Protecting You [1/?]

gg

Protecting You Part 1

 

Author   : GaemVi

Main Cast        : Lee Donghae
Support Cast   : Choi Minho, Lee Hyukjae

Genre    : Action, Romance

Rating  : PG-15

Leght    : Chapter

It also published on my blog superjuniorfanfic1315.wordpress.com

“Kau tahu bagaimana rasanya melihat Eommamu mati tertembak dihadapanmu sendiri? Dan pada saat pemakaman eommamu, appamu malah tetap melaksanakan pekerjaan yang dianggapnya mulia itu? ya untuk sebagian orang pekerjaan itu mulia tapi untukku pekerjaan itu terkutuk…” – Park Hyejin.

“Apa kau pernah merasakan mencintai seseorang dan ingin mencurahkan isi hatimu namun terhalang kebenciannya terhadap sesuatu yang sudah menjadi bagian hidupmu? Sangat menyakitkan, harus memendam perasaan terhadap seorang yang kau cintai sekaligus yeoja yang membenci sesuatu yang sudah menjadi identitasmu…” – Lee Donghae.

11.00 KST Incheon Airport, Korea Selatan.

Akhirnya aku kembali menginjakkan kaki di negara ini, negara yang menyimpan berjuta kenangan pahit dan juga ketidakadilan untukku. Entah apa yang akan terjadi nanti denganku, bisa saja dia menyuruh anak buahnya untuk mengawalku ketat mengalahi pasukan pengawal Ratu Ellizabeth. Ah jujur aku muak dengan orang-orang yang terus mengikutiku kemanapun aku pergi, aku ini manusia bukan berlian lagipula aku yakin jika aku harus mati itu tidak akan ada pengaruh untuknya. Karena baginya pekerjaanlah yang sangat berarti dan segalanya untuknya dibandingan denganku.

“Park Hyejin-ssi.” Ucap seorang pria ah anni segerombolan pria berpakaian militer menghampiriku. Lihat apa ku bilang tadi, dia akan menyuruh orang-orang mengawalku mengalahi kawalan ratu Ellizabeth. Kenapa tidak saja sekalian dia membuatkan kerajaan dan menjadikanku ratu, ne ratu Park Hyejin I mana tahu pesonaku bisa mengalahi Kate Middleton dan membuat pangeran William mendepaknya dan menjadikanku sebagai istrinya. Aishh, kenapa aku berbicara aneh seperti ini? Ini semua gara-gara prajurit-prajurit babo itu.

“aku tahu pasti dia yang menyuruh kalian bukan? Dimana mobilnya?” tanyaku sambil mencegah seorang dari mereka membuka mulut, lagipula tanpa mereka berbicara mereka atas suruhan siapa, aku sudah tahu siapa yang menyuruh mereka.

“mari ikut kami agasshi.” Aku pun mengikuti mereka sampai menuju mobil, aku pun langsung masuk menuju tempat kemudi namun apa-apaan ini, mereka melarangku dan menyuruhku duduk dibelakang dengan alasan aku tidak terlalu afal jalanan di Korea. Oh come on, aku memang lama di Inggris tapi bukan berarti ingatanku akan jalanan di Korea Selatan memudar. Apa mereka pikir aku ini ahjumma-ahjumma yang ingatannya pendek?

11.00 KST Departemen Pertahanan, Yongsan-gu, Korea Selatan. “mianhae Sonsengnim apa anda memanggil saya?” tanya seorang namja sambil berdiri tegap.

“ne duduklah. Sebenarnya aku memanggilmu karena aku membutuhkan bantuanmu.” Ucap pria yang tidak lain adalah Park Yong Woon, appa Hyejin.
“jika aku bisa aku akan membantumu Sonsengnim.” Jawab namja itu.
“kau tahu bukan anakku Park Hyejin, dia baru saja kembali dari Inggris dan dia akan kembali menetap di Seoul. Dan kau pasti juga tahu alasan mengapa ku mengirimnya ke Inggris.”
“yang ku tahu kau mengirimnya ke Inggris untuk bersekolah dan melanjutkan kuliah.” Ujar namja itu.
“bukan hanya itu. Apa kau ingat kematian anaeku 10 tahun yang lalu?”
“ne aku ingat Sonsengnim.” Jawab namja itu lagi.

“pada saat itu Hyejin baru berumur 11 tahun. Anaeku meninggal karena dibunuh oleh sekelompok pemberontak, mereka membenci strategi perangku dan berusaha menghancurkanku dengan cara membunuh anae dan anakku. Pada saat itu anakku, Park Hyejin berhasil selamat karena anaeku sudah menyembunyikannya diruang persembunyian namun celakanya anaeku tidak berhasil menyelamatkan diri. Semenjak kematian anaeku Hyejin beberapa kali hampir celaka dan karena alasan itulah aku mengirimnya ke Inggris karena tidak mungkin pemberontak itu mengejarnya sampai ke Inggris. Dan sekarang anakku sudah kembali berada di Korea, dan aku sangat yakin mereka akan kembali mencoba menyelakainya. Dan karena itulah aku meminta bantuanmu untuk menjaga dan melindunginya.” Ujar Park Yong Woon panjang lebar.

“Sonsengnim, setelah 10 tahun berlalu apa mereka akan tetap berusaha untuk mencelakai anakmu?” tanya namja itu.
“mereka tidak akan jerah sebelum berhasil membuat Hyejin menyusul eommanya.” Gumamnya.
“mianhae Sonsengnim kenapa harus aku, maksudku banyak prajurit yang lebih baik dan lebih bisa diandalkan lagipula aku termasuk prajurit baru yang bergabung di sini.” Ujarnya tidak yakin.

“aku memilihmu karena aku percaya kau bisa diandalkan Lee Donghae, buktinya dalam waktu singkat kau sudah menjabat sebagai mayor. Jadi aku percayakan anakku, Park Hyejin kepadamu. Lindungilah dia seperti kau melindungi dirimu sendiri.  Dan anggap ini adalah bagian dari tugasmu.” Ujar Park Yong Woon seraya memajukan duduknya dan mengepalkan tangannya diatas meja. Namja itu adalah Lee Donghae salah satu prajurit yang dengan umurnya yang masih terbilang muda sudah menjabat sebagai mayor. Dia adalah salah satu prajurit kebanggan Park Yong Woon yang tidak lain adalah appa Hyejin.

“tapi Sonsengnim….” Sanggah Donghae.
“ini perintah Lee Donghae.” Ucap Park Yong Woon.
“ne baiklah Sonsengnim akan kujalankan perintahmu.” Ujar Donghae sambil membungkukkan sedikit badannya.
“oh ne tapi sebelumnya kau harus tahu bagaimana Hyejin yang sesungguhnya.” Ujar Park Yong Woon sambil kembali menyenderkan tubuhnya di bangkunya.

“Hyejin yang sesungguhnya, maksudmu apa Sonsengnim aku tidak mengerti.” Tanya Donghae bingung dengan ucapan atasannya itu.
“Hyejin bukanlah yeoja sembarangan, dia mempunyai sikap yang ku yakin akan membuatmu jengah. Dia adalah yeoja yang kasar, keras kepala, angkuh, manja dan segala sesuatu yang dia mau harus dia dapatkan. Sifatnya bertolak belakang dengan sifatmu Donghae-ssi. Ya walaupun ku akui akulah yang telah menumbuhkan sifat negative di dalam dirinya.” Gumam appa Hyejin, terlihat raut kesedihan dari wajahnya.
“apa maksudmu, kau yang menumbuhkan sifat negatifnya Sonsengnim? Mianhae aku terlalu banyak bertanya.” Ujar Donghae merasa tidak enak.
“gwechanayo, kau akan sering menghabiskan waktu bersamanya jadi kau harus tahu tentang Hyejin sampai ke akarnya. Sebenarnya dulu pada saat eommanya masih hidup Hyejin adalah yeoja yang ceria, baik hati, penurut dan hampir semua orang sayang kepadanya tapi karena kematian eommanya dan diriku yang terlalu sering menghabiskan waktu di camp militer dia semakin hari semakin berubah, dia menganggap aku terlalu cinta dengan pekerjaan ini dibanding dengannya. Dan itu juga salah satu sebab dia sangat membenci semua yang berhubungan dengan militer.”
“mianhae Sonsengnim kalau aku lancang tapi kalau kau perbolehkan aku akan berusaha untuk mengembalikan dirinya yang dulu.”
“bukannya aku meremehkanmu tapi Hyejin itu bukan yeoja yang mudah ditaklukan, tapi kuhargai usahamu. Mianhae aku menempatkanmu sebagai pengawal pribadi, posisi yang sebenarnya tidak pantas untuk seorang mayor sepertimu.”
“gwechanayo Sonsengnim, aku senang jika bisa membantumu.”
“ne ghamsahamnida Donghae-ssi. Aku akan memberitahumu kapan kau mulai bisa mengawal anakku. Dan sekarang kau bisa kembali ke ruanganmu.”
“ne Sonsengnim.” Ucap Donghae sambil membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan appa Hyejin.
Donghae P.O.V

Permintaan Yong Woon Sonsengnim benar-benar membuatku kaget sekaligus tidak percaya. Dia mempercayakan anak semata wayangnya kepadaku dan ceritanya tadi benar-benar membuatku terperangah. Aku tidak menyangka menjadi seorang jenderal bukanlah hal yang mudah, selain harus membela negara kau juga harus melindung orang yang kau cintai dari segala macam bahaya.

“Donghae-ya, ada apa Yong Woon Sonsengnim memanggilmu?” tanya Hyukjae. Hyukjae adalah sahabatku, aku bersahabat dengannya sejak semasa pelatihan. Dia berpangkat sebagai sersan mayor, ya walaupun pangkatnya dibawah pangkatku antara diriku dengannya sama sekali tidak ada kesenjangan layaknya seperti mayor dan sersan mayor lainnya. Terkadang kami sering menghabiskan waktu dengan bermain sepakbola bahkan bermain playstation bersama ketika sedang tidak ada tugas. Oh ne walaupun Hyukjae itu adalah sahabatku aku tidak menyukai sifatnya yang terlalu ingin tahu, ya walau pada akhirnya apapun yang dia tanyakan pasti akan begitu saja kujawab.

“Sonsengnim memintaku untuk mengawal putrinya.” Jawabku sambil berjalan menuju ruanganku.
“mwo? maksudmu mengawal Park Hyejin?” tanya Hyukjae menampilkan wajah tidak percayanya yang sungguh bisa menggelitik perut setiap orang.
“ne memangnya siapa lagi.” Jawabku malas.
“kau tahu, Park Hyejin itu yeoja yang sangat cantik anni bukan hanya cantik dia sempurna. Wajahnya, bentuk tubuhnya tidak ada satupun yang kurang. Bahkan IQ nya pun ku yakin mengalahkan IQ ku, buktinya dia bisa masuk universitas ternama di Inggris.” Cerocosnya panjang lebar.
“kau tahu itu semua dari mana? Aashhsstt aku tahu, kau ini salah satu prajurit biang gossip nomor satu jadi wajar kau bisa tahu semua tentang Hyejin.” Ujarku membuat Hyukjae menyingir lebar menampilkan sederatan gusi yang menurutku sungguh mengocok perut.
“tapi kau harus hati-hati, sifat Hyejin itu berbeda 180 derajat dari Yong Woon Sonsengnim. Dia itu sombong, kasar dan seenaknya sendiri.” Tambahnya.
“yak Lee Hyukjae kurasa kau salah mengambil profesi sebagai prajurit, menurutku kau lebih pantas menjadi seorang entertainer atau yang lebih tepat menjadi pembawa acara gossip.” Ucapku sambil berjalan meninggalkannya.

==o==

Hari ini adalah hari pertama Hyejin masuk kuliah, dan sampai sekarang Hyejin masih belum bertemu dengan appanya namun itu sama sekali tidak membuat Hyejin sedih karena baginya appanya ada atau tidak ada disisinya itu sama saja toh jika appanya datang menemuinya pasti beberapa menit kemudian dia akan langsung kembali ketempatnya bekerja.

Dan hari ini Hyejin sukses membuat Inha University menjadi sedikit ricuh karena kedatangannya membuat semua namja berjalan mengekor dibelakangnya dan beberapa yeoja yang melihat namja chingunya berjalan dibelakang Hyejin segera menarik namja chingunya dan langsung membuat keributan sepasang kekasih yang menurut Hyejin sangat tidak normal. Hyejin pun terlihat masa bodo dengan beberapa pasangan yang bertengkar karenanya, sampai pada akhirnya seorang namja menghentikan semua kericuhan yang ada. Namja itu adalah Choi Minho yang tidak lain adalah ketua dari seluruh mahasiswa atau bisa dibilang Minho adalah presiden mahasiswa di Inha University.

“Hyejin-ssi.” Panggil Minho membuat Hyejin menghentikan langkahnya. Minho pun segera mensejajarkan dirinya dengan Hyejin.
“benarkan kau Park Hyejin, anak dari Park Yong Woon jenderal angkatan dar..….”
“mwoya?” tanya Hyejin dingin memotong ucapan Minho.
“Choi Minho imnida, universitas memintaku untuk menemanimu berkeliling.” Ucap Minho sambil mengukir senyum, senyuman yang bisa membuat seluruh yeoja di Inha university langsung terbuai olehnya.
“I’m not a child so I don’t need a guide.” Ucap Hyejin ketus.
“jinja? Baiklah kalau begitu jadi aku tidak usah repot-repot untuk memberitahumu dimana letak-letak ruang kelas yang nanti akan kau tempati.” Ujar Minho tanpa menghilangkan senyum dari wajahnya.
“mwo? letak-letak ruang kelas?” tanya Hyejin.
“ne letak-letak ruang kelas. Ini universitas bukan sekolah Hyejin-ssi jelas ruang kelas yang akan kau pakai akan berpindah bahkan bisa berpindah gedung. Apa di Inggris tidak diterapkan system kelas seperti ini?” tanya Minho membuat Hyejin mendesah pelan.
“antar aku.” Pinta Hyejin pelan.
“mwo?” tanya Minho membuat Hyejin kesal.
“antar aku menuju ruang kelas mana saja yang kemungkinan akan aku pakai.” Ucap Hyejin ketus.
“ah ne baiklah, ikut aku.” Ujar Minho mereka berdua pun langsung berjalan sejajar membuat desahan-desahan tidak terima dari yeoja penggemar Minho dan namja penggemar dadakan dari Hyejin.

Minho mengantar Hyejin mengelilingi ruangan belajar yang nanti mungkin akan dipakai oleh Hyejin. Minho sibuk menjelaskan tapi Hyejin malah sibuk dengan gadgetnya dan sama sekali tidak mendengarkan penjelasan Minho. Setelah selesai Hyejin langsung pergi meninggalkan Minho tanpa mengucapkan terima kasih. Minho pun hanya menggeleng pelan sambil tersenyum, karena tidak menyangka dia akan bertemu dengan yeoja yang secantik putri namun hatinya sekejam ibu tiri. Sedangkan Hyejin langsung menuju cafeteria yang berada di lingkungan kampus. Begitu sampai disana semua mata langsung tertuju kepada Hyejin, Hyejin memilih duduk di pojok ruangan agar bisa lebih relax. Tidak berapa lama setelah Hyejin duduk muncul seorang yeoja menghampirinya.

“Park Hyejin?” tanya yeoja itu.
“ne?” jawab Hyejin sambil terus menujukan perhatiannya kepada gadget yang dipegangnya.
“apa kau lupa denganku? Aku Song Hae Ra.” Ujar yeoja itu sambil duduk dikursi depan Hyejin.
“Song Hae Ra?” tanya Hyejin tidak yakin.
“ne dulu kita satu sekolah dasar, kau Park Hyejin anak jenderal Yong Woon kan?” tanya yeoja itu meyakinkan Hyejin.
“Hae Ra teman sekelompokku?” tanya Hyejin lagi.
“ne Hyejin-ah. Secepat itu kau melupakanku.” Gumam Hae Ra.
“mianhae, aku lupa.” Jawab Hyejin dingin.
“Hyejin-ah kau berkuliah disini juga?” tanya Hae Ra semangat.
“ne.” jawab Hyejin singkat membuat Hae Ra menjadi tidak enak.
“Hyejin-ah ini perasaanku saja atau memang kau berubah?” tanya Hae Ra membuat Hyejin berhenti memainkan gadgetnya dan langsung menaruh gadgetnya di meja.
“ini bukan perasaanmu, aku Park Hyejin yang sekarang berada di depanmu bukanlah Park Hyejin teman sepermainanmu yang dulu kau kenal. 10 tahun waktu yang cukup untuk merubah diriku.” Ujar Hyejin blak-blakan. Selain angkuh, kasar dan seenaknya sendiri, Hyejin juga seorang yeoja yang sering berbicara blak-blakan tanpa pikir panjang yang sering membuat orang sakit hati karena ucapannya itu.

Tiba-tiba muncul 3 orang yeoja menghampiri Hyejin dan juga Hae Ra. Salah satu dari mereka menarik Hae Ra kebelakang agar mereka bisa berbicara langsung dengan Hyejin tanpa adanya Hae Ra yang menghalangi.

“Hyejin-ssi, perkenalkan Jung Seo Young imnida. Apa yeoja kampung ini mengganggumu?” Tany Seo Young. Dari gaya berbicaranya dan tingkahnya sangat terlihat Seo Young mempunyai sifat mirip dengan Hyejin.
“anni.” Jawab Hyejin singkat.
“Hyejin-ssi kalau kau perlu sesuatu kau bisa menghubungi kami.” Ujar Seo Young sambil duduk di depan Hyejin.
“hubungi kalian?” tanya Hyejin sambil memandang remeh Seo Young dan teman-temannya.
“ne, bisa dibilang kami mempunyai pengaruh di kampus ini.” Ucap Seo Young sambil tersenyum bangga.
“jinja?” tanya Hyejin sambil mengeluarkan smirknya.

==o==

Sudah hampir seminggu Hyejin berada di Seoul dan menjadi mahasiswi di Inha University. Selama itu pula Hyejin sudah bergabung dengan Seo Young dan teman-temannya, mungkin karena persamaan sifat mereka jadi cepat dekat dan tentunya Hyejinlah yang secara tidak resmi adalah pemimpin mereka. Dan besok adalah ulang tahun Hyejin yang ke 22 dan dia mengundang beberapa orang tertentu untuk hadir diacara ulang tahunnya yang pasti orang-orang tersebut adalah kalangan atas. Hyejin juga sudah berbicara dengan appanya, dan appanya juga sudah menyiapkan prajuritnya untuk mengamankan acara ulang tahun Hyejin termasuk mengirim Lee Donghae kedalam acara tersebut.

12.00 KST at Inha University.

“Hyejin-ah kau mau kemana lagi?” tanya Seo Young sambil mengekor dibelakang Hyejin bersama 2 orang temannya.
“menemui appaku.” Ujar Hyejin singkat sambil masuk kedalam mobilnya. Dan raut wajah beserta wajah Hyejin terlihat sengit saat melihat teman-temannya masuk kedalam mobilnya.
“apa aku menyuruh kalian untuk ikut denganku?” tanya Hyejin ketus.
“a…anni.” Jawab Minhyun salah satu dari teman atau lebih tepatnya anak buah Hyejin.
“ne…kami akan keluar.” Ujar Seo Young sambil membuka pintu dan keluar dari mobil, diikuti oleh 2 temannya.
“pabo…” desis Hyejin.

Hyejin pun mengarahkan mobilnya menuju kantor appanya yaitu departemen pertahanan karena Hyejin yakin pada saat seperti ini appanya akan berada di kantor baru ketika sore hari appanya menuju camp militer di Uijeongbu, Gyeonggi. Sesampainya disana Hyejin langsung menuju ruangan appanya tanpa menghiraukan panggilan dari seorang receptionist.

“agashi, jamkkanman !!” teriak seorang yeoja yang sedang berlari di belakang Hyejin. Karena risih, Hyejin pun menghentikan langkahnya dan menatap sengit receptionist itu.
“wae?” tanya Hyejin ketus.
“mianhae, anda tidak boleh sembarangan masuk kedalam agashi.” Ujar receptionist itu sopan.
“mwo? apa kau tidak tahu aku siapa hah?” bentak Hyejin, receptionist itu hanya menunduk dan sekarang semua mata sedang tertuju kepada mereka berdua.

“ada apa ini?” tanya seorang namja yang tiba-tiba muncul diikuti oleh seorang namja lainnya. Namja itu tidak lain adalah Lee Donghae dan Lee Hyukjae.
“agasshi ini dia bilang ingin bertemu dengan Jenderal Yong Woon.” Jawab receptionist itu sambil tetap menunduk.
“neo !! jadi aku sungguh tidak tahu siapa aku? Cih seharusnya orang sepertimu tidak dipekerjakan ditempat ini.” Ujar Hyejin sinis membuat receptionist itu semakin ketakutan.
“Park…Park Hyejin?” tanya Lee Hyukjae sambil melongo tidak percaya.
“ne !! Na Park Hyejin !!” jawab Hyejin ketus sambil melipat tangannya di depan dada.
“ijinkan dia masuk, dia anak Jenderal Yung Woon.” Ujar Lee Donghae penuh ketenangan berbeda 180 derajat dengan Hyejin.
“Hyejin-ssi, seharusnya kau bisa bersikap lebih lembut sedikit, kau tahu sikapmu itu tidak layak untuk yeoja seperti kau.” Ucapan Donghae sukses membuat Hyejin berbalik badan lalu menatapnya sinis.
“apa urusanmu hah? Mau sikapku seperti apa, itu urusanku bukan urusanmu.” Bentak Hyejin sambil berjalan masuk menuju blok ruangan appanya. Hyejin masuk tanpa mengetuk pintu, beruntung appa Hyejin sedang tidak menerima tamu.

“Hyejin-ah, kau kesini? Ada apa?” tanya appa Hyejin tidak percaya anaknya akan datang ke kantornya.
“bagaimana persiapan pestaku besok?” tanya Hyejin kepada appanya.
“semua sudah diurus oleh EO”
“bagaimana dengan pengamanannya. Sungguh appa aku tidak mau pesta ulang tahunku berantakan.” Ujar Hyejin kepada appanya.
“kau tenang saja soal masalah itu.”
“emm baiklah. Kalau begitu aku pulang.”
“secepat ini?” tanya appa Hyejin tidak percaya anaknya datang hanya membicarakan itu.
“ne. annyeong appa.” Ucap Hyejin sambil keluar dari ruangan appanya. Appa Hyejin sungguh tidak menyangka bahwa jarak antara dirinya dan Hyejin sudah terlalu jauh malah mereka sudah sama-sama didalam zona canggung satu sama lain, sikap mereka tidak seperti layaknya seorang appa dan anaknya.

Donghae P.O.V

Karena lapar aku dan Hyukjae memutuskan untuk membeli makanan di cafeteria pada saat kami berada di dekat ruangan Young Woon Sonsengnim aku melihat seorang yeoja sedang membentak Rae Woo, receptionist kantor ini.

“ada apa ini?” tanyaku ketika melihat yeoja it uterus membentak Rae Woo.
“agasshi ini dia bilang ingin bertemu dengan Jenderal Yong Woon.” Jawab Rae Woo yang terlihat ketakutan.
“neo !! jadi aku sungguh tidak tahu siapa aku? Cih seharusnya orang sepertimu tidak dipekerjakan ditempat ini.” Bentak yeoja itu kepada Rae Woo, sungguh yeoja ini benar-benar keterlaluan.
“Park…Park Hyejin?” ucap Hyukjae tiba-tiba membuatku kaget karena dia baru saja mengucapkan Park Hyejin yang tidak lain adalah nama putri Yong Woon Seonsengnim.
“ne !! Na Park Hyejin !!” jawaban yeoja itu benar-benar membuatku kaget, aku tidak percaya kalau Park Hyejin benar-benar gadis yang angkuh seperti yang Seonsengnim dan Hyukjae katakan.
“ijinkan dia masuk, dia anak Jenderal Yong Woon.” Ucapku kepada Rae Woo karena menahan dia lebih lama disini bisa membuat kehebohan seisi kantor.
“Hyejin-ssi, seharusnya kau bisa bersikap lebih lembut sedikit, kau tahu sikapmu itu tidak layak untuk yeoja seperti kau.” Ujarku kepada Hyejin, mungkin saja pikirannya bisa terbuka karena ucapanku.
“apa urusanmu hah? Mau sikapku seperti apa, itu urusanku bukan urusanmu.” Penilaianku salah bukannya bersikap lebih baik Hyejin malah bersikap lebih ketus terhadapku. Omooo, apa aku akan tahan menghadapi yeoja ini jika nanti aku sungguh menjadi bodyguardnya?

“Donghae-ya.” Panggil Hyukjae membuyarkan lamunanku.
“wae?” tanyaku singkat.
“bagaimana? dia cantiku bukan?” tanya Hyukjae sambil tersenyum sembari menaikkan alisnya.
“anni, menurutku yeoja cantik bukanlah terlihat dari penampilannya melainkan dari sikapnya. Dan dia, sikapnya benar-benar buruk.” Ujarku kepada Hyukjae membuatnya melongo.
“memang sikapnya seperti itu tapi sebenarnya dia adalah yeoja yang baik.” ucapan Hyukjae membuatku langsung terpikirkan ucapan Yong Woon Seonsengnim tempo hari, kalau Hyejin adalah anak yang baik hanya keadaannya yang memaksanya menjadi yeoja yang seperti sekarang. Dan entah kenapa muncul keinginan dari dalam diriku untuk mengembalikan sosok Hyejin yang seperti dulu. Namun apa aku bisa melakukan hal itu?

31 Comments (+add yours?)

  1. KyuNis
    Jul 12, 2013 @ 12:41:18

    kyknya seru..
    ditunggu next partnya^^

    Reply

  2. rahmi18
    Jul 12, 2013 @ 12:50:38

    yeeeaa….. oppa pasti bisa,, lamjut thor..

    Reply

  3. Hwang Hyemi
    Jul 12, 2013 @ 13:07:19

    keren…lanjut thor…

    Reply

  4. jihanfakhria
    Jul 12, 2013 @ 13:43:11

    Next part thor^^

    Reply

  5. Novia yesung 4ever
    Jul 12, 2013 @ 14:38:31

    Woww fishy dan eunhyuk jadi tentara omo sulit dibayangkan!?
    Next

    Reply

  6. hasyahasya24
    Jul 12, 2013 @ 15:12:06

    ffnya menarik thor..keren.. dilanjut ne!

    Reply

  7. yulia
    Jul 12, 2013 @ 15:52:19

    keren Thor,EunHae jd prajurit….

    Reply

  8. lhyunji
    Jul 12, 2013 @ 19:25:37

    hyukjae jadi prajurit? aduh gak kebayang seberapa konyol kalo nanti dia ikut perang-__- *digampar hyukjae*
    nice ff nih, kelanjutannya kayaknya seru nih, aku tunggu next partnya thor^^

    Reply

  9. sabaniyyah
    Jul 12, 2013 @ 20:41:51

    nice, next thor ^^

    Reply

  10. kyu
    Jul 13, 2013 @ 00:12:29

    Alurnya agak terlalu kecepatan. Tapi ide ceritanya baguus^^/

    Reply

  11. yenyen_32
    Jul 13, 2013 @ 03:55:06

    waaah,,good job, 😀

    Reply

  12. sungie
    Jul 13, 2013 @ 14:24:34

    keren thor, fighting!

    Reply

  13. park jikyu
    Jul 13, 2013 @ 19:55:30

    next next thor ..

    Reply

  14. ocha
    Jul 13, 2013 @ 21:39:15

    Kayanya bakal seru nih
    Lanjut thor

    Reply

  15. She
    Jul 14, 2013 @ 04:22:24

    Wo,, pasti bisa donghaeee

    Reply

  16. chochangevilkyu
    Jul 15, 2013 @ 15:37:18

    Eum ay nemu typo: melindung(melindungi), cafeteria(cafetaria), dia (cantiku) bukan? mengalahi. Jd (aku) tidak tau siapa aku? Itu yg kuingat._.
    Oh ya & eyd-nya msh minim, sprti huruf dpn kecil & byk klimat pmborosan: dari raut wajah beserta wajah, aku pun menuju mobil aku pun masuk. Dan itu krg efektif. Kan syg ff bgs tp pembaca nemu byk typo 🙂
    Semangat!

    Reply

  17. Flo
    Jul 16, 2013 @ 23:16:18

    fighting haeppa, pasti bisa..
    ditunggu next partnya thor..

    Reply

  18. theayu0221
    Aug 11, 2013 @ 22:18:02

    siap” deh donghae ngadepin cewe ky hyejin. harus kuat segalanya 🙂

    Reply

  19. minkijaeteuk
    Aug 19, 2013 @ 11:08:44

    donghae bakak ngadepin cwe kyk hyejin???
    donghae bisa buat sifat hyejin kyk dulu.lg ngak ya??? hyejin yg baik n ceria ngak.kyk sekarang…

    Reply

  20. Putri
    Aug 24, 2013 @ 07:11:57

    Kerenn thor ^^

    Reply

  21. Trackback: Protecting You [9/13] | Superjunior Fanfiction 2010
  22. Trackback: Protecting You [10/13] | Superjunior Fanfiction 2010
  23. Trackback: Protecting You [11/13] | Superjunior Fanfiction 2010
  24. Trackback: Protecting You [12/13] | Superjunior Fanfiction 2010
  25. Melinda
    Oct 11, 2013 @ 12:20:23

    awal nya ja udh bikin penasaran

    Reply

  26. Trackback: Protecting You – [Chapter 8] | FFindo
  27. Trackback: Protecting You – [Chapter 9] | FFindo
  28. Trackback: Protecting You – [Chapter 10] | FFindo
  29. Trackback: Protecting You – [Chapter 11] | FFindo
  30. Trackback: Protecting You – [Chapter 12] | FFindo
  31. laychen
    Jul 07, 2015 @ 21:38:29

    Heoll cwe ice coolll haaha
    semoga aja dong dong bisa ibah sikap ice coool itu

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: