Message in The Bottle

Title : Message in the Bottle

Cast :

Oh Hyesun (OC)

Lee Donghae

Kim Taeyeon as Yeon

Hwang Tiffany as Tifanny

Leeteuk as Teuk

Siwon as Won

Shin Dong Hee

Genre : Forever romance, kekeke^^~

messagebb

Oh Hyesun imnida. Manusia yang menganggap dirinya adalah manusia ter-forever alone sedunia. Bagaimana tidak? Akulah satu-satunya yang masih sendiri diantara dua sahabatku, Yeon dan Fany. Mereka masing-masing sudah mempunyai tambatan hati mereka. Yeon dengan Teuk dan Fany dengan Won.
Kami selalu mengadakan double date tiap akhir pekan, malam minggu terutama. Kenapa double date? Karena akulah si obat nyamuk, yang selalu siap membunuh setiap nyamuk yang ingin menganggu mereka. Seperti sekuriti ya? Hihihi.

Tak masalah bagiku, aku tak pernah membenci mereka karena lebih dulu mempunyai namjachingu dariku. Dulu aku juga punya, dia sangat menyayangiku. Aku selalu merasa tenang didalam dekapannya, dia selalu ada kapanpun aku membutuhkannya.
Tapi itu dulu…
Saat aku masih SMP.

Aku benar-benar kehilangan kontaknya setelah lulus SMP dan mulai menjadi siswi SMA. Nomor yang dia dulu berikan padaku tidak aktif lagi. Dia telah menghapus facebook bahkan twitternya. Aku benar-benar kehilangan semua informasi tentangnya.

Aku tak jago dalam hal men-stalk.

Pernah, saat kelas 2 SMA, aku meminta tolong temanku yang sangat amat jago dalam men-stalk–Shin Dong Hee–untuk men-stalk dia. Tapi hasilnya juga nihil, yang ia temukan hanya foto-foto lamanya.

Tak mungkin kan dia sudah meninggal?
Aku harap tidak… Banyak yang masih ingin aku bicarakan dengannya…
Sangat banyak…
“Hyesun, Fany! Lihat ini! Lihat! Lihat! Betapa kuatnya cinta sampai dapat mempertemukan mereka~” Ucap Yeon sangat heboh. Dia memang sangat suka mencari artikel-artikel aneh yang terkadang menarik di internet. Bahkan Yeon mempunyai satu folder yang berisi banyaaak sekali artikel unik di laptopnya.

“Message in The Bottle? Artikel ini kedengaran seperti judul film” Balas Fany sedikit heran.

“Aduuuh, Fany! Baca duluuu. Memang, awalnya aku tertarik soal artikel ini karena judulnya yang seperti judul film, kekeke” Yeon nyengir senyengir nyengirnya manusia nyengir.

*reads article*
Message In The Bottle: Hyein and Seowoo ‘s True Hearts

Message In The Bottle? Ternyata gak hanya manjur untuk cinta seperti di film-film. Inilah kisah cinta nyata Hyein dan Seowoo.

Bermula dari keisengan Seowoo, menyimpan sebuah surat cinta di dalam botol dan menghanyutkannya di Han River.

Kini dia sudah menjadi tunangan resmi Hyein. Inilah kekuatan cinta yang nyata. Tak hanya dalam film saja.

“Aku merasa sangat sangat bahagia saat ini” Ucap Hyein dalam pelukan Seowoo.

Kekuatan cinta bukan hanya ilusi film saja. Kekuatan cinta ini nyata.

*reads end*
“Tuh, Hyesun! Kekuatan cinta tuh nyata!” Ucap Yeon kemudian.

“Hah? Oh? Aaaah, Yeon-aaaah!!!” Balasku malu atas pernyataannya. Aku tahu, dia pasti sedang menyindirku karna kejombloanku hingga saat ini.

“Ah!!! Hyesun-ah! Kau harus mencobanya. Kalau berhasil, kita bisa lakukan triple date nanti” Fany bersorak gembira. Kedua sahabatku ini memang sudah ribut mencarikanku pendamping hidup. Tujuan mereka memang baik, agar aku tidak terus-terusan menjadi jomblo ngenes. Tapi… Jodoh yang mereka pilihkan itu selalu saja…
*flashback*
“A-annyeong haseyo, naneun Kim Jaesung imnida. Seorang dokter lulusan Oxford” Ucap namja bertubuh tegap berwajah manis. Inilah calon yang terwaras yang mereka kenalkan padaku.

Dari balik tirai merah di depan toilet Fany dan Yeon mengacungkan jempol mereka dengan bahagia dan bangga.

Namja ini cukup menarik bagiku.

“Maaf untuk mengatakan ini di pertemuan pertama kita, hajiman… kau sangat menawan” Jantungku berdegup cepat. Semua yeoja akan bertindak hal yang sama kan? Aku sama sekali tidak aneh. “Matamu, coklat keemasan berkilau bagaikan mutiara”

“Ne? Ah, gamsahamnida” Aku hanya bisa tersenyum menanggapi hal ini. Namja ini~ gombalnya keterlaluan.

Aku tetap menganggapnya menawan, hingga teleponnya berdering. Dan disana tertera…

NAEUI YEPPEUN YEOBO<3

Aku berpikir aku sangat bodoh saat itu! Dia sudah beristri dan terlihat sangat flamboyan. Bisa-bisanya aku jatuh dalam gombalan gombalan sialannya itu. Dan lagi, semua kebohongan tentang dia adalah seorang dokter, ternyata dia hanya seorang pangkas rambut. Tak perlu berbohong, kalau aku memang mencintaimu, aku akan mencintaimu apa adanya.
*flashback ends*
“GAJA HYESUN-AH!!! Kita buat suratnya” Yeon dan Fany menyodorkanku sebuah kertas berbentuk hati, sebuah pena dan sebuah botol bekas minuman soda tadi.

“Andwaeyo! Nanti aku dapat namja flamboyan seperti dulu” Aku memunggungi mereka, tak mau mengambil semua peralatan perang cinta itu. Aku tak mau.

“Hyesun-ah?” Yeon mulai memohon padaku.

Yeon-ah, bukannya aku tak mau. Tapi aku malu jika harus menulis semuanya dihadapan kalian, aku malu. Aku tahu ini salah karena kalian adalah sahabatku, seharusnya aku percaya pada kalian.
Tetapi…

Ada saatnya manusia mempunyai rahasia yang hanya manusia itu yang tahu. Dan Tuhan tentunya.
===

Setelah menolak semua peralatan perang cinta dari Yeon dan Fany satu bulan yang lalu, diam-diam aku mulai membuat surat dengan bahasa-bahasa cinta aneh.

Surat pertama akan ku buat hari ini,
Cinta itu mengalir layaknya air di sungai, tak ada ujung. Tetapi akan bermuara pada pelukan cinta lain.

Sungai cintaku sangatlah panjang. Kau tahu maksudku kan?

Aneh, terlihat sangat aneh. Bahkan aku mengajaknya berbicara dengan akhiran kata tanya. Aduh, jika ada yang melihatku, aku pasti akan sangat malu.

Persediaan botol, pita dan kertas sangat memadai hingga sekitar 3 bulan kedepan. Itu semua sangat berguna… Jika dia memang membalas suratku.

Jika orang yang tepat itu benar-benar membalas suratku.

Kuhanyutkan botol itu di Han River. Benar-benar disamping tangga-tangga tinggi itu.
Cerita tentang Hyein dan Seowoo Season 2? Kuharap.
===

Senyum merekah dari eomma pagi ini pertanda bahwa eomma sedang memasak makanan yang super duper cetar membahana sangat lezat. Eomma memang suka memasak berdasarkan mood. Moodie gitu deeeh~

“Eomma, enak banget! Mashidaaaa~” Mulutku masih penuh dengan makanan masakan eomma, tapi aku tak kuat untuk memberikan komentar terhadap makanan super lezat bin enak banget ini.

“Hihihi, gomawoyo naeui yeppeoda Hyesun. Cepat habiskan dan langsung berangkat kerja. Nanti kalau telat, kau bisa lembur hingga larut pagi”

Eomma kenapa mengomeliku juga? Huaaa. Karena aku sudah tahu kalau aku akan telat, makanya aku lama lama kan saja semuanya. “Eomma, bawain bekal dooong” Raungku manja.

“Haishhh, anak eomma ini, cepat sana berangkat kerja! Nanti kau dimarahi bosmu!” Eomma mencubit lembut lenganku.

“Eommaaa, ne ne neee” Akupun pergi melesat menuju pintu takut dicubit sama eomma untuk yang kedua kalinya.

===

Untunglah bosku hari ini baik. Dia memaafkanku karena aku telat masuk kerja. Tetapi tugas rumahku yang segambreng ini, sama saja seperti dimarahi olehnya seharian penuh, bahkan menghantuimu di telpon.

Sebelum pulang ke rumah, ku sempatkan mampir ke Han River. Siapa tahu sudah ada balasan dari seseorang.

Yah, siapa tahu…

Dan…

Botolnya…

Masih sama dengan botolku. Botol itu tidak hanyut, tidak pergi kemanapun, hanya terlihat seperti genangan sampah. Yah, mungkin forever alone memang takdirku. Hhh, aku sangat ingin mencoba untuk tidak peduli.

Dan menyerah pada cinta.

===

2 bulan, 3 bulan, tidak ada botol yang menggantikan botolku. Dan aku telah membuang semua peralatan perang cinta itu kedalam bak sampah.

Sejak pertama, aku memang sudah ingin menyerah, tapi artikel itu membuatku penasaran. Kekuatan cinta? Kalau memang ada, kenapa dia tidak datang untuk merangkulku dan membawaku bersamanya?

Ini bulan ke-4 dari bulan dimana aku menghanyutkan botol cinta itu.
Dan…
BOTOL ITU BERGANTI!!!!!!! AKU BENAR BENAR MENDAPATKAN BALASAN!!!!! Tuhan, jika ini benar-benar kekuatan cinta, tolong jangan hentikan kekuatan ini sampai disini saja.
Plup!!

Perlahan kubuka botol itu

Srek… Srek…
Sepanjang-panjangnya sungai masih akan tetap berujung. Ujungnya mungkin bisa bercabang dan kau harus memilih.

Cabang baru, atau cabang yang biasa kau lewati. Mana yang akan kau pilih?
OMOOO!!! Dia bertanya padaku!!! Dia juga mengajakku bicara!!! Rasanya senang sekali~~~ Aku harus segera mengambil peralatan perang itu kembali masuk kedalam rumah!!!

Hajiman, tulisan ini, sangat tidak asing, sepertinya aku pernah melihatnya. Gah, aku lupa.

===

Sejak saat itu, aku dan seseorang itu selalu bersuratan. Aku mulai berpikir bahwa dia adalah seseorang yang sangat aku sayangi, aku tak mau kehilangannya.

Meski aku tak tahu siapa dia sebenarnya.
Cinta indah itu buta, buta bukan buta hati, tetapi buta fisik. Jika cinta itu nyata, kau tak akan hanya melihatnya dari paras dan tubuh, tetapi dari hati.

Menentukan mana yang sempurna, dengan hati.
Surat yang kelima dari dirinya lah yang membuatku jatuh hati padanya. Aku percaya, bahwa dia benar-benar orang yang baik dan bisa kupercaya.

Semua surat kususun rapi di rak buku paling atas, membiarkannya tidak berdebu. Dan menempel surat kelima itu di dinding disamping tempat tidurku. Senyum selalu merekah ketika aku melihatnya. Kebahagiaan selalu menyelimutiku.
“SURPRISEEEE!!!”

Suara ini tidak asing, pasti ini suara…

“Aku dan Fany dataaang~~~”

Suratnya!!! Suratnya!!!

“Lagi ngapain sihhh? Ini aku bawakan bolu kukus untukmu. Makan yaaa! Masih anget loooh” Fany kemudian menaruh bolu itu diatas kepalaku.

Omona…
Bayangkan…
KEPALAKU!!!

“Aishhhh, aigooooo Fany-ah! Untung tidak tumpah. Grrr” Kucubit-cubit lengan kanan dan kiri Fany-ah. Dia tidak memberontak, hanya tertawa lepas dengan smiley eyes nya itu.

“Waaah, ige mwoya?” Ah! Surat kelima!!!

ANDWAEYOOOO!!!

“Aaaah~ kau pasti melakukan itu kaaan?” Hujat Yeon kerahku.

“Tidak tidak, sama sekali tidak. Tidak, tidak, tidak” Gelengku kuat sekuat mungkin. Aaah, aku bisa benar-benar malu.

“Aaahhh~ jinjjayooo???” Hujat Yeon yang kedua kali. “Kau pasti…

…membaca artikel dan menempelnya didinding kamarmu. Seperti yang satu ini kan? Ya kan? Huuuh, menganggapku aneh, sendirinya melakukan hal ini” Yeon menjitakku dikepala sambil membawa surat kelima itu. Dia mengira bahwa aku mengutipnya dari internet.

Hah lega…

Srek…

Fany mengambilnya dari tangan Yeon. Omona… Fany biasanya lebih bisa menerka yang sebenarnya terjadi.

“Kau… Is this your message in the bottle?” Yak! Bingo! Tamatlah sudah riwayatku di tangan orang Amerika ini.

“HAH??? MWOYA??? JEONGMALEYO???” Yeon menambahkan.

Aku hanya bisa tersenyum nyengir lega yang tak jadi dan kepanikan yang bertambah. Perasaan panik yang berkali-kali lipat dari perasaan lega tadi.

===

Aratji, Yeon dan Fany sudah tahu apa yang aku lakukan 8 bulan belakangan ini. Mereka sudah tahu bahwa aku membuat message itu, memasukannya dalam botol dan menghanyutkannya di Han River. Teganya, mereka tidak henti-hentinya mengejekku karena ini, soalnya saat pertama mereka memintaku melakukan ini, aku menolak dengan keras, tapi kini aku malah melakukannya.

Baboya, Hyesun-ah!

Ini sudah memasuki akhir tahun, aku dan seseorang misterius disana itu tetap ber-message ria layaknya smsan dengan botol dan diperantarai sungai. Seseorang misterius? Aku tak berani menyebutkan bahwa dia seorang namja atau bukan, tapi aku positif bahwa dia seorang namja.

Hari ini matahari bersinar terang. Memasuki kaca jendela rumahku. Menyinari tubuh serta hatiku.

Hangat, sangat hangat.
Hei! Kapan kita akan bertemu? Kutunggu ya di Easton Park jam 8 malam. Kita rayakan pergantian tahun ini bersama.

🙂
BERTEMU?

Setelah selama 8 bulan ini kita hanya saling bertukar botol, dia mengajakku bertemu?

Tolong yakinkan aku bahwa dia orang baik. Dia bukan orang jahat. Dia yang terbaik dan sangat mengerti. Tolong…

Jam 8 malam ya? Easton Park? Bukankah itu taman di dekat sini? Jangan-jangan…

Dia… Tinggal…

Tidak jauh dari rumahku…

Jantungku berdebar-debar tak menentu. Tetapi aku tak tahu siapa dia, bagaimana rupanya, bagaimana kelakuan aslinya, yang aku tahu hanya kemahirannya memainkan kata-kata indah yang selalu membuatku terbang.

Apakah ini salah?
Cinta tanpa mengetahui bagaimana keadaannya. Hanya gores-gores tulisan. Aku takut ini hanya pelarian dari cinta pertamaku saat SMP dulu.

Apakah perasaan ini salah?
Aku yang tadinya telah yakin dengan dirinya. Kini malah ingin mundur setelah diajak bertemu. Ingin tiba-tiba menghilang dan kabur.

Justru ini yang salah.

Ketika kau merasakan cinta dan mulai berucap

“Aku mencintainya”

Maka disanalah kau telah berjanji. Jangan mudah berubah hanya karena hal sepele, atau kau adalah manusia yang tak pernah mengerti cinta.

Aku tetap mencintainya. Aku bukan hanya mencintai goresan-goresan indahnya. Debaran jantung yang tak menentu, aku yakin bahwa dialah orang yang tepat.

Lagipula, aku telah melupakan cinta pertamaku itu, cinta monyet mungkin.

Mungkin…

===

31 Desember 2012

Jam 8 malam.

Menantinya ditengah kedinginan yang menyelimuti. Baju hangatku yang semakin membeku. Aku mulai merasa bodoh, ketika aku melihat kedalam diriku dan menyadari bahwa aku berpakaian sangat sangat rapi hanya demi bertemu dengan seseorang misterius ini, Mr. Bottle.

Mr? Yakin sekali kalau dia namja. Bertemu saja belum pernah.

Jam setengah 9

Sudah 30 menit aku menunggu dan dia belum menampakkan batang hidungnya. Akupun sempat pergi memberi beberapa coklat untuknya. Coklat kenangan kesukaan namjachinguku ketika SMP.

Aku baru sadar, aku terlalu dibayang-bayangi oleh keberadaannya.

Andwae, andwae.

Aku harus tetap maju kedepan dan menatap hidup yang telah tergariskan untukku. Senyum miris terpampang diwajahku, ketika aku sadar bahwa botol itu hanya ilusi, atau namja itu hanya mempermainkanku atas semua yang pernah ia lakukan. Dia hanya termasuk sekolompok manusia yang ingin melihatku menderita.

Dasshhh… Dassshhh

Suara cipratan air tiba-tiba saja terdengar. Seperti ada orang yang tergesa-gesa menuju ke arahku berada. Orang itu terlihat lelah dari kejauhan. Aku belum dapat mengenalinya, bentuknya masih blur.

Dia semakin mendekat ke arahku. Aku semakin berharap bahwa dia lah Mr. Bottle itu.

Sreekk… Settt…

Ah…

Dia ternyata hanya mahasiswa yang perlu pulang cepat karena ditunggu oleh eomma dan appanya dirumah. Ia hilang dengan sangat cepat dibalik semak-semak yang tinggi, menutupi semua bagian tubuhnya.

Kekuatan cinta…
Ia belum dapat merangkulku dan membawaku terbang kedunianya.

Srettt… Breettt…

“OMO! Lepaskan aku! Lepaskan!!!” Tiba-tiba saja semua pandangan menjadi gelap. Ada seseorang yang menutup mataku dari belakang. Entah. Aku takut dia akan berusaha membuatku pergi. Aku tak mau, aku tak mau dibawa pergi olehnya.

Jika semua ini membawaku kedalam jurang bahaya…

Aku tidak akan pernah percaya lagi dengan cinta…

Aku akan membencinya seumur hidupku…

“Jangan buka matamu. Close your eyes and feel my voice” Ucap orang itu.

Suaranya membuatku merasa tenang dan nyaman. Damai hingga aku seperti tertidur diatas awan menikmati halus dan lembutnya awan-awan itu.

Close your eyes and feel my voice…

Close your eyes and feel my voice…

“Close your eyes and feel my voice, jagiya! You’ll find me” Dia membuatku frustasi karena harus mencarinya di balik berjuta-juta puluh miliar pohon yang ada disini.

“Uh di yaaah?” Raungku. Aku memang yang pertama memulai permainan ini. Seharusnya aku tidak kesal.

“Close your eyes and feel my voice” Ucapnya sekali lagi.

“Close your eyes and feel my voice” Ini untuk ketiga kalinya.

*flashback*
Hening selama bermenit-menit, aku tidak lagi mendengar suaranya. Suaranya hilang entah pergi kemana. Binatang buas? Omona!

“JAGIIII!!! Uh di yaaah? Tolong jawab aku…”

“JAGIII!!!”

“Tolong… ”

Aku berlutut tak tahu menghadap kearah mana. Aku tak tahu, aku telah tersesat atau dia telah termakan binatang buas. Aku tak tahu…

“Yeogiye…”

Kurasakan kehangatan seketika menyelimuti tubuhku, tangan kekar yang hangat itu memelukku. Jantungnya berdebar mencairkan semua kepanikanku. Hebusan nafasnya, aroma tubuh ini…

“Aku tak akan pernah melepasmu, ataupun meninggalkanmu. Aku akan tetap melindungi dan bersamamu”

Hebusan nafasnya, aroma tubuh ini…

“Close your eyes and feel my voice…” Kali ini ia berbisik.

Pikiranku malah melamun entah pergi kemasa SMP ku dengan namjachinguku dulu. Masa-masa indah yang rasanya susah untuk dilupakan.

Hajiman, hebusan nafas dan aroma tubuh ini…

“Hana, dul….”

Kini aku melihat namja tinggi bertubuh tegap berparas menawan berambut hitam dengan potongan jaman modern.

Sedang melemparkan sebuah senyum yang sangat hangat dan indah.

“Aku tahu itu dirimu, aku mengenali tulisanmu” Ucapnya.

Aku masih diam mematung tidak percaya dengan apa yang kulihat. Dia tumbuh meninggi dengan senyumnya yang masih sama seperti dulu.

Menawan.

“Hyesun-ah?” Dia melambai-lambaikan tangannya didepan mukaku. Pasti aku terlihat sangat cengo.

“Mengapa kau tidak memberitahuku sejak awal?”

Aku menangis. Tak percaya dengan apa yang kulihat saat ini. Penantianku, semua perjuanganku. Pantas saja, aku mengenali tulisannya. Mengenali gaya bahasanya. Mengenali semua goresan goresan di atas kertas itu.

Dia hanya tersenyum jahil melihatku.

Lee Donghae,
mengapa kau tak memberitahuku sejak awal?

==

Uwaah, udah ending^^/ gamsa-habnida buat chingudeul yang bacaaa, dimohon kritik dan sarannya yaaa^3^)~ gamsa-habnida juga buat komennya di ff sebelumnya! Makin bikin author tambah semangat nihhh, kekekekekeke>w<)o

#authormasihkangenteuki<3 #authornyacurcol

16 Comments (+add yours?)

  1. arista cho
    May 31, 2013 @ 20:43:26

    baguuuuuuussss

    Reply

  2. gyueonni
    May 31, 2013 @ 20:54:33

    lho lho lho ko gantung(?) ah… jadi bingung, mungkin akan lebih jelas kalo ada sequelnya? kkk tapi bagus ko seperti kembali kejaman dulu:D

    Reply

  3. Kriswon
    May 31, 2013 @ 20:59:24

    Daebakk thorr !!
    So sweeetttt pulaa…

    Reply

  4. yulia
    May 31, 2013 @ 21:09:06

    bagus… lebih bagus lagi klo ada squelnya…:^)

    Reply

  5. Gaemkyu_f
    May 31, 2013 @ 21:12:11

    Bagus sih thor tapi ending agak gaje karna terlalu cepet. Kureng ngeh gitu rasanya :3

    Reply

  6. EL
    May 31, 2013 @ 21:25:26

    sooo cuteeeee

    Reply

  7. Faizz9
    May 31, 2013 @ 22:25:03

    Bagusss..

    apalagi klo ada sequel

    Reply

  8. Choi EunHae
    Jun 01, 2013 @ 06:38:10

    Wahhhhh bagusss

    Reply

  9. Babyfishevil
    Jun 01, 2013 @ 10:45:10

    Owh, owh, owh,,,
    kekuatan cinta ya???#pose_mikir
    ;}

    Reply

  10. dea
    Jun 01, 2013 @ 10:45:29

    sweet kyak permen..

    Reply

  11. hana
    Jun 01, 2013 @ 17:25:49

    Bagus…
    Ga ada lanjutannya? Hehe

    Reply

  12. choi nia
    Jun 03, 2013 @ 07:11:40

    bagus sih.. tpi bahasanya.. kurang baku gitu ya .-. rada bingung alurnya.. btw NICE!!

    Reply

  13. sasa
    Jun 03, 2013 @ 12:48:27

    Waaaaa lucu juga, tapi ga terlalu ngerti hihihi …

    Reply

  14. @wahyu
    Jun 06, 2013 @ 21:34:32

    lah kok endingnya gantung..?? 😦
    Terus kecepeten, jdi fellnya kurang gimana gituu..#LoL
    Tpi bagus kok. Lebih bagus lgi klo ada sequelnya..kekekekk #banyakmaunya

    Reply

  15. Flo
    Jun 16, 2013 @ 13:38:42

    aku malah ngebayangin klo namjany tuh si kyu..
    nice ff chingu..

    Reply

  16. jinheeya
    Jul 11, 2013 @ 13:03:46

    Aw aku bacanya sambil fly high, aaaaaa daebak thor!!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: