MY GUARDIAN ANGEL – JONGWOON VERSION

 

MY GUARDIAN ANGEL – JONGWOON VERSION

 

Author: D’LittleBee (@Vielfbee)

 

Cast:

 

Kim Jong woon

Park Hye mey

Cha Hyo won

Kangin

 

********************

‘Sebagai seorang ELF yang hanya bisa melihatmu dari balik layar kaca, aku hanya bisa menggapaimu lewat fanfiction. Jadiizinkanakumerengkuhmulewatff yang kubuatini.’ ^^

 

********************

 

D’Littlebee: hoyaaaa… inidiaepepGUARDIAN ANGEL yang versi Jong woonoppayang di versisebelumnyadiacumamuncul di akhiran..Setelahmelewatiberbagairintangan (apasih) akhirnyaselesaijugameskisempatterserang writer block. Hm… soalaneh, itusudahjadicirikhas. ^^

 

Also published in my wp :http://vielflittlebee0110.wordpress.com/

 

Ceritasebelumnya:

http://superrjuniorff2010.wordpress.com/2012/12/04/guardian-angel-3/

 

 

 

(Now playing: Sunflower, Super Junior)

 

 

#

Apa kata bintang?

Kau cantik di malam kelam

Apa kata sang surya?

Kau cantik kala terik

Apa kata fajar?

Kau cantik berhias embun

Bertahtakan sakura, teratai

atau tulip

 

Tanyalah padaku

Maka kan kujawab

Kau cantik menjadi dirimu

 

 

Menatapmu yang terus tersenyum sambil membaca buku di taman ini, itu adalah keseharianku. Sedetikpun aku tak pernah lupa bagaimana senyummu membuatku terpana di pertemuan pertama kita.

 

Saat itu kau dengan ramah membantuku yang menjatuhkan semua buku-buku yang kubawa. Tak banyak orang yang mau berbicara denganku karena bagi mereka aku orang yang aneh. Begitu juga tak ada yang dengan rela berurusan dengan seorang bernama Kim Jong woon yang sehari-hari hanya menamatkan banyak bacaan di taman kota ini.

 

Sunbaenimgwaenchan isseyo?” tanyamu waktu itu.

 

Bahkan kau tahu namaku serta kenyataan bahwa kita kuliah di kampus yang sama. Dan saat itulah pertama kali aku mulai merasa kau memiliki magnet yang membuatku penasaran denganmu. Karena kau berbeda.

 

Park Hye mey, namamu. Rasanya terdengar seperti alunan lagu saat nama itu kau sebutkan sebagai jawaban dari pertanyaanku. Kau tahu, kau telah sukses membuat seorang Kim Jong woon melupakan sejenak semua buku-buku yang biasa dibacanya.

 

Mulai saat itu aku selalu memperhatikanmu dan mencaritahu semua tentangmu. Kau ramah, kau memiliki senyum yang manis, dan tentu saja di mataku kau itu cantik.

 

**********

 

 

(now playing: Miss You, SM The Ballad)

 

 

#

Aku adalah senja

Meniti gelap songsong malam

Nantikan rembulan

Aku adalah sang fajar

Lembut meniti hari

Rindukan kicau burung-burung

Akulah tanah

Rindu rinai hujan

Dan embun pagi

 

Akulah aku

Yang rindukanmu

Hingga mimpikanmu

 

 

Hari ini aku tak melihatmu di seluruh penjuru kampus. Kau seakan menghilang di telan bumi. Apa aku berlebihan? Kemarin kau juga tak terlihat dimanapun. Tanpa sadar aku mulai menggigiti kuku seperti yang sudah biasa kulakukan saat aku merasa gugup, cemas dan bingung.

 

Kurasa aku merindukanmu. Merindukan senyummu dan semua yang ada padamu. Ingin mendengar tawamu. Melihatmu sepertinya sudah menjadi rutinitas wajib buatku. Kau ada dimana? Apa kau sakit? Bayangan mimpi semalam membuatku merasa aku harus bertemu denganmu hari ini tapi kenapa lagi-lagi aku tak menemukanmu di kampus ini.

 

Semua buku-buku yang selalu menarik bagiku seakan tak mampu menggesermu dari pikiranku meski hanya sedetik. Rindu ini rasanya mencekikku. Aku harus bagaimana? Bagiku kini kau adalah oksigen dalam hidupku.

 

Hanya satu nama yang terlintas di benakku saat ini. Cha Hyo won, dia temanmu, kan? Kurasa aku harus menanyakan dirimu darinya. Kebetulan dia sepupuku jadi aku tak harus mendapat tatapan aneh dari orang yang aku tanyai karena melihatku berbicara apalagi menanyakan kabar orang lain itu adalah hal langka.

 

“Hye mey-ssi sedang menunggu Kangin sunbae di bandara. Katanya Kangin sunbae sudah lulus dari Harvard. Waeyo?”

 

Aku hanya menggaruk kepalaku yang sejujurnya sama sekali tak gatal sambil tersenyum kaku. Kenapa rasanya seperti ketahuan sedang melakukan hal aneh. Ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku. Ditambah tatapan penuh selidik dari sepupuku ini membuatku sedikit gugup.

 

Oppa, kau menyukainya?”

 

Dan sepupuku itu tersenyum lebar saat dengan pelan aku menganggukkan kepalaku. Merindukanmu seperti ini kurasa tak ada lagi yang bisa kukakatakan selain aku menyukaimu.

 

**********

 

 

#

Aku hanya meteor

Bukan bintang

Aku hanya pecahan genting

Bukan berlian

Bukan pula mutiara

 

Aku bukan mawar

Meski berduri, tapi sempurna

Aku bukan anggrek, melati atau lainnya

Aku hanya bunga rumput

 

 

Hari ini pertama kali memulai percakapan denganmu. Bukan memperhatikanmu dari jauhseperti yang biasa aku lakukan. Kau menyenangkan dan seru untuk diajak mengobrol tentang apapun. Tingkahmu begitu menggemaskan membuatku ingin mengelus rambutmu dan mencubit pipimu meski pada akhirnya tak kulakukan. Apa yang kusukai darimu? Kurasa semuanya.

 

Terima kasih untuk sepupuku Hyo yang membuatku bisa bercakap-cakap denganmu. Walaupun aku sedikit kesal padanya yang membeberkan keanehanku dengan suka rela. Yaitu aku, Kim Jong woon, lebih suka berbicara dengan Ddangkoma, kura-kura peliharaanku, daripada berbicara dengan orang.

 

Cih… sepupumenyebalkan!

 

Tapi dengan mata berbinar kau bilang bahwa kau juga menyukai kura-kura. Dan itu membuatku seakan terbang ke angkasa. Beberapa detik, untuk beberapa detik aku menikmati rasa bahagiaku.Dan selanjutnya rasanya sesak saat kau masih dengan mata berbinar menceritakan pria itu, Kangin.

 

 

“Kangin oppa bilang aku tak cocok memelihara kura-kura, jadi dia membelikanku seekor kelinci yang sangat lucu.”

 

“Bahkan kemarin dia menanyakan kabar kelinci itu saat bertemu setelah sekian lama. Rupanya dia masih mengingatnya.”

 

“Dia orang yang sangat baik dan selalu menjagaku. Kurasa dia guardian angel-ku.”

 

 

Apakah cinta yang kurasakan adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan? Kurasa jawabannya iya. Ada seseorang di hatimu. Ternyata sainganku orang yang sangat sempurna di matamu.

 

Bisakahkaumerasakanhatiku?

 

**********

 

 

(now playing: Storm, Super Junior)

 

 

#

Hujan membanjirimu

Namun aku hanya diam

Mendung selimutimu

Dan aku hanya bungkam

Aku bingung…

Aku hanya bisa

Mengutuk diriku

Guntur masih menyambar

Kilat masih murka

Hujan masih lebat

Dan mendung masih tebal

Tapi dengarkan aku!

Hanya satu yang mampu

Kuberi saat badai

Uluran tanganku

Dan payung yang kupunya

 

 

Aku tahu, mungkin terlihat bodoh mengharapmu melihat ke arahku karena di matamu hanya ada pria itu. Tapi Hyo benar, setidaknya aku membuatmu tahu bahwa di dunia ini ada aku, seseorang yang sangat mencintaimu. Seseorang yang menobatkanmu sebagai oksigen dalam hidupnya.Seseorang yang hinggakinihanyabisaberharapsuatusaatkaumerasakanhatinya.

 

Jadi kuputuskan terus berada di dekatmu. Dengan harapan suatu saat nanti kau bisa merasakan hatiku, melihat hanya ke arahku. Seperti hari ini, menemanimu menghabiskan waktu luang dengan membaca tumpukan buku di taman ini. Aku mengerutkan keningku saat kau menghentikan kegiatan bacamu lalu memicingkan kedua matamu. Kuikuti arah pandang kedua matamu yang berakhir dengan seseorang.

 

Pria itu menghapirimu dengan senyumnya. Diakah sainganku? Diakah pria yang kau sukai? Diakah orang yang membuatmu tak bisa merasakan hatiku? Diakah orangnya?

 

“Hye-ah, kenalkan ini yeojachingu-ku. Dia cantik, kan? Kami sedang berkencan,” ucap pria ini seraya menarik seseorang yang bersembunyi di belakang punggungnya.

 

Apa rasanya sakit? Mengetahui orang yang kau cintai mengenalkan pacarnya seperti ini padamu pasti sangat sakit. Tapi dengan senyum lebar kau mengobrol dengan mereka seolah tak ada apa-apa. Bahkan saat mereka berpamitan karena akan berkencan kau tetap memasang wajah penuh senyum. Jika itu aku… kurasa aku tak akan sanggup tersenyum seperti yang kau lakukan.

 

Kaubisamenyembunyikanhatimudenganbaik.

 

Satu detik…

 

Dua detik…

 

Lima detik…

 

Wajah cerahmu telah terganti dengan mendung. Dan cahaya matamu yang berbinar kini meredup. Melihatmu seperti itu aku juga bisa merasakan sakit yang menghimpit hatimu. Karena itu juga yang kurasakan saat aku tahu ada seseorang yang telah menjadi prioritas dalam hatimu. Kudekati dirimu yang masih berdiri mematung dengan tatapan kosong. Entah dorongan dari mana tiba-tiba tanganku merengkuhmu dalam dekapanku.

 

“Menangislah jika itu bisa membuat hatimu terasa lega.”

 

**********

 

 

(now playing: In My Dream, KRY)

 

 

#

Patutkah perjuangkan pelangi

Yang bisa dilihat

Tak bisa digapai

Begitu indah

Namun fatamorgana

 

 

Memperhatikanmu yang masih terus menatapnya membuatku sulit bernapas. Ternyata dia masih berada di tempat teristimewa di hatimu tanpa tergeser sedikitpun. Aku yang selalu di sampingmu saat kau membutuhkan. Aku yang selalu menghiburmu saat kegalauanmu menutupi senyummu. Selalu aku yang berada di sampingmu namun hanya dia yang ada di hatimu. Selalu hanya ada dia.

 

Aku tahu pria itu sudah mengakhiri hubungannya dengan wanita yang dia kenalkan sebagai pacarnya padamu sebulan lalu. Dan sepertinya aku merasa bahwa sebentar lagi kau akan meninggalkanku demi dia. Matamu selalu berbinar saat melihatnya. Senyummu selalu terkembang saat menatapnya.

 

Aku kembali menjadi Jong woon yang kesepian ditemani tumpukan buku di taman ini. Dan sialnya konsentrasiku hanya terfokus padamu. Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku merasa mengharap kau merasakan hatiku seperti mengharap bisa merengkuh pelangi.

 

Aku terjatuh pada pesonanya yang memberi warna indah namun saat aku berusaha untuk merengkuhnya… aku tak bisa meraihnya yang hanyalah fatamorgana. Jadi beritahu aku apa yang harus aku lakukan terhadapmu, pelangiku?

 

 

Oppa mau mendengar saranku?” tanya Hyo saat aku menceritakan semua kekhawatiranku padanya tentang semua rasaku padamu yang terlihat seperti fatamorgana dan aku mulai lelah dengan semua ini.

 

Kuanggukkan kepala penasaran. Terkadang bocah tengil ini memberi saran yang berguna. Meski ada beberapa sarannya yang lebih cocok menghuni tempat sampah. Atau aku benar-benar putus asa hingga mau mendengarkan sarannya? Entahlah.

 

“Jika mampu terus perjuangkan saja. Tapi jika di langit ada aurora yang lebih indah dan lebih dekat, tinggalkan saja pelangi itu.”

 

**********

 

 

 

(now playing: Love is Really Hurt, Yesung)

 

#

Hatiku berdarah

Bagai ditebas sebilah pedang

Hatiku menangis

Laksana hujan dalam badai

Hatiku pecah

Seperti cermin tertimpuk batu

 

Saat kutahu

Yang terjadi saat itu…

 

 

Memperjuangkanmu, seperti yang Hyo bilang aku harus memperjuangkanmu. Seikat mawar putih dalam genggamanku yang kusembunyikan di balik punggungku, dialah lambang cintaku padamu. Kuhembuskan napas perlahan untuk mengusir rasa gugupku. Yups… hari ini aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Setidaknya kau harus tahu isi hatiku.

 

Di taman ini kita berjanji bertemu bukan? Senyumku tak bisa kuhilangkan dari wajahku mengingat betapa aku sangat mencintaimu dan tak sabar untuk bertemu denganmu. Dan entah mengapa jantungku serasa seperti mau meledak saat kulihat dirimu melambaikan tanganmu di kejauhan.

 

Sepuluh meter, itu jarak yang membentang antara kita. Tapi bagiku rasanya tak ada jarak sedikitpun. Langit seakan menjatuhkan ribuan kelopak bunga mengiringi langkahmu yang mulai mendekat ke arahku. Tak ada salahnya sedikit berhayal. Bahkan aku seperti mendengar suara gesekan biola yang mendendangkan melodi romantis.

 

Namun semuanya berakhir dengan bunga yang kupegang terjatuh tanpa terasa menghncurkan semua hayalan indah yang baru saja kubayangkan. Senyumku kini terhapus berganti dengan sesak saat kau hentikan langkahmu ketika pria itu tiba-tiba merengkuhmu dalam pelukannya. Dan kau pergi begitu saja mengikutinya. Bahkan tanpa menoleh padaku.

 

Inikahakhirnya?

 

 

**********

 

 

 

#

Angin…

Katakan padaku

Angin…

Dimanakah berada

Haruskah ke udara

Tuk mencari dimana

Angin…

Apakah semua usahaku sia-sia?

 

 

Oppa serius?” tanya Hyo saat melihatku mengepak semua barangku. Aku hanya memberinya anggukan kepala tanpa menoleh ke arahnya. Kubereskan semua barangku dengan tenang. Semuanya tanpa terkecuali.

 

Dia tampak kesal kuabaikan dari tadi. Semua pertanyaan yang dia ajukan hanya kujawab sekedarnya bahkan ada yang tak kujawab. Aku yakin sebenarnya dia ingin mencincangku karena telah kuabaikan. Dia paling benci diabaikan. Bukankah semua manusia benci diabaikan?

 

Aku memutuskan pulang ke Cheonan untuk membantu orangtuaku mengurusi bisnisnya. Sebenarnya mereka sudah memintaku pulang sejak aku lulus kuliah beberapa minggu yang lalu namun aku masih ingin disini demi seseorang.

 

Tapi tujuan sebenarnya mungkin aku ingin lari. Aku ingin menenangkan diri sejenak. Aku lelah dengan perasaanku yang bukan hanya tak terbalas tapi tak terasa olehnya.Seolahtakpernahada.

 

“Lalu bagaimana dengan pelangimu?” tanya Hyo lagi dengan nada sebalnya. Pertanyaannya kali ini berhasil membuatku menghentikan kegiatanku mengemasi semua yang akan aku bawa.Benar, bagaimanadenganpelangiku?

 

Hening.

 

Hyo masih menatapku menanti jawaban yang kurasa amat sangat ingin diketahuinya. Bagaimana dengan pelangiku yang selama ini selalu menjadi warna dalam hidupku? Aku juga ingin tahu apa yang hatiku inginkan. Antara tetap memperjuangkannya atau menyerah. Antara ingin tapi juga lelah.

 

 

“Aku melepasnya. Mungkin aku mencari aurora saja seperti saranmu,” jawabku sesantai mungkin meski dalam kenyataannya hatiku sakit saat mengatakannya. Dan dia menggeleng tak percaya pada ucapanku. Aku mengangguk untuk meyakinkannyabahwaakuserius.

 

Aku sakit saat memutuskan hal ini. Apa kau tahu itu?

 

**********

 

 

 

#

Mendungnya hatiku

Semendung langit hari ini

Derasnya airmata

Sederas hujan kali ini, namun…

Gemuruhnya petir

Tak seheboh badai diri ini

 

Aku membatu

Dalam kerinduan yang mengiris

Padamu…

 

Hari demi hari berlalu dan waktu terus berganti sejak aku memutuskan melepasmu. Namun semakin lama aku malah semakin merindukanmu dan tak mampu berpaling pada yang lain. Aku harus bagaimana? Kabarmu yang terakhir kudengar dari Hyo adalah kedekatanmu dengan pria itu yang seperti sepasang kekasih.

 

Ini sakit… sangat sakit. Kenapa bahkan saat kuikrarkan pada dunia bahwa aku melepasmu, aku tetap merindukanmu. Malah aku sekarat karena terlalu merindukanmu. Aku harus bagaimana? Kumohon beritahu aku apa yang harus aku lakukan dengan rasa rindu yang menghimpit ini?

 

Kutekan angka 9 di speed dial ponselku.

 

Yeobseyo, Hyo… ini aku.”

 

Yups… menghubungi sepupuku kurasa bisa membuat sedikit lega dengan mendengar kabarmu. Mungkin sedikit bisa mengobati rasa rinduku yang menggila ini. Semoga saja.

 

“Oh, Woon oppa. Coba tebak aku sekarang ada di mana?”

Kau tahu, terkadang sepupuku ini sedikit aneh dan menyebalkan. Dan sering sekali membuatku dongkol dengan tingkahnya. Tak bisakah dia membaca suasana hatiku saat mendengar suara frustasiku. Rasanya ingin aku menendangnya jauh ke kutub utara.Kalaubisaakuinginmenyingkirkannyakedunia lain.

“Woon oppa, sekarang aku berada di pernikahan Kangin sunbae. Mau kuberitahu siapa mempelai wanitanya?”

 

KLIK

 

Tak perlu mendengar kalimat yang akan dia ucapkan aku sudah memutuskan percakapan yang seolah seperti hendak membawa nyawaku keluar dari ragaku secara paksa.Bagaimanaini?

 

Ini lebih sakit dari rasa sakit saat aku sekarat merindukanmu, Hye.

 

**********

 

 

 

Duduk di taman sambil merenung. Sudah berhari-hari aku selalu seperti ini. Menghabiskan waktu luangku dengan menikmati semilir angin musim gugur yang mulai dingin di sini. Menikmati guyuran daun-daun yang mulai memerah itu terlepas dari tangkainya. Tanpa melakukan apa-apa; hanya diam. Tak ada lagi puisi yang bisa kutulis untuk mewakili bagaimana situasi hatiku yang sedang sakit. Tak ada lagu yang bisa menggambarkan suasana badai yang meremukkanku.

 

Kupandangi notes kecil dalam genggaman yang sedari tadi tak aku perdulikan. Perlahan kubuka lembar demi lembarnya yang masih kosong. Dan entah dari mana rasanya ingin sekali menulis sesuatu di situ.

 

Kau pelangiku… warna dalam hidupku, bisakah kau datang padaku karena aku tak bisa merengkuhmu.

 

Kurobek kertas itu lalu meletakkannya di sampingku lalu mulai menggoreskan penaku ke halaman berikutnya.

Di mataku dalam perumpamaan kau adalah mawar putih, lambang kesucian. Tapi kau tak membiarkanku merengkuhmu.

 

Aku menatapmu bagai pungguk merindukan bulan.

 

Hatiku selalu mengarah padamu seperti hatimu yang selalu mengarah padanya.

 

You’re my bittersweet…

 

Kurobek kembali dan membiarkannya bersama kertas lain di sampingku. Seperti tadi aku terus menulis lalu merobeknya. Menulis lagi lalu merobeknya. Hingga akhirnya notes ini kehabisan isi. Karena tak bisa menulis lagi, aku memutuskan membaca satu persatu kertas-kertas yang menumpuk itu. Mungkin bisa jadi hiburan untukku.

 

Kau pelangiku, napasku. Aku tak bisa bernapas tanpamu, tolong aku.

 

Jika memang fatamorgana kenapa aku tak bisa menghapusmu? Kenapa aku semakin merindukanmu? Kau terlalu nyata untuk sebuah fatamorgana.

 

Aku harus bagaimana? Rindu ini membunuhku secara perlahan.

 

Bukan hanya tak bisa merengkuhmu, sekarang aku bahkan tak boleh menatapmu lagi.

 

 

Aku tertawa membacanya. Menertawakan rasa sakit di hatiku yang bahkan tak mereda. Tertawa dalam luka bukankah itu lucu? Tiba-tiba angin yang lumayan kencang menerpaku dan membuat kertas-kertas itu beterbangan tak tentu arah. Astaga… aku bisakenadenda buang sampah sembarangan.

 

Kukumpulkan satu persatu semua ceceran kertas yang bertebaran. Aku merunduk untuk itu karena kertasnya lumayan banyak. Tiba-tiba kertas yang baru kupungut dipegang oleh seseorang yang juga sepertinya berniat memungutnya.

 

Kuangkat kepalaku bersamaan dengan orang itu.

 

Takdir.Inikah yang disebuttakdir?

 

**********

 

 

 

#

Kucari kau ke ujung dunia

Tapi tak kutemukan

Kucari kau ke tepi pantai

Hanya pasir

Kucari ke lebatnya hutan

Hanya pohon

Kucari kau di keramaian

Hanya bising

Kucari di padang gersang

Hanya angin

Lantas di mana harus kutemukan…

Di langitkah?

Di lautkah?

 

Pencarian tak berujungku berakhir

Kutemukan kau

Dalam debur jiwaku…

 

 

Kunikmatihembusananginsepoi yang menerpawajahkudanmembuatrambutkusedikitberantakankarenanya.Bahkanakuseolahbisamerasakannyahinggakehatiku.Rasanyasejuk.Semuapenat yang kurasakanmenghilangsecaraperlahansepertikabut yang terhapus.

 

Takdir… sesuatu yang takmungkindihindari.Bagaimisteridiadatangtiba-tibamembawahal-hal yang takterdugadalamhidupsingkatkita.Terkadangdiamemberipilihan, terkadangdiatakmembiarkankitamemilih.

 

Itulahtakdir.

 

Akumenyukaimu.Akumencintaimu.Takadahallainselainmelihatkearahmu. Lalutakdirmengatakanpadakubahwahatimutakpernahmelihatku.Akusakit.Akusekarat.Rasanyatakadilbagikunamuntakdirterusmenerusmengatakanhalitupadaku.

 

Akumenyerah.Akumelepasmu.Akujugamenghapusmu.Namunakusemakinmerindukanmulagidanlagi, terusdanterustanpahenti.Akukembalisekarat.Dan itukarenaakuterlalumerindukanmu.Akumenanyakanpadatakdirapa yang diainginkan. Dan diahanya diam.

 

Terusmerindukanmulalukenyataanmenghempaskankulebihkeraslagisaatsepupukumengatakankalimat-kalimat yang teramatsangattakinginkudengar.

 

Takada yang bisakulakukanselainmenertawakan rasa sakit yang kurasakan.Dan takdirikuttertawabersamaku.Akukembalibertanyapadanyakenapadiatertawadandiahanya diam.

 

Takdirmembawakupadajawabannya.Diamembawamupadaku. Di tamanini,saatkertas-kertasmilikku yang diterbangkanangin,kaulahseseorang yang waktuitumembantukumemungutnya. Takdirmengatakanpadakubahwahatimuterlukakarenacinta yang takpernahbersambutmeskisemuatelahkaulakukanuntukmemperjuangkannya.Priaitumenikah, tapibukandenganmu.

 

Jantungku yang terasamatikembaliberdetakmenimbulkandebaranlayaknyasuaradeburanombak. Takdirmemangsebuahmisteri.Harapankumemangsudahtaksetinggidulu.Akuhanyaberharapkaumembukahatimudantakdirmengijinkanakumerengkuhmu, pelangiku.

 

Kupejamkankeduamatakumenikmatihembusanlembutangin yang terasasejukmenerpawajahku.

 

 

Yeobo…kenapataklangsungpulang?Akumenunggumudengangelisah.Kautakmengijinkanakumengantarmuwaktuberangkatwajibmiliter, dansekarangkaujugamelarangkuuntukmenjemputmu.Kenapataklangsungpulangdanmalahberdiri di tamaninisendirian?”

 

Akumenolehkearahsuara.Itusuaramu, Hyemey.Wajahmucemberutdenganairmata yang siapmeluncurdarigenangannya di pelupukkeduamatamu.Kaumenghentakkankakimuketanahmenandakankekesalanmu.

 

Dengantersenyumkurentangkankeduatangankumemintamumemelukku.

 

Satudetik…

 

Duadetik…

Lima belasdetikberlaludankauhanyadiammematung.

 

Waeyo?Kautakmaumemeluksuamimu yang barusajapulangdarimelayaninegara?Apakautakmerindukanku? Kautahu… akusekaratkarenamerindukanmu,” ujarkudenganmengerucutkanbibirku.

 

Tanpamenunggukaupunmemelukku.Melepaskansemuakerinduan yang selamainimenghimpitmembuatsulitbernapas.

 

Terimakasihtakdir… kaumengijinkanakumerengkuhpelangikudanmenjadiguardian angelbaginya.

 

 

 

FIN

 

 

 

Ho hoho… akhirnyaselesaijugaepep special buat my best friend yglagiultah.

 

Hyemey-ssi… saengilchukaeyo 😀

 

Kenapaendingnyajadibegini?Hm… Vie jugagak tau kenapamalahbawa-bawawamilnyapapinyaddangko. Apainiefekmenggalau yang belumjugaselesei? Mollayo.

10 Comments (+add yours?)

  1. vielfbee
    Jul 14, 2013 @ 17:12:15

    Aduh… Jadi ga ada spasinya gitu ya. Kaya’nya lupa dicek lagi sama aku pas ngetik.

    :Dн̲̣̣̣є̲̣̥н̲̣̣̣̥є̲̣̥н̲̣̣̣є̲̣̣̣̥:Dн̲̣̣̣є̲̣̥н̲̣̣̣̥є̲̣̣̣н̲̣̣̣̥є̲̣̥:D

    Parah nian…

    Reply

  2. iz Kim
    Jul 14, 2013 @ 19:06:04

    aigooo pdhal crita’y bgus tp knp ga di kasih spasi chingu??
    jd pusing bca’y..

    Reply

    • vielfbee
      Jul 14, 2013 @ 23:22:21

      Aku juga baru tau…
      Kaya’nya gara-gara ga diganti ke word 2003 deh

      :Dн̲̣̣̣є̲̣̥н̲̣̣̣̥є̲̣̥н̲̣̣̣є̲̣̣̣̥:Dн̲̣̣̣є̲̣̥н̲̣̣̣̥є̲̣̣̣н̲̣̣̣̥є̲̣̥:D

      Reply

  3. Flo
    Jul 14, 2013 @ 19:25:56

    thor, pas akhir2nya tulisannya dempet2 gitu..
    tp, akhirnya yeppa ngedaptin hye mey kan tuh..

    Reply

  4. KSMaMin
    Jul 15, 2013 @ 14:21:30

    wahahaha.. bacanya agak bingung.. tp keren.. wlaupun tnpa spasi kekeke~
    tapi, intinya.. aku suka kok.. daebak

    Reply

  5. nina novita
    Jul 15, 2013 @ 15:58:55

    Pusing aku bacanya.
    Ko g d spasi seh?
    mataku mpe kriting bacany
    deuuh..lebay..
    Tp critany aku suka, sip!

    Reply

  6. Nova Nofriani
    Jul 15, 2013 @ 17:00:01

    Huaaah ternyata happy ending. Kata2 nya nyentuh bgt thoor. Kerasa real buat org yg patah hati kekeke ^^

    Reply

  7. yulia
    Jul 15, 2013 @ 21:16:03

    cerita bagus Thor tp bacanya butuh perjuangan jd krg dpt feelnya… keep writing Thor:-)

    Reply

  8. nda_
    Jul 17, 2013 @ 08:24:23

    aku suka ceritanya, kata2nya bagus, bahasanya rapih, tapi sayang ketikan yang kurang spasi jadi kekurangan ff ini,. tapi ceritanya bagus thor, suka banget sama perjuangan yesung disini ‘-‘)b

    Reply

  9. novijuni
    Jul 30, 2013 @ 06:06:53

    ternyata masa lalu yg diceritakan……….

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: