I Found You [4/?]

ifoundyou

Title                 : I Found You Part 4

Author             : febftryani

Main cast         : Jenny (Han Ji Ni)*imaginers*, Lee Donghae, Park Yoochun,

Support cast    : Tommy, LeeTeuk, JYJ, Super Junior.

Length             : Chapter

Genre              : Romance, Humor, Sad, etc..

Rating             :  General

Ps                    : Hallo readers, ini FF pertamaku, jangan lupa dicomment ya! Aku butuh Kritik sama sarannyaJ minhae, kalo ada salah-salah kata J

***

YOOCHUN POV

Pagi-pagi aku disuruh kekantor hanya untuk membahas tentang syuting film yang diadakan musim ini. Aku memang menyetujuinya karena Minhyuk Hyung berkata bahwa film ini sangat berpengaruh pada management ku. Aku agak malas dan kesal karena Hyung marah-marah menyuruhku untuk cepat-cepat kekantor. Dan setelah sampai disana aku hanya diperkenalkan oleh seorang wanita yang akan menjadi lawan mainku di filmku. Wanita itu memang cantik. Namanya Kim Rara. ketika melihatku, dia langsung tertarik padaku. Aku tahu dari tingkahnya. Dia ingin menggadeng tanganku tapi langsung ku tolak dengan halus. Diapun menuangkan soju kedalam gelasku dengan tingkahnya yang agak kecentilan. Lalu aku disuruh makan malam dengannya. Aku malas sekali. aku ingin pulang, tapi Hyung malah menyuruhku berkencan dengannya. Hah! Aku langsung marah kepada Minhyuk Hyung karena kukira ada hal penting sampai menyuruhku cepat datang kekantor.  Ternyata dia hanya menyuruhku berkencan dengannya??Minhyuk Hyung langsung meminta maaf kepada ku. Tapi aku tetap merasa kesal dan akhirnya pergi.

Tak lama kemudian, aku melihat Ji ni-sshi sedang berdiri di halte. Dia dengan gayanya yang santai memakai baju putih ditutupi cardigan kuningnya dan memakai rok hitam,serta sepatu kets. Sangat kontras. Aku senang melihat wanita yang tidak terlalu mencolok. Aku ingin mendekat namun, dia sudah terlanjur naik bus. Akhirnya kuputuskan untuk mengikutinya. Dari alur jalannya sepertinya ingin mengarah ke Myeongdong. Dan tak lama kemudian bus tersebut berhenti dan Ji ni pun turun. Kuperhatikan dia sedang celingukan mencari taksi. Namun, ada satu dua taksi yang lewat, dia tidak naik juga. Mungkin dia bingung. Lalu kuputuskan untuk mendekatinya. Ia agak terkejut melihatku dan akhirnya kutawarkan diri untuk menjadi tourguide nya. Kulihat, dia sepertinya senang sekali. akupun ikut senang.

Kami jalan-jalan membeli jajanan, baju, eskrim, dan lain-lain. Ketika kami sedang membeli ddukbokki, Dia tidak tahu betapa gugupnya aku ketika tak sengaja memegang tangannya. Aku tahu dia juga gugup, tapi dia langsung mengajakku pergi lagi. kukira dia akan marah-marah. Ternyata tidak. Dia memang gadis yang baik.

Ketika di butik, aku menemukan 1 baju yang cantik, entah kenapa aku ingin sekali melihatnya berpakaian seperti itu. Akhirnya baju itu kuberikan kepadanya dan ia setuju ingin memakainya. Setelah itu, dia keluar dengan gaun yang kupilih. Betapa cantiknya dia memakai gaun itu, tidak.. dia.. sangat cantik. Aku sampai takjub melihatnya. Dia mengingatkanku pada Yoon hee. Lalu kuusir jauh-jauh pikiranku itu dan memujinya cantik. Lalu aku memutuskan untuk membelinya gaun itu untuknya. Dia sempat menolak karena aku yang akan membayarnya. Akhirnya diapun mengalah. Setelah itu kami makan jajangmyeon di tempat makan yang biasa aku kunjungi bersama Yoo hee. Aku ingin mengetahui dirinya lebih jauh dan akhirnya dia bercerita tentang negaranya.

Setelah makan, kami membeli es krim. Aku juga sudah bilang kepadanya untuk tidak memanggilku dengan sebutan ‘Yoochun-sshi’. Aku ingin kami akrab. Dan akhirnya dia memanggilku ‘Yoochun-ah’ aku sangat senang mendengarnya. Aku pun memberanikan diri untuk meminta nomor ponselnya. Dia memberinya dengan senang hati. Ketika aku menggodanya, wajahnya seperti biasa merah menahan malu. Oh! Sungguh, lucu sekali. aku sampai ingin mencubitnya tapi tidak mungkin. Mana berani aku menyentuh wajah seseorang yang baru ku kenal?.

Ketika matahari sudah turun, dia mengajakku pulang, aku sedikit kecewa karena aku ingin berada lebih lama lagi didekatnya. Namun akhirnya ku setujui. Mungkin dia sudah lelah. Kamipun berjalan menuju parkiran. Mobil ramai sekali karena hari ini memang hari dimana orang-orang korea memilih untuk berekreasi. Karena setiap hari sabtu, masyarakat disini memang selalu berekreasi. Aku berjalan didepannya sambil mengusir perasaan aneh yang menyelinap dihatiku. Sepanjang jalan tadi aku meliriknya sedang tersenyum. Bukan, bukan tersenyum seperti wanita-wanita lain yang ingin dipuji. Tapi ini senyuman murni. Aku gugup dan berusaha mengendalikan perasaanku.

Tapi, betapa terkejutnya aku ketika menoleh kebelakang, gadis itu tak ada. Ketika kulihat, ternyata gadis itu tertinggal. Aku ingin menghampirinya. Namun, kulihat sebuah mobil melaju kencang. Aku ingin berlari menolongnya. Tapi sudah ada seseorang yang berlari kepadanya. laki-laki tersebut memeluknya. Aku mengenali sweater yang dipakai laki-laki tersebut. Ya, dia adalah teman sekaligus adikku.

Lee Donghae.

YOOCHUN POV END

DONGHAE POV

Aku habis jumpa fans di Myeongdong. Lebih tepatnya aku mengunjungi sebuah butik yang membintangiku sebagai model iklannya. Aku lelah sekali dari pagi menandatangani fotoku dan memberinya kepada fans-fansku. Hari ini sungguh ramai. Aku sampai tidak sempat makan siang tadi.

Akhirnya setelah sore menjelang, tugasku selesai juga. Aku memutuskan untuk langsung kerumah  Yoochun Hyung. Kemarin, dia menghubungiku. Ah aku memang sedang sibuk akhir-akhir ini. Sore ini aku ingin pulang saja. ketika diparkiran, setelah aku memakai kupluk agak tidak terlalu terlihat oleh fansku, aku menju keparkiran. Memang ramai sekali. seperti dugaanku. Lalu akupun ingin segera masuk ke van-ku. Tapi, supir ku malah tak ada. Van dikunci aku jadi tidak bisa masuk ke mobil. Managerku menghungi supirku ternyata dia sedang ke toilet. Aku sedikit kesal dan menunggunya di dekat van. Kemudian, aku melihat seorang wanita yang ingin sedang berjalan dan berhenti dengan gugup. Aku melihat sebuah mobil melaju kencang yang mengarah kepadanya. dia tidak langsung minggir. Malah diam ditempat. Tak ada orang lain yang menolongnya. Akhirnya kuputuskan untuk berlari menolongnya. Aku menarik gadis itu ke pinggir dan memeluknya. Gadis itu gemetar..

“gwanchanha?” aku bertanya khawatir. Panik, takut gadis ini kenapa-napa.

““ah..ugh..ye.. gwanchanhayo..” katanya dengan suara gemetar. Sepertinya dia masih shock.

Dia pun mengangkat wajahnya dan kulihat sorot matanya yang terkejut melihatku. matanya.. teduh sekali. hei! wajahnya tak asing. Sepertinya aku pernah menemuinya. Tapi dimana?

Gadis itu pun segera melepaskan diri. Lalu dengan gugup dan masih gemetar dia melihatku.

“ah, gam.. gamsahamnida.” Katanya.

“ye.. gwanchanha? Apakah kau terluka?” Tanyaku masih khawatir. Kenapa aku khawatir? Ah pabo, siapapun yang berada disituasi seperti ini pastilah khawatir.

“ne, gwanchanha.. anieyo. Aku tidak terluka sama sekali. sekali lagi gamsahmnida lee Donghae-sshi.” Katanya.

Hah? Dia mengenaliku. Sepertinya dia fansku. Tapi, Kalau dia mengenaliku kenapa tidak langsung berteriak-teriak minta tanda tangan? Mungkin dia masih shock karena kejadian tadi.

“ah, ye. Cheonmaneyo”  balasku.

Tiba-tiba seorang pemuda datang menghampirinya.

“Ji ni-sshi, gwanchahayo? Apakah kau terluka?” katanya bertanya dengan panik.

Itu Yoochun Hyung!!

“animnida Yoochun-ah, gwanchanhayo.” Katanya.

‘Yoochun-ah?’ aku terkejut. sepetinya mereka sudah saling mengenal.

“Hyung! Sedang apa kau disini? Apa kau kenal gadis ini?” Tanyaku akhirnya.

“Donghae-ya, kau juga sedang apa disini? Ah cam, terimakasih sudah menolongnya. Dia Han Ji Ni. Teman sepupunya Minhyuk Hyung.” Kata Yoochun hyung memperkenalkan aku kepada gadis itu.

Kamipun bersalaman. Sepertinya dia gugup.

“ne.. Han Ji Ni imnida.. bangapseumnida”

“ne, Lee Donghae imnida. Bangapseumnida” balasku.

“ne, aku tahu kau..” katanya. Tuh, mungkin dia salah satu fans ku.

“ah, ye.. apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya ku penasaran. Soalnya wajahnya tidak asing!

“umm.. kita tidak pernah bertemu langsung seperti ini. Tapi aku pernah bertemu kau di bandara kira-kira seminggu yang lalu.” Katanya.

“oh geurae?” kataku. Duh, aku masih belum ingat.

Lalu ponselku berbunyi. managerku menelefon dan berkata bahwa supirku sudah diparkiran.

“maaf, sepertinya aku harus pergi.” Kataku lalu menundukkan kepala.

“japkanman, kau langsung pulang kerumah kan?” Tanya Hyung.

“ne, aku akan sampai rumah sebelum kau sampai Hyung.” Kataku tersenyum.

“baiklah, aku pergi dulu.” Lalu aku sedikit membungkukan badan. Kulihat gadis itu tersenyum.

Setelah sampai di tempat van-ku terparkir aku langsung masuk kedalamnya. Lalu van-ku mulai berjalan. Aku masih mengingat wajah gadis itu dan mengingat perkataannya. “Tapi aku pernah bertemu kau di bandara kira-kira seminggu yang lalu.”. seminggu yang lalu? Ah! Seminggu yang lalu aku kan habis tour ke jepang. Lalu, aku bertemu dia dimana? AH IYA! Gadis itu yang berteriak-berteriak memanggil namaku dan membawa poster yang sangat besar bergambar foto diriku dengannya. Ya benar!!!!! Tapi, kenapa dia berbeda sekali dengan yang difoto? Kenapa dia lebih.. cantik?. Apa karena dibandara aku memakai kacamata hitam dan kaca van-ku juga tertutup?. ah sudahlah!

DONGHAE POV END

* * *

Menjelang malam, aku sudah sampai dirumah. Aku masih tidak percaya dengan kejadian tadi. Ketika aku hampir tertabrak. Seseorang menolongku. Lee Donghae pula. Ya Ampun. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ketika aku bertanya kepada Yoochun, dia bilang dia kenal baik dengan Lee Donghae. Du, dua idolaku saling berteman rupanya.

Kudengar suara mobil berhenti dirumah ini. Tommy dan Minhyuk-sshi sepertinya sudah pulang. Aku akan langsung menanyakan hal ini kepada Minhyuk-sshi!.

Lalu, akupun keluar kamar, mereka berdua baru saja masuk dan duduk disofa. Akupun langsung bergabung dan duduk bersebrangan dengan Minhyuk-sshi.

“oh annyeong Ji ni-ya” sapa Tommy.

“annyeong, kalian baru pulang? Kemana saja kalian hari ini?” tanyaku.

“ah , kami habis dari rumah bibinya Hyung dan kemakam ayahnya Hyung.” Jawab Tommy.

“ne, maja. Ah cam! kau sudah makan malam Ji ni-sshi? Aku membawakan chicken untuk kita makan bersama.” Tawar Minhyuk-sshi.

“aku belum makan malam, tapi aku sudah makan siang tadi.” Kataku.

“baiklah, itu tandanya kau belum makan. Kajja! Kita langsung keruang makan saja.” lalu Minhyuk-sshi berdiri dan keruang makan.

Aku baru saja ingin menanyakan tentang Yoochun dan Donghae. Yasudahlah nanti saja diruang makan akan kutanyakan. Lalu aku dan Tommy pun menyusul ke ruang makan.

Setelah itu, kamipun duduk dan mulai menyantap makanan. Lalu tanpa basa-basi aku langsung menanyakan hal taadi yang daritadi sangat menganggu pikiranku.

“umm.. Minhyuk-sshi, apakah aku boleh bertanya sesuatu?” tanyaku.

“hmm..” Minhyuk-sshi menganggukan kepala. “mwonde?” katanya.

“umm.. apakah Yoochun dan Donghae saling kenal?” kataku.

“hah, tentu saja. mereka sangat kenal. Mereka tinggal bersama seperti kakak-adik saja.” kata Minhyuk-sshi.

Aku dan Tommy hampir tersedak.

“MWOOO????” kata kami berbarengan.

“geurae, mereka tinggal di sebelah rumah ini. Kalian tahu? Mereka berdua sudah seperti saudara kandung saja, karena mereka sama-sama memulai kariernya bersama. Namun, management mereka berbeda. Yah, sampai sekarang ini, Donghae sangat sibuk dengan boyband Super Juniornya dan Yoochun sibuk dengan boyband JYJ nya.” Jelas Minhyuk.

“oh, ternyata seperti itu..” kata Tommy.

“lalu, orangtua mereka?” tanyaku.

“orangtua mereka tidak tinggal di Seoul, mereka tinggal di Songsang. Jauh dari sini.”

“oh begitu.” Kataku.

“baiklah, teruskan makananmu.” Kata Minhyuk-sshi.

“ne..”

* * *

“Aku sungguh tak habis pikir, dua idolaku tinggal serumah dan disebelah rumah ini pula. Wow sangat mengejutkan sekali” kataku setelah kembali kekamarku. Aku ingin tidur. Hari ini aku cukup lelah. Besok aku tidak tahu akan ada kejutan apalagi yang datang. Aku pun langsung merebahkan diri di tempat tidur, memeluk guling dan tidur.~

Keesokan harinya..

Setelah aku bangun dari tidurku yang cukup pulas, aku langsung menyikat gigiku dan bersiap untuk jogging. Aku keliling kompleks rumahnya Minhyuk-sshi. Sekarang aku sudah tidak merasa asing lagi disini. Aku sudah tahu letak kedai-kedai makanan atau minimarket terdekat. aku berlari-lari kecil sambil menyapa orang yang lewat. Masyarakat disini memang sangat ramah. Lalu setelah 2 jam olahraga, aku kembali ke rumah Minhyuk-sshi.

Jam menunjukkan pukul 8 pagi. akupun langsung sarapan roti dan mandi. Hari ini aku sama sekali tidak mempunyai jadwal kemana-mana. Aku ingin dirumah saja. Tommy sedang berenang, Minhyuk-sshi sudah berangkat kerja. Akupun memilih untuk menonton tv sambil makan snack.

Lalu tiba-tiba ponselku berbunyi. ada sms. Dari nomor tak dikenal.

Dia: annyeoonngg!!!

Aku: nuguseyo?

Dia: ini aku..

Aku: iya siapa?

Dia: aku orang yang kau kenal.

Aku: Aku kenal dengan orang banyak.. tidak hanya kau. Kau ini sebenarnya siapa?

Dia: yakin kau tidak tahu? Padahal baru-baru ini kita bertemu loh.. sedihnya aku..

Aku: ya! Aku juga baru-baru ini bertemu orang banyak! Kau jangan bercanda!

Dia: ya! Kau galak sekali. kau ini alergi padaku ya?

Aku: betul, aku memang alergi dengan orang yang tidak jelas sepertimu!

Dia: mwo? A-aku orang yang tidak jelas?

Aku: iya betul, wae?

Dia: neo! Jinjja!!

Aku: WAE? Dasar aneh!

Dia: kalau saja kau tidak cantik, sudah aku omeli kau! Sayangnya kau ini cantik.

Aku: hah? Kau ini Aneh sekali. sudahlah, jika kau tidak ingin memberitahukan identitasmu, jangan sms aku lagi!

Dia: arrasseo, miss Ji ni.. joneun, Yoochun imnida!! Ddwaesseo?

Omaygat. Ternyata Yoochun.. haha aku senang sekali dia sms aku.

Aku: haaaaaaaaahh, yoochun-sshi. Ternyata kau. Jahil sekali..

Yoochun: haha.. kau sedang apa? Apakah sedang unmood? Marah-marah tidak jelas.

Aku: ya! Siapa yang marah-marah tidak jelas? Siapa suruh kau sms tidak memberitahu identitasmu.. aku paling sebal yang seperti itu arra?

Yoochun: arrasseo.. !

Aku: apa ini nomormu? Perlu ku save?

Yoochun: terserah kau. Tapi, jika kau tidak menyimpan nomor ponselku, nanti kau rindu padaku..

Aku: mwo? Hah! Kau ini pede sekali ternyata..

Yoochun: hah! Daripada malu-malu,lebih baik percaya diri.

Aku: ya, ya Mr. pede..

Yoochun: mwo? Ku tadi menyebutku apa?

Aku: apa kau tidak bisa baca MR.PEDE!

Yoochun: hei, enak saja! dasar miss galak!

Aku: kau ini selalu tidak mau kalah.

Yoochun: betul. Memangnya didunia ini siapa yang mau kalah? 😛

Aku: ada! Seperti aku! Aku selalu mengalah jika dibully olehmu.

Yoochun: dibully? Naega eonje?

Aku: haahh.. kau ini juga suka mengelak orangnya! Artis macam apa kau ini?

Yoochun: hei, aku ini artis terkenal yang sangat disegani oleh wanita-wanita cantik.

Aku: baiklah. Aku tahu aku tidak cantik.

Yoochun: haha. Berarti kau juga ngefans padaku, yakan?

Aku: mwo? Tidak. Aku tidak berkata seperti itu!!

Yoochun: haa.. katahuaan!!

Aku:……

Yoochun: wae? Sudahlah tidak usah malu. Nanti kuberi tanda tangan!

Aku: dasar Mr. Pedeee!!!

Yoochun: haha kalau kau disini, pasti wajahmu merah seperti tomat!

Aku: sayangnya aku tidak ada disanaaa:P

Yoochun: ah cam! Apa kau bisa kesini sebentar?

Aku: kesini kemana? Kerumahmu?

Yoochun: ne.. memangnya kau ingin kemana?

Aku: arrasseo.. geundae, buat apa aku kesana? Kau ingin melihat mukaku yang merah? Mukaku sedang tidak merah. Tapi ungu!

Yoochun: haha, nanti mukamu akan kuberi cabe agar mukamu merah!

Aku: mwo? Shilheo!

Yoochun: hehe..sudahlah,kau kesini cepat! Ingin bantu aku tidak?

Aku: ada syarat!

Yoochun: jahat sekali kau ini! Pakai syarat segala.

Aku: yasudah kalau tidak mau!

Yoochun: eh eh yaya baiklah! Apa syaratnya?

Aku: *senyumevil* kau tidak akan mengejekku!

Yoochun: -_- ne! yasudah cepat kesini!

Aku: ne, ne algaesseumnidaaa… aku akan segera kesana..

Yoochun: baiklah. Dalam waktu 5 menit tidak sampai, mati kau!

Aku: ya! Enak saja.

Yoochun: hehe.. sudah 1 menit looh..

Aku: ya!ya! arrasseo, arrasseo!

“haaiiisshhhh orang iniiiiii!!!!!!!”

Lalu, aku pun segera mengambil cardiganku dengan tergesa-gesa dan menuju kerumah Yoochun.

* * *

“WAE????” kataku galak setelah sampai dirumahnya. Kulihat Yoochun sedang menyeringai lebar.

“ya! Untuk apa kau marah-marah? Apa kau tidak ikhlas ku suruh kesini?” katanya dengan muka cemberut.

“arrasseo. Ada apa yoochun-sshi?” kataku berubah lembut.

“nah, gitu dong. Hehe, aku ingin membuat cupcake. Tapi ini terlalu banyak. Aku tidak bisa membuat sendiri. Aku butuh bantuanmu..”

“wah, kau bisa membuat cupcakes? Daebak!!” kataku mengacungkan jempolku.

“yaya.. memang aku ini hebat..” katanya dengan sombong.

“huh kau pede sekali. baiklah… sekarang kita mulai dari mana?”

“oke. Sekarang kita buat dulu adonannya.. yang ini terus… jangan lupa.. iya ini.. dan blablabla..”

Yoochun mulai memberikan tugas padaku. Aku pun mulai membuat adonannya dengan dibantu Yoochun. 20 menit berlalu, Kamipun dengan asyiknya membuat cupcake. Aku tidak menyangka dia bisa membuat kue. Haha.

“nah, sekarang kita hiasi cupcake ini..” kata Yoochun.

“joha, jadi, terserah aku ya menghiasnya seperti apa??” kataku.

“baiklah, sesuka hatimu”

Kami pun mulai menghiasi cupcake nya. Aku menghias cupcake dengan gambar wajah yoochun.

“ya! Yoochun-ah, mwabwa!” kataku.

“ya! Gambar apa ini jelek sekali?” ejeknya.

“hei, ini gambar wajahmu. Haha” ledekku.

“mwo? Wajahku kan tampan! Tidak mungkin sejelek ini!!” katanya membela.

“hahaaha tapi ini mirip denganmuuuu!! Haha!” kataku.

“enak saja! baiklah aku akan menghias kue ini dengan wajahmu juga” katanya.

Lalu diapun mulai menghias cupcake tersebut.

“tada! Ini dia wajahmu.” Katanya.

Jelek sekali. dengan alis yang menuju keatas dan mata yang besar.

“ya! Kau jangan menggambar yang lebih jelek dong!” kataku.

“hahahha!! Jelek sekali. lihat! Alis dan matanya ini! Haha” ejeknya.

“enak saja! shilheo!”

“sudah, tidak usah mengelak. Haha! Ah iya. Ayo kita masukkan cupcakes ini kedalam oven.”

“oke.”

Setelah itu, cupcakes nya pun dimasukkan kedalam oven.

“kita tunggu selama 25 menit!” sambung yoochun.

“okee!!” kataku.

Lalu akupun mulai mencuci wadah bekas kami membuat cupcakes. Yoochun pun ikut membersihkan meja yang berantakan adonan. Dan….

“ya Ji ni-ya” panggil Yoochun.

“mwo?” kataku sambil menengok kearahnya.

Lalu tiba-tiba dengan gerakan cepat, dia mengolesi hidungku dengan tepung sambil tertawa.

“YAA!!!! Apa-apaan kaau????” omelku.

“HAHAHA Ji ni-ya kau seperti badut.. haha” ledeknya.

“ah kau ini, sini kan kubalas” kataku. Lalu aku pun mengambil tepung dan mengoles ke wajah Yoochun.

“HAHAHAHA sekarang kau mirip hantu. Haha” ledekku.

“mwo?aiisshhhh kau ini parah sekali” katanya.

Lalu kami pun berebutan untuk saling mengolesi tepung. Dan tertawa riang.

Tiba-tiba..

“ya! Berisik sekali..aku tidak bisa tidur!” tegur seseorang.

Aku dan Yoochun langsung terdiam. Siapa itu? Apa ada pembantu Yoochun? Setahuku, kata Yoochun pembantunya sedang izin karena anaknya sakit. Dan setahuku juga, pembantunya Yoochun seorang wanita. Lalu, siapa lelaki itu?

Lalu Aku langsung mencari asal suara laki-laki itu. Kulihat seseorang sedang berdiri dibalkon atas rumahnya Yoochun. Dan betapa kagetnya aku bahwa suara tersebut adalah suara Lee Donghae!! OMG!!!!

To be Continued….

10 Comments (+add yours?)

  1. Choi EunHae
    Jun 20, 2013 @ 07:09:36

    Next thor

    Reply

  2. jihanfakhria
    Jun 20, 2013 @ 09:57:03

    Pendek thor,tapi kereeennn. Ditunggu next part nyaa^^

    Reply

  3. Fimma Putri
    Jun 20, 2013 @ 11:57:47

    Waks~
    Keren banget thor FF-nya
    Ditunggu next part-nya thor^^
    Jgn lama-lama ne 😀

    Reply

  4. Flo
    Jun 21, 2013 @ 01:16:43

    ah pendek, belum puas bacanya..
    lanjut thor, udah ga nahan penasarannya..

    Reply

    • hanjanisoo
      Jun 21, 2013 @ 05:31:38

      mianmian. emang pendek ya?-_- soalnya pas itu emang aku bingung mau ngecut yg bagian akhir-_- tahan yaaaaaaa. ini udah dikirim next partnya :))

      Reply

  5. ocha
    Jun 21, 2013 @ 20:54:28

    Kurang panjang thor
    Next part asap yaa

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: