Snakes On The Plane [12/?]

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

Part 6

Part 7

Part 8

Part 9

Part 10

Part 11

“ Apa yang dikatakan Jenderal?” tanya Hankyung. Siwon menutup telepon, tampak sangat pucat.

“ Ia memerintahkan kita mencari Yun Hee,” jawab Siwon lirih.

“ Hah? Apa tak salah? Bagaimana dengan penyelidikan Snakes Army?” ucap Sakura beruntun. Siwon menghela nafas, ia sendiri juga bingung.

“ Itu bisa kita bicarakan nanti. Mana jet penjemput?” tanya Seiryuu.

“ Dalam perjalanan,” jawab Kyuhyun tegas.

Selang beberapa menit, jet penjemput tiba. Seluruh anggota tim membereskan peralatan penyelidikan. Hanya Sakura yang berdiam diri, memandangi hamparan gurun yang luas.

Gerak-geriknya yang aneh membuat Seiryuu merasa curiga. Buru-buru ia tepis prasangka buruk itu. Tak mungkin Sakura berbuat aneh-aneh, pikir Seiryuu.

Seluruh anggota menaiki jet dan bersiap meninggalkan gurun. Sakura melirik keluar jendela. Senyum misterius mengembang di wajahnya saat jet lepas landas.

* * *

Sesampainya di markas, mereka bergegas menuju Ruang Rapat. Disana Komisaris Hayate dan Jenderal Shin telah menunggu mereka semua.

“ Jenderal, apa yang terjadi?” tanya Siwon panik. Jenderal Shin melirik Hoshi yang berdiri didekat meja. Gadis mungil itu tampak sedih dan shock.

“ Hoshi, jelaskan pada mereka,” perintah Jenderal Shin. Hoshi mengangguk.

“ Aku masuk ke ruangan Yun Hee eonni untuk mengantarkan makan siangnya. Saat ku ketuk, tak ada jawaban. Karena tak ada jawaban sampai aku mengetuk dua kali, aku membuka pintunya dan…dan….” Hoshi gemetar, air matanya mengalir, “ Yun Hee eonni sudah tak ada disana….”

Saki memeluk adik bungsunya itu dan menenangkannya. Komisaris Hayate tampak terpukul. Ia diam disudut ruangan, melipat tangannya.

“ Jenderal,” ucap Kyuhyun memecah kesunyian. Jenderal Shin mengangkat wajahnya yang pucat pasi, “ Ya?”

“ Apa tidak sebaiknya kita segera mencarinya?”

Sakura terkejut. Seiryuu menangkap ekspresi wajah Sakura, merasa ada yang tidak beres

“ Mencarinya? Lalu bagaimana dengan misi kita?” Nada bicara Sakura yang sedikit tinggi membuat Seiryuu semakin curiga. Apa mungkin…

Jenderal Shin menoleh kearah Komisaris Hayate, “ Bagaimana menurutmu?”

Komisaris Hayate terlihat pasrah, ia hanya mengangkat bahu. Mendapat respon seperti itu, Jenderal Shin menghela nafas.

“ Sebaiknya kalian beristirahat. Aku akan membicarakan hal ini dengan Dewan Pimpinan,” kata Jenderal Shin.

Sakura tersenyum puas mendengar keputusan Jenderal. Ia tak sadar dirinya diperhatikan oleh Seiryuu. Rapat dibubarkan, Sakura keluar dari ruangan.

Bagus, Yun Hee. Kau memang gadis pintar.

“ Sakura,”

Langkahnya terhenti. Tanpa perlu menoleh, ia sudah bisa menebak sang pemilik suara.

“ Ada apa, kak?” tanya Sakura. Jantungnya berdebar, apa Ryuu tahu?

“ Kau…ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?”

Pertanyaan itu cukup mengejutkan, namun Sakura berhasil menahan diri. Ia menggeleng tanda tidak tahu.

“ Kau yakin?” desak Seiryuu.

“ Seratus persen,” jawab Sakura.

Seiryuu memicingkan matanya, “ Aku harap kau berkata jujur, Hiragawa Sakura,”

Ucapan Seiryuu membunyikan bel tanda peringatan dalam benak Sakura. Aku harus melakukan sesuatu…

* * *

Seiryuu POV

“ Aku harap kau berkata jujur, Hiragawa Sakura,”

Sorot matanya menunjukkan keterkejutan dan kebohongan. Aku membalikkan badan, pergi meninggalkannya. Aku semakin curiga padanya. Ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku. Dan itu pasti berhubungan dengan hilangnya Yun Hee.

Sejak pertama kali ditemukan, Yun Hee memang tampak enggan berada disini. Terutama dengan kehadiran Sakura dan Jenderal Shin. Aku bersyukur ia tidak bertemu dengan Kakek. Jika mereka bertemu, rasa bersalah akan kembali menderanya.

Mataku menangkap sosok Kapten Siwon yang baru saja keluar dari ruangan. Oh iya, kalau tak salah dia juga sering keluar-masuk kamar Yun Hee. Mungkin aku bisa mencari informasi darinya.

“ Kapten,” panggilku.

Ia tak setegap biasanya saat ku panggil. Berita hilangnya Yun Hee pasti membuatnya shock berat.

“ Ada apa, Seiryuu?”

Nada bicaranya lirih. Ia pasti berusaha menyembunyikan kesedihannya.

“ Aku ingin menanyakan sesuatu tentang Yun Hee,” kataku. Tak perlu berbasa-basi dalam hal ini. Kita tak punya waktu lagi.

“ Selama beberapa hari ini, Kapten terus menemuinya kan? Apa ada sesuatu yang aneh?” tanyaku beruntun.

Aku baru menyadari nada bicaraku terlalu menuntut. Buru-buru ku tutup mulutku, merasa bersalah telah mendesak Kapten.

“ Maaf. Aku…”

“ Tak apa-apa. Aku mengerti. Yun Hee adalah tunangan kakakmu dan kau sangat ingin menemukannya. Aku bisa memahami perasaanmu, Seiryuu,”

Kapten….

“ Terakhir aku bertemu dengannya, ia sedikit murung,” kata Kapten Siwon sambil bersandar di dinding.

“ Murung? Karena apa?” tanyaku. Kapten Siwon mencoba mengingat sesuatu, kemudian menggeleng.

“ Ada apa?” desakku. Aku sudah tak peduli dengan nada bicaraku. Kapten Siwon menoleh kearahku, “ Sebelum itu, aku boleh tanya satu hal?” Aku mengangguk, mengiyakan.

“ Apa hubungan Jenderal Shin dan Yun Hee?”

Ah. Itu. Agak lama aku berpikir sebelum akhirnya ku putuskan untuk berkata jujur.

“ Jenderal Shin adalah paman Yun Hee. Kenapa memangnya?” Satu lagi kunci ku dapatkan. Jenderal Shin.

“ Tidak, hanya saja aku merasa ada yang aneh dengan Jenderal. Dia memintaku menjaga Yun Hee. Dan saat hari peringatan kematian Hitoshi, setelah aku mendapat penjelasan dari Jenderal Shin, aku menemui Yun Hee. Dia…tampak murung. Aku khawatir ia terlalu memikirkan mendiang Hitoshi,”

Penjelasan Kapten Siwon bagai pencerahan bagiku. Hari peringatan. Yun Hee tidak hadir saat itu. Pasti Yun Hee mengurung diri karena takut bertemu dengan kami.

“ Terimakasih, Kapten,” kataku.

Kapten Siwon tercengang, “ Ah, sama-sama…”

Satu orang lagi menjadi kunci kasus ini.

Jenderal Shin.

* * *

Sakura POV

Apa Seiryuu tahu? Bahaya jika ia tahu yang sebenarnya. Aku harus mencegahnya.

Aku berbelok, bersembunyi. Aku melihat Seiryuu tengah berbicara dengan Kapten Siwon. Apa yang mereka bicarakan?

“ Tidak baik menguping pembicaraan orang,”

“ Huaa!”

Suara itu jelas membuatku terlonjak. Rupanya si ikan dan monyet! Erggh…. Menganggu saja mereka!

“ Apa yang kau lakukan disini, Hiragawa?” tanya si monyet. Aku berdecak kesal, “ Bukan urusanmu,”

Ku tinggalkan mereka disana, biar saja mereka berpikir sendiri apa yang sedang ku lakukan. Tapi pemandanganku tadi sedikit mengangguku. Apa yang dibicarakan Seiryuu dan Kapten Siwon?

“ Sakura,”

Cih. Satu lagi penganggu.

“ Kau tidak ke ruang Divisi?” tanya Saki. Aku melirik kembaranku itu dengan pandangan sebal, “ Nanti saja. Aku capek,”

Aku bergegas pergi meninggalkannya, namun ucapan Saki berikutnya membuatku terhenti.

“ Apa ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?”

Saki menatapku curiga. Aku menggeleng, “ Tidak. Aku hanya sedikit lelah,”

Sial. Semua sama saja. Kenapa sih mereka masih membela pembunuh itu? Padahal gara-gara dia, kita semua kehilangan Hitoshi. Kalau saja dia tak ada, Hitoshi pasti masih akan bersama kita. Aku tak akan pernah memaafkannya. Tidak akan!

* * *

Saki POV

Ada yang aneh dengan Sakura. Sejak kapan dia merasa lelah? Tenaganya tak pernah ada habisnya, seingatku. Terutama jika dia sedang kesal.

Semua orang disini mendadak aneh sejak kedatangan Yun Hee eonni. Aku pun juga sama. Tapi Sakura, dia yang paling terlihat membenci Yun Hee eonni.

Aku tak paham, Sakura. Kenapa kau tak bisa memaafkannya? Bukankah Kakek pernah bilang, semua itu adalah kecelakaan? Dalam peristiwa itu, hanya ada dua pilihan. Yun Hee eonni mati atau Hitoshi-niichan mati.

Sudah tiga tahun berlalu, apakah kepalamu belum cukup dingin, Sakura?

Ataukah kebencian telah membutakanmu hingga menatap matanya saja kau tidak mau?

Aku benar-benar tak paham…

“ Saki?”

Seseorang menepuk pelan bahuku. Aku berbalik, mendapati Kyuhyun berada dibelakangku.

“ Hai,”

Kyuhyun tersenyum dan saat itu juga, hatiku merasa tenang. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuatku merasa aman. Namun aku tak tahu apa itu.

“ Mmm…aku mencari Ryuu eonni,”

Bohong.

Aku sebenarnya sedang mengintai Sakura.

Tapi aku tak ingin membuatnya berprasangka pada Sakura.

“ Ryuu…Seiryuu? Tadi aku lihat dia ke ruang Jenderal,”

Jenderal Shin? Apa yang eonni lakukan disana?

* * *

Seiryuu POV

Mendadak aku ragu untuk membuka pintu ini. Tanganku memegang gerendel pintu, bersiap membukanya. Namun sedetik kemudian, aku berpikir, apakah Jenderal Shin akan bercerita jujur padaku? Bagaimana jika tidak?

Rahasia hubungan Jenderal Shin-Yun Hee hanya diketahui aku, kedua adikku, Kakek dan personil Zodiac lainnya.

Kenapa dirahasiakan?

Karena Yun Hee membenci Jenderal Shin.

Benci karena Jenderal Shin lah yang menjodohkan Yun Hee dengan pria brengsek itu. Perjodohan itu diadakan tepat satu minggu setelah kematian Hitoshi. Tentu saja kami semua marah saat itu. Terutama Sakura.

Ia semakin membenci Yun Hee setelah mendengar berita perjodohan itu. Sayang, Sakura tak tahu alasan sebenarnya dari kepindahan Yun Hee.

Ia kabur menghindari perjodohan itu.

Dua tahun ia meninggalkan keluarganya dan sejak itu ia memutuskan kontak dengan Jenderal Shin. Setelah Kakek membujuknya, barulah Yun Hee mau kembali ke keluarganya.

Tapi sekarang…..apa yang harus ku lakukan? Aku belum pernah berbicara secara pribadi dengan Jenderal Shin sejak pindah ke Cop Squad. Aku juga belum memaafkannya karena perjodohan itu. Andai saja Hitoshi masih ada disini, mungkin ia akan menghajar Jenderal Shin.

Aku masih berdiri didepan pintu. Belum cukup keberanian yang ku kumpulkan. Aku ragu, terlalu ragu.

Tidak, tidak. Aku tak boleh begini. Yun Hee harus segera ditemukan. Kesalahpahaman ini harus diluruskan.

Ku raih gerendel pintu. Ketika hendak ku buka, sebuah suara menghentikanku.

“ Kau tak akan menemukannya disana,”

Aku menoleh. Sosok Hankyung muncul disebelah kiriku.

“ Oh begitu,”

Hankyung memiringkan kepalanya, ia sepertinya mencoba menerka isi pikiranku.

“ Kenapa kau ada disini? Perlu sesuatu?”

Sejenak aku ingin menanyakan keberadaan Jenderal Shin. Namun lidahku terasa kaku untuk berbicara.

“ Um…”

Hankyung menghampiriku, menepuk kepalaku sambil berkata, “ Jangan pendam masalahmu sendirian, Ryuu. Aku paling benci melihat perempuan yang berpura-pura tegar dihadapan orang lain,”

Hankyung….

Ucapannya menyentak hatiku. Aku lebih suka menyimpan segalanya sendiri. Membicarakannya dengan orang lain belum tentu akan didengarkan.

Untuk pertama kalinya, seseorang berkata seperti itu padaku.

Dan untuk pertama kalinya, aku merasa kesepian.

Tanpa sadar, air mataku menetes. Saat itulah, jemari tangan Hankyung bergerak lembut, menghapus air mataku.

“ Biarkan saja,”

Eh?

“ Biarkan saja air matamu menetes jika itu membuatmu lega,”

Bersamaan dengan itu, tangisku pecah. Sudah bertahun-tahun aku tak menangis seperti ini. Hankyung mendekat, memelukku dengan erat. Hangat. Ternyata ini rasanya dipeluk seseorang. Membuatku enggan melepaskannya.

Samar-samar aku mendengar Hankyung berbisik,

“ Tenanglah. Aku disini. Aku tak akan pergi kemana-mana, Ryuu,”

Hankyung…terimakasih…

* * *

Yun Hee POV

Awan telah sepenuhnya menutupi langit. Suara petir saling bersahutan. Ini buruk. Hawkins tak akan bisa terbang dengan cuaca seperti ini.

“ Hawkins, kita mendarat,”

Disini, My Lady? Tapi disini hutan dan kita tak tahu apa yang ada didalam sana

“ It’s fine. Better landed  now before rain comes,”

Yes, My Lady

Hawkins menurunkan kecepatannya, perlahan mendarat diatas lembah. Langit menjadi lebih gelap ketika aku turun dari tubuh Hawkins. Tak ada air hujan yang turun. Hanya suara petir.

“ Mungkin sebaiknya aku mencari tempat perlindungan,”

Beberapa langkah dari lembah, tampak sebuah cahaya dari balik pepohonan. Ada penduduk disini?

Aku berlari, menghiraukan rasa sakit yang mendera kaki ku. Menerjang pepohonan, berharap ada penduduk yang bisa membantuku.

Namun bukan penduduk dibalik pepohonan itu. Melainkan sebuah gedung besar dan beberapa pria keluar masuk.

Gedung apa ini?

Dan yang terpenting….mereka siapa?

“ Hei, kau!”

Gawat! Ketahuan!

Tanpa berpikir panjang, aku berlari. Dari jauh terdengar seruan orang tak dikenal. Sepertinya mereka mengira aku penyusup. Kacau, aku harus pergi dari sini.

“ Ah!”

Kakiku terperosok. Dibawah sana terdapat jurang. Oh tidak!

“ Aaah!!”

Aku berguling, beberapa kali menabrak batu. Seseorang…tolong!

Byur!!

To Be Continued…

a/n: I’m very sorry  for being late. Actually, this chapter has done 1months ago. But I’m not sure if readers still want to read this FF. Since there’s a lot of romance FF and this FF is less romance. I hope you like this FF. If you wants the next part, please tell me @Amalia_TG. I promise I’ll finish as soon as possibble.

Happy reading ^^

15 Comments (+add yours?)

  1. Hyohee
    Apr 07, 2013 @ 20:05:20

    Mian baru nyasar, saya readers newbie, sekitar setahun nongkrong disini, baru sempet baca. dan cuma bisa komen kalo ini FF daebak.. Rasanya seperti hidup di sana. Bener juga kalo romancenya kurang. Keep writting thor, kelanjutannya ditunggu..

    Reply

    • Ryuu
      Sep 29, 2013 @ 23:11:47

      Gomenne baru reply. Udah hampir 3 bulan hiatus dan baru ngeh ada komen disini (>,<)
      Aku lagi mengusahakan agar tetap aktif nulis ff. Doain aj bulan depan aku bisa publish sampe chapter terakhir (^^)

      Reply

  2. Trackback: Snakes On The Plane [13/?] | Superjunior Fanfiction 2010
  3. rissamelati88
    Oct 21, 2013 @ 01:38:12

    annyoung 🙂
    maaf aku baru komen abis ceritannya seru banget jadi lupa deh mau komen
    ini ceritannaseru banget aku baru pertama kali baca yang kaya begini
    ini cerita udah bagus beda dari yang laen lagi dan aku suka 🙂

    Reply

  4. Trackback: Snakes On The Plane {14/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  5. Trackback: Snakes On The Plane {17/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  6. Trackback: Snakes On The Plane {18/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  7. shoffie monicca
    Aug 10, 2014 @ 13:54:28

    seru thor…

    Reply

  8. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Don’t Go | Superjunior Fanfiction 2010
  9. Trackback: Snakes On The Plane {19/?} | Superjunior Fanfiction 2010
  10. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Unexpected | Superjunior Fanfiction 2010
  11. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Betrayal | Superjunior Fanfiction 2010
  12. Trackback: Snakes On The Plane {21/25} | Superjunior Fanfiction 2010
  13. Trackback: {Snakes On The Plane’s Side Story} Father’s Feeling | Superjunior Fanfiction 2010
  14. Trackback: Snakes On The Plane {22/25} | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: