[Special Post for Heechul Event] Our Last Time

-OUR LAST TIME-

Author                        : Namgichan
Main Cast       : Kim Heechul, Han Jae Gyeong (OC), Kim Jong Woon
Genre              :  Angst, Romance
Rating             : PG-13

From Author :

First time ikut event yang diadain SUJUFF.! Akhirnya kesampean juga. Hihihi

Meskipun gw  reader yang cukup setia, tapi urusan menulis.. haha.. jangan tanya.  Gak berharap apa – apa, cuma mau karya gw dpt apresiasi dari pembaca *itu namanya berharap yak*

Kenapa Heechul? Karena dia adalah namja pertama yg membuat gw tersepona sama Super Junior, dan kenapa ada Jong Woon? Karena dia adalah calon suami gw *dijitak clouds*. Sesekali berkunjung ke blog gw ya,,  http://woonieforever.wordpress.com/ dijamin gak nyesel *boleh promo gak sih?*

Akhirnya, Thanks to Haebaragime eonni atas bantuanya dalam mencari inspirasi^__^

Sudah kepanjangan openingnya nih yaa.. Menang ga menang, gak jadi soal, yang penting selamat menikmati ^__^

Attention!  alur cerita ini maju mundur. Jadi untuk yang dicetak miring artinya flashback, semoga gak bingung deh yah. Hehe

#don’t forget to comment!!

ooo——ooo

 Our Last Time

Heaven – my only person, yes the person who will always protect me

Any sadness, any pain – if only I’m with you

I’m not jealous of anyone else – hold my two trembling hands

Because the reason I Live is you.

[Heaven – Ailee]

 

Seorang yeoja tengah duduk di sofa ruang tengah apartemennya yang sederhana, tertawa kecil menonton tayangan dari TV yang ada dihadapannya. Disampingnya, tampak seorang namja tersenyum simpul memandangi yeoja yang dicintainya itu. Tenggelam dalam pesona yang dipancarkan yeoja yang dicintainya itu.

.

————————

 “Han Jae Gyeong, saranghae” seorang namja berlutut di hadapan yeoja yang dipanggilnya Jae Gyeong itu sambil membawa seikat mawar putih kesukaan yeoja itu.

“I…i..ge.. Mwoyeyo Oppa?” kegugupan yang dialami Jae Gyeong sama sekali tak dapat ia tutupi. Mimpikah ini?.

“Jae Gyeong~ah, maukah kau menjadi yeojachinguku?” Sekali lagi namja yang ada dihadapan Jae Gyeong itu, memperjelas pernyataan cintanya. Diiringi riuh tepuk tangan dan siulan teman – teman mereka, taman kampus ini seolah menjadi saksi pernyataan cinta namja itu pada Jae Gyeong.

Kedua mata yeoja berwajah manis itu mulai berkaca – kaca. Sudah jelas, tak ada kata lain yang ia ingin ucapkan selain…

“Ne, aku mau. Heechul Oppa”

Tepuk tangan semakin kencang. Teman – teman mereka ada juga yang ber’suit’ ikut merayakan diterimanya pernyataan cinta Heechul, yang terkenal dengan ketampanan dan kepintarannya. Ada pula sebagian yeoja yang menonton dengan pandangan sinis, karena merasa Jae Gyeong adalah yeoja biasa saja.

  Tanpa ragu, Heechul bergegas mendekap erat yeoja yang baru beberapa menit menjadi kekasihnya itu. Kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya. Jae gyeong pun tak dapat menghentikan air matanya. Air mata kebahagiaan, karena akhirnya bisa memiliki seseorang yang sangat ia cintai.

.

————————

Suara tawa tak henti keluar dari bibir Jae gyeong, dan Heechul juga ikut tertawa kecil bersamanya. Menemaninya menyaksikan video iseng yang mereka buat. Seulas senyum terukir di bibir Heechul.

“Chagiya, kau tak pernah berubah” Gumamnya.

————————

 “Oppa, jika nanti kita menikah, kau mau punya berapa anak?” Jae gyeong bertanya pada kekasihnya dengan nada manja.

“Eung, kira-kira kau mau berapa?” Jawab Heechul sambil mengusap lembut pipi Jae Gyeong..

“Ku rasa dua anak cukup. Satu yeoja, dan satu namja. Kita pasti akan menjadi keluarga kecil yang bahagia” Ucap jae Gyeong sembari menengadahkan wajahnya ke langit dan kemudian tersenyum.

“ah, jangan dua. Kurasa bagus juga jika kita memiliki sebelas anak. Kemudian aku bisa membentuk tim sepak bola sendiri” sahut Heechul yang kemudian tertawa melihat ekspresi yang ditimbulkan pada wajah kekasihnya akibat ucapannya barusan.

“Shiro! Aku tak mau memiliki anak sebanyak itu. Bisa melar perutku kalau harus hamil sebelas kali” Jae Gyeong menjawab sambil mengerucutkan bibirnya yang sekarang hampir menyaingi donal bebek.

Masih dengan sedikit menahan tawa, Heechul menanggapi ucapan kekasihnya

“Dengarkan aku chagi” tatapan mata mereka kemudian beradu.

“Tak penting berapa jumlah anak yang akan kita miliki nanti. Sekalipun kita tak bisa punya anak, aku akan tetap memilihmu. Karena bagiku, kau saja sudah lebih dari cukup. Arraseo?”

Keduanya terdiam cukup lama, saling memandangi mata yang telah menjadi samudra kehidupan satu sama lainnya. Perlahan, saling mendekatkan wajah masing – masing. Jae Gyeong lalu memejamkan matanya. Merasakan sensasi yang ditimbulkan dari ciuman keduanya. Seolah dihatinya kini tumbuh ribuan bunga, yang mekar bersamaan, dan menimbulkan kebahagiaan yang tak dapat ia definisikan.

“ya Oppa. Kau pun lebih dari cukup untukku”

 

–————————–

Jae Gyeong merasa ia tak sendiri, ia menghentikan tawanya lalu menoleh. Sedikit terkejut, orang yang selama ini ia rindukan tengah menatapnya sambil tersenyum. Ia membalas tatapan Heechul, sedikit mengerutkan keningnya sambil menahan air mata telah menggantung.

“Oppa” lirihnya. Ia terisak lagi, rasa sesak yang telah lama tak muncul kini hadir kembali. “Heechul Oppa, Naneun neomu bogoshipeoyo” ucapnya sambil menahan tangisnya dan berusaha untuk tersenyum. Jae Gyeong lalu memeluk Heechul

“Nado, Nado bogoshipeoyo Han Jae Gyeong” Heechul tersenyum lagi. Melihat gadisnya seperti ini, Heechul lalu memeluk Jae Gyeong semakin erat dan mengusap kepalanya. “Uljima..”.

“Selama ini kau kemana? Kenapa baru datang sekarang?”

“Mianhae Jae Gyeong~ah. Keadaan kita saat ini yang menghalangi pertemuan kita. Baru sekarang aku bisa datang menemuimu” kemudian Heechul menghapus air mata yang mengiasi pipi Jae Gyeong.

“Ah,, neomu bogoshipeoyo oppa.. akhirnya… kau… kembali…” sahut Jae Gyeong disusul dengan senyuman yang akhirnya menghiasi wajahnya.

 

——————————

 “Wahh.. sudah lama sekali sejak terakhir aku pergi ke tempat ini. bagaimana kau bisa tahu aku sangat ingin ke sini?”

 Dengan wajahnya yang sumringah, tak henti – hentinya Jae gyeong memandang sekelilingnya. Seperti seorang anak kecil yang baru pertama kali datang ke taman hiburan, Jae Gyeong tak dapat menghentikan senyumnya. Padahal usianya sudah menjelang 23 tahun.

“Jangan panggil aku Kim Heechul, kalau hanya hal sekecil ini saja aku tak tahu” sahut Heechul dengan lantang. Padahal sebenarnya, ia tahu hal itu dari pembicaraan antara yeojanya dengan sahabatnya yang bernama Ji Hye di perpustakaan.

Tak sengaja memang, saat ia sedang mencari buku untuk membantunya mengerjakan tugas akhir, ia melihat Yeojanya. Pada akhirnya telinganya harus rela ternoda dengan pembicaraan seputar wanita yang menurutnya membosankan. Tapi hasilnya sebanding dengan yang ia dapatkan hari ini. Senyum bahagia yang terpancar di wajah Jae gyeong, sukses bebuat degup jantungnya kembali berantakan.

Semua wahana tak terlewatkan untuk dicoba. Heechul pun tak ketinggalan. Meskipun dia adalah namja yang juga dikenal dengan keanehan dan kenekatannya, akhirnya dia harus bertekuk lutut mengibarkan bendera putih setelah roller coaster berhasil membuatnya memuntahkan semua isi perutnya.

Jae gyeong hanya tertawa melihat kekasihnya. Meski sedikit khawatir, tapi yeoja itu puas. Ternyata namja yang dicintainya ini bisa juga dikalahkan sebuah wahana di taman hiburan. Tak lama setelah itu mereka memutuskan untuk beristirahat.

“Oppa! Mana kameramu?” Teriakan Jae Gyeong mengaburkan lamunan namja bergolongan darah AB itu.

“Ige” sahut Heechul.

“Ayo, kita foto. Kejadian hari ini harus kita abadikan bukan?” Jawab Jae gyeong yang kemudian tersenyum sambil memamerkan sederet gigi putihnya.

“Eoh, Kajja!” Sahut Heechul bersemangat.

Setelah puas bermain dan memotret, tanpa sadar mereka sudah berada di Taman Hiburan sampai tempat itu hampir tutup.

“Wahh! Jam berapa ini? Ayo pulang” Ajak Heechul.

Di tengah langkahnya, Jae Gyeong berhenti. Memeluk Heechul dari belakang seraya berkata.

“Gomawo”

 

——————————

Hari telah beranjak gelap. Mereka berdua kini tengah duduk di meja makan sambil melihat album foto mereka. Tersenyum mengenang sederet kenangan indah yang telah mereka lalui, kemudian sesekali tertawa kecil kejadian konyol yang pernah mereka lewati. Heechul kembali tersenyum, melihat yeojanya sudah bisa tertawa lepas seperti dulu lagi.

“Sebentar ya oppa” Ujar Jae Gyeong yang lalu berdiri beranjak ke dapur.

Heechul kemudian memutuskan untuk berkeliling ruangan.

“Foto ini?” Tanya Heechul seraya mengerutkan keningnya, saat menemukan foto Yeojanya bersama seorang namja berkepala besar,disamping foto mereka berdua.

“Dia .. dia yang telah banyak membantuku selama kau tak ada. Dan dia bukan ahjusshi, namanya Kim Jong Woon”  Sahut Jae Gyeong ragu.

Heechul membalikkan tubuhnya lalu memandang kekasihnya. Diletakkan kembali foto itu ditempatnya. Perlahan ia melangkahkan kakinya menuju kekasihnya. Didekapnya dengan erat tubuh Jae Gyeong, dihirupnya dengan dalam aroma khas yang ia rindukan dari tubuh kekasihnya. Jae Gyeong membalas pelukan namja yang sangat ia cintai itu.

“Kim Jong Woon..” gumamnya.

——————————

Hari beranjak gelap, keheningan malam itu menemani mereka berdua. Jae Gyeong tengah berbaring ditempat tidurnya ditemani oleh Heechul yang ikut berbaring disebelahnya, merelakan lengannya dijadikan bantal oleh Jae Gyeong.

“Oppa, seandainya hal itu tidak terjadi, menurutmu sekarang kehidupan kita seperti apa ya?” Tanya Jae Gyeong yang kemudian mendekatkan diri ke pelukan Heechul.

“Tak ada yang namanya ‘Seandainya’. Apa yang kita jalani sekarang adalah takdir yang memang seharusnya terjadi. Tidurlah, jangan pikirkan itu. Aku masih disini menemanimu chagiya” Jawab Heechul tenang.

 

——————————

Hari kelulusan mahasiswa Kyung Hee University. Semua mahasiswa yang lulus hari itu merasa bahagia, sekaligus juga sedih akan berpisah satu sama lain menuju kehidupan yang sebenarnya. Termasuk juga Heechul yang lulus lebih dulu dari Jae Gyeong, dan sudah dipastikan intensitas pertemuan merekapun berkurang.

Tapi yang terpenting setelah kelulusan Heechul, appanya telah meminta mereka untuk menikah. Meskipun Jae gyeong masih harus kuliah satu tahun lagi, tapi orang tua keduanya sepertinya sudah tak sabar menimang cucu.

Selain itu, Heechul juga akan segera menggantikan posisi appanya sebagai pewaris Kim corporation. Jadi sepertinya, menikah saat ini pun tak akan jadi masalah bagi mereka.

——————————

“Oppa! Ige Mwoya!!?” Tiba – tiba Jae Gyeong masuk dengan membanting pintu, berhasil membuat Hechul yang sedang berkutat dengan tumpukan pekerjaan di ruangannya terlonjak kaget.

“Yak! Jae Gyeong, kenapa kasar sekali. Apa kau tak sadar ini dimana?” Jawab Heechul sedikit keras.

“Aku hanya ingin bertanya, apa maksudnya ini?!” seru Jae Gyeong seraya melempar selembar foto ke hadapan Heechul.

“Mwo?? Nu.. Nuguga?!” Heechul syok memandang foto seorang namja yang tengah tertidur dipelukan yeoja yang sepertinya terlihat murahan. Jujur saja, mustahil bagi Heechul menghianati kekasihnya itu, apalagi dengan yeoja semacam itu.

“Kau lupa dengan wajahmu sendiri eoh?!” Seru jae gyong yang tak bisa mengendalikan emosinya. Sulit untuknya percaya bahwa ini hanya rekayasa, meskipun ia juga tahu bahwa Heechul adalah orang yang paling setia yang ia kenal.

“Aku tak tahu siapa dia. Hei! Darimana kau mendapatkan foto itu?” Heechul bertanya.

“Tak penting dari mana foto ini, tapi yang jelas aku kecewa padamu oppa.” Jawab Jae Gyeong sambil menahan air matanya yang hampir jatuh. Kemudian yeoja itu berbalik meninggalkan ruangan.

Heechul hanya bisa terpaku. Ia sendiri tak tahu dari mana asal foto itu. Sialnya insiden ini terjadi seminggu menjelang pernikahan mereka.

“Sial!!” umpatnya.

——————————

Pagi menjelang, perlahan Jae Gyeong membuka matanya. Sadar ia hanya sendiri, Jae Gyeong bergegas keluar dari kamarnya. Didengarnya suara pintu kamar mandi terbuka, akhirnya ia mendesah lega.

“Ku kira, kau pergi lagi” ucap Jae Gyeong serius.

“Mana mungkin aku pergi tanpa pamit. Aku hanya mandi, apa tidak boleh?” jawab Heechul disusul tawa yang membuat Jae Gyeong cemberut.

“Sebagai gantinya, kau harus memasakkan omelet favoritku” sahut Jae Gyeong manja.

“Baiklah, Palli! Cepat mandi. Biar aku yang menyiapkan sarapan” Jawab Heechul kemudian.

Tak berapa lama setelah itu, mereka berdua telah berada di meja makan, menyantap masakan Heechul.

“Woaahh,, Mashita!! Omelet buatanmu selalu membuatku terhipnotis” ujar Jae Gyong seraya menunjukan senyum manisnya.

“Haha! Kegombalanmu memang lebih parah dariku” Sahut Heechul tertawa.

Selesai sarapan kemudian Heechul mengajak Jae gyong untuk berjalan – jalan.

“kita  mau kemana?” Tanya Jae Gyeong.

“Nanti kau akan tahu” Jawab Heechul sambil tersenyum.

——————————

 “Aiish!!” Heechul tak henti – hentinya mengacak rambutnya frustasi. Sejak pertengkaranya dengan Jae Gyeong dua hari lalu, mereka masih belum bertemu untuk berbaikan. Padahal hari pernikahan mereka tinggal menghitung hari. Pekerjaannya selama dua hari ini juga tak ada yang beres.

“Oke! Aku harus menemuinya. Ini tak boleh berakhir begitu saja karena hal konyol” gumamnya.

Akhirnya dengan membawa cincin pemberian ibunya, Heechul memutuskan untuk menemui kekasihnya untuk memberi penjelasan, sekaligus melamarnya secara resmi.

——————————

 

“Ini kampus kita kan? Kau mau bernostalgia ya?” Tanya Jae Gyeong semangat.

“Ya, itu salah satunya. Sebenarnya ada satu hal yang ingin aku sampaikan padamu” Jawab Heechul. Kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya, disodorkannya benda itu kehadapan Jae Gyeong.

“I..ge?” Jae Gyeong terkejut melihat benda yang ada di tangan Heechul.

“Seharusnya, cincin ini kusematkan di jarimu dua tahun lalu. Maaf baru bisa memberikannya sekarang” Jawab Heechul. Setelah itu, ia memakaikan cincin ke jari manis Jae Gyeong.

Jae Gyeong hanya tersenyum. Hanya dua kata yang dapat ia ucapkan. “Saranghaeyo.. Mianhae Oppa”

——————————

 “Aishh! Aku terlambat lagi!” Seorang pria yang mengenakan setelan kaus hitam dengan Jeans, serta topi dan ransel yang menggantung dipundaknya itu menggerutu. Sudah tergambar dipikirannya teriakan maut dari Park Sonsaengnim jika ia terlambat lagi.

Tapi, tiba – tiba matanya menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya di sebrang jalan. Jantungnya tiba – tiba berdetak tak karuan memandang yeoja yang duduk di halte Bus di seberang jalan, ada sesuatu yang menariknya untuk mengenal yeoja itu. Akhirnya ia pasrah mengenai katerlambatannya dan  memutuskan untuk menghampiri yeoja itu.

“chogiyo” ucapnya, tapi yeoja itu sama sekali tak merespon.

“Chogiyo aggashi” ucapnya kembali dengan agak keras.

Yeoja di hadapannya itu hanya menoleh dengan wajah datar, kemudian bertanya “nuguya?”

“Kim Jong Woon imnida” Jong Woon menjawab dengan mengeluarkan senyum manisnya.

“Eoh, ada perlu denganku?” Masih dengan ekspresi yang sama.

“Ah.. A…aniyo” jawab jongwoon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“kalau begitu pergilah” dengan kejam yeoja itu mengusir Jong woon, kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan halte dan Jong Woon yang masih terdiam menatapnya.

 

——————————

Sejak pertemuannya dengan yeoja aneh yang melamun di halte bus itu, tak hentinya Jong Woon memikirkan yeoja itu. Ia masih sering melihat gadis itu melamun disana. Suatu hari akhirnya ia memberanikan diri untuk mengajak yeoja itu mengobrol.

“Hai gadis halte! Apa kabar?” Sapa Jong Woon ceria.

Yeoja dihadapannya menoleh kehadapannya, masih tanpa ekspresi. “Mwo?”

“ya gadis halte. Itukah pekerjaanmu? Melamun sendirian disini, seperti orang bodoh. Apasih yang kau pikirkan?”

Yang ditanya hanya terdiam. Sepertinya gadis itu merasa terganggu akan kehadiran Jong Woon yang mengusik ketenangannya. Tak lama kemudian bangkit berdiri dan perlahan menjauh dari tempat itu. Jong Woon tak tinggal diam, ia ikut berdiri menyusul gadis itu. Entah kenapa, melihat wajah yeoja tanpa ekspresi itu, seperti ada satu dorongan untuk melindunginya. Ia yakin, dibalik wajah datar itu, tersembunyi sesuatu yang sangat dalam yang tengah yoja itu alami.

Setelah beberapa waktu, tiba – tiba yeoja itu berhenti dan menutupi wajahnya. Tak lama kemudian air mata mengalir melewati kedua telapak yang menutupi wajahnya, isakan tangis terdengar darinya. Jong Woon yang ikut berhenti beberapa meter di belakangnya kemudian menghampiri yeoja itu. Entah apa yang merasuki otaknya, ia mendekati yeoja itu kemudian merangkulnya, mengusap lembut punggung yeoja itu.

“Deg” Demi tuhan, bermimpi pun tidak. Gadis Halte itu justru membalas pelukannya. Tanpa banyak bicara (yah, sepatah katapun tidak), hanya butiran air matanya yang mengalir deras ikut membasahi pundak Jong Woon.

“Gwaenchanayo?” dengan hati – hati Jong Woon bertanya pada gadis itu, tapi gadis itu hanya terdiam. Jantung Jong Woon semakin berdebar tak karuan. Masih tak mengerti dengan apa yang dialami gadis ini.

Si gadis hanya bisa terus menangis, tanpa tahu bagaimana cara menghentikan aliran air matanya. Han Jae Gyeong, air matanya turun semakin deras. Menangis dipelukan Jong Woon.

Cold tears keep shedding, falling non-stop

My heart hurts because of you and it keeps hurting

On days that I miss you, days like these, because I’m missing you

My tears are falling again

[Falling Tears – Shinjae]

 

——————————

Setelah pertemuan terakhirnya dengan Jong Woon, yang berakhir dengan tangisannya di pelukan namja itu, keadaan Jae Gyeong sedikit membaik. Hari – harinya tak lagi diisi dengan melamun sepanjang hari, atau menangis di tengah malam. Senyumnya perlahan kembali. Sepertinya namja bernama Kim Jong Woon ini memang malaikat yang dikirimkan tuhan untuk sedikit mengobati luka di hatinya. Meskipun masih membutuhkan waktu yang lama, tapi rasanya kehidupannya mungkin bisa kembali normal lagi.

Jong Woon mulai merasa tertarik untuk mengenal Jae Gyeong yang disebutnya sebagai ‘gadis halte’ ini lebih dalam. Begitu pula dengan masa lalu gadis ini.  Jong Woon sering datang mengunjungi Jae Gyeong hanya untuk skedar menanyakan kabar.

Jae Gyeong pun bukan orang yang bodoh untuk tidak menyadari bahwa Jong Woon menyukainya. Tapi ia sendiri juga masih belum mau membuka hati untuk siapapun. Hanya ada satu nama, yang masih tersimpan rapih dihatinya.

 

————————————

-Eurwangni Beach-

Menjelang sore, Heechul dan Jae Gyeong tiba di pantai ini.

“Aku rasa ini akhirnya” Gumam Heechul, sambil menatap jauh ke hamparan pasir dan laut di depannya.

“Oppa.. Kita baru satu hari bertemu” Kedua mata yeoja itu kembali basah oleh butiran air mata yang tak dapat ditahannya. Heechul kemudian menghadapkan tubuhnya kearah Jae Gyong, merangkul yeoja itu.

“Waktuku memang hanya satu hari Jae Gyeong~ah. Aku hanya ingin menyelesaikan apa yang seharusnya aku selesaikan” kemudian perlahan Heechul melepaskan pelukannya, menatap mata Jae Gyeong, meraih kedua tangannya. Perlahan dilepasnya kembali cincin yang tadi ia pakaikan, tapi Jae Gyeong menahannya.

“Shiro!!” Jae Gyeong mulai menangis.”Kau sudah memberikan ini padaku, ini milikku”

“Jae Gyeong~ah, lepaskan ini.. lepaskanlah aku” kemudian dengan lembut Heechul mengangkat dagu Jae Gyeong. “Jaggiya, berjanjilah satu hal”

“Mwo?”

“Bukalah hatimu. Jangan terus meratapiku seperti ini, jika tidak aku tak dapat pergi dengan tenang. Mungkin nantinya aku akan terlahir kembali menjadi seseorang yang egois dan tak punya cinta. Kau hanya perlu mengingatku sesekali dan aku tak akan pernah jauh darimu.”

Tanpa dapat menahannya, Heechul meneteskan air mata. Menatap lekat gadis yang ada dihadapannya ini, satu – satunya gadis yang pernah ia cintai. Untuk terakhir kalinya, ia mencium Jae Gyeong. Gadis itu memejamkan matanya. Rasa asin air mata bercampur dengan rasa sesak akan perpisahan, ciuman yang dalam seakan tak dapat berhenti. Tapi toh semua ini harus berakhir juga.

Heechul kemudian melepaskan ciuman mereka, perlahan mundur menjauhi gadisnya. Keduanya terisak, tanpa ada yang bicara sedikitpun. Jae Gyeong hanya bisa menangis, semakin kencang dan semakin sesak rasanya.

Perlahan namja yang dicintainya itu menghilang, terbawa deburan ombak dan meninggalkannya sendiri. Jae Gyong terduduk lemah. Air matanya semakin deras, dadanya sesak hingga bernafas pun sulit. Hanya ada satu nama yang dapat ia ucapkan

“Heechul Oppa!!!”

 

——————————

Mobil yang dikendarainya melaju dengan kencang melewati padatnya jalanan kota Seoul. Otaknya tak henti – hentinya memikirkan satu nama, Han Jae Gyeong. Ia terus – menerus menoleh ke kotak cincin di dashboard mobilnya.

Namun tiba – tiba, sebuah truk melaju kencang dari arah berlawanan. Ia berusaha menghindar, namun keberuntungan tak berpihak padanya. Mobilnya oleng, kemudian terguling hingga menabrak sebuah halte bus.

Di hembusan nafas terakhirnya ia membisikan sebuah nama. “Han Jae Gyeong” sambil menggenggam sekotak cincin di tangannya. Sedetik kemudian detak Jantungnya berhenti.

 

——————————

 “Yesung Oppa! Sudah datang” sambut yeoja yang berpakaian serba hitam dengan rambut dikepang sederhana yang justru membuatnya terlihat manis.

“Ah, lagi – lagi kau mengganti namaku seenaknya. Panggil aku Jong Woon Oppa saja kenapa sih!” jawab Jong Woon yang berpura – pura marah.

“Aniyo, Yesung lebih bagus. Kau tahu, setiap kau menyanyika lagu untukku aku selalu terhanyut dalam suaramu, dan melupakan kesedihanku” Jawab Jae Gyeong sambil tersenyum.

“Aigoo! Manis sekali yeoja ini!” Seru Jong Woon menunjukan aegyonya.

“Baiklah, sepertinya aku suka nama itu”

“Ah, kalau begitu ayo berangkat!”

“Kajja!”

——————————

—o0o—

IN MEMORIAM

KIM HEECHUL

1983 – 2011

Our Beloved One..

—o0o—

 

Jae Gyeong meletakkan seikat mawar putih diatas nisan dihadapannya. Kali ini Jae Gyeong berusaha untuk tidak menangis lagi. Ia tersenyum, kemudian berbisik pelan

“Oppa, aku sudah menuruti kata – katamu. Aku rasa, aku bisa melepasmu sekarang. Kau lihat Pria disampingku? Namanya Kim Jong Woon. Mungkin akan segera mendampingiku menggantikanmu. Jangan cemburu ya!”

Jong Woon hanya ikut tersenyum. Di dalam hatinya ia berterima kasih pada namja bernama Heechul ini, yang telah menitipkan Jae Gyeong padanya. Kemudian setelah berdoa sebentar, mereka berdua berjalan perlahan meninggalkan makam itu.

Di kejauhan, seorang pria mengenakan jas putih tersenyum.

“Kim jong Won~ssi, ku titipka Jae Gyeong-ku padamu”

Kemudian pria itu berbalik, perlahan menjauh dan bayangannya menghilang…

-The End-

3 Comments (+add yours?)

  1. Flo
    Jul 27, 2013 @ 01:01:50

    kasihan amat heenim
    mau nikah tinggal hitungan hari lagi
    tp, harus berantem trus kecelakaan…

    Reply

  2. chubbyvina
    Jul 27, 2013 @ 01:24:09

    Heechul oppa manis sekali disini 😀

    Reply

  3. Trackback: OUR LAST TIME | My Life, My Dream, My Love

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: