I Was Wrong

I was Wrong (Oneshoot)

Title: I was Wrong

Author : Rhy2n

Genre : Romance, Friend, sad

Length: Oneshoot

Cast: Lee Yoori, Cho Kyuhyun, Lee Nayoung, Jang Hanbyul, Lee Donghae, Kim Yerin

Dislaimer: All cast is mine *ditabok*.ff ini terinspirasi dari MV 2AM – I was wrong dan author juga memang penyakitan *ngga penting* akhirnya jadi ff ini. Ff ini sudah pernah di publish di blog pribadi rhy2nsparkcloudelf.wordpress.com

734565_599329580093070_1252846895_n

Warning: Ceritanya gaje, dan membosankan. Semoga saja readers nangis bacanya *di hajar

Happy Reading!!!

(in December 2010)

Cho Kyuhyun POV

Aku menatapi batu nisan yang berada dihadapanku ini, pikiranku kembali ke 2 tahun yang lalu, dimana aku bisa melihat senyuman yang membuat hatiku tenang. Tapi, sekarang aku hanya bisa membayangkannya, tidak bisa melihat sosoknya di hadapanku yang sedang tersenyum. Ketika mengingatnya perasaanku bahagia sekaligus sakit. Dia menoreh luka sekaligus kesenangan dalam hatiku.

“jadi, ini yang kau inginkan naeri-ah”kataku sambil menatap batu nisan yang bertuliskan Lee yoori. Aku menghela nafas berat, tak lama aku mendengar suara langkah mendekatiku tetapi aku tetap menatap nisan itu

“eonni, bagaimana kabarmu?, aku disini baik-baik saja. kyu oppa selalu menemaniku. Aku…”yeoja di sampingku ini berhenti pada nisan itu, aku menatap sepertinya dia menangis lagi. Selalu saja begini, setiap mengingat eonninya dia akan terus menangis. Dia adalah lee nayoung, aku menariknya di pelukanku agar berhenti menangis

“young-ah uljima, kau sering bilang pada eonnimu kan, supaya menjadi yeoja kuat sepertinya”kataku menenangannya, aku mengelus punggungnya lembut.

“sampai kapanpun aku akan tidak bisa seperti eonni, mulai dari sifat, perilaku dan….aku bahkan tidak bisa membuat oppa berpaling dari eonni”kata-kata itu sukses membuatku terdiam dan merasa bersalah. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku sudah mencoba untuk bersama nayoung tetapi di pikiranku tak berhenti memikirkan yoori atau sering ku panggil naeri, panggilan kesayanganku untuknya.

Flashback (in May 2010)

Lee Yoori POV

Aku terbangun dari tidurku, menatap jam yang sudah menunjukkan jam 07.00. hari ini adalah hari minggu berarti aku bisa sepuasnya tidur. Itulah yang ada di pikiranku, aku menutupi badanku dengan selimut dan berbaring lagi kembali. Baru beberapa detik aku memejamkan mata aku mendengar suara pintu kamarku terbuka dengan keras. Aku sudah tahu siapa pelakunya. Ah iya aku belum memperkenalkan diriku namaku Lee yoori 17 tahun siswi tingkat 3 di gangnam high school.

“yak…ireona, kenapa kau suka sekali dengan sengaja bangun telat kalau hari libur dasar pemalas”teriaknya di telingaku, namja ini tidak ada sopan-sopannya sama sekali. Sudah menjeblak pintu kamarku tanpa mengetuk terlebih dahulu dan membangunkanku dengan kasar lagi.

“yak..kau sudah tahu kan bagaimana kebiasaanku,jadi pergilah habiskan makanan yang sudah di buat nayoung. Kalau perlu piring dan meja sekalian kau makan, dasar tidak tahu malu”ejekku sambil menatapnya kesal, dia hanya tersenyum lebar sampai-sampai matanya hampir tak terlihat dan memperlihatkan sederetan gigi putihnya yang sedang menguyah itu. Aku melirik ke arah tangannya dia sedang memegang roti tawar. Astaga hebat sekali dia. Aku saja tuan rumah belum sarapan dan dia sudah menguyah roti, dia adalah tetangga yang sangat luar biasa..anehnya. dengan terpaksa aku bangun dan menatapnya dengan kesal sedangkan dia hanya santai menguyah roti diatas tempat tidurku.

“sudah kau keluar saja duluan”suruhku padanya

“arraseo, dan kau jangan lupa mencuci muka dan sikat gigi. Lihat wajahmu itu semakin jelek saja”katanya sambil menaruh telapak tangannya yang lebar di mukaku dan setelah itu kabur

“Cho Kyuhyun”teriakku keras, samar-samar aku mendengarnya tertawa puas dari balik pintu kamarku yang sudah tertutup olehnya.

Aish jinja, kenapa aku bisa berteman dengan orang menyebalkan seperti dia. Ah iya yang tadi itu adalah temanku sedari kecil namanya Cho Kyuhyun. Rumah kami berseblahan dan sekarang aku satu sekolah dan sekelas dengannya. Dia itu sebenarnya sangat baik dan pengertian. Tetapi tertutupi sifatnya yang menyebalkan,evil, dan sedikit keras kepala. Dia sangat berbakat suaranya bagus, pintar bermain alat music. Hobinya adalah bermain game. Kau akan terkejut melihatnya tidak tidur selama 2 hari karena menyelesaikan gamenya. Karena dia anak tunggal dan orang tuanya sering bolak balik ke luar negeri mengurus pekerjaan, walaupun di rumahnya punya pembantu dia lebih sering makan di rumahku dari pada makan sendiri di rumahnya. Sudah cukup aku berbicara tentang anak setan itu, lebih baik aku cuci muka dan gosok gigi.

Setelah itu aku keluar dari kamar dan turun ke meja makan, kulihat Kyuhyun sedang menikmati sarapannya sembari bercanda dengan dongsaeng kesayanganku lee nayoung. Lee nayoung hanya beda 2 tahun dariku sekarang siswi tingkat pertama di sekolah yang sama denganku dan Kyuhyun. Dia sangat cantik,pintar, feminim,dan lembut. Yah pokoknya dia adalah kebalikan dariku tomboy, sembrono,cuek dan hah untung saja masih ada otakku yang bisa ku banggakan. Kami juga hanya tinggal berdua di rumah ini, karena orang tua kami sedang bekerja di amerika dan aku tetap ingin sekolah disini. Dan nayoung sangat manja padaku jadi dia juga ikut tinggal bersamaku daripada ikut dengan orang tua kami

Aku pun ikut duduk di sebelah adikku itu, nayoung memberiku roti yang sudah di olesi selai nanas kesukaanku, aku tersenyum melihatnya dan langsung memakannya. Dia benar-benar adik yang baik, yah walaupun dia sangat manja dan cengeng tetapi dia adalah adikku yang paling aku sayang.

Setelah makan, aku langsung ke ruang tengah untuk menonton acara kartun kesukaanku. Aku duduk di sofa dengan pandangan focus ke televisi. Aku dapat merasakan sofa ini bergoyang pasti Kyuhyun duduk di sebelahku seperti biasa untuk ikut menonton. Selera kami berdua memang sama dari segi film dan game.

Lee Nayoung POV

Setelah membereskan meja makan dan mencuci piring bersama kyu oppa, aku pun ikut dengannya ke ruang tengah. seperti biasa kyu oppa menonton kartun bersama eonniku dan aku pasti di cuekin.

Kyu oppa adalah sunbae di sekolahku, dia sangat populer di sekolah dan menjadi idola bagi para yeoja. Tetapi karena dia teman kecil eonniku dan sering kerumah aku juga akrab dengannya. Aku senang sekali bisa akrab dengan oppa, soalnya waktu kecil aku jarang bermain dengannya karena dia seorang namja, dia malah cocok dengan eonniku yang lebih menyukai permainan laki-laki. Dan ketika masuk gangnam high school aku mulai menyukainya, dan aku mencoba mengakrabkan diri dengannya ketika ia datang ke rumah. Dan ternyata dia sangat baik dan perhatian, itu membuatku semakin menyukainya. Tetapi, aku belum berani menyatakannya aku takut di tolak.

Mungkin aku dongsaeng yang jahat karena aku kesal dan cemburu ketika melihat Kyuhyun oppa bersama dengan eonniku. Seperti sekarang, mereka sedang asik nonton bersama tanpa mempedulikanku yang sudah ikut duduk di sofa yang lain.

Mataku langsung tertuju pada Kyuhyun oppa yang melirik eonniku sedang nonton dan tersenyum manis. Eonniku tidak menyadarinya karena terlalu sibuk menonton. Kini Kyuhyun bukan menonton kartun melainkan menatap wajah eonni yang sedang serius. Aku cemburu lagi kan, apa Kyuhyun oppa menyukai eonni?. Ah maldo andwee mereka teman dari kecil, itu tak mungkin terjadi.

@@@@

Lee Yoori POV

Sehabis pulang sekolah, aku langsung mengganti bajuku. Hari ini aku akan ke rumah sakit menggambil hasil tesku. Karena sudah 2 minggu ini kepalaku sering sakit, jadi aku diam-diam ke rumah sakit untuk mengecek penyakit apa yang aku derita ini. Tetapi nayoung dan Kyuhyun tidak ku beritahu kalau aku sering sakit kepala.

“eonni kau mau kemana?”tanya nayoung ketika aku mengikat tali sepatuku

“ah eonni, mau cari buku untuk tugas, kau di rumah saja yah dan masak makan malam yang enak untuk eonni dan Kyuhyun, arra?”perintahku

“ne eonni hati-hati yah”kata nayoung melambaikan tangan padaku sedangkan aku hanya tersenyum

Cho Kyuhyun POV

Aku ingin kerumah yoori untuk meminta salinan PRnya, aku sedang malas mengerjakan pr itu lebih baik aku menyalinnya dan aku yakin yoori pasti sudah selesai. Ketika aku keluar rumah aku melihat yoori sedang berjalan lewat depan rumahku. Dia mau kemana? Dengan cepat aku mengambil kunci mobilku dan mengikutinya.

Bis yang di tumpanginya sampai di halte, dia pun turun dan berjalan ke Rumah sakit?. Apa yang dilakukan di rumah sakit, apa dia sedang sakit?. Pertanyaan-pertanyaan itu terputar di kepalaku saat ini. Perasaan khawatir menjalar di pikiranku, semoga saja dia baik-baik saja. aku mengikutinya masuk dalam rumah sakit dan tidak ketahuan tentunya. Dia masuk ke salah satu ruangan

Setelah lama menunggu, dari jauh aku melihatnya keluar dari ruangan itu sambil memegang amplop dengan wajah sedih. Hei dia kenapa, perasaanku sekarang menjadi tidak enak. Dia memasukkan amplop itu ke tasnya dan bergegas meninggalkan rumah sakit ini. Aku bersembunyi, setelah dia pergi. Aku masuk keruangan itu, dokter itu menyapaku sopan

“hhm..sebelumnya saya minta maaf karena mengganggu anda. Saya kakak lee yoori, apa yoori baru saja memeriksa kesehatannya?”tanyaku sopan pada dokter itu

“oh..lee yoori, 3 hari yang lalu dia datang dan mengeluh sering sakit kepala sudah 2 minggu ini. Aku memeriksanya dan tidak menemukan apa-apa. Jadi kami mengetesnya di Lab. Dan hari ini dia datang untuk melihat hasil tesnya”jelas Dokter itu

“ah begitu, pantas saja dia aneh akhir-akhir ini”gumamku

“ah iya dokter apa aku boleh tahu apa hasil tesnya. Karena 2 minggu ini dia jadi aneh dan ternyata menyembunyikannya dariku. Makanya aku mengikutinya ke rumah sakit”jelasku

“hhm baiklah, kami sudah mengecek hasil tesnya. Dan kami mendapati kanker dalam otaknya, memang sekarang dia terlihat baik-baik saja, karena ini baru stadium awal. Tapi, jika sudah stadium 3 itu akan kelihatan. Sampai sekarang kanker otak belum ada obatnya, tetapi kami bisa memperlambat pertumbuhan kankernya itu dengan melakukan kemotherapi secara rutin. Untung saja, adik anda langsung memeriksa sehingga kita bisa memperlambat pertumbuhan kankernya dengan mudah“jelas dokter itu, aku hanya terdiam memikirkan perkataan dokter barusan. Kanker otak? Kenapa bisa separah itu, ya tuhan kenapa kau berikan cobaan itu pada yoori.

“khamsamnida dokter, saya permisi dulu”pamitku dengan dokter. Aku pulang dengan pandangan kosong, apa yang harus aku lakukan. Aku bingung mau bersikap apa nanti pada yoori, apakah aku akan memberitahunya atau aku hanya pura-pura tidak mengetahuinya.

Aku memberhentikan mobilku di tempat parker lapangan basket di dekat rumahku. Aku turun dengan bola basket di tanganku. Aku selalu menyimpan bola basketku di mobil, aku memantul-mantulkannya dan membuangnya secara asal ke ring dan nyaris masuk. Perasaanku sekarang tidak tenang karena penyakit yoori. Aku bingung harus bersikap seperti apa, kenapa harus yoori yang menderita. Aku duduk di tengah lapangan dengan lemas. Hari ini sungguh berat bagiku.

“hei, kenapa kau melamun?” aku terkejut karena mendengar suaranya yang sangat ku kenal, ini suara yoori. Aku menoleh ke arahnya, betul itu yoori dia sedang memungut bola basket itu.

“ayo lawan aku?”tantangnya padaku, aku melihat wajahnya seperti biasa selalu ceria dan bersikap seolah tidak apa-apa. Aku pun ikut tersenyum

“kau jangan menangis jika kau kalah, yoori-ya” aku mengeluarkan seringaianku, dan dia pun membalasnya seakan menantangku. Yoori-ya kenapa kau selalu membuatku tidak berhenti memikirkanmu

@@@@

Lee Yoori POV

Malam pun telah tiba, aku mencoba bersikap seperti biasa setelah mengetahui penyakitku ini. Aku tak menyangka penyakit yang ku derita ini sangat parah, padahal aku kira hanya sakit kepala biasa. Kyuhyun dan nayoung tidak boleh tahu, aku tidak ingin di kasihani dan di rawat layaknya orang seperti mau mati. Yah aku tahu penyakit ini sangat berbahaya dan akan berujung kematian. Tapi, apa aku harus menangis hingga menunggu ajalku?. Aku lebih memilih bungkam dan membiarkan menikmati sisa-sisa hidupku tanpa beban.

Aku keluar kamarku setelah berpikir keras, dan aku mendapati Kyuhyun sedang menatapi layar televisi, dia bukan menonton tetapi sedang menghayal. Aku mengendap-ngendap mendekatinya dan

“DOORRR”aku mengagetkannya, dia Nampak terkejut, dia memasang wajah kesalnya

“hahaha..wajahmu lucu sekali, kau kenapa sih, apa yang kau pikirkan? Ah jangan-jangan aku yah?”godaku

“mmwwoo…? Neaga wae?”teriaknya sedikit kesal dan dia terlihat menyembunyikan sesuatu

“hei..kenapa kau jadi gugup seperti itu? Jangan bilang kau betul-betul menyukaiku kan”godaku lagi

“perkataanmu lebih lucu daripada wajahku tadi”katanya dengan nada datar, aku memasang tampang cemberut

“yak yak yak tidak usah memasang tampang jelekmu itu”katanya lalu menaruh telapak tangannya yang besar ke wajahku

“auwww.. yak”kataku berusaha melepaskan tangannya, tanpa belas kasihan aku memukul kepalanya dengan keras lalu berlari menghindar darinya. Tetapi dia berhasil menangkapku, dia menggelitiki badanku dan leher. Aish aku paling tidak tahan jika orang lain menyentuh leherku. Ternyata dia tahu kelemahanku

“yak Kyuhyun keumanhae, geli…”BRAK…karena aku berusaha melepas tangannya di pinggangku kami kehilangan keseimbangan dan jatuh. Aku menimpanya, pandangan kami bertemu. Entah kenapa aku hanya terdiam melihatnya dan bukan menyingkir dari badannya. Dia juga hanya terdiam menatapku.

Lee Nayoung POV

Aku baru selesai menata makanan di meja makan untuk makan malam untuk kami. Semenjak aku dan eonniku tinggal berdua, aku yang selalu memasak karena eonni yang benci dan tidak tahu memasak. Ketika aku mau memanggil eonni dan kyu oppa, aku mendengar suara mereka di ruang televisi. Mereka sangat mesra sekali di mataku, padahal mereka hanya beradu mulut dan bertengkar. Kyuhyun oppa akan berubah bila bersama eonniku, kalau bersamaku dia akan lembut dan menanggapku sebagai dongsaengnya. Tidak seperti bersama eonni dia akan mengeluarkan sifat aslinya. Aku juga ingin di perlakukan seperti itu.

Tak lama mereka berlari-larian mengelilingi ruang tv dan Kyuhyun oppa menangkap eonni dan menggelitikinya, dan mereka kehilangan keseimbangan. Mereka jatuh eonni menimpa kyu oppa, mereka saling menatap satu sama lain. Entah aku sangat cemburu saat ini, apa mereka saling mencintai?

“oppa, eonni makanan sudah siap”kataku dengan ketus lalu pergi ke ruang makan. Kulihat mereka terkejut dan salah tingkah, mungkin karena aku mempergoki mereka. Aku duduk di meja makan dan mengambil makanan dengan malas.

Lee yoori POV

Hei ada apa denganku menjadi berdebar-debar dan salah tingkah melihat Kyuhyun , sepertinya dia juga seperti itu. Kami berdiri dan sibuk dengan pikiran masing-masing

“hei…kata nayoung makan malam sudah siap”tegurku duluan

“ah,.. n..ne”jawabnya sepertinya dia sedikit terkejut

Kami pun ke ruang makan, kami makan dalam keheningan. Tetapi aku melihat ada yang aneh dari Nayoung, dia terlihat tidak berselera dan seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Nayoung-ah, waegurae? Kenapa kau terlihat lesu?”tanyaku merasa khawatir padanya, dia tidak akan seperti ini, biasanya dia akan cerewet dan bersemangat

“aniyo..eonni”bantahnya berpura baik-baik saja. hah nayoung-ah kau tidak bisa menipu eonnimu ini. Aku menatap Kyuhyun dengan tatapan ‘ada apa dengan nayoung’. Dia pun membalasnya tatapanku dengan menggangkat bahunya pelan. Aku menghela nafas berat, sepertinya aku harus bicara padanya habis ini.

Setelah kami makan, kulihat nayoung langsung ke kamarnya, Kyuhyun menatapku seolah-olah mengatakan ‘hiburlah dia’. Aku mengangguk mengerti, aku mengetuk pintu kamarnya, tak ada jawaban. Aku masuk saja, dan mendapatinya sedang duduk di meja belajarnya

“eonni, boleh bicara?”tanyaku

“tentu saja”jawabnya dengan senyuman, aku yakin senyumannya itu Cuma terpaksa untuk meyakinkanku

“kau pasti sedang menyembunyikan sesuatu, walaupun kau berusaha menutupi dari eonni. Tapi eonni itu paham dengan sifatmu. Jadi boleh eon tahu sebenarnya ada apa”kataku lembut, aku tidak bisa melihatnya seperti ini. Ini bukan nayoung adikku tetapi orang lain. Aku melihatnya dia menatapku ragu.

“ceritalah, apa kau tidak percaya pada eonnimu ini”kataku meyakinkan

“aku…menyukai kyu oppa”katanya pelan, tetapi aku bisa mendengarnya.

“trus..kenapa kau sedih?”tanyaku lagi

“aku cemburu pada eonni”katanya lalu menunduk. DEG jantungku berdenyut keras. Dia cemburu padaku?,

“aku tidak mengerti saeng” aku akui aku memang bodoh dalam masalah seperti ini. Makanya aku sangat benci masalah percintaan yang rumit

“menurutku Kyuhyun oppa itu menyukaimu eon. Soalnya dari perilakunya ketika bersama dengan eonni berbeda jika bersama denganku. Dia akan berperilaku seperti seorang oppa yang yang menyayangi dongsaengnya”jelasnya. Ah sekarang aku mengerti

“Kyuhyun menyukai eonni, maldo andwee. Dia seperti itu karena dia menyayangimu saeng. Kau tahu kan dia anak tunggal, jadi dia ingin merasakan rasanya punya saudara. Karena sifat eon yang tidak ada lembut2nya jadi dia memperlakukanku seperti orang biasa, lagi pula umur kami sama”jelasku

“kalau saeng diperlakukan seperti eonni, malah saeng nanti akan menangis dan takut nanti. Kau tahu kan Kyuhyun itu selalu bersikap kasar pada eonni”lanjutku sembari tertawa, nayoung pun ikut tertawa

“gomawo eonni sudah mendengarkanku. Mianhae karena aku cemburu padamu”katanya menyesal

“gwencahana saeng, jadi dongsaeng kesayanganku ini sudah besar rupanya. Aigo”godaku

“aaa eonni jangan menggodaku, aku malu”katanya malu sambil menutup wajahnya yang merah. Aku tertawa melihat kelakuannya, dia gampang sekali tersipu.

“kalau begitu, eonni keluar dulu yah, kau belajar yang baik arraseo?”ingatku padanya,

“ok eonni”katanya sambil tersenyum lebar, akhirnya dia kembali seperti semula

Aku ke ruang tv dan duduk di sebelah Kyuhyun, dia menatapku penasaran

“jadi, dia kenapa?”tanyanya to the point, aku tersenyum jahil

“ternyata dongsaengku itu menyukaimu”kataku pelan

“mwo jinja?”katanya kaget, aku menaruh jari telunjukku di depan bibirku. Aku menyuruhnya untuk tidak ribut. Dia menutup mulutnya dengan tangannya sendiri

“dia pasti akan marah padaku jika aku memberitahumu, jadi kau pura-pura tidak mengetahuinya arra?”kataku pelan namun ia bisa mendengarnya. Ia mengangguk mengerti

“lalu kenapa dia aneh seperti tadi?”tanyanya

“dia cemburu padaku, menurutnya kau menyukaiku soalnya sikapmu beda jika sudah bersamaku”kataku

“mwo??!! ii..itu tidak benar”jeritnya keras. Langsung saja aku menutup mulut dan menjitaknya

“neo paboya, suaramu itu keras sekali tahu”bisikku padanya, dia mengangguk lagi. Aku melepaskan tanganku dari mulutnya

“kenapa aku harus menyukaimu, kau itu tidak ada bagus-bagusnya”ejeknya dengan suara pelan

“aish… kau ini, aku sudah meyakinkannya dan ia percaya. Jadi bersikaplah seperti biasa arra dan sering2lah bersamanya supaya dia percaya kalau kau dan aku hanya teman saja tidak ada rasa suka”perintahku

“buat…buat apa aku menyukaimu, seharusnya kau yang lebih hati-hati jangan sampai menyukaiku. Kau lihat betapa hebatnya pesonaku ini”katanya membanggakan diri

“auh…sombong sekali, tenang saja kau itu bukan tipeku. Sudah evil, keras kepala, malas…mmhfft” dia menutup mulutku dengan tangannya, aku berusaha melepaskan tangannya tetapi aku terdiam karena wajah kami dekat, kami saling bertatapan dan hening. Aku menelan ludahku susah payah. Apa yang aku lakukan? Seharusnya aku melepaskan tangannya kenapa malah aku menatapnya.

Dia pun tersadar dan langsung melepaskan tangannya, aku pun menjauh darinya dan mengalihkan tatapanku darinya begitupun dia.

“ehhmm..aku pulang dulu”pamitnya

“ah..ne”entah kenapa aku jadi gugup seperti ini

@@@@

Lee Yoori POV

Sekarang sudah waktunya istirahat, aku menuju kantin. Hah kemana setan itu, biasanya dia sudah mengekorku untuk ke kantin. Aku terpaksa makan sendiri kali ini. Semenjak kemarin dia menjadi aneh, itulah yang ada dipikiranku tentang Kyuhyun. Aku membawa nampan berisi makanan menuju mejaku, tetapi segerombolan yeoja berlari entah kemana, dan seorang yeoja menabrakku dan hasilnya adalah makanan dan minumanku tumpah di bajunya.

Yeoja itu menatapku kesal dan di belakangnya ada 4 yeoja. Yah aku tahu mereka, mereka menyebut dirinya The young’s. yeoja yang kena tumpahan ini adalah pemimpinnya park minyoung. Dia adalah pemilik yayasan sekolah ini, jadi tak heran pengikut2nya selalu mengikutinya karena kekayaan dan kekuasaannya. Di sekolah ini tak ada yang ingin berurusan dengannya karena mereka takut di keluarkan dari sekolah ini. Tapi aku bukan orang yang lemah seperti itu.

“yak..apa yang kau lakukan?”teriaknya di depan wajahku, aish yeoja centil ini, kau kira aku takut dengannya. Aku memasang tampang menantangnya

“kau sendiri kan yang berlari dan menumpahkan semua makananku”jawabku dengan santai

“aish..hei yeoja centil kau yang salah kenapa berdiri disitu, aish lihatkan baju ku kotor. Memangnya kau lebih kaya dariku, butuh biaya mahal untuk membersihkan bajuku ini”katanya dengan sombong

“aku tahu kau memang kaya, tapi aku tak sebodoh dirimu. Kau hanya mengandalkan kekayaan dan kekuasaan disini sehingga orang takut denganmu”kataku mengejeknya, dan PLAK dia menamparku. Aku mengepalkan tanganku yang berada di samping badanku. Aku harus sabar menghadapi yeoja ini, jangan sampai aku memukulnya. Bisa bahaya kalau itu terjadi.

“rasakan itu wanita centil, aku tidak menyangka kyu oppa bisa dekat denganmu yang jelas-jelas tidak ada apa2nya di banding aku”ejeknya, oh tidak aku sudah tidak bisa menahannya, ku layangkan tinjuanku ke wajahnya dan mengenai hidungnya. Dia merintih kesakitan dan memegang hidungnya, pengikut2 nya itu memegang minyoung dengan rasa khawatir.

“kau tidak perlu khawatir soal hidungmu yang pasti sudah kau operasi, biar aku yang tanggung biaya operasi plastiknya. Aku masih bisa membayarnya”kataku dengan santai, dia melihatku geram tanpa melepas hidungnya yang mengenai tinjuanku tadi. Pengikut-pengikutnya langsung menahan tanganku, hei ini tidak adil kenapa kalian mngeroyokku sedangkan aku sendiri.

“hei, yeoja centil kau berani sekali merusak hidungku. Aish aku baru saja mengoprasi hidungku ini. Kau menyebalkan, kau sudah merebut kyu oppa dariku sekarang merusak hidungku”teriaknya tepat di wajahku. Hei kenapa tiba-tiba ada Kyuhyun? Sepertinya dia fans sekali sama namja setan itu

“kenapa kau sangkut pautkan sama kyuhyun, dia itu temanku sedari kecil lalu kau mau apa hah?”tantangku

“aku tidak rela Kyuhyun oppa bersama yeoja jadi2-an sepertimu”katanya tak terima

“kau ambil saja kyu oppamu itu, kau kira aku menyukainya”kataku tak kalah ngototnya

“aish..neo jinja”dia tidak bisa berkata apa-apa dan siap melayangkan tamparan kewajahku

“yak!!! Apa yang kau lakukan”teriak seseorang, tangannya berhenti begitu saja, semua orang melihat siapa yang mencoba melerai pertengkaran ini. Semua orang? astaga aku baru sadar ternyata adegan ini sudah mengundang perhatian orang-orang di kantin ini.

Aku melihat Kyuhyun berjalan ke arah kami, dengan paksa aku melepas cengkraman para pengikut minyoung itu. Kulihat minyoung terkejut sekaligus takut melihat ekspresi Kyuhyun yang aku akui cukup mengerikan.

“kyu oppa”kata minyoung takut

“apa maksudmu mengatainya yeoja jadi-jadian, seharusnya kalian bercermin dulu sebelum berkata seperti itu, arra”teriaknya lalu menarikku dari kerumunan itu menuju taman belakang sekolah.

“kenapa kau cari gara-gara sama mereka sih”kata Kyuhyun dengan nada yang meninggi, kenapa dia marah padaku

“bukan aku yang duluan, tapi mereka tahu”jawabku dengan perasaan kesal

“bagaimana kalau mereka memukulmu sampai babak belur, aish kau ini”teriaknya kesal, aku heran kenapa reaksinya berlebihan sekali

“kenapa kau sampai sekhawatir itu sih? Aku baik-baik saja. aku ini jago karate mana mungkin aku kalah dengan yeoja-yeoja anak mami itu”kataku lebih kesal, dia terdiam. Kurasa dia sedang berpikir kenapa dia seperti itu

“aku…aku, aku…”

“eonni…gwenchana? Apa kau di pukul dengan yeoja centil itu?”nayoung datang dan kata Kyuhyun terhenti, kulihat dia salah tingkah dan memandangku entahlah aku tidak tahu maksud tatapannya itu

“ah nayoung-ah, nan gwencahana. Tak perlu khawatir, eonni sudah menghancurkan hidungnya itu hehehe”kataku pada nayoung

“eonni, apa itu tidak terlalu beresiko. Bagaimana nanti dia mengeluarkan eonni dari sekolah?”tanya nayoung khawatir.

‘Tidak apa-apa toh nanti aku tidak bisa melanjutkan sekolah karena penyakit ini’pikirku. Aku tersenyum

“gwencahana, masih banyak kan sekolah yang lain”kataku meyakinkannya.

“baiklah eonni, aku duluan yah…bel sudah bunyi”pamit nayoung padaku

“oppa, gomawo sudah menghabiskan bekal yang aku buat”lanjut nayoung pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum tipis. Mwo? bekal? Jadi dia tadi bersama nayoung. Hei kenapa aku jadi kesal begini yah

“ternyata kau menuruti perkataanku yah, gomawo Kyuhyun -ah”kataku berterima kasih padanya.

“ini yang kau inginkan? Aish kau benar-benar….”kata-katanya terdengar putus asa

“apa benar kau tidak apa-apa? Melihatku bersama dongsaengmu?”tanyanya lagi, apa maksudnya?

“tentu saja aku baik-baik saja, aku senang sekali melihatnya tersenyum bahagia”jawabku

“tapi aku tidak…”bentaknya padaku, hei kenapa dia membentakku

“maksudmu?”sungguh aku tidak mengerti arah pembicaraannya. Dia meraih bahuku dan menghapus jarak dari kami. Aku melihat wajahnya sangat dekat saat ini. Dia menatapku dalam

“kau tidak bisa melihat mataku ini? Perkataanku itu selalu bohong tetapi mataku ini tidak bisa. Apa kau bisa merasakannya?”tanyanya, aku hanya terdiam mendengar perkataannya. Perasaanku juga sekarang tak karuan. Ada apa sebenarnya denganku

“apa kau terlalu bodoh sehingga kau tidak menyadari kalau aku menyukaimu?” DEG apa dia bilang dia menyukaiku? Padahal selama ini dia tidak pernah terlihat seperti menyukaiku, atau aku yang terlalu bodoh.

Dan pertanyaan selanjutnya yang ada di kepalaku adalah apa aku juga menyukainya?. Lalu bagaimana dengan Nayoung?. Astaga aku benci ini.

“Kyuhyun -ah, bel sudah berbunyi dari tadi, kau tidak mau masuk?”aku mencoba mengalihkan pembicaraannya

“aish…sudahlah kalau itu maumu. Berpura-pura tidak mendengar semua perkataanku tadi” katanya kesal lalu mendahuluiku.

“Mianhae Kyuhyun, aku melakukan ini karena aku penyakit ini dan dongsaengku. Tidak mungkin aku merebutmu dari Nayoung. Kalian berdua adalah hartaku yang paling berharga. Aku Cuma ingin membuat kalian bahagia” pikirku lalu menuju ke kelas

@@@@

Lee Nayoung POV

Ada apa dengan eonni dan kyu oppa? Mereka terlihat aneh. Sepertinya mereka sedang bertengkar. Aku memperhatikan mereka di ruang tv dan mereka tidak duduk bersebelahan lagi. kyu oppa lebih memilih duduk di sofa lain dan sibuk menatap layar pspnya dan tak ada yang berbicara satupun. Biasanya mereka akan ribut dan bertengkar. Aku menghampiri mereka dan duduk di samping eonniku, aku tidak boleh membiarkan mereka seperti ini terus. Mereka sudah lama berteman tetapi aku tidak pernah melihat mereka bersikap seperti ini.

“eonni, oppa ada apa dengan kalian? Tidak biasanya kalian diam seperti ini. Biasanya kalian heboh”kataku sambil melihat mereka bergantian

“gwenchana, iya kan Kyuhyun?”kata eonniku lalu tersenyum pada Kyuhyun oppa, kulihat kyu oppa dengan cepat mengangguk dan tersenyum. Aku tetap saja tidak percaya

“eonni tidak bohongkan?”tanyaku meyakinkankan

“ne saeng, eonni Cuma sakit kepala saja makanya aku tidak ribut dengan Kyuhyun. Kalau begitu eonni ke kamar dulu yah”kata eonni pamit lalu masuk ke kamarnya.

Cho Kyuhyun POV

Aku memperhatikannya, apa betul dia sakit kepala, atau hanya ingin menghindar dariku?. Ah aku sangat khawatir padanya, dari dulu kami tidak pernah seperti ini tidak menegur satu-sama lain. Kami hanya bertengkar Cuma sebentar dan tak lama kami sudah baikan lagi. Aku lihat nayoung menghampiriku dan duduk di sebelahku.

“oppa kau sedang apa?”tanya nayoung padaku

“aku bermain game, tetapi ternyata membosankan oppa mau melihat eonnimu dulu yah?”pamitku tanpa mendengar jawabannya aku langsung pergi menuju kamar yoori. Mianhae nayoung-ah tapi eonnimu lebih membutuhkanku

Aku masuk di kamar tanpa permisi, aku lihat dia sedang di dalam selimut di tempat tidurnya itu. Apa dia betul-betul sakit?

“hei..gwenchana?”tanyaku lembut, dia pun melirikku sekilas lalu membuang pandangannya kearah lain

“gwenchana, kau temani saja nayoung”katanya dengan nada dingin. Aish dia ini, apa dia tidak tahu aku sangat mengkhawatirkannya.

“shirreo, aku ingin memastikan kau baik-baik saja, naeri-ah”kataku, dia menatapku tajam

“sudah ku bilangkan, jangan panggil dengan sebutan itu lagi. Kita sudah dewasa dan itu hanya panggilan masa kecilku”katanya dengan nada marah. dia memang marah jika kupanggil seperti itu, naeri adalah panggilan khususku padanya sewaktu kecil karena aku melarangnya bermain bersama namja lain jadi aku panggil saja naeri yang artinya nae artinya aku dan ri adalah nama belakang yoori jadi aku sambung menjadi naeri berarti yoori adalah milikku. Dan semenjak kami masuk SMA dia tidak ingin di panggil naeri lagi, entah kenapa.

“aku tidak peduli, sekarang kau istirahat dan jangan lupa minum obatmu. Arra? Aku pulang dulu”pamitku padanya, jangan berpura-pura aku sudah tahu semuanya naeri-ah

@@@@

Lee yoori POV

Bel sekolah berbunyi menandakan waktu sudah istirahat telah tiba, setelah memasukkan buku-buku di tas. Aku langsung keluar kelas dan menuju kantin.

“yak…yoori tunggu aku”teriak seseorang, walaupun aku tidak melihatnya aku sudah hapal betul suara ini dia Kyuhyun.

Semenjak dia menyatakan perasaannya aku mencoba menjauhinya. Walaupun aku senang ternyata dia menyukaiku, aku juga menyukainya, yah dari dulu aku memang menyukainya aku hanya terlalu cuek sehingga terlihat tidak menyukainya dan kenapa aku menjauhinya karena aku mempunyai alasan yang lebih penting dari rasa cintaku padanya. Yang pertama Nayoung, dia sudah memberitahuku soal perasaannya pada Kyuhyun dan itu membuatku bingung, aku harus memilih Kyuhyun atau nayoung. Jika aku menjawab pernyataan Kyuhyun aku pasti akan menjawab iya, aku tidak bisa berbohong dia pasti sudah tahu dan aku akan menyakiti adikku satu-satunya karena itu. Dan sepertinya aku lebih mementingkan perasaan adikku dibanding diriku sendiri, melihat wajahnya sedih sedikit saja aku akan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga adikku dengan baik.

Lalu aku berpikir dengan penyakit kanker otakku ini, aku sudah mencari-cari info dan penderita kanker otakku ini kebanyakan meninggal daripada sembuh, aku sudah pasrah dengan yang satu ini. Jadi aku memutuskan untuk membahagiakan adikku sampai ajalku tiba dan mengorbankan perasaanku sendiri. Ini pilihan yang cukup tepat bagiku saat ini.

“yak…naeri apa kau tidak mendengarkan teriakanku?, aish aku lelah tahu berteriak seperti orang gila”kata Kyuhyun yang sudah ada di sampingku, aku sedikit tersentak ketika dia sudah ada di sampingku. Aku memasang tampang seperti biasa dan tidak menjawab pertanyaan sambil berjalan terus ke kantin

“hei…apa kepalamu masih sakit? Kenapa wajahmu pucat naeri-ah…apa kau baik-baik saja?”tanya Kyuhyun bertubi-tubi. Dasar cerewet

“kau ini kenapa cerewet sekali sih…kau seperti yeoja saja”teriakku kesal, dia tersenyum lebar. Aku sangat menyukai senyumannya itu dia sangat tampan, tapi aku tidak pernah mengatakannya langsung

“kau sudah kembali rupanya, ah akhirnya naeri kecilku sudah kembali, aku khawatir tahu akhir-akhir ini kau selalu menghindar dariku semenjak aku menyatakan peraasaanku pada….”aku kaget dengan perkataanya langsung saja aku menutup mulutnya. Dasar mulut besar apa dia tidak tahu dia berbicara sangat keras dan membuat orang-orang melihat kami dengan berbagai tatapan-tatapan aneh.

“kau bicara keras sekali hyun-ah”bisikku padanya, aku melepas tanganku dari mulutnya dia hanya tersenyum evil.sungguh senyumnya itu mengerikan seperti senyuman iblis

“hehehe, kenapa kau malu naeri-ah?”tanyanya dengan memasang tampang sok polosnya. Astaga namja ini sudah gila. aku melanjutkan jalanku dia terus mengokoriku, Kyuhyun -ah kalau kau seperti ini aku akan semakin bersalah padamu

“naeri-ah kau mau ke kantin yah? aku ikut yah, sudah lama aku tidak makan bersamamu”ajaknya

“kau tidak bersama nayoung? Aish kau ini aku sudah bilang kan? Temani nayoung, dia lebih membutuhkanmu”marahku padanya, bisa-bisanya dia melupakan nayoung, nanti dia sedih lagi

“eonni, oppa”teriak seseorang dan aku yakin itu pasti nayoung, kami berbalik melihat nayoung, nayoung dengan ceria berjalan kearah kami dan langsung merangkul lengan kami berdua. Sekarang dia berada di tengah-tengah kami, aku tersenyum melihatnya dia sangat ceria. Apa dia bisa se ceria ini jika mengetahui yang sebenarnya?. Kulirik sekilas Kyuhyun juga tersenyum pada nayoung. Sepertinya aku harus membiarkan mereka berdua, aku melepas rangkulan  tangan nayoung dan sedikit mendorongnya ke arah Kyuhyun. Sepertinya mereka kaget, aku tersenyum pada mereka

“aku tidak ingin menjadi obat nyamuk diantara kalian, Kyuhyun -ah jaga adikku baik-baik yah. dan nayoung-ah beritahu eonni jika Kyuhyun berulah ne?”godaku, kulihat wajah nayoung memerah, haha dasar dongsaengku ini.

Aku meninggalkan mereka menuju ke taman belakang sekolah, tempat favoritku selama sekolah di sini. Dan aku punya banyak kenangan di taman ini bersama Kyuhyun. Aku dan Kyuhyun pernah bolos dan kami bersembunyi di sini, aku juga sering makan cemilan dengannya di taman ini, bertengkar dan bermain-main dengannya dan hal yang tak kulupakan adalah dia mengakui perasaanya di taman ini. Aku duduk di bawah pohon yang ada di taman ini, disinilah aku jika sedang ada masalah. Aku menutup mataku merasakan sejuknya angin yang menerpa tubuhku

“lee yoori”panggil seseorang, aku membuka mataku, dan melihat seorang namja, sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya. Dia tersenyum lalu duduk di sampingku

“hhmm, aku tidak asing dengan wajahmu”kataku sambil memperhatikan wajahnya,dia tersenyum dan aku melihat lesung pipi di pipi kirinya. Manis sekali dia

“aku jang hanbyul anak kelas 9-3”katanya, ah sekarang aku ingat dia yang mewakili sekolah untuk lomba pidato bahasa inggris, dia juga sangat populer di sekolah karena pintar, kaya, dan tampan. Dia memang blasteran Australia korea, pantas saja dia pintar bahasa inggris.

“ah mianhae, aku memang sedikit cuek, jadi aku tidak menghapal semua murid di sekolah ini bahkan murid seangkatan”jawabku jujur, yah aku memang seperti itu. Bisa di bilang aku ini sedikit kolot. Dia tersenyum lagi

“ah iya darimana kau tahu namaku?”tanyaku, aku penasaran kenapa namja yang katanya populer di sekolah ini bisa tahu namaku yang Cuma murid biasa-biasa saja.

“di sekolah ini siapa yang tidak mengenal dirimu, sahabat dari Cho Kyuhyun. Dan aku dengar kalian itu sangat mesra layaknya orang pacaran, jadi tak herankan aku mengetahui namamu”jelasnya, hah ? aku hebat sekali, bisa di kenal semua murid di sekolah ini.

“ah begitu, aku tidak menyangka. Padahal aku tidak tahu kalau aku seterkenal itu haha”tawaku, aku merasa pabo sekali dihadapan namja ini.

“tapi, akhir-akhir ini aku mendengar kalian sudah jarang bersama dan Kyuhyun sekarang lebih sering bersama Nayoung adikmu”katanya hanbyul.

“ah itu, aku memang sengaja. Nayoung dan Kyuhyun saling menyukai, jadi aku biarkan mereka berdua hihihi”jelasku padanya, padahal aku membohonginya

“hhm jadi seperti itu yah?, tapi aku tidak melihat perasaan Kyuhyun terhadap nayoung. Aku hanya melihat perasaan dari seorang kakak” katanya, aku kaget kenapa dia bisa mengetahuinya. Apa dia bisa membaca pikiran orang

“dan aku melihat perasaan sukanya itu terhadapmu”lanjutnya, sambil menatapku. Hei, dia betul-betul bisa membaca pikiran orang.

“hahaha kau bercanda, mana mungkin seperti itu. Dari mana kau tahu semua itu?”kataku mengelak

“aku ini anak dari seorang psikologis, jadi aku tahu perasaan seseorang hanya dari gerak-geriknya, jadi kau tidak bisa membohongiku. Dari dulu aku ingin sekali seperti eommaku, seorang psikologis yang hebat, kita bisa tahu perasaan seseorang seperti kita membaca pikirannya. Makanya aku belajar giat supaya bisa seperti eommaku”jelasnya, wah hebat sekali namja ini, pantas saja dia populer, dia sangat sempurna.

“kau hebat sekali, aku salut padamu”kataku memuji, dia tersenyum sembari memegang tengkuknya, sepertinya dia tersipu.

“ah jadi, aku ingin berteman denganmu, bolehkan?”tanyanya antusias, hihihi dia juga lucu sekali

“keroum, kau sangat baik. Aku senang mempunyai teman seperti mu”kataku dengan senang hati, mana mungkin aku tidak ingin berteman dengan namja sebaik ini.

@@@@

Lee Yoori POV

Waktu istirahat, aku langsung ke taman belakang dan memakan makanan yang baru saja aku beli di kantin. Aku tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun. Pokoknya aku harus melupakan dia. Dan setelah makan entah kenapa aku merasa sangat pusing, dan pandanganku mengabur. Tapi aku langsung meminum obatku yang dari dokter untuk meredakan rasa nyeri. Setelah itu aku pun kembali menuju kelasku. Tapi, di perjalanan ke kelas, aku sudah tidak tahan kepalaku sangat berat, aku dengan sekuat tenaga menuju ke lorong yang sepi dan langsung aku terduduk lemas di lantai dan bersandar ke dinding, dan aku merasa cairan hangat yang mengalir di hidungku. Dan aku menyentuhnya itu darah. Astaga aku sudah tidak kuat lagi, seseorang tolonglah aku. itulah yang ada di batinku.

Jang hanbyul POV

Aku baru saja turun dari atap sekolah dan aku tidak sengaja melewati lorong sekolah yang sepi, tunggu ada seseorang disana. Dengan keberanian penuh aku mendekat. Dan itu Yoori, kenapa dia ada disini dan kenapa dia sangat lemas. Aku mendekatinya. Wajahnya sangat pucat, keringat bercucuran di dahinya dan dia mimisan?

“yoori-ah gwenchana?”tanyaku panic, dia melirik ke arahku dan mengerjap-ngerjap matanya, seperti dia ingin memfokuskan pandangannya

“ini aku hanbyul, ada apa denganmu ? astaga darahnya semakin banyak saja”kataku tambah panic, aku mengambil saputanganku dan membersihkan darah yang dari hidungnya, aku memangkunya dan menadahkan kepalanya agar darahnya berhenti keluar.

“hanbyul-ah, tolong bawa aku ke rumah sakit, dan jangan beritahu nayoung dan Kyuhyun”pintanya dengan suara terbata-bata. Aku mengangguk dengan cepat aku mengendongnya menuju parkiran, kebetulan aku membawa mobil ke sekolah.

Sesampai di rumah sakit

Aku sedang menunggu yoori di periksa, sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi. Dia menyuruhku tidak memberitahu Kyuhyun dan nayoung, dan aku harus menepati janjiku. Tak lama ku dengar pintu ruang ICU terbuka dengan segera aku menghampiri dokternya.

“dokter apa yang terjadi pada yoori dok?”tanyaku pada dokter itu dan hei itu appaku.

“appa?” aku kaget ternyata yang memeriksa yoori adalah appaku, appaku memang salah satu dokter di rumah sakit ini dan ibuku sebagai psikolog di rumah sakit ini jg.

“oh..jason, are you know her?”tanya appaku

“yes, she is my friend, apa yang terjadi padanya?”tanyaku balik

“dia itu pasien appa, sebulan lalu dia mengecheck penyakit apa yang sedang di deritanya dan ternyata di otaknya terdapat kanker, sebelumnya kankernya masih stadium awal dan ada harapan bisa di sembuhkan. Tetapi, sekarang kankernya sudah mengganas jika di biarkan akan menjadi tumor ganas dan dia bisa kehilangan nyawa”jelas appaku, mwo kanker otak? Astaga kenapa separah itu?

“jadi bagaimana caranya menyembuhkannya appa?”tanyaku, jujur saja aku sudah tertarik pada lee yoori semenjak aku pindah di sekolah itu setahun lalu. Tetapi aku tidak bisa mendekatinya karena dia selalu bersama Cho Kyuhyun dan akhir-akhir ini dia jarang bersama Kyuhyun.

“kanker otak itu sangat sulit di sembuhkan, dia hanya perlu rajin kemoterapi, Cuma itu yang bisa memperlambat pertumbuhan kankernya”jawab appaku.

“ah khamsamnida appa, apa sekarang aku bisa melihatnya?”tanyaku lagi

“ne kau boleh melihatnya, tetapi dia belum sadarkan diri”katanya appaku, aku mengangguk dan masuk ke ruangan dimana yoori berada.

Aku melihatnya terbaring lemah di tempat tidur dengan beberapa selang yang melekat di badannya. Dia terlihat sangat lemah, padahal dari luar dia seperti yeoja yang tanpa beban dan terlihat sangat kuat.

Malam pun telah tiba, dan aku lihat yoori bergerak, dan perlahan dia membuka matanya. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya.

“yoori-ah gwencahana?”tanyaku, dia mengarahkan pandangannya ke arahku dan menatapku bingung

“kau…aku lupa namamu”katanya dengan suara lemah, kenapa dia lupa namaku?

“aku hanbyul, tadi kau pingsan di sekolah dan kau menyuruhku membawamu ke rumah sakit. Aku sudah tahu penyakitmu”kataku menjelaskan

“ah hanbyul-ah mianhae, dan gomawo sudah menolongku. Sekarang sudah jam berapa?”tanyanya

“ini sudah jam 7 malam, dari tadi siang kau belum makan, akan ku belikan sesuatu untuk kau makan”tawarku

“kau belum pulang dari tadi siang?”tanyanya

“sudah kok, tadi sore aku sempat pulang ganti baju, dan aku sudah menyuruh suster untuk melihatmu. Dokter jang adalah appaku”jelasku, dia tersenyum tipis

“ternyata yang selama ini merawatku adalah appamu dan sekarang kau juga ikut merawatku. Gomawo hanbyul-ah”katanya, kulihat dia mencoba bangkit dari tidurnya, aku pun membantunya dan menaruh kepalanya agar menumpu di sandaran kepala tempat tidur itu.

“aku lupa, aku belum menghubungi nayoung. Dia pasti panic kalau aku belum pulang ottokhe?”tanya sedikit panic

“hhmm..bilang saja, kau menginap di rumah temanmu”usulku, dia mengangguk setuju. Aku menyerahkan ponselnya yang terletak di meja dekat t4 tidurnya. Dia pun berkutat dengan ponselnya

“lalu kenapa kau menyuruhku untuk tidak memberitahu adikmu dan Kyuhyun?”tanyaku

“aku tidak ingin membuat mereka khawatir, apa lagi nayoung. Dia akan sangat sedih jika melihatku seperti ini, aku mohon bantulah aku menyembunyikannya”mohonnya padaku, aku tak menyangka dengan kondisinya seperti ini dia masih memikirkan orang lain.

“baiklah, aku akan membantuku sebisaku”jawabku sambil tersenyum

Lee Nayoung POV

Eonni kenapa belum pulang yah, aku sangat khawatir, dari tadi aku mondar mandir di ruang tamu. Semoga eonni baik-baik saja. tak lama ponsel yang ku pegang kini berbunyi, dengan cepat aku mengeceknya. Ini pesan dari yoori eonni

“Saeng mianhae malam ini eonni ngga bisa pulang, eon menginap di rumah teman eon untuk kerja kelompok. Tidak apa-apa kan?, panggil saja Kyuhyun untuk menemanimu dirumah. Eon tahu kau pasti takut sendiri di rumah. Tidak usah khawatir eon baik-baik saja. jangan lupa makan yah. saranghae”

Hah syukurlah, eonni baik-baik saja. aku segera membalas pesan eonni

“Eonni membuatku khawatir saja, ya sudah eon hati-hati yah. jangan lupa makan juga yah. nanti aku beritahu kyu oppa supaya menemaniku di rumah. Nado saranghae eonni”

Aku pun menghubungi kyu oppa untuk menemaniku di rumah, tak lama kemudian kyu oppa datang

“yoori kemana?”itulah hal yang di tanyakan Kyuhyun oppa setelah sampai di rumah

“dia menginap dirumah temannya, katanya ada tugas kelompok. Kenapa eonni tidak sekelompok denganmu oppa?”tanyaku bingung, biasanya eonni sekelompok dengan kyu oppa, tapi kenapa sekarang tidak yah. aku perhatikan mereka juga jarang bersama lagi. Apa karena eonni sengaja yah, karena ingin mendekatkanku dengan kyu oppa?. Ahh seharusnya eonni tidak perlu seperti itu. Besok aku harus menanyakannya.

“kau sudah makan?”tanya kyu oppa, aku menggeleng. Karena mencemaskan eonni aku belum makan

“kau ini, ya sudah kita makan sama-sama”ajak kyu oppa

Cho Kyuhyun POV

Setelah makan, aku ke kamar yoori, dan berbaring di tempat tidurnya. Aku bisa mencium aroma khas yoori. Apa dia baik-baik saja yah?. aku tahu dia pasti bohong. Kerja kelompok? Bahkan tadi dia tidak masuk pelajaran setelah jam istirahat. Aku harus menemuinya besok. Dia itu membuatku khawatir. Aku teringat sesuatu, jangan-jangan penyakitnya kambuh lagi? Ottokhe. Aku mengambil ponselku dan menekan nomor 1 Speed dial untuknya.

“yeobseo…oh Kyuhyun-ah waegurae?”suara yoori di seberang sana

“kau sekarang dimana?”tanyaku to the point

“aku..aku sekarang di rumah hyeri, aku sedang mengerjakan tugas kelompokku”

“tugas kelompok? Itu tugas dari guru siapa?”tanyaku

“ohh itu park songsaenim memberi tugas kelompok, waktu itu kau tidur jadi tidak mendengar tugas itu. 1 kelompok 3 orang, aku, kamu dan hyeri. Tapi tenang saja aku sudah memasukkan namamu. Kamu di rumah saja temani nayoung. Dia itu takut sendirian. Kyuhyun -ah bisakah kau menjaganya, untuk malam ini saja?”

“baiklah…kau jangan lupa makan, dan istirahat yang cukup, aku tidak ingin kau sakit. Kau jangan pikir soal nayounng, aku sudah ada di rumahmu”

“gomawo Kyuhyun -ah”

Aku menutup telpon itu. Walaupun dia sudah menjelaskan seperti itu tetap saja dia tidak bisa membohongiku. Pokoknya aku harus bertemu dengannya besok. Sebenarnya dia kemana, atau dia di rumah sakit karena penyakitnya kambuh

@@@@

Lee yoori POV

Aku sudah bersiap-siap berangkat ke sekolah, menggunakan seragamku, tak lama hanbyul datang ke kamar inapku di rumah sakit ini.

“apa kau yakin akan ke sekolah? Nanti kau pingsan lagi di sekolah”katanya khawatir, dia benar-benar teman yang baik

“ne, gwencahana. Aku tidak ingin ketahuan oleh nayoung dan Kyuhyun”kataku lalu tersenyum, mungkin dengan seperti ini dia mempercayaiku

“baiklah, aku sudah memberitahu appaku, katanya kau tidak boleh beraktivitas berlebihan. Dan kau sudah dengar langsung kan appaku bilang, kau harus rajin mengikuti kemoterapi agar kankernya tidak mengganas, dan karena stadiumnya sudah tinggi kau akan sering lupa atau pikun dan semua fungsi inderamu lama-lama akan berkurang, apa kau siap menerima kenyataan itu?”tanyanya.

aku terdiam sejenak, dia benar aku sudah di beritahu oleh dokter jang atau appa hanbyul, kalau pasien sepertiku seharusnya tidak boleh terlalu banyak beraktivitas dan harus di rawat di rumah sakit. Tapi aku tidak mungkin membiarkan adikku sendiri di rumah. Dan akhirnya dokter jang membantuku karena katanya aku seorang pasein yang kuat. Biasanya pasien yang sudah sepertiku tidak akan sesemangat dan seceria diriku.

Aku tersenyum lagi pada hanbyul, aku sudah yakin dengan keputusanku ini

“arraseo, gomawo hanbyul-ah, kau sangat baik dan pengertian padaku. aku baik-baik saja kok. Kajja kita ke sekolah”ajakku ke pada hanbyul, akhirnya dia tersenyum padaku

Sesampai di sekolah

Ternyata susah juga berteman dengan orang sepopuler hanbyul, sudah cukup aku mendengar gossip-gosipku dengan Kyuhyun dan sekarang hanbyul. Kami memang berangkat sekolah bersama-sama dan itu mengundang perhatian seluruh siswa. Seperti selebritis saja. tapi aku tidak peduli, aku pun sampai di kelasku

“gomawo, hanbyul-ah”kataku sebelum masuk kelas

“ne, sampai ketemu waktu istirahat nanti”pamitnya, aku pun masuk ke kelas dan terlihatlah siswa sedang menatapku ingin tahu. Hah, aku tidak peduli. Aku lihat Kyuhyun juga menatapku dia menatapku seperti ingin memakanku. Belum sempat aku duduk di tempat dudukku. Dia sudah menarikku entah dia membawaku kemana. Aku pasrah saja, hah gossip akan terus berlanjut.

Dan sampailah di taman belakang sekolah, dia melepas tanganku dan menatap ku sengit

“kau bilang kau menginap di rumah hyeri, tapi kenapa kau datang bersama hanbyul?”tanyanya to the point, dasar namja ini tidak suka berbasa basi

“memang, tapi kebetulan aku bertemunya di jalan dan dia memberiku tumpangan. Jadi apa salahnya, yang penting gratis”aku menjawab sesantai mungkin agar dia tidak curiga. Dia memegang bahuku erat, mau tak mau aku harus menatap matanya yang tajam itu namun meneduhkan

“aku cemburu”katanya, DEG jantungku berdebar kencang, apa dia masih belum mencintai nayoung, dia membuatku berdebar sangat kencang

“lalu kenapa? Kita Cuma teman kan? Kau tahu dia sangat baik, namja seperti itu adalah tipeku”kataku dengan santai untuk menutupi debaran jantungku ini

“aku tidak peduli, sudah ku bilang kan aku menyukaimu, kau itu naeriku. Naeri kecilku, dari dulu kau itu milikku dan tidak ada seorang namja pun boleh mendekatimu kecuali aku. sekeras apapun usahamu mendekatkanku dengan nayoung, itu tidak akan berhasil naeri-ah”kata- katanya sukses membuatku terdiam, apa rasa cinta itu semengerikan ini

“dan jangan pernah membohongiku, karena aku akan tahu kau yang sedang jujur dengan kau yang sedang berbohong. Aku tahu kau sedang membohongiku, jadi sekarang akan ku berikan kau waktu untuk mengakuinya. Atau aku yang akan mengungkapkan kebohonganmu itu”kata Kyuhyun membuatku lebih terkejut dari sebelumnya, berarti dia sudah tahu pantas saja dia terlalu khawatir padaku akhir-akhir ini.

“mianhae Kyuhyun-ah”Cuma kata itu yang berhasil ku ucapkan

“kenapa kau pabo sekali sih, memikul penderitaan seorang diri. Apa artinya aku? aku sudah bersamamu dari kecil, kenapa kau tidak jujur saja naeri-ah”katanya memakiku, tetapi yang kudengar adalah nada cemas, frustasi, bingung semuanya menjadi Satu

“aku minta maaf Kyuhyun -ah, sudah cukup aku merepotkanmu selama ini. Aku tidak ingin kau terbebani dengan penyakitku ini”kataku menyesal, dia langsung memelukku erat, sekarng jantungku berdetak sangat cepat seperti ingin keluar dari tempatnya.

“naeri pabo, sekali lagi kau berpikir seperti itu, aku akan menghukummu menjadi pembantuku selamanya”katanya disela pelukannya, aku tersenyum inilah yang aku suka darinya dia bisa membuatku menyesal, terharu, dan tersenyum dalam waktu bersamaan. Dia melepaskan pelukannya dan menatapku dalam. Aku terhipnotis dengan tatapannya itu, perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan memiringkan kepalanya. Omo, apa yang dia lakukan?

“eonni, oppa…”kami terkejut mendengar suara itu, kami menjauh dan aku terkejut melihat nayoung, dia menangis.

“na..nayoung-ah…ini, ini salah paham nayoung-ah kumohon percaya pada eonni”kataku mencoba menjelaskannya, dia semakin terisak

“eonni, kenapa kau bohong padaku. kau bilang kalian tidak mempunyai hubungan apa-apa, tapi kenapa eonni kau membohongiku dan memberikanku harapan kosong pada kyu oppa”katanya di sela tangisnya. Seketika air mataku jatuh, ottokhe aku membuatnya menangis

“ani saeng ini salah paham, eonni mohon percaya sama eonni, jebal”mohonku, aku sudah tidak bisa menahan air mataku

“eonni jahat”teriaknya lalu berlari.

“nayoung-ah….”aku dan Kyuhyun mengejarnya, dia berlari ke luar sekolah dan sebuah truk melintas dengan cepat, aku terbelalak nayoung berlari dan tidak melihat truk itu. Aku berlari dan menyusulnya. Dengan cepat aku menangkapnya dan mendorong badan kami ke trotoar. Dan aku merasakan badanku membentur keras di aspal, sekilas kulihat nayoung tergeletak di sampingku. Untunglah truk itu tidak menabraknya. Pandanganku pun mulai menghitam

Cho Kyuhyun POV

Aku sekarang di rumah sakit sedang menunggu yeoja yang ku cintai dan yeoja yang ku anggap sebagai adikku. Aku mondar mandir di depan ruang ICU. Semoga mereka baik-baik saja. tak lama aku melihat hanbyul berlari ke arahku.

“Kyuhyun -ssi, apa yoori baik-baik saja?”tanyanya panik, aku melirik sekilas ke ruang ICU yang masih tertutup rapat. Aku sekarang tidak kuat untuk menjawab pertanyaannnya. Tetapi sepertinya dia mengerti

Setelah 2 jam menunggu akhirnya keluar dokter dari ruang ICU. Dokter itu yang pernah memeriksa yoori

“dokter bagaimana dengan keadaan mereka?”tanyaku

“lee yoori sekarang dalam masa kritis, karena kanker dan luka di kepalanya memperburuk keadaannya dan yeoja yang satunya dia baik-baik saja, hanya luka di bagian pelipis, lutut dan kaki. mungkin dia masih shock dengan kejadian itu sehingga dia belum sadarkan diri.”jelas dokter itu

“appa… apa yoori bisa di selamatkan?”tanya hanbyul, appa? Jadi dia anak dokter ini, berarti dugaanku betul yoori kemarin di rumah sakit bersama namja ini.

“appa tidak tahu pasti, kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Semoga dia baik-baik saja. dan karena kepalanya terdapat luka, mungkin dia akan cepat kehilangan sebagian fungsi inderanya”kata dokter itu lagi

“maksud appa, dia akan susah berjalan begitu?”tanya hanbyul

“ne, bukan Cuma itu saja. seluruh anggota tubuh pusatnya dari otak jadi otomatis fungsi dari badannya akan berkurang, seperti yang kau katakan tadi, susah berjalan, matanya akan merabun, sulit bicara dan masih banyak lagi kemungkinannya”kata dokter itu. Aku hanya shock dan tidak bisa melakukan apa-apa ketika medengar perkataan dokter. Kenapa hidupmu begitu sulit naeri-ah

Lee Nayoung POV

Perlahan aku membuka mataku, pertama pandanganku masih kabur, tetapi aku mencoba mengfokuskan dan akhirnya aku dapat melihat ruangan di sekelilingku berwarna putih dan bau obat sangat kuat, ini pasti rumah sakit. Aku tidak ingat pasti kejadian itu. Aku melihat eonni dan kyu oppa hampir berciuman dan aku berlari entah kemana. Dan aku mendengar suara eonni memanggilku dan semuanya gelap. Hanya itu yang aku ingat, dan sekarang mana eonni dan kyu oppa. Aku memang sakit hati ketika melihat kejadian itu. Aku merasa di bohongi oleh eonniku sendiri, dan aku hanya membuang waktuku untuk menyukai kyu oppa yang ternyata jelas-jelas suka pada eonni dan eonni pun sebaliknya.

“oh…kau sudah sadar rupanya?”aku melihat seorang namja masuk ke ruangan ini. Sepertinya aku mengenalnya, tapi dimana yah.

“ah mian kau pasti bertanya-tanya siapa aku sebenarnya, annyeong namaku jang hanbyul, aku sunbaemu dan teman eonnimu”katanya memperkenalkan diri, dia pun duduk di kursi dengan tempat tidur ini. Aku mencoba bangkit, tetapi kepalaku sakit sekali. Dia pun membantuku menyandarkan badanku di kepala tempat tidur ini.

“hati-hati…lukamu belum sembuh” ternyata kepalaku di perban, aku baru ingat dia memang sunbaeku, dia sangat populer di sekolah karena pintar dan tampan, tapi dia teman eonni? Aku belum pernah melihat dia bersama eonni

“apa kau ingat kecelakaan itu?”tanyanya hati-hati

“aku Cuma mengingat sedikit sunbae”jawabku sopan dan pelan

“jangan panggil aku sunbae ini bukan sekolah, panggil aku oppa ne?.. bisakah kau cerita padaku?”tanya nya lagi

“ne oppa, aku Cuma ingat sedikit. Aku berlari dan aku tidak melihat se kelilingku, ternyata aku sudah berada di jalan depan sekolah, dan ternyata ada mobil truk yang menuju arahku dan aku dengar suara eonni memanggilku. Aku merasakan seseorang memelukku dan mendorong tubuhku hingga ke ujung jalan. Dan semuanya gelap”jelasku, Cuma itu yang ingat

“kenapa kau berlari seperti itu, sampai-sampai kau tidak melihat sekelilingmu?”tanyanya sukses membuatku terkejut. Apa aku harus jujur kalau aku melihat eonniku dan Kyuhyun oppa hampir berciuman

“aa..ani aku tidak ingat”jawabku takut-takut, dia tersenyum

“gwencahana, jangan terlalu di pikirkan. Eonnimu yang telah menyelamatkanmu dari kecelakaan tadi”kata hanbyul oppa, aku kaget. Eonni menolongku?

“lalu eonni sekarang eonni dimana? Apa dia baik-baik saja?”tanyaku panic. Walaupun kejadian itu menyakitkan tetapi aku masih menyayangi eonniku

“dia…ada di ruangan sebelah dan belum sadarkan diri. Kyuhyun juga sedang melihat eonnimu”katanya, omo eonni apa dia baik-baik saja

“eonni belum sadarkan diri? Apa dia terluka parah?”tanyaku bertambah panic, dia terlihat ragu untuk mengatakannya, kenapa perasaanku tidak enak yah?

“apakah kau ingin melihatnya?”dia malah bertanya, aku mengangguk. Dia pun membantuku duduk di kursi roda. Dia mendorong kursi roda itu hingga kami sampai di ruangan sebelah kamarku.

Aku terkejut melihat kondisi eonni, dia terbaring lemah, wajahnya sangat pucat, kepalanya di perban, dan terdapat alat pendekteksi detak jantung. Apa maksud semua ini?. Kyuhyun oppa terlihat sedih menatap eonniku dia sedang duduk di sebelah tempat tidur itu.

“eon…eonni….”

“eonni gwenchana?”Cuma itu yang bisa aku ucapkan

“kenapa eonni tidak bangun? Kyu oppa kenapa eonni seperti ini?”teriakku aku sangat takut, aku takut eonni meninggalkanku sendiri.

“dia koma nayoung-ah”jawab hanbyul yang sudah ada di sampingku menatap eonni sedih.

“apa karena dia menolongku oppa? Kenapa eonni bisa separah itu oppa?”nada suaraku bertambah tinggi, aku menangis. Aku tidak ingin eonni terluka karenaku

“nayoung-ah tenanglah, ini bukan salahmu”kata kyu oppa menenangkanku sambil memelukku. Aku hanya bisa menangis, dia melepas pelukannya.

“yoori… memang sedang sakit nayoung-ah”kata kyu oppa ragu

“eonni kenapa oppa?”tanyaku masih menangis

“dia terkena kanker otak, dan karena kepalanya terbentur. Dia bertambah parah”kata hanbyul yang menjawab pertanyaanku. Tangisku semakin menjadi, kenapa eonni tidak memberitahuku?. Aku semakin bersalah

“kenapa eonni tidak memberitahuku? Kenapa eonni menolongku? Kenapa dia tidak biarkan saja aku tertabrak….kenapa?”teriakku frustasi.

“ini semua karenamu nayoung-ah”teriak kyu oppa tak kalah keras dan menakutkan. Dia menangis, dapat kulihat air matanya mengalir di pipinya. Aku terdiam, dia memelukku lagi

“dia melakukannya demi kau nayoung-ah, dia tidak ingin kau seperti ini jika kau mengetahuinya, kau tahu dipikirannya hanya satu yaitu kau nayoung-ah. Dia terus memikirkanmu bagaimana caranya agar kau bahagia, tersenyum ceria di hadapannya. Sampai-sampai dia tidak memikirkan dirinya sendiri”kata kyu oppa, air mataku semakin mengalir

“eonni, mianhae aku telah membuatmu seperti ini. aku memang dongsaeng yang jahat”kataku di sela tangisanku

“sudahlah nayoung-ah, lebih baik kau istirahat. Kau juga masih sakit, aku akan menemanimu. Hanbyul-ah tolong jaga yoori untukku”kata kyu  oppa pada hanbyul oppa, hanbyul oppa hanya mengangguk. Kyu oppa pun membawaku ke ruanganku

@@@@

Lee Nayoung POV

Aku terbangun dari tidurku yang panjang, aku melihat sekelilingku. Tidak ada orang, kemana kyu oppa?. Tak lama aku mendengar suara pintu kamar ini terbuka dan aku terkejut. Itu eonni sedang duduk di kursi roda dengan keadaan yang sangat pucat dan kepala di perban, kulihat hanbyul oppa sedang mendorong kursi roda itu.

“eonni…” aku memeluknya yang kini sudah berada dekat tempat tidurku. Dia membalas pelukanmu. Aku menangis, aku tidak bisa melihat keadaan eonni seperti ini

“hei saeng kau menangis? Aigo kau ini semakin cengeng saja. uljimayo ne?”kata yoori eonni sembari tersenyum dan menghapus air mataku

“eonni aku minta maaf, aku…

“seharusnya eonni yang minta maaf, eonni tidak bisa menjagamu dengan baik. Dan masalah yang waktu itu, sungguh itu salah paham. Aku tidak ada perasaan apapun pada Kyuhyun” eonni memotong perkataanku,

“aniyo eonni…

“sudahlah aku tidak ingin mendengarmu menyalahkan dirimu sendiri. Aku kesini ingin melihat dongsaengku yang cantik ini tersenyum” yoori eonni memotong perkataanku lagi, aku mengangguk dan tersenyum

“ah.. Kyuhyun lama sekali membawa makanannya. Aku sudah lapar”keluh eonniku, tak lama muncullah Kyuhyun dengan kantong belanjaan yang berisi makanan

Lee Yoori POV

Aku membujuk hanbyul agar membawaku untuk bertemu nayoung, padahal aku baru saja sadar dari koma. Ketika sadar aku langsung mencari nayoung. Dan aku sudah berbicara pada Kyuhyun untuk bersikap seperti biasa dan lupakan masalah itu dulu. Yang penting adalah kesembuhan nayoung. Dan ternyata akibat dari kecelakaan itu, kankernya bertambah parah dan membuatku lumpuh total, pandanganku juga mulai mengabur.

“aish Kyuhyun -ah kau ini lama sekali, aku sudah lapar tahu”kataku pada Kyuhyun

“kau ini tidak sabaran sekali sih, ini makananmu”katanya sambil menyerahkan makananku. Aku melirik pada nayoung, dia tersenyum bahagia. Syukurlah

“Kyuhyun -ah bisa tolong suapi nayoung??”pintaku, kulihat nayoung terkaget

“aani, tidak usah aku makan sendiri saja eonni”tolak nayoung, wajahnya sedikit memerah. Aku tersenyum

“ani, saeng tidak boleh membantah. Kyuhyun-ah suapi dia”pintaku lagi, Kyuhyun menangguk terpaksa. Aku tahu perasaannya sekarang, tapi aku hanya ingin membuat adikku bahagia semampuku

Aku menyendok makanan itu ke mulutku, kulihat Kyuhyun kini menyuapi adikku. Kulihat hanbyul sedang duduk melihatku makan

“hanbyul-ah kau juga harus makan”kataku sedikit memerintahnya, dia menggeleng lalu tersenyum

“ani..kau saja yang makan”tolaknya, aku cemberut lalu menyendok makanan itu lalu mengarahkan sendok ke depan mulutnya

“ayo makan…aaaa”aku bermaksud menyuapinya, bagaimana pun hanbyul adalah teman yang sangat baik. Dia sangat mengerti apa yang aku mau. Dengan ragu dia membuka mulutnya dan aku menyuapinya. Aku tersenyum puas karena ia sedang mengunyah makanannya. Aku melihat Kyuhyun menatapku entahlah sepertinya dia cemburu.

“wae Kyuhyun -ah kau mau juga di suapi?”tanyaku, dia mengangguk ceria

“nayoung-ah suapi dia, tangan eonni tidak sampai”aku kembali menggoda nayoung, wajah Kyuhyun kembali cemberut. Dia berjalan ke arahku dan memegang tanganku lalu menyendok makanan itu lalu memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri. Dia mengunyah dengan wajah kesal lalu kembali ke tempatnya semula.

Aku dan hanbyul tertawa melihat ekspresi kesalnya, nayoung pun ikut tertawa. Kyuhyun semakin kesal

“yak..kenapa kalian menertawaiku…uhuk uhuk”dia tersedak karena berbicara dengan makanan yang masih penuh di mulutnya. Kami terdiam dan panic karena di batuk batuk, dengan cepat nayoung memberikan air putih pada Kyuhyun. Langsung saja Kyuhyun meneguk air putih itu hingga habis dan dia mendesah lega. Sedetik kemudian aku dan hanbyul tertawa lagi, dia mendelik ke arah kami

“yak kalian berdua kenapa menertawaiku hah? Tidak ada yang lucu tahu”omelnya kesal

“habis kau itu terlalu bersemngat sehingga tersedak seperti itu”jawabku enteng, kulihat hanbyul hanya mengangguk di sela tawanya.

“aish kalian berdua sama saja, Cuma nayoung yang baik mau menolongku mengambilkan air putih”kata Kyuhyun memuji nayoung, seketika wajah nayoung memerah. Aku dan hanbyul saling bertatap-tatapan lalu melihat Kyuhyun dengan tatapan menggoda

“ohh bgitu rupanya”kata hanbyul, aku hanya tersenyum jahil

“yak kalian berdua awas yah”ancam Kyuhyun dengan wajah sangarnya, tetap saja aku dan hanbyul hanya tertawa melihatnya

@@@@

Lee Nayoung POV

Hari ini, aku keluar dari rumah sakit, tetapi aku harus tetap menjaga eonni. Aku sangat kagum dengan eonni, padahal kanker itu adalah penyakit yang sangat berbahaya. Dari hari ke hari, ingatan eonni semakin berkurang, dia bahkan sekarang sudah lupa dengan kejadian kemarin dan kini dia menggunakan kacamata. Karena dia tidak akan bisa melihat tanpa bantuan kacamata. Itu merupakan tanda buruk bagi eonni, karena kanker itu menggerogoti otak dan perlahan semua fungsi organ eonni akan berkurang. Tetapi, eonni tetap saja seperti biasa dan seperti tidak beban sama sekali. Daridulu aku ingin sekali mengikuti sifat eonni itu, sangat tegar, berpikiran dewasa, dan sangat perhatian. Tetap saja, aku tidak bisa seperti eonni, tak ada satupun orang di dunia ini bisa seperti eonniku ini.

Mungkin inilah yang membuat orang di seklilingnya betah di dekatnya. Kyuhyun oppa, dari kecil lebih memilih dekat dengan eonni daripada teman namjanya, dan sekarang aku tidak tahu pasti kapan hanbyul oppa dekat dengan eonni. Setahuku, dia adalah namja yang tak kalah popular dengan kyuhyun di  sekolah, namja itu sangat sempurna tampan dan tinggi fisiknya sempurna, bukan Cuma itu dia kaya dan sangat jenius. Appanya adalah dokter yang merupakan dokter di rumah sakit ini sekaligus yang menangani eonni dan ibunya adalah seorang psikologis dan kepintaran itu turun ke anaknya.

Dan aku heran kenapa namja sepopuler dia tiba-tiba bisa dekat dengan eonni, padahal aku yakin mereka pasti belum pernah bicara satu sama lain. Dan sekarang nyatanya, dia sangat baik pada eonni, aku juga pernah mendengar gossip di sekolah hanbyul oppa tengah lari dengan paniknya sambil menggendong eonni, dan mereka pernah ke sekolah bersama. apa hanbyul oppa sudah tahu penyakit eonni sebelumnya?

Aku masuk ke kamar eonni dan ku dapati eonni sedang sibuk menulis di buku harian

“eonni sedang apa?”tanyaku, dia menatapku lalu tersenyum, walaupun wajahnya pucat dia masih tetap saja menunjukkan wajah cerianya

“eonni sedang menulis kejadian hari ini, aku takut suatu hari nanti aku akan melupakannya semua, semenjak dokter memberitahuku tentang keadaanku sekarang. Aku selalu menulis kejadian-kejadian yang aku alami di buku ini” dia menunjukkan buku itu padaku, aku mengambil buku itu dan melihat sampulnya warnanya berwarna hitam dan bermotif bintang bintang berwarna putih dan ada tulisan di sampul itu

” My Memories”

Aku menyerit heran, darimana eonni mendapat buku seperti ini? setahuku eonni tidak punya buku seperti ini.Aku membuka halaman pertama buku itu dan ada foto eonni terpampang di lembar itu dan ada tulisannya

“tulislah kejadian-kejadian yang sudah kau alami walaupun buruk kau harus menulisnya. Agar kau bisa mengingat semua yang pernah kau alami tanpa melupakan satu hal apapun. Aku harap buku ini bisa membantumu mengingat semua kenanganmu.

“Don’t forget with you memories because memories make you feel all feeling, like happy, sad, disappoint and angry” One star é

Aku menatap eonni penuh penasaran sedangkan eonni hanya menunjukkan wajah datarnya

“setahuku eonni tidak punya buku seperti ini dan sejak kapan eonni narsis menaruh foto eonni di lembar pertama?”tanyaku penuh penasaran, dia tersenyum lalu mengambil buku itu

“ini hanbyul yang memberikannya pada eonni, dia yang menyuruhku untuk menulis semuanya di buku ini” jelas eonni, hanbyul oppa? Jadi dia orangnya

“kau tahu eonni, buku seperti ini jarang sekali tahu, pasti hanbyul oppa sengaja memesannya. Sampulnya benar-benar unik dan tulisan itu juga”komentarku tentang buku itu.

“jinja? Eonni juga berpikir seperti itu. Ah iya soal foto itu eonni tidak tahu, waktu dia memberiku buku ini foto itu sudah ada. Aish dasar hanbyul, darimana dia mendapat fotoku aku kan tidak suka memamerkan fotoku”kata eonni menggerutu, aku tersenyum

“hey !!! in your picture, you are so beautiful. You know?” hanbyul oppa datang dan langsung merespon eonni yang sedang menggerutu tadi, dia datang seperti setan saja dan tiba-tiba bicara dengan menggunakan bahasa inggris. Ini masih di seoul oppa bukan di kampung halamanmu di Australia.

“yak! You kidding me, I don’t like it. And don’t speak English in here, you are in seoul now, Australia is not here. Once again you speak English, I will be to kill you. Understand?” eonni menjawab dengan menggunakan bahasa inggris dengan perasaan kesal, kulihat hanbyul hanya tertawa

“arraseo, arraseo. Don’t kill me, right?”kata hanbyul oppa meminta maaf. Aku hanya tertawa melihat kelakuan hanbyul oppa

“dan apa maksudmu dengan menulis ini? one star? Kau kira aku tidak tahu arti one star?. One star kalau dalam bahasa korea yaitu hanbyul dan itu adalah namamu. Kenapa harus ada namamu di buku ini sih aish” gerutu eonni lagi semberi menunjuk tulisan di halaman pertama yang ada tulisan one star dan gambar bintang

“ternyata kau pintar juga yoori-ya. Tapi buku itukan pemberianku, aku mendapatkan buku itu susah tahu, aku harus memesannya. Seharusnya kau berterima kasih dong. Yah aku memang sering menulis one star, menggambar satu bintang atau Jason untuk inisialku”kata hanbyul oppa tak terima

“Jason?”tanyaku heran

“ne, kau tidak tahu yah? namaku di Australia adalah Jason. Hello my name is Jason jang, or one star?”kata hanbyul oppa lalu terkekeh, aku juga ikut terkekeh yang melihat tingkahnya yang sok itu.

“shut up mr.jason”ledek yoori eonni lalu tertawa

“ah iya oppa, kenapa sampul buku itu bintang? Jangan bilang karena itu juga dari namamu?”tanyaku penuh selidik, kalau benar namja ini benar-benar narsis, apa ia memang berniat memberi buku itu pada eonni atau tidak sih

“tentu saja, bukan Cuma karena namaku. Bintang itu adalah satu-satunya benda langit yang bersinar, matahari juga adalah bintang. Bintang memiliki filosofi selalu bersinar terang walaupun letaknya yang sangat jauh, dan tanpa bintang langit malam jadi tak indah. Itu persis seperti yoori, selalu ceria walaupun sangat sulit ku gapai tetapi tetap saja ia selalu cantik dan ceria dan tanpa kehadirannya hidupku takkan indah” penjelasan hanbyul itu membuat hening seketika, jadi selama ini hanbyul oppa menyukai eonni dan hanya melihatnya dari jauh. Sepertinya aku harus keluar, aku akan memberikan mereka privasi

“eonni, oppa aku ke kantin dulu yah”pamitku pada dua orang ini yang sedang saling tatap menatap.

Lee yoori POV

Aku hanya bisa menatap hanbyul yang juga sedang menatapku. Aku sangat kaget dengan perkataannya barusan. Walaupun belum sebulan aku mengenalnya tetapi aku sudah memahami sifatnya, dia sangat cerewet, jahil, suka bercanda, dan sangat konyol. Tetapi dibalik sifatnya itu dia sangat baik, perhatian dan pengertian. Dan aku sangat tercengang dengan perkataanya barusan. Dia menyamakanku dengan bintang? Dan aku tahu dia sangat menyukai bintang karena namanya yang berarti satu bintang.

“hhm apa maksud perkataanmu tadi hanbyul-ah?”tanyaku memecah keheningan

“aku hanya bilang kau itu seperti bintang, semua bintang semuanya indah tetapi aku Cuma menyukai satu bintang saja”jelasnya santai

“pasti dirimu sendiri kan?”tebakku asal

“ani…bintang yang paling aku sukai lebih dari diriku sendiri adalah kamu” hanbyul menunjukku lalu menunjukkan senyuman manis. Astaga namja ini sudah gila, apa pembicaraannya sedari tadi menandakan dia sedang jatuh cinta padaku?

“ahahaha..bercandamu lucu sekali hanbyul-ah”kataku mencoba menepis pikiran anehku, dia menatapku serius

“apa aku terlihat bercanda? Kau pasti mengertikan apa yang aku maksud? Aku tahu kau termaksud murid terpintar di sekolah, pasti kau tahu maksud dari pembicaraanku ini” aku terdiam, aku tidak tahu harus berkata apa.

“ha..han..byul-ah” aku berusaha berbicara tetapi menyebut namanya saja aku sampai gagap seperti ini

“saranghae” katanya, aku menatapnya tak percaya. Pikiranku ternyata benar, tapi apa bagusnya diriku ini bisa di sukai namja populer yang sedang menatapku penuh arti. Sekilas aku melihat Kyuhyun sedang menguping di depan pintu, pintu kamar ini tidak tertutup rapat dan aku sempat melihat sosok Kyuhyun dari ekor mataku.

Entah setan apa yang merasuki otakku tiba-tiba aku mendapat ide yang sangat konyol, aku ragu untuk melakukannya. Tetapi, aku berpikir mungkin dengan melakukannya Kyuhyun bisa melupakanku.

“aku sebenarnya juga menyukaimu” jawabku dengan senyuman, aku tahu ini salah. Aku telah membohongi perasaanku sendiri dan menyakiti hanbyul. Tetapi aku yakin ini Cuma sementara, entah kenapa aku tidak bisa berpaling dari namja setan yang selalu mengusik hidupku itu. Padahal di depanku sudah ada namja yang sangat tampan, pintar dan sangat baik yang ternyata menyukaiku. Walaupun aku akui kyuhyun juga tampan, pintar dan sama populernya dengan hanbyul

Dia membulatkan matanya tak percaya, mungkin dia berpikir aku akan menolaknya karena menurutnya aku menyukai Kyuhyun.

Aku kini mendekatkan wajahku ke wajahnya dan bibirku bersentuhan dengan bibirnya. Dia pasti sangat shock dengan kelakuan gilaku ini. ini adalah ciuman pertamaku. aku menjauhkan bibirku dan tersenyum manis pada hanbyul yang masih menampakkan wajah terkejutnya. Aku melirik ke pintu sepertinya Kyuhyun sudah pergi, aku dari tadi mencuri pandang untuk melihat Kyuhyun. Dan sepertinya dia melihat hal gilaku ini. dan sepertinya ia sudah pergi, mianhae Kyuhyun -ah, hanbyul-ah. Aku menyakiti kalian secara bersamaan

“Mianhae Hanbyul-ah….”Cuma itu yang bisa aku ucapkan sekarang. Aku tak berani melihat matanya aku lebih memilih menunduk menatap selimut yang menutup sebagian badanku ini.

“aku tahu, kau pasti sengaja melakukan ini kan? Kau tidak ingin Kyuhyun mengharapkanmu lagi kan?” aku menatapnya tak percaya, kenapa dia bisa tahu jalan pikiranku.

“aku sudah tahu sejak awal. Kalian itu memang sudah saling menyukai satu sama lain, tapi kalian terlalu bodoh dan tidak menyadari perasaan kalian masing-masing. Dan kau melakukan ini semua karena kau tidak ingin melukai hati nayoung kan?. Kau selalu berusaha mendekatkan nayoung dan Kyuhyun padahal kau sudah tahu Kyuhyun menyukaimu. Dan kau melakukan tadi, karena Kyuhyun melihatnya kan?” aku terdiam, berarti dia juga tahu kalau sedari tadi Kyuhyun mengintip?

“jadi, kau sudah tahu kalau Kyuhyun sedang mengintip? Berarti perkataanmu itu tadi hanya ingin membantuku kan?”tanyaku semoga saja ia berkelakuan seperti tadi semata-mata hanya ingin membantuku

“aku memang membantumu, tetapi perkataanku yang tadi soal perasaanku itu benar” aku melihatnya menatapku dalam, sepertinya dia tidak bohong, otthokhe apa yang harus aku lakukan sekarang

“tanpa kau jawab pun aku sudah tahu jawabannya. Kau hanya mencintai Kyuhyun. Aku sudah merasa senang berada di dekatmu, menolongmu, mendengarkan curhatmu dan melihat  senyumanmu. Kau tahu, dari dulu aku suka sekali memperhatikanmu dari jauh, aku tidak berani mendekatimu apalagi ada Kyuhyun yang selalu ada bersamamu. Tetapi, aku merasa ada kepuasan sendiri melihat tawamu dari jauh. Dan waktu kau sendirian di taman sekolah, aku memberanikan diri mendekatimu perasaanku saat itu sangat senang karena akhirnya aku bisa berdekatan denganmu” jelasnya, aku tak percaya murid populer ini selalu memperhatikanku dari dulu.

“mianhae hanbyul-ah…. Kau tahu sejak berbicara denganmu pertama kali, aku merasa kau adalah namja yang baik, tetapi aku malah menyakitimu. Andai saja, aku lebih dulu bertemu denganmu pasti aku akan menyukaimu daripada namja setan itu” dia tertawa mendengar responku, namja ini terlalu baik di saat seperti ini dia masih bisa tertawa

“lalu, kenapa kau melakukan semua ini. kau sudah jelas menyukai Kyuhyun tetapi malah kau menyakiti perasaanmu sendiri?” tanyanya

“ini semua demi adikku nayoung. Dia menyukai Kyuhyun, waktu itu dia sangat sedih karena mengira Kyuhyun menyukaiku dan disitulah aku mengetahuinya. Aku juga sangat bingung harus bersikap seperti apa. Dan aku pikir Kyuhyun lebih pantas bersama nayoung, tidak ada lagi yang bisa diharapkan dariku. Penyakit ini akan membunuhku secara perlahan, dan aku tidak ingin adikku bersedih karenaku. Aku tidak ingin egois yang hanya mementingkan perasaanku dan tidak memperdulikan perasaan adikku sendiri”

“di dunia ini Cuma nayoung yang selalu memperhatikanku. Orang tua kami pindah dan aku tidak ingin pindah dari seoul. Dan nayoung rela tinggal bersamaku padahal aku tahu ia sangat ingin tinggal di jepang bersama orang tuaku. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri kebahagian nayoung adalah nomor satu bagiku. Walaupun aku harus merelakan kebahagianku sendiri, aku tidak peduli” aku kembali menunduk, apa nayoung masih bisa bahagia jika aku sudah tidak ada?

Ku rasakan hangat menjalar di tubuhku, aku mendongak ternyata hanbyul kini tengah memelukku, ia berusaha untuk menenangkanku dan mencoba menyemangatiku. Semua bisa kurasakan dari pelukannya

“Gomawo hanbyul-ah…sudah datang di kehidupanku, membuatku sedikit lebih lega dengan kehidupanku yang sangat melelahkan ini. mianhae jeongmal mianhae karena aku tidak bisa membalasmu dan menyakitimu, padahal kau yang selalu membuatku merasa tenang” kataku di sela pelukannya

“sudahlah yoori-ya, jangan meminta maaf lagi. aku tidak apa-apa kok. Yang terpenting sekarang adalah dirimu. Kau tidak boleh terlalu banyak pikiran, cobalah untuk melupakan hal itu sejenak. Buat dirimu lebih tenang, kau tidak ingin membuat nayoung sedihkan? Tenang saja aku akan selalu bersamamu”hanbyul mengelus lembut punggungku. Terima kasih tuhan sudah menurunkan salah satu bintangmu untuk menenangkanku.

@@@@

Cho Kyuhyun POV

Aku berlari menyusuri lorong rumah sakit, aku tadi sedang pergi membelikan makanan untuk nayoung dan aku mendapat telpon kalau yoori tiba-tiba sakit kepala dan pingsan. Tuhan, aku tidak ingin kau mengambil yoori terlalu cepat. Aku pun sampai di depan kamar yoori, kulihat hanbyul sedang duduk menunduk menatap lantai sedangkan nayoung menangis sesegukan di sampingnya. Aku menghampiri mereka

“ada apa dengan yoori?” tanyaku panic, mereka berdua memandangku dengan tatapan sendu, nayoung seketika memelukku. Aku pun membalasnya mencoba menenangkannya

“wae gurae nayoung-ah…ada apa dengan eonnimu?”tanyaku sedikit lembut dan berusaha tenang

“eonni…tiba-tiba sakit kepala dan pingsan…aku takut oppa, eonni meninggalkanku sendirian”kata nayoung berusaha berbicara di sela tangisannya.

“tenanglah, aku yakin eonni pasti baik-baik saja. kau tidak sendiri nayoung-ah, oppa dan hanbyul ada disini menemanimu” aku berusaha menenangkannya. Padahal suasana hatiku juga sudah tidak karuan. Kemarin aku mendengar pembicaraan hanbyul dan yoori sudah membuatku sakit hati. Tetapi, perasaanku mengatakan ini semua salah. Tidak mungkin yoori menyukai hanbyul, aku yakin sekali dia juga menyukaiku, hanya saja ia tidak mau menerima perasaanku karena takut nayoung terluka tetapi ketika aku melihatnya dia mencium hanbyul aku sangat sakit hati. Kenapa ia melakukan semua itu? apa maksudnya?. Dan sekarang ia pingsan lagi, ini membuatku semakin frustasi. Di satu sisi aku sangat sakit hati terhadapnya dan di satu sisi aku sangat sedih dan khawatir dengan keadaannya sekarang. Aku takut ia tiba-tiba menghilang dari hadapanku walaupun ia sudah melakukan sesuatu yang membuat hatiku sakit.

Tak lama dokter jang keluar dari ruangan inap yoori, dan menghampiri kami bertiga

“kita sudah tidak bisa berbuat banyak lagi, kankernya sudah menggerogotinya. Ini sudah tidak bisa di sembuhkan lagi. kita hanya bisa berdoa semoga yoori bisa tetap bertahan” kata-kata dokter jang sukses membuatku tertekan

“apa maksud dokter?? Kau ingin bilang kalau yoori tidak bisa di selamatkan lagi begitu? Apa kita hanya harus pasrah sampai ia meninggal begitu? Apa tidak ada hal yang bisa kita lakukan supaya yoori bisa selamat dari penyakit sialan itu” teriakku frustasi, aku sudah tidak peduli dengan siapa aku bicara dan berada dimana. Aku tidak ingin kehilangan yoori

“maafkan kami, kami Cuma bisa berusaha semampunya. Kami ini juga manusia biasa, tidak bisa berbuat banyak. Tolong mengertilah kami, kami akan tetap berusaha” kata dokter jang

“appa, lalu bagaimana dengan keadaan yoori sekarang? Apa kami sudah bisa melihatnya?”tanya hanbyul yang berusaha melihat tegar

“kita tidak bisa berbuat banyak, kami hanya bisa menghilangkan rasa sakit yang yoori derita. Sekarang yoori sedang dalam masa kritisnya, setelah kakinya sudah lumpuh, kondisi matanya yang hampir buta dan ia sudah kehilangan separuh ingatannya. Mungkin akan terus berlanjut”

“kalian sudah boleh melihatnya di dalam, tetapi jangan sampai menganggu ketenangannya. Hubungi aku jika terjadi apa-apa” lanjut dokter itu, aku mengangguk dan secepatnya masuk ke dalam ruangan itu. kulihat yoori terbaring lemah dengan selang-selang aneh yang menempel di tubuhnya. Aku menghampirinya dan duduk di sebelah ranjangnya. Aku menyentuh tangannya yang sangat lemah dan dingin

“tanganmu dingin sekali naeri-ya, apa AC di sini terlalu dingin untukmu? Akan kunyalakan pemanas ruangan disini. Aku tahu kau mudah kedinginan hanya karena berada di ruangan ber-AC” aku menggenggam tangannya yang mungil itu

“biar aku menyalakan pemanas ruangannya” hanbyul pun menyalakan pemanas ruangan yang berada di samping ranjang yoori ini.

“bagaimana yoori-ya, apakah sudah hangat? Kau ini benar-benar kampungan, hanya karena AC saja kau sudah kedinginan seperti ini” aku mencoba terus mengajaknya bicara aku berharap ia bisa mendengarku lalu bangun dan memukul kepalaku seperti biasanya. Tetapi nihil yoori tetap tidak bergeming

“naeri-ya…kenapa kau tidak memarahiku? Aku mengejekmu tadi..kumohon naeri-ya bangun, apa kau tidak tahu aku aku sangat merindukanmu bertengkar bersamaku, makan bersamamu dan rindu semuanya tentangmu” aku tak tahan lagi, air mata yang tahan selama ini keluar begitu saja. dari umur 4 tahun aku sudah mengenalnya dan dia satu-satu orang yang bisa membuatku nyaman. Padahal dulu aku mempunyai banyak teman namja tetapi aku malah memilih bermain dengan yoori, yang adalah seorang yeoja. Sebelumnya aku memang malas bermain bersama yeoja karena menurutku yeoja itu tak menarik, cengeng dan cerewet. Tapi entah kenapa kau malah nyaman bersama yoori.

Aku tersentak, tiba-tiba tangan yang sedari tadi ku genggam erat itu perlahan bergerak. Aku menatap yoori

“yoori-ya, kau sudah sadar?”tanyaku antusias, perlahan ia membuka matanya, ia mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba menyesuaikan penglihatannya.

“eonni..kau sudah sadar?”nayoung juga ikut senang melihat yoori sudah sadar, airmatanya masih terus mengalir di pipinya.

“nayoung-ah…aku tidak bisa melihat dengan jelas….”kata yoori pelan, segera saja aku meraih kacamata yang sering ia pakai akhir-akhir ini untuk membantu penglihatannya yang sudah semakin memburuk. Aku pun memakaikannya

“otte? Apakah kau sudah bisa melihat dengan jelas naeri-ya?”tanyaku

“eoh..lumayan, aku sudah bisa melihatmu Kyuhyun -ah”kata yoori lalu tersenyum, aku sangat senang bisa melihat senyumannya lagi.

“syukurlah…aku akan memanggil appa untuk memeriksamu” kata hanbyul pada yoori, yoori menggeleng lemah

“tidak usah hanbyul-ah..aku hanya ingin berbicara pada kalian bertiga” tolak yoori, hanbyul pun mengangguk mengerti

“nayoung-ah kemarilah..aku ingin memelukmu” kata yoori, terlihat dari wajahnya ia sangat senang melihat dongsaeng satu-satunya itu. nayoung menghampiri yoori yang terbaring lemah lalu memeluknya, tangisnya tambah pecah sedangkan yoori mencoba tersenyum menahan tangisnya

“mianhae young-ah..aku bukan eonni yang baik untukmu. Aku tidak bisa menjagamu dan melindungimu seperti dulu lagi. maafkan eonni karena membuatmu sendirian dan kesepian dirumah, dan selalu membuatmu menangis seperti ini”kata yoori di sela pelukannya

“aniyo eonni, kau tidak salah. Eonni adalah eonni yang paling baik di seluruh dunia. Kau selalu membuatku nyaman, melindungiku, dan melakukan semua hal yang aku inginkan. Mianhae eonni karena aku pernah mengataimu jahat. Aku memang egois, tidak memikirkan perasaan eonni” balas nayoung

“gomawo saeng-ah sudah menjadikanku eonni yang paling bahagia di dunia ini karena memiliki dongsaeng sepertimu. Soal itu, eonni tidak apa-apa. Aku mohon satu hal padamu saeng-ah, jadilah yeoja yang kuat dan tidak mudah menangis arra?” yoori memperingatkan, nayoung hanya mengangguk. Yoori melepas pelukannya dan menatap nayoung tak lupa senyuman yang bertengger di bibirnya.

“ja..sekarang, kau jangan menangis ne? kau sudah berjanji pada eonni. Kalau kau menangis aku akan menghukummu” ancam yoori lalu tertawa, ia menghapus air mata nayoung. Nayoung ikut tertawa

“ne eonni, aku akan berusaha menjadi yeoja yang kuat dan tidak cengeng sepertimu eonni” nayoung kini menampakkan senyumannya walaupun matanya terlihat sembab karena dari tadi ia tidak pernah berhenti menangis.

“hey mr.jason. what are you doing here…come here” canda yoori pada hanbyul yang hanya duduk di sofa ruangan ini. aku tahu ia pasti menangis dan lebih memilih menjauh agar tidak ada orang yang melihatnya menangis. Hanbyul pun tersenyum lalu menghampiri yoori, ia kini berada di sisi kiri ranjang yoori dan aku masih tetap berada di samping kanannya duduk di kursi dekat ranjangnya.

Yoori meraih tangan hanbyul yang berwarna putih susu itu. lalu tersenyum lembut pada hanbyul, mungkin ini waktunya tidak tepat tetapi aku sangat cemburu jika melihat mereka berdua, apalagi sejak melihat peristiwa itu. aku tak percaya kenapa yoori malah menyukai namja bule itu.

“what are you doing in there ? Cry ?  you’re crybaby. What are you crying about huh??” yoori kembali bercanda sembari memainkan tangan hanbyul yang berada di genggamannya

“stop teasing me mrs. Lee” hanbyul sepertinya tidak terima di goda oleh yoori. Yoori dan nayoung sontak tertawa karena hanbyul terlihat malu karena ketahuan menangis

“okay. I will not tease you anymore. I just want to thank you Mr. jang ”  yoori kembali tersenyum lembut

“aku sangat berterima kasih padamu karena sudah menemaniku di saat aku sendirian. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku selanjutnya jika kau tidak menolongku waktu itu dan kau selalu setia menemaniku di rumah sakit. Aku sangat senang kau sangat perhatian padaku, you’re the best Mr. jang. You’re my star” hanbyul ikut tersenyum, tangannya yang sedari tadi di genggam oleh yoori kini ikut mempererat genggaman seolah ia tak ingin melepasnya. Ia menunduk dan mendekatkan wajahnya ke arah yoori. Apa yang dia lakukan???

Bibir hanbyul kini bersentuhan di kening yoori, ia mengecup dahi yoori dengan lembut .Dengan cepat Aku mengalihkan perhatianku sejenak, aku tidak mau melihat adegan yang menyakitkan hatiku terlalu lama . setelah beberapa detik aku mengalihkan perhatianku pada mereka, hanbyul sudah kembail di posisinya semula, dan kudengar kalimat yang meluncur keluar mulut hanbyul yang membuatku semakin sakit

“you’re my star too, saranghae”

Lee Nayoung POV

Aku benar-benar tak percaya, hanbyul oppa menyukai yoori eonni. dan aku bingung dengan eonni, menurut penglihatanku ia menyukai Kyuhyun oppa. Tetapi, kenapa dia malah mengaku bahwa ia menyukai hanbyul oppa?. Atau mungkin hanya perkiraanku yang salah. Hanbyul oppa memang sangat baik, dia selalu ada untuk eonni selalu menjenguk dan menjaga eonni di rumah sakit. Aku melihat Kyuhyun oppa memalingkan wajahnya ketika hanbyul oppa ingin mencium eonni. sudah kuduga, Kyuhyun oppa memang menyukai eonni, dan selamanya akan tetap menyukai eonni. oppa, apakah kau tidak bisa berpaling dariku sedikit saja? apa tidak ada sedikit celah di hatimu untukku oppa?. Aku juga sangat menyukaimu Kyuhyun oppa, sama seperti kau menyukai eonni bahkan lebih rasa sukamu pada eonniku.

Aku sadar bahwa Kyuhyun oppa tidak pernah melihat sebagai yeoja seperti ia melihat eonni. ia hanya menganggapku sebagai adiknya, itu yang kurasakan selama ini. aku tidak merasakan cinta dari seorang namja untuk yeoja melainkan cinta seorang oppa untuk dongsaengnya. Aku berjanji mulai sekarang aku akan menghapus rasa sukaku ini dan mencoba menerima cinta seorang oppa dari Kyuhyun oppa.

“saeng-ah, hanbyul-ah..bisa kah kalian keluar sebentar ? aku ingin bicara berdua saja dengan Kyuhyun” suara eonni menegurku yang sedari tadi sibuk dengan pikiranku sendiri. Aku tersenyum lalu mengangguk. Aku pun keluar bersama hanbyul oppa

“kau memang tidak bisa membohongiku yoori-ya” aku mendengar suara hanbyul oppa yang pelan, aku menoleh kearahnya

“apa maksudmu oppa?” aku tidak mengerti apa maksud perkataannya tadi. Dia menoleh kearahku sembari tersenyum manis

“rupanya kau tidak mengerti nayoung-ah…mungkin kau akan merasa sakit jika mendengarkan ini nayoung-ah” perkataannya semakin membuatku tidak mengerti

“apa kau sudah menyadarinya? Kyuhyun itu menyukai eonnimu?” tanya hanbyul, aku tersentak. Aku memang merasakannya dari dulu, tetapi aku yang egois selalu menyangkal itu karena aku takut kehilangan Kyuhyun oppa. Dan eonni juga meyakinkanku bahwa Kyuhyun hanya menganggapnya teman tidak lebih. Tetapi, sekeras apapun aku menyangkalnya itu tidak akan terpengaruh, semuanya terlihat jelas dari mata Kyuhyun oppa.

“n…ne” jawabku pada akhirnya

“dan menurutmu eonnimu itu menyukai siapa nayoung-ah? Kyuhyun atau aku?” tanya hanbyul oppa, aku terdiam dan sibuk dengan pikiranku sendiri

“sebenarnya…menurut perasaanku, eonni itu menyukai Kyuhyun n oppa. Itu terlihat dari kelakuannya selama ini. dia bersikap bukan sebagai sahabat melainkan sebagai yeoja yang  sedang jatuh cinta. Tetapi, aku melihat tatapan eonni terhadapmu sangat tulus. Jadi, aku masih bingung” aku menunduk kecewa

“itu benar…eonnimu menyukai Kyuhyun” aku terbelalak menatap hanbyul oppa. Apa maksudnya?

“dia bersikap itu padaku, karena ia menyayangiku sebagai seorang sahabat bukan sebagai namja. Dia hanya menganggapku sebagai guardian angelnya yang selalu menemani dan menjaganya setiap waktu. Tetapi perasaan itu tetap saja beda dengan perasaannya terhadap Kyuhyun. Kau harus belajar nayoung-ah, kau harus bisa membedakan antara perasaan cinta dan perasaan seorang sahabat. Kadang perasaan itu terlihat sama, tetapi jika kita menelitinya pasti akan sangat berbeda” jelas hanbyul oppa padaku. dia tahu semuanya, tapi kenapa ia tidak terlihat cemburu pada Kyuhyun oppa

“kau menyukai eonni kan? Lalu kau tahu semua, tapi kenapa oppa tidak terlihat cemburu dan malah terlihat merelakan eonni?” pertanyaan itu sukses keluar dari mulutku. Pertanyaan itu muncul karena melihat sikap hanbyul oppa yang menurutku aneh

“aku memang menyukainya, ah ani sangat mencintainya. Tapi, apakah aku harus memaksa eonnimu untuk menyukaiku? Kalau aku melakukan hal seperti itu. sama saja aku melukai perasaan orang yang aku cintai. Dan aku tidak mau hal itu terjadi. Nayoung-ah aku ini manusia biasa, jadi aku memang merasa cemburu tetapi aku tidak akan menampakkan hal itu dihadapannya. Sudah cukup ia menderita karena penyakitnya, aku tidak ingin menambah beban lagi”

“eonnimu itu sangat baik, ia selalu meminta maaf dan merasa bersalah padaku karena dia tidak bisa membalas perasaanku. Aku sudah menenangkannya dan meyakinkannya kalau aku baik-baik saja walaupun aku yakin di hatinya masih ada rasa bersalahnya itu. itulah aku selalu bersikap seperti biasanya seolah tidak terjadi apa-apa, karena dengan itu eonnimu tidak akan merasa bersalah lagi” aku sangat tercengang mendengar penjelasan hanbyul oppa. Ia terlihat sangat mencintai eonni, tetapi ia bisa bersikap sangat dewasa seperti itu. ternyata di balik wajahnya yang imut ternyata sifatnya sangat dewasa.

Benar kata hanbyul oppa, kita tidak bisa memaksa kehendak orang, jika dipaksa malah akan menyakiti perasaan orang itu. sekarang aku sudah mengerti semua.

“gomawo oppa, sekarang aku sudah mengerti apa perasaan cinta sebenarnya” ia hanya tersenyum tipis

Cho Kyuhyun POV

Sudah 5 menit kami berdua di ruangan ini, tetapi yoori tidak berbicara sepatah kata pun. Ia hanya menunduk menatap kedua telapak tangannya yang berada di depannya itu. aku memberanikan meraih tangannya dan menggengamnya. Kini ia tatapannya beralih padaku, menatapku dengan sangat dalam.

“bicaralah, tidak perlu ragu” kataku membalas tatapannya itu. aku yakin sedari tadi ia ingin bicara tetapi ia terlihat ragu dan mengalihkan tatapannya kearah lain. Kebiasaannya

“Mianhaeyo” ia kembali menunduk, aku meraih dagu memaksanya untuk terus menatapku

“lihat aku naeri-ya, apa yang sebenarnya ingin kau katakan” aku menatapnya dalam, Ia membalas tatapanku dan tidak berbicara sedikitpun, aku pun melepas tanganku dari dagunya

“mianhae, selama ini aku selalu merepotkanmu. Dari dulu aku selalu memerintahmu walaupun kau mengomel tidak terima tetap saja kau mau melakukannya” ia diam lagi, aku tidak bosannya menatap wajahnya yang semakin pucat setiap harinya.

“dan terima kasih karena kau sudah mau menjadi sahabatku, menjadi pendengar semua keluh kesahku. Mungkin tanpamu hidupku takkan ceria seperti ini. dan terima kasih karena kau sudah mengatakan yang sebenarnya kalau kau menyukaiku” aku melihatnya tersenyum manis

“Dan aku minta maaf sekali lagi, karena berpura-pura tidak mengetahui perasaanmu, mengabaikan perasaanmu, membuatmu sakit hati dan memaksamu untuk menyukai dongsaengku padahal aku tahu kau hanya menganggapnya sebagai dongsaengmu tidak lebih” kulihat matanya berkaca-kaca. Sedari tadi ia memang ingin menangis tapi entah ia mendapat kekuatan dari mana ia bisa menahan tangisnya itu.

“terima kasih kau sudah ikut menjaga dongsaeng kesayanganku itu dan..kau sudah mencintaiku, kau tahu aku sangat senang sekali mengetahui hal itu. go..go mawo yo” akhirnya airmata yang sedari ia tahan itu tumpah begitu saja. kali ini ia menangis di hadapanku lagi, sebelumnya ia juga pernah menangis dihadapanku karena ia sangat rindu dengan orang tuanya yang tidak pernah pulang. Dan ia pernah berjanji ia tidak akan menangis di hadapan orang lain selain diriku. Aku membiarkannya menangis di hadapanku, meluapkan semua emosi yang selalu ia tahan. Walaupun aku sangat sakit melihatnya menangis dan menderita, tetapi aku sangat senang karena ia memilihku sebagai satu-satunya orang yang dapat melihatnya menangis. Karena ia adalah yeoja yang kuat dan tidak cengeng, bahkan tangisannya ini belum pernah ia tunjukkan pada orang tuanya maupun nayoung dongsaeng yang ia sayangi itu.

Aku memeluknya membiarkan ia menangis sepuasnya, aku yakin ini sangat sulit baginya. Aku ingin ia mengeluarkan semua bebannya yang dari dulu ia pendam. Ia memang selalu bungkam soal perasaannya dan lebih memilih menangis diam-diam tanpa di ketahui siapapun dan setelah itu ia akan bersikap seperti biasa seolah-olah tidak terjadi apa. Sungguh kau adalah yeoja yang kuat naeri-ya

“menangislah, aku pernah bilang padamu kan kau bisa menangis di hadapanku daripada kau harus menangis sendiri secara diam-diam. Itu tidak akan membuatmu lega naeri-ya” aku mengelus punggungnya lembut yang kini tengah membenamkan kepalanya di dadaku untuk meredam tangisannya.

Tak lama kemudian aku tak mendengar suara tangisannya lagi, tetapi ia tetap membenamkan kepalanya

“Kyuhyun -ah gomawo…karenaku bajumu jadi basah”aku bisa mendengar suaranya yang tidak terlalu keras itu

“gwenchana, asal kau sudah lega sekarang”

“bisakah kau menolongku untuk yang terakhir kalinya. Aku janji tidak akan memintamu untuk menolongku lagi” DEG jantung berdetak sangat cepat, aku yakin iya bisa mendengar suara detak jantungku yang sangat keras

“katakanlah” aku tetap tidak bergeming, tetap memeluknya. Ku rasakan tangannya melingkar di pinggangku. Akhirnya ia membalas pelukanku.

“aku sangat senang bisa mendengar detak jantungmu ini. aku ingin selalu mendengarnya selamanya. Aku ingin minta tolong padamu. Bisakah kau menjaga detak jantungmu ini agar terus berdetak?” aku tersentak, apa maksud ucapannya ini. jantungku semakin berdenyut cepat

“aku ingin kau hidup bahagia dengan irama bunyi jantungmu ini. menjadi seorang penyanyi yang terkenal,dan menciptakan lagu yang bagus. Aku ingin kau kelak seperti itu. dan aku ingin kau menjaga nayoung untukku. aku ingin kau menjaga seperti aku menjaganya. Anggaplah dia sebagai dongsaengmu dan anggap itu adalah separuh nyawaku yang  masih bisa kau jaga. Bisa kan? Aku yakin pasti kau bisa. Ah sepertinya aku lelah, aku ingin tidur seperti ini. ini sangat nyaman. Saranghae”  hening, itulah suasana ruangan saat ini. kurasakan ia melemah di pelukanku dan seketika juga air mataku tumpah dengan sendirinya.

Apa ini? apa perkataannya tadi adalah ucapan selamat tinggal untukku?. aku melepas pelukan ku dan aku melihat wajahnya yang pucat dan badannya kini sudah lemah. perlahan aku membaringkannya di ranjang. Air mataku kini terus mengalir

“jaljayo, nado saranghae” aku mengecup bibirnya, ini adalah ciuman kami untuk pertama dan yang terakhir kalinya.

Aku bangkit dan lalu berjalan menuju pintu ruangan, aku membuka pintu lalu terlihatlah hanbyul dan nayoung tengah duduk di kursi depan ruangan ini. nayoung melihatku panic, karena melihat air mataku ini

“oppa, apa eonni baik-baik saja?”tanya sepertinya ia takut sekali

“ne, dia baik-baik saja. ia sudah tenang sekarang, ia sudah tidak merasakan sakit lagi nayoung-ah” aku menangis keras, nayoung terbelalak seketika ia berlari masuk ke ruangan. Dapat ku dengar teriakan-teriakannya untuk membangunkan eonninya

“apa maksudmu Kyuhyun -ah?”tanya hanbyul, aku hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaannya

“eonni…jangan tinggalkan aku”teriak nayoung, hanbyul ikut masuk ke ruangan ini. aku melihat nayoung menangis tengah memeluk eonninya. Dan hanbyul, berdiri di samping nayoung sembari menunduk menangis dalam diam. Aku menghampiri nayoung dan berusaha melepas pelukannya. Aku pun memeluknya membiarkan ia menangis di pelukanku

“oppa kenapa eonni meninggalkan kita?? Eonni sudah berjanji padaku agar selalu menemaniku. Tapi kenapa eonni malah pergi” nayoung bersuara dalam tangisannya. Aku hanya bisa memeluknya erat

“dia tidak meninggalkanmu nayoung-ah, yoori selalu ada hatimu. Setiap hari ia selalu menemanimu, kapanpun dan dimanapun. Ia selalu menjagamu walaupun kau kini tak melihatnya” aku berusaha menenangkannya, padahal aku sendiri kini belum bisa memberhentikan tangisanku ini.

‘Yoori-ya aku janji akan melakukan apa yang kau inginkan’ bisikku seorang diri

@@@@

Cho Kyuhyun POV

Kemarin adalah hari pemakaman yoori, semuanya menangis dan akhirnya orang tua yoori datang. Mereka sangat menyesal karena tidak pernah mempedulikan anak sulungnya itu. tapi aku yakin yoori sangat senang melihat orang tuanya menghadiri upacara pemakamannya. Nayoung, walaupun ia kemarin menangis hebat tetapi ia selalu berusaha kuat seperti eonninya dan apa yang di harapkan eonninya. Ia ingin nayoung menjadi yeoja yang kuat seperti dirinya sendiri.

Aku sekarang berada di rumah yoori, seperti biasa aku selalu datang kerumahnya bukan sekedar makan, menonton, main game tetapi aku selalu kesini karena yoori. Walaupun yoori sudah tak ada, aku akan tetap kerumah ini karena aku sudah ingin melakukan apa yang yoori perintahkan. Yaitu menjaga nayoung seperti halnya ia menjaga dongsaengnya itu. nayoung adalah separuh jiwanya yang masih bisa ku jaga sekarang dan aku harus hidup bahagia kelak dan akan menjadi seorang penyanyi dan composer lagu yang hebat. Aku yakin aku pasti bisa yoori-ya.

Langkahku tiba-tiba terhenti di depan kamar yang tidak asing lagi bagiku, kamar yoori. Kuberanikan diri memasuki kamar itu. kulihat kamarnya selalu bersih dan rapi dengan warna hitam putih dan abu-abu mendominasi kamar ini,warna kesukaannya. kulihat di atas meja belajarnya ada sebuah kardus. kardus itu berisi barang-barang yoori sewaktu ia menginap di rumah sakit, kemarin aku masih sempat mengumpulkan barang-barangnya itu. aku pun menghampiri meja belajar itu dan mengintip is kardus tersebut. Mataku tertuju pada sebuah barang, sebuah buku dengan sampul hitam bermotif bintang-bintang berwarna putih dan ada tulisan indah tepat di tengah sampul itu.

” My Memories”

Aku mencoba membuka buku itu, di halaman pertama aku melihat fotonya, entah kapan foto itu di ambil dan aku melirik sederetan kalimat di bawah foto. Sepertinya ini sebuah catatan kecil

“tulislah kejadian-kejadian yang sudah kau alami walaupun buruk kau harus menulisnya. Agar kau bisa mengingat semua yang pernah kau alami tanpa melupakan satu hal apapun. Aku harap buku ini bisa membantumu mengingat semua kenanganmu.

“Don’t forget with you memories because memories make you feel all feeling, like happy, sad, disappoint and angry” One star é

Aku menyerit heran, one star? Apa maksudnya, sepertinya buku ini benda pemberian orang, tapi siapa?. Mungkin kah hanbyul?. Aku membalik halaman pertama itu dan kulihat sederetan tulisan tangan yang sangat ku kenal, tulisan ini tulisan milik yoori

Tuesday, July 10 2010

Aku senang sekali mendapatkan buku ini dari seorang teman yang belum lama ku kenal. Namanya Jang Hanbyul.Ia sangat baik, perhatian, lucu dan hhmm cukup tampan. Hari ini, ia menolongku yang hampir ambruk di sekolah, untung saja ia datang dan menyelamatkanku. Dan kalian tahu, dokter jang yang merawatku itu adalah appanya. Sungguh anak dan bapak ini sangat baik, keduanya sudah menolongku. Sepertinya mereka adalah keluarga malaikat.

Kata dokter jang, karena penyakitku ini memori yang ada di dalam otakku itu akan menghilang secara perlahan karena di gerogoti oleh penyakit sialan ini. lalu hanbyul memberiku buku ini, sebelumnya buku ini miliknya dan belum sempat ia pakai dan akhirnya memberikannya padaku. katanya, aku harus menulis peristiwa yang terjadi walaupun yang buruk sekalipun. Katanya, kalau aku sudah lupa aku bisa membaca buku ini untuk mengingatkanku. Ternyata hanbyul sangat pintar. Dan aku sangat suka dengan buku ini, warnanya adalah kesukaanku hitam dan putih ^^. Kata hanbyul, buku ini ia pesan khusus makanya sampulnya agak istimewa dan jarang di temukan. Ia mendesainnya sendiri, ia sangat menyukai bintang karena arti namanya adalah bintang. Dan karena buku ini sepertinya aku juga mulai ikut-ikutan menyukai bintang. Sampulnya menggambarkan suasana malam yang terang karena adanya ribuan bintang menemaninya.hanbyul bilang bintang itu bagaikan kenangan yang ada dalam otak kita sedangkan buku itu sendiri adalah kita. Jadi sangat cocok sekali jika menulis kenangan-kenangan di buku ini. hanbyul kau sangat jenius. ^.-

***

Sunday, july 15 2010

5 Hari yang kulewati sangatlah rumit, mulai dari gossip-gosip berterbangan di sekolah. Karena aku terlihat datang bersama hanbyul yang merupakan namja populer di sekolah dan kami sebelumnya tidak pernah akrab satu sama lainnya. Lalu kyuhyun, ia kini dengan tidak tahu malunya mengaku kalau ia cemburu pada hanbyul, ia sepertinya betul-betul menyukaiku. Aku bingung harus bagaimana, aku memang menyukainya tetapi nayoung juga menyukainya. Aku tidak mungkin menyakiti adikku sendiri hanya karena seorang namja. Lebih baik aku relakan saja perasaanku ini, dan aku berharap kyuhyun bisa melupakanku dan berpaling pada nayoung.

Dan bodohnya aku, aku tidak bisa menyangkal bahwa aku menyukai kyuhyun dan lebih bodohnya lagi nayoung melihatku yang hampir saja di cium oleh kyuhyun. Mianhae nayoung-ah.

Untung saja aku bisa menyelamatkan nayoung dari truk yang melintas cepat, dan hasilanya aku koma selama 3 hari. Dan begitu aku terbangun hal pertama yang aku cari adalah nayoung. Apakah nayoung baik-baik saja, apakah ia marah padaku. semua pertanyaan itu terputar di otakku. Dan akhirnya aku memaksa hanbyul lagi untuk mengantarku di ruang inap nayoung dan aku sangat lega melihatnya wajahnya yang sedang tertidur dengan pulasnya. Walaupun ada beberapa luka kecil menggores kulitnya yang mulus itu.

Aku sangat senang melihatmu tertawa nayoung-ah, aku harap kau bisa tertawa seperti itu nanti. Mianhae eonni tidak bisa menjagamu selamanya seperti yang kau harapkan. Aku yakin kau pasti bisa hidup tanpa eonni, kau yeoja yang kuat nayoung-ah bahkan melibihiku yang selalu kau anggap kuat ini. tenang saja, kyuhyun dan hanbyul akan selalu ada bersamamu. Dan aku yakin suatu saat nanti appa dan eomma akan datang untuk kita dan meninggalkan prioritas utama mereka yaitu kerja.

***

Monday, July 16 2010

Kali ini bukan Cuma ingatanku yang akan berkurang setiap harinya, kini mataku ikut-ikutan. Mataku setiap harinya mulai mengabur dan aku yakin tak lama lagi aku akan buta. Dan kaki ini sudah tidak bisa digerakkan lagi, tanganku ini juga mulai kaku. Aku sangat khawatir bagaimana caranya nanti aku menulis jika tanganku lumpuh?. Sekarang saja tulisanku yang jelek ini kini semakin jelek saja. aku yakin jika ada orang yang membaca buku ini mereka akan sulit untuk membacanya.

Hari-hariku memang begitu berat tetapi karena ada orang di sekelilingku yang selalu setia menemaniku dan menghiburku, hari yang berat itu digantikan hari yang menjadi paling indah di hidupku. Dengan adanya tawa dan senyuman nayoung membuatku lega dan mau tak mau aku harus ikut tersenyum,nayoung sangat mengerti diriku begitu pula aku yang sangat mengerti dirinya.kami bagaikan bunga dan kupu-kupu saling membutuhkan satu sama lain. kyuhyun sahabat sekaligus orang yang aku cintai itu selalu ada untukku walaupun aku sudah banyak menyakitinya. Dan hanbyul,padahal aku sebelumnya pernah mengenalnya dan tiba-tiba saja kami sangat akrab dan dia orangnya sangat baik. Dia selalu ada untukku,menemaniku, menolongku, ia selalu muncul jika aku membutuhkan sesuatu. Ia bagaikan guardian angel yang datang di kehidupanku hanya untuk menjalankan tugasnya yaitu menemaniku. Ia juga bagaikan bintang bagiku, seperti namanya ia memang seorang bintang. Ia sangat bersinar layaknya bintang dilangit. Ia selalu membuatku tertawa di saat aku sedang sedih,menghiburku di kala aku kesepian. Ia adalah bintang yang bersinar di hadapanku. Aku yakin ia akan menjadi seorang bintang suatu saat karena kejeniusannya, ketampanannya, dan mempunyai segudang keahlian itu. ia pandai bernyanyi dan memainkan alat music. Aku rasa ia akan cocok sebagai penyanyi

Dan kali ini aku menyakiti hati seseorang lagi. Hanbyul, orang yang kuanggap sebagai guardian angelku itu. dia menyatakan perasaannya yang sangat tulus itu padaku tetapi apa daya aku tidak bisa menerimanya, walaupun hanbyul adalah orang yang penting bagiku tetapi kyuhyun selalu nomor 1 di hatiku. Dan aku sengaja melakukan hal konyol itu agar kyuhyun bisa melupakanku dan mencoba hubungan baru bersama nayoung. Dan entah hanbyul terlalu cerdas ia bisa tahu kalau aku hanya melakukan hal itu secara terpaksa. Menciumnya tiba-tiba karena aku melihat kyuhyun sedang mengintip. Dan hanbyul seakan tahu jalan pikiranku, ia bisa mengetahui semuanya. Dan ia siap membantu kapanpun. Aku merasa sangat bersalah padanya, tidak ada yang bisa kulakukan untuknya untuk membalas semua kebaikannya. Hanbyul-ah jeongmal mianhae

***

Monday, July 25 2010

Hari- hariku semakin indah saja, walaupun badanku kini sulit di gerakkan. Dan karena aku bosan di rumah sakit ini aku iseng-iseng menulis lirik lagu. Yah walaupun kyuhyun, nayoung dan hanbyul bergiliran datang ke rumah sakit tetap saja ada saat dimana aku kesepian dimana aku hanya bisa berbaring dan duduk di ranjang ini atau hanya menulis ingatanku di buku ini.

Lirik lagu? Sebenarnya aku tak punya bakat di seni karena aku minatnya di bidang IT. Dari kecil aku ingin sekali menciptakan sebuah software atau mendesain sebuah panggung ataupun benda-benda lainnya. Tapi, kini tinggal mimpi saja, bahkan berdiri saja sudah tidak bisa. Tetapi, aku pernah bertanya pada kyuhyun yang biasa iseng menulis lagu. Iseng? ayolah, iya pasti bercanda semua lagu ciptaan yang ia dengarkan padaku itu semuanya bagus, apa itu iseng? Kurasa tidak. Katanya ia hanya menulis sesuai perasaan dan kejadian yang pernah ia alami atau ia terinspirasi dari film yang ia tonton. Dan aku ingin mencoba sepertinya menarik.

***

Wednesday, July 25 2010

Setelah lama aku berputar otak mencari kata-kata yang pas. Aku berhasil menulis sebuah lirik lagu. Yah sederhana sekali menurutku, karena hanya itu yang bisa aku gambarkan saat ini. aku memikirkan perasaan apa saja yang aku alami selama ini. semoga saja akan bagus.

THANK YOU

Himdulgo jichyo itdon nege Himi doejwoso Gurigo hangsang neyophe issojwoso Ijesoya marhaneyo (Ketika saya lelah Kau memberiku kekuatan Dan kamu sering berada di sisiku Sekarang saya ingin mengatakan)

Gomabdago Gurigo gudega issoso Hengboghadago.This is for you (Terima Kasih dan karena ada kamu Itulah mengapa saya senang, ini untukmu)

Nunmuri da marugi jone Tto hullyoya hessotdon gu nare (bahwa hari ini air mata mengalir turun lagi sebelum mengering)

Odum sogeso ne sonul jabajwoso Amu marobshi jikhyo bwajwoso, Gomawoyo (kamu memegang tanganku dalam gelap diam-diam berdiri denganku, Terima kasih)

Naboda do himdurossultende Naboda do gogjonghessultende (kamu lebih lelah dari saya benar benar khawatir dibandingkan aku)

Gudega isso irosol su issokgo Nul gomaum maumdul ppunijyo

Karena ada kamu Itulah sebabnya aku mampu berdiri lagi aku selalu sangat bersyukur

Na jugo shiphun gon Nomuna manhi innunde Halsu obnun hyonshire himdurotjyo

dengan apa yang saya ingin berikan padamu Ada begitu banyak Dalam kenyataan itu tidak mungkin, itu sulit Percaya bagiku,

Narul midoyo sonul jabayo Gudewa hamkkemyon Gu otton ilduldo Halsu issul god gatha yongwonhi (mengambil tanganku Jika kita bersama-sama Kita mampu membuatnya, selamanya)

Nunmuri da marugi jone Tto hullyoya hessotdon gunare (bahwa hari air mata mengalir turun lagi sebelum mengering)

Odumsogeso ne sonul jabajwoso Amu marobshi jikhyo bwajwoso (Kamu  memegang tanganku dalam gelap diam-diam berdiri denganku)

Do isang himdulji anhulgoyeyo Himdurodo gudega itjanha (Terima kasih kamu tidak pernah lagi membuatku menjadi letih Bahkan jika saya, akan ada kamu di sisiku)

Marhaji anhado Modungol al su innun (Aku tidak perlu mengatakan itu dan kau tahu apa yang saya maksud )

Guderanun sarami isso Nan hengbogheyo (Karena ada seseorang (kamu) di sini aku sangat senang)

***

Friday,July 27 2010

Sepertinya, aku berhasil lagi menulis sebuah lirik lagu. 2 hari yang lalu lagu itu adalah perasaan terima kasihku pada dongsaengku yang selalu setia menemaniku, tak peduli aku ini mempunyai banyak kenangan. Ia selalu bisa membuat senang, terima kasih hanya itu yang dapat aku ucapkan untuk dongsaeng kesayangku nayoung.

Kali ini, lirik lagu yang aku buat berdasarkan perasaanku pada seseorang yang sering ku sebut guardian angelku itu. ya, jang hanbyul, guardian angelku sekaligus bintang untukku

You’re My Star

nunbusige bitnal nari olgoya (Hari yang bersinar dan berkilauan akan datang)

geuttekkaji ne gyote isso julge (Akankah kau berada di sisiku hingga saat itu?)

hessari gadeukhan benchie anjaso (Aku akan duduk di bangku yang dipenuhi oleh sinar mentari)

noreul kkok anajulgoya (dan memeluk erat dirimu)

neul gakkai eso nareul barabwajudon ttatteut-han ne maeumeurara (Aku tahu hatimu yang hangat selalu melihatku dari dekat)

nomojin nege dasi ironaramyo (Kau berkata padaku yang terjatuh untuk bangkit kembali)

marobsi bicheul bichune (Tanpa kata, kau menyinariku)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)
oduwojin ne mam bichuneun (menyinari hatiku yang gelap)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)

orobuteun nareul nogine (melelehkanku yang membeku)

jo haneul nopi nara oreulgoya (Aku akan terbang tinggi ke langit itu)

nodo ne gyote issojulle? (Akankah kau juga berada di sisiku?)

haneul wie byeolbit gakkai anjaso (Aku akan duduk dekat dengan sinar bintang di atas langit)

soneul kkok jaba julgoya (dan menggenggam erat tanganmu)

jichin okkae wie soneul nemiro judon niga issoso dahengiya (Beruntungnya aku karena ada dirimu yang mengulurkan tangan di atas bahuku yang lelah)

nunmureul dakkgo dasi du pareul bollyo yonggireul nel su issosso  (Aku mampu menghapus air mata, melebarkan kedua lenganku, dan mendapat keberanian lagi)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)

oduwojin ne mam bichuneun (menyinari hatiku yang gelap)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)

oduwojin ne mam bichuneun  (melelehkanku yang membeku)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)

orobuteun nareul nogine (melelehkanku yang membeku)

***

Sunday, July 29 2010

Hari minggu rupanya, tetapi bagiku hari semuanya sama. Aku sudah menulis 2 lirik lagu untuk orang yang berarti di dalam hidupku. Apakah aku juga harus menulis lirik lagu untuk kyuhyun?. Hei dia kan memiliki koleksi lagunya sendiri dan aku yakin semuanya sangat bagus. Tetapi, dia itu sangat berharga bagiku, semoga saja lirik ini tidak membuatku muntah.

Falling

na sarange ppajineun geot gata (Aku sepertinya jatuh cinta)

neoreul bol ttaemada gaseumi ttwieo (Hatiku bergetar setiap kali melihatmu)

eonjen-gabuto seolleideon gaseumi (Sejak beberapa waktu ini hatiku gembira)

ijen jogeumssik apeugi sijakhe (Saat ini, perlahan aku mulai merasa tersakiti)

neon ireon nae maeumeul mollaseo (Kau tak mengetahui perasaanku)

oneuldo naege useumyeo dagawa (Hari ini kau tersenyum dan mendekat padaku)

geureon neoege naneun amureon maldo hal su eobseoseo baraman bomyeonse  (Namun aku tak bisa berkata apapun kepadamu, hanya berharap dapat memandangmu)

I’’m falling in love sigani galsurok (Aku jatuh cinta, seiring waktu berjalan)

I’’m falling in love nae maeumi jarana (Aku jatuh cinta, perasaanku tumbuh)

niga eobseodo haru jongil ni saenggangman (Meskipun tanpa dirimu, sepanjang hari aku hanya memikirkanmu)

haneun na yeogiseo naneun eotteoke hamyeon jo-eunji (Apa yang sebaiknya kulakukan di sini?)

nal baraboneun neoye nun soge (Di dalam matamu yang memandangku)

nae maeumgwa gateun mami eobseoseo (tidak ada perasaan seperti perasaanku)

ollaoneun mal kkeutobsi samkigo samkyeo geureolsurok nae maeumeun deo keojyeo (Pada akhirnya semakin aku menarik kembali kata yang kuucapkan, perasaanku semakin besar)

I’’m falling in love sigani galsurok (Aku jatuh cinta, seiring waktu berjalan)

I’’m falling in love nae maeumi jarana (Aku jatuh cinta, perasaanku tumbuh)

niga eobseodo haru jongil ni saenggangman (Meskipun tanpa dirimu, sepanjang hari aku hanya memikirkanmu)

haneun na yeogiseo naneun eotteoke hamyeon jo-eunji (Apa yang sebaiknya kulakukan di sini?)

iroke jinaejil mot-hal geot gateunde  (Aku rasa aku tak bisa menjalani hidup seperti ini)

nari galsurok o himdeureojweo gaseo (Semakin hari berlalu, semakin terasa berat)

hoksi nae mami jeonhaejimyeon neoye geu maeumdo dallajijin eulji baraebomyeo (Jika mungkin untuk menyampaikan perasaanku, aku harap hatimu tak berubah)

I’’m falling in love sigani galsurok (Aku jatuh cinta, seiring waktu berjalan)

I’’m falling in love nae maeumi jarana (Aku jatuh cinta, perasaanku tumbuh)

niga eobseodo haru jongil ni saenggangman (Meskipun tanpa dirimu, sepanjang hari aku memikirkanmu)

haneun na yeogiseo naneun eotteoke hamyeon jo-eunji (Apa yang sebaiknya kulakukan di sini?)

Hua….ottokhe?. apa ini lirik lagu? Apa sebegitu sukanya pada namja setan itu?. entahlah perasaan inilah yang aku rasakan terhadapnya. Aku menyukainya tetapi sangat sulit untuk mengungkapkannya. Terlalu berisiko jika aku mengungkapnya, orang yang paling aku sayangi akan menjadi korbannya. Lebih baik aku memilih diam, walaupun aku menyakiti diriku sendiri. Itu lebih baik dibandingkan aku menyakiti hati dongsaengku sendiri. Dan sepertinya aku juga menyakiti hati kyuhyun. Mianhae kyuhyun -ah hanya ini yang bisa aku lakukan. Kau memang berharga bagiku tetapi nayoung lebih dari segala bagiku. Dia adalah jiwaku, jiwaku yang separuhnya ada pada nayoung, jika aku menyakitinya berarti sama saja aku menyakiti diriku sendiri. kyuhyun-ah berjanjilah padaku jika aku sudah tidak ada lindungilah jiwaku itu. jiwa yang ada di diriku saat ini sudah tidak bisa kau lindungi lagi. jadi aku mohon kyuhyun-ah tolong lindungi dia. Mianhae kyuhyun -ah aku selalu merepotkanmu, dan apa pernyataan cintamu yang dulu masih berlaku?. Aku ingin menjawabnya walaupun tidak secara langsung. Nado Saranghae kyuhyun

***

Aku menyeka air mataku, aku menangis lagi. tulisan yoori sukses mengeluarkan airmata. Terjawab sudah pertanyaanku selama ini. kenapa yoori selalu menolakku dan menyuruhku untuk bersama nayoung. Ternyata, rasa sayangnya terhadap nayoung lebih besar daripada rasa sayangnya untukku. ternyata aku salah, aku beranggapan yoori hanya mengalah pada nayoung yang juga menyukaiku tetapi semua ia lakukan hanya untuk adiknya itu. aku tahu ia sangat sayang pada adiknya itu tetapi aku tidak tahu rasa sayangnya sangat besar bahkan melebihi apapun di dunia ini.

Terimakasih yoori-ya kau sudah menerima perasaanku ini, aku sangat senang karena cintaku ini tidak bertepuk sebelah tangan. Terima kasih sudah hadir dalam kehidupanku, membuat kehidupanku yang membosankan menjadi sangat berarti. Aku berjanji akan menjaga separuh jiwamu itu yoori-ya. Kau pasti bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini kan naeri-ya??

“saranghae, jeongmal saranghae”

Flashback END

@@@@

(In July 2012)

Author POV

Seorang yeoja tengah mematut dirinya di cermin. Memandang seluruh badannya apakah penampilannya sudah sempurna ataukah belum. Yeoja itu memakai dress berwarna putih sepanjang lutut, make up tipis yang menghiasi wajahnya dan di kepalanya berhiaskan pita berwarna senada dengan gaun yang ia kenakan.

Suara ketukan pintu kamar tersebut membuat yeoja itu menoleh kearah pintu.

“Nayoung-ah, Donghae sudah menunggu di luar”teriak suara dari luar sana. Tak lama pintu itu terbuka dan terlihatlah seorang yeoja paruh baya tetapi kecantiikannya belum pudar, masih menghiasi di wajahnya

“aigo, anak eomma cantiik sekali, ayo Lee Donghae sudah lama menunggumu” kata yeoja paruh baya kepada anaknya sendiri Lee Nayoung

“Gomawo eomma, aku pergi dulu yah” yeoja itu yang ternyat adalah Lee nayoung itu mencium pipi yeoja paruh baya itu lalu melangkah keluar kamarnya.

Sesampai di ruang tamu, ia melihat seorang namja tampan tengah duduk di ruang tamu rumahnya, namja itu tersenyum setelah melihat yeoja yang sedari ia tunggu kini tengah muncul dengan cantiknya.

“oppa, kenapa menatapku seperti itu?” nayoung terlihat malu karena di mata namja itu tak lepas menatapnya.

“aniyo, hanya saja kau sangat cantik” namja itu tersenyum, senyumannya sangat manis, semua orang akan terpesona jika melihat senyumannya itu/ begitupun yang dirasakan nayoung kini

“kajja oppa, nanti kita telat” ajak nayoung, namja itu mengangguk lalu mengambil tangan nayoung lalu menggandengnya meninggalkan rumah yeoja itu.

Lee Nayoung POV

2 tahun berlalu, setelah meninggalnya Lee yoori yang merupakan eonni satu-satunya di dalam hidupku. Dulu, aku selalu akan menangis jika mengingat yoori eonni, tetapi aku selalu mengingat kata eonni yaitu jadilah yeoja yang kuat. Aku pun mencoba mengikuti apa yang eonni katakana dan ternyata sekarang aku sudah berhasil. Aku berhasil menjadi yeoja yang kuat, tegar dan tidak cengeng. Walaupun aku tidak bisa sama persis kuatnya dengan eonniku itu.  di dunia ini, tak ada seorang pun yang bisa menyamai eonniku, yeoja yang begitu kuat. Tangguh, dan tegar. Selalu tersenyum walau sebenarnya hatinya sedang menangis. Eonni takkan tergantikaan di hatiku.

Hari-hariku berlalu, kini aku tengah kuliah di kyunghee university mengambil jurusan Mayor music art. Dan disanalah aku bertemu dengan seorang namja yang bisa membuatku melupakan cinta pertamaku Kyuhyun oppa. Ia adalah Lee donghae, ia adalah mahasiswa sama sepertiku dan kami memang satu jurusan. Kami sudah 3 bulan berpacaran. Ia sangat baik, pengertian dan romantic. Kini, hari-hariku menjadi lebih ceria dengan adanya namja itu.

Kali ini, kami berdua pergi ke konser Kyuhyun oppa. Yah, Kyuhyun oppa sekarang menjadi penyanyi dan composer lagu yang sangat terkenal. Aku dan donghae oppa pun duduk di bangku VIP yang di pesankan khusus oleh Kyuhyun oppa. Ketika aku duduk dibangkuku, aku melirik kesamping bangku di sebelah kiriku. Kulihat seorang namja tampan, dan putih itu. dia menggunakan kacamata besar dengan lensa bening, menggunakan kemeja putih dengan 3 kancing terbuka memperlihatkan kaus dalaman berwarna hitam dan bawahan celana pendek santai selutut berwarna hitam. Di kepala terdapat topi rajutan berwarna biru gelap. Aku sibuk memperhatikannya, sepertinya wajahnya sangat tidak asing bagiku. Tapi siapa yah??

“oh…hanbyul oppa” seruku tiba-tiba, ya aku memang mengenal namja ini, dia adalah hanbyul oppa teman eonni dulu. Dia menoleh lalu tersenyum, senyuman sama seperti 2 tahun yang lalu

“annyeong, lee nayoung bagaimana kabarmu?”sapanya dengan nada santai

“aku baik-baik saja oppa, bagaimana denganmu oppa” tanyaku balik, sungguh aku rindu pada namja ini. sebulan setelah meninggalnya eonni. hanbyul oppa memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di Australia kampung halamannya. Dan aku tidak tahu kapan ia kembali ke seoul

“yah seperti yang kau lihat nayoung-ah…ah di sampingmu itu siapa. Neo namjachingu” hanbyul oppa menggodaku, selalu saja dari dulu ia memang terkenal jahil.

“ah ne, donghae oppa..kenalkan ini hanbyul oppa, ia adalah teman eonniku. Hanbyul oppa, ini lee donghae ia namja chinguku”kataku memperkenalkan donghae dengan malu-malu. Mereka saling berkenalan satu sama lain.

“ah iya oppa, kapan kau balik ke sini? Kau tidak memberiku kabar”kataku pura-pura ngambek

“mianhae nayoung-ah, setelah lulus di Queensland aku langsung dipanggil appaku untuk membantunya di rumah sakit. Dan aku tidak sempat menghubungimu mianhae”katanya sedikit menyesal. Aku tersenyum

“gwenchana oppa. Oppa sudah lulus? Cepat sekali? Jadi kau sekarang jadi dokter seperti dokter jang?”tanyaku penasaran

“ne aku lulus 4 bulan yang lalu, karena aku terlalu jenius jadi aku bisa menyelesaikan semua kuliahku. Dan appaku menyuruhku membantunya di rumah sakit. Ne, aku sekarang sudah menjadi Dokter, hanya saja aku dokter bagian saraf.”jelasnya padaku, ternyata hanbyul oppa berhasil menjadi dokter di usianya yang sangat muda dan bagian saraf? Berarti otak dong. Apa karena eonni dulu mengidap penyakit kanker otak? Ah molla

“tapi oppa, kau tidak terlihat seperti dokter. Lihat dandanmu sekarang, terlalu santai dan trendy. Kau fashionista sekali oppa, kau lebih terlihat seperti artis oppa” aku memperhatikannya dari atas sampai bawah. Ia tertawa mendengar komentarku

“jinja? Yah, aku ini memang seorang dokter. Tetapi, fashion harus di utamakan. Aku tidak ingin di juluki dokter kampungan” aku tertawa dengan alasannya. Ckckck ia tidak berubah sama sekali

“ah iya oppa, tapi kenapa kau bisa ada disini? Aku yakin dokter sepertimu itu sangat sibuk dengan pasien-pasiennya di rumah sakit?”tanyaku heran

“apa dokter tidak boleh berkeliaran di tempat seperti ini? dokter juga perlu hiburan. Dan orang itu yang menyuruhku datang” hanbyul oppa menunjuk ke arah panggung lebih tepatnya pada seorang namja yang tengah berdiri di tengah panggung. Namja tampan nan tegap itu kini berdiri di panggung.

“oh…konsernya sudah di mulai. Ternyata namja bodoh itu sudah terkenal rupanya”komentar hanbyul oppa. Aku melihat Kyuhyun oppa memegang mic, sejak ia berdiri di panggung teriakan penonton yang kebanyakan yeoja ini memenuhi ruangan ini.

“terima kasih sudah hadir di konserku. aku berharap semoga kalian terhibur” suara teriakan kembali terdengar setelah kyuhyun oppa berbicara

“kali ini saya akan membawakan sebuah lagu ciptaan saya sendiri. Lagu ini adalah lagu favorite saya diantara banyak lagu yang pernah saya ciptakan. Lagu ini terinspirasi dari kehidupanku dulu yang sangat berharga bagiku dan takkan terlupakan. Hope Is a Dream That Doesn’t Sleep” suara teriakan dan tepuk tangan setelah kyuhyun oppa berbicara. Lampu panggung mulai redup dan hanya satu lampu yang menyala menyinari tubuh kyuhyun oppa.

na oerowododoe neol saenggakhalddaen

misoga naui eolgule beonjyeo

na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen

sarangi nae mam gadeukhi chaewo

oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman

himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun

ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli

naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom

neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon

dasi ileoseol geoya

naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul

himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon

huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

neul naui gyeoteseo geurimjacheoreom

joyonghi neoneun naegero waseo

na apahaneunji maeil oerounji

geuriumeuro neoneun naege danyeoga

sesangi nal ulge haedo naneun gwaenchana

hangsang niga naui gyeote isseunigga

meonjicheoreom chueoki byeonhaeseo ddeonalgga

geujeo useumyeo maeumeul dalraeeo bwado

nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom

neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon

dasi ileoseol geoya

naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul

himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon

huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

sueobsi neomeojyeo biteuldaedo

naneun ireohgeseo itjana

nae mam hanabbuninde

himdeul ddaemyeon niga ireohge himi dwaejulrae

neoreul hyanghae yeongwonhi

ireohge sangcheo soke seulpeumdeuleul samkinchae

miso jitneun nae moseubeul neoege boyeo julge

ijeneun apeuji ana

eonjena neowa hamgge irugopeun kkum ango

galsu eobdeon jeopyeoneseo neoreul bulreobolgge

nae maeum dahae saranghaneun neoreul

(Translate)

Tidak masalah jika aku kesepian. Setiap kali aku teringat padamu

Senyum menyebar di wajahku

Tidak masalah jika aku lelah. Setiap kali Kau senang

Hatiku penuh dengan cinta

Hari ini saya bisa hidup di dunia yang sangat keras

Bahkan jika aku lelah, ketika ku menutup mata, aku hanya melihat wajah Mu

Mimpi yang masih terngiang di telinga ku

Apakah meninggalkan sisi ku terhadap Mu?

Setiap hari hidup Ku seperti mimpi

Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai

Aku akan berdiri lagi

Bagi ku, kebahagiaan dan kenangan berharga

Akan lebih hangat selama masa-masa sulit

Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur

Seperti bayangan di sisiku Kau selalu

Diam-diam datang kepada ku

Untuk melihat apakah aku sakit?, untuk melihat apakah aku kesepian setiap hari:)

Dengan perasaan kerinduan, Kau datang kepada ku

Bahkan jika dunia ini membuat ku menangis, aku baik-baik saja

Karena Kau selalu di sisiku

Seperti debu, akan mereka berubah dan meninggalkan kenangan?

Aku akan tetap tersenyum untuk memudahkan hatiku

Setiap hari hidup ku seperti mimpi

Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai

Aku akan berdiri lagi

Bagi ku, kebahagiaan dan kenangan berharga

Akan lebih hangat selama masa-masa sulit

Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur

Tidak peduli berapa kali aku tersandung dan jatuh

Aku masih berdiri seperti ini

Aku hanya memiliki satu hati

Saat aku lelah Kau menjadi kekuatanku

Hati Ku terhadap Mu selamanya

Jadi Aku menelan sakit dan kesedihan

Aku hanya akan menunjukkan kepada Mu Senyuman Indah

Sampai aku mati kau selalu ada di hatiku

ku akan selalu berpegang pada mimpi ku ingin memenuhi dengan Mu

Aku akan mencoba untuk memanggil Nama Mu di tempat Aku tak dapat lagi mencapainya

Aku mencintai mu sepenuh hati ku

Suara tepuk tangan terdengar setelah Kyuhyun oppa selesai bernyanyi. Sungguh suaranya sangat bagus dan unik dan lagunya sangat menyentuh. Aku yakin ia terinspirasi dari kisahnya bersama eonni. Kyuhyun oppa yang ternyata menyukai eonni, tetapi eonni berpura-pura tidak peduli dengan perasaan Kyuhyun oppa. Yang padahal eonni juga sangat menyukai Kyuhyun oppa. Eonni melakukan semua itu demi diriku , sungguh aku seperti orang jahat yang memisahkan kisah cinta mereka berdua dan keadaan eonni membuatnya mau tak mau melakukan semua itu. Kyuhyun oppa mengetahui semua hal itu dengan jelas karena membaca catatan eonni di buku pemberian hanbyul oppa itu. dan aku memberanikan membaca buku itu, setelah membacanya semuanya kini semuanya sangat jelas. Aku sekarang bisa merasakan apa yang dirasakan eonni selama ini. air mataku tak hentinya jatuh setelah membaca buku itu. Hanbyul oppa juga sudah membaca buku itu, dan reaksinya sama sepertiku hanya saja ia mencoba tersenyum walaupun airmatanya mengalir di pipinya.

“kali ini, aku menunjuk seorang yeoja untuk menyanyikan sebuah lagu. Lagu ini bukan ciptaanku. Dulu sahabatku menulis 3 lirik lagu untuk orang yang sangat berarti baginya, sekarang ia sudah tidak ada karena penyakit menggorogotinya. Aku mengambil lirik itu dan membuatkan nadanya. Dan 2 lagu itu sudah tidak asing di telinga kalian. Memang lagu itu atas namaku tetapi menurutku lagu itu adalah lagu ciptaannya. Lagu yang pertama berjudul Thank you yang di tujukan oleh adik sahabatku itu, baginya adiknya itu adalah separuh jiwanya. Dan lagu kedua yang berjudul Falling yang di tujukan untukku, ternyata dibalik kisah sahabatku bersamanya tumbuhlah cinta diantara kita. Tetapi suatu keadaan membuatnya sulit dan dia menulis semua itu menjadi bait-bait lagu yang sangat indah” kata Kyuhyun oppa. Aku tersenyum, memang aku membaca 3 lirik lagu yang sempat di bikin eonni. dan Kyuhyun  bertekad ingin menjadi penyanyi sesuai keinginan eonni. Kyuhyun oppa pun mengambil lirik itu dan menambahkan lagu dan 2 lagu itu kini sangat populer. Hanya saja, 1 lagu eonni belum sempat iya arasemen. Dan sepertinya ia sudah berhasil.

“dan lagu terakhir ini, baru sempat aku selesaikan. Dan aku memang berencana untuk membawakan lagu ini tepat di konserku. tetapi, ketika lagu ini selesai aku berpikir lebih cocok jika seorang yeoja. Dan aku punya teman yang mempunyai suara yang sangat cocok membawakan lagu ini” aku hanya mengangguk mengerti, ternyata bukan Kyuhyun oppa yang akan menyanyikan lagu itu.

“Lagu terakhir ini di ciptakan oleh sahabatku untuk seorang namja yang selalu menolongnya di saat ia membutuhkan pertolongan. Namja itu sudah ia dianggap sebagai guardian angelnya dan bintang yang selalu menemaninya. Dan itulah judulnya You’re My Star. Kita sambut Kim YeRin” aku bertepuk tangan begitupun semua penonton yang hadir. Kulihat sekilas wajah hanbyul oppa tersenyum, ia pasti senang karena dirinya dianggap berarti di kehidupan eonni.

Seorang yeoja cantik dengan rambut panjang sepinggang dengan dress berwarna hitam selutut membuatnya seperti bersinar karena kulitnya yang putih. Kulihat Kyuhyun oppa tengah bersiap dengan keyboard yang berada dihadapannya. Tak lama suara piano terdengar merdu. Tak sengaja aku melihat ekspresi hanbyul terkejut melihat yeoja yang bernama YeRin itu. apa ia mengenalnya

You’re My Star

nunbusige bitnal nari olgoya (Hari yang bersinar dan berkilauan akan datang)

geuttekkaji ne gyote isso julge (Akankah kau berada di sisiku hingga saat itu?)

hessari gadeukhan benchie anjaso (Aku akan duduk di bangku yang dipenuhi oleh sinar mentari)

noreul kkok anajulgoya (dan memeluk erat dirimu)

neul gakkai eso nareul barabwajudon ttatteut-han ne maeumeurara (Aku tahu hatimu yang hangat selalu melihatku dari dekat)

nomojin nege dasi ironaramyo (Kau berkata padaku yang terjatuh untuk bangkit kembali)

marobsi bicheul bichune (Tanpa kata, kau menyinariku)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)
oduwojin ne mam bichuneun (menyinari hatiku yang gelap)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)

orobuteun nareul nogine (melelehkanku yang membeku)

jo haneul nopi nara oreulgoya (Aku akan terbang tinggi ke langit itu)

nodo ne gyote issojulle? (Akankah kau juga berada di sisiku?)

haneul wie byeolbit gakkai anjaso (Aku akan duduk dekat dengan sinar bintang di atas langit)

soneul kkok jaba julgoya (dan menggenggam erat tanganmu)

jichin okkae wie soneul nemiro judon niga issoso dahengiya (Beruntungnya aku karena ada dirimu yang mengulurkan tangan di atas bahuku yang lelah)

nunmureul dakkgo dasi du pareul bollyo yonggireul nel su issosso  (Aku mampu menghapus air mata, melebarkan kedua lenganku, dan mendapat keberanian lagi)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)

oduwojin ne mam bichuneun (menyinari hatiku yang gelap)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)

oduwojin ne mam bichuneun  (melelehkanku yang membeku)

noneun byeol i sesang gajang keun byeol (Kau adalah bintang, bintang yang paling besar di dunia ini)

orobuteun nareul nogine (melelehkanku yang membeku)

Konser telah berakhir sejam yang lalu. Aku, donghae dan hanbyul oppa kini menuju backstage karena ingin bertemu dengan Kyuhyun oppa. Kami masuk ke ruangan khusus untuk Kyuhyun oppa. Aku melihatnya tengah duduk di depan cermin sembari melap keringatnya dengan handuk kecil yang ia pegang. Ia menoleh ke arah kami lalu tersenyum.

“bagaimana penampilan oppa tadi?”tanya Kyuhyun oppa padaku. aku mengangkat 2 jempolku lalu tersenyum

“daebak oppa, kau tahu telingaku hampir tuli karena mendengar jeritan fans-fansmu itu” gerutuku, ia terkekeh lalu mengacak rambutku pelan.

“Hyung penampilanmu sangat bagus tadi” komen donghae, Kyuhyun hanya tersenyum. Matanya pun teralih pada hanbyul. Ia menatap tajam hanbyul oppa lalu menghampirinya lalu memukul perutnya.

“dasar dokter sibuk, bahkan ia tidak memberi kabar kalau ia sudah ada di seoul” hanbyul hanya tersenyum setelah menerima pukulan yang lumayan keras di perutnya. Kyuhyun pun ikut tersenyum. Inilah mereka walaupun dulu sama-sama menyukai yeoja yang sama tetapi mereka bersikap sebagai seorang teman, bukan sebagai rival.

“Kyuhyun -ah, kau mengenal kim YeRin?”tanya hanbyul tiba-tiba. Aku menoleh, sepertinya dugaanku benar, hanbyul oppa mengenal yeoja yang menanyanyi tadi.

“ne, dia teman sekampusku dan ia sejurusan denganku. Wae? kau menyukainya?” goda Kyuhyun oppa, kulihat wajah hanbyul memerah

“dimana dia?” tanya hanbyul, tepat hanbyul oppa bertanya, yeoja itu muncul dari balik pintu ruangan ini. mata kami kini mengarah pada yeoja itu.

“Han..Hanbyul oppa?” kata Yerin terlihat jelas ia sangat terkejut melihat hanbyul oppa. Tunggu? Apa sebenarnya hubungan mereka. Hanbyul langsung menarik yeoja itu ke pelukannya.

“yeoja pabo, kenapa kau meninggalkanku hah” teriaknya di sela pelukannya. Yeoja itu melepas paksa pelukan hanbyul oppa

“yak oppa, tidak perlu berteriak di telingaku”gerutunya sembari memegang telinganya yang sakit

“hehe mianhae…bogoshippo”kata hanbyul lalu memeluk yeoja itu, wajah Yerin memerah.

“ya, ya, ya tidak usah bermesraan di depanku” Kyuhyun oppa terlihat kesal dengan adegan di depan matanya itu. hanbyul oppa cengegesan lalu merangkul yeoja itu

“sebenarnya kalian berdua ini ada hubungan apa sih?”tanya donghae terlihat bingung

“teman”

“kekasih” mereka menjawab secara bersamaan tetapi jawaban yang berbeda. Kami semua menyerit heran.

“jadi, teman atau kekasih?” Kyuhyun oppa ingin memastikan rupanya

“ia teman kuliahku dari Australia dan tiba-tiba pindah ke seoul. Hhmm teman tapi sebentar lagi akan jadi kekasihku” jawab hanbyul oppa enteng. Yerin hanya menyikut hanbyul oppa ia terlihat malu.

“hhmm baiklah..kalian pergilah dari hadapanku, bermesraannya di tempat lain saja. atau sekalian sewa restoran mewah lalu dinerlah bersamanya” kata Kyuhyun oppa terlihat asal

“ide bagus, gomawo Kyuhyun -ah…donghae, nayoung kami pergi dulu” kata hanbyul oppa lalu menyeret Yerin pergi. Aku hanya menggeleng melihat tingkah hanbyul oppa. Ia memang tidak berubah, cerewet, spontan, tak tahu malu itulah cirri khas namja itu.

Sepertinya Hanbyul oppa sudah bisa menemukan pengganti Yoori eonni, semoga saja Yerin itu baik dan bisa membuat hanbyul oppa bahagia. Aku juga sekarang sudah bisa melupakan Kyuhyun oppa dan jatuh cinta pada namja yang baik di sampingku ini Lee Donghae dan Kyuhyun oppa kuanggap sebagai oppa kandungku. Ia juga sangat sayang padaku, ia menjagaku layaknya eonni menjagaku. Dan Kyuhyun oppa sendiri aku rasa aku sudah tahu, dihatinya hanya Yoori eonni satu-satunya dan selamanya. Tak ada yang bisa menyamai eonni dan tidak ada yang bisa menggantikannya.

THE END

Huuuuaaa!!!

Otte, otte…ini adalah ff oneshoot pertama author. Mian kalau ffnya jelek. Soalnya author baru pertama kali nulis ff oneshoot. Okk para reader terima kasih udah baca dan komen ff ini. Gomawo!!!! :*

9 Comments (+add yours?)

  1. Babyfishevil
    May 06, 2013 @ 12:17:16

    Wuah,
    thor, kau sukses mumbuat air mata.ku jatuh…..
    Pengorbanan.nya yoori besar bgt ya buat nayoung….
    DAEBAK….

    Reply

  2. yekyu
    May 06, 2013 @ 14:11:19

    emang udah seharusnya author minta maaf..

    Karna FF author sukses bwt mata.ku sembab, gara2 gak berhnti nangis bca FF ni.. 😉 *evilsmirk*
    Daebak author..!! :3

    Reply

  3. ienn
    May 06, 2013 @ 15:49:01

    Daebakk

    Reply

  4. elfishy naima
    May 06, 2013 @ 17:33:28

    wuaaa,, kereeennn
    aku nangis bacanya.. nyesekkkk banget T_T

    keren banget thor (y)
    saya suka.. saya sukaa *alameimei(?)

    Reply

  5. Tian
    May 06, 2013 @ 20:11:13

    Daebak banget thor! Gila, in hidung jdi mampet karna nangis. Keep wraiting! Di tunggu karya” lainnya

    Reply

  6. Haefha
    May 08, 2013 @ 08:19:00

    Gilaaa… Ini one shot panjang banget!

    but, nice ff ^^

    Reply

  7. rizki
    May 08, 2013 @ 11:47:35

    Daebak !!!

    Reply

  8. Novitia Ntc
    May 11, 2013 @ 13:28:47

    Sukses bikin nangis yah ini ff. Daebak thor 🙂

    Reply

  9. Intan cahya sukma
    Jun 13, 2013 @ 22:44:14

    Mewek gue thor bacanya keren dah pokoknya 100 jempol buat author (y)

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: