[Special Post for Heechul Event] Choice

Judul : Choice

Author : ananuna

Main Cast / Supporting Cast : Kim heechul, Super junior members, Yoonhee, Soojung.

Genre : Family, Friendship.

Rating : PG13

Author Notes : It just fanfiction. Tentunya apa yang terjadi di fiksi ini hanya imajinasi penulis. This is my second ff I wrote masih amatir tapi tetap berharap apresiasinya melalui komen readers. Tulisan yang miring flashback ceritanya J

Last, saengil chukahamnida nae jagiya “heechullie” *lovesign*

 

 Choice

“Masanya telah berlalu. Saat-saat gemilangnya telah lewat bertahun-tahun lalu. Berkilau disorot lampu kamera setiap hari. Tidak ada yang tidak mengenal Kim Heechul saat itu. Member salah satu boygroup paling berpengaruh dimasanya.”

 

 

“Ahjussie, ini uangnya kata seorang gadis berseragam SMA kepada laki-laki 35 tahunan itu. Laki-laki itu mengambil uang seraya menyerahkan sekantung plastik berisi buah apel. Ditangan kirinya menggendong seorang bocah perempuan yang masih tak berminat sedikitpun berhenti menangis. Walau sang ayah mungkin saja bisa kehilangan kesabaran dan menggeletakkan si bocah malang itu begitu saja diantara tumpukan dus berisi buah.

Toko saat itu sedang ramai belum lagi ada beberapa dus buah-buahan yang baru datang dan belum sempat dibereskan. Sedangkan saat itu ibu dari si bocah malang harus pergi untuk menghadiri pemakaman salah satu kerabat mereka di Busan. Mungkin dia baru akan kembali dua atau tiga hari lagi. Meninggalkan suami, anak perempuannya yang masih berumur tiga tahun, dan sebuah toko buah yang harus diurus langsung mereka sendiri. Hidup semakin lama semakin berat. Jangan lupakan tentang cicilan rumah dan asuransi sekolah Soojung. Tidak ada anggaran untuk memperkerjakan orang di toko. Ditambah lagi, ia tidak sempat memasak untuk persiapan beberapa hari meninggalkan anak dan suaminya di rumah. “Aku harap mereka akan baik-baik saja dan suamiku diberi ekstra kesabaran menghadapi Soojung yang suka bertingkah kalau aku tidak ada..”

Kim heechul menarik nafas panjang saat satu per satu pelanggan meninggalkan toko dan memberinya kesempatan untuk beristirahat sejenak. Untungnya Soojung berhenti menangis ketika Juno datang mengajaknya bermain ke tempatnya. Juno, anak laki-laki pemilik coffee shop yang jaraknya hanya beberapa toko dari toko milikku. Umur Juno selisih satu tahun lebih tua dari Soojung kami.

Heechul tau orang tua Juno sangat senang bila Soojung kami main kerumah mereka. Gadis kecilku ini idola disini. Semua orang sayang padanya. Rambutnya ikal sepundak, pipinya bulat dan bersemu merah saat panas matahari terlalu kuat. Ia suka sekali memakai rok.

“Pakai lok appa, pakai lok. Soojungkan anak pelempuan!’ rengeknya suatu kali saat kami hanya pergi berdua dan dia mengompol. Aku tidak bawa baju gantinya saat itu yang ada hanya sebuah celana pendek lucu bergambar monyet yang kebetulan dijual dipinggir jalan. Mengingatkanku pada salah satu member kami dulu, Eunhyuk. Arghhhhh, aku rindu si bocah monyet itu! Setengah jam membujuknya memakai celana bergambar monyet itu. “Loknya walna olanye appa, soojung mau olanye!” Dia tetap bawel mengingatkan janjiku karena membuatnya memakai celana itu.

 

“Kau yakin dengan keputusanmu itu? Karirmu akan baik-baik saja kalau kau tidak menikah. Usiamu itu masih 30 tahun. Kenapa terburu-buru.” Salah satu manajer kami berusaha membujukku. Management tempatku bernaung tidak mengizinkan artisnya untuk menikah sampai batas kontrak yang ada. Dan jika melanggar konsekuensinya adalah pengunduran diri dan uang ganti rugi yang jumlahnya luar biasa besar. Sampai-sampai banyak yang berniat membatalkan niat mereka. Tapi aku.. Bisa apa lagi. Keputusanku sudah bulat. Resikonya akan kutanggung. Perjuangan bertahun-tahun jadi trainee lalu akhirnya bisa debut. Menghabiskan hampir seluruh uang yang kudapat bertahun-tahun sebagai seorang idol sebagai uang kompensasi pembatalan kontrak. Bahkan juga beberapa property seperti rumah dan villa harus kujual. Management kami memang menghisap habis seperti lintah.

“Aku yakin hyung. Ibunya Yoonhee sakit keras hyung, satu-satunya amanahnya adalah ingin melihat kami menikah.  Aku minta maaf dengan sikapku, aku tau aku banyak membuatmu susah dan juga memberku.” Heechul lalu memeluk manager hyung yang sudah menjaga dan mengurusnya dari masa mereka debut dulu.

“Kau sudah berpamitan pada mereka? Kunjungilah mereka. Mereka semua di dorm saat ini. Bagaimanapun kalian adalah keluarga selama ini” kata manager hyung saat Heechul berbalik meninggalkan si manager hyungnya itu.

 

“Appaaaa, lihat ibunya juno memberikan sweatel warna pink ini lho ke Soojung tlus Juno juga punya tapi walnanya bilu. “ Soojung berteriak heboh sambil lari kepangkuan ayahnya. Heechul menaruh gadis kecilnya dipangkuannya. “Wahh, baik sekali ibunya Juno. Soojung sudah bilang terimakasihkan?” Heechul menunjuk-nunjuk hidung Soojung. “Sudah dong appa. Eomma kapan pulangnya? ” si kecil Soojung menjawab pertanyaan ayahnya sambil menyingkirkan tangan nakal si ayah dari hidungnya.

“Soojung ga tahan sama masakan appa, itu benal-benal ga enak!!”

“Tapi Soojung ga sakit perutkan? Itu artinya masakan appa baik-baik saja. Heechul membela diri.

“Kalau kata eomma masakan appa lasanya abstlak” cibir Soojung.

“Yaaaaaaa, Soojungie!!”

 

“Heechul, kau taukan sesusah apa dan seberapa banyak darah dan keringat yang kita keluarkan untuk bisa sampai diposisi kita sekarang ini. Berapa banyak member kita saat debut pertama kali. Aku sedih sekali hampir tiap tahun dipanggung kita kehilangan satu orang. Panggung menjadi lebih kosong. Kau taukan Hangeng sudah benar-benar tidak mungkin kembali. Kibum, walaupun yang fans tau dia ingin fokus akting. Tapi kau juga taukan alasan dia yang sebenarnya. Kibum tidak akan kembali ke panggung bersama karena dia memang tidak ingin. Pertengkaran hebat itu. Akting hanya alasannya untuk menutupi yang sebenarnya. Kang in yang beberapa waktu lalu kembali juga sebenarnya tidak terlalu berminat lagi jadi idola. Dan aku, aku masih harus menjalani sisa wajib milterku. Tidak ada yang bisa menghandle dan memberi mereka semangat Heechul-ra. Kami masih butuh dirimu. Bertahanlah, paling tidak sampai saat aku menyelesaikan wajib militerku. Bicaralah pada Yoonhee, dia pasti mengerti” Leeteuk berkata dengan tatapan putus asa dan berharap padaku. Begitupun member lainnya, keluargaku “Super Junior”

Seorang wanita keluar dari sebuah taxi, wajahnya penuh senyum. Walaupun malam telah cukup larut, tidak sama sekali membuatnya mengantuk. Sebentar lagi dia akan bertemu dengan dua orang paling berharga dihidupnya. Wanita itu memutar kenop pintu dan menuju sebuah kamar. Menemukan suaminya telah tertidur pulas bersama anak perempuan mereka. “Jagiyaaa, aku pulang” dia mengecup pipi suaminya.

Heechul merasakan ada suara memanggilnya dan sebuah sentuhan manis di pipinya. “Eoh, kau sudah pulang? Bogoshippo!!” Ia melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. “Soojung bilang tidak tahan dengan masakanku” heechul mulai merengek pada istrinya, menceritakan semua tingkah soojung selama si ibu tidak ada di rumah. Istrinya hanya terkekeh pelan. “kau taukan susahnya jadi ibu dan seorang istri”

Heechul makin mengeratkan pelukannya di pinggang Yoonhee.

“Mianhae”

Heechul menatap wajah Yoonhee. “Wae?”

“Karena memilihku, hidupmu tidak seperti dulu. Kau tidak lagi berdiri di panggung ataupun syuting untuk acara TV. Kau melepaskan sesuatu yang telah kau perjuangkan selama bertahun-tahun. Kim heechul dari Super junior, Mr. AB Line, pendiri Chocoball. Sekarang sudah tidak ada lagi. Apa kau bahagia? Orang tau kau sekarang hanya Heechul pemilik toko buah yang omsetnya saja tidak besar. Harus tinggal di rumah sederhana jauh dari distrik seperti Gangnam. Kau bahkan tidak pernah lagi pergi ke tempat perawatan kulit. Kau tau aku kadang berpikir seandainya kita tidak bersama pasti “petals” masih bisa melihat karyamu di TV ataupun kau yang bersinar di panggung megah Super Show. Aku mencurimu dari mereka”

“Tidak sayang. Ada harga untuk sebuah kebahagiaan yang kudapat saat ini. Hidup adalah pilihan. Dan kau pilihanku” heechul mengusap air mata di pipi Yoonhee.

Heechul menghabiskan sisa malamnya saat itu dengan tidur bertiga bersama anak dan istrinya. Biasanya Soojung tidur terpisah dari mereka.

Bukan hanya sekali dia membayangkan kembali berdiri di atas panggung bersama member lainnya. Ia mengakui kadang masih merindukan saat-saat seperti itu. Tapi bayangan Soojung yang merengek atau menangis memanggilnya appa atau saat ia melihat Yoonhee menyiapkan makan malam mereka berdua dibantu si kecil soojung. Ia kembali yakin, ini adalah hal yang sangat diinginkannya. Keluarga kecil yang bahagia yang dari dulu ia impikan.

Boleh saja imagenya saat menjadi idol jauh dari image seorang ayah atau suami yang baik. Mungkin orang tidak pernah menyangka dia akan memikirkan “menikah”. Sekali lagi itu hanya image di TV yang dibentuk oleh managementnya dulu.

 

“Hwuaaaaaaaa, ini lok olanye yang baluuuu!! Appaaaaaa, lok olanyenya cantik sekaliiiii! Si kecil Soojung berlari membawa sebuah rok oranye yang dibeli Yoonhee sewaktu dia di Busan. Dia memeluk dan menciumku yang duduk di sofa ruang TV.

“Ya ampun, bau jigong ini.” Keluh Heechul berpura-pura kesal.

“Appa lihat apa sih di TV? Wahhhh ada ahjusie-ahjusie ganteng yang pintal menyanyi dan menali. Soojung suka ahjussie yang itu!” Celoteh Soojung menunjuk Eunhyuk.

Heechul mengernyitkan dahinya bingung. “Kau suka paman yang itu? Oh my.. Ya tuhan Soojung, anak appa yang paling cantik di kompleks kita. Paman yang mukanya seperti monyet itu? Seleramu payah! Paman itu bau kaki tau!!

Soojung turun dari pangkuanku, matanya menyipit. “Appa kau berbohong!”

“Hei, appa dulu tinggal bertahun-tahun bersama mereka.”

Fokus Heechul kembali beralih ke layar televisi itu. Tatapannya sendu dan merindukan. Ia teringat kembali saat ia masih bergabung bersama mereka. Heechul rindu sekali. Bukan tentang menjadi seorang idola. Tetapi saat-saat seperti makan bersama-sama di dorm, berkumpul setelah konser di kamar hotel tempat kami menginap.  ia rindu saat bersama membernya dulu. Mengetahui mereka masih aktif di dunia entertainment dan masih dibawah satu nama “Super Junior” seperti sekarang benar-benar melegakan.

 

Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah pilihan…

 

KKeut..

7 Comments (+add yours?)

  1. SeptiaTrie
    Jul 22, 2013 @ 13:34:49

    good thor ^^
    aku suka kata “ada harga yang harus dibayar untuk sebuah pilihan”

    Reply

  2. jihanfakhria
    Jul 22, 2013 @ 14:03:01

    keren thorrrrr

    Reply

  3. ully
    Jul 22, 2013 @ 21:31:16

    daebakk…

    Reply

  4. Flo
    Jul 22, 2013 @ 21:40:05

    keren thor..
    tp, jangan sampe deh ada member yg pergi lagi..

    Reply

  5. yazelf
    Jul 23, 2013 @ 05:46:28

    ya ampun, keren banget ini mah thor,
    tapi agak nyesek juga tiap baca FF jenis begini,
    over all, kece abis dah ini cerita 😀

    Reply

  6. yazelf
    Jul 23, 2013 @ 05:47:51

    ya ampun, keren banget ini mah thor,
    tapi agak nyesek juga tiap baca FF jenis begini,
    over all, kece banget ini cerita 😀

    Reply

  7. Babyfishevil
    Jul 23, 2013 @ 08:05:33

    Keren…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: