[Special Post For Ryeowook’s Birthday] Still Waiting For You

JUDUL : STILL WAITING FOR YOU

AUTHOR : @S_VI1998

CAST : SUNG HYO RI , KIM NA YOUNG

GENRE : ROMANTIC

RATING : –

AN : semoga ffku yg satu ini menyentuh , kalau bisa sih jadi pemenang (ngarep nih si author) but overall , saengil chukkae my lovely bias ❤ happy reading all ^^ dan maaf yah kalau banyak typo yg bertebaran dimana mana ^^

***

20 April 2011

Ryeowook’s pov

Namaku Kim Ryeowook , seorang pebisnis yg sangat menyukai dunia pemotretan dan yg sekarang kulakukan sekarang adalah , memotret. Aku tengah duduk sembari menikmati sejuknya udara di pagi hari , menikmati betapa indahnya pemandangan di bawah langit biru nan cerah ini dan sesekali mengabadikan pemandangan indah di dalam memori sebuah kamera berinisialkan R.

Seperti biasanya , aku selalu ke taman ini jika aku memiliki waktu luang diantara jadwalku yg padat tapi kali ini aku memiliki alasan yg lebih spesifik , mengembalikan barang miliknya. Aku melirik ke arah kiri , setelah itu kulirik arah kananku , ternyata dia belum datang. Yah , aku sungguh tergila gila dibuatnya , hanya dialah objekku dan jika satu hari saja dia tak ada dalam pandanganku , disaat itulah aku menjadi orang gila yg merindukannya sepanjang hari.

aku masih sibuk mencari dirinya , sosok yg membuatku gila.

Itu dia , batinku. Aku melihatnya , dia berjalan menuju sebuah pohon besar nan rindang , tempat biasanya. Kemudian dia pun mengeluarkan alat tulisnya , dia seorang penulis. Aku bisa menebak apa yg akan dilakukannya setelah mengeluarkan alat tulisnya , melakukan pemanasan terhadap kedua tangannya dan yap! Terbakan yg tepat sekali.

Aku berjalan mendekatinya , tak lupa kubawa benda kesayangannya yg tertinggal. Dia tampak mencari cari benda kesayangannya , ekspresi bahagia di wajahnya berubah , dia lebih mirip seseorang yg ditinggal pergi kekasihnya.

“apa anda mencari ini?” tanyaku hati hati sembari menunjukkan sebuah pen berwarna ungu , warna favoritku.

“ne” balasnya singkat dan dalam sekajap , pena itu telah berbalik ke tangan pemilik aslinya.

Tak ada percakapan diantara kami setelah itu. Ayolah kim ryeowook , mulai pembicaraan! Apa kau sepayah itu? , batinku terus menceramahiku. Yah , aku memang tak tau harus berbicara apa.

“gomawo” sambungnya diiringi senyum diwajah manisnya.

“ne?” balasku. Payah , respon apa ini? Ditambah dengan ekspresi terkejut yg kutunjukkan.

“gomawo” ulangnya dan kali ini tak ada senyum di wajah manisnya.

“ah~ gweanchanna” balasku.

Aku masih berdiri dihadapannya yg tengan duduk dibawah pohon beringin. Aku memang namja payah yg bahkan tak bisa menggerakan kakiku untuk kembali ke tempatku.

“apa anda takkan pergi? Aku merasa tidak enak” ucapnya hati hati.

Aku kehilangan kata kata. Kalimat terakhirnya membuatku mati gaya , aku terdiam tanpa berinisiatif untuk membalas kalimatnya.

“maaf , apa anda memiliki masalah dengan pendengaran anda?” tanyanya kembali menyadarkanku.

“a..anniya , n..nan kim ryeowook imnida. Ba.. bangapseum…nida” balasku disertai kegugupan yg mendadak melanda diriku.

“sung hyori imnida ,  bangapseumnida” ucapnya membalas salam perkenalanku.

Dia tersenyum kearahku , senyum yg membuat siapapun terpesona hanya dengan melihatnya dan itu telah terjadi padaku.

“keu…keurom , a..aku permi…si terle..bih dahulu” ucapku dan setelah itu , membungkuk menandakan rasa hormat karna ini pertemuan pertama kami , secara langsung.

Aku berjalan kembali menuju ke tempatku , aku masih merasa kesal dengan diriku sendiri. Aku benar benar gugup  ,  saat aku menatap mata kami bertemu disaat itulah jantungku berdegup kencang.

Hari ini , untuk pertama kalinya aku berbicara denganya dan untuk pertama kalinya setelah 2 tahun yg lalu mata kami kembali bertemu.

Flashback

18 mei 2009

Ryeowook’s pov

Aku terpuruk. Saat ini yg dapat membuatku lebih tenang hanyalah alkohol.

“na-ya” racauku.

Aku mengunci diriku di kamar dengan ditemani beberapa botol alkohol selama 2 hari , inilah rutinitasku. Bukankah aku gila? Yah , aku gila , aku tak mempedulikan wartawan yg menunggu berita dariku atau mungkin telah membuat berita tak jelas tentangku , yg aku pedulikan hanyalah dia. Dia yg sangat aku percayai , menghianatiku dengan undangan pernikahan yg dikirimkannya ,  aku benar benar gila dibuatnya. Jika saja dia berkata kalau ini hanya kebohongan yg dibuatnya dan ingin kembali padaku , aku akan menerimanya , dengan senang hati aku akan berjalan diatas pelaminan dengannya.

“KIM NA YOUNG!” teriakku frustasi dan didetik berikutnya , kulempar botol soju yg masih penuhu tepat mengenai foto pernikahanku dengannya.

“AKH!” kembali kuberteriak.

Seharusnya aku yg berjalan di pelaminan dengannya , kenapa dia harus menghianatiku seperti ini?

“WAE?! WAE?!” teriakku dengan suara serakku.

Aku yg seharusnya menjadi suaminya bahkan kami telah melakukan pemotretan untuk foto pernikahan kami , aku hanya perlu menunggu undangan pernikahan yg dia bilang dia akan memilih desainnya. Pembohong , dia ternyata seorang pembohong , bukan namaku yg tertulis di undangan pernikahan itu melainkan nama seseorang yg sangat dekat denganku bahkan sudah kuanggap adikku sendiri , henry lau.

“ryeowook-ah , buka pintumu. Kita bisa membicarakannya baik baik bukan? Eomma mohon buka pintunya” ucap eomma dari luar.

Aku tau aku bertingkah seperti anak kecil tapi ini benar benar menyakitkan , hatiku benar benar terluka begitu juga dengan harga diriku.

Aku kehilangan akal sehatku bahkan aku sempat berpikir untuk mengakhiri hidup ini tapi itu tidak benar , maka dari itu kuputuskan untuk menghirup udara segar.

“ryeowook-a” panngil eomma sesaat setelah kubuka pintu bercatkan warna putih ini.

“mianhae eomma , beri aku sedikit waktu” ucapku , dengan kemeja putih berantakan disertai dasi yg telah terlepas dari ikatannya dan celana panjang berwarna hitam pekat , aku dengan mengendarai mobilku menuju ke taman yg terkenal indah di Seoul , ibukota korea.

Sesampaiku di taman yg terlihat menenangkan ini , aku pun mencari tempat diatas rerumputan yg menurutku paling nyaman untuk dijadikan alas tidurku.

“AKH!” aku berteriak sekuat mungkin , melepaskan semua rasa sakit dan penat di dada.

Aku tengah mentap langit biru dihiasi awan putih dan didetik berikutnya , seorang yeoja menjadi objek yg kutatap.

“maaf , sepertinya penaku ada dibawah punggung anda” ucapnya.

Jantungku berdebar tak karuan dan didetik berikutnya hanya ada wajah yeoja ini memenuhi pkiranku.

“maaf , apa anda bisa bangkit sebentar?” tanyanya dan secepat mungkin , aku bangun dari posisi tiduranku.

Dia mengambil sebuah pena berwarna ungu yg sedari tadi berada dibawah punggungku.

“maaf menggangu aktifitas anda” ucapnya dan kemudian ia pun membungkukkan badannya menandakan rasa hormatnya.

Kulihat punggungnya yg menjauh. Kepalaku terasa sedikit sakit , pandanganku gelap , sampai akhirnya aku merasakan badanku seperti terbanting ke tanah dan objek terakhir yg kulihat , yeoja tadi kembali berlari kearahku.

Flashback end

21 april 2011

Hyori’s pov

Kemarin merupakan hari yg penting untukku. Aku tak pernah melupakannya , kemeja putih berantakannya ditambah dasi yg sudah tak berbentuk lagi menjadi objek yang selalu berada di dalam kepalaku sampai akhirnya kami berbicara kembali.

“sayang , makan dulu sarapanmu” ucap eomma membuyarkan lamunanku.

Namaku sung hyori , tahun ini aku akan berumur 22 tahun. Aku seorang penulis novel yg cukup dikenal para pecinta novel dan tahun ini aku berencana akan meluncurkan novel terbaruku berjudul ‘An object that cant even be touched’

Setelah menghabiskan sarapanku , aku pun dengan mengendarai sepeda kesayangku menuju ke taman yg cukup terkenal di kalangan masyarakat seoul akan keindahannya.

Setibaku di taman , tampak seorang namja yg selalu menjadi perhatianku sedang menikmati tidur siangnya diatas rerumputan hijau nanlembut ini. Dia benar benar sempurna , aku bahkan masih tak percaya akan kesempurnaan dirinya , hanya dengan melihatnya saja sudah dapat dipastikan kalu dia sempurna.

Kuberanikan diriku untuk berjalan kearahnya , tak biasanya dia tertidur disini dan hari ini dia juga tak membawa kamera berwarna putih miliknya. Sekarang , aku telah berhadapan dengannya , kedua matanya terlalu indah bahkan saat tertutup , hidungnya yg tak begitu mancung tetap memainkan peran sehingga membuat wajahnya tampak lebih sempurna. Aku terlalu mengaguminya , daialah objek favoritku.

“engh” erangnya dan perlahan , kedua mata indahnya terbuka , aku terkejut dan segera kujauhkan wajahku dari wajahnya.

“neo?” ucapnya dengan suara seraknya karna baru terbangun dari tidur indahnya.

“mi….mian” ucapku dan segera berjalan menjauhinya.

Aku benar benar salah tingkah , aku tak tau harus menjawab apa jika dia bertanya kenapa kepadaku. Memberanikan diri dan berjalan kearahnya adalah hal terbodoh yg telah kulakukan.

“hyo ri-ssi! Cakkamannyo!” teriaknya dari jarak yg cukup jauh dari tempatku sekarang.

Aku tak berani berbalik apalagi menatap kedua matanya maka kuputuskan untuk berdiri menunggu apa yg akan diperbuatnya. Aku merasakan langkah kaki yg sepertinya mulai mendekat ke arahku dan saat langkah kaki itu berhenti , angin bertiup menerpa wajahku membuat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya.

“bisakah kita berteman?” tanyanya.

Aku berbalik. Dia tidak menanyakan kenapa kau menghampirinya tadi , dia hanya menanyakan apakah aku ingin berteman dengannya. Segelintir rasa kecewa menerpa haitku ,apakah kami hanya bisa berteman? Tapi bukankah cinta biasanya bermula dari pertemanan? Tidak , aku sudah mencintainya bahkan jau sebelum dia ingin berteman denganku.

Ryeowook’s pov

“bisakah kita berteman?” tanyaku.

Yah , saat ini lebih baik untuk memberanikan diri daripada hanya bisa menatapnya dari kejauhan , bukankah menjadi teman lebih baik? Dan setelah itu mungkin kami bisa ke tahap yg lebih serius karna umurku sudah tak muda lagi , 29 tahun , hampir menginjak 30 tahun.

“ne?” balasnya dengan eksperis terkejut yg ditunjukkannya.

“te..tentu” balasnya lembut disertai senyum manisnya.

Sekarang yg harus kulakukan adalah mencari alasan yg dapat membuatku bersama dengannya lebih lama lagi , ayolah berpikir!

“keu..keurom , hari ini tanggal 21 april dan hari ini merupakan hari jadi persahabatan kita. Bukankah patut untuk dirayakan?” ucapku dengan sedikit keraguan akan jawabannya.

“begitukah?” tanyanya datar.

“ayolah” balasku dan tanpa menunggu jawaban darinya , kugenggam tangan kanannya mengajaknya masuk kedalam mobilku.

“eoddi?” tanyanya.

“membeli beberapa gulali untuk dimakan” balasku dan didetik berikutnya ia tertawa , tawa yg selalu kusukai.

“mwo? Gulali? Kim…ehm , kim-ssi , di taman juga ada gulali , kita bisa membelinya di taman” balasn ya masih dengan tawa menyertai setiap katanya.

“keurom ,kita beli saja di taman. Dan aku merasa sedikit heran kenapa kau memanggilku kim-ssi , apa kau lupa namaku?”tanyaku sedikit menggodannya.

“ne? ah~ kalau itu , aku lupa” ucapnya disertai tawa khasnya.

“apakah namaku begitu sulit untuk dihafal?” tanyaku polos.

“sangat , namamu sangat sangat sulit untuk sdiingat memoriku” balasnya yg terdengar seperti ledekkan untukku.

“aish! Kalau begitu , namaku kim ryeowook dan jangan pernah melupakannya!” ucapku tegas tapi yg kudapat hanyalah tawa darinya.

“kau lucu kim-ssi” balasnya dan aku pun ikut tertawa dibuatnya.

Ternyata dia yeoja manis yg ramah , sikapnya hari ini berbeda denagn sikapnya kemarin. Lucu.

2 bulan kemudian

21 juni 2011

Ryeowook’s pov

Kami terbilang cukup dekat setelah 2 bulan ini kami sering menghabiskan waktu bersama dan hari ini hari special untukku , apa dia mengetahuinya?

Aku sudah menunggunya daritadi dan tak ada tanda tanda yg menunjukkan kedatangannya , bukankah ini terlalu membosankan? Apa lebih baik aku beristirahat sebentar?

Kuputuskan untuk memjamkan mataku sebentar sembari menunggu kedatangannya yg tak kian datang.

“KIM-SSI!” teriak seseorang yg sangat familiar di telingaku.

Aku terkejut dan secara refleks aku langsung terbangun dari tidurku yg nyenyak ini.

“aish! Kau mengejutkanku” balasku sinis.

“begitukah? Ternyata birthday boy yg satu ini begitu sensitif” ucapnya meledekku. Dia mengetahuinya , aku tahu dia pasti akan mencari tahu tentang tanggal ulang tahunku seperti yg kulakukan , mencari tahu tanggal ulang tahunnya , tanggal 14 agustus.

“kau mengetahuinya? Aish~ begitu pentingnyakah tanggal ulang tahunku bagimu? Neomu kyeopta~” ucapku sembari mencubit kedua pipinya gemas.

“sakit!” protesnya.

“kasihannya dirimu. Keunde , hadiahku mana?” tanyaku sembari mengulurkan kedua tanganku menagih hadiahku.

“mwo? Harusnya kau yg mentraktirku” balasnya singkat,

“jadi aku tak dapat hadiah?” tanyaku memperjelas masalah diantara kami.

Dia mengangguk pasti. Kulihat kebelakang punggungnya dan tak ada yg disembunyikannya , yeoja ini benar benar.

“baiklah kalau begitu aku akn memberikanmu hadiah” balsaku.

“hadiah? Aku meyuruhku untuk mentraktirmu bukan memberiku hadiah” ucapnya

“ would you be my girlfriend?” tanyaku.

Dia terkejut , dia seakan tak percaya dengan perkataanku dan didetik berikutnya dia tertawa.

“kim-ssi , jangan bercanda. Aku hanya menyruhmu untuk mentraktir tapi jika kau takmau juga tak usha seperti itu” balasnya.

“aku serius. Kau tau , aku telah memperhatikanmu begitu lama dan hari ini aku memberanikan diriku untuk menyatakan cintaku padamu” ucapku tanpa sedikitpun menunjukkan ekspresi bercanda.

Dia tampak tertegun , tampak bingung dengan apa yg akan dikatakannya tapi aku tentu berharap kalau dia akan menerimaku.

“ka..kalau kau membutuhkan waktu ,aku…”

“tidak usah. Kau tau ryeowook-ssi , kita pernah bertemu 2 tahun yg lalu dan pada saat itu aku tak bisa memikirkan siapapun selain dirimu hingga saat ini” ucapnya panjang lebar.

Aku masih bingung , lebih tepatnya takut. Masih menerka tentang apa yg akan dilanjutkannya , apakah dia akn menerimaku atau membuangku seperti yg dilakukan kim na young kepadaku ?

“jadi , apa kau masih belum tau jawabanku?” tanyanya dan didetik berikutnya , aku membawanya kedalam dekapanku. Tak perlu diragukan lagi , dia menerima pernyataan cintaku.

“ini hadiah untukmu” ucapnya sembaari mengeluarkan sebuah boneka jerapah kecil daro saku celananya/

“yak , kau bilang tak ada hadiah untukku” ledekku.

“anni , aku berpikit kembali. Jika aku tak memberikanmu hadiah makau sewaktu giliranku berulang tahun , mungkin saja kau juga tak memberikanku hadiah” balasnya dan disambut tawa hangat dariku.

“bodoh! Aku tak mungkin melakukannya” ucapku dan memukal pelan kepalanya.

“jangan bilang sakit , itu hanya pelan anak manja” ledekku sebelum dia mengucapkan sepatah katapun dari bibir manisnya.

“arraseo! Ryeowook-ah , coba kau tekan keapla kearapah itu” ucapnya.

Akupun menekan kepala jerapah yg diberikannya sebagai hadiah ualng tahun untukku dan sesaat setelah itu , keluar suara seorang wanita ,engucapkan ‘kim-ssi , kim-ssi , ayo jangan tidur terus! Bangun!” ucap suara itu.

“lucu bukan?” tanyanya. Sekarang aku tau siapa pemilik suara indah itu , yeojachingguku , sung hyori.

“lucu , pemilik suaranya bahkan lebih lucu: ucapku.

Aku menatap kedua mata indahnya dan dia pun begitu , kami melakukan kontak mata cukup lama , matanya terlalu indah.

“saranghae” ucapku dan didetik berikutnya , aku mencium lembut bibir manisnya.

“na ddo” balasnya dan disusul senyum dari kami berdua.

beberapa bulan kemudian

14 agustus 2011

Hyori’s pov

Hari ini cuaca sangatlah indah , sama halnya dengan hatiku yg sungguh senang. Aku masih sibuk memikirkan hadiah apa yg akan diberikannya untukku , aku tidak mengharapkan apa apa kecuali satu , dia melamarku , itu hadiah yg kuinginkan darinya.

Aku mengayuh sepedaku seperti biasa menuju ke tempat favoritku , taman.

Setibaku disana , kulihat dirinya yg tertidur dengan pulasmya dibawah terik sinar matahari beralaskan rerumputan hijau.

“OPPA!” teriakku membangunkannya.

Inilah rutinitas lainku setiap hari , membangunkannya dari tidur indahnya , benar benar sleeping beauty dan semenjak kami resmi menjalin hubungan asmara , aku memanggilnya dengan sebutan oppa dan itu pun karna permintaan darinya.

“OPPA!” panggilku sekali lagi karna dia tak kunjung bangun,

Aku memanggilnya terus menerus tapi tak ada respon darinya hingga tiba tiba dia menarikku ke dalam dekapannya.

“saengil chukkae chagiya”bisiknya tepat ditelingaku sehingga menghantarkan kegelian yg menjalar diseluruh tubuhku.

“liatlah keatas” bisiknya sekali lagi dan didetik berikutnya aku terkesima.

Beratus ratus balon terhubung membentuk kata will you marry me , bukankah ini begitu indah? Ini adalah hadiah terindah yg kudapat di dalam hidupku.

“kiss me if you will and hug me if you won’t” bisiknya.

Aku terharu , aku merasa sangat bahagia tapi ini takkan seru jika hanya berakhir disini.

Aku pun berinisiatif untuk mengerjainya ,kupeluk dirinya dan mengelus lembut punggungnya untuk menenangkannya.

“mian oppa” balasku. Seketika raut kecewa menghiasi wajahnya.

“aku takkan merendahkan harga diriku untuk menciummu terlebih dahulu” sambungku.

Dia terkejut dan eksperisi wajahnya pun berubah. Dia tersenyum bahagia dan setelah itu mengecup lembut bibirku.

“sebagai balasannya , temani aku melihat malam hari ini. Aku suka bintang” ucapku diakhir .

“as you want princess” balasnya dan disambung tawa kami.

Malam hari

Malam hari tiba , kami tidur diatas rerumputan yg disinari cahya bintang bintang malam menunggu bintang jatuh untuk meminta permohonan bersama.

“oppa , lihat ada bintang jatuh. Cepat buat permohonan” ucapku dengan antusiasnya tetapi berbeda denagnnya , ia tampak tak percaya.

“ayolah oppa” bujukku dan dai pun menuruti kemauanku.

Aku ingin suatu hari nanti saat aku harus meninggalkannya , dia takkan terluka seperti dulu saat dia ditinggal teman baikku kim na young , batinku.

Ryeowook’s pov

Dengan terpaksa aku pun ikut meminta permohonan walau sebenarnya aku tak percaya dengan hal aneh ini.

jika memang memohon pada bintang jatuh akan terkabulkan , aku hanya memohon satu hal , buatlah kami agar tetap bersama membentuk sebuah keluarga kecil yg bahagia , batinku.

“sudah oppa?” tanyanya dan aku pun mengangguk.

“kau tau oppa , permohonanmu pasti akan terkabulkan” bisiknya dan mencium pipiku sekilas.

“begitu juga dengamu” bisikku membalas bisikkannya dan mencium keningnya sekilas.

Malam kami sangatlah indah , ditemani dengan kerlap kerlipnya bintang dan terang bulan. Aku bahagia bahkan sampai saat ini.

21 juni 2012

Ryeowook’s pov

Hari ini aku datang lebih awal dari biasanya dan kuusahakan untuk tidak tertidur karna hari ini adalah hari yg sangat spesial , hari anniv kami yg pertama.

Kemarin malam , entah ada angin apa , dia menelponku dan mengingatkanku untuk datang hari ini. Dia juga mengucapkan goodnight untukku yg tidak biasa dia lakukan melalui telpon.

Aku memutuskan untuk tidak memikirkan firasat anehku dan hanya fokus untuk menunggunya di bawah pohon rindang yg menjadi tempat favoritnya.

2 jam berlalu dan dia tak kunjung datang , bahkan panggilan teleponku tak diangkatnya , smsku juga tak dibalasnya. Aku merasakan hal buruk yg akan terjadi , kupegangi sebuah album foto berisikan dirinya yg kurencanakan akan kuberikan sebagai hadiah untuknya , jujur saja aku merasa takut saat ini.

Satu minggu kemudian

28 juni 2012

Sudah satu minggu aku terus menunggunya dan dia tak kunjung datang , yg lebih bodohnya lagi , aku tak pernah kerumahnya sama sekali sehingga aku tak tau harus kemana mencarinya.

Aku terus menanti , takut akan dicampakkan lagi seperti dulu , takut akan dihianati lagi seperti dulu tapi aku tetap percaya , percaya akn cinta kita.

“kim ryeowook?” tanya seorang yeoja paruh baya yg kin telah berdiri di sampingku.

Sebagai rasa hormat kepada yg lebih tua , aku pun berdiri dan membungkungkan badan kearahnya.

“ne , joneun kim ryeowook imnida” balasku.

“ini yg ingin diberikannya untukmu , novel yg belum terselesaikan” ucap ahjumma ini yg tak henti mengeluarkan air matanya setelah bertemu denganku.

“untuk saya?” tanyaku memastika.

“ne. ini miliknya , hyori. Seminggu yg lalu penyakit asmanya kambuh dan…”

ahjumma menghentikan perkataannya. Ini tidak mungkin , dia tak mungkin meninggalknaku.

“dan dokter tak sempat menyelamatkannnya. Hyori bilang , kalau seseorang namja yg sering diceritakannya yg bernama kim ryeowook akan menunggunya disini” ucapnya masih dengan air mata yg membasahi pipinya.

“anniyo. Ahjumma mungkin salah ,ini tidak mungkin” balasku dan tanpa kusadari , air mataku telah sukses membasahi kedua pipiku.

“ini alamat peristirahatan terakhirnya. Pergilah , dia menunggumu. Jangan terus menantinya nak , jalani hidupmu. Ahjumma permisi.” Balas sang ahjumma dan berjalan pergi.

Aku masih tak percaya. Dengan langakag gontai akupun perdi ke alamt yg diberikan yg berada tak jauh dari sini.

Setibaku di tempat yg kutuju , aku tak kuasa menahan tangisku. Yah , dia telah pergi , pergi meninggalkanku.

“hey~ apa kau sudah bahagia disana? Kenapa kau tega meninggalkanku? Bukankah sudah kubilang kalau bintang itu pembohong? Dia tak mengabulkan dpermohonanku. Kau tau , aku akan selalu menunggumu , jangan lama lama menjemputku.” Ujarku.

Kuletakan sebuah album di atas makamannya dan setetes air mataku jatuh membasah makamnya. Saranghae.

2 bulan kemudian

Ryeowook’s pov

Aku masih menunggunya dan akan terus menunggunya di bawah pohon favoritnya. Aku yakin suatu hari nanti walau entah kapan , dia pasti akan datang.

“ryeowook-oppa , jangan menungguku lagi. Aku akan baik baik saja , hiduplah dengan baik” bisik seseorang yg membangunkanku dari tidurku.

“ternyata hanya mimpi , kau belum datang ruapanya?” gumamku dengan senyum siniisku.

“I’ll wait for you , chagiya~” ucapku dan kembali menunggunya.

28 Comments (+add yours?)

  1. desifitriyani
    Jun 28, 2013 @ 09:44:49

    bagus bgt. Cinta sejati

    Reply

  2. elli
    Jun 28, 2013 @ 10:27:07

    😥

    Reply

  3. Babyfishevil
    Jun 28, 2013 @ 10:47:37

    Bagus,,
    ;}

    Reply

  4. arina
    Jun 28, 2013 @ 10:52:59

    autho…. *hug
    suka bgt ma cerita nya…. aduh wook oppa kasian, ga jadi nikah iya. di tinggal mati iya… *hiks
    special birthday yg sad…. 😥
    but ga komen jelek ko…. bagus malah. next thor…. ^0^

    Reply

  5. Nonaevil
    Jun 28, 2013 @ 12:21:06

    yaahh .. pikirnya happy ending ternyata .. sad ending 😦
    wookie fighting nungguinnya ne keke ^^

    Reply

  6. yulia
    Jun 28, 2013 @ 12:28:07

    sedih banget….

    Reply

  7. halisa
    Jun 28, 2013 @ 14:50:15

    Ahhhh ending nya meleset dari yg ku pikirkan.. Daebak thor !! Good job ^^

    Reply

  8. Fanabiko
    Jun 28, 2013 @ 22:34:59

    Yah endingnya .. T.T sedih ternyata

    Reply

  9. dea
    Jun 28, 2013 @ 23:50:37

    Ryeowook oppa berapa lama dia akan menunggu,ryeowook oppa bener-bener setia,tersentuh naget aku ceritanya.. 😥

    Reply

  10. pinkpumpkin~
    Jun 29, 2013 @ 10:37:08

    yah, sad ending. but overall, good job thor. keren~^^ I’ll wait for your next story;)hihi.

    Reply

  11. SooWookSpinkle
    Jun 30, 2013 @ 00:01:43

    Keren banget FF nya kasian Ryeowook oppa gak nyangka bakal sad ending..mengharu kan banget Good job author..:)

    Reply

  12. Flo
    Jun 30, 2013 @ 13:51:42

    tragis banget kisah cinta si wookie
    ditinggal nikah iya, ditinggal pergi selamanya iya..
    aigo.. yg sabar yah wookie..
    nice ff thor, bagus banget..

    Reply

  13. centiasyafira
    Jul 01, 2013 @ 16:35:57

    Sad ending TTTTT

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: