cinta yang begitu dalam. Tak memikirkan orang lai, menjadikan orang itu sebagai tujuan hidupnya. Sungguh lagu yang tepat menggambarkan perasaanku pada hangeng..

 

“some people want it all, but I don’t want nothing at all.. if it ain’t you, baby.. if ain’t got you, baby..”

 

Suaranya agak pelan. Membuat lagu itu terdengar semaki lembut. Perlahan mataku terpejam, dan alunan lagu itu yang menghantarkanku ke alam mimpi.

 

***

‘kriiiingggg~

 

Dering alarm dari tempat tidurku berbunyi memekakan telingaku.

 

“apa sudah pagi?” gumamku.

 

Tapi sepertinya tidak, karena kulihat dari celah ventilasi udara dikamarku, langit seoul masih gelap. Aku berdiri melangkah menuju dapur karena tenggorokan ku kering. Siapa yang manyalakan alarm jam 12 malam seperti ini?

 

Ketika hendak  melangkahkan kakiku keluar kamar, mataku tak sengaja melihat sebuah kertas catatan yang di tulis engan tinta biru.

 

‘ikuti bunga mawar yang kusebar dilantai..

aku punya kejutan untukmu, Mrs.Tan..

 

saranghae !! ^^’

 

aku tersenyum simpul setelah membaca catatan itu.si nemja aneh itu bias juga romantis~.

 

Aku melirik lantai dan mendapati beberapa tangkai bunga mawar disana membentuk sebuah jalur. Aku berjalan mengikuti bunga itu seraya mengambilnya satu per satu.

 

Tepat di hitungan bunga ke dua puluh enam, aku sampai di pintu belakang rumah kami yang tersambung dengan taman bunga kesayanganku.

 

Disana tertata rapi bunga anggrek di atas rumput. Bunga itu tersusun membentuk hati yang manis.

 

“han..” gumamku tersenyum.

 

Kakiku menginjak sebuah kertas catatan yang ditulis dengan tinta hitam.

 

‘berdirilah di tengah bunga yang kutata di hadapanmu.. ^^

Sarangahe Mrs. Tan ^^’

 

Aku tersenyum kecil dan melangkah ketengah susunan bunga itu.

 

Lagi lagi ada kertascatatan di tengah susunan bunga itu.

 

‘selamat ulang tahun yang ke-26 jaehyun nae saram ^^’

 

Aku menautkan halisku, bingung.

 

‘Benarkah aku  ulang tahun? Tanggal berapa sekarang?’ aku menggumam

 

Beberapa saat aku terdiam disana dan tak mendapati tanda tanda han akan datang.

 

Sampai sepasang tangan memelukku lembut dari belakang.

 

“saranghae..” ia mengecup pipiku lembut.

“han kau..”

“saengil chukka hamnida, chagiya.. saranghae..” ia membenamkan wajahnya di ceuk leherku. Aku bias merasakan deru nafasnya yang hangat.

“aish.. bahkan aku lupa kalau aku ulang tahun.. gomawo, kejutanmu, hadiahmu, kau sukses membuatku terkejut..”

 

Aku mengusap tangannya yang melingkar di pinggangku.

 

“itu bukan hadiah.. hadiahmu ini..”

 

Ia melepaskan pelukannya dan mengambil sesuatu dari kantong celana piama nya.

 

“aku yakin kau menyukainya.” Ia berbisik.

 

Ia memasangkan sesuatu di leherku. Sebuah kalung?

 

“Mrs. Tan ?” aku membaca ukiran yang ada di kalung itu.

“kau suka?”” bisiknya tepat di telingaku seraya melingkarkan kembali tangannya di pinggangku.

 

Aku memperhatikan kalung itu. Kalung yang membentuk tulisan ‘Mrs. Tan’ itu sungguh manis dengan taburan berlian biru di sisinya.

 

“sangat..” aku membalikkan tubuhku hingga kami berhadapan. Aku menatap wajahnya yang tersenyum lembut.

“mengapa menatapku seperti itu?”

“memilikimu, han.. itu hadiah terindah sepanjang hidupku.. aku menyukai itu lebih dari apapun..”

 

Ia tersenyum malu.

 

“gomawo..”

 

Dia mengecup bibirku singkat.

 

“hei, apa itu?” tanyaku menyadari ada sesuatu yang ia sembunyikan di balik punggungnya.

“ini? 2 tiket pesawat menuju paris.. aku fikir ini bias membayar bulan madu kita yang tertunda selama 3 tahun?”

“han.. ini..” jujur, aku terkesiap, tak mampu malanjutkan  kata kataku. Prancis? Ini impianku..

“kau suka?”

“sangat!” jawabku antusias seraya memeluk tubuh yang di balut mantel hitam itu erat.

 

Tapi kulihat pundaknya bergetar.  Dia menangis dalam pelukanku. Akupun lantas melepas pelukan kami dan menatap matanya yang sembab.

 

“mianhae.. waktuku selesai..” suaranya bergetar.

“Ma.. maksudmu? Apa maksudmu? Ekspresimu tiba tiba berubah.. ada apa han?” tanyaku bingung.

 

Dia mundur menjauh dariku. Menatapku dengan mata sendunya. Apa maksudnya? Apa dia sakit?

 

“aku mohon maafkan aku.. kau boleh menangis asal jangan membenciku..” ia terisak.

“a..apa maksudmu? Tanyaku takut.

“mianhae.. sungguh aku tak ingin pergi jika bias memilih..”

 

Dan setelah itu  tubuhnya memudar seakan ditiup udara berhembus seiring dengan pandanganku yang menggelap.

 

“han.. kau dimana? Aku takut Han!!!!” aku berteriak kencang. Tak ada balasan . semua masih sama. Gelap.

 

Hingga suara alarmdari jam weker yang biasa kugunakan memekakan telingaku.

 

Akuy tersentak kaget dan mengedarkab pandangan ke seluruh kamar.

 

“han?” panggiilku lalu beranjak dari kasur.

“han..” aku masih memanggilnya. Apa yang tadi hanya.. mimpi?

 

Oh, tidak ! han!

 

Kulihat handphone ku bergetar. Panggilan dari nomor tak dikenal. Aku meraih handphoneku dan menekan tombol hijau disana.

 

“yeo.. yeoboseyo>”

“yeoboseyo.. jaehyun-ssi?”

“ne.. nuguseyo??”

 

Terdengar orang yang sedang bicara denganku terisak.

 

“aku.. aku kim heechul.”

“ah, ne.. waeyo heechul-ssi?”

“hangeng.. dia kecelakaan.. mobilnya terlibat kecelakaan beruntun ketika hendak ke airport..” jelas heechul dengan suara serak.

 

Halisku bertaut bingung. Bukankah kemarin aku dan han baru saja memasak ramen bersama? Aku melirik leherku. Kalung bertuliskan Mrs. Tan yang seharusnya ada di leherkutak ada!

 

“ba.. bagaimana bias? Kemarin hangeng baru saja pulang dan memberikan kejutan ulang tahun untukku..”

“apa maksudmu? Jangan bercanda, jaehyun-ssi.. bahkan dia belum sampai ke airport!”

 

Bagaimana bisa?

 

“tunggu, heechul-ssi, tanggal berapa sekarang?”

“3 desember 2012.”

“MWO?”

 

***

 

Dan disinilah aku. Di depan peti coklat yang atasnya masih terbuka.orang orang berdatangan menyampaikan ucapan duka. Dan aku tak bergeming dengan kehadiran mereka. Menatap namja pujaanku yang terbaring kau di dalam peti. Kecelakaan itu merenggut nyawanya. Pendarahan di kepala. Dan itu fatal.

 

“han..” aku meraih tangannya. Dingin. Tak sehangat biasanya.

“lihat! Orang orang memakai baju warna hitam.. bukankah itu warna favoritmu?” ucapnku menatap matanya yang tertutup rapat.

“ini hanya masalah waktu han.. kalau kau bertanya aku yakin atau tidak, akua kan jawab ya.. karena aku meyakini segala apa yang kau katakana.. kau tak pernah berbohong.. bahkan memberikan mimpi terindah sebelum kau pergi.. gomawo..”

 

Air mataku menetes  lagi. Aku segera menyekanya dan mencondongkan tubuhku kea rah hangeng.

 

“cepat atau lambat kita akan bersama lagi..” bisikku di telinganya lalu mengecup pipinya.

 

“jaehyun-ssi..” heechul menepuk pundakku. Matanya masih sembab dan rambutnya berantakan. Aku yakin ia juga kehilangan.

“ne?”

“aku menemukan ini di apartemennya” heechul menyerahkan sebuah kotak berwarna biru tua padaku.

“apa ini?”

 

Heechul hanya menunduk menahan tangis.

Pasti ada hubungannya dengan han.

 

Perlahan aku membuka kotak itu, dan isinya membuatku lemas seketika.

 

Disana ada kotak kalung kecil dan beberapa kertas catatan.

 

Catatan pertama.

 

‘ikuti bunga mawar yang kusebar dilantai..

aku punya kejutan untukmu, Mrs.Tan..

 

saranghae !! ^^’             

 

catatan kedua.

 

‘berdirilah di tengah bunga yang kutata di hadapanmu.. ^^

Sarangahe Mrs. Tan ^^’

 

Dan terakhir,

‘selamat ulang tahun yang ke-26 jaehyun nae saram ^^’

 

Aku meraih kotak kalung itu dan m,embukanya. Sebuah kalung cantik yang ditaburi berlian biru membentuksebuah tulisan.. ‘Mrs. Tan’

 

“kemungkinan besar hangeng kecelakaan ketika hendak kembali ke apartemennya untuk mengambil kotak ini karena tertinggal..” suara heechul bergetar.

 

Aku tak ampu berkata kata lagi. Air mataku mulai turun lagi. Apa mimpi itu salam perpisahan darinya?

 

“dan ini..”

 

Dia menyerahkan dua lembar kertas padaku. Tiket pesawat? Paris?

 

“ini ditemukan di saku celananya..”

 

Aku menatap nanar kotak dan tiket pesawat yang ku pegang.

 

“jaga semua ini baik baik, Jaehyun-ssi..”  heechul tersenyum pahit sambil mengelus kotak yang kupegang.

“ini kenangan terakhir darinya..” lanjut heechul seraya mengusap air matanya yang mengalir lagi.

 

Aku tersenyum padanya.

 

“ya, aku tau.. aku janji akan menjaganya.. pasti..”

“bagus kalau begitu..” heechul mengusap punggungku.

 

Kami terdiam sejenak.

 

“polisi bilang di jok belakang mobil hangeng, mereka menemukan banyak bunga tulip dan mawar.”

 

Mataku terbelalak tak percaya.

Dia benar benar mempersiapkan semua ini?

 

“han…”

 

END

7 Comments (+add yours?)

  1. hanko98
    Mar 09, 2013 @ 22:35:17

    hangeng oppa.. huaaa jadi kangen :’c ada sedikit dikit typo sih, tapi masih bisa dimengerti kok hehe’-‘)b ffnya keren, feelnya dapet banget, apalagi pas akhir akhir, mewek huee T.T

    Reply

  2. septyhafidz
    Mar 09, 2013 @ 23:20:11

    sedih banget endingnya

    Reply

  3. Jung Ji Woo
    Mar 09, 2013 @ 23:31:29

    huuaaaaaaaa 😥 kirain bakal happy ending .. dapet bgt feel nya !!

    Reply

  4. resti
    Mar 10, 2013 @ 06:57:38

    huaaa sedih ffnya:(

    Reply

  5. Lee Hyomi
    Mar 10, 2013 @ 08:19:59

    Siapapun yang buat ini,makasih…

    Reply

  6. Flo
    Mar 10, 2013 @ 16:57:23

    huwa kasihan banget Han gege…
    belum sempet kasihan kejutan romantis dalam kenyataan…

    Reply

  7. 초 규나
    Mar 15, 2013 @ 20:32:09

    Bagus sih. Bikin merinding pulak.. *medog
    Hmm tapi sebenernya saya dari tadi nungguin dimana nih momen yang bikin ‘DUAR’? Klimaks gitu lho maksudnya. Bagus deh ini, tapi belom dapet ‘greget’nya aja.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: