[YESUNG ENLISTMENT – 1st Winner] This Ain’t A Goodbye

Sebelumnya kami minta maaf untuk keterlambatan publishing karena adanya masalah dengan e-mail kami dan konektivitas dengan jaringan internet.

This Ain't a Goodbye

This Ain’t a Goodbye

Author:  hsw_elf

Main Cast:

–  Kim Jongwoon (Yesung)

–  Kim Yejin

–  Other members of Super Junior

Genre: Brothership, Romance

Rating: PG13

Length: Oneshot

Words amount: 2975

Recommended song: Waiting For You – Yesung

http://rolinfanfictions.wordpress.com

Happy reading, guys. I hope you’ll enjoy it. J

I’ll wait for you until the end of the world.
I
’ll wait for you until the momment fate forbids.


5th Mei 2013

Awal Mei, awal musim panas. Jarum jam baru menunjukkan pukul 10, namun matahari sudah hampir berada di garis tertingginya. Angin berhembus pelan, membelai lembut rambut panjang seorang gadis yang sibuk membaca sebuah pamflet.

Yesung menatap gadis mungil yang berdiri di sampingnya tidak habis pikir, “Kupikir kau mengerti maksud perkataanku beberapa hari yang lalu.”

You said you wanted to enlist quietly, you didn’t want any special event that day. Isn’t it?”  Yejin, gadis itu, berujar malas tanpa mengalihkan tatapannya dari pamflet yang sedang dibacanya.

“Baguslah kalau kau ingat.” Yesung mendesah. Ia membenarkan letak Whystylenya dan menurunkan topinya, berharap tidak ada yang mengenalinya.

“Tapi ini bukan hari H, lagipula ini bukan acara spesial apalagi perpisahan,” hardik Yejin.

Yesung memilih mengalah. Salahnya juga yang menerima ajakan Yejin ke suatu tempat–yang tidak pernah ia bayangkan–pagi tadi.

Setelah satu jam perjalanan dari Seoul, disinilah mereka sekarang. Yongin, Gyeonggi-do. Lebih spesifiknya di sebuah taman bermain terkenal, Everland.

Yesung mengalihkan pandangannya, menatap lurus ke depan dengan ekspresi kagum. Bazaar yang didekorasi meniru replika istana Perancis, negara-negara di Timur Tengah, Spanyol, India, dan Rusia, menyapanya. Tidak hanya menawan secara visual namun gaya arsitekturnya juga mengundang decak kagum para pengunjung, termasuk dirinya.

“Aku sudah membawa baju ganti untuk jaga-jaga siapa tahu kita akan ke Carribean Bay siang nanti. Gelombang setinggi 2-4 meter yang dihasilkan zona laut buatan itu pasti merupakan tempat yang pas untuk bersantai.”

“Siang?” Yesung langsung melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. “Lalu apa yang akan kita lakukan selama dua jam menunggu siang hari datang?”

“Kita akan bermain, mencoba berbagai wahana,” Yejin berujar antusias. Sebelum Yesung menolak dan memilih berbalik menuju pintu keluar, Yejin cepat-cepat menarik lengan pria itu menjauh dari gerbang masuk utama.

.

.

“Sekarang kita ada di Magic Land,” ujar Yejin sambil memerhatikan gambar map di pamflet yang tidak pernah lepas dari tangannya.

Yesung tidak menjawab. Matanya melotot dan mulutnya setengah terbuka ketika melihat berbagai wahana di depannya. Ia menatap prihatin puluhan orang yang sedang diombang-ambing di sebuah roda besar hingga ketinggian beberapa meter di atas permukaan tanah tempatnya berpijak.

Suara teriakan dapat terdengar jelas dari tiap sudut, membuat Yesung merasa tidak nyaman. Ia mengedarkan pandangannya, menatap sekeliling dengan ekspresi tidak suka. Matanya membaca nama tiap wahana. Log Ride, Futuristic Flying Ride, Robot Ride,…

Kaja, untuk pemanasan kita naik yang itu dulu!” Yejin mengamit lengan Yesung dan melangkah mendekati sebuah wahana.

Merasa mereka mulai mendekati sebuah roda besar yang menakutkan, Yesung langsung mendongak untuk melirik sekilas plang besar yang terdapat di atas kepalanya. Roda Ferris.

“Kau yakin mau…”

Terlambat. Yejin sudah menarik lengannya memasuki antrian loket, dan beberapa remaja sudah mengantri di belakang mereka. Yesung menelan ludah gugup. Ini.. baru pemanasan?

.

.

“Oppa, jebal jom!” Yejin terkekeh melihat wajah Yesung yang terlihat tidak bernyawa. Sungguh lucu dan… memalukan.

“Apa lagi?” Yesung bertanya susah payah. Kepalanya pusing dan perutnya mual. Ditambah lagi kakinya yang tiba-tiba terasa tidak kuat menyangga beban tubuhnya.

Masih dengan cengiran geli, Yejin memapah Yesung ke sebuah bangku terdekat. Ia kini menatap pria yang duduk di sebelahnya prihatin. Hal yang tadi dianggapnya lucu ternyata serius. Wajah Yesung benar-benar pucat.

Oppa, gwaenchanha?” Tanya Yejin cemas.

Yesung menggeleng lemah, “Setelah ini apa lagi?”

Yejin cepat-cepat menggeleng, “Kita tidak usah bermain lagi. Kita bisa pergi ke Zoo-topia.”

Yejin serius. Ia sudah lupa pada keinginannya untuk menaiki T Ekspress–roller coaster pertama di Korea yang terbuat dari kayu. Tidak masalah kalau ia harus merombak ulang jadwalnya, lagipula keinginan awalnya kemari bukan untuk bermain, tapi untuk menghabiskan waktu berdua dengan Yesung. Tidak apa kalau mereka hanya duduk disini hingga senja menyapa, Yejin akan tetap bahagia selama Yesung yang menemaninya.

Aniya, aku tidak ingin membuatmu kecewa. Bukankah dari dulu kau ingin kita pergi ke taman bermain bersama? Dan ini hari terakhir dimana aku masih bisa menemanimu,” ujar Yesung. Ia merasa lebih baik sekarang, setelah mengingat wajah bahagia Yejin saat melewati gerbang utama tadi. Dan ini memang hari terakhirnya sebelum menjalankan wajib militer, jadi ia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Oppa, tidak perlu..”

Kaja!” Yesung berdiri dan menarik lengan Yejin.

Yejin tersenyum. Ia hampir saja merasa tersentuh dengan pengorbanan Yesung ketika matanya menangkap seekor kuda putih yang berputar.

Yesung memberikan karcis pada petugas dan menarik lengan Yejin memasuki arena komedi putar. Yejin menatap sekeliling komedi putar yang dipenuhi oleh anak-anak kecil yang sedang duduk manis sambil tertawa riang. Ia menoleh ke sebelah kirinya dan memaksakan sebuah senyum ketika menyadari bahwa Yesung sedang menatap sambil tersenyum lebar.

.

.

“Setelah melihat suasana di restaurant ini, entah kenapa menurutku Hello Kitty Café terasa mulai membosankan.”

Yejin menyapukan pandangannya ke sekeliling restaurant. Pandangannya tertuju pada seorang ibu yang sedang menyuapi anaknya. Pengunjung restaurant ini kebanyakan keluarga kecil, membuat suasana disini terasa hangat, berbeda dengan Hello Kitty Café yang biasa dikunjungi oleh remaja dan pasangan kekasih.

Jinjja? Aku lega mendengarnya. Aku tidak perlu menahan malu saat menemanimu lunch di tempat yang penuh dengan warna kesukaan Sungmin itu.”

Yejin tertawa, merasa sedikit bersalah membuat Yesung berkorban menahan malu setiap kali menemaninya lunch di salah satu café favoritnya itu. Tapi itu bukan salahnya sepenuhnya, Yesung sendiri yang selalu marah kalau ia mengajak Sungmin yang dengan senang hati mau menemaninya ke café imut itu.

Yejin mengalihkan pandangannya. Memandang jalanan di kawasan Global Fair–yang penuh dengan toko souvenir dan berbagai restaurant–dari balik jendela.

“Yejin-a,” panggil Yesung, membuat Yejin menatapnya. “Nareul gidaryeo?”

Akhirnya pertanyaan yang beberapa bulan ini berputar di kepalanya sukses keluar dari bibirnya. Yesung menghela napas pelan kemudian menatap Yejin, tepat di manik mata gadis itu.

Neoreul gidaryeo sesangi kkeutnal ttaekkaji. Neol gidaryeo unmyeongi mageul geu sungankkaji.” Yejin menyanyikan sepenggal lirik dari lagu Waiting For You yang dipopulerkan oleh pria bersuara emas yang duduk di hadapannya.

Yesung tersenyum lebar, merasa tenang sekaligus senang. Ia mengangkat jari kelingkingnya, “Yaksok?”

Sambil tersenyum, Yejin menautkan jari kelingkingnya pada kelingking milik Yesung, “Yaksokhae.

.

.

Yesung memandangi gerbang masuk di hadapannya. “Ini yang namanya Zoo-topia?”

Yejin mengangguk, “Eo.”

Kaja!” Yesung menautkan jemarinya di sela-sela jemari Yejin. Jemari itu mungil, tapi nyaman untuk digenggam, seakan untuk menggenggam jemari itulah jemarinya dibuat.

Yejin sedikit terkejut dengan perlakuan Yesung. Tidak biasanya pria itu berani melakukan skin ship ketika berada di tempat yang ramai. Tubuhnya seakan dialiri oleh aliran listrik yang membawa gelombang hangat ke seluruh tubuhnya.

Mereka berjalan menyusuri Zoo-topia sambil sesekali berhenti untuk berfoto. Setelah puas melihat berbagai binatang mulai dari yang lucu seperti anjing laut, penguin, jerapah, hingga yang menyeramkan seperti singa dan beruang grizzly, mereka memutuskan untuk duduk di sebuah bangku.

Yejin tertawa geli ketika melihat hasil jepretannya. Dalam salah satu foto, terlihat Yesung yang ketakutan ketika seekor anak singa mengaum pelan dan melangkah mendekati pagar pembatas. Tahu-tahu seoonggok benda hitam menghalangi pandangannya.

Yesung melongokkan kepalanya untuk melihat wajah ketakutannya yang–menurutnya–tidak terlalu buruk. Yesung menarik kepalanya, lalu menatap sekeliling. Pandangannya tertuju pada sebuah gerbang bertuliskan Monkey Valley.

“Tiba-tiba aku teringat Eunhyuk,” ujar Yesung tanpa sadar.

“Apa hyeong benar-benar menganggapku mirip monyet?”

Serempak, Yesung dan Yejin menoleh ke sumber suara. Keduanya tersentak. Yesung yang tersadar lebih dulu lantas berseru kesal, “YA! Sedang apa kau disini!?”

Eunhyuk hanya menyengir sementara member lain yang menyusul di belakangnya mulai mengerubungi kedua insan yang tengah duduk di bangku sambil manatap mereka dengan mulut setengah terbuka.

“Kalian menguntit!?” Sambar Yesung.

“Kami juga ingin menghabiskan waktu denganmu hyeong,” ujar Kyuhyun, membuat semua yang ada di situ menatapnya kaget. Tidak ada yang akan percaya evil magnae mereka bisa mengeluarkan kata-kata yang menyentuh.

“Yah, sebelum hyeong pergi untuk waktu yang lama dan tidak tahu akan kembali atau tidak. Kami tidak mau dianggap tidak sopan karena tidak mengantar kepergianmu,” tambah Kyuhyun tanpa memedulikan ekspresi Yesung yang langsung berubah drastis.

“Kami serius hyeong, kami memang mau menghabiskan waktu denganmu. Kami pasti akan sangat merindukanmu,” Siwon cepat-cepat menimpali, berusaha meredam emosi Yesung. Yesung memang tidak suka mendengar apa pun yang berhubungan dengan perpisahan, terlebih maksud perkataan Kyuhyun tadi terdengar seakan ia akan pergi untuk selamanya.

Mereka memang tidak bercanda. Mereka rela dimarahi manager karena mengacak-acak jadwal seenaknya demi menguntit Yesung dan Yejin dari pagi tadi. Namun entah mengapa Eunhyuk tidak tahan. Begitu mendengar namanya keluar dari mulut Yesung, ia langsung melesat dari persembunyian dan berlari mendekati Yesung dengan senyum lebar.

“Kalau seperti ini orang-orang akan dengan mudah mengenali kita,” keluh Yesung.

Let’s have fun!” Eunhyuk berseru riang.

“Ayo kita kunjungi kerabat Hyukkie oppa!”

Seluruh member menoleh pada Yejin yang sedang menyengir tanpa rasa bersalah sambil menunjuk gerbang bertuliskan Monkey Valley dengan jari telunjuknya. Donghae terbahak disusul oleh gelak tawa seluruh member kecuali Eunhyuk yang malah sibuk melepas sepatunya.

Yesung tersenyum sambil menatap Eunhyuk yang kini sedang berlari mengejar Donghae sambil mengangkat sepatunya tinggi-tinggi. Aku akan merindukan saat-saat seperti ini, batinnya.

.

.

“Aku mau duduk di sebelah hyeong!” Seru Sungmin ngotot.

Na do!” Seru Donghae, Eunhyuk, dan Shindong hampir bersamaan, tidak mau kalah.

“Kalian berisik! Biar aku yang tentukan tempat duduk kalian,” ujar Kangin yang langsung diprotes semua member.

Andwae!” Sungmin merengut. “Aku memilih menaiki bianglala dibanding cable car agar bisa duduk bersama hyeong.”

“Aku yang duduk di sebelah kanan hyeong,” ujar Ryeowook pelan, tapi tidak ada yang bisa membantahnya. Jelas, Ryewook adalah member yang paling dekat dengan Yesung. Roommate sekaligus soulmatenya. Juga orang yang akan merasa paling kehilangannya.

“Kalau begitu aku duduk di sebelah kirinya,” ujar Eunhyuk dan Donghae–lagi-lagi–hampir bersamaan.

Yejin menatap satu per satu member sambil tersenyum tipis. Kini mereka sedang mengantri di loket, menunggu giliran untuk menaiki bianglala. Semua ingin duduk satu bianglala dengan Yesung, berada sedekat mungkin dengannya, menyimpan sebanyak mungkin memori untuk di kenang kembali selama dua tahun ke depan–dua tahun ke sekian yang akan berlalu dengan berat, setelah per satu bagian dari mereka mulai menjalankan kewajibannya sebagai warga Negara Seoul.

Mendengar kasak-kusuk di belakangnya, Yejin pun menoleh. Ia menelan ludah ketika melihat semua orang yang mengantri di loket yang sama dengan mereka mulai memerhatikan semua member Super Junior yang hanya mengenakan penyamaran sekedarnya.

“Kita sudah menjadi pusat perhatian, jangan sampai penyamaran kalian terbongkar dan acara jalan-jalan kita berakhir dengan tidak menyenangkan,” Yejin berbisik.

Semua member langsung menatap sekeliling dan tubuh mereka seketika menegang. Mereka sibuk membenarkan letak kacamata, syal, atau apa pun alat penyamaran yang mereka pakai. Bahkan Ryeowook sudah menunduk dalam-dalam agar tidak ada yang bisa melihat wajahnya–yang justru membuat orang-orang semakin curiga.

“Tolong karcisnya,”

Mereka semua mendesah lega dan buru-buru memberikan karcis masing-masing pada petugas. Mereka berdesakan memasuki bianglala terdekat, lupa pada keingingan awal mereka untuk duduk di samping Yesung, yang penting sekarang adalah menjauh dari lautan masa yang masih sibuk berbisik-bisik di antrian loket.

Yeppeuda,” puji Yejin. Matanya menatap kagum pemandangan seluruh kawasan taman bermain yang dilihatnya melalui jendela bianglala. Merasa ada yang kurang, Yejin pun menoleh, menatap Yesung yang juga sedang menatapnya lembut. “Oppa, nyanyikan sebuah lagu untukku.”

Yesung mengernyit, namun tetap berdeham pelan. Ia mengganti posisi duduknya menghadap Yejin, menatap gadisnya lekat, dan mulai bernyanyi.

“Igeon jinsimiya baby neoro gadeukhan nae soke

Gaseume ne soneul daebwa dugeungeorineungeol

Meoritsoken ontong neoya sesang ane geottoldeon nal jichin nal

Salsu itge haejun neoya”

Sungmin ikut bernyanyi–menyanyikan bagiannya, diikuti oleh Kyuhyun dengan suara merdunya yang memikat.

“Hanchameul banghwang ggeute gyeondyeosseo neo eobsi

Ijeya naega chacheum pyeonghwarobge misoreul jitne

Eodumeul judeon keoteun geodeojun ne songil

Nunape nega bichwo seulpeum ddawin jiwojyeo”

Seluruh member bernyanyi bersama sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya sesuka hati. Yejin pun ikut bernyanyi di bagian reffrein.

“Ajikggaji mothaejun geumal moki meyeo sikeunhan geumal

Nuguboda saranghae ojik neowa na nannana nannana nanna

I sungani haengbokhae jeongmal naege waseo gomawo jeongmal

                         Nareul da julhan saram ojik neowa na nannana nannana baro neo”    

Kini Eunhyuk sudah berdiri dari duduknya, menggoyang-goyangkan badan dan tangannya mengikuti irama musik rap yang dinyanyikannya.

“Baby Boo My hot little figure sesangeul ontong dwijyeo jichyeo sseureojil ddaejjeum

Nune balbhin Venus nuni busyeo

It feels like a dream, so don’t wake me up.

We so fly nalagalrae to the sky amudo uwil banghae mothadorok malya

Jabeun duson nohji aneul georan gobaek jabeun uril bureowo halgeoya yaksokhae”

Seluruh member yang ada di bianglala itu terus bernyanyi, menanyikan bagian mereka, dan bergantian mengisi bagian kosong yang seharusnya dinyanyikan oleh member lain yang duduk di bianglala sebelah, atau yang tidak ada sama sekali di antara mereka–Heechul dan Leeteuk.

Yejin tersenyum mendengar suara merdu para idola favoritnya. Tapi suara Yesung tetap yang pertama kali menembus telinganya, melesat menuju jantungnya, membuat jantungnya memompa darah lebih cepat.  Suara yang selama ini menemaninya. Suara yang akan sangat dirindukannya.

.

.

T Ekspress berdiri kokoh di hadapannya. Namun tidak seperti sebelumnya, kini Yejin tidak bersemangat. Ada hal lain yang ingin dilakukannya di kawasan European Adventures ini.

Yejin mendesah. Ia menatap tiap member Suju–yang sedang mengerubungi Eunhyuk yang memegang pamflet–dengan pandangan serba salah. Ia ingin sekali mengajak Yesung ke suatu tempat, hanya berdua, tapi ia sadar kalau member lain juga ingin menghabiskan waktu dengannya.

“Sebuah atraksi favorit disini adalah Mystery Mansion dimana pengunjung dapat menembak hantu-hantu,” ujar Eunhyuk sambil menunjuk sederet kalimat di atas pamflet yang dipegangnya. “Sepertinya menarik.”

“Pasti lebih seru kalau kita kesini di malam hari,” timpal Donghae.

“Setelah ini kita langsung pergi kesana!” Kangin berseru antusias. “Aku akan menunjukkan kemampuan yang kudapat selama mengikuti wajib militer.”

Ryeowook langsung menoleh, menatap Yesung dengan tatapan sedih yang berusaha ditutupinya. Beruntung Yesung sedang mengikat tali sepatunya, sehingga tidak menyadari bahwa kini semua member menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Kaja!” Kangin berseru, menyadarkan yang lain kalau giliran mereka telah tiba. Mereka pun mengambil tempat duduk dan memakai safety belt masing-masing.

Oppa, bolehkah aku bersikap egois?” Yejin bertanya pelan.

Yesung, yang sedang memberikan karcis pada petugas, menoleh. Dahinya mengernyit ketika mendapati jemari Yejin yang melingkar di lengannya, menariknya menuju pintu keluar yang masih setengah terbuka.

Kangin yang melihat mereka langsung berteriak, “YA! Eodiya!?”

.

.

“Kau mau mengajakku kemana?” Yesung membenarkan letak Whystylenya.

Yejin tersenyum, teringat rencananya. Senyumnya semakin melebar ketika matanya melihat tempat tujuannya tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Sambil mengenyit, Yesung mengikuti arah pandang Yejin. Matanya membulat begitu menyadari bahwa tujuan mereka adalah… taman bunga?

Belum sempat Yesung menolak, tangannya sudah ditarik oleh Yejin dengan kekuatan berlebih saking semangatnya. Yesung merengut. Ia tidak suka tempat yang berbau feminin, tapi toh tempat seperti itu yang hampir satu tahun terakhir didatanginya–demi Yejin.

Yesung menghela napas pelan, menyadari dua tahun ke depan ia akan sulit untuk bertemu dengan gadisnya. Ia juga pasti akan merindukan rasanya tampil di depan jutaan penggemarnya, merindukan sapphire blue ocean dengan teriakan riuh ELF yang menyerukan namanya. Dan ia akan sangat merindukan serunya bercanda bersama para member saat di dorm, backstage, stage, di mana pun.

Ia tidak mau membuat keluarga besarnya sedih, karena ia pun akan terluka ketika melihat keluarganya bersedih. Itu alasannya tidak ingin ada acara spesial apa pun besok.

Sibuk dengan pemikirannya sendiri, Yesung sampai tidak sadar kalau ia sudah berdiri di depan sebuah tanaman mawar merah besar yang berbentuk hati.

Jogiyo, bisa tolong foto kami?” Tanya Yejin sambil menyodorkan Instaxnya pada seorang pengunjung yang kebetulan lewat di dekat mereka.

Pengunjung itu tersenyum seraya menerima Instax yang disodorkan Yejin. Ia lantas mencari bidikan yang tepat sementara Yejin menarik Yesung untuk berpose.

Ckrek. Ckrek. Ckrek.

Setelah dirasa cukup, Yejin mengambil Instaxnya sambil berterimakasih pada pengunjung yang sudah berbaik hati menolongnya. Yejin menangkap foto polaroid yang terakhir keluar dan menggoyangnya pelan agar cepat kering. Ia tersenyum melihat foto itu. Satu lagi foto yang akan membuatnya tersenyum setiap kali melihatnya.

“Yejin-a, nareul gidaryeo?” Tanya Yesung tiba-tiba untuk kedua kalinya, hanya ingin memastikan Yejinnya tidak berpaling pada Sungmin–salah satu idola favoritnya di Super Junior.

Oppa, kau tau? Kata-kata yang indah selain syair?” Yejin balas bertanya, membuat Yesung mengernyit. Yejin tertawa, “Jawab saja.”

“Puisi?” Tebak Yesung asal.

Yejin menggeleng, “Bukan.”

Kerutan di dahi Yesung melipat ganda, “Lalu apa?”

Yejin tersenyum, “Kata-kata orang yang kita sayangi. Sesederhana apapun yang ia ucapkan, pasti akan kita balas dengan senyum, dan akan selalu menjadi kalimat yang berarti bagi kita.

“Dan bagiku, oppa adalah orang itu–orang yang kusayang. Orang yang selalu mengucapkan magic words yang mampu membuatku merasa bahagia itu begitu mudah, cukup hanya mendengar suaramu, meskipun dari tempat yang jauh.”

Tiba-tiba Yesung ingin sekali mencopot jantungnya yang kini bekerja telalu hiperaktif. Tatapan Yejin untuknya pun terasa hangat dan menenangkan.

Yejin tersenyum lembut, “Aku pasti kuat. Aku akan menunggumu, menunggu saat aku bisa kembali mendengar magic words yang keluar dari mulutmu.”

Yejin tahu betul, mungkin Yesung memang tidak membutuhkan special event untuk melepas kepergiannya untuk menjalankan wajib militer, ia hanya butuh kesetiaan keluarga besarnya untuk menunggunya dan menyambutnya ketika ia keluar dari wajib militer dua tahun kemudian.

Sudut-sudut bibir Yesung terangkat begitu saja, membentuk seulas senyum. Senyum yang akan selalu terpatri di hati Yejin, membuatnya merasa kuat meski harus menunggu selama apa pun.

‘Cause even from the farthest place, you still continue to shine to me.

.

.

.

The End.

Thank you for reading. Please leave some comment and give a thumb up if you like my fanfiction. Remember my pen name, hsw_elf. 🙂

P.S: Ini FF pertama saya yg castnya Yesung, sebelumnya selalu WonKyu. Meski ide pas2an dan ngk pede buat ngirim, tapi toh FF ini aku kirim juga :p Terharu banget waktu baca Yesung nangis & kaya berat buat ninggalin panggung di SS5Seoul. Waktu itu saya sadar semua ELF terutama Clouds juga pasti ngk rela Yesung wamil, tapi banyak hal yang bakal bikin kita bertahan–seperti senyuman Yesung. Am I right? 😉

Berhubung mendekati holiday dan korean wave marak dimana-mana yang membuat banyak warga Indonesia khususnya remaja pengen banget ke Korea–termasuk saya, jadi saya bikin FF bernuansa holiday dengan latar tempat sebuah taman bermain yang sangat terkenal di Korea, Everland. Supaya ngk sedih-sedih banget ceritanya. Semoga menghibur. Dan kalau ada yang suka, mungkin aku akan bikin sequel FF ini special for holiday. 😀

This ain’t a goodbye! #WeWillWaitKimJongWoon

This Ain’t A Goodbye note :
Missfishyjazz’s : hahh, alasan kenapa saya lebih memilih This Ain’t A Goodbye daripada Nothing Will Change (akan segera dipublish) sebagai juara 1 adalah disini perasaan membernya lebih dikeluarkan.
Sekalipun dari bobot bahasa sepertinya Nothing Will Change lebih berat dan lebih sesuai untuk cerita, tapi di This Ain’t A Goodbye kita bisa seperti melihat daily life dan apa yang sekiranya benar-benar mungkin dikejadian nyata.
Kata-katanya sederhana tapi maknanya mudah ditangkap dan perasaan yang nyata ditimbulkan dari awal sampai akhir. Manis, sederhana, dan menyentuh.
Keep Writing.
Request FF kamu bisa kamu send ke e-mail yang sama (superjuniorffwc@gmail.com)

45 Comments (+add yours?)

  1. rolin9692
    May 07, 2013 @ 00:05:58

    Ngk nyangka menang ><
    Thanks a lot 🙂

    Reply

  2. @salmaayu1
    May 07, 2013 @ 00:26:27

    wah, keren !!
    bner2 kerasa banget feelnya 🙂
    yeppa we will wait you ^^ Fighting !!

    Reply

  3. choanha
    May 07, 2013 @ 02:08:59

    daebakkk! Aku baca ini sambil ngebayangin ekspresinya yeppa, perasaannya yejin seandainya dia elf especially clouds, dan tingkah uniknya member suju. Bikin senyum dan miris di saat yg bersamaan. Pokoknya, good job for author! Chukahae 🙂

    Reply

  4. chochangevilkyu
    May 07, 2013 @ 05:41:28

    Wow ini keren banget! Aku jadi sedih kalo inget bang Yeye, gak ada lagi si sangtae-nya Suju T.T huhu pasti kangen bang Yeye *susut ingus *dies
    Bener kata Nana, disini broship-nya nonjol banget, satu poin penting yang memang wajib disuguhkan dalam tema kali ini 😀
    Good job~

    Reply

  5. @ohmy_yesung
    May 07, 2013 @ 06:44:30

    Rolinnnn unnnieeeeeeee!!! Mwek kejerrrrr!! Knpa gg dipasangin sama aqqq!!! #digampar sumpah.. Aq mkin frustasiii!! Arrghhhhhhh

    Reply

  6. elva^^
    May 07, 2013 @ 07:13:14

    ah~ keren banget
    dan baca ini, rasanya kmrin udh janji ga galau mkir yesung wamil akhirnya kepikiran lagi
    yah~ this ain’t a goodbye, see you 2 years later, Oppa ❤
    #WeWillWaitKimJongWoon

    btw, I love the way you arrange the story 🙂

    Reply

  7. axeliaizy
    May 07, 2013 @ 08:10:05

    Bener…sederhana tapi bermakna…
    Mudah banget di pahami n fellnya berasa..
    Chukkae..

    Reply

  8. Aylen Lee
    May 07, 2013 @ 09:25:37

    Daebakk~~
    Ceritanya sederhana, tapi maknanya dapet banget…
    Emang bener perasan membernya muncul banget ^^
    Congratulation, and keep writing ^^

    Reply

  9. Sheila
    May 07, 2013 @ 11:04:16

    cerita-ny manis, tp bkin terharu.
    aku nangis.. huhuhu..

    Reply

  10. Cho Vinka
    May 07, 2013 @ 11:05:49

    tanggung jawab thorr !!!!!1 nyeseeekk banget gue bacanya 😦

    Reply

  11. kyubiased
    May 07, 2013 @ 11:46:22

    와우, 대박! 🙂

    Reply

  12. novijuni
    May 07, 2013 @ 12:19:19

    Ceritanya sederhana banget…. tp nyentuh banget…
    Family nya, romance nya… semua nya menyentuh….

    2 thn tak mendengar suaranya tp suaranya, senyumnya, tingkahnya akan selalu terpatri permanen…..

    Reply

  13. icha_savitrie
    May 07, 2013 @ 13:18:06

    Whoaaaaa… Keren FF-nya.. Feel-nyaa dapet bgt.. Dr awal baca udh terharu..

    Sempet tiba-tiba ngakak waktu Eunhyuk Oppa tiba-tiba datang.. Tp akhirnya sedih lagi.. 😦

    Reply

  14. afifah
    May 07, 2013 @ 13:56:14

    Huuaaa
    Sambil bener dger lagu Waiting For You btul btul malah bkin nyesekkk!!
    Pengen nangis bacanyaa.. 😦 huaaa.. kami para ELF akan menunggumu Yesung Oppa :’) #WeWillWaitKimJongWoon HWAITING!!!

    Reply

  15. cloudsnow2421
    May 07, 2013 @ 14:18:41

    What a good story, thor.

    Actually, I can’t hold my tears. I miss him, a lot. Knowing that there was nothing special event, even the other members. Just himself. When even ELF came to his place, he wasn’t showed his face. It hurt.

    But, thanks, Thor. Your story tell me to wait for him, 2 years, or maybe forever. I’ll wait for Super Junior, until they’re standing in one stage, and singing for us, ELF. Keep writing! =’)

    Reply

  16. gwiyomigyu
    May 07, 2013 @ 15:55:44

    nangis lagi;;; sejak lusa kemarin galauin yesung hafff;;
    simple, tapi artinya dalam.
    congrats buat author-nya yg menang! nn
    like it! gidarilkke yesung-ssi<3

    Reply

  17. ratnapunggawa
    May 07, 2013 @ 17:08:48

    huaaaaaaa, yesung oppa… already missing u……

    Reply

  18. jcL
    May 07, 2013 @ 18:05:33

    Daebak! (y)
    ELF pasti setia nunggu Yesung oppa~~

    Reply

  19. YeShica
    May 08, 2013 @ 12:31:14

    Fanfictnya bagus banget thor..
    Feelnya dapat banget…
    Jadi ingat om yeye

    Reply

  20. ifaraneza
    May 08, 2013 @ 13:55:44

    ceritanya menyentuh. Memang bener kata neng MissFishyJazz, pilihan diksi di sini memang sedikit lebih simple, tapi entah kenapa cerita ini menyentuh bgt. Keren! b^^d
    Dari awal saya memang suka FF yang castnya yesung, soalnya dia itu kepribadiannya rada-rada tertutup dan tenang. Dan saya tau segalau apa Yesung+ELF pas hari H nya udh dekat, dan semua itu digambarkan di sini.
    Good job buat author nya ^^

    Reply

  21. YeShin30
    May 08, 2013 @ 15:00:53

    Hoaah。。。yeppa、、:(
    sedih bgt、T_T
    Yeppa, I am waiting for you!!! 🙂
    love for yeppa ❤
    pasti bkal kangen bgt ma senyumnya yeppa, suaranya, rambutnya, matanya, ketawanya。 😦
    author, keren bgt bwt ff nya。。gomawo ^_^
    *yeppa miss u

    author, sequel?? pasti, mw bgt!! ^_~

    Reply

  22. miiyoung8
    May 08, 2013 @ 20:46:23

    ahh~~ nice ff TT

    Reply

  23. wonkyu
    May 11, 2013 @ 12:29:39

    Love it (y)❤

    Reply

  24. siwonzone
    May 11, 2013 @ 17:30:54

    What a good story.. Nice! 🙂

    Reply

  25. Lee eun hee
    May 11, 2013 @ 19:40:30

    Daebak thor 😀
    ffnya keren

    Reply

  26. wonpa
    May 12, 2013 @ 11:30:43

    Nice story.. Loveitloveit..
    Keep writing thor! 🙂

    Reply

  27. vielfbee
    May 12, 2013 @ 14:18:54

    Luv this…

    Reply

  28. natasha chung
    May 15, 2013 @ 23:32:31

    Mantab deh thor ff nya! Keep writing!! ( 9’̀ . ‘́)9 Hwaiting!!!

    Reply

  29. Flo
    Jun 01, 2013 @ 01:23:28

    huwa mewek deh…
    nyesel banget ga nonton mubank kemarin
    berharap Yeppa bakalnya grey paper pas solo
    tp, Yeppa udah mutusin wamil duluan..
    tp, apa pun yg terjadi ELF will wait for Kim Jong Woon…

    Very great ff chingu…

    Reply

  30. i'm2IP
    Feb 22, 2015 @ 23:08:45

    Yesung oppa^^ hahah baru baca ff nya sekarang #plakss.. kerem banget thor!! 😀 jadi ngebayangin semua anggota suju di taman bermain.. kisahnya simple, menarik, friendship nya dapet n romancenya bikin mv wkwkwk :v good job~~ good job~~ good job~~ 🙂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: