[Special Post For Zhoumi’s Birthday] I’m With You

Title : I’m With You

Author: @prifani824

Main Cast : Zhou Mi, Park Min Ji

Genre : Romance

Rating : General

Author Notes : Abang tiang listrik ulang taun ^^ sebagai bentuk rasa sayang(?) aku persembahkan FF ini untuk abang jangkung-ku tercintaaa. Hmm.. maaf kalau Bang Zhou-Zhou rada Out of charachter dari imej asli dia di dunia nyata -.-. Oke, Happy reading, All..

“aku disini, Zhou Mi.. aku bersamamu..”

Inspired By Avril Lavigne – i’m with You

Matahari menampakkan cahaya paginya di ufuk timur, menyapa dunia. Ditemani sejuk awal musim semi, ia mengusik tidur seorang pria jangkung yang masih bergelung dalam selimut putihnya. Bibirnya melenguh merasa tidurnya tergangggu. Perlahan pria itu mengerjap membiaskan cahaya mentari yang memasuki celah matanya.

Kaus putih dipadukan celana jeans pendek selutut. Dengan mata kecil namun tajam, rahang tegas, hidung mancung serta tubuh menjulang tinggi, benar benar penggambaran pria tampan seperti komik jepang.

Tapi, ketika kau melihat senyum dan langkahnya yang melompat lompat senang atau merengek ketika keinginannya tak dipenuhi, kau akan menyadari sesuatu. Sesuatu yang tampak salah, yang tak seharusnya ada pada pria tampan berusia kurang lebih dua puluh tujuh tahun itu.

Sebuah senyum lebar terukir ketika kesadarannya terkumpul sepenuhnya. Matanya melihat dengan jelas cahaya matahari pagi yang memasuki celah jendela kamarnya.

“Min Ji Nuna.. Zhou Mi ingin menyiram bunga!”

Min Ji masih memakai kaus dan celana jeans pagi itu. Ia belum sempat berganti dengan seragam perawatnya. Baru menginjakkan kaki di rumah sakit, namun Zhou Mi sudah merengek minta diantar menyiram bunga.

Min Ji menatap punggung bidang Zhou Mi dari belakang. Kakinya tampak sedikit melompat saking senangnya ketika menyiram  bunga  di taman rumah sakit. Seorang atasannya menatap Min Ji dengan isyarat agar ia segera mengganti baju casualnya itu dengan seragam perawat. Gadis itu mengangguk lalu mendekati Zhou Mi yang menyiram bunga dengan ceria.

“Nuna.. lihat, bunga itu cantik sekali..” Zhoumi menunjuk bunga anggrek di pojok dengan berbinar. Ia meraih bunga itu, lalu mengelus kelopaknya yang tampak indah.

“ini apa namanya Nuna?”

“ini? Namanya anggrek..”

“hihi.. warna nya sama seperti baju nuna..” Zhou Mi terkikik senang.

“benarkah? Kalau begitu, karrena Zhou Mi bilang Nuna mirip bunga ini, sepertinya Nuna juga butuh air seperti bunga bunga itu.” Min Ji mengelus surai hitam Zhou Mi dengan agak berjinjit. Pria ini  terlalu tinggi, pikirnya. Zhoumi tersenyum ceria. Membujuk Zhou Mi untuk ditinggal sendirian memang bukan perkara gampang. Harus dengan lembut dan penuh sayang.

“nuna butuh air? Nuna ingin seperti bunga ini yang disiram Zhou Mi setiap pagi? seperti ini?” dan dengan polosnya Zhou Mi menyiramkan air dari selangnya ke atas kepala Min Ji. Sontak Min Ji kaget dengan reaksi Zhou Mi.

“ya!  Zhou Mi! Bukan itu maksud Nuna! Nuna ingin mandi, dan Nuna ingin Zhou Mi menyiram bunga sendiri disini. Aish.. aku basah kuyup..” ujar Min Ji kesal.mencoba mengusap usap kepalanya sendiri sebagai upaya mengeringkan rambut meski hasilnya nihil. Tanpa sadar kalau ia melakukan hal yang salah. Ia lupa kalau emosi Zhou Mi benar benar harus di jaga.

Zhou Mi menggigit bibir bawahnya. Hingga tak berapa lama pundaknya bergetar karena takut.

“nuna marah? Zhou Mi tidak suka di bentak.. Maaf.. Nuna jangan marah..” Pria jangkung itu meremas ujung bajunya. Isakan mjulai terdengar dari bibirnya. Dan Min Ji mulai panik.

“tidak.. Nuna tidak marah.. Zhou Mi jangan menangis ya.. Nuna sayang pada Zhou mi.. Jadi jangan takut Nuna marah pada Zhou Mi. Nuna hanya terkejut.” Min Ji memeluk pria yang jauh lebih tinggi darinya itu. Berusaha menenangkan, ia mengelus punggung Zhou Mi yang masih bergetar.

Dan kembali perasaan itu menghampirinya. Min Ji merasa seperti ribuan kupu kupu menggelituk perutnya. Jantungnya berdetak cepat,  tak beraturan.

“jangan menangis… Nuna disini..”

Dan Min Ji tak bisa mengelak lagi. Ia mencintai pria dalam pelukannya ini sejak pertama kali mereka bertemu.

Ya, Zhou Mi sakit. Ia terjebak dalam usia lima tahunnya. Tubuhnya bertambah dewasa. Tapi tidak dengan jiwanya. Trauma yang ia alami begitu berat, dan ketika rumah sakit ini menemukan Zhou Mi, keadaannya sudah terlalu parah. Emosi nya tak pernah stabil. Mudah berubah – ubah dengan sendirinya.

Zhou Mi kecil melihat dengan mata kepalanya sendiri kala kedua orang tuanya bunuh diri di depan matanya. Entah apa yang dipikirkan mereka berdua, membiarkan anaknya melihat orang tuanya menggeliat kesakitan, menjemput ajal. Belum lagi semua keluarga mengucilkannya. Ia juga tak pernah mendapat kesempatan mengenyam bangku sekolah. Pamannya yang sering mabuk – mabukan itu tak punya uang cukup untuk membiayai Zhou Mi yang mau tidak mau tinggal bersamanya.

Di acuhkan seperti ini semakin mempeparah keadaan Zhou Mi. Hingga ketika usianya menginjak dua puluh tahun, pamannya menyadari kejanggalan pada keponakannya itu. Meski tak pernah memperhatikan pria bertubuh tinggi menjulang itu, tapi ia sadar ada yang tidak beres.

Pamannya mencari jalan bagaimana cara keponakannya yang mulai menunjukkan gejala ‘tidak normal’ nya itu agar tidak tinggal lebih lama lagi bersamanya. Pergi, tidak lagi mengusik hidupnya.

Dan sebuah ide gila, meninggalkan Zhou Mi tak jauh dari Rumah sakit kejiwaan Seoul menjadi pilihannya. Zhou Mi meraung – raung tak ingin di tinggal. Tapi pamannya tak perduli. Semua keluarganya tak perduli. Pria keturunan China – Korea itu meringkuk dengan tubuh menggigil di tengah derasnya hujan. Giginya bergemelatuk takut. Hingga ke esokan harinya, seorang perawat rumah Sakit Kejiwaan Seoul menemukan Zhou Mi dalam keadaan demam tinggi.

Park Min Ji – perawat itu – yang menyelamatkan hidup Zhou Mi. Zhou Mi menemukan sosok seseorang lembut penuh kasih sayang yang selama ini ia cari dalam diri Min Ji. Dan entah bagaimana caranya, Min Ji jatuh dalam pesona polos pria yang kelihatan lebih muda darinya.

Tujuh tahun telah berlalu. Tapi tak ada perkembangan berarti dari Zhou Mi. Dan hingga saat ini, Min Ji tak pernah tau masa lau Zhou Mi. Alasan Zhou Mi berakhir di sini.

“kau tau? Keluarga Zhou Mi mencarinya..” Hampir Min Ji tersedak mendengar penuturan rekan kerja nya.

“keluarga? Bagaimana bisa?” Min Ji menyerngit heran. Tapi rekannya menatap Min Ji lebih heran lagi.

“kau ini aneh sekali. Pasienmu di temukan keluarganya, tapi kau tampak tidak senang..”

Min Ji tertunduk canggung.

“bukan begitu.. aku hanya terlalu senang. Dengan keluarganya datang, berarti dia bisa lebih cepat sembuh.”

Rekan nya menatap Min Ji sejenak, lalu melanjutkan makannya yang tadi tertunda. Sementara Min Ji tak lagi berselera. Keluarga Zhou Mi mencarinya. Itu berarti Zhou Mi akan kembali pada keluarganya, jika mereka menginginkan. Rasanya ingin menangis. Tiba – tiba ia takut kehilangan Zhou Mi.

“Zhou Mi.. ada yang ingin menemui mu..” ujar Min Ji ragu.

“siapa?” Zhou Mi masih bermain – main dengan kucing abu – abu yang entah milik siapa.

Min Ji menyingkir, mempersilahkan seorang pria paruh baya mendekati Zhou Mi.

“Zhou Mi.. Paman sudah mencari mu kemana mana, ternyata kau ada disini.”

Ujar pria tu. Namun Zhou Mi diam di tempat. Tak bereaksi.

“Paman akan membawa mu ke rumah. Kita tinggal bersama lagi, ya”

Zhou Mi terlihat tidak senang.

“jadi Zhou Mi harus pergi?” tanya Zhou Mi menatap Min Ji. Sedangkan Min Ji mengangguk pelan seraya mengusap air matanya.

“Zhou Mi tidak mau.. Min Ji Nuna kelihatan tidak setuju kalau Zhou Mi pergi.. Berarti Zhou Mi tidak bisa bertemu Min Ji nuna lagi?” Zhou Mi menunduk memainkan jari jarinya.

“bukan begitu.. Nuna tidak sedih kok Zhou Mi pergi. Lagi pula, Zhou Mi kan masih bisa bermain kesini seminggu sekali. Ahjussi, mianhae, karena Zhou Mi belum benar sembuh, sebaiknya ia menjalani therapy seminggu sekali. Agar trauma nya tidak kembali.”

“tentu, nona. Dengan senang hati.”

Min Ji melempar sweater biru nya asal. Tanpa perduli sepatu yang masih melekat rapi di kakinya, ia melemparkan tubuhnya ke atas kasur empuk yang telah ia tinggali selama beberapa taun ini. Gadis itu merasa tubuhnya remuk karena kelelahan. Dua pasien skizofrenia meronta hingga melukai salah seorang dokter senior.

Dan ia baru menyadari kalau Zhou Mi berperan penting pada pekerjaannya di rumah sakit. Tawa ceria atau rengekan manja Zhou Mi berpengaruh besar dalam memperbaiki moodnya.

Tehitung dua bulan sejak Zhou Mi meninggalkan rumah sakit dan kembali dengan pamannya. Ketika pergi, Pamannya berjanji akan membawa Zhou Mi seminggu sekali kesini. Tapi sampai saat ini belum sekalipun Zhou Mi memeriksakan keadaannya kesini. Dokter Jung yang menangani nya pun khawatir keadaan Zhou Mi memburuk.

Hampir gadis itu terlelap, Hand Phone Min Ji berdering tanda sebuah panggilan. Tangannya meraih malas Hand Phone putih yang ia letakan di meja sebelah tempat tidurnya.

“yeoboseyo..”

“Min Ji.. Zhou Mi…” suara diseberangnya tersendat. Rasa khawatir menyelimmutinya kala nama Zhou Mi terselip dalam isakan seseorang disana.

“Zhou Mi kenapa? Katakan dengan jelas”

“Zhou Mi kembali tapi..”

Tangan Zhou Mi berlumuran darah dengan penampilan lebih berantakkan dari pertama kali Min Ji menemukannya. Dan yang membuat Min Ji semakin hancur adalah Zhou Mi yang meronta ketakutan ketika Min Ji hendak memeluknya. Zhou Mi mengalami Self Injury dan kini dia anti sosial. Ia akan bergetar ketakutan kala ada yang mendekatinya.

Min Ji menyesal. Ia yang paling menyesal membiarkan Zhou Mi dibawa pamannya kala itu. Pamannya memunculkan intuisi dalam diri Zhou Mi untuk membunuh diri nya sendiri. Menyusul orang tuanya yang telah lama pergi dengan dalih mendapatkan kekayaan orang tua Zhou Mi yang tersisa.

Min Ji yang melaporkan paman Zhou Mi ke kepolisian dan dia yang paling emosi di pengadilan. Ia benar benar merasa berperan penting dalam melindungi Zhou Mi. Namun semua kerja keras Min Ji untuk menyembuhkan Zhou Mi harus dimulai lagi dari awal.

Pria jangkung itu sulit di dekati. Tubuhnya akan bergetar dan menangis dalam sunyi jika seseorang mendekat. Ia juga hanya diam di kasur atau kursi roda seharian.

Min Ji kini mesti bersusah payah untuk membujuk nya makan. Seperti hari ini. Zhou Mi akan mengatupkan bibirnya rapat rapat kala Min Ji datang membawa nampan berisi makanan.

“pergi..” gumam Zhou Mi. Dan Min Ji membelalak tak percaya.

“Zhou Mi, kau bicara? Coba ulangi..”

Bibir Zhou Mi bergetar. Ia terisak semakin keras kala Min Ji mendekat.

“Zhou Mi.. katakan lagi..”

“pergi!” ujar Zhou Mi dengan nada lebih tinggi. Tangannya menepis nampan yang Min Ji bawa hingga jatuh ke lantai.

“maaf.. Zhou Mi maafkan Nuna..” Min Ji ikut terisak dan semakin mendekat. Isakan Zhou Mi pun semakin keras.

“tenang Zhou Mi tenang.. “ Min Ji meraih tangan Zhou Mi meski mendapat tarikan keras dari Zhou Mi yang tak mau di dekati.  Min Ji menarik tubuh kurus Zhou Mi dalam dekapannya. Tubuh Zhou Mi langsung meronta minta di lepas. Ia menangis semakin keras dan air matanya mengenai pundak Min Ji.

“tenang Zhou Mi.. ini aku, Min Ji..” gadis itu mengelus pundak Zhou Mi.

“aku disini, Zhou Mi.. Aku bersamamu..”

End

 

8 Comments (+add yours?)

  1. widya
    Apr 24, 2013 @ 19:20:52

    Thor….in ff nya keren banget
    Aku belum pernah nemuin ff yang kayak gini…
    Tapi ceritanya masih agak ngegantung thor..
    Sequel ya…*comot pupy eyes sungmin*

    Reply

  2. cloudssky
    Apr 24, 2013 @ 19:54:19

    authooooorrrrr butuh sequel ini T.T

    ceritanya keren bgt tapi terlalu singkat..

    abang jojom (?) malangnya nasibmu..
    ayo bikin sequel *maksa

    Reply

  3. Flo
    Apr 25, 2013 @ 22:11:21

    keren banget thor…
    kasihan banget zhoumi gege..
    udah berasa ada apa2nya pas pamannya mw bawa zhoumi gege balik…

    Reply

  4. Yeong807
    Apr 26, 2013 @ 12:17:40

    1st ff yg kubaca trus cast-nya ZhouMi oppa..
    like it!
    need sequel, kk:D

    Reply

  5. ocha
    Apr 26, 2013 @ 13:06:08

    Thor. Cerita gantung -_-”
    Sequel dong thor 😥
    Yayayaa
    :*

    Reply

  6. Indah Ayu Lestari
    Apr 03, 2014 @ 10:04:31

    Kereenn.. Ceritanya beda chingu.
    Aku sukaa 🙂 need sequel nihh chingu. Yayayaa 🙂 pliisss

    Reply

  7. lintangzm
    Apr 22, 2014 @ 15:30:23

    min… lanjutin deh… ih mian aku bikin ff kyk gini, ne?
    Lanjutin plisss… *suara vampire yang treak pake toa*

    Reply

  8. adiknya leeteuk
    Aug 01, 2015 @ 21:16:09

    bagus banget thor

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: